PSMS Medan berada di posisi juru kunci Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Sore ini,anak asuh Fabio Lopez ingin memperbaiki nasib mereka dan siap menghadang ambisi tamunya, Persiraja Banda Aceh,di Stadion Teladan.
Persiapan yang lebih baik plus kedatangan Lopez dan tambahan sejumlah amunisi membuat optimisme PSMS meninggi.Dari lini belakang ada dua pemain asing yang siap diturunkan untuk memperkokoh pertahanan PSMS,yaitu Vagner Luis de Oliviera Marins dan Goran Gancev. Lopez mengakui grafik permainan anak asuhnya semakin baik.”Kami harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan masa paceklik dengan meraih tiga poin besok (hari ini),”sebut Lopez,kemarin.
Pelatih berpaspor Italia itu melihat atmosfer positif yang menyambangi timnya membuat kans menang lebih terbuka.Selain konsentrasi dalam latihan, dia menilai persiapan yang dinilai lebih maksimal membuatnya yakin Vagner Luis dkk layak meraih tiga angka. ”Besok (hari ini),kami datang ke lapangan untuk menang,seperti juga di pertandingan mana saja yang akan kami lakukan.
Kepada saya,mereka juga menunjukkan bahwa mereka ingin tim ini berubah,”lanjut pria yang pernah jadi pemandu bakat klub Seri A Atalanta dan Fiorentina itu. Khusus lini belakang,selain ada Vagner Luis dan Goran,dua bek sayap berusia muda Sutrisno serta Safrudin Tahar jadi pilihan Lopez.Setali tiga uang di lini tengah,kehadiran gelandang asal Korea Selatan (Korsel) Ahn Hyo-yeon sebagai pengatur serangan akan membuat serangan The Killer,julukan lain PSMS, lebih baik.
Untuk mengemban misi kemenangan, formasi 4-4-2 bakal diusung.Kemampuan screening bola yang baik dan postur jangkung Julio Cesar Alcorse dan kecepatan yang dimiliki Jecky Pasarela bakal jadi kekuatan penggedor PSMS. Keyakinan memetik poin penuh juga dicetuskan Asisten Pelatih PSMS M Khaidir. ”Menghadapi Persiraja merupakan sebuah kesempatan bagus untuk mendapatkan poin penuh.
Tak hanya kami yang rindu kemenangan,para pendukung PSMS juga merasakan hal yang sama,”cetusnya. Di samping membawa misi tiga poin, Khaidir juga tak mau lengah. Apalagi, pemain Persiraja tak lagi boleh dianggap sebelah mata.Komposisi utama Persiraja tak mengalami banyak perubahan dari musim lalu. Kolektivitas bermain Fahrizal Dillah dkk patut diwaspadai.
Namun,ada positifnya,Khaidir pernah membesut 60% anggota skuad Laskar Rencong, julukan Persiraja, sekarang sehingga dia cukup paham karakter bermain mereka. ”Ada pemain mereka yang perlu diwaspadai,yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten Abdul Musawir.
Keduanya suka muncul ke depan dan pintar cari peluang untuk mencetak gol,”cetus Khaidir. Di tengah ambisiusnya PSMS,Persiraja merendah.Herry Kiswanto enggan bicara kekuatan tuan rumah.”Sebelum bertanding, saya tetap menghormati kedua tim samasama memiliki kans menang.Sepak bola sulit diprediksi dan yang terpenting kami harus berusaha,”ujar Herry. (Syukri Amal/Sindo)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, January 7, 2012
Indonesia Super League Lawan Persib Seperti Lawan Timnas Bagi PSMS
Sukses menahan imbang Pelita Jaya 2-2 di Karawang, kemarin, pelatih PSMS Medan langsung mempersiapkan strategi menghadapi Persib Bandung, Senin 9 Januari 2012 mendatang. Raja Isa bin RAS, arsitek PSMS, berharap sukses di Karawang menahan Pelita Jaya akan menambah motivasi skuad Ayam Kinantan berlaga di Stadion Jalak Harupat.
Skuad PSMS, ujar Raja Isa, secara kualitas di bawah pemain Persib yang bertabur bintang. Belum lagi pendukung fanatik Bobotoh yang mengganggap PSMS seteru abadi tentu akan memberikan tekanan mental bagi Markus Horison dan kawan-kawan.
"Kami menggangap menghadapi Persib berhadapan dengan timnas Indonesia. Itu karena Persib bertabur pemain timnas Indonesia. Persib hanya terlalu percaya diri kemarin saat berhadapan dengan PSAP Sigli, sehingga merugikan mereka sendiri. Itu saja kesalahan mereka," kata Raja Isa bin RAS kepada Tempo, Jumat 6 Januari 2012.
Meski kualitas pemain Persib rata-rata di atas pemain PSMS, Raja Isa yakin tim kebanggaan warga Medan itu akan membuat kejutan di kandang Persib. Hanya, ujar Raja Isa, belajar dari pertandingan kemarin di kandang Pelita Jaya, PSMS lengah di sepuluh menit pertama dan sepuluh menit terakhir pertandingan.
"Saya akan instruksikan pemain untuk waspada dengan serangan cepat Persib untuk menjaga area pertahanan. Kepada empat stopper PSMS, saya akan beri tugas khusus. Besok, usai latihan di Jalak Harupat, tugas itu baru saya sampaikan kepada keempatnya," ujar Raja Isa.
Walaupun PSMS Medan tidak pernah berlaga melawan Persib dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dari dua rekaman pertandingan terakhir Persib melawan Sriwijaya dan PSAP, Raja Isa mengaku mengetahui kelemahan anak asuh Drago Mamic. "Saya hanya khawatir dengan dua pemain Persib, yakni Moses Sakyi dan Miljan Radovic. Dua pemain itu saya kenal karakternya. Mereka bermain sepakbola modern dan punya speed juga power," kata Raja Isa.
Untuk mengimbagi Persib, Raja Isa menginstruksikan pemainnya untuk bermain sabar, taktis, dan tidak terprovokasi serta bisa mengambil kesempatan untuk melakukan serangan balik. Raja Isa malah khawatir soal nonteknis seperti tekanan mental. "Yang agak saya waspadai adalah tekanan dari pendukung Persib yang terkenal fanatik. Apalagi PSMS adalah seteru lama Persib. Tadi pagi saya tanya anak-anak mereka tidak takut tekanan penonton. Saya bisa lega mengatur taktik mengalahkan Persib. Kami yakin bisa mengimbangi mereka." (Sahat Simatupang/Tempo)
Skuad PSMS, ujar Raja Isa, secara kualitas di bawah pemain Persib yang bertabur bintang. Belum lagi pendukung fanatik Bobotoh yang mengganggap PSMS seteru abadi tentu akan memberikan tekanan mental bagi Markus Horison dan kawan-kawan.
"Kami menggangap menghadapi Persib berhadapan dengan timnas Indonesia. Itu karena Persib bertabur pemain timnas Indonesia. Persib hanya terlalu percaya diri kemarin saat berhadapan dengan PSAP Sigli, sehingga merugikan mereka sendiri. Itu saja kesalahan mereka," kata Raja Isa bin RAS kepada Tempo, Jumat 6 Januari 2012.
Meski kualitas pemain Persib rata-rata di atas pemain PSMS, Raja Isa yakin tim kebanggaan warga Medan itu akan membuat kejutan di kandang Persib. Hanya, ujar Raja Isa, belajar dari pertandingan kemarin di kandang Pelita Jaya, PSMS lengah di sepuluh menit pertama dan sepuluh menit terakhir pertandingan.
"Saya akan instruksikan pemain untuk waspada dengan serangan cepat Persib untuk menjaga area pertahanan. Kepada empat stopper PSMS, saya akan beri tugas khusus. Besok, usai latihan di Jalak Harupat, tugas itu baru saya sampaikan kepada keempatnya," ujar Raja Isa.
Walaupun PSMS Medan tidak pernah berlaga melawan Persib dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dari dua rekaman pertandingan terakhir Persib melawan Sriwijaya dan PSAP, Raja Isa mengaku mengetahui kelemahan anak asuh Drago Mamic. "Saya hanya khawatir dengan dua pemain Persib, yakni Moses Sakyi dan Miljan Radovic. Dua pemain itu saya kenal karakternya. Mereka bermain sepakbola modern dan punya speed juga power," kata Raja Isa.
