Monday, November 21, 2011

PSMS Medan Tiga Asing Coba Peruntungan

Tiga pemain asing kembali merapat ke PSMS. Ketiganya ialah Murphy Kumonple yang pernah memperkuat skuad PSMS, eks gelandang Tangerang wolves Wallace Rodrigues Da Silva dan pemain Afrika Selatan Mfundo Cecil Mathonsi Deri. Ketiganya baru bergabung selama dua hari dan sudah diikutkan dalam laga uji coba kontra Pro Duta FC di stadion Teladan, kemarin, Sabtu (19/11/2011)

PSMS Medan seolah menjadi magnet tersendiri bagi pemain asing. Silih berganti pemain asing mencoba peruntungan. Stephen Mennoh, Sthembisso, Traore Youssuf, In Kyun Oh, Orlando de Mello Juninho, dan Na Byung Yul. Dua nama terakhir langsung dicoret pelatih kepala Raja Isa setelah tiga hari menangani Ayam Kinantan.

Ketiga pemain asing yang baru bergabung diharapkan bisa mengakomodir krisis lini tengah. Raja Isa mengatakan, selain memaksimalkan kuota empat pemain asing sesuai peraturan, pencarian pemain asing didasari pada kebutuhan PSMS saat ini. Ketiadaan sosok jenderal di lapangan tengah menjadi kunci soliditas tim diharuskan segera diatasi.

"Format tim sudah mulai tampak. Perlahan tapi pasti bentuk gregetnya sudah mulai terbangun. Yang lebih penting krisis di lini tengah dapat teratasi," ujarnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Raja Isa Ingin Kembalikan Kejayaan PSMS

Pelatih kepala PSMS Medan Raja Isa mengatakan, butuh waktu selama dua tahun untuk membangun klub kebanggaan masyarakat Medan tersebut untuk menjadi tim tangguh yang disegani

"Kita perlu waktu menjadikan PSMS sebagai tim yang hebat dan sulit untuk dikalahkan dalam berbagai pertandingan," ujar Raja Isa.

"Untuk PSMS saya yakin cukup dua tahun sudah bisa menjadi tim yang hebat, seperti ketika jayanya klub tersebut dulunya," tambah pelatih asal Malaysia tersebu.

Meski begitu, Raja Isa tetap akan tampil serius di musim ini, dan tak menutup kemungkinan bahwa timnya bisa menjadi juara Indonesia Premier League.

"Kita tidak perlu harus menunggu waktu terlalu lama untuk bisa menjadi juara.Kesempatan itu akan selalu ada, siapa yang serius tentunya kesempatan akan datang padanya," katanya.

Pria yang pernah membesut Persiram Raja Ampat ini mengaku tidak canggung berada di Medan. Ia juga tertarik membesut PSMS Medan karena pemainnya memiliki tipikal keras seperti Makassar dan Papua.

"Saya pilih PSMS karena tipe permainannya sama dengan Papua dan Makassar. Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita majukan PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, mengenai persiapan tim, Raja Isa mengungkapkan bahwa kini fokusnya adalah membentuk kerangka tim, selain itu juga melakukan seleksi pemain asing.

"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah. Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, besar harapan saya, kekosongan lini tengah bisa diatasi," tandasnya. (antara)

Friday, November 18, 2011

Inkonsistensi PSMS Masih Berlanjut

Elit internal PSMS Medan kembali menunjukkan inkonsistensinya dalam memutuskan di mana, klub yang berdiri 1950 itu berlaga. Pasalnya, tiket yang digenggam dari PSSI untuk berlaga di Indonesian Premier League (IPL) dalam masih belum cukup memuaskan pengurus PSMS.

Itu bisa terlihat dari kehadiran wakil PSMS di rapat pertemuan klub divisi utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel, Surabaya, Rabu (16/11). Kubu PSMS melalui calon Chief Executif Ofiicer (CEO), Idris, sempat membantah kehadirannya di Surabay dengan menampakkan diri melihat uji coba PSMS Medan melawan PSMS U-21.

Idris memang disorot akan berangkat ke pertemuan PT Liga, lantaran dia adalah sosok yang belum sepenuhnya sepakat soal kerja sama dengan pihak konsorsium, terlebih dana yang dijanjikan konsorsium belum juga turun.

Namun, kepastian ikutnya PSMS ke Surabaya terkuak dari daftar absensi klub yang ikut menghadiri rapat tersebut. Nama PSMS dinyatakan hadir yang diwakili oleh Zulkifli. Pria ini sendiri bukanlah pengurus atau manajemen PSMS. Namun belakangan, pria ini aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup yang digelar di Kebun Bunga. Dia kemudian sangat dekat dengan Idris.

Zulkifli, yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya sempat terkejut soal kabar dia sampai ke Surabaya diketahui media Medan. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya)," ujarnya.

Tapi, begitu disebut namanya jelas tercantum di absensi klub peserta rapat, Zulkilfli mulai terdengar bingung menjawab pertanyaan. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ungkapnya dan langsung mematikan telepon.

Kondisi ini semakin memperjelas inkosistennya PSMS. Dan pertemuan klub Indonesian Super League (ISL) yang diagendakan besok (Jumat, 18 Nopember), diduga PSMS juga bakal ikut pertemuan.

Alhasil, PSMS menjadi klub yang ikut tiga pertemuan, divisi utama, IPL dan bakal ikut ISL. Ini sesuai komentar Idris sebelumnya. "PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safety, konsorsium saja belum jelas dananya. Kalau ISL kan sponsor kita sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita kalau ikut ISL," tukasnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

PSMS Medan "Sinyal Pendepakan Duo Asing"

Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa sangat jeli mengevaluasi kedalaman skuadnya. Ia pun mengisyaratkan sinyal pendepakan. Tak mengejutkan, pelatih berkebangsaan Malaysia itu menunjuk duo gelandang anyar itu. Orlando de Mello Juninho dan Na Byung Yul.

