Saturday, April 18, 2009

PSMS Fokus Piala AFC

Kesebelasan PSMS Medan kembali fokus di ajang Piala AFC 2009 menghadapi partai tandang melawan VB Sport yang akan berlangsung pada Selasa (21/4) di Maladewa menyusul lanjutan laga melawan Persija yang batal digelar pada Jumat.

"Saya melihat tidak ada masalah, suasana latihan tim bagus, dengan suasana seperti ini kami siap," kata gelandang serang PSMS, Elie Aiboy di Jakarta, Jumat, terkait partai PSMS kontra VB Sport di Piala AFC itu.

Setelah merebut dua kali kemenangan di kandang yang berlangsung di Stadion Jakabaring Palembang, saat ini menempatkan PSMS berada di posisi kedua klasemen sementara Grup F Piala AFC dengan poin enam. Posisi teratas masih dipegang South China dengan sembilan poin.

Kendati posisi poin PSMS cukup aman dari dua tim yang menempati dasar klasemen yakni VB Sport dan Johor FC (Malaysia) dengan satu poin, tidak lantas mengurangi semangat "Ayam Kinantan" untuk memburu kemenangan pada partai selanjutnya.

Disinggung permainan VB Sport Maladewa di Palembang, , Elie Aiboy menilai bahwa secara permainan tim kebanggan publik Maladewa tidak ada yang istimewa.

"Menurut saya permainan mereka biasa saja, hanya bermain kasar. Organisasi perminan juga tidak bagus, mereka terlihat kesulitan dalam menyerang," katanya.

Kendati begitu, Elie mengatakan, memang ada beberapa pemain dari VB Sport yang tetap harus diwaspadai timnya. "Ada beberapa pemain yang bagus, salah satunya nomor 7 (Ali Ashfaq-red)," katanya

Friday, April 17, 2009

Kandang Ayam Kinantan

JAKARTA - Meski Badan Liga Indonesia (BLI) telah memutuskan home base mereka dalam lanjutan Superliga 2008/2009 di Stadion Siliwangi Bandung, manajemen PSMS Medan menyatakan masih pikir-pikir.

Hal itu karena skuad Ayam Kinantan masih akan memainkan laga kandangnya di babak penyisihan grup kejuaraan AFC Cup di Stadion Jaka Baring Palembang. Menurut manajer PSMS Sihar Sitorus, sampai sejauh ini pihaknya belum memutuskan akan kembali ke Bandung atau tetap berada di Palembang.

"Tentu kami harus melihat dulu stadion mana yang lebih menguntungkan. Terutama, dari segi efektifitas dan banyak hal menyangkut kebutuhan tim. Terlebih karena kami masih harus tampil di ajang AFC Cup," jelas Sihar, Rabu.

Sihar menambahkan semula pihaknya berharap bisa memainkan laga kandangnya di Stadion Teladan, setelah sentralisasi dibatalkan. Sayang BLI tetap menganggap stadion kebanggaan Kota Medan itu tidak layak untuk menggelar laga kompetisi kasta tertinggi di tanah air musim ini.

"Sangat menyenangkan memang sekiranya kami bisa kembali menggelar pertandingan di Teladan. Tapi rupanya, BLI tetap tidak mengizinkan karena stadion kami belum dianggap layak," tambahnya.

Sedangkan laga PSMS versus Persija Jakarta pada hari pertama lanjutan putaran kedua Superliga yang direncanakan Jumat (17/4) di Stadion Lebak Bulus Jakarta terancam batal. Adapun alasan pembatalan dikarenakan izin pertandingan tidak diberikan Polda Metro Jaya.

"Kami memang mendengar isu pembatalan, namun panpel tetap mengingatkan kami untuk hadir pada technical meeting Kamis ini," terang Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, kepada Waspada via ponsel.

Setelah melakukan pembatalan sentralisasi, BLI melimpahkan tanggung jawab kepada masing-masing klub untuk menggelar pertandingan meski jadwal sentralisasi tetap diberlakukan.

Bahkan, pelaksana regulasi kompetisi non amatir di tanah air ini menyatakan tidak menoleransi adanya penundaan akibat masalah perizinan. Jika klub tidak bisa menggelar laga kandangnya karena tidak mendapat izin dari aparat keamanan, BLI akan memindahkan laga tersebut di stadion lain.

PSMS tak mau kehilangan

MEDAN - Menghadapi tuan rumah Persija Jakarta dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Lebak Bulus Jakarta, Kamis besok, PSMS Medan tak mau kehilangan poin.

"Apapun kondisinya di lapangan, The Killer (julukan PSMS-red) harus siap tempur meladeni skuad Macan Kemayoran. Kami tidak ingin kehilangan poin di kandang Bambang Pamungkas cs," tegas pelatih PSMS Rudi William Keltjes di Medan sebelum keberangkatan ke Jakarta, Rabu.

Keltjes mengakui, jauh sebelumnya sudah mengantisipasi adanya kekuatan non teknis dari Persija, sehingga persiapan mental bertanding M Affan Lubis dan kawan-kawan harus benar-benar dipersiapkan, di samping persiapan teknik dan strategi permainan.

Dia menilai, kerja sama tim asuhannya itu sudah cukup memadai begitu juga disiplin serta kekompakan para pemain sangat baik. Namun mantan pemain nasional dan Persebaya Surabaya itu tidak membantah pemainnya masih cenderung individual dan lebih senang membawa bola sendiri ketimbang bermain kolektif.

Diakui Keltjes, usai mengalahkan VB Sport asal Maladewa dalam ajang Piala AFC baru-baru ini di Palembang dan dari hasil evaluasi, dirinya harus lebih konsentrasi menghadapi Persija mengingat target mencuri poin.

Keltjes, didampingi asistennya Donny Latuperissa, tidak membantah saat ini konsentrasi Persija juga tercurah laga kandangnya melawan anak-anak Ayam Kinantan. Fadli Hariri, Aun Carbini dan anggota tim lainnya pun tetap menjaga kondisi fisik maupun mental menyusul libur panjang pasca kampanye Pemilu Legislatif 2009.

"Kami tetap berlatih meski tidak terlalu berat. Dengan demikian, pemain bisa menjalani program latihan dengan rasa enjoy. Saya juga tak henti memotivasi pemain agar memiliki kesadaran menjaga kondisi, terutama fisik," kata Keltjes dan Donny.

