Monday, May 11, 2009

Dilibas Persela, PSMS Gagal Perbaiki Posisi

Dilibas tuan rumah Persela Lamongan, PSMS Medan gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin, sekaligus memperbaiki posisinya di klasemen sementara.

PSMS Medan harus mengubur ambisinya mendulang poin penuh dari kandang Persela Lamongan, setelah dilibas tuan rumah 4-2, dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (10/5) petang.

Sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat dari Esteban Gullien ketika pertadingan baru berjalan dua menit, Ayam Kinantan gagal mempertahankan keunggulannya satu menit kemudian. Itu karena, hadiah penalti yang diberikan wasit Alil Rineggo yang menganggap Marcio Souza dilanggar Aunt Carbiny saat berebut bola di kotak terlarang.

Marcio sendiri yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 1-1. Gol tersebut sempat meruntuhkan semangat bertanding para pemain PSMS. Itu bisa dilihat dengan gol kedua Persela lima menit kemudian dari tandukan Carlos Raul Sucati.

Tanpa terkawal, Sucati sukses menyambut bola rebound dari tendangan bebas Fabiano Beltrame yang membentur mistar gawang PSMS. Dengan satu tandukan, ia mampu mengecoh kiper Ghali Sudaryono, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persela.

PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 pada menit dua menit berselang melalui tendangan bebas Affan Lubis. Tapi wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut yang membuat pemain PSMS mulai naik pitam. Maklum ini merupakan keputusan kedua dari pengadil lapangan hijau tersebut yang dianggap merugikan, setelah sebelumnya memberikan hukuman penalti kepada tuan rumah.

Tensi permainan pun semakin meninggi yang menjurus kasar. Pada menit ke-30 misalnya, pemain tuan rumah Persela I Wayan Sukadana melakukan tindakan tidak sportif kepada Octavianus Maniani, dengan sengaja menabraknya dari belakang. Padahal bola tidak dalam permainan.

Sukadana pun diganjar kartu kuning kedua yang membuat Persela tampil dengan sepuluh pemain. Sayang hal ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad tim besutan pelatih Ruddy William Keltjes yang tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit Alil Rinenggo. Terbukti, Persela sukses menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Zaenal Arifin pada menit ke-35.

Beruntung, pada penghujung babak pertama, gelandang asing andalan PSMS, Leonardo Martins Dinelli sukses mencetak gol cantik, setelah sebelumnya sukses melewati hadangan beberapa pemain belakang tuan rumah. Gol tersebut sekaligus memperkecil ketinggalan timnya menjadi 3-2 yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Hasilnya, dua menit berselang, Octavianus Maniani berhasil menerobos pertahanan tuan rumah. Sayang tendangan kerasnya masih melebar di sisi kiri gawang Persela yang dikawal Nurul Huda.

Setelah itu, PSMS yang berupaya menyamakan kedudukan terus mendominasi permainan. Sayang, usaha tersebut berbuntut pada `hujan` kartu kuning yang diterima pemain PSMS. Bagaimana tidak, pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo memberikan tiga kartu kuning secara beruntun kepada Aun Carbiny, Leonardo Martins, dan Ghali Sudaryono. Padahal sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung telah menerima kartu kuning.

Tindakan Alil tersebut semakin membuat pemain PSMS frustasi yang mengakibatkan mereka kehilangan konsentrasi. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik Persela untuk menambah keunggulan. Melalui skema serangan balik yang cepat, Alex Robinson berhasil menjebol gawang PSMS di masa injury time dan mengubah skor menjadi 4-2. Skor akhir ini bertahan hingga pertandingan usai.

Atas kekalahan ini, PSMS gagal memperbaiki posisinya yang saat ini bertengger diurutan ke-14 klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan 24 poin dari 28 laga. Sementara untuk Persela, kemenangan tersebut membuat mereka naik dua strip dan menggusur posisi PSM Makassar diurutan ke-8

Modal Persib Hadapi Ayam Kinantan

Kemenangan 2-0 di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (9/5), bisa disebut modal baik Maung Bandung sebelum menghadapi jadwal padat pada Mei ini.

Eka Ramdhani dkk harus melakoni jadwal yang diyakini bakal menguras energi dan pikiran pemain. Sebagai contoh, seusai meladeni Singo Edan, armada Maung Bandung praktis hanya memiliki masa recovery dua hari sebelum meladeni PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Rabu (13/5).

’’Rotasi pemain hanya akan dilakukan jika di antara pemain yang sekarang masuk daftar rancangan tim inti ada yang tak cukup bugar. Sepanjang para pemain tersebut siap secara teknis, fisik, dan mental tak bermasalah, tak ada perubahan materi pemain.

