PSMS berlaga di ISL. Hal ini merujuk setelah tak ada tindakan lebih lanjut dari konsorsium mengenai dana bantuan untuk operasional PSMS hingga Senin (21/11) malam. Dengan hal ini, pengurus PSMS memastikan klub berjuluk Ayam Kinantan ini akan berlaga di ISL.
Hal ini diterangkan pelaksana teknis PSMS Idris yang menyayangkan sikap konsorsium. “Hingga kemarin (21/11) malam kita tak mendapat kejelasan dari konsorsium. Secara otomatis kita (PSMS) akan berlaga di ISL,” terangnya, Selasa (22/11).
Idris memaparkan, dengan ikut dikompetisi ISL, maka PSMS akan mendapatkan sponsorship. “Jika kita bergabung di ISL, kita sudah ada sponsor utama yakni Sumatera Bakrie Plantation Kisaran. Dan PSMS tetap milik masyarakat Kota Medan,” tuturnya.
Ia membandingkan jika PSMS bergabung ke IPL maka saham PSMS sebesar 70 persen akan dimiliki kelompok-kelompok tertentu. “Dan mengenai hal itu, para tokoh bola di Medan tak setuju dengan ketentuan kepemilikan saham yang lebih besar dimiliki oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Idris.
Keputusan PSMS berlaga di ISL ini diakui Idris telah berkonsultasi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Sebelumnya kita sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota, mengenai konsorsium dan iming-iming dana tersebut. Jika mereka (Konsorsium) tak juga mencairkan dana hingga Senin (21/11), maka PSMS akan beralih ke kompetisi yang lebih jelas dananya yakni ISL,” tuturnya.
Dengan telah dipastikannya PSMS berlaga di ISL, maka pada 27 November mendatang PSMS akan mengikuti turnamen segitiga antara PSMS, Persija dan Arema hingga 29 November 2011.
Sementara itu, kepastian pilihan PSMS mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diumumkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap pada pekan ini bersamaan dengan Konfrensi Pers. “Sabar, dalam minggu ini akan dikabarakan. Nanti akan diberikan konfrensi persnya,” kata Rahudman di Kantor Kota, Selasa (22/11) siang.
Dikatakanya, dengan aksi unjuk rasa yang meminta agar PSMS bermain di IPL mendapat respon dari Rahudman. “Bila ada aksi unjuk rasa supaya mengikuti IPL PSSI itu baik-baik saja. Tapi yang paling utama adalah kita (Pemko Medan, Red) meinginkan PSMS main secara berkesinambungan,” cetusnya.
(saz/adl/sumutpos)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, November 23, 2011
Tuesday, November 22, 2011
PSMS Merihkan HUT Persija
MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
PSMS Merihkan HUT Persija
MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).
Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.
Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.
“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.
Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.
Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)
PSMS Maksimalkan Persiapan
Saat ini PSMS harus berpacu untuk memaksimalisasi persiapan menjelang bergulirnya kompetisi musim mendatang. Pembenahan pemain dari segi teknis menjadi fokus utama.
Hal itu terlihat pada sesi latihan PSMS di Stadion Teladan Medan kemarin.
Latihan yang digelar lebih cepat dari sebelumnya yaitu dimulai Pukul 14.00 WIB diisi dengan beragam latihan. “Ya, latihan sengaja digelar berkonsep, semua dengan bola. Kita memperbaiki umpan-umpan silang kita, dan lini lain,” terang pelatih PSMS Raja Isa usai memimpin latihan di Stadion Teladan, Senin (21/11).
Pada sesi latihan itu, pemain PSMS dibagi dalam dua bagian. Pertama, Raja Isa memimpin latihan pemain belakang yang dibagi dalam dua bagian, beberapa pemain menghalau penetrasi bola yang dilakukan pemain lawan di kotak penalti, beberapa lainnya melakukan crossing ke arah kotak penalti.
Sementara itu pemain tengah dan depan menggeber latihan finishing dengan umpan-umpan crossing yang diteruskan ke gawang oleh pemain depan. “Untuk pemain depan, kami benahi finishing touch-nya serta membenahi pemain belakang, pemain tengah dan belakang melakukan crossing. Kalau harus latihan seperti SSB kan nggak ada waktu, yang penting dikerjakan semua, gado-gadokan semua, dari Markus sampai ke Saha,” tutur Raja Isa.
Menurutnya, metode tersebut adalah cara yang paling strategis untuk mengejar persiapan tim di sisa waktu yang tak lama lagi. “Perlahan tapi pasti, potensi ada, memang butuh konsentrasi bagus, dan harus fokus pada latihan yang dikerjakan. PSMS butuh pelatihan secara menyeluruh,” katanya.
Sesi latihan yang dilakukan sore itu cukup menguras tenaga pemain, karena memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2 jam 30 menit.
Selain itu, dia juga memuji kehadiran dua kiper andalan PSMS seperti Markus Haris Maulana dan Ahmad Kurniawan. “Sedikit banyak, kehadiran dua kiper itu memberikan kekuatan yang berbeda dengan tim lain. Kami punya dua penjaga gawang yang punya kualitas baik untuk liga utama di Indonesia. Kami juga akan berusaha mencari satu hingga dua figur pemain nasional yang baik untuk tim ini,” jelas Raja Isa.
Mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu juga menyatakan, persaingan kiper bukanlah masalah bagi Ahmad Kurniawan. “Dia akan kembali besok (Hari ini, Red) karena acara keluarganya baru selesai kemarin (20/11),” ungkapnya. (saz)
Hal itu terlihat pada sesi latihan PSMS di Stadion Teladan Medan kemarin.
Latihan yang digelar lebih cepat dari sebelumnya yaitu dimulai Pukul 14.00 WIB diisi dengan beragam latihan. “Ya, latihan sengaja digelar berkonsep, semua dengan bola. Kita memperbaiki umpan-umpan silang kita, dan lini lain,” terang pelatih PSMS Raja Isa usai memimpin latihan di Stadion Teladan, Senin (21/11).
Pada sesi latihan itu, pemain PSMS dibagi dalam dua bagian. Pertama, Raja Isa memimpin latihan pemain belakang yang dibagi dalam dua bagian, beberapa pemain menghalau penetrasi bola yang dilakukan pemain lawan di kotak penalti, beberapa lainnya melakukan crossing ke arah kotak penalti.
Sementara itu pemain tengah dan depan menggeber latihan finishing dengan umpan-umpan crossing yang diteruskan ke gawang oleh pemain depan. “Untuk pemain depan, kami benahi finishing touch-nya serta membenahi pemain belakang, pemain tengah dan belakang melakukan crossing. Kalau harus latihan seperti SSB kan nggak ada waktu, yang penting dikerjakan semua, gado-gadokan semua, dari Markus sampai ke Saha,” tutur Raja Isa.
Menurutnya, metode tersebut adalah cara yang paling strategis untuk mengejar persiapan tim di sisa waktu yang tak lama lagi. “Perlahan tapi pasti, potensi ada, memang butuh konsentrasi bagus, dan harus fokus pada latihan yang dikerjakan. PSMS butuh pelatihan secara menyeluruh,” katanya.