Untuk mengimbagi Persib, Raja Isa menginstruksikan pemainnya untuk bermain sabar, taktis, dan tidak terprovokasi serta bisa mengambil kesempatan untuk melakukan serangan balik. Raja Isa malah khawatir soal nonteknis seperti tekanan mental. "Yang agak saya waspadai adalah tekanan dari pendukung Persib yang terkenal fanatik. Apalagi PSMS adalah seteru lama Persib. Tadi pagi saya tanya anak-anak mereka tidak takut tekanan penonton. Saya bisa lega mengatur taktik mengalahkan Persib. Kami yakin bisa mengimbangi mereka." (Sahat Simatupang/Tempo)
Friday, January 6, 2012
Duo PSMS Kompak Belum Gajian
PSMS yang mengaku sama-sama profesional, ternyata masih mengadopsi masalah serupa dari musim ke musim. Apa lagi kalau bukan cerita keterlambatan gaji. Kali ini, baik PSMS yang main di Indonesian Super League (ISL) maupun yang di Indonesian Primer League (IPL), sama-sama belum gajian.
PSMS ISL awalnya menerima gaji setiap tanggal 27 setiap bulannya. Tapi belakangan tanggal itu diralat menjadi tanggal 10 setiap bulannya. Artinya, hingga saat ini yang sudah memasuki tanggal 6 Januari, pemain dan perangkat tim belum gajian bulan Desember.
Tidak ada tindakan pasti dari manajemen tim yang dikawal Manajer, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu tak berdaya memberikan garansi gaji, padahal ini merupakan tanggung jawab seorang manajer.
Bahkan CEO PSMS ISL, Idris yang turut ke Kerawang menonton PSMS berlaga sehari sebelum lawan Pelita juga tak ada menyinggung soal gaji. Kabarnya Idris hanya menjanjikan bonus jika menang melawan Pelita Jaya. Dan bonus itu tak dibeberkan jumlahnya. Dan sialnya, PSMS hanya mampu main imbang. Apakah tetap ada bonus?
Sementara dari kubu PSMS IPL, masalah serupa terjadi. Tim yang konon ditopang pendanaannya oleh Konsorsium yang berada di balik PSSI saat ini, nyatanya tetap tak mampu membayar gaji tepat waktu. Padahal konsorsium itu yang paling berkoar kalau liganya yang terbaik.
Penggajian pemain IPL baru diberikan kepada 18 pemain yang sejak awal bergabung yakni per tanggal 26 November. Sumber terpercaya dari lingkup PSMS IPL menyebutkan gaji dan kontrak untuk 18 pemain sudah digelontorkan. Tetapi untuk delapan pemain anyar yang bergabung, tepatnya usai dijamu Arema (14/12) belum memeroleh gaji di awal meski sudah menandatangani kontrak. Tak hanya pemain, pengurus tim juga masih bokek tak bergaji.
CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat mengatakan hanya ada sejumlah pemain dan manajemen yang belum dibayarkan. “Hampir semua sudah beres kok, begitu juga manajemen,” kilahnya.
(ful/saz/Sumutpos)
PSMS ISL awalnya menerima gaji setiap tanggal 27 setiap bulannya. Tapi belakangan tanggal itu diralat menjadi tanggal 10 setiap bulannya. Artinya, hingga saat ini yang sudah memasuki tanggal 6 Januari, pemain dan perangkat tim belum gajian bulan Desember.
Tidak ada tindakan pasti dari manajemen tim yang dikawal Manajer, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu tak berdaya memberikan garansi gaji, padahal ini merupakan tanggung jawab seorang manajer.
Bahkan CEO PSMS ISL, Idris yang turut ke Kerawang menonton PSMS berlaga sehari sebelum lawan Pelita juga tak ada menyinggung soal gaji. Kabarnya Idris hanya menjanjikan bonus jika menang melawan Pelita Jaya. Dan bonus itu tak dibeberkan jumlahnya. Dan sialnya, PSMS hanya mampu main imbang. Apakah tetap ada bonus?
Sementara dari kubu PSMS IPL, masalah serupa terjadi. Tim yang konon ditopang pendanaannya oleh Konsorsium yang berada di balik PSSI saat ini, nyatanya tetap tak mampu membayar gaji tepat waktu. Padahal konsorsium itu yang paling berkoar kalau liganya yang terbaik.
Penggajian pemain IPL baru diberikan kepada 18 pemain yang sejak awal bergabung yakni per tanggal 26 November. Sumber terpercaya dari lingkup PSMS IPL menyebutkan gaji dan kontrak untuk 18 pemain sudah digelontorkan. Tetapi untuk delapan pemain anyar yang bergabung, tepatnya usai dijamu Arema (14/12) belum memeroleh gaji di awal meski sudah menandatangani kontrak. Tak hanya pemain, pengurus tim juga masih bokek tak bergaji.
CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat mengatakan hanya ada sejumlah pemain dan manajemen yang belum dibayarkan. “Hampir semua sudah beres kok, begitu juga manajemen,” kilahnya.
(ful/saz/Sumutpos)
Jelang Lawan Persiraja PSMS IPL Incar Kemenangan Perdana
Tiga kali kalah dari tiga kali pertandingan membuat PSMS Medan terpuruk ke posisi juru kunci klasemen Indonesian Premier League (IPL). Fakta kurang menguntungkan itu membuat pelatih Fabio Lopez dan asistennya, M Khaidir, prihatin.
Karena itu, PSMS pasang target harus menang saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (7/1/2012).
"Terus terang para pendukung PSMS sudah lama merindukan kemenangan. Saya kira pertandingan lawan Persiraja nanti merupakan kesempatan bagus bagi kami untuk mendapatkan tiga poin," kata M Khaidir, Kamis (5/1/2012).
Guna mewujudkan target itu PSMS telah membenahi kelemahan mereka yang paling mendasar, yakni finishing touch. Kelemahan itu sangat terlihat saat PSMS hanya bisa menang 2-0 dalam laga pemanasan melawan Putra Buana, Senin (1/1) lalu.
"Padahal PSMS dominan sekali dalam pertandingan itu. Masih ada waktu lima hari untuk membenahi penyelesaian akhir sebelum menghadapi Persiraja, dan itulah yang kami lakukan saat ini," tambahnya.
Selain berusaha meningkatkan produktivitas gol, PSMS juga bakal menambal lini belakang yang dinilai terlalu gampang dijebol lawan. Dari tiga kali pertandingan gawang PSMS telah kebobolan tujuh kali.
Masuknya Goran Gancev, stopper anyar asal Makedonia, diharapkan mampu memperkokoh benteng PSMS. Apalagi di sana sudah ada Vagner Luis.
"Sengaja kita memasang dua pemain asing di belakang, sebab itulah kendala kita selama ini. Lebih-lebih tim ini kan baru terbentuk," katanya lagi.
Goran Gancev adalah pemain asing terakhir yang direkrut PSMS, menyusul An Hyo Yoen (Korsel), Vagner Luis (Brazil), dan Julio Cesar Alcorse (Argentina).
Sebagai mantan pelatih Persiraja, Khaidir sedikit banyak sudah tahu kekuatan dan kelemahan tim berjuluk Laskar Rencong tersebut. Apalagi 60 persen pemain Persiraja saat ini adalah mantan anak didiknya langsung.
"Ada dua pemain mereka yang perlu diwaspadai yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Kedua pemain ini suka muncul ke depan dan pintar cari peluang untuk mencetak gol," pungkasnya. (Juang Naibaho/TribunNews)
Karena itu, PSMS pasang target harus menang saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (7/1/2012).
"Terus terang para pendukung PSMS sudah lama merindukan kemenangan. Saya kira pertandingan lawan Persiraja nanti merupakan kesempatan bagus bagi kami untuk mendapatkan tiga poin," kata M Khaidir, Kamis (5/1/2012).
Guna mewujudkan target itu PSMS telah membenahi kelemahan mereka yang paling mendasar, yakni finishing touch. Kelemahan itu sangat terlihat saat PSMS hanya bisa menang 2-0 dalam laga pemanasan melawan Putra Buana, Senin (1/1) lalu.
"Padahal PSMS dominan sekali dalam pertandingan itu. Masih ada waktu lima hari untuk membenahi penyelesaian akhir sebelum menghadapi Persiraja, dan itulah yang kami lakukan saat ini," tambahnya.
Selain berusaha meningkatkan produktivitas gol, PSMS juga bakal menambal lini belakang yang dinilai terlalu gampang dijebol lawan. Dari tiga kali pertandingan gawang PSMS telah kebobolan tujuh kali.
Masuknya Goran Gancev, stopper anyar asal Makedonia, diharapkan mampu memperkokoh benteng PSMS. Apalagi di sana sudah ada Vagner Luis.
