HONGKONG - Dilibas tuan rumah South China, Selasa, PSMS Medan untuk sementara menempati posisi juru kunci klasemen grup F AFC Cup 2009.
PSMS gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin dari kandang South China, setelah dilibas tuan rumah 3-0 di laga perdana grup F AFC Cup 2009 di Stadion Mong Kok, Hongkong. Tiga gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak Lee Chi-ho pada menit ke-21, Chan Siu-ki (45) dan Caca (52).
Dengan demikian, tim asal Hongkong tersebut sementara menempati posisi puncak di grup F. Kepastian tersebut setelah di laga lain, Johor FC Malaysia bermain imbang 0-0 dengan VB Maladewa.
Bagi Ayam Kinantan, kekalahan tersebut menempatkan mereka di posisi juru kunci klasemen sementara turnamen kasta kedua di Asia ini, karena belum mengantongi poin. Meski demikian, kesempatan tim asuhan Liestiadi mendulang poin masih terbuka.
Pasalnya, dua laga berikutnya akan dimainkan di tanah air, yakni menjamu Johor FC (17 Maret) dan VB Maladewa pada 7 April. Pertandingan itu sendiri akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, March 11, 2009
PSMS Ditekuk South China di Hongkong
Debut PSMS Medan di pentas AFC Cup 2009 berakhir pahit. Bertandang ke markas South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa, 10 Maret 2009, Ayam Kinantan kalah 0-3.
Tampil tanpa diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison. Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto, PSMS tak mampu meladeni permainan tuan rumah. Pada babak penyisihan grup F itu, South China sudah mengejutkan PSMS lewat gol yang dicetak Li Haiqiang pada menit 21.
Tertinggal 0-1 tak membuat tuan rumah mengendurkan serangannya. Hasilnya, gol kembali tercipta pada menit 45 babak pertama lewat kaki Chan Wai Ho. Sedangkan di babak kedua, gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono kembali bergetar lewat gol yang dicetak oleh Carlos Eduardo.
Akibat kekalahan ini, PSMS Medan harus mengawali kiprahnya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen tanpa poin dari satu kali pertandingan. Sedangkan South China langsung memimpin klasemen sementara dengan koleksi 3 poin dari satu kali laga. PSMS selanjutnya akan menjamu Johor FC Malaysia di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009.
Tampil tanpa diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison. Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto, PSMS tak mampu meladeni permainan tuan rumah. Pada babak penyisihan grup F itu, South China sudah mengejutkan PSMS lewat gol yang dicetak Li Haiqiang pada menit 21.
Tertinggal 0-1 tak membuat tuan rumah mengendurkan serangannya. Hasilnya, gol kembali tercipta pada menit 45 babak pertama lewat kaki Chan Wai Ho. Sedangkan di babak kedua, gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono kembali bergetar lewat gol yang dicetak oleh Carlos Eduardo.
Akibat kekalahan ini, PSMS Medan harus mengawali kiprahnya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen tanpa poin dari satu kali pertandingan. Sedangkan South China langsung memimpin klasemen sementara dengan koleksi 3 poin dari satu kali laga. PSMS selanjutnya akan menjamu Johor FC Malaysia di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009.
Tuesday, March 10, 2009
Sihar Tak Jadi Mundur dari PSMS
Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”Sihar Sitorus, Manajer PSMS Medan
VIVAnews - Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”Sihar Sitorus, Manajer PSMS Medan
VIVAnews - Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”
Ke Hongkong minus empat pilar
JAKARTA - Perjuangan PSMS Medan menapaki ajang internasional AFC Cup 2009 segera dimulai dengan menghadapi South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa (10/3) nanti.
Dengan berkekuatan 17 pemain, skuad tim besutan pelatih Liestiadi itu, Minggu, meninggalkan tanah air menuju Hongkong dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Sayangnya, di laga perdana mereka pada Grup F, Ayam Kinantan harus kehilangan empat pilarnya karena mengalami cedera. Keempatnya itu adalah kiper Markus Horison, gelandang Asri Akbar, Okto Maniani dan Edi Sibung yang terkena akumulasi kartu.
"Kami memang hanya membawa 17 pemain ke Hongkong karena ada yang cedera serta akumulasi kartu," kata Liestiadi kepada Waspada, Minggu.
Dikatakan, dengan pemain yang ada saat ini, dirinya tetap optimis dapat meraih hasil maksimal di ajang kasta kedua di Asia itu. Ia pun menambahkan dirinya sedikit banyak telah memiliki gambaran kekuatan calon lawan yang akan dihadapi.
"Dari data yang kami peroleh, South China termasuk pimpinan klasemen di liga domestik Hongkong. Itu artinya, mereka tim bagus meski jumlah klub yang tampil di liga mereka tidak sebanyak di negera kita. Apa pun itu, kami harus bertekad meraih kemenangan," tambahnya.
Ditanya mengenai absennya Markus di bawah mistar gawang, Liestiadi menyatakan jika dirinya tidak begitu khawatir karena masih memiliki Galih (Sudaryono) yang tentunya masih bisa diandalkan. Meski diakuinya kualitas Galih masih di bawah Markus.
"Selain itu, pada laga nanti kami juga akan memainkan tiga pemain asing. Mereka adalah Leonardo Zada, Esteban Javier dan Mario Costas. Semoga saja kehadiran tiga pemain ini bisa menjadi motovator bagi pemain lain," katanya.
Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei vsSouth China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
Dengan berkekuatan 17 pemain, skuad tim besutan pelatih Liestiadi itu, Minggu, meninggalkan tanah air menuju Hongkong dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Sayangnya, di laga perdana mereka pada Grup F, Ayam Kinantan harus kehilangan empat pilarnya karena mengalami cedera. Keempatnya itu adalah kiper Markus Horison, gelandang Asri Akbar, Okto Maniani dan Edi Sibung yang terkena akumulasi kartu.
"Kami memang hanya membawa 17 pemain ke Hongkong karena ada yang cedera serta akumulasi kartu," kata Liestiadi kepada Waspada, Minggu.
Dikatakan, dengan pemain yang ada saat ini, dirinya tetap optimis dapat meraih hasil maksimal di ajang kasta kedua di Asia itu. Ia pun menambahkan dirinya sedikit banyak telah memiliki gambaran kekuatan calon lawan yang akan dihadapi.
"Dari data yang kami peroleh, South China termasuk pimpinan klasemen di liga domestik Hongkong. Itu artinya, mereka tim bagus meski jumlah klub yang tampil di liga mereka tidak sebanyak di negera kita. Apa pun itu, kami harus bertekad meraih kemenangan," tambahnya.
Ditanya mengenai absennya Markus di bawah mistar gawang, Liestiadi menyatakan jika dirinya tidak begitu khawatir karena masih memiliki Galih (Sudaryono) yang tentunya masih bisa diandalkan. Meski diakuinya kualitas Galih masih di bawah Markus.