Sesi latihan yang dilakukan sore itu cukup menguras tenaga pemain, karena memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2 jam 30 menit.
Selain itu, dia juga memuji kehadiran dua kiper andalan PSMS seperti Markus Haris Maulana dan Ahmad Kurniawan. “Sedikit banyak, kehadiran dua kiper itu memberikan kekuatan yang berbeda dengan tim lain. Kami punya dua penjaga gawang yang punya kualitas baik untuk liga utama di Indonesia. Kami juga akan berusaha mencari satu hingga dua figur pemain nasional yang baik untuk tim ini,” jelas Raja Isa.
Mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu juga menyatakan, persaingan kiper bukanlah masalah bagi Ahmad Kurniawan. “Dia akan kembali besok (Hari ini, Red) karena acara keluarganya baru selesai kemarin (20/11),” ungkapnya. (saz)
PSMS makin ke luar jalur
MEDAN - Meskipun belum memastikan kiprahnya di Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesian Super League (ISL), langkah PSMS Medan semakin ketebak. Sikap yang lebih condong ke ISL sepertinya tak hanya sekedar wacana.
Apalagi PSMS memutuskan ikut serta dalam turnamen segitiga dalam rangka hari ulang tahun Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 27-29 November mendatang. Selain Persija dan PSMS, Arema Malang juga turut tampil.
Angin PSMS yang berhembus pelan ke ISL terlihat dari jadwal turnamen yang bentrok dengan jadwal perdana PSMS jika berkompetisi di IPL. Bisa disimpulkan dalam hal ini PSMS mengesampingkan IPL.
Selain itu, Persija dan Arema yang berpartisipasi dalam turnamen adalah Persija versi Ferry Paulus dan Arema versi Rendra. Seperti diketahui dualisme terjadi di dua klub itu dan nama-nama yang disebutkan di atas memilih berkiprah di ISL. Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, membenarkan keikutsertaan Ayam Kinantan.
"Turnamen segitiga pasti, namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu," ujarnya.
Pelatih PSMS, Raja Isa, menyambut positif digelarnya turnamen tersebut. Apalagi sebelumnya PSMS belum pernah mencatatkan diri ikut turnamen pra musim layaknya klub-klub ISL lain yang ikut dalam Inter Island Cup.
Dalam perkembangannya, ia melihat beberapa kemajuan dalam performa anak asuhnya. Apalagi turnamen pra musim ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemain. Jika gagal menunjukkan penampilan sesuai harapan, siap-siap masuk daftar coret.
"Saya lihat sudah ada koordinasi dan kemapanan bekerjasama antarlokal dan asing. Juga ada proses bagi pemain asing yang baru gabung. Dari hasil evaluasi turnamen itu mungkin saya akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai," katanya.
Lewat turnamen ini, Raja Isa juga berkesempatan memantau performa dua punggawa di bawah mistar, Markus Haris Maulana dan Achmad Kurniawan. Keduanya akan dipasang bergiliran pada dua duel yang dijalani. Bahkan. Pelatih asal Malaysia itu menyikapinya dengan serius. Terbukti dari persiapannya mempelajari rekaman pertandingan Persija dan Arema.
"Nanti anak-anak akan nonton bersama. Dari situ kita lihat celah. Bersyukur kita dapat lawan kuat seperti Persija dan Arema. Ini penting untuk persiapan kita," ujarnya.
Jika nantinya berkiprah di ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang kontra Mitra Kukar (3/12) dan Persisam Samarinda (6/12).
Apalagi PSMS memutuskan ikut serta dalam turnamen segitiga dalam rangka hari ulang tahun Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 27-29 November mendatang. Selain Persija dan PSMS, Arema Malang juga turut tampil.
Angin PSMS yang berhembus pelan ke ISL terlihat dari jadwal turnamen yang bentrok dengan jadwal perdana PSMS jika berkompetisi di IPL. Bisa disimpulkan dalam hal ini PSMS mengesampingkan IPL.
Selain itu, Persija dan Arema yang berpartisipasi dalam turnamen adalah Persija versi Ferry Paulus dan Arema versi Rendra. Seperti diketahui dualisme terjadi di dua klub itu dan nama-nama yang disebutkan di atas memilih berkiprah di ISL. Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, membenarkan keikutsertaan Ayam Kinantan.
"Turnamen segitiga pasti, namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu," ujarnya.
Pelatih PSMS, Raja Isa, menyambut positif digelarnya turnamen tersebut. Apalagi sebelumnya PSMS belum pernah mencatatkan diri ikut turnamen pra musim layaknya klub-klub ISL lain yang ikut dalam Inter Island Cup.
Dalam perkembangannya, ia melihat beberapa kemajuan dalam performa anak asuhnya. Apalagi turnamen pra musim ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemain. Jika gagal menunjukkan penampilan sesuai harapan, siap-siap masuk daftar coret.
"Saya lihat sudah ada koordinasi dan kemapanan bekerjasama antarlokal dan asing. Juga ada proses bagi pemain asing yang baru gabung. Dari hasil evaluasi turnamen itu mungkin saya akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai," katanya.
Lewat turnamen ini, Raja Isa juga berkesempatan memantau performa dua punggawa di bawah mistar, Markus Haris Maulana dan Achmad Kurniawan. Keduanya akan dipasang bergiliran pada dua duel yang dijalani. Bahkan. Pelatih asal Malaysia itu menyikapinya dengan serius. Terbukti dari persiapannya mempelajari rekaman pertandingan Persija dan Arema.
"Nanti anak-anak akan nonton bersama. Dari situ kita lihat celah. Bersyukur kita dapat lawan kuat seperti Persija dan Arema. Ini penting untuk persiapan kita," ujarnya.
Jika nantinya berkiprah di ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang kontra Mitra Kukar (3/12) dan Persisam Samarinda (6/12).
Selasa ini, PSMS tentukan pilihan
MEDAN - Kepastian pilihan PSMS Medan mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diputuskan Selasa ini. Demikian disebutkan Pelaksana Teknis PSMS, Iswanda Nanda Ramli, Senin.
Dikatakan, keputusan final di antara dua pilihan itu akan Selasa ini. Sebelumnya, Rahudman Harahap selaku Ketua Umum PSMS telah memutuskan IPL setelah menandatangani kerjasama dengan pihak konsorsium.
Namun dari tiga syarat yang diajukan kala itu, hingga sekarang baru dua yang dipenuhi. Salah satunya adalah menjadi tuan rumah laga perdana menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan, 26 November nanti.
"Mereka (konsorsium-red) menjanjikan akan mengabulkan keinginan PSMS hari ini (kemarin-red). Seandainya janji tidak dipenuhi, tidak tertutup kemungkinan PSMS mengikuti ISL yang digelar Badan Liga Indonesia," ujar Nanda yang juga Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Medan itu.
Sebelumnya, Idris SE menyebutkan pihaknya harus hati-hati menentukan sikapn karena tidak mau menanggung resiko seperti kompetisi terhenti di tengah jalan akibat akan terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) saat musim dimulai.
