Tuesday, March 24, 2009

Tanpa Markus, Ayam Kinantan Target Tiga Poin


PSMS Medan mendapatkan kabar kurang menggembirakan jelang lawan PSM Makassar. Kiper utama yang juga
kiper timnas, Markus Horison Ririhina, dalam kondisi tak fit.

PSMS akan menjamu PSM di Stadion Jakabaring, Palembang, Rabu 25 Maret 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini, Ayam Kinantan mematok target poin penuh.

Pelatih PSMS, Liestiadi, menyebut bahwa Markus sudah ikut latihan. Namun, kondisi kiper Timnas Indonesia itu masih belum stabil. Karena itu, belum ada kepastian apakah Markus bisa tampil besok.

”Kami masih akan melihat kondisinya sore ini dan besok pagi. Kalau memang belum bisa turun, kami tidak akan memaksakannya,” kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Selasa 24 Maret 2009.

Meski terancam tanpa kehadiran Markus, PSMS menurut Liestiadi tetap mematok target tiga poin. Pasalnya, tambahan angka sangat dibutuhkan PSMS untuk menjauh dari zona merah degradasi.

”Kami berharap dapat poin penuh pada pertandingan ini. Soalnya, kami butuh poin agar tidak terdegradasi,” kata Liestiadi.

Markus sudah tidak memperkuat PSMS sejak tampil di AFC Cup 2009. Menghadapi South China di Hongkong, kiper yang sempat merumput bersama Persik Kediri itu sudah tidak berada di bawah mistar gawang Ayam Kinantan. Sebagai gantinya, PSMS menurunkan kiper kedua, Galih Sudaryono.

Liestiadi hingga sehari sebelum pertandingan masih menjabat sebagai pelatih kepala PSMS. Kehadiran mantan pelatih Persipura dan Persijap, Rudy Keltjes, tidak membuat konsentrasi Liestiadi terganggu. Bahkan, dia siap memberikan yang terbaik saat PSMS menjamu PSM.

Berhadapan dengan PSM, Ayam Kinantan berniat tampil terbuka. ”Kami sudah siap dengan offensive play. Kami tidak akan bermain bertahan lawan PSM,” tandas Liestiadi

Rudy Keltjes Calon Pelatih Teknik PSMS

Status Rudy Keltjes di PSMS Medan masih belum jelas. Sampai saat ini, pelatih kepala yang menangani Ayam Kinantan masih dipegang oleh Liestiadi Lo.

Rudy disebut akan menjabat sebagai penasihat teknik menggantikan Luciano Leandro. Awalnya, Rudy dikabarkan akan menangani PSMS di sisa putaran 2 Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.

Indikasinya sudah terlihat saat PSMS berhadapan dengan Johor FC dalam lanjutan AFC Cup, Selasa 17 Maret 2009. Saat itu, Rudy sudah diberi kesempatan untuk melihat langsung penampilan Ellie Aiboy cs.

Namun saat dihubungi VIVAnews, Selasa 24 Maret 2009, Liestiadi mengaku masih menjabat sebagai pelatih kepala PSMS. Dia bahkan masih memimpin persiapan pemain-pemain PSMS menghadapi PSM Makassar, Rabu 25 Maret 2009.

”Sampai saat ini saya masih menjabat sebagai pelatih kepala. Nama pelatih PSMS yang tercantum di BLI juga masih nama saya. Pak Rudy kemungkinan bakal menjadi penasihat teknik. Tapi, itu juga belum ada kejelasan sampai saat ini,” kata Liestiadi.

Kabar masuknya Rudy diakui Liestiadi tidak membuat dirinya kehilangan konsentrasi dalam menangani PSMS. Bahkan saat menghadapi PSM besok, Liestiadi siap memberikan yang terbaik bagi timnya.

”Kami butuh poin untuk keluar dari zona degradasi. Karena itu saya sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi PSM. Mengenai Pak Rudy, itu saya serahkan ke manajemen,” tandas Liestiadi.

Satu lagi korban dari PSMS Medan....

Kenapa korban dari PSMS medan itu banyak dari internal club, bukan lawan tanding yang menjadi korban PSMS.
Asisten Pelatih PSMS Medan, Rudi Saari, mengakui dirinya telah didepak manajemen Ayam Kinantan, sejak 15 Maret lalu.

Meski begitu, ia tidak ingin berkomentar banyak mengani pemecatan dirinya sebab masih ada hal yang ingin dibicarakannya terlebih dahulu dengan pihak manajemen.

"Saya memang sudah menerima surat pemecatan dari manajemen sejak beberapa hari lalu. Tapi maaf, saya belum bisa berkomentar banyak, takut nanti ada yang

tersinggung," kata Rudi saat dihubungi Waspada, Senin, tanpa bersedia menjelaskan siapa gerangan yang disebutnya bakal tersinggung tersebut.

"Nanti saja bang, kalau semuanya sudah beres baru saya bicara. Untuk sekarang ini, saya tidak ingin banyak komentar dulu. Yang pasti, saya sudah tidak di PSMS lagi karena sudah dipecat," tambahnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Waspada menyebutkan, alasan manajemen PSMS memecat Rudi karena gagal mengangkat prestasi tim. Meski terkesan salah alamat mengingat jabatan Rudi hanya sebagai asisten, tapi keputusan sudah dijatuhkan. Surat pemecatan pun sudah dilayangkan dan diterima yang bersangkutan.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan manajer Sihar Sitorus tidak bisa dimintai konfirmasi. Beberapa kali telepon genggamnya dihubungi, namun tidak dijawab meski terdengar nada tersambung.

Hanya saja, jika melihat keinginan pengelola PSMS ini mendatangkan pelatih kawakan Rudy William Keljtes, maka pemecatan Rudi dari kursi asisten bisa dipastikan merupakan bagian skenario tersebut.

Sebab, pangkat Liestiadi yang menjabat sebagai pelatih kepala bakal diturunkan

menjadi asisten pelatih dan Keltjes diproyeksikan sebagai pengganti Liestiadi. Hanya saja, sampai sejauh ini belum ada perkembangan signifikan dari keinginan

mendatangkan mantan pelatih PSS Sleman itu

Monday, March 23, 2009

PSMS pilih realistis


MEDAN - PSMS Medan termasuk salah satu tim yang memiliki jadwal paling padat, di samping Sriwijaya FC Palembang. Pasalnya, PSMS harus mengikuti tiga event bergengsi Liga Super, Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 dan Piala AFC.

