Wednesday, October 12, 2011

Trio asing nyaris cabut

MEDAN - Ketidakhadiran Osas Saha, Stephen Nagbe Mennoh, dan Oyedepo George pada latihan Senin lalu menimbulkan spekulasi ketiga legiun asing itu berencana meninggalkan PSMS akibat ketidakjelasan kontrak.

Dari pantauan di lapangan didapat informasi yang menyebutkan ketiga pemain berkulit hitam itu bahkan telah memesan tiket pesawat. Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, ketiga pemain itu hendak berangkat ke Jakarta via Bandara Polonia Medan.

Beruntung, bagi PSMS karena Saha cs mendapat jaminan lisan dari Idris yang juga Sekretaris Tim PSMS. Alhasil, ketiganya sudah kembali mengikuti latihan di Stadion Kebun Bunga, Selasa. Anggota tim seleksi, Suharto dan Roekinoy, juga dikabarkan turut menemui Saha dan Mennoh untuk meminta keduanya kembali bergabung dengan Ayam Kinantan.

"Mereka masih bertahan di sini (PSMS). Mereka beristirahat setelah ujicoba melawan Bank Sumut. Khusus Saha dan Mennoh, keduanya sudah pasti mendapat tempat di tim," ujar Idris menjelaskan alasan keletihan menjadi penyebab pemain absen.

Sementara itu, posisi George dinilai belum aman kendati lolos dari penciutan skuad. Apalagi PSMS berencana mendatangkan Bill Chato, mantan pemain Timnas Kamerun yang berposisi sama dengan George.

Saat dikonfirmasi, Saha sendiri juga melontarkan alasan senada. Mantan pemain PSAP Sigli dan PSDS Deliserdang ini mengungkapkan ketidakhadirannya bersama dua rekannya karena stamina. "Kami tidak latihan karena capek setelah ujicoba Minggu lalu," ungkapnya.

Di pekan-pekan awal, Saha dan Mennoh memang sempat mengisyaratkan bakal cabut jika tak juga mendapat kepastian kontrak dari manajemen PSMS. Namun keduanya akhirnya memilih tetap menjalani proses seleksi.

Bahkan Saha dan Mennoh memperlihatkan performa apik dalam beberapa laga ujicoba. Bila Saha menunjukkan ketajamannya dengan mencetak sembilan gol, maka Mennoh membuat lini tengah Ayam Kinantan lebih atraktif.

Jadwal padat, PSMS khawatirkan kebugaran pemain

Perubahan peserta kompetisi level 1 menjadi 24 tim berdampak pada jadwal laga yang padat. Bahkan, setiap tim akan melakoni tiga laga dalam setiap pekannya. Tak ayal, kondisi ini diprotes tim-tim peserta.
PSMS Medan turut mengeluhkan jadwal kompetisi. Rentang waktu di empat laga awal PSMS sangat kecil. Setelah melawat ke markas Persibo Bojonegoro pada 27 November dan Bontang FC pada 4 Desember, Ayam Kinantan hanya punya jarak empat hari untuk menghadapi Persiba Bantul pada 8 Desember mendatang.
Selanjutnya, PSMS hanya punya waktu dua hari untuk recovery karena jadwal kontra Sriwijaya FC digelar 10 Desember. Waktu istirahat yang singkat tentu akan berdampak pada stamina pemain di lapangan.
“Jadwal ini cukup padat. Artinya di setiap pertandingan kita butuh pemain yang betul-betul fit. Tentu sulit membagi waktu recovery pemain dengan jadwal yang padat itu,” ujar anggota tim seleksi PSMS, Suharto, Senin.
“Kapan saatnya pemain harus bermain total, kapan tidak. Pertandingan mana yang harus mencuri angka dan mana yang tidak, semua harus disiasati,” ucap mantan pelatih PSMS musim 2010/2011 itu.

Dalam kondisi ini, strategi rotasi pemain berperan besar. Artinya PSMS harus punya materi pemain yang merata agar nantinya tidak terjadi ketimpangan antara tim inti dan pemain pelapis. Namun karena masih tahap seleksi, hal itu masih kabur.

“Sekarang masih seleksi, kami belum tahu mana tim yang performanya baik dan mana yang tidak. Tapi jika nanti tim sudah terbentuk, baru bisa ditentukan,” ungkapnya.

Suharto melihat jadwal ini mungkin disesuaikan dengan jadwal laga Liga Champion Asia ataupun AFC Cup. Artinya kompetisi di tanah air harus berpacu dengan waktu dengan jumlah peserta yang membengkak untuk bisa selesai dengan rentang waktu yang sama.

“Bisa saja jadwal itu disesuaikan dengan jadwal pertandingan AFC karena 24 tim yang bermain itu harus bisa selesai dalam satu musim, dan selanjutnya tim yang terbaik akan berlaga di tingkat Asia,” ungkapnya.

Saha MAsih Tajam

- Hatrik striker asing PSMS, Osas Saha, membawa kemenangan telak 5-0 atas Bank Sumut dalam laga ujicoba keenam bagi Ayam Kinantan di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu.

Dua gol lainnya dicetak Sigit Sudarmawan dan Oyedebo Geroge. Kemenangan yang dinanti-nanti publik sepakbola Medan, khususnya SMeCK Hooligan, terasa spesial karena Bank Sumut diperkuat mantan pemain PSMS, seperti Irwin Ramadhana, Chico Maradona, dan Tri Yudha Handoko.