Jadwal padat tak berarti perlu dilakukan rotasi secara ekstrem,” tandas pelatih Persib Jaya Hartono. Selain itu, Jaya juga bisa mengharapkan dukungan ribuan bobotohpada duel klasik versusAyam Kinantan - julukan PSMS- di Siliwangi

Ayam Kinantan pulang dengan Tangan hampa

PSMS Medan akhirnya pulang dengan tangan Hampa dari Lamongan. Menghadapi tuan rumah Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009, Ayam Kinantan Keok 2-4 di tangan Laskar Joko Tingkir.

Pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.

Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.

Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.

Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.

PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.

Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.

Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.

Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.

Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Babak II
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Dua menit setelah babak kedua bergulir, Octavianus Maniani berhasil menerobos jantung pertahanan tuan rumah. Sayang tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang Nurul Huda.

Persela juga tak mau ketinggalan. Pada menit ke-70 Laskar Joko Tingkir nyaris memperlebar jarak lewat aksi Carlos Raul Sucati. Sayang umpan dari Charles Putiray lebih dekat kepada Galih. Dengan cekatan kiper muda itu berhasil menepis bola sehingga mebuat tandukan Carlos hanya membentur angin.

PSMS kembali mendominasi serangan. Namun langkah anak-anak Medan untuk menambah skor justru berbuah hujan kartu kuning. Pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo setidaknya memberikan tiga kartu kuning secara beruntun. Masing-masing kepada Aun Carbiny, Leonardo Zada, dan Galih Sudaryono. Sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung juga mendapat kartu kuning.

Persela sendiri praktis bertahan di sisa babak kedua. Tuan rumah hanya menyisakan Marcio Souza di lini depan. Kondisi ini coba dimanfaatkan oleh pemain-pemain PSMS untuk terus meningkatkan daya gempurnya.

Namun sayang, karena keasyikan menyerang, PSMS justru teledor dalam bertahan. Lewat sebuah seranga balik, Alex Robinson berhasil menjebol gawang Galih di masa injury time dan merubah skor menjadi 4-2. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain


Persela Lamongan
Khoirul Huda (g); Fabiano Beltrame, FX Yanuar, Agustiar Batubara, Tomy Rifka, Alex Robinson, I Gede Sukadana-2kk (km), Zaenal Arifin/Charles Putiray, Jimmy Suparno, Carlos Raul Sucati, Marcio Souza/Dicky Firasat (90')

PSMS Medan
Galih Sudaryono-kk, Edi Simbung-kk, Aun Carbini, Mauro Pinto-kk, Fadli Hariri/Rahmadani (38'), Esteban Gullien-kk, M Affan Lubis, Ruben Sanadi/Rahmad Affandi (53'), Leonardo Marin Zada-kk, Octavianus Mainani/I Komang Adyana, Mario Costas

Babak I Persela vs PSMS Diwarnai Hujan Gol

Hujan gol terjadi di babak pertama duel Persela kontra PSMS Medan di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009. Setidaknya lima gol terjadi pada babak I lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu. Untuk sementara Persela unggul 3-2 atas PSMS.

Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.

Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.

Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.

Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.

PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.

Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.

Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.

Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.

Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum

Friday, May 8, 2009

BLI rilis jadwal sisipan

JAKARTA - Selain jadwal Copa Indonesia, Badan Liga Indonesia (BLI) juga mengeluarkan jadwal lima pertandingan Liga Super yang disisipkan serta jadwal tiga partai yang dijadwal ulang dalam lanjutan Liga Super 2008/2009.

Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono di Jakarta menyatakan, pihaknya memastikan masing-masing jadwal untuk laga Liga Super serta jadwal untuk Copa Indonesia berlangsung mulai medio Mei hingga Juni.

BLI menetapkan lanjutan Liga Super 2008/2009 mulai 7 Mei hingga 10 Juni mendatang. Menurut dia, lima jadwal pertandingan yang batal terselenggara, akhirnya disisipkan, sedang tiga pertandingan lainnya, dijadwal ulang.

Lima duel sisipan ini merupakan pertandingan yang tidak bisa digelar hingga 5 Mei 2009. Masing-masing terdiri atas duel Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija, Persitara Jakarta Utara vs PSMS dan Persitara vs Persib Bandung.

Selain jadwal sisipan, jadwal baru lanjutan putaran Liga Super juga mengalami perubahan untuk tiga pertandingan. Pertandingan itu adalah laga Persela Lamongan vs Sriwijaya FC, Persib vs PSMS dan PSMS vs Sriwijaya FC.

Jadwal Sisipan
29 Mei: Persija vs PSMS
14 Mei: PSIS vs Persija
26 Mei: Persitara vs PSMS
2 Juni: Persitara vs Persib

Perubahan Jadwal
28 Mei: Persela vs Sriwijaya FC
13 Mei: Persib vs PSMS
1 Juni: PSMS vs Sriwijaya FC

23 Mei jatah PSMS

JAKARTA - Badan Liga Indonesia (BLI) merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009 dengan menyatakan babak perempatfinal akan dimulai 14 Mei hingga 15 Juni mendatang.

Semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni dan semua tim akan bertarung di babak delapan besar dengan menggunakan format home and away. Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro.

Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei. Menurut Direktur BLI Joko Driyono, babak delapan besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.

"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko di Jakarta.

Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg kedua babak 16 besar melawan Persitara Jakarta Utara. Laga penentu itu akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei.

Jadwal Copa Indonesia 2008/2009:

Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC

Dua Hari Latihan Strategi Redam PSMS

Persiapan terus dilakukan Persela Lamongan menjelang laga ke-28 di Indonesia Super League (ISL) melawan PSMS Medan di Stadion Surajaya Lamongan Minggu (10/5) mendatang.

Pelatih Persela Widodo C Putra beberapa hari terakhir memberikan menu latihan pengembalian kekuatan otot kepada Marcio Souza da Silva dkk. Rencananya, mulai hari ini dan besok, pelatih dengan lisensi A terbaik itu merencanakan latihan strategi dan taktik pertandingan. 'Ini perlu kita persiapkan karena tim calon lawan kita lihat mengalami perkembangan lebih bagus dibanding penampilannya di putaran pertama,' katanya.

Dengan sajian latihan itu, lanjut Widodo, diharapkan anak asuhnya bisa tampil lebih bagus lagi. Menurut dia, tidak ada alasan kelelahan bagi pemain untuk laga melawan PSMS mendatang. 'Karena panjangnya waktu recovery saya nilai sudah sangat cukup. Apalagi, sebelumnya pemain juga sempat kita kasih waktu istirahat,' imbuhnya.

Sementara itu, latihan kemarin tetap digelar di lapangan Stadion Surajaya. John Scarlet yang tidak pernah tampil di putaran II ISL karena cedera, mulai berlatih berat bersama Marcio dkk. Diharapkan, kondisi pemain asal Papua ini kembali pulih dan bisa memperkuat tim. 'Kelihatannya memang sudah sembuh, karena beberapa hari ini dia juga sudah ikut latihan. Tapi, terlihat masih belum maksimal dan kita lihat saja perkembangannya. Mudah-mudahan saja segera sembuh total,' harapnya.

Widodo mengatakan, Persela tetap bisa memenangkan pertandingan saat melawan PSMS mendatang. Alasannya, kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini bermain di kandang sendiri. Mereka bakal mendapatkan dorongan semangat yang berlebih dari ribuan suporternya. 'Apalagi pada putaran pertama kita sudah berhasil mengalahkannya. Padahal waktu itu tempat pertandingan berada di luar kandang,' tuturnya.

Copa Indonesia, Babak 8 Besar Digelar Sekali Sehari

Badan Liga Indonesia (BLI) akhirnya merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009. Babak perempat final akan dimulai 14 Mei-15 Juni 2009.

Sedangkan semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni 2009. Semua tim akan bertarung di babak perempat final dengan menggunakan format home and away.

Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro. Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei 2009.

Menurut Direktur Bidang Pertandingan Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, babak 8 besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.

"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko kepada wartawan di kantor BLI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2009.

Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara. Leg 2 akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei 2009.

Jadwal Lanjutan Copa Indonesia 2008/2009
Babak 16 Besar
13 Mei: Leg 2 Persitara vs Persebaya

Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC

Semifinal
19 Juni: PSMS/Persipura vs Persija/Deltras
20 Juni: Persebaya/Persitara/Persijap vs Sriwijaya FC/Persibo
23 Juni: Persija/Deltras vs PSMS/Persipura
24 Juni: Sriwijaya FC/Persibo vs Persebaya/Persitara/Persijap

Final
28 Juni: Perebutan tempat ke-3, mulai pukul 15.00 WIB
Grand Final, mulai pukul 19.00WIB

Thursday, May 7, 2009

Copa Indonesia Persipura senang bertemu PSMS

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menegaskan, dirinya sangat senang bisa bertemu PSMS Medan, di babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09, sesuai hasil drawing yang dilakukan di Jakarta, Rabu (6/5) petang.

Menurutnya, Ayam Kinantan tidak bisa diremehkan karena mereka adalah tim internasional. Itu karena keikutsertaannya di ajang Piala AFC musim ini. Bahkan skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes ini sukses memastikan diri lolos ke babak kedua ajang bergengsi kasta kedua di Asia tersebut.

"Sangat menyenangkan bisa bertemu tim internasional seperti PSMS. Ini akan menjadi ukuran bagi kami, apakah nanti mampu berlaga di ajang yang sama seperti mereka atau tidak. Itu sekiranya, Tuhan memberikan kesempatan kepada kami tampil di ajang tersebut," jelas Jacksen dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.

Masih kata Jacksen, dirinya tidak ingin melihat posisi yang dicapai tim lawan di klasemen sementara ajang Superliga. Di mana mereka berada di papan bawah. Sukses PSMS lolos ke babak kedua Piala AFC imbuhnya, menjadi indikasi kuat jika tim tersebut memiliki kelebihan.

