Wednesday, January 14, 2009

PSMS Masih Perlukan Luciano Leandro

PSMS Masih Perlukan Luciano Leandro
Manajemen PSMS Medan sampai sekarang masih memerlukan pelatih Brazil, Luciano Leandro, untuk menangani tim menghadapi putaran kedua Liga Super yang akan digelar mulai akhir Januari ini.

Media Official PSMS Abdi Panjaitan ketika dihubungi dari Medan, Senin, mengatakan, Luciano masih tetap bergabung dengan PSMS.

Hal tersebut dikatakannya ketika diminta komentarnya mengenai Badan Liga Indonesia (BLI) yang mengingatkan PSMS agar tidak memakai Luciano Leandro sebagai kepala pelatih pada tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano masih tetap dipakai oleh manajemen PSMS, pelatih Brazil itu tidak mungkin dikeluarkan begitu saja.Dia juga masih baru bergabung dengan PSMS.

"Manajemen PSMS juga tidak mungkin memulangkan Luciano, " kata Panjaitan . Menurut dia, Badan Liga Indonesia (BLI) hanya mengingatkan manajemen PSMS agar tidak memakai Luciano Leandro sebagai kepala pelatih. Pihak BLI tidak pernah melarang Luciano bergabung dengan PSMS.

Luciano hanya tidak diperbolehkan oleh BLI menjadi kepala pelatih di PSMS dalam putaran kedua LSI 2009, karena dia tidak memiliki lisensi A dan dianggap tidak pernah menangani klub profesional selama 3 tahun.

Namun, jelasnya, manajemen PSMS bisa saja memakai Luciano sebagai direktur teknik atau jabatan lainnya pada tim PSMS itu. "Jadi apa yang disarankan BLI itu, tetap kita ikuti.Namun BLI tidak mungkin melarang pelatih asing untuk bergabung dengan PSMS," tegas Panjaitan.

Sebelumnya, direktur kompetisi BLI, Joko Driyono di Jakarta, Kamis, (1/1) mengatakan, sampai saat ini status pelatih PSMS, Luciano masih dipending, masih dilakukan verifikasi secara mendalam terkait lamanya dia membesut tim profesional sebelumnya.

Menurut Joko, sesuai dengan ketentuan, seorang pelatih asing yang akan menangani tim konstestan pada putaran kedua LSI 2009 itu, harus memiliki lisensi A dan pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

Ia mengatakan, sebelumnya menerima surat dari PSMS yang menyebutkan Luciano pernah melatih klub Macao, Brazil.Untuk itu BLI melakukan pengecekan terkait lamanya dia membesut tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano sebenarnya tidak ada masalah, dia memang benar pernah melatih klub Macao itu di Brazil.

Bahkan, jelasnya, Luciano juga telah memperlihatkan kepada manajemen PSMS, mengenai dokumen bahwa dia pernah melatih klub profesional tersebut. [antara]

PSPS pembuktian bagi PSMS

MEDAN - Kondisi PSMS Medan yang sekarang ini sedang mendapat tekanan bertubi-tubi, merupakan ujian berat dalam menghadapi laga perdana babak 24 besar Copa Indonesia menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan.

Namun pemerhati sekaligus mantan pemain PSMS H Sumantraji SH, Selasa (13/1) berharap, penampilan Ayam Kinantan tetap maksimal dalam menjamu PSPS. "Pertandingan ini merupakan ujian sekaligus pembuktian bagi PSMS sebelum bertempur di babak playoff Liga Champions Asia dan Liga Super Indonesia 2009," kata Sumantraji.

Mantan pemain PSMS Junior itu mengakui, tampil di Stadion Teladan tentu dapat menambah semangat Affan Lubis cs. "Siapa pun yang menangani Ayam Kinantan, pemain harus menunjukkan semangat tinggi di hadapan pendukung sendiri," tambah Ketua Umum SSB Kurnia, Kurnia Football Club dan Kurnia Futsal Club.

Mantan pemain PSMS Hendri Dinal menambahkan, kompetisi tahun ini benar-benar tantangan bagi Ayam Kinantan untuk melepaskan diri dari zona degradasi. "PSPS juga lawan tangguh, itu telah dibuktikan dengan lolos ke babak 24 besar," tambah Hendri.

PSPS yang ditangani Abdul Rahman Gurning pun tidak dapat dianggap enteng. Sebagai pelatih, Gurning yang telah memiliki jam terbang sudah mengetahui karakter permainan Medan. "PSPS patut diwaspadai," tambah Dinal menilai PSMS harus konsisten menerapkan permainan menyerang.

Tuesday, January 13, 2009

Langkah Esteban ke PSMS Selangkah lagi

Keinginan klub PSMS Medan merekrut mantan gelandang Persikota Tangerang, Esteban Esteban Guillen, kini tinggal selangkah lagi. Pasalnya, surat keluar dari Persikota Tangerang sudah dikantonginya.

“Puji Syukur Persikota sudah memberikan saya surat keluar, PSMS juga sudah kirim data-data saya kepada BLI. Mudah-mudahan hari ini semua administrasi saya tidak ada masalah. Dan saya bisa jadi pemain PSMS secara resmi,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan Esteban pun dibenarkan Sihar Sitorus, selaku pengelola tim berjuluk Ayam Kinantan. Ia mengatakan saat ini, sedang mengurus data-data kepada BLI. Dan ia berharap semua data-data Esteban tidak ada masalah, sehingga bisa segera bermain di putaran kedua Liga Super Indonesia.

Pemain asal Uruguay itu juga mengungkapkan, tim Bayi ajaib tidak jadi bubar. Meski begitu, tekadnya membela PSMS agaknya sudah bulat dan tak bisa ditawar-tawar lagi. “ Kata teman-teman, Persikota tak jadi bubar. Minggu ini akan membahas kondisi tim seperti apa dan Persikota akan melanjuti putaran kedua Liga Divisi Utama,” kata Esteban lagi. (Krisminarti)

Markus cs bertolak ke Oman

Jakarta - Timnas Indonesia yang berkekuatan 18 pemain dan tujuh ofisial bertolak ke Oman, Senin, untuk melaksanakan laga perdana grup B ajang Pra Piala Asia 2011.