Sejak menit pertama, PSMS tidak memberi ruang untuk lawan dalam hal penguasaan bola. Alhasil, Saha merobek gawang Irwin Ramadhana lewat tendangan mendatarnya du menit 22. Keunggulan ini membuat pemain lainnya bernafsu membuktikan diri layak memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.

Sigit, tidak terkawal pemain bertahan Bank Sumut, pun memperbesar kemenangan PSMS. Tidak puas dengan selisih dua gol, Saha kembali menghadirkan ancaman bagi lawan hingga akhirnya mencetak gol keduanya jelang babak pertama berakhir.

Tak ingin kalah telak, Bank Sumut yang melakukan serangkaian pergantian pemain. Namun strategi yang diterapkan Bank Sumut tersebut tidak menuai hasil positif. Sebaliknya pasukan duet Suharto dan Roekinoy memperbesar kemenangannya.

Menit 65, tendangan George di dalam kotak terlarang meneruskan umpan akurat dari Zulkarnaen menambah kemenangan PSMS. Saha pun mempertegaskan predikat sebagai bintang lapangan dengan gol ketiganya di menit 76.

Usai pertandingan, Suharto didampingi Roekinoy dan Drs Benny Tomasoa menyatakan pemain PSMS sudah memperlihatkan jati dirinya layak membela Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.

PSMS tolak Jecky?

MEDAN - Harapan masyarakat Medan melihat PSMS berlaga kembali di Liga Super Indonesia hampir pasti terwujud. Tentu agar tak sekedar numpang lewat PSMS harus bermaterikan para pemain yang mumpuni skillnya. Salah satu pemain yang kerap didengungkan untuk direkrut adalah Jecky Pasarella.

Jecky bukan nama yang asing karena ia mantan striker PSMS saat berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Meski hanya menceploskan lima gol, namun performa Jecky kerap dipuji dengan daya dobraknya di lini depan. Karena itu suporter kerap berharap PSMS membawa pulang Jecky.

Harapan itu kembali hidup saat Selasa (4/8) lalu, Jecky hadir di Stadion Kebun Bunga. Kehadirannya bersamaan dengan kedatangan beberapa pemain seleksi lainnya seperti Zainal Ikhwan, Ferry Aman Saragih, Rendi Syahputra, Aswin Sitorus dan Oyegbe George.

Ketika itu Jecky terlihat hanya menonton dari lantai dua mess Kebun Bunga. Saat ditanya wartawan ia mengatakan Kamis (6/8) ia baru bergabung seleksi. Namun kenyataannya hingga hari ini, Jecky tak kunjung mengenakan kostum latihan.\

Belakangan diketahui, Jecky tidak diperbolehkan ikut seleksi. Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong yang mengaku melihat sendiri Jecky tak diberikan kostum latihan mengaku kecewa. “Jecky sudah hadir tapi justru tidak dibolehkan seleksi. Kami suporter sudah lama mengharapkan Jecky kembali memperkuat PSMS. Ia punya kualitas dan harusnya PSMS memberikan kesempatan," katanya.

Nata mencium ada gelagat suka atau tidak suka dalam penolakan Jecky. “Enggak tahulah pastinya. Tapi seperti ada suka atau tidak suka disini. Toh PSMS ini punya masyarakat bukan milik segelintir orang,” tukas Nata.

Sebelumnya Jecky memang punya sedikit masalah dengan pengurus. Saat pembentukan skuad 2010/2011, Jecky memilih berlabuh ke PSM Makassar. Hal itu yang disinyalir membuat Jecky ditolak.

Benarkah PSMS menolak Jecky? Calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy saat ditanya soal hal ini mengatakan keputusan ada pada pengurus. “Kami tugas disini hanya menyeleksi. Keputusan ada pada pengurus. Jadi gak ada wewenang kami melarang-larang,” ujar Roekinoy.

Pengurus PSMS periode lalu, Benny Tomasoa turut membantah ada diskriminasi soal Jecky. Menurutnya kehadiran Jecky tidak akan seperti ini jika ia hadir sejak awal seleksi. “Jecky masuk disaat PSMS akan melakukan penciutan pemain. Kenapa tidak dari awal seleksi dia masuk? Tidak ada diskriminasi soal Jecky,” ujar Benny.

Saturday, October 8, 2011

Sakti kecewa terhadap PSMS

MEDAN - Sejak lama para pecinta PSMS Medan mendengungkan nama Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean maupun Legimin Raharjo masuk dalam deretan skuad musim depan. Apalagi kesempatan berlaga di Liga Super Indonesia, harusnya membuat PSMS mencari pemain-pemain berkualitas. Namun, PSMS justru mengacuhkan putra daerahnya.

Tak ayal hal ini mengecewakan Sakti. Pascahengkang dari Semen Padang, ia mengharapkan panggilan dari klub yang membesarkannya itu. Namun PSMS tak kunjung menghubunginya hingga akhirnya memilih Mitra Kukar sebagai pelabuhan berikutnya setelah memutuskan mundur dari Arema Indonesia.

“Arema bermasalah jadi saya putuskan tidak jadi ke sana. Sekarang saya di Mitra Kukar,” ujar Sakti.

Padahal tak dipungkiri Sakti, ia akan memprioritaskan PSMS di atas klub-klub peminatnya. Namun tak ada sinyal dari Pengurus PSMS untuk menariknya kembali ke Medan.