PSMS Sudah di Jakarta, Izin Masih Simpang-siur

JAKARTA, KOMPAS.com - PSMS Medan yang berkekuatan 20 pemain sudah berada di Jakarta, Rabu (15/4) siang untuk bertemu tuan rumah Persija di Stadion Lebak Bulus pada Jumat (17/5). Namun, ada kabar Persija belum mendapat izin pertandingan secara tertulis.

Humas PSMS Medan, Andi Panjaitan kepada wartawan mengatakan, dalam lawatan tandang ini, tim yang berjuluk "Ayam Kinantan" tersebut menyertakan 20 pemain.

"Kami ke Jakarta membawa 20 pemain. Adapun rencana uji coba lapangan akan dilakukan Kamis (16/4) sore," katanya.

Bagi Persija untuk sementara waktu tidak dimungkinkan menggunakan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, karena sedang direnovasi. Rumput stadion kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut mengalami kerusakan berat setelah sebelumnya digunakan partai peserta pemilu untuk kampanye beberapa waktu lalu.

Namun, kabar terakhir izin bagi Persija untuk bertanding di Stadion Lebak Bulus belum turun secara resmi. Panitia pun belum memberikan keterangan resmi. Sementara pada laga U-21 antara Persita vs PSMS Medan tidak dapat digelar karena tak ada izin pertandingan.

Ketua Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusalla menegaskan, pihaknya belum mendengar kabar itu.

"Hingga saat ini kami belum mendengar ini. Yang saya tahu dari berita hari ini, izin tidak masalah untuk Persija. Jika terjadi, maka tuan rumah harus memiliki alternatif tempat lain, jika tidak maka dianggap WO," katanya.

Keputusan tersebut diambil BLI karena mereka menilai sudah tidak mungkin lagi melakukan perubahan jadwal, apalagi mengundurkan pertandingan.

Seperti dijelaskan Andi Darussalam, keputusan klub menolak sentralisasi liga, diyakininya sudah diperhitungkan oleh klub bahwa mereka akan dapat mengantongi izin keamanan dari Kepolisian setempat.

"Sudah tidak mungkin mengubah jadwal pertandingan yang sudah dijadwalkan antara 17 April hingga 4 Mei. Bagaimanapun juga, jadwal kompetisi harus selesai tepat waktu," katanya. (ANT)

Monday, April 13, 2009

Ayam Kinantan Latihan di Medan

Setelah sekian waktu menjadi tim musafir, PSMS pun pulang kandang untuk latihan. Terang saja, momen ini akan menjadi ajang pelatih kepala Ayam Kinantan yang baru, Rudi Wilias Keltjes, menyapa fans.

Menurut informasi yang didapat Sumut Pos, mulai Sabtu (11/4), Affan Lubis dkk akan menggelar latihan di Medan. Namun, latihan tersebut tidak langsung diawasi oleh Rudi Wilias Keltjes. Pasalnya, mantan pelatih Persijap Jepara ini baru akan bergabung dengan tim pada Minggu (12/4), berhubung dirinya merayakan salah satu hari besar agama Kristen yakni Paskah yang jatuh hari ini Jumat (10/4). “Saya akan menyusul tim latihan di Medan Minggu usai saya menjalani ibadah Paskah Sabtu malamnya di Surabaya. Sebelum saya datang, skuad PSMS sudah akan menggelar latihan terlebih dahulu sejak Sabtu,” kata Rudi saat dihubungi wartawan koran ini kemarin. Dalam rangkaian latihan di Medan, Rudi terbilang gembira bisa menyapa fans PSMS. Di samping Rudi sendiri bisa bertemu dengan sejumlah kawan lamanya dalam dunia sepak bola seperti Nobon, Parlin Siagian, Juanda, Badia Raja, dan sejumlah nama lainnya.

“Momen kedatangan saya ke Medan untuk menggelar latihan, tentu punya arti tersendiri bagi saya. Di samping menjadi ajang saling berkenalan dengan fans Medan, saya juga bisa bertukar pikiran dengan kawan-kawan lama saya di Medan,” bilang Rudi.

Tapi, kedatangan Rudi dan tim ke Medan tentunya mengemban banyak pekerjaan rumah (PR). Rudi sendiri sudah menjadwal sejumlah materi latihan yang akan digeber maksimal. Menariknya, Rudi tak melulu mengarsiteki tim.

Dirinya juga menegaskan bahwa sejumlah pihak yang mendampingi tim juga harus dibenahi. “Bukan hanya pemain saja yang harus diluruskan, pendamping tim juga harus berada di jalan yang benar. Tim ini harus saling bahu-membahu untuk meraih target tidak degradasi. Intinya kebersamaan,” sambungnya.

Di samping itu, menu penambahan materi latihan skill individu juga menjadi target utama Rudi. Ya, dia berencana memberi materi tambahan pada sejumlah pemain inti di luar jadwal latihan rutin.

“Secara keseluruhan, tim ini masih banyak yang harus dibenahi. Mulai dari disiplin pribadi hingga mental profesional itu sendiri. Di samping itu, latihan juga akan digeber sebanyak mungkin mengingat waktu mempersiapkan tim tinggal sedikit. Bagi pemain sebagian pemain inti, akan ada tambahan latihan skill individu di luar latihan rutin,

Target

Di awal kompetisi Super Liga 2009, Sihar Sitorus selaku manager PSMS menargetkan Affan Lubis dkk bisa menjuarai Super Liga 2009, meskipun home base PSMS saat itu bukan di Medan dan harus menjadi tim musafir karena stadion Teladan tak lolos verifikasi. Tapi target tesebut berbalik 180 derajat dan justru saat ini PSMS diharapkan dapat selamat dari zona degradasi.

Sekedar mengingatkan dipertandingan pembuka Super Liga PSMS yang percaya diri ternyata hanya mampu bermain imbang melawan tim penuh kejutan Persiwa Wamena. Bahkan di putaran pertama PSMS hanya mampu meraih satu kali kemenangandan beberapa kali hasil seri. Tak pelak PSMS pun saat itu dijuluki tim yang paling sering bermain imbang.

Lebih parah lagi, PSMS yang ditargetkan dapat menjuarai Super Liga malah terpuruk di zona degradasi. Sulitnya meraih kemenangan difaktorkan karena pengaruh stamina pemain yang cepat terkuras.

Berbagai cara dilakukan Sihar Sitorus, mulai dari pergantian pelatih dan merombak separuh amunisinya di transper window putaran pertama.

Rekor pun tercipta, PSMS menjadi satu-satunya tim di Super Liga bahkan dunia yang mengganti pelatihnya sebanyak lima kali dalam satu musim kompetisi, dari era Iwan Setiawan, Erick Williams, Luciano Leandro, Liestiadi dan yang terakhir Rudi William keltjes. Bahkan asisten pelatih Rudi Saari dan pelatih kiper Mardiyanto pun ikut menjadi korban.