Dengan dihentikannya kompetisi, PSMS jelas akan menanggung tiga bulan gaji pemain dan pelatih. Karena itu, PSMS meminta konsorsium untuk menyiapkan dana talang senilai Rp5 miliar.
“Tetapi kalau tuntutan PSMS itu tidak mereka penuhi, dengan segala resiko PSMS akan mengikuti ISL,” sebut Idris yang disebut-sebut bakal menjabat Chief Executive Officer (CEO) Ayam Kinantan.
Setelah menunjuk Raja Isa sebagai pelatih kepala didampingi Suharto, Roekinoy, dan Sugiar, PSMS terus mempersiapkan diri dan berencana melakukan try out ke Pulau Jawa.
Dikatakan, keputusan final di antara dua pilihan itu akan Selasa ini. Sebelumnya, Rahudman Harahap selaku Ketua Umum PSMS telah memutuskan IPL setelah menandatangani kerjasama dengan pihak konsorsium.
Namun dari tiga syarat yang diajukan kala itu, hingga sekarang baru dua yang dipenuhi. Salah satunya adalah menjadi tuan rumah laga perdana menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan, 26 November nanti.
"Mereka (konsorsium-red) menjanjikan akan mengabulkan keinginan PSMS hari ini (kemarin-red). Seandainya janji tidak dipenuhi, tidak tertutup kemungkinan PSMS mengikuti ISL yang digelar Badan Liga Indonesia," ujar Nanda yang juga Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Medan itu.
Sebelumnya, Idris SE menyebutkan pihaknya harus hati-hati menentukan sikapn karena tidak mau menanggung resiko seperti kompetisi terhenti di tengah jalan akibat akan terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) saat musim dimulai.
Dengan dihentikannya kompetisi, PSMS jelas akan menanggung tiga bulan gaji pemain dan pelatih. Karena itu, PSMS meminta konsorsium untuk menyiapkan dana talang senilai Rp5 miliar.
“Tetapi kalau tuntutan PSMS itu tidak mereka penuhi, dengan segala resiko PSMS akan mengikuti ISL,” sebut Idris yang disebut-sebut bakal menjabat Chief Executive Officer (CEO) Ayam Kinantan.
Setelah menunjuk Raja Isa sebagai pelatih kepala didampingi Suharto, Roekinoy, dan Sugiar, PSMS terus mempersiapkan diri dan berencana melakukan try out ke Pulau Jawa.
Monday, November 21, 2011
Konsorsium: Idris tak bisa sembarangan
Jakarta - Polemik di tubuh PSMS Medan terjawab sudah, khususnya terkait belum dikontraknya pelatih dan para pemainnya. Pengakuan Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, yang mengaku konsorsium belum menyediakan dana akibat kontrak belum dituntaskan, dibantah keras.
Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam
Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.
Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.
Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.
Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.
Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.
Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.
Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam
Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.
Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.
Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.
Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.
Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.
Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.
Konsorsium: Rp15 M untuk PSMS sudah siap!
JAKARTA - Polemik di tubuh PSMS Medan terjawab sudah, khususnya terkait belum dikontraknya pelatih dan para pemainnya. Pengakuan Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, yang mengaku konsorsium belum menyediakan dana akibat kontrak belum dituntaskan, dibantah keras.
Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam.
"Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.
Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.
Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.
Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.
Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.
Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.
Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam.
"Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.
Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.
Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.
Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.
Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.
Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.
Rahudman harus tegas terhadap Idris
MEDAN - Masih belum jelasnya kondisi klub PSMS Medan jelas sangat memprihatinkan. Salah satu kondisi di tubuh PSMS yang memprihatinkan masih belum jelasnya kompetisi mana yang akan diikuti oleh klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini.
Sebelumnya, Ketua Umum PSMS diwakili Idris SE selaku Pelaksana Teknis mengatakan PSMS akan berlaga di Indonesia Premier League (IPL). Namun kabar lain menyebutkan adanya kemungkinan Ayam Kinantan berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).
Selain kesimpangsiuran masalah kompetisi, PSMS juga dipusingkan belum jelasnya pengisi posisi Chief Executive Officer (CEO). Meski dibantah Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, Idris mengklaim dirinya nanti berposisi sebagai CEO.
Menanggapi hal ini, Rahmat Nur Lubis mengatakan hal ini butuh ketegasan dari Ketua Umum. Terlebih pemerhati sepakbola Sumatera Utara ini menambahkan para bawahan sudah berani mengeluarkan statement yang kontroversial seperti itu.
"Rahudman harus tegas soal ini, jangan sampai bawahan melakukan tindakan di luar kendalinya," ujarnya baru-baru ini.
Kepada Waspada Online, Rahmat mengimbau pengurus PSMS tetap fokus membenahi tim. Saat ditanya siapa CEO PSMS saat ini, Rahmat mengatakan masih belum ada karena sampai saat ini masih belum ada yang ditunjuk Rahudman sebagai resmi.
"Sepengetahuan saya sih belum ada, Rahudman juga belum menunjuk siapa CEO-nya," tambahnya.
Lebih lanjut, Rahmat juga membeberkan 'dosa-dosa' yang pernah dilakukan oleh Pelaksana Teknis PSMS saat ini, Idris, saat memimpin klub. Di bawah kendali Idris, PSMS mempunyai beberapa masalah seperti kontrak pemain maupun staf yang tidak jelas, adanya isu suap, tidak jelasnya pemasukan tiket pertandingan di kandang, hingga keuangan klub yang amburadul.
Untuk itu, Rahmat mengharapkan agar Rahudman dapat bertindak tegas terhadap Idris maupun staf di PSMS lainnya. Sebagai informasi, Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL. Uniknya, PSMS juga hadir pada meeting Indonesian Super League (ISL) yang digelar Sabtu kemarin. Pada pertemuan itu, PSMS diwakili Benny Tomasoa.
Sebelumnya, Ketua Umum PSMS diwakili Idris SE selaku Pelaksana Teknis mengatakan PSMS akan berlaga di Indonesia Premier League (IPL). Namun kabar lain menyebutkan adanya kemungkinan Ayam Kinantan berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).
Selain kesimpangsiuran masalah kompetisi, PSMS juga dipusingkan belum jelasnya pengisi posisi Chief Executive Officer (CEO). Meski dibantah Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, Idris mengklaim dirinya nanti berposisi sebagai CEO.
Menanggapi hal ini, Rahmat Nur Lubis mengatakan hal ini butuh ketegasan dari Ketua Umum. Terlebih pemerhati sepakbola Sumatera Utara ini menambahkan para bawahan sudah berani mengeluarkan statement yang kontroversial seperti itu.
"Rahudman harus tegas soal ini, jangan sampai bawahan melakukan tindakan di luar kendalinya," ujarnya baru-baru ini.
Kepada Waspada Online, Rahmat mengimbau pengurus PSMS tetap fokus membenahi tim. Saat ditanya siapa CEO PSMS saat ini, Rahmat mengatakan masih belum ada karena sampai saat ini masih belum ada yang ditunjuk Rahudman sebagai resmi.
"Sepengetahuan saya sih belum ada, Rahudman juga belum menunjuk siapa CEO-nya," tambahnya.
