Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, February 18, 2009
PSMS U-21 hancurkan SFC
Septia dengan kaki kiri melepaskan tendangan bola mati sekitar dua meter dari daerah penalti. Tendangan silang dari kiri pertahanan SFC itu tepat ke arah tiang jauh yang sulit dijangkau penjaga gawang Andi Irawan.
SFC unggul dalam penguasaan bola dan duel lapangan tengah, namun sulit menembus jantung pertahanan PSMS yang dikoordinir Afid Ali.
"Ini merupakan kemenangan pertama yang diperoleh dari enam kali penampilan," terang pelatih PSMS Wanderley. Dia mengakui di menit-menit awal, SFC mendominasi permainan namun timnya menemukan kepercayaan diri setelah 30 menit.
Menurutnya, walaupun PSMS tampil di kandang, mereka tampil grogi. Bermain di Stadion Teladan adalah untuk kedua kalinya setelah bermain imbang dengan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.
Pelatih SFC Sunardi menyebutkan permainan berimbang. "Terjadinya gol karena kesalahan pemain belakang yang mengakibatkan terjadinya tendangan bebas. SFC juga memiliki peluang, hanya keberuntungan belum berpihak," ujar Sunardi.
Pencetak gol semata wayang Septia Hadi menyebutkan, gol yang diciptakannya dipersembahkan buat PSMS. Bagi lajang kelahiran Kelumpang, Deli Serdang, 26 September 1991, ini merupakan gol kedua yang sebelumnya diciptakan ke gawang Persija Jakarta.
Anak sulung dari dua bersaudara ini mengawali karir di SSB Klumpang dan merupakan jebolan Academy Kurnia Football. Septia sempat dipercayakan bergabung dengan tim senior PSMS dan hasilnya tidak mengecewakan karena berperan dalam kemenangan atas PSPS Pekan Baru di babak 24 besar Copa Indonesia.
Tuesday, February 17, 2009
PSSI serius tanggapi Irfan-Sergio(special News)
Menurutnya, rencana seperti ini sebetulnya sudah pernah dijajaki PSSI, namun tidak membuahkan hasil karena para pemain tidak tertarik. Tapi dengan adanya keinginan dari pemain seperti Irfan dan Sergio, PSSI dipastikan welcome.
Demikian dikatakan pria yang akrab disapa Kang Nug ini ketika ditemui Waspada di ruang kerjanya, Senin. Bahkan Nugraha secara khusus meminta adanya fasilitator mendatangkan kedua pemain ke tanah air, termasuk menanyakan apa keinginan mereka jika masuk timnas dan mekanisme izin dari klubnya masing-masing.
Sebab, lanjutnya, jangan sampai PSSI dianggap melanggar aturan karena tidak ada izin klub yang mengontrak keduanya. "PSSI sejak dulu sangat antusias mendatangkan pemain keturunan. Bahkan, beberapa waktu lalu kami sempat mendatangkan sejumlah pemain dari Amerika Latin, sayang kualitas mereka tidak sesuai," katanya.
Ditambahkannya, satu hal yang kemungkinan mengganjal keinginan kedua pemain itu adalah regulasi FIFA mengenai perpindahan kewarganegaraan setiap pemain karena harus menjadi warga negara minimal lima tahun di negara bersangkutan.
Nugraha bahkan tidak menolak usulan untuk mendatangkan dua pemain itu dalam laga ujicoba timnas, guna melihat kualitas keduanya apakah layak atau tidak membela timnas.
"Tentunya kita tidak bisa asal ‘comot' saja dan harus mendapatkan izin klub mereka saat ini. Kami berharap kedatangan kedua pemain itu bisa menjawab keraguan publik selama ini, sebab PSSI dianggap tidak mau menerima pemain keturunan yang berada di luar negeri," bebernya sembari menambahkan jika persyaratan kedua pemain beres bisa diturunkan saat timnas menghadapi Manchester United (MU), Juli mendatang.
Ayam Kinantan kembali ke kandang
Tim berjulukan Ayam Kinantan itu siap tempur dalam menghadapi babak 16 besar Copa Indonesia 2008/2009 melawan Persiba Bantul pada 25 Februari mendatang. Tampil di kandang sendiri merupakan motivasi bagi pemain untuk memberikan hasil maksimal. Dukungan kepada tim PSMS tidak ada hentinya, bahkan kemarin sore ratusan masyarakat melihat langsung latihan Elie Aiboy Cs di Stadion Teladan.
