Friday, January 16, 2009

The Killer' Saiban wafat

MEDAN - Mantan pemain PSMS era 60-an Datok Saiban Syamsura meninggal dunia di rumah duka Jl Amaliun Medan dekat simpang Cemara. Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima anak ini dikebumikan di pemakaman Jl Halat Medan, Kamis (15/1).

Menurut Juanda mantan pemain PSMS junior yang merupakan kemanakan almarhum, semasa memperkuat PSMS almarhum dikenal sebagai jenderal lapangan tengah. Berbagai prestasi telah diperolehnya bersama PSMS yang semasanya berjulukan The Killer.

"Almarhum tidak ada mengalami sakit. Dia meninggal pada usia 73 tahun," tambahnya. Almarhum selain memperkuat PSMS juga dipercayakan membawa Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Almarhum dalam memperkuat PSMS seangkatan H. Dollah Unai, Azis Tanjung, Jamal dll.

"Almarhum adalah pemain handal dengan semangat juang tinggi," tambah mantan pemain PSMS/nasional H. Dollah Unai yang turut melayat bersama rekan-rekan seangkatannya. Mantan pemain PSMS dan rekan-rekan sejawat turut melayat di rumah duka dan mengirim doa tahlilan.

PSMS Harus Menang Selisih Dua Gol

MEDAN - Usai jeda putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) dan babak 48 besar Copa Indonesia, PSMS Medan diharapkan menunjukkan penampilan terbaiknya saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) pukul 15.30 WIB.

Bahkan Ayam Kinantan harus bisa memetik kemenangan minimal dua gol. Menurut Presiden KAMPAK FC Dicky Anugerah kepada Waspada, Rabu, waktu satu bulan lebih masa rehat seharusnya bisa membawa skuad Ayam Kinantan melakukan pembenahan atas kelemahan saat menghadapi Persiraja Banda Aceh pada babak sebelumnya.

Ketika melawan Persiraja baik di Medan dan Banda Aceh, permainan skuad PSMS belum menunjukkan kerja sama tim yang solid. Bahkan di Banda Aceh, M Affan Lubis cs tampil kasar dan tidak sabar. "Waktu rehat yang dimiliki hendaknya dapat dievaluasi dalam menghadapi pertandingan melawan PSPS," tambahnya.

Dicky mengaku dirinya tidak terkejut dengan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) tidak memberikan izin Luciano Leandro menangani PSMS karena tidak memiliki lisensi A. Kasus ini bukan pertama kali menimpa PSMS yang pada Liga Indonesia sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa.

Dia menambahkan, PSPS yang ditangani pelatih Abd Rahman Gurning memiliki track record

"PSMS harus dapat memanfaatkan laga pertama ini jika tidak ingin terhenti di ajang Copa," terangnya. Dicky optimis PSMS bisa mewujudkan kemenangan minimal dua gol jika dapat bermain kompak dengan semangat juang di hadapan pendukung sendiri. Apalagi, Elie Aiboy sudah bisa diturunkan," katanya lagi.

Dukungan Maksimal
Dicky yang tidak henti-hentinya menyuarakan agar Ayam Kinantan dapat bermain di kandang menyebutkan dia dan anggota KAMPAK FC akan memberikan dukungan maksimal kepada PSMS saat menjamu PSPS.

Namun, harapnya, kondisi Stadion Teladan sekarang ini hendaknya mendapat perhatian serius dari Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pertamanan. Rumput stadion tampak sudah tidak terurus, apalagi jika hujan turun terlihat kondisi lapangan sangat memprihatinkan.

Sebagai kota ketiga tebesar di Indonesia sudah sepantasnyalah memiliki stadion bertaraf internasional. "Mudah-mudahan renovasi Stadion Teladan menjadi perhatian serius. Sangat disayangkan tim yang sudah memiliki nama besar seperti PSMS tidak dapat bermain di kandang sendiri," harapnya.

yang bagus dalam menjalani putaran pertama kompetisi divisi utama. Bahkan tim dari Bumi Lancang Kuning berada di peringkat teratas klasemen sementara kompetisi divisi utama

Panpel sudah mendapat izin

MEDAN - Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) sudah merampungkan izin penyelenggaraan pertandingan PSMS Medan versus PSPS Pekan Baru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) mulai pukul 15.30 WIB yang turut disiarkan langsung TvOne.

Izin keramaian yang dikeluarkan kepolisian sudah diperoleh. Sebelumnya, Panpel sudah mendapat lampu hijau dari Badan Liga Indonesia (BLI) dan Pemko Medan. Demikian disampaikan Ketua Panpel H Wahyu Wahab di Medan, Rabu.

"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk memberikan support kepada tim PSMS yang saat ini berupaya bangkit dari ketertinggalan dari tim-tim lainnya tahun 2008," tambahnya.

Disebutkan, tim PSMS dan PSPS dijadwalkan tiba Kamis (15/1) ini. PSMS berlatih di Bandung akan tampil dengan kekuatan penuh, termasuk striker Elie Aiboy yang absen pada laga melawan Persiraja. Panpel menyebutkan siap menggelar pertandingan di Stadion Teladan untuk kedua kalinya pasca larangan BLI untuk Liga Super Indonesia.

Ditambah Wahyu, tanpa dukungan penonton serta sinergi tentunya sulit mewujudkan suksesnya penyelenggaraan. Kepada masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di stadion, tiket sudah dapat diambil mulai Jumat melalui agen-agen dan loket. Panpel menetapkan harga tiket sama saat laga melawan Persiraja, yakni tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp35.000 dan VIP Rp45.000

Thursday, January 15, 2009

PSMS Akan Rekrut Penyerang Asal Argentina

PSMS Akan Rekrut Penyerang Asal Argentina
PSMS Medan terus berburu striker. Tukang gedor gawang lawan itu diharapkan mampu menutup kekurangan tim asal ibu kota Sumatera Utara tersebut.