PSMS Percaya Diri Hadapi Persipura

Drawing babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09 yang digelar Badan Liga Indonesia (BLI) di Jakarta, Rabu (6/5), tampaknya tidak berpihak kepada PSMS Medan.

Bagaimana tidak, di babak ketiga turnamen bergengsi ini, Ayam Kinantan sudah harus menghadapi tim kuat yang tak lain adalah pimpinan klasemen sementara Superliga, kompetisi kasta tertinggi pentas sepakbola nasional musim ini, Persipura Jayapura.

Meski demikian, hal itu tidak menciutkan nyali tim kebanggaan warga Kota Medan ini. Bsahkan pelatih Rudy William Keljtes mengaku cukup senang bisa bertemu tim kuat sekalas Persipura, karena sekaligus akan menjadi ajang mengukur kekuatan tim besutannya.

"Tidak masalah bagi kami mau ketemu tim mana pun. Jujur saja, saya lebih senang bertemu tim kuat. Biar kami bisa mengukur kekuatan. Terlebih, karena di babak ini kekuatan semua tim merata," katanya dihubungi GOAL.com beberapa saat usai drawing.

Ditambahkannya, asalkan bisa tampil full team saat menghadapi Mutiara Hitam, dirinya sangat optimis timnya bisa melakukan perlawanan dan merebut tiket ke babak berikut. Meski diakuinya hal itu bukan perkara mudah.

"Tampaknya tidak ada yang perlu ditakuti. Persipura bukanlah tim super kuat yang tidak bisa terkalahkan. Asalkan kami bisa turun dengan kekuatan penuh, saya yakin anak-anak bisa meraih hasil maksimal," tambahnya.

Masih kata Rudy, saat ini yang terpenting adalah jadwal laga melawan Persipura harus segera diketahui. Dengan begitu, dirinya bisa segera menggelar persiapan. Termasuk menjaga performa pemainnya agar bisa berada di puncak saat menghadapi lawannya itu .

"Ketepatan jadwal ini cukup penting. Jika sampai jadwal kembali berubah-ubah, tentu akan menyulitkan kami mempersiapkan tim," katanya sembari berharap agar BLI segera menetapkan jadwal pertandingan yang paten.

Senada dengan itu, manajer PSMS Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, menghadapi Persipura dipastikan bakal seru. Ia pun berharap laga melawan tim papan atas Superliga ini bisa terselenggara dalam waktu dekat

Minus empat pilar

Menjelang bentrok dengan Persela Lamongan, skuad PSMS Medan dipastikan tak komplit. Empat pemain pilar PSMS, Elie Aiboy, Markus Horison, Andika Yudistira, dan Agus Supriyanto tak disertakan dalam rombongan yang dibawa ke Lamongan Rabu (6/5) kemarin.

Hal itu disebutkan Rudi William Keltjes, arsitek PSMS kemarin. Dua nama pertama, Elie Aiboy dan Markus masih berkutat dengan cederanya. Elie Aiboy menderita cedera engkel. Sedangkan Markus belum juga pulih seratus persen dari cedera jari tangannya.

Sementara dua pemain lainnya, Andika dan Agus tak disertakan sebagai skuad yang dipersiapkan buat meladeni Persela akibat akumulasi dua kartu kuning yang diterimanya. Meski demikian, seperti biasanya Rudi Keltjes tetap optimis mampu meraih hasil maksimal.

“Mulai Kamis (7/5) ini kami akan segera menggelar latihan. Tim sendiri sudah bertolak Rabu kemarin. Dengan absennya empat pilar, tentu akan ada sedikit perubahan pada tim. Tapi kita tentu sudah punya strategi lain,” bilang Rudi.

Laga kontra Persela, merupakan laga yang menjadi prioritas usai PSMS berhasil melangkah ke babak 16 besar AFC Cup usai bermain imbang melawan South China Selasa (5/5) lalu. Laga di kompetisi domestik sendiri benar-benar jadi perhatian, mengingat PSMS sedang berjuang menghindari zona degradasi.

Untuk urusan satu ini, Sihar Sitorus manajer PSMS begitu yakin timnya masih mampu merangsek ke posisi yang lebih aman. Syaratnya, seluruh pemain dan jajaran pelatih juga punya keyakinan yang sama. Lihat saja saat PSMS berhasil menahan imbang juara Hongkong South China.

“Kalau pemain mau, mereka bisa. Toh tim sebesar South China saja bisa ditahan imbang. Tak ada yang tak mungkin. Saya pribadi optimis PSMS bisa selamat dari degradasi,” kata Sihar.