"Selain itu, pada laga nanti kami juga akan memainkan tiga pemain asing. Mereka adalah Leonardo Zada, Esteban Javier dan Mario Costas. Semoga saja kehadiran tiga pemain ini bisa menjadi motovator bagi pemain lain," katanya.
Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei vsSouth China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
Friday, March 6, 2009
Persiba Bantul Bertekad Pukul Balik PSMS
Persiba Bantul bertekad akan memukul balik PSMS Medan, pada leg kedua babak 16 besar Copa Indonesia di Stadion Sultan Agung Bantul, 14 Maret nanti.
“Meski berat, tapi kami harus berjuang keras untuk mengalahkan PSMS. Sebagai tuan rumah Persiba harus mampu menebus kekalahan telak 1-5 pada leg pertama di Medan,” tegas pelatih Persiba Nandar Iskandar, Kamis (5/3).
Dijelaskan Nandar, kekalahan itu membuat tugas timnya sangat berat, karena minimal harus menang 4-0. Sekalipun kecil, tapi peluang itu tetap akan dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai langkah awal, tim pelatih akan membenahi semua kelemahan yang ada. Menurut Nandar, suatu tim kadang bermain bagus, tapi kadang main jelek. Ini sudah biasa terjadi. Ketika lawan PSIM, Nandar mengakui, pasukannya main jelek, namun tetap mampu meraih poin penuh. “Hal ini tetap harus disyukuri, karena mampu menambah 3 poin,” ujar Nandar.
Namun sebagai pelatih, Nandar mengaku tak puas dengan permainan yang diperagakan pasukannya. Sehingga semua kelemahan yang ada, baik di lini depan, tengah maupun belakang akan segera dibenahi. “Kita masih punya waktu cukup untuk melakukan pembenahan-pembenahan. Dan sebagai pelatih, saya tetap optimis mampu mengalahkan PSMS di Bantul. Walaupun mereka tim kuat, namun kita akan mengambil keuntungan sebagai tuan rumah,” tegas Nandar
“Meski berat, tapi kami harus berjuang keras untuk mengalahkan PSMS. Sebagai tuan rumah Persiba harus mampu menebus kekalahan telak 1-5 pada leg pertama di Medan,” tegas pelatih Persiba Nandar Iskandar, Kamis (5/3).
Dijelaskan Nandar, kekalahan itu membuat tugas timnya sangat berat, karena minimal harus menang 4-0. Sekalipun kecil, tapi peluang itu tetap akan dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai langkah awal, tim pelatih akan membenahi semua kelemahan yang ada. Menurut Nandar, suatu tim kadang bermain bagus, tapi kadang main jelek. Ini sudah biasa terjadi. Ketika lawan PSIM, Nandar mengakui, pasukannya main jelek, namun tetap mampu meraih poin penuh. “Hal ini tetap harus disyukuri, karena mampu menambah 3 poin,” ujar Nandar.
Namun sebagai pelatih, Nandar mengaku tak puas dengan permainan yang diperagakan pasukannya. Sehingga semua kelemahan yang ada, baik di lini depan, tengah maupun belakang akan segera dibenahi. “Kita masih punya waktu cukup untuk melakukan pembenahan-pembenahan. Dan sebagai pelatih, saya tetap optimis mampu mengalahkan PSMS di Bantul. Walaupun mereka tim kuat, namun kita akan mengambil keuntungan sebagai tuan rumah,” tegas Nandar
Sihar Ingin Mundur
MEDAN- Kekalahan demi kekalahan yang diderita PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) ini terus berlanjut. Terakhir, PSMS harus takluk di tangan tim Pendekar Cisadane-julukan Persita Tengerang-Kamis (5/3) kemarin dengan skor 1-0. Kekalahan ini membuat manajer tim PSMS Sihar Sitorus berang tak kelapang.
Bagaimana tak berang, uang sudah habis milyaran rupiah, kemenangan yang ditunggu-tunggu tak kunjung didapat. Imbasnya, PSMS terus berada di zona degradasi.
Parahnya, di saat penampilan tim tak kunjung membaik, di saat itu pula berhembus kabar jika Sihar Sitorus kerap melakukan intevensi kepada jajaran pelatih dalam menyususn starting eleven.
Mendengar isu yang kini berkembang, Sihar murka. Saat dihubungi usai laga kontra Persita kemarin, Sihar bahkan sampai emosi.
Menurutnya, tak salahnya jika dirinya melakukan intervensi kepada jajaran pelatih, karena uang yang selama ini dipergunakan untuk membiayai tim Ayam Kinantan adalah uang dia pribadi.
"Siapa yang bilang saya melakukan intervensi. Begitupun, kalau saya intevensi, itu adalah hak saya. Karena saya yang punya duit, saya juga yang membiayai tim ini," koarnya.
Terkait beredarnya isu yang mengatakan Sihar Sitorus melakukan intevensi, pelatih kepala PSMS Liestiadi enggan berkomentar banyak.
Begitupun, dirinya menyanggah jika ada yang menyebutkan pihak manejemen melakukan intrervensi dalam menentukan starting eleven. "Tidak benar isu itu," jawabnya singkat.
Awal mula berhembusnya kabar tentang intervensi yang dilakukan Sihar Sitorus adalah ketika sehari sebelum Affan Lubis dkk akan menghadapi Persita.
Dari beberapa sumber disebutkan jika saat menghadapi Persita, Sihar telah menginstruksikan kepada jajaran pelatih untuk menurunkan pemain lapis ke dua serta beberapa pemain asing.
Rumor yang beredar ini sontak mendapat respon negatif dari para suporter tim Ayam Kinantan.
Apalagi kala menghadapi Persita, kemarin (5/3) terbukti jika Liestiadi banyak menurunkan pemain cadangan seperti Galih Sudaryono, Ruben, Fadli Hariri dan Syahroni.
Parahnya lagi, di lini tengah Liestiadi memasang Dodi Cahyadi bersama I Komang dan Zada. Padahal sang kapten Affan Lubis dan Esteban dalam kondisi bugar dan siap tempur.
Sedangkan di lini depan, Mitchel Nere, Costas dan Elie Aiboy dipasang bersamaan. "Itu murni rotasi saja. Tidak ada intervensi dari manajemen dalam membentuk tim," pungkas Liestiadi.
Jika segala cara, termasuk di dalamnya merotasi pemain telah dilakukan, lantas apa yang akan dilakukan oleh jajaran pelatih dan manajemen PSMS guna mendongkar performa tim Ayam Kinantan?
"Tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk tim ini. Segala cara telah dilakukan, mungkin ada baiknya jika saya mundur saja dari PSMS. Barangkali di tangan orang lain, PSMS bisa lebih baik," katanya.