"Manajemen masih terus mencari striker asing yang nanti bisa dijadikan goal getter bagi PSMS Medan," kata Liestiadi, pelatih PSMS, kemarin (14/1).

Sebelumnya, beberapa usaha sudah dilakukan PSMS, mulai seleksi pemain hingga mendatangkan langsung penyerang berkualitas.

Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut mencoba kemampuan Benoit -mantan penyerang Persiwa Wamena- dan Marcos Saouza asal Brazil yang sempat seleksi di Persela. Namun tak lama, kedua pemain tersebut langsung dipulangkan karena tak layak pakai.

Nama mantan penyerang Lazio, Italia, Marcelo Salas, pun sempat mengemuka. Sayang, kedua pihak -PSMS dan Salas- gagal menemui titik temu soal harga.

Kini manajemen PSMS kembali menyebutkan segera mendatangkan satu pemain asing asal Argentina. Sayang, Sihar Sitorus, pengelola PSMS, enggan membocorkan biodata pemain tersebut. Sihar hanya mengatakan, pemain itu bakal didatangkan dari Argentina.

Penyerang tersebut berusia 28 tahun dan berasal klub Divisi III Liga Argentina, Alvarado de Mar Del Plata.

"Nilai kontrak sudah oke. Klub lamanya pun sudah memberikan izin untuk bermain di Indonesia. Tinggal menunggu verifikasi dari BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia, Red)," ucap Sihar.

Namun saat dikonfirmasikan ke pihak BLI lewat Llano Mahardika, staf kompetisi BLI, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pengajuan resmi dari PSMS untuk memverifikasi pemain asing berposisi striker. Saat ini PSMS sudah memiliki tiga penyerang yang semuanya pemain lokal dan masih berusia muda. Mereka adalah Andika Yudistira, Rahmat Affandi, dan Mitchel Nere. Sebelumnya, PSMS pernah memiliki dua striker asing, Anderson Tegao dan Henry Makinwa. Namun, mereka tak memiliki kontribusi optimal sehingga PSMS Medan terpaksa memulangkannya.

Persiapan PSMS Cukup Matang

Persiapan PSMS Cukup Matang
Persiapan PSMS Medan telah matang jelang meladeni PSPS Pekan Baru pada leg pertama babak 24 Besar Copa Indonesia 2009, Sabtu (17/1).

Hasil uji coba melawan Pelita Jaya, Selasa (13/1), jadi modal yang cukup bagus. Juru bicara PSMS Abdi Panjaitan mengatakan, persiapan tim di Cipayung cukup baik. Pasalnya, dua uji coba melawan Pelita Jaya di GOR Sawangan Depok menghasilkan hasil yang cukup signifikan. Affan Lubis dkk berhasil menahan Pelita 0-0.

“Sebelumnya ketika melawan Persikabo, kami juga mampu menunjukkan permainan bagus dengan skor imbang 1-1.Cukup baik,”ujarnya saat di konfirmasi di Mes Cipayung kemarin. Abdi menambahkan,hasil pemanasan melawan dua tim yang cukup punya nama di Liga Indonesia itu merupakan modal yang baik bagi performa tim melawan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Pekan Baru itu.

Abdi memperkirakan, melawan PSPS akan berlangsung menarik. “Saat ini PSPS ditangani Pelatih Abdul Rahman Gurning asal Medan.Sebagian pemain PSPS merupakan orang Medan. Jadi, pertandingan ini akan berlangsung seru dan serbapanas,”ungkapnya.

Posisi PSPS yang saat ini berada di papan atas Divisi Utama membuat Abdi tak mau sesumbar.Ayam Kinantan harus mewaspadai kejutan PSPS. “Pertandingan sepak bola bukan mewaspadai orang per orang, tapi semua pemain di tim lawan.Kinerja tim yang baik akan menghasilkan sesuatu yang positif. Itulah yang harus kami cermati,” ungkapnya. [syukri amal/sindo]

PSMS Resmi Daftarkan Listiadi

Sebagai pengganti Luciano Leandrao yang gagal verifikasi, manajemen PSMS Medan mendaftarkan nama Listiadi sebagai pelatih kepala.

PSMS Resmi Daftarkan Listiadi
Dengan demikian, mantan direktur teknik PSMS Medan yang baru saja menyelesaikan kursus pelatih lisensi A ini dipastikan bakal membesut Elie Aiboy dan kawan-kawan, di putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini.

"Dua hari lalu, manajemen PSMS telah mendaftarkan nama Listiadi sebagai pelatih kepala mereka. Dengan begitu, tim tersebut tidak ada masalah lagi menyangkut pelatih kepalanya. Sebab, Listiadi memang memenuhi syarat," kata Joko Driyono, direktur kompetisi BLI kepada GOAL.com ditemui di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1).

Dijelaskannya, pendaftaran pelatih baru PSMS itu diterima, hanya beberapa hari setelah melayangkan surat kepastian gagal verifikasinya Luciano Leandro. Sayang, Joko enggan menjelaskan secara rinci penyebab gagalnya Luciano dalam pemeriksaan lebih lanjut itu .

Namun dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mantan pemain sepakbola yang pernah beberapa musim merumput di Liga Indonesia dan sempat membesut Persema Manado ini, gagal verifikasi karena dia sebelumnya bukan pelatih kepala di Macao, tim divisi III Brasil, seperti surat yang disampaikannnya kepada manajemen PSMS.

Luciano hanya seorang asisten pelatih di tim tersebut. Padahal regulasi BLI menyebutkan, pelatih tim Superliga, selain harus bersertifikat A, dia juga harus memiliki pengalaman menjadi pelatih kepala di tim profesional minimal tiga tahun.

"Regulasi ini kami berlakukan khusus bagi pelatih asing. Jika tidak memenuhi syarat, maka yang bersangkutan tidak boleh menjadi pelatih kepala di Superliga," tandas Joko.

