Thursday, January 29, 2009

PSIS Bertekad Kalahkan PSMS

SEMARANG, RABU - PSIS Semarang menargetkan nilai penuh saat melawan PSMS Medan pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) putaran kedua di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1). Tim berjuluk Mahesa Jenar itu ingin membayar hasil kurang memuaskan saat menjamu Persita Tangerang beberapa hari lalu.

"Kita anggap saja melawan Persita Tangerang, Minggu (25/1) adalah pertandingan away dan sebagai gantinya adalah harus menang melawan tuan rumah PSMS Medan yang menggunakan Stadion Siliwangi Bandung sebagai home base-nya. Ini bukan target yang muluk-muluk," kata Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho di Semarang, Rabu (28/1).

Dua nilai yang hilang (hanya bermain imbang 0-0 melawan Persita Tangerang), menurut Setyo Agung Nugroho harus bisa direbutnya kembali saat melawan PSMS Medan.

Menurut dia, melihat materi pemain, PSIS tidak kalah dengan tim berjuluk Ayam Kinantan ini. Setelah timnya menambah 12 pemain menjelang putaran kedua, kekuatan tim asuhan Bambang Nurdiansyah ini tidak kalah dengan tim-tim peserta ISL, termasuk PSMS Medan.

"Sekarang ini kekuatan PSIS jauh lebih baik. Memang tidak sebaik materi pemain Persija Jakarta Pusat atau Persipura Jayapura, tetapi dibanding PSMS Medan, saya kira PSIS satu tingkat lebih baik. PSIS siap mengambil nilai penuh di Bandung," katanya.

Manajemen dan pelatih sudah melakukan evaluasi terhadap hasil lawan Persita. Pelatih Bambang Nurdiansyah menyebutkan, penampilan buruk timnya karena soal mental, mengingat pada laga perdana ini para pemainnya kurang berani tampil cepat dengan umpan satu-dua.

Sebaliknya Agung justru menyoroti kondisi lapangan becek dan tergenang air, mengingat sebelum pertandingan melawan Persita Tangerang dimulai, Kota Semarang diguyur hujan lebat sehingga strategi yang disiapkan pelatih tidak bisa diterapkan di lapangan. (ANT)

PSMS hati-hati memilih

MEDAN - Manajemen PSMS Medan belum menerima lamaran dua pemain asing yang mengikuti pelatihan bersama skuad tim Ayam Kinantan di Cipayung, Jawa Barat. PSMS pun masih mempertahankan tiga pemain asing, yakni Leonardo Martins Zada, Esteban Javier dan Mauro Pinto.

Badan Liga Indonesia (BLI) sudah mensahkan Mauro Pinto untuk memperkuat PSMS berlaga di Copa Indonesia, Liga Super Indonesia maupun babak play-off Liga Champions Asia yang digelar Februari mendatang di stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Demikian disampaikan manajemen PSMS, Selasa (27/1).

Pengelola PSMS Sihar Sitorus sangat hati-hati dalam memilih pemain, terutama merekrut pemain asing. "Mario Alejandro Costas dari Argentina dan Juan Daniel Salaberry asal Uruguay mengikuti pelatihan bersama skuad PSMS. Itu sah-sah saja, tapi manajemen belum mengontrak keduanya," terang pengelola PSMS itu.

Penasehat teknik PSMS Luciano Leandro mengakui butuh pemain asing yang akan ditempatkan di lini depan, karena Ayam Kinantan belum memiliki striker murni.

Menanggapi pemain muda Oktovianus Maniani yang selalu ditempatkan di posisi striker menggantikan Rahmat Affandi atau Andika Yudisthira, Luciano mengatakan, Okto seorang pemain yang gesit. Dalam ujicoba melawan Persija Jakarta, Okto menciptakan gol kendati PSMS kalah 1-3.

Pelatih kepala PSMS Liestiadi menambahkan, PSMS memiliki stok pemain seperti Galih Sudaryono, Markus Horison (kiper), Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rahmadani, Fadli Hariri dan Mauro Pinto di posisi belakang. Posisi tengah Esteban Javier, M. Affan Lubis, Asri Akbar, Dodi Cahyadi, Leonardo Martins Zada, Ellie Aiboy, Oktovianus Maniani. Lini depan, Andika Yudisthira Lubis, Rahmat Affandi, Michel Nere dan Johannes Cho.

Disebutkan, kapten tim Papua di PON XVII Kaltim Johannes Cho bergabung dalam pelatihan dengan menempati posisi striker, namun penampilannya masih labil. Begitu juga dengan Michel Nere, putra dari mantan striker nasional Rully Nere.

Wednesday, January 28, 2009

PSMS Boleh Tanding di Siliwangi

PSMS Boleh Tanding di Siliwangi Jelang bergulirnya putaran kedua Liga Super Indonesia, PSMS Medan mendapat hadiah khusus. Tim Ayam Kinantan diizinkan untuk menggunakan Stadion Siliwangi, sebagai kandang menghadapi pertandingan melawan PSIS Semarang.

Sedianya, laga tersebut akan dilakukan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 31 Januari mendatang. Namun, setelah melobi, PSMS akhirnya diizinkan menggunakan stadion kebanggaan Persib Bandung tersebut.

Seperti dijelaskan Ketua Bidang Keamanan PSMS, Bambang Sukowiyono, Selasa (27/1/2009), "PSMS Medan mendapat izin langsung dari Polda Jawa Barat, menggelar pertandingan di Siliwangi. Namun, ada satu syarat, yakni bila terjadi kericuhan, izin tersebut akan dicabut."

Sebelumnya, memang ada kendala jika tim asal Sumatera Utara ini mengajukan izin penggunaan Siliwangi. Kini mereka bisa bernafas lega, setelah diizinkan menggunakan Siliwangi. Pada laga berikutnya melawan Pelita Jaya, laga juga akan dimainkan di Siliwangi.