Bagaimana tak berang, uang sudah habis milyaran rupiah, kemenangan yang ditunggu-tunggu tak kunjung didapat. Imbasnya, PSMS terus berada di zona degradasi.
Parahnya, di saat penampilan tim tak kunjung membaik, di saat itu pula berhembus kabar jika Sihar Sitorus kerap melakukan intevensi kepada jajaran pelatih dalam menyususn starting eleven.
Mendengar isu yang kini berkembang, Sihar murka. Saat dihubungi usai laga kontra Persita kemarin, Sihar bahkan sampai emosi.
Menurutnya, tak salahnya jika dirinya melakukan intervensi kepada jajaran pelatih, karena uang yang selama ini dipergunakan untuk membiayai tim Ayam Kinantan adalah uang dia pribadi.
"Siapa yang bilang saya melakukan intervensi. Begitupun, kalau saya intevensi, itu adalah hak saya. Karena saya yang punya duit, saya juga yang membiayai tim ini," koarnya.
Terkait beredarnya isu yang mengatakan Sihar Sitorus melakukan intevensi, pelatih kepala PSMS Liestiadi enggan berkomentar banyak.
Begitupun, dirinya menyanggah jika ada yang menyebutkan pihak manejemen melakukan intrervensi dalam menentukan starting eleven. "Tidak benar isu itu," jawabnya singkat.
Awal mula berhembusnya kabar tentang intervensi yang dilakukan Sihar Sitorus adalah ketika sehari sebelum Affan Lubis dkk akan menghadapi Persita.
Dari beberapa sumber disebutkan jika saat menghadapi Persita, Sihar telah menginstruksikan kepada jajaran pelatih untuk menurunkan pemain lapis ke dua serta beberapa pemain asing.
Rumor yang beredar ini sontak mendapat respon negatif dari para suporter tim Ayam Kinantan.
Apalagi kala menghadapi Persita, kemarin (5/3) terbukti jika Liestiadi banyak menurunkan pemain cadangan seperti Galih Sudaryono, Ruben, Fadli Hariri dan Syahroni.
Parahnya lagi, di lini tengah Liestiadi memasang Dodi Cahyadi bersama I Komang dan Zada. Padahal sang kapten Affan Lubis dan Esteban dalam kondisi bugar dan siap tempur.
Sedangkan di lini depan, Mitchel Nere, Costas dan Elie Aiboy dipasang bersamaan. "Itu murni rotasi saja. Tidak ada intervensi dari manajemen dalam membentuk tim," pungkas Liestiadi.
Jika segala cara, termasuk di dalamnya merotasi pemain telah dilakukan, lantas apa yang akan dilakukan oleh jajaran pelatih dan manajemen PSMS guna mendongkar performa tim Ayam Kinantan?
"Tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk tim ini. Segala cara telah dilakukan, mungkin ada baiknya jika saya mundur saja dari PSMS. Barangkali di tangan orang lain, PSMS bisa lebih baik," katanya.
Persita lebih baik
BANDUNG - Tuan rumah Persita Tangerang mengalahkan PSMS Medan 1-0 pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis.
Gol kemenangan Pendekar Cisadane dilesakkan Agus Salim pada menit ke-54 melalu tembakan lob. Kemenangan Persita juga ditentukan besarnya motivasi dan semangat bertanding Maman cs usai keberhasil menekuk Sriwijaya FC 2-1 baru-baru ini.
Dengan kemenangan itu, Persita menambah nilai menjadi 21 dari 23 penampilannya, namun tim asuhan Zaenal Abidin itu masih tertahan di papan tengah. PSMS sendiri tertahan di papan bawah dengan nilai 17 hasil 22 pertandingan.
Kemenangan kedua Persita sejak berkandang di Stadion Siliwangi sempat diwarnai pelemparan batu ke arah asisten wasit oleh suporter PSMS, sehingga pertandingan sempat terhenti sekitar tiga menit di babak kedua.
Pertandingan antara Persita versus PSMS yang dipimpin wasit Aeng Suarlan juga sempat terganggu hujan deras sehingga pertandingan diundur satu jam karena lapangan tergenang. Sejak kick off pada pukul 16.30 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo sedang.
Persita yang dimotori Maman dan Adolfo Souza langsung mengurung pertahanan PSMS yang dikoordinir Aun Carbiny dan Reswandi. Baru memasuki babak kedua, PSMS mengurung pertahanan lawan.
Persita justru lebih banyak melakukan serangan balik melalui striker Adolfo Souza dan Agus Salim yang beberapa kali mengancam gawang Galih Sudharyono. Klimaksnya di menit 54, Agus Salim memanfaatkan bola muntah di daerah pertahanan Ayam Kinantan untuk memastikan kemenangan tuan rumah
Gol kemenangan Pendekar Cisadane dilesakkan Agus Salim pada menit ke-54 melalu tembakan lob. Kemenangan Persita juga ditentukan besarnya motivasi dan semangat bertanding Maman cs usai keberhasil menekuk Sriwijaya FC 2-1 baru-baru ini.
Dengan kemenangan itu, Persita menambah nilai menjadi 21 dari 23 penampilannya, namun tim asuhan Zaenal Abidin itu masih tertahan di papan tengah. PSMS sendiri tertahan di papan bawah dengan nilai 17 hasil 22 pertandingan.
Kemenangan kedua Persita sejak berkandang di Stadion Siliwangi sempat diwarnai pelemparan batu ke arah asisten wasit oleh suporter PSMS, sehingga pertandingan sempat terhenti sekitar tiga menit di babak kedua.
Pertandingan antara Persita versus PSMS yang dipimpin wasit Aeng Suarlan juga sempat terganggu hujan deras sehingga pertandingan diundur satu jam karena lapangan tergenang. Sejak kick off pada pukul 16.30 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo sedang.
Persita yang dimotori Maman dan Adolfo Souza langsung mengurung pertahanan PSMS yang dikoordinir Aun Carbiny dan Reswandi. Baru memasuki babak kedua, PSMS mengurung pertahanan lawan.
Persita justru lebih banyak melakukan serangan balik melalui striker Adolfo Souza dan Agus Salim yang beberapa kali mengancam gawang Galih Sudharyono. Klimaksnya di menit 54, Agus Salim memanfaatkan bola muntah di daerah pertahanan Ayam Kinantan untuk memastikan kemenangan tuan rumah
Persita Menangkan Duel Zona Merah, PSMS keok lagi...
Persita Tangerang akhirnya mampu meraup tiga poin usai menekuk PSMS Medan 1-0 di lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Satu-satunya gol yang terjadi dipertandingan itu dicetak oleh Agus Salim.