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, penetapan Listiadi tersebut karena pihaknya mengikuti regulasi yang diterapkan BLI.

Ditanya mengenai fungsi dan tugas Listiadi yang sebelumnya disebutkan hanya sebagai bayangan, Sihar menyatakan jika kedua pelatih ini menjalankan tugas sesuai dengan jabatannya masing-masing.

PSMS akhirnya Gaet Esteban Julian

MEDAN, PSMS Medan akan segera menggaet Esteban Julian, untuk berlaga pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) akhir bulan ini. Pemain asal Uruguay tersebut diharapkan bakal menandatangani kontrak dalam waktu dekat ini.

Media officer PSMS, Abdi Panjaitan mengatakan, Esteban dinilai pantas bergabung dengan PSMS dalam menghadapi LSI 2009. Selain karena pernah bermain untuk Persikota Tangerang, pemain tersebut juga mudah beradaptasi dengan pemain lain di kesebelasan "Ayam Kinantan" tersebut. "Jadi wajar saja, pemain asing tersebut dipakai PSMS," katanya kepada Antara.

Abdi juga mengatakan bahwa proses penerbitan surat izin pemberhentian Esteban dari Persikota saat ini sedang diurus oleh pemain tersebut.

Sebelum Esteban, PSMS sudah mengontrak dua legiun asal Brasil, yakni Zada dan Mario Pinto. Ketiganya diharapkan dapat mendongkrak posisi tim yang kini berada di zona degradasi itu. "Esteban dengan beberapa pemain asing lainnya yang ada di PSMS akan berusaha tampil baik pada putaran kedua LSI 2009," tambah Abdi.

Manajemen PSMS sebelumnya sudah memulangkan pemain asing, yakni Lamoze Conteh (Afrika), Benoit Lumineau (Perancis), Etougou Marcorland (Kamerun) dan Mohameda Daka (Bangladesh) karena tidak memenuhi persyaratan seleksi. (ANT)

PSMS akhirnya Gaet Esteban Julian

MEDAN, PSMS Medan akan segera menggaet Esteban Julian, untuk berlaga pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) akhir bulan ini. Pemain asal Uruguay tersebut diharapkan bakal menandatangani kontrak dalam waktu dekat ini.

Media officer PSMS, Abdi Panjaitan mengatakan, Esteban dinilai pantas bergabung dengan PSMS dalam menghadapi LSI 2009. Selain karena pernah bermain untuk Persikota Tangerang, pemain tersebut juga mudah beradaptasi dengan pemain lain di kesebelasan "Ayam Kinantan" tersebut. "Jadi wajar saja, pemain asing tersebut dipakai PSMS," katanya kepada Antara.

Abdi juga mengatakan bahwa proses penerbitan surat izin pemberhentian Esteban dari Persikota saat ini sedang diurus oleh pemain tersebut.

Sebelum Esteban, PSMS sudah mengontrak dua legiun asal Brasil, yakni Zada dan Mario Pinto. Ketiganya diharapkan dapat mendongkrak posisi tim yang kini berada di zona degradasi itu. "Esteban dengan beberapa pemain asing lainnya yang ada di PSMS akan berusaha tampil baik pada putaran kedua LSI 2009," tambah Abdi.

Manajemen PSMS sebelumnya sudah memulangkan pemain asing, yakni Lamoze Conteh (Afrika), Benoit Lumineau (Perancis), Etougou Marcorland (Kamerun) dan Mohameda Daka (Bangladesh) karena tidak memenuhi persyaratan seleksi. (ANT)

Manchester United tampil di Senayan ( News Special)

JAKARTA - Manchester United akan memainkan empat pertandingan di Asia pada akhir musim ini dan salah satunya dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kabar yang luar biasa menggembirakan akhirnya tiba bagi penggila bola di Tanah Air, terutama fans Manchester United. Dalam rangka tur Asia 2009, juara bertahan Liga Premier Inggris dan Liga Champions itu memasukkan Jakarta ke dalam agendanya.

Pengumuman ini cukup mengejutkan, karena sebagaimana diketahui sebelumnya, jatah tur Asia klub besutan Sir Alex Ferguson itu jatuhnya ke Vietnam, bukan Indonesia. Pertandingan di Jakarta nanti, skuad United akan melawan Indonesia Super League Select (ISL Selection) pada 24 Juli.

Ini merupakan kedatangan Cristiano Ronaldo untuk kedua kalinya ke Indonesia, setelah sebelumnya Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008 itu didatangkan Extra Joss pada Juni 2005 lalu.

Dari enam kali tur ke benua Asia sejak 1995, pemenang Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 di Tokyo itu belum pernah ke Indonesia, negeri yang memiliki fan base MU yang sangat besar dari jumlah penduduk 240 juta. Tur MU akan dimulai di China pada 18 Juli, sebelum ke Seoul, dua hari berikutnya. Setelah Jakarta, MU akan mengakhiri turnya di Kuala Lumpur pada 26 Juli.

Dua tahun lalu, MU gagal ke Kuala Lumpur dalam rangka 50 tahun Asosiasi Sepakbola Malaysia karena terbentur jadwal Piala Asia 2007, saat Malaysia menjadi tuan rumah bersama Indonesia, Thailand dan Vietnam.

Kepala Eksekutif MU David Gill memastikan adanya tur ini setelah berkunjung ke 'Manchester United Experience' di Hotel Venetian Macao Resort. "Atmosfirnya dibangun lewat pendukung yang luar biasa. Klub ini selalu menikmati kunjungan ke Asia dan ini merupakan kesempatan baik buat fans MU di Asia untuk melihat pahlawan mereka beraksi di negerinya sendiri," tambah Gill.

Ji-sung Park tentunya bakal mendapatkan sambutan meriah ketika pulang kampung ke Korea dan gocekan-gocekan Ronaldo, Ryan Giggs, Rio Ferdinand dan Wayne Rooney pasti akan menghibur ribuan penonton di Gelora Bung Karno.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes membenarkan kedatangan Manchester United ke Jakarta dalam rangka Tur Asia 2009 pada 24 Juli mendatang.