Tiket pertandingan juga sudah disebar. Harga tiket berkisar antara 35.000 untuk kelas VIP, sampai Rp10.000 untuk tribun timur. Sementara itu, laga di Copa Indonesia, PSMS akan tetap bertanding di Stadion Teladan.

PSMS tetap berharap Markus, Ellie tampil

MEDAN - PSMS Medan tetap berharap Markus Horison dan Ellie Aiboy, dapat tampil memperkuat skuad Ayam Kinantan menghadapi PSIS Semarang pada Liga Super Indonesia (LSI) di stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1) mendatang.

Keduanya kini tengah mengikuti pelatihan nasional dalam persiapan Pra Piala Asia melawan Australia, Rabu (28/1) di Jakarta.

Penasehat Teknik PSMS Luciano Leandro melalui telefon seluler Senin (26/1) mengatakan; "Jadi, tidak ada masalah, mereka punya waktu istirahat tiga hari."

Menurutnya, Markus dan Ellie sangat dibutuhkan kehadirannya untuk mengangkat prestasi PSMS. Eli, kata Luci, pada dua kali penampilannya di babak 24 besar Copa Indonesia menunjukkan kontribusi maksimal bagi Ayam Kinantan dalam mencapai babak 16 besar.

Pemain Papua yang kini berusia 30 tahun ini dapat mengangkat moral pemain untuk menampilkan permainan maksimal dalam setiap laga. Begitu pula halnya Markus, penjaga gawang nomor satu Indonesia yang terkenal fanatis.

Sekarang ini PSMS memiliki Ghalih Sudaryono yang menjadi kiper nomor satu.

"Ghalih dalam dua pertandingan belakangan bermain maksimal. Namun tentunya kita membutuhkan pemain yang bermain maksimal satu atau dua pertandingan, namun sampai akhir musim kompetisi," terangnya.

Luciano yang berasal dari Brazil mengakui posisi PSMS dalam klasemen sementara sangat riskan terlempar ke jurang degradasi.

Dia sangat mengharapkan PSMS dapat memperoleh poin penuh dalam laga home dan mencuri poin dalam pertandingan away.

Pelatih Liestiadi dalam kesempatan terpisah menyebutkan, PSIS yang membutuhkan nilai untuk menjauhi zona degradasi adalah lawan yang patut diwaspadai. Hasil seri 0-0 yang diperoleh PSIS dalam partai home lawan Persita Tangerang, Minggu (25/1), bukan berarti tim yang dibesut Bambang Nurdiansyah dapat mudah ditaklukkan.

Pertandingan pertama itu menjadi pelajaran bagi PSIS, sedangkan PSMS kini tengah mengalami krisis setelah beberapa pemain mengalami cedera, di antaranya striker Andika Yudisthira yang mengalami patah tangan kiri.

Begitu juga dengan Rahmat Affandi yang kondisi fisiknya masih labih setelah mengalami cedera hamstring.

Liestiadi mengaku, PSMS membutuhkan sosok striker yang bukan hanya memiliki naluri gol, tetapi dapat memberikan peluang.

Ada dua striker asing yang melamar, yakni Mario Alejandro Costas (Argentina) dan Juan Daniel Sulabery dari Uruguay.

Namun juru bicara manajemen PSMS menyebutkan baru tiga pemain asing yang dikontrak, yakni Leonardo Martins Zada, Esteban Javier dan Mauro Pinto.

Tuesday, January 27, 2009

Liestiadi terpaksa Imlek bersama PSMS

MEDAN - Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelatih PSMS Medan Liestiadi tidak bersama keluarga dalam perayaan Tahun Baru Ilek. Dia mesti konsentrasi bersama tim PSMS dalam pemusatan latihan di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat.

"Saya tidak bersama keluarga dalam perayaan imlek kali ini. Saya di Bogor bersama tim PSMS, sedangkan keluarga berada di Medan," kata Liestiadi kepada Waspada, Minggu (25/1).

Dia mengaku, pisah dari keluarga terutama dalam perayaan hari besar keagamaan China yang dianutnya tidak menyenangkan. Namun pria kelahiran Medan 14 Oktober 1967 terus mendapat kepercayaan untuk membesut tim Ayam Kinantan.

Tugas berat menanti Liestiadi. Dia bersama Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro tengah mempersiapkan PSMS dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia melawan PSIS Semarang. Sabtu (31/1) mendatang, Ayam Kinantan akan menjamu PSIS di Stadion Siliwangi Bandung.

Kesehariannya bersama tim PSMS sudah diputuskannya sejak dia melepaskan pekerjaan tetapnya sebagai guru di perguruan Sutomo Medan dua tahun lalu. Bukan hanya pekerjaan tetap, diapun harus meninggalkan keluarga di Medan demi kecintaannya kepada tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini bermarkas di Bandung.

Sepakbola tampaknya sudah menjadi pilihan bagi Ayah dua anak ini. Bagaimana tidak, pihak perguruan Sutomo memberikan pilihan kepada Liestiadi berhenti jadi pelatih atau tetap mengajar di Sutomo.

"Yah, ini merupakan pilihan saya," terang Liestiadi melalui telefon selularnya. Dia mengawali pelatih sekolah sepakbola perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) sejak tahun 2001 hingga 2007.

Kemauannya menjadi pelatih sepakbola cukup besar. Memulai dengan mengikuti kursus pelatih sepakola dasar hingga sekarang ini memiliki sertifikat lisensi A. Kursus pelatihan lisensi A yang digawei PSSI diikuti pada Maret tahun 2008 di Jakarta bersama M.Khaidir yang kini menangani PSDS Deli Serdang. Kemauan dan kesabaran Liestiadi berbuah ketika dia dipercayakan menangani tim PSMS Junior musim kompetisi 2002-2003. Jam terbang sebagai pelatih ketika itu belum tinggi.