"Sepakbola mengharuskan anda bermain secara tim. Ada dua kemungkinan jika anda memiliki kualitas tinggi skill individual. Melengkapi kelemahan rekan dalam mewujudkan kemenangan dalam kebersamaan atau merusak ritme permainan karena cenderung ego. Juninho melakukan yang terakhir saya sebut. Sepakbola bicara sebelas pemain dalam mewujud satu visi bersama," ujarnya tersenyum.

Eks pelatih Persipura ini mengakui Orlando Juninho memiliki level teknik di atas rekan-rekannya. Namun, dari kacamata pengalamannya melatih, ia mendapati Juninho telah absen berlatih selama lebih dari tiga bulan lamanya.

"Jadwal tanding tak kurang dari sepuluh hari. Juninho membutuhkan masa recovery (pemulihan) lebih dari masa itu. Saya tak berani ambil resiko untuk memainkannya di tengah waktu yang mepet. Sementara pemain-pemain lainnya saya nilai sudah memiliki komunikasi dan koordinasi yang cermat. Saya tak nak merusak fondasi ini," katanya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Di mana kaki PSMS berpijak?

MEDAN - PSMS Medan semakin abu-abu menentukan sikapnya memilih opsi-opsi yang ditawarkan untuk kompetisi musim mendatang. Setelah berada di antara Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL), kini malah ada opsi ketiga. Tak lain kompetisi Divisi Utama yang notabene kompetisi level kedua.

Betapa tidak, pada rapat pertemuan klub Divisi Utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel Surabaya Rabu kemarin, PSMS ikut mengirim perwakilannya. Bukan Idris ataupun pelaksana teknis lainnya, namun dalam daftar absensi kehadiran terdapat nama Zulkifli sebagai wakil PSMS.

Yang bersangkutan tidak termasuk ke dalam pengurus ataupun manajemen PSMS. Namun belakangan ia aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup di Stadion Kebun Bunga.

Saat dikonfirmasi, Zulkifli awalnya membantah kehadirannya di Surabaya. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya-red)?" katanya.

Namun saat ditodong pertanyaan soal absensi rapat yang terdapat namanya, Zulkilfli terkesan kebingungan menjawab. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ujarnya langsung mematikan telepon.

Artinya, kehadiran PSMS ini terkesan dirahasiakan dan tak ayal menciptakan kebingungan. Selama ini PSMS digembar-gemborkan akan berkiprah di kompetisi level teratas seperti IPL atau ISL. Namun juga ikut hadir dalam pertemuan klub Divisi Utama sebagai kompetisi kasta kedua.

Padahal Idris mengatakan PSMS tak mungkin bermain di Divisi Utama karena mendapat jatah ISL sebagai salah satu tim terbaik di Delapan besar Divisi Utama musim lalu. “Kita kan salah satu tim terbaik. Jadi bukan dikasih-kasih,” kata Idris belum lama ini.

Sikap plin-plan PSMS juga terlihat dengan rencana hadir pada pertemuan antarklub peserta ISL yang juga digelar PT Liga Indonesia, Jumat ini. PSMS sebelumnya juga mengutus wakilnya pada pertemuan klub peserta IPL.

"PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safe. Kalau ISL kan sponsor sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita nantinya," ujar Idris yang digadang-gadang sebagai calon CEO itu.

Pemain PSMS Terkapar Tanpa Medis

Masalah demi masalah masih menyelimuti PSMS Medan. Selain CEO yang belum kelar, kini PSMS disibukkan dengan ketiadaan tim medis. Pada uji coba kontra PSMS U-21 Rabu (16/11) di Stadion Teladan, sejumlah pemain yang masih seleksi terkapar di lapangan dan tak diberi pertolongan medis.

Tragis. Padahal kompetisi belum bergulir, sementara para pemain sudah mengalami rentetan cedera. Meski tak masuk kategori parah, namun cedera pemain bisa jadi duri dalam daging.

Saat uji coba itu tercatat ada beberapa pemain yang harus keluar lapangan. Wawan Widiantoro misalnya. Ia sempat dilanggar di kotak penalti lawan. Ironisnya Pihak PSMS hanya memberikan penanganan medis ‘asal jadi’ dari petugas perlengkapan tim.

Akhirnya, dia (Wawan, Red) harus ditarik keluar dan digantikan Denny Rumba di babak kedua. Memang apes, bukannya mendapat pengobatan, nyeri di pergelangan kaki kirinya juga tanpa mendapatkan perawatan medis apapun.

Bukan hanya Wawan, rentetan benturan dan tabrakan yang terjadi di lapangan banyak terjadi. Seperti yang dialami gelandang Korea Na Byung Yul, Jecky Pasarela dan Ahmad Kurniawan, juga tanpa perawatan. Na Byung Yul di babak pertama harus keluar digantikan Alamsyah. Alamsyah juga harus kembali keluar karena nyeri di kaki setelah berbenturan dan diganti Ari Priyatna.

Menanggapi masalah serius ini, pria yang mengaku CEO dan berseliweran di PSMS, Idris menjawab enteng saja seperti memudahkan masalah yang cukup vital ini. Padahal PSMS sudah menggelar persiapan selama sembilan pekan, tapi tim medis belum ditentukan.

