Wednesday, June 27, 2012

Semangat Pemain PSMS Melemah


Kekalahan dari Pelita Jaya 1-2, menyisakan pekerjaan rumah bagi Caretaker Pelatih PSMS Medan, Suharto untuk membenahi kondisi skuadnya. Beberapa titik lemah ditangkapnya menjadi penyebab hasil buruk itu. Salah satunya adalah menurunnya semangat. Entah karena duel ini tidak sepanas rivalitas PSMS-Persib, Sasa Zecevic Cs mengawali laga dengan dingin. Seperti kehilangan motivasi dan berujung pahit pada dua gol awal Pelita Jaya lewat Greg Nwakolo dan Safee Sali. “Jelas sekali kami kehilangan semangat di 45 menit pertandingan berjalan. Efeknya luar biasa, kebobolan dua gol. Padahal, mereka hanya mengandalkan serangan balik,” ujarnya. Lagi-lagi Suharto memutar otak membenahi semangat timnya yang sempat memudar. Cukup berat di tengah kondisi finansial yang tak juga membaik, sehingga gaji Sasa Cs harus tertunggak lima bulan. Selain itu, kekhawatiran akan menurunnya daya dobrak karena absennya beberapa pilar menjadi kenyataan. Terutama lini tengah tanpa Anton Samba dan Zulkarnaen. “Tanpa Anton, kita kehilangan breaker. Dalam beberapa momen kita kecolongan. Meskipun di babak kedua, Zainal dan Rahmad berkembang cukup baik,” terangnya. Begitu juga dengan keterbatasan stok striker karena absennya Nico Malau. Daya gempur PSMS dengan hanya mengandalkan Saha yang bertipe stylish sedikit berkurang drastis. Karena itu PSMS kerap mengandalkan senjata alternatif lewat set pieces Nastja Ceh. Satu-satunya gol PSMS lahir dari bola mati. “Seharusnya kami membutuh dua penyerang. Absennya Niko membuat itu gagal diterapkan. Menggeser pemain tengah menjadi penyerang tidak terlalu menjanjikan. Apalagi barisan tengah lawan sangat baik,” tambahnya. Senada disampaikan kapten tim Sasa Zecevic. Dia mengakui kehadiran Anton Samba sangat dibutuhkan. “Pertandingan yang buruk terutama di babak pertama. Walaupun kami mencoba bangkit dengan beberapa peluang tapi itu tidak cukup. Saya pikir kemarin malam kami merindukan sosok Zulkarnain, Samba dan Nico,” terang Sasa Zecevic. Syukurnya kontra PSAP Sigli, Kamis (28/6) mendatang, kekuatan kembali utuh karena ketiganya sudah terbebas dari akumulasi. (

Monday, June 18, 2012

PSMS Atasi Perlawanan Persib Di Teladan


PSMS Medan berhasil mengalahkan Persib Bandung 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung seru dan sengit. Bertanding di Stadion Telaga, Minggu (17/6/2012), PSMS membutuhkan gol di penghujung babak kedua untuk meraih poin penuh. Persib mendapt peluang terlebih dulu di menit ke-16 melalui sundulan Abanda Herman menyambut umpan Miljan Radovic masih tipis di atas mistar gawang. Setelah itu, di menit ke-24 sundulan Airlangga juga masih melambung menerima umpan matang dari tendangan bebas Radovic. PSMS pun mencatat sejumlah peluang. Di menit ke-26, tendangan keras Nico Malau di depan gawang Persib masih bisa diblok Maman Abdurahman. Di menit ke-30, Persib balas menyerang, namun tendangan Souza melebar di kiri gawang PSMS. Tuan rumah kembali menghentak, di menit ke-32, tendangan Zulkarnain masih bisa ditangkap Jendry pitoy. Gol akhirnya tercipta di menit ke-36 melalui Marcio Souza yang berhasil menjebol gawang Edi Kurnia, setelah menerima umpan dari Miljan Radovic. Namun di menit ke-46, Denny Rumba berhasil menyamakan kedudukan setelah membobol gawang Pitoy memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas. Persib unggul cepat di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-47, setelah sundulan Maman Abdurahman menyambut tendangan bebas Radovic menjebol gawang PSMS. Namun, di menit ke 68, Ikpefua Osas menyamakan kedudukan setelah berhasil memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Zulkarnain yang ditepis Jendry Pitoy. Gol kemenangan PSMS lahir di menit ke-94 melalui sundulan Denny Rumba.

Friday, June 15, 2012

Semen Padang Pupuskan Ambisi PSMS


Langkah PSMS Medan di Piala Indonesia 2012 terhenti di Stadion Teladan. Adalah Semen Padang yang memupus ambisi PSMS dengan memaksakan hasil imbang 1-1, Rabu (13/6). Tim besutan Fabio Lopez itu tersisih dengan agregat 1-3. Berbekal kekalahan 0-2 di Padang, misi kali ini memang terlampau sulit bagi Vagner Luis Cs. Beban harus menang dengan selisih tiga gol, PSMS mencoba agresif. Namun kelesuan masih tampak dari faktor-faktor non teknis yang mempengaruhi performa skuad. Ancaman sudah dimulai di menit-menit awal. Menit ke 4, Vagner menghadirkan ancaman lewat tandukannya. Namun tandukan stoper Brazil itu masih mampu diamankan pemain belakang lawan. Begitu juga dengan aksi Jecky di menit 15 yang sukses meloloskan diri dari jebakan offside. Kali ini kiper Semen Padang, Jandia Eka Putra tampil sigap membendung peluang emas itu. Misi semakin sulit karena tuan rumah justru kebobolan. Kesalahan Sutrisno melayangkan umpan jauh berbuah fatal karena bola jatuh di kaki Elie Aiboy. Tanpa ampun ia menaklukkan Decky. Pasca gol dengan keharusan mencetak empat gol membuat PSMS lebih agresif. Jecky kembali lolos ke kotak penalti tanpa kawalan di menit 35. Lagi-lagi ia gagal. Vagner Luis yang akhirnya tampil sebagai pemecah kebuntuan dua menit jelang jeda. Kali ini tandukannya tak mampu dibendung Jandia. Di babak kedua, agresivitas PSMS berlanjut. Namun pertahanan masih juga kerap kecolongan lewat kecepatan Elie Aiboy cs. Di menit 52,Joshua Pahabol dijatuhkan Deny Wahyudi di kotak penalti dan wasit Nopendri tak segan menunjuk titik putih dan juga berujung kartu kuning. Syukurnya Decky cemerlang menggagalkan eksekusi Edward Wilson. Di sisa waktu, PSMS gagal menambah gol. Masuknya Nico Susanto dan Andre Abu Bakar tak banyak membantu. Malah gawang Decky beberapa kali terancam. Salah satunya sontekan Suheri Daud di menit 84 namun masih membentur mistar. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan. Caretaker Semen Padang, Suhatman Imam mengatakan meski mampu lolos ia mengaku para pemainnya tampil di bawah form. “Anak-anak tampil di bawah form. Banyak peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Selain itu Abdul Rahman tadi tidak berani berduel dengan pemain PSMS asal Brazil (Vagner-red) sehingga kita bobol,” katanya. Pelatih yang menggantikan peran Nil Maizar ini mengatakan gol torehan satu gol di babak pertama membuat skuadnya memilih bermain aman di babak kedua. “Hasil ini sudah cukup untuk membawa kita ke semifinal. Memang target kita di Medan ini hanya menyelamatkan kemenangan di Padang jadi di babak kedua kita lebih memilih bermain aman dengan memainkan ball possession,” pungkasnya