"PSMS siap tempur dengan target memetik kemenangan melawan Persiba," ujar pelatih PSMS, Liestiadi.
Manajemen PSMS mengambil insiatif untuk segera balik ke kandang, guna berkonsentrasi di babak 16 besar Copa Indonesia sebelum memulai pertarungan ke kandang Persijap Jepara di Liga Super Indonesia pada awal Maret.
Menanggapi Persiba, Liestiadi mengakui tidak pandang sebelah mata walaupun mereka bertarung di divisi utama musim ini. Namun dia tidak memungkiri hasil undian masih menguntungkan bagi tim Ayam Kinantan ketimbang menghadapi tim-tim papan atas di Liga Super Indonesia.
Skuad PSMS yang kini diperkuat penjaga gawang tim nasional Markus Horison dan tambahan pemain legiun asing dapat memberikan kepercayaan diri untuk menghadapi setiap lawan.
Markus yang turut membawa PSMS bertengger di posisi runner-up Liga Indonesia 2007-2008 mengharapkan dukungan masyarakat Medan dan Sumatera Utara umumnya memberikan dukungan langsung ke Stadion Teladan.
Liestiadi mengakui tanpa doa dan dukungan masyarakat tim PSMS sulit untuk mencapai hasil maksimal. Hasil menggembirakan dalam dua laga yang dilakoni PSMS di Stadion Teladan dalam Copa Indonesia membuktikan pemain termotivasi bermain di kandang.
"Mudah-mudahan dengan dukungan yang diberikan suporter, tim Ayam Kinantan kembali menunjukkan tajinya," harap Liestiadi.
Friday, February 13, 2009
PSMS Ditahan Imbang Arema
Hanya bermain imbang dengan tamunya Arema Malang, posisi PSMS Medan di klasemen sementara tetap naik satu strip dan semakin menjauhi zona degradasi.
PSMS Medan kembali gagal meraih poin penuh di laga kandang, setelah ditahan imbang tanpa gol tamunya Arema Malang dalam lanjutan pertandingan Superliga 2008/09 di Stadion Siliwangi, Bandung, Kamis (12/2).Meski demikian, tambahan satu poin yang diperoleh di laga tersebut sudah cukup membuat Ayam Kinantan untuk naik satu strip di klasemen sementara kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini. Sekaligus secara perlahan meninggalkan zona degradasi.
Anak asuh pelatih Listiadi untuk sementara naik ke posisi 13 dengan 16 poin dari 21 pertandingan. Hasil dari dua kali menang, sepuluh kali imbang, dan sembilan kali kalah.
Hal yang sama diperoleh Arema Malang, di mana tim besutan pelatih Gusnul Yakin itu naik satu strip ke peringkat sepuluh dengan menggusur Pelita Jaya. Itu setelah Singo Edan mengantongi 27 poin dari 28 pertandingan.
Sayangnya, laga kedua tim diwarnai dengan keluarnya dua kartu merah. Masing-masing diberikan wasit M Safei yang memimpin pertandingan kepada wing bek Arema Alexander Pulalo yang melakukan pelanggaran keras kepada pemain PSMS, Leonardo Martin Zada (foto) di menit ke-77.
Serta di penghujung laga saat wasit akan meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, giliran Zada yang harus meninggalkan lapangan terlebih dahulu, setelah menerima kartu kuning kedua menyusul pelanggaran keras yang dilakukannya terhadap pemain Arema Arief Suyono.
Belum Aman
Belum Aman
BANDUNG-Ambisi PSMS Medan untuk menjauh dari zona degradasi urung terwujud. Ini setelah Ayam Kinantan hanya bermain imbang 0-0 saat menjamu Arema Malang dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League putaran II di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin.
Dengan donasi satu poin tersebut, Affan Lubis dkk naik satu strip ke peringkat ke-13 dengan poin 16 di zona papan bawah. Sayangnya, meski merangkak naik, posisi Ayam Kinantan jauh dari kata aman. Pasalnya, para pesaing yang berada di zona papan bawah memiliki poin yang sama seperti PSIS juga PKT Bontang. Bahkan tim yang berada di zona degradasi hanya selisih satu poin dari PSMS (lihat klasemen). Artinya salah langkah sedikit, PSMS bakal terjerumus ke zona degradasi kembali, terlebih PSMS telah memainkan partai lebih banyak dari pesaing lainnya. PSMS telah menjalankan 21 partai.