Indonesia baru akan menghadapi tuan rumah Oman pada 19 Januari, namun manajemen Timnas menganggap para pemain perlu melakukan proses aklimatisasi cuaca.

"Dengan waktu yang cukup panjang, kita punya banyak keuntungan di antaranya adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan di Oman, berujicoba dan melihat penampilan Oman pada Piala Teluk 2009," kata asisten manajer Timnas, Chandra Solehan, Senin.

Ponaryo Astaman dkk bertolak menggunakan penerbangan EY 471 sekitar pk 15:10 WIB, transit di Abu Dhabi sekitar pk 20:10. Selanjutnya pasukan Benny Dollo itu menuju kota Muscat dengan menggunakan penerbangan EY 368 dan dijadwalkan tiba sekitar pk 22:50 waktu setempat.

Menurut Chandra, tim Merah Putih berkesempatan menyaksikan pertandingan semifinal Piala Teluk 2008, antara Oman melawan Qatar pada 14 Januari nanti. Oman yang ditangani Claude Le Roy, menjadi juara Grup A dari hasil dua kemenangan dan sekali seri.

Oman mengalahkan Irak 4-0, Bahrain 2-0 dan seri 0-0 menghadapi Kuwait yang juga berada satu grup dengan Indonesia pada Pra Piala Asia 2011. Sebelumnya, Benny Dollo mengatakan, tujuh pemain yang tidak terpilih masuk dalam skuad inti timnas telah dikembalikan ke klubnya masing-masing sejak pekan lalu.

Setelah pulang dari Oman, pihaknya akan memanggil lagi pemain di luar 18 anggota tim sekarang untuk menghadapi Australia di Jakarta. Indonesia sendiri sudah mendaftarkan 50 pemain untuk Pra Piala Asia 2011 tersebut.

Pertandingan Oman melawan Indonesia menurut rencana akan disiarkan secara langsung oleh RCTI pada pukul 22:30 WIB.

Daftar pemain Timnas:
Markus Horison (PSMS), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC/kiper); Erol FX Iba (Pelita Jaya), Isnan Ali, Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Nova Arianto, Maman Abdurrahman (Persib Bandung), Ismed Sofyan (Persija Jakarta), Ricardo Salempessy (Persipura/belakang); Ponaryo Astaman (Persija Jakarta), Firman Utina (Pelita Jaya), M Roby (Persik Kediri), Arif Suyono (Arema Malang), Hariono (Persib Bandung), Boaz Sallosa (Persipura/tengah); Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), TA Mushafry (Persiba Balikpapan) dan Budi Sudarsono (Sriwijaya FC).

Liestiadi mundur jadi guru demi PSMS

KEINGINAN orang tentu berbeda-beda. Misalkan, Liestiadi rela melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru bidang studi komputer di Perguruan Sutomo Medan demi memilih mengikuti PSMS Medan.

Bukan hanya pekerjaan tetap, dia pun harus meninggalkan keluarga di Medan demi kecintaannya kepada tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini bermarkas di Bandung. Sepakbola tampaknya sudah menjadi pilihan bagi Ayah dua anak ini. Bagaimana tidak, pihak perguruan Sutomo memberikan pilihan kepada Liestiadi berhenti jadi pelatih atau tetap mengajar di Sutomo.

Pria kelahiran Medan 14 Oktober 1967 memberikan pilihan pelatih yang kini menjabat Direktur Teknik PSMS Medan. Posisi Liestiadi sebagai guru bidang studi komputer salah satu sekolah top di Medan ini sudah ditekuninya sejak 2006. Bahkan dia sempat mengikuti ujian verifikasi guru yang dibiayai pemerintah, hasilnya juga memuaskan.

Sepeninggalan dari guru Sutomo, ayah yang memiliki sepasang anak Deni Marco, 10 tahun, dan Alexandra, 5 tahun, seorang istri Meliani mengakui sempat "kalang kabut" karena tidak memiliki penghasilan tetap untuk keluarga.

"Ya, ini merupakan pilihan saya," terang Liestiadi melalui telefon selularnya dari Bandung, Minggu (11/1).

Pilihan Liestiadi untuk melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru setahun lalu sudah mantap. Dia kini berkonsentrasi di skuad PSMS, setelah mengawali pelatih sekolah sepakbola perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) sejak tahun 2001 hingga 2007.

Kemauannya menjadi pelatih sepakbola cukup besar. Memulai dengan mengikuti kursus pelatih sepakola dasar hingga sekarang ini memiliki sertifikat lisensi A. Kursus pelatihan lisensi A yang digawei PSSI diikuti Maret 2008 di Jakarta bersama M Khaidir yang kini menangani PSDS Deli Serdang.

Kesabaran Liestiadi berbuah ketika dipercayakan menangani tim PSMS Junior musim kompetisi 2002-2003. Jam terbang sebagai pelatih ketika itu belum tinggi. Namun dia tidak mengecewakan, dan membawa PSMS Junior bersaing di tingkat nasional.

Awal tahun 2008 manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus kemudian mempercayakan Liestiadi masuk skuad PSMS. Ketika itu Liestiadi dipercayakan sebagai asisten pelatih Iwan Setiawan. Selepas peninggalan Iwan, dia tetap masuk skuad PSMS di bawah kepemimpinan pelatih Australia Erick Williams.

Kepemimpinan Erick tidak lama, karena masuk jeda putaran pertama manajemen menggantikannya dengan Luciano Leandro asal Brazil. Direktur Teknik PSMS yang ditempati Liestiadi sekarang, sebelumnya posisi Erick.

Akankah keberuntungan di pihak Liestiadi?

Monday, January 12, 2009

PSMS jamu PSPS Di Teladan

MEDAN - Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS H. Wahyu Wahab mengatakan, Badan Liga Indonesia (BLI) telah memberi izin leg pertama babak 24 Besar Copa Indonesia 2009 PSMS menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1).

