Apa kata dunia, jika sepakbola Indonesia mengalami masa-masa suram seperti sekarang ini? Tulisan ini merupakan lanjutan dari Liputan Khusus - Sepakbola Indonesia Di Mata Dunia (I): Italia & Inggris Mendukung Revolusi Di Dalam Tubuh Organisasi PSSI
Cina, Jepang dan Korea Selatan, sebagai tiga kekuatan raksasa di Asia, tentunya mengikuti terus perkembangan saudara lainnya di benua ini.
Pemimpin Redaksi GOAL.com Cina Dapeng Liang mengenang sejarah pertemuan negaranya melawan Indonesia.
"Menurut saya, kami memainkan pertandingan yang mengesankan melawan Indonesia pada 13 Mei 2001 pada prakualifikasi Piala Dunia 2002. Di kandang kami di Kunming, Indonesia unggul terlebih dulu di babak pertama, melalui tendangan jarak jauh [oleh Kurniawan Dwi Yulianto di menit ke-39, tapi selanjutnya timnas kalah 5-1]," tutur Liang melalui e-mail kepada pimpinan redaksi GOAL.com Indonesia.
"Dan dalam sejarahnya, kami tahu Cina dikalahkan Indonesia di prakualifikasi Piala Dunia 1958. Di putaran pertama pada 1957, tiga pertandingan melawan Indonesia berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Indonesia di Jakarta, kemudian kami membalas di kandang kami dengan keunggulan 4-3, tapi terakhir kami ditahan imbang tanpa gol. Itu pengalaman pertama tim nasional Cina mengikuti prakualifikasi Piala Dunia. Saya tahu itu merupakan periode emas buat sepakbola Indonesia," lanjutnya.
Liang menyayangkan, penampilan timnas justru menurun sejak Piala Asia 2007, dan Indonesia harus banyak belajar dari negara lainnya.
"Saya harus mengakui, tim Anda bermain baik sekali di Piala Asia 2007, tapi fisik Indonesia masing kurang, meskipun skill individual dan determinasi sudah kuat, khususnya di kandang sendiri.
"Saya dengar, tim Portugal, Belanda, Italia dan Inggris sangat popular di Indonesia. Itu bagus, karena tim sekelas Portugal, Meksiko dan Jepang adalah tempat pembelajaran yang bagus."
Liang pun mendukung revolusi di dalam PSSI, dan kompetisi di level junior harus segera dibenahi.
"Masalah yang dihadapi oleh negara Anda sangat mirip dengan Cina - banyak sekali masalah di liga, pengaturan skor pertandingan, dan buruknya perkembangan pesepakbola remaja.
"Revolusi di dalam asosiasi sepakbola sangat diperlukan. Semuanya kacau. Tapi sepakbola juga menyangkut para pemain, dan presiden PSSI harus mempunyai rencana yang matang dalam memajukan sepakbola Anda, seperti yang dilakukan Saburo Kawabuchi di Jepang. Kami di Cina mencari orang seperti dia. Selanjutnya, jalankan rencana itu.
"Sistem pembinaan sepakbola di tingkat junior juga sangat penting. Pada 2009, Cina memiliki rencana besar untuk memajukan sepakbola remaja. Tim kami saat ini paling buruk dari yang sebelumnya, tapi kami melihat masa depan cerah dalam lima atau sepuluh tahun ke depan. Kami ingin mengajak lebih banyak lagi putra-putri kami untuk bermain dalam olahraga indah ini. Mudah-mudahan kami mendapatkan tim yang lebih jago di masa mendatang, dan Indonesia juga."
Lalu, bagaimana caranya agar semangat anak-anak Indonesia dapat terwujud dengan semaksimal mungkin di lapangan? Menurut Liang, PSSI harus mampu memaksimalkan proyek Vision Asia yang diselenggarakan FIFA.
"Dari dana proyek itu, PSSI harus menggunakannya untuk membangun lapangan sepakbola dan fasilitas yang memadai di kota-kota besar, khususnya untuk anak-anak remaja, daripada membuat tempat kerjanya lebih nyaman buat sang presiden," tandas Liang.
Pemimpin Redaksi GOAL.com edisi Jepang Yoshikazu Muro memiliki pendapat yang kurang lebih sama dengan Liang.
"Saya tahu, sepakbola Indonesia cukup sukses di era 1960-an dan 70-an, tapi mereka kehilangan performa sejak itu. Kami hanya bisa melihat penampilan Indonesia di Piala Asia. Menurut saya, mereka selalu kalah dalam hal fisik," tuturnya.
Yoshi menambahkan, kesuksesan sepakbola Indonesia dan dukungan PSSI saling terkait, dan tak boleh terlepas.
"Agar liga domestik dan tim nasional sukses, dukungan PSSI selalu penting, dan di saat yang sama, PSSI harus sangat terorganisir," jelas Yoshi. "Jika tidak, semuanya akan hancur mulai dari pondasinya. Jepang bisa sukses selama sepuluh tahun terakhir dan lolos ke Piala Dunia karena pondasi dan ketegasan asosiasi sepakbolanya.
"Saya menyarankan agar Indonesia segera melakukan dua hal: mengaktifkan seorang ketua baru dengan kemampuan memimpin yang kuat, dan mengembangkan sistem kompetisi pemain muda yang tersusun rapi, hingga ke komunitas lokal.
"Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia tapi butuh perjalanan panjang, langkah demi langkah dari satu level ke level berikutnya, karena tak mungkin ada perubahan dramatis dalam sepakbola. Untuk menuju ke arah yang lebih baik, pondasi liga domestik harus diperkuat dengan sistem yang lebih matang dan terorganisir - itu sangat penting demi terwujudnya prestasi yang membanggakan buat Indonesia."
Terakhir, Pemimpin Redaksi Korea Cheol-gyu Lee mengatakan, mentalitas Indonesia sudah membaik pada Piala Asia 2007 lalu, tapi fisiknya masih perlu diperbaiki.
"Jika para pemain bisa meningkatkan fisiknya, mereka akan tambah bagus. Adanya Akademi Sepakbola Real Madrid [di Bali] serta Sekolah Sepakbola Arsenal [di Jakarta] dapat berdampak positif buat masa depan, tapi butuh waktu," tegasnya.
Cheol-gyu memberi contoh, Korea Selatan bisa sukses karena administrasi asosiasi sepakbolanya yang bersih.
"Saya pikir Korea bisa sukses karena kebijaksanaan yang konsisten, ditambah marketing yang hasilnya bagus. Investasi ditujukan untuk membangun sistem pembinaan pemain remaja.
"Jika Indonesia ingin hasil yang baik, PSSI harus memperbaiki infrastruktur yang telah eksis, seperti stadion dan sistem sepakbolanya."
Cheol-gyu menambahkan, patriotisme harus ditanamkan dalam PSSI dan pemain-pemain timnas. Dan menurutnya, PSSI harus memaksimalkan dana dari sponsor untuk melatih pemain-pemain muda.
"Di Korea, kami memanfaatkan patriotisme itu supaya rakyat tertarik dengan sepakbola. Jadi begitu melawan Jepang, kami semangat.
"Dengan hasil lolos ke enam Piala Dunia terakhir, asosiasi sepakbola kami meraih banyak dukungan dari sponsor. Pada 1996, Nike memberikan asosiasi sepakbola Korea dana 1,5 milyar won per tahun [sekitar Rp12,4 milyar]. Jumlah itu meningkat menjadi 6,2 milyar won ditambah 4 milyar untuk kostum pemain tahun ini. Anggaran ini kemudian digunakan untuk melatih pemain-pemain ke luar negeri. Booming yang terjadi pasca Piala Dunia 2002 membuat pemerintah lokal memperkuat infrastruktur sepakbola termasuk stadion.
"Selain itu, Korea membuat banyak turnamen di tingkat remaja, dari segala umur. Futsal pun diperkenalkan, dan pelatih dikirim ke luar negeri untuk belajar. Pendidikan dan lisensi wasit juga ditingkatkan."