Dalam pertandingan kemarin kedua tim bermain dengan menyerang. Kedua tim juga sama-sama menciptakan banyak peluang. PSMS sendiri membuka peluang melalui akselerasi Elie Aiboy pada menit 10. Beruntung, umpan silang mantan pemain Arema ini mampu diantisipasi kiper Arema, Kurnia Meiga Hermansyah.
Selanjutnya, tim Arema membuka peluang emas melalui serangan balik yang dibangun Arif Suyono dengan menyisir pinggir lapangan pada menit 28. Sayang, aksinya dipatahkan lini belakang PSMS. Dua menit berselang, giliran Patricio Morales nyaris mencetak gol, tapi bola yang dalam penguasaannya, lebih cepat diamankan kiper PSMS, Markus Horison.
Berikutnya, giliran striker anyar PSMS, Mario Costa yang membahayakan gawang Arema dengan tendangan kerasnya di menit 35. Tapi tendangan itu hanya tipis di atas mistar gawang Arema. Hingga 45 menit tuntas, kedudukan tetap sama kuat 0-0.
Di babak kedua, laga berjalan semakin seru dan keras. Kiper Arema Kurnia Meiga menjadi bintang lapangan setelah beberapa kali mampu mengamankan bola dari serangan anak-anak Medan. Diantaranya, heading Costa di menit 50 memaksimalkan umpan lambung Leonardo Zada Martin. Di menit 77, Singo Edan-julukan Arema Malang-terpaksa tampil dengan 10 pemain usai Alexander Pulalo diganjar kartu merah wasit Safii asal Bandung.
Pemain senior ini dinilai menendang kaki pemain pengganti PSMS, Syahroni yang sebelumnya melanggar dirinya.
Sepuluh menit berselang setelah Alex keluar, giliran kubu PSMS bermain sepuluh pemain setelah Zada juga diganjar kartu merah. Meski demikian, kubu PSMS bukan lantas mengendorkan serangan. Elie sering merepotkan barisan pertahanan Arema. Namun ketangguhan Meiga di bawah mistar gawang dan didukung kesolidan tembok pertahanan Arema sukses mementahkan serangan PSMS. Hingga peluit panjang, skor tidak berubah tetap 0-0.
Melihat kenyataan harus menerima seri kesekian kalinya PSMS sangat kecewa. ‘’Anak-anak tampil kurang maksimal hingga selalu gagal memaksimalkan peluang cetak gol. Kami kecewa dengan hasil ini, PSMS sangat membutuhkan tambahan poin penuh di kandang. Tapi kenyataannya, kami tidak bisa meraihnya,’’ terang Liestiadi, pelatih PSMS.
Sedangkan kubu Arema mengaku senang, meski seri bukan target. ‘’Soal hasil, kami patut bersyukur karena bisa ambil satu poin, meski target adalah kalahkan PSMS. Tapi, saya juga berterimakasih kepada pemain tampil dengan semangat tinggi,” terang Gusnul pelatih Arema.
PSMS SEKARANG FOKUS DI COPA
Oleh karenanya, pelatih PSMS Liestiadi pun mengalihkan perhatiannya untuk fokus di Copa. “Setelah laga kontra Arema kemarin, jadwal PSMS di ajang ISL akan kembali bergulir di bulan Maret mendatang. Jadi saat ini kita akan langsung fokus ke pertandingan melawan Persiba Bantul di ajang Copa Indonesia,” bilang Liestiadi usai pertandingan kemarin.
Namun belum ada kejelasan di mana PSMS akan menggelar latihan, untuk menatap laga kontra Persiba Bantul mendatang. Apakah masih di Bandung, atau segera kembali ke Medan. “Kita belum dapat kabar dari manajemen, mengenai di mana kita akan menggelar latihan. Mungkin masih di Bandung. Biasanya beberapa hari sebelum tanding baru ke Medan,” katanya.
Mengenai hasil laga kontra Arema, Liestiadi tampaknya sadar bahwa manajemen PSMS pasti kecewa dengan hasil itu. “Tentu saja manejemen pastinya kecewa. Sama dengan saya dan pemain,” bebernya.
Namun, Liestiadi mengaku setidaknya PSMS sudah mulai menunjukkan permainan dengan grafik yang bagus. Hal itu diukur Liestiadi sejak bergulirnya putaran kedua ISL.
“Ada perkembangan penampilan anak-anak. Dan hal itu cukup signifikan. Setidaknya bisa menjadi modal berharga menatap laga selanjutnya,” pungkasnya
Zada Gemas dengan Keputusan Wasit
Sebelumnya gelandang impor asal Brazil itu sudah mendapatkan kartu merah saat PSMS kandas di tangan Pelita Jaya. Lantas Zada pun dihukum tak boleh main saat skuad Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan berhadapan dengan Persik Kediri.