“Namanya dr Raja, bekerja di Puskemas Titi Papan. Besok (Hari ini, Red) dokter sudah ada. Sedangkan masseur tim akan ditangani Kholid (Masseur PSMS musim lalu),” jelasnya, Rabu (16/11).

Idris dengan sekenanya menyebut nama, padahal penugasan dokter tim harus melewati penugasan tim dokter PSMS yang harus dibicarakan sebelumnya. (saz/sumutpos)

Wednesday, November 16, 2011

Kurnia Meiga Dikabarkan Tertarik Perkuat PSMS

Posisi penjaga gawang PSMS Medan disebut-sebut memantik minat penjaga gawang Timnas Indonesia U-23, Kurnia Meiga. Kiper Arema bakal menyusul sang abang, Ahmad Kurniawan (AK) yang sudah menjalani seleksi di klub berjuluk Ayam Kinantan selama dua minggu belakangan.

Info ketertarikan kiper utama Timnas Sea Games Palembang adalah, karena nasibnya di Arema klub yang dibelanya juga belum jelas. "Dia (Kurnia Meiga) belum ada kejelasan. Jadi dia bersedia di PSMS, asal ada tawaran dari PSMS," ujar narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Kehadiran Kurnia Meiga, lanjutnya akan sangat tergantung dengan komunikasi sang adik dengan abangnya, Ahmad Kurniawan. "Kurnia Meiga sangat segan dengan abangnya. Sebenarnya mereka ini bisa satu paket berada di PSMS," tukasnya.

Kelanjutan proses komunikasi soal ini, memang belum sampai ke ranah pengurus. "Hingga saat ini masih soal komunikasi Meiga saja yang tertarik jika ada tawaran ke PSMS. Meiga juga kan lagi sibuk di timnas, sementara PSMS juga belum beres semua dengan konsorsium," tuturnya.

Kurnia Meiga sendiri yang dihubungi via telepon genggamnya, mengakui soal ketertarikannya bermain di PSMS. "Kalau bisa kenapa enggak," tegasnya.

Dia menyebutkan, ke PSMS akan membuatnya bisa berkumpul kembali dengan abangnya. "Dengan bermain di PSMS, saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga kakak (abang) di Medan," ungkapnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

CEO Bikin Pening

MEDAN – PSMS masih berkutat pada permasalahan penentuan figur Chief Executive Officer (CEO) di musim kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Beredar kabar, Ketua Umum PSMS yang juga wali kota Medan, Rahudman Harahap pening menentukan siapa yang paling pas duduk di posisi krusial itu.

Salah satu dari dua nama dikabarkan bakal menduduki posisi tersebut. Keduanya merupakan pelaksana teknis PSMS yang ditunjuk langsung oleh Rahudman Harahap yakni Iswanda Ramli dan Idris.

Iswanda Ramli yang sebelumnya menyatakan akan bertemu dengan wali kota Medan itu Jumat (11/11) malam mengaku batal melaporkan kesepakatan yang dicapai pihak konsorsium dan PSMS pada pertemuan teknis klub IPL di Hotel Alila Jakarta Rabu (9/11) lalu.

“Wali kota berhalangan karena banyak kegiatan. Kami pun batal bertemu dengan beliau tadi malam (Jumat 11/11). Kemungkinan besok (hari ini) pertemuan akan digelar. Saya dan Idris akan bertemu dengan beliau,” katanya lagi.
Dia meyakini, pertemuan dengan wali kota tersebut akan memutuskan siapa CEO PSMS Medan.
“Besok (hari ini) saya rasa sudah akan ditentukan mengingat waktu semakin mepet,” ungkapnya.

Baik Iswanda Ramli maupun Idris sebelumnya mengaku bersedia jika ditunjuk sebagai CEO. Namun kelompok suporter PSMS senada mengutarakan penolakan terhadap Idris jika akhirnya diputuskan menjadi CEO.
Presiden KAMPAK Johan Ferzy Simangunsong yang ditemui di Stadion Teladan Medan kemarin mengatakan, buruknya kinerja Idris sebagai manajer PSMS musim lalu sekaligus sekretaris umum PSMS hampir dua musim lamanya membuatnya seharusnya tidak lagi mendapat tempat di PSMS.

“Jelas kami katakan, kinerja Idris sangat jeblok. KAMPAK menolak dia sebagai CEO lantaran melihat apa yang sudah dibuatnya untuk PSMS sangat buruk. Bukannya prestasi yang dia berikan, namun kebobrokan-kebobrokan,” ungkapnya.

Dengan tegas Johan menyebutkan, jika Idris menjabat CEO, PSMS bakal terperosok jauh dan akhirnya tenggelam.
“Lagipula apa di Medan ini cuma Idris yang harus ke PSMS. Apa hanya dia yang bisa jadi CEO?. Jika harus memilih, kendati baru ditunjuk sebagai pelaksana teknis, Iswanda Ramli pantas mengisi jabatan itu,” tukasnya.
Baik-buruknya Iswanda saat menjabat CEO menurutnya urusan belakangan. Yang jelas, dibanding Idris, pria yang akrab disapa Nanda itu disinyalir lebih baik.

“Kami memang belum bisa menilai kinerja Nanda, tapi memilih yang terbaik di antara yang terburuk itu saya rasa wajar saja. Bukan masalah dukung-mendukung, kami hanya berharap PSMS ini
bisa keluar dari masa suram,” ucapnya lagi.