Bertanding di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis, 5 Maret 2009, Persita yang berlaku sebagai tuan rumah, harus berterima kasih dengan Agus Salim yang berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-54.
Dengan tambahan tiga poin, Pendekar Cisadane kini total mengoleksi 21 poin dari 23 laga yang telah dilakoni. Namun, tim besutan Zaenal Abidin ini masih tertahan di papan tengah klasemen.
Sedangkan bagi PSMS, hasil ini semakin membuat langkah mereka lepas dari zona merah semakin sulit. Tim Ayam Kinantan hanya mampu mengoleksi 17 poin dari 22 pertandingan.
Pertandingan ini sempat tertunda oleh hujan lebat. Alhasil, pertandingan baru bisa digelar pukul 16.30 WIB. Bahkan, ditengah pertandingan juga sempat terjadi insiden kecil pelemparan batu yang dilakukan pendukung PSMS. Beruntung, pertandingan masih bisa dilanjutkan.
Pada pertandingan itu, Persita memang terlihat lebih dominan mengusai pertandingan. Sosok Adolfo Souza beberapa kali membuat lini pertahanan PSMS kerepotan. Namun hingga 45 menit pertandingan usai, kedudukan tidak berubah.
Kerja keras Persita akhirnya membuahkan hasil di menit 54. Berawal dari bola muntah, Agus berhasil menceploskan bola dan membuat Persita unggul 1-0. Kedudukan tak berubah hingga pertandingan usai
Bertanding di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis, 5 Maret 2009, Persita yang berlaku sebagai tuan rumah, harus berterima kasih dengan Agus Salim yang berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-54.
Dengan tambahan tiga poin, Pendekar Cisadane kini total mengoleksi 21 poin dari 23 laga yang telah dilakoni. Namun, tim besutan Zaenal Abidin ini masih tertahan di papan tengah klasemen.
Sedangkan bagi PSMS, hasil ini semakin membuat langkah mereka lepas dari zona merah semakin sulit. Tim Ayam Kinantan hanya mampu mengoleksi 17 poin dari 22 pertandingan.
Pertandingan ini sempat tertunda oleh hujan lebat. Alhasil, pertandingan baru bisa digelar pukul 16.30 WIB. Bahkan, ditengah pertandingan juga sempat terjadi insiden kecil pelemparan batu yang dilakukan pendukung PSMS. Beruntung, pertandingan masih bisa dilanjutkan.
Pada pertandingan itu, Persita memang terlihat lebih dominan mengusai pertandingan. Sosok Adolfo Souza beberapa kali membuat lini pertahanan PSMS kerepotan. Namun hingga 45 menit pertandingan usai, kedudukan tidak berubah.
Kerja keras Persita akhirnya membuahkan hasil di menit 54. Berawal dari bola muntah, Agus berhasil menceploskan bola dan membuat Persita unggul 1-0. Kedudukan tak berubah hingga pertandingan usai
Thursday, March 5, 2009
PSMS Cari selamat
MEDAN-Tak ada pemandangan yang indah selain bertanding didukung suporter. Tapi hal tersebut tak bisa dirasakan oleh PSMS Medan dan Persita Tangerang yang akan bertanding dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) petang ini. Pasalnya, baik PSMS dan Persitara punya nasib sama, yakni harus menjadi tim nomaden atau musafir.
Ini terjadi setelah stadion kedua tim tak memenuhi standar Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti ISL musim ini. Jika Stadion Teladan tak mumpuni untuk digunakan PSMS, maka Stadion Benteng, juga punya nasib sama. Makanya di putaran I lalu, Persita juga harus punya homebase lain yakni Si Jalak Harupat sebelum akhirnya paro musim kedua pindah ke Siliwangi.
Di lanjutan ISL putaran II ini Ayam Kinantan-julukan PSMS-dan Pendekar Cisadane-julukan Persita, akan membuktikan diri sebagai penguasa Stadion Siliwangi, homebase kedua tim selama putaran II. Sejatinya tak hanya soal predikat tim musafir terbaik di Siliwangi yang patut digenggam. Namun, mengamankan posisi alias cari selamat dari zona degradasi. Saat ini, Ayam Kinantan berada di posisi 15 zona playoff degradasi dengan poin 17, sedangkan Pendekar Cisadane hanya satu strip di atas, yakni di posisi 14 dengan 18 poin.
Bagi PSMS, menang adalah hal krusial yang wajib direalisasikan di lapangan. Terlebih, skuad PSMS bakal tampil nyaris full team (minus Markus, baca : Markus Sakit Maag). “Kondisi seluruh pemain dalam keadaan fit, namun belum tahu siapa saja yang akan jadi starter. Kita masih akan lihat kondisi terakhir,” bilang Liestiadi.
Soal lawan, Liestiadi mengaku Persitara adalah tim yang berada dalam tren yang positif, terlebih striker asingnya Adolfo Souza.
Lalu bagaimana dengan Persita? Pendekar Cisadane boleh dibilang sukses menyandang predikat tim nomaden. Paling tidak dalam sejumlah laga, Persita sukses meraih hasil manis terutama saat menyandang tuan rumah. Terakhir Cucu Hidayat dkk sukses memecundangi Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin.
Tren tak terkalahkan main di kandang itulah yang akan diusung Persita saat menjamu PSMS Medan. Tentunya tim Ungu akan bertarung habis-habisan menjadikan PSMS sebagai tumbal berikutnya demi mempertahankan rekor tersebut. ”Bagi kami main di mana pun sama saja, sebab kami tak punya kandang,” ungkap Cucu Hidayat kepada INDOPOS (grup Sumut Pos), kemarin.
Oleh karenanya, lanjut Cucu, semua stadion yang menjadi arena pertandingan bagi Persita, akan dianggap markasnya sendiri. Terlebih Stadion Siliwangi Bandung. ”Kami sudah tak merasa asing dengan Stadion ini (Siliwangi Bandung red). Bahkan, stadion ini sudah seperti kandang kami sendiri,” tandasnya.
Hal itu juga diakui pelatih Persita Zaenal Abidin. Menurutnya, Cucu Hidayat dkk lebih bersemangat jika bermain di Siliwangi, ”Anak-anak bisa bermain lepas di sini. Berbeda saat bermain di Sidoarjo dulu,” ujar pelatih yang baru mengantongi lisensi A itu.
Oleh karenanya, Zaenal mengaku optimis anak asuhnya mampu memperdayai PSMS di Siliwangi. ”Saya selalu optimis bisa meraih yang terbaik. Termasuk ketika menghadapi PSMS besok (hari ini red),” koar Zaenal. (ful/sis/jpnn)
PSMS Medan
SEJATINYA kali ini PSMS tampil lebih komplet. Ini terlihat dari fitnya beberapa nama pemain yang sebelumnya cedera. Esteban Javier Guillen, Rahmat Affandi, Asri Akbar sudah bisa berlatih. Hanya saja, satu pilar di bawah mistar gawang yakni Markus Horison malah diparkir karena sakit maag.