Diera kepelatihan Rudi William Keltjes PSMS sedikit mengalami peningkatan permainan. Dari empat partai yang di jalaninya bersama PSMS, hasilnya mampu meraih dua kemenangan di AFC Cup. Sekali di Super Liga dan satu kali hasil imbang dan mampu mendongkrak posisi ayam kinantan diklasemen sementara.

Semoga dengan datangnya Rudi William keltjes PSMS dapat lebih memperbaiki permainannya dan meraih kemenangan di sisa partai Super Liga dan dapat memperbaiki posisi untuk menjauh dari zona degradasi di akhir kompetisi

Saturday, April 11, 2009

PSMS Minta Dispensasi

Menempati runner up klasemen sementara Grup F Piala AFC 2009 membuat PSMS Medan mulai serius bersaing di turnamen kelas dua sepak bola Asia tersebut.

Bentuk keseriusan Ayam Kinantanitu terlihat dari permintaan mereka agar laga melawan Persija Jakarta, Jumat (17/4), bisa digeser karena pada Selasa (21/4) mereka harus terbang ke Maladewa melawan VB Sports Club. ’’Melihat draf jadwal itu, kami berharap pertandingan melawan Persija Jakarta akan diundur karena PSMS akan terbang ke Maladewa menghadapi VB Sport,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.

Menurut Abdi, persiapan menghadapi VB Maladewa perlu dilakukan sebaik mungkin, mengingat pertandingan itu akan menjadi penentu mengamankan posisi PSMS sebagai runner-up Grup F. ’’Ini kan pertandingan tandang,jadi perlu persiapan matang. Apalagi, kami kan jadi wakil Indonesia di tingkat Asia, kami mengharapkan BLI mempertimbangkannya,” ujar Abdi.

Dari draf jadwal sementara yang diterima pihak PSMS,ada tujuh pertandingan yang akan berlangsung pada Jumat (17/4), salah satunya PSMS kontra Persija. ’’Semoga BLI mempertimbangkan dan mengeluarkan jadwal yang sesuai harapan kami,”ujar Abdi. Meski belum secara resmi melayangkan surat ke BLI, PSMS sudah melakukan perbincangan berkaitan dengan jadwal tersebut.

’’Manajemen telah berkomunikasi dengan BLI, memang belum melayangkan surat.Jika nanti masih seperti itu, pihak manajemen akan menyurati BLI untuk melakukan perubahan,”ungkapnya. Abdi menambahkan, harapan perubahan jadwal itu semata-mata dilakukan untuk memantapkan persiapan menghadapi VB.

’’Kita lihat sendiri, VB bermain cukup baik melawan.Jadi,butuh persiapan ekstra.Apalagi kami sebagai tim tamu,tentunya optimisme menang akan ditunjukkan VB melalui permainan ngotot dan dukungan suporter,” tutur Abdi.

Legal Officer PSMS Catur Agus Saksono menambahkan, saat ini manajemen tengah menunggu jadwal resmi dari BLI.Bila memang pihak pelatih kepala dan pengelola merasa jadwal tersebut mengganggu, manajemen akan melakukan tindakan,permohonan ke BLI

Wednesday, April 8, 2009

PSMS Bekuk VB Sports Lewat Sundulan Carbiny

PSMS kembali memetik poin penuh pada penampilan di babak penyisihan Grup F, AFC Cup 2009. Bertanding di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa, 7 April 2009, Ayam Kinantan unggul tipis 1-0 atas tamunya VB Sports.

Di babak pertama, PSMS masih kesulitan menjebol gawang VB Sports. Sepanjang 45 menit kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0. PSMS baru berhasil melepas kebuntuan di babak kedua lewat gol semata wayang yang dicetak Aun Carbiny menit ke-77.

Tampil sebagai tuan rumah, PSMS sudah mendominasi pertandingan sejak babak pertama bergulir. Kesempatan emas Ayam Kinantan pertama kali didapat lewat kaki Mario Costas saat berjalan 20 menit.

Memanfaatkan umpan silang dari Ellie, Costas berhasil mendapat ruang tembak di depan kotak penalti VB Sports. Sayang peluang ini gagal berbuah gol. Tendanga keras Costas masih mampu ditepis oleh penjaga gawang VB Sports, Shinan.

PSMS kembali mendapat peluang di akhir babak pertama. Umpan lagi-lagi datang dari Ellie. Sayang, Rachmat Afandi datang terlambat. Akibatnya, umpan lambung Ellie berhasil diserobot pemain belakang lawan dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Untuk meningkatkan daya gedor timnya, Pelatih PSMS, Liestiadi memasukkan Octavianus Maniani menggantikan Asri Akbar. Namun hingga pluit tanda babak pertama usai ditiup, skor tak berubah 0-0.

Di babak kedua, VB Sports sempat membuat repot pertahanan PSMS. Permainan kaki ke kaki yang diperagakan tim asuhan Lazlo Kiss itu memaksa kiper PSMS, Markus Horison jatuh bangun.

Namun gempuran itu tak berlangsung lama. PSMS mulai mengambil alih babak kedua. Serangan-serangan yang dibangun dari sisi sayap kembali merepotkan barisan pertahanan VB Sports.

Di menit ke-77 PSMS akhirnya berhasil melepas kebuntutan. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Ellie, PSMS akhirnya mencetak gol lewat tandukan cantik Aun Carbiny. Skor 1-0 untuk PSMS.

VB Sports mencoba mengejar ketertinggalan. Namun serangan yang dilancarkan Shinaz cs masih mampu dipatahkan oleh barisan pertahanan PSMS. Hingga babak kedua berakhir, skor tak berubah 1-0 untuk PSMS.

Meski berhasil meraup tiga poin, PSMS belum juga mampu menggusur South China dari posisi puncak klasemen sementara Grup F. Saat ini, PSMS berada di urutan kedua dengan koleksi 6 poin dari tiga laga

Tuesday, April 7, 2009

PSMS Jaga Peluang Lolos

PSMS Medan berpotensi besar lolos ke fase kedua AFC Cup 2009. Satu kemenangan telah diraih, yakni saat mengalahkan Johor FC Malaysia pada 17 Maret lalu.

Ayam Kinantan, julukan PSMS, kini juga sedang bertengger di posisi kedua grup F. PSMS juga sangat optimistis mampu menggenggam tiket ke babak berikutnya.