"Sengaja kita memasang dua pemain asing di belakang, sebab itulah kendala kita selama ini. Lebih-lebih tim ini kan baru terbentuk," katanya lagi.
Goran Gancev adalah pemain asing terakhir yang direkrut PSMS, menyusul An Hyo Yoen (Korsel), Vagner Luis (Brazil), dan Julio Cesar Alcorse (Argentina).
Sebagai mantan pelatih Persiraja, Khaidir sedikit banyak sudah tahu kekuatan dan kelemahan tim berjuluk Laskar Rencong tersebut. Apalagi 60 persen pemain Persiraja saat ini adalah mantan anak didiknya langsung.
"Ada dua pemain mereka yang perlu diwaspadai yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Kedua pemain ini suka muncul ke depan dan pintar cari peluang untuk mencetak gol," pungkasnya. (Juang Naibaho/TribunNews)
PSMS Imbangi Pelita Jaya 2-2
Tuan rumah Pelita Jaya Karawang ditahan imbang PSMS Medan dengan skor 2-2 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012, di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis malam.
Dua gol Pelita Jaya tercipta melalui Safee Sali pada menit ke-1 dan melalui Bajevski pada menit ke-46. Sedangkan gol tim tamu, PSMS tercipta dari Zulkarnain pada menit ke-55 dan Arie Supriatna pada menit ke-63.
Sejak memasuki detik-detik pertama, skuad Pelita Jaya menggencarkan serangan dan akhirnya berbuah manis pada menit ke-1 melalui tandukkan Safee yang mendapatkan umpan dari kiri gawang.
Gol pada menit-menit pertama itu seperti memicu semangat anak asuh Djajang Nurjaman, skuad Pelita terus mengencarkan berbagai serangan ke jantung pertahanan lawan.
Peluang emas bagi Pelita Jaya terjadi pada menit ke-6. Greg Nwokolo yang berhasil menerobos masuk ke barisan belakang PSMS memberi umpan kepada Engelbert Sani yang berdiri tanpa kawalan pemain lawan di area kotak penalti. Tetapi sayang, tendangan Engerbert melambung ke atas mistar gawang.
Walaupun bermain dalam kondisi lapang basah dan licin, masing-masing tim tidak ragu-ragu menggencarkan serangan dan bermain terbuka.
Skuad Pelita Jaya berusaha menambah keunggulan serta PSMS tidak mau ketinggalan dan terus meninggal ketertinggalannya. Tetapi, serangan yang ditampilkan masing-masing tim tidak membuahkan gol hingga waktu turun minum, skor tetap 1-0 atas keunggulan Pelita Jaya.
Memasuki babak kedua, anak asuh Djajang Nurjaman berhasil menambah keunggulan. Papan skor berubah menjadi 2-0 atas kemenangan Pelita Jaya melalui kaki Bajevski pada menit ke-46.
Tetapi keunggulan tim tuan rumah tidak berlangsung lama. Pemain PSMS bernomor punggung 11, Zulkarnain berhasil menggetarkan jala gawang Pelita Jaya yang dikawal I Made Kadek Wardana pada menit ke-55. Setelah mendapat kesempatan, Zulakarnain langsung melesakkan bola ke gawang Pelita dengan keras, sampai terjadi gol.
Greg Nwokolo yang mendapat dukungan para suporternya, berusaha mempertahankan keunggulannya, dengan memainkan permainan dari kaki ke kaki. Tetapi Pelita justru yang kembali kebobolan pada menit ke-63.
Gol yang membuat skor sama menjadi 2-2 itu tercipta melalui kaki Arie Supriatna. Kesalahan dua pemain belakang Pelita Jaya yang bertabrakan hingga terjatuh benar-benar dimanfaatkan Arie, hingga terjadi gol.
Tetapi pencetak gol PSMS kedua itu harus puas berhenti bermain sebelum waktu habis, karena mendapat hadiah kartu merah pada menit ke-78. Kartu merah dikeluarkan wasit akumulasi kartu kuning yang diperoleh Arie.
Walaupun menghadapi 10 pemain PSMS sejak menit ke-78, permainan yang ditampilkan Pelita kurang berkembang, sehingga tidak terjadi gol sampai pertandingan selesai. Skor 2-2 bertahan hingga wasit meniup pluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan. (antara)
Dua gol Pelita Jaya tercipta melalui Safee Sali pada menit ke-1 dan melalui Bajevski pada menit ke-46. Sedangkan gol tim tamu, PSMS tercipta dari Zulkarnain pada menit ke-55 dan Arie Supriatna pada menit ke-63.
Sejak memasuki detik-detik pertama, skuad Pelita Jaya menggencarkan serangan dan akhirnya berbuah manis pada menit ke-1 melalui tandukkan Safee yang mendapatkan umpan dari kiri gawang.
Gol pada menit-menit pertama itu seperti memicu semangat anak asuh Djajang Nurjaman, skuad Pelita terus mengencarkan berbagai serangan ke jantung pertahanan lawan.
Peluang emas bagi Pelita Jaya terjadi pada menit ke-6. Greg Nwokolo yang berhasil menerobos masuk ke barisan belakang PSMS memberi umpan kepada Engelbert Sani yang berdiri tanpa kawalan pemain lawan di area kotak penalti. Tetapi sayang, tendangan Engerbert melambung ke atas mistar gawang.
Walaupun bermain dalam kondisi lapang basah dan licin, masing-masing tim tidak ragu-ragu menggencarkan serangan dan bermain terbuka.
Skuad Pelita Jaya berusaha menambah keunggulan serta PSMS tidak mau ketinggalan dan terus meninggal ketertinggalannya. Tetapi, serangan yang ditampilkan masing-masing tim tidak membuahkan gol hingga waktu turun minum, skor tetap 1-0 atas keunggulan Pelita Jaya.
Memasuki babak kedua, anak asuh Djajang Nurjaman berhasil menambah keunggulan. Papan skor berubah menjadi 2-0 atas kemenangan Pelita Jaya melalui kaki Bajevski pada menit ke-46.
Tetapi keunggulan tim tuan rumah tidak berlangsung lama. Pemain PSMS bernomor punggung 11, Zulkarnain berhasil menggetarkan jala gawang Pelita Jaya yang dikawal I Made Kadek Wardana pada menit ke-55. Setelah mendapat kesempatan, Zulakarnain langsung melesakkan bola ke gawang Pelita dengan keras, sampai terjadi gol.
Greg Nwokolo yang mendapat dukungan para suporternya, berusaha mempertahankan keunggulannya, dengan memainkan permainan dari kaki ke kaki. Tetapi Pelita justru yang kembali kebobolan pada menit ke-63.
Gol yang membuat skor sama menjadi 2-2 itu tercipta melalui kaki Arie Supriatna. Kesalahan dua pemain belakang Pelita Jaya yang bertabrakan hingga terjatuh benar-benar dimanfaatkan Arie, hingga terjadi gol.
Tetapi pencetak gol PSMS kedua itu harus puas berhenti bermain sebelum waktu habis, karena mendapat hadiah kartu merah pada menit ke-78. Kartu merah dikeluarkan wasit akumulasi kartu kuning yang diperoleh Arie.
Walaupun menghadapi 10 pemain PSMS sejak menit ke-78, permainan yang ditampilkan Pelita kurang berkembang, sehingga tidak terjadi gol sampai pertandingan selesai. Skor 2-2 bertahan hingga wasit meniup pluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan. (antara)
Gol Zulkarnaen Kado Untuk Suporter PSMS
Sebuah gol dari Zulkarnain pada menit ke-55 menjadi momentum kebangkitan PSMS Medan saat tertinggal dua gol atas Pelita Jaya. Dalam lanjutan Indonesia Super Leage (ISL), Kamis (5/1) malam di Stadion Singaperbangsa, Karawang itu, PSMS berhasil menahan imbang Pelita Jaya dengan skor 2-2.
Gol indah yang dicetak lewat tendangan dari jarak jauh itu dipersembahkan Zulkarnaen untuk Bek PSMS, Novi Handriawan yang berulang tahun ke-26, sehari sebelum laga.
"Gol yang aku ciptakan tadi, sebagai kado ualng tahun spesial untuk Novi yang memang sudah kuanjikan," ucap Zulkarnain sesaat setelah laga usai.
Ditambahkan Zulkarnain, gol tersebut juga diberikan bagi seluruh pendukung PSMS Medan yang tak pernah berhenti memberikan dukungan dan doa sejak pertandingan berlangsung, meski di tengah guyuran hujan deras.
