Tak dinyana, PSMS Medan bakal menemui nasib serupa dengan Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Arema Malang yang bermitosis menjadi dua.
Sumber-sumber tribun, baik di seputaran kawasan Stadion Kebun Bunga, lingkungan manajerial PSMS, maupun di PSSI, menyebut sekarang mencuat indikasi PSMS akan tetap ikut di kompetisi IPL, tapi dengan nama berbeda, yakni "PSMS 1950".
Pertanyaannya, dari mana pemainnya? Sedangkan laga perdana PSMS di IPL adalah tanggal 27 November (kontra Persebaya Surabaya). Ada dua versi. Pertama, diisi oleh materi Tim PON Sumatera Utara yang dibesut Rudi Saari. Jika benar, tentu sangat miris. Pasalnya tim muda yang potensial ini hanya akan menjadi tumbal politisasi sepakbola. Sangat rancu sebab para pemain ini masih menyandang status amatir. Dibutuhkan proses alih status ke profesional.
Versi lain, materi PSMS 1950 terdiri dari gabungan Pro Duta, PS Pratama, dan PSMS U-21. Bukankah Pro Duta saat ini dipersiapkan untuk Liga Indonesia Divisi Utama? Menurut sumber tribun, PSMS 1950 akan didahulukan. Sedangkan materi untuk Divisi Utama akan dibentuk ulang. Beberapa nama disebut-sebut menjadi inisiator di balik wacana ini, termasuk di antaranya Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan pengurus PSMS Freddy Hutabarat.
Para penggagas yakni mayoritas klub-klub sub ordinat PSMS mulai melakukan konsolidasi. Tim sukses penggagas menggelar rapat di Hotel Danau Toba Medan, Kamis (24/11/2011). Pertemuan dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, P0 Polisi, PS Kinantan, dan lain-lain.
Selain itu beberapa pemain yang hadir ialah Mahmud Aziz dan Aswin Sitorus. Ketua klub PS Kinantan dan Medan Putera, Freddy Hutabarat mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim PSMS di IPL.
"Kami bukan orang-orang konyol yang tanpa langkah konkrit. Lapangan TD Pardede kita siapkan sebagai tempat latihan. Ini bukan ancaman, pelatih dan pemain sudah kita persiapkan. Langkah ini untuk mengingatkan agar Ketua Umum bersedia berpikir ulang,"pungkasnya.
Sebelumnya direncanakan, tim PSMS Medan IPL akan menggelar konferensi pers resmi terkait pembentukan tersebut, namun gagal lantaran masih melengkapi berkas tanda tangan wali kota yang juga Ketum PSMS, Rahudman Harahap. Ketua PS Medan Putra Freddy Hutabarat yang disebut-sebut sebagai inisiator masih menunggu untuk bertemu ketua Umum PSMS Rahudman Harahap.
"Belum ada yang bisa disampaikan. Saya sedang menunggu untuk bertemu dengan pak wali. Kalau sudah ada kejelasannya, nanti saya sampaikan. Namun jika ketum tetap memilih ISL. Kami akan ajukan mosi tidak percaya," tegasnya.
(Randy Hutagaol/TribunMedan)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, November 26, 2011
Nanda: Gak Ada Itu PSMS Tandingan
Kesiapan tim PSMS tandingan atau PSMS yang akan main di IPL sebagai pengganti PSMS yang lebih memilih berlaga di ISL semakin jelas. Kamis (24/11) siang, tim sukses penggagas PSMS tandingan menggelar rapat di Hotel Danau Toba.
Pertemuan itu dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, P0 Polisi, PS Kinantan dan lainnya. Selain itu, juga tampak M Khaidir yang disebut bakal jadi pelatih PSMS IPL serta beberapa pemain di antaranya Mahmud Aziz dan Aswin Sitorus.
Sebelumnya direncanakan, tim PSMS IPL akan menggelar konferensi pers resmi terkait pembentukan tersebut, namun gagal lantaran masih melengkapi berkas tanda tangan Ketum PSMS Rahudman Harahap.
Sementara pihak PSMS yang akan ikut ISL, Iswanda Ramli menjawab singkat soal masalah ini ketika dikonfirmasi kemarin malam. “Gak ada itu PSMS tandingan,” katanya singkat. (saz)
Pertemuan itu dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, P0 Polisi, PS Kinantan dan lainnya. Selain itu, juga tampak M Khaidir yang disebut bakal jadi pelatih PSMS IPL serta beberapa pemain di antaranya Mahmud Aziz dan Aswin Sitorus.
Sebelumnya direncanakan, tim PSMS IPL akan menggelar konferensi pers resmi terkait pembentukan tersebut, namun gagal lantaran masih melengkapi berkas tanda tangan Ketum PSMS Rahudman Harahap.
Sementara pihak PSMS yang akan ikut ISL, Iswanda Ramli menjawab singkat soal masalah ini ketika dikonfirmasi kemarin malam. “Gak ada itu PSMS tandingan,” katanya singkat. (saz)
Friday, November 25, 2011
PSMS Tolak Lawan Persebaya di Medan
Nasib Arema yang keleleran di Jayapura nampaknya juga akan dialami Persebaya. Jadwal pertandingan pertama lawan PSMS, 27 November 2011 mendatang terancam batal. Sebab tuan rumah justru terbang ke Jakarta untuk mengikuti turnamen segi tiga.
Dari data yang dihimpun beritajatim.com, tim Ayam Kinantan akan terbang ke Jakarta, Sabtu (26/11/2011) besok. Mereka dijadwalkan mengikuti turnamen segitiga bersama Persija dan Sriwijaya FC, 27 November.
Pertandingan trofeo antara Persija vs PSMS vs Sriwijaya FC ini digelar dalam rangka ulang tahun Persija ke-83. Rencananya, pertandingan ini akan kickoff pukul 15.00 WIB dan disiarkan oleh ANTV.
Padahal di hari yang sama, tim PSMS dijadwalkan menjamu Persebaya di stadion Teladan, Medan. Menurut akun twitter, @PSMSMEDAN1950, pengawas pertandingan PSMS kontra Persebaya saat ini sudah tiba di Medan.
"Namun pengurus PSMS mencuekinnya karena PSMS resmi bermain di ISL," tulis akun itu. Hingga berita ini diturunkan, Persebaya masih berada di Surabaya dan masih melakukan latihan rutin, Jumat (25/11/2011) pagi dan sore ini. (M. Syafaruddin/beritajatim)
Dari data yang dihimpun beritajatim.com, tim Ayam Kinantan akan terbang ke Jakarta, Sabtu (26/11/2011) besok. Mereka dijadwalkan mengikuti turnamen segitiga bersama Persija dan Sriwijaya FC, 27 November.
Pertandingan trofeo antara Persija vs PSMS vs Sriwijaya FC ini digelar dalam rangka ulang tahun Persija ke-83. Rencananya, pertandingan ini akan kickoff pukul 15.00 WIB dan disiarkan oleh ANTV.
Padahal di hari yang sama, tim PSMS dijadwalkan menjamu Persebaya di stadion Teladan, Medan. Menurut akun twitter, @PSMSMEDAN1950, pengawas pertandingan PSMS kontra Persebaya saat ini sudah tiba di Medan.
"Namun pengurus PSMS mencuekinnya karena PSMS resmi bermain di ISL," tulis akun itu. Hingga berita ini diturunkan, Persebaya masih berada di Surabaya dan masih melakukan latihan rutin, Jumat (25/11/2011) pagi dan sore ini. (M. Syafaruddin/beritajatim)
PSMS DApat Sponsor
MEDAN-Sesuai janji, pelatih PSMS Raja Isa telah mendatangkan produk apparel bagi klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Adapun produk tersebut berasal dari produsen jersey asal Inggris pabrikasi di Malaysia bermerk Eutag dan ini resmi mensponsori PSMS musim ini.
Manajemen PSMS diwakili Iswanda Nanda Ramli, Benny Tomasoa, Fityan Hamdy dan pelatih Raja Isa sebagai penghubung mengadakan pertemuan kesepakatan dengan perwakilan produsen perangkat olahraga tersebut Razali, di Hotel Swissbell Medan, Rabu (23/11). Dan pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan.
Fityan Hamdy menuturkan, Eutag akan memberikan kostum pertandingan, sepatu, decker, kaus kaki dan segala keperluan yang biasa disiapkan untuk tim.
“Apparel tim sudah resmi. Produsen berjanji mengakomodir kebutuhan tim. Untuk pertandingan segitiga nanti, mereka juga akan menyiapkan jersey tim berwarna hijau. Memang belum seperti warna hijau harapan PSMS, karena mereka hanya punya waktu dua hari mempersiapkan kebutuhan tim sebelum keberangkatan tim ke Jakarta,” terangnya.
Menurut Fityan, setelah kompetisi bergulir, baru produsen akan memenuhi seluruh permintaan tim. Tidak hanya untuk tim, sebagai bentuk kerjasama, sponsor jersey juga akan memberikan produk untuk dijual kepada publik.
“Mereka siapkan jersey yang mereka punya untuk dijual. Sama seperti yang dipakai pemain, tapi tak ada nomor dan nama. Dan ini dibanderol 39 ringgit (Sekitar Rp120 ribu, Red) per helai,” jelasnya.
Sebelumnya, Raja Isa menjelaskan, pihaknya telah menggandeng sponsor apparel untuk diberikan kepada PSMS. “Besok (Kemarin, Red), kami akan bertemu dengan manajemen dan perwakilan produsen apparel untuk menyepakati perjanjian sponsor,” ujarnya, Selasa (22/11) lalu.