Senada salah seorang pendiri PSMS Medan Fans Club (PFC) Pio Paulus Sembiring menyatakan, kegelisahan mantan pemain PSMS terhadap pengurus PSMS musim lalu seharusnya membuat pengurus sadar diri dan mundur.
“Keluhan mereka itu secara tidak langsung merupakan keluhan seluruh masyarakat pencinta PSMS. Pengurus harus mundur. Serahkanlah kepengurusan kepada orang yang baru dan profesional,” ucapnya.
Ketua PFC Rahmad Nur Lubis juga tak ingin Idris duduk di kursi CEO.

“Kita minta ketegasan Ketum dalam hal pemilihan CEO ini, Karena kendalinya ada di tangan Ketum. Dilihat dari sisi prosesnya, Idris terlihat teramat ambisius dan seperti ngebet sekali ingin jadi CEO. Ada apa?
Dilihat dari sisi kapabilitas, Idris jelas gagal karena musim lalu gagal memenuhi targetnya membawa PSMS lolos paling tidak ke Semi final Divisi Utama,” bebernya. (saz)

Markus Gabung PSMS?

MEDAN- Penjaga gawang langganan Timnas Indonesia asal Medan, Markus Horison dikabarkan akan kembali membela klub yang membesarkannya, PSMS. Pemain Persib musim lalu itu kini sedang berada di Medan tak tak memiliki klub, serta tak lagi dipanggil Timnas melawan Qatar di penyisihan Piala Dunia Zona Asia.

Belakangan, pemain yang sempat membela Persik Kediri ini memang acap kali diisukan bakal membela PSMS namun tak pernah terwujud. Musim ini, asa kembalinya Markus ke Medan terbuka lebar, karena sang pemain masih dalam status tanpa klub saat ini. Apalagi, kesepakatan Markus untuk bermain di klub Malaysia tidak terealisasi.

“Saya sempat bernegosiasi dengan dua klub di Malaysia. Tapi peraturan di Malaysia, kiper untuk klub-klub kompetisi harus pemain lokal. Saya juga sempat berkomunikasi dengan perwakilan federasi sepak bola Malaysia di Jakarta soal ini. Akhirnya saya tidak jadi ke Malaysia,” beber Markus via seluler kemarin.

Suami artis Kiki Amalia ini mengatakan, akan senang sekali jika bisa memperkuat PSMS. Meski diakuinya ada beberapa tawaran juga dari klub-klub Indonesia. “Saya memang belum memutuskan mau bermain di mana. Namun jika saja ada komunikasi dari pengurus atau konsorsium ke saya, Insya Allah saya siap seribu persen ke PSMS. Apalagi, PSMS adalah rumah saya dan klub yang membesarkan saya,” ujar Markus.

Soal klub bermain di IPL atau ISL, baginya yang penting bisa bermain sebaik mungkin. “Saya memang sudah berbicara dengan pak Farid Rahman (Wakil Ketum PSSI), dia menyarankan saya main di IPL. Bagi saya yang penting main, tak peduli mau main di kompetisi mana baik ISL atau IPL,” jelas kiper berkepala plontos ini.

Markus juga menampik jika disebut proses memperkuat klub berjuluk Ayam Kinantan batal karena mematok harga yang tinggi. “Saya sempat kecewa juga dikabarkan mematok harga Rp1,1 miliar. Saya tak pernah menerima nilai sejumlah itu di klub saya bermain. Bahkan di Persib yang klubnya dari sisi anggaran tidak mengkhawatirkan saja, saya dihargai sekitar Rp900 juta dan klub-klub lain di bawah jumlah itu. Silahkan dicek soal itu ke klub-klub saya sebelumnya. Saya tahu soal angka Rp1,1 miliar dari teman-teman di Medan yang tahu soal isu itu,” ungkapnya lagi.

Dia meyakini, jika kemudian ada komunikasi dengan PSMS, bisa saja nominal itu turun. “Tergantung komunikasi, namun sampai sekarang belum ada berbicara dengan pihak PSMS. Saya juga tahu saat ini masih ada yang belum di kubu PSMS soal kerja sama dengan konsorsium. Sepanjang ada komunikasi, saya siap membela PSMS,” kata Markus.

Markus juga menegaskan, jika kedatangannya ke Sumut dalam beberapa minggu ini hanya mengunjungi keluarga bukan bernegosiasi ke PSMS. Rabu (16/11) depan, Markus juga diagendakan bertemu Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. “Saya hanya pulang kampung. Memang ada agenda ketemu Gubsu, beliau suka bola dan saya yakin suka PSMS. Ya sekadar silaturahim saja. Tapi masih melihat jadwal, beliau juga sibuk,” tuturnya.

Soal Markus, pelaksana teknis PSMS Iswanda Nanda Ramli mengatakan, soal perekrutan pemain pihaknya akan membicarakan lagi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Markus ke PSMS bagus.
Tapi kami belum bisa memutuskan. Selanjutnya kami akan bicarakan dengan Ketum,” ujarnya.

Sedangkan, bakal pelatih penjaga gawang PSMS Sugihar mengungkapkan, tidak masalah dengan kehadiran kiper baru. Meski diakuinya yang ada saat ini, Ahmad Kurniawan, Edi Kurnia dan Syahbani serta kiper magang Alrian Suhaibi sudah cukup solid. “Bagi saya yang ada sekarang ya sudah cukup dan solid. Kalau ada penambahan pemain baru bakal ada perubahan pastinya. Soal Markus saya serahkan kepada pengurus, karena mereka yang berwenang soal anggaran dan saya tidak tahu juga nominal permintaan Markus,” katanya.