"Terima kasih suporter untuk dukungannya sepanjang pertandingan, membuat semangat kami bertambah," ujar pemain yang akrab disapa Zul ini.
Sementara itu, hasil seri yang dipetik PSMS Medan juga bermakna ganda bagi pelatih Raja Isa. Hasil ini bagi pelatih asal Malaysia itu sebagai kado ulang tahun ke-11 bagi putrinya yang jatuh pada 11 Januari mendatang.
"Hasil seri ini cukup bermakna bagi saya. Selain sebagai pembuktian bahwa anak Medan mampu berbuat banyak di kancah sepak bola nasional, hasil laga ini juga sebagai kado ulang tahun putri saya, yang berulang tahun ke-11 pada 11 Januari mendatang," papar mantan pelatih Persiram dan Persipura tersebut.
Gol indah yang dicetak lewat tendangan dari jarak jauh itu dipersembahkan Zulkarnaen untuk Bek PSMS, Novi Handriawan yang berulang tahun ke-26, sehari sebelum laga.
"Gol yang aku ciptakan tadi, sebagai kado ualng tahun spesial untuk Novi yang memang sudah kuanjikan," ucap Zulkarnain sesaat setelah laga usai.
Ditambahkan Zulkarnain, gol tersebut juga diberikan bagi seluruh pendukung PSMS Medan yang tak pernah berhenti memberikan dukungan dan doa sejak pertandingan berlangsung, meski di tengah guyuran hujan deras.
"Terima kasih suporter untuk dukungannya sepanjang pertandingan, membuat semangat kami bertambah," ujar pemain yang akrab disapa Zul ini.
Sementara itu, hasil seri yang dipetik PSMS Medan juga bermakna ganda bagi pelatih Raja Isa. Hasil ini bagi pelatih asal Malaysia itu sebagai kado ulang tahun ke-11 bagi putrinya yang jatuh pada 11 Januari mendatang.
"Hasil seri ini cukup bermakna bagi saya. Selain sebagai pembuktian bahwa anak Medan mampu berbuat banyak di kancah sepak bola nasional, hasil laga ini juga sebagai kado ulang tahun putri saya, yang berulang tahun ke-11 pada 11 Januari mendatang," papar mantan pelatih Persiram dan Persipura tersebut.
Indonesia Super League Raja Isa Puas PSMS Imbangi Pelita
Pelatih PSMS Medan Raja Isa Puas dengan penampilan anak asuhnya saat bermain imbang 2-2 kala dijamu klub bertabur bintang Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa,Karawang, Kamis,5 Januari 2012.
Saat dihubungi oleh VIVAnews.com pelatih asal Malaysia ini mengatakan memang menargetkan hasil seri di dua lawatannya ke Jawa Barat. Di pertandingan kali ini dia mengatakan para pemain telah menerapkan strategi dengan baik meskipun sempta mendapat tekanan dari para pemain Pelita.
"Ya, saya cukup puas dengan penampilan anak anak di lapangan. Mereka tampil dengan mengandalkan kolektivitas dan memainkan bola-bola pendek yang memang sudah saya instruksikan sejak awal pertandingan," ujar Raja Isa.
Walaupun sempat tertinggal 2 Gol, Raja Isa mengaku tidak mengubah formasinya. Dia juga mengatakan kalo strategi tim tidak berjalan di babak pertama akibat tekanan yang diberikan oleh Pelita.
Untungnya, mereka akhirnya bisa keluar dari tekanan dan balik menguasai permainan sejak terciptanya gol tendangan jarak jauh zulkarnaen di menit 55. Gol itu juga yang menurutnya semakin memotivasi pemain PSMS untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
"Kami tertekan dibabak pertama, namun dibabak kedua pemain Pelita terlalu mengangap remeh kami setelah unggul dua gol. Saya sendiri selalu mengintruksikan pemain untuk tetap fokus walaupun sudah tertinggal," ungkapnya. (Ondo.S/Muchamad Syuhada/Vivanews)
Saat dihubungi oleh VIVAnews.com pelatih asal Malaysia ini mengatakan memang menargetkan hasil seri di dua lawatannya ke Jawa Barat. Di pertandingan kali ini dia mengatakan para pemain telah menerapkan strategi dengan baik meskipun sempta mendapat tekanan dari para pemain Pelita.
"Ya, saya cukup puas dengan penampilan anak anak di lapangan. Mereka tampil dengan mengandalkan kolektivitas dan memainkan bola-bola pendek yang memang sudah saya instruksikan sejak awal pertandingan," ujar Raja Isa.
Walaupun sempat tertinggal 2 Gol, Raja Isa mengaku tidak mengubah formasinya. Dia juga mengatakan kalo strategi tim tidak berjalan di babak pertama akibat tekanan yang diberikan oleh Pelita.
Untungnya, mereka akhirnya bisa keluar dari tekanan dan balik menguasai permainan sejak terciptanya gol tendangan jarak jauh zulkarnaen di menit 55. Gol itu juga yang menurutnya semakin memotivasi pemain PSMS untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
"Kami tertekan dibabak pertama, namun dibabak kedua pemain Pelita terlalu mengangap remeh kami setelah unggul dua gol. Saya sendiri selalu mengintruksikan pemain untuk tetap fokus walaupun sudah tertinggal," ungkapnya. (Ondo.S/Muchamad Syuhada/Vivanews)
Thursday, January 5, 2012
Supporter PSMS Serbu Karawang dan Bandung
Suporter PSMS, yang tergabung dalam PSMS fans Club akan mendukung langsung PSMS Medan yang akan bertandang ke stadion Singaperbangsa, Karawang dan Si Jalak Harupat, Bandung, kala di Jamu oleh Pelita Jaya dan Persib Bandung.
Kordinator PSMS fans club wilayah Jabodetabek "Eka Ambarita" Mengatakan Ratusan anggota PFC akan mendukung PSMS Medan langsung di Karawang dan Bandung, dilaga tandang kali ini eka mengatakan akan mendukung PSMS langsung ke stadion untuk mengangkat semangat para pemain PSMS bertanding nanti.
"Ya,kami akan datang langsung ke stadion untuk mendukung PSMS, kedatangan kami mendukung PSMS dimana pun medan-nya adalah tradisi rutin kami untuk mengangkat semangat juang para pemain PSMS di setiap pertandingannya," ujar Eka.
Rombongan PFC van Java yang akan menghijaukan Jawa Barat ini akan berangkat menuju karawang besok pagi, Kamis, 5 Januari, dari stasiun Kereta Api Bekasi pada pukul 09.00 WIB.
Eka menambahkan bentroknya jadwal pertandingan dengan aktivitas kerja bagi sebagian suporter yang mempunyai rutinitas harian di pekerjaannya dan kuliah masing-masing membuat jumlah rombongan tidak sebesar saat akhir pekan.
"Pasti banyak simpatisan PSMS yang akan hadir langsung ke Karawang, namun saat laga PSMS vs Persib nanti kemungkinan akan lebih besar lagi, mengingat partai itu adalah partai klasik Indonesia, kordinator PFC dari Semarang sudah menyatakan akan hadir di Bandung nanti" tambahnya.
Sementara itu rombongan suporter PSMS akan disambut oleh suporter Pelita Jaya, kordinator Pelita Mania ( P-Man ), Kang Medi mengatakan P-Man siap menyambut anak anak Medan besok di Stasiun kereta Karawang. (Ondo S/Muchamad Syuhada/Vivanews)
Kordinator PSMS fans club wilayah Jabodetabek "Eka Ambarita" Mengatakan Ratusan anggota PFC akan mendukung PSMS Medan langsung di Karawang dan Bandung, dilaga tandang kali ini eka mengatakan akan mendukung PSMS langsung ke stadion untuk mengangkat semangat para pemain PSMS bertanding nanti.
"Ya,kami akan datang langsung ke stadion untuk mendukung PSMS, kedatangan kami mendukung PSMS dimana pun medan-nya adalah tradisi rutin kami untuk mengangkat semangat juang para pemain PSMS di setiap pertandingannya," ujar Eka.
Rombongan PFC van Java yang akan menghijaukan Jawa Barat ini akan berangkat menuju karawang besok pagi, Kamis, 5 Januari, dari stasiun Kereta Api Bekasi pada pukul 09.00 WIB.
Eka menambahkan bentroknya jadwal pertandingan dengan aktivitas kerja bagi sebagian suporter yang mempunyai rutinitas harian di pekerjaannya dan kuliah masing-masing membuat jumlah rombongan tidak sebesar saat akhir pekan.