Kondisi itu menjadikan pasukan Liestiadi dituntut menjaga ritme agar bisa menorehkan hasil maksimal. Hanya, PSMS babak belur di Liga Super dan menempati zona degradasi. Kontras dengan penampilan Ayam Kinantan di arena Copa Dji Sam Soe Indonesia dan Piala AFC.

Di Copa Dji Sam Soe, PSMS justru tengah berkibar. Beda dengan tim elit lainnya seperti Persipura Jayapura dan Persija Jakarta Pusat yang langsung lolos ke 16 Besar karena menjadi semifinalis musm lalu. PSMS mengawali pertarungannya di babak pertama atau 48 Besar.

Beruntung, mereka selalu bertemu lawan dari Divisi Utama. Setelah menyingkirkan Persiraja Banda Aceh di babak awal, mereka meredam perlawanan PSPS Pekanbaru. Selanjutnya di babak 16 Besar, Elie Aiboy cs menghentikan laju kuda hitam Persiba Bantul.

Ironisnya, hasil itu dicapai saat kondisi PSMS sempat mengalami krisis. Buntutnya, PSMS ditinggalkan sebagian besar pemain bintang PSMS hengkang seperti Markus Horison yang kemudian pulang kandang, Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharja, Usep Munandar dan Supardi.

Meski PSMS kemudian diselamatkan pengusaha Sihar Sitorus, klub kebanggaan warga Sumut itu harus membangun tim dari nol. Artinya, PSMS yang tampil musim ini adalah tim yang benar-benar baru dengan materi pemain hasil rekrutan dari berbagai tim.

Selain materi pemain yang awalnya kurang meyakinkan, PSMS juga dihadapkan pada masalah pelatih. Saat kompetisi baru digelar, PSMS sudah memecat pelatih Iwan Setiawan dan menggantikannya dengan Luciano Leandro. Namun, Luciano, yang tidak direstui Badan Liga Indonesia (BLI) akibat lisensi A tidak memenuhi syarat, juga harus berhenti di tengah jalan.

Sejak itu, tim dipercayakan kepada pelatih PSMS U-21 Liestiadi yang kebetulan memiliki lisensi A. Di tangan Liestiadi, PSMS mulai menemukan sentuhannya. Itu terlihat dari kiprah PSMS di ajang Copa dan serta kemenangan 3-1 atas Johor FC di Piala AFC.

Liestiadi pun berharap keberhasilan PSMS bertahan di ajang Copa Indonesia dan kemenangan di Piala AFC itu membuat kepercayaan diri dan motivasi pemainnya meningkat.

PSM Incar poin dari Ayam Kinantan

PSM Makassar harus aman dari zona merah degradasi. Mimpi kemenangan harus jadi sesuatu yang nyata. PSMS Medan pun jadi sasaran tembak terdekat.

Target PSM dalam waktu dekat adalah kemenangan dari PSMS Medan. Sementara untuk laga selanjutnya melawan Sriwijaya FC(SFC) ditempat sama, Palembang, sasaran boleh sedikit dikendurkan. Pelatih PSM Hanafing menegaskan pasukannya harus berkonsentrasi penuh untuk bisa mewujudkan misi ini.

”Kami akan bermain habis-habisan saat melawan Medan. Saya tidak berpikir dulu untuk sisakan tenaga melawan SFC. Yang penting kami bisa menang telak dulu di laga terdekat ini,” ujar Hanafing seusai latihan rutin PSM kemarin. Hanafing menilai level kekuatan yang dimiliki antara PSMS dan SFC cukup berbeda.

Suksesor Raja Isa ini mengakui PSM lebih berpeluang menang saat melawan skuad Ayam Kinantan, julukan PSMS, dibandingkan SFC. Kendati demikian, Hanafing tidak ingin menganggap enteng PSMS. Mantan Arsitek Persiku Kudus ini tetap menaruh waspada agar anak asuhnya dapat mengantisipasi serangan-serangan lawannya.

Sebab, PSMS dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap, yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat, dan ngotot. ”Siapa pun lawannya, kami tidak bisa menganggap enteng. Semua harus diwaspadai. Apalagi, PSMS memiliki pemain asing yang tangguh dan speed luar biasa,” imbuhnya.

Sementara untuk persiapan melawan SFC, Hanafing mengaku belum berpikir ke arah sana. Dia berharap PSM bisa menang dulu saat melawan PSMS.Baru setelah itu Hanafing melakukan persiapan melawan SFC. ”Nantilah baru dilihat. Kalau nanti harus kalah melawan SFC, tidak apa-apa karena tertutupi dengan poin jika menang atas PSMS,” katanya.

Kapten Juku Eja Syamsul Chaeruddin mengatakan sejumlah kewaspadaan yang harus dilakukan pemain PSM. Beberapa hal yang perlu diantisipasi salah satunya adalah pemain sayap kiri Ellie Aiboy plus beberapa legiun asing PSMS. Semua itu, menurut Syamsul, berdasarkan pengalamannya saat bertemu PSMS di putaran pertama.

”Semua harus kami waspadai. PSMS masih memiliki performa yang baik saat bermain dan seketika bisa melumpuhkan pertahanan lawannya dengan cepat,” ujar Syamsul. Jelang tur ke Palembang, manajemen PSM punya resep menaikkan spirit tarung pasukannya.

Manajemen PSM akhirnya mengucurkan pembayaran gaji yang sempat tertunda hingga tiga bulan. Namun, gaji selama dua bulan belum dibayarkan dan yang dikucurkan hanya untuk nilai sebulan. Hanafing berharap keadaan ini dapat memicu spirit dan mental tarung Syamsul dkk. Hanya beberapa pemain memiliki pendapat berbeda dengan sang arsitek.

Meski sudah dibayar satu bulan, mereka mengaku masih terbebani dengan sisa dua bulan gaji yang belum dibayarkan. ”Ya, mau apa lagi kalau cuma satu bulan yang dibayar, daripada tidak dibayar sama sekali,” tandas salah satu pemain yang meminta namanya tidak disebut kemarin.

Pemain PSMS Sambut Rudi

Rencana manajemen PSMS merekrut Rudi Keltjes mendapat tanggapan beragam dari pemain. Meski begitu, mayoritas menyambut Rudi dengan tangan terbuka.

Salah satu sambutan positif dari rencana kedatangan Rudi adalah kapten tim PSMS M Affan Lubis. Menurutnya, kehadiran Rudi adalah upaya manajemen menaikkan posisi Ayam Kinantan yang saat ini berada di posisi paling buncit klasemen sementara Liga Super.

”Saya setuju-setuju saja Om Rudi menangani tim. Mungkin pelatih sekarang (Listiadi) dinilai kurang maksimal memperbaiki tim,” ujarnya. Affan menuturkan, jika memang manajemen memanggil Rudi, kemungkinan didasari pengalaman menangani beberapa tim.