“Habisnya PSMS yang tidak mau, apalagi Idris, masak putra daerah yang bermarga tidak dia panggil. Saya tidak dihubungi sama sekali untuk kembali membela PSMS padahal itu prioritas saya jika memang dipanggil,” beber pemain kelahiran 1982 ini.

Ya, sepeninggal membawa PSMS masuk final Divisi Utama 2007 lalu, Saktiawan memang lebih banyak melanglang buana ke berbagai tim elit. Mulai Persik Kediri, Semen Padang hingga kini telah resmi gabung Mitra Kukar.

Kekecewaan Sakti cukup beralasan. Apalagi justru daerah lain yang mau menghargainya. “Yang jelas saya merasa lebih dihargai di daerah lain daripada di daerah sendiri. Itu membuat saya dan mungkin beberapa pemain asli putra daerah lainnya sedih,” lanjutnya.

Begitupun kekecewaannya tak lantas menutupi rasa cintanya yang besar kepada klub berlambang daun tembakau itu. Ia tetap mendoakan PSMS untuk bisa berhasil di Liga Super nanti.

“Ya semoga sukses sajalah untuk PSMS tim tercinta. Sampai jumpa di Liga Super,” ujarnya.

Friday, October 7, 2011

Pengurus PSMS aneh dan salah arah

MEDAN - Kick off Liga Super Indonesia kini hanya hitungan minggu. Namun PSMS Medan belum juga merampungkan berbagai aspek-aspek kesiapan. Belum ditentukannya CEO, manajemen belum terbentuk, posisi pelatih yang masih kosong juga belum ditentukannya susunan kepengurusan adalah sederet PR yang masih juga belum tuntas.

Pengamat sepakbola, Rafriandi Nasution, tadi malam mengatakan PSMS tak punya banyak waktu untuk bisa menyelesaikan banyaknya hal yang belum rampung. “Diibaratkan PSMS berada di last minute. Pelatih, pemain, manajemen, CEO belum jelas termasuk pengurus yang mengurusi bidang internal atau eksternal belum ditentukan. Semuanya masih saling menunggu,” ujarnya.
Belum adanya rasa saling percaya menghambat kebijakan-kebijakan yang harusnya menuntaskan permasalahan. “Belum ada kepercayaan antar pengambil kebijakan dengan pelaksana. Jadinya saling meraba-raba dan banyak persoalan yang tidak selesai,” ujarnya mencontohkan soal klub anggota PSMS yang meributkan soal PT.

“Ini kan artinya kita masih menerapkan pola kampungan. Di saat ada yang mau menyuntikkan uang untuk membantu PSMS, justru diributkan. Harusnya biarkan saja dulu yang terpenting PSMS bisa sukses berlaga di kompetisi profesional. Jadinya Rahudman terbebani dalam mengambil kebijakan, termasuk penentuan soal CEO,” tukasnya.

Lebih lanjut, Rafriandi mengatakan harusnya para pemegang saham PSMS saat ini memilih berada di garis kedua. “Biarkan saja saat ini klub-klub anggota PSMS berada di second line. Tidak terlibat dalam proses menentukan tetapi ikut mensukseskan. Harus disadari berlaga di Liga profesional membutuhkan uang banyak. Dan uang itu tidak ada dari kantong kita,” ujar Rafriandi.

Menurut Rahudman, semua pihak dituntut legowo demi kepentingan masyarakat Medan yang sudah lama berharap PSMS berlaga di Liga Super Indonesia (LSI).
“Kita meminta kearifan semua pihak. Lebih dulu mementingkan kepentingan PSMS. Di periode kedua baru berpikir untuk memperbesar saham. Misalnya menjual saham kepada publik. Tidak hanya berlaku untuk klub juga saham stadion. Jadi publik juga punya kuasa menentukan program. Seperti yang diterapkan di Liga Inggris atau kompetisi Eropa lainnya,” lanjut mantan Ketua Komisi E DPRDSU ini.

Selain itu, dengan waktu yang singkat ini PSMS diharapkan menerapkan manajemen yang modern. “Dengan waktu yang singkat ini harus diterapkan manajemen modern dengan SDM yang handal dan melek teknologi serta bisa berkomunikasi dimanapun. Harus ada sosok yang dipercayai Rahudman sebagai ketua umum untuk membangun komunikasi. Dalam hal ini authority of delegation. Jadi kebijakan-kebijakan bisa langsung sampai teknologi misalnya dengan 3G. Jadi tidak lagi tunggu-tungguan,” ujarnya.

Sementara itu, pemerhati sepakbola, Avian Tumengkol, berpendapat bahwa persiapan PSMS saat ini untuk menghadapi kompetisi PSSI mendatang terganggu karena pengurus PSMS terlalu memikirkan kekuasaan. Menurutnya, pengurus lama PSMS harus mengubah cara mengelola klub dengan gaya modern, bukan gaya lama yang justru akan menghambat kemajuan klub kebanggan Medan ini.

Apalagi, lanjut mantan pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) ini, dengan adanya merger antara PSMS dengan Bintang Medan dari LPI, sudah sepantasnya pihak PSMS memikirkan untuk menjalankan manajemen yang modern dan lebih profesional. Dicontohkan Avian, dengan adanya merger dengan pihak LPI, PSMS tidak punya wewenang untuk mengatur semuanya seperti yang dilakukan saat ini.