Berharap menjadi modal

CIPAYUNG - PSMS Medan terus berbenah. Menjelang bergulirnya first leg Copa Indonesia (17/1) mendatang di Stadion Teladan, M Affan Lubis terus dipersiapkan.

Selain memusatkan latihan di lapangan sepakbola Anggraini Citeureup, PSMS juga telah menggelar dua kali ujicoba. Rabu di markas Pelita Jaya, Sawangan, PSMS bermain imbang tanpa gol.

Di babak pertama, Luciano Leandro yang kini sudah diposisikan penasehat teknik PSMS mencoba menurunkan skuad terbaiknya. Ujicoba yang bertujuan mengasah kekuatan tim ini berjalan dengan ketat.

Di bawah mistar pada babak pertama, Ghali Sudaryono tidak terlalu dipusingkan. Taktisnya empat bek yang ditempati Reswandi, Aun Carbiny, Septiadi dan Dodik Cahyadi membuat pertahanan Ayam Kinantan sulit dibendung.

Topangan dari lini tengah juga cukup membantu. Esteban berhasil mengalirkan umpan-umpan matang kepada duet striker Elie Aiboy dan Rahmad Affandi. Hujan yang terus turun selama pertandingan juga tidak membuat Pelita Jaya menurunkan tempo permainan. Namun tetap saja di babak kedua, skor 0-0 bertahan.

Memasuki babak kedua, perubahan signifikan dilakukan kedua tim. Baik Pelita Jaya ataupun PSMS menarik keluar sebahagian besar pemainnya. "Saya hanya mau mencoba dan melihat semua pemain," kata Luciano.

Di pertengahan babak kedua, tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini memiliki peluang dari Okto dan Esteban. Menggenangnya air di mulut gawang Pelita membuat bola tersendat.

Pelita Jaya sendiri juga memiliki sejumlah peluang, namun berkat cemerlangnya penampilan dua kiper PSMS, Ghali dan Zulbhara yang masuk di pertengahan babak kedua, mampu menjaga gawang mereka dari kebobolan. Di akhir pertandingan, Luciano mengaku performa tim mulai sedikit meningkat.

"Kita semua mulai dari bawah pelan-pelan. Sedikit sedikit tim sudah mulai menunjukan peningkatan. Ini harus kita tingkatkan biar lebih baik," bilangnya.

Dari hasil dua kali ujicoba ini, Luciano mengharapkan mampu menjadi modal untuk pertandingan di Copa melawan PSPS Pekanbaru di Medan, Sabtu (17/1) nanti.

"Selain dari tim, tentunya dukungan dari penonton di Medan sangat kita harapkan. Itu akan sangat membantu kita," harap Luci.

Wednesday, January 14, 2009

PSMS Masih Perlukan Luciano Leandro

PSMS Masih Perlukan Luciano Leandro
Manajemen PSMS Medan sampai sekarang masih memerlukan pelatih Brazil, Luciano Leandro, untuk menangani tim menghadapi putaran kedua Liga Super yang akan digelar mulai akhir Januari ini.

Media Official PSMS Abdi Panjaitan ketika dihubungi dari Medan, Senin, mengatakan, Luciano masih tetap bergabung dengan PSMS.

Hal tersebut dikatakannya ketika diminta komentarnya mengenai Badan Liga Indonesia (BLI) yang mengingatkan PSMS agar tidak memakai Luciano Leandro sebagai kepala pelatih pada tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano masih tetap dipakai oleh manajemen PSMS, pelatih Brazil itu tidak mungkin dikeluarkan begitu saja.Dia juga masih baru bergabung dengan PSMS.

"Manajemen PSMS juga tidak mungkin memulangkan Luciano, " kata Panjaitan . Menurut dia, Badan Liga Indonesia (BLI) hanya mengingatkan manajemen PSMS agar tidak memakai Luciano Leandro sebagai kepala pelatih. Pihak BLI tidak pernah melarang Luciano bergabung dengan PSMS.

Luciano hanya tidak diperbolehkan oleh BLI menjadi kepala pelatih di PSMS dalam putaran kedua LSI 2009, karena dia tidak memiliki lisensi A dan dianggap tidak pernah menangani klub profesional selama 3 tahun.

Namun, jelasnya, manajemen PSMS bisa saja memakai Luciano sebagai direktur teknik atau jabatan lainnya pada tim PSMS itu. "Jadi apa yang disarankan BLI itu, tetap kita ikuti.Namun BLI tidak mungkin melarang pelatih asing untuk bergabung dengan PSMS," tegas Panjaitan.

Sebelumnya, direktur kompetisi BLI, Joko Driyono di Jakarta, Kamis, (1/1) mengatakan, sampai saat ini status pelatih PSMS, Luciano masih dipending, masih dilakukan verifikasi secara mendalam terkait lamanya dia membesut tim profesional sebelumnya.

Menurut Joko, sesuai dengan ketentuan, seorang pelatih asing yang akan menangani tim konstestan pada putaran kedua LSI 2009 itu, harus memiliki lisensi A dan pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

Ia mengatakan, sebelumnya menerima surat dari PSMS yang menyebutkan Luciano pernah melatih klub Macao, Brazil.Untuk itu BLI melakukan pengecekan terkait lamanya dia membesut tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano sebenarnya tidak ada masalah, dia memang benar pernah melatih klub Macao itu di Brazil.

Bahkan, jelasnya, Luciano juga telah memperlihatkan kepada manajemen PSMS, mengenai dokumen bahwa dia pernah melatih klub profesional tersebut. [antara]

PSPS pembuktian bagi PSMS

MEDAN - Kondisi PSMS Medan yang sekarang ini sedang mendapat tekanan bertubi-tubi, merupakan ujian berat dalam menghadapi laga perdana babak 24 besar Copa Indonesia menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan.