Wednesday, May 6, 2009

Berebut posisi puncak

Sama-sama sudah lolos bukan berarti akan memperlambat tempo permainan. Laga PSMS Medan versus South Hongkong dipastikan berlangsung dengan tempo cepat, apalagi kedua tim saling menargetkan kemenangan.

Ini berdasarkan tim tamu yang tidak mau tergelincir ke posisi kedua dan PSMS yang berniat membalas kekalahan 0-3 di Hongkong. Walaupun berstatus tim tamu pada Selasa malam nanti, South Hongkong tetap menargetkan tiga poin. Tim yang ditangani pelatih Kim Pan Gon ingin menjadikan ajang ini spirit menuju Liga Champions Asia musim depan.

"Kami punya materi pemain yang bagus, jadi tidak mau kalah. Di AFC Cup, ini akan menjadi salah satu bentuk persiapan menuju Liga Champions tahun depan," kata Kim Pan Gon, pelatih South Hongkong saat temu pers di Novotel Hotel, Palembang.

Selain itu, tim yang saat ini memang menjadi jawara grup F ini tengah mengantungi modal di kemenangan pertama saat PSMS tandang ke Hongkong. "Kemenangan 3-0 saat laga pertama dari mereka menjadi faktor kuat untuk mengulangi kemenangan," sambung Kim tersenyum.

Pelatih PSMS Rudy Keltjes pun tidak mau membiarkan lawan mempermainkan skuadnya. "Anak-anak sudah siap main. Kita tidak mau dipermainkan. Selain membawa nama PSMS, kita juga membawa nama Negara," tegas Rudy.

Pptimisme tengah dilekatkannya kepada Esteban Javier Guillen cs. Apalagi saat ini pasukannya tengah membaik dengan recovery yang lumayan. "Mudah-mudahan secara taktik dan strategi besok akan berjalan," sambungnya.

"Semua pelatih sudah pasti harus menamankan ambisi di tim, tapi kalau mau menang semua harus kerja keras, tekun dan bermain disiplin. Mudah-mudahan kemenangan kita raih nanti," bilang Om Rudi, panggilan akrab Keltjes di tim.

Permainan fanatik
Di Medan, Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa dan Sekretaris Umum PSMS Drs H Randiman Tarigan MAP, meminta para pemain PSMS memperlihatkan permainan fanatiknya.

"Saya melihat tidak ada masalah, suasana latihan tim bagus. Dengan suasana seperti ini, kami berharap anak-anak asuhan pelatih Rudy William Keltjes tidak bermain lesu mengingat peluang The Killer ke babak 16 Besar sudah tercapai," kata keduanya secara terpisah, Senin (4/5).

"Kendati posisi sudah aman, tidak lantas mengurangi semangat Ayam Kinantan memburu kemenangan sebab mereka tetap membawa nama baik bangsa," beber Benny.

"Harga diri negara dipikul Fadli Hariri cs, jadi apapun ceritanya mereka harus bertarung sampai titik darah penghabisan. Kalau sudah berjuang keras dan kalah, tidak ada persoalan," tutur Randiman, Kadis Pendapatan Medan.

BLI bantah PSMS menang WO

Mengaku tidak pernah menyatakan bakal memberikan kemenangan walk over (WO) kepada PSMS Medan, Badan Liga Indonesia (BLI) menegaskan kembali akan merevisi laga tandang Ayam Kinantan kontra Persija Jakarta.

Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono membantah pihaknya pernah memberikan pernyataan bakal memberikan kemenangan WO bagi tim tamu, jika tuan rumah tidak bisa menggelar pertandingan saat masa sentralisasi Superliga 2008/09 lalu digelar.

Menurutnya, beberapa laga yang tertunda termasuk laga Persija kontra PSMS tetap akan di-reschedule dan tidak ada yang pernah menyatakan Ayam Kinantan mendapat tiga poin karena menang WO, menyusul kegagalan Persija menggelar laga tersebut.

"BLI tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Karenanya, lima laga yang gagal terselenggara sesuai jadwal sentralisasi beberapa waktu lalu, akan kembali dijadwal ulang. Hal ini akan kami umumkan pada 6 Mei nanti," tegas Joko.

Wacana untuk menerapkan sanksi WO baru akan dilakukan pada 7-31 Mei mendatang, saat jadwal kompetisi sentralisasi parsial dilakukan. Dalam rentang waktu ini, bagi mereka yang tidak bisa menggelar laga kandangnya dengan alasan apa pun baru dikenakan sanksi kalah WO.

'Tidak ada perubahan jadwal lagi. Dengan berakhirnya jadwal yang sedianya disusun untuk sentralisasi, maka kompetisi selanjutnya mengikuti jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya," tegas Joko.

Ditambahkannya, kecuali lima laga yang gagal diselenggarakan beberapa waktu lalu, semuanya akan dikembalikan ke jadwal semula. Kelima laga tersebut adalah Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija Jakarta, PSIS Semarang vs Persijap Jepara, Persitara Jakarta Utara vs Persib Bandung dan Persib Bandung vs PSMS Medan.