Saat lepas dari hukuman dan bisa bertanding kembali, Zada kembali mengulangi kesalahannya. Kali ini dia tak menghiraukan peluit wasit. Saat menghadapi Arema, PSMS memang lebih mendominasi serangan. Sejumlah peluang pun bermunculan. Termasuk saat Zada mencoba mencetak gol lewat sentuhan umpan terobosan. Namun sayang, Zada lebih dulu berada dalam posisi offside. Namun dia tak mengiraukan peluit wasit dan berusaha menendang bola. Akhirnya wasit memberinya kartu kuning kedua bersamaan dengan kartu merah.
Zada sendiri gemas dengan putusan wasit. Menurutnya, Zada, wasit terlalu cepat mengambil keputusan untuk memberikan kartu kuning dan merah. “Wasit, saya rasa tidak fair. Kenapa terlalu cepat keluarkan kartu. Harusnya dilihat dulu persoalannya,” koarnya usai laga.
Sementara Liestiadi pelatih kepala PSMS Medan, tak mau menyalahkan Zada sepenuhnya. Bagi Liestiadi mendapatkan kartu merah dalam sebuah pertandingan merupakan hal yang biasa. “Iya, Zada kena kartu merah lagi. Tapi saya tidak bisa menyalahkan dia sepenuhnya,” kata pelatih berdarah Tionghoa itu.
Meski dikartumerahkan wasit, Liestiadi tak cemas. Pasalnya Zada masih tetap bisa berlaga di ajang Copa Indonesia saat PSMS bertemu Persiba Bantul.
Dua kartu merah, PSMS tanpa gol
Wing back Arema, Alexander Pulalo, diganjar kartu merah oleh wasit M Syafi'i pada menit 77 setelah menendang keras kaki Leonardo Martin. Di penghujung laga, giliran Leonardo Martins Zada dikeluarkan wasit.
Hujan kartu mewarnai pertandingan yang berlangsung monoton itu, namun sesekali permainan keras yang diperagakan kedua tim. Pemain yang terkena kartu kuning adalah Syahroni (PSMS), Erik Setiawan, Boubakar Kieta, Suroso, Arif Suyono (Arema Malang).
Sebagai tuan rumah, PSMS bermain lamban dan kurang greget. Empat kali laga kandang beruntun sangat mempengaruhi kebugaran tim asuhan pelatih Liestiadi itu.
"Kami kecewa. Sebagai tuan rumah, seharusnya meraih angka penuh. Mungkin pemain kelelahan menjalani pertandingan beruntun," kata Liestiadi.
Sepanjang babak pertama, nyaris tak ada satupun peluang emas yang membahayakan. Namun Leonardo Zada sempat 'mengejutkan' PSMS ketika melakukan tembakan spekulatif sebelum mampu diselamatkan kiper Kurnia Mega.
"Kiper Arema tampil baik, ia man of the match pertandingan," puji Liestianto.
Sementara itu, Pelatih Arema Gusnul Yakin menyatakan puas dengan hasil imbang yang diraihnya atas tim sekaliber PSMS Medan. Pelatih yang juga mantan pemain Warna Agung Jakarta itu menyatakan satu poin cukup bagi timnya.
Dengan demikian, PSMS masih menempati posisi 13 klasemen sementara hsail dua kali menang, 10 seri dan sembilan kalah dengan raihan 16 poin.
Thursday, February 12, 2009
Geliat Papan Bawah
Kesempatan itu datang saat Arema meladeni PSMS Medan di Stadion Siliwangi, Bandung, sore ini. Bila sampai kalah lagi saat menghadapi PSMS, kepercayaan diri punggawa Singo Edan akan turun drastis. Tak hanya itu, posisi Arema di klasemen sementara juga akan terus melorot.
Posisi pelatih Arema Gusnul Yakin pun tak aman. Bisa jadi, bila tak berhasil meraih kemenangan saat menghadapi PSMS, Gusnul bakal kehilangan jabatannya. Apalagi, manajemen Arema kabarnya sudah melakukan kontak dengan calon pelatih baru.
Di tengah tekanan itu, Gusnul tetap konsentrasi menyiapkan pasukannya. ''Saya tak peduli apakah nanti saya akan diganti atau tidak. Saat ini saya sedang fokus menyiapkan tim menghadapi PSMS,'' ujarnya.