Persita Tangerang
KEMENANGAN terakhir Cucu Hidayat dkk atas Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin wajib diwaspadai. Pasalnya, hanya satu pemain Persita yang bakal absen di pertandingan ini yakni I Made Wirahadi yang terkena cedera punggung saat latihan jelang lawan Sriwijaya. Dan kemenangan atas Sriwijaya juga
Fact and Figure
1. Pertemuan PSMS versus Persita merupakan pertemuan kedua sebagai tim musafir yang bermain di tempat netral, karena sama-sama tak punya kandang.
2. Dari pertemuan terakhir di tempat netral baik PSMS maupun Persita bermain imbang.
3. Dari empat pertemuan terakhir di kompetisi Ligina baik PSMS dan Persita saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.
4. Dari empat pertemuan terakhir di Ligina PSMS unggul agregat dibandingkan dengan Persita.
Head to Head
Indonesia Super League 2008
14-10-08 PSMS v Persita 2-2
Ligina XIII 2007
14-04-2007 PSMS v Persita 2-0
19-08-2007 Persita v PSMS 1-0
Ligina XII 2006
12-03-2006 PSMS v Persita 3-1
10-06-2006 Persita v PSMS 1-0
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ligina XI 2005
13-04-2005 Persita v PSMS 4-0
27-04-2005 PSMS v Persita 1-0
Ligina X 2004
25-01-2004 Persita v PSMS 3-0
04-08-2004 PSMS v Persita 2-1
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ini terjadi setelah stadion kedua tim tak memenuhi standar Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti ISL musim ini. Jika Stadion Teladan tak mumpuni untuk digunakan PSMS, maka Stadion Benteng, juga punya nasib sama. Makanya di putaran I lalu, Persita juga harus punya homebase lain yakni Si Jalak Harupat sebelum akhirnya paro musim kedua pindah ke Siliwangi.
Di lanjutan ISL putaran II ini Ayam Kinantan-julukan PSMS-dan Pendekar Cisadane-julukan Persita, akan membuktikan diri sebagai penguasa Stadion Siliwangi, homebase kedua tim selama putaran II. Sejatinya tak hanya soal predikat tim musafir terbaik di Siliwangi yang patut digenggam. Namun, mengamankan posisi alias cari selamat dari zona degradasi. Saat ini, Ayam Kinantan berada di posisi 15 zona playoff degradasi dengan poin 17, sedangkan Pendekar Cisadane hanya satu strip di atas, yakni di posisi 14 dengan 18 poin.
Bagi PSMS, menang adalah hal krusial yang wajib direalisasikan di lapangan. Terlebih, skuad PSMS bakal tampil nyaris full team (minus Markus, baca : Markus Sakit Maag). “Kondisi seluruh pemain dalam keadaan fit, namun belum tahu siapa saja yang akan jadi starter. Kita masih akan lihat kondisi terakhir,” bilang Liestiadi.
Soal lawan, Liestiadi mengaku Persitara adalah tim yang berada dalam tren yang positif, terlebih striker asingnya Adolfo Souza.
Lalu bagaimana dengan Persita? Pendekar Cisadane boleh dibilang sukses menyandang predikat tim nomaden. Paling tidak dalam sejumlah laga, Persita sukses meraih hasil manis terutama saat menyandang tuan rumah. Terakhir Cucu Hidayat dkk sukses memecundangi Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin.
Tren tak terkalahkan main di kandang itulah yang akan diusung Persita saat menjamu PSMS Medan. Tentunya tim Ungu akan bertarung habis-habisan menjadikan PSMS sebagai tumbal berikutnya demi mempertahankan rekor tersebut. ”Bagi kami main di mana pun sama saja, sebab kami tak punya kandang,” ungkap Cucu Hidayat kepada INDOPOS (grup Sumut Pos), kemarin.
Oleh karenanya, lanjut Cucu, semua stadion yang menjadi arena pertandingan bagi Persita, akan dianggap markasnya sendiri. Terlebih Stadion Siliwangi Bandung. ”Kami sudah tak merasa asing dengan Stadion ini (Siliwangi Bandung red). Bahkan, stadion ini sudah seperti kandang kami sendiri,” tandasnya.
Hal itu juga diakui pelatih Persita Zaenal Abidin. Menurutnya, Cucu Hidayat dkk lebih bersemangat jika bermain di Siliwangi, ”Anak-anak bisa bermain lepas di sini. Berbeda saat bermain di Sidoarjo dulu,” ujar pelatih yang baru mengantongi lisensi A itu.
Oleh karenanya, Zaenal mengaku optimis anak asuhnya mampu memperdayai PSMS di Siliwangi. ”Saya selalu optimis bisa meraih yang terbaik. Termasuk ketika menghadapi PSMS besok (hari ini red),” koar Zaenal. (ful/sis/jpnn)
PSMS Medan
SEJATINYA kali ini PSMS tampil lebih komplet. Ini terlihat dari fitnya beberapa nama pemain yang sebelumnya cedera. Esteban Javier Guillen, Rahmat Affandi, Asri Akbar sudah bisa berlatih. Hanya saja, satu pilar di bawah mistar gawang yakni Markus Horison malah diparkir karena sakit maag.
Persita Tangerang
KEMENANGAN terakhir Cucu Hidayat dkk atas Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin wajib diwaspadai. Pasalnya, hanya satu pemain Persita yang bakal absen di pertandingan ini yakni I Made Wirahadi yang terkena cedera punggung saat latihan jelang lawan Sriwijaya. Dan kemenangan atas Sriwijaya juga
Fact and Figure
1. Pertemuan PSMS versus Persita merupakan pertemuan kedua sebagai tim musafir yang bermain di tempat netral, karena sama-sama tak punya kandang.
2. Dari pertemuan terakhir di tempat netral baik PSMS maupun Persita bermain imbang.
3. Dari empat pertemuan terakhir di kompetisi Ligina baik PSMS dan Persita saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.
4. Dari empat pertemuan terakhir di Ligina PSMS unggul agregat dibandingkan dengan Persita.
Head to Head
Indonesia Super League 2008
14-10-08 PSMS v Persita 2-2
Ligina XIII 2007
14-04-2007 PSMS v Persita 2-0
19-08-2007 Persita v PSMS 1-0
Ligina XII 2006
12-03-2006 PSMS v Persita 3-1
10-06-2006 Persita v PSMS 1-0
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ligina XI 2005
13-04-2005 Persita v PSMS 4-0
27-04-2005 PSMS v Persita 1-0
Ligina X 2004
25-01-2004 Persita v PSMS 3-0
04-08-2004 PSMS v Persita 2-1
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Markus Sakit Maag, Galih Starter
KABAR buruk menimpa Ayam Kinantan. Hanya satu hari jelang pertandingan versus Persita, PSMS malah kehilangan kiper utamanya Markus Horison. Kiper Timnas Indonesia ini diketahui sedang menderita sakit maag dan harus istirahat.