Berbeda dengan musim ini, di musim Divisi Utama 2010/2011 lalu PSMS harus menggunakan jersey tak bermerk lantaran batalnya kerjasama dengan satu produsen outfit tim. (saz/jpnn)
Manajemen PSMS diwakili Iswanda Nanda Ramli, Benny Tomasoa, Fityan Hamdy dan pelatih Raja Isa sebagai penghubung mengadakan pertemuan kesepakatan dengan perwakilan produsen perangkat olahraga tersebut Razali, di Hotel Swissbell Medan, Rabu (23/11). Dan pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan.
Fityan Hamdy menuturkan, Eutag akan memberikan kostum pertandingan, sepatu, decker, kaus kaki dan segala keperluan yang biasa disiapkan untuk tim.
“Apparel tim sudah resmi. Produsen berjanji mengakomodir kebutuhan tim. Untuk pertandingan segitiga nanti, mereka juga akan menyiapkan jersey tim berwarna hijau. Memang belum seperti warna hijau harapan PSMS, karena mereka hanya punya waktu dua hari mempersiapkan kebutuhan tim sebelum keberangkatan tim ke Jakarta,” terangnya.
Menurut Fityan, setelah kompetisi bergulir, baru produsen akan memenuhi seluruh permintaan tim. Tidak hanya untuk tim, sebagai bentuk kerjasama, sponsor jersey juga akan memberikan produk untuk dijual kepada publik.
“Mereka siapkan jersey yang mereka punya untuk dijual. Sama seperti yang dipakai pemain, tapi tak ada nomor dan nama. Dan ini dibanderol 39 ringgit (Sekitar Rp120 ribu, Red) per helai,” jelasnya.
Sebelumnya, Raja Isa menjelaskan, pihaknya telah menggandeng sponsor apparel untuk diberikan kepada PSMS. “Besok (Kemarin, Red), kami akan bertemu dengan manajemen dan perwakilan produsen apparel untuk menyepakati perjanjian sponsor,” ujarnya, Selasa (22/11) lalu.
Berbeda dengan musim ini, di musim Divisi Utama 2010/2011 lalu PSMS harus menggunakan jersey tak bermerk lantaran batalnya kerjasama dengan satu produsen outfit tim. (saz/jpnn)
Pemain bingung dualisme PSMS
MEDAN - Munculnya tim tandingan yang diplot sebagai pengganti PSMS Medan di Indonesia Premier League (IPL) akibat memilih ‘membelot’ tampil di Indonesian Super League (IPL) semakin kuat.
Hal ini ditandai dengan pertemuan bakal perangkat tim yang mengusung nama PSMS 1950 ini di Hotel Danau Toba, tadi malam. Pertemuan tersebut juga dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, PO Polisi, PS Kinantan, dan lainnya. Tampak hadir di antaranya M Khaidir yang disebut sebagai calon pelatih PSMS IPL. "Belum ada yang bisa disampaikan. Saya sedang menunggu untuk bertemu dengan pak wali. Kalau sudah ada kejelasannya, nanti saya sampaikan," ungkap Ketua PS Medan Putra, Freddy Hutabarat.
Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, sendiri mengatakan Ayam Kinantan akan tetap jalan dan memilih ISL. Soal tim PSMS tandingan yang hendak berkompetisi di pentas IPL, Idris enggan memberi komentar. "Kita tetap jalan. Soal mereka (PSMS ISL), saya no comment. Menurut saya, ISL sudah final," ujarnya memastikan PSMS akan berlaga di turnamen segitiga di Jakarta melawan Persija dan Sriwijaya FC.
Munculnya dua tim PSMS juga mencuatkan bakal beralihnya beberapa pemain dari PSMS ISL ke PSMS IPL. Pelatih PSMS ISL, Raja Isa, mengaku siap jika ada pemain yang mau hengkang ke tim lain. "Silakan saja, pemain harus tentukan sikap, jangan plin-plan. Kita mau berangkat ke Jakarta untuk turnamen, jadi kalau mau keluar dari tim, silakan jangan ikut ke Jakarta. Jangan nanti pulang dari Jakarta baru hengkang. Putuskan sekarang dan tentukan sikap," tegasnya.
Di tengah dualisme PSMS, komitmen Raja Isa mendatangkan sponsor produk apparel untuk timnya terealisasi. Adalah sebuah produsen jersey asal Inggris pabrikasi di Malaysia, Eutag, resmi menjadi sponsor PSMS musim ini. Raja Isa mengatakan pihaknya telah menggandeng sponsor apparel untuk diberikan kepada PSMS. Kesepakatan sponsorship dengan PSMS dilakukan di Swiss Belhotel Medan, Rabu kemarin. Perwakilan sponsor dihadiri Razali dan Ayam Kinantan diwakili Benny Tomasoa, Iswanda Nanda Ramli, dan Fityan Hamdy.
Dalam kesepakatan itu, Eutag akan menyediakan kaus tim pertandingan, sepatu, decker, kaus kaki, dan perlengkapan lainnya untuk keperluan skuad PSMS. Niat Raja Isa membawa klub Malaysia berujicoba ke Medan juga direspon Perak Football Association (FA). Disebutkan, pihaknya melampirkan surat permohonan dari Persatuan Bolasepak Perak (PAFA) untuk mengadakan laga persahabatan di Medan mulai 19-25 Desember mendatang.
Hal ini ditandai dengan pertemuan bakal perangkat tim yang mengusung nama PSMS 1950 ini di Hotel Danau Toba, tadi malam. Pertemuan tersebut juga dihadiri beberapa pengurus klub pemilik PSMS, seperti Putra Buana, Medan Putra, PO Polisi, PS Kinantan, dan lainnya. Tampak hadir di antaranya M Khaidir yang disebut sebagai calon pelatih PSMS IPL. "Belum ada yang bisa disampaikan. Saya sedang menunggu untuk bertemu dengan pak wali. Kalau sudah ada kejelasannya, nanti saya sampaikan," ungkap Ketua PS Medan Putra, Freddy Hutabarat.
Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, sendiri mengatakan Ayam Kinantan akan tetap jalan dan memilih ISL. Soal tim PSMS tandingan yang hendak berkompetisi di pentas IPL, Idris enggan memberi komentar. "Kita tetap jalan. Soal mereka (PSMS ISL), saya no comment. Menurut saya, ISL sudah final," ujarnya memastikan PSMS akan berlaga di turnamen segitiga di Jakarta melawan Persija dan Sriwijaya FC.
Munculnya dua tim PSMS juga mencuatkan bakal beralihnya beberapa pemain dari PSMS ISL ke PSMS IPL. Pelatih PSMS ISL, Raja Isa, mengaku siap jika ada pemain yang mau hengkang ke tim lain. "Silakan saja, pemain harus tentukan sikap, jangan plin-plan. Kita mau berangkat ke Jakarta untuk turnamen, jadi kalau mau keluar dari tim, silakan jangan ikut ke Jakarta. Jangan nanti pulang dari Jakarta baru hengkang. Putuskan sekarang dan tentukan sikap," tegasnya.
Di tengah dualisme PSMS, komitmen Raja Isa mendatangkan sponsor produk apparel untuk timnya terealisasi. Adalah sebuah produsen jersey asal Inggris pabrikasi di Malaysia, Eutag, resmi menjadi sponsor PSMS musim ini. Raja Isa mengatakan pihaknya telah menggandeng sponsor apparel untuk diberikan kepada PSMS. Kesepakatan sponsorship dengan PSMS dilakukan di Swiss Belhotel Medan, Rabu kemarin. Perwakilan sponsor dihadiri Razali dan Ayam Kinantan diwakili Benny Tomasoa, Iswanda Nanda Ramli, dan Fityan Hamdy.
Dalam kesepakatan itu, Eutag akan menyediakan kaus tim pertandingan, sepatu, decker, kaus kaki, dan perlengkapan lainnya untuk keperluan skuad PSMS. Niat Raja Isa membawa klub Malaysia berujicoba ke Medan juga direspon Perak Football Association (FA). Disebutkan, pihaknya melampirkan surat permohonan dari Persatuan Bolasepak Perak (PAFA) untuk mengadakan laga persahabatan di Medan mulai 19-25 Desember mendatang.
PP IPL datang, PSMS cuek
EDAN - Tiga hari lagi selayaknya PSMS Medan menjalani laga perdana pada Indonesian Premier League (IPL) kontra Persebaya Surabaya. Pengawas Pertandingan (PP) utusan PSSI pun sudah berada di Medan, namun sikap PSMS yang belum resmi mengumumkan pembelotannya ke Indonesian Super League (ISL) membingungkan.
PP yang bernama Bustami itu tiba di Medan, Kamis. Kepada wartawan, Bustami mengaku bingung dengan ketidaktegasan sikap Ayam Kinantan yang belum juga memberikan jawaban perihal keputusannya memilih ISL.
"Saya ditugaskan resmi oleh PSSI sebagai Pengawas Pertandingan PSMS kontra Persebaya. Wasit pertandingan juga akan menyusul tiba. Sejak pagi, saya menunggu pihak yang bisa dikonfirmasi, tapi belum ada jawaban," ujar Bustami di Mes Kebun Bunga.
Diakui, dirinya mengetahui kabar soal "pembelotan" PSMS tersebut, namun tugas membuatnya tetap datang. Untuk itu, Bustami berharap pihak PSMS segera memberi kejelasan terkait ketiadaan tanggapan atas kedatangannya itu.
"Saya sudah tanya pak Idris (Pelaksana Teknis PSMS-red) dan menunggu arahan. Kalau memang nggak ada pertandingan, saya pulang, tapi saya perlu surat untuk disampaikan kepada PSSI karena ditugaskan resmi," ucapnya lagi.
Perihal kedatangan PP dari PSSI itu, Idris tak terlalu mengambil pusing dan menuturkan bahwa PSMS tidak mendaftar ikut IPL ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sudah cukup menjelaskan sikap mereka.