Tudingan miring terhadap Liestiadi bermunculan. Namun dia tetap tegar dalam memikul kepercayaan yang diberikan. Pengalaman kalipertama menangani tim yang sudah memiliki nama seperti PSMS tidaklah gampang. Pertaruhan reputasi tertancap dipundak Liestiadi.

"Melajunya PSMS keputaran 16 besar Copa Indonesia diharapkan menjadi momen kebangkitan Ayam Kinantan dalam mengikuti Liga Super Indonesia," harapnya.

Elie Aiboy terancam perkuat PSMS

MEDAN - Elie Aiboy yang tampil gemilang dalam dua laga membela PSMS Medan dalam home and away melawan PSPS Pekan Baru dalam babak 24 besar Copa Indonesia, terancam memperkuat Ayam Kinantan dalam laga perdana Liga Super Indonesia (LSI).

Pasalnya pelatih Benny Dolo kembali memanggil Elie memperkuat barisan timnas yang tampil imbang tanpa gol melawan tuan rumah Oman pada Pra Piala Asia. Dipanggilnya Elie menambah deretan pemain PSMS yang bakal absen, setelah penjaga gawang Markus Horison yang direkrut manajemen pada paruh kedua.

Pelatih Liestiadi bersama penasehat teknik Luciano Leandro, Jumat (23/1) mengaku ‘pusing' akibat Elie kembali memperkuat timnas. Pelatih berdarah China itu mengakui, Elie dibutuhkan, apalagi PSMS sekarang ini minim striker setelah cederanya Andika Yudisthira dan Rahmat Affandi.

PSMS masih memiliki striker asal Papua Michel Nere yang merupakan anak dari mantan pemain nasional Rully Nere. Namun pemain yang masih berusia muda itu belum menunjukkan kemampuan maksimalnya.

Diketahui, Andika mengalami cedera patah tangah kiri dalam laga kedua melawan PSPS di Pekan Baru. Sekarang ini dia masih dalam tahap perawatan intensif. Sedangkan Rahmat Affandi terkena hamstring dan dia tidak saat PSMS melawat ke Pekan Baru.

Memang, tambahnya, ada alternatif untuk menarik ke depan Eli diduetkan dengan Octovianus atau Michel Nere. Namun dipanggilnya Elie menyulitkan pemain langganan timnas tersebut memperkuat Ayam Kinantan. Menjelang laga perdana versus PSPS, Elie mengakui bahwa dia keletihan, namun dia siap memperkuat PSMS.

"Program latihan timnas cukup melelahkan," terang Elie yang belum mengoleksi gol buat PSMS

Dua Pemain Nyaris Rp 1 M

PSMS Medan
Dua Pemain Nyaris Rp 1 M PSMS Medan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan pemain baru. Dua pemain asing berposisi striker yang baru direkrut, yakni Alejandro Costas (Argentina) dan Juan Daniel Salaberry (Uruguay), berbanderol Rp 1 miliar.

Harga itu nyaris sama dengan besarnya pengeluaran yang harus dilakukan PSMS untuk merekrut gelandang asal Brazil Leonardo Martin Zada awal musim lalu. Menurut data yang dilansir oleh Badan Liga Indonesia (BLI) beberapa waktu lalu, Zada termasuk salah satu pemain asing termahal di Indonesia musim ini. Nilai kontraknya Rp 950 juta.

Kalau Zada dihargai hampir Rp 950 juta, berarti kedua pemain asing yang baru saja merapat berharga sekitar Rp 425 juta. Belum termasuk gaji dan fasilitas lain. Meski begitu, suporter PSMS harus bersabar untuk dapat menyaksikan kiprah kedua pemain anyar itu. Sebab, kondisi Alejandro dan Juan Daniel masih lemah dan harus istirahat beberapa hari lagi untuk selanjutnya mengikuti tes medis dan fitnes.

''Perbedaan waktu di antara kedua negara membuat kondisi mereka drop. Apalagi, mereka baru dua hari sampai di Indonesia dan butuh adaptasi untuk memulihkan kondisi. Setelah pulih kita akan segera mengetes kesehatan dan kebugarannya,'' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.

Yang menarik, jika sebelumnya manajemen PSMS kerap melakukan seleksi bagi para pemain yang mau bergabung, tidak demikian halnya dengan kedua pemain asing ini. Mereka diterima hanya lewat rekaman video. ''Kita sudah lihat aksi mereka melalui rekaman video. Jadi, keputusan untuk merekrut mereka merupakan keputusan bersama,'' kata Sihar.

Persija Hantam PSMS 3-1

Persija Hantam PSMS 3-1 Persija Jakarta menggulung PSMS Medan 3-1 pada pertandingan yang digelar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Januari 2009. Pertandingan ini merupakan uji coba terakhir sebelum tampil di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009.

Tampil di hadapan belasan ribu pendukungnya, Persija Jakarta langsung memimpin lewat kaki striker mungil Aliyudin di menit ke-25. Di penghujung babak pertama (menit 45'), Macan Kemayoran-julukan Persija- kembali menambah skor lewat kaki mantan pemain Persib, Fabio Lopez.

Unggul 2-0 tak menyurutkan serangan tuan rumah. Lewat kerjasama tertata rapi, juara Liga Indonesia VII itu menambah satu gol lagi lewat kaki mantan striker Persiwa Wamena, Jean Guy L Benoit menit ke-49. Sedangkan satu-satungi gol PSMS dicetak oleh Octavianus menit ke-75. Benoit dan Lopez merupakan dua pemain asing yang melamar ke Persija Jakarta.


Dengan hasil ini, Persija Jakarta berhasil menurup sesi uji coba jelang putaran kedua tanpa tersentuh kekalahan. Sebelum menekuk PSMS Medan, tim ibu kota itu telah lebih dulu menalukkan tim PON DKI Jakarta 2-0, tim Persija U-21 5-2, dan Pelita Jaya 1-0.