"Kesiapan Panpel (Panitia Pelaksana,-red) sudah rampung 80 persen menggelar leg pertama Copa Indonesia 2009 di Stadion Teladan. Kita sedang menunggu izin keamanan dari pihak kepolisian, sedangkan Pemko Medan sudah memberikan izin penggunaan Stadion Teladan," terang Wahyu dari Kuala Lumpur, Minggu (11/1).

Pertandingan PSMS di Stadion Teladan ini adalah untuk kedua kalinya, setelah babak sebelumnya mereka menjamu Persiraja Banda Aceh. "Tentu kita berharap masyarakat memberikan dukungan dengan menyaksikan pertandingan di Teladan. Dengan demikian, pemain termotivasi lolos ke babak berikutnya," tambahnya.
Saat ini, PSMS bermarkas di Stadion Siliwangi Bandung dan dalam waktu dekat akan berlatih di Medan menghadapi pertandingan melawan PSPS. Namun manajemen Ayam Kinantan yang dikelola Sihar Sitorus belum memutuskan pelatih kepala menyusul keputusan BLI yang tidak memperbolehkan pelatih Brazil Luciano Leandro mendampingi tim.

Luciano terganjal lisensi A dan diragukan statusnya pernah melatih klub professional di Liga Brazil. Karena itu, Liestiadi yang sekarang menjabat Direktur Teknik PSMS dan memiliki lisensi A menjadi kandidat mengisi posisi Luciano. Sebelumnya, Liestiadi pernah melatih PSMS Junior pada musim kompetisi 2002-2003.

Saat dihubungi Waspada, Liestiadi belum banyak berkomentar. "Saya belum ditunjuk menangani PSMS. Kalau akhirnya dipercaya, saya siap menangani Ayam Kinantan," terang Liestiadi yang berada di Bogor Minggu (11/1)

Luciano Gagal Tangani Ayam Kinantan

Pupus sudah harapan Luciano Leandro melatih PSMS pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) memutuskan bahwa pelatih asal Brazil tersebut tak memenuhi persyaratan untuk menukangi klub profesional di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono kemarin (8/1). Menurut dia, Luciano tidak dapat membuktikan track record melatih klub sepak bola profesional selama tiga tahun sebagai syarat minimal pelatih asing yang ingin menukangi klub DISL.

Rekomendasi dari Macae Esporte, klub Divisi Utama Liga Brazil yang kabarnya pernah dibesut Luciano selama beberapa tahun, tak membuat BLI percaya begitu saja. Setelah penyelidikan lebih lanjut lewat berbagai sumber di Brazil selama beberapa waktu, BLI tak menemukan bukti konkret bahwa Luciano pernah bekerja di Macae Esporte sebagai pelatih kepala.

"Karena tak mampu memberikan bukti konkret, Luciano tak hanya tak dapat melatih di PSMS, tapi juga klub-klub lain yang menjadi peserta DISL," ucap pria asal Ngawi itu.

Kendati demikian, BLI tak serta-merta melarang Luciano mencari penghasilan di Indonesia. Buktinya, mantan playmaker PSM Makassar tersebut masih diberi kesempatan untuk berkarya di klub profesional peserta DISL. Tapi, jabatannya bukan pelatih kepala.

"Tidak ada yang melarang Luciano melatih, tapi hanya menjadi asisten pelatih atau staf kepelatihan. Bahkan, untuk posisi direktur teknik pun, BLI masih memberikan izin," lanjut Joko.

Apa komentar Sihar Sitorus selaku manajer PSMS Medan? "Jelas saja kecewa. Karena itu, untuk sementara waktu saya ingin beristirahat dari aktivitas di PSMS. Belum ada keputusan yang kami buat. Yang pasti, saya mau tenang-tenang dulu," terang Sihar.

Sementara itu, Luciano mengaku belum mengetahui keputusan BLI tersebut. Bagi dia, kalaupun kabar itu benar, dia tak akan kecewa.

"Saya tidak kecewa. Saya datang ke Indonesia untuk bekerja membangun PSMS. Jadi, saya akan tetap fokus membangun tim itu meskipun tanpa rekomendasi dari BLI," beber Luciano. Dia merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih rinci dari BLI terkait dengan masalah tersebut.

"Kalau memang demikian, mau bilang apa lagi. Yang pasti, saya bakal memberikan yang terbaik bagi PSMS. Buktinya, saat ini penampilan PSMS mulai bagus," jelasnya.

Untuk membuktikan apa yang diungkapkan itu, Luciano memiliki kesempatan saat Ayam Kinantan -julukan PSMS- menjalani pertandingan uji coba melawan Persikabo Kab Bogor hari ini pukul 16.00 WIB.

"Memang, rencananya besok (hari ini, Red) kami menggelar pertandingan uji coba melawan Persikabo," terang Rudi Saari, asisten pelatih PSMS.

Kemelut yang kini terjadi di tubuh Ayam Kinantan kiranya menarik perhatian mantan pelatih PSMS Erick Williams. Pria yang kini menjadi orang nomor satu di Akademi Sepak Bola Medan United (ASMU) tersebut menyatakan sudah memperkirakan gagalnya Luciano membesut PSMS itu jauh-jauh hari.

"Saya mengerti bahwa pelatih baru PSMS (Luciano, Red) tidak memiliki lisensi. Tapi, itu bukan berarti saya akan kembali dipanggil untuk menangani PSMS," papar Erick.

Meski tak keberatan jika ditunjuk menangani PSMS lagi, pria yang pernah menukangi timnas U-16 tersebut mengatakan bahwa ada baiknya manajemen kembali merekrut mantan pelatih PSMS Freddy Muli.