"Kalau mereka (PP) datang, ya datang. Mereka harus juga tahu sikap kami (PSMS) seperti apa. Apakah PSMS sudah mendaftar ikut IPL atau belum? Lagipula kalau memang IPL tidak ada dananya, mana bisa kami ikut kompetisi tersebut," tandas Idris menambahkan pihaknya memilih ISL karena lebih ‘jelas’.
Di lain pihak, keputusan PSMS memilih ISL musim ini tak ayal klub kebanggaan Kota Medan ini harus siap menerima sanksi dari PSSI. Demi menghindari sanksi, dikabarkan 40 klub pemilik PSMS berniat membentuk tim tandingan demi menjaga arah ke jalur resmi.
"Kami, klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" ujar Freddy Hutabarat, pemilik PS Kinantan dan Medan Putra.
Kabarnya, pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad Ayam Kinantan tandingan dan berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.
"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” tanyanya.
Editor: AVIAN TUMENGKOL
PP yang bernama Bustami itu tiba di Medan, Kamis. Kepada wartawan, Bustami mengaku bingung dengan ketidaktegasan sikap Ayam Kinantan yang belum juga memberikan jawaban perihal keputusannya memilih ISL.
"Saya ditugaskan resmi oleh PSSI sebagai Pengawas Pertandingan PSMS kontra Persebaya. Wasit pertandingan juga akan menyusul tiba. Sejak pagi, saya menunggu pihak yang bisa dikonfirmasi, tapi belum ada jawaban," ujar Bustami di Mes Kebun Bunga.
Diakui, dirinya mengetahui kabar soal "pembelotan" PSMS tersebut, namun tugas membuatnya tetap datang. Untuk itu, Bustami berharap pihak PSMS segera memberi kejelasan terkait ketiadaan tanggapan atas kedatangannya itu.
"Saya sudah tanya pak Idris (Pelaksana Teknis PSMS-red) dan menunggu arahan. Kalau memang nggak ada pertandingan, saya pulang, tapi saya perlu surat untuk disampaikan kepada PSSI karena ditugaskan resmi," ucapnya lagi.
Perihal kedatangan PP dari PSSI itu, Idris tak terlalu mengambil pusing dan menuturkan bahwa PSMS tidak mendaftar ikut IPL ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sudah cukup menjelaskan sikap mereka.
"Kalau mereka (PP) datang, ya datang. Mereka harus juga tahu sikap kami (PSMS) seperti apa. Apakah PSMS sudah mendaftar ikut IPL atau belum? Lagipula kalau memang IPL tidak ada dananya, mana bisa kami ikut kompetisi tersebut," tandas Idris menambahkan pihaknya memilih ISL karena lebih ‘jelas’.
Di lain pihak, keputusan PSMS memilih ISL musim ini tak ayal klub kebanggaan Kota Medan ini harus siap menerima sanksi dari PSSI. Demi menghindari sanksi, dikabarkan 40 klub pemilik PSMS berniat membentuk tim tandingan demi menjaga arah ke jalur resmi.
"Kami, klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" ujar Freddy Hutabarat, pemilik PS Kinantan dan Medan Putra.
Kabarnya, pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad Ayam Kinantan tandingan dan berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.
"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” tanyanya.
Editor: AVIAN TUMENGKOL
PSMS Tantang Tim Asal Malaysia
Minimnya pertandingan ujicoba yang digelar dengan tim selevel memberikan kepanikan tersendiri bagi PSMS. Karena kompetisi memang sudah sangat mepet. Persiapan dalam mensolidkan tim juga harus dikebut.
Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, ujicoba-ujicoba menghadapi tim-tim selevel memang sangat dibutuhkan tim saat ini. “Selama ini yang sangat kurang adalah ujicoba dengan tim selevel. Dan saya pikir tim ini sangat membutuhkannya,” katanya, Rabu (23/11).
Selama masa persiapan, PSMS lebih banyak berujicoba dengan tim- tim lokal Medan yang tentu saja kualitasnya di bawah. Hanya dua kali PSMS menjajal tim peserta Divisi Utama. Menjamu PSBL yang berakhir dengan kekalahan 0-2 dan teranyar Pro Duta berakhir 1-1.
Karena itu beberapa agenda ujicoba menghadapi tim-tim sekelas disiapkan. Bahkan tak tanggung-tanggung, klub Liga Super Malaysia, Perak FC berencana diundang pada Desember 2011 mendatang. Dan Selangor FC juga sedang dilobi.
“Pada 19-24 Desember mendatang, Perak FC akan datang ke sini. Juga tengah kita usahakan Selangor FC dan klub Malaysia lainnya. Kita akan manfaatkan kekosongan waktu untuk tetap menjaga ritme permainan,” ujar Raja Isa.
Sebelumnya PSMS juga memastikan ikut serta pada turnamen pra musim dalam rangka Ultah Persija Jakarta bersama Arema pada 27-29 November mendatang. “Turnamen ini tetap saya anggap pekerjaan yang serius. Menghadapi tim besar seperti Persija dan Arema tentu sebuah kesempatan yang bagus. Apalagi pada 4 Desember nanti kita sudah ada pertandingan,” kata Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, ujicoba kontra Thamrin Graha Metropolitan (TGM) yang digelar Rabu (23/11) malam diagendakan untuk memperbaiki struktur tim secara teknis. “Kita memanage tim ini bukan dalam waktu seminggu. Memang butuh kesabaran. Jadi tidak ada alasan pelatih beralasan materi pemain. Bagaimanapun kita harus siap,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, tadinya PSMS mau ujicoba menghadapi Pro Duta lagi. “Namun, berhubung mereka ada pertandingan kita beralih ke tim lain. Meskipun bukan selevel tapi merupakan stimulan persiapan kita. Juga sebagai persiapan menghadapi turnamen di Jakarta,” kata Raja Isa.
(saz/sumutpos)
Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, ujicoba-ujicoba menghadapi tim-tim selevel memang sangat dibutuhkan tim saat ini. “Selama ini yang sangat kurang adalah ujicoba dengan tim selevel. Dan saya pikir tim ini sangat membutuhkannya,” katanya, Rabu (23/11).
Selama masa persiapan, PSMS lebih banyak berujicoba dengan tim- tim lokal Medan yang tentu saja kualitasnya di bawah. Hanya dua kali PSMS menjajal tim peserta Divisi Utama. Menjamu PSBL yang berakhir dengan kekalahan 0-2 dan teranyar Pro Duta berakhir 1-1.
Karena itu beberapa agenda ujicoba menghadapi tim-tim sekelas disiapkan. Bahkan tak tanggung-tanggung, klub Liga Super Malaysia, Perak FC berencana diundang pada Desember 2011 mendatang. Dan Selangor FC juga sedang dilobi.
“Pada 19-24 Desember mendatang, Perak FC akan datang ke sini. Juga tengah kita usahakan Selangor FC dan klub Malaysia lainnya. Kita akan manfaatkan kekosongan waktu untuk tetap menjaga ritme permainan,” ujar Raja Isa.
Sebelumnya PSMS juga memastikan ikut serta pada turnamen pra musim dalam rangka Ultah Persija Jakarta bersama Arema pada 27-29 November mendatang. “Turnamen ini tetap saya anggap pekerjaan yang serius. Menghadapi tim besar seperti Persija dan Arema tentu sebuah kesempatan yang bagus. Apalagi pada 4 Desember nanti kita sudah ada pertandingan,” kata Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, ujicoba kontra Thamrin Graha Metropolitan (TGM) yang digelar Rabu (23/11) malam diagendakan untuk memperbaiki struktur tim secara teknis. “Kita memanage tim ini bukan dalam waktu seminggu. Memang butuh kesabaran. Jadi tidak ada alasan pelatih beralasan materi pemain. Bagaimanapun kita harus siap,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, tadinya PSMS mau ujicoba menghadapi Pro Duta lagi. “Namun, berhubung mereka ada pertandingan kita beralih ke tim lain. Meskipun bukan selevel tapi merupakan stimulan persiapan kita. Juga sebagai persiapan menghadapi turnamen di Jakarta,” kata Raja Isa.
(saz/sumutpos)
PSMS Tak Takut Dihukum PSSI
PSMS Medan memastikan ikut kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) yang diselenggarakan PT Liga Indonesia. Meski manajeman PSMS sempat memutuskan ikut kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI), ternyata LSI menjadi pilihan terakhir Ayam Kinantan untuk mengikuti kompetisi musim ini.
Sekretaris Umum PSMS, Idris S.E., menilai manajemen klub kebanggaan warga Medan ini paling siap dan menguntungkan klub dibanding kompetisi resmi yang digulirkan PSSI tersebut. Tawaran sponsorship dari PT Bakrie Sumatera Plantation, menurut dia, cukup menjadi alasan PSMS untuk bergabung di kompetisi LSI.
“PSMS secara resmi mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia. Kami tidak khawatir akan sanksi. Sebab, saat Ketua Umum PSSI dijabat Nurdin Halid, kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia juga berjalan. Sebaliknya, sekarang PSSI dipimpin para pendukung Liga Primer Indonesia musim lalu, seharusnya tidak ada hukuman untuk klub yang memilih kompetisi non-PSSI musim ini,” kata Idris kepada Tempo, Kamis, 24 November 2011.
Menurut Idris, sebelumnya pihak manajemen PSMS sudah membicarakan keuntungan yang didapat PSMS jika menjadi peserta LSI dengan penggagas LSI pada 19-20 November 2011 lalu di Jakarta.
"Atmosfer berlaga di Liga Super Indonesia lebih menguntungkan klub. Sebab, peserta LSI adalah klub-klub besar dan tak lebih dari 18 klub. Kami tidak main-main dengan keputusan ini . Hal ini kami buktikan dengan mendatangkan Raja Isa sebagai pelatih kepala PSMS,” kata Idris.