Markus sendiri saat dihubungi membenarkan hal tersebut. “Sepertinya memang tidak main. Karena memang kondisi sedang sakit, akibat terlalu letih juga. Jadwal PSMS saat sampai April mendatang super padat. Sebelumnya saya juga sempat membela Timnas dan langsung gabung ke PSMS. Mungkin kurang istirahat saja. Dokter tim juga sarankan agar istirahat,” kata Markus.
Beruntung, PSMS masih punya kiper andalan lainnya yakni Galih Sudaryono. Sosok inilah yang selama putaran pertama selalu menjaga mistar gawang PSMS sebelum hadirnya Markus. Hal itu ditegaskan Mardiyanto pelatih kiper PSMS Medan yang dihubungi Rabu (4/3) malam. Menurut Mardiyanto, peluang Galih diturunkan diperkirakan sampai 90 persen.
Hal tersebut terlihat dari sesi latihan terakhir. Saat itu Mardiyanto memberikan porsi latihan lebih besar kepada Galih. “Latihan terakhir kemarin, Markus sempat juga latihan. Namun kondisinya tidak fit, badannya masih sangat lemas akibat sakit maag-nya kambuh. Sedangkan Galih dalam kondisi terbaiknya dan siap diturunkan. Mentalnya juga masih terjaga,” terang Mardiyanto.
Dan hal itu tentunya sudah dikordinasikan antara Markus, dan pelatih kepala. Menurut Mardiyanto tidak ada soal Markus main atau tidak. “Tidak bisa juga kita paksakan Markus main, karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” bebernya.
Lalu apa komentar Galih? Kiper kelahiran Sleman itu mengaku sangat siap. “Sebagai pemain saya siap saja kalau harus main, dan kalau tidak ya siap juga. Meski dalam kondisi fit, saya tidak ingin terlalu over confident, bisa jadi bomerang juga bagi saya dan tim. Yang pasti menanti hasil meeting untuk mendapatkan kepastian,” bilangnya.
Markus sendiri saat dihubungi membenarkan hal tersebut. “Sepertinya memang tidak main. Karena memang kondisi sedang sakit, akibat terlalu letih juga. Jadwal PSMS saat sampai April mendatang super padat. Sebelumnya saya juga sempat membela Timnas dan langsung gabung ke PSMS. Mungkin kurang istirahat saja. Dokter tim juga sarankan agar istirahat,” kata Markus.
Beruntung, PSMS masih punya kiper andalan lainnya yakni Galih Sudaryono. Sosok inilah yang selama putaran pertama selalu menjaga mistar gawang PSMS sebelum hadirnya Markus. Hal itu ditegaskan Mardiyanto pelatih kiper PSMS Medan yang dihubungi Rabu (4/3) malam. Menurut Mardiyanto, peluang Galih diturunkan diperkirakan sampai 90 persen.
Hal tersebut terlihat dari sesi latihan terakhir. Saat itu Mardiyanto memberikan porsi latihan lebih besar kepada Galih. “Latihan terakhir kemarin, Markus sempat juga latihan. Namun kondisinya tidak fit, badannya masih sangat lemas akibat sakit maag-nya kambuh. Sedangkan Galih dalam kondisi terbaiknya dan siap diturunkan. Mentalnya juga masih terjaga,” terang Mardiyanto.
Dan hal itu tentunya sudah dikordinasikan antara Markus, dan pelatih kepala. Menurut Mardiyanto tidak ada soal Markus main atau tidak. “Tidak bisa juga kita paksakan Markus main, karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” bebernya.
Lalu apa komentar Galih? Kiper kelahiran Sleman itu mengaku sangat siap. “Sebagai pemain saya siap saja kalau harus main, dan kalau tidak ya siap juga. Meski dalam kondisi fit, saya tidak ingin terlalu over confident, bisa jadi bomerang juga bagi saya dan tim. Yang pasti menanti hasil meeting untuk mendapatkan kepastian,” bilangnya.
PSMS vs Persita sore ini, Janji total menyerang
MEDAN - Kata menyerang merupakan bahasa yang pas diumpamakan saat pertemuan Persita Tangerang menjamu PSMS Medan, Kamis sore nanti. Pasalnya, kedua tim sama-sama berada di papan bawah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).
Sudah pasti hanya kemenangan yang bisa membawa anak-anak PSMS melonjak naik ke papan tengah. Alhasil, duel tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan seru. Terlebih bagi PSMS yang masih terus berkutat di posisi bawah klasemen sementaram sehingga terancam degradasi.
"Kemenangan merupakan satu-satunya hasil yang kita butuhkan. Untuk itu, tidak ada istilah bertahan. Kita akan menyerang dari awal kick off," kata pelatih PSMS Liestiadi usai mencoba lapangan Stadion Sliwangi Bandung, Rabu.
Keyakinan menuju tiga poin pun tetap dikantungi para punggawa Ayam Kinantan, walau Persita baru saja mengalahkan Sriwijaya FC. "Sebelum pertandingan berakhir, tidak akan ada yang tahu hasil akhirnya. Jadi wajar sebagai tim tamu kita juga berpeluang untuk menang dan pastinya siap mengambil tiga poin dari Persita," sambung Liestiadi tersenyum.
Kendati demikian, Liestiadi tidak bisa memungkiri saat ini tuan rumah dalam kondisi on fire. "Mereka (Persita, Red) baru saja mengalahkan klub tangguh Sriwijaya FC. Tapi ingat, lain lawan lain pula aromanya," kata pelatih yang juga hobi berkaraoke ini.
Walau kekuatan PSMS masih pincang, tim kebanggaan kota Medan ini tetap ambisi mengambil poin penuh. Sementara itu, manajer Sihar Sitorus mengharapkan kesalahan saat melawan Persijap Jepara tidak terulang lagi.
"Setiap kita sudah unggul, pasti bisa terkejar dan itu akibat kesalahan pemain kita sendiri. Besok (hari ini-red) harus menang," tegas Sihar.
Keinginan membawa pulang kemenangan juga diinginkan para suporter PSMS. Tergabung dalam PSMS Medan Fans Club, Toni Nainggolan mengharapkan M Affan Lubis cs bisa memberikan kemenangan.
"Kami sudah rindu untuk berpesta dan bernyanyi kemenangan. Kami ingin momen saat mengalahkan Persik Kediri diulangi," harap Toni yang juga ketua suporter.