Saturday, June 9, 2012

PSMS IPL Kecewa Kepemimpinan Wasit


Skuad PSMS Medan IPL nyaris mampu menganjal Semen Padang dalam lanjutan kompetisi Piala Indonesia 2012 di leg pertama di Stadion Agus Salim Padang,beberapa waktu lalu, kalau hadiah pinalti dari wasit di babak kedua di penghujung waktu tidak ada. Kemungkinan hasil akhir sudah bisa diprediksi. ” Kami merasa dicurangi wasit, wasit yang memimpin pertandingan mencuri poin kami melalui tendangan pinalti di menit 89,” sesal Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan IPL Freddy Hutabarat dihubungi tribun melalui telepon genggamnya,Kamis (7/6). Menurut Freddy, akibat tendangan pinalti yang dieksekusi Edward Junior Wilson tersebut membuat konsentrasi pemain buyar dan buntutnya gol kedua pun terjadi. “Kalau konsentrasi pemain tidak buyar, hasilnya pasti beda, kita benar-benar dirugikan wasit,” kata Freddy. Dengan keputusan wasit tersebut, manajemen lanjut dia, manajemen rencanannya akan melakukan protes terhadap keputusan wasit. “Secepatnya kami akan melakukan protes terhadap keputusan wasit tersebut, ini kami sedang menyusun segala seuatunya, kami kecewa dengan hasil pertandingan kemarin,” imbuh dia. Kendati begitu, lanjut Freddy, PSMS Medan bisa membuktikan kualitasn pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Teladan Medan. Dalam leg kedua ini, memang dirasa sangat berat karena untuk lolos ke semi final Jeck Paserella dan kawan-kawan harus mampu mengemas poin sempurna.

Friday, June 8, 2012

Persema Pantang Remehkan PSMS


Meski PSMS Medan saat ini terjebak di posisi dua terbawah klasemen Indonesian Premier League (IPL), Persema pantang meremehkan. Kedua tim akan bentrok dalam laga yang digelar di Stadion Teladan, Medok, besok sore. Kondisi para penggawa Persema kini belum pulih sepenuhnya, karena masih terbelit masalah non tekhnis akibat keterlambatan gaji. Namun manajemen tim tetap menginginkan para pemainnya dapat mengulang sukses seperti pertemuan pertama lalu di Gajayana. Saat itu Bima Sakti dkk mampu mengalahkan PSMS dengan skor cukup telak 4-1. “Kita tak boleh menganggap enteng PSMS yang saat ini masih berada di posisi 11 klasemen sementara. Untuk itu anak-anak saya inginkan tetap fokus untuk dapat meraih kemenangan pada laga itu,” ucap Assisten Manajer tim Persema Patrick Theo Tarigan saat dihubungi Malang Post kemarin. Para pemain Persema sejak kemarin sudah berada di Medan setelah berangkat kemarin pagi dari Bandara Juanda. “Tadi sore (kemarin. Red), kita sudah sampai dengan selamat di Medan. Kondisi pemain saat ini dalam kondisi baik, dan semuanya siap turun saat lawan PSMS,” yakin Patrick Dalam laga besok sore, semestinya skuadra Persema dapat memanfaatkan kondisi PSMS yang tak pernah menang di tiga laga terakhir kompetisi IPL. Melawan Persijap di kandang sendiri, tim berjuluk Ayam Kinantan ini hanya bermain seri 1-1. Di dua pertandingan sebelumnya, PSMS juga mengalami kekalahan. “Benar, seharusnya kita memang diuntungkan dengan prestasi PSMS yang saat ini sedang turun. Namun kita tetap tidak menganggap remeh pertandingan kali ini, nanti bisa berakibat fatal. Pelatih Slave pun mempersiapkan para pemainnya latihan seperti biasanya, ” ungkap Patrick Setelah sampai di Medan kemarin Sore, Slave Radovski langsung mengistirahatkan semua pemainnya di Hotel Tiara, tempat tim menginap (mg15/jon/malangpost)

Thursday, June 7, 2012

Dua Gol Edward Wilson Menangkan Semen Padang Atas PSMS


Dua gol pemain depan Edward Wilson Junior (Edu) telah membawa Semen Padang (SP) menang 2-0 atas PSMS Medan pada laga leg pertama Piala Indonesia di Stadion Haji Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Rabu. Dua gol yang diciptakan pemain yang bekebangsaan Liberia tersebut dicetak pada menit 89 melalui tendangan pinalti dan pada penghujung babak kedua, tepatnya menit 93 masa injury time melalui tandukan kepalanya. Laga Semen Padang dengan PSMS ini berlangsung kurang menarik. PSMS yang hanya berharap hasil imbang dikandang SP, lebih banyak bertahan. Sementara SP yang berusaha meraih gol sebanyak-banyaknya berusaha keras membongkar pertahanan PSMS dari semua lini. Namun, disiplinnya lini belakang PSMS menjaga daerahnya, membuat usaha keras tim yang berjuluk “kabau sirah” tersebut selalu kandas di kaki pemain bertahannya yang digalang kapten tim Vagner Luis. Peluang emas SP lewat kaki Esteban Vizcarra pada menit ke-44 juga gagal dikonversi menjadi gol dan hanya membentur mistar gawang. Skor 0-0 bertahan sampai babak pertama berakhir. Di babak kedua, pola permainan bertahan kembali diperagakan PSMS, dan tim yang berjuluk “ayam kinantan” itu hanya meninggalkan satu pemain di depan yakni penyerang asingnya Julio Al. Sedangkan sembilan pemain lainnya melakukan pola pertahanan. Menghadapi keadaan permainan seperti itu, carateker pelatih SP Suhatman Imam melakukan pergantian pemain dengan memasukan Joshua Pahabol dan menarik keluar Ferdinand Sinaga pada petengahan babak kedua. Keberuntungan Semen Padang terjadi pada menit ke-88. Mustafa Aji yang melewati beberapa pemain belakang PSMS melakukan tendangan jarah jauh. Tendangannya itu membentur tangan pemain belakang Ayam Kinantan dalam kotak penalti. Wasit yang berdiri di dekatnya langsung menunjuk titik putih. Edward yang dipercaya sebagai algojo berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Edward kembali membuktikan kepiawainnya dalam mencetak gol dipenghujung babak kedua yang memaksimalkan tendangan pojok dari sisi kanan gawang PSMS. Skor 2-0 bertahan sampai akhir pertandingan. Dengan hasil tersebut peluang SP untuk maju kebabak berikutnya terbuka lebar, tim itu hanya butuh hasil seri atau jangan sampai kalah dengan lebih dari dua gol pada pertandingan leg kedua yang akan berlangsung di Medan. (ant)