"Saya puas dengan hasil ini. Setidaknya penampilan anak-anak sudah lebih baik dari uji coba-uji coba sebelumnya. Mereka sudah tidak egois lagi dan bisa bermain dengan team work yang baik," kata Pelatih Persija Jakarta, Danurwindo usai pertandingan.

Persija Jakarta akan mengawali pertandingannya di putaran kedua LSI 2008/2009 kontra Persela Lamongan. Duel itu akan rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu, 1 Februari 2009.

Mengenai nasib kedua pemain pelamar, Benoit dan Lopez, Danurwindo mengaku belum menentukan pilihan. "Meski keduanya berhasil mencetak gol bukan berarti mereka langsung diterima. Sampai saat ini saya belum menentukan pilihan," tandas mantan pelatih PKT Bontang itu.

PSMS Datangkan 2 Striker Asing

PSMS Datangkan 2 Striker Asing
Akhirnya manajemen PSMS Medan memenuhi janjinya untuk mendatangkan striker asing berkualitas. Sabtu (24/1) pukul 18.30 WIB kemarin, dua striker asing merapat. Mereka adalah Mario Alejandro Costas dari Argentina dan Juan Daniel Salaberry dari Uruguay.

Kedatangan kedua pemain ini sempat tertunda karena harus menyelesaikan segala urusan administrasi di klubnya masing-masing.

Menariknya, pengelola PSMS Sihar Sitorus mengaku sudah merekrut kedua pemain tersebut. "Mereka tidak seleksi lagi. Hanya saja kalau gagal di tes medis dan fitness, kita segera membatalkan kontrak mereka," tandas Sihar kemarin.

"Bahkan urusan verifikasi dengan BLI pun sudah beres," tambah Sihar.

Keputusan manajemen untuk langsung mengontrak pemain asing tersebut, dikatakan Sihar lewat pemantauan yang panjang. Tak hanya itu, pengalaman, jam terbang main di turnamen besar juga menjadi pertimbangan. Terlebih PSMS Medan akan berlaga di Liga Champion Asia (LCA). "Selain itu, saya dan staf pelatih sudah mencermati rekaman permainan mereka," lanjut Sihar.

Sayangnya, kedua striker impor tersebut belum bisa diturunkan saat tim Ayam Kinantan melawan PSIS di debut putaran kedua ISL. Namun di LCA, Sihar menggaransi mereka sudah bisa dimainkan, termasuk Mauro Pinto. "Memang target kita adalah LCA. Dan di turnamen tersebut mudah-mudahan sudah clear," pungkasnya.

Saturday, January 24, 2009

Ujicoba, Tim Ayam Kinantan Diuji Persija


Tim Ayam Kinantan Diuji Persija
PSMS Medan butuh suntikan rasa percaya diri sebelum putaran kedua Liga Super digelar. Salah satu caranya adalah menjajal Persija Jakarta di Stadion Lebak Bulus,besok.

Macan Kemayoran,julukan Persija,dianggap sebagai lawan yang pas buat menguji sejauh mana kesiapan Ayam Kinantan bertarung di Liga Super. Sebab,manajemen dan tim pelatih tahu betul hasil laga melawan Persiraja Banda Aceh dan PSPS Pekanbaru pada Piala Indonesia, tidak bisa dijadikan referensi bahwa Ayam Kinantan siap bertarung di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

Sebab,Persiraja dan PSPS adalah tim dari Divisi Utama yang kekuatannya tentu masih berada di bawah beberapa kontestan Liga Super. Karena itu, menjajal kekuatan Persija yang kini menempati peringkat dua klasemen sementara adalah keputusan tepat. “Laga ini menjadi penting sebelum kami melawan PSIS Semarang.Kami memilih Persija karena mereka adalah salah satu tim yang bagus,” kata Penasihat Teknis PSMS Luciano Leandro kepada SINDO kemarin.

Luciano menambahkan,penampilan Ayam Kinantan belum bisa dibilang memuaskan. Hampir semua lini,mulai belakang, tengah, sampai barisan penyerang masih butuh penyempurnaan.“ Saat ini kami sedang menggenjot performa serang tim.Lini depan memang kurang maksimal mencetak angka.Dan, Persija saya kira cocok untuk dijadikan parameter,”tukasnya.

Soal kemungkinan cedera pemain,Luci mengaku tidak terlalu mengkhawatirkannya. “Cedera itu biasa.Saat latihan juga bisa cedera.Tentunya setiap pemain juga tidak mau cedera dengan bermain baik dan hati-hati,tetapi kalau cedera juga itu sudah risiko,”ungkapnya lagi.

PSMS sendiri hampir dipastikan kehilangan Andika Yudistira di laga perdana setelah mengalami cedera tangan pada laga tandang kontra PSPS.Namun,Luciano tidak mau dipusingkan dengan persoalan tersebut. “Kami punya banyak pemain lain yang berkualitas dan kita yakin dengan kinerja mereka saat ini,”ungkap pria asal Brasil itu.

Sementara itu,Media Officer PSMS Abdi Panjaitan mengatakan, pertandingan uji coba sangat penting untuk menguji kekuatan Ayam Kinantan. “Pertandingannya akan dilakukan di Stadion Lebak Bulus.Tim saat ini juga tengah melakukan latihan jelang laga tersebut,”ujar Abdi. [sindo]

Friday, January 23, 2009

PSMS optimis tatap 16 besar

MEDAN - PSMS Medan sukses melewati ujian dari lawan berat ketika menyingkirkan PSPS Pekanbaru di babak 24 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009, Rabu sore.