”Kami sudah bicara dengan dia setelah pertandingan melawan Johor beberapa hari lalu. Dia bisa memasukkan diri dan mampu berkomunikasi dengan semua pemain,” ujarnya. Dia berharap duet antara Rudi yang sarat pengalaman melatih dan strategi Listiadi mampu membawa PSMS keluar dari zona degradasi.

”Kami tentu berharap Rudi dan Listiadi bisa membawa tim ini menjadi lebih baik lagi di hari-hari mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Erwinsyah Hasibuan yang lebih akrab disapa Monang menyatakan Rudi merupakan pelatih yang punya kualitas baik. Dalam melatih, Rudi juga dikenal bertangan dingin dan sangat disiplin. ”Rudi mau melatih kami kapan? Bagus itu. Saya setuju. Dia pelatih berkualitas dan sangat disiplin,” ujarnya.

Menurut Monang, mantan pemain Persebaya dan Niac Mitra itu tidak akan butuh waktu yang lama melakukan pendekatan dengan tim. ”Dia pelatih berpengalaman. Saya rasa tidak butuh waktu lama buat dia melakukan pendekatan dengan seluruh pemain. Karena, dia juga mantan pemain sepak bola. Dia pasti lebih tahu cara yang pas untuk pendekatan sama pemain,” tambahnya.

Tapi, rencana Manajer PSMS Sihar Sitorus mendekati Rudi justru dikritik Kampak FC. Melalui Presiden Kampak FC Dicky Anugerah Panjaitan, mereka menganggap pelatih tidak perlu diganti jelang akhir kompetisi.

Namun, Dicky mengakui Rudi memiliki kualitas lebih baik dari Listiadi. ”Apa betul kalau pelatih diganti, tim jadi lebih baik? Buruknya permainan pemain bukan melulu kesalahan pelatih. Jangan jadi kebiasaan mengganti-ganti pelatih terus,” ujarnya. Menurut Dicky, pelatih butuh waktu memoles tim agar lebih baik. Butuh adaptasi untuk pendekatan secara psikologis dengan pemain

Saturday, March 21, 2009

Sedikit Lega Laga Kontra Deltras Diundur

JAKARTA- PSMS Medan bisa sedikit menghela nafas lega. Pun demikian dengan Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Sebab, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) memastikan mengubah jadwal pertemuan di antara keduanya.

Laga itu semestinya digeber pada 22 Maret di Gelora Sriwijaya, Palembang. Namun, menyusul surat PSMS tertanggal 18 Maret 2009, BLI kemudian mengubah jadwal tersebut. BLI menggeser jadwal bentrok PSMS kontra Deltras ke tanggal 28 Maret.

“Selain itu, pada waktu yang sama di Palembang juga bertepatan dengan agenda kunjungan kerja Presiden. Karena itu, kami mengundur jadwal tersebut,” kata Joko Driyono, direktur kompetisi BLI, kemarin.

Selain mengundurkan partai PSMS lawan Deltras, BLI juga mengubah jadwal Sriwijaya FC Palembang dengan PSM Makassar. Pertandingan yang juga seharusnya dilangsungkan 22 Maret itu diundur ke tanggal 29 Maret.

“Namun untuk pertandingan tanggal 25 Maret tetap. Dimana, Sriwijaya FC menjamu Deltras, sedang PSMS melawan PSM,” terang Joko.

Kelegaan yang dirasakan PSMS. disebabkan tim ini bisa lebih menyiapkan diri menatap pertandingan betrikutnya. Sebelumnya kubu PSMS sempat merasa was-was. Pasalnya, setelah tampil di AFC Cup pada 17 Maret lalu, PSMS meliburkan pemainnya.

Hampir semua pemain PSMS pulang ke kampung halamannyamasing-masing. Karena itu, mereka pun khawatir tidak bisa tampil komplit dan prima, jika harus tampil pada 22 Maret. “Namun, setelah adanya pengunduran jadwal ini, kami jadi lebih tenang,” bilang Liestiadi, pelatih PSMS.

“Para pemain bisa memulihkan kondisi fisiknya yang sempat ngedrop disebabkan beberapa pertandingan berat yang dilakoni sebelumya,” tambah Liestiadi lagi.

Ungkapan Liestiadi ini seakan membenarkan apa yang dilakukan oleh manajemen dengan memulangkan seluruh pemain ke daerahnya masing-masing.

Bahkan rencananya, sejak berlaga kontra Johor FC, Selasa (17/3) lalu, praktis seluruh skuad Ayam Kianntan memiliki masa tiga hari untuk melakukan recovery sebelum bertolak ke Palembang, hari ini (20/3).

Tak hanya PSMS, Keputusan BLI ini pun disambut gembira oleh Deltras. Dengan pengunduran jadwal tersebut tim berjuluk The Lobster memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan tim.

“Kami kan baru saja meliburkan pemain. Kalau harus bertandingan pada 22 Maret tentu menyulitkan kami,” ujar Muhammad Zein Alhadad, pelatih Deltras.

Meski merasa lega, namun pelatih yang akrab disapa Mamak itu sejatinya lebih pas kalau laga melawan PSMS dilakukan setelah pemilihan umum (Pemilu). Sebab, jika dilakukan usai Pemilu, Mamak yakin timnya bisa tampil lebih optimal. Dan kemenangan diprediksi bisa diraihnya.

“Tapi kalau BLI sudah memutuskan kami harus main tanggal 28 Maret, tentu kami harus hormati dan ikuti,” tegas Mamak

Friday, March 20, 2009

PSMS Medan Dekati Rudy Keltjes


PSMS Medan sepertinya tidak puas dengan kinerja pelatih kepala Liestiadi Lo. Karena itu, Ayam Kinantan mulai mendekati pelatih baru, Rudy Keltjes.

Bahkan, saat PSMS membantai Johor FC 3-1, Rudy sudah tampak di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 17 Maret 2009. Mantan pemain Persebaya dan Niac Mitra itu diberi kesempatan untuk melihat perkembangan Ellie Aiboy cs.

Ayam Kinantan terus melakukan perbaikan menyusul tidak berkembangnya penampilan para pemainnya di pentas Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Sampai saat ini, PSMS masih berada di posisi paling buncit klasemen sementara dengan mengantongi 17 poin dari 23 kali pertandingan.

“Saya memang sudah diundang untuk melihat kemampuan pemain-pemain PSMS Medan. Saya juga sudah ditawari untuk menangani PSMS. Namun, sampai saat ini pikiran saya belum bisa ke sana,” ungkap Rudy kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Kamis 19 Maret 2009.