Persiwa Optimistis Tundukkan PSMS Di Stadion Pendidikan


elatih Persiwa Wamena Gomes de Olivera optimistis bisa mengalahkan PSMS Medan saat dijamu “Badai Pegunungan” dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Pendidikan Wamena, Kamis (7/6) sore. “Yang pasti tiga poin yang Persiwa targetkan saat menjamu PSMS Medan dan kami yakin bisa kalahkan mereka,” kata Gomes yang dihubungi dari Jayapura, Rabu. Menurut dia, target meraih tiga poin di tiap laga kandang sudah direncanakan dan dipatok oleh pihak Persiwa guna mengamankan posisi tiga besar klasemen sementara LSI. Dan hal itu didukung oleh komitmen anak-anak asuhnya untuk selalu menampilkan yang terbaik ditiap laga kandang saat menjamu sejumlah tim di Jayawijaya. “Kami tetap berkomitmen meraih tiga poin dalam laga tandang, dan anak-anak mendukung hal itu,” katanya. Ketika disinggung terkait strategi yang akan diterapkan ketika menjamu PSMS Medan, pelatih berkebangsaan Brasil itu katakan ia tetap akan menerapkan formasi terbaiknya yang selama ini digunakan. Dengan tetap memperagakan permaianan menyerang yang indah sepanjang 90 menit waktu pertandingan. “Tentunya kami tidak punya strategi khusus untuk hadapi PSMS tetapi kami tetap peragakan permainan yang menghibur penonton dan pendukung Persiwa. Dan saat ini anak-anak dalam kondisi yang baik dan siap menjamu PSMS Medan,” tambahnya. Seperti yang diwartakan sebelumnya, Persiwa Wamena berhasil meraih poin penuh kala menjamu PSAP Sigli pada Minggu (3/6) lalu. Persiwa menang telak dengan skor 4-1, meskipun pertandingan akhirnya dihentikan oleh wasit Prasetyo asal Surabaya sekitar menit ke-76 karena pemain PSAP Sigli lakukan aksi walk out. Saat ini Persiwa Wamena masih bertengger di urutan tiga klasemen LSI dengan poin 49 dari 27 kali bertanding sementara PSPS bertengger di urutatan 14 dengan raihan 30 poin dari 28 kali pertandingan. (ant)

Wednesday, June 6, 2012

Semen Padang Tetap Siapkan Tim Inti Lawan PSMS


Kesebelasan Semen Padang (SP) tetap menurunkan tim inti meski terkendala jadwal sempit saat berhadapan dengan PSMS Medan dalam lanjutan Liga Prima Indonesia (LPI) di Stadion Haji Agus Salim Padang, Rabu (6/6). “Melawan PSMS Medan merupakan pertandingan penting bagi tim dan kita tetap menurunkan formasi inti meskipun saat ini tim bertanding dalam jeda waktu dua hari,” kata carateker pelatih tim SP Suhatman Imam di Padang, Selasa. Sebelum melakoni pertandingan melawan PSMS Medan, pada Minggu (3/6) tim kebanggaan “urang awak” tersebut menjalani pertandingan melawan PSM Makasar dan berhasil menang dengan skor 3-1 di Stadion Haji Agus Salim Padang. Suhatman mengatakan, meski tim dikepung dengan jadwal yang singkat tersebut, namun dalam menghadapi PSMS Medan tetap serius dan akan menurunkan pemain terbaik yang selama ini menjadi kepercayaan tim. “Kami tidak akan ambil risiko dan tetap menurunkan pemain terbaik dan mengincar poin kemenangan menghadapi PSMS,” katanya. Bukti SP sangat respons dengan pertandingan tersebut, katanya, selain menurunkan pemain intinya juga melarang pemainnya dipanggil PSSI untuk memperkuat Timnas yang akan melakoni pertandingan uji coba melawan Filipina. “Kami tidak bisa memberi izin pemain yang dipanggil PSSI karena tenaganya sangat dibutuhkan tim dalam menghadapi kompetisi dengan jadwal berdekatan ini,” katanya. Ia menyebutkan, pemain yang tidak dapat izin tersebut yakni Abdulrahman, Vendry Mofu, Hengki Ardiles, dan Joshua Pahabol, dan PSSI sendiri katanya sudah mengizinkan pemain tersebut untuk tidak memperkuat Timnas. Menyinggung tentang kekuatan PSMS Medan yang akan dihadapi timnya, Suhatman menilai tim yang dilatih Fabio Lopez itu cukup baik dan dalam menghadapi SP tim itu akan punya motivasi tinggi untuk meraih kemenangan. “Apalagi saat ini tim itu berada pada posisi bawah klasemen, dan tentu kemenangan menjadi targetnya dan kita harus waspadai itu,” katanya. Sebelumnya, dalam pertemuan pertama di Stadion Teladan Medan tim berjulukan Kabau Sirah tersebut sukses menahan imbang dengan skor 1-1. Saat ini dalam posisi klasemen sementara IPL, SP masih kokoh dipuncak klasemen dengan torehan 37 poin. (ant)

Friday, June 1, 2012

Published On: Fri, Jun 1st, 2012 Berita / Piala Indonesia | By admin Peran Ganda Vagner Luis di PSMS

Euforia masih menyambangi skuad PSMS Medan IPL usai memastikan tim lolos ke putaran delapan besar Piala Indonesia 2012. Hanya membutuhkan satu gol tanpa balas atas Persiraja Banda Aceh, setelah takluk 2-3 pada leg pertama di Stadion Lampineung, Banda Aceh. Tim berjuluk Ayam Kinantan justru mampu menceploskan dua gol tanpa kebobolan di Stadion Teladan, Rabu (30/5/2012) lalu. Vagner Luis de Oliviera Marins menjadi aktor kunci dalam tarung hidup mati tersebut. Gol cepatnya di menit kedua mengeskalasi mentalitas tanding rekan-rekannya. Tak hanya itu, libero plontos ini juga disiplin dalam memblokade serangan lawan. “Saya sangat senang dengan gol yang saya ciptakan. Bermain di Teladan menambah semangat bertanding kami. Kami masih harus berjuang lebih keras lagi. Tapi kami pantas untuk menikmatinya dulu sebelum melakoni laga yang pastinya lebih kompetitif lagi,” ujarnya kepada tribunmedan, Kamis (31/5/2012). “Gol cepat Vagner menstimulus pemain untuk bermain lebih ngotot. Ia berperan ganda dalam laga itu, selain menciptakan gol, dia juga mampu menghempang serangan lawan dengan taktis,” kata M. Khaidir, asisten pelatih PSMS Medan IPL mengevaluasi anak asuhnya itu. (tribunmedan)