Lebih lanjut, Rahmat juga membeberkan 'dosa-dosa' yang pernah dilakukan oleh Pelaksana Teknis PSMS saat ini, Idris, saat memimpin klub. Di bawah kendali Idris, PSMS mempunyai beberapa masalah seperti kontrak pemain maupun staf yang tidak jelas, adanya isu suap, tidak jelasnya pemasukan tiket pertandingan di kandang, hingga keuangan klub yang amburadul.
Untuk itu, Rahmat mengharapkan agar Rahudman dapat bertindak tegas terhadap Idris maupun staf di PSMS lainnya. Sebagai informasi, Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL. Uniknya, PSMS juga hadir pada meeting Indonesian Super League (ISL) yang digelar Sabtu kemarin. Pada pertemuan itu, PSMS diwakili Benny Tomasoa.
Imbang, Raja tetap puji pemain
EDAN - Gol penalti dari Osas Saha menyelamatkan blunder kiper M Sahbani di babak pertama hingga PSMS Medan bermain imbang 1-1 dengan Pro Duta FC dalam laga ujicoba di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Menanggapi hasil imbang ini, Pelatih PSMS Raja Isa tak lantas kecewa. Bahkan pelatih asal Negeri Jiran ini memuji performa tim yang baru dibesutnya dalam dua hari terakhir ini.
“Saya lihat fighting spirit anak-anak luar biasa. Secara keseluruhan, saya puas dengan permainan mereka. Apalagi baru dua hari belakangan saya membumbui mereka dan saya yakin beberapa hari ke depan akan semakin baik,” ujarnya seusai pertandingan.
Menurut mantan Pelatih Persipura Jayapura itu, setiap tim pasti ngotot ingin mencuri kemenangan menghadapi PSMS. Termasuk Pro Duta yang dianggap Isa sebagai lawan matang.
“Mindset tim yang menghadapi PSMS tentu ingin menang, tapi saya tekankan kepada anak-anak untuk tidak kalah. Kita coba memanfaatkannya dan cari kesalahan mereka,” papar Isa yang juga pernah Persiram Raja Ampat dan PSM Makassar ini.
Raja pun menambahkan timnya mencoba memainkan ball posession untuk membongkar pertahanan lawan.
“Ada saatnya tim harus bermain dengan bola-bola panjang namun ada saatnya kita memainkan ball posession. Tadi permainan bola pendek kita dapat. Meskipun belum perfect, kita bisa memberikan tekanan luar biasa pada lawan,” pungkas Isa.
Melawan Pro Duta, PSMS tampil dengan deretan legiun asing teranyarnya termasuk Murphy Kumonple, Wallace, dan Mfundo. PSMS bahkan tertinggal lebih dulu oleh blunder Sahbani yang hendak membuang bola yang justru dimanfaatkan lawan meneruskan si kulit bundar ke gawang kosong.
Tertinggal satu gol, PSMS tetap bermain tenang. Aliran bola dari kaki ke kaki menjadi senjata untuk membongkar pertahanan lawan. Satu celah akhirnya dimanfaatkan Saha yang berhasil merangsek ke kotak terlarang di penghujung babak kedua.
Suyatno yang melihat aksi berbahaya striker Nigeria itu terpaksa mengganjalnya dan memaksa wasit menunjuk titik putih. Saha tampil dengan eksekutor dan mengecoh kiper Pro Duta, Oki Rengga.
Menanggapi hasil imbang ini, Pelatih PSMS Raja Isa tak lantas kecewa. Bahkan pelatih asal Negeri Jiran ini memuji performa tim yang baru dibesutnya dalam dua hari terakhir ini.
“Saya lihat fighting spirit anak-anak luar biasa. Secara keseluruhan, saya puas dengan permainan mereka. Apalagi baru dua hari belakangan saya membumbui mereka dan saya yakin beberapa hari ke depan akan semakin baik,” ujarnya seusai pertandingan.
Menurut mantan Pelatih Persipura Jayapura itu, setiap tim pasti ngotot ingin mencuri kemenangan menghadapi PSMS. Termasuk Pro Duta yang dianggap Isa sebagai lawan matang.
“Mindset tim yang menghadapi PSMS tentu ingin menang, tapi saya tekankan kepada anak-anak untuk tidak kalah. Kita coba memanfaatkannya dan cari kesalahan mereka,” papar Isa yang juga pernah Persiram Raja Ampat dan PSM Makassar ini.
Raja pun menambahkan timnya mencoba memainkan ball posession untuk membongkar pertahanan lawan.
“Ada saatnya tim harus bermain dengan bola-bola panjang namun ada saatnya kita memainkan ball posession. Tadi permainan bola pendek kita dapat. Meskipun belum perfect, kita bisa memberikan tekanan luar biasa pada lawan,” pungkas Isa.
Melawan Pro Duta, PSMS tampil dengan deretan legiun asing teranyarnya termasuk Murphy Kumonple, Wallace, dan Mfundo. PSMS bahkan tertinggal lebih dulu oleh blunder Sahbani yang hendak membuang bola yang justru dimanfaatkan lawan meneruskan si kulit bundar ke gawang kosong.
Tertinggal satu gol, PSMS tetap bermain tenang. Aliran bola dari kaki ke kaki menjadi senjata untuk membongkar pertahanan lawan. Satu celah akhirnya dimanfaatkan Saha yang berhasil merangsek ke kotak terlarang di penghujung babak kedua.
Suyatno yang melihat aksi berbahaya striker Nigeria itu terpaksa mengganjalnya dan memaksa wasit menunjuk titik putih. Saha tampil dengan eksekutor dan mengecoh kiper Pro Duta, Oki Rengga.
Sinyalemen PSMS ke ISL
Sumber Tribun dari lingkup kebun Bunga mengatakan bahwa PSMS sudah definitif menjajal liga Indonesia Super League (ISL). Keputusan yang ditengarai ketidakmampuan konsorsium menyetor bank garansi minimal Rp 10 miliar. Teranyar, konsorsium hanya menyanggupi setoran Rp 1 Miliar. Nominal yang ditolak mentah-mentah oleh elit internal pengurus PSMS.
"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.
Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.
Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.
Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.
Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.
Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.
Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
Sinyalemen PSMS ke ISL
Sumber Tribun dari lingkup kebun Bunga mengatakan bahwa PSMS sudah definitif menjajal liga Indonesia Super League (ISL). Keputusan yang ditengarai ketidakmampuan konsorsium menyetor bank garansi minimal Rp 10 miliar. Teranyar, konsorsium hanya menyanggupi setoran Rp 1 Miliar. Nominal yang ditolak mentah-mentah oleh elit internal pengurus PSMS.
"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.
Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.
Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.
Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.
Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.
Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.
Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
Markus Horison Gabung PSMS Medan
Mantan kiper Tim Nasional Markus Horison akan kembali bergabung dan membela PSMS Medan menghadapi musim kompetisi 2011-2012 yang akan digelar dalam waktu dekat ini.
Namun sayangnya pada laga uji coba melawan Pro Duta di Stadion Teladan Medan, Sabtu, kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu tidak tampak hadir di bawah mistar PSMS Medan.