Namun pemerhati sekaligus mantan pemain PSMS H Sumantraji SH, Selasa (13/1) berharap, penampilan Ayam Kinantan tetap maksimal dalam menjamu PSPS. "Pertandingan ini merupakan ujian sekaligus pembuktian bagi PSMS sebelum bertempur di babak playoff Liga Champions Asia dan Liga Super Indonesia 2009," kata Sumantraji.

Mantan pemain PSMS Junior itu mengakui, tampil di Stadion Teladan tentu dapat menambah semangat Affan Lubis cs. "Siapa pun yang menangani Ayam Kinantan, pemain harus menunjukkan semangat tinggi di hadapan pendukung sendiri," tambah Ketua Umum SSB Kurnia, Kurnia Football Club dan Kurnia Futsal Club.

Mantan pemain PSMS Hendri Dinal menambahkan, kompetisi tahun ini benar-benar tantangan bagi Ayam Kinantan untuk melepaskan diri dari zona degradasi. "PSPS juga lawan tangguh, itu telah dibuktikan dengan lolos ke babak 24 besar," tambah Hendri.

PSPS yang ditangani Abdul Rahman Gurning pun tidak dapat dianggap enteng. Sebagai pelatih, Gurning yang telah memiliki jam terbang sudah mengetahui karakter permainan Medan. "PSPS patut diwaspadai," tambah Dinal menilai PSMS harus konsisten menerapkan permainan menyerang.

Tuesday, January 13, 2009

Langkah Esteban ke PSMS Selangkah lagi

Keinginan klub PSMS Medan merekrut mantan gelandang Persikota Tangerang, Esteban Esteban Guillen, kini tinggal selangkah lagi. Pasalnya, surat keluar dari Persikota Tangerang sudah dikantonginya.

“Puji Syukur Persikota sudah memberikan saya surat keluar, PSMS juga sudah kirim data-data saya kepada BLI. Mudah-mudahan hari ini semua administrasi saya tidak ada masalah. Dan saya bisa jadi pemain PSMS secara resmi,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan Esteban pun dibenarkan Sihar Sitorus, selaku pengelola tim berjuluk Ayam Kinantan. Ia mengatakan saat ini, sedang mengurus data-data kepada BLI. Dan ia berharap semua data-data Esteban tidak ada masalah, sehingga bisa segera bermain di putaran kedua Liga Super Indonesia.

Pemain asal Uruguay itu juga mengungkapkan, tim Bayi ajaib tidak jadi bubar. Meski begitu, tekadnya membela PSMS agaknya sudah bulat dan tak bisa ditawar-tawar lagi. “ Kata teman-teman, Persikota tak jadi bubar. Minggu ini akan membahas kondisi tim seperti apa dan Persikota akan melanjuti putaran kedua Liga Divisi Utama,” kata Esteban lagi. (Krisminarti)

Markus cs bertolak ke Oman

Jakarta - Timnas Indonesia yang berkekuatan 18 pemain dan tujuh ofisial bertolak ke Oman, Senin, untuk melaksanakan laga perdana grup B ajang Pra Piala Asia 2011.

Indonesia baru akan menghadapi tuan rumah Oman pada 19 Januari, namun manajemen Timnas menganggap para pemain perlu melakukan proses aklimatisasi cuaca.

"Dengan waktu yang cukup panjang, kita punya banyak keuntungan di antaranya adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan di Oman, berujicoba dan melihat penampilan Oman pada Piala Teluk 2009," kata asisten manajer Timnas, Chandra Solehan, Senin.

Ponaryo Astaman dkk bertolak menggunakan penerbangan EY 471 sekitar pk 15:10 WIB, transit di Abu Dhabi sekitar pk 20:10. Selanjutnya pasukan Benny Dollo itu menuju kota Muscat dengan menggunakan penerbangan EY 368 dan dijadwalkan tiba sekitar pk 22:50 waktu setempat.

Menurut Chandra, tim Merah Putih berkesempatan menyaksikan pertandingan semifinal Piala Teluk 2008, antara Oman melawan Qatar pada 14 Januari nanti. Oman yang ditangani Claude Le Roy, menjadi juara Grup A dari hasil dua kemenangan dan sekali seri.

Oman mengalahkan Irak 4-0, Bahrain 2-0 dan seri 0-0 menghadapi Kuwait yang juga berada satu grup dengan Indonesia pada Pra Piala Asia 2011. Sebelumnya, Benny Dollo mengatakan, tujuh pemain yang tidak terpilih masuk dalam skuad inti timnas telah dikembalikan ke klubnya masing-masing sejak pekan lalu.

Setelah pulang dari Oman, pihaknya akan memanggil lagi pemain di luar 18 anggota tim sekarang untuk menghadapi Australia di Jakarta. Indonesia sendiri sudah mendaftarkan 50 pemain untuk Pra Piala Asia 2011 tersebut.

Pertandingan Oman melawan Indonesia menurut rencana akan disiarkan secara langsung oleh RCTI pada pukul 22:30 WIB.

Daftar pemain Timnas:
Markus Horison (PSMS), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC/kiper); Erol FX Iba (Pelita Jaya), Isnan Ali, Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Nova Arianto, Maman Abdurrahman (Persib Bandung), Ismed Sofyan (Persija Jakarta), Ricardo Salempessy (Persipura/belakang); Ponaryo Astaman (Persija Jakarta), Firman Utina (Pelita Jaya), M Roby (Persik Kediri), Arif Suyono (Arema Malang), Hariono (Persib Bandung), Boaz Sallosa (Persipura/tengah); Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), TA Mushafry (Persiba Balikpapan) dan Budi Sudarsono (Sriwijaya FC).

Liestiadi mundur jadi guru demi PSMS

KEINGINAN orang tentu berbeda-beda. Misalkan, Liestiadi rela melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru bidang studi komputer di Perguruan Sutomo Medan demi memilih mengikuti PSMS Medan.