PSMS Tantang Semen Padang di Perempat Final Piala Indonesia

PSMS Medan IPL tidak punya banyak waktu untuk menggelar persiapan babak perempat final Piala Indonesia lantaran sudah harus dijamu Semen Padang di Stadion H Agus Salim Padang, Rabu (6/6) mendatang. Sedangkan leg kedua bakal digelar di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam Rabu (13/6) mendatang. Jadwal tersebut tertuang dalam surat PT LPIS tertangggal 31 Mei 2012 dengan nomor LPIS-330/OC-COMP/AH/PI/V/2012. Di hari yang sama dengan jadwal leg I PSMS Medan, Persik akan menjamu Persebaya dan Rabu (13/6), Persebaya gantian menjamu Persik Sedangkan. Persibo akan menjamu Arema FC Rabu (6/6), dan leg kedua, Arema FC bakal menjamu Persibo Rabu (13/6). PPSM bakal menghadapi Persiba Bantul atau Perseman Kamis (7/6), sedangkan Persiba Bantul akan menjamu Perseman atau PPSM, Rabu (13/6). Secara mengejutkan, PSMS Medan mampu mengakhiri kiprah Persiraja Banda Aceh di Piala Indonesia dan meraih kemenangan 2-0 mengubah agregat menjadi 4-3. (3-2) di Stadion Teladan Medan Rabu (30/5) lalu dan lolos ke babak perempat final. Namun, perjalanan tim besutan Fabio Lopez tersebut di delapan besar tidak akan mudah. Pasalnya, Vagner Luis dkk harus menghadapi pemuncak klasemen sementara Indonesian Premier League (IPL), Semen Padang FC yang sebelumnya membantai Pro Duta di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam 3-0 (agregat 5-0) di hari yang sama. Rekor pertemuan kedua tim di dua laga IPL sebelumnya sepintas membuat Semen Padang jumawa. “Kami sudah pernah melawan PSMS di IPL. Waktu sebagai tamu, skor akhir 1-1. Sewaktu kami tuan rumah, kami menang dengan skor 3-0. Target kami di Piala Indonesia ini masuk final dan di liga IPL menjadi juara,” ujar caretaker pelatih Semen Padang, Suhatman Imam. Komentar tersebut tak dimungkiri menjadi sinyalemen anggap enteng Kabau Sirah-julukan Semen Padang terhadap tim berjuluk Ayam Kinantan. Lolos ke final, seolah-olah PSMS Medan bukan merupakan tim yang dapat mengancam perjuangan Elie Aiboy dkk meraih target. Semen Padang memang boleh-boleh saja sesumbar, jemawa, optimis, atau apapun namanya jelang laga tersebut. Namun, kemenangan 3-0 atas PSMS di Stadion H Agus Salim Padang, Senin (7/5) lalu juga tidak serta-merta diraih dengan mudah. PSMS Medan menjadi satu dari sedikit tim yang tidak merasakan gol cepat khas Edward Wilson Junior dkk lantaran gol baru tercipta satu menit jelang babak pertama berakhir setelah kecolongan. Di perjumpaan pertama 18 Maret silam di Stadion Teladan, hasil seri 1-1 tersebut juga diraih Semen Padang lantaran Tommy Rifka menolak keluar lapangan setelah diganjar kartu merah (kuning kedua) dan menyebabkan pertandingan berhenti belasan menit. Sementara sebelum kejadian itu, PSMS berhasil mengurung tim lawan. (tribunmedan)

PT Liga Selidiki Kasus “WO” PSMS

PT Liga Indonesia akan mengevaluasi kasus tidak hadirnya tim PSMS Medan saat harus berlaga melawan tuan rumah Persiram Raja Ampat dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) yang harus dimainkan di Stadion Wombik, Sorong, pada Rabu lalu. “Ke depan, kasus seperti ini akan dijadikan bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi. Kami sudah mendapat laporan kenapa PSMS tidak hadir dalam pertandingan itu,” ujar CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono di Jakarta, Kamis. Sebagaimana diketahui, PSMS Medan saat harus memainkan laga tandang ke Sorong, tidak hadir ke lapangan pertandingan. Dan sampai waktu `kick-off` dan tambahan waktu 15 menit, Sasa Zecevic dan kawan-kawan tak juga muncul di lapangan. Menanggapi masalah ini, Joko Driyono mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan, baik dari Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan maupun dari kubu PSMS Medan. Dari informasi diketahui bahwa tidak ada maksud PSMS untuk melakukan walkover (wo), sebab rombongan PSMS sendiri telah sampai di Papua dan mereka mengalami kesulitan dalam reservasi tiket penerbangan ke Sorong. “Hal itu terjadi karena ada `miss` dalam reservasi tiket penerbangan sehingga rombongan PSMS tidak memungkinan pergi ke Sorong. Mereka mengatakan tidak mendapatkan rute penerbangan dari Jayapura ke Sorong,” jelas Joko Driyono. Diungkapkan bahwa pada Selasa malam PT Liga mendapatkan konfirmasi dari PSMS mengenai ketersediaan tiket transit dari Makassar ke Sorong. Tetapi pada hari H ternyata reservasi kosong. Rombongan PSMS kemudian tetap berusaha sampai ke Papua dan pada Rabu siang mendarat di Jayapura dan berharap bisa transit ke Sorong. Tetapi ternyata dari Papua memang tidak ada penerbangan ke Sorong. Sesuai dengan kondisi itu, lanjutnya, PT Liga menyimpulkan tak ada indikasi PSMS tidak ingin bertanding. Untuk tim-tim yang berasal dari Sumatera Utara jika tandang ke Sorong, rute yang seharusnya dilalui adalah Medan-Jakarta-Makassar-Sorong. Tetapi PSMS melewati jalur Medan-Jakarta-Makassar-Papua, dan tim baru bertolak dari Bandara Polonia-Medan pada Selasa (29/5) pukul 17:00 WIB atau sehari sebelum laga. “Sesuai regulasinya, yang pasti status pertandingan itu SMS dinyatakan kalah dengan skor 3-0. Namun ke depan kasus ini akan dijadikan bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi,” demikian Joko Driyono. (ant)

Wednesday, May 23, 2012

Laga Piala Indonesia PSMS Lawan Persiraja Ditunda


Laga PSMS Medan versus Persiraja Banda Aceh dalam pertandingan leg kedua Piala Indonesia 2012 yang semula dijadwalkan, Rabu (23/5), ditunda. Kedua tim direncanakan akan bertarung di Stadion Teladan, Medan, Rabu (30/5). Ketua Panpel Persiraja, Syukriansyah AR Rasyidi kepada Serambi kemarin membenarkan penundaan jadwal leg kedua Piala Indonesia 2012. Alasan penundaan ada kemungkinan terkait dengan pertandingan pertama Liga Selection melawan Inter Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5). Sedangkan Inter Milan kembali melawan Indonesia Selection, Sabtu (26/5). “Kita sudah diberitahu penundaan ini oleh pihak PT LPIS. Memang tidak disebutkan alasan penundaan, tapi ada kaitan dengan pertandingan melawan tim Inter Milan. Karena biasanya kalau ada pertandingan penting seperti itu, maka pertandingan lain ditunda. Biar para pemain dan pelatih bisa fokus menonton pertandingan melawan Inter Milan,” ungkap Syukriansyah. Menurut Syukriansyah, penundaan ini sangat menguntungkan Persiraja yang melawan PSM Makassar dalam lanjutan Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012 di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sabtu (26/5). Karena tim besutan Herry Kiswanto bisa langsung fokus ke PSM usai melawan Bontang FC, Kalimantan Timur, Sabtu (19/5). “Kalau usai melawan Bontang, lalu Persiraja terbang ke Medan untuk menghadapi PSMS, Rabu (23/5), maka sangat merepotkan. Karena Persiraja harus terbang lagi ke Makassar untuk melawan PSM, Sabtu (26/5). Ini sangat melelahkan para pemain dan energi habis hanya bolak-balik di perjalanan. Jadi, penundaan ini sangat menguntungkan Persiraja dan pemain punya waktu istirahat yang cukup,” ujar Syukriansyah. (hd/serambi)