Sudah pasti hanya kemenangan yang bisa membawa anak-anak PSMS melonjak naik ke papan tengah. Alhasil, duel tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan seru. Terlebih bagi PSMS yang masih terus berkutat di posisi bawah klasemen sementaram sehingga terancam degradasi.
"Kemenangan merupakan satu-satunya hasil yang kita butuhkan. Untuk itu, tidak ada istilah bertahan. Kita akan menyerang dari awal kick off," kata pelatih PSMS Liestiadi usai mencoba lapangan Stadion Sliwangi Bandung, Rabu.
Keyakinan menuju tiga poin pun tetap dikantungi para punggawa Ayam Kinantan, walau Persita baru saja mengalahkan Sriwijaya FC. "Sebelum pertandingan berakhir, tidak akan ada yang tahu hasil akhirnya. Jadi wajar sebagai tim tamu kita juga berpeluang untuk menang dan pastinya siap mengambil tiga poin dari Persita," sambung Liestiadi tersenyum.
Kendati demikian, Liestiadi tidak bisa memungkiri saat ini tuan rumah dalam kondisi on fire. "Mereka (Persita, Red) baru saja mengalahkan klub tangguh Sriwijaya FC. Tapi ingat, lain lawan lain pula aromanya," kata pelatih yang juga hobi berkaraoke ini.
Walau kekuatan PSMS masih pincang, tim kebanggaan kota Medan ini tetap ambisi mengambil poin penuh. Sementara itu, manajer Sihar Sitorus mengharapkan kesalahan saat melawan Persijap Jepara tidak terulang lagi.
"Setiap kita sudah unggul, pasti bisa terkejar dan itu akibat kesalahan pemain kita sendiri. Besok (hari ini-red) harus menang," tegas Sihar.
Keinginan membawa pulang kemenangan juga diinginkan para suporter PSMS. Tergabung dalam PSMS Medan Fans Club, Toni Nainggolan mengharapkan M Affan Lubis cs bisa memberikan kemenangan.
"Kami sudah rindu untuk berpesta dan bernyanyi kemenangan. Kami ingin momen saat mengalahkan Persik Kediri diulangi," harap Toni yang juga ketua suporter.
Sorot Lini Belakang
MEDAN- Langkah PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) semakin payah. Usai imbang 2-2 kontra Persijap Jepara (2/3) lalu, persaingan di zona degradasi pun memuncak. Lini belakang PSMS dinilai biang atas hasil tersebut dan menjadi sorotan penting Liestiadi pelatih kepala PSMS.
Di babak pertama saat ditantang Persijap, lini belakang Ayam Kinantan yang digalang Aun Carbiny main begitu disiplin. Anak-anak Persijap asuhan Junaidi terlihat frustasi menembus barisan pertahanan. Malah Aun berhasil mencetak gol ke gawang Persijap. Lima menit usai golnya, Juan Salaberry menjawab kritikan publik Medan akan penampilan buruknya dengan mengemas satu gol untuk PSMS pada partai tersebut. Sampai turun minum PSMS unggul 2-0.
Nah, kebiasaan buruk PSMS pun mulai terulang kala sudah unggul. Mulailah barisan pertahanan PSMS kocar-kacir menutup ruang gerak striker lawan. Kordinasi yang buruk tak jarang berbuah petaka.
Akibat lemahnya koordinasi dan komunikasi pemain belakang PSMS, gawang Markus pun bergetar samapi dua kali hingga akhirnya laga itu harus berakhir draw 2-2.
Liestiadi pun meradang. Lini pertahanan lantas jadi kambing hitam yang harus segera dibenahi. “Lini belakang kurang koordinasi dan komunikasi. Hal tersebut akan kita drill pada match berikutnya. Tentu saja dengan evaluasi mendalam,” koarnya Selasa (3/3) via sambungan telepon.
Sialnya, hasil itu tentu saja membuat posisi sementara PSMS di klasemen sementara ISL kian tak mengenakkan. Bayangkan saja, hingga 22 laga yang dijalani PSMS baru dua kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali kandas. Wajar saja raihan 17 angka menjadi milik klub yang berdiri sejak 1950 silam itu.
Lantas posisinya pun berkutat di urutan 15 yang merupakan posisi play off degradasi. Lalu apa komentar Liestiadi akan hal itu? Dengan tegas dia optimis mampu membawa Affan Lubis dkk lolos dari zona degradasi. “Gak masalah karena saya yakin PSMS akan tetap di ISL. Alasannya karena tekad pemain, manajemen dan pelatih begitu kuat untuk bertahan di ISL,” kata pelatih keturunan Tionghoa itu.
Sementara pusing dengan hasil kontra Persijap, Liestiadi juga harus berpikir akan kondisi beberapa pemainnya. Meski mengaku hanya Zada yang masih didera cedera, Liestiadi juga harus memutar otak untuk me-recovery para pemainnya untuk menyimpan tenaga di laga-laga berat selanjutnya. Seperti diketahui, PSMS musim ini harus main di tiga even sekaligus, ISL, Copa Indonesia, dan AFC Cup. “Anak-anak dalam kondisi fit. Tercatat hanya Zada yang masih cedera. Saat lawan Persita Tangerang Sabtu (5/3) nanti, dia mungkin sudah bisa turun,” pungkas Liestiadi. (ful)
Di babak pertama saat ditantang Persijap, lini belakang Ayam Kinantan yang digalang Aun Carbiny main begitu disiplin. Anak-anak Persijap asuhan Junaidi terlihat frustasi menembus barisan pertahanan. Malah Aun berhasil mencetak gol ke gawang Persijap. Lima menit usai golnya, Juan Salaberry menjawab kritikan publik Medan akan penampilan buruknya dengan mengemas satu gol untuk PSMS pada partai tersebut. Sampai turun minum PSMS unggul 2-0.
Nah, kebiasaan buruk PSMS pun mulai terulang kala sudah unggul. Mulailah barisan pertahanan PSMS kocar-kacir menutup ruang gerak striker lawan. Kordinasi yang buruk tak jarang berbuah petaka.
Akibat lemahnya koordinasi dan komunikasi pemain belakang PSMS, gawang Markus pun bergetar samapi dua kali hingga akhirnya laga itu harus berakhir draw 2-2.
Liestiadi pun meradang. Lini pertahanan lantas jadi kambing hitam yang harus segera dibenahi. “Lini belakang kurang koordinasi dan komunikasi. Hal tersebut akan kita drill pada match berikutnya. Tentu saja dengan evaluasi mendalam,” koarnya Selasa (3/3) via sambungan telepon.
Sialnya, hasil itu tentu saja membuat posisi sementara PSMS di klasemen sementara ISL kian tak mengenakkan. Bayangkan saja, hingga 22 laga yang dijalani PSMS baru dua kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali kandas. Wajar saja raihan 17 angka menjadi milik klub yang berdiri sejak 1950 silam itu.