Pengelola PSMS, Sihar Sitorus, membenarkan kabar ini. Dia menyebut manajemen memang sedang mencari figur pelatih yang bisa membangkitkan performa tim.

”Kami sudah tahu kapasitas Pak Rudy. Dan kami berniat untuk bekerjasama dengan dia. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan hitam di atas putih. Kesepakatan masih 80 persen,” kata Sihar.

Seandainya kesepakatan terjadi, maka Rudy akan menjadi pelatih keempat Ayam Kinantan musim ini. Di awal musim, PSMS dilatih oleh Iwan Setiawan. Namun karena terus mengalami kekalahan, Iwan kemudian diganti oleh Erick Williams.

Erick juga tak bisa bertahan lama. Dia diganti oleh Luciano Leandro.

Sayangnya, pelatih asal Brasil itu tidak memenuhi standar yang diajukan oleh Badan Liga Indonesia (BLI). Dan sebagai gantinya, PSMS menunjuk Liestiadi Lo.

Thursday, March 19, 2009

Terlanjur Libur, Laga Menanti

Pasca menang 3-1 atas Johor FC dalam babak penyisihan Grup F Piala AFC Selasa lalu (17/3) skuad PSMS Medan membubarkan barisan. Sebagian pemain asal Medan pulang kampung, yang lainnya pun pulang ke pelukan keluarga masing-masing. Parahnya, keputusan membubarkan skuad tersebut, berdekatan dengan jadwal PSMS selanjutnya di Djarum Indonesian Super League (DISL).

Memang jadwal ISL kembali molor. Kampanye damai sejumlah calon legislatif dituding jadi penyebab utama mundurnya sejumlah jadwal DISL. Menurut jadwal PSMS akan kembali merumput pada 22 Maret mendatang melawan Deltras Sidoarjo dan akan disusul tiga hari kemudian melawan Arema Malang. Kedua partai tersebut diinstruksikan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) untuk digelar di Stadion Jakabaring Palembang.

Keputusan untuk membubarkan skuad, sebenarnya lebih karena sedikit salah set. Manajemen terlanjur membeli tiket untuk pulang masing-masing. Sebab PSMS yakin kalau pertandingan selanjutnya di DISL bakal kembali molor. Sialnya, BLI lantas menyurati manajemen lewat faksimil yang isinya kurang lebih menjelaskan bahwa jadwal PSMS kemungkinan tetap dilaksanakan, tapi di Stadion Jakabaring bukan Siliwangi markas sementara PSMS.

Nah, untuk mengantisipasi agar segala sesuatunya tidak menjadi lebih buruk, Liestiadi, pelatih kepala PSMS menginstruksikan kepada seluruh pemain PSMS yang katanya profesional tersebut agar siap sedia jika dipanggil berkumpul untuk menggelar latihan. ''Pemain kita sudah profesional semua. Jadi cukup memberitahukan saja agar semasa libur mereka menjaga kondisi, diet. Dan, bila dipanggil kumpul sewaktu-waktu mereka harus segera hadir,'' kata Liestiadi

Wednesday, March 18, 2009

PSMS Jinakkan Pasukan Lebah


PSMS Medan akhirnya berhasil merebut kemenangan perdana di AFC Cup 2009. Menjamu tim asal Malaysia, Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa, 17 Maret 2009, Ayam Kinantan unggul 3-1.

Pada lanjutan babak penyisihan grup F ini, PSMS tertinggal lebih dulu lewat gol pemain Johor FC, Mohd Azuwad menit ke-21. Namun di babak kedua, PSMS berhasil membalas tiga gol lewat kaki Ellie Aiboy (53'), Leonardo Zada (54'), dan gol bunuh diri pemain bertahan Pasukan Lebah-julukan Johor FC-, Madzlan Bin Emoi menit ke-66.

Berkat kemenangan ini, PSMS berhasil merangkak dari posisi paling buncit ke posisi runner up klasemen sementara grup F. Dari 2 kali penampilan Ayam Kinantan telah mengoleksi 3 poin. Di pertandingan pertama PSMS kalah di tangan tim asal Hongkong South FC 0-3.

Di babak pertama, PSMS sebenarnya cukup mendominasi serangan. Bahkan Ellie Aiboy cs beberapa kali mengancam gawang Johor FC yang dijaga oleh Mohamad Anis.

Salah satunya terjadi di awal babak pertama. Ellie yang mendapat umpan dari tengah lapangan berhasil masuk hingga ke kotak penalti tim tamu.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, mantan pemain Selangor FC itu melancarkan tendangan ke sisi kanan gawang Johor FC. Sayang, tendangan Ellie telalu lemah sehingga mampu dipatahkan oleh Anis.

Keasyikan menyerang PSMS justru lupa bertahan. Berawal dari serangan balik, Johor FC berhasil membobol gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono di menit ke-21 lewat tandukan Mohd Azuwad.

Ketinggalan 0-1 PSMS mencoba meningkatkan lagi serangannya. Hasilnya, Ayam Kinantan berhasil mendapat satu peluang emas lewat kaki Rahmat Affandi di penghujung babak I. Sayang tendangannya dari dalam kotak penalti masih melebar di sisi kiri gawang Johor FC. Hingga babak I selesai, skor tak berubah 0-1 bagi tim tamu.

Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS menunjukkan sedikit perubahan. Serangan-serangan yang dibangun oleh pasukan Liestiadi Lo itu semakin bervariasi.

Strategi ini terbukti ampuh. Buktinya, di menit ke-54, Ellie berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Berawal dari serangan balik, Ellie mampu mengecoh kiper Johor FC lewat sontekan terukur.

Gol Ellie memantik semangat Ayam Kinantan. Semenit kemudian, giliran Leonardo Zada yang menyumbang gol bagi PSMS. Sayang gol ini berbau offside.

Unggul 2-1 tak membuat gempuran PSMS mengendur. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh barisan penyerang PSMS. Hasilnya, Ellie berhasil memaksa pemain belakang Johor FC, Madzlan Bin Emoi melakukan gol bunuh diri di menit ke-66.

Berniat untuk menghalau bola, Madzlan justru membelokkan tendangan Ellie ke arah gawangnya sendiri. Akibatnya, Anis yang mati langkah tak sanggup mengantisipasinya.

Skor kembali berubah menjadi 3-1 bagi PSMS. Di sisa babak kedua, PSMS masih memiliki sederet peluang emas. Sayang, tak satupun yang berbuah gol. Hingga babak kedua berakhir, skor tidak berubah 3-1 untuk tuan rumah.