"Kenapa tidak memanggil Freddy Muli. Dia sudah buktikan kemampuannya kala membawa PSMS sebagai finalis musim lalu. Selain itu, dia sukses membawa Persebaya menduduki peringkat pertama Divisi Utama musim ini," ucapn

Kantongi Tujuh Nama Striker Asing

Bursa transfer pemain asing jelang paruh musim kedua Liga Super memanas. Persija Jakarta, PSIS Semarang, Arema Malang, serta PSMS Medan bersaing menambah kekuatan.

Persija, misalnya. Meski bursa transfer pemain putaran kedua baru ditutup 24 Februari mendatang, Macan Kemayoran sudah mengantongi lima nama striker impor, seperti duo Kamerun Eyenga dan Enana Okuyda, eks striker Persipura Jayapura Fernando Gaston, Ramadhan Ragab (Mesir), serta Mario Romero (Argentina). Daftar belanja Persija pun bertambah panjang dengan masuknya dua nama striker Africa Selection (AS).

”Saat ini baru Ramadhan saja yang datang, lainnya belum. Nama terakhir yang masuk adalah striker AS. Saya tidak tahu nama persisnya, tapi nomor punggung 9 dan 15 yang ditawarkan. Persija ditawari agen mereka, tapi pelatih belum menentukan. Mereka bagus, tapi harus disesuaikan dengan criteria yang diinginkan,” ungkap Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarif kepada Sindo kemarin.

Banyaknya nama yang masuk membuat Persija harus selektif. Karena, Macan Kemayoran hanya bisa merekrut satu orang pemain asing setelah kuota pilar impornya telah diisi Abanda Herman, Njanka Pierre, Robertino Pugliara, dan Greg Nwokolo.

Persija mengaku hanya membutuhkan seorang striker yang bisa dijadikan tandem bagi Bambang ‘Bepe’ Pamungkas atau Aliyudin. Mereka sebelumnya pernah menyeleksi dua pemain, yaitu Ekene Ikenwa dan Leo Citescu. Namun, Ekene dan Leo tidak lolos verifikasi BLI.

”Bepe teknik tinggi dan Aliyudin cepat. Kami butuh striker yang kuat membawa bola. Dia bisa diduetkan dengan Bepe atau Aliyudin. Untuk dua pemain AS tidak akan diseleksi lagi, tinggal bilang ya atau tidak. Kami sudah melihatnya saat beruji coba dengan timnas, Selasa (6/1). Tapi, lima lainnya baru Ragab yang datang. Hanya Eyenga dan Enana yang akan dilihat, tiga sisanya tidak tertarik,” tutur Ferry. Bukan hanya Macan Kemayoran, Arema pun kabarnya tertarik kepada gelandang serang dan bertahan tim AS.

Ayam Kinantan –julukan PSMS Medan– juga sedang memburu tanda tangan gelandang Joao Carlos. Mereka sebelumnya meminati striker timnas Thailand Teerasil Dangda. Agen Mutiara Hitam Sport and Management Dennis Jules Onana menyatakan nilai kontrak pemain belum ditetapkan.

”Persija masih menunggu satu nama lainnya. Tapi, pada dasarnya sudah senang dengan dua pemain tersebut. Aremajuga tertarik terhadap dua gelandang AS dan mereka sudah melihatnya. PSMS hampir deal soal Joao. Minggu ini semuanya akan diputuskan. Nilai kontrak memang belum ditetapkan, tapi kami sudah memperkirakan nilai yang akan mereka tawarkan,” kata Onana.

Bila Persija, Arema, serta PSMS masih memilah, tidak demikian dengan PSIS. Klub berjuluk Mahesa Jenar itu akan mengikat pemain impor Etoga dan Nengue. Sign contract rencananya dilakukan Kamis (8/1) malam dengan durasi setengah musim. Onana menambahkan, Etoga dan Nengue akan menjalani latihan resmi mulai hari ini.

”Malam ini (kemarin) Etoga dan Nengue akan tanda tangan kontrak dengan PSIS. Semuanya sudah oke. Nilai kontrak tidak bisa disebutkan. Hari ini (kemarin) mereka berdua berangkat ke Semarang. Tiketnya sudah saya belikan. Saya belum tahu lokasi pasti penandatanganan kontrak itu, tapi mereka akan dijemput ofisial PSIS. Besok pagi (hari ini) mereka akan menjalani latihan resmi pertama,” paparnya.

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI Pelatih PSMS Medan Luciano Leandro tidak mau ambil pusing dengan keputusan BLI. Sebelum ada keputusan dari pengelola PSMS, dia akan bekerja seperti biasa.

Langkah Luciano adalah bentuk profesionalisme sebagai pelatih. Menurut dia, posisinya sebagai pelatih atau asisten menjadi kewenangan pengelola. Karena itu, sebelum ada suara resmi dari pengelola, Luciano mengaku tetap cuek. ”Saya tidak mau ambil pusing dengan keputusan itu. Aku datang kemari untuk melatih PSMS. Manajemen belum memberikan keputusan apa-apa. Sampai sekarang masih menangani tim,” ucapnya.

Karena itu, arsitek tim asal Brasil ini tetap fokus menangani Affan Lubis dkk. Termasuk, saat uji coba melawan Persikabo Bogor, Jumat (9/1) kemarin. ”Aku terus berkonsentrasi mengurus tim. Jadi, selama belum ada keputusan manajemen terhadapku, aku tetap memberikan instruksi kepada pemain,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, mantan arsitek Persma Manado ini menilai pemainnya sudah menunjukkan tren perbaikan. Pemain sudah terlihat lebih kompak dalam hal kerja sama dan menjalankan instruksi yang diberikan.

”Mereka sudah menunjukkan peningkatan sesuai yang aku harapkan. Namun, aku tidak mau itu ditunjukkan saat latihan maupun uji coba, tapi pada pertandingan resmi,” paparnya. Tidak hanya itu, Affan dkk juga sudah menunjukkan ketenangan saat menghadapi tekanan dan komunikasi di lapangan juga berjalan maksimal.