Karena itu, mereka ingin menjaga peluang lolos tersebut. PSMS bertekad melumat VB Sport Maladewa di Gelora Sriwijaya, Palembang, malam ini. (tayangan langsung TPI pukul 19.00 WIB).

"Adalah target yang realistis bagi kami lolos ke babak berikutnya. Karena itu, kami selalu berpikir menang dan menang, tidak terkecuali melawan VB Sport," tegas Liestiadi, pelatih PSMS.

Runner-up Liga Indonesia musim lalu itu pun yakin mampu merengkuh tiga poin malam ini. Apalagi, mereka bakal tampil dengan kekuatan utuh. Selain itu, PSMS punya motivasi yang tinggi. Situasi tersebut menyusul kemenangan atas Johor FC.

Semangat mereka semakin berkobar lantaran sukses di pertandingan dalam negeri. Ellie Aiboy dkk sukses memukul Delta Putra Sidoarjo (Deltras) di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL) pada 28 Maret lalu.

"Itu (kemenangan, Red) modal berarti. Kami menjadi semakin yakin. Satu hal lagi, kami bisa mengalahkan Johor FC. Itu berarti kami juga bisa mengalahkan VB Sport," ujar Liestiadi.

PSMS memang berpeluang mendulang kemenangan. Sebab, secara kualitas, VB Sport jelas masih di bawah PSMS. Di sisi lain, VB Sport kelelahan. Sebab, mereka baru merapat ke Palembang kemarin siang. Jawara Liga Maladewa itu terlambat datang karena mereka sempat nyasar

Isyarat PSMS atasi Maladewa

Dua pemain teras PSMS Medan, Fadly Hariri dan Aun Carbini mengisyaratkan, timnya memiliki peluang mengatasi VB Sport Maladewa di babak penyisihan grup F Piala AFC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa malam ini pada pukul jam 19.00 WIB.

Fadli dan Aun yang dihubungi Waspada di Palembang mengakui, moral dan semangat bertanding tim cukup tinggi setelah mengalahkan Johor FC Malaysia 3-1. Dalam kondisi ini serta kekompakan tim, telah membuat semangat berperang mereka cukup tinggi.

"Fanatisme yang kami miliki, strategi dan motivasi yang diberikan pelatih maupun manajemen, mudah-mudahan akan menjadi senjata ampuh bagi kami untuk melumpuhkan tim tamu," ujar Fadli.

Di samping itu, bermain di kandang sendiri jelas sangat menguntungkan PSMS, mengingat akan adanya dukungan publik sepakbola di Sumut yang sengaja datang ke Palembang maupun suporter setempat.

Pelatih Rudy William Keltjes telah menerapkan strategi khusus menghadapi Maladewa yang sebelumnya berhasil menahan tim asal Hongkong, South China FC, yang mengalahkan PSMS 0-3.

Mengenai keberadaan penyerang Ali Ashfaq yang juga bomber Timnas Maladewa, Keltjes mengaku tidak begitu khawatir. Sebab, lini belakang Ayam Kinantan dipastikan bisa mengantisipasi pergerakan pemain tersebut.

"Dari pantauan kami, penyerang tersebut tidak begitu berbahaya. Justru yang harus dijaga adalah gelandang mereka itu," tegasnya.

Untuk itu, menurut Keltjes, sudah tugas dari para gelandang yang akan mematikan langkah pemain tersebut. Kebetulan, tambahnya, PSMS memiliki gelandang yang cukup bagus dan bisa diandalkan.

"Dengan materi yang ada saat ini, saya sangat yakin lini tengah masih bisa kami kuasai. Terlebih karena semua pemain kami dalam kondisi siap tempur," optimisme Keltjes.

Jika Elie Aiboy cs bisa menorehkan kemenangan, peluang untuk melaju ke babak berikut turnamen kasta kedua di Asia ini cukup terbuka. Itu karena pada laga sebelumnya, PSMS mampu mengalahkan wakili Malaysia Johor FC dengan skor meyakinkan 3-1 di tempat yang sama

VB Sports Keliru Artikan Surat PSMS

Sebelum tiba di Palembang, Sumatera Selatan, tim asal Maladewa, VB Sports sempat nyasar ke Medan. Meski demikian, mereka tidak ingin menyalahkan siapapun atas kejadian ini.

VB Sports akan berhadapan dengan PSMS Medan, Selasa, 7 April 2009. Namun pasukan Laszlo Kiss itu baru tiba di Palembang, Sumsel, Senin, 6 April 2009. Keterlambatan ini terjadi akibat sehari sebelumnya, rombongan sempat nyasar ke Medan.

Menurut Ibrahim Ghathaan, media officer VB Sports, kejadian ini bukan karena kesalahan panitia pelaksana PSMS Medan. Namun sebaliknya, timnyalah yang salah mengartikan surat yang dilayangkan oleh Ayam Kinantan.

"Kami pikir pertandingan akan digelar di Medan. Tapi ternyata dalam surat yang kami terima sudah tertulis kalau pertandingan dipindah ke Palembang," kata Ibrahim kepada Isyad Irfandi, wartawan GOSport, Senin, 6 April 2009.

Keterlambatan ini tentu saja membuat persiapan VB Sports terganggu. Sebab, mereka hanya punya waktu sehari untuk mengenal stadion Jakabaring, Palembang, Sumsel.

Namun lagi-lagi, VB Sports tak ingin mempermasalahkannya. "Ini sudah menjadi resiko kami. Meski terlambat, kami tetap bertekad untuk memenangkan pertandingan lawan PSMS Medan," tandas Ibrahim.

Pelatih VB Sports, Laszlo Kiss sendiri belum bisa dimintai komentarnya. Sebab, Kiss tidak hadir saat panpel menggelar konfrensi pers Senin, 6 April 2009, sekitar pukul 18.00 WIB. Kiss memilih untuk membawa timnya untuk menjajal Stadion, Jakabaring, Palembang.

Lawan PSMS Sudah Tiba di Palembang


Tim asal Maladewa, VB Sports akhirnya tiba di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 6 April 2009. Setibanya di Palembang, rombongan langsung bertolak menuju hotel tanpa memberikan keterangan kepada pers.

Menurut laporan Irsyad Irfandi, wartawan GOSport, VB Sports tiba di Bandara Sultan Mahmud Baharuddin (SMB) II sekitar pukul 13.00 WIB. Calon lawan PSMS Medan di AFC Cup 2009 itu datang dengan menumpang pesawat Kartika Airlines dari Bandara Polonia, Medan.