"Pemilik saham mayoritas itu pihak Bintang Medan. PSMS hanya pemilik saham 15 persen, tapi justru PSMS yang lebih dominan untuk mengatur segalanya termasuk penunjukkan direksi dan manajemen klub. Yang menentukan CEO misalnya, bukan PSMS tapi justru konsorsium LPI yang punya suara untuk itu. Tapi PSMS lah yang seperti kita lihat ingin berkuasa. Ini sudah salah arah," jelas Avian yang juga mantan pemain Liga Australia tahun 1996-1998 ini.

Avian juga mengingatkan, bukan Rahudman yang memiliki wewenang untuk menentukan CEO PSMS karena jabatan akan ditentukan oleh konsorsium, begitu juga tim pelatih. Bicara soal pelatih dan seleksi pemain, Avian menyayangkan cara pengurus PSMS yang tidak menjalankannya dengan cara yang benar dan terlalu semena-mena. "Seleksi pemain itu harus ditentukan oleh pelatih, tapi justru pelatihnya sampai sekarang belum ada. Saya heran kenapa pelatih sepertinya sengaja tidak ditetapkan segera, padahal seleksi pemain sudah berjalan. Ini aneh," tegas Avian.

Eliminasi PSMS sisakan 24 pemain

MEDAN - PSMS Medan merealisasikan rencana penyusutan terhadap pemain seleksi. Dari 35 pemain yang sudah mengikuti seleksi, eliminasi menciutkan jumlah pemain kini hanya bertotal 24 pemain.

Menurut salah seorang tim seleksi, Suharto, pencoretan dilakukan berdasarkan penilaian sejak awal seleksi serta beberapa laga ujicoba yang dijalani. Terakhir PSMS menjajal Medan Putera dan PS Perisai kemarin. Begitupun 24 pemain ini tak lantas safe bakal berbaju Ayam Kinantan musim depan.

“Pencoretan nama pemain seleksi akan dilakukan lagi, namun, setelah pelatih kepala ada. Karena itu harus dikoordinasikan dengannya (Pelatih kepala, Red),” ujar Suharto.

Pemain yang masuk daftar pencoretan antara lain Puji (Persisam), Pierre Njanka (Aceh United), Patricio Jimenez (PSIS), Rendi Saputra (Persib), Andi Sidharta (Persik), Haryadi Sanusi (Gresik United), Aswin Sitorus (Persiraja) Agus Salim (Persita), Anton (PSLS). Nama Mahadi Rais Saputra yang termasuk pemain yang dipertahakan dari skuad musim lalu tak luput dalam daftar pencoretan.

Dengan demikian 24 pemain yang tersisa antara lain M Sabani, Alrian Suhaibi (kiper), Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo (stopper), Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto (Wing bek), Zainal Anwar , Anton Samba, Zulkarnain, Cucu Hidayat, Ferry Aman Saragih, Zainal Ichwan, Ramadhan Saputra, Masrudin Al Massi (Gelandang), Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, dan Yoseph Ostanika (striker).

Sementara untuk pemain asing, Oyedepo George, Stephen Mennoh dan Ikfepua Osas Marvellous Saha termasuk pemain yang lolos seleksi. Juga pemain magang M Antoni. Menurut calon asisten pelatih PSMS itu, setelah pemain yang dipilih dan lolos pada seleksi tahap pertama, ia tak lagi memiliki wewenang untuk memangkas jumlah pemain.

“Setelah ini saya hanya fokus melatih pemain seleksi yang lolos ini,” tukas pelatih kepala PSMS musim lalu ini.

Di sela-sela lanjutan latihan yang dilakukan, meski telah dicoret dari skuad, Patricio Jimenez masih terlihat ikut berlatih di lapangan Stadion Kebun Bunga. Pato sempat meminta izin kepada Suharto untuk ikut berlatih. Alasannya, Pato belum mendapatkan tiket pulang. “Daripada menganggur di mess, ia meminta izin untuk ikut latihan,” jelas Suharto.

Pelatih LPI calon pelatih PSMS?

MEDAN - Pascapeninjauan ulang terhadap Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih kepala musim 2011/2012, PSMS Medan pun harus mencari nama baru. Sempat beredar nama Raja Isa dan Suimin Diharja, kini calon pelatih kepala dikabarkan berasal dari Liga Primer Indonesia (LPI).

Sekretaris Umum PSMS, Idris, mengatakan akan ada satu nama pelatih asal Eropa yang dipertimbangkan mengisi kursi pelatih Ayam Kinantan musim depan. Belakangan disebut nama itu ditawarkan konsorsium. Namun soal nama belum ada kepastian.
Seperti diketahui ada 11 pelatih LPI yang mungkin salah satunya termasuk dalam nama yang dimaksud. Beberapa nama di antaranya Lionel Charbonnier (Aceh United), Uwe Erkebrecher (Cenderawasih Papua), Willy Scheepers (Bali Devata), dan Roberto Bianchi (Batavia Union).

Disinyalir pihak konsorsium sengaja memasukkan nama pelatih asing tersebut lantaran beberapa di antaranya masih terikat kontrak dengan pihak konsorsium untuk meminimalisir pengeluaran. Begitupun, keputusan tetap menunggu Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap. Sebagai pengelola, konsorsium berhak mengajukan penawaran, namun kebijakan di tangan ketua umum.

“Konsorsium yang menyodorkan nama itu kepada PSMS. Tapi ketum punya wewenang untuk menyetujui ataupun menolaknya. Bukan Lionel Charbonnier. Jadi belum final,” ungkap Idris malam ini.