”Pemain sudah saling percaya dengan kemampuan masing-masing. Mental mereka juga sudah kuat saat menghadapi tekanan lawan. Begitu juga komunikasi, pemain pegang bola tahu ke mana harus mengumpan dan mendampingi pemain yang sedang pegang bola,” tukasnya.

Dalam uji coba kemarin, dia hanya menurunkan dua pemain asing Leonard Zada dan Esteban Gulien. Sedangkan Mauro Pinto dan Joao Carlos tidak bisa bermain karena alasan berbeda. Sedangkan striker asing belum didapat

Langkah PSMS Gaet Esteban Terganjal Surat

Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, mengaku sedang sedih dan gelisah. Bukan hanya lantaran tim yang diperkuatnya telah menyatakan secara resmi mundur dari kompetisi Liga Divisi Utama, namun juga karena nasibnya merapat ke PSMS masih terganjal surat keluar dari Persikota dan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI), bisa tidaknya memperkuat PSMS.

“Saya benar-benar pusing dengan masalah ini karena saya sudah 99 % persen akan bermain di PSMS, tapi saat ini surat keluar dari Persikota belum saya pegang. Padahal putaran kedua Liga Super sudah akan dimulai,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sihar Sitorus, pengelola tim PSMS Medan, menurutnya saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Persikota Tangerang. “Kami sudah ada kesepakatan angka dengan Esteban, saat ini kami tinggal menunggu administrasi dari Persikota saja,” kata Sihar

Namun, sayangnya langkah pemain asal Uruguay itu tampaknya akan terganjal dengan masalah administrasi, pasalnya sampai berita ini diturunkan baik Esteban maupun pemain Bayi Ajaib lainnya, belum juga bisa bertatap muka dengan satupun pengurus Persikota.

“Aduh,,, saya minta ampun susah sekali untuk bertemu dengan pengurus Persikota, padahal nasib kami benar-benar sudah berada di ujung tanduk dan kompetisi sudah akan dimulai. Mereka selalu janji-janji untuk menyelesaikan masalah, tapi nyatanya samapi sekarang gaji kami lima bulan belum juga dibayar. Ini membuat kami sulit,” kata ayah satu anak itu.

Jika Esteban benar-benar jadi bergabung bersama klub Ayam Kinantan, berarti dia merupakan pemain ketiga yang dikontrak PSMS. Sebelumnya PSMS telah merekrut Mauro Pinto dan Joao Carlos. Sedangkan Leonardo ‘Zada’ Martins Dinelli, merupakan satu-satunya pemain asing yang dipertahankan PSMS musim ini.

“Kalau Esteban sudah dapat surat dari Persikota, maka kami tinggal menunggu pengesahan BLI terhadap tiga pemain asing itu. Saat ini kami masih mencari striker asing yang pas dan berkualitas, tapi belum ada yang cocok,” kata Sihar menambahkan

PSMS Diharapkan Lolos ke LCA

PSMS Medan diharapkan dapat lolos menjadi wakil Indonesia pada kompetisi Liga Champions Asia (LCA) 2009.

"Kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh PSMS," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman, di Medan, Jumat.

Sebelumnya Sriwijaya FC sudah dipastikan mewakili Indonesia di ajang LCA. PSMS berpeluang ikut mendampingi Sriwijaya FC jika memenangkan partai play off melawan Thailand Electrical Provincial pada 25 Februari 2009.

PSMS merupakan runner-up pada Liga Indonesia 2007, di mana Sriwijaya FC merupakan juaranya. Jika lolos dari babak play off yang akan digelar di Thailand itu, maka Indonesia akan mencatatkan dua wakil di LCA.

"Ini suatu kebanggaan bagi PSMS dan bahkan juga bagi Indonesia. Kesempatan emas ini harus dapat dimanfaatkan PSMS," katanya.

Ia yakin PSMS akan mampu mengatasi tim asal Thailand itu, apalagi PSMS juga memiliki pemain yang tangguh dan bisa diandalkan.

"PSMS harus memiliki tekad yang kuat untuk lolos ke LCA," kata Suryanto yang juga mantan pelatih PSMS pada 1997-2002 itu. (kpl/cax)

PSMS tanyakan subsidi

KUALA LUMPUR - Mengikuti babak playoff AFC Champion Asia pada 25 Februari mendatang, PSMS Medan dipastikan tidak mendapat jumlah subsidi sama dengan klub lain yang telah memastikan diri lolos ke grup.

Demikian ditegaskan Ketua AFC Tokuaki Suzuki dalam seminar AFC di Kuala Lumpur, Sabtu (10/1). "Sebagai klub yang yang masih mengikuti babak playoff, mereka tidak mendapatkan subsidi. Nanti akan ada orang AFC yang menjelaskannya apkah dalam playoff nanti dapat atau tidak," kata Suzuki dalam bahasa Inggris.

Hal tersebut juga tertuang di buku pedoman yang dibagikan kepada tim peserta. Bagi PSMS, tidak kebagian subsidi tentunya mendapat pertimbangan tersendiri dan wajar saja bila tim yang kini bercokol di zona degradasi klasemen ISL ini gusar.

Di awal tahun 2009, tim yang dikelola Sihar Sitorus harus mengikuti tiga event sekaligus, yakni Liga Super Indonesia, Copa Indonesia dan AFC. "Di Super Liga saja, kita sudah repot dengan pengeluaran. Apalagi ikut playoff yang dimainkan di negara lain," bilang Sihar.

Untuk itu, kubu PSMS akan mengingatkan Badan Liga Indonesia (BLI) perihal subsidi dari AFC tersebut. "Kita tadi sudah dengar langsung soal pemberian subsidi di AFC. Sebagai tim yang ikut playoff, kita belum mendapatkannya," kata Sihar di sela-sela seminar.

Sebagai langkah awal, Sihar mengaku akan mencari sponsor secepatnya. "Tapi tentunya kondisi tanpa subsidi di playoff harus kita sampaikan ke BLI," sambungnya seraya bertanya apakah BLI atau PSSI akan memberikan subsidi jika mereka lolos.