"Pasti banyak simpatisan PSMS yang akan hadir langsung ke Karawang, namun saat laga PSMS vs Persib nanti kemungkinan akan lebih besar lagi, mengingat partai itu adalah partai klasik Indonesia, kordinator PFC dari Semarang sudah menyatakan akan hadir di Bandung nanti" tambahnya.
Sementara itu rombongan suporter PSMS akan disambut oleh suporter Pelita Jaya, kordinator Pelita Mania ( P-Man ), Kang Medi mengatakan P-Man siap menyambut anak anak Medan besok di Stasiun kereta Karawang. (Ondo S/Muchamad Syuhada/Vivanews)
Wednesday, January 4, 2012
Eksekutor Bola Mati Ditetapkan Pelatih
Pelatih PSMS Medan versi Indonesian Premier League (IPL), Roberto Bianchi, telah menetapkan pemainnya yang akan menjadi eksekutor bola mati dalam setiap pertandingan.
Untuk eksekutor tendangan bebas, Roberto mennjuk Faisal Azmi. Sedangkan untuk tendangan penjuru sisi kiri dan kanan, akan dieksekusi secara bergantian oleh Xavi, Tambun Naibaho, Irvin Museng, dan Ghozali Muharram.
Di setiap pertandingan ujicoba, Faisal dan Rahmad bergantian menjadi eksekutor tendangan bebas. Roberto menyebutkan peran itu menuntut pemain mampu melakukan tendangan dengan akurasi tinggi. "Tidak semua pemain memiliki kemampuan sebagai eksekutor," ujarnya.
Sementara itu, untuk eksekutor tendangan penalti, Roberto tidak menetapkannya. Ia memberikan kebebasan kepada pemain untuk memutuskan siapa yang akan melakukan tendangan penalti.
"Saya tidak mau menentukan siapa yang akan jadi eksekutor penalti. Saya berikan itu kepada pemain, biar mereka yang memutuskan. Siapa saja boleh, asalkan ia memiliki mentalitas yang baik. Jika berani tentu ia menyakini diri punya mentalitas kuat," ucapnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Untuk eksekutor tendangan bebas, Roberto mennjuk Faisal Azmi. Sedangkan untuk tendangan penjuru sisi kiri dan kanan, akan dieksekusi secara bergantian oleh Xavi, Tambun Naibaho, Irvin Museng, dan Ghozali Muharram.
Di setiap pertandingan ujicoba, Faisal dan Rahmad bergantian menjadi eksekutor tendangan bebas. Roberto menyebutkan peran itu menuntut pemain mampu melakukan tendangan dengan akurasi tinggi. "Tidak semua pemain memiliki kemampuan sebagai eksekutor," ujarnya.
Sementara itu, untuk eksekutor tendangan penalti, Roberto tidak menetapkannya. Ia memberikan kebebasan kepada pemain untuk memutuskan siapa yang akan melakukan tendangan penalti.
"Saya tidak mau menentukan siapa yang akan jadi eksekutor penalti. Saya berikan itu kepada pemain, biar mereka yang memutuskan. Siapa saja boleh, asalkan ia memiliki mentalitas yang baik. Jika berani tentu ia menyakini diri punya mentalitas kuat," ucapnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
PSMS ISL Bawa18 Pemain dalam Tur Jawa
PSMS Medan akan melakoni laga super berat pekan ini. Tur Pulau Jawa akan mempertemukan skuad Ayam Kinantan dengan Pelita Jaya, dan disusul Persib Bandung.
Dalam tur ke Pulau Jawa ini, pelatih Raja Isa memboyong 18 pemain. Dua pemain merupakan pemain PSMS U-21, yakni M. Antoni dan Alrian Suhaibi. Tapi belum ada kepastian dari Raja Isa bakal menurunkan keduanya.
"Kita lihat saja nanti. Kemungkinan itu tetap ada, karena itu Alrian dan Antoni dibawa serta. Tergantung situasi pertandingan nantinya," ujarnya.
Berikut nama 18 pemain PSMS yang dibawa dalam tur ke pulau Jawa:
Markus Haris Maulana, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Rahmad, Wawan Widiantoro, Anton Samba, Zulkarnaen, In Kyun Oh, Luis Alejandro Pena, Ikpefua Osas Saha, Choi Dong Soo, Ramadhan Saputra, M. Antoni, Alrian Suhaibi, Zainal Anwar, Sulaiman Alamsyah, Arie Supriatna, Ledi Utomo (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Dalam tur ke Pulau Jawa ini, pelatih Raja Isa memboyong 18 pemain. Dua pemain merupakan pemain PSMS U-21, yakni M. Antoni dan Alrian Suhaibi. Tapi belum ada kepastian dari Raja Isa bakal menurunkan keduanya.
"Kita lihat saja nanti. Kemungkinan itu tetap ada, karena itu Alrian dan Antoni dibawa serta. Tergantung situasi pertandingan nantinya," ujarnya.
Berikut nama 18 pemain PSMS yang dibawa dalam tur ke pulau Jawa:
Markus Haris Maulana, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Rahmad, Wawan Widiantoro, Anton Samba, Zulkarnaen, In Kyun Oh, Luis Alejandro Pena, Ikpefua Osas Saha, Choi Dong Soo, Ramadhan Saputra, M. Antoni, Alrian Suhaibi, Zainal Anwar, Sulaiman Alamsyah, Arie Supriatna, Ledi Utomo (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Skuad PSMS ISL Jajal Stadion Singaperbangsa
Skuad PSMS ISL menggelar uji coba lapangan di Stadion Singaperbangsa, Rabu (4/1/2012) pagi. Pelatih kepala Raja Isa, memberikan asupan materi latihan ringan, agar kebugaran fisik anak asuhnya tetap terjaga. Latihan dikombinasikan dengan sedikit materi taktikal, yakni penerapan masa transisi.
"Kontur lapangan bagus. Permainan bola dengan umpan-umpan pendek dapat dengan lancar diterapkan. Pemain mulai menunjukkan persenyawaan dan saling pengertian yang baik," ujarnya kepada www.tribun-medan.com usai latihan pagi digelar.
Apakah PSMS akan menerapkan umpan-umpan pendek saat bertemu Pelita, Kamis (5/1/2012) besok? "Tergantung situasi yang terjadi di lapangan. Kondisi lapangan sangat baik untuk bisa menerapkan itu. Tapi dengan catatan PSMS bisa menekan Pelita. Jika sebaliknya, taktik berikutnya tentu dengan pemanfaatan counter attack. Tak ada yang baku," tandas pelatih berkebangsaan Malaysia ini.
"Kontur lapangan bagus. Permainan bola dengan umpan-umpan pendek dapat dengan lancar diterapkan. Pemain mulai menunjukkan persenyawaan dan saling pengertian yang baik," ujarnya kepada www.tribun-medan.com usai latihan pagi digelar.
Apakah PSMS akan menerapkan umpan-umpan pendek saat bertemu Pelita, Kamis (5/1/2012) besok? "Tergantung situasi yang terjadi di lapangan. Kondisi lapangan sangat baik untuk bisa menerapkan itu. Tapi dengan catatan PSMS bisa menekan Pelita. Jika sebaliknya, taktik berikutnya tentu dengan pemanfaatan counter attack. Tak ada yang baku," tandas pelatih berkebangsaan Malaysia ini.
PSMS ISL Siap Curi Poin Lawan Persib dan Pelita
PSMS Medan siap tempur menjalani laga tandang perdananya. Tim ini menargetkan mencuri angka menghadapi Pelita Jaya, Kamis 5 Januari 2011, dan meladeni Persib Bandung, Senin 9 Januari 2012, dua laga tandang perdana Liga Super Indonesia.
Pelatih kepala PSMS Raja Isa bin RAS menilai wajar target mencuri angka di kandang lawan itu mengingat persiapan timnya terbilang matang. Persiapan itu antara lain pertandingan persahabatan dengan dua klub Malaysia, yakni Sime Darby dan Perak FC, pada pertengahan Desember lalu.
“Kami optimistis salah satu dari dua pertandingan away PSMS akan mencuri angka. Apakah di Karawang menghadapi Pelita Jaya, besok, atau di markas Persib Bandung,” kata Raja Isa kepada Tempo melalui telepon seluler, Rabu 4 Desember 2012.
PSMS berangkat dari Medan sekitar pukul 10.00 WIB menuju Karawang. Klub milik keluarga Bakrie itu menjadi lawan PSMS di pertandingan ketiganya. Menurut Raja Isa, seluruh skuad inti PSMS siap bermain di Stadion Singaperbangsa, besok. “Saat ini kami sedang uji lapangan di Singaperbangsa. Seluruh pemain siap meladeni tuan rumah Pelita Jaya. Akan ada kejutan dari kami besok, “ kata Raja Isa.