Kabar baik bagi Arema adalah kemungkinan bisa bermainnya gelandang asing Boubacar Kieta. ''Boubacar sudah menyelesaikan kitas (keterangan izin tinggal sementara). Kami berharap, agar pengesahan dari BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia) bisa segera turun,'' ucap Muhammad Taufan, asisten manajer Arema.
Harus diingat, tidak mudah untuk meraih poin dari PSMS yang kini duduk di peringkat 15 klasemen dengan mengantongi 15 poin. Saat ini, mental pasukan Ayam Kinantan - julukan PSMS - tengah melambung. Hal itu seiiring kemenangan 2-1 yang dipetik PSMS saat menjamu Persik Kediri 2-1 (8/2). Padahal, sebelumnya Persik mempermalukan Arema 1-0 di Stadion Kanjuruhan (2/2).
Bagi PSMS, kemenangan atas Arema sangatlah penting untuk menjauhi zona degradasi. Saat ini, PSMS hanya berada satu strip di atas zona merah tersebut. ''Bila kami ingin aman, tentu kami harus menang atas Arema'' kata Rudi Saari, asisten pelatih PSMS.
Perkiraan Pemain
PSMS (4-4-2): Markus Horison (g); Ramadhani, Aun Carbiny, Reswandi, Edi Sibung; Esteban Javier, Agus Supriyanto, Komang Adnyana, Elie Aiboy; Rahmad AfandiMario Costa.
Pelatih: Liestiadi
Arema (4-4-1-1): M Yasir (g); Erik Setiawan, Suroso, Ahmad Jufrianto, Alexander Pulalo; Arif Suyono, Hendra Ridwan, Ahmad Sambiring, Fandi Muchtar; Souleymane Traore; Patricio Morales.
PSMS Berharap Keuntungan Home Pertama
Dua kali menjalani laga kandang terlebih dahulu di babak awal, PSMS Medan berharap hal ini terus dipertahankan.
Pelatih PSMS Medan Listiadi menyatakan dirinya berharap tuah menjadi tuan rumah lebih awal bisa terus berlanjut. Hal tersebut menanggapi jadwal babak 16 besar turnamen Copa Indonesia 2008/09 yang baru saja di rilis Badan Liga Indonesia (BLI).Di mana Ayam Kinantan bakal terlebih dahulu menjamu tim divisi utama Persiba Bantul pada 20 Februari dan tandang pada 14 Maret. Menurut Listiadi, dalam dua penampilan sebelumnya di ajang ini, anak asuhnya bisa melewati hadangan tim lain dengan terlebih dahulu menggelar partai kandang.
"Melawan Persiraja dan PSPS Pekan Baru, kami selalu menjadi tuan rumah lebih dahulu. Tapi anak-anak bisa terus melaju hingga menembus babak 16 besar," katanya dihubungi GOAL.com, Rabu (11/2). "Kali ini pun kami berharap tetap bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai tuan rumah terlebih dahulu," tambahnya.
Masih kata Listiadi, dirinya sangat optimis anak asuhnya bisa melewati hadangan Persiba dan melaju ke babak berikut, meski diakuinya tim lawan sebelumnya sukses menghentikan langkah tim papan atas Superliga, Persik Kediri.
"Kondisi anak-anak sampai sejauh ini semuanya on fire alias siap tempur. Semoga saja hal ini bisa terus dipertahankan hingga pertandingan nanti. Yang pasti, anak-anak jangan sampai memandang enteng lawan karena berasal dari kasta berbeda. Sebab, Persiba adalah tim yang berbahaya," pungkasnya.
Tantang PSMS, Arema Bertekad untuk Bangkit
BANDUNG, — Arema Malang bertekad bangkit dari dua kekalahan beruntun saat menantang PSMS Medan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (12/2). Namun, dengan materi pemain saat ini, pasukan berjuluk "Singo Edan" ini agaknya masih belum bisa optimal.
Sebelum menantang PSMS, Arema baru saja menuai hasil buruk yakni takluk 0-1 pada Persik Kediri di kandang dan kalah telak 0-4 oleh Sriwijaya FC di Palembang. "Kami harus bangkit dan tidak terus terpuruk karena dua kekalahan kemarin," kata pelatih Arema Gusnul Yakin di Bandung, Rabu (11/2).
Arif Suyono dan kawan-kawan sudah menyesuaikan dengan kondisi Bandung sejak Senin (9/2). "Saya rasa pemulihan fisik sudah cukup. Anak-anak juga sudah menjalani latihan di Bandung. Saya lihat mereka justru termotivasi untuk memenangi pertandingan," kata Gusnul.