Kesepakatan lain yang membuat PSMS tertarik ikut kompetisi LSI, ujar Idris, karena kesepakatan pembagian saham sesuai hasil Kongres PSSI di Bali, yakni 99 persen saham milik klub dan satu persen PSSI.
LSI sendiri direncanakan mulai bergulir pada 1 Desember 2011. Pembukaannya akan digelar di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua. (Sahat Simatupang/Tempo)
Sekretaris Umum PSMS, Idris S.E., menilai manajemen klub kebanggaan warga Medan ini paling siap dan menguntungkan klub dibanding kompetisi resmi yang digulirkan PSSI tersebut. Tawaran sponsorship dari PT Bakrie Sumatera Plantation, menurut dia, cukup menjadi alasan PSMS untuk bergabung di kompetisi LSI.
“PSMS secara resmi mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia. Kami tidak khawatir akan sanksi. Sebab, saat Ketua Umum PSSI dijabat Nurdin Halid, kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia juga berjalan. Sebaliknya, sekarang PSSI dipimpin para pendukung Liga Primer Indonesia musim lalu, seharusnya tidak ada hukuman untuk klub yang memilih kompetisi non-PSSI musim ini,” kata Idris kepada Tempo, Kamis, 24 November 2011.
Menurut Idris, sebelumnya pihak manajemen PSMS sudah membicarakan keuntungan yang didapat PSMS jika menjadi peserta LSI dengan penggagas LSI pada 19-20 November 2011 lalu di Jakarta.
"Atmosfer berlaga di Liga Super Indonesia lebih menguntungkan klub. Sebab, peserta LSI adalah klub-klub besar dan tak lebih dari 18 klub. Kami tidak main-main dengan keputusan ini . Hal ini kami buktikan dengan mendatangkan Raja Isa sebagai pelatih kepala PSMS,” kata Idris.
Kesepakatan lain yang membuat PSMS tertarik ikut kompetisi LSI, ujar Idris, karena kesepakatan pembagian saham sesuai hasil Kongres PSSI di Bali, yakni 99 persen saham milik klub dan satu persen PSSI.
LSI sendiri direncanakan mulai bergulir pada 1 Desember 2011. Pembukaannya akan digelar di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua. (Sahat Simatupang/Tempo)
Thursday, November 24, 2011
ISL tinggal peresmian
MEDAN - Menjelang dekatnya laga Indonesia Premier League (IPL) ataupun Indonesia Super League (ISL), PSMS Medan belum mengumumkan resmi pilihannya. Namun gelagat yang ditunjukkan PSMS dalam beberapa hari belakangan tak bisa memungkiri bahwa ISL yang menjadi pilihan.
Semakin kentara dengan surat penunjukan tugas kepada media/pers yang meminta dua orang perwakilan media untuk meliput laga PSMS selama musim 2011/2012 dari Panitia penyenggara PSMS.
Pada surat bernomor 134/B/PSMS/XI/2011 tertanggal 22 November 2011 yang ditandangani Ketua Panpel Safril SH itu, tercatat jelas undangan meliput ISL yang berlangsung tanggal 04 Desember hingga 17 Juli 2012. Selayaknya petinggi PSMS berniat mengumumkan resmi berlaga di kompetisi mana Rabu ini, namun konferensi pers dibatalkan.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Teknis PSMS, Iswanda Nanda Ramli, mengatakan belum ada keputusan resmi. Kabarnya laporan pertemuan Idris dengan Nirwan Bakrie belum disampaikan kepada Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap.
"Itulah sebabnya, pihaknya belum berani memutuskan, kendati di tengarai PSMS bakal menjajal ISL," tegasnya.
Sama seperti klub-klub lainnya, PSMS mendapat surat edaran dari PSSI perihal pencabutan delegasi penyelenggaraan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia. Juga lampiran pelarangan kompetisi lain di luar IPL yang ditujukan kepada Kapolri.
Sebelumnya, gerak-gerik PSMS jelas terlihat dari keputusan mengikuti turnamen pra musim di Jakarta dalam rangka HUT Persija yang digelar 27-29 November mendatang. Jadwal yang berbenturan dengan laga perdana PSMS di IPL.
Sementara itu, klub anggota PSMS menyebutkan keanehan jika PSMS beralih ke ISL dengan mengkambinghitamkan konsorsium.
"Sejauh ini, sering kita dengar kerjasama dengan konsorsium tidak berjalan baik, karena belum ada dana turun. Kayak mana mau turun, apakah pengurus sudah pernah mengajukan rincian dana yang dibutuhkan? Siapa yang mau menurunkan dana tanpa pengajuan? Kan harusnya nilai kontrak pemain, operasional, dan lainnya harus jelas dipaparkan," bebernya.
Semakin kentara dengan surat penunjukan tugas kepada media/pers yang meminta dua orang perwakilan media untuk meliput laga PSMS selama musim 2011/2012 dari Panitia penyenggara PSMS.
Pada surat bernomor 134/B/PSMS/XI/2011 tertanggal 22 November 2011 yang ditandangani Ketua Panpel Safril SH itu, tercatat jelas undangan meliput ISL yang berlangsung tanggal 04 Desember hingga 17 Juli 2012. Selayaknya petinggi PSMS berniat mengumumkan resmi berlaga di kompetisi mana Rabu ini, namun konferensi pers dibatalkan.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Teknis PSMS, Iswanda Nanda Ramli, mengatakan belum ada keputusan resmi. Kabarnya laporan pertemuan Idris dengan Nirwan Bakrie belum disampaikan kepada Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap.
"Itulah sebabnya, pihaknya belum berani memutuskan, kendati di tengarai PSMS bakal menjajal ISL," tegasnya.
Sama seperti klub-klub lainnya, PSMS mendapat surat edaran dari PSSI perihal pencabutan delegasi penyelenggaraan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia. Juga lampiran pelarangan kompetisi lain di luar IPL yang ditujukan kepada Kapolri.
Sebelumnya, gerak-gerik PSMS jelas terlihat dari keputusan mengikuti turnamen pra musim di Jakarta dalam rangka HUT Persija yang digelar 27-29 November mendatang. Jadwal yang berbenturan dengan laga perdana PSMS di IPL.
Sementara itu, klub anggota PSMS menyebutkan keanehan jika PSMS beralih ke ISL dengan mengkambinghitamkan konsorsium.
"Sejauh ini, sering kita dengar kerjasama dengan konsorsium tidak berjalan baik, karena belum ada dana turun. Kayak mana mau turun, apakah pengurus sudah pernah mengajukan rincian dana yang dibutuhkan? Siapa yang mau menurunkan dana tanpa pengajuan? Kan harusnya nilai kontrak pemain, operasional, dan lainnya harus jelas dipaparkan," bebernya.
Hindari sanksi, PSMS bentuk tim tandingan
MEDAN - Surat edaran PSSI kepada klub-klub soal pencabutan pengelolaan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia tak ayal merupakan peringatan keras. Bahkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS)- lah pemegang legal pengelolaan kompetisi 2011-2012 dengan rumusan kompetisi berlabel Indonesian Premier League (IPL)
Nah, jika klub membelot dari IPL, sanksi tentu menunggu. Gelagat PSMS menuju ISL yang kental terasa membuat beberapa pihak di PSMS berniat membentuk tim tandingan. Artinya tetap menjaga arah PSMS ke jalur resmi. 40 klub pemilik PSMS punya inisiatif demikian. Salah satu pemilik klub PSMS, PS Kinantan dan Medan Putra, Freddy Hutabarat, membenarkan hal itu.
"Kami, para klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia-red) yang berhak mengeluarkan izin dan PT LPIS penyelenggara sah. Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" tanyanya di Sekretariat Gedung Mantan PSMS baru-baru ini.
Kabarnya pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad PSMS tandingan ini. Tim ini bakal berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.
"Nanti kalau sudah pasti. Ada beberapa pemain dari PSMS U-21 dan lainnya," jelasnya enggan membeberkan lebih detail.
Lalu bagaimana dengan nama klub? Tidak mungkin dalam kompetisi berbeda, tetap mengusung nama PSMS Medan.
"Ini hanya opsi jika PSMS disanksi, soal nama kan masih harus dirapatkan dulu dengan klub, karena PSMS ini pemiliknya adalah klub-klub dan tak semudah itu membuat tandingan," tegasnya lagi.
Freddy sendiri heran dengan tindak tanduk kebijakan yang kerap berubah. Apalagi sebelumnya PSMS sudah memastikan IPL saat Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap bertemu Ketua PSSI, Djohar Arifin.
"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” katanya.
Nah, jika klub membelot dari IPL, sanksi tentu menunggu. Gelagat PSMS menuju ISL yang kental terasa membuat beberapa pihak di PSMS berniat membentuk tim tandingan. Artinya tetap menjaga arah PSMS ke jalur resmi. 40 klub pemilik PSMS punya inisiatif demikian. Salah satu pemilik klub PSMS, PS Kinantan dan Medan Putra, Freddy Hutabarat, membenarkan hal itu.
"Kami, para klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia-red) yang berhak mengeluarkan izin dan PT LPIS penyelenggara sah. Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" tanyanya di Sekretariat Gedung Mantan PSMS baru-baru ini.
Kabarnya pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad PSMS tandingan ini. Tim ini bakal berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.
"Nanti kalau sudah pasti. Ada beberapa pemain dari PSMS U-21 dan lainnya," jelasnya enggan membeberkan lebih detail.
Lalu bagaimana dengan nama klub? Tidak mungkin dalam kompetisi berbeda, tetap mengusung nama PSMS Medan.