Susunan Pemain
PSMS Medan (4-3-3)
Galih Sudharyono (g), Fadly Hariri, Aun Carbiny/Reswandi, Edi Sukamto, Rachmat Afandi/Agus Supriyanto, Rachma Dhany, Esteban Gullien, Leonardo Zada,Mario Costas, Octavianus Mainani/Mitchell Leonardo, Ellie Aiboy (c)
Pelatih : Liestiadi Lo

Johor FC (4-4-2)
Mohd Anis (g), Mohd Hamzani, Mohd Azuwad/Mohd Hafiz, Madzlan Bin Emoi, Wan Rohaimi/See Kok Luen, Mohd Azizan, Mohd Nurul, Mohd Riduan (kk), Sivakumar (kk)/Zulindra, Eddy Helmi
Pelatih : Ramlan Bin Rashid

Menang tapi permainan masih gampang di baca lawan

PSMS Medan akhirnya berhasil merebut kemenangan perdana di AFC Cup 2009. Menjamu Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa, 17 Maret 2009, Ayam Kinantan unggul 3-1.

Pada lanjutan babak penyisihan grup F ini, PSMS tertinggal lebih dulu lewat gol pemain Johor FC, Mohd Azuwad menit ke-21. Namun di babak kedua, PSMS berhasil membalas tiga gol lewat kaki Ellie Aiboy (53'), Leonardo Zada (54'), dan gol bunuh diri pemain bertahan Pasukan Lebah-julukan Johor FC- menit ke-66.

Berkat kemenangan ini, PSMS berhasil merangkak dari pois paling buncit ke posisi runner up klasemen sementara grup F. Dari 2 kali penampilan Ayam Kinantan telah mengoleksi 3 poin. Di pertandingan pertama PSMS kalah di tangan tim asal Hongkong South FC 0-3.

Di babak pertama, PSMS sebenarnya cukup mendominasi serangan. Bahkan Ellie Aiboy cs beberapa kali mengancam gawang Johor FC yang dijaga oleh Mohamad Anis.

Salah satunya terjadi di awal babak pertama. Ellie yang mendapat umpan dari tengah lapangan berhasil masuk hingga ke kotak penalti Pasukan Lebah-julukan Johor FC.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, mantan pemain Selangor FC itu melancarkan tendangan ke sisi kanan gawang Johor FC. Sayang, tendangan Ellie telalu lemah sehingga mampu dipatahkan oleh Anis.

Keasyikan menyerang PSMS justru lupa bertahan. Berawal dari serangan balik, Johor FC berhasil membobol gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono di menit ke-21 lewat tandukan Mohd Azuwad.

Ketinggalan 0-1 PSMS mencoba meningkatkan lagi serangannya. Hasilnya, Ayam Kinantan berhasil mendapat satu peluang emas lewat kaki Rahmat Affandi di penghujung babak I. Sayang tendangannya dari dalam kotak penalti masih melebar di sisi kiri gawang Johor FC. Hingga babak I selesai, skor tak berubah 0-1 bagi tim tamu.

Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS menunjukkan sedikit perubahan. Serangan-serangan yang dibangun oleh pasukan Liestiadi Lo itu semakin bervariasi.

Strategi ini terbukti ampuh. Buktinya, di menit ke-54, Ellie berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Berawal dari serangan balik, Ellie mampu mengecoh kiper Johor FC lewat sontekan terukur.

Gol Ellie memantik semangat Ayam Kinantan. Semenit kemudian, giliran Leonardo Zada yang menyumbang gol bagi PSMS. Sayang gol ini berbau offside.

Unggul 2-1 tak membuat gempuran PSMS mengendur. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh barisan penyerang PSMS. Hasilnya, Ellie Aiboy berhasil memaksa pemain belakang Johor untuk melakukan gol bunuh diri di menit ke-66.

Berniat untuk menghalau bola, pemain tersebut justru membelokkan tendangan Ellie ke arah gawangnya sendiri. Akibatnya, Anis yang mati langkah tak sanggup mengantisipasinya.

Skor kembali berubah menjadi 3-1 bagi PSMS. Di sisa babak kedua, PSMS masih memiliki sederet peluang emas. Sayang, tak satupun yang berbuah gol. Hingga babak kedua berakhir, skor tidak berubah 3-1 untuk tuan rumah

AFC Cup 2009 Sukses Perdana PSMS di Pentas Internasional


PSMS Medan sukses menaklukkan Johor FC 3-1 pada babak penyisihan Grup F AFC Cup 2009, Selasa 17 Maret 2009. Pelatih PSMS, Liestiadi Lo, berharap kemenangan lawan Johor FC menjadi awal kebangkitan PSMS di pentas AFC Cup 2009.

Penampilan PSMS di pentas Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak menunjukkan perbaikan. Di putaran 2, Ayam Kinantan tak mampu berbuat banyak.

Hasil jeblok juga sempat dirasakan PSMS saat menapaki debutnya di AFC 2009. Berhadapan dengan South China, Ellie Aiboy keok 0-3.

Kekalahan sebenarnya nyaris menemani langkah PSMS saat menjamu Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang. Di babak pertama, Ayam Kinantan sempat tertinggal 0-1 lewat gol yang dicetak oleh pemain tim tamu, Mohammad Azuwad, pada menit ke-21.

Beruntung, di babak kedua PSMS berhasil membalikkan keadaaan dengan mencetak tiga gol. Gol pertama PSMS dicetak oleh Ellie Aiboy menit ke-53. Leonardo Zada merubah skor menjadi 2-1 lewat gol yang dicetaknya satu menit kemudian. Sedangkan gol ketiga PSMS disumbangkan lewat bunuh diri pemain belakang Johor FC, Madzlan Bin Emoi, menit ke-66.

”Kami sangat senang dengan kemenangan perdana kami di pentas intenasional, sore ini. Kemenangan ini akan menjadi pendorong semangat bagi kami untuk tampil lebih baik di kemudian hari,” kata Liestiadi seperti dilansir situs AFC, Rabu, 15 Maret 2009.

Menurut Liestiadi, sebelum pertandingan dirinya sempat membakar semangat pemain-pemainnya. Liestiadi menekankan bahwa PSMS merupakan tim bagus dan punya pemain-pemain yang berkualitas.

”Saya juga mengatakan kepada pemain agar tampil menyerang sejak awal pertandingan,” kata Liestiadi.

Sementara itu, pelatih Johor FC, Ramlan Rashid, menilai penampilan PSMS cukup baik. Dia juga memuji penampilan Ellie Aiboy yang sangat merepotkan barisan pertahanan mereka.