Nantikan lanjutannya...
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, January 19, 2009
PSMS Unjuk Kekuatan Baru
Menjamu PSPS Pekanbaru pada leg pertama babak 24 besar Piala Indonesia di Stadion Teladan, sore nanti, Ayam Kinantan wajib menang. “Kami akan memberikan kejutan besar dan membuktikan kepada masyarakat Medan, PSMS masih ada dan bisa meraih kemenangan,” ujar kapten PSMS Affan Lubis seusai latihan tim di Stadion Teladan kemarin pagi.
Ledakan besar bisa diartikan Ayam Kinantan tidak akan sekadar memberikan kemenangan kepada pendukung fanatik mereka. Ledakan besar juga bisa berarti sebuah kemenangan yang disertai permainan taktis dan hujan gol ke gawang PSPS.
“Kami mengoptimalkan pemain yang ada dan memberikan kepercayaan penuh kepada pemain. Dan, saya yakin mereka mampu melakukannya,” ujar Luciano yang menjadi penasihat teknis PSMS. Ayam Kinantan bakal tampil dalam skema 4-4-2. Pola ini dianggap ampuh untuk meredam permainan anak asuh Abdurahman Gurning yang turun dengan kekuatan penuh.
Dilihat dari pola main dan latihan yang dilakukan kemarin, kemungkinan tidak ada perubahan skuad mencolok dibanding saat menjinakkan Persiraja Banda Aceh di 48 besar Piala Indonesia.
“PSPS adalah tim solid dan sulit dikalahkan. Mereka pemuncak klasmen sementara divisi utama wilayah satu. Saya ingin pemain bisa memberikan yang terbaik di laga kandang ini. Tak hanya itu, kemenangan juga merupakan modal besar di laga kedua,” ujar pria berpaspor Brasil ini.
Sementara itu, Askar Bertuah –julukan PSPS– tak kalah sesumbar. Tim yang mengalahkan Semen Padang di babak 48 besar dengan agregat 2-1 ini tak mau malu di kandang PSMS.
Selain datang dengan kekuatan penuh, Gurning juga tahu karakter permainan Ayam Kinantan. Penyebabnya, mereka memiliki pemain yang pernah merumput di PSMS dan PSDS Deli Serdang, termasuk Abdurrahman, yang juga mantan pemain Ayam Kinantan.
“PSMS memang tim bagus yang punya materi pemain andal. Mereka pastinya semakin percaya diri karena didukung pencinta setianya. Namun, kami tidak boleh menyerah dengan persiapan panjang dan matang, kami akan berusaha mengimbangi mereka,” ungkap pemain belakang PSPS Dedi Gusmawan.
Agus Rianto dkk kemungkinan turun dengan pola 4-4-2, seperti pertandingan biasanya. Duet Imam Faisal dan Duzmafo Herman diramalkan menjadi andalan menjebol gawang Ghalih Sudaryono.
Sedangkan di lini tengah akan diisi Agus Rianto, Daniel Bikoi Ose, dan Ade Chandra Kirana. “Untuk penonton tidak ada masalah.Kami harapkan wasit memimpin pertandingan bisa bekerja dengan baik. Dengan begitu, peluang meraih seri lebih terbuka,” tandasnya.
PSMS Kalahkan PSPS 4-2
PSMS berhasil memenuhi ambisinya dengan menumbangkan tim PSPS dengan skor 4-2 (2-1) pada pertandingan leg pertama babak 24 besar Piala Copa Djie Sam Soe 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Gol pertama bagi kemenangan tim "ayam kinantan" itu diciptakan Leonardo Martins alias Zada pemain asal Brazil pada menit ke-10 dengan menggetarkan gawang PSPS dikawal Andi Setiawan.
Gol dihasilkan pemain asing itu melalui sundulan kepala setelah menerima bola umpan yang diberikan Elie Aiboy.
Setelah ketinggalan satu gol dari PSMS, pemain PSPS Agus Rianto, Ade Chandra dan Dzumafo E Herman mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan PSMS. Namun serangan itu berhasil digagalkan pemain barisan pertahanan PSMS.
Bahkan sebaliknya, pemain PSMS Leonardo melakukan gebrakan dan menambah satu gol lagi pada menit ke-17. Dengan demikian PSMS unggul 2-0 atas PSPS pada babak pertama.
Ketinggalan dua gol dari PSMS, para pemain PSPS mencoba bangkit dan terus melancarkan serangan. Zumafo E Herman akhirnya bisa menjaringkan bola ke gawang PSMS yang dikawal Ghali Sudaryono pada menit ke-44.
Gol yang dihasilkan Zumafo ini dicetak melalui tendangan penalti, satu menit menjelang berakhirnya pertandingan babak pertama.
Sementara itu babak kedua, Leonardo kembali berhasil menambah gol buat PSMS pada menit ke-68. Selanjutnya gol balasan PSPS lahir melalui kaki Agus Rianto pada menit ke-77.
Gol ke-4 atau terakhir bagi kemenangan PSMS diciptakan melalui pemain Oktovianus pada menit ke-80 setelah menggantikan rekannya Asri Akbar.
Sampai pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah 4-2 bagi kemenangan PSMS atas PSPS yang memiliki julukan "Laskar Hang Tuah"
Gol pertama bagi kemenangan tim "ayam kinantan" itu diciptakan Leonardo Martins alias Zada pemain asal Brazil pada menit ke-10 dengan menggetarkan gawang PSPS dikawal Andi Setiawan.
Gol dihasilkan pemain asing itu melalui sundulan kepala setelah menerima bola umpan yang diberikan Elie Aiboy.
Setelah ketinggalan satu gol dari PSMS, pemain PSPS Agus Rianto, Ade Chandra dan Dzumafo E Herman mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan PSMS. Namun serangan itu berhasil digagalkan pemain barisan pertahanan PSMS.
Bahkan sebaliknya, pemain PSMS Leonardo melakukan gebrakan dan menambah satu gol lagi pada menit ke-17. Dengan demikian PSMS unggul 2-0 atas PSPS pada babak pertama.
Ketinggalan dua gol dari PSMS, para pemain PSPS mencoba bangkit dan terus melancarkan serangan. Zumafo E Herman akhirnya bisa menjaringkan bola ke gawang PSMS yang dikawal Ghali Sudaryono pada menit ke-44.
Gol yang dihasilkan Zumafo ini dicetak melalui tendangan penalti, satu menit menjelang berakhirnya pertandingan babak pertama.
Sementara itu babak kedua, Leonardo kembali berhasil menambah gol buat PSMS pada menit ke-68. Selanjutnya gol balasan PSPS lahir melalui kaki Agus Rianto pada menit ke-77.
Gol ke-4 atau terakhir bagi kemenangan PSMS diciptakan melalui pemain Oktovianus pada menit ke-80 setelah menggantikan rekannya Asri Akbar.
Sampai pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah 4-2 bagi kemenangan PSMS atas PSPS yang memiliki julukan "Laskar Hang Tuah"
PSMS Kalahkan PSPS 4-2
PSMS berhasil memenuhi ambisinya dengan menumbangkan tim PSPS dengan skor 4-2 (2-1) pada pertandingan leg pertama babak 24 besar Piala Copa Djie Sam Soe 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Gol pertama bagi kemenangan tim "ayam kinantan" itu diciptakan Leonardo Martins alias Zada pemain asal Brazil pada menit ke-10 dengan menggetarkan gawang PSPS dikawal Andi Setiawan.
Gol dihasilkan pemain asing itu melalui sundulan kepala setelah menerima bola umpan yang diberikan Elie Aiboy.
Setelah ketinggalan satu gol dari PSMS, pemain PSPS Agus Rianto, Ade Chandra dan Dzumafo E Herman mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan PSMS. Namun serangan itu berhasil digagalkan pemain barisan pertahanan PSMS.
Bahkan sebaliknya, pemain PSMS Leonardo melakukan gebrakan dan menambah satu gol lagi pada menit ke-17. Dengan demikian PSMS unggul 2-0 atas PSPS pada babak pertama.