Mengusung Misi Revans

PSMS Medan dibakar percaya diri. Setelah melibas Persiba Balikpapan 3-1, Ayam Kinantan mulai mencanangkan agenda balas dendam pada South China, Selasa (5/5).

Dendam, karena pada pertemuan pertama di pentas Piala AFC 2009, Ayam Kinantan mendapat malu setelah dipermak dengan skor telak 0-3 di Mongkok Stadium, Hong Kong. Kekalahan itu langsung menjadi noda dari sederet keberhasilan PSMS di Piala AFC.

’’Kami harus menang menghadapi South China, tidak ada yang lain. Ini partai kandang kami. Bagaimanapun, kami harus bisa meraih poin penuh, kami serius mempersiapkan tim ini,” ungkap Pelatih PSMS Rudy W Keltjes kemarin. Demi memuluskan ambisi itu, Rudy langsung menggenjot Esteban Guilien dkk tanpa henti.

Pemain diberi jatah latihan pagi dan sore untuk lebih memantapkan taktik dan strategi menghadapi pemuncak klasemen sementara Divisi Utama Liga Hong Kong tersebut. Menurut Rudy, performa pasukan Kim Pan-Gon tidaklah sehebat yang dibayangkan.

Penilaian itu keluar setelah dia melihat rekaman pertandingan South China dengan beberapa tim lain di Grup F Piala AFC, termasuk PSMS. ’’Setelah saya melihat rekaman pertandingan South China, kualitas mereka tidak terlalu bagus. Saya yakin PSMS bisa menang,” ujarnya.

Kemenangan Demi Harga Diri

Tiket 16 besar AFC Cup 2009 telah digenggam PSMS Medan dan South China. Koleksi dua tim tersebut tidak mungkin terkejar oleh dua rivalnya, VB Sports (Maladewa) dan Johor FC (Malaysia). Kedua tim hanya mengemas satu poin. Menang di dua laga terakhir tak cukup untuk mengejar poin South China dan PSMS.

Tapi, bukan berarti Ayam Kinantan (julukan PSMS) akan melepas laga melawan wakil Hongkong di grup F di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, malam ini

"Kami tidak ingin berkhianat. PSMS membawa nama Indonesia. Meski kami sudah lolos ke babak 16 besar, bukan berarti kami akan bermain ala kadar. Justru, kami akan habis-habisan," tegas pelatih PSMS Rudy Keltjes kemarin (4/5).

PSMS berjanji menampilkan gaya keras untuk meredam serangan South China, tapi tidak mencederai lawan. Apalagi, di pertemuan pertama 10 Maret lalu, PSMS takluk 0-3. "Ini adalah laga penting. Saya jamin, kami akan turun dengan kekuatan terbaik," tegas Keltjes.

Sayang, tim yang berdiri pada 1950 itu timpang. Pilar penting PSMS, Ellie Aiboy, absen karena cedera engkel kaki kiri. Sedangkan kiper Markus Horison masih terbekap cedera jari kanan.

"Tapi, secara umum kondisi anak-anak lebih bugar. Saya pikir, inilah saatnya kami berkiprah lebih jauh di AFC. Hanya pelatih gila yang tidak punya target (menang atau juara) dalam setiap laga," ucap mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut.

South China juga mematok tiga poin. Ini dibutuhkan untuk memastikan lolos sebagai juara grup F. "Bagi kami, juara grup adalah harga diri dan menjadi salah satu sejarah penting tim kami," tutur Kim Pan-Gon, pelatih South China

Pengganti Aiboy lawan South China Posisi Striker Memanas

Cederanya Elie Aiboy, membuat persaingan lini depan PSMS Medan memanas. Sejumlah striker yang dimiliki PSMS ancang-ancang mengincar target menjadi starter saat tim berjuluk Ayam Kinantan menjamu South China di ajang AFC Cup Selasa (5/5) nanti.

Ya, cedera Elie Aiboy membuka peluang tersendiri bagi para penyerang PSMS. Elie yang menderita cedera engkel saat berjibaku mengandaskan perlawanan VB Sport di ajang AFC Cup beberapa waktu lalu. Ia tampaknya harus istirahat saat Esteban dkk menjamu South China di Stadion Jakabaring Palembang.

Kesempatan itu lantas coba dimaksimalkan para pemain depan yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan. Sebut saja Andika Yudistira atau bahkan Rahmat Affandi sekalipun. Memang, sejak Elie bergabung pertengahan kompetisi lalu praktis pemain asal Papua tersebut selalu mendapatkan kesempatan main sebagai starter.

Nah, dengan absennya Elie, maka peluang mengisi posisinya sangat terbuka. Atas dasar itulah sejumlah pemain berebut menjadi yang terbaik dan menarik simpati Rudi, siapa yang layak dipasang sebagai starter.