Tuesday, May 22, 2012

Manajemen PSMS ISL Ingkar Janji


Duel kontra Persela Lamongan Minggu (20/50) kemarin malam di Stadion Teladan merupakan laga yang cukup berat bagi PSMS Medan ISL. Padahal sebelum laga, kekhawatiran menyeruak. Motivasi pemain dikhawatirkan menurun dengan kondisi finansial klub yang tengah morat marit. Namun kali ini pemain mendapat suntikan doping yang diyakini menjadi motivasi ekstra. Selain tekad kuat mengamankan posisi tim kebanggaan warga Medan itu dari zona degradasi, umbaran bonus dengan total 50 juta rupiah menjadi pembeda. Rinciannya 25 juta dari manajemen, 15 juta dari Ketua Umum KONI Sumut, Gus Irawan serta sisanya dari suporter. Nah, artinya manajemen menambah panjang daftar janjinya. Selain pinjaman dengan range 5 juta-10 juta sebagai ganti sementara gaji yang belum tuntas, umbaran bonus sebagai apresiasi bagi pemain yang telah bersusah payah menghadirkan kemenangan semakin membuat pemain berharap banyak. Namun apa nyana. Hingga Senin (21/5) tanggal yang dijanjikan, baik pinjaman maupun bonus tak juga mengucur ke dompet pemain. Beberapa pemain tampak kesal. Salah seorang pemain yang tak ingin disebutkan namanya mengaku pinjaman belum juga diberikan pengurus hingga pukul 21.00 WIB. “Mereka belum kasih. Pertama katanya sebelum pertandingan. Lalu hari Senin. Besok (hari ini-red) sudah hari Selasa,” katanya kecewa. Sementara itu beberapa lainnya tampak mengumpat lewat status blackberry messenger (BBM)nya. “Kita dibohongi lagi kawan,” begitu statusnya. Jika kondisi ini tak cepat direspon manajemen bukan tidak mungkin semangat pemain yang telah meningkat akan kembali turun. Artinya ini menjadi tugas berat bagi Caretaker pelatih kepala PSMS, Suharto untuk mempersiapkan timnya menghadapi Arema Indonesia pada 26 Mei mendatang di Stadion Teladan. (mag-18/sumutpos)

Monday, May 21, 2012

PSMS 4-3 Persela – Come Back Mencekam


Dramatis. Kata itu cukup menggambarkan perjuangan PSMS melewati duel 90 menit yang menegangkan saat bentrok dengan Persela, Minggu (20/5) kemarin di Stadion Teladan. Tertinggal dua gol di babak pertama, Ayam Kinantan bangkit dan sukses mengamankan poin penuh dengan berbalik unggul 4-3. Gol Sasa Zecevic saat injury time yang memantik sorak sorai kemenangan PSMS malam itu. Namun gol Sasa pula yang akhirnya membuat suasana Teladan menjadi mencekam. Kubu Persela tak menerima gol Sasa yang disahkan wasit. Pasalnya bola yang memantul dari tiang tak lantas bersarang di gawang. Namun wasit Suharto melihat bola telah lebih dulu melewati garis gawang. Tak terima dengan keputusan itu Pemain Persela mengejar wasit. Suasana sempat reda sejenak. Namun ketika peluit panjang dibunyikan keributan kembali pecah. Gelandang Persela asal Korsel In Kyun mengejar wasit dan dengan membabi buta menendang wasit. Aksi ini diikuti pemain Persela lainnya. Kejadian ini membuat suasana tak terkendali. Selain pemain Persela, official kedua tim juga terlibat baku hantam. Pemain Persela pun sempat tertahan di lapangan selama 15 menit. Saat mereka beranjak ke ruang ganti lemparan botol air mineral pun mengiringi. Selain itu para suporter yang marah juga menunggu rombongan Persela di luar stadion. Kondisi ini membuat para pemain Persela memilih mengamankan diri ke ruang ganti. Namun di luar kondisi mencekam itu, performa tim besutan Suharto memang sangat mencekam bagi Persela. Betapa tidak, Laskar Joko Tingkir sukses mengunci permainan PSMS di babak pertama. Dimotori Gustavo Lopez dan In Kyun Oh, yang sepertinya tahu betul celah mantan klubnya. In Kyun pula yang menjadi kreator gol pertama PSMS yang diciptakan Park Chung Yul di menit ke 5. PSMS yang coba mengejar ketertinggalannya terus menggempur. Namun bukannya mengejar ketertinggalan, gawang Edi Kurnia malah kembali bobol lewat gol Mario Costas di penghujung babak pertama. Tertinggal dua gol PSMS seakan sudah habis. Namun nyatanya Sasa Zecevic cs di tengah kondisi finansial klub yang memburuk bermain dengan semangat yang berbeda dari babak pertama. Benar saja, Zulkarnain sukses mengawali comeback PSMS tujuh menit babak kedua berjalan. Gol itu membuat skuad besutan Suharto semakin bersemangat. Striker muda PSMS, Nico Malau menyamakan skor sepuluh menit berselang. Costas coba meruntuhkan semangat PSMS dengan kembali membobol gawang PSMS di menit 62. Tandukannya menggetarkan gawang Edi Kurnia. Kondisi ini membuat Suharto memasukkan Muhammad Antony menggantikan Shin yang kurang maksimal di menit 74. Lagi-lagi Nico membangkitkan asa untuk menang. Tandukannya memanfaatkan umpan Zulkarnain bersarang di gawang Ali Barkah. Selanjutnya gelombang serangan PSMS membuat Persela menumpuk pemainnya di belakang. Beberapa kali usaha Natsja Ceh membahayakan gawang Persela. Sampai akhirnya PSMS mendapat tendangan bebas di penghujung laga di sisi kiri pertahanan Persela. Set pieces dilancarkan mantan pemain timnas Slovenia itu dan ditanduk Sasa. Bola membentur mistar dan memantul kebawah. Skor 4-3 membuat PSMS memutus rekor tak terkalahkan Persela. “Di babak pertama anak-anak kurang komunikasi dan koordinasi antar lini kacau. Itu yang menjadi fokus di babak kedua untuk diperbaiki. Dan hasilnya anak-anak tampil lebih baik. Mereka juga punya kemauan untuk menang,” katanya. Sementara itu Pelatih Persela, Miroslav Janu menolak memberikan komentar. Awalnya ia berjanji akan datang ke press room kepada salah seorang wartawan. Namun kemudian ia tak datang dan saat dijemput salah seorang official PSMS ia menolak. (mag-18/jpnn)