Ketinggalan dua gol dari PSMS, para pemain PSPS mencoba bangkit dan terus melancarkan serangan. Zumafo E Herman akhirnya bisa menjaringkan bola ke gawang PSMS yang dikawal Ghali Sudaryono pada menit ke-44.
Gol yang dihasilkan Zumafo ini dicetak melalui tendangan penalti, satu menit menjelang berakhirnya pertandingan babak pertama.
Sementara itu babak kedua, Leonardo kembali berhasil menambah gol buat PSMS pada menit ke-68. Selanjutnya gol balasan PSPS lahir melalui kaki Agus Rianto pada menit ke-77.
Gol ke-4 atau terakhir bagi kemenangan PSMS diciptakan melalui pemain Oktovianus pada menit ke-80 setelah menggantikan rekannya Asri Akbar.
Sampai pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah 4-2 bagi kemenangan PSMS atas PSPS yang memiliki julukan "Laskar Hang Tuah"
Gol pertama bagi kemenangan tim "ayam kinantan" itu diciptakan Leonardo Martins alias Zada pemain asal Brazil pada menit ke-10 dengan menggetarkan gawang PSPS dikawal Andi Setiawan.
Gol dihasilkan pemain asing itu melalui sundulan kepala setelah menerima bola umpan yang diberikan Elie Aiboy.
Setelah ketinggalan satu gol dari PSMS, pemain PSPS Agus Rianto, Ade Chandra dan Dzumafo E Herman mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan PSMS. Namun serangan itu berhasil digagalkan pemain barisan pertahanan PSMS.
Bahkan sebaliknya, pemain PSMS Leonardo melakukan gebrakan dan menambah satu gol lagi pada menit ke-17. Dengan demikian PSMS unggul 2-0 atas PSPS pada babak pertama.
Ketinggalan dua gol dari PSMS, para pemain PSPS mencoba bangkit dan terus melancarkan serangan. Zumafo E Herman akhirnya bisa menjaringkan bola ke gawang PSMS yang dikawal Ghali Sudaryono pada menit ke-44.
Gol yang dihasilkan Zumafo ini dicetak melalui tendangan penalti, satu menit menjelang berakhirnya pertandingan babak pertama.
Sementara itu babak kedua, Leonardo kembali berhasil menambah gol buat PSMS pada menit ke-68. Selanjutnya gol balasan PSPS lahir melalui kaki Agus Rianto pada menit ke-77.
Gol ke-4 atau terakhir bagi kemenangan PSMS diciptakan melalui pemain Oktovianus pada menit ke-80 setelah menggantikan rekannya Asri Akbar.
Sampai pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah 4-2 bagi kemenangan PSMS atas PSPS yang memiliki julukan "Laskar Hang Tuah"
PSMS adopsi struktur timnas Inggris
ATURAN Badan Liga Indonesia (BLI) mengharuskan pelatih bersertifikat lisensi A merusak tatanan struktur tim PSMS Medan yang terlanjur telah membuat kesepakatan dengan pelatih asal Brazil Luciano Leandro yang hanya mengantungi lisensi versi negeri Samba itu.
Manajemen PSMS pun mendaftarkan Liestiadi sebagai pelatih kepala sesuai dengan aturan BLI. "Saya setuju saat Pak Sihar mendaftarkan sebagai pelatih kepala," terang Liestiadi menjawab Waspada seusai pertandingan PSMS versus PSPS dalam babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Liestiadi, sebelumnya menduduki posisi Direktur Teknik PSMS, mengaku dipercayakan sebagai pelatih kepala sebagai suatu tantangan. Lontaran miring pun muncul kepermukaan.
Pasalnya, Liestiadi yang dulunya guru bidang studi komputer Perguruan Sutomo ini masih minim pengalaman, apalagi menangani tim sekelas PSMS yang tampil di Super Liga Indonesia.
Apakah Liestiadi hanya sebagai "boneka" untuk melengkapi aturan BLI? Saat pertandingan PSMS melawan PSPS Luciano lebih berperan dengan memberikan instruksi kepada pemain di pinggir lapangan. Lalu di mana peran Liestiadi?
"Saya juga berperan. Saya dan Luciano bersama berdiskusi dalam skuad pemain termasuk pemain yang akan diturunkan," terang Liestiadi yang memiliki sepasang anak ini. Setelah mengetahui Luciano terganjal lisensi, manajemen PSMS mengadopsi struktur tim nasional Inggris saat ditinggalkan Sven Goran Eriksson.
Sepeninggalan Eriksson, federasi sepakbola Inggris menunjuk mantan asistennya, Steve McLaren sebagai pelatih Inggris dengan penasehat teknis Terry Venables. "Begitulah posisi saya sekarang ini," terang Liestiadi yang mendapat lisensi A pada Maret 2008.
Liestiadi mengaku tugas yang dibebankan cukup berat dengan pertaruhan harga diri untuk mengamankan PSMS dari zona degradasi. "Ya, kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya," kata WNI keturunan Tionghoa ini.
Manajemen PSMS pun mendaftarkan Liestiadi sebagai pelatih kepala sesuai dengan aturan BLI. "Saya setuju saat Pak Sihar mendaftarkan sebagai pelatih kepala," terang Liestiadi menjawab Waspada seusai pertandingan PSMS versus PSPS dalam babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Liestiadi, sebelumnya menduduki posisi Direktur Teknik PSMS, mengaku dipercayakan sebagai pelatih kepala sebagai suatu tantangan. Lontaran miring pun muncul kepermukaan.
Pasalnya, Liestiadi yang dulunya guru bidang studi komputer Perguruan Sutomo ini masih minim pengalaman, apalagi menangani tim sekelas PSMS yang tampil di Super Liga Indonesia.
Apakah Liestiadi hanya sebagai "boneka" untuk melengkapi aturan BLI? Saat pertandingan PSMS melawan PSPS Luciano lebih berperan dengan memberikan instruksi kepada pemain di pinggir lapangan. Lalu di mana peran Liestiadi?
"Saya juga berperan. Saya dan Luciano bersama berdiskusi dalam skuad pemain termasuk pemain yang akan diturunkan," terang Liestiadi yang memiliki sepasang anak ini. Setelah mengetahui Luciano terganjal lisensi, manajemen PSMS mengadopsi struktur tim nasional Inggris saat ditinggalkan Sven Goran Eriksson.
Sepeninggalan Eriksson, federasi sepakbola Inggris menunjuk mantan asistennya, Steve McLaren sebagai pelatih Inggris dengan penasehat teknis Terry Venables. "Begitulah posisi saya sekarang ini," terang Liestiadi yang mendapat lisensi A pada Maret 2008.
Liestiadi mengaku tugas yang dibebankan cukup berat dengan pertaruhan harga diri untuk mengamankan PSMS dari zona degradasi. "Ya, kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya," kata WNI keturunan Tionghoa ini.
Sihar tidak merasa rugi
MEDAN - PSMS masih berharap bermain di kandang dalam melakoni laga Liga Super Indonesia yang mulai bergulir 27 Januari mendatang. Upaya sudah dilakukan hampir tujuh bulan, namun belum ada tanda-tanda renovasi stadion kebanggaan Sumatera Utara ini.
"Kita tetap berharap PSMS bisa tampil di hadapan pendukungnya sendiri," ujar manajer tim PSMS Sihar Sitorus kepada wartawan usai pertandingan PSMS melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Menurut Sihar, dirinya tidak merasa rugi walaupun pertandingan PSMS digelar bukan di Medan namun alangkah baiknya PSMS dapat bermain di hadapan pendukung sendiri. Pada Copa Indonesia, Badan Liga Indonesia (BLI) memberikan izin penggunaan Stadion Teladan sebagai home base PSMS. Dalam dua laga yang sudah dipertandingkan di Stadion Teladan, minat penonton pun cukup tinggi.
"Bukan hanya suporter fanatik, namun masyarakat juga datang menyaksikan pertandingan. Ini berarti masyarakat sangat mencintai tim PSMS," terangnya.