Dan kondisi tersebut ternyata disukai Rudi William Keltjes arsitek PSMS. Menurutnya, persaingan menjadi yang terbaik akan menimbulkan atmosfer menarik di dalam tim. Asalkan persaingan dilakukan dengan sehat. “Semua pemain sedang dalam keadaan on fire. Kondisi fisik sudah oke. Yang cedera hanya Elie. Menariknya, dengan cederanya Elie seluruh striker PSMS saat ini saling bersaing menjadi starter. Dan itu terlihat dalam beberapa sesi latihan terakhir,” bilang Rudi via selular Jumat (1/5) kemarin.

Memang pasca cederanya Elie, Rudi Keltjes tengah mempersiapkan taktik dan strategi baru. Sejumlah nama seperti Rahmat Affandi dan Andika Yudistira berpeluang diplot menggantikan Elie. Atau bisa saja nama Asri Akbar atau Zada yang akan ditarik sedikit melebar ke sektor sayap kanan.

Khusus untuk Andika, kesempatan jadi starter sangat dinantinya. Pasalnya saat ini Badan Tim Nasional (BTN) tengah memantau bakatnya. Seperti diketahui saat ini BTN sedang mencari bakat untuk menambah skuad Timnas U-23 demi persiapan SEA Games 2009 di Laos. Kalau mendapatkan kesempatan sebagai starter dan berhasil menujukkan penampilan mengesankan, bukan tak mungkin Andika akan mendapatkan peluang besar dipanggil masuk Pelatnas Timnas U-23.

“Saya sedang berada dalam kondisi yang bugar. Semangat dan motivasi tinggi saya sedang berapi-api. Kesempatan menjadi starter tentunya saya harapkan. Meski demikian, semuanya tergantung pelatih. Saya tipe pemain yang selalu menghormati keputusan pelatih,” beber Andika.

South China Tahan Imbang PSMS

Tuan rumah PSMS Medan berhasil menahan imbang South China (Hongkong) dengan skor 2-2 (0-0) dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala AFC di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (5/5).

Dengan hasil tersebut, PSMS mendampingi South China maju ke babak 16 besar. PSMS mengantongi 10 poin dan South China mengantongi 13 poin.

Gol pertama South China terjadi pada menit 47 melalui tendangan yang dilakukan penyerang Carlos Eduardo Ferrari dari luar kotak penalti. Posisi Carlos yang berada di sayap kanan tampaknya luput dari penjagaan pemain PSMS. Namun, pada menit ke-50, "Ayam Kinantan" menyamakan kedudukan berkat tendangan Oktavianus Maniani dari muka gawang yang berhasil mengecoh kiper lawan.

South China kembali membobol gawang PSMS di menit 70 melalui tendangan Carlos Eduardo Ferrari yang berlari dari arah kiri menyambut umpan silang Tales Schutz dari sayap kanan. Tetapi, pada menit 89, PSMS menyamakan skor melalui sundulan Aun Carbiny hasil sepak pojok Esteban Javier Guillen.

Meski lolos ke perdelapan final, PSMS harus kehilangan satu pemainnya. Dodi Cahyadi mendapat kartu merah pada perpanjangan waktu babak kedua karena menjatuhkan Kwok Kin Pong

Monday, May 4, 2009

Waspadai tim-tim kuda hitam

Tim-tim yang kehilangan peluang meraih gelar di kompetisi dan dipastikan lolos dari ancaman degradasi harus diwaspadai saat berlaga di 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009.

Pasalnya, mereka berpeluang menciptakan kejutan karena lebih mudah untuk fokus di turnamen. Tim-tim seperti Persijap Jepara, Persija Jakarta Pusat dan PSMS Medan di Liga Super atau Persibo Bojonegoro di Divisi Utama siap bertarung habis-habisan di ajang Copa.

Ini menjadikan persaingan makin keras. Apalagi, Persijap atau Persibo selalu tampil perkasa saat berlaga di kandang. Mereka tentunya bakal menjadi kuda hitam yang harus diperhitungkan.

"Kami memang tak mungkin terdegradasi, namun untuk meraih trofi di Liga Super juga sudah sulit. Harapan kami tertuju pada Copa karena sukses di turnamen ini akan membuat nama kami terangkat," kata pelatih Persijap, Junaidi.

Dengan terfokus di satu event, mereka bakal fight meski bertemu tim unggulan di 8 Besar. Karena itu, Junaidi memprediksi kejutan-kejutan masih akan terjadi di babak tersebut.

"Tim-tim yang menjadi kuda hitam tetap harus diwaspadai. Saya perkirakan kejutan di Copa Dji Sam Soe Indonesia masih berlanjut. Kami juga siap menghadapi siapa pun karena lawan ditentukan dari undian," jawabnya.