Menghadapi PSPS yang menjadi tuan rumah di stadion Rumbai, PSMS memaksakan hasil imbang 0-0. Dengan hasil itu, PSMS unggul agregat 4-2 dan melaju ke babak 16 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia.

Meski PSMS lebih produktif dalam mencetak gol di laga pertama, performa M. Affan Lubis cs dinilai memuaskan. Direktur Teknis Luciano Leandro pun memuji penampilan timnya yang lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya.

"Penampilan tim lebih baik dari sebelumnya meski pemain gagal memanfaatkan peluang yang ada. Karena itu, saya optimis menatap babak 16 Besar mendatang," kata Luciano, Kamis (22/1).

Ditambahkannya, kegagalan PSMS mencetak gol karena mereka menghadapi pertahanan rapat PSPS. Tuan rumah membangun pertahanan yang kokoh agar terhindar dari kebobolan karena butuh kemenangan 2-0 untuk menyingkirkan skuad Ayam Kinantan.

PSPS sendiri sesungguhnya telah menerapkan strategi yang tepat dengan memainkan sepakbola menyerang. Hanya, lini depan PSPS selalu gagal membongkar pertahanan tim tamu. Apalagi, Aun Carbiny dan Reswandi cs tampil prima di sektor belakang guna mengantisipasi permainan opensif tuan rumah.

"Serangan kami selalu gagal karena penyelesaian akhir yang tak sempurna. Selain itu, kami kurang kreatif dalam menembus pertahanan PSMS. Seandainya bila lebih sabar, kami tentu bisa mencetak gol," jelas pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning.

Dalam laga itu, keberhasilan PSMS harus dibayar mahal menyusul cederanya striker muda Andika Yudhistira yang mengalami patah tangan kiri setelah bertabrakan dengan kiper PSPS Fance Hariyanto. Akibatnya, Andika harus istirahat sekitar 2 s/d 4 bulan dan dipastikan absen pada play-off Liga Champions Asia, 25 Januari mendatang.

Ayam Kinantan Fokus Liga Super

Ayam Kinantan Fokus Liga Super PSMS Medan akhirnya memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Indonesia 2008/2009. Tapi, Ayam Kinantan tak boleh terbuai euforia terlalu lama karena Liga Super sudah di depan mata.

Di Liga Super, beban Ayam Kinantan terbilang berat. Pada putaran pertama, penampilan Elie Aiboy dkk jauh dari memuaskan. Lihat saja catatan mereka dalam 17 laga. Tercatat, tim besutan Luciano Leandro ini baru mengoleksi satu kali menang dan delapan kali seri.

Sisanya pasti berakhir dengan kekalahan. Mereka juga baru memasukkan 17 gol, tapi kebobolan 26 kali. Akibatnya, Ayam Kinantan teronggok di peringkat 16 klasemen sementara dengan 11 poin. Karena itu, jelang bergulirnya Liga Super yang dimulai 24 Februari mendatang, menjadi wajib hukumnya buat Elie dkk mengusung semangat kebangkitan.

Bangkit untuk lepas dari zona degradasi agar musim depan tetap eksis tampil di kasta tertinggi. ”Kami optimistis bisa lepas dari zona degradasi. Saat ini penampilan tim sudah mulai bagus dan permainan cukup stabil meski pemain asing yang diturunkan cuma dua. Kepercayaan skuad terhadap diri mereka sendiri mendorong untuk berjuang lebih baik,” kata Penasihat Teknis PSMS Luciano kepada Sindo. Beban Luciano memang tidak ringan.

Meski sudah mengikat 10 pemain baru sejak datang ke kandang Ayam Kinantan, hal itu belum jadi garansi PSMS bisa bersaing dengan kontestan lain yang juga memoles diri saat jeda putaran pertama.

Menjadikan laga Piala Indonesia sebagai referensi penampilan Ayam Kinantan juga tidak sepenuhnya dibenarkan. Sebab, tim seperti PSPS Pekanbaru atau juga Persiraja Banda Aceh yang bermain di level Divisi Utama tentu masih kalah kelas jika dibandingkan kontestan Liga Super

Tangan Andika patah

PENYERANG PSMS Andika Yudisthira Lubis kembali tertimpa musibah. Belum sehat muka lembam akibat sikutan pemain Persiraja Banda Aceh, kini tangan kirinya patah dalam duel melawan PSPS pada babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Rumbai Pekanbaru, Rabu.

Kejadian berawal dalam kemelut di depan gawang PSPS. Andika berduel di udara dengan kiper Andi Setiawan. Andi berhasil mengantisipasi bola, namun terjatuh menimpa Andika yang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dokter memastikan tangan Andika patah, namun tidak diopname. Andika dapat kembali bergabung dengan rekan-rekannya Rabu malam. Namun menurut penasehat tehknik Luciano Leandro, dia belum bisa gabung mengikuti latihan rutin di Bogor.

Pemain yang turut memperkuat PSMS meraih runner-up Liga Indonesia 2007-2008 itu, terpaksa kembali ke Medan, Kamis (22/1), untuk mendapat perawatan intensif.

Pada leg kedua babak 48 besar Copa Indonesia di Banda Aceh, Andika juga mengalami insiden mengakibatkan mukanya lembam. Ketika itu dia memperoleh kartu merah dan absen pada leg pertama melawan PSPS di Stadion Teladan

‘Man of the match' milik Galih

KALAU di tim nasional Indonesia kita memiliki Markus Horison sebagai penyelamat gempuran timnas Oman pada Pra Piala Asia, maka kiper Galih Sudaryono menjadi penyelamat skuad PSMS Medan dari gempuran PSPS Pekan Baru.

Galih pantas jadi man of the match dalam laga leg kedua babak 24 besar Copa Indonesia di stadion Rumbai Pekanbaru, Rabu. Dalam duel di tengah cuaca terik dan menguras tenaga tersebut, PSPS yang mencari kemenangan lebih dari dua gol melakukan serangan gencar.

