Thursday, March 19, 2009

Terlanjur Libur, Laga Menanti

Pasca menang 3-1 atas Johor FC dalam babak penyisihan Grup F Piala AFC Selasa lalu (17/3) skuad PSMS Medan membubarkan barisan. Sebagian pemain asal Medan pulang kampung, yang lainnya pun pulang ke pelukan keluarga masing-masing. Parahnya, keputusan membubarkan skuad tersebut, berdekatan dengan jadwal PSMS selanjutnya di Djarum Indonesian Super League (DISL).

Memang jadwal ISL kembali molor. Kampanye damai sejumlah calon legislatif dituding jadi penyebab utama mundurnya sejumlah jadwal DISL. Menurut jadwal PSMS akan kembali merumput pada 22 Maret mendatang melawan Deltras Sidoarjo dan akan disusul tiga hari kemudian melawan Arema Malang. Kedua partai tersebut diinstruksikan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) untuk digelar di Stadion Jakabaring Palembang.

Keputusan untuk membubarkan skuad, sebenarnya lebih karena sedikit salah set. Manajemen terlanjur membeli tiket untuk pulang masing-masing. Sebab PSMS yakin kalau pertandingan selanjutnya di DISL bakal kembali molor. Sialnya, BLI lantas menyurati manajemen lewat faksimil yang isinya kurang lebih menjelaskan bahwa jadwal PSMS kemungkinan tetap dilaksanakan, tapi di Stadion Jakabaring bukan Siliwangi markas sementara PSMS.

Nah, untuk mengantisipasi agar segala sesuatunya tidak menjadi lebih buruk, Liestiadi, pelatih kepala PSMS menginstruksikan kepada seluruh pemain PSMS yang katanya profesional tersebut agar siap sedia jika dipanggil berkumpul untuk menggelar latihan. ''Pemain kita sudah profesional semua. Jadi cukup memberitahukan saja agar semasa libur mereka menjaga kondisi, diet. Dan, bila dipanggil kumpul sewaktu-waktu mereka harus segera hadir,'' kata Liestiadi

Wednesday, March 18, 2009

PSMS Jinakkan Pasukan Lebah


PSMS Medan akhirnya berhasil merebut kemenangan perdana di AFC Cup 2009. Menjamu tim asal Malaysia, Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa, 17 Maret 2009, Ayam Kinantan unggul 3-1.

Pada lanjutan babak penyisihan grup F ini, PSMS tertinggal lebih dulu lewat gol pemain Johor FC, Mohd Azuwad menit ke-21. Namun di babak kedua, PSMS berhasil membalas tiga gol lewat kaki Ellie Aiboy (53'), Leonardo Zada (54'), dan gol bunuh diri pemain bertahan Pasukan Lebah-julukan Johor FC-, Madzlan Bin Emoi menit ke-66.

Berkat kemenangan ini, PSMS berhasil merangkak dari posisi paling buncit ke posisi runner up klasemen sementara grup F. Dari 2 kali penampilan Ayam Kinantan telah mengoleksi 3 poin. Di pertandingan pertama PSMS kalah di tangan tim asal Hongkong South FC 0-3.

Di babak pertama, PSMS sebenarnya cukup mendominasi serangan. Bahkan Ellie Aiboy cs beberapa kali mengancam gawang Johor FC yang dijaga oleh Mohamad Anis.

Salah satunya terjadi di awal babak pertama. Ellie yang mendapat umpan dari tengah lapangan berhasil masuk hingga ke kotak penalti tim tamu.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, mantan pemain Selangor FC itu melancarkan tendangan ke sisi kanan gawang Johor FC. Sayang, tendangan Ellie telalu lemah sehingga mampu dipatahkan oleh Anis.

Keasyikan menyerang PSMS justru lupa bertahan. Berawal dari serangan balik, Johor FC berhasil membobol gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono di menit ke-21 lewat tandukan Mohd Azuwad.

Ketinggalan 0-1 PSMS mencoba meningkatkan lagi serangannya. Hasilnya, Ayam Kinantan berhasil mendapat satu peluang emas lewat kaki Rahmat Affandi di penghujung babak I. Sayang tendangannya dari dalam kotak penalti masih melebar di sisi kiri gawang Johor FC. Hingga babak I selesai, skor tak berubah 0-1 bagi tim tamu.

Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS menunjukkan sedikit perubahan. Serangan-serangan yang dibangun oleh pasukan Liestiadi Lo itu semakin bervariasi.

Strategi ini terbukti ampuh. Buktinya, di menit ke-54, Ellie berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Berawal dari serangan balik, Ellie mampu mengecoh kiper Johor FC lewat sontekan terukur.

Gol Ellie memantik semangat Ayam Kinantan. Semenit kemudian, giliran Leonardo Zada yang menyumbang gol bagi PSMS. Sayang gol ini berbau offside.

Unggul 2-1 tak membuat gempuran PSMS mengendur. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh barisan penyerang PSMS. Hasilnya, Ellie berhasil memaksa pemain belakang Johor FC, Madzlan Bin Emoi melakukan gol bunuh diri di menit ke-66.

Berniat untuk menghalau bola, Madzlan justru membelokkan tendangan Ellie ke arah gawangnya sendiri. Akibatnya, Anis yang mati langkah tak sanggup mengantisipasinya.

Skor kembali berubah menjadi 3-1 bagi PSMS. Di sisa babak kedua, PSMS masih memiliki sederet peluang emas. Sayang, tak satupun yang berbuah gol. Hingga babak kedua berakhir, skor tidak berubah 3-1 untuk tuan rumah.

Susunan Pemain
PSMS Medan (4-3-3)
Galih Sudharyono (g), Fadly Hariri, Aun Carbiny/Reswandi, Edi Sukamto, Rachmat Afandi/Agus Supriyanto, Rachma Dhany, Esteban Gullien, Leonardo Zada,Mario Costas, Octavianus Mainani/Mitchell Leonardo, Ellie Aiboy (c)
Pelatih : Liestiadi Lo

Johor FC (4-4-2)
Mohd Anis (g), Mohd Hamzani, Mohd Azuwad/Mohd Hafiz, Madzlan Bin Emoi, Wan Rohaimi/See Kok Luen, Mohd Azizan, Mohd Nurul, Mohd Riduan (kk), Sivakumar (kk)/Zulindra, Eddy Helmi
Pelatih : Ramlan Bin Rashid

Menang tapi permainan masih gampang di baca lawan

PSMS Medan akhirnya berhasil merebut kemenangan perdana di AFC Cup 2009. Menjamu Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa, 17 Maret 2009, Ayam Kinantan unggul 3-1.