Hal senada diungkapkan pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar. Menurutnya, Persibo hampir dipastikan bertemu tim Liga Super. Apalagi bila Persitara Jakarta Utara berhasil merebut tiket terakhir dengan menyingkirkan Persebaya Surabaya, maka Persibo menjadi satu-satunya wakil di Divisi Utama.

Sebelumnya, pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago juga mengungkapkan tim-tim yang gagal di liga justru harus diwaspadai. Mereka biasanya tampil tanpa beban dibandingkan tim-tim papan atas

Saturday, May 2, 2009

Manchester United ke Jakarta, Tak Ada Pemain Asing di Indonesia All Star

VIVAnews - Dalam laga eksbisi Manchester United 20 Juli 2009 nanti, pemain Indonesia All Star adalah pemain yang dipilih langsung oleh masyarakat melalui layanan pesan singkat atau SMS.

Masyarakat tinggal memilih pemain lokal mana yang mereka inginkan sebagai lawan. Sebagai contoh bila ingin memilih kiper, cukup ketik GK (nama kiper) kirim ke 9877. Untuk pemain bertahan dengan kode DF, gelandang (MF), dan striker (FW).

Program yang sudah berjalan dari seminggu kemarin ini bertujuan untuk kolektivitas masukan. Pasalnya, menurut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, pencinta MU yang mencapai 28 juta orang di Indonesia, 30-40 persennya pasti memiliki pengetahuan soal karakter pemainnya.

"Fans MU ini punya pengetahuan yang cukup, jadi mereka bisa tahu kira-kira mana pemain nasional yang bisa mengimbangi karakter mereka," kata Nurdin dalam Launching kedatangan MU ke Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 1 Mei 2009.

Dari sejumlah pemain yang terpilih ini, barulah nantinya akan dipilih pelatih. Dengan berkumpulnya pemain bintang dalam waktu demikian singkat, merupakan ujian teknis tersendiri bagi sang pelatih.

"Pemain dan pelatih ini nantinya akan punya motivasi sendiri karena mereka sadar kalau masyarakatlah yang memilih mereka," tambahnya.

Karena sistem ini belum bisa dipastikan siapa saja yang turun membela Indonesia All star 20 Juli 2009 mendatang. Namun, satu tipe pemain sudah dipastikan tidak boleh turun," Tidak ada pemain asing," demikian dipastikan Nurdin.

Indonesia All Star akan meladeni MU dalam laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dengan harga tiket termurah Rp 100 ribu (kategori III) hingga Rp 3,5 juta (VVIP).

PSMS siaga satu

PALEMBANG - Mendapat kabar tiga pilarnya bakal ditarik ke pemusatan latihan timnas U-23 proyeksi SEA Games 2009 Laos, PSMS Medan siaga satu. Rumor tersebut dirasakan bak petir di siang bolong bagi manajemen Ayam Kinantan.

Sebelumnya, dikabarkan Oktavianus Maniani dan Andhika Yudhistra yang dipanggil, namun kini penjaga gawang Ghali Sudharyono ikut mendapat panggilan. Meski senang, hal itu sangat membahayakan posisi tim yang sedang berjuang keluar dari jurang degradasi kompetis Liga Super Indonesia musim ini.

Pasalnya, Andhika, Otto dan Ghali merupakan pemain yang selama ini menjadi pilar PSMS dalam mengarungi ketatnya kompetisi. Terlebih dalam menghadapi laga sisa yang cukup krusial di papan bawah.

"Jika benar, jujur saja ini berita gembira bagi kami karena mampu menyumbang pemain ke timnas. Tapi sebaliknya, hal ini sangat membahayakan posisi kami dalam upaya mengejar poin agar tidak terdegradasi ke Divisi Utama," tegas Manajer PSMS, Sihar Sitorus, kepada Waspada, Jumat.

Karena itu lanjut Sihar, pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengenai rumor tersebut dan akan menunggu hingga adanya surat resmi terhadap pemanggilan ketiga pemainnya. Setelah itu, PSMS akan mengambil sikap tentu dengan berbicara kepada Badan Liga Indonesia (BLI).

Masih kata Sihar, persaingan tim papan bawah lebih ketat ketimbang di papan atas. Kehilangan satu poin saja bakal sulit bagi skuad Ayam Kinantan untuk bersaing dan hal itu hanya bisa dilakukan dalam kondisi pemain yang komplit dan prima.

Seperti diketahui, rumor bakal dipanggilnya tiga pemain PSMS itu dihembuskan Wakil Ketua BTN Hamka B Kadi di Jakarta, beberapa hari lalu. Menurutnya, Cesar Payovic Perez selaku pelatih kepala timnas U-23 masih terus melakukan pemantauan pemain muda berbakat, termasuk Andhika cs.

Hanya saja, Hamka sendiri belum bisa memastikan ketiga pilar tim kebanggaan warga Medan ini akan dipanggil karena itu sepenuhnya menjadi wewenang pelatih asal Uruguay tersebut