”Saya sudah menduga kalau Ellie memberikan kami masalah. Karena itu saya sudah berpesan agar anak-anak menjaganya. Sayangnya, dia (Ellie) cukup sulit untuk dijaga,” kata Ramlan.

Tak hanya itu, Ramlan juga menilai PSMS juga semakin kuat dengan hadirnya tiga pemain asing. Berbeda dengan timnya yang tidak punya pemain asing.

”Kami juga tidak bisa mengimbangi kecepatan sayap-sayap PSMS. Mereka cukup lihai dalam melancarkan serangan ke tim kami,” tandas Ramlan.

Saat ini, South China menjadi pimpinan sementara Grup F. Di belakangnya bercokol PSMS Medan. Sedangkan posisi 3 dan 4 dihuni oleh Johor FC dan V.B.

Tuesday, March 17, 2009

PSMS v Johor FC Yang Penting Bisa Menang


PSMS Medan kembali merumput di ajang AFC Cup. Kali ini Ayam Kinantan -julukan PSMS- bakal bertindak sebagai tuan rumah. PSMS akan menjamu wakil Malaysia Johor FC di Gelora Sriwijaya, Palembang, malam ini (tayangan langsung TPI pukul 18.30 WIB).

Kemenangan menjadi harga mati yang dipatok PSMS. "Hanya kemenangan yang bisa membuat peluang ke babak berikutnya tetap terjaga. Jadi, berapa pun skornya, yang penting kami harus menang," tegas Liestiadi, pelatih PSMS, kepada Jawa Pos kemarin (16/3).

Cuma kemenangan memang yang bisa menjaga peluang PSMS maju ke fase berikutnya. Sebab, pada laga perdana pekan lalu, mereka takluk 0-3 dari South China (Hongkong). Kekalahan itu membuat Ellie Aiboy dkk menempati posisi juru kunci klasemen sementara grup F.

Kans PSMS untuk memenangi pertandingan malam ini cukup terbuka. Selain PSMS tampil di negeri sendiri, kekuatan Johor FC juga tidak terlalu menakutkan. Buktinya, di laga perdana, mereka hanya mampu bermain 0-0 melawan VB Sport (Maladewa) di Malaysia. Johor juga tidak diperkuat pemain asing.

Di sisi lain, PSMS justru bisa memaksimalkan amunisi asingnya. Kans PSMS semakin besar lantaran hampir seluruh pilarnya dalam kondisi fit.

Group F preview: Liestiadi looks for AFC Cup lift


PSMS Medan coach Liestiadi Lo is confident his side can bounce back from their opening AFC Cup game defeat last week with a victory against Malaysian side Johor FC at Jaka Baring Stadium on Tuesday.

The Indonesians opened their Group F campaign with a comprehensive 3-0 defeat at South China of Hong Kong.

Their fortunes in the Indonesian Super League have also been disappointing with Medan languishing at the bottom of the table.

But Liestiadi is not looking at past form and believes his side are capable of securing a result against Johor.

“It is the first time we have participated in a continental competition but we are confident that we can measure up to any opponents,” he said.

“The match against South China in Hong Kong was our toughest match in this group and we have now put it behind us for better results ahead.”

Liestiadi’s concerns, however, have been worsened by a number of injuries to his squad with Markus Horison, Asi Akbar and Andhika Yudistira all injured.

Meanwhile, Johor coach Ramlan Rashid insists his side will take a cautious approach to the game as he fears a possible backlash from Medan as a result of their opening game defeat.

The Malaysian side battled for a goalless draw at home to VB of the Maldives last week and Ramlan believes another point in Indonesia will be a good result.

“They (Medan) will definitely be out to make up for a disappointing start,” he said.

“If we get a draw, I will consider getting an away point a good result. A win will be a bonus and a further boost to the confidence of the team.”

In the other game in the group, South China will be keen to maintain their impressive start with another win at VB.

After a disappointing AFC Cup campaign last year in which they managed just a solitary win, the Hong Kong side were impressive in their opening game this year against Medan.

But coach Kim Pan-gon believes the game in the Maldives will prove a different challenge for his players.

“Their environment is different to Hong Kong so we need to keep the players well rested,” he said.

“We will watch a video of our last game and decide tactically the best way to prepare for this game.”

VB club manager Ibrahim Rasheed has called for his players to improve their form in the final third after wasting numerous opportunities against Johor last week.

“We had around 10 opportunities to score a goal and Dhagey (Ali Ashfaag) was brought down twice inside their penalty area," he said.

PSMS optimis jamu Johor FC

PALEMBANG - Pelatih PSMS Medan, Liestiadi, mengatakan timnya optimis meraih kemenangan saat menjamu Johor FC pada babak penyisihan Grup F AFC Cup di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa.

"Walaupun jadwal pertandingan yang diikuti kesebelasan ini sangat padat, tetapi kami bertekad meraih poin di laga melawan Johor FC," katanya di Palembang, Senin.

Menurut Liestiadi, anak-anak Ayam Kinantan tersebut kini dalam kondisi baik. "Apalagi pada laga AFC kedua ini, mereka bertanding sebagai tuan rumah sehingga target tersebut diharapkan terpenuhi," tambahnya.

Dikatakan pada pertandingan nanti, pihaknya akan menurunkan pemain inti plus tiga pemain asing. Selain itu, kapten Elie Aiboy diharapkan bisa bermain optimal agar mampu membawa PSMS meraih angka.

"Mau di mana saja, kita siap. Palembang kan tetap Indonesia, kita pasti memiliki pendukung," sambung Liestidi tersenyum.

Menghadapi Johor FC, PSMS akan langsung menyerang dengan segarnya kembali Leonardo Martins Zada dan Mario Costas. Elie pun merasa optimis dengan kemenangan.

"Sebagai pemain yang sudah merasakan atmosfer sepakbola di Malaysia, saya optimis. Tidak ada yang perlu ditakuti, peluang sama. Yang penting di lapangan," kata Elie singkat.

Di kubu tim tamu, pelatih Ramlan Rasyid mengatakan, sudah mempelajari permainan PSMS yang tidak jauh berbeda dari segi teknis dan gaya tim asuhannya. "Jika diberi kesempatan menyerang, mereka akan mengoptimalkan dan bertahan ketika tertekan," tegasnya.

Tetapi dia mengakui, kalau permainan PSMS Medan lebih berbobot dibanding apalagi dengan hadirnya Elie Aiboy yang pernah merumput di Johor. Secara realistis dan obyektif, Ramlan mengakui keunggulan PSMS.