Seluruh pemain PSMS, kata Raja Isa, dalam kondisi baik dan siap bertanding. "Kami berprinsip tak ada tim yang tak bisa dikalahkan. Kami akan coba berikan yang terbaik," ujar Raja Isa.
Manajer PSMS Benny Tomasoa mengakui dua lawan PSMS pada laga away perdana ini merupakan tim bertabur bintang. “Tapi dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. PSMS yakin salah satu dari dua laga di kandang lawan bisa meraih poin maksimal," kata Benny.
Menurut Benny, bila mampu mencuri poin di dua laga tandang, tren positif PSMS bisa terjaga dan berlanjut di laga kandang nantinya. "Kami menyadari lawan lebih banyak memiliki pemain bintang. Tapi itu bukan patokan dalam penentuan skor akhir," ujar Benny.
Skuad PSMS yang akan diturunkan menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung adalah: Markus Haris Maulana, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Ramadhan Saputra, Rahmad, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain Aritonang, Sulaiman Alamsyah, M. Antoni, Arie Supriatna, Ikpefua Osas Saha, L uis Alejandro Pena, Sasa Zevecic, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo. (Sahat Simatupang/Tempo)
Pelatih kepala PSMS Raja Isa bin RAS menilai wajar target mencuri angka di kandang lawan itu mengingat persiapan timnya terbilang matang. Persiapan itu antara lain pertandingan persahabatan dengan dua klub Malaysia, yakni Sime Darby dan Perak FC, pada pertengahan Desember lalu.
“Kami optimistis salah satu dari dua pertandingan away PSMS akan mencuri angka. Apakah di Karawang menghadapi Pelita Jaya, besok, atau di markas Persib Bandung,” kata Raja Isa kepada Tempo melalui telepon seluler, Rabu 4 Desember 2012.
PSMS berangkat dari Medan sekitar pukul 10.00 WIB menuju Karawang. Klub milik keluarga Bakrie itu menjadi lawan PSMS di pertandingan ketiganya. Menurut Raja Isa, seluruh skuad inti PSMS siap bermain di Stadion Singaperbangsa, besok. “Saat ini kami sedang uji lapangan di Singaperbangsa. Seluruh pemain siap meladeni tuan rumah Pelita Jaya. Akan ada kejutan dari kami besok, “ kata Raja Isa.
Seluruh pemain PSMS, kata Raja Isa, dalam kondisi baik dan siap bertanding. "Kami berprinsip tak ada tim yang tak bisa dikalahkan. Kami akan coba berikan yang terbaik," ujar Raja Isa.
Manajer PSMS Benny Tomasoa mengakui dua lawan PSMS pada laga away perdana ini merupakan tim bertabur bintang. “Tapi dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. PSMS yakin salah satu dari dua laga di kandang lawan bisa meraih poin maksimal," kata Benny.
Menurut Benny, bila mampu mencuri poin di dua laga tandang, tren positif PSMS bisa terjaga dan berlanjut di laga kandang nantinya. "Kami menyadari lawan lebih banyak memiliki pemain bintang. Tapi itu bukan patokan dalam penentuan skor akhir," ujar Benny.
Skuad PSMS yang akan diturunkan menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung adalah: Markus Haris Maulana, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Ramadhan Saputra, Rahmad, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain Aritonang, Sulaiman Alamsyah, M. Antoni, Arie Supriatna, Ikpefua Osas Saha, L uis Alejandro Pena, Sasa Zevecic, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo. (Sahat Simatupang/Tempo)
PSMS IPL ikut buru Diego
MEDAN - Usaha PSMS Indonesian Premier League (IPL) membenahi performa tim terus berlanjut. Meski sudah merekrut beberapa pemain baru, PSMS sepertinya belum merasa cukup dengan komposisi yang ada dan perburuan kali ini berbeda dari sebelumnya.
Nama yang diincar saat ini tengah menanjak menjadi salah satu pemain bintang di tanah air. Tak lain pemain dimaksud adalah Diego Michels yang bersinar kala memperkuat timnas U-23 di Sea Games lalu dan baru saja memutuskan kontrak secara sepihak dengan Pelita Jaya.
Sejatinya, status Diego ini ditangkap sejumlah klub yang juga berpeluang memboyongnya. Tercatat Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya terang-terangan menyatakan berminat merekrut sang pemain. CEO PSMS, Freddy Hutabarat, juga membenarkan ketertarikan kepada pemain naturalisasi asal Belanda itu.
“PSMS ikut bersaing memperebutkan Diego. Kami juga sudah melakukan pendekatan kepada agennya, sejumlah dana kontrak disebutkan sang agen dan PSMS tengah mempertimbangkannya. Jadi Persija dan Persebaya tidak akan dengan mudah merekrutnya.,” ujar Freddy, Selasa.
Negosiasi telah dimulai sejak Desember lalu. Freddy menyadari angka Diego saat ini cukup tinggi mengingat namanya yang tengah meroket. Namun jika negosiasi sukses, bukan mustahil Diego memilih Medan. Sebaliknya, Diego bisa saja kembali ke Belanda jika tidak menemui kecocokan.
“Memang angka yang ditawarkan cukup tinggi bagi kami, tapi semuanya masih bisa masuk dalam ranah negosiasi dan jika cocok, kami akan bawa dia ke Medan,” lanjutnya.
Selain skill yang diharapkan mendongkrak performa tim, satu keuntungan lain adalah Diego juga bisa mendongkrak penjualan tiket. Freddy pun mengakui PSMS IPL memang butuh sosok seperti itu.
“Selain meningkatkan kualitas tim, nilai jual tim juga meningkat. Kita yakin animo penonton menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan meningkat. Mereka ingin lihat langsung bagaimana permainan Diego. Memang dia tidak murah, tapi kami juga tidak takut bayar dia,” ungkapnya.
Kesempatan merekrut pemain kelahiran tahun 1990 ini memang sangat terbuka untuk klub-klub IPL. Saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, Diego menyatakan dirinya hanya ingin bermain di kompetisi resmi yang diakui FIFA. Karena itu, wing back kiri ini bersedia dinaturalisasi demi bermain untuk timnas.
Nama yang diincar saat ini tengah menanjak menjadi salah satu pemain bintang di tanah air. Tak lain pemain dimaksud adalah Diego Michels yang bersinar kala memperkuat timnas U-23 di Sea Games lalu dan baru saja memutuskan kontrak secara sepihak dengan Pelita Jaya.
Sejatinya, status Diego ini ditangkap sejumlah klub yang juga berpeluang memboyongnya. Tercatat Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya terang-terangan menyatakan berminat merekrut sang pemain. CEO PSMS, Freddy Hutabarat, juga membenarkan ketertarikan kepada pemain naturalisasi asal Belanda itu.
“PSMS ikut bersaing memperebutkan Diego. Kami juga sudah melakukan pendekatan kepada agennya, sejumlah dana kontrak disebutkan sang agen dan PSMS tengah mempertimbangkannya. Jadi Persija dan Persebaya tidak akan dengan mudah merekrutnya.,” ujar Freddy, Selasa.
Negosiasi telah dimulai sejak Desember lalu. Freddy menyadari angka Diego saat ini cukup tinggi mengingat namanya yang tengah meroket. Namun jika negosiasi sukses, bukan mustahil Diego memilih Medan. Sebaliknya, Diego bisa saja kembali ke Belanda jika tidak menemui kecocokan.
“Memang angka yang ditawarkan cukup tinggi bagi kami, tapi semuanya masih bisa masuk dalam ranah negosiasi dan jika cocok, kami akan bawa dia ke Medan,” lanjutnya.
Selain skill yang diharapkan mendongkrak performa tim, satu keuntungan lain adalah Diego juga bisa mendongkrak penjualan tiket. Freddy pun mengakui PSMS IPL memang butuh sosok seperti itu.
“Selain meningkatkan kualitas tim, nilai jual tim juga meningkat. Kita yakin animo penonton menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan meningkat. Mereka ingin lihat langsung bagaimana permainan Diego. Memang dia tidak murah, tapi kami juga tidak takut bayar dia,” ungkapnya.
Kesempatan merekrut pemain kelahiran tahun 1990 ini memang sangat terbuka untuk klub-klub IPL. Saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, Diego menyatakan dirinya hanya ingin bermain di kompetisi resmi yang diakui FIFA. Karena itu, wing back kiri ini bersedia dinaturalisasi demi bermain untuk timnas.