Pertanyaan Sihar ini juga berdasarkan berita yang dilansir dari situs BLI pada 6 Januari lalu, mengatakan Sriwijaya dan PSMS tidak akan mendapatkan subsidi dari PSSI atau BLI. PSMS juga menanyakan terkait pertandingan nanti bilamana pihaknya mendapat fee penjualan tiket atau lainnya.

Kendati minim keuangan, PSMS tetap akan berjuang tampil di playoff karena turut bangga mendapat kesempatan tersebut. "Kesempatan ini bisa menjadi sebuah sejarah dan harus dimaksimalkan. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita cukup menang sekali, lalu lolos ke Champion Asia," terangnya.

Lawan M Affan Lubis cs nanti adalah pemenang laga antara Armed Forces (Singapura) versus PEA (Thailand). Jika PSMS menang, maka mereka akan bergabung di grup H bersama Shanghai Shenhua (China), Khasima Antlers (JPN) dan Suwon Samsung Bluewing (Korea).

Dalam seminar AFC lalu, PSMS diwakilkan Sihar Sitorus, Wahyu Wahab (panpel), Andi (marketing officer) dan Abdi Panjaitan (media officer). Seminar yang berlangsung dari 8-10 Januari itu membahas tentang regulasi dan pelaksanaan pertandingan.

Thursday, January 8, 2009

Langkah PSMS Gaet Esteban Terganjal Surat

Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, mengaku sedang sedih dan gelisah. Bukan hanya lantaran tim yang diperkuatnya telah menyatakan secara resmi mundur dari kompetisi Liga Divisi Utama, namun juga karena nasibnya merapat ke PSMS masih terganjal surat keluar dari Persikota dan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI), bisa tidaknya memperkuat PSMS.

“Saya benar-benar pusing dengan masalah ini karena saya sudah 99 % persen akan bermain di PSMS, tapi saat ini surat keluar dari Persikota belum saya pegang. Padahal putaran kedua Liga Super sudah akan dimulai,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sihar Sitorus, pengelola tim PSMS Medan, menurutnya saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Persikota Tangerang. “Kami sudah ada kesepakatan angka dengan Esteban, saat ini kami tinggal menunggu administrasi dari Persikota saja,” kata Sihar

Namun, sayangnya langkah pemain asal Uruguay itu tampaknya akan terganjal dengan masalah administrasi, pasalnya sampai berita ini diturunkan baik Esteban maupun pemain Bayi Ajaib lainnya, belum juga bisa bertatap muka dengan satupun pengurus Persikota.

“Aduh,,, saya minta ampun susah sekali untuk bertemu dengan pengurus Persikota, padahal nasib kami benar-benar sudah berada di ujung tanduk dan kompetisi sudah akan dimulai. Mereka selalu janji-janji untuk menyelesaikan masalah, tapi nyatanya samapi sekarang gaji kami lima bulan belum juga dibayar. Ini membuat kami sulit,” kata ayah satu anak itu.

Jika Esteban benar-benar jadi bergabung bersama klub Ayam Kinantan, berarti dia merupakan pemain ketiga yang dikontrak PSMS. Sebelumnya PSMS telah merekrut Mauro Pinto dan Joao Carlos. Sedangkan Leonardo ‘Zada’ Martins Dinelli, merupakan satu-satunya pemain asing yang dipertahankan PSMS musim ini.

“Kalau Esteban sudah dapat surat dari Persikota, maka kami tinggal menunggu pengesahan BLI terhadap tiga pemain asing itu. Saat ini kami masih mencari striker asing yang pas dan berkualitas, tapi belum ada yang cocok,” kata Sihar menambahkan. (Krisminarti)

PSMS kembali pulangkan dua asing

MEDAN - Manajemen PSMS kembali memulangkan dua orang pemain asing, yakni Etougou Marcorland (Kamerun) dan Mohammeda Daka (Bangladesh) karena tidak memenuhi persyaratan.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan dari Medan, Rabu (7/1) mengatakan, kedua legiun asing itu sempat menjalani seleksi beberapa hari di Bandung.

Menurut dia, kedua pemain asing itu diseleksi langsung pelatih PSMS Luciano Leandro. Namun dari hasil seleksi yang dilakukan secara ekstra ketat itu, diputuskan bahwa kedua pemain tidak dapat bergabung dengan PSMS yang akan menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009 pada pertengahan Januari.

Sebelumnya, manajemen PSMS juga memulangkan dua pemain asing, yakni Lamore Conteh (Siera Lione, Afrika) dan Benoit Lumineau (Prancis) karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.

Keputusan itu berdasarkan penilaian Luciano setelah menyeleksi langsung pemain asing itu selama dua minggu. Seleksi dilakukan di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.

Seleksi yang dilakukan terhadap pemain luar itu, yakni fisik, teknik bermain maupun kesehatan mereka. Manajemen PSMS sangat selektif memilih pemain asing untuk dikontrak memperkuat skuad PSMS. Lamore Conteh, sebelumnya pernah memperkuat salah satu klub bola di Malaysia dan Lumineau pernah bermain di Persiwa Wamena.

Sihar bantah beli Pro Duta

JAKARTA - Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membantah telah melakukan pembelian klub promosi divisi utama Liga Indonesia, Pro Duta
AKARTA - Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membantah telah melakukan pembelian klub promosi divisi utama Liga Indonesia, Pro Duta.

Meski demikian, pria yang juga Direktur Utama PT Togos Gopas, selaku pengelola Ayam Kinantan ini tidak menyangkal jika dirinya memang terlibat pembicaraan serius dengan pemilik tim asal Bandung tersebut, termasuk membicarakan opsi pembelian tim tersebut.

"Kami memang terlibat pembicaraan, tapi belum terjadi pembelian seperti yag diberitakan. Mungkin teman-teman salah dengar, sebab memang belum sampai tahap itu dan masih sebatas pembicaraan biasa," katanya saat dihubungi Waspada, Rabu (7/1), sembari menambahkan upaya mencari klub baru itu dilakukan karena kontraknya untuk mengelola PSMS hanya setahun.