Bukan hanya pekerjaan tetap, dia pun harus meninggalkan keluarga di Medan demi kecintaannya kepada tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini bermarkas di Bandung. Sepakbola tampaknya sudah menjadi pilihan bagi Ayah dua anak ini. Bagaimana tidak, pihak perguruan Sutomo memberikan pilihan kepada Liestiadi berhenti jadi pelatih atau tetap mengajar di Sutomo.

Pria kelahiran Medan 14 Oktober 1967 memberikan pilihan pelatih yang kini menjabat Direktur Teknik PSMS Medan. Posisi Liestiadi sebagai guru bidang studi komputer salah satu sekolah top di Medan ini sudah ditekuninya sejak 2006. Bahkan dia sempat mengikuti ujian verifikasi guru yang dibiayai pemerintah, hasilnya juga memuaskan.

Sepeninggalan dari guru Sutomo, ayah yang memiliki sepasang anak Deni Marco, 10 tahun, dan Alexandra, 5 tahun, seorang istri Meliani mengakui sempat "kalang kabut" karena tidak memiliki penghasilan tetap untuk keluarga.

"Ya, ini merupakan pilihan saya," terang Liestiadi melalui telefon selularnya dari Bandung, Minggu (11/1).

Pilihan Liestiadi untuk melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru setahun lalu sudah mantap. Dia kini berkonsentrasi di skuad PSMS, setelah mengawali pelatih sekolah sepakbola perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) sejak tahun 2001 hingga 2007.

Kemauannya menjadi pelatih sepakbola cukup besar. Memulai dengan mengikuti kursus pelatih sepakola dasar hingga sekarang ini memiliki sertifikat lisensi A. Kursus pelatihan lisensi A yang digawei PSSI diikuti Maret 2008 di Jakarta bersama M Khaidir yang kini menangani PSDS Deli Serdang.

Kesabaran Liestiadi berbuah ketika dipercayakan menangani tim PSMS Junior musim kompetisi 2002-2003. Jam terbang sebagai pelatih ketika itu belum tinggi. Namun dia tidak mengecewakan, dan membawa PSMS Junior bersaing di tingkat nasional.

Awal tahun 2008 manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus kemudian mempercayakan Liestiadi masuk skuad PSMS. Ketika itu Liestiadi dipercayakan sebagai asisten pelatih Iwan Setiawan. Selepas peninggalan Iwan, dia tetap masuk skuad PSMS di bawah kepemimpinan pelatih Australia Erick Williams.

Kepemimpinan Erick tidak lama, karena masuk jeda putaran pertama manajemen menggantikannya dengan Luciano Leandro asal Brazil. Direktur Teknik PSMS yang ditempati Liestiadi sekarang, sebelumnya posisi Erick.

Akankah keberuntungan di pihak Liestiadi?

Monday, January 12, 2009

PSMS jamu PSPS Di Teladan

MEDAN - Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS H. Wahyu Wahab mengatakan, Badan Liga Indonesia (BLI) telah memberi izin leg pertama babak 24 Besar Copa Indonesia 2009 PSMS menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1).

"Kesiapan Panpel (Panitia Pelaksana,-red) sudah rampung 80 persen menggelar leg pertama Copa Indonesia 2009 di Stadion Teladan. Kita sedang menunggu izin keamanan dari pihak kepolisian, sedangkan Pemko Medan sudah memberikan izin penggunaan Stadion Teladan," terang Wahyu dari Kuala Lumpur, Minggu (11/1).

Pertandingan PSMS di Stadion Teladan ini adalah untuk kedua kalinya, setelah babak sebelumnya mereka menjamu Persiraja Banda Aceh. "Tentu kita berharap masyarakat memberikan dukungan dengan menyaksikan pertandingan di Teladan. Dengan demikian, pemain termotivasi lolos ke babak berikutnya," tambahnya.
Saat ini, PSMS bermarkas di Stadion Siliwangi Bandung dan dalam waktu dekat akan berlatih di Medan menghadapi pertandingan melawan PSPS. Namun manajemen Ayam Kinantan yang dikelola Sihar Sitorus belum memutuskan pelatih kepala menyusul keputusan BLI yang tidak memperbolehkan pelatih Brazil Luciano Leandro mendampingi tim.

Luciano terganjal lisensi A dan diragukan statusnya pernah melatih klub professional di Liga Brazil. Karena itu, Liestiadi yang sekarang menjabat Direktur Teknik PSMS dan memiliki lisensi A menjadi kandidat mengisi posisi Luciano. Sebelumnya, Liestiadi pernah melatih PSMS Junior pada musim kompetisi 2002-2003.

Saat dihubungi Waspada, Liestiadi belum banyak berkomentar. "Saya belum ditunjuk menangani PSMS. Kalau akhirnya dipercaya, saya siap menangani Ayam Kinantan," terang Liestiadi yang berada di Bogor Minggu (11/1)

Luciano Gagal Tangani Ayam Kinantan

Pupus sudah harapan Luciano Leandro melatih PSMS pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) memutuskan bahwa pelatih asal Brazil tersebut tak memenuhi persyaratan untuk menukangi klub profesional di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono kemarin (8/1). Menurut dia, Luciano tidak dapat membuktikan track record melatih klub sepak bola profesional selama tiga tahun sebagai syarat minimal pelatih asing yang ingin menukangi klub DISL.

Rekomendasi dari Macae Esporte, klub Divisi Utama Liga Brazil yang kabarnya pernah dibesut Luciano selama beberapa tahun, tak membuat BLI percaya begitu saja. Setelah penyelidikan lebih lanjut lewat berbagai sumber di Brazil selama beberapa waktu, BLI tak menemukan bukti konkret bahwa Luciano pernah bekerja di Macae Esporte sebagai pelatih kepala.