Disebutkan, pertandingan melawan PSPS merupakan persiapan PSMS dalam menghadapi babak playoff Liga Champions Asia (LCA) dan Super Liga Indonesia pada awal Februari mendatang. Untuk babak playoff LCA, PSMS memilih Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung dan untuk Liga Super Indonesia di Stadion Siliwangi Bandung.
Sihar membenarkan pihak PSMS mempertanyakan subsidi federasi sepakbola Asia yang mana Ayam Kinantan sebagai runner-up Liga Indonesia 2007 berhak sebagai wakil Piala Winners Asia dan playoff LCA. "Tentunya kita berharap dapat lolos ke Liga Champions Asia," jelasnya.
"Kita tetap berharap PSMS bisa tampil di hadapan pendukungnya sendiri," ujar manajer tim PSMS Sihar Sitorus kepada wartawan usai pertandingan PSMS melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Menurut Sihar, dirinya tidak merasa rugi walaupun pertandingan PSMS digelar bukan di Medan namun alangkah baiknya PSMS dapat bermain di hadapan pendukung sendiri. Pada Copa Indonesia, Badan Liga Indonesia (BLI) memberikan izin penggunaan Stadion Teladan sebagai home base PSMS. Dalam dua laga yang sudah dipertandingkan di Stadion Teladan, minat penonton pun cukup tinggi.
"Bukan hanya suporter fanatik, namun masyarakat juga datang menyaksikan pertandingan. Ini berarti masyarakat sangat mencintai tim PSMS," terangnya.
Disebutkan, pertandingan melawan PSPS merupakan persiapan PSMS dalam menghadapi babak playoff Liga Champions Asia (LCA) dan Super Liga Indonesia pada awal Februari mendatang. Untuk babak playoff LCA, PSMS memilih Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung dan untuk Liga Super Indonesia di Stadion Siliwangi Bandung.
Sihar membenarkan pihak PSMS mempertanyakan subsidi federasi sepakbola Asia yang mana Ayam Kinantan sebagai runner-up Liga Indonesia 2007 berhak sebagai wakil Piala Winners Asia dan playoff LCA. "Tentunya kita berharap dapat lolos ke Liga Champions Asia," jelasnya.
PSMS menang!
Tanpa dukungan, PSMS sulit maksimal
MEDAN - Skuad PSMS Medan memohon doa dan dukungan masyarakat Medan dan Sumatera Utara umumnya, agar bisa maksimal menghadapi PSPS Pekan Baru pada leg pertama babak 24 besar Copa Indonesia 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) ini.
"Tanpa doa dan dukungan masyarakat sulit bagi PSMS tampil maksimal. Merupakan suatu kebanggaan bagi tim Ayam Kinantan bertanding di kandang sendiri," terang pelatih kepala PSMS Liestiadi bersama penasehat teknis Luciano Leandro di Stadion Teladan Medan, Jumat.
Liestiadi mengakui, kepercayaan yang diberikan manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus sebagai pelatih kepala yang terdaftar di Badan Liga Indonesia (BLI) adalah suatu tantangan. Bahkan Liestiadi yang pertama kali menangani tim sekelas Ayam Kinantan meminta pendapat Luciano.
Luciano juga berperan dalam menentukan skuad Ayam Kinantan. Sekarang ini Ayam Kinantan memiliki Galih Sudaryono, Markus Horison, Zulbahra, Edi Sibung, Septihadi, Reswandi, Aun Tarbini, Erwinsyah, Syahroni, Rahmadani, Fadli Hariri, Mauro Pinto, Esteban Gulien, Agus Supriyanto, M Affan Lubis, Asri Akbar, Dodi Cahyadi, Mahendra, Leonardo Zada, I Komang Adyana, Andika Yudisthira, Rahmad Affandi, Oktavianus Maniani, Elie Aiboy, Michael Nere dan Johannes Cho.
"Tanpa doa dan dukungan masyarakat sulit bagi PSMS tampil maksimal. Merupakan suatu kebanggaan bagi tim Ayam Kinantan bertanding di kandang sendiri," terang pelatih kepala PSMS Liestiadi bersama penasehat teknis Luciano Leandro di Stadion Teladan Medan, Jumat.
Liestiadi mengakui, kepercayaan yang diberikan manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus sebagai pelatih kepala yang terdaftar di Badan Liga Indonesia (BLI) adalah suatu tantangan. Bahkan Liestiadi yang pertama kali menangani tim sekelas Ayam Kinantan meminta pendapat Luciano.
Luciano juga berperan dalam menentukan skuad Ayam Kinantan. Sekarang ini Ayam Kinantan memiliki Galih Sudaryono, Markus Horison, Zulbahra, Edi Sibung, Septihadi, Reswandi, Aun Tarbini, Erwinsyah, Syahroni, Rahmadani, Fadli Hariri, Mauro Pinto, Esteban Gulien, Agus Supriyanto, M Affan Lubis, Asri Akbar, Dodi Cahyadi, Mahendra, Leonardo Zada, I Komang Adyana, Andika Yudisthira, Rahmad Affandi, Oktavianus Maniani, Elie Aiboy, Michael Nere dan Johannes Cho.
Sunday, January 18, 2009
Hat-Trick Zada Benamkan PSPS
Tiga gol Zada ke gawang PSPS Pekanbaru membuat PSMS Medan berpeluang mengantongi tiket babak 16 besar.
PSMS Medan sukses memenuhi ambisinya meraih poin penuh di laga pertama babak 24 besar Copa Indonesia 2008/09, setelah melumat tamunya PSPS Pekanbaru 4-2 di Stadion Teladan Medan, Jumat (17/1).Adalah gelandang andalan Ayam Kinantan Leonardo "Zada" Martins Dinelli (foto) yang menjadi bintang dalam laga tersebut, menyusul tiga gol yang dilesakkannya ke gawang PSPS masing-masing pada menit ke-10, 33 (penalti), dan 64.
Satu gol lagi dibukukan Oktavianus pada menit ke-81. Sedangkan dua gol balasan tim tamu yang nota bene satu kasta di bawah PSMS yang merupakan kontestan Superliga, kompetisi paling elit di pentas sepakbola nasional, dicetak Dzumafo E Herman pada menit ke-29 dan Agus Rianto menit ke-78.
Dengan demikian, peluang tim besutan pelatih Listiadi melaju ke babak 16 besar turnamen bergengsi ini cukup terbuka. Hanya dengan menahan imbang PSPS di laga kedua, atau pun kalah tidak lebih dari dua gol, PSMS bakal melaju ke babak berikut.
"Hasil ini cukup menggembirakan. Dengan demikian, maka langkah kami sedikit ringan di pertandingan kedua. Meski begitu, kami tetap harus fokus agar tidak sampai tergelincir," jelas Abdi Panjaitan, juru bicara PSMS, dihubungi GOAL.com, Sabtu (17/1).
Ditambahkannya, kolaborasi antara pelatih Listiadi dan Luciano Lendro nampaknya cukup apik. Itu bisa terlihat lanjutnya, dengan perubahan penampilan PSMS, meski materi pemain tidak banyak berubah dari sebelumnya.
Saturday, January 17, 2009
PSMS kirim mata-mata?