"Kita datang kemari tidak mau kalah. Soal kualitas, tidak jauh berbeda. Iklim sepakbola di Indonesia dan Malaysia juga sama. Begitu juga dengan kondisi alamnya, kita juga lagi musim hujan," sambungnya tersenyum.

Monday, March 16, 2009

Preview PSMS Medan vs Johor FC

Pasukan Lebah Tanpa Pemain Asing
Johor FC masih buta kekuatan calon lawannya di pertandingan kedua babak penyisihan Grup F AFC Cup 2009, PSMS Medan. Keduanya akan bertemu di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 17 Maret 2009.

Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid, kepada situs The Star, Senin 16 Maret 2009, mengaku belum pernah melihat penampilan PSMS. Selama ini informasi mengenai pemain dan gaya bertanding Ayam Kinantan hanya didapat dari beberapa rekannya sesama pelatih.

"Saya belum pernah menyaksikan PSMS tampil. Menurut teman-teman saya, PSMS punya pemain asing yang bagus. Karena itu kami harus mewaspadainya," kata Ramlan.

Johor FC sudah berada di Palembang, sejak Minggu, 15 Maret 2009. Bertandang ke Indonesia, Ramlan membawa 18 pemain. Bedanya, tim berjuluk Pasukan Lebah ini tidak memiliki pemain asing seperti PSMS.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) telah mencabut izin bagi pemain asing untuk merumput di Liga Malaysia. Karena itu seluruh tim yang tampil di Liga Malaysia sudah tidak memiliki satu pemain asing pun.

Meski tampil tanpa pemain asing, Johor FC tetap percaya diri. Untuk menghadapi Ayam Kinantan, Ramlan akan bertumpu pada pemain-pemain berpengalaman seperti Eddy Helmi, Madzalan Emoi dan skipper Wan Rohaimi Ismail.

Mereka akan menjadi motor bagi pemain-pemain muda yang lain. "Saya percaya pemain-pemain muda kami mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Satu poin adalah sebuah hasil yang bagus. Sedangkan kemenangan bagi kami adalah sebuah bonus," tandas Ramlan

Piala AFC Johor Buta Kekuatan Ayam Kinantan

Hasil seri tanpa gol yang raih Johor FC saat menjamu VB Sports (Maladewa) pekan lalu mengharuskan tim asal Malaysia ini berusaha mengambil poin di Palembang, kala menghadapi PSMS Medan pada AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya besok pukul 19.00 WIB.

Tanpa keraguan, tim yang masih tercecer di peringkat 11 Superliga Malaysia ini menyatakan bahwa mereka tidak ingin pulang ke negaranya dengan hasil buruk. Pelatih Johor Ramlan Rasyid mengatakan, mereka sudah mengalami kerugian saat menghadapi VB Sport di kandangnya.

“Karena hasil tersebut, kami berusaha akan membayarnya di sini (Palembang),” kata Ramlan saat baru tiba di Hotel Jayakarta, kemarin sore. Menurut Ramlan, selama masa satu pekan setelah menghadapi VB Sports, pihaknya tidak mempersiapkan tim secara khusus. Hanya, dia terus mencari cara bagaimana membuat gol di kandang lawan.

“Ketika menghadapi VB Sports, pemain masih kurang finishing touch. Akibatnya, selama 90 menit kami main tanpa gol. Jadi, persiapan kami hanya mengoptimalkan finishing touchdan berharap usaha ini sukses pada pertandingan melawan PSMS nanti,” sambungnya.

Hanya, mengaplikasikan strategi yang diramunya untuk memaksimalkan finishing touch tersebut, Ramlan masih menemui kendala. Karena, dia belum mengetahui sama sekali peta kekuatan tim Ayam Kinantan, julukan PSMS. “Yang kami tahu, mereka memiliki lima pemain asing dan seperti tim asal Indonesia lainnya, mereka memiliki teknik bagus dan bermain keras. Saya memang pernah menyaksikan PSMS main di Surabaya dua musim lalu. Tapi, kekuatan mereka pasti berbeda,” tutur Ramlan. Namun, Ramlan memastikan ada satu pemain PSMS yang dinilai akan membuat repot pertahanan Johor FC, yakni Ellie Eboy.

“Kami tahu dia (Ellie) karena pernah main di Liga Malaysia. Dia juga tipe pemain yang selalu bergerak dari pinggir lapangan dengan umpan-umpan yang bagus sehingga kami mutlak mewaspadainya,” ucapnya. Ramlan menguraikan, 18 pemain yang dibawanya ke Palembang tidak ada sama sekali pemain dari luar negeri.

Karena, dia ingin mengandalkan tenaga-tenaga dari semua pemain lokal yang ada. “Kami (Malaysia) tidak membenarkan memakai pemain luar negeri dalam tim. Jadi, jelas semua pemain yang saya andalkan dari lokal,” pungkasnya

Johor Baru Khawatirkan Kandang PSMS

Dua tim yang akan beraga di ajang AFC cup telah merapat ke Palembang. Johor FC tiba lebih awal sekitar pukul 14.15 wib dan
disusul oleh tim PSMS medan yang mendarat pukul 19.30 wib.

Maklum PSMS akan menjamu Johor FC di ajang AFC yang diikutinya akan menggunakan stadion Jaka Baring, Palembang pada 17 Maret 2009.

Johor FC datang dengan armada 18 pemain sepertinya tak main-main untuk melakoni laga kedua mereka di AFC cup ini. Langsung menggelar Latihan pada sore 16 Maret untuk beradptasi dan
mempersipakan pola permainan

Menurut Ramlan Rashidi Coach Johor FC, ke-18 pemain tersebut tidak ada satu pun pemain asing. Karena menurutnya, tim yang ada di Malasyia tidak ada yang memakai pemain asing.

“Meskipun regulasi AFC membolehkan pemain asing dengan
tiga orang, tapi, negara kami tidak membolehkan ada pemain asing,” ungkapnya pada wartawan GOsport.

Lebih lanjut Ramlan menjelaskan, di Malasyia ingin memaksimalkan
para pemain lokalnya. Baik itu di pentas nasional maupun Asia.

Mengenai kekuatan PSMS sendiri, Ramlan mengatakan cukup tahu meskipun tidak mengenal lebih jauh.

“Sedikit-sedikit tahulah. Waktu tahun kemarin, saya pernah melihat
permainan PSMS. Mereka bermain tidak begitu jelek. Intinya kita tetap mewaspadai para pemain mereka. Yang jelas, dulu dengan
sekarang sudah berbeda,” paparnya.