VB Sports sejatinya tiba di Palembang, Minggu, 5 April 2009. Namun pesawat yang ditumpanginya justru mendarat di Bandara Polonia Medan. Kejadian itu baru diketahui setelah hingga pukul 22.00 WIB, VB Sports tak kunjung mneunjukkan batang hidungnya di Bandara SMB II.

Belum ada keterangan yang diberikan baik oleh pelatih maupun ofisial tim terkait keterlambatan kedatangan mereka. Setibanya di Palembang, VB Sports langsung menuju hotel Novotel Palembang.

Panitia Pelaksana (Panpel) PSMS medan masih sulit dikonfirmasi terkait keterlambatan ini. Keterangan resmi baru diberikan saat acara konferensi Pers sore ini, sekitar pukul 16.00 WIB sore ini.

Preview PSMS Medan vs VB Sports Pembuktian Taji Ayam Kinantan

Buta kekuatan musuh. Itulah yang akan dialami PSMS Medan dan VB Sports Club saat bentrok malam ini di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang.

Bentrok di 32 Besar AFC Cup 2009 adalah pertemuan pertama buat keduanya. Otomatis mereka sama-sama belum mengetahui kekuatan masing-masing.

Khusus untuk tim Ayam Kinantan, meskipun belum mengetahui bagaimana karakter permainan tim asal Maladewa itu, Ellie Aiboy dkk tetap saja berambisi mematok tiga poin. Peracik strategi yang masih memegang tongkat komando PSMS saat ini, Liestiadi, mengaku timnya sudah matang karena sudah lebih satu pekan mempersiapkan diri.

“Persiapan kami terbilang cukup matang. Satu pekan terakhir, kami sudah mendeteksi permainan VB via Internet dan coba memahami beberapa pemain kunci mereka. Para pemain gelandang mereka sepertinya memiliki kualitas yang bagus,” ujar Liestiadi kepada wartawan GOSport, Rasyid Irfandi.

Keinginan PSMS untuk menang didukung oleh kondusifnya suasana kamar ganti pemain dan pada saat sesi latihan. Semua pemain tampak sangat menikmati dan menjalani apa yang diinstruksikan pelatih di lapangan.

“Kami sudah berlatih dengan suasana yang lebih baik, serta melakukan simulasi permainan dalam sesi latihan. Seolah-olah kami sedang melawan VB. Dari pandangan saya bersama Rudy Keeltjes (Penasihat Teknik), diperkirakan VB akan mempergunakan formasi 4-4-2 atau mungkin 4-5-1,” ujar Liestiadi.

Rudy yang akan mengambil alih tongkat kepelatihan dari tangan Liestiadi mengaku sama sekali tak tahu cara bermain VB. “Secara tim, saya sama sekali belum tahu. Tapi, saya bersama Liestiadi sudah mengamati via rekaman pertandingan. Dan, ada tiga pemain yang perlu kami waspadai. Satu beroperasi di gelandang dan dua di depan,” tukasnya lagi.

VB Galau

Sementara itu, pihak VB semakin galau setelah kacaunya jadwal perjalanan mereka. Seharusnya, VB langsung ke Palembang, namun malah nyasar ke Medan.

Akibat dari insiden ini, tak ada satu pun pelatih dan pemain VB yang menampakkan batang hidungnya pada saat konferensi pers, Senin sore, 6 April 2009. Kemungkinan, mereka pasti kelelahan.

Apalagi, VB harus segera menjajal rumput Stadion Jakabaring guna mengenal lapangan sebelum pertandingan. Tapi, dari keterangan beberapa ofisial VB, dapat ditarik sedikit kesimpulan bahwa kesalahan bukan berada di pihak PSMS.
Tim Ayam Kinantan sudah memberitahukan kalau pertandingan digelar di Palembang, bukan di Medan. Namun, ada keteledoran dari manajemen VB yang tidak memahami isi surat yang disampaikan pihak PSMS via PSSI.

“Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Kesalahan memang ada pada tim VB. Kami hanya bisa menjalankan ini sebaiknya-baiknya,” ungkap media officer VB, Ibrahim Ghathaan.

Sebelum bertolak ke Indonesia, pelatih kepala VB, Lazlo Kiss, menargetkan angka penuh dalam lawatan ini. “Fokus kami saat melawan PSMS bukan hasil imbang, tapi kemenangan,” katanya seperti dikutip dari situs Maldivesoccer.

PRAKIRAAN FORMASI
PSMS (4-4-2): 20-GALIH; 3-FADLY, 6-AUN, 11-EDI, 26-DHANI; 5-ESTEBAN, 17-MARINS, 8-AFFAN, 48-ELLIE; 30-MARIO, 16-AFANDI
Pelatih: Liestiadi

VB (4-4-2): 1-SHINAN; 5-HANEEF, 18-MOOSA, 20-ASHFAN, 26-AKUNOWO; 6-SHAFFAZ, 7-ASHFAQ, 25-MANSARAY,16-HUSAIN; 9-LAREEF, 10-UMAR
Pelatih: Lazlo Kiss

KLASEMEN GRUP F AFC CUP 2009
1. South China (Hong Kong)*2*2*0*0*5-1*6
2. PSMS (Indonesia)*2*1*0*1*3-4*3
3. VB (Maladewa)*2*0*1*1*1-2*1
4. Johor FC (Malaysia)*2*0*1*1*1-3*1

JADWAL PSMS DI AFC CUP 2009
WAKTU*LAWAN*TEMPAT
7 April*VB Maladewa*Stadion Jakabaring, Palembang
21 April* VB Maladewa*National Stadium, Maladewa
5 Mei*South China*Stadion Jakabaring, Palembang
19 Mei*Johor FC*Stadion Jcorp, Pasir Gudang, Malaysia

Monday, April 6, 2009

AFC Cup 2009 PSMS Medan Yakin Atasi Wakil Maladewa


Dua laga sudah dilalui PSMS Medan di AFC Cup 2009. Satu kali menang dan satu kali kalah dituai Ellie Aiboy dan kawan-kawan.

Dengan raihan tiga angka, PSMS saat ini menduduki runner-up Grup F AFC Cup 2009, di bawah South China Hongkong yang mengoleksi enam angka. Kemenangan diraih tim Ayam Kinantan kala menjamu Johor FC 3-1 di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 17 Maret 2009.

Sedangkan pada laga perdana saat meladeni South China, anak asuh Liestiadi dipermak 0-3.

Sesuai jadwal, Selasa 7 April 2009, PSMS kembali menjamu musuh mereka di 32 Besar SFC Cup 2009. Kali ini, klub asal Maladewa, VB Sports Club.