Medan- Pada saat sekuad PSMS medan mencoba stadion Teladan Jumat(16/1)pagi, terlihat salah satu andalan PSPS pekan baru yang merupakan anak medan juga, ikut menonton persiapan tim Ayam kinantan. Dia adalah kiper utama PSPS pekan baru, Andi setiawan
Andi yang sempat memperkuat PSMS medan tersebut, terlihat datang seorang diri dan langsung menuju bench di sebelah kiri lapangan . Andi terlihat duduk bersama dua rekannya dan memantau sesi latihan yang di berikan Luciano Leandro. Ada sekitar setengah jam Andi meliat latihan PSMS medan
Bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu upayaPSPS pekan baru untuk memata-matai persiapan PSMS medan. Meskipun wajar saja Andi datang melihat latihan Affan Lubis dkk. Berhubung andi anak medan asli " Itu pemain PSPS mungkin dia dikirm pelatihnya untuk memantau persiapan tim" koar salah satu penggemar
Meski demikian, skuad PSMS medan toh terlihat cuek bebek saja dan meneruskan latihannya. Giliran sore harinya saat skuad PSPS mencoba rumput stadion teladan, Rudi saari datang melihat persiapan PSPS. Kedatangan Rudi saari juga sekalian mewakili PSmS Medan untuk konfrensi pers. Kepada wartawan koran rudi bilang bahwa partai melawan PSPS hari akan seru
Banyak pemain PSPS manatan PSMS. Pelatihnya juga mantan pelatih PSMS. Terlebih PSPS saat ini pemimpin puncak sementara didivisi utama wilayah barat. Pasti laga tersebutbakal seru" bilangnya
Andi yang sempat memperkuat PSMS medan tersebut, terlihat datang seorang diri dan langsung menuju bench di sebelah kiri lapangan . Andi terlihat duduk bersama dua rekannya dan memantau sesi latihan yang di berikan Luciano Leandro. Ada sekitar setengah jam Andi meliat latihan PSMS medan
Bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu upayaPSPS pekan baru untuk memata-matai persiapan PSMS medan. Meskipun wajar saja Andi datang melihat latihan Affan Lubis dkk. Berhubung andi anak medan asli " Itu pemain PSPS mungkin dia dikirm pelatihnya untuk memantau persiapan tim" koar salah satu penggemar
Meski demikian, skuad PSMS medan toh terlihat cuek bebek saja dan meneruskan latihannya. Giliran sore harinya saat skuad PSPS mencoba rumput stadion teladan, Rudi saari datang melihat persiapan PSPS. Kedatangan Rudi saari juga sekalian mewakili PSmS Medan untuk konfrensi pers. Kepada wartawan koran rudi bilang bahwa partai melawan PSPS hari akan seru
Banyak pemain PSPS manatan PSMS. Pelatihnya juga mantan pelatih PSMS. Terlebih PSPS saat ini pemimpin puncak sementara didivisi utama wilayah barat. Pasti laga tersebutbakal seru" bilangnya
PSMS Hening cipta buat korban Palestina
MEDAN - Pertandingan babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) ini antara PSMS versus PSPS Pekan Baru, diawali hening cipta buat warga Palestina yang menjadi korban serangan biadab Israel.
Juga sekaligus mendoakan mantan pemain PSMS era-60-an almarhum Datok Saiban Syamsuri wafat pada usia 73 tahun Rabu (14/1) malam. Demikian Ketua Panpel H. Wahyu Wahab, Jumat.
Para pemain kedua tim juga diharapkan memakai ban hitam di lengan atas rasa duka terhadap korban serangan Israel ke Palestina. Demikian pula dengan mantan pemain PSMS almarhum Saiban yang telah banyak berbuat di skuad PSMS yang pada era 60-an dijuluki The Killer.
Menurut Wahyu, Panpel siap menggelar pertandingan leg pertama babak 24 besar Copa Indonesia. Panpel telah berkordinasi dengan pihak terkait dengan memperoleh izin dari Badan Liga Indonesia (BLI), Pemko Medan dan izin keramaian dari Poltabes Medan.
"Seratus lebih personil kepolisian dan angkatan darat dikerahkan dalam pertandingan ini," terang Wahyu, yang menyebutkan TvOne sebagai media partner Copa Indonesia batal menyiarkan langsung.
Masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan dapat memperoleh tiket di agen-agen dan loket di sekitar stadion. Harga tiket tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp35.000 dan VIP Rp45.000
Juga sekaligus mendoakan mantan pemain PSMS era-60-an almarhum Datok Saiban Syamsuri wafat pada usia 73 tahun Rabu (14/1) malam. Demikian Ketua Panpel H. Wahyu Wahab, Jumat.
Para pemain kedua tim juga diharapkan memakai ban hitam di lengan atas rasa duka terhadap korban serangan Israel ke Palestina. Demikian pula dengan mantan pemain PSMS almarhum Saiban yang telah banyak berbuat di skuad PSMS yang pada era 60-an dijuluki The Killer.
Menurut Wahyu, Panpel siap menggelar pertandingan leg pertama babak 24 besar Copa Indonesia. Panpel telah berkordinasi dengan pihak terkait dengan memperoleh izin dari Badan Liga Indonesia (BLI), Pemko Medan dan izin keramaian dari Poltabes Medan.
"Seratus lebih personil kepolisian dan angkatan darat dikerahkan dalam pertandingan ini," terang Wahyu, yang menyebutkan TvOne sebagai media partner Copa Indonesia batal menyiarkan langsung.
Masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan dapat memperoleh tiket di agen-agen dan loket di sekitar stadion. Harga tiket tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp35.000 dan VIP Rp45.000
PSPS siap curi poin
MEDAN - Pelatih PSPS Pekan Baru Abdul Rahman Gurning mengatakan, PSPS datang ke Medan berkekuatan penuh membawa 18 pemain termasuk tiga pemain asing.
Tim dari negeri "Lancang Kuning" ini siap untuk mencuri poin dalam pertandingan babak 24 besar Copa Indonesia 2008/2009 menghadapi tuan rumah PSMS di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1).
"Kita siap menghadapi PSMS," tambah Gurning menjawab Waspada setibanya di Bandara Polonia Medan, Kamis (15/1). Gurning didampingi manajer tim Dityo Pramono mengakui PSMS adalah lawan tangguh. Apalagi Ayam Kinantan tampil di kandang.
Gurning yang juga berasal dari Medan sudah tidak asing dengan gaya permainan Ayam Kinantan. Bahkan mantan pelatih PSMS yang memegang lisensi A ini dapat membawa PSPS sementara di puncak klasemen sementara divisi utama.
Mantan pelatih Persitara ini turut membawa tiga pemain asing asal Kamerun Junavo, Daniel Bikoy dan Hendrik. Dia tidak menyangkal bahwa ketiga pemain itu dalam kondisi prima. Bagi Gurning, tidak ada istilah bermain bertahan walau tampil di kandang lawan, sebab menyerang merupakan pertahanan terbaik.
Manajer tim PSPS Dityo Pramono merendah. "PSMS lebih bagus, karena mereka bermain di Liga Super Indonesia," terangnya. Menurutnya, manajemen PSMS tidak menetapkan target muluk-muluk. "Anak-anak diharapkan dapat bermain maksimal," ungkapnya.
Tim dari negeri "Lancang Kuning" ini siap untuk mencuri poin dalam pertandingan babak 24 besar Copa Indonesia 2008/2009 menghadapi tuan rumah PSMS di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1).
"Kita siap menghadapi PSMS," tambah Gurning menjawab Waspada setibanya di Bandara Polonia Medan, Kamis (15/1). Gurning didampingi manajer tim Dityo Pramono mengakui PSMS adalah lawan tangguh. Apalagi Ayam Kinantan tampil di kandang.
Gurning yang juga berasal dari Medan sudah tidak asing dengan gaya permainan Ayam Kinantan. Bahkan mantan pelatih PSMS yang memegang lisensi A ini dapat membawa PSPS sementara di puncak klasemen sementara divisi utama.
Mantan pelatih Persitara ini turut membawa tiga pemain asing asal Kamerun Junavo, Daniel Bikoy dan Hendrik. Dia tidak menyangkal bahwa ketiga pemain itu dalam kondisi prima. Bagi Gurning, tidak ada istilah bermain bertahan walau tampil di kandang lawan, sebab menyerang merupakan pertahanan terbaik.
Manajer tim PSPS Dityo Pramono merendah. "PSMS lebih bagus, karena mereka bermain di Liga Super Indonesia," terangnya. Menurutnya, manajemen PSMS tidak menetapkan target muluk-muluk. "Anak-anak diharapkan dapat bermain maksimal," ungkapnya.
Joao Carlos terganjal surat
MEDAN - Pemain Brazil, Joao Carlos gagal bergabung dengan skuad PSMS, karena terganjal mengenai surat atau kelengkapan administrasi yang dimiliki pemain asing tersebut.
Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, Kamis mengatakan, pemain asing tersebut tidak jadi dikontrak manajemen PSMS, terganjal surat atau dokument.
Menurut dia, Joao Carlos sudah cukup lama menjalani seleksi calon pemain PSMS yang digelar di Stadion Teladan Medan maupun di Stadion Kebun Bunga Medan.
Bahkan, katanya. Joao Carlos beberapa minggu menjalani tes di Bogor yang ditangani pelatih Luciano Leandro. Namun, akhirnya pemain asing itu tidak jadi memperkuat tim Ayam Kinantan berdasarkan keputusan manajemen.
Sebelumnya, pelatih Luciano Leandro asal Brazil memberikan rekomendasi agar memeriksa kesehatan Joao Carlos. Tes tersebut dilakukan oleh tim medis atau dokter yang dipercaya menangani pemain PSMS.
Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, Kamis mengatakan, pemain asing tersebut tidak jadi dikontrak manajemen PSMS, terganjal surat atau dokument.
Menurut dia, Joao Carlos sudah cukup lama menjalani seleksi calon pemain PSMS yang digelar di Stadion Teladan Medan maupun di Stadion Kebun Bunga Medan.
Bahkan, katanya. Joao Carlos beberapa minggu menjalani tes di Bogor yang ditangani pelatih Luciano Leandro. Namun, akhirnya pemain asing itu tidak jadi memperkuat tim Ayam Kinantan berdasarkan keputusan manajemen.
Sebelumnya, pelatih Luciano Leandro asal Brazil memberikan rekomendasi agar memeriksa kesehatan Joao Carlos. Tes tersebut dilakukan oleh tim medis atau dokter yang dipercaya menangani pemain PSMS.
Elie Aiboy perkuat Ayam Kinantan
MEDAN - Striker Elie Aiboy yang tidak ikut memperkuat tim nasional Indonesia ke Oman akan memperkuat tim PSMS Ayam Kinantan menghadapi PSPS Pekanbaru pada babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) mulai pukul 15.30 WIB.
Kamis (15/1), Elie Aiboy yang direkrut paruh putaran pertama Liga Super Indonesia tampak bersama skuad PSMS yang tiba di Bandara Polonia Medan, setelah menjalani pelatihan di Bogor dan Bandung. Skuad PSMS langsung menuju mess melakukan istirahat dan dijadwalkan Jumat (16/1) hari ini melakukan latihan ringan di Stadion Teladan.
Liestiadi yang ditunjuk manajemen PSMS sebagai pelatih kepala pasca Badan Liga Indonesia (BLI) melarang Luciano Leandro karena tidak memiliki lisensi A enggan berkomentar menanggapi skuad PSMS menghadapi PSPS. "Saya akan berupaya maksimal menjalankan kepercayaan manajemen," ungkapnya.
Dilarangnya Luciano yang sempat dikontrak manajemen PSMS menambah polemik skuad yang akan dipersiapkan menghadapi Liga Champions Asia dan Liga Super Indonesia ini. Pelatih Brazil yang kini sebagai penasehat teknis melakoni skuad Ayam Kinantan di belakang layar.
"Tim PSMS sudah melakukan persiapan menghadapi PSPS," terangnya. PSMS selain melakukan rutin juga menggelar pertandingan uji coba dengan tim-tim dari Pulau Jawa. Penampilan PSMS diakuinya mengalami peningkatan pada semua lini. Dalam pertandingan uji coba di Bogor Rabu (14/1), Elie juga diturunkan.
"Kemungkinan besar Elie akan perkuat PSMS menghadapi PSPS," tambahnya. Jika diturunkan, ini merupakan pertandingan kali pertama baginya memperkuat Ayam Kinantan di Copa Indonesia.
Luciano mengakui bahwa PSMS harus dapat memetik kemenangan pada leg pertama. Dia mengakui ada beberapa pemain yang tidak dapat diturunkan, namun dapat diantisipasi dengan pemain lainnya. "Kita sudah siap menghadapi PSPS," ujarnya.
Kamis (15/1), Elie Aiboy yang direkrut paruh putaran pertama Liga Super Indonesia tampak bersama skuad PSMS yang tiba di Bandara Polonia Medan, setelah menjalani pelatihan di Bogor dan Bandung. Skuad PSMS langsung menuju mess melakukan istirahat dan dijadwalkan Jumat (16/1) hari ini melakukan latihan ringan di Stadion Teladan.
Liestiadi yang ditunjuk manajemen PSMS sebagai pelatih kepala pasca Badan Liga Indonesia (BLI) melarang Luciano Leandro karena tidak memiliki lisensi A enggan berkomentar menanggapi skuad PSMS menghadapi PSPS. "Saya akan berupaya maksimal menjalankan kepercayaan manajemen," ungkapnya.
Dilarangnya Luciano yang sempat dikontrak manajemen PSMS menambah polemik skuad yang akan dipersiapkan menghadapi Liga Champions Asia dan Liga Super Indonesia ini. Pelatih Brazil yang kini sebagai penasehat teknis melakoni skuad Ayam Kinantan di belakang layar.
"Tim PSMS sudah melakukan persiapan menghadapi PSPS," terangnya. PSMS selain melakukan rutin juga menggelar pertandingan uji coba dengan tim-tim dari Pulau Jawa. Penampilan PSMS diakuinya mengalami peningkatan pada semua lini. Dalam pertandingan uji coba di Bogor Rabu (14/1), Elie juga diturunkan.
"Kemungkinan besar Elie akan perkuat PSMS menghadapi PSPS," tambahnya. Jika diturunkan, ini merupakan pertandingan kali pertama baginya memperkuat Ayam Kinantan di Copa Indonesia.
Luciano mengakui bahwa PSMS harus dapat memetik kemenangan pada leg pertama. Dia mengakui ada beberapa pemain yang tidak dapat diturunkan, namun dapat diantisipasi dengan pemain lainnya. "Kita sudah siap menghadapi PSPS," ujarnya.
Friday, January 16, 2009
The Killer' Saiban wafat
MEDAN - Mantan pemain PSMS era 60-an Datok Saiban Syamsura meninggal dunia di rumah duka Jl Amaliun Medan dekat simpang Cemara. Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima anak ini dikebumikan di pemakaman Jl Halat Medan, Kamis (15/1).
Menurut Juanda mantan pemain PSMS junior yang merupakan kemanakan almarhum, semasa memperkuat PSMS almarhum dikenal sebagai jenderal lapangan tengah. Berbagai prestasi telah diperolehnya bersama PSMS yang semasanya berjulukan The Killer.
"Almarhum tidak ada mengalami sakit. Dia meninggal pada usia 73 tahun," tambahnya. Almarhum selain memperkuat PSMS juga dipercayakan membawa Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Almarhum dalam memperkuat PSMS seangkatan H. Dollah Unai, Azis Tanjung, Jamal dll.
"Almarhum adalah pemain handal dengan semangat juang tinggi," tambah mantan pemain PSMS/nasional H. Dollah Unai yang turut melayat bersama rekan-rekan seangkatannya. Mantan pemain PSMS dan rekan-rekan sejawat turut melayat di rumah duka dan mengirim doa tahlilan.
Menurut Juanda mantan pemain PSMS junior yang merupakan kemanakan almarhum, semasa memperkuat PSMS almarhum dikenal sebagai jenderal lapangan tengah. Berbagai prestasi telah diperolehnya bersama PSMS yang semasanya berjulukan The Killer.
"Almarhum tidak ada mengalami sakit. Dia meninggal pada usia 73 tahun," tambahnya. Almarhum selain memperkuat PSMS juga dipercayakan membawa Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Almarhum dalam memperkuat PSMS seangkatan H. Dollah Unai, Azis Tanjung, Jamal dll.
"Almarhum adalah pemain handal dengan semangat juang tinggi," tambah mantan pemain PSMS/nasional H. Dollah Unai yang turut melayat bersama rekan-rekan seangkatannya. Mantan pemain PSMS dan rekan-rekan sejawat turut melayat di rumah duka dan mengirim doa tahlilan.