Padahal suami artis Kiki Amalia tersebut dikabarkan sudah sampai di Medan Sabtu siang, dan akan langsung bergabung bersama pemain-pemain "Ayam Kinantan" (julukan PSMS Medan-red) lainnya.
"Dia (Markus) memang sudah di Medan, tetapi belum gabung hari ini, mungkin masih lelah dari Jakarta. Kemungkinan Senin (21/11) sudah bergabung latihan bersama pemain-pemain lainnya," kata pelatih PSMS Medan Raja Isa.
Ketika ditanya nilai kontrak Markus, Raja Isa mengatakan, tidak mengetahui besaran nominalnya. Ia juga mengaku Markus bergabung ke PSMS atas permintaan sponsor.
"Sponsor yang bawa dia ke mari, kita tentunya senang saja kalau dia bergabung ke PSMS Medan. Meski kita sebelumnya juga sudah memiliki kiper yang tentunya kualitasnya tidak kalah dengan Markus," katanya.
Selain Markus, beberapa pemain asing juga mencoba peruntungan di PSMS dan hari ini sudah langsung diturunkan dalam laga uji melawan Pro Duta. Seperti Murphy Kumonple, Wallace Rodrigues Da Silva dan Mfundo Cecil Mathonsi Deri.
Murphy yang terakhir membela Liberia LISCR FC itu juga pernah memperkuat PSMS Medan pada musim kompetisi 2007-2008.
Kedatangan pemain-pemain luar neger itu menyusul dicoretnya dua pemain asing, Orlando De Melo Juninho dan Na Byung Yul yang dinilai meski memiliki kualitas cukup baik, namun tidak sesuai dengan karakter permainan Medan.
"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah.Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, saya berharap ada solusi untuk kekosongan lini tengah," katanya.
Ia juga mengaku dalam waktu dekat ini, salah seorang pemain asal Papua juga akan bergabung dengan PSMS Medan. Namun sayangnya ia masih enggan menyebutkan nama pemain asal Papua tersebut.
"Tunggu saja dalam beberapa hari ini ia akan sampai di Medan," kata pria asal Malaysia itu. (antara)
Namun sayangnya pada laga uji coba melawan Pro Duta di Stadion Teladan Medan, Sabtu, kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu tidak tampak hadir di bawah mistar PSMS Medan.
Padahal suami artis Kiki Amalia tersebut dikabarkan sudah sampai di Medan Sabtu siang, dan akan langsung bergabung bersama pemain-pemain "Ayam Kinantan" (julukan PSMS Medan-red) lainnya.
"Dia (Markus) memang sudah di Medan, tetapi belum gabung hari ini, mungkin masih lelah dari Jakarta. Kemungkinan Senin (21/11) sudah bergabung latihan bersama pemain-pemain lainnya," kata pelatih PSMS Medan Raja Isa.
Ketika ditanya nilai kontrak Markus, Raja Isa mengatakan, tidak mengetahui besaran nominalnya. Ia juga mengaku Markus bergabung ke PSMS atas permintaan sponsor.
"Sponsor yang bawa dia ke mari, kita tentunya senang saja kalau dia bergabung ke PSMS Medan. Meski kita sebelumnya juga sudah memiliki kiper yang tentunya kualitasnya tidak kalah dengan Markus," katanya.
Selain Markus, beberapa pemain asing juga mencoba peruntungan di PSMS dan hari ini sudah langsung diturunkan dalam laga uji melawan Pro Duta. Seperti Murphy Kumonple, Wallace Rodrigues Da Silva dan Mfundo Cecil Mathonsi Deri.
Murphy yang terakhir membela Liberia LISCR FC itu juga pernah memperkuat PSMS Medan pada musim kompetisi 2007-2008.
Kedatangan pemain-pemain luar neger itu menyusul dicoretnya dua pemain asing, Orlando De Melo Juninho dan Na Byung Yul yang dinilai meski memiliki kualitas cukup baik, namun tidak sesuai dengan karakter permainan Medan.
"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah.Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, saya berharap ada solusi untuk kekosongan lini tengah," katanya.
Ia juga mengaku dalam waktu dekat ini, salah seorang pemain asal Papua juga akan bergabung dengan PSMS Medan. Namun sayangnya ia masih enggan menyebutkan nama pemain asal Papua tersebut.
"Tunggu saja dalam beberapa hari ini ia akan sampai di Medan," kata pria asal Malaysia itu. (antara)
PSMS Medan Tiga Asing Coba Peruntungan
Tiga pemain asing kembali merapat ke PSMS. Ketiganya ialah Murphy Kumonple yang pernah memperkuat skuad PSMS, eks gelandang Tangerang wolves Wallace Rodrigues Da Silva dan pemain Afrika Selatan Mfundo Cecil Mathonsi Deri. Ketiganya baru bergabung selama dua hari dan sudah diikutkan dalam laga uji coba kontra Pro Duta FC di stadion Teladan, kemarin, Sabtu (19/11/2011)
PSMS Medan seolah menjadi magnet tersendiri bagi pemain asing. Silih berganti pemain asing mencoba peruntungan. Stephen Mennoh, Sthembisso, Traore Youssuf, In Kyun Oh, Orlando de Mello Juninho, dan Na Byung Yul. Dua nama terakhir langsung dicoret pelatih kepala Raja Isa setelah tiga hari menangani Ayam Kinantan.
Ketiga pemain asing yang baru bergabung diharapkan bisa mengakomodir krisis lini tengah. Raja Isa mengatakan, selain memaksimalkan kuota empat pemain asing sesuai peraturan, pencarian pemain asing didasari pada kebutuhan PSMS saat ini. Ketiadaan sosok jenderal di lapangan tengah menjadi kunci soliditas tim diharuskan segera diatasi.
"Format tim sudah mulai tampak. Perlahan tapi pasti bentuk gregetnya sudah mulai terbangun. Yang lebih penting krisis di lini tengah dapat teratasi," ujarnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
PSMS Medan seolah menjadi magnet tersendiri bagi pemain asing. Silih berganti pemain asing mencoba peruntungan. Stephen Mennoh, Sthembisso, Traore Youssuf, In Kyun Oh, Orlando de Mello Juninho, dan Na Byung Yul. Dua nama terakhir langsung dicoret pelatih kepala Raja Isa setelah tiga hari menangani Ayam Kinantan.
Ketiga pemain asing yang baru bergabung diharapkan bisa mengakomodir krisis lini tengah. Raja Isa mengatakan, selain memaksimalkan kuota empat pemain asing sesuai peraturan, pencarian pemain asing didasari pada kebutuhan PSMS saat ini. Ketiadaan sosok jenderal di lapangan tengah menjadi kunci soliditas tim diharuskan segera diatasi.
"Format tim sudah mulai tampak. Perlahan tapi pasti bentuk gregetnya sudah mulai terbangun. Yang lebih penting krisis di lini tengah dapat teratasi," ujarnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
Raja Isa Ingin Kembalikan Kejayaan PSMS
Pelatih kepala PSMS Medan Raja Isa mengatakan, butuh waktu selama dua tahun untuk membangun klub kebanggaan masyarakat Medan tersebut untuk menjadi tim tangguh yang disegani
"Kita perlu waktu menjadikan PSMS sebagai tim yang hebat dan sulit untuk dikalahkan dalam berbagai pertandingan," ujar Raja Isa.
"Untuk PSMS saya yakin cukup dua tahun sudah bisa menjadi tim yang hebat, seperti ketika jayanya klub tersebut dulunya," tambah pelatih asal Malaysia tersebu.
Meski begitu, Raja Isa tetap akan tampil serius di musim ini, dan tak menutup kemungkinan bahwa timnya bisa menjadi juara Indonesia Premier League.
"Kita tidak perlu harus menunggu waktu terlalu lama untuk bisa menjadi juara.Kesempatan itu akan selalu ada, siapa yang serius tentunya kesempatan akan datang padanya," katanya.
Pria yang pernah membesut Persiram Raja Ampat ini mengaku tidak canggung berada di Medan. Ia juga tertarik membesut PSMS Medan karena pemainnya memiliki tipikal keras seperti Makassar dan Papua.
"Saya pilih PSMS karena tipe permainannya sama dengan Papua dan Makassar. Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita majukan PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.
Sementara itu, mengenai persiapan tim, Raja Isa mengungkapkan bahwa kini fokusnya adalah membentuk kerangka tim, selain itu juga melakukan seleksi pemain asing.
"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah. Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, besar harapan saya, kekosongan lini tengah bisa diatasi," tandasnya. (antara)
"Kita perlu waktu menjadikan PSMS sebagai tim yang hebat dan sulit untuk dikalahkan dalam berbagai pertandingan," ujar Raja Isa.
"Untuk PSMS saya yakin cukup dua tahun sudah bisa menjadi tim yang hebat, seperti ketika jayanya klub tersebut dulunya," tambah pelatih asal Malaysia tersebu.
Meski begitu, Raja Isa tetap akan tampil serius di musim ini, dan tak menutup kemungkinan bahwa timnya bisa menjadi juara Indonesia Premier League.
"Kita tidak perlu harus menunggu waktu terlalu lama untuk bisa menjadi juara.Kesempatan itu akan selalu ada, siapa yang serius tentunya kesempatan akan datang padanya," katanya.
Pria yang pernah membesut Persiram Raja Ampat ini mengaku tidak canggung berada di Medan. Ia juga tertarik membesut PSMS Medan karena pemainnya memiliki tipikal keras seperti Makassar dan Papua.
"Saya pilih PSMS karena tipe permainannya sama dengan Papua dan Makassar. Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita majukan PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.
Sementara itu, mengenai persiapan tim, Raja Isa mengungkapkan bahwa kini fokusnya adalah membentuk kerangka tim, selain itu juga melakukan seleksi pemain asing.
"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah. Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, besar harapan saya, kekosongan lini tengah bisa diatasi," tandasnya. (antara)
Friday, November 18, 2011
Inkonsistensi PSMS Masih Berlanjut
Elit internal PSMS Medan kembali menunjukkan inkonsistensinya dalam memutuskan di mana, klub yang berdiri 1950 itu berlaga. Pasalnya, tiket yang digenggam dari PSSI untuk berlaga di Indonesian Premier League (IPL) dalam masih belum cukup memuaskan pengurus PSMS.
Itu bisa terlihat dari kehadiran wakil PSMS di rapat pertemuan klub divisi utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel, Surabaya, Rabu (16/11). Kubu PSMS melalui calon Chief Executif Ofiicer (CEO), Idris, sempat membantah kehadirannya di Surabay dengan menampakkan diri melihat uji coba PSMS Medan melawan PSMS U-21.
Idris memang disorot akan berangkat ke pertemuan PT Liga, lantaran dia adalah sosok yang belum sepenuhnya sepakat soal kerja sama dengan pihak konsorsium, terlebih dana yang dijanjikan konsorsium belum juga turun.
Namun, kepastian ikutnya PSMS ke Surabaya terkuak dari daftar absensi klub yang ikut menghadiri rapat tersebut. Nama PSMS dinyatakan hadir yang diwakili oleh Zulkifli. Pria ini sendiri bukanlah pengurus atau manajemen PSMS. Namun belakangan, pria ini aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup yang digelar di Kebun Bunga. Dia kemudian sangat dekat dengan Idris.
Zulkifli, yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya sempat terkejut soal kabar dia sampai ke Surabaya diketahui media Medan. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya)," ujarnya.
Tapi, begitu disebut namanya jelas tercantum di absensi klub peserta rapat, Zulkilfli mulai terdengar bingung menjawab pertanyaan. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ungkapnya dan langsung mematikan telepon.
Kondisi ini semakin memperjelas inkosistennya PSMS. Dan pertemuan klub Indonesian Super League (ISL) yang diagendakan besok (Jumat, 18 Nopember), diduga PSMS juga bakal ikut pertemuan.
Alhasil, PSMS menjadi klub yang ikut tiga pertemuan, divisi utama, IPL dan bakal ikut ISL. Ini sesuai komentar Idris sebelumnya. "PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safety, konsorsium saja belum jelas dananya. Kalau ISL kan sponsor kita sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita kalau ikut ISL," tukasnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
Itu bisa terlihat dari kehadiran wakil PSMS di rapat pertemuan klub divisi utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel, Surabaya, Rabu (16/11). Kubu PSMS melalui calon Chief Executif Ofiicer (CEO), Idris, sempat membantah kehadirannya di Surabay dengan menampakkan diri melihat uji coba PSMS Medan melawan PSMS U-21.
Idris memang disorot akan berangkat ke pertemuan PT Liga, lantaran dia adalah sosok yang belum sepenuhnya sepakat soal kerja sama dengan pihak konsorsium, terlebih dana yang dijanjikan konsorsium belum juga turun.
Namun, kepastian ikutnya PSMS ke Surabaya terkuak dari daftar absensi klub yang ikut menghadiri rapat tersebut. Nama PSMS dinyatakan hadir yang diwakili oleh Zulkifli. Pria ini sendiri bukanlah pengurus atau manajemen PSMS. Namun belakangan, pria ini aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup yang digelar di Kebun Bunga. Dia kemudian sangat dekat dengan Idris.
Zulkifli, yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya sempat terkejut soal kabar dia sampai ke Surabaya diketahui media Medan. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya)," ujarnya.
Tapi, begitu disebut namanya jelas tercantum di absensi klub peserta rapat, Zulkilfli mulai terdengar bingung menjawab pertanyaan. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ungkapnya dan langsung mematikan telepon.
Kondisi ini semakin memperjelas inkosistennya PSMS. Dan pertemuan klub Indonesian Super League (ISL) yang diagendakan besok (Jumat, 18 Nopember), diduga PSMS juga bakal ikut pertemuan.
Alhasil, PSMS menjadi klub yang ikut tiga pertemuan, divisi utama, IPL dan bakal ikut ISL. Ini sesuai komentar Idris sebelumnya. "PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safety, konsorsium saja belum jelas dananya. Kalau ISL kan sponsor kita sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita kalau ikut ISL," tukasnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
PSMS Medan "Sinyal Pendepakan Duo Asing"
Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa sangat jeli mengevaluasi kedalaman skuadnya. Ia pun mengisyaratkan sinyal pendepakan. Tak mengejutkan, pelatih berkebangsaan Malaysia itu menunjuk duo gelandang anyar itu. Orlando de Mello Juninho dan Na Byung Yul.
"Sepakbola mengharuskan anda bermain secara tim. Ada dua kemungkinan jika anda memiliki kualitas tinggi skill individual. Melengkapi kelemahan rekan dalam mewujudkan kemenangan dalam kebersamaan atau merusak ritme permainan karena cenderung ego. Juninho melakukan yang terakhir saya sebut. Sepakbola bicara sebelas pemain dalam mewujud satu visi bersama," ujarnya tersenyum.
Eks pelatih Persipura ini mengakui Orlando Juninho memiliki level teknik di atas rekan-rekannya. Namun, dari kacamata pengalamannya melatih, ia mendapati Juninho telah absen berlatih selama lebih dari tiga bulan lamanya.
"Jadwal tanding tak kurang dari sepuluh hari. Juninho membutuhkan masa recovery (pemulihan) lebih dari masa itu. Saya tak berani ambil resiko untuk memainkannya di tengah waktu yang mepet. Sementara pemain-pemain lainnya saya nilai sudah memiliki komunikasi dan koordinasi yang cermat. Saya tak nak merusak fondasi ini," katanya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
"Sepakbola mengharuskan anda bermain secara tim. Ada dua kemungkinan jika anda memiliki kualitas tinggi skill individual. Melengkapi kelemahan rekan dalam mewujudkan kemenangan dalam kebersamaan atau merusak ritme permainan karena cenderung ego. Juninho melakukan yang terakhir saya sebut. Sepakbola bicara sebelas pemain dalam mewujud satu visi bersama," ujarnya tersenyum.
Eks pelatih Persipura ini mengakui Orlando Juninho memiliki level teknik di atas rekan-rekannya. Namun, dari kacamata pengalamannya melatih, ia mendapati Juninho telah absen berlatih selama lebih dari tiga bulan lamanya.
"Jadwal tanding tak kurang dari sepuluh hari. Juninho membutuhkan masa recovery (pemulihan) lebih dari masa itu. Saya tak berani ambil resiko untuk memainkannya di tengah waktu yang mepet. Sementara pemain-pemain lainnya saya nilai sudah memiliki komunikasi dan koordinasi yang cermat. Saya tak nak merusak fondasi ini," katanya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
Di mana kaki PSMS berpijak?
MEDAN - PSMS Medan semakin abu-abu menentukan sikapnya memilih opsi-opsi yang ditawarkan untuk kompetisi musim mendatang. Setelah berada di antara Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL), kini malah ada opsi ketiga. Tak lain kompetisi Divisi Utama yang notabene kompetisi level kedua.
Betapa tidak, pada rapat pertemuan klub Divisi Utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel Surabaya Rabu kemarin, PSMS ikut mengirim perwakilannya. Bukan Idris ataupun pelaksana teknis lainnya, namun dalam daftar absensi kehadiran terdapat nama Zulkifli sebagai wakil PSMS.
Yang bersangkutan tidak termasuk ke dalam pengurus ataupun manajemen PSMS. Namun belakangan ia aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup di Stadion Kebun Bunga.
Saat dikonfirmasi, Zulkifli awalnya membantah kehadirannya di Surabaya. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya-red)?" katanya.
Namun saat ditodong pertanyaan soal absensi rapat yang terdapat namanya, Zulkilfli terkesan kebingungan menjawab. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ujarnya langsung mematikan telepon.
Artinya, kehadiran PSMS ini terkesan dirahasiakan dan tak ayal menciptakan kebingungan. Selama ini PSMS digembar-gemborkan akan berkiprah di kompetisi level teratas seperti IPL atau ISL. Namun juga ikut hadir dalam pertemuan klub Divisi Utama sebagai kompetisi kasta kedua.
Padahal Idris mengatakan PSMS tak mungkin bermain di Divisi Utama karena mendapat jatah ISL sebagai salah satu tim terbaik di Delapan besar Divisi Utama musim lalu. “Kita kan salah satu tim terbaik. Jadi bukan dikasih-kasih,” kata Idris belum lama ini.
Sikap plin-plan PSMS juga terlihat dengan rencana hadir pada pertemuan antarklub peserta ISL yang juga digelar PT Liga Indonesia, Jumat ini. PSMS sebelumnya juga mengutus wakilnya pada pertemuan klub peserta IPL.
"PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safe. Kalau ISL kan sponsor sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita nantinya," ujar Idris yang digadang-gadang sebagai calon CEO itu.
Betapa tidak, pada rapat pertemuan klub Divisi Utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel Surabaya Rabu kemarin, PSMS ikut mengirim perwakilannya. Bukan Idris ataupun pelaksana teknis lainnya, namun dalam daftar absensi kehadiran terdapat nama Zulkifli sebagai wakil PSMS.
Yang bersangkutan tidak termasuk ke dalam pengurus ataupun manajemen PSMS. Namun belakangan ia aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup di Stadion Kebun Bunga.
Saat dikonfirmasi, Zulkifli awalnya membantah kehadirannya di Surabaya. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya-red)?" katanya.
Namun saat ditodong pertanyaan soal absensi rapat yang terdapat namanya, Zulkilfli terkesan kebingungan menjawab. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ujarnya langsung mematikan telepon.
Artinya, kehadiran PSMS ini terkesan dirahasiakan dan tak ayal menciptakan kebingungan. Selama ini PSMS digembar-gemborkan akan berkiprah di kompetisi level teratas seperti IPL atau ISL. Namun juga ikut hadir dalam pertemuan klub Divisi Utama sebagai kompetisi kasta kedua.
Padahal Idris mengatakan PSMS tak mungkin bermain di Divisi Utama karena mendapat jatah ISL sebagai salah satu tim terbaik di Delapan besar Divisi Utama musim lalu. “Kita kan salah satu tim terbaik. Jadi bukan dikasih-kasih,” kata Idris belum lama ini.
Sikap plin-plan PSMS juga terlihat dengan rencana hadir pada pertemuan antarklub peserta ISL yang juga digelar PT Liga Indonesia, Jumat ini. PSMS sebelumnya juga mengutus wakilnya pada pertemuan klub peserta IPL.
"PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safe. Kalau ISL kan sponsor sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita nantinya," ujar Idris yang digadang-gadang sebagai calon CEO itu.
Pemain PSMS Terkapar Tanpa Medis
Masalah demi masalah masih menyelimuti PSMS Medan. Selain CEO yang belum kelar, kini PSMS disibukkan dengan ketiadaan tim medis. Pada uji coba kontra PSMS U-21 Rabu (16/11) di Stadion Teladan, sejumlah pemain yang masih seleksi terkapar di lapangan dan tak diberi pertolongan medis.
Tragis. Padahal kompetisi belum bergulir, sementara para pemain sudah mengalami rentetan cedera. Meski tak masuk kategori parah, namun cedera pemain bisa jadi duri dalam daging.
Saat uji coba itu tercatat ada beberapa pemain yang harus keluar lapangan. Wawan Widiantoro misalnya. Ia sempat dilanggar di kotak penalti lawan. Ironisnya Pihak PSMS hanya memberikan penanganan medis ‘asal jadi’ dari petugas perlengkapan tim.
Akhirnya, dia (Wawan, Red) harus ditarik keluar dan digantikan Denny Rumba di babak kedua. Memang apes, bukannya mendapat pengobatan, nyeri di pergelangan kaki kirinya juga tanpa mendapatkan perawatan medis apapun.
Bukan hanya Wawan, rentetan benturan dan tabrakan yang terjadi di lapangan banyak terjadi. Seperti yang dialami gelandang Korea Na Byung Yul, Jecky Pasarela dan Ahmad Kurniawan, juga tanpa perawatan. Na Byung Yul di babak pertama harus keluar digantikan Alamsyah. Alamsyah juga harus kembali keluar karena nyeri di kaki setelah berbenturan dan diganti Ari Priyatna.
Menanggapi masalah serius ini, pria yang mengaku CEO dan berseliweran di PSMS, Idris menjawab enteng saja seperti memudahkan masalah yang cukup vital ini. Padahal PSMS sudah menggelar persiapan selama sembilan pekan, tapi tim medis belum ditentukan.
“Namanya dr Raja, bekerja di Puskemas Titi Papan. Besok (Hari ini, Red) dokter sudah ada. Sedangkan masseur tim akan ditangani Kholid (Masseur PSMS musim lalu),” jelasnya, Rabu (16/11).
Idris dengan sekenanya menyebut nama, padahal penugasan dokter tim harus melewati penugasan tim dokter PSMS yang harus dibicarakan sebelumnya. (saz/sumutpos)
Tragis. Padahal kompetisi belum bergulir, sementara para pemain sudah mengalami rentetan cedera. Meski tak masuk kategori parah, namun cedera pemain bisa jadi duri dalam daging.
Saat uji coba itu tercatat ada beberapa pemain yang harus keluar lapangan. Wawan Widiantoro misalnya. Ia sempat dilanggar di kotak penalti lawan. Ironisnya Pihak PSMS hanya memberikan penanganan medis ‘asal jadi’ dari petugas perlengkapan tim.
Akhirnya, dia (Wawan, Red) harus ditarik keluar dan digantikan Denny Rumba di babak kedua. Memang apes, bukannya mendapat pengobatan, nyeri di pergelangan kaki kirinya juga tanpa mendapatkan perawatan medis apapun.
Bukan hanya Wawan, rentetan benturan dan tabrakan yang terjadi di lapangan banyak terjadi. Seperti yang dialami gelandang Korea Na Byung Yul, Jecky Pasarela dan Ahmad Kurniawan, juga tanpa perawatan. Na Byung Yul di babak pertama harus keluar digantikan Alamsyah. Alamsyah juga harus kembali keluar karena nyeri di kaki setelah berbenturan dan diganti Ari Priyatna.
Menanggapi masalah serius ini, pria yang mengaku CEO dan berseliweran di PSMS, Idris menjawab enteng saja seperti memudahkan masalah yang cukup vital ini. Padahal PSMS sudah menggelar persiapan selama sembilan pekan, tapi tim medis belum ditentukan.
“Namanya dr Raja, bekerja di Puskemas Titi Papan. Besok (Hari ini, Red) dokter sudah ada. Sedangkan masseur tim akan ditangani Kholid (Masseur PSMS musim lalu),” jelasnya, Rabu (16/11).
Idris dengan sekenanya menyebut nama, padahal penugasan dokter tim harus melewati penugasan tim dokter PSMS yang harus dibicarakan sebelumnya. (saz/sumutpos)
Wednesday, November 16, 2011
Kurnia Meiga Dikabarkan Tertarik Perkuat PSMS
Posisi penjaga gawang PSMS Medan disebut-sebut memantik minat penjaga gawang Timnas Indonesia U-23, Kurnia Meiga. Kiper Arema bakal menyusul sang abang, Ahmad Kurniawan (AK) yang sudah menjalani seleksi di klub berjuluk Ayam Kinantan selama dua minggu belakangan.
Info ketertarikan kiper utama Timnas Sea Games Palembang adalah, karena nasibnya di Arema klub yang dibelanya juga belum jelas. "Dia (Kurnia Meiga) belum ada kejelasan. Jadi dia bersedia di PSMS, asal ada tawaran dari PSMS," ujar narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.
Kehadiran Kurnia Meiga, lanjutnya akan sangat tergantung dengan komunikasi sang adik dengan abangnya, Ahmad Kurniawan. "Kurnia Meiga sangat segan dengan abangnya. Sebenarnya mereka ini bisa satu paket berada di PSMS," tukasnya.
Kelanjutan proses komunikasi soal ini, memang belum sampai ke ranah pengurus. "Hingga saat ini masih soal komunikasi Meiga saja yang tertarik jika ada tawaran ke PSMS. Meiga juga kan lagi sibuk di timnas, sementara PSMS juga belum beres semua dengan konsorsium," tuturnya.
Kurnia Meiga sendiri yang dihubungi via telepon genggamnya, mengakui soal ketertarikannya bermain di PSMS. "Kalau bisa kenapa enggak," tegasnya.
Dia menyebutkan, ke PSMS akan membuatnya bisa berkumpul kembali dengan abangnya. "Dengan bermain di PSMS, saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga kakak (abang) di Medan," ungkapnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
Info ketertarikan kiper utama Timnas Sea Games Palembang adalah, karena nasibnya di Arema klub yang dibelanya juga belum jelas. "Dia (Kurnia Meiga) belum ada kejelasan. Jadi dia bersedia di PSMS, asal ada tawaran dari PSMS," ujar narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.
Kehadiran Kurnia Meiga, lanjutnya akan sangat tergantung dengan komunikasi sang adik dengan abangnya, Ahmad Kurniawan. "Kurnia Meiga sangat segan dengan abangnya. Sebenarnya mereka ini bisa satu paket berada di PSMS," tukasnya.
Kelanjutan proses komunikasi soal ini, memang belum sampai ke ranah pengurus. "Hingga saat ini masih soal komunikasi Meiga saja yang tertarik jika ada tawaran ke PSMS. Meiga juga kan lagi sibuk di timnas, sementara PSMS juga belum beres semua dengan konsorsium," tuturnya.
Kurnia Meiga sendiri yang dihubungi via telepon genggamnya, mengakui soal ketertarikannya bermain di PSMS. "Kalau bisa kenapa enggak," tegasnya.
Dia menyebutkan, ke PSMS akan membuatnya bisa berkumpul kembali dengan abangnya. "Dengan bermain di PSMS, saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga kakak (abang) di Medan," ungkapnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)
Subscribe to:
Posts (Atom)