"Karena tak mampu memberikan bukti konkret, Luciano tak hanya tak dapat melatih di PSMS, tapi juga klub-klub lain yang menjadi peserta DISL," ucap pria asal Ngawi itu.

Kendati demikian, BLI tak serta-merta melarang Luciano mencari penghasilan di Indonesia. Buktinya, mantan playmaker PSM Makassar tersebut masih diberi kesempatan untuk berkarya di klub profesional peserta DISL. Tapi, jabatannya bukan pelatih kepala.

"Tidak ada yang melarang Luciano melatih, tapi hanya menjadi asisten pelatih atau staf kepelatihan. Bahkan, untuk posisi direktur teknik pun, BLI masih memberikan izin," lanjut Joko.

Apa komentar Sihar Sitorus selaku manajer PSMS Medan? "Jelas saja kecewa. Karena itu, untuk sementara waktu saya ingin beristirahat dari aktivitas di PSMS. Belum ada keputusan yang kami buat. Yang pasti, saya mau tenang-tenang dulu," terang Sihar.

Sementara itu, Luciano mengaku belum mengetahui keputusan BLI tersebut. Bagi dia, kalaupun kabar itu benar, dia tak akan kecewa.

"Saya tidak kecewa. Saya datang ke Indonesia untuk bekerja membangun PSMS. Jadi, saya akan tetap fokus membangun tim itu meskipun tanpa rekomendasi dari BLI," beber Luciano. Dia merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih rinci dari BLI terkait dengan masalah tersebut.

"Kalau memang demikian, mau bilang apa lagi. Yang pasti, saya bakal memberikan yang terbaik bagi PSMS. Buktinya, saat ini penampilan PSMS mulai bagus," jelasnya.

Untuk membuktikan apa yang diungkapkan itu, Luciano memiliki kesempatan saat Ayam Kinantan -julukan PSMS- menjalani pertandingan uji coba melawan Persikabo Kab Bogor hari ini pukul 16.00 WIB.

"Memang, rencananya besok (hari ini, Red) kami menggelar pertandingan uji coba melawan Persikabo," terang Rudi Saari, asisten pelatih PSMS.

Kemelut yang kini terjadi di tubuh Ayam Kinantan kiranya menarik perhatian mantan pelatih PSMS Erick Williams. Pria yang kini menjadi orang nomor satu di Akademi Sepak Bola Medan United (ASMU) tersebut menyatakan sudah memperkirakan gagalnya Luciano membesut PSMS itu jauh-jauh hari.

"Saya mengerti bahwa pelatih baru PSMS (Luciano, Red) tidak memiliki lisensi. Tapi, itu bukan berarti saya akan kembali dipanggil untuk menangani PSMS," papar Erick.

Meski tak keberatan jika ditunjuk menangani PSMS lagi, pria yang pernah menukangi timnas U-16 tersebut mengatakan bahwa ada baiknya manajemen kembali merekrut mantan pelatih PSMS Freddy Muli.

"Kenapa tidak memanggil Freddy Muli. Dia sudah buktikan kemampuannya kala membawa PSMS sebagai finalis musim lalu. Selain itu, dia sukses membawa Persebaya menduduki peringkat pertama Divisi Utama musim ini," ucapn

Kantongi Tujuh Nama Striker Asing

Bursa transfer pemain asing jelang paruh musim kedua Liga Super memanas. Persija Jakarta, PSIS Semarang, Arema Malang, serta PSMS Medan bersaing menambah kekuatan.

Persija, misalnya. Meski bursa transfer pemain putaran kedua baru ditutup 24 Februari mendatang, Macan Kemayoran sudah mengantongi lima nama striker impor, seperti duo Kamerun Eyenga dan Enana Okuyda, eks striker Persipura Jayapura Fernando Gaston, Ramadhan Ragab (Mesir), serta Mario Romero (Argentina). Daftar belanja Persija pun bertambah panjang dengan masuknya dua nama striker Africa Selection (AS).

”Saat ini baru Ramadhan saja yang datang, lainnya belum. Nama terakhir yang masuk adalah striker AS. Saya tidak tahu nama persisnya, tapi nomor punggung 9 dan 15 yang ditawarkan. Persija ditawari agen mereka, tapi pelatih belum menentukan. Mereka bagus, tapi harus disesuaikan dengan criteria yang diinginkan,” ungkap Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarif kepada Sindo kemarin.

Banyaknya nama yang masuk membuat Persija harus selektif. Karena, Macan Kemayoran hanya bisa merekrut satu orang pemain asing setelah kuota pilar impornya telah diisi Abanda Herman, Njanka Pierre, Robertino Pugliara, dan Greg Nwokolo.

Persija mengaku hanya membutuhkan seorang striker yang bisa dijadikan tandem bagi Bambang ‘Bepe’ Pamungkas atau Aliyudin. Mereka sebelumnya pernah menyeleksi dua pemain, yaitu Ekene Ikenwa dan Leo Citescu. Namun, Ekene dan Leo tidak lolos verifikasi BLI.

”Bepe teknik tinggi dan Aliyudin cepat. Kami butuh striker yang kuat membawa bola. Dia bisa diduetkan dengan Bepe atau Aliyudin. Untuk dua pemain AS tidak akan diseleksi lagi, tinggal bilang ya atau tidak. Kami sudah melihatnya saat beruji coba dengan timnas, Selasa (6/1). Tapi, lima lainnya baru Ragab yang datang. Hanya Eyenga dan Enana yang akan dilihat, tiga sisanya tidak tertarik,” tutur Ferry. Bukan hanya Macan Kemayoran, Arema pun kabarnya tertarik kepada gelandang serang dan bertahan tim AS.

Ayam Kinantan –julukan PSMS Medan– juga sedang memburu tanda tangan gelandang Joao Carlos. Mereka sebelumnya meminati striker timnas Thailand Teerasil Dangda. Agen Mutiara Hitam Sport and Management Dennis Jules Onana menyatakan nilai kontrak pemain belum ditetapkan.