"Tentu tidak ada artinya menangani klub sepakbola itu jika hanya satu musim. Sebagai orang bola, saya harus menjaga kemungkinan tidak diperpanjang oleh pengurus PSMS. Untuk itu, saya mencari klub lain, karena tidak mungkin memaksa mereka agar saya tetap mengelola PSMS," tambahnya.

Ditanya apakah pembicaraan yang dilakukan dengan pengurus Pro Duta akan diteruskan sekiranya masih diberi kesempatan menangani PSMS, Sihar mengaku belum bisa berkomentar. "Kita lihat saja nanti, yang jelas saya tidak ingin mengelola tim hanya semusim. Tidak ada yang bisa didapatkan baik dari segi prestasi maupun hal lain," pungkasnya.

Seperti diketahui, berita tentang pembelian klub milik Denny Susanto ini ramai dibicarakan setelah dilansir berbagai harian ibukota dan media online yang menyebutkan Pro Duta sudah resmi dibeli Sihar Sitorus.

Menariknya, berita pembelian itu datangnya dari Denny sendiri yang menyatakan telah menemui kata sepakat dengan manajer PSMS tersebut. "Harga sudah disepakati, sekarang Pro Duta resmi menjadi milik Sihar," kata Denny.

Beli Pro Duta, Sihar cabut?

BANDUNG - Klub yang baru saja berpromosi ke Divisi Utama, Pro Duta FC Bandung resmi dijual kepada pengusaha asal Medan, Sihar Sitorus. Kepastian ini disampaikan langsung owner Pro Duta sebelumnya, Deni Susanto.

"Kesepakatan resminya dilakukan pada Jumat (2/1) lalu. Namun karena beberapa alasan, kami baru umukan secara resmi hari ini," tutur Deni, Selasa.

Hanya Deni enggan menyebut berapa nilai kesepakatan yang dicapai pihaknya dengan pengusaha kelapa sawit tersebut. Namun, menurut sumber di tim berjuluk Laskar Bandung Lautan Api itu, Sihar rela merogoh kocek senilai Rp8 miliar demi memiliki hak kepemilikan lisensi penuh Pro Duta.

Bahkan lebih lanjut, dikatakan sumber tersebut. Keputusan Sihar membeli Pro Duta selain karena hubungan baiknya dengan mantan Wakil Manajer Persib tersebut. Juga karena alasan rencana Sihar melepas PSMS ke klub lain.

"Kabarnya Pak Sihar sudah merasa tidak mampu mengurus PSMS. Bukan karena tak mampu dari sisi finansial, namun banyak hal non teknis yang sangat mengganggu konsentrasinya mengurus PSMS," jelas sumber tersebut.

Terlepas dari itu Deni beralasan keputusanya melepas Pro Duta kepada Sihar. Selain karena alasan hubungan dekat, juga karena komitmen yang disampaikan Sihar untuk mengangkat Pro Duta menembus Liga Super Indonesia.

"Saya merasa percaya dengan komitmen yang disampaikan beliau (Sihar). Meski tak lagi memiliki Pro Duta, tapi jika bisa melihat Pro Duta tampil di level tertinggi kompetisi Indonesia, saya tentu merasa akan sangat bahagia dan bangga," tandas Deni.

Wednesday, January 7, 2009

Sihar Beli Pro Duta Bandung


BANDUNG, SELASA - Setelah menanam uang pada PSMS Medan, pengusaha muda Sihar Sitorus melebarkan sayapnya di kancah sepak bola nasional dengan membeli klub Divisi Utama Pro Duta Bandung. Kabarnya, harga yang dibayar Sihar untuk membeli Pro Duta merupakan rekor baru dalam penjualan klub sepak bola di Indonesia.

Sayangnya, pemilik Pro Duta Denny Susanto enggan menanggapi kabar tersebut. "Harga sudah kami sepakati. Sekarang Pro Duta resmi menjadi milik Sihar, kata Deny," Selasa (6/1).

Musim ini, klub yang antara lain diperkuat mantan striker Persib Eka Santika itu bermain di Divisi I. Meski tidak juara, musim depan Pro Duta berhak mengawali debutnya di Divisi Utama. Sebelum akhirnya dilepas pada Sihar, Pro Duta sempat ditawar Bandung Barat dan Cilegon. Denny mengatakan, negosiasi antara dia dengan Sihar berlangsung cukup alot.

Denny percaya Sihar sangat serius ingin mengelola klub sepak bola profesional. Dana yang disiapkan Sihar untuk mengelola Pro Duta kelak juga cukup besar. " Sihar banyak belajar manajemen sepak bola di Inggris karena pernah cukup lama menetap di sana. Ia berani membeli Pro Duta karena melihat prospek bisnis sepak bola di Indonesia cukup cerah" kata Denny.

Deny menambahkan, meski berasal dari Medan, Sihar berjanji akan tetap menjadikan Bandung sebagai kandang Pro Duta. Bahkan, dalam skuad Pro Duta nanti, pemain lokal asal Bandung akan diprioritaskan. "Sihar berambisi membawa Pro Duta promosi ke Liga Super tahun 2010 nanti, " kata Denny. (LSD)