Dua kekalahan berturut-turut membuat posisi Arema melorot ke peringkat 11 klasemen sementara. Sedangkan PSMS masih berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Namun, dalam laga terakhir di Siliwangi, PSMS menundukkan Persik yang baru saja mengalahkan Arema dengan skor 2-1.
"Kemenangan itu pasti menjadi motivasi khusus bagi PSMS. Apalagi, mereka mengalahkan Persik yang tempo hari menundukkan kami. Namun, sepakbola bukan matematika," ujar Gusnul menyimpan optimisme.
Gusnul menambahkan, evaluasi dan perbaikan dari kesalahan-kesalahan dalam dua laga sebelumnya merupakan modal untuk menghadapi PSMS. "Saat lawan Sriwijaya, kami banyak membuat kesalahan sendiri yang bisa dimanfaatkan secara optimal oleh lawan," kata Gusnul.
Namun, upaya Arema tampaknya masih menghadapi kendala berupa materi pemain. "Tim kami kebanyakan terdiri dari pemain muda. Belum ada pemain yang dituakan. Kami belum punya playmaker yang bisa membuat permainan berkembang," kata Gusnul.
Saat ini, Arema masih menunggu stopper asing asal Guinea, Boubacar Kieta, yang kabarnya masih mengurus administrasi. Sampai sekarang (Rabu siang) dia belum ada kabarnya. "Kalaupun hari ini atau besok sampai di Bandung, saya harus lihat dulu kondisinya, bisa tidak dimainkan," ujar Gusnul.
Arema memang sangat membutuhkan tambahan amunisi di lini belakang. Benteng pertahanan saat ini yang dimotori Suroso dan Ahmad Juprianto dinilai belum cukup kokoPSMS Waspadai Motivasi Arema
BANDUNG, RABU — Laga PSMS Medan dan Arema Malang di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (12/2), agaknya akan menjadi perang motivasi.
Motivasi PSMS sedang menanjak setelah kemenangan atas Persik Kediri, Minggu (8/2). Sebaliknya, Arema Malang tengah berusaha bangkit setelah dua kekalahan beruntun.
"Kami masih berada di zona degradasi. Sebab itu, lawan Arema kami juga menargetkan kemenangan," kata pelatih PSMS Liestiadi, Rabu (11/2). Liestiadi mengatakan, kemenangan atas Persik membawa pengaruh positif terhadap timnya. Kami sudah siap bertempur lawan Arema, ujar Liestiadi.
Liestiadi mengatakan, ia sudah menganalisis kelemahan maupun kekuatan Arema saat bertanding melawan Persik dan Sriwijaya FC. "Kami justru mewaspadai motivasi mereka. Sebab, mereka pasti ingin bangkit setelah dua kekalahan beruntun," ujar Liestiadi.
Saat mengalahkan Persik 2-1, PSMS menunjukkan permainan yang cukup impresif. Kemenangan pun diraih secara dramatis, yakni gol penentu kemenangan diciptakan saat injury time. "Melihat permainan anak-anak kemarin, saya melihat adanya tren positif," kata Liestiadi.
Rencanya, Elie Aiboy dan kawan-kawan baru akan bertolak dari Bogor, Rabu sore ini. Berangkat sore tidak akan berpengaruh pada stamina pemain. "Kamis pagi, pemain tinggal latihan ringan saja," ujar Liestiadi.
Menghadapi "Singo Edan" (julukan Arema) kekuatan "Ayam Kinantan" (julukan PSMS) sudah pasti berlipat dengan kehadiran Leonardo Zada Martins. Saat menjamu Persik, Zada terpaksa absen akibat kartu merah ketika PSMS menjamu Pelita Jaya.
PSMS berharap tuah teladan
Ayam Kinantan sesuai hasil drawing yang digelar di Jakarta sehari sebelumnya, bertemu tim Divisi Utama, Persiba Bantul. Menurut Liestiadi, dalam dua penampilan sebelumnya di ajang ini, anak asuhnya bisa melewati hadangan tim lain dengan terlebih dahulu menggelar partai kandang.
"Melawan Persiraja dan PSPS (Pekan Baru), kami selalu menjadi tuan rumah lebih dahulu di Teladan. Tapi anak-anak bisa terus melaju hingga menembus babak 16 besar," katanya saat dihubungi Waspada, Rabu.