Disiplinnya lini pertahanan Ayam Kinantan dan permainan gemilang Galih dapat membawa skuad PSMS melaju ke perdelapanfinal (putaran 16 besar). "Saya berupaya tetap menampilkan permainan maksimal dalam setiap pertandingan," terang Galih yang memperkuat PSMS awal 2008.

Di Copa Indonesia, dia mulai menunjukkan kepiawaiannya. Kiper yang pernah dilirik tim nasional Indonesia dan Sriwijaya FC ini mengakui seluruh pemain cukup berperan menang atau kalahnya sebuah tim. "Lini belakang bermain maksimal tadi (lawan PSPS-red)," ujarnya.

Pelatih Liestiadi dan penasehat teknik Luciano Leonardo membenarkan Galih tampil maksimal dengan menghalau peluang yang diperoleh pemain PSPS. "Seluruh pemain PSMS tampil maksimal dalam menerapkan counter attack," tambah Liestiadi.

Kebobolan dua gol di Stadion Teladan dapat dibenahi dengan maksimalnya Edi Sibung, Aun Carbiny, Reswandi menghalau serangan Dzumafo Herman Cs. "Koordinasi pemain bawah bagus," tambahnya

Thursday, January 22, 2009

Ayam Kinantan Lolos

PSPS 0 - 0 PSMS
Ayam Kinantan Lolos PSMS Medan memastikan satu tiket babak ke babak 16 besar Piala Indonesia. Ayam Kinantan unggul agregat 4-2 atas PSPS Pekanbaru setelah bermain imbang 0-0 di Stadion Rumbai kemarin.

Hasil seri pada leg kedua babak 24 besar di markas Askar Bertuah membuat PSMS optimistis mampu bersaing dengan Sriwijaya FC (SFC), Persipura Jayapura, Persija Jakarta, serta Pelita Jaya FC yang mendapat bye sejak awal. Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro mengungkapkan, skor kacamata sudah lebih dari cukup. Sebab, PSPS bermain terbuka serta ngotot.

”Hasil seri sudah bagus. PSPS bermain bagus dan taktis. Mereka disiplin dan rapat dalam bertahan. Kami memiliki beberapa peluang, tapi gagal berbuah gol. Secara keseluruhan kami puas, apalagi pemain menjalankan seluruh instruksi saya. Strategi sebenarnya berjalan bagus. Kami hanya kurang beruntung,” ungkap Luciano kepada Sindo kemarin.

Luciano menambahkan, PSMS siap bersaing di babak 16 besar. Ayam Kinantan mengaku tidak silau dengan kekuatan big four serta klub lainnya yang sudah memastikan satu kuota. ”Kami siap menghadapi mereka. Kami bermain semakin bagus dari waktuke waktu. Tidak mudah menghadapi PSPS, apalagi motivasi mereka naik karena mendapat dukungan suporter. Kami tetap bekerja keras. Bagaimanapun, PSMS bersaing di Liga Super,” lanjutnya.

Namun, tiket babak 16 besar Ayam Kinantan harus dibayar mahal. Sebab, striker Andika Yudhistira mengalami patah tangan kiri sehingga terancam absen cukup lama. ”Pertandingan itu sangat keras. Kami harus kehilangan Andika yang mengalami patah siku tangan kiri. Dia harus istirahat panjang. Situasi ini jelas merugikan kami. Sebab, peran Andika sangat vital,” paparnya.

Sementara itu, pihak Askar Bertuah mengaku kecewa dengan hasil seri tersebut. Sebab, PSPS harus tereliminasi lantaran gagal memenuhi target minimal dua gol untuk lolos ke babak 16 besar. Pelatih PSPS Abdurahman Gurning menyatakan klub kurang beruntung karena mereka telah berhasil mengusai jalannya pertandingan.

”Kami memiliki banyak peluang, tapi penyelesaian akhir masih bermasalah. Pemain sudah bermain maksimal. Tapi, hasil seri tidak cukup. Kami sedih karena gagal lolos. Tapi, kami harus fokus pada target utama, yaitu lolos ke Liga Super. Peluang ke sana masih terbuka. Kami dirugikan beberapa keputusan wasit,” katanya.

Pendukung Askar Bertuah Lecehkan Elie Aiboy


Pendukung Askar Bertuah Lecehkan Elie Aiboy
Ejekan bernada rasisme terhadap Elie Aiboy kental mewarnai suasana Stadion Rumbai saat PSPS Pekanbaru menjamu PSMS Medan pada leg kedua babak 24 besar Piala Indonesia.

Elie mengungkapkan, pemain lawan juga berhak mendapat penghormatan. ”Sama-sama manusia, tidak seharusnya mereka berlaku seperti itu. Suporter berhak bersikap apa saja di stadion, tapi ketentuan yang berlaku harus dipahami. Saya memang tidak terpengaruh oleh provokasi tersebut. Tapi, sikap suporter menjadi salah satu cermin masa depan sepak bola Indonesia,” ungkap Elie kepada Sindo kemarin.

”Aku punya anjing kecil, kuberi nama Elie. Dia senang bermain-main sambil berlari-lari”. Petikan lagu tersebut dinyanyikan oleh Askar The King –pendukung PSPS– pada menit ke-49, menit ke-54, serta menit ke-75. Suara-suara seperti monyet juga kerap muncul saat amunisi timnas Indonesia tersebut menggiring bola. Rasisme menjadi elemen yang sedang dipangkas.

Beberapa suporter klub Liga Super mulai menghilangkan kata- kata berbau SARA saat mendukung tim kesayangannya berlaga. Komdis PSSI juga sudah bersikap tegas terhadap suporter yang menyuarakan rasisme. Persikmania– suporter Persik Kediri– menjadi contoh kelompok suporter yang pernah mendapat peringatan keras Komdis. Elie menambahkan, suporter harus bersikap dewasa.

”Kata-kata seperti itu mungkin wajar, tapi tidak bisa dimaafkan kalau dikaitkan dengan aturan yang ada. Peraturannya kan sudah jelas, tidak boleh berlaku rasis di lapangan. Saya berusaha menerima kenyataan karena belum semua suporter mengerti hal itu. Sebenarnya kedewasaan suporter bisa menjadi cermin budaya masyarakat setempat,” tuturnya.

Nada kurang senang juga dilontarkan Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro. Meski PSMS akhirnya lolos karena unggul agregat 4-2 setelah menahan imbang PSPS 0-0, Luciano mengatakan tidak sepantasnya suporter PSPS berlaku rasis.

”Sikap rasisme dalam sepak bola tidak diperbolehkan. Saya pikir sikap suporter PSPS terlalu berlebihan. Teror memang hal yang wajar, tapi harus tahu batasannya. Elie harus dihormati. Dia manusia seperti yang lainnya juga. Elie juga pemain timnas,” tandasnya. Sementara itu, Pelatih PSPS Abdurahman Gurning mengaku terkejut dengan sikap suporter tersebut.

Namun, refleksi harus dilakukan lantaran perlakukan serupa kerap dijumpai klub berjuluk Askar Bertuah tersebut. ”Saya heran terhadap mereka. Tidak biasanya mereka bersikap seperti itu. Teror seperti itu terkesan biasa, apalagi kami diperlakukan serupa saat di Medan. Kami berharap semua pihak menyadari dan mau mengubah sikap,” tandasnya.

Imbang Di Leg Kedua, PSMS Melaju

Ditahan imbang tanpa gol tuan rumah PSPS Pekan Baru di leg kedua, PSMS Medan melaju ke babak berikut.
Imbang Di Leg Kedua, PSMS Melaju
PSMS Medan memastikan satu tiket di babak 16 besar turnamen Copa Indonesia 2008/09, setelah di leg kedua babak 24 besar bermain imbang tanpa gol dengan tuan rumah PSPS Pekan Baru, di Stadion Rumbai, Pekan Baru, Rabu (21/1).

Dengan demikian, anak asuh pelatih Listiadi ini sukses melaju ke babak selanjutnya dengan agregat 4-2. Itu karena di laga pertama yang berlangsung di kandang Ayam Kinantan, mereka berhasil unggul dengan skor akhir 4-2.

Nantinya, PSMS masih harus menunggu lawan yang akan dihadapi melalui mekanisme undian. Yang pasti, beberapa tim yang sudah memastikan lolos, termasuk tim divisi utama seperti Persebaya Surabaya dan Persiba Bantul, berpotensi menjadi lawan di babak tersebut.

"Siapa pun lawan kami nantinya tidak jadi soal. Kami tentu siap meladeni. Termasuk jika harus bertemu sesama tim Superliga," kata Abdi Panjaitan, juru bicara PSMS Medan dihubungi GOAL.com, Rabu (21/1) malam.

Ditambahknnya, karena sasaran utama manajemen tim adalah diajang Superliga, kompetisi paling elit di pentas sepakbola nasional, maka pihaknya tidak ada target di Copa. Meski demikian lanjut Abdi, bukan berarti laga di turnamen ini akan dilepas begitu saja.

Patah Tulang Sikut, Andika Divonis Absen Hingga Empat Bulan

Patah tulang sikut tangan kanan, Andika Yudhistira divonis absen dari lapangan hijau setidaknya empat bulan.
Patah Tulang Sikut, Andika Divonis Absen Hingga Empat Bulan

Sukses PSMS Medan melaju ke babak 16 turnamen Copa Indonesia 2008/09 setelah menyingkirkan PSPS Pekan Baru, harus dibayar mahal kubu Ayam Kinantan.

Hal tersebut terkait dengan cedera patah sikut tangan kanan yang dialami striker andalannya, Andika Yudhistira Lubis (foto), saat melakoni pertandingan kedua melawan tuan rumah PSPS di Stadion Rumbai, Pekan Baru, Rabu (21/1).

Insiden yang membuat bomber muda PSMS Medan itu harus keluar lapangan lebih awal dan dilarikan ke sebuah rumah sakit rujukan panitia pelaksana (Panpel) pertandingan tersebut, bermula saat berebut bola di
udara dengan tiga pemain tuan rumah, pertengahan babak pertama.

Karena tumpuan saat mendarat tidak begitu sempurna, Andika terjatuh yang mengakibatkan sikut lengan kanannya patah. Ia pun akhirnya tidak bisa menyelesaikan pertandingan dan harus mendapat perawatan tim medis.

"Menurut dokter tim, Andika harus istirahat tiga hingga empat bulan, untuk memulihkan cedera patah sikutnya. Dengan begitu, ia sudah pasti tidak bisa tampil di laga awal putaran kedua Superliga," kata Abdi Panjaitan, juru bicara PSMS Medan, dihubungi GOAL.com, Rabu (21/1) malam.

Karena itu lanjutnya, besok pagi (22/1) Andika tidak akan ikut dalam rombongan yang menuju Cipayung, Jakarta, guna melakukan persiapan tampil di putaran kedua kompetisi paling elit di pentas sepakbola nasional. Sebab dia akan menjalani perawatan di Medan.

"Andika akan pulang ke Medan. Nantinya dia akan menjalani terapi di sana. Semoga saja cederanya bisa segera sembuh dan secepatnya bergabung dengan tim. Sebab, tenaganya cukup dibutuhkan," jelasnya sembari menambahkan jika pihaknya harus segera mendatangkan dua amunisi asing untuk menutup kelemahan yang ada.