"Ini hanya opsi jika PSMS disanksi, soal nama kan masih harus dirapatkan dulu dengan klub, karena PSMS ini pemiliknya adalah klub-klub dan tak semudah itu membuat tandingan," tegasnya lagi.
Freddy sendiri heran dengan tindak tanduk kebijakan yang kerap berubah. Apalagi sebelumnya PSMS sudah memastikan IPL saat Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap bertemu Ketua PSSI, Djohar Arifin.
"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” katanya.
Raja: Penyelesaian akhir masih buruk
MEDAN - PSMS Medan mencatat kemenangan 2-0 atas PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM) Medan dalam lanjutan ujicoba pramusimnya di Stadion Teladan Medan, Rabu malam ini. Dua gol kemenangan Ayam Kinantan disumbangkan Osas Saha dan Jecky Pasarella.
Menanggapi hasil yang diperoleh skuadnya, Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan finishing touch atau penyelesaian akhir timnya masih belum sesuai harapan. Dikatakan, finishing masih menjadi permasalahan.
“Yang perlu diperbaiki anak-anak adalah mereka harus lebih tenang berada di depan. Kolektivitas sudah lumayan. Dua bulan kan mereka fokus digenjot fisik, jadi memang dalam proses," ujar Pelatih asal Malaysia itu melihat sisi kolektivitas tim sudah cukup baik.
Ujicoba tersebut merupakan ajang pemantauan bagi pemain asing dan melihat perkembangan pemain lokal. Pada laga itu, PSMS tampil dengan dua tim materi berbeda. Tim pertama mengandalkan Osas Saha sebagai ujung tombak ditopang barisan gelandang asing yang dihuni Wallace dan Mfundo.
PSMS pun tampil cukup dominan. Tercatat empat peluang emas diraih Saha cs. Bahkan salah satunya berujung gol indah yang dicetak Saha. Di menit 29, striker asal Nigeria itu menguasai bola sambil membelakangi gawang lawan. Dengan satu sentuhan, Saha menendang bola ke sudut kiri atas tanpa dapat diselamatkan kiper TGM.
Di babak kedua, Ayam Kinantan mengandalkan trisula Ananias Fingkrew, Jecky Pasarella, dan Ari Priyatna di lini depan. Di sini, eksplosivitas Jecky dan Fingkrew cukup merepotkan barisan belakang lawan. 10 menit babak kedua, Jecky pun menyumbangkan gol lewat tendangan akrobatik.
TGM bukannya tanpa peluang. Di menit 75, TGM sukses menjebol gawang Achmad Kurniawan. Namun gol dianulir karena wasit melihat salah seorang pemain TGM terperangkap offside. Semenit kemudian, Fingkrew sukses menembus kotak terlarang dengan mengecoh dua pemain belakang. Namun sontekannya masih dapat dihalau kiper lawan dan skor 2-0 tidak berubah.
"Kita fokus melihat pemain asing dan tentunya juga melihat perkembangan pemain lokal. Contohnya, Ledi Utomo cukup bagus perkembangannya. Karena itu, setelah lawan TGM, kita adu tim bermaterikan pemain lokal dan tim yang banyak diisi pemain asing," tambahnya.
Menanggapi hasil yang diperoleh skuadnya, Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan finishing touch atau penyelesaian akhir timnya masih belum sesuai harapan. Dikatakan, finishing masih menjadi permasalahan.
“Yang perlu diperbaiki anak-anak adalah mereka harus lebih tenang berada di depan. Kolektivitas sudah lumayan. Dua bulan kan mereka fokus digenjot fisik, jadi memang dalam proses," ujar Pelatih asal Malaysia itu melihat sisi kolektivitas tim sudah cukup baik.
Ujicoba tersebut merupakan ajang pemantauan bagi pemain asing dan melihat perkembangan pemain lokal. Pada laga itu, PSMS tampil dengan dua tim materi berbeda. Tim pertama mengandalkan Osas Saha sebagai ujung tombak ditopang barisan gelandang asing yang dihuni Wallace dan Mfundo.
PSMS pun tampil cukup dominan. Tercatat empat peluang emas diraih Saha cs. Bahkan salah satunya berujung gol indah yang dicetak Saha. Di menit 29, striker asal Nigeria itu menguasai bola sambil membelakangi gawang lawan. Dengan satu sentuhan, Saha menendang bola ke sudut kiri atas tanpa dapat diselamatkan kiper TGM.
Di babak kedua, Ayam Kinantan mengandalkan trisula Ananias Fingkrew, Jecky Pasarella, dan Ari Priyatna di lini depan. Di sini, eksplosivitas Jecky dan Fingkrew cukup merepotkan barisan belakang lawan. 10 menit babak kedua, Jecky pun menyumbangkan gol lewat tendangan akrobatik.
TGM bukannya tanpa peluang. Di menit 75, TGM sukses menjebol gawang Achmad Kurniawan. Namun gol dianulir karena wasit melihat salah seorang pemain TGM terperangkap offside. Semenit kemudian, Fingkrew sukses menembus kotak terlarang dengan mengecoh dua pemain belakang. Namun sontekannya masih dapat dihalau kiper lawan dan skor 2-0 tidak berubah.
"Kita fokus melihat pemain asing dan tentunya juga melihat perkembangan pemain lokal. Contohnya, Ledi Utomo cukup bagus perkembangannya. Karena itu, setelah lawan TGM, kita adu tim bermaterikan pemain lokal dan tim yang banyak diisi pemain asing," tambahnya.
PSMS rencana jajal tim Malaysia
EDAN - Kompetisi yang sudah di ambang mata tak ayal membuat PSMS Medan harus bergerak cepat mematangkan persiapan. Minimnya ujicoba menghadapi tim selevel akan coba dikebut dalam waktu tersisa.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan ujicoba-ujicoba menghadapi tim-tim selevel memang sangat dibutuhkan timnya saat ini.
"Selama ini yang sangat kurang adalah ujicoba dengan tim selevel. Dan saya pikir tim ini sangat membutuhkannya," katanya baru-baru ini.
Selama masa persiapan, PSMS lebih banyak berujicoba dengan tim- tim lokal Medan yang tentu saja kualitasnya di bawah. Hanya dua kali PSMS menjajal tim peserta Divisi Utama. Menjamu PSBL Langsa, PSMS kalah 0-2 dan teranyar Pro Duta FC berakhir 1-1.
Karena itu, beberapa agenda ujicoba menghadapi tim-tim sekelas disiapkan. Bahkan tak tanggung-tanggung, klub Liga Super Malaysia, Perak FC berencana diundang pada Desember mendatang. Selain itu, juga tengah dilobi Selangor FC.
"Pada 19-24 Desember mendatang, Perak FC akan datang. Kita tengah usahakan Selangor FC dan klub Malaysia lainnya. Kita akan manfaatkan kekosongan waktu untuk tetap menjaga ritme," kata Isa.
Sebelumnya, PSMS juga memastikan ikut serta pada turnamen pramusim dalam rangka HUT Persija Jakarta bersama Arema Malang di Jakarta, 27-29 November nanti.
"Turnamen ini tetap saya anggap pekerjaan yang serius. Menghadapi tim besar seperti Persija dan Arema tentu sebuah kesempatan yang bagus. Apalagi pada 4 Desember nanti kita sudah ada pertandingan," papar pelatih asal Malaysia itu.
Pada Rabu ini, PSMS juga mengagendakan ujicoba kontra Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Kali ini, ujicoba digelar malam di Stadion Teladan Medan.
"Tadinya kita mau ujicoba menghadapi Pro Duta lagi, tapi mereka ada pertandingan dengan tim lain. Meskipun bukan selevel, tapi TGM akan menjadi stimulan persiapan kita menghadapi turnamen di Jakarta," lanjut Isa lagi.
Mantan Pelatih Persiram Raja Ampat ini mengatakan dirinya tengah memperbaiki struktur tim secara teknis. "Kita me-manage tim ini bukan dalam waktu seminggu. Memang butuh kesabaran. Jadi tidak ada alasan pelatih beralasan materi pemain. Bagaimanapun kita harus siap," tegasnya.
Laga ujicoba juga ditujukan mencoba para pemain yang baru bergabung. Terutama legiun asing. " Dari sini kita akan uji pemain asing mana yang siap kita pakai," katanya.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan ujicoba-ujicoba menghadapi tim-tim selevel memang sangat dibutuhkan timnya saat ini.
"Selama ini yang sangat kurang adalah ujicoba dengan tim selevel. Dan saya pikir tim ini sangat membutuhkannya," katanya baru-baru ini.
Selama masa persiapan, PSMS lebih banyak berujicoba dengan tim- tim lokal Medan yang tentu saja kualitasnya di bawah. Hanya dua kali PSMS menjajal tim peserta Divisi Utama. Menjamu PSBL Langsa, PSMS kalah 0-2 dan teranyar Pro Duta FC berakhir 1-1.
Karena itu, beberapa agenda ujicoba menghadapi tim-tim sekelas disiapkan. Bahkan tak tanggung-tanggung, klub Liga Super Malaysia, Perak FC berencana diundang pada Desember mendatang. Selain itu, juga tengah dilobi Selangor FC.
"Pada 19-24 Desember mendatang, Perak FC akan datang. Kita tengah usahakan Selangor FC dan klub Malaysia lainnya. Kita akan manfaatkan kekosongan waktu untuk tetap menjaga ritme," kata Isa.
Sebelumnya, PSMS juga memastikan ikut serta pada turnamen pramusim dalam rangka HUT Persija Jakarta bersama Arema Malang di Jakarta, 27-29 November nanti.
"Turnamen ini tetap saya anggap pekerjaan yang serius. Menghadapi tim besar seperti Persija dan Arema tentu sebuah kesempatan yang bagus. Apalagi pada 4 Desember nanti kita sudah ada pertandingan," papar pelatih asal Malaysia itu.