"Kali ini pun kami berharap tetap bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai tuan rumah terlebih dahulu," tambahnya seraya menyatakan optimis anak asuhnya bisa melewati hadangan Persiba dan melaju ke babak berikut kendati mereka menghentikan langkah tim papan atas Superliga, Persik Kediri.
"Kondisi anak-anak sampai sejauh ini semuanya on fire alias siap tempur. Semoga saja hal ini bisa terus dipertahankan hingga pertandingan nanti. Yang pasti, anak-anak jangan sampai memandang enteng lawan karena berasal dari kasta berbeda. Persiba adalah tim yang berbahaya, terbukti mereka lolos ke babak 16 besar," papar Liestiadi.
Mengenai jadwal PSMS di Copa, BLI akhirnya memutuskan jadwal babak 16 besar yang melibatkan PSMS dan Sriwijaya FC. Menurut Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono di Jakarta, Rabu, pihaknya berusaha mencari jadwal yang tepat untuk kedua tim agar tidak bentrok dengan jadwal LCA dan juga Superliga Indonesia.
"Sriwijaya FC akan menjadi tuan rumah lebih dulu pada 26 Februari, dilanjutkan pertandingan kedua di kandang Persib, 14 Maret. Untuk laga PSMS versus Persiba Bantul, laga pertama di Medan pada 20 Februari, sedangkan pertandingan kedua di Bantul, 14 Maret," jelas Joko.
Wednesday, February 11, 2009
BLI Sebut Jadwal PSMS Dan SFC Dikecualikan
BLI Sebut Jadwal PSMS Dan SFC Dikecualikan
Tampil di Liga Champion Asia 2009, PSMS Medan dan Sriwijaya Football Club (SFC) mendapat pengecualian dalam hal jadwal pertandingan babak 16 besar Copa Indonesia musim ini
Hal itu dilakukan masih kata Joko, karena kedua tim ini bakal tampil di ajang Liga Champion Asia (LCA) 2009. Sehingga jadwal kedua tim ini di babak 16 besar akan menyesuaikan dengan pertandingan yang akan mereka lakoni di ajang LCA.
"BLI akan mencari waktu yang tepat bagi kedua tim agar tidak sampai bentrok dengan jadwal yang harus mereka lakoni di ajang tersebut. Kemungkinan, jadwal kedua tim ini di babak 16 besar akan berbeda dengan tim lain," beber Joko kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2).
Pihaknya lanjut Joko, baru akan mengeluarkan jadwal lengkap pertandingan babak ketiga turnamen bergengsi di pentas sepakbola nasional musim ini dalam dua pekan ke depan. Tentunya dengan terlebih dahulu memperhatikan jadwal yang akan dilakoni semua tim di kompetisi reguler.
PSMS Akui Pecat Luciano
Sesuai pesan singkat (SMS) yang diterima GOAL.com pada Selasa (10/2) siang, Sihar menuliskan jika hal itu dilakukan karena pihaknya ingin konsentrasi penuh di tiga event besar, yakni Superliga, Copa Indonesia, serta Liga Champion Asia (LCA).
Meski demikian, apa yang ditulis Sihar tersebut sepertinya hanya alasan semata. Sebab menurut informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak pelatih asal Brasil itu gagal dalam verifikasi yang dilakukan BLI, manajemen PSMS sudah sangat kecewa.
Itu karena pelatih yang sebelumnya pernah cukup lama merumput di Liga Indonesia ini dinilai telah berbohong dengan mengaku jika sebelumnya dia adalah pelatih tim profesional di negaranya, Brasil.
Tapi setelah dilakukan verifikasi, ternyata Lusi -begitu sapaan akrabnya- hanyalah seorang asisten pelatih di tim yang dia sebutkan tadi. Selain itu, lisensi kepelatihan yang dimilikinya juga meragukan. Akibatnya, manajemen PSMS merasa tertipu atas kelakukan Lusi.
Lebih dari itu, tampaknya manajemen ingin memberikan keleluasaan kepada pelatih Listiadi untuk berkreasi dalam mempersiapkan Elie Aiboy dan kawan-kawan, mengarungi ketatnya kompetisi maupun turnamen yang akan mereka ikuti.
Pantau Arema
|
PSMS bersyukur jumpa Persiba
Sebab, tim besutannya akan bertemu tim Divisi Utama Persiba Bantul di babak tersebut. Menurut Listiadi, dengan menghadapi tim yang berada di level bawah, setidaknya mental bertanding anak asuhnya bisa sedikit terangkat.