Tuesday, January 6, 2009

Pemain tak terganggu

Medan- Persoalan demi persoalan terus menganggu persiapan PSMS jelang laga di ajang superliga. Terakhir, PSMS Medan kembali di terpa masalah yakni izin pelatih luziano leandro yang tak kunung di keluarkan Badan Liga Indonesia(BLI. Bagaimana kondisi pemain dan kesiapan Tim ?
Kata profesinal terus di gaungkan oleh BLI dalam perhelatan ISL kali ini, Termasuk stadion, dan segnap pendukung lainnya harus profesional. oleh karenanya segenap pemain PSMS Medan pun berusaha berlaku profesional pula.
Meski saat ini kubu Ayam kinantan tengah di dera masalah, namun konsentrasi pemain sepertinya tidak terganggu" Saya lihat teman-teman tak terpengaruh dengan persoalan ini.Mental dan kesipan bertanding tetap mengebu-gebu" Ujar fadri Hariri
Persiapan tim, termasuk gelar seleksi pemain pun harus berjalan dengan normal. sebab Luciano Leandro saja memang tidak terganggu atau mempersoalkan masalah tersebut
" Yang pasti, saya dan managemnet masih menunggu keputusan tertulis dari BLI terkait izin saya. Meski demikian, semua yang diminta BLI sudah saya lengkapi" Bilang Luciano
Hal senada juga di utarakan Rahmat Affandi. striker bernomor punggung 16 terebut bilang, bahwa suasana dalam kubu ayam kinantan kondusif, program latihan berjalan normal" kata fandi.
Sedangkan palang pintu PSMS Aun carbiny mengungkapkan bahwa permasalahan yang menimpa Luciano tak berdampak negatif terhadap kesiapan tim
Sampai saat ini Luciano masih memimpin latihan, jadi saya kira tidak ada yang berpengaruh, karena kita semua sudah tidak sabar untuk merumput kembali" timpal Dodi Cahyadi

Status Luciano di PSMS Masih Tanda Tanya

MEDAN, - Manajemen PSMS Medan sampai saat ini masih tetap menunggu keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) terkait status pelatih Luciano Leandro di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan mengatakan hal itu ketika dihubungi dari Medan, Senin (5/1), saat ditanyakan mengenai status Luciano asal Brasil itu.

Sebelumnya, Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono di Jakarta, Kamis (1/1) mengatakan, sampai saat ini status pelatih PSMS, Luciano, masih dipending, masih dilakukan verifikasi secara mendalam terkait lamanya dia membesut tim frofesional sebelumnya.

Menurut dia, sesuai dengan ketentuan, seorang pelatih asing yang akan menangani tim kontestan pada putaran kedua ISL 2009 itu, harus memiliki lisensi A dan pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

Ia mengatakan, sebelumnya menerima surat dari PSMS yang menyebutkan Luciano pernah melatih klub Macao, Brasil.Untuk itu BLI melakukan pengecekan terkait lamanya dia membesut tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano sebenarnya tidak ada masalah, dia memang benar pernah melatih klub Macao itu di negara asalnya. Bahkan, jelasnya, Luciano juga telah memperlihatkan kepada manajemen PSMS, mengenai dokumen bahwa dia pernah melatih klub profesional tersebut.

"Jadi, tidak masalah mengenai Luciano. BLI hanya ingin mengetahui lebih jelas tentang pelatih asing itu," kata Panjaitan.

Ketika ditanya kemungkinan pelatih Luciano akan digantikan Listiadi yang menjabat direktur teknik di PSMS, Panjaitan mengatakan, belum ada rencana mengganti Luciano.

"Tidak ada penggantian pelatih PSMS tersebut. Namun bisa saja Listiadi akan mendampingi Luciano, tapi bukan mengganti pelatih yang berasal dari luar negeri itu," katanya. (ANT)

Persita dan PSMS Berebut Siliwangi

Persita dan PSMS Berebut Siliwangi Label klub musafir masih melekat pada Persita Tangerang dan PSMS Medan. Penyebab nya, pada putaran kedua Liga Super 2008/2009 mendatang,kedua tim dipastikan tidak bisa tampil di depan publik sendiri.

Bersama Persitara Jakarta Utara,pada putaran pertama lalu,mereka harus rela berganti-ganti home ground.Pendekar Cisadane–julukan Persita–terpaksa menjalani home di Stadion Bumi Kartini atau Stadion Manahan. Sebab, markas mereka di Stadion Benteng tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan BLI.

Demikian juga dengan PSMS.Tim berjuluk Ayam Kinantan ini harus rela berpindah-pindah tempat mulai dari Stadion Utama Gelora Bung Karno sampai Stadion Jatidiri, Semarang. ”Pemain tetap membutuhkan tenaga ekstra karena harus berpindah tempat. Biaya kami juga akan bertambah.Kami belum bisa kembali ke Benteng. Renovasi stadion belum kelar.

Lampu belum terpasang seluruhnya. Baru tiangnya yang berdiri. Namun,lampunya belum beli. Sejak awal dana kami terbatas. Butuh dana sekitar Rp3 miliar untuk lampu, termasuk tiang penyangga,” ungkap Manajer Tim Persita Andi Mulyadi kemarin. Pada putaran kedua,Persita berencana menggunakan Stadion Siliwangi sebagai home ground.

Menurut Andi,manajemen telah melakukan survei. Hasilnya, mereka siap menyisihkan dana sewa stadion minimal Rp25 juta per pertandingan. ”Pada putaran kedua, kami akan bermain di Siliwangi. Persib Bandung sudah memilih Stadion Si Jalak Harupat. Kemarin kami sudah melakukan survei ke sana dan berbicara dengan pengelola.

Tidak ada masalah.Kami berharap tidak lagi berpindah-pindah seperti pada putaran pertama,” harapnya. Nasib serupa dialami PSMS. Klub berjuluk Ayam Kinantantersebut tetap berlabel musafir karena renovasi Stadion Teladan belum selesai.”Lampu belum dipasang.Dana klub terbatas.

Kami baru melayangkan surat kepada pemerintah daerah. Perbaikan baru sebatas menyangkut ruangan-ruangan dan beberapa bagian stadion. Otomatis Stadion Teladan belum bisa digunakan pada putaran kedua. Kami harus mencari home ground kembali,” ujar Pengelola PSMS Sihar Sitorus. Sihar menambahkan, Siliwangi akan dipilih sebagai home ground. ”Home ground memang belum ditetapkan.

Namun, kami berencana menggunakan Stadion Siliwangi. PSMS juga membidik Stadion Lebak Bulus. Kami juga sebenarnya berminat menggunakan Stadion Benteng, tapi renovasi di sana juga belum selesai.Pada dasarnya kami tidak masalah, asalkan stadion itu lolos kualifikasi BLI,”katanya