Pada Rabu ini, PSMS juga mengagendakan ujicoba kontra Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Kali ini, ujicoba digelar malam di Stadion Teladan Medan.
"Tadinya kita mau ujicoba menghadapi Pro Duta lagi, tapi mereka ada pertandingan dengan tim lain. Meskipun bukan selevel, tapi TGM akan menjadi stimulan persiapan kita menghadapi turnamen di Jakarta," lanjut Isa lagi.
Mantan Pelatih Persiram Raja Ampat ini mengatakan dirinya tengah memperbaiki struktur tim secara teknis. "Kita me-manage tim ini bukan dalam waktu seminggu. Memang butuh kesabaran. Jadi tidak ada alasan pelatih beralasan materi pemain. Bagaimanapun kita harus siap," tegasnya.
Laga ujicoba juga ditujukan mencoba para pemain yang baru bergabung. Terutama legiun asing. " Dari sini kita akan uji pemain asing mana yang siap kita pakai," katanya.
Wednesday, November 23, 2011
Kapten Timnas Malaysia orang Batak
JAKARTA - Kapten Timnas Malaysia, Baddrol Bakhtiar, menjadi penentu kemenangan negeri jiran itu dalam pertandingan melawan Timnas Indonesia di partai final Senin malam (21/11). Ternyata, Baddrol adalah keturunan Mandailing, subsuku Batak dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Dalam drama adu pinalti setelah kedua Timnas bertanding melewati babak perpanjangan waktu dengan skor 1-1, Baddrol dipasang pelatih Ong Kim Swee menjadi algojo terakhir. Ketika itu kedudukan adu pinalti 3-3. Dua pemain Indonesia, Gunawan DC dan Ferdinand Sinaga, gagal menjebol gawang Malaysia yang dikawal Khairul Fahmi Che Mat. Adapun tendangan seorang pemain Malaysia, Fakhri, telah dijinakkan kiper Indonesia, Kurnia Mei
Baddrol hampir mengalami nasib serupa Fakhri. Tetapi, walau sempat ditahan Kurnia namun bola yang ditendang Baddrol yang lahir di Sungai Petani, Kedah, 1 Februari 1988, itu tak terbendung juga, melesat dan akhirnya menggetarkan jala gawang Garuda Muda. Di negerinya, Baddrol yang punya nickname Bad, berwajah polos dan lugu dengan sedikit janggut yang menggantung ini bertanding untuk Kedah FA dalam Liga Super Malaysia. Ia memang biasa bermain di lapangan tengah, baik di kiri maupun di kanan.
Karier sepakbolanya di Malaysia melesat setelah ia tampil di Kedah FA President Cup tahun 2006. Masih di tahun yang sama, ia bergabung dengan Canaries dan bertanding dalam Sukan Malaysia. Setelah tampil memukau di pesta olahraga Malaysia yang memukau, Baddrol menandatangani kontrak pertama dengan Kedah FA pada November 2006.
Menurut Ketua Masyarakat Mandailing Malaysia, Ramli Abdul Karim Hasibuan, Baddrol Bakhtiar pun masih keturunan Mandailing. Memang nama keluarga atau marga Baddrol sudah tidak diketahui lagi. "Sedang di-check, because di Malaysia sudah lama hilang marga. Tapi famili-nya saya kenal. Dia cucu Opung Lobe, orang panggil disini," tulis Ramli Abdul Karim, hari ini.
Ramli berharap pertandingan antara Indonesia melawan Malaysia itu dapat menjadi ajang untuk saling kenal dan memahami bahwa kedua bangsa adalah serumpun.
"Semoga hubungan kedua bangsa semakin erat dan baik," demikian Ramli yang leluhurnya tiba di Semenanjung Malaya sejak pertengahan 1880an silam.
Dalam drama adu pinalti setelah kedua Timnas bertanding melewati babak perpanjangan waktu dengan skor 1-1, Baddrol dipasang pelatih Ong Kim Swee menjadi algojo terakhir. Ketika itu kedudukan adu pinalti 3-3. Dua pemain Indonesia, Gunawan DC dan Ferdinand Sinaga, gagal menjebol gawang Malaysia yang dikawal Khairul Fahmi Che Mat. Adapun tendangan seorang pemain Malaysia, Fakhri, telah dijinakkan kiper Indonesia, Kurnia Mei
Baddrol hampir mengalami nasib serupa Fakhri. Tetapi, walau sempat ditahan Kurnia namun bola yang ditendang Baddrol yang lahir di Sungai Petani, Kedah, 1 Februari 1988, itu tak terbendung juga, melesat dan akhirnya menggetarkan jala gawang Garuda Muda. Di negerinya, Baddrol yang punya nickname Bad, berwajah polos dan lugu dengan sedikit janggut yang menggantung ini bertanding untuk Kedah FA dalam Liga Super Malaysia. Ia memang biasa bermain di lapangan tengah, baik di kiri maupun di kanan.
Karier sepakbolanya di Malaysia melesat setelah ia tampil di Kedah FA President Cup tahun 2006. Masih di tahun yang sama, ia bergabung dengan Canaries dan bertanding dalam Sukan Malaysia. Setelah tampil memukau di pesta olahraga Malaysia yang memukau, Baddrol menandatangani kontrak pertama dengan Kedah FA pada November 2006.
Menurut Ketua Masyarakat Mandailing Malaysia, Ramli Abdul Karim Hasibuan, Baddrol Bakhtiar pun masih keturunan Mandailing. Memang nama keluarga atau marga Baddrol sudah tidak diketahui lagi. "Sedang di-check, because di Malaysia sudah lama hilang marga. Tapi famili-nya saya kenal. Dia cucu Opung Lobe, orang panggil disini," tulis Ramli Abdul Karim, hari ini.
Ramli berharap pertandingan antara Indonesia melawan Malaysia itu dapat menjadi ajang untuk saling kenal dan memahami bahwa kedua bangsa adalah serumpun.
"Semoga hubungan kedua bangsa semakin erat dan baik," demikian Ramli yang leluhurnya tiba di Semenanjung Malaya sejak pertengahan 1880an silam.
AFC dukung PSSI
KUALA LUMPUR - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menghadiri "2nd Joint Meeting of AFC Ad-Hoc Committee for Professional Football" di AFC House yang dihadiri anggota ad-hoc committee.
Dalam pertemuan baru-baru ini, anggota membahas hasil penilaian lima kriteria "Professional Licensing Requirement" yang telah diberlakukan AFC kepada negara-negara anggota yang akan berpartisipasi dalam Liga Champions Asia (LCA).
Djohar, didampingi CEO Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto, mengikuti pembukaan yang dilakukan Acting President AFC, Zhang Jilong, dan sidang yang dipimpin Chairman Ad-Hoc Committee, Saburo Kawabuchi (Jepang), dan Mohammad Al Romaithi (UEA).
Tidak ada perdebatan berarti tentang hasil scoring yang disampaikan Head Competition Departement AFC, Tokuaki Suzuki. Dalam dokumen hasil penilaian, AFC mengakui Indonesia memiliki peserta kompetisi profesional yang terdiri atas 24 klub.
"Fakta ini menunjukkan kita dan keluarga besar PSSI bahwa AFC sebagai induk organisasi kita di Asia telah memahami dan memberikan dukungan. Namun saya jelaskan kepada peserta dalam sesi informal bahwa sejauh ini kami baru memperoleh 17 peserta dalam Indonesian Premier League (IPL)," kata Djohar dalam rilis yang diterima Waspada Online.
Anggota ad-hoc committee kali ini juga bertukar pandangan perihal hasil penilaian AFC dan penentuan peserta LCA. Salah satu titik diskusi yang menyita perhatian anggota adalah usulan kuota dari slot setiap negara peserta ACL berkaitan hasil penilaian.
Satu hal yang menarik, delegasi Indonesia juga mendapatkan sambutan hangat dan memperoleh dukungan beberapa negara plus AFC terkait pencapaian tim nasional dalam SEA Games 2011.
Dalam pertemuan baru-baru ini, anggota membahas hasil penilaian lima kriteria "Professional Licensing Requirement" yang telah diberlakukan AFC kepada negara-negara anggota yang akan berpartisipasi dalam Liga Champions Asia (LCA).
Djohar, didampingi CEO Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto, mengikuti pembukaan yang dilakukan Acting President AFC, Zhang Jilong, dan sidang yang dipimpin Chairman Ad-Hoc Committee, Saburo Kawabuchi (Jepang), dan Mohammad Al Romaithi (UEA).
Tidak ada perdebatan berarti tentang hasil scoring yang disampaikan Head Competition Departement AFC, Tokuaki Suzuki. Dalam dokumen hasil penilaian, AFC mengakui Indonesia memiliki peserta kompetisi profesional yang terdiri atas 24 klub.
"Fakta ini menunjukkan kita dan keluarga besar PSSI bahwa AFC sebagai induk organisasi kita di Asia telah memahami dan memberikan dukungan. Namun saya jelaskan kepada peserta dalam sesi informal bahwa sejauh ini kami baru memperoleh 17 peserta dalam Indonesian Premier League (IPL)," kata Djohar dalam rilis yang diterima Waspada Online.
Anggota ad-hoc committee kali ini juga bertukar pandangan perihal hasil penilaian AFC dan penentuan peserta LCA. Salah satu titik diskusi yang menyita perhatian anggota adalah usulan kuota dari slot setiap negara peserta ACL berkaitan hasil penilaian.
Satu hal yang menarik, delegasi Indonesia juga mendapatkan sambutan hangat dan memperoleh dukungan beberapa negara plus AFC terkait pencapaian tim nasional dalam SEA Games 2011.
Jangan korbankan PSMS untuk kepentingan pribadi!