Sebelumnya, Idris mengatakan PSMS mengutamakan putra daerah untuk membesut PSMS. Namun beredarnya nama pelatih asing ini seakan mementahkan hal itu. “Semuanya akan kita diskusikan dulu. Jadi sebelum nama si B ditunjuk kita akan bicarakan,” ujar Idris.

Sementara itu, Mahadi Rais Syahputra (mantan PSMS musim lalu) dan dua pemain asing yakni, Patricio ‘Pato’ Jimenez dan Pierre Njanka Beyaka, dicoret dari seleksi PSMS setelah dinilai tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya.

Selain ketiganya, pemain lain yang bernasib kurang beruntung adalah Puji (Persisam Samarinda), Rendi Saputra (Persib Bandung), Andi Sidharta (Persik Kediri), Muhammad Antoni (PSMS U-21), Haryadi Sanusi (Gresik United), Aswin Sitorus (Persiraja Banda Aceh), M Agus Salim (Persita Tangerang), dan Anton ((PSLS Lhokseumawe).

Dengan begitu, PSMS menyisakan M Syahbani, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo Ariyanto, Oyedepo George, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto, Ramadhan Syahputra, Masrudin Al Massi, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnaen, Stephen Nagbe Mennoh, Cucu Hidayat, Ferry Aman Saragih, Zainal Ichwan, Ikpefua M Osas Saha, Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, dan Yoseph Niko Ostanika dalam seleksi tim.

PSMS loloskan 24 pemain seleksi awal

Sebanyak 24 pemain berhasil lolos seleksi tahap pertama dalam penyeleksian tim yang akan memperkuat PSMS menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2011/2012.

Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, Kamis, mengatakan ke-24 pemain yang lolos seleksi tersebut terdiri dari 20 pemain lokal, tiga pemain asing dan satu pemain magang. "Untuk seleksi tahap awal, pihak manajemen mengumumkan 24 pemain yang lolos seleksi. Bagi pemain yang tidak lolos seleksi jangan berkecil hati dan masih banyak klub lain yang dapat dijadikan tempat untuk memajukan prestasi," katanya.

Ia mengatakan, pemain yang lolos seleksi tersebut merupakan hasil penilaian yang dilakukan dua asisten pelatih, Suharto AD dan Roekino yang selama ini menangani seleksi pemain. Pemain yang lolos seleksi tersebut merupakan hasil seleksi murni sesuai dengan kemampuan para pemain yang mengikuti seleksi selama beberapa hari ini.

Namun demikian, lanjutnya, pemain yang sudah lolos seleksi tersebut diharapkan tidak berpuas diri, karena masih ada tahapan-tahapan seleksi berikutnya yang juga cukup menentukan posisi mereka di skuad PSMS. Terutama untuk pemain lokal yang masih akan ada perampingan lagi, mengingat PSMS hanya membutuhkan 19 pemain.

Sementara untuk pemain asing, manajemen masih mencari satu orang lagi. "Lolosnya pemain itu belum bersifat baku, bisa saja pemain yang lolos tersingkir bila kualitasnya mengalami penurunan dan tentunya akan digantikan dengan pemain lain. PSMS butuh 19 pemain lokal dan 4 pemain asing.Jadi satu pemain asing lagi yang dibutuhkan PSMS," katanya.

Nama-nama yang lolos seleksi tahap awal tersebut yakni M. Syahbani, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto, Zainal Anwar,Anton Samba dan Zulkarnain. Kemudian Cucu Hidayat, Feri Aman Saragih, Zainal Ikhwan, Ramadhan Saputra, Masrudin, Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, Yoseph Ostanika, Oyedepo George, Stephen Nagbe Mennoh, Ikpefua Osas Marvellous.

Ketika ditanya mengenai pelatih kepala, ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mengincar beberapa pelatih asing yakni Raja Isa dan Lionel Charbonnier untuk mendampingi Suharto dan Rukino. "Dua pelatih asing yang mempunyai lisensi A itu telah kita hubungi untuk melatih PSMS. Nama keduanya akan disampaikan ke Walikota Medan Rahudman Harahap, apakah beliau setuju atau tidak," katanya.

Thursday, October 6, 2011

Saha sudah kantongi enam gol

MEDAN - PSMS Medan menjajal dua tim sekaligus dalam lanjutan seleksi pemain di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu. Medan Putra dan PS Perisai dijajal secara estafet dengan hasil yang berbeda. Ditundukkan Medan Putra 0-1, dengan line up berbeda calon pasukan Ayam Kinantan mengandaskan PS Perisai 6-0.

Menghadapi Medan Putra, Suharto dan Roekinoy menguji line up yang diperkuat trio Agus Salim, Mahadi Rais, dan Johan di lini depan tanpa pemain asing. Namun Medan Putra memberikan perlawanan sengit yang merepotkan barisan belakang PSMS. Bahkan lewat Agung di menit 27, Medan Putra menciptakan satu-satunya gol kemenangan atas PSMS.

Performa PSMS seleksi berangsur membaik saat diperkuat trio legiun asing Osas Saha, Stephen Mennoh dan George serta gelandang yang baru bergabung, Ferry Aman Saragih menghadapi Perisai. Tujuh menit laga berjalan, Kerry Yudoyono membuat PSMS unggul 1-0. Di menit 32, giliran Saha menunjukkan ketajamannya.