"Hal itu tentu sangat berbeda jika sekiranya kami bertemu dengan tim papan atas Superliga di babak ini. Maka dari itu kami patut bersyukur," katanya ditemui Waspada usai acara pengundian yang dilakukan Badan Liga Indonesia (BLI) disaksikan 16 tim peserta, pengurus harian PSSI dan para wartawan.
Meski demikian, lanjutnya, Persiba tidak boleh dipandang enteng. Terbukti mereka mampu melaju dengan terlebih dahulu menyingkirkan tim kuat Persik Kediri di babak 24 besar.
"Selain itu, motivasi tim level bawah untuk mengalahkan tim dari level atas sangatlah tinggi. Untuk itu, pemain kami tidak boleh lengah apalagi sampai memandang enteng lawan. Ini akan sangat berbahaya buat kami." tambahnya.
Pengecualian
Di tempat sama, Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono menyatakan, PSMS bersama Sriwijaya FC adalah tim yang akan mendapat pengecualian dalam penyusunan jadwal di babak 16 besar, karena keduanya bakal tampil di Liga Champion Asia (LCA).
"Karena itu, kami akan mencari waktu yang tepat bagi kedua tim agar tidak sampai bentrok jadwal yang harus mereka lakoni di ajang tersebut. Kemungkinan, jadwal kedua tim akan berbeda dengan tim lain," bebernya sembari menambahkan dalam dua pekan ke depan pihaknya akan mengeluarkan jadwal lengkap.
Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membenarkan jika pihaknya mendepak Luciano Leandro sebagai Direktur Teknik Ayam Kinantan karena pihaknya ingin konsentrasi penuh di tiga event, yakni Liga Super, Copa Indonesia dan LCA.
Meski demikian, apa yang ditulis Sihar tersebut sepertinya hanya alasan semata sebab menurut informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak pelatih Brazil itu gagal verifikasi oleh BLI, manajemen PSMS kecewa.
Hasil Undian Babak 16 Besar:
Persebaya Surabaya vs Persitara Jakarta Utara
Persipura Jayapura vs Persema Malang
Pelita Jaya Jawa Barat vs Persibo Bojonegoro
PSMS Medan vs Persiba Bantul
Persijap Jepara vs Persikabo Bogor
Persija Jakarta vs Persiba Balikpapan
Persih Tembilahan vs Deltras Sidoarjo
Sriwijaya FC vs Persib Bandung
Tuesday, February 10, 2009
Jaga Konsistensi
Menurutnya, kemenangan kedua PSMS di ajang Indonesia Super League (ISL) kemarin merupakan titik balik kebangkitan rasa percaya diri seluruh pemain.
“Ini cukup untuk membuktikan jika kepercayaan diri pemain mulai meninggi. Setidaknya mereka mulai menujukkan bahwa PSMS bisa keluar dari tekanan dan kesulitan,” kata Rafriandi kepada wartawan koran ini Senin (9/2) kemarin.
Dikatakannya, kemenangan yang diraih PSMS kemarin terasa sangat istimewa mengingat Macan Putih-julukan Persik Kediri-merupakan klub yang menjadi pelarian sejumlah pemain pilar PSMS Medan di musim lalu. “Untuk sementara waktu PSMS mampu menegakkan kepala,” bilangnya.
Kendati demikian Rafriandi tetap mengingatkan agar skuad PSMS tidak terlena dan terhanyut dalam euforia kemenangan. Sebab laga selanjutnya akan lebih berat daripada laga yang sudah-sudah. Karenanya, Rafriandi berharap agar anak-anak PSMS mampu menjaga konsistensi permainan.
“Jika para pemain mampu menjaga konsistensi permainan, saya yakin marwah sepak bola Medan di pentas sepak bola nasional akan kembali diperhitungkan,” sambungnya.
Di samping itu, skuad PSMS juga akan segera melakoni laga insternasional di ajang Liga Champion Asia (LCA) di ujung Februari mendatang. Beban berat kembali harus dipikul. Terlebih manajemen PSMS minta agar PSMS mampu lolos babak play off. Untuk menghadapi hal itu, Rafriandi berpesan agar PSMS mampu menjaga kondisi tim agar tetap kondusif.
Menurutnya ada sejumlah hal yang harus dijaga, yakni stamina, mental, serta komunikasi yang lancar.
“Tapi yang terpenting adalah suasana kondusif di dalam tim. Baru soal strategi dan taktik di lapangan. Kalau hal itu menjadi perhatian utama pelatih dan pemain, Insya Allah PSMS bisa memetik hasil terbaik,” pungkasnya. (ful)