“Tak ada persiapan yang khusus semua berjalan dengan biasa
Kami hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan
karena PSMS juga akan melakukan yang sama dan bisa lebuh baik lagi karena meraka bermain di rumahnya” ujar Ramlan.

Jelang laga besok malam, Johor FC punya modal lebih
baik ketimbang PSMS berhasil menahan imbang tim VB asal
maladewa.

Dan PSMS harus rela mengakui keperkasaan South China denghan skor 3-0. Tapi PSMS akan di untungkan bermain di home Jaka Baring
yang nota bene adalah kandang mereka dan itu jadi motivasi
tersendiri.

Optimisme tinggi di harapkan bisa memenangkan laga home PSMS yang pertama ini.

"Laga perdana kita sudah lepas sekarang satnya kami harus mengotimlakan laga home di Jaka Baring.Kami sudah siap dan hanya butuh bantuan supporter disini untuk menambah motiasi kami saat bertandingnanti" ujar Listiadi, pelatih kepala PSMS

Persiapan unutk menggelar pertandingan AFC cup di Jaka
Baring pun telah di lakukan pihak panitia.

“Semua tak ada masalah yang rumit karena sama seperti
gelaran LCA kemarin. Jaka baring sudah siap menggelar AFC
cup ini. Semua kesiapan Jaka Baring sudah di check ulang AFC dan kami kira tak ada permasalahan berarti lagi Panpel di sisni sudah berkonsolidasi dengan panpel PSMS dan kita tinggal
menunggu pertandingan saja” ujar Azwan karim yang kembali meninjau sebagai bidang kompetisi BLI


PSMS sendiri paling tidak harus menyiapakan dan sekitar 250 juta unutk penyelenggaraan laga homenya di jaka baring.
Dana tersebut tidak lain untuk biaya penyewaa Stadion, penerangan

Lampu yang dalam satu kali pertandingan menyedot dana hampir 20 juta.dana pihak keamanan, Media center, panitia dan
cetak tiket.

“Kita telah menyepakati dan mengatur semua menyangkut
tentang operasional pertandingan. Dan semua pengeluaran itu
mudah-mudahan akan tertutpi dengan alokasi tiket yang kami rencanakan dengan mencetak tiket sebesar 10.000 tiket.” Jelas wahab ketua panpel PSMS.

Pihak SFC pun tak ada permasalahan yang berarti mengenai
PSMS harus menggunakan ajaka baring. Karena disaat yang
bersamaan SFC memang tidak menggunakan Jaka Baring karena harus melwat ke Shandong Luneng untuk laga away LCA.

Juga panpel SFC menganggap seperti melaksanakan pertandingan SFC saja.

”Tak ada masalah yang berate semua sudah sesuai sepertu yang di rencanakan. Kita seperti menggelar acara pernikahkan saudara di rumah kita sendiri. Lagipula PSMS membawa nama bangsa ini unutk bertanding di AFC cup ini” kata Rizal Abdullah ketua Panpel petandingan di Jaka baring.

Meski Takluk 0-2 di Bantul PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia

PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia
Meski mendulang kemenangan 2-0 atas, PSMS Medan, Persiba Bantul gagal meraih tiket delapan besar Copa Dji Sam Soe. PSMS yang lolos karena menang dalam agregat jumlah gol yakni 5-3. Dalam laga sebelumnya, PSMS memukul telak Persiba 5-1.

Persiba harus menang minimal empat gol tanpa balas untuk lolos. Tim ayam kinantan yang turun dengan pemain lapis kedua, Sabtu (14/3) di Stadion Sultan Agung, Bantul, hanya bertahan dan sesekali melancark an serangan bali.

Persiba menuai gol pertama menit ke-25 melalui sontekan Feri Setyawan. Ardi Suyanto menggandakan gol Persiba di menit ke-50.

Pelatih Persiba Nandar Iskandar, usai pertandingan, mengatakan, anak-anak besutannya sebenarnya punya enam peluang untuk menggetarkan jala gawang lawan. "Tapi ya hanya dua gol tercipta. Anak-anak main bagus, tapi kurang beruntung," ujarnya.

Sementara Pelatih PSMS Liestiadi mengatakan, sebelum laga ia menginstruksikan pemain untuk banyak bertahan dan sesekali melakukan serangan balik. PSMS sengaja menyimpan tenaga karena 17 Maret akan berlaga di Asian Footbal Champion (AFC).

Liestiadi dan Nandar kecewa terhadap kepemimpinan wasit Daryanto. Sebagai wasit yang sudah bersertifikat FIFA, mestinya lebih tegas. "Kami mencatat 2-3 pelanggaran terhadap pemain kami yang mestinya berbuah kartu. Namun sebenarnya kami menyorot wasit bukan demi tim, tapi keselamatan pemain," ucapnya.

PSMS bidik empat besar

JAKARTA - Usai keberhasilan menembus perempatfinal Copa Indonesia pasca keungullan agregat 5-3 atas Persiba Bantul, PSMS Medan kini membidik semifinal.

"Kami belum tahu siapa lawan berikutnya karena masih menunggu hasil drawing. Meski demikian, kami siap menghadapi tim mana pun karena target kami menyamai prestasi musim lalu saat mencapai semifinal," kata pelatih PSMS Liestiadi, Minggu.

PSMS termasuk tim paling konsisten karena selalu menembus babak empat besar di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Karena itu, Liestiadi berharap prestasi tersebut bisa dipertahankan.

"Kami optimistis mampu mencapai target itu. Pasalnya, PSMS tinggal selangkah lagi," lanjutnya.

"Saya senang bisa membantu PSMS lolos ke babak delapan besar. Saya tahu PSMS selalu sukses dengan mencapai semifinal di Copa dan kini saya ingin melakukannya. Kalau bisa, membawa PSMS juara," kata kiper PSMS, Galih Sudharyono yang siap bersaing dengan Markus Horison menjadi kiper utama PSMS.

Keltjes Merapat
Sementara itu, manajer Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya yang diterima Waspada

Pelatih yang proyeksikan sebagai pengganti Liestiadi tersebut bakal dipercaya memoles persiapan Elie Aiboy cs melakoni laga tandang di AFC Cup 2009 menjamu Johor FC di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, 17 Maret mendatang.

Seperti diketahui, Sihar mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang diraih para pemainnya dalam beberapa laga terakhir di ajang Liga Super. Sementara ini posisi Ayam Kinantan tidak beranjak dari papan bawah klasemen.
(ard)

menyebutkan, calon pelatih baru PSMS Rudy William Keltes Senin (16/3) ini sudah bergabung dengan tim di Palembang.