Stephen Mennoh turut berkontribusi lewat golnya satu menit berselang. Di menit 36, Saha untuk kedua kalinya menggetarkan jala lawan. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, dominasi PSMS berlanjut. Gol Ari Priyatna dan Sigit menggenapkan kemenangan PSMS menjadi 6-0.

Mengenai rencana penyusutan pemain yang akan dilakukan pascalaga ujicoba ditunda menjadi Kamis ini. Tim seleksi akan berkoordinasi lebih dulu dengan pengurus PSMS sebelum akhirnya menuntaskan keputusan.

"Untuk eliminasi kita akan koordinasi dulu dengan pengurus. Sifatnya hanya memberitahukan," ujar calon asisten pelatih Suharto.

Soal kuota pemain yang akan disusutkan dikatakan Suharto lebih kurang 10 pemain. "Untuk lokal mungkin 18-20 orang yang kita ambil. Yang tereleminasi sekitar 10 pemain," lanjut mantan Pelatih PSMS musim lalu tersebut.

Meskipun begitu, Suharto memastikan posisi Pierre Njanka Beyaka dan Patricio Jimenez. "Njanka dan Pato tidak cocok dengan karakter kita. Karakter yang kita inginkan tidak ada pada mereka. Soal usia sepertinya berpengaruh. Karena itu, kita lihat juga George kalau juga tak sesuai harapan, kita minta tambahan pemain," katanya.

Dilanjutkan Suharto, penilaian untuk mengeliminasi pemain dilakukan berdasarkan pantauan sejak awal seleksi.

"Ini berdasarkan penilaian sejak awal. Ujicoba ini puncaknya. Kebetulan tiga pelatih berpendapat sama. Penonton mungkin juga bisa lihat. Dan saya pastikan tidak ada yang menitip pemain. Latihan Kamis pastinya jumlah pemain sudah berkurang," tambah Suharto.

Wednesday, October 5, 2011

Rahudman beri sinyal pengurus baru

kehadiran tim Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) di Medan meninggalkan banyak ‘PR’ bagi PSMS Medan. Terutama beberapa hal menyoal aspek administratif, finansial, dan tentu saja SDM.

Pada kesempatan itu AFC meminta PSMS melengkapi dokumen operasional klub musim lalu dan musim mendatang. Sebagai bukti keikutsertaan untuk musim depan, Ayam Kinantan juga harus menyertakan kontrak penunjukan auditor untuk keuangan.
Berkas-berkas tersebut harus sudah siap sebelum 15 Oktober nanti, berikut juga dokumentasi pemugaran Stadion Teladan sesuai catatan yang diberikan AFC. Ironisnya, PSMS belum juga merampungkan susunan kepengurusan dan manajemen jelang kompetisi yang akan bergulir dua minggu ke depan.

Posisi CEO yang dirasa sangat vital juga belum ditentukan. Padahal wacana penunjukan CEO sudah digulirkan sejak Agustus lalu. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, saat berkunjung ke Kebun Bunga baru-baru ini menjamin segala persoalan akan tuntas sebelum 10 Oktober nanti. "Kita akan gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dulu. Belum bisa kita sebutkan siapa itu CEO, tapi tentunya harus orang Medan yang tahu sepakbola dan mau berkorban," katanya saat itu.

Untuk struktur kepengurusan yang juga masih tanda tanya, Rahudman yang sudah tak sungkan lagi menyatakan dirinya sebagai Ketua Umum PSMS berjanji segera menentukannya. Bahkan sinyal kepengurusan baru akan banyak diisi nama-nama baru terasa kental. “Selama ini kan sudah diberi kesempatan, tapi tidak banyak yang bisa dibuat untuk PSMS. Jadi jangan sakit hati kalau nanti tidak terpilih lagi. Sebaliknya, tetaplah mendukung PSMS,” tukas Rahudman lagi.

Terkait seleksi pemain, duet Suharto dan Roekinoy berencana melakukan eliminasi pemain mulai dilakukan Rabu nanti. "Mulai Rabu (5/10), mudah-mudahan kami sudah akan mengeliminasi pemain,” tukas Suharto, hari ini.

Menurut Suharto, pihaknya sudah bisa menggambarkan kerangka tim. Performa pemain di beberapa laga ujicoba seperti menghadapi TGM dan PS Tirtanadi menjadi salah satu penilaian terpenting. Sayangnya, ujicoba menghadapi Gumarang FC pada Sabtu (1/10) lalu hanya berjalan selama satu babak karena hujan deras. “Mungkin 70 persen dari pemain seleksi yang ada saat ini. Sisanya kita cari pemain yang sudah jadi. Jadi tidak lagi perlu melakukan seleksi,” ujar mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini.

Gurning: Pengurus langgar kesepakatan

MEDAN - PSMS Medan berpikir ulang menggunakan jasa Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih musim depan. Di balik tudingan inkonsistensi terhadapnya, Gurning mengakui ada kesepakatan yang dilanggar pengurus PSMS.

Yang dimaksud Gurning adalah kesepakatan soal perekrutan pemain. Perjanjiannya, Gurning memegang wewenang penuh pembentukan skuad Ayam Kinantan musim ini. Artinya, pemain-pemain lahir dari rekomendasinya. Sebaliknya, pengurus PSMS justru dominan soal pemanggilan pemain. Alhasil, Gurning mempertimbangkan diri gabung dalam seleksi.