Sugihar tak menampik, Markus masih sosok kiper terbaik di Indonesia. “Saya akui Markus masih yang nomor satu di Indonesia. Dia hanya perlu memperbaiki mentalnya,” ungkapnya. (saz)

Tuesday, November 15, 2011

Waduh! Idris jadi CEO PSMS

MEDAN - Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, pun memastikan keberadaan Raja Isa sebagai pembesut Ayam Kinantan sudah final kemarin. Idris menambahkan harga sudah oke dan asisten pelatih tetap dua plus pelatih kiper, yakni Suharto, Roekinoy, dan Sugihar.

Secara terpisah, Idris juga dikabarkan telah ditunjuk oleh Ketua Umum PSMS, Drs H Rahudman Harahap, sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSMS. Adapun alasan Rahudman memilih Idris karena selama ini banyak terlibat dalam pembentukan tim PSMS sejak menjadi sekretaris umum.

Sementara itu, kebutuhan PSMS akan gelandang berkualitas diharapkan terjawab lewat kedatangan Juninho dan Na Byung Yul. Dua legiun asing itu mulai bergabung dalam latihan di Stadion Teladan.

Namun, tim seleksi belum bisa menilai kemampuan kedua pemain. Kendati begitu, Suharto menilai permainan Juninho lebih menonjol, khususnya skillnya yang menjadi tontonan menarik dan Byung Yul lebih terlihat kematangan tekniknya walau kurang memperlihatkan visi yang baik sebagai gelandang serang.

Memang perbedaan karakter keduanya terlihat. Juninho terlihat menonjol dengan kemampuan gocek bolanya yang menawan dan Na Byung Yul lebih suka bermain satu dua plus kerap memberi umpan akurat.

Asisten Pelatih PSMS lainnya, Roekinoy, meyakini keduanya akan bisa beradaptasi dalam tim beberapa hari berikutnya. Keduanya tetap akan dipantau layaknya pemain lainnya.

"Terlalu dini kalau menyebutkan mereka bagus secara tim. Tapi saya akui secara individu bagus. Kita lihat lagi dalam dua atau tiga hari ini. Mungkin akan lebih beradaptasi," pungkasnya

Fokus tingkatkan ‘ball possession’

MEDAN - Setelah sepekan absen berujicoba, PSMS Medan kembali menguji kerangka skuad yang ada. PS Pratama menjajal Osas Saha cs di Stadion Teladan baru-baru ini. Hasilnya Ayam Kinantan unggul tipis 1-0.

PSMS tampil tanpa striker asingnya Osas Saha. Begitupun cukup banyak peluang tercipta yang gagal dikonversi menjadi gol. Satu-satunya gol tercipta lewat kaki Zainal Anwar. Tendangan terarahnya ke sudut kiri gawang lawan tak mampu dihalau kiper lawan.

"Saha sengaja kita simpan, untuk melihat permainan striker lokal kita yang ada saat ini," ujar bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto, Minggu.

Tim seleksi memfokuskan pemantauan pada ball possession (penguasaan bola). Selain itu switch play, press and cover pemain.

"Tadi banyak peluang namun mereka belum bisa memanfaatkannya. Memang kita belum terfokus dengan finishing touch. Tetapi bukan berarti tidak diperhatikan," imbuh Suharto yang juga mantan Pelatih PSMS musim lalu.

Menurutnya, tim seleksi akan dilakukan pencoretan pemain kembali. Dirinya akan melakukan rapat dengan tim pelatih untuk membahas hal itu. Saat ditanyakan berapa pemain yang akan dicoret, dirinya enggan menyebutkannya.

"Kemungkinan dua atau bahkan empat pemain yang akan dieliminasi. Namun belum dirapatkan dengan tim pelatih. Untuk posisinya pemain bawah, tengah dan depan," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pertandingan ujicoba yang dilakukan, Suharto mengatakan sudah 70 persen dari materi yang dinginkannya tercapai. Menurutnya, kekurangan tim akan dibenahi dan apa yang telah sempurna ditingkatkan agar lebih sempurna lagi

Raja Isa Resmi Latih PSMS

Raja Isa secara mengejutkan menyambangi stadion Teladan dalam latihan reguler PSMS Medan, Senin (14/11/2011). Ia datang mengenakan stelan casual dengan kaus berkerah oranye dan celana panjang hitam. Ia tiba pukul 17:20 WIB didampingi anggota pelaksana teknis Benny Tomasoa.

Kedatangan pelatih asal Malaysia itu sekaligus memecah kebuntuan terkait lowongnya pelatih kepala. Ketua pelaksana teknis, Idris di hadapan awak media memastikan bahwa Raja Isa resmi sebagai pelatih kepala. "Segala administrasi sudah dibereskan. Harga sudah deal berikut kesepakatan-kesepakatan lainnya. Adanya Raja Isa akan memperlancar kematangan tim ini," ujar Idris.

Senada, Raja Isa menyebutkan kedatangannya sebagai bukti bahwa dua pihak sudah tercapai pada satu kesepakatan. Sayang tidak ada pernyataan eksplisit apakah mantan pelatih PSM Makassar, Persipura dan Persiram Raja Ampat itu sudah membubuhkan teken kontrak.

"Saya ada disini, tentu karena semuanya beres. Saya senang berada disini dan akan melatih klub bersejarah.

Mantan pelatih Persiram Raja Ampat Raja Isa resmi membesut tim berjuluk Ayam Kinantan sejak kamarin.

Tiba di Medan kemarin sore, pelatih asal Malaysia itu langsung memantau latihan skuad PSMS yang selama ini dibesut asisten pelatih PSMS Suharto dan Roekinoy.