”Persija masih menunggu satu nama lainnya. Tapi, pada dasarnya sudah senang dengan dua pemain tersebut. Aremajuga tertarik terhadap dua gelandang AS dan mereka sudah melihatnya. PSMS hampir deal soal Joao. Minggu ini semuanya akan diputuskan. Nilai kontrak memang belum ditetapkan, tapi kami sudah memperkirakan nilai yang akan mereka tawarkan,” kata Onana.

Bila Persija, Arema, serta PSMS masih memilah, tidak demikian dengan PSIS. Klub berjuluk Mahesa Jenar itu akan mengikat pemain impor Etoga dan Nengue. Sign contract rencananya dilakukan Kamis (8/1) malam dengan durasi setengah musim. Onana menambahkan, Etoga dan Nengue akan menjalani latihan resmi mulai hari ini.

”Malam ini (kemarin) Etoga dan Nengue akan tanda tangan kontrak dengan PSIS. Semuanya sudah oke. Nilai kontrak tidak bisa disebutkan. Hari ini (kemarin) mereka berdua berangkat ke Semarang. Tiketnya sudah saya belikan. Saya belum tahu lokasi pasti penandatanganan kontrak itu, tapi mereka akan dijemput ofisial PSIS. Besok pagi (hari ini) mereka akan menjalani latihan resmi pertama,” paparnya.

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI Pelatih PSMS Medan Luciano Leandro tidak mau ambil pusing dengan keputusan BLI. Sebelum ada keputusan dari pengelola PSMS, dia akan bekerja seperti biasa.

Langkah Luciano adalah bentuk profesionalisme sebagai pelatih. Menurut dia, posisinya sebagai pelatih atau asisten menjadi kewenangan pengelola. Karena itu, sebelum ada suara resmi dari pengelola, Luciano mengaku tetap cuek. ”Saya tidak mau ambil pusing dengan keputusan itu. Aku datang kemari untuk melatih PSMS. Manajemen belum memberikan keputusan apa-apa. Sampai sekarang masih menangani tim,” ucapnya.

Karena itu, arsitek tim asal Brasil ini tetap fokus menangani Affan Lubis dkk. Termasuk, saat uji coba melawan Persikabo Bogor, Jumat (9/1) kemarin. ”Aku terus berkonsentrasi mengurus tim. Jadi, selama belum ada keputusan manajemen terhadapku, aku tetap memberikan instruksi kepada pemain,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, mantan arsitek Persma Manado ini menilai pemainnya sudah menunjukkan tren perbaikan. Pemain sudah terlihat lebih kompak dalam hal kerja sama dan menjalankan instruksi yang diberikan.

”Mereka sudah menunjukkan peningkatan sesuai yang aku harapkan. Namun, aku tidak mau itu ditunjukkan saat latihan maupun uji coba, tapi pada pertandingan resmi,” paparnya. Tidak hanya itu, Affan dkk juga sudah menunjukkan ketenangan saat menghadapi tekanan dan komunikasi di lapangan juga berjalan maksimal.

”Pemain sudah saling percaya dengan kemampuan masing-masing. Mental mereka juga sudah kuat saat menghadapi tekanan lawan. Begitu juga komunikasi, pemain pegang bola tahu ke mana harus mengumpan dan mendampingi pemain yang sedang pegang bola,” tukasnya.

Dalam uji coba kemarin, dia hanya menurunkan dua pemain asing Leonard Zada dan Esteban Gulien. Sedangkan Mauro Pinto dan Joao Carlos tidak bisa bermain karena alasan berbeda. Sedangkan striker asing belum didapat

Langkah PSMS Gaet Esteban Terganjal Surat

Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, mengaku sedang sedih dan gelisah. Bukan hanya lantaran tim yang diperkuatnya telah menyatakan secara resmi mundur dari kompetisi Liga Divisi Utama, namun juga karena nasibnya merapat ke PSMS masih terganjal surat keluar dari Persikota dan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI), bisa tidaknya memperkuat PSMS.

“Saya benar-benar pusing dengan masalah ini karena saya sudah 99 % persen akan bermain di PSMS, tapi saat ini surat keluar dari Persikota belum saya pegang. Padahal putaran kedua Liga Super sudah akan dimulai,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sihar Sitorus, pengelola tim PSMS Medan, menurutnya saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Persikota Tangerang. “Kami sudah ada kesepakatan angka dengan Esteban, saat ini kami tinggal menunggu administrasi dari Persikota saja,” kata Sihar

Namun, sayangnya langkah pemain asal Uruguay itu tampaknya akan terganjal dengan masalah administrasi, pasalnya sampai berita ini diturunkan baik Esteban maupun pemain Bayi Ajaib lainnya, belum juga bisa bertatap muka dengan satupun pengurus Persikota.

“Aduh,,, saya minta ampun susah sekali untuk bertemu dengan pengurus Persikota, padahal nasib kami benar-benar sudah berada di ujung tanduk dan kompetisi sudah akan dimulai. Mereka selalu janji-janji untuk menyelesaikan masalah, tapi nyatanya samapi sekarang gaji kami lima bulan belum juga dibayar. Ini membuat kami sulit,” kata ayah satu anak itu.

Jika Esteban benar-benar jadi bergabung bersama klub Ayam Kinantan, berarti dia merupakan pemain ketiga yang dikontrak PSMS. Sebelumnya PSMS telah merekrut Mauro Pinto dan Joao Carlos. Sedangkan Leonardo ‘Zada’ Martins Dinelli, merupakan satu-satunya pemain asing yang dipertahankan PSMS musim ini.

“Kalau Esteban sudah dapat surat dari Persikota, maka kami tinggal menunggu pengesahan BLI terhadap tiga pemain asing itu. Saat ini kami masih mencari striker asing yang pas dan berkualitas, tapi belum ada yang cocok,” kata Sihar menambahkan