PSMS 4-3 Persela – Come Back Mencekam


Dramatis. Kata itu cukup menggambarkan perjuangan PSMS melewati duel 90 menit yang menegangkan saat bentrok dengan Persela, Minggu (20/5) kemarin di Stadion Teladan. Tertinggal dua gol di babak pertama, Ayam Kinantan bangkit dan sukses mengamankan poin penuh dengan berbalik unggul 4-3. Gol Sasa Zecevic saat injury time yang memantik sorak sorai kemenangan PSMS malam itu. Namun gol Sasa pula yang akhirnya membuat suasana Teladan menjadi mencekam. Kubu Persela tak menerima gol Sasa yang disahkan wasit. Pasalnya bola yang memantul dari tiang tak lantas bersarang di gawang. Namun wasit Suharto melihat bola telah lebih dulu melewati garis gawang. Tak terima dengan keputusan itu Pemain Persela mengejar wasit. Suasana sempat reda sejenak. Namun ketika peluit panjang dibunyikan keributan kembali pecah. Gelandang Persela asal Korsel In Kyun mengejar wasit dan dengan membabi buta menendang wasit. Aksi ini diikuti pemain Persela lainnya. Kejadian ini membuat suasana tak terkendali. Selain pemain Persela, official kedua tim juga terlibat baku hantam. Pemain Persela pun sempat tertahan di lapangan selama 15 menit. Saat mereka beranjak ke ruang ganti lemparan botol air mineral pun mengiringi. Selain itu para suporter yang marah juga menunggu rombongan Persela di luar stadion. Kondisi ini membuat para pemain Persela memilih mengamankan diri ke ruang ganti. Namun di luar kondisi mencekam itu, performa tim besutan Suharto memang sangat mencekam bagi Persela. Betapa tidak, Laskar Joko Tingkir sukses mengunci permainan PSMS di babak pertama. Dimotori Gustavo Lopez dan In Kyun Oh, yang sepertinya tahu betul celah mantan klubnya. In Kyun pula yang menjadi kreator gol pertama PSMS yang diciptakan Park Chung Yul di menit ke 5. PSMS yang coba mengejar ketertinggalannya terus menggempur. Namun bukannya mengejar ketertinggalan, gawang Edi Kurnia malah kembali bobol lewat gol Mario Costas di penghujung babak pertama. Tertinggal dua gol PSMS seakan sudah habis. Namun nyatanya Sasa Zecevic cs di tengah kondisi finansial klub yang memburuk bermain dengan semangat yang berbeda dari babak pertama. Benar saja, Zulkarnain sukses mengawali comeback PSMS tujuh menit babak kedua berjalan. Gol itu membuat skuad besutan Suharto semakin bersemangat. Striker muda PSMS, Nico Malau menyamakan skor sepuluh menit berselang. Costas coba meruntuhkan semangat PSMS dengan kembali membobol gawang PSMS di menit 62. Tandukannya menggetarkan gawang Edi Kurnia. Kondisi ini membuat Suharto memasukkan Muhammad Antony menggantikan Shin yang kurang maksimal di menit 74. Lagi-lagi Nico membangkitkan asa untuk menang. Tandukannya memanfaatkan umpan Zulkarnain bersarang di gawang Ali Barkah. Selanjutnya gelombang serangan PSMS membuat Persela menumpuk pemainnya di belakang. Beberapa kali usaha Natsja Ceh membahayakan gawang Persela. Sampai akhirnya PSMS mendapat tendangan bebas di penghujung laga di sisi kiri pertahanan Persela. Set pieces dilancarkan mantan pemain timnas Slovenia itu dan ditanduk Sasa. Bola membentur mistar dan memantul kebawah. Skor 4-3 membuat PSMS memutus rekor tak terkalahkan Persela. “Di babak pertama anak-anak kurang komunikasi dan koordinasi antar lini kacau. Itu yang menjadi fokus di babak kedua untuk diperbaiki. Dan hasilnya anak-anak tampil lebih baik. Mereka juga punya kemauan untuk menang,” katanya. Sementara itu Pelatih Persela, Miroslav Janu menolak memberikan komentar. Awalnya ia berjanji akan datang ke press room kepada salah seorang wartawan. Namun kemudian ia tak datang dan saat dijemput salah seorang official PSMS ia menolak. (mag-18/jpnn)

Dramatis. Kata itu cukup menggambarkan perjuangan PSMS melewati duel 90 menit yang menegangkan saat bentrok dengan Persela, Minggu (20/5) kemarin di Stadion Teladan. Tertinggal dua gol di babak pertama, Ayam Kinantan bangkit dan sukses mengamankan poin penuh dengan berbalik unggul 4-3. Gol Sasa Zecevic saat injury time yang memantik sorak sorai kemenangan PSMS malam itu. Namun gol Sasa pula yang akhirnya membuat suasana Teladan menjadi mencekam. Kubu Persela tak menerima gol Sasa yang disahkan wasit. Pasalnya bola yang memantul dari tiang tak lantas bersarang di gawang. Namun wasit Suharto melihat bola telah lebih dulu melewati garis gawang. Tak terima dengan keputusan itu Pemain Persela mengejar wasit. Suasana sempat reda sejenak. Namun ketika peluit panjang dibunyikan keributan kembali pecah. Gelandang Persela asal Korsel In Kyun mengejar wasit dan dengan membabi buta menendang wasit. Aksi ini diikuti pemain Persela lainnya. Kejadian ini membuat suasana tak terkendali. Selain pemain Persela, official kedua tim juga terlibat baku hantam. Pemain Persela pun sempat tertahan di lapangan selama 15 menit. Saat mereka beranjak ke ruang ganti lemparan botol air mineral pun mengiringi. Selain itu para suporter yang marah juga menunggu rombongan Persela di luar stadion. Kondisi ini membuat para pemain Persela memilih mengamankan diri ke ruang ganti. Namun di luar kondisi mencekam itu, performa tim besutan Suharto memang sangat mencekam bagi Persela. Betapa tidak, Laskar Joko Tingkir sukses mengunci permainan PSMS di babak pertama. Dimotori Gustavo Lopez dan In Kyun Oh, yang sepertinya tahu betul celah mantan klubnya. In Kyun pula yang menjadi kreator gol pertama PSMS yang diciptakan Park Chung Yul di menit ke 5. PSMS yang coba mengejar ketertinggalannya terus menggempur. Namun bukannya mengejar ketertinggalan, gawang Edi Kurnia malah kembali bobol lewat gol Mario Costas di penghujung babak pertama. Tertinggal dua gol PSMS seakan sudah habis. Namun nyatanya Sasa Zecevic cs di tengah kondisi finansial klub yang memburuk bermain dengan semangat yang berbeda dari babak pertama. Benar saja, Zulkarnain sukses mengawali comeback PSMS tujuh menit babak kedua berjalan. Gol itu membuat skuad besutan Suharto semakin bersemangat. Striker muda PSMS, Nico Malau menyamakan skor sepuluh menit berselang. Costas coba meruntuhkan semangat PSMS dengan kembali membobol gawang PSMS di menit 62. Tandukannya menggetarkan gawang Edi Kurnia. Kondisi ini membuat Suharto memasukkan Muhammad Antony menggantikan Shin yang kurang maksimal di menit 74. Lagi-lagi Nico membangkitkan asa untuk menang. Tandukannya memanfaatkan umpan Zulkarnain bersarang di gawang Ali Barkah. Selanjutnya gelombang serangan PSMS membuat Persela menumpuk pemainnya di belakang. Beberapa kali usaha Natsja Ceh membahayakan gawang Persela. Sampai akhirnya PSMS mendapat tendangan bebas di penghujung laga di sisi kiri pertahanan Persela. Set pieces dilancarkan mantan pemain timnas Slovenia itu dan ditanduk Sasa. Bola membentur mistar dan memantul kebawah. Skor 4-3 membuat PSMS memutus rekor tak terkalahkan Persela. “Di babak pertama anak-anak kurang komunikasi dan koordinasi antar lini kacau. Itu yang menjadi fokus di babak kedua untuk diperbaiki. Dan hasilnya anak-anak tampil lebih baik. Mereka juga punya kemauan untuk menang,” katanya. Sementara itu Pelatih Persela, Miroslav Janu menolak memberikan komentar. Awalnya ia berjanji akan datang ke press room kepada salah seorang wartawan. Namun kemudian ia tak datang dan saat dijemput salah seorang official PSMS ia menolak. (mag-18/jpnn)

Dramatis. Kata itu cukup menggambarkan perjuangan PSMS melewati duel 90 menit yang menegangkan saat bentrok dengan Persela, Minggu (20/5) kemarin di Stadion Teladan. Tertinggal dua gol di babak pertama, Ayam Kinantan bangkit dan sukses mengamankan poin penuh dengan berbalik unggul 4-3. Gol Sasa Zecevic saat injury time yang memantik sorak sorai kemenangan PSMS malam itu. Namun gol Sasa pula yang akhirnya membuat suasana Teladan menjadi mencekam. Kubu Persela tak menerima gol Sasa yang disahkan wasit. Pasalnya bola yang memantul dari tiang tak lantas bersarang di gawang. Namun wasit Suharto melihat bola telah lebih dulu melewati garis gawang. Tak terima dengan keputusan itu Pemain Persela mengejar wasit. Suasana sempat reda sejenak. Namun ketika peluit panjang dibunyikan keributan kembali pecah. Gelandang Persela asal Korsel In Kyun mengejar wasit dan dengan membabi buta menendang wasit. Aksi ini diikuti pemain Persela lainnya. Kejadian ini membuat suasana tak terkendali. Selain pemain Persela, official kedua tim juga terlibat baku hantam. Pemain Persela pun sempat tertahan di lapangan selama 15 menit. Saat mereka beranjak ke ruang ganti lemparan botol air mineral pun mengiringi. Selain itu para suporter yang marah juga menunggu rombongan Persela di luar stadion. Kondisi ini membuat para pemain Persela memilih mengamankan diri ke ruang ganti. Namun di luar kondisi mencekam itu, performa tim besutan Suharto memang sangat mencekam bagi Persela. Betapa tidak, Laskar Joko Tingkir sukses mengunci permainan PSMS di babak pertama. Dimotori Gustavo Lopez dan In Kyun Oh, yang sepertinya tahu betul celah mantan klubnya. In Kyun pula yang menjadi kreator gol pertama PSMS yang diciptakan Park Chung Yul di menit ke 5. PSMS yang coba mengejar ketertinggalannya terus menggempur. Namun bukannya mengejar ketertinggalan, gawang Edi Kurnia malah kembali bobol lewat gol Mario Costas di penghujung babak pertama. Tertinggal dua gol PSMS seakan sudah habis. Namun nyatanya Sasa Zecevic cs di tengah kondisi finansial klub yang memburuk bermain dengan semangat yang berbeda dari babak pertama. Benar saja, Zulkarnain sukses mengawali comeback PSMS tujuh menit babak kedua berjalan. Gol itu membuat skuad besutan Suharto semakin bersemangat. Striker muda PSMS, Nico Malau menyamakan skor sepuluh menit berselang. Costas coba meruntuhkan semangat PSMS dengan kembali membobol gawang PSMS di menit 62. Tandukannya menggetarkan gawang Edi Kurnia. Kondisi ini membuat Suharto memasukkan Muhammad Antony menggantikan Shin yang kurang maksimal di menit 74. Lagi-lagi Nico membangkitkan asa untuk menang. Tandukannya memanfaatkan umpan Zulkarnain bersarang di gawang Ali Barkah. Selanjutnya gelombang serangan PSMS membuat Persela menumpuk pemainnya di belakang. Beberapa kali usaha Natsja Ceh membahayakan gawang Persela. Sampai akhirnya PSMS mendapat tendangan bebas di penghujung laga di sisi kiri pertahanan Persela. Set pieces dilancarkan mantan pemain timnas Slovenia itu dan ditanduk Sasa. Bola membentur mistar dan memantul kebawah. Skor 4-3 membuat PSMS memutus rekor tak terkalahkan Persela. “Di babak pertama anak-anak kurang komunikasi dan koordinasi antar lini kacau. Itu yang menjadi fokus di babak kedua untuk diperbaiki. Dan hasilnya anak-anak tampil lebih baik. Mereka juga punya kemauan untuk menang,” katanya. Sementara itu Pelatih Persela, Miroslav Janu menolak memberikan komentar. Awalnya ia berjanji akan datang ke press room kepada salah seorang wartawan. Namun kemudian ia tak datang dan saat dijemput salah seorang official PSMS ia menolak. (mag-18/jpnn