JAKARTA - Mantan pemain PSMS Medan, Sarman Panggabean, usai mengajak sejumlah rekannya menemui Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di ruang kerjanya, tadi malam, mengaku sangat sedih melihat kondisi Ayam Kinantan saat ini.
Hal itu menurutnya terjadi karena ulah pihak-pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan pribadi. "Karena itu saya minta, jangan korbankan PSMS hanya untuk kepentingan pribadi. Apa jadinya PSMS sekiranya mendapat sanksi berat dari PSSI. Sangat sulit lagi bisa bangkit," tutur Sarman
Hadir bersama Anjas Asmara, Tumpak Uli Sihite, Ricky Yakobi, dan beberapa mantan pemain lainnya, Sarman mengatakan kesempatan tampil di pentas tertinggi kompetisi sepakbola nasional musim ini tidak lepas dari andil sejumlah mantan. Pasalnya, mereka telah meminta kepada pengurus PSSI agar mengembalikan Ayam Kinantan ke kasta tertinggi, secara kebetulan peluang tersebut memang terbuka lebar.
"Maka dari itu, kesempatan tampil di liga tertinggi jangan lagi disia-siakan. Kita sudah lihat, prestasi PSMS sangat sulit dikembalikan seperti era kami dulu. Yang ada, malah ingin terus menghancurkan dengan ikut kompetisi di luar PSSI," pungkas Sarman.
Seperti diketahui, hadirnya wakil PSMS dalam pertemuan klub peserta Indonesian Super League (ISL) yang dilakukan PT Liga Indonesia, pengelola kompetisi pada era kepengurusan Nurdin Halid yang sudah dicabut mandatnya oleh PSSI, menjadi pertanda Ayam Kinantan masih mendua. Sebab sebelumnya, pengurus menyatakan kesiapannya mengikuti kompetisi di bawah PSSI.
Isu beredar menyebutkan, pihak konsorsium tidak memiliki uang hingga PSMS harus ikut kompetisi di luar PSSI. Tapi hal ini langsung dibantah konsorsium dengan balik menuding manajemen PSMS belum memberikan permintaan dana. "Konsorsium itu memiliki sistem pengelolaan keuangan profesional. Karena itu, tidak mungkin mengucurkan dana begitu saja tanpa adanya perencanaan yang baik," ujar salah seorang pimpinan tertinggi konsorsium PSMS, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Hal itu menurutnya terjadi karena ulah pihak-pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan pribadi. "Karena itu saya minta, jangan korbankan PSMS hanya untuk kepentingan pribadi. Apa jadinya PSMS sekiranya mendapat sanksi berat dari PSSI. Sangat sulit lagi bisa bangkit," tutur Sarman
Hadir bersama Anjas Asmara, Tumpak Uli Sihite, Ricky Yakobi, dan beberapa mantan pemain lainnya, Sarman mengatakan kesempatan tampil di pentas tertinggi kompetisi sepakbola nasional musim ini tidak lepas dari andil sejumlah mantan. Pasalnya, mereka telah meminta kepada pengurus PSSI agar mengembalikan Ayam Kinantan ke kasta tertinggi, secara kebetulan peluang tersebut memang terbuka lebar.
"Maka dari itu, kesempatan tampil di liga tertinggi jangan lagi disia-siakan. Kita sudah lihat, prestasi PSMS sangat sulit dikembalikan seperti era kami dulu. Yang ada, malah ingin terus menghancurkan dengan ikut kompetisi di luar PSSI," pungkas Sarman.
Seperti diketahui, hadirnya wakil PSMS dalam pertemuan klub peserta Indonesian Super League (ISL) yang dilakukan PT Liga Indonesia, pengelola kompetisi pada era kepengurusan Nurdin Halid yang sudah dicabut mandatnya oleh PSSI, menjadi pertanda Ayam Kinantan masih mendua. Sebab sebelumnya, pengurus menyatakan kesiapannya mengikuti kompetisi di bawah PSSI.
Isu beredar menyebutkan, pihak konsorsium tidak memiliki uang hingga PSMS harus ikut kompetisi di luar PSSI. Tapi hal ini langsung dibantah konsorsium dengan balik menuding manajemen PSMS belum memberikan permintaan dana. "Konsorsium itu memiliki sistem pengelolaan keuangan profesional. Karena itu, tidak mungkin mengucurkan dana begitu saja tanpa adanya perencanaan yang baik," ujar salah seorang pimpinan tertinggi konsorsium PSMS, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
PSMS Resmi ke ISL
PSMS berlaga di ISL. Hal ini merujuk setelah tak ada tindakan lebih lanjut dari konsorsium mengenai dana bantuan untuk operasional PSMS hingga Senin (21/11) malam. Dengan hal ini, pengurus PSMS memastikan klub berjuluk Ayam Kinantan ini akan berlaga di ISL.
Hal ini diterangkan pelaksana teknis PSMS Idris yang menyayangkan sikap konsorsium. “Hingga kemarin (21/11) malam kita tak mendapat kejelasan dari konsorsium. Secara otomatis kita (PSMS) akan berlaga di ISL,” terangnya, Selasa (22/11).
Idris memaparkan, dengan ikut dikompetisi ISL, maka PSMS akan mendapatkan sponsorship. “Jika kita bergabung di ISL, kita sudah ada sponsor utama yakni Sumatera Bakrie Plantation Kisaran. Dan PSMS tetap milik masyarakat Kota Medan,” tuturnya.
Ia membandingkan jika PSMS bergabung ke IPL maka saham PSMS sebesar 70 persen akan dimiliki kelompok-kelompok tertentu. “Dan mengenai hal itu, para tokoh bola di Medan tak setuju dengan ketentuan kepemilikan saham yang lebih besar dimiliki oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Idris.
Keputusan PSMS berlaga di ISL ini diakui Idris telah berkonsultasi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Sebelumnya kita sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota, mengenai konsorsium dan iming-iming dana tersebut. Jika mereka (Konsorsium) tak juga mencairkan dana hingga Senin (21/11), maka PSMS akan beralih ke kompetisi yang lebih jelas dananya yakni ISL,” tuturnya.
Dengan telah dipastikannya PSMS berlaga di ISL, maka pada 27 November mendatang PSMS akan mengikuti turnamen segitiga antara PSMS, Persija dan Arema hingga 29 November 2011.
Sementara itu, kepastian pilihan PSMS mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diumumkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap pada pekan ini bersamaan dengan Konfrensi Pers. “Sabar, dalam minggu ini akan dikabarakan. Nanti akan diberikan konfrensi persnya,” kata Rahudman di Kantor Kota, Selasa (22/11) siang.
Dikatakanya, dengan aksi unjuk rasa yang meminta agar PSMS bermain di IPL mendapat respon dari Rahudman. “Bila ada aksi unjuk rasa supaya mengikuti IPL PSSI itu baik-baik saja. Tapi yang paling utama adalah kita (Pemko Medan, Red) meinginkan PSMS main secara berkesinambungan,” cetusnya.
(saz/adl/sumutpos)
Hal ini diterangkan pelaksana teknis PSMS Idris yang menyayangkan sikap konsorsium. “Hingga kemarin (21/11) malam kita tak mendapat kejelasan dari konsorsium. Secara otomatis kita (PSMS) akan berlaga di ISL,” terangnya, Selasa (22/11).
Idris memaparkan, dengan ikut dikompetisi ISL, maka PSMS akan mendapatkan sponsorship. “Jika kita bergabung di ISL, kita sudah ada sponsor utama yakni Sumatera Bakrie Plantation Kisaran. Dan PSMS tetap milik masyarakat Kota Medan,” tuturnya.
Ia membandingkan jika PSMS bergabung ke IPL maka saham PSMS sebesar 70 persen akan dimiliki kelompok-kelompok tertentu. “Dan mengenai hal itu, para tokoh bola di Medan tak setuju dengan ketentuan kepemilikan saham yang lebih besar dimiliki oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Idris.
Keputusan PSMS berlaga di ISL ini diakui Idris telah berkonsultasi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Sebelumnya kita sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota, mengenai konsorsium dan iming-iming dana tersebut. Jika mereka (Konsorsium) tak juga mencairkan dana hingga Senin (21/11), maka PSMS akan beralih ke kompetisi yang lebih jelas dananya yakni ISL,” tuturnya.
Dengan telah dipastikannya PSMS berlaga di ISL, maka pada 27 November mendatang PSMS akan mengikuti turnamen segitiga antara PSMS, Persija dan Arema hingga 29 November 2011.
Sementara itu, kepastian pilihan PSMS mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diumumkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap pada pekan ini bersamaan dengan Konfrensi Pers. “Sabar, dalam minggu ini akan dikabarakan. Nanti akan diberikan konfrensi persnya,” kata Rahudman di Kantor Kota, Selasa (22/11) siang.
Dikatakanya, dengan aksi unjuk rasa yang meminta agar PSMS bermain di IPL mendapat respon dari Rahudman. “Bila ada aksi unjuk rasa supaya mengikuti IPL PSSI itu baik-baik saja. Tapi yang paling utama adalah kita (Pemko Medan, Red) meinginkan PSMS main secara berkesinambungan,” cetusnya.
(saz/adl/sumutpos)
Tuesday, November 22, 2011
PSMS Merihkan HUT Persija
MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
PSMS Merihkan HUT Persija
MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
PSMS Maksimalkan Persiapan
Saat ini PSMS harus berpacu untuk memaksimalisasi persiapan menjelang bergulirnya kompetisi musim mendatang. Pembenahan pemain dari segi teknis menjadi fokus utama.
Hal itu terlihat pada sesi latihan PSMS di Stadion Teladan Medan kemarin.