PSMS Harus Menang Selisih Dua Gol
MEDAN - Usai jeda putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) dan babak 48 besar Copa Indonesia, PSMS Medan diharapkan menunjukkan penampilan terbaiknya saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) pukul 15.30 WIB.
Bahkan Ayam Kinantan harus bisa memetik kemenangan minimal dua gol. Menurut Presiden KAMPAK FC Dicky Anugerah kepada Waspada, Rabu, waktu satu bulan lebih masa rehat seharusnya bisa membawa skuad Ayam Kinantan melakukan pembenahan atas kelemahan saat menghadapi Persiraja Banda Aceh pada babak sebelumnya.
Ketika melawan Persiraja baik di Medan dan Banda Aceh, permainan skuad PSMS belum menunjukkan kerja sama tim yang solid. Bahkan di Banda Aceh, M Affan Lubis cs tampil kasar dan tidak sabar. "Waktu rehat yang dimiliki hendaknya dapat dievaluasi dalam menghadapi pertandingan melawan PSPS," tambahnya.
Dicky mengaku dirinya tidak terkejut dengan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) tidak memberikan izin Luciano Leandro menangani PSMS karena tidak memiliki lisensi A. Kasus ini bukan pertama kali menimpa PSMS yang pada Liga Indonesia sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa.
Dia menambahkan, PSPS yang ditangani pelatih Abd Rahman Gurning memiliki track record
"PSMS harus dapat memanfaatkan laga pertama ini jika tidak ingin terhenti di ajang Copa," terangnya. Dicky optimis PSMS bisa mewujudkan kemenangan minimal dua gol jika dapat bermain kompak dengan semangat juang di hadapan pendukung sendiri. Apalagi, Elie Aiboy sudah bisa diturunkan," katanya lagi.
Dukungan Maksimal
Dicky yang tidak henti-hentinya menyuarakan agar Ayam Kinantan dapat bermain di kandang menyebutkan dia dan anggota KAMPAK FC akan memberikan dukungan maksimal kepada PSMS saat menjamu PSPS.
Namun, harapnya, kondisi Stadion Teladan sekarang ini hendaknya mendapat perhatian serius dari Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pertamanan. Rumput stadion tampak sudah tidak terurus, apalagi jika hujan turun terlihat kondisi lapangan sangat memprihatinkan.
Sebagai kota ketiga tebesar di Indonesia sudah sepantasnyalah memiliki stadion bertaraf internasional. "Mudah-mudahan renovasi Stadion Teladan menjadi perhatian serius. Sangat disayangkan tim yang sudah memiliki nama besar seperti PSMS tidak dapat bermain di kandang sendiri," harapnya.
yang bagus dalam menjalani putaran pertama kompetisi divisi utama. Bahkan tim dari Bumi Lancang Kuning berada di peringkat teratas klasemen sementara kompetisi divisi utama
Bahkan Ayam Kinantan harus bisa memetik kemenangan minimal dua gol. Menurut Presiden KAMPAK FC Dicky Anugerah kepada Waspada, Rabu, waktu satu bulan lebih masa rehat seharusnya bisa membawa skuad Ayam Kinantan melakukan pembenahan atas kelemahan saat menghadapi Persiraja Banda Aceh pada babak sebelumnya.
Ketika melawan Persiraja baik di Medan dan Banda Aceh, permainan skuad PSMS belum menunjukkan kerja sama tim yang solid. Bahkan di Banda Aceh, M Affan Lubis cs tampil kasar dan tidak sabar. "Waktu rehat yang dimiliki hendaknya dapat dievaluasi dalam menghadapi pertandingan melawan PSPS," tambahnya.
Dicky mengaku dirinya tidak terkejut dengan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) tidak memberikan izin Luciano Leandro menangani PSMS karena tidak memiliki lisensi A. Kasus ini bukan pertama kali menimpa PSMS yang pada Liga Indonesia sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa.
Dia menambahkan, PSPS yang ditangani pelatih Abd Rahman Gurning memiliki track record
"PSMS harus dapat memanfaatkan laga pertama ini jika tidak ingin terhenti di ajang Copa," terangnya. Dicky optimis PSMS bisa mewujudkan kemenangan minimal dua gol jika dapat bermain kompak dengan semangat juang di hadapan pendukung sendiri. Apalagi, Elie Aiboy sudah bisa diturunkan," katanya lagi.
Dukungan Maksimal
Dicky yang tidak henti-hentinya menyuarakan agar Ayam Kinantan dapat bermain di kandang menyebutkan dia dan anggota KAMPAK FC akan memberikan dukungan maksimal kepada PSMS saat menjamu PSPS.
Namun, harapnya, kondisi Stadion Teladan sekarang ini hendaknya mendapat perhatian serius dari Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pertamanan. Rumput stadion tampak sudah tidak terurus, apalagi jika hujan turun terlihat kondisi lapangan sangat memprihatinkan.
Sebagai kota ketiga tebesar di Indonesia sudah sepantasnyalah memiliki stadion bertaraf internasional. "Mudah-mudahan renovasi Stadion Teladan menjadi perhatian serius. Sangat disayangkan tim yang sudah memiliki nama besar seperti PSMS tidak dapat bermain di kandang sendiri," harapnya.
yang bagus dalam menjalani putaran pertama kompetisi divisi utama. Bahkan tim dari Bumi Lancang Kuning berada di peringkat teratas klasemen sementara kompetisi divisi utama
Panpel sudah mendapat izin
MEDAN - Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) sudah merampungkan izin penyelenggaraan pertandingan PSMS Medan versus PSPS Pekan Baru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) mulai pukul 15.30 WIB yang turut disiarkan langsung TvOne.
Izin keramaian yang dikeluarkan kepolisian sudah diperoleh. Sebelumnya, Panpel sudah mendapat lampu hijau dari Badan Liga Indonesia (BLI) dan Pemko Medan. Demikian disampaikan Ketua Panpel H Wahyu Wahab di Medan, Rabu.
"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk memberikan support kepada tim PSMS yang saat ini berupaya bangkit dari ketertinggalan dari tim-tim lainnya tahun 2008," tambahnya.
Disebutkan, tim PSMS dan PSPS dijadwalkan tiba Kamis (15/1) ini. PSMS berlatih di Bandung akan tampil dengan kekuatan penuh, termasuk striker Elie Aiboy yang absen pada laga melawan Persiraja. Panpel menyebutkan siap menggelar pertandingan di Stadion Teladan untuk kedua kalinya pasca larangan BLI untuk Liga Super Indonesia.
Ditambah Wahyu, tanpa dukungan penonton serta sinergi tentunya sulit mewujudkan suksesnya penyelenggaraan. Kepada masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di stadion, tiket sudah dapat diambil mulai Jumat melalui agen-agen dan loket. Panpel menetapkan harga tiket sama saat laga melawan Persiraja, yakni tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp35.000 dan VIP Rp45.000
Izin keramaian yang dikeluarkan kepolisian sudah diperoleh. Sebelumnya, Panpel sudah mendapat lampu hijau dari Badan Liga Indonesia (BLI) dan Pemko Medan. Demikian disampaikan Ketua Panpel H Wahyu Wahab di Medan, Rabu.
"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk memberikan support kepada tim PSMS yang saat ini berupaya bangkit dari ketertinggalan dari tim-tim lainnya tahun 2008," tambahnya.
Disebutkan, tim PSMS dan PSPS dijadwalkan tiba Kamis (15/1) ini. PSMS berlatih di Bandung akan tampil dengan kekuatan penuh, termasuk striker Elie Aiboy yang absen pada laga melawan Persiraja. Panpel menyebutkan siap menggelar pertandingan di Stadion Teladan untuk kedua kalinya pasca larangan BLI untuk Liga Super Indonesia.