PSMS waspadai dendam Laskar Bertuah





MEDAN - Kemenangan 4-2 PSMS Medan atas PSPS Pekanbaru pada leg pertama Copa Indonesia di Stadion Teladan, masih belum aman. Bahkan anak-anak Ayam Kinantan wajib ekstra hati-hati dengan dendam Laskar Bertuah di Stadion Rumbai Pekanbaru, Rabu (21/1) sore ini.

PSMS bertolak via Bandara Polonia Medan, Selasa, pk 15.25 dengan kekuatan penuh termasuk Andika Yudisthira yang telah menuntaskan hukuman kartu merah ketika bertandang ke Persiraja Banda Aceh.

"Kita akan tampil maksimal," terang pelatih kepala PSMS Liestiadi didampingi Penasehat Teknis PSMS Luciano Leandro.

Dia mengakui kemenangan yang diperoleh belum benar-benar aman. Dua gol yang berhasil diciptakan PSPS merupakan modal berharga untuk melakukan penyerangan di markas sendiri. Itu sudah diperlihatkan Laskar Bertuah ketika menyisihkan Semen Padang.

Pada leg pertama, mereka kalah 0-1 di Padang, namun pasukan Abdul Rahman Gurning membalas dengan dua gol tanpa balas. Luci menambahkan, PSPS akan tampil menyerang untuk menciptakan gol secepat mungkin. Permainan menyerang PSPS akan diladeni anak-anak Ayam Kinantan yang sudah membuktikan mampu menciptakan empat gol ke gawang Andi Setiawan.

Luci mengakui dua gol balasan ke gawang Ghali Sudaryono ketika bertanding di Medan sudah dievaluasi dengan harapan mereka dapat menjaga posisi dan saling koordinasi. Dia tidak memungkiri stamina pemain PSMS menurun drastis 15 menit jelang bubaran.

Setelah tiga hari recovery, Luci mengakui ada beberapa pemain yang belum fit. Malah, Elie Aiboy yang dikhawatirkan staminanya menurun pasca mengikuti pelatihan nasional menunjukkan kemampuan maksimal dengan assist-assist yang membahayakan lawan.

Gol keempat PSMS yang diciptakan Octovianus berkat umpan terobosan matang dari Elie. Di Stadion Rumbai, umpan-umpan Elie kembali diharapkan dapat merepotkan pertahanan PSPS.

Di lini tengah, Leonardo Martins Zada masih menjadi andalan. Pemain asal Brazil yang menciptakan hatrik ke gawang PSPS bukan hanya menciptakan gol, namun dapat menyuplai bola ke lini depan. Di depan, Luci memiliki Michele Nere yang sempat turun menggantikan Rahmad Afandi. Namun Luci belum dapat memberi kepastian Michele atau Andika yang diturunkan pada leg kedua mendampingi Elie.

Teks/credit foto:
Elie Aiboy (tengah) dan Leonaro Martins tetap diharapkan tuahnya di Pekanbaru.

PSMS waspadai dendam Laskar Bertuah


Cetak E-mail

MEDAN - Kemenangan 4-2 PSMS Medan atas PSPS Pekanbaru pada leg pertama Copa Indonesia di Stadion Teladan, masih belum aman. Bahkan anak-anak Ayam Kinantan wajib ekstra hati-hati dengan dendam Laskar Bertuah di Stadion Rumbai Pekanbaru, Rabu (21/1) sore ini.

PSMS bertolak via Bandara Polonia Medan, Selasa, pk 15.25 dengan kekuatan penuh termasuk Andika Yudisthira yang telah menuntaskan hukuman kartu merah ketika bertandang ke Persiraja Banda Aceh.

"Kita akan tampil maksimal," terang pelatih kepala PSMS Liestiadi didampingi Penasehat Teknis PSMS Luciano Leandro.

Dia mengakui kemenangan yang diperoleh belum benar-benar aman. Dua gol yang berhasil diciptakan PSPS merupakan modal berharga untuk melakukan penyerangan di markas sendiri. Itu sudah diperlihatkan Laskar Bertuah ketika menyisihkan Semen Padang.

Pada leg pertama, mereka kalah 0-1 di Padang, namun pasukan Abdul Rahman Gurning membalas dengan dua gol tanpa balas. Luci menambahkan, PSPS akan tampil menyerang untuk menciptakan gol secepat mungkin. Permainan menyerang PSPS akan diladeni anak-anak Ayam Kinantan yang sudah membuktikan mampu menciptakan empat gol ke gawang Andi Setiawan.

Luci mengakui dua gol balasan ke gawang Ghali Sudaryono ketika bertanding di Medan sudah dievaluasi dengan harapan mereka dapat menjaga posisi dan saling koordinasi. Dia tidak memungkiri stamina pemain PSMS menurun drastis 15 menit jelang bubaran.

Setelah tiga hari recovery, Luci mengakui ada beberapa pemain yang belum fit. Malah, Elie Aiboy yang dikhawatirkan staminanya menurun pasca mengikuti pelatihan nasional menunjukkan kemampuan maksimal dengan assist-assist yang membahayakan lawan.

Gol keempat PSMS yang diciptakan Octovianus berkat umpan terobosan matang dari Elie. Di Stadion Rumbai, umpan-umpan Elie kembali diharapkan dapat merepotkan pertahanan PSPS.

Di lini tengah, Leonardo Martins Zada masih menjadi andalan. Pemain asal Brazil yang menciptakan hatrik ke gawang PSPS bukan hanya menciptakan gol, namun dapat menyuplai bola ke lini depan. Di depan, Luci memiliki Michele Nere yang sempat turun menggantikan Rahmad Afandi. Namun Luci belum dapat memberi kepastian Michele atau Andika yang diturunkan pada leg kedua mendampingi Elie.

Teks/credit foto:
Elie Aiboy (tengah) dan Leonaro Martins tetap diharapkan tuahnya di Pekanbaru.(Waspada/Austin Antarik