Latihan yang digelar lebih cepat dari sebelumnya yaitu dimulai Pukul 14.00 WIB diisi dengan beragam latihan. “Ya, latihan sengaja digelar berkonsep, semua dengan bola. Kita memperbaiki umpan-umpan silang kita, dan lini lain,” terang pelatih PSMS Raja Isa usai memimpin latihan di Stadion Teladan, Senin (21/11).
Pada sesi latihan itu, pemain PSMS dibagi dalam dua bagian. Pertama, Raja Isa memimpin latihan pemain belakang yang dibagi dalam dua bagian, beberapa pemain menghalau penetrasi bola yang dilakukan pemain lawan di kotak penalti, beberapa lainnya melakukan crossing ke arah kotak penalti.
Sementara itu pemain tengah dan depan menggeber latihan finishing dengan umpan-umpan crossing yang diteruskan ke gawang oleh pemain depan. “Untuk pemain depan, kami benahi finishing touch-nya serta membenahi pemain belakang, pemain tengah dan belakang melakukan crossing. Kalau harus latihan seperti SSB kan nggak ada waktu, yang penting dikerjakan semua, gado-gadokan semua, dari Markus sampai ke Saha,” tutur Raja Isa.
Menurutnya, metode tersebut adalah cara yang paling strategis untuk mengejar persiapan tim di sisa waktu yang tak lama lagi. “Perlahan tapi pasti, potensi ada, memang butuh konsentrasi bagus, dan harus fokus pada latihan yang dikerjakan. PSMS butuh pelatihan secara menyeluruh,” katanya.
Sesi latihan yang dilakukan sore itu cukup menguras tenaga pemain, karena memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2 jam 30 menit.
Selain itu, dia juga memuji kehadiran dua kiper andalan PSMS seperti Markus Haris Maulana dan Ahmad Kurniawan. “Sedikit banyak, kehadiran dua kiper itu memberikan kekuatan yang berbeda dengan tim lain. Kami punya dua penjaga gawang yang punya kualitas baik untuk liga utama di Indonesia. Kami juga akan berusaha mencari satu hingga dua figur pemain nasional yang baik untuk tim ini,” jelas Raja Isa.
Mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu juga menyatakan, persaingan kiper bukanlah masalah bagi Ahmad Kurniawan. “Dia akan kembali besok (Hari ini, Red) karena acara keluarganya baru selesai kemarin (20/11),” ungkapnya. (saz)
Hal itu terlihat pada sesi latihan PSMS di Stadion Teladan Medan kemarin.
Latihan yang digelar lebih cepat dari sebelumnya yaitu dimulai Pukul 14.00 WIB diisi dengan beragam latihan. “Ya, latihan sengaja digelar berkonsep, semua dengan bola. Kita memperbaiki umpan-umpan silang kita, dan lini lain,” terang pelatih PSMS Raja Isa usai memimpin latihan di Stadion Teladan, Senin (21/11).
Pada sesi latihan itu, pemain PSMS dibagi dalam dua bagian. Pertama, Raja Isa memimpin latihan pemain belakang yang dibagi dalam dua bagian, beberapa pemain menghalau penetrasi bola yang dilakukan pemain lawan di kotak penalti, beberapa lainnya melakukan crossing ke arah kotak penalti.
Sementara itu pemain tengah dan depan menggeber latihan finishing dengan umpan-umpan crossing yang diteruskan ke gawang oleh pemain depan. “Untuk pemain depan, kami benahi finishing touch-nya serta membenahi pemain belakang, pemain tengah dan belakang melakukan crossing. Kalau harus latihan seperti SSB kan nggak ada waktu, yang penting dikerjakan semua, gado-gadokan semua, dari Markus sampai ke Saha,” tutur Raja Isa.
Menurutnya, metode tersebut adalah cara yang paling strategis untuk mengejar persiapan tim di sisa waktu yang tak lama lagi. “Perlahan tapi pasti, potensi ada, memang butuh konsentrasi bagus, dan harus fokus pada latihan yang dikerjakan. PSMS butuh pelatihan secara menyeluruh,” katanya.
Sesi latihan yang dilakukan sore itu cukup menguras tenaga pemain, karena memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2 jam 30 menit.
Selain itu, dia juga memuji kehadiran dua kiper andalan PSMS seperti Markus Haris Maulana dan Ahmad Kurniawan. “Sedikit banyak, kehadiran dua kiper itu memberikan kekuatan yang berbeda dengan tim lain. Kami punya dua penjaga gawang yang punya kualitas baik untuk liga utama di Indonesia. Kami juga akan berusaha mencari satu hingga dua figur pemain nasional yang baik untuk tim ini,” jelas Raja Isa.
Mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu juga menyatakan, persaingan kiper bukanlah masalah bagi Ahmad Kurniawan. “Dia akan kembali besok (Hari ini, Red) karena acara keluarganya baru selesai kemarin (20/11),” ungkapnya. (saz)
PSMS makin ke luar jalur
MEDAN - Meskipun belum memastikan kiprahnya di Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesian Super League (ISL), langkah PSMS Medan semakin ketebak. Sikap yang lebih condong ke ISL sepertinya tak hanya sekedar wacana.
Apalagi PSMS memutuskan ikut serta dalam turnamen segitiga dalam rangka hari ulang tahun Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 27-29 November mendatang. Selain Persija dan PSMS, Arema Malang juga turut tampil.
Angin PSMS yang berhembus pelan ke ISL terlihat dari jadwal turnamen yang bentrok dengan jadwal perdana PSMS jika berkompetisi di IPL. Bisa disimpulkan dalam hal ini PSMS mengesampingkan IPL.
Selain itu, Persija dan Arema yang berpartisipasi dalam turnamen adalah Persija versi Ferry Paulus dan Arema versi Rendra. Seperti diketahui dualisme terjadi di dua klub itu dan nama-nama yang disebutkan di atas memilih berkiprah di ISL. Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, membenarkan keikutsertaan Ayam Kinantan.
"Turnamen segitiga pasti, namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu," ujarnya.
Pelatih PSMS, Raja Isa, menyambut positif digelarnya turnamen tersebut. Apalagi sebelumnya PSMS belum pernah mencatatkan diri ikut turnamen pra musim layaknya klub-klub ISL lain yang ikut dalam Inter Island Cup.
Dalam perkembangannya, ia melihat beberapa kemajuan dalam performa anak asuhnya. Apalagi turnamen pra musim ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemain. Jika gagal menunjukkan penampilan sesuai harapan, siap-siap masuk daftar coret.
"Saya lihat sudah ada koordinasi dan kemapanan bekerjasama antarlokal dan asing. Juga ada proses bagi pemain asing yang baru gabung. Dari hasil evaluasi turnamen itu mungkin saya akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai," katanya.
Lewat turnamen ini, Raja Isa juga berkesempatan memantau performa dua punggawa di bawah mistar, Markus Haris Maulana dan Achmad Kurniawan. Keduanya akan dipasang bergiliran pada dua duel yang dijalani. Bahkan. Pelatih asal Malaysia itu menyikapinya dengan serius. Terbukti dari persiapannya mempelajari rekaman pertandingan Persija dan Arema.
"Nanti anak-anak akan nonton bersama. Dari situ kita lihat celah. Bersyukur kita dapat lawan kuat seperti Persija dan Arema. Ini penting untuk persiapan kita," ujarnya.
Jika nantinya berkiprah di ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang kontra Mitra Kukar (3/12) dan Persisam Samarinda (6/12).
Apalagi PSMS memutuskan ikut serta dalam turnamen segitiga dalam rangka hari ulang tahun Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 27-29 November mendatang. Selain Persija dan PSMS, Arema Malang juga turut tampil.
Angin PSMS yang berhembus pelan ke ISL terlihat dari jadwal turnamen yang bentrok dengan jadwal perdana PSMS jika berkompetisi di IPL. Bisa disimpulkan dalam hal ini PSMS mengesampingkan IPL.
Selain itu, Persija dan Arema yang berpartisipasi dalam turnamen adalah Persija versi Ferry Paulus dan Arema versi Rendra. Seperti diketahui dualisme terjadi di dua klub itu dan nama-nama yang disebutkan di atas memilih berkiprah di ISL. Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, membenarkan keikutsertaan Ayam Kinantan.
"Turnamen segitiga pasti, namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu," ujarnya.
Pelatih PSMS, Raja Isa, menyambut positif digelarnya turnamen tersebut. Apalagi sebelumnya PSMS belum pernah mencatatkan diri ikut turnamen pra musim layaknya klub-klub ISL lain yang ikut dalam Inter Island Cup.
Dalam perkembangannya, ia melihat beberapa kemajuan dalam performa anak asuhnya. Apalagi turnamen pra musim ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemain. Jika gagal menunjukkan penampilan sesuai harapan, siap-siap masuk daftar coret.
"Saya lihat sudah ada koordinasi dan kemapanan bekerjasama antarlokal dan asing. Juga ada proses bagi pemain asing yang baru gabung. Dari hasil evaluasi turnamen itu mungkin saya akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai," katanya.
Lewat turnamen ini, Raja Isa juga berkesempatan memantau performa dua punggawa di bawah mistar, Markus Haris Maulana dan Achmad Kurniawan. Keduanya akan dipasang bergiliran pada dua duel yang dijalani. Bahkan. Pelatih asal Malaysia itu menyikapinya dengan serius. Terbukti dari persiapannya mempelajari rekaman pertandingan Persija dan Arema.
"Nanti anak-anak akan nonton bersama. Dari situ kita lihat celah. Bersyukur kita dapat lawan kuat seperti Persija dan Arema. Ini penting untuk persiapan kita," ujarnya.
Jika nantinya berkiprah di ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang kontra Mitra Kukar (3/12) dan Persisam Samarinda (6/12).
Subscribe to:
Posts (Atom)