PSMS ISL tolak saran PSSI
MEDAN - Manajemen PSMS Medan yang tampil di Indonesian Super League (ISL) menolak saran PSSI menghentikan keikutsertaannya pada kompetisi tersebut sekaligus melebur ke skuad PSMS di Indonesian Premier League (IPL).
Demikian dikatakan Chief Executive Officer (CEO) PSMS ISL, Idris SE, baru-baru ini. Menurut Idris, apapun kebijakan PSSI saat ini, termasuk penjelasan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat menyambangi Gedung Mantan PSMS pekan lalu, dianggapnya sebagai angin lalu.
"Kami bersama seluruh klub ISL sudah mengganggap PSSI saat ini tidak berfungsi dan dibekukan sejak 18 Desember 2011 lalu terhitung saat pemilik klub dan suara sepakat menggelar KLB sampai nanti terjadi Maret mendatang," ungkapnya.
"Sejujurnya, kami anggap Djohar Arifin hanya wara-wiri saja. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan saat KLB. Hanya Allah yang bisa karena kami tak ingin pemimpin melanggar statuta," beber mantan manajer PSMS musim lalu terkait opsi PSMS hengkang dari ISL.
"Soal PSMS satu laginya (PSMS IPL), ya silakan saja terus berjalan. Toh, itu kan PSMS yang Ketua Umumnya adalah Djohar Arifin Husin, beda sama kita yang Ketua Umumnya adalah Wali Kota Medan," imbuh Idris yang tak menampik ikut andil dengan terpilihnya Djohar sebagai Ketua Umum PSSI.
Disinggung perihal kelanjutan PSMS ISL, Idris mengaku pihaknya akan tetap jalan dan eksis. Idris pun menambahkan klub-klub ISL diundang FIFA ke Zurich pada 27 Januari mendatang.
“Kami berharap Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, bisa ikut ke pertemuan tersebut," pungkas mantan Manajer PSMS musim lalu ini.
Demikian dikatakan Chief Executive Officer (CEO) PSMS ISL, Idris SE, baru-baru ini. Menurut Idris, apapun kebijakan PSSI saat ini, termasuk penjelasan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat menyambangi Gedung Mantan PSMS pekan lalu, dianggapnya sebagai angin lalu.
"Kami bersama seluruh klub ISL sudah mengganggap PSSI saat ini tidak berfungsi dan dibekukan sejak 18 Desember 2011 lalu terhitung saat pemilik klub dan suara sepakat menggelar KLB sampai nanti terjadi Maret mendatang," ungkapnya.
"Sejujurnya, kami anggap Djohar Arifin hanya wara-wiri saja. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan saat KLB. Hanya Allah yang bisa karena kami tak ingin pemimpin melanggar statuta," beber mantan manajer PSMS musim lalu terkait opsi PSMS hengkang dari ISL.
"Soal PSMS satu laginya (PSMS IPL), ya silakan saja terus berjalan. Toh, itu kan PSMS yang Ketua Umumnya adalah Djohar Arifin Husin, beda sama kita yang Ketua Umumnya adalah Wali Kota Medan," imbuh Idris yang tak menampik ikut andil dengan terpilihnya Djohar sebagai Ketua Umum PSSI.
Disinggung perihal kelanjutan PSMS ISL, Idris mengaku pihaknya akan tetap jalan dan eksis. Idris pun menambahkan klub-klub ISL diundang FIFA ke Zurich pada 27 Januari mendatang.
“Kami berharap Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, bisa ikut ke pertemuan tersebut," pungkas mantan Manajer PSMS musim lalu ini.
Tuesday, January 3, 2012
Kapten PSMS IPL Vagner Luis Gantikan Fadli Hariri
Sepekan jelang kick-off pertandingan keempat Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012,PSMS Medan melakukan perubahan.Sebelum menjamu Persiraja Banda Aceh,Sabtu (7/12),pasukan Ayam Kinantan memiliki kapten baru.
Leader baru PSMS itu adalah bek impor asal Brasil Vagner Luis.Pemain ini bakal menggantikan Fadli Hariri yang sebelumnya ditunjuk menjadi kapten pada tiga pertandingan PSMS sebelumnya. Menghadapi Persiraja pun akan menjadi kiprah perdana ayah dua anak ini sebagai kapten PSMS.
Menariknya,bukan Pelatih PSMS Fabio Lopez yang memutuskan pergantian kapten,tapi atas saran Fadli sendiri. ”Fadli mendatangi saya mengatakan akan lebih baik jika Luis yang menjadi kapten PSMS.Bermain beberapa musim di Indonesia,Fadli bilang,’ Luis layak dijadikan kapten’,”ujar Fabio,kemarin.
Pria asal Italia ini mengakui sebaiknya pemain lokal yang menyandang predikat sebagai kapten PSMS.Namun,dia tidak bisa mencari pemain lain sebagai kapten lantaran masalah bahasa.Fabio belum bisa berbahasa Indonesia dan hanya bicara dalam bahasa Italia dan Inggris.Dengan demikian,dia butuh kapten yang harus bisa menerjemahkan apa yang disampaikannya kepada rekan-rekannya.
”Tidak mungkin kalau Jecky (Pasarela) yang jadi kapten karena dia tidak berbahasa Inggris.Ada 11 pemain di lapangan.Jadi,ketika saya memberi instruksi kepada kapten untuk disampaikan kepada pemain lain,dia (kapten) harus mengerti bahasa saya,” lanjutnya. Tidak itu saja memang.Sejak kedatangan bek asal Makedonia Goran Gancev,otomatis posisi Fadli bakal tergeser.
Sama-sama berposisi sebagai center back,pengalaman dan kualitas tentu lebih dimiliki Goran.Namun,Fabio tetap memberi kesempatan kepada Fadli.“Fadli akan jadi kapten ketika Luis tidak main. Tapi kalau Luis main dan Goran tidak,Luis akan tetap jadi kapten,”ungkap Fabio. Sang arsitek bersyukur,suksesi tersebut juga disetujui pemain lainnya.
”Ya,setelah dijelaskan dan Fadli juga menyatakan, pemain lain tidak ada masalah dengan keadaan ini.Ini untuk kepentingan dan yang terbaik bagi tim,”ungkap mantan pemandu bakat klub Seri A Liga Italia, Fiorentina dan Atalanta itu.
Sementara itu,Fadli yang ditemui terpisah mengaku tidak mempermasalahkan pergantian posisi kapten kepada Luis.Menurut dia,semua yang diputuskan adalah demi kebaikan tim. ”Semua yang dilakukan ini adalah untuk kebaikan tim.Tidak perlu jadi masalah karena saya tidak pernah merasa tidak enak.Lagipula,saya kagum sama Coach (Fabio Lopez) yang berbeda agama dengan saya,tapi sangat menghargai agama saya,” tandas pemain PSM Makasar itu.
Untuk agenda persiapan PSMS pekan ini atau selepas tahun baru,Fabio membenahi persoalan fokus bermain anak asuhnya di lapangan.Konsentrasi pemain sejak menit awal hingga akhir pertandingan merupakan hal yang harus diperhatikan dengan seksama.Apalagi, performa PSMS belum stabil.
”Dari persiapan yang dijalankan,saya temui konsentrasi pemain pada beberapa kali latihan harus diperbaiki.Sebab,ini menjadi hal yang penting untuk soliditas tim selama pertandingan. Itu mengapa latihan pagi dan siang,kami melakukan sesi untuk meningkatkan konsentrasi pemain,”tuturnya.
Pada sesi latihan pagi,Fabio mencoba meningkatkan konsentrasi pemain untuk fokus pada pertandingan dengan membagi pemain menjadi tiga bagian.Dua bagian pemain memakai rompi berwarna kuning serta biru,lalu yang satu lagi tanpa rompi. Sambil bergerak,pemain harus mengoper bola kepada rekannya yang memakai pakaian berbeda.
Menurut Fabio,latihan tersebut dilakukan untuk merangsang konsentrasi pemain yang cenderung menurun pada menit-menit akhir pertandingan. ”Biasanya konsentrasi menurun pada menit-menit akhir yang menyebabkan kerugian bagi tim.Kami sedang memperbaiki kondisi itu,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Leader baru PSMS itu adalah bek impor asal Brasil Vagner Luis.Pemain ini bakal menggantikan Fadli Hariri yang sebelumnya ditunjuk menjadi kapten pada tiga pertandingan PSMS sebelumnya. Menghadapi Persiraja pun akan menjadi kiprah perdana ayah dua anak ini sebagai kapten PSMS.