"Sejak awal saya diminta bergabung ke PSMS oleh Idris (Sekretaris Umum PSMS-red). Prcakapan antara saya dan dia menyepakati bahwa sayalah yang nantinya bertangggungjawab dalam hal rekrut pemain dan asisten pelatih. Anehnya, nama-nama pemain sudah ada tanpa berkonsultasi lebih dulu. Jadi, bukan saya yang tak mau di PSMS, tapi pengurus yang tak mau dengan saya," kata Gurning kepada wartawan di Gedung Mantan Pemain PSMS baru-baru ini.

"Jadi pokok persoalan bukan soal materi atau kontrak sebagaimana ditudingkan selama ini. Saya bisa maklumi itu karena manual liga (pedoman klub) belum ada. Saya ingin PSMS berprestasi bukan sekedar numpang lewat. Kita harus manfaatkan durian runtuh lolosnya PSMS. Jujur, saya tak berani pegang tim dengan materi seleksi yang ada sekarang,” kata Gurning membantah dirinya enggan menangani tim karena belum dikontrak.

Mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu juga mengatakan siap dengan keputusan meninjau ulang posisinya. Hanya saja, Gurning berniat meluruskan tudingan miring yang dialamatkan padanya, yakni stigma memprioritaskan finansial daripada pengabdian. "Intinya, miskomunikasi," tukasnya.

Padahal disebutkan Gurning, nilai kontraknya di PSMS jauh di bawah kontraknya dengan PSPS atau beberapa klub yang meminatinya seperti Persija Jakarta, Arema Indonesia maupun Persikabo Bogor. Adalah kecintaannya dengan PSMS justru membuatnya rela menyepakati nominal yang lebih minim.

Begitupun, Gurning enggan berseteru dengan pengurus PSMS. Ia pun tak menampik keinginan menangani PSMS tetap besar. Dikatakan, dirinya tetap akan menunggu saat tepat melatih mantan klubnya itu.

Di lain pihak, Sekum PSMS Idris SE justru berpandangan berbeda. Menurutnya, semua itu tergantung Gurning kalau memang pemain yang ikut seleksi tidak sesuai harapan dan rekomendasinya.
“Sebagai pelatih kepala kan wewenangnya mendepak pemain jika memang tidak sesuai keinginan. Saya pikir dia tidak komitmen menangani PSMS karena tidak datang. Intinya, saya anggap Gurning tak mau melatih PSMS," ungkap Idris.

Soal nama-nama yang disiapkan untuk menggantikan posisi Gurning, Idris enggan membeberkan. Sebelumnya, beredar nama pelatih asal Malaysia, Raja Isa, yang pernah menangani Persipura Jayapura.

Giliran Jecky Pasarella ramaikan seleksi

MEDAN - Persaingan merebut tempat di skuad PSMS Medan 2011/2012 semakin ketat dan kompetitif. Pasalnya, jumlah pemain yang mengikuti seleksi semakin banyak. Terakhir, enam nama bergabung Selasa.

Enam pemain tersebut antara lain Jecky Pasarella (PSM Makassar), Ferry Aman Saragih (Deltras Sidoarjo), Zainal Ichwan (Persela Lamongan), Aswin Sitorus (Persiraja Banda Aceh), Rendi Saputra (Persib Bandung), dan Oyedepo George (Persiku Kudus).

Kehadiran mereka membuat jumlah pemain seleksi bertotal 35 pemain. Sementara itu, kiper, Dede Sulaiman tidak lagi terlihat dalam seleksi sejak Senin (3/10). Pada sesi latihan Selasa, hanya Fery dan George yang langsung bergabung dengan Zulkarnain cs. Sementara itu, Jecky, Aswin, dan Rendi masih menonton rekan-rekannya dari pinggir lapangan.

Soal Legimin Raharjo yang disebut-sebut turut bergabung belum terlihat batang hidungnya. Namun kabarnya mantan punggawa Persik Kediri itu masih menunggu kesepakatan dengan Persija Jakarta. Jika batal, Legimin dikabarkan kembali bergabung dengan mantan klubnya itu.

Sesuai instruksi, Jecky Pasarella mengatakan baru akan bergabung latihan pada Kamis besok. "Ikut bergabung seleksi pemain tinggal menunggu instruksi pihak manajemen. Kalau kata pelatih mulai Kamis," katanya.

Turut memantau seleksi, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengatakan skuad Ayam Kinantan membutuhkan 23 pemain untuk menjadi bagian inti dari skuad musim ini. “Perinciannya adalah 19 pemain lokal dan empat asing. Khusus pemain lokal diutamakan mereka yang putra daerah," terangnya.

Menanggapi semakin banyaknya pemain yang datang seleksi, calon asisten pelatih PSMS, Suharto dan Roekinoy, tidak mempersoalkannya. Sebaliknya, keduanya menegaskan pemain yang hadir belakangan tak lantas mendapat predikat langsung lolos.

“Oh, tentu tidak langsung lolos. Ya, seperti pemain yang lainnya, tetap harus diseleksi,” ujar Roekinoy.

Mengenai wacana penyusutan pemain seleksi akan segera ditentukan setelah laga ujicoba PSMS kontra Medan Utara dan PS Perisai di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu ini.

Tuesday, October 4, 2011

Seleksi PSMS masuki tahap penyusutan

MEDAN - Berbagai masalah yang mendera PSMS Medan tak lantas membuat pembentukan tim terhenti. Seleksi terus berjalan dan mulai memasuki persiapan akhir. Proses ini pun semakin dekat ke penentuan pemain yang lolos masuk tim.