Saat ini, VB berada di peringkat 3 klasemen Grup F. Dibanding dua musuh terdahulu, di atas kertas VB bisa dikatakan lebih mudah untuk diatasi. Karenanya, tak heran bila PSMS menargetkan kemenangan saat menjamu VB, meski tetap harus waspada.

Tambahan angka memang sangat dibutuhkan PSMS untuk melangkah ke 16 Besar AFC Cup 2009. Liestiadi menyatakan, pasukannya tidak akan menganggap enteng VB.

“Meski belum meraih kemenangan di AFC Cup, mereka mampu memberikan perlawanan saat jumpa Johor Baru dan South China di pertandingan sebelumnya. Faktor itu tetap jadi perhatian kami,” ungkap Liestiadi kepada wartawan GOSport, Rasyid Irfandi.

Saat jumpa VB, Liestiadi berharap pemain-pemain PSMS bisa menunjukkan performa yang sama seperti ketika jumpa Johor Baru. Sang pelatih juga berharap penampilan ciamik kala mengalahkan Deltras Sidoarjo 3-1, di putaran 2 Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 bisa terulang kala meladeni VB.

Jaga Nama Besar

PSMS memang sangat berharap bisa terus melangkah ke babak berikut di AFC Cup 2009. Sebab, hanya dengan prestasi tinggi di AFC Cup, nama besar PSMS bisa terselamatkan musim ini.

Di kompetisi domestik, kiprah PSMS kurang menggembirakan. Saat ini, peluang PSMS untuk jadi yang terbaik di LSI sudah tertutup. Ayam Kinantan masih harus menjaga posisi di papan tengah klasemen agar tak terperosok ke zona merah.

Sedangkan di Copa Indonesia 2008/2009, peluang PSMS masih tetap terjaga. PSMS berhasil lolos ke 8 Besar setelah menyingkirkan Persiba Bantul.

Sementara itu, pelatih VB asal Hungaria, Lazloa Kiss, mengaku sangat mengincar kemenangan saat dijamu PSMS. “Berdasarkan hasil yang sudah kami peroleh pada laga sebelumnya, tak ada pilihan lain selain berjuang untuk meraih kemenangan. Fokus kami saat melawan PSMS bukan hasil imbang, tapi kemenangan,” ujar Kiss seperti dikutip dari situs maldivesoccer.

Ia percaya, tim asuhannya akan menampilkan peforma lebih bagus di laga kandang, dibandingkan saat mentas di rumah sendiri. Ada alasan unik mengapa sang pelatih memiliki pandangan seperti ini.

“Di Maladewa, kami tak punya fasilitas memadai. Kami harus berlatih dengan menggunakan setengah lapangan. Para pemain juga baru bisa berlatih seusai pulang kerja dari kantor mereka masing-masing. Nah, jika kami melakoni laga away, para pemain bisa makan dengan baik, kami juga bisa berlatih menggunakan lapangan secara penuh. Dan fokus pemain hanya pada pertandingan,” papar Kiss.

KLASEMEN GRUP F AFC CUP 2009
1. South China (Hongkong) 2*2*0*0*5-1*6
2. PSMS (Indonesia) 2*1*0*1*3-4*3
3. V.B. (Maladewa) 2*0*1*1*1-2*1
4. Johor FC (Malaysia) 2*0*1*1*1-3*1

JADWAL PERTANDINGAN PSMS DI AFC CUP 2009
WAKTU*LAWAN*TEMPAT
7 April*VB Maladewa*Stadion Jakabaring, Palembang
21 April* VB Maladewa*National Stadium, Maladewa
5 Mei*South China*Stadion Jakabaring, Palembang
19 Mei*Johor FC*Stadion Jcorp, Pasir Gudang, Malaysia

AFC Cup 2009 Lawan PSMS Nyasar ke Medan

Mungkin ini hal yang aneh, tapi benar-benar nyata. Calon lawan PSMS Medan di 32 Besar AFC Cup 2009, VB Sports Club asal Maladewa, kemungkinan nyasar ke Medan.

Padahal, pertandingan akan digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 7 April 2009. Dugaan kalau kubu VB nyasar ke Medan muncul setelah anak asuh Lazloa Kiss tak jua muncul di Bandara Sultan Mahmud Baharuddin (SMB) II, Palembang, hingga pukul 22.00 WIB, Minggu 5 April 2009.

Pihak panitia pelaksana pertandingan di Palembang yang sudah menungu di Bandara SMB II pun kebingungan. Dan, pihak hotel Jayakarta, tempat di mana pemain-pemain VB ini akan tinggal, sudah menyiapkan 14 kamar dan hidangan santap malam yang tak bisa dibatalkan.

“Kami menunggu hingga hampir tengah malam di bandara dan kembali ke hotel Jayakarta untuk menjelaskan. Padahal, pihak hotel sudah menunggu dengan santap malam dan 14 kamar yang tersedia,” ujar Taufik, LO panpel untuk pertandingan di Jakabaring, kepada wartawan GOSport, Rasyid Irfandi.

Usut punya usut, ternyata keterlambatan mereka bukan karena penundaan penerbangan yang biasa terjadi, atau pun sebab lain. Ternyata, rombongan pemain asal Maladewa ini malah nyasar mendarat di Bandara Polonia Medan.

“Rombongan pemain VB mendarat di Medan dari Maladewa. Kami tak tahu kenapa bisa terjadi. Padahal, pihak PSMS pasti sudah memberitahukan hal ini ke AFC,” ungkap Syamsuramel, ketua panpel pertandingan di Jakabaring.

Kemungkinan, VB mengira PSMS tetap berhome base di Medan, meski seharusnya hal ini tak terjadi. “Pasti sudah dikonfirmasi ke AFC, buktinya Johor FC kemarin langsung menuju ke Palembang. Kami juga belum tahu pasti permasalahan yang sebenarnya,” tambah Syamsuramel.

Dari informasi yang didapat GOSport, rombongan VB akan akan segera menuju Palembang hari ini pukul 10.00 WIB dari Medan via Batam. Meraka dijadwalkan sampai di Palembang pukul 13.00 WIB menggunakan jasa maskapai penerbangan Kartika.

Kapten Tim PSMS di Akhir Musim Esteban Gantikan Affan

PSMS Medan kembali membuat keputusan penting. Setelah pergantian pelatih kepala untuk sekian kali, kini ban kapten pun berpindah tangan. Adalah Esteban Guilen yang ditunjuk Pelatih Rudi Keltjes menggantikan Affan Lubis.

Rudi Keltjes yang dihubungi Sumut Pos belum lama ini menegaskan kalau tidak ada masalah pada tubuh Ayam Kinantan. Pergantian kapten adalah sesuatu yang wajar. “Affan akan lebih difokuskan untuk mengatur permainan PSMS,” katanya.

Rudi Keltjes menambahkan, Esteban Guilen merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Affan. Pengalamannya saat menjadi kapten Persikota dapat dimanfaatkan demi kemajuan PSMS. Ya, dengan kata lain, pergantian ini semata dilakukan demi kemajuan tim kebanggaan Medan. “Secara resmi, saat melawan VB Maladewa (7 April, Red) nanti akan memakai ban kapten,” jelas Rudi.

Keputusan pergantian kapten ini diamini salah satu pemain PSMS, Dodi Cahyadi. “Ya, sejak kemarin (Jumat, Red) pelatih sudah menetapkan itu,” kata Dodi saat dihubungi Sumut Pos, Sabtu (4/4).

Dodi menambahkan, Esteban Guilen merupakan sosok yang menarik. Sifatnya yang kebapakan dianggap dapat menjadi teladan bagi pemain lain. “Ini merupakan keputusan pelatih. Kami semua menerimanya. Tidak ada masalah. Tim dalam keadaan yang sangat baik. Affan juga menerima keputusan ini,” jelas Dodi.

Pada prinsipnya, tambah Dodi, pergantian kapten di PSMS bukanlah sesuatu yang harus diperbincangkan hingga menimbulkan polemik mendalam. Pergantian ini adalah sesuatu yang baik. Ya, semuanya demi prestasi PSMS di masa yang akan datang. “Kita punya target memberikan prestasi terbaik di AFC, Copa Indonesia, dan ISL, jadi kita memang harus mendukungnya,” kata Dodi.

Seperti diketahui, PSMS masih memiliki peluang untuk memberikan prestasi maksimal di AFC. Ya, setelah menorehkan satu kemenangan dan satu kekalahan, PSMS kini berada di posisi runner up Grup F di ajang nomor dua di Asia itu.

Begitu pun di Copa Indonesia, setelah menumbangkan Persiba Bantul, Aiboy dkk lolos ke babak delapan besar. Hanya di ISL, untuk mencapai prestasi maksimal atau menjuarai liga tertinggi di Indonesia itu sama sekali tertutup.

Ya, dengan 25 pertandingan, PSMS hanya mampu mengumpulkan 21 poin. Sedang Persipura sang pemuncak klasemen telah mencatatkan 55 poin dari jumlah pertandingan yang sama. “Target kita tak degradasi dari ISL,” pungkas Dodi

Saturday, April 4, 2009

Tak Punya Panutan

Baru seumur jagung menukangi PSMS Medan, Wiliam Rudi Keltjes sudah sesumbar dan mengaku Ayam Kinantan-julukan Tim PSMS— mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Kepercayaan diri, disiplin, hingga fighting spirit pemain semakin kelihatan. Meskipun hal itu baru dapat dibuktikan Affandi Lubis dkk meladeni perlawanan VB Sport Maladewa pada 7 April mendatang di Stadion Gelora Jakabaring Palembang.

Menghadapi laga itu, Rudi Keltjes kian optimis. Walaupun berat, Rudi mengaku merasa tertantang menukangi PSMS yang bisa dibilang telah sangat berantakan. Rudi sendiri sempat bingung, kenapa tim sebagus ini bisa terseok-seok. Padahal, PSMS memiliki sejumlah pemain yang sebenarnya punya potensi.

“Latar belakang saya datang ke PSMS, karena saya prihatin kalau-kalau PSMS degradasi. Kurang komplit rasanya kalau Super Liga tidak dihuni oleh PSMS. Oleh karena itu saya tidak terlalu menyoalkan nilai kontrak saya di PSMS. Yang terpenting bagi saya saat ini adalah PSMS bangkit dan menghindar dari zona degradasi,” kata Rudi wartawan koran ini kemarin.

Rudi menilai, sejauh ini tidak ada tokoh panutan yang bisa dipercaya para pemain. Oleh karenanya, mental dan sikap skuad PSMS pun lembek. “Saat ini pemain sudah mulai menunjukkan peningkatan. Saya lihat kemauan yang mereka tunjukkan untuk berubah merupakan nilai lebih,” sambung Rudi.

Konsep merangkul para pemain dengan cara berkomunikasi dari hati ke hati, saat ini menjadi menu utama Rudi Keltjes untuk mendongkrak performa tim. Selama ini, Rudi menilai pemain tidak merasakan hal itu. “Saya kira pemain tidak bisa mempercayai siapapun di tim ini. Jadinya, mental mereka pun drop secara terus menerus,” beber Rudi.

Skuad PSMS yang didominasi pemain muda, dikatakan Rudi memang rentan akan kegamangan. Mensiasati kondisi tersebut, Rudi berharap semua pihak bisa saling mendukung. Caranya, jujur apa adanya, saling menghormati, dan tentunya menjaga sikap profesionalitas sebagai pemain,” lanjut eks pelatih Persijap Jepara tersebut.

Tak hanya itu, Rudi Keltjes bahkan bersiap memakai tangan besi untuk menangani anak-anak Medan. Disiplin tingkat tinggi diterapkan. Dari mulai ketepatan waktu latihan hingga saat menikmati makan bersama.

Kalau hal itu sebelumnya jarang diterapkan PSMS, di bawah asuhan Rudi Keltjes kebersamaan menjadi modal penting bagi prestasi tim. “Menangani skuad dengan materi pemain muda seperti ini, kita harus tegas.

Sebab kadang kala anak muda ini mau menginjak kepala kita. Oleh karena itu, sistem tangan besi harus diterapkan,” ujar Rudi.

Evaluasi Pengelola

MEDAN- Sejak awal kompetisi Indonesia Super League (ISL) digelar, PSMS tampil di luar Kota Medan, yang tentunya membuat jarak dengan puluhan ribu penggemar setianya.

Kini beragam problema yang menggerus PSMS, kian menjauhkan PSMS dari fans setianya yang tetap berada di Medan. Terlebih saat ini PSMS terancam degradasi. Karenanya, seruan lantang agar keberadaan pengelola segera dievaluasi mulai disuarakan banyak pihak.

Salah satunya adalah Kampak DC. Melalui Presiden-nya Dicky Anugerah Panjaitan, diserukan jika keberadaan pengelola PSMS sekarang ini layak untuk ditinjau kembali.

Menurutnya, selain memiliki andil yang sangat besar jika nantinya PSMS terdegradasi, pengelola PSMS pun tak mampu menjadi penyambung tali ikatan emosional yang sempat terputus antara PSMS dan pendukungnya, pasca tim yang berdiri tahun 1950 ini dipastikan menjadai tim musafir.

Bahkan dengan tegas Dicky menyatakan bahwa KAMPAK FC merupakan barisan suporter pertama yang akan memboikot Sihar Sitorus selaku pengelola, seandainya PSMS sampai degradasi.

“KAMPAK FC akan menjadi barisan terdepan untuk menolak Sihar menjadi pengelola PSMS, jika PSMS sampai terdegradasi. Sejak awal kita sudah utarakan agar pengelolaan PSMS saat ini dievaluasi,” bilang Dicky saat dihubungi wartawan koran ini Kamis (2/4) kemarin.

Selain meminta agar keberadaan pengeloala PSMS ditinjau kembali, Dicky pun mempertanyakan kenapa pemilihan Ketua Umum PSMS menjadi bertele-tele.

Dengan kondisi PSMS yang terbilang rumit begini, Dicky bahkan sempat merasa jengah, karena tidak tahu akan meminta pertanggungjawaban ke pihak mana.

“Sepertinya pengelola PSMS saat ini bertindak sesukanya, pengurus juga demikian. Bukankah sebaiknya, pengurus dan pengelola duduk bersama untuk menentukan sikap,” kata Dicky melanjutkan.

Menurutnya, saat ini para supporter PSMS merasa jika tim yang sangat dibanggakan itu terasa semakin jauh akibat sikap tak professional yang diperlihatkan manajemen akhir-akhir ini.

“Dulu, ketika pertama kali hendak mengelola PSMS, manajemen mengatakan bahwa PSMS akan diarahkan menjadi klub yang lebih profesional. Ternyata semua itu hanya ucapan yang tidak disertai kenyataan,” beber Dicky.

Salah satu perwujudan adri sikap tidak fair yang dilakukan manajemen adalah melarang pemain, pelatih dan manajer tim untuk mengutarakan pendapatnya. Seluruh personil seakan dibelunggu haknya untuk mengeluarkan pendapat.

Kurang begitu jelas maksudnya, yang pasti saat ini masyartak kota Medan, utamanya para suporter sulit mendapatkan informasi terbaru tentang PSMS. “Itu merupakan sebuah pertanda jika manajemen sekarang ini bobrok, sehingga takut dikritik,” pungkas Dicky.

Friday, April 3, 2009

Tolak Sihar jika Degradasi


Para pendukung PSMS Medan mulai geram. Itu disebabkan posisi tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut yang masih berkutat di papan bawah Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009.

Dicky Anugerah Panjaitan, presiden Kesatuan Anak Medan Pencinta Ayam Kinantan Fans Club (KAMPAK FC), bahkan sejak awal sudah mencanangkan agar kinerja pengelola PSMS, bahkan pengurus, dievaluasi. Dia pun dengan tegas menyatakan, KAMPAK FC merupakan barisan suporter pertama yang akan memboikot Sihar Sitorus selaku pengelola kalau PSMS sampai terdegradasi.

"Kami dari KAMPAK FC tentunya akan menjadi yang terdepan untuk menolak Sihar menjadi pengelola PSMS jika PSMS sampai terdegradasi. Sejak awal kami sudah utarakan agar pengelolaan PSMS saat ini dievaluasi. Pengurus juga tentunya termasuk yang perlu dipertanyakan," koar Dicky kemarin (2/4).

Dia pun menyayangkan pemilihan ketua umum PSMS yang sangat bertele-tele. Dengan kondisi Ayam Kinantan yang terbilang rumit begini, Dicky tidak tahu akan meminta pertanggungjawaban ke pihak mana. "Sepertinya, pengelola PSMS saat ini bertindak sesukanya. Pengurus juga demikian. Bukankah sebaiknya pengurus dan pengelola duduk bersama untuk menentukan sikap," tutur Dicky.

Saat ini, jelas Dicky, fans PSMS semakin merasakan bahwa tim pujaannya tersebut kian jauh saja. Pihak KAMPAK FC juga menyoroti sikap tidak profesional yang ditunjukkan manajemen akhir-akhir ini.

"Dulu, ketika pertama kali hendak mengelola PSMS, manajemen mengatakan bahwa PSMS akan diarahkan menjadi klub yang lebih profesional. Ternyata, semua itu hanya ucapan, tidak disertai kenyataan," cetus Dicky.

Memang, salah satu wujud sikap tidak fair manajemen saat ini adalah dilarangnya pemain mengutarakan pendapatnya. Hak bicara seluruh pemain hingga pelatih dibelenggu oleh satu oknum di jajaran manajemen PSMS.

"Sikap seperti itu yang ditunjukkan manajemen semakin menyimpulkan bahwa manajemen PSMS di bawah Sihar takut dikritik. Kalau tidak salah, kenapa takut dikritik," tegas Dicky

Pelajari Rekaman Lawan PSMS Siap Raih Angka Sempurna


PSMS Medan yang juga berlaga di level Asia akan segera melakoni laga ketiga mereka di Piala AFC. Bertempat di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, PSMS ditantang VB Sport Club, Maladewa, Rabu (7/4). Saat ini skuad Ayam Kinantan menempati runner-up klasemen sementara Grup F di bawah South China, Hong Kong.

Mengantongi nilai tiga dari dua pertandingan, Ayam Kinantan berada di atas Johor FC (Malaysia) dan VB. Namun, tak berarti posisi Elie Aiboy dkk sudah aman. Dengan hanya berjarak dua angka dari peringkat 3 dan 4, Ayam Kinantan tetap rawan gusur. Karena itu, melawan VB, tak ada pilihan lain kecuali mengamankan tiga angka.

Tim Pelatih PSMS pun menegaskan siap menjalankan amanat manajemen untuk meraih angka sempurna. ’’Manajemen punya target, kami pelatih-pemain yang mewujudkannya. Kami enggak mau muluk-muluk, tetap kami akan waspadai lawan dan main maksimal,” papar Pelatih PSMS Listiadi Lo kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.

Demi memuluskan langkah itu, Listiadi mengaku akan segera mempelajari rekaman pertandingan tim besutan Csaba Kiss saat melawan Johor FC di Malaysia. Dari rekaman itu, diharapkan ada sedikit informasi tentang tim Ibu Kota Maladewa itu. ’’Kami akan menyaksikan laga VB ketika menghadapi Johor FC dan mencari informasi lain tentang klub itu,” ujar Listiadi