Pada lanjutan babak penyisihan grup F ini, PSMS tertinggal lebih dulu lewat gol pemain Johor FC, Mohd Azuwad menit ke-21. Namun di babak kedua, PSMS berhasil membalas tiga gol lewat kaki Ellie Aiboy (53'), Leonardo Zada (54'), dan gol bunuh diri pemain bertahan Pasukan Lebah-julukan Johor FC- menit ke-66.

Berkat kemenangan ini, PSMS berhasil merangkak dari pois paling buncit ke posisi runner up klasemen sementara grup F. Dari 2 kali penampilan Ayam Kinantan telah mengoleksi 3 poin. Di pertandingan pertama PSMS kalah di tangan tim asal Hongkong South FC 0-3.

Di babak pertama, PSMS sebenarnya cukup mendominasi serangan. Bahkan Ellie Aiboy cs beberapa kali mengancam gawang Johor FC yang dijaga oleh Mohamad Anis.

Salah satunya terjadi di awal babak pertama. Ellie yang mendapat umpan dari tengah lapangan berhasil masuk hingga ke kotak penalti Pasukan Lebah-julukan Johor FC.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, mantan pemain Selangor FC itu melancarkan tendangan ke sisi kanan gawang Johor FC. Sayang, tendangan Ellie telalu lemah sehingga mampu dipatahkan oleh Anis.

Keasyikan menyerang PSMS justru lupa bertahan. Berawal dari serangan balik, Johor FC berhasil membobol gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono di menit ke-21 lewat tandukan Mohd Azuwad.

Ketinggalan 0-1 PSMS mencoba meningkatkan lagi serangannya. Hasilnya, Ayam Kinantan berhasil mendapat satu peluang emas lewat kaki Rahmat Affandi di penghujung babak I. Sayang tendangannya dari dalam kotak penalti masih melebar di sisi kiri gawang Johor FC. Hingga babak I selesai, skor tak berubah 0-1 bagi tim tamu.

Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS menunjukkan sedikit perubahan. Serangan-serangan yang dibangun oleh pasukan Liestiadi Lo itu semakin bervariasi.

Strategi ini terbukti ampuh. Buktinya, di menit ke-54, Ellie berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Berawal dari serangan balik, Ellie mampu mengecoh kiper Johor FC lewat sontekan terukur.

Gol Ellie memantik semangat Ayam Kinantan. Semenit kemudian, giliran Leonardo Zada yang menyumbang gol bagi PSMS. Sayang gol ini berbau offside.

Unggul 2-1 tak membuat gempuran PSMS mengendur. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh barisan penyerang PSMS. Hasilnya, Ellie Aiboy berhasil memaksa pemain belakang Johor untuk melakukan gol bunuh diri di menit ke-66.

Berniat untuk menghalau bola, pemain tersebut justru membelokkan tendangan Ellie ke arah gawangnya sendiri. Akibatnya, Anis yang mati langkah tak sanggup mengantisipasinya.

Skor kembali berubah menjadi 3-1 bagi PSMS. Di sisa babak kedua, PSMS masih memiliki sederet peluang emas. Sayang, tak satupun yang berbuah gol. Hingga babak kedua berakhir, skor tidak berubah 3-1 untuk tuan rumah

AFC Cup 2009 Sukses Perdana PSMS di Pentas Internasional


PSMS Medan sukses menaklukkan Johor FC 3-1 pada babak penyisihan Grup F AFC Cup 2009, Selasa 17 Maret 2009. Pelatih PSMS, Liestiadi Lo, berharap kemenangan lawan Johor FC menjadi awal kebangkitan PSMS di pentas AFC Cup 2009.

Penampilan PSMS di pentas Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak menunjukkan perbaikan. Di putaran 2, Ayam Kinantan tak mampu berbuat banyak.

Hasil jeblok juga sempat dirasakan PSMS saat menapaki debutnya di AFC 2009. Berhadapan dengan South China, Ellie Aiboy keok 0-3.

Kekalahan sebenarnya nyaris menemani langkah PSMS saat menjamu Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang. Di babak pertama, Ayam Kinantan sempat tertinggal 0-1 lewat gol yang dicetak oleh pemain tim tamu, Mohammad Azuwad, pada menit ke-21.

Beruntung, di babak kedua PSMS berhasil membalikkan keadaaan dengan mencetak tiga gol. Gol pertama PSMS dicetak oleh Ellie Aiboy menit ke-53. Leonardo Zada merubah skor menjadi 2-1 lewat gol yang dicetaknya satu menit kemudian. Sedangkan gol ketiga PSMS disumbangkan lewat bunuh diri pemain belakang Johor FC, Madzlan Bin Emoi, menit ke-66.

”Kami sangat senang dengan kemenangan perdana kami di pentas intenasional, sore ini. Kemenangan ini akan menjadi pendorong semangat bagi kami untuk tampil lebih baik di kemudian hari,” kata Liestiadi seperti dilansir situs AFC, Rabu, 15 Maret 2009.

Menurut Liestiadi, sebelum pertandingan dirinya sempat membakar semangat pemain-pemainnya. Liestiadi menekankan bahwa PSMS merupakan tim bagus dan punya pemain-pemain yang berkualitas.

”Saya juga mengatakan kepada pemain agar tampil menyerang sejak awal pertandingan,” kata Liestiadi.

Sementara itu, pelatih Johor FC, Ramlan Rashid, menilai penampilan PSMS cukup baik. Dia juga memuji penampilan Ellie Aiboy yang sangat merepotkan barisan pertahanan mereka.

”Saya sudah menduga kalau Ellie memberikan kami masalah. Karena itu saya sudah berpesan agar anak-anak menjaganya. Sayangnya, dia (Ellie) cukup sulit untuk dijaga,” kata Ramlan.

Tak hanya itu, Ramlan juga menilai PSMS juga semakin kuat dengan hadirnya tiga pemain asing. Berbeda dengan timnya yang tidak punya pemain asing.

”Kami juga tidak bisa mengimbangi kecepatan sayap-sayap PSMS. Mereka cukup lihai dalam melancarkan serangan ke tim kami,” tandas Ramlan.

Saat ini, South China menjadi pimpinan sementara Grup F. Di belakangnya bercokol PSMS Medan. Sedangkan posisi 3 dan 4 dihuni oleh Johor FC dan V.B.

Tuesday, March 17, 2009

PSMS v Johor FC Yang Penting Bisa Menang


PSMS Medan kembali merumput di ajang AFC Cup. Kali ini Ayam Kinantan -julukan PSMS- bakal bertindak sebagai tuan rumah. PSMS akan menjamu wakil Malaysia Johor FC di Gelora Sriwijaya, Palembang, malam ini (tayangan langsung TPI pukul 18.30 WIB).

Kemenangan menjadi harga mati yang dipatok PSMS. "Hanya kemenangan yang bisa membuat peluang ke babak berikutnya tetap terjaga. Jadi, berapa pun skornya, yang penting kami harus menang," tegas Liestiadi, pelatih PSMS, kepada Jawa Pos kemarin (16/3).

Cuma kemenangan memang yang bisa menjaga peluang PSMS maju ke fase berikutnya. Sebab, pada laga perdana pekan lalu, mereka takluk 0-3 dari South China (Hongkong). Kekalahan itu membuat Ellie Aiboy dkk menempati posisi juru kunci klasemen sementara grup F.

Kans PSMS untuk memenangi pertandingan malam ini cukup terbuka. Selain PSMS tampil di negeri sendiri, kekuatan Johor FC juga tidak terlalu menakutkan. Buktinya, di laga perdana, mereka hanya mampu bermain 0-0 melawan VB Sport (Maladewa) di Malaysia. Johor juga tidak diperkuat pemain asing.

Di sisi lain, PSMS justru bisa memaksimalkan amunisi asingnya. Kans PSMS semakin besar lantaran hampir seluruh pilarnya dalam kondisi fit.

Group F preview: Liestiadi looks for AFC Cup lift


PSMS Medan coach Liestiadi Lo is confident his side can bounce back from their opening AFC Cup game defeat last week with a victory against Malaysian side Johor FC at Jaka Baring Stadium on Tuesday.

The Indonesians opened their Group F campaign with a comprehensive 3-0 defeat at South China of Hong Kong.

Their fortunes in the Indonesian Super League have also been disappointing with Medan languishing at the bottom of the table.

But Liestiadi is not looking at past form and believes his side are capable of securing a result against Johor.

“It is the first time we have participated in a continental competition but we are confident that we can measure up to any opponents,” he said.

“The match against South China in Hong Kong was our toughest match in this group and we have now put it behind us for better results ahead.”

Liestiadi’s concerns, however, have been worsened by a number of injuries to his squad with Markus Horison, Asi Akbar and Andhika Yudistira all injured.

Meanwhile, Johor coach Ramlan Rashid insists his side will take a cautious approach to the game as he fears a possible backlash from Medan as a result of their opening game defeat.

The Malaysian side battled for a goalless draw at home to VB of the Maldives last week and Ramlan believes another point in Indonesia will be a good result.

“They (Medan) will definitely be out to make up for a disappointing start,” he said.

“If we get a draw, I will consider getting an away point a good result. A win will be a bonus and a further boost to the confidence of the team.”

In the other game in the group, South China will be keen to maintain their impressive start with another win at VB.

After a disappointing AFC Cup campaign last year in which they managed just a solitary win, the Hong Kong side were impressive in their opening game this year against Medan.

But coach Kim Pan-gon believes the game in the Maldives will prove a different challenge for his players.

“Their environment is different to Hong Kong so we need to keep the players well rested,” he said.

“We will watch a video of our last game and decide tactically the best way to prepare for this game.”

VB club manager Ibrahim Rasheed has called for his players to improve their form in the final third after wasting numerous opportunities against Johor last week.

“We had around 10 opportunities to score a goal and Dhagey (Ali Ashfaag) was brought down twice inside their penalty area," he said.

PSMS optimis jamu Johor FC

PALEMBANG - Pelatih PSMS Medan, Liestiadi, mengatakan timnya optimis meraih kemenangan saat menjamu Johor FC pada babak penyisihan Grup F AFC Cup di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa.

"Walaupun jadwal pertandingan yang diikuti kesebelasan ini sangat padat, tetapi kami bertekad meraih poin di laga melawan Johor FC," katanya di Palembang, Senin.

Menurut Liestiadi, anak-anak Ayam Kinantan tersebut kini dalam kondisi baik. "Apalagi pada laga AFC kedua ini, mereka bertanding sebagai tuan rumah sehingga target tersebut diharapkan terpenuhi," tambahnya.

Dikatakan pada pertandingan nanti, pihaknya akan menurunkan pemain inti plus tiga pemain asing. Selain itu, kapten Elie Aiboy diharapkan bisa bermain optimal agar mampu membawa PSMS meraih angka.

"Mau di mana saja, kita siap. Palembang kan tetap Indonesia, kita pasti memiliki pendukung," sambung Liestidi tersenyum.

Menghadapi Johor FC, PSMS akan langsung menyerang dengan segarnya kembali Leonardo Martins Zada dan Mario Costas. Elie pun merasa optimis dengan kemenangan.

"Sebagai pemain yang sudah merasakan atmosfer sepakbola di Malaysia, saya optimis. Tidak ada yang perlu ditakuti, peluang sama. Yang penting di lapangan," kata Elie singkat.

Di kubu tim tamu, pelatih Ramlan Rasyid mengatakan, sudah mempelajari permainan PSMS yang tidak jauh berbeda dari segi teknis dan gaya tim asuhannya. "Jika diberi kesempatan menyerang, mereka akan mengoptimalkan dan bertahan ketika tertekan," tegasnya.

Tetapi dia mengakui, kalau permainan PSMS Medan lebih berbobot dibanding apalagi dengan hadirnya Elie Aiboy yang pernah merumput di Johor. Secara realistis dan obyektif, Ramlan mengakui keunggulan PSMS.

"Kita datang kemari tidak mau kalah. Soal kualitas, tidak jauh berbeda. Iklim sepakbola di Indonesia dan Malaysia juga sama. Begitu juga dengan kondisi alamnya, kita juga lagi musim hujan," sambungnya tersenyum.

Monday, March 16, 2009

Preview PSMS Medan vs Johor FC

Pasukan Lebah Tanpa Pemain Asing
Johor FC masih buta kekuatan calon lawannya di pertandingan kedua babak penyisihan Grup F AFC Cup 2009, PSMS Medan. Keduanya akan bertemu di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 17 Maret 2009.

Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid, kepada situs The Star, Senin 16 Maret 2009, mengaku belum pernah melihat penampilan PSMS. Selama ini informasi mengenai pemain dan gaya bertanding Ayam Kinantan hanya didapat dari beberapa rekannya sesama pelatih.

"Saya belum pernah menyaksikan PSMS tampil. Menurut teman-teman saya, PSMS punya pemain asing yang bagus. Karena itu kami harus mewaspadainya," kata Ramlan.

Johor FC sudah berada di Palembang, sejak Minggu, 15 Maret 2009. Bertandang ke Indonesia, Ramlan membawa 18 pemain. Bedanya, tim berjuluk Pasukan Lebah ini tidak memiliki pemain asing seperti PSMS.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) telah mencabut izin bagi pemain asing untuk merumput di Liga Malaysia. Karena itu seluruh tim yang tampil di Liga Malaysia sudah tidak memiliki satu pemain asing pun.

Meski tampil tanpa pemain asing, Johor FC tetap percaya diri. Untuk menghadapi Ayam Kinantan, Ramlan akan bertumpu pada pemain-pemain berpengalaman seperti Eddy Helmi, Madzalan Emoi dan skipper Wan Rohaimi Ismail.

Mereka akan menjadi motor bagi pemain-pemain muda yang lain. "Saya percaya pemain-pemain muda kami mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Satu poin adalah sebuah hasil yang bagus. Sedangkan kemenangan bagi kami adalah sebuah bonus," tandas Ramlan

Piala AFC Johor Buta Kekuatan Ayam Kinantan

Hasil seri tanpa gol yang raih Johor FC saat menjamu VB Sports (Maladewa) pekan lalu mengharuskan tim asal Malaysia ini berusaha mengambil poin di Palembang, kala menghadapi PSMS Medan pada AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya besok pukul 19.00 WIB.

Tanpa keraguan, tim yang masih tercecer di peringkat 11 Superliga Malaysia ini menyatakan bahwa mereka tidak ingin pulang ke negaranya dengan hasil buruk. Pelatih Johor Ramlan Rasyid mengatakan, mereka sudah mengalami kerugian saat menghadapi VB Sport di kandangnya.

“Karena hasil tersebut, kami berusaha akan membayarnya di sini (Palembang),” kata Ramlan saat baru tiba di Hotel Jayakarta, kemarin sore. Menurut Ramlan, selama masa satu pekan setelah menghadapi VB Sports, pihaknya tidak mempersiapkan tim secara khusus. Hanya, dia terus mencari cara bagaimana membuat gol di kandang lawan.

“Ketika menghadapi VB Sports, pemain masih kurang finishing touch. Akibatnya, selama 90 menit kami main tanpa gol. Jadi, persiapan kami hanya mengoptimalkan finishing touchdan berharap usaha ini sukses pada pertandingan melawan PSMS nanti,” sambungnya.

Hanya, mengaplikasikan strategi yang diramunya untuk memaksimalkan finishing touch tersebut, Ramlan masih menemui kendala. Karena, dia belum mengetahui sama sekali peta kekuatan tim Ayam Kinantan, julukan PSMS. “Yang kami tahu, mereka memiliki lima pemain asing dan seperti tim asal Indonesia lainnya, mereka memiliki teknik bagus dan bermain keras. Saya memang pernah menyaksikan PSMS main di Surabaya dua musim lalu. Tapi, kekuatan mereka pasti berbeda,” tutur Ramlan. Namun, Ramlan memastikan ada satu pemain PSMS yang dinilai akan membuat repot pertahanan Johor FC, yakni Ellie Eboy.

“Kami tahu dia (Ellie) karena pernah main di Liga Malaysia. Dia juga tipe pemain yang selalu bergerak dari pinggir lapangan dengan umpan-umpan yang bagus sehingga kami mutlak mewaspadainya,” ucapnya. Ramlan menguraikan, 18 pemain yang dibawanya ke Palembang tidak ada sama sekali pemain dari luar negeri.

Karena, dia ingin mengandalkan tenaga-tenaga dari semua pemain lokal yang ada. “Kami (Malaysia) tidak membenarkan memakai pemain luar negeri dalam tim. Jadi, jelas semua pemain yang saya andalkan dari lokal,” pungkasnya

Johor Baru Khawatirkan Kandang PSMS

Dua tim yang akan beraga di ajang AFC cup telah merapat ke Palembang. Johor FC tiba lebih awal sekitar pukul 14.15 wib dan
disusul oleh tim PSMS medan yang mendarat pukul 19.30 wib.

Maklum PSMS akan menjamu Johor FC di ajang AFC yang diikutinya akan menggunakan stadion Jaka Baring, Palembang pada 17 Maret 2009.

Johor FC datang dengan armada 18 pemain sepertinya tak main-main untuk melakoni laga kedua mereka di AFC cup ini. Langsung menggelar Latihan pada sore 16 Maret untuk beradptasi dan
mempersipakan pola permainan

Menurut Ramlan Rashidi Coach Johor FC, ke-18 pemain tersebut tidak ada satu pun pemain asing. Karena menurutnya, tim yang ada di Malasyia tidak ada yang memakai pemain asing.

“Meskipun regulasi AFC membolehkan pemain asing dengan
tiga orang, tapi, negara kami tidak membolehkan ada pemain asing,” ungkapnya pada wartawan GOsport.

Lebih lanjut Ramlan menjelaskan, di Malasyia ingin memaksimalkan
para pemain lokalnya. Baik itu di pentas nasional maupun Asia.

Mengenai kekuatan PSMS sendiri, Ramlan mengatakan cukup tahu meskipun tidak mengenal lebih jauh.

“Sedikit-sedikit tahulah. Waktu tahun kemarin, saya pernah melihat
permainan PSMS. Mereka bermain tidak begitu jelek. Intinya kita tetap mewaspadai para pemain mereka. Yang jelas, dulu dengan
sekarang sudah berbeda,” paparnya.

“Tak ada persiapan yang khusus semua berjalan dengan biasa
Kami hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan
karena PSMS juga akan melakukan yang sama dan bisa lebuh baik lagi karena meraka bermain di rumahnya” ujar Ramlan.

Jelang laga besok malam, Johor FC punya modal lebih
baik ketimbang PSMS berhasil menahan imbang tim VB asal
maladewa.

Dan PSMS harus rela mengakui keperkasaan South China denghan skor 3-0. Tapi PSMS akan di untungkan bermain di home Jaka Baring
yang nota bene adalah kandang mereka dan itu jadi motivasi
tersendiri.

Optimisme tinggi di harapkan bisa memenangkan laga home PSMS yang pertama ini.

"Laga perdana kita sudah lepas sekarang satnya kami harus mengotimlakan laga home di Jaka Baring.Kami sudah siap dan hanya butuh bantuan supporter disini untuk menambah motiasi kami saat bertandingnanti" ujar Listiadi, pelatih kepala PSMS

Persiapan unutk menggelar pertandingan AFC cup di Jaka
Baring pun telah di lakukan pihak panitia.

“Semua tak ada masalah yang rumit karena sama seperti
gelaran LCA kemarin. Jaka baring sudah siap menggelar AFC
cup ini. Semua kesiapan Jaka Baring sudah di check ulang AFC dan kami kira tak ada permasalahan berarti lagi Panpel di sisni sudah berkonsolidasi dengan panpel PSMS dan kita tinggal
menunggu pertandingan saja” ujar Azwan karim yang kembali meninjau sebagai bidang kompetisi BLI


PSMS sendiri paling tidak harus menyiapakan dan sekitar 250 juta unutk penyelenggaraan laga homenya di jaka baring.
Dana tersebut tidak lain untuk biaya penyewaa Stadion, penerangan

Lampu yang dalam satu kali pertandingan menyedot dana hampir 20 juta.dana pihak keamanan, Media center, panitia dan
cetak tiket.

“Kita telah menyepakati dan mengatur semua menyangkut
tentang operasional pertandingan. Dan semua pengeluaran itu
mudah-mudahan akan tertutpi dengan alokasi tiket yang kami rencanakan dengan mencetak tiket sebesar 10.000 tiket.” Jelas wahab ketua panpel PSMS.

Pihak SFC pun tak ada permasalahan yang berarti mengenai
PSMS harus menggunakan ajaka baring. Karena disaat yang
bersamaan SFC memang tidak menggunakan Jaka Baring karena harus melwat ke Shandong Luneng untuk laga away LCA.

Juga panpel SFC menganggap seperti melaksanakan pertandingan SFC saja.

”Tak ada masalah yang berate semua sudah sesuai sepertu yang di rencanakan. Kita seperti menggelar acara pernikahkan saudara di rumah kita sendiri. Lagipula PSMS membawa nama bangsa ini unutk bertanding di AFC cup ini” kata Rizal Abdullah ketua Panpel petandingan di Jaka baring.

Meski Takluk 0-2 di Bantul PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia

PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia
Meski mendulang kemenangan 2-0 atas, PSMS Medan, Persiba Bantul gagal meraih tiket delapan besar Copa Dji Sam Soe. PSMS yang lolos karena menang dalam agregat jumlah gol yakni 5-3. Dalam laga sebelumnya, PSMS memukul telak Persiba 5-1.

Persiba harus menang minimal empat gol tanpa balas untuk lolos. Tim ayam kinantan yang turun dengan pemain lapis kedua, Sabtu (14/3) di Stadion Sultan Agung, Bantul, hanya bertahan dan sesekali melancark an serangan bali.

Persiba menuai gol pertama menit ke-25 melalui sontekan Feri Setyawan. Ardi Suyanto menggandakan gol Persiba di menit ke-50.

Pelatih Persiba Nandar Iskandar, usai pertandingan, mengatakan, anak-anak besutannya sebenarnya punya enam peluang untuk menggetarkan jala gawang lawan. "Tapi ya hanya dua gol tercipta. Anak-anak main bagus, tapi kurang beruntung," ujarnya.

Sementara Pelatih PSMS Liestiadi mengatakan, sebelum laga ia menginstruksikan pemain untuk banyak bertahan dan sesekali melakukan serangan balik. PSMS sengaja menyimpan tenaga karena 17 Maret akan berlaga di Asian Footbal Champion (AFC).

Liestiadi dan Nandar kecewa terhadap kepemimpinan wasit Daryanto. Sebagai wasit yang sudah bersertifikat FIFA, mestinya lebih tegas. "Kami mencatat 2-3 pelanggaran terhadap pemain kami yang mestinya berbuah kartu. Namun sebenarnya kami menyorot wasit bukan demi tim, tapi keselamatan pemain," ucapnya.

PSMS bidik empat besar

JAKARTA - Usai keberhasilan menembus perempatfinal Copa Indonesia pasca keungullan agregat 5-3 atas Persiba Bantul, PSMS Medan kini membidik semifinal.

"Kami belum tahu siapa lawan berikutnya karena masih menunggu hasil drawing. Meski demikian, kami siap menghadapi tim mana pun karena target kami menyamai prestasi musim lalu saat mencapai semifinal," kata pelatih PSMS Liestiadi, Minggu.

PSMS termasuk tim paling konsisten karena selalu menembus babak empat besar di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Karena itu, Liestiadi berharap prestasi tersebut bisa dipertahankan.

"Kami optimistis mampu mencapai target itu. Pasalnya, PSMS tinggal selangkah lagi," lanjutnya.

"Saya senang bisa membantu PSMS lolos ke babak delapan besar. Saya tahu PSMS selalu sukses dengan mencapai semifinal di Copa dan kini saya ingin melakukannya. Kalau bisa, membawa PSMS juara," kata kiper PSMS, Galih Sudharyono yang siap bersaing dengan Markus Horison menjadi kiper utama PSMS.

Keltjes Merapat
Sementara itu, manajer Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya yang diterima Waspada

Pelatih yang proyeksikan sebagai pengganti Liestiadi tersebut bakal dipercaya memoles persiapan Elie Aiboy cs melakoni laga tandang di AFC Cup 2009 menjamu Johor FC di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, 17 Maret mendatang.

Seperti diketahui, Sihar mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang diraih para pemainnya dalam beberapa laga terakhir di ajang Liga Super. Sementara ini posisi Ayam Kinantan tidak beranjak dari papan bawah klasemen.
(ard)

menyebutkan, calon pelatih baru PSMS Rudy William Keltes Senin (16/3) ini sudah bergabung dengan tim di Palembang.

Saturday, March 14, 2009

Persiba Bantul v PSMS Demi Menjaga Sebuah Tradisi

Lolos ke babak 8 besar buat PSMS Medan memiliki banyak makna. Selain demi mengembalikan reputasi dan obat pelipur lara, mencapai babak 8 besar Piala Indonesia juga membuka peluang menjaga tradisi Ayam Kinantan lolos ke semifinal.

Untuk misi tersebut sebenarnya tidak sulit. Tak perlu menang melawan Persiba Bantul di Stadio Sultan Agung sore ini. Cukup menahan seri, PSMS sudah berhak melenggang ke babak 8 besar.

“Kami tidak mau gegabah dengan second leg ini. Mereka (Persiba Bantul) wajib diwaspadai. Apalagi, mereka bermain di kandangnya sendiri. Mereka sudah pasti akan tampil ngotot. Kami tetap akan berusaha menjaga tradisi PSMS,” kata Listiadi, Pelatih PSMS, kemarin sore. Tapi, mengandalkan hasil seri tentu riskan, karena itu berisiko membuat Ayam Kinantan cenderung bertahan. Paling mungkin, PSMS harus tampil normal.

“Terlalu berbahaya kalau kami bertahan .Karena, kami akan mendapat tekanan terus. Dari babak pertama, kami akan bermain ofensif,” sebut Listiadi. Bertekad menyerang, Listiadi juga tak lupa menekankan pertahanan. “Pada menit-menit akhir kami sering melakukan kesalahan. Saya akan terus mengingatkan pemain untuk konsentrasi,” tambahnya. Pria asli Kota Medan ini juga mengungkapkan, sebagai pelatih, dia mengaku harus optimistis dalam setiap game.

“Semua pemain harus dipercayakan dalam setiap pertandingan. Pemain kami harus profesional dan siap diturunkan kapan saja,” kata Listiadi kemarin sore. Dia mengakui pertandingan melawan Persiba sangat penting. Apalagi, game yang menentukan langkah selanjutnya pada pergelaran di Piala Indonesia. “Yang terpenting, kami harus lolos demi menjaga tradisi PSMS sebelumnya,” tambahnya.

Di lain pihak, anak asuh Nandar Iskandar memang memikul beban berat pada laga ini jika mereka ingin melaju. Selain yang dihadapi adalah klub Liga Super, selisih gol besar jadi tanggungan tuan rumah. Namun, kondisi ini ternyata tidak menyurutkan ambisi skuad Laskar Sultan Agung.

Mereka tak tanggung-tanggung mengusung sasaran fantastis, Persiba menargetkan kemenangan 5-0 atas PSMS. Alasan target kemenangan itu tak lain ingin menghindari adu penalti. Kiper PSMS yang juga penjaga gawang timnas Indonesia Markus Horison jadi catatan alasan sasaran ini.

”Kami lebih suka lolos ke perempat final lewat dua kali 45 menit daripada harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Karena, itu hanya akan menyulitkan langkah kami. Kami tahu Markus punya kualitas yang cukup bagus,” sebut Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo

Ayam Kinantan Tatap 8 Besar

Perjalanan PSMS Medan menuju babak 8 besar Copa Indonesia 2008/2009 tinggal selangkah lagi. Karena itu, saat berhadapan dengan Persiba Bantul di leg kedua babak 16 besar, sore ini, Sabtu, 14 Maret 2009, Ayam Kinantan tak ingin terpeleset.

Di leg pertama, PSMS berhasil menekuk Persiba 5-1. Karena itu, untuk melenggang ke babak 8 besar, pasukan Liestiadi hanya perlu menghindari kekalahan dengan selisih di atas empat gol pada pertandingan yang digelar di di Stadion Sultan Agung, Bantul. Hasil imbang saja sudah cukup bagi PSMS untuk menyingkirkan tim asal Divisi Utama, Persiba.

Meski memiliki peluang cukup besar, PSMS tetap fokus menyambut laga kedua ini. Tim kebanggaan warga Sumatera Utara itu sama sekali tak meremehkan Persiba. Bahkan PSMS tetap memasang target menang saat tampil di kandang lawan.

“Semuanya bisa terjadi di lapangan. Kemenangan 5-1 bukan jaminan untuk lolos ke babak 8 besar. Kami tetap akan memberikan yang terbaik Sabtu nanti,” kata gelandang PSMS Elie Aiboy, Jumat, 13 Maret 2009.

Menurut Ellie, Persiba akan bermain menyerang untuk mengejar defisit gol. Pasalnya, mereka butuh kemenangan dengan skor 4-0 untuk membuat kejutan menyingkirkan tim Liga Super seperti saat menaklukkan Persik Kediri di 24 Besar.

Mengenai kekuatan lawan, Ellie menilai gelandang serang Seto Nurdiantoro akan menjadi andalan tuan rumah dalam memecah kebuntua. Karena itu Ellie menilai timnya wajib mengawasi pergerakan Seto bila tak ingin kebobolan. Selain Seto, ketajaman striker Ezequiel Gonzalez juga harus diwaspadai.

“Kami harus mengantisipasi Seto dan adiknya Yohanes. Selain itu masih ada Ezequiel yang tak main di leg pertama. Ini membuat kami hanya bisa meraba permainannya,” lanjut gelandang tim nasional ini.

Target menang juga ditegaskan pelatih Liestiadi. Karena itu, ia akan menurunkan tim terbaik untuk menghadapi Persiba.

Meski demikian, Liestiadi mengaku masih buta dengan kekuatan Persiba. Apalagi, di leg pertama Persiba tidak turun dengan tim terbaik. Karena itu, selama 20 menit pertama akan digunakan Liestiadi untuk memantau kekuatan dan kelemahan tuan rumah.

Dari situ akan membuat strategi lagi untuk bisa mempertahankan keunggulannya. “Saya tetap menurunkan formasi terbaik karena kami ingin menang. Hanya, kekuatan Persiba memang sulit ditebak. Sebenarnya saya ingin menurunkan pemain muda. Tapi, saya memilih memainkan tim inti,” katanya lagi.

Prakiraan Formasi
Persiba Bantul (3-5-2)
33-Ariesoma Krisandhi; 4-Kahudi Wahyu, 14-Hari Susanto, 32-Michael Ndubuisi Onwatuegwu; 16-Febi Martika, 8-Choirul Anam, 24-Wahyu Tri, 27-Seto Nurdiantoro, 3-Yohanes Yuniantara; 11-Cristiano de Oliviera, Ezequiel Gonzalez
Pelatih: Nandar Iskandar

PSMS (4-1-4-1)
Galih Sudharyono; 11-Edi Sibung, 4-Aun Carbiny,7-Reswandi, 3-Fadly Hariri; 5-Esteban Guillen; 88-Elie Aiboy, I Komang Adyana, 8-Afan Lubis ©, 17- Leonardo, Martins; 18-Alejnadro Costa
Pelatih: Liestiadi

Copa Indonesia Persiba Bantul Targetkan Bantai PSMS

Jelang pertemuan kedua kontra PSMS Medan di Copa Indonesia di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (14/3/2009), Persiba Bantul mengusung target fantastis. Targetnya sangat mengejutkan yaitu mencetak kemenangan 5-0.

Kemenangan 5-0 tersebut untuk memuluskan langkah satu-satunya wakil Provinsi DIY di ajang Copa Indonesia ini melangkah ke fase selanjutnya. Pasalnya, tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini harus mengakui kehebatan tim Ayam Kinantan dengan skor 1-5.

Meski sebenarnya dengan skor 4-0 saja tim asuhan Nandar Iskandar ini bisa memuluskan langkahnya mendekati Senayan, namun manajemen Persiba tetap bertekad membalas kekalahan di Medan dengan skor yang lebih mencolok.

"Kita sangat mampu untuk mencetak skor itu dan saya sangat yakin semua pemain berada pada kondisi fit sehingga bisa menemukan permainan terbaiknya," tandas Sekretaris Persiba Bantul Wikan Werdo Kisworo Jumat (13/3/2009).

Selain bermodal semangat dan dukungan pendukung Paserbumi, keuntungan masa recovery yang lebih panjang dibandingkan sang lawan jelas menjadi keuntungan tersendiri yang dimiliki Persiba dalam menghadapi pertandingan krusial ini.

"Pemain kita setelah melawan PSIM kemarin gak ada pertandingan jadi bisa beristirahat dan memulihkan stamina. Sedangkan pihak lawan, mereka harus tour tandang saat Liga Super dan tandang ke luar negri saat kompetisi Liga Champion Asia," ujarnya.

Tekad kemenangan 5-0 yang dicanangkan manajemen Persiba tersebut merupakan bukti keseriusan tim yang identik dengan warna merah-merah ini untuk mencapai target yang sejak awal dicanangkan, yakni lolos ke Senayan di Copa Indonesia

Pindah kandang ke Palembang

MEDAN - PSMS Medan memindahkan markas ke Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring Palembang, Sumatera Selatan, dalam melakoni laga home pada Piala AFC dan Liga Super Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Pelaksana Pertandingan PSMS Wahyu Wahab Usman kepada Waspada melalui telefon dari Palembang, Jumat. Kompetisi kali ini sungguh luar biasa bagi PSMS karena sudah lima kali pindah markas dalam semusim kompetisi.

Setelah Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan Stadion Teladan tidak layak menjadi home base di ajang LSI, PSMS menyewa Stadion Gelora Bung Karno kemudian berlanjut ke Stadion Jati Diri Semarang hingga akhir musim kompetisi putaran pertama.

Memasuki paruh kedua, PSMS mempergunakan Stadion Siliwangi Bandung dan terakhir akan berkandang di Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring. Sementara pertandingan Copa Indonesia tetap digelar di Stadion Teladan Medan.

Wahyu merevisi pemberitaan selama ini di beberapa media ibukota dan lokal bahwa PSMS akan melakoni pertandingan home Piala AFC di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. "PSMS bermarkas di Stadion Jaka Baring Palembang. AFC sendiri tidak mengizinkan Stadion Jalak Harupat sebagai home base," terang Wahyu.

Dia mengakui, padatnya jadwal pertandingan Piala AFC dan LSI, dengan begitu PSMS pindah home base. "Untuk pertandingan melawan Deltras dan PSM digelar di Stadion Jaka Baring. Itu pun kalau Kapolri memberikan izin pelaksana pertandingan saat masa kampanye," terangnya sambil menunggu perkembangan.

Friday, March 13, 2009

Andalkan Pelapis Boyong 18 Pemain ke Bantul

MEDAN-Selain menjalani kewajiban untuk melakoni pertandingan di Copa Indonesia, saat menghadapi Persiba Bantul yang berlangsung Sabtu (14/3) besok, pelatih kepala PSMS Liestiadi mendapat PR dari manajemen untuk melakukan seleksi kepada para pemain cadangan yang nantinya diproyeksikan sebagai pemain inti di ajang Indonesia Super League (ISL).

Hal tersebut mutlak dilakukan mengingat tim berjuluk Ayam Kinantan tak hanya berlaga di ajang ISL dan Copa Indonesia semata, tapi juga di ajang AFC Cup.

Praktis merotasi pemain adalah sebuah kebijakan yang pantas untuk dilakukan. Apalagi, tiga hari setelah laga menghadapai Persiba Bantul, Affan Lubis dkk akan kembali berlaga di ajang AFC Cup menghadapi Johor FC (Malaysia).

Menatap laga kontra Persiba, besok(14/3), anak asuh Sihar Sitorus diuntungkan dengan besarnya margin gol yang dikemas Affan Lubis dkk pada pertandingan di leg I yang berkesudahan 5-1.

Artinya, jika pun saat menghadapi Persiba nanti PSMS takluk dengan skor 0-3, maka Affan Lubis dkk masih dapat melenggang ke babak selanjutnya.