Menariknya,bukan Pelatih PSMS Fabio Lopez yang memutuskan pergantian kapten,tapi atas saran Fadli sendiri. ”Fadli mendatangi saya mengatakan akan lebih baik jika Luis yang menjadi kapten PSMS.Bermain beberapa musim di Indonesia,Fadli bilang,’ Luis layak dijadikan kapten’,”ujar Fabio,kemarin.
Pria asal Italia ini mengakui sebaiknya pemain lokal yang menyandang predikat sebagai kapten PSMS.Namun,dia tidak bisa mencari pemain lain sebagai kapten lantaran masalah bahasa.Fabio belum bisa berbahasa Indonesia dan hanya bicara dalam bahasa Italia dan Inggris.Dengan demikian,dia butuh kapten yang harus bisa menerjemahkan apa yang disampaikannya kepada rekan-rekannya.
”Tidak mungkin kalau Jecky (Pasarela) yang jadi kapten karena dia tidak berbahasa Inggris.Ada 11 pemain di lapangan.Jadi,ketika saya memberi instruksi kepada kapten untuk disampaikan kepada pemain lain,dia (kapten) harus mengerti bahasa saya,” lanjutnya. Tidak itu saja memang.Sejak kedatangan bek asal Makedonia Goran Gancev,otomatis posisi Fadli bakal tergeser.
Sama-sama berposisi sebagai center back,pengalaman dan kualitas tentu lebih dimiliki Goran.Namun,Fabio tetap memberi kesempatan kepada Fadli.“Fadli akan jadi kapten ketika Luis tidak main. Tapi kalau Luis main dan Goran tidak,Luis akan tetap jadi kapten,”ungkap Fabio. Sang arsitek bersyukur,suksesi tersebut juga disetujui pemain lainnya.
”Ya,setelah dijelaskan dan Fadli juga menyatakan, pemain lain tidak ada masalah dengan keadaan ini.Ini untuk kepentingan dan yang terbaik bagi tim,”ungkap mantan pemandu bakat klub Seri A Liga Italia, Fiorentina dan Atalanta itu.
Sementara itu,Fadli yang ditemui terpisah mengaku tidak mempermasalahkan pergantian posisi kapten kepada Luis.Menurut dia,semua yang diputuskan adalah demi kebaikan tim. ”Semua yang dilakukan ini adalah untuk kebaikan tim.Tidak perlu jadi masalah karena saya tidak pernah merasa tidak enak.Lagipula,saya kagum sama Coach (Fabio Lopez) yang berbeda agama dengan saya,tapi sangat menghargai agama saya,” tandas pemain PSM Makasar itu.
Untuk agenda persiapan PSMS pekan ini atau selepas tahun baru,Fabio membenahi persoalan fokus bermain anak asuhnya di lapangan.Konsentrasi pemain sejak menit awal hingga akhir pertandingan merupakan hal yang harus diperhatikan dengan seksama.Apalagi, performa PSMS belum stabil.
”Dari persiapan yang dijalankan,saya temui konsentrasi pemain pada beberapa kali latihan harus diperbaiki.Sebab,ini menjadi hal yang penting untuk soliditas tim selama pertandingan. Itu mengapa latihan pagi dan siang,kami melakukan sesi untuk meningkatkan konsentrasi pemain,”tuturnya.
Pada sesi latihan pagi,Fabio mencoba meningkatkan konsentrasi pemain untuk fokus pada pertandingan dengan membagi pemain menjadi tiga bagian.Dua bagian pemain memakai rompi berwarna kuning serta biru,lalu yang satu lagi tanpa rompi. Sambil bergerak,pemain harus mengoper bola kepada rekannya yang memakai pakaian berbeda.
Menurut Fabio,latihan tersebut dilakukan untuk merangsang konsentrasi pemain yang cenderung menurun pada menit-menit akhir pertandingan. ”Biasanya konsentrasi menurun pada menit-menit akhir yang menyebabkan kerugian bagi tim.Kami sedang memperbaiki kondisi itu,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Dana Belum Turun, Renovasi Stadion Teladan Tertunda
Harapan PSMS Medan memiliki stadion berstandar AFC belum terwujud. Pasalnya, renovasi Stadion Teladan, Medan yang direncanakan akhir Desember 2011 tertunda hingga Maret 2012.
Ketua Umum KONI Medan, Zulhifzi Lubis saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 1 Januari 2012 mengatakan renovasi Teladan akan tetap dilakukan. Namun pengerjaannya belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena masih membentuk panitia tender sembari menunggu dana dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) turun.
"Pengerjaan renovasi Stadion Teladan kita undur sampai Maret. Masih membentuk panitia tender dulu,sambil menunggu dana turun, semoga Maret 2012 bisa terealisasi,nanti kita akan kabari juga ke media" ujar pria yang akrab di sapa "opung" ini.
Stadion Teladan merupakan salah satu stadion yang ditetapkan pemerintah sebagai situs bersejarah yang perlu dipugar. Selain Teladan, pemerintah juga berniat menjalankan program yang sama terhadap Stadion Sriwedari, Solo dan Mattoangin, Makassar.
Sampai saat ini Stadion Teladan belum juga memenuhi standar AFC. Dalam kunjungan wakil AFC beberapa waktu lalu ditemukan beberapa bagian yang belum layak, seperti ruang tes doping, ruangan pengawas pertandingan, ruang petugas keamanan, ruang kontrol siaran televisi, ruangan media center, mixed zone, ruang jumpa pers, dan lapangan rumput yang tidak rata.
(Ondo S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Ketua Umum KONI Medan, Zulhifzi Lubis saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 1 Januari 2012 mengatakan renovasi Teladan akan tetap dilakukan. Namun pengerjaannya belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena masih membentuk panitia tender sembari menunggu dana dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) turun.
"Pengerjaan renovasi Stadion Teladan kita undur sampai Maret. Masih membentuk panitia tender dulu,sambil menunggu dana turun, semoga Maret 2012 bisa terealisasi,nanti kita akan kabari juga ke media" ujar pria yang akrab di sapa "opung" ini.
Stadion Teladan merupakan salah satu stadion yang ditetapkan pemerintah sebagai situs bersejarah yang perlu dipugar. Selain Teladan, pemerintah juga berniat menjalankan program yang sama terhadap Stadion Sriwedari, Solo dan Mattoangin, Makassar.
Sampai saat ini Stadion Teladan belum juga memenuhi standar AFC. Dalam kunjungan wakil AFC beberapa waktu lalu ditemukan beberapa bagian yang belum layak, seperti ruang tes doping, ruangan pengawas pertandingan, ruang petugas keamanan, ruang kontrol siaran televisi, ruangan media center, mixed zone, ruang jumpa pers, dan lapangan rumput yang tidak rata.
(Ondo S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Saturday, December 31, 2011
Goran Ganchev Solidkan Pertahanan PSMS
MEDAN-PSMS kembali menambah pemain bertahan untuk memperkuat lini belakang tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Kali ini pemain berkebangsaan Macedonia Goran Ganchev bergabung.
Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.
Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).
Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.
Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.
Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.
Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)
Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.
Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).
Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.
Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.
Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.
Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)
Raja Isa: Pemain lemah saat transisi
MEDAN - Memasuki tahap persiapan yang semakin intens jelang dua laga away menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung, Januari nanti, tim pelatih PSMS Indonesian Super League (ISL) mulai berunding soal racikan strategi yang akan diterapkan demi memenuhi target poin.
Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.
“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.
Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.
Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,
"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.
Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.
"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.
Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.
“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.
Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.
Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,
"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.
Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.
"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.
Barisan muda Kinantan takluk
MEDAN - Dalam rangka persiapan menghadapi dua laga tandang kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Jawa Barat, PSMS Medan kembali melakoni laga ujicoba. Kali ini, PS Gayo Lues (PSGL) menjajal kemampuan tim besutan Raja Isa. Hasilnya, Ayam Kinantan dipaksa menyerah 0-2 di Stadion Kebun Bunga, Kamis.
PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.
Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.
Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.
Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.
“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.
“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.
Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.
“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.
PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.
Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.
Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.
Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.
“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.
“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.
Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.
“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.
Hadirnya Gancev beri angin segar
MEDAN - PSMS Indonesian Premier League (IPL) dipastikan kembali mendapatkan amunisi baru di lini belakang. Kehadiran bek asal Macedonia, Goran Gancev (foto), diyakini membuat lini belakang semakin kokoh bersama Vagner Luis.
Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.
"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.
Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.
Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.
Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.
Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.
"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir
Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.
"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.
Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.
Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.
Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.
Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.
"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir
Subscribe to:
Posts (Atom)