Ditambah Wahyu, tanpa dukungan penonton serta sinergi tentunya sulit mewujudkan suksesnya penyelenggaraan. Kepada masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di stadion, tiket sudah dapat diambil mulai Jumat melalui agen-agen dan loket. Panpel menetapkan harga tiket sama saat laga melawan Persiraja, yakni tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp35.000 dan VIP Rp45.000
Thursday, January 15, 2009
PSMS Akan Rekrut Penyerang Asal Argentina
PSMS Medan terus berburu striker. Tukang gedor gawang lawan itu diharapkan mampu menutup kekurangan tim asal ibu kota Sumatera Utara tersebut.
"Manajemen masih terus mencari striker asing yang nanti bisa dijadikan goal getter bagi PSMS Medan," kata Liestiadi, pelatih PSMS, kemarin (14/1).
Sebelumnya, beberapa usaha sudah dilakukan PSMS, mulai seleksi pemain hingga mendatangkan langsung penyerang berkualitas.
Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut mencoba kemampuan Benoit -mantan penyerang Persiwa Wamena- dan Marcos Saouza asal Brazil yang sempat seleksi di Persela. Namun tak lama, kedua pemain tersebut langsung dipulangkan karena tak layak pakai.
Nama mantan penyerang Lazio, Italia, Marcelo Salas, pun sempat mengemuka. Sayang, kedua pihak -PSMS dan Salas- gagal menemui titik temu soal harga.
Kini manajemen PSMS kembali menyebutkan segera mendatangkan satu pemain asing asal Argentina. Sayang, Sihar Sitorus, pengelola PSMS, enggan membocorkan biodata pemain tersebut. Sihar hanya mengatakan, pemain itu bakal didatangkan dari Argentina.
Penyerang tersebut berusia 28 tahun dan berasal klub Divisi III Liga Argentina, Alvarado de Mar Del Plata.
"Nilai kontrak sudah oke. Klub lamanya pun sudah memberikan izin untuk bermain di Indonesia. Tinggal menunggu verifikasi dari BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia, Red)," ucap Sihar.
Namun saat dikonfirmasikan ke pihak BLI lewat Llano Mahardika, staf kompetisi BLI, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pengajuan resmi dari PSMS untuk memverifikasi pemain asing berposisi striker. Saat ini PSMS sudah memiliki tiga penyerang yang semuanya pemain lokal dan masih berusia muda. Mereka adalah Andika Yudistira, Rahmat Affandi, dan Mitchel Nere. Sebelumnya, PSMS pernah memiliki dua striker asing, Anderson Tegao dan Henry Makinwa. Namun, mereka tak memiliki kontribusi optimal sehingga PSMS Medan terpaksa memulangkannya.
"Manajemen masih terus mencari striker asing yang nanti bisa dijadikan goal getter bagi PSMS Medan," kata Liestiadi, pelatih PSMS, kemarin (14/1).
Sebelumnya, beberapa usaha sudah dilakukan PSMS, mulai seleksi pemain hingga mendatangkan langsung penyerang berkualitas.
Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut mencoba kemampuan Benoit -mantan penyerang Persiwa Wamena- dan Marcos Saouza asal Brazil yang sempat seleksi di Persela. Namun tak lama, kedua pemain tersebut langsung dipulangkan karena tak layak pakai.
Nama mantan penyerang Lazio, Italia, Marcelo Salas, pun sempat mengemuka. Sayang, kedua pihak -PSMS dan Salas- gagal menemui titik temu soal harga.
Kini manajemen PSMS kembali menyebutkan segera mendatangkan satu pemain asing asal Argentina. Sayang, Sihar Sitorus, pengelola PSMS, enggan membocorkan biodata pemain tersebut. Sihar hanya mengatakan, pemain itu bakal didatangkan dari Argentina.
Penyerang tersebut berusia 28 tahun dan berasal klub Divisi III Liga Argentina, Alvarado de Mar Del Plata.
"Nilai kontrak sudah oke. Klub lamanya pun sudah memberikan izin untuk bermain di Indonesia. Tinggal menunggu verifikasi dari BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia, Red)," ucap Sihar.
Namun saat dikonfirmasikan ke pihak BLI lewat Llano Mahardika, staf kompetisi BLI, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pengajuan resmi dari PSMS untuk memverifikasi pemain asing berposisi striker. Saat ini PSMS sudah memiliki tiga penyerang yang semuanya pemain lokal dan masih berusia muda. Mereka adalah Andika Yudistira, Rahmat Affandi, dan Mitchel Nere. Sebelumnya, PSMS pernah memiliki dua striker asing, Anderson Tegao dan Henry Makinwa. Namun, mereka tak memiliki kontribusi optimal sehingga PSMS Medan terpaksa memulangkannya.
Persiapan PSMS Cukup Matang
Persiapan PSMS Medan telah matang jelang meladeni PSPS Pekan Baru pada leg pertama babak 24 Besar Copa Indonesia 2009, Sabtu (17/1).
Hasil uji coba melawan Pelita Jaya, Selasa (13/1), jadi modal yang cukup bagus. Juru bicara PSMS Abdi Panjaitan mengatakan, persiapan tim di Cipayung cukup baik. Pasalnya, dua uji coba melawan Pelita Jaya di GOR Sawangan Depok menghasilkan hasil yang cukup signifikan. Affan Lubis dkk berhasil menahan Pelita 0-0.
“Sebelumnya ketika melawan Persikabo, kami juga mampu menunjukkan permainan bagus dengan skor imbang 1-1.Cukup baik,”ujarnya saat di konfirmasi di Mes Cipayung kemarin. Abdi menambahkan,hasil pemanasan melawan dua tim yang cukup punya nama di Liga Indonesia itu merupakan modal yang baik bagi performa tim melawan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Pekan Baru itu.
Abdi memperkirakan, melawan PSPS akan berlangsung menarik. “Saat ini PSPS ditangani Pelatih Abdul Rahman Gurning asal Medan.Sebagian pemain PSPS merupakan orang Medan. Jadi, pertandingan ini akan berlangsung seru dan serbapanas,”ungkapnya.
Posisi PSPS yang saat ini berada di papan atas Divisi Utama membuat Abdi tak mau sesumbar.Ayam Kinantan harus mewaspadai kejutan PSPS. “Pertandingan sepak bola bukan mewaspadai orang per orang, tapi semua pemain di tim lawan.Kinerja tim yang baik akan menghasilkan sesuatu yang positif. Itulah yang harus kami cermati,” ungkapnya. [syukri amal/sindo]
Hasil uji coba melawan Pelita Jaya, Selasa (13/1), jadi modal yang cukup bagus. Juru bicara PSMS Abdi Panjaitan mengatakan, persiapan tim di Cipayung cukup baik. Pasalnya, dua uji coba melawan Pelita Jaya di GOR Sawangan Depok menghasilkan hasil yang cukup signifikan. Affan Lubis dkk berhasil menahan Pelita 0-0.
“Sebelumnya ketika melawan Persikabo, kami juga mampu menunjukkan permainan bagus dengan skor imbang 1-1.Cukup baik,”ujarnya saat di konfirmasi di Mes Cipayung kemarin. Abdi menambahkan,hasil pemanasan melawan dua tim yang cukup punya nama di Liga Indonesia itu merupakan modal yang baik bagi performa tim melawan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Pekan Baru itu.
Abdi memperkirakan, melawan PSPS akan berlangsung menarik. “Saat ini PSPS ditangani Pelatih Abdul Rahman Gurning asal Medan.Sebagian pemain PSPS merupakan orang Medan. Jadi, pertandingan ini akan berlangsung seru dan serbapanas,”ungkapnya.
Posisi PSPS yang saat ini berada di papan atas Divisi Utama membuat Abdi tak mau sesumbar.Ayam Kinantan harus mewaspadai kejutan PSPS. “Pertandingan sepak bola bukan mewaspadai orang per orang, tapi semua pemain di tim lawan.Kinerja tim yang baik akan menghasilkan sesuatu yang positif. Itulah yang harus kami cermati,” ungkapnya. [syukri amal/sindo]
Subscribe to:
Posts (Atom)