Seleksi yang berlangsung tiga pekan lewat latihan dan beberapa laga ujicoba dirasakan cukup bagi tim seleksi yang terdiri atas Suharto dan Roekinoy menentukan pemain PSMS pada kompetisi nanti. Rencananya, eliminasi pemain mulai dilakukan Rabu besok.

"Mulai Rabu besok, mudah-mudahan kami sudah akan mengeliminasi pemain,” tukas Suharto baru-baru ini.

Menurut Suharto, pihaknya sudah bisa menggambarkan kerangka tim. Performa pemain di beberapa laga ujicoba seperti menghadapi TGM dan PS Tirtanadi menjadi salah satu penilaian terpenting. Sayangnya, ujicoba menghadapi Gumarang FC pada Sabtu (1/10) lalu hanya berjalan selama satu babak karena hujan deras.

“Mungkin 70 persen dari pemain seleksi yang ada saat ini. Sisanya kita cari pemain yang sudah jadi. Jadi tidak lagi perlu melakukan seleksi,” ujar mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini.

Lebih lanjut, Suharto menandaskan persaingan ketat terjadi di posisi gelandang dan striker. Sektor gelandang menjadi pos terbesar yang dilakukan penyusutan dengan adanya Stephen Mennoh, Antony, Anton Samba, Zulkarnaen, dan lainnya.

Di posisi striker, persaingan ketat terjadi antara Mahadi Rais, Yoseph ‘Niko’ Ostanika, Agus Salim, Anton, dan Ari Priyatna. Striker asal Nigeria, Osas Saha, hampir pasti mendapat predikat langsung lolos. Menariknya tidak ada eliminasi untuk posisi kiper. Pasalnya seleksi hanya diikuti tiga kiper yakni Dede Sulaiman, M Syahbani, dan Alrian Suhaibi.

“Khususnya di posisi gelandang yang banyak pemain dan persaingan ketat. Juga di posisi striker. Untuk posisi kiper, tidak ada eliminasi," pungkasnya.

Senada dengan Suharto, Roekinoy mengatakan pihaknya akan memilih 19 pemain. "Yang tinggal nanti 19 pemain. Belum termasuk Alrian, Nico, dan Mahadi yang diproyeksikan untuk jangka panjang,” tukas Roekinoy.

PSMS intip pelatih lain

Ketua Umum PSMS Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, meminta Idris SE selaku Sekretaris Umum segera mencari pengganti Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih Ayam Kinantan untuk kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012.

Ditemui di Stadion Teladan baru-baru ini, Idris mengaku saat ini sedang mengintip pelatih lain yang layak menangani PSMS. Begitu juga dengan posisi CEO PSMS, Rahudman menginginkan sosok orang Medan asli. Namun untuk pelatih, pengurus PSMS sementara akan memanfaatkan tenaga Suharto dan Roekinoy.

“Ketua Umum sekaligus Wali Kota Medan sangat kecewa atas sikap Gurning karena keengganannya menjadi pelatih sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan manajemen,” papar Idris sekaligus mengaku salut dengan keinginan keras duet Suharto dan Roekinoy beserta sejumlah puluhan pemain seleksi termasuk Osas Saha, Stephen Nagbe Mennoh, dan Pierre Njanka yang fokus ikut persiapan tim, kendati belum dikontrak.

Dalam ujicoba keduanya di Stadion Kebun Bunga Medan, PSMS mengalahkan PS TGM 3-1 di hadapan Rahudman, Idris, dan pengurus lainnya. Ketiga gol PSMS dicetak Mahadi Rais, Wawan, dan Saha.

Secara terpisah, informasi di lapangan mengabarkan bahwa Ketua Umum PSMS telah menolak untuk menandatangani MoU dengan konsorsium, apabila tetap mempertahankan keinginannya tetap mendudukkan Dityo Pramono sebagai CEO PSMS.

“Saya sudah diperintahkan Pak Wali agar CEO itu dipegang oleh putra daerah Medan sendiri, bukan dari luar seperti Dityo Pramono yang berasal dari Pekanbaru,” ujar Idris.

Sumber lain menyebutkan CEO Bintang Medan itu telah berbuat curang saat mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dengan tidak mencantumkan nilai kontrak pemain plus tidak membayar gaji dua pelatih sebelumnya.

Kerangka PSMS mulai terlihat

MEDAN - PSMS Medan kembali menggelar laga ujicoba sebagai lanjutan dari proses seleksi pemain. Kali ini skuad seleksi PSMS dijajal Thamrin Graha Metropolitan (TGM) di Stadion Kebun Bunga kemarin. Hasilnya, Osas Saha cs mengandaskan TGM 3-1.

Berbeda dengan ujicoba sebelumnya, kali ini skuad seleksi PSMS mendapat perlawanan ketat dari lawan. Di babak pertama skuad seleksi menurunkan duet Yoseph ‘Niko’ Ostanika dan Anton. Duet lokal itu kerap menghadirkan ancaman bagi gawang lawan. Namun baru di menit 25, skuad seleksi PSMS bisa menggetarkan jala lawan lewat Niko.

Tiga menit berselang, Niko turut andil atas terciptanya gol kedua. Umpan matangnya diteruskan tandukan matang Mahadi Rais yang membuat PSMS seleksi unggul 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, trio legiun asing Pierre Njanka Beyaka, Stephen Mennoