Monday, March 16, 2009

Preview PSMS Medan vs Johor FC

Pasukan Lebah Tanpa Pemain Asing
Johor FC masih buta kekuatan calon lawannya di pertandingan kedua babak penyisihan Grup F AFC Cup 2009, PSMS Medan. Keduanya akan bertemu di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 17 Maret 2009.

Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid, kepada situs The Star, Senin 16 Maret 2009, mengaku belum pernah melihat penampilan PSMS. Selama ini informasi mengenai pemain dan gaya bertanding Ayam Kinantan hanya didapat dari beberapa rekannya sesama pelatih.

"Saya belum pernah menyaksikan PSMS tampil. Menurut teman-teman saya, PSMS punya pemain asing yang bagus. Karena itu kami harus mewaspadainya," kata Ramlan.

Johor FC sudah berada di Palembang, sejak Minggu, 15 Maret 2009. Bertandang ke Indonesia, Ramlan membawa 18 pemain. Bedanya, tim berjuluk Pasukan Lebah ini tidak memiliki pemain asing seperti PSMS.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) telah mencabut izin bagi pemain asing untuk merumput di Liga Malaysia. Karena itu seluruh tim yang tampil di Liga Malaysia sudah tidak memiliki satu pemain asing pun.

Meski tampil tanpa pemain asing, Johor FC tetap percaya diri. Untuk menghadapi Ayam Kinantan, Ramlan akan bertumpu pada pemain-pemain berpengalaman seperti Eddy Helmi, Madzalan Emoi dan skipper Wan Rohaimi Ismail.

Mereka akan menjadi motor bagi pemain-pemain muda yang lain. "Saya percaya pemain-pemain muda kami mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Satu poin adalah sebuah hasil yang bagus. Sedangkan kemenangan bagi kami adalah sebuah bonus," tandas Ramlan

Piala AFC Johor Buta Kekuatan Ayam Kinantan

Hasil seri tanpa gol yang raih Johor FC saat menjamu VB Sports (Maladewa) pekan lalu mengharuskan tim asal Malaysia ini berusaha mengambil poin di Palembang, kala menghadapi PSMS Medan pada AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya besok pukul 19.00 WIB.

Tanpa keraguan, tim yang masih tercecer di peringkat 11 Superliga Malaysia ini menyatakan bahwa mereka tidak ingin pulang ke negaranya dengan hasil buruk. Pelatih Johor Ramlan Rasyid mengatakan, mereka sudah mengalami kerugian saat menghadapi VB Sport di kandangnya.

“Karena hasil tersebut, kami berusaha akan membayarnya di sini (Palembang),” kata Ramlan saat baru tiba di Hotel Jayakarta, kemarin sore. Menurut Ramlan, selama masa satu pekan setelah menghadapi VB Sports, pihaknya tidak mempersiapkan tim secara khusus. Hanya, dia terus mencari cara bagaimana membuat gol di kandang lawan.

“Ketika menghadapi VB Sports, pemain masih kurang finishing touch. Akibatnya, selama 90 menit kami main tanpa gol. Jadi, persiapan kami hanya mengoptimalkan finishing touchdan berharap usaha ini sukses pada pertandingan melawan PSMS nanti,” sambungnya.

Hanya, mengaplikasikan strategi yang diramunya untuk memaksimalkan finishing touch tersebut, Ramlan masih menemui kendala. Karena, dia belum mengetahui sama sekali peta kekuatan tim Ayam Kinantan, julukan PSMS. “Yang kami tahu, mereka memiliki lima pemain asing dan seperti tim asal Indonesia lainnya, mereka memiliki teknik bagus dan bermain keras. Saya memang pernah menyaksikan PSMS main di Surabaya dua musim lalu. Tapi, kekuatan mereka pasti berbeda,” tutur Ramlan. Namun, Ramlan memastikan ada satu pemain PSMS yang dinilai akan membuat repot pertahanan Johor FC, yakni Ellie Eboy.

“Kami tahu dia (Ellie) karena pernah main di Liga Malaysia. Dia juga tipe pemain yang selalu bergerak dari pinggir lapangan dengan umpan-umpan yang bagus sehingga kami mutlak mewaspadainya,” ucapnya. Ramlan menguraikan, 18 pemain yang dibawanya ke Palembang tidak ada sama sekali pemain dari luar negeri.

Karena, dia ingin mengandalkan tenaga-tenaga dari semua pemain lokal yang ada. “Kami (Malaysia) tidak membenarkan memakai pemain luar negeri dalam tim. Jadi, jelas semua pemain yang saya andalkan dari lokal,” pungkasnya

Johor Baru Khawatirkan Kandang PSMS

Dua tim yang akan beraga di ajang AFC cup telah merapat ke Palembang. Johor FC tiba lebih awal sekitar pukul 14.15 wib dan
disusul oleh tim PSMS medan yang mendarat pukul 19.30 wib.

Maklum PSMS akan menjamu Johor FC di ajang AFC yang diikutinya akan menggunakan stadion Jaka Baring, Palembang pada 17 Maret 2009.

Johor FC datang dengan armada 18 pemain sepertinya tak main-main untuk melakoni laga kedua mereka di AFC cup ini. Langsung menggelar Latihan pada sore 16 Maret untuk beradptasi dan
mempersipakan pola permainan

Menurut Ramlan Rashidi Coach Johor FC, ke-18 pemain tersebut tidak ada satu pun pemain asing. Karena menurutnya, tim yang ada di Malasyia tidak ada yang memakai pemain asing.

“Meskipun regulasi AFC membolehkan pemain asing dengan
tiga orang, tapi, negara kami tidak membolehkan ada pemain asing,” ungkapnya pada wartawan GOsport.

Lebih lanjut Ramlan menjelaskan, di Malasyia ingin memaksimalkan
para pemain lokalnya. Baik itu di pentas nasional maupun Asia.

Mengenai kekuatan PSMS sendiri, Ramlan mengatakan cukup tahu meskipun tidak mengenal lebih jauh.

“Sedikit-sedikit tahulah. Waktu tahun kemarin, saya pernah melihat
permainan PSMS. Mereka bermain tidak begitu jelek. Intinya kita tetap mewaspadai para pemain mereka. Yang jelas, dulu dengan
sekarang sudah berbeda,” paparnya.

“Tak ada persiapan yang khusus semua berjalan dengan biasa
Kami hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan
karena PSMS juga akan melakukan yang sama dan bisa lebuh baik lagi karena meraka bermain di rumahnya” ujar Ramlan.

Jelang laga besok malam, Johor FC punya modal lebih
baik ketimbang PSMS berhasil menahan imbang tim VB asal
maladewa.

Dan PSMS harus rela mengakui keperkasaan South China denghan skor 3-0. Tapi PSMS akan di untungkan bermain di home Jaka Baring
yang nota bene adalah kandang mereka dan itu jadi motivasi
tersendiri.

Optimisme tinggi di harapkan bisa memenangkan laga home PSMS yang pertama ini.

"Laga perdana kita sudah lepas sekarang satnya kami harus mengotimlakan laga home di Jaka Baring.Kami sudah siap dan hanya butuh bantuan supporter disini untuk menambah motiasi kami saat bertandingnanti" ujar Listiadi, pelatih kepala PSMS

Persiapan unutk menggelar pertandingan AFC cup di Jaka
Baring pun telah di lakukan pihak panitia.

“Semua tak ada masalah yang rumit karena sama seperti
gelaran LCA kemarin. Jaka baring sudah siap menggelar AFC
cup ini. Semua kesiapan Jaka Baring sudah di check ulang AFC dan kami kira tak ada permasalahan berarti lagi Panpel di sisni sudah berkonsolidasi dengan panpel PSMS dan kita tinggal
menunggu pertandingan saja” ujar Azwan karim yang kembali meninjau sebagai bidang kompetisi BLI


PSMS sendiri paling tidak harus menyiapakan dan sekitar 250 juta unutk penyelenggaraan laga homenya di jaka baring.
Dana tersebut tidak lain untuk biaya penyewaa Stadion, penerangan

Lampu yang dalam satu kali pertandingan menyedot dana hampir 20 juta.dana pihak keamanan, Media center, panitia dan
cetak tiket.

“Kita telah menyepakati dan mengatur semua menyangkut
tentang operasional pertandingan. Dan semua pengeluaran itu
mudah-mudahan akan tertutpi dengan alokasi tiket yang kami rencanakan dengan mencetak tiket sebesar 10.000 tiket.” Jelas wahab ketua panpel PSMS.

Pihak SFC pun tak ada permasalahan yang berarti mengenai
PSMS harus menggunakan ajaka baring. Karena disaat yang
bersamaan SFC memang tidak menggunakan Jaka Baring karena harus melwat ke Shandong Luneng untuk laga away LCA.

Juga panpel SFC menganggap seperti melaksanakan pertandingan SFC saja.

”Tak ada masalah yang berate semua sudah sesuai sepertu yang di rencanakan. Kita seperti menggelar acara pernikahkan saudara di rumah kita sendiri. Lagipula PSMS membawa nama bangsa ini unutk bertanding di AFC cup ini” kata Rizal Abdullah ketua Panpel petandingan di Jaka baring.

Meski Takluk 0-2 di Bantul PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia

PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia
Meski mendulang kemenangan 2-0 atas, PSMS Medan, Persiba Bantul gagal meraih tiket delapan besar Copa Dji Sam Soe. PSMS yang lolos karena menang dalam agregat jumlah gol yakni 5-3. Dalam laga sebelumnya, PSMS memukul telak Persiba 5-1.

Persiba harus menang minimal empat gol tanpa balas untuk lolos. Tim ayam kinantan yang turun dengan pemain lapis kedua, Sabtu (14/3) di Stadion Sultan Agung, Bantul, hanya bertahan dan sesekali melancark an serangan bali.

Persiba menuai gol pertama menit ke-25 melalui sontekan Feri Setyawan. Ardi Suyanto menggandakan gol Persiba di menit ke-50.

Pelatih Persiba Nandar Iskandar, usai pertandingan, mengatakan, anak-anak besutannya sebenarnya punya enam peluang untuk menggetarkan jala gawang lawan. "Tapi ya hanya dua gol tercipta. Anak-anak main bagus, tapi kurang beruntung," ujarnya.

Sementara Pelatih PSMS Liestiadi mengatakan, sebelum laga ia menginstruksikan pemain untuk banyak bertahan dan sesekali melakukan serangan balik. PSMS sengaja menyimpan tenaga karena 17 Maret akan berlaga di Asian Footbal Champion (AFC).

Liestiadi dan Nandar kecewa terhadap kepemimpinan wasit Daryanto. Sebagai wasit yang sudah bersertifikat FIFA, mestinya lebih tegas. "Kami mencatat 2-3 pelanggaran terhadap pemain kami yang mestinya berbuah kartu. Namun sebenarnya kami menyorot wasit bukan demi tim, tapi keselamatan pemain," ucapnya.

PSMS bidik empat besar

JAKARTA - Usai keberhasilan menembus perempatfinal Copa Indonesia pasca keungullan agregat 5-3 atas Persiba Bantul, PSMS Medan kini membidik semifinal.

"Kami belum tahu siapa lawan berikutnya karena masih menunggu hasil drawing. Meski demikian, kami siap menghadapi tim mana pun karena target kami menyamai prestasi musim lalu saat mencapai semifinal," kata pelatih PSMS Liestiadi, Minggu.

PSMS termasuk tim paling konsisten karena selalu menembus babak empat besar di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Karena itu, Liestiadi berharap prestasi tersebut bisa dipertahankan.

"Kami optimistis mampu mencapai target itu. Pasalnya, PSMS tinggal selangkah lagi," lanjutnya.

"Saya senang bisa membantu PSMS lolos ke babak delapan besar. Saya tahu PSMS selalu sukses dengan mencapai semifinal di Copa dan kini saya ingin melakukannya. Kalau bisa, membawa PSMS juara," kata kiper PSMS, Galih Sudharyono yang siap bersaing dengan Markus Horison menjadi kiper utama PSMS.

Keltjes Merapat
Sementara itu, manajer Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya yang diterima Waspada

Pelatih yang proyeksikan sebagai pengganti Liestiadi tersebut bakal dipercaya memoles persiapan Elie Aiboy cs melakoni laga tandang di AFC Cup 2009 menjamu Johor FC di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, 17 Maret mendatang.

Seperti diketahui, Sihar mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang diraih para pemainnya dalam beberapa laga terakhir di ajang Liga Super. Sementara ini posisi Ayam Kinantan tidak beranjak dari papan bawah klasemen.
(ard)

menyebutkan, calon pelatih baru PSMS Rudy William Keltes Senin (16/3) ini sudah bergabung dengan tim di Palembang.

Saturday, March 14, 2009

Persiba Bantul v PSMS Demi Menjaga Sebuah Tradisi

Lolos ke babak 8 besar buat PSMS Medan memiliki banyak makna. Selain demi mengembalikan reputasi dan obat pelipur lara, mencapai babak 8 besar Piala Indonesia juga membuka peluang menjaga tradisi Ayam Kinantan lolos ke semifinal.

Untuk misi tersebut sebenarnya tidak sulit. Tak perlu menang melawan Persiba Bantul di Stadio Sultan Agung sore ini. Cukup menahan seri, PSMS sudah berhak melenggang ke babak 8 besar.

“Kami tidak mau gegabah dengan second leg ini. Mereka (Persiba Bantul) wajib diwaspadai. Apalagi, mereka bermain di kandangnya sendiri. Mereka sudah pasti akan tampil ngotot. Kami tetap akan berusaha menjaga tradisi PSMS,” kata Listiadi, Pelatih PSMS, kemarin sore. Tapi, mengandalkan hasil seri tentu riskan, karena itu berisiko membuat Ayam Kinantan cenderung bertahan. Paling mungkin, PSMS harus tampil normal.

“Terlalu berbahaya kalau kami bertahan .Karena, kami akan mendapat tekanan terus. Dari babak pertama, kami akan bermain ofensif,” sebut Listiadi. Bertekad menyerang, Listiadi juga tak lupa menekankan pertahanan. “Pada menit-menit akhir kami sering melakukan kesalahan. Saya akan terus mengingatkan pemain untuk konsentrasi,” tambahnya. Pria asli Kota Medan ini juga mengungkapkan, sebagai pelatih, dia mengaku harus optimistis dalam setiap game.

“Semua pemain harus dipercayakan dalam setiap pertandingan. Pemain kami harus profesional dan siap diturunkan kapan saja,” kata Listiadi kemarin sore. Dia mengakui pertandingan melawan Persiba sangat penting. Apalagi, game yang menentukan langkah selanjutnya pada pergelaran di Piala Indonesia. “Yang terpenting, kami harus lolos demi menjaga tradisi PSMS sebelumnya,” tambahnya.

Di lain pihak, anak asuh Nandar Iskandar memang memikul beban berat pada laga ini jika mereka ingin melaju. Selain yang dihadapi adalah klub Liga Super, selisih gol besar jadi tanggungan tuan rumah. Namun, kondisi ini ternyata tidak menyurutkan ambisi skuad Laskar Sultan Agung.

Mereka tak tanggung-tanggung mengusung sasaran fantastis, Persiba menargetkan kemenangan 5-0 atas PSMS. Alasan target kemenangan itu tak lain ingin menghindari adu penalti. Kiper PSMS yang juga penjaga gawang timnas Indonesia Markus Horison jadi catatan alasan sasaran ini.

”Kami lebih suka lolos ke perempat final lewat dua kali 45 menit daripada harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Karena, itu hanya akan menyulitkan langkah kami. Kami tahu Markus punya kualitas yang cukup bagus,” sebut Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo

Ayam Kinantan Tatap 8 Besar

Perjalanan PSMS Medan menuju babak 8 besar Copa Indonesia 2008/2009 tinggal selangkah lagi. Karena itu, saat berhadapan dengan Persiba Bantul di leg kedua babak 16 besar, sore ini, Sabtu, 14 Maret 2009, Ayam Kinantan tak ingin terpeleset.

Di leg pertama, PSMS berhasil menekuk Persiba 5-1. Karena itu, untuk melenggang ke babak 8 besar, pasukan Liestiadi hanya perlu menghindari kekalahan dengan selisih di atas empat gol pada pertandingan yang digelar di di Stadion Sultan Agung, Bantul. Hasil imbang saja sudah cukup bagi PSMS untuk menyingkirkan tim asal Divisi Utama, Persiba.

Meski memiliki peluang cukup besar, PSMS tetap fokus menyambut laga kedua ini. Tim kebanggaan warga Sumatera Utara itu sama sekali tak meremehkan Persiba. Bahkan PSMS tetap memasang target menang saat tampil di kandang lawan.

“Semuanya bisa terjadi di lapangan. Kemenangan 5-1 bukan jaminan untuk lolos ke babak 8 besar. Kami tetap akan memberikan yang terbaik Sabtu nanti,” kata gelandang PSMS Elie Aiboy, Jumat, 13 Maret 2009.

Menurut Ellie, Persiba akan bermain menyerang untuk mengejar defisit gol. Pasalnya, mereka butuh kemenangan dengan skor 4-0 untuk membuat kejutan menyingkirkan tim Liga Super seperti saat menaklukkan Persik Kediri di 24 Besar.

Mengenai kekuatan lawan, Ellie menilai gelandang serang Seto Nurdiantoro akan menjadi andalan tuan rumah dalam memecah kebuntua. Karena itu Ellie menilai timnya wajib mengawasi pergerakan Seto bila tak ingin kebobolan. Selain Seto, ketajaman striker Ezequiel Gonzalez juga harus diwaspadai.

“Kami harus mengantisipasi Seto dan adiknya Yohanes. Selain itu masih ada Ezequiel yang tak main di leg pertama. Ini membuat kami hanya bisa meraba permainannya,” lanjut gelandang tim nasional ini.

Target menang juga ditegaskan pelatih Liestiadi. Karena itu, ia akan menurunkan tim terbaik untuk menghadapi Persiba.

Meski demikian, Liestiadi mengaku masih buta dengan kekuatan Persiba. Apalagi, di leg pertama Persiba tidak turun dengan tim terbaik. Karena itu, selama 20 menit pertama akan digunakan Liestiadi untuk memantau kekuatan dan kelemahan tuan rumah.

Dari situ akan membuat strategi lagi untuk bisa mempertahankan keunggulannya. “Saya tetap menurunkan formasi terbaik karena kami ingin menang. Hanya, kekuatan Persiba memang sulit ditebak. Sebenarnya saya ingin menurunkan pemain muda. Tapi, saya memilih memainkan tim inti,” katanya lagi.

Prakiraan Formasi
Persiba Bantul (3-5-2)
33-Ariesoma Krisandhi; 4-Kahudi Wahyu, 14-Hari Susanto, 32-Michael Ndubuisi Onwatuegwu; 16-Febi Martika, 8-Choirul Anam, 24-Wahyu Tri, 27-Seto Nurdiantoro, 3-Yohanes Yuniantara; 11-Cristiano de Oliviera, Ezequiel Gonzalez
Pelatih: Nandar Iskandar

PSMS (4-1-4-1)
Galih Sudharyono; 11-Edi Sibung, 4-Aun Carbiny,7-Reswandi, 3-Fadly Hariri; 5-Esteban Guillen; 88-Elie Aiboy, I Komang Adyana, 8-Afan Lubis ©, 17- Leonardo, Martins; 18-Alejnadro Costa
Pelatih: Liestiadi

Copa Indonesia Persiba Bantul Targetkan Bantai PSMS

Jelang pertemuan kedua kontra PSMS Medan di Copa Indonesia di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (14/3/2009), Persiba Bantul mengusung target fantastis. Targetnya sangat mengejutkan yaitu mencetak kemenangan 5-0.

Kemenangan 5-0 tersebut untuk memuluskan langkah satu-satunya wakil Provinsi DIY di ajang Copa Indonesia ini melangkah ke fase selanjutnya. Pasalnya, tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini harus mengakui kehebatan tim Ayam Kinantan dengan skor 1-5.

Meski sebenarnya dengan skor 4-0 saja tim asuhan Nandar Iskandar ini bisa memuluskan langkahnya mendekati Senayan, namun manajemen Persiba tetap bertekad membalas kekalahan di Medan dengan skor yang lebih mencolok.

"Kita sangat mampu untuk mencetak skor itu dan saya sangat yakin semua pemain berada pada kondisi fit sehingga bisa menemukan permainan terbaiknya," tandas Sekretaris Persiba Bantul Wikan Werdo Kisworo Jumat (13/3/2009).

Selain bermodal semangat dan dukungan pendukung Paserbumi, keuntungan masa recovery yang lebih panjang dibandingkan sang lawan jelas menjadi keuntungan tersendiri yang dimiliki Persiba dalam menghadapi pertandingan krusial ini.

"Pemain kita setelah melawan PSIM kemarin gak ada pertandingan jadi bisa beristirahat dan memulihkan stamina. Sedangkan pihak lawan, mereka harus tour tandang saat Liga Super dan tandang ke luar negri saat kompetisi Liga Champion Asia," ujarnya.

Tekad kemenangan 5-0 yang dicanangkan manajemen Persiba tersebut merupakan bukti keseriusan tim yang identik dengan warna merah-merah ini untuk mencapai target yang sejak awal dicanangkan, yakni lolos ke Senayan di Copa Indonesia

Pindah kandang ke Palembang

MEDAN - PSMS Medan memindahkan markas ke Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring Palembang, Sumatera Selatan, dalam melakoni laga home pada Piala AFC dan Liga Super Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Pelaksana Pertandingan PSMS Wahyu Wahab Usman kepada Waspada melalui telefon dari Palembang, Jumat. Kompetisi kali ini sungguh luar biasa bagi PSMS karena sudah lima kali pindah markas dalam semusim kompetisi.

Setelah Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan Stadion Teladan tidak layak menjadi home base di ajang LSI, PSMS menyewa Stadion Gelora Bung Karno kemudian berlanjut ke Stadion Jati Diri Semarang hingga akhir musim kompetisi putaran pertama.

Memasuki paruh kedua, PSMS mempergunakan Stadion Siliwangi Bandung dan terakhir akan berkandang di Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring. Sementara pertandingan Copa Indonesia tetap digelar di Stadion Teladan Medan.

Wahyu merevisi pemberitaan selama ini di beberapa media ibukota dan lokal bahwa PSMS akan melakoni pertandingan home Piala AFC di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. "PSMS bermarkas di Stadion Jaka Baring Palembang. AFC sendiri tidak mengizinkan Stadion Jalak Harupat sebagai home base," terang Wahyu.

Dia mengakui, padatnya jadwal pertandingan Piala AFC dan LSI, dengan begitu PSMS pindah home base. "Untuk pertandingan melawan Deltras dan PSM digelar di Stadion Jaka Baring. Itu pun kalau Kapolri memberikan izin pelaksana pertandingan saat masa kampanye," terangnya sambil menunggu perkembangan.

Friday, March 13, 2009

Andalkan Pelapis Boyong 18 Pemain ke Bantul

MEDAN-Selain menjalani kewajiban untuk melakoni pertandingan di Copa Indonesia, saat menghadapi Persiba Bantul yang berlangsung Sabtu (14/3) besok, pelatih kepala PSMS Liestiadi mendapat PR dari manajemen untuk melakukan seleksi kepada para pemain cadangan yang nantinya diproyeksikan sebagai pemain inti di ajang Indonesia Super League (ISL).

Hal tersebut mutlak dilakukan mengingat tim berjuluk Ayam Kinantan tak hanya berlaga di ajang ISL dan Copa Indonesia semata, tapi juga di ajang AFC Cup.

Praktis merotasi pemain adalah sebuah kebijakan yang pantas untuk dilakukan. Apalagi, tiga hari setelah laga menghadapai Persiba Bantul, Affan Lubis dkk akan kembali berlaga di ajang AFC Cup menghadapi Johor FC (Malaysia).

Menatap laga kontra Persiba, besok(14/3), anak asuh Sihar Sitorus diuntungkan dengan besarnya margin gol yang dikemas Affan Lubis dkk pada pertandingan di leg I yang berkesudahan 5-1.

Artinya, jika pun saat menghadapi Persiba nanti PSMS takluk dengan skor 0-3, maka Affan Lubis dkk masih dapat melenggang ke babak selanjutnya.

“Kita tak perlu tampil ngotot kala menghadapi Persiba, karena fokus kita adalah pertandingan melawan Johor FC. Kita wajib memetik poin sempurna atas mereka. Pasalnya, mereka (Johor FC, Red) tak sekuat yang kita perkirakan sebelumnya. Terbukti, saat menghadapi tim lemah seperti VB Sport Maladewa, mereka hanya mampu bermain imbang,” kilah Liestiadi, kemarin (12/3).

Atas dasar itu pula, kala bertandang ke markas Persiba nanti, mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan ini tak membawa para pemain pilar yang selama ini kerap tampil sebagai starting eleven.

Nama-nama seperti Zada, Aun Carbiny, hingga Markus tidak tercantum di antara 18 nama pemain yang diboyong dalam lawatan ke Bantul.

“Belum dapat dipastikan siapa saja pemain yang akan diturunkan. Kita masih akan menanti sampai saat terakhir, tergantung kondisi pemain. Siapa yang siap, maka dia lah yang akan diturunkan” beber Liestiadi. Rencananya, tim Ayam Kinantan akan bertolak ke Bantul Jumat (13/3) pagi

Keltjes gantikan Liestiadi?

JAKARTA - Upaya untuk melakukan perbaikan terus dilakukan manajemen PSMS guna mengangkat prestasi jeblok Elie Aiboy cs di ajang Liga Super Indonesia musim ini.

Tak heran, jika dalam waktu dekat posisi pelatih kepala yang saat ini diduduki Liestiadi bakal berganti. Siapa gerangan pelatih yang bakal menggantikannya, memang belum diputuskan. Sebab, manajemen Sihar Sitorus mencoba melakukan pendekatan dengan beberapa pelatih. Salah satunya adalah Rudi William Keltjes.

"Ya, kami memang berencana menjajaki kemungkinan untuk mencari pelatih guna menangani PSMS menyelesaikan sisa putaran kedua. Salah satu pelatih itu adalah Keltjes. Sangat diharapkan, pengalamannya menangani tim bisa mengangkat prestasi PSMS," kata Sihar, Kamis, sembari menambahkan upaya ini demi menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi di musim depan.

Masih kata Sihar, dirinya tidak habis pikir dengan prestasi yang tak kunjung membaik dari PSMS. Padahal berbagai upaya telah dilakukan. Bahkan di tengah tim lain mengalami pembayaran gaji yang telat hingga beberapa bulan, para pemain PSMS tidak mengalaminya.

"Tapi tetap saja prestasi tidak bisa terangkat. Untuk itulah, kami ingin mencoba figur pelatih yang lain. Semoga saja hal ini bisa membawa perubahan ke arah yang

lebih baik," katanya, tanpa menyebutkan kapan pastinya Liestiadi bakal dilengserkan.

Terpisah, Liestiadi mengaku tidak kaget dengan rencana manajemen tersebut. Ia bahkan menyatakan siap menerima semua keputusan yang dibuat manajemen. Menurutnya, hal tersebut memang sepenuhnya hak dan wewenang mereka untuk memberhentikan dirinya.

"Sebagai pelatih profesional, saya tidak kaget dengan rencana mencari pelatih lain. Mereka pantas kecewa dengan hasil yang kami peroleh dan saya pun demikian.Tapi jujur saja, saya sudah berusaha bekerja maksimal," bebernya.

Copa Indonesia PSMS Kembali Kehilangan Pemain

PSMS Medan kembali harus kehilangan sederet pemainnya saat menjalani leg 2 Copa Indonesia 2008/2009 kontra Persiba Bantul, Sabtu 14 Maret 2009. Setidaknya tiga pemain tak bisa membela Ayam Kinantan karena masih berkutat dengan cedera.

Ketiga pemain itu yakni Markus Horison, Andhika dan Asri Akbar. Mereka juga tidak dibawa saat PSMS menjalani duel perdana di AFC Cup 2009 kontra South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa 10 Maret 2009. Pada pertandingan itu PSMS Medan kalah 0-3.

"Mereka masih berkutat dengan cedera. Karena itu kami tidak membawanya saat berhadapan dengan Persiba Bantul di leg 2 Copa Indonesia," kata pelatih PSMS, Liestiadi, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 12 Maret 2009.

PSMS Medan hari ini bertolak ke Bantul. Liestiadi memboyong 18 pemain termasuk Octavianus Mainani dan Edi Sukamto yang tidak bisa tampil di AFC Cup lalu. Kedua pemain itu absen karena menerima kartu merah saat tampil di playoff Liga Champions Asia (LCA) beberapa waktu lalu.

Di leg 1, PSMS Medan berhasil menaklukkan Persiba 4-1. Dengan demikian, untuk lolos ke babak 8 besar, PSMS hanya butuh menghindari kekalahan dengan selisih lebih besar dari 2 gol.

"Untuk sementara kami konsentrasi di Copa dulu. Kami ingin lolos ke babak 8 besar untuk membalas kekalahan yang kami derita belakangan ini," pungkas Liestiadi

Wednesday, March 11, 2009

Pelatih PSMS Akui Keunggulan South China

Debut PSMS Medan di AFC Cup 2009 berakhir dengan kekalahan. Pelatih Ayam Kinantan Liestiadi mengakui timnya kalah kelas dibanding tim lawan South China.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret 2009, PSMS dipecundangi tuan rumah 0-3. Hasil ini membuat PSMS Medan harus melanjutkan perjalannya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen sementara.

Pelatih PSMS Medan, Liestiadi kepada situs resmi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengatakan, timnya datang ke Hongkong dengan target mencuri poin. Namun kualitas tim tamu ternyata membuat pasukan Ayam Kinantan yang tidak diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison, Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto tak mampu berbuat banyak.

"Selamat kepada South China. Mereka memang pantas mendapat kemenangan ini. Saat ini mereka lebih baik dari kami," kata Liestiadi kepada situs AFC, usai pertandingan.

Liestiadi menambahkan, setelah pertandingan ini, dirinya akan melakukan pembenahan di tim PSMS Medan. Banyak kekurangan yang harus diperbaiki sebelum kembali melanjutkan pertandingan selanjutnya di penyisihan Grup F AFC Cup 2009.

Setelah menghadapi South China, PSMS Medan akan menjamu tim asal Malaysia, Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009. Sedangkan pertemuan kedua dengan South China juga akan digelar di Jakabaring, 5 Mei 2009.

PSMS pulang tangan hampa

HONGKONG - Dilibas tuan rumah South China, Selasa, PSMS Medan untuk sementara menempati posisi juru kunci klasemen grup F AFC Cup 2009.

PSMS gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin dari kandang South China, setelah dilibas tuan rumah 3-0 di laga perdana grup F AFC Cup 2009 di Stadion Mong Kok, Hongkong. Tiga gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak Lee Chi-ho pada menit ke-21, Chan Siu-ki (45) dan Caca (52).

Dengan demikian, tim asal Hongkong tersebut sementara menempati posisi puncak di grup F. Kepastian tersebut setelah di laga lain, Johor FC Malaysia bermain imbang 0-0 dengan VB Maladewa.

Bagi Ayam Kinantan, kekalahan tersebut menempatkan mereka di posisi juru kunci klasemen sementara turnamen kasta kedua di Asia ini, karena belum mengantongi poin. Meski demikian, kesempatan tim asuhan Liestiadi mendulang poin masih terbuka.

Pasalnya, dua laga berikutnya akan dimainkan di tanah air, yakni menjamu Johor FC (17 Maret) dan VB Maladewa pada 7 April. Pertandingan itu sendiri akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

PSMS Ditekuk South China di Hongkong

Debut PSMS Medan di pentas AFC Cup 2009 berakhir pahit. Bertandang ke markas South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa, 10 Maret 2009, Ayam Kinantan kalah 0-3.

Tampil tanpa diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison. Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto, PSMS tak mampu meladeni permainan tuan rumah. Pada babak penyisihan grup F itu, South China sudah mengejutkan PSMS lewat gol yang dicetak Li Haiqiang pada menit 21.

Tertinggal 0-1 tak membuat tuan rumah mengendurkan serangannya. Hasilnya, gol kembali tercipta pada menit 45 babak pertama lewat kaki Chan Wai Ho. Sedangkan di babak kedua, gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono kembali bergetar lewat gol yang dicetak oleh Carlos Eduardo.

Akibat kekalahan ini, PSMS Medan harus mengawali kiprahnya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen tanpa poin dari satu kali pertandingan. Sedangkan South China langsung memimpin klasemen sementara dengan koleksi 3 poin dari satu kali laga. PSMS selanjutnya akan menjamu Johor FC Malaysia di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009.

Tuesday, March 10, 2009

Formasi Ideal

Sihar Tak Jadi Mundur dari PSMS

Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.

Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.

Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.

Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.

"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.

Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.

Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.

Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.

Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.

“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.

"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”Sihar Sitorus, Manajer PSMS Medan

VIVAnews - Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.

Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.

Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.

Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.

"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.

Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.

Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.

Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.

Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.

“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.

"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”

Ke Hongkong minus empat pilar

JAKARTA - Perjuangan PSMS Medan menapaki ajang internasional AFC Cup 2009 segera dimulai dengan menghadapi South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa (10/3) nanti.

Dengan berkekuatan 17 pemain, skuad tim besutan pelatih Liestiadi itu, Minggu, meninggalkan tanah air menuju Hongkong dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Sayangnya, di laga perdana mereka pada Grup F, Ayam Kinantan harus kehilangan empat pilarnya karena mengalami cedera. Keempatnya itu adalah kiper Markus Horison, gelandang Asri Akbar, Okto Maniani dan Edi Sibung yang terkena akumulasi kartu.

"Kami memang hanya membawa 17 pemain ke Hongkong karena ada yang cedera serta akumulasi kartu," kata Liestiadi kepada Waspada, Minggu.

Dikatakan, dengan pemain yang ada saat ini, dirinya tetap optimis dapat meraih hasil maksimal di ajang kasta kedua di Asia itu. Ia pun menambahkan dirinya sedikit banyak telah memiliki gambaran kekuatan calon lawan yang akan dihadapi.

"Dari data yang kami peroleh, South China termasuk pimpinan klasemen di liga domestik Hongkong. Itu artinya, mereka tim bagus meski jumlah klub yang tampil di liga mereka tidak sebanyak di negera kita. Apa pun itu, kami harus bertekad meraih kemenangan," tambahnya.

Ditanya mengenai absennya Markus di bawah mistar gawang, Liestiadi menyatakan jika dirinya tidak begitu khawatir karena masih memiliki Galih (Sudaryono) yang tentunya masih bisa diandalkan. Meski diakuinya kualitas Galih masih di bawah Markus.

"Selain itu, pada laga nanti kami juga akan memainkan tiga pemain asing. Mereka adalah Leonardo Zada, Esteban Javier dan Mario Costas. Semoga saja kehadiran tiga pemain ini bisa menjadi motovator bagi pemain lain," katanya.


Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei vsSouth China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)

Friday, March 6, 2009

Persiba Bantul Bertekad Pukul Balik PSMS

Persiba Bantul bertekad akan memukul balik PSMS Medan, pada leg kedua babak 16 besar Copa Indonesia di Stadion Sultan Agung Bantul, 14 Maret nanti.

“Meski berat, tapi kami harus berjuang keras untuk mengalahkan PSMS. Sebagai tuan rumah Persiba harus mampu menebus kekalahan telak 1-5 pada leg pertama di Medan,” tegas pelatih Persiba Nandar Iskandar, Kamis (5/3).

Dijelaskan Nandar, kekalahan itu membuat tugas timnya sangat berat, karena minimal harus menang 4-0. Sekalipun kecil, tapi peluang itu tetap akan dimanfaatkan secara maksimal.

Sebagai langkah awal, tim pelatih akan membenahi semua kelemahan yang ada. Menurut Nandar, suatu tim kadang bermain bagus, tapi kadang main jelek. Ini sudah biasa terjadi. Ketika lawan PSIM, Nandar mengakui, pasukannya main jelek, namun tetap mampu meraih poin penuh. “Hal ini tetap harus disyukuri, karena mampu menambah 3 poin,” ujar Nandar.

Namun sebagai pelatih, Nandar mengaku tak puas dengan permainan yang diperagakan pasukannya. Sehingga semua kelemahan yang ada, baik di lini depan, tengah maupun belakang akan segera dibenahi. “Kita masih punya waktu cukup untuk melakukan pembenahan-pembenahan. Dan sebagai pelatih, saya tetap optimis mampu mengalahkan PSMS di Bantul. Walaupun mereka tim kuat, namun kita akan mengambil keuntungan sebagai tuan rumah,” tegas Nandar

Sihar Ingin Mundur

MEDAN- Kekalahan demi kekalahan yang diderita PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) ini terus berlanjut. Terakhir, PSMS harus takluk di tangan tim Pendekar Cisadane-julukan Persita Tengerang-Kamis (5/3) kemarin dengan skor 1-0. Kekalahan ini membuat manajer tim PSMS Sihar Sitorus berang tak kelapang.

Bagaimana tak berang, uang sudah habis milyaran rupiah, kemenangan yang ditunggu-tunggu tak kunjung didapat. Imbasnya, PSMS terus berada di zona degradasi.

Parahnya, di saat penampilan tim tak kunjung membaik, di saat itu pula berhembus kabar jika Sihar Sitorus kerap melakukan intevensi kepada jajaran pelatih dalam menyususn starting eleven.

Mendengar isu yang kini berkembang, Sihar murka. Saat dihubungi usai laga kontra Persita kemarin, Sihar bahkan sampai emosi.

Menurutnya, tak salahnya jika dirinya melakukan intervensi kepada jajaran pelatih, karena uang yang selama ini dipergunakan untuk membiayai tim Ayam Kinantan adalah uang dia pribadi.

"Siapa yang bilang saya melakukan intervensi. Begitupun, kalau saya intevensi, itu adalah hak saya. Karena saya yang punya duit, saya juga yang membiayai tim ini," koarnya.

Terkait beredarnya isu yang mengatakan Sihar Sitorus melakukan intevensi, pelatih kepala PSMS Liestiadi enggan berkomentar banyak.

Begitupun, dirinya menyanggah jika ada yang menyebutkan pihak manejemen melakukan intrervensi dalam menentukan starting eleven. "Tidak benar isu itu," jawabnya singkat.

Awal mula berhembusnya kabar tentang intervensi yang dilakukan Sihar Sitorus adalah ketika sehari sebelum Affan Lubis dkk akan menghadapi Persita.

Dari beberapa sumber disebutkan jika saat menghadapi Persita, Sihar telah menginstruksikan kepada jajaran pelatih untuk menurunkan pemain lapis ke dua serta beberapa pemain asing.

Rumor yang beredar ini sontak mendapat respon negatif dari para suporter tim Ayam Kinantan.

Apalagi kala menghadapi Persita, kemarin (5/3) terbukti jika Liestiadi banyak menurunkan pemain cadangan seperti Galih Sudaryono, Ruben, Fadli Hariri dan Syahroni.

Parahnya lagi, di lini tengah Liestiadi memasang Dodi Cahyadi bersama I Komang dan Zada. Padahal sang kapten Affan Lubis dan Esteban dalam kondisi bugar dan siap tempur.

Sedangkan di lini depan, Mitchel Nere, Costas dan Elie Aiboy dipasang bersamaan. "Itu murni rotasi saja. Tidak ada intervensi dari manajemen dalam membentuk tim," pungkas Liestiadi.

Jika segala cara, termasuk di dalamnya merotasi pemain telah dilakukan, lantas apa yang akan dilakukan oleh jajaran pelatih dan manajemen PSMS guna mendongkar performa tim Ayam Kinantan?

"Tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk tim ini. Segala cara telah dilakukan, mungkin ada baiknya jika saya mundur saja dari PSMS. Barangkali di tangan orang lain, PSMS bisa lebih baik," katanya.