“Kita tak perlu tampil ngotot kala menghadapi Persiba, karena fokus kita adalah pertandingan melawan Johor FC. Kita wajib memetik poin sempurna atas mereka. Pasalnya, mereka (Johor FC, Red) tak sekuat yang kita perkirakan sebelumnya. Terbukti, saat menghadapi tim lemah seperti VB Sport Maladewa, mereka hanya mampu bermain imbang,” kilah Liestiadi, kemarin (12/3).

Atas dasar itu pula, kala bertandang ke markas Persiba nanti, mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan ini tak membawa para pemain pilar yang selama ini kerap tampil sebagai starting eleven.

Nama-nama seperti Zada, Aun Carbiny, hingga Markus tidak tercantum di antara 18 nama pemain yang diboyong dalam lawatan ke Bantul.

“Belum dapat dipastikan siapa saja pemain yang akan diturunkan. Kita masih akan menanti sampai saat terakhir, tergantung kondisi pemain. Siapa yang siap, maka dia lah yang akan diturunkan” beber Liestiadi. Rencananya, tim Ayam Kinantan akan bertolak ke Bantul Jumat (13/3) pagi

Keltjes gantikan Liestiadi?

JAKARTA - Upaya untuk melakukan perbaikan terus dilakukan manajemen PSMS guna mengangkat prestasi jeblok Elie Aiboy cs di ajang Liga Super Indonesia musim ini.

Tak heran, jika dalam waktu dekat posisi pelatih kepala yang saat ini diduduki Liestiadi bakal berganti. Siapa gerangan pelatih yang bakal menggantikannya, memang belum diputuskan. Sebab, manajemen Sihar Sitorus mencoba melakukan pendekatan dengan beberapa pelatih. Salah satunya adalah Rudi William Keltjes.

"Ya, kami memang berencana menjajaki kemungkinan untuk mencari pelatih guna menangani PSMS menyelesaikan sisa putaran kedua. Salah satu pelatih itu adalah Keltjes. Sangat diharapkan, pengalamannya menangani tim bisa mengangkat prestasi PSMS," kata Sihar, Kamis, sembari menambahkan upaya ini demi menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi di musim depan.

Masih kata Sihar, dirinya tidak habis pikir dengan prestasi yang tak kunjung membaik dari PSMS. Padahal berbagai upaya telah dilakukan. Bahkan di tengah tim lain mengalami pembayaran gaji yang telat hingga beberapa bulan, para pemain PSMS tidak mengalaminya.

"Tapi tetap saja prestasi tidak bisa terangkat. Untuk itulah, kami ingin mencoba figur pelatih yang lain. Semoga saja hal ini bisa membawa perubahan ke arah yang

lebih baik," katanya, tanpa menyebutkan kapan pastinya Liestiadi bakal dilengserkan.

Terpisah, Liestiadi mengaku tidak kaget dengan rencana manajemen tersebut. Ia bahkan menyatakan siap menerima semua keputusan yang dibuat manajemen. Menurutnya, hal tersebut memang sepenuhnya hak dan wewenang mereka untuk memberhentikan dirinya.

"Sebagai pelatih profesional, saya tidak kaget dengan rencana mencari pelatih lain. Mereka pantas kecewa dengan hasil yang kami peroleh dan saya pun demikian.Tapi jujur saja, saya sudah berusaha bekerja maksimal," bebernya.

Copa Indonesia PSMS Kembali Kehilangan Pemain

PSMS Medan kembali harus kehilangan sederet pemainnya saat menjalani leg 2 Copa Indonesia 2008/2009 kontra Persiba Bantul, Sabtu 14 Maret 2009. Setidaknya tiga pemain tak bisa membela Ayam Kinantan karena masih berkutat dengan cedera.

Ketiga pemain itu yakni Markus Horison, Andhika dan Asri Akbar. Mereka juga tidak dibawa saat PSMS menjalani duel perdana di AFC Cup 2009 kontra South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa 10 Maret 2009. Pada pertandingan itu PSMS Medan kalah 0-3.

"Mereka masih berkutat dengan cedera. Karena itu kami tidak membawanya saat berhadapan dengan Persiba Bantul di leg 2 Copa Indonesia," kata pelatih PSMS, Liestiadi, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 12 Maret 2009.

PSMS Medan hari ini bertolak ke Bantul. Liestiadi memboyong 18 pemain termasuk Octavianus Mainani dan Edi Sukamto yang tidak bisa tampil di AFC Cup lalu. Kedua pemain itu absen karena menerima kartu merah saat tampil di playoff Liga Champions Asia (LCA) beberapa waktu lalu.

Di leg 1, PSMS Medan berhasil menaklukkan Persiba 4-1. Dengan demikian, untuk lolos ke babak 8 besar, PSMS hanya butuh menghindari kekalahan dengan selisih lebih besar dari 2 gol.

"Untuk sementara kami konsentrasi di Copa dulu. Kami ingin lolos ke babak 8 besar untuk membalas kekalahan yang kami derita belakangan ini," pungkas Liestiadi

Wednesday, March 11, 2009

Pelatih PSMS Akui Keunggulan South China

Debut PSMS Medan di AFC Cup 2009 berakhir dengan kekalahan. Pelatih Ayam Kinantan Liestiadi mengakui timnya kalah kelas dibanding tim lawan South China.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret 2009, PSMS dipecundangi tuan rumah 0-3. Hasil ini membuat PSMS Medan harus melanjutkan perjalannya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen sementara.

Pelatih PSMS Medan, Liestiadi kepada situs resmi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengatakan, timnya datang ke Hongkong dengan target mencuri poin. Namun kualitas tim tamu ternyata membuat pasukan Ayam Kinantan yang tidak diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison, Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto tak mampu berbuat banyak.

"Selamat kepada South China. Mereka memang pantas mendapat kemenangan ini. Saat ini mereka lebih baik dari kami," kata Liestiadi kepada situs AFC, usai pertandingan.

Liestiadi menambahkan, setelah pertandingan ini, dirinya akan melakukan pembenahan di tim PSMS Medan. Banyak kekurangan yang harus diperbaiki sebelum kembali melanjutkan pertandingan selanjutnya di penyisihan Grup F AFC Cup 2009.

Setelah menghadapi South China, PSMS Medan akan menjamu tim asal Malaysia, Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009. Sedangkan pertemuan kedua dengan South China juga akan digelar di Jakabaring, 5 Mei 2009.