Kepastian itu datang dari Idris yang mengklaim dirinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan. "Soal pelatih sudah final, Raja Isa. Harga sudah oke. Asisten tetap dua dan plus pelatih kiper, Suharto, Roekinoy dan Sugihar," ujarnya di Stadion Teladan kemarin.
(Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Monday, November 14, 2011

Mantan PSMS calonkan Iswanda Ramli

- Memastikan diri ikut Indonesian Premier League (IPL), PSMS Medan masih belum membentuk perangkat manajemen maupun menentukan Chief Executive Officer (CEO). Gerah dengan kondisi yang tidak pasti, Keluarga Besar Mantan PSMS mendesak CEO segera ditentukan.

Kepada wartawan, mantan PSMS dan pelatih PSMS, Parlin Siagian, beserta Halim Panggabean (PS Putera Buana) dan Suyud Ngadimin (PS Perisai Putra) mendesak Ketua Umum PSMS Rahudman Harahap segera menunjuk figur defenitif CEO.

"CEO jangan sampai salah tunjuk orang. Dampaknya bisa merusak kesepakatan dengan konsorsium.Kita tidak ingin PSMS jalan di tempat lagi. karena itu kita harapkan Ketua Umum (Rahudman-red) segera menunjuk CEO," ujar Ketua Keluarga Besar Mantan Pemain PSMS, Ismail Ruslan, di Jl Candi Borobudur tadi malam.

Figur Iswanda Nanda Ramli dianggap cocok untuk menempati posisi CEO. " Kami mendukung Nanda sebagai CEO," ucapnya.

Bahkan komentar pedas dilayangkan Mantan PSMS soal beberapa calon CEO lain dari Pelaksana Teknis. Nama Idris dan Benny Tomasoa sempat disebut-sebut sebagai calon CEO.“Kami tak ingin di antara mereka ada yang jadi CEO," tukasnya.

Di tempat yang sama, Halim Panggabean menuturkan bahwa kepengurusan yang memulai kerjasama dengan konsorsium, harusnya menindaklanjuti hingga tuntas. Seretnya pendanaan dapat dipahami karena kepengurusan yang juga belum dirampungkan.

"Sederhana saja, tunjuk CEO segera. Supaya klub bisa jalan," katanya.

Persebaya lawan perdana PSMS

MEDAN - Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) semakin mantap melangkah. Kontroversi seputar adanya dualism kompetisi tak membuat IPL surut. Manager Meeting IPL di Jakarta baru-baru ini pun resmi menyerahkan manual liga yang selama ini kerap menjadi hambatan klub dalam bergerak.

Iswanda Ramli mengatakan pertemuan di Jakarta untuk PSMS memang memiliki dua agenda. Selain membahas soal kesepakatan persyaratan yang diminta PSMS kepada konsorsium, juga membagikan manual liga.

Dari jadwal IPL, lanjutnya, Ayam Kinantan ini akan melawan Persebaya Surabaya pada partai tertanggal 26 November 2011 di Stadion Teladan Medan. Setelah itu, laga berikutnya PSMS juga melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta.

Artinya ada perubahan komposisi jumlah klub yang berlaga di IPL yang otomatis merubah penjadwalan. Pada pertemuan sebelumnya PSMS dijadwalkan bertandang ke Persiwa Wamena di laga perdananya. Wacana beredar Persiwa lebih memilih ikut serta di Indonesian Super League (ISL) bentukan PT Liga Indonesia.

Persebaya yang dihadapi PSMS tentunya Persebaya 1927 yang dipimpin Cholid Goromah. Sementara kubu Wisnu Wardhana berencana mendaftarkan Persebaya bentukan lainnya ke Divisi Utama.

Fokus tingkatkan ‘ball possession’

MEDAN - Setelah sepekan absen berujicoba, PSMS Medan kembali menguji kerangka skuad yang ada. PS Pratama menjajal Osas Saha cs di Stadion Teladan baru-baru ini. Hasilnya Ayam Kinantan unggul tipis 1-0.

PSMS tampil tanpa striker asingnya Osas Saha. Begitupun cukup banyak peluang tercipta yang gagal dikonversi menjadi gol. Satu-satunya gol tercipta lewat kaki Zainal Anwar. Tendangan terarahnya ke sudut kiri gawang lawan tak mampu dihalau kiper lawan.

"Saha sengaja kita simpan, untuk melihat permainan striker lokal kita yang ada saat ini," ujar bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto, Minggu.

Tim seleksi memfokuskan pemantauan pada ball possession (penguasaan bola). Selain itu switch play, press and cover pemain.

"Tadi banyak peluang namun mereka belum bisa memanfaatkannya. Memang kita belum terfokus dengan finishing touch. Tetapi bukan berarti tidak diperhatikan," imbuh Suharto yang juga mantan Pelatih PSMS musim lalu.

Menurutnya, tim seleksi akan dilakukan pencoretan pemain kembali. Dirinya akan melakukan rapat dengan tim pelatih untuk membahas hal itu. Saat ditanyakan berapa pemain yang akan dicoret, dirinya enggan menyebutkannya.

"Kemungkinan dua atau bahkan empat pemain yang akan dieliminasi. Namun belum dirapatkan dengan tim pelatih. Untuk posisinya pemain bawah, tengah dan depan," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pertandingan ujicoba yang dilakukan, Suharto mengatakan sudah 70 persen dari materi yang dinginkannya tercapai. Menurutnya, kekurangan tim akan dibenahi dan apa yang telah sempurna ditingkatkan agar lebih sempurna lagi.

Banderol Rp1 M ditolak Markus

MEDAN - Meskipun tak memungkiri keinginannya memperkuat PSMS Medan, belum ada komunikasi yang terjalin antara Markus Horison dan klub. Namun sempat beredar kabar PSMS enggan merekrut Markus karena harganya terlampau tinggi. Santer beredar Markus mematok harga Rp1 miliar.