Lantas posisinya pun berkutat di urutan 15 yang merupakan posisi play off degradasi. Lalu apa komentar Liestiadi akan hal itu? Dengan tegas dia optimis mampu membawa Affan Lubis dkk lolos dari zona degradasi. “Gak masalah karena saya yakin PSMS akan tetap di ISL. Alasannya karena tekad pemain, manajemen dan pelatih begitu kuat untuk bertahan di ISL,” kata pelatih keturunan Tionghoa itu.
Sementara pusing dengan hasil kontra Persijap, Liestiadi juga harus berpikir akan kondisi beberapa pemainnya. Meski mengaku hanya Zada yang masih didera cedera, Liestiadi juga harus memutar otak untuk me-recovery para pemainnya untuk menyimpan tenaga di laga-laga berat selanjutnya. Seperti diketahui, PSMS musim ini harus main di tiga even sekaligus, ISL, Copa Indonesia, dan AFC Cup. “Anak-anak dalam kondisi fit. Tercatat hanya Zada yang masih cedera. Saat lawan Persita Tangerang Sabtu (5/3) nanti, dia mungkin sudah bisa turun,” pungkas Liestiadi. (ful)
PSMS U21 tahan Pelita Jaya U21
BANDUNG - Tuan rumah Pelita Jaya U-21 harus puas dengan hasil imbang setelah ditahan PSMS Medan 1-1 pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2009 U-21 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Rabu.
Meski dukurung hampir sepanjang babak pertama, PSMS justeru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak striker Bambang Hardianto menit ke-31. Sedangkan gol balasan tuan rumah Pelita Jaya dicetak Riski Novriansyah menit ke-71 babak kedua. Gol Riski menyelamatkan tim asuhan Pelatih Jajang Nurjaman itu dari kekalahan di kandang.
Pertandingan berlangsung dalam tempo lambat akibat guyuran hujan lebat yang turun sejak menit ke-5 babak pertama. Meski meraih hasil imbang, Pelita Jaya masih tetap memimpin klasemen sementara Grup I dengan nilai 17 hasil 5 kali menang dan dua seri tanpa kalah. Sedangkan PSMS masih di peringkat ketiga dengan nilai 7.
"Ini kedua kali ditahan imbang PSMS, kedua-duanya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Partai tandang justru kami sapu bersih," kata Jajang.
Ia mengakui pertandingan berlangsung cukup berat karena hujan. Sedangkan Pelatih PSMS, Wanderley Junior menyebutkan hasil imbang lawan Pelita cukup bagi timnya yang tampil maksimal.
"PSMS bikin gol lebih dulu itu bagus, tapi Pelita sulit dihadang dan hasil imbang ini .ukup bagi kami," kata Wanderley.
Ia menyebutkan, beberapa pemainnya direkrut tim PSMS Senior dan Persikota dalam rangka mempersiapkan pemain masa depan PSMS. "Malam ini pemain tampil maksimal, sayang hujan deras sehingga pertandingan menjadi berat," kata Wanderley
Meski dukurung hampir sepanjang babak pertama, PSMS justeru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak striker Bambang Hardianto menit ke-31. Sedangkan gol balasan tuan rumah Pelita Jaya dicetak Riski Novriansyah menit ke-71 babak kedua. Gol Riski menyelamatkan tim asuhan Pelatih Jajang Nurjaman itu dari kekalahan di kandang.
Pertandingan berlangsung dalam tempo lambat akibat guyuran hujan lebat yang turun sejak menit ke-5 babak pertama. Meski meraih hasil imbang, Pelita Jaya masih tetap memimpin klasemen sementara Grup I dengan nilai 17 hasil 5 kali menang dan dua seri tanpa kalah. Sedangkan PSMS masih di peringkat ketiga dengan nilai 7.
"Ini kedua kali ditahan imbang PSMS, kedua-duanya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Partai tandang justru kami sapu bersih," kata Jajang.
Ia mengakui pertandingan berlangsung cukup berat karena hujan. Sedangkan Pelatih PSMS, Wanderley Junior menyebutkan hasil imbang lawan Pelita cukup bagi timnya yang tampil maksimal.
"PSMS bikin gol lebih dulu itu bagus, tapi Pelita sulit dihadang dan hasil imbang ini .ukup bagi kami," kata Wanderley.
Ia menyebutkan, beberapa pemainnya direkrut tim PSMS Senior dan Persikota dalam rangka mempersiapkan pemain masa depan PSMS. "Malam ini pemain tampil maksimal, sayang hujan deras sehingga pertandingan menjadi berat," kata Wanderley
Persita & PSMS Saling Menjatuhkan
Persita Tangerang dan PSMS Medan sama-sama butuh kemenangan untuk lepas dari jeratan degradasi. Kedua tim ini pun harus saling menjatuhkan saat bertarung di stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (5/3/2009).
Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.
"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.
Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.
"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.
Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.
Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.
Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.
"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.
Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.
"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.
Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.
Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.
Wednesday, March 4, 2009
AFC Cup 2009 PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.
Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.
"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.
Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.
Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.
Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.
Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.
"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.
Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.
Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.
Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)
AFC Cup 2009 PSMS Bidik Lolos Grup
Posisi PSMS Medan di Liga Super memang tidak nyaman. Tapi, mereka tetap mematok target bagus di pentas Piala AFC (Asian Football Confederation).
Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.
Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.
”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.
”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.
”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya
Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.
Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.
”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.
”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.
”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya
Merangkak 2 Persijap v PSMS 2
MEDAN- Kemenangan yang telah di depan mata, akhirnya sirna setelah Enjang Rohiman dan Ilham Hasan mampu membobol gawang Markus Horison sebanyak dua kali.
Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.
Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.
“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.
Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.
“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.
Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.
Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.
Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.
Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.
Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.
“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.
Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.
Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5
Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.
Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.
“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.
Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.
“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.
Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.
Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.
Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.
Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.
Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.
“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.
Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.
Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5
PSMS belum pantas
JEPARA - Keunggulan dua gol gagal dimanfaatkan PSMS Medan yang kemudian harus bermain imbang dengan Persijap Jepara 2-2 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin.
Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.
Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.
Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.
Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.
Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.
Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.
Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.
Susunan Pemain
Persijap Jepara
Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba
PSMS Medan
Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas
Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.
Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.
Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.
Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.
Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.
Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.
Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.
Susunan Pemain
Persijap Jepara
Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba
PSMS Medan
Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas
PSMS tetap tekad menang
02psms_aa.jpgJEPARA - Turun dengan materi compang-camping melawan Persijap Jepara, Senin malam nanti, tidak membuat PSMS Medan keder. Tim Ayam Kinantan tetap dengungkan kemenangan. Sebab, hanya cara itulah mereka bisa mendongkrak posisi ke papan tengah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).
"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.
Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.
"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.
Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.
Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.
"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.
Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.
"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.
Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.
Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