Stadion Teladan Siap Direnovasi


Realisasi renovasi Stadion Teladan akhirnya terwujud lewat bantuan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora). Kepastian itu disampaikan Ketua komite pelaksaan renovasi stadion Teladan Medan, Zulhifzi Lubis Hal tersebut disampaikan Zulhifzi setelah tim pemantau dari Kemenegpora berkunjung ke Medan, Senin 14 Mei 2012 lalu. Rencananya, proses renovasi mulai berlangsung pada Juni 2012 mendatang. "Benar, kami nanti akan memulai renovasi awal Juni nanti. Kami akan alihkan segala aktivitas di stadion Teladan," ujar Zulhifzi. Pria yang akrab disapa 'Opung' itu menjelaskan, dana renovasi sebesar Rp 10,9 Milliar yang dikucurkan Kemenpora bersumber dari APBD untuk merenovasi tribun tertutup, VIP, lapangan, mixzone, drainase, ruang ganti dan media centre. Pekerjaan renovasi tersebut akan diperkirakan rampung pada Desember 2012 dan menghabiskan dana yang nilainya ditaksir mencapai Rp 18,9 Milliar. Dana tersebut dialokasikan untuk memperbaiki sektor lapangan yang sering tergenang air saat hujan turun. "Sesuai jadwal lama, pengerjaan renovasi berlangsung selama enam bulan. Terpenting adalah bagian lapangan. Kami akan membuat lapangan yang cukup bagus agar tidak tergenang air saat hujan deras," janji Zulhifzi yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Medan ini. Sokongan dana untuk merenovasi markas PSMS Medan itu tidak hanya datang dari Kemenegpora, tetapi juga dari Pemerintah Kota Medan yang akan membantu renovasi tribun terbuka yang dinaungi Dinas Perumahan dan Pemukiman Medan dengan anggaran sebesar Rp 14 Milliar dengan pengerjaan penambahan kapasitas pada tribun terbuka. "Antara Dana dari Kemenegpora dan Pemkot Medan berbeda, kontraktornya juga berbeda, saya menaungi pembangunan dari dana Menpora, sedangkan dana dari Pemkot Medan nantinya ditangani oleh Dinas Perkim Medan," "Rencananya akan ditambahkan empat tingkat di tribun terbuka, saat ini sedang dalam proses tender untuk tribun terbuka," dia menambahkan.

PSMS" Kemenagan yang dramatis....


MEDAN - Sempat tertinggal dua gol, PSMS Medan tampil penuh semangat di babak kedua untuk bangkit dan meraih kemenangan dramatis atas Persela Lamongan 4-3 dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, tadi malam. Sayangnya, laga ini diwarnai dua kartu merah dari wasit Suharto asal Tangerang untuk penjaga gawang Ali Barkah dan Danu Rosade (Persela Lamongan) karena menerjang dan memukulnya, akibat tidak menerima keputusannya. Sikap tercela kedua pemain Laskar Joko Tingkir itu karena memprotes keputusan wasit yang memberi tendangan bebas kepada tuan rumah. Setelah diberi penjelasan, mereka menerima keputusan tersebut. Namun begitu menghasilkan gol yang kemudian menjadi penentu kemenangan PSMS, spontan anak-anak asuhan pelatih Miroslav Janu serempak mengejar wasit. Pemukulan dan terjangan diterima kembali oleh Suharto begitu meniup peluit panjang. Melihat gelagat negatif itu, petugas keamanan memasuki lapangan untuk menyelamatkan Suharto dari kejaran pemain Persela. Ironisnya, petugas keamanan juga ikut dilawan pemain Persela, termasuk pihak panpel, sehingga terjadi keributan dan saling memukul. Keributan selama 20 menit itu akhirnya bisa diamankan setelah pihak panpel dan petugas keamanan menggiring pemain Persela memasuki ruang ganti. Gol penentu kemenangan PSMS itu sendiri tercipta lewat sundulan kepala Sasa Zecevic yang memanfaatkan tendangan bebas Nastja Ceh. Sebelumnya, tim tamu mengejutkan PSMS pada menit kelima melalui gol cepat Park Chul Hyung. Menit 37, Mario Costas memperbesar keunggulan Persela. Pada babak kedua, PSMS langsung menggebrak pertahanan Laskar Joko Tingkir. Hasilnya, tujuh menit laga berjalan, sundulan kepala Zulkarnaen memperkecil kekalahan PSMS. Tak lama berselang, giliran Yoseph Nico Malau membuat seisi Stadion Teladan bergemuruh setelah mampu menyamakan skor lewat gol spektakulernya. Mendapat umpan dari Denny Rumba, Nico mengelabui dua pemain bertahan sebelum melepaskan tembakannya yang hanya bisa dipandangi Ali Barkah memasuki gawangnya. Namun, kegembiraan PSMS tidak bertahan lama karena Costas lagi-lagi membawa Persela unggul. Kembali tertinggal, Ayam Kinantan terus menekan Persela. Kerja keras skuad asuhan Suharto akhirnya berbuah hasil di menit 82. Untuk kedua kali, Nico Malau menjadi mimpi buruk bagi Persela lewat tandukannya. Di sisa waktu, kedua tim saling jual beli serangan. Ternyata PSMS lebih beruntung hingga akhirnya Sasa Zecevic menjadi penentu kemenangan lewat golnya di masa injury time.

Lawan Persela, PSMS janji main keras


MEDAN - Skuad PSMS Medan menjanjikan bakal tampil habis-habisan menghadapi Persela Lamongan pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Minggu (20/5) nanti. Demi mencapai kemenangan, Ayam Kinantan akan tampil dengan ciri khasnya sebagaimana mereka ikrarkan usai latihan di Stadion Teladan, Kamis. PSMS kini berada di peringkat 14 dengan nilai 26, sehingga menargetkan 15 poin dari lima laga sisa. Setelah melawan Persela, PSMS akan ditantang Arema Malang (26 Mei), Persib Bandung (17 Juni), Pelita Jaya (23 Juni), dan terakhir PSAP Sigli (28 Juni). “Untuk mendapatkan hasil maksimal, pemain sudah siap berbuat apa saja. Bila perlu, jangankan mandi keringat , mandi darah pun siap demi mencapai kemenangan,” tekad gelandang PSMS, Alamsyah Nasution. “Jangankan cedera, terbaring di rumah sakitpun kami siap demi PSMS,” katanya sama sekali tidak merasa sungkan untuk bermain di posisi apa saja, asal Ayam Kinantan menang melawan Laskar Joko Tingkir. Dua pemain lainnya, Rahmad dan Zulkarnaen, juga sepakat dengan Alamsyah. Keduanya mengatakan juga tidak memikirkan resiko demi kemenangan PSMS dari Persela dan tim lainnya. Libero Sasa Zecevic dan Novi Handriawan pun menyatakan kesiapannya untuk bermain ‘kayu’ guna menyelamatkan gawang Edi Kurnia dari kebobolan. “Itu adalah resiko kami sebagai pemain. Bila bertanding di kandang lawan, kami selalu dikasari tim tuan rumah, tetapi sanksinya tidak ada. Kenapa kami tidak melakukan hal serupa nanti di Stadion Teladan?!” tukas Novi. “Lagipula, seatraktif apapun permainan sebuah tim, tak bisa dipungkiri bahwa yang terpenting adalah hasil akhir pertandingan,” tambah Novi. Publik sepakbola di Teladan tidak hanya ingin melihat permainan yang baik, tetapi ingin melihat timnya bisa membawa kemenangan. Palang pintu PSMS itu optimis bisa meraih nilai penuh atas Laskar Joko Tingkir. Sebab, sejak menahan tuan rumah Gresik United dua pekan lalu, mereka termotivasi memenangkan semua laga sisa, khususnya di kandang. “Kami seluruhnya termotivasi penuh untuk menang. Selain itu beberapa pemain yang selama ini cedera juga sudah sembuh, termasuk saya sendiri,” klaim Anton Samba, pemain paling rajin shalat lima waktu itu. ​