“Saya sempat kecewa juga dikabarkan mematok harga Rp1,1 miliar. Saya tak pernah menerima nilai segitu di klub saya bermain. Bahkan di Persib yang klubnya dari sisi anggaran tidak mengkhawatirkan saja, saya dihargai sekitar Rp900 juta. Silakan cek soal itu ke klub-klub saya sebelumnya," katanya malam ini.

Markus mendengar kabar itu dari teman-temannya di Medan."Saya tahu soal angka Rp1,1 miliar dari teman-teman di Medan,” bebernya meyakini jika ada komunikasi dengan PSMS, bisa saja nominal itu turun.

“Tergantung komunikasi, namun ya sampai sekarang belum ada berbicara dengan pihak PSMS. Saya juga tahu saat ini masih ada yang belumtuntas di kubu PSMS soal kerja sama dengan konsorsium. Sepanjang ada komunikasi, saya siap membela PSMS,” jelasnya.

Markus juga menegaskan, jika kedatangannya ke Sumut dalam beberapa minggu ini hanya mengunjungi keluarga bukan bernegosiasi ke PSMS. Rabu depan,Markus juga diagendakan bertemu Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

“Saya hanya pulang kampung. Memang ada agenda ketemu Gubsu, beliau suka bola dan saya yakin suka PSMS. Ya sekadar silaturahim saja. Tapi masih melihat jadwal, beliau juga sibuk,” pungkasnya.

Ferry Aman Saragih minta kepastian

MEDAN - Delapan pemain yang sebelumnya dikabarkan hengkang telah kembali ke Mess Kebun Bunga usai menjalani libur Idul Adha. Mereka pun telah bergabung dalam latihan kemarin sore. Namun satu nama tak tampak dalam deretan pemain tersebut.

Adalah Ferry Aman Saragih yang sampai saat ini tak terlihat. Ferry termasuk pemain yang ikut meminta izin pulang ke kampung halaman. Namun jauh sepekan sebelumnya mantan kapten Deltras Sidoarjo ini sudah lebih dulu absen latihan. Pertanda hengkangkah Ferry?

Saat dikonfirmasi via telepon malam ini, Ferry mengaku masih berada di Jakarta. Acara keluarga yang baru berlangsung Minggu (12/11) mendatang tak memungkinkannya kembali.

"Saya masih di Jakarta. Acara pembaptisan adik saya baru berlangsung Minggu ini. Sebelumnya acaranya di rumah," kata gelandang berrambut nyentrik ini membantah dirinya lari dari PSMS.

"Mungkin banyak yang pikir saya lari. Tapi kepergian saya sudah memperoleh izin dari pelatih. Saya sudah izin ama Bang Kinoy (Roekinoy-red) seminggu," ujarnya.

Ia juga membantah isu yang menyebutkan dirinya dipinang Persisam Putra Samarinda. "Kok bisa ada kabar seperti itu? Wong saya di rumah saja kok," ujarnya.

Lagipula ia mengatakan masih berkomitmen memprioritaskan PSMS sebagai pilihan utama. Meskipun banyak tawaran dari klub lain.

"Tawaran dari klub lain sih banyak. Tapi sejauh ini saya masih ingin bermain untuk PSMS. Apalagi saya juga didukung keluarga," ujarnya.

Namun Ferry tak memungkiri kekecewaannya karena kontrak yang masih mengawang. Di luar urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkannya, hal itu pula yang membuatnya enggan pulang.

"Saya akan kembali ke Medan. Tapi maunya ada titik terang soal kontrak. Selama ini kita hanya menunggu. Beberapa kali manajemen berjanji. Tapi dari Selasa ke Rabu, lalu Kamis tanpa ada kepastian," ungkapnya.

Padahal sebelumnya ia dijanjikan seminggu berada di Medan langsung dikontrak. Kenyataannya sampai sekarang kontrak tak kunjung disodorkan.

"Saya bukannya sok. Tapi saya pikir bukan hanya saya yang berpikiran seperti ini. Saya yakin yang lain juga mau secepatnya ada kejelasan," pungkasnya.

Langkah PSMS ke IPL makin terang

MEDAN - Keragu-raguan keikutsertaan PSMS Medan di Indonesian Premier League (IPL) semakin surut. Kehadiran pada manager meeting klub IPL di Jakarta baru-baru ini memperkuat komitmen sebelumnya bahwa Ayam Kinantan tak lagi abu-abu memilih IPL.

Pada meeting itu, PSMS diwakili Iswanda Ramli dan Fityan Hamdi. Keduanya merupakan bagian dari Pelaksana Teknis. Kabar positif disampaikan Iswanda Ramli. Kerjasama PSMS dan konsorsium semakin terang setelah syarat yang diajukan PSMS soal garansi dana dipenuhi.

Namun tak lantas diberikan begitu saja, konsorsium meminta PSMS menyelesaikan aspek teknis. Dalam hal ini perangkat tim harus sudah terbentuk dalam waktu 2x24 jam ke depan.

"Perangkat tim ini termasuk soal pemilihan pelatih kepala yang harus segera ditunjuk. Intinya dalam dua kali 24 jam semua harus selesai. Setelah itu baru konsorsium akan memenuhi kewajibannya memberikan anggaran Rp15 miliar,” ujar pria yang akrab disapa Nanda itu.

Selain itu PSMS bersama peserta IPL lainnya akan menerima uang sebesar Rp2 miliar dari PSSI. “Uang Rp2 miliar itu akan diberikan satu miliar di putaran pertama dan kemudian di putaran kedua,” ujarnya.

Artinya PSMS juga harus menyelesaikan kontrak pemain yang sampai hari ini masih menjadi penantian pemain. "Semua harus selesai dan kami juga ingin segera selesai agar tim dan persiapannya bisa lebih baik, dan tidak terganggu persoalan non teknis," jelasnya.

Perwakilan PSMS lainnya, Fityan Hamdi, turut menjelaskan soal pembagian saham antara PSMS dan konsorsium yakni 30:70.

"Tidak benar ada bahasa PSMS terjual. Persentase saham itu hanya membahas profit sharing bukan kepemilikan klub. Kita berharap, dengan finalisasi dan ikut IPL ini tidak ada lagi masalah dan kita bisa fokus ke pemantapan skuad," ujar Fityan yang mengaku menggantikan Idris yang berhalangan hadir ke Jakarta.

Thursday, November 10, 2011

CEO PSMS jangan pengurus lama!

MEDAN - Posisi Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan yang belum ditentukan sampai saat ini membuat banyak urusan teknis terbengkalai. Karena itu, beberapa pihak termasuk Keluarga Besar Mantan PSMS mendesak percepatan penunjukan CEO. Anehnya, beredar kabar posisi CEO akan diisi dua orang. Dalam hal ini, Iswanda Ramli dan Idris yang sama-sama menjabat Pelaksana Teknis PSMS.

Menanggapi hal itu, Parlin Siagian yang juga mantan Pelatih PSMS mengatakan hal itu sangat konyol. "Ini sangat aneh. Sudah tidak berprestasi, CEO juga dibuat dua, banyak kali keanehan yang dibuat. Kenapa dipaksakan seperti itu?! Di mana-mana CEO itu satu, bukan dua!" ketusnya di Sekretariat Mantan PSMS, tadi malam.
Dari dua calon CEO itu, Nanda paling mendapat dukungan untuk duduk sebagai CEO. Sikap berbeda ditunjukkan kepada calon lainnya. "Seperti apa kinerja pengurus dua tahun ini? Mana pertanggungjawabannya? Tanpa transparansi keuangan yang seharusnya disampaikan karena PSMS ini milik publik. Ketum jangan ragu untuk memilih orang yang diyakininya mampu, tapi jangan pula orang yang sudah krisis kepercayaan dari publik," sebut Parlin lagi.

Perubahan zaman sekarang ini, menurut Parlin, juga mengubah orientasi untuk duduk di kepengurusan. "Sekarang zaman sudah profesional. Mengurus bola hanya untuk kepentingan pribadi. Ini yang buat klub ini hancur. Beda dengan zaman saya dulu, masih amatir dan orang-orang murni mengurus bola demi sepakbola," katanya.

Perwakilan PS Perisai, Suyud Ngadimin, juga turut menyatakan mosi tidak percaya pada pengurus periodisasi dua tahun belakangan (2009-2011). Dikatakan, dua tahun terakhir ini pengurus klub gagal total. Di lain pihak, Ketua Keluarga Besar Mantan Pemain PSMS, Ismail Ruslan, mengatakan jangan sampai salah tunjuk orang menjabat CEO karena dampaknya bisa merusak kesepakatan dengan konsorsium. “Kita tidak ingin PSMS jalan di tempat lagi. Karena itu, kita harapkan Ketua Umum (Rahudman Harahap-red) segera menunjuk CEO," ujar Ismail.

Bahkan komentar pedas dilayangkan mantan PSMS soal calon CEO lain, yakni Idris dan Benny Tomasoa. Sebelumnya, nama Benny Tomasoa sempat disebut-sebut sebagai calon CEO. “Kami tak ingin diantara mereka ada yang jadi CEO! Figur Iswanda Ramli lebih pantas," tukasnya.

Sekretaris PS Putra Buana, Halim Panggabean, menuturkan bahwa kepengurusan yang memulai kerjasama dengan konsorsium, harusnya menindaklanjuti hingga tuntas. Seretnya pendanaan dapat dipahami karena kepengurusan juga belum rampung. "Sederhana saja, tunjuk CEO segera. Supaya klub bisa jalan," katanya.

PSMS butuh akan sosok gelandang serang

Kebutuhan akan sosok gelandang serang membuat PSMS Medan sangat menantikan kedatangan wajah-wajah baru. Salah satunya Orlando de Melo Juninho yang santer dikabarkan akan datang.

Awalnya, Juninho direncanakan hadir di Medan sejak pekan lalu. Namun mantan pemain Minangkabau FC ini menunda kedatangannya karena urusan di Brazil yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia harus mengantar ibunya berobat di Brazil, namun memastikan dalam dua hari ke depan akan tiba di Medan. Pemain yang disebut-sebut jebolan Akademi Sepakbola Manchester United itu terdengar sangat antusias ke Medan.

"PSMS klub yang besar dan punya suporter yang fanatik dan punya historis yang luar biasa," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Pemain berusia 22 tahun ini mencoba semakin mencintai sepakbola Indonesia. Meskipun sempat terbesit kekecewaan karena pengalaman pengalaman di Liga Primer Indonesia (LPI) yang hanya bertahan setengah musim.

"Yang saya inginkan hanyalah punya kesempatan untuk bermain dan saya harap kesempatan itu ada di PSMS," jelasnya.

PSMS memang sangat membutuhkan gelandang yang mampu mewarnai lini tengah. Batalnya Inkyun Oh (Korsel) bergabung dan Stephen Mennoh yang kemungkinan tak lagi bersedia kembali membuat tim seleksi harus berpikir keras mendatangkan sosok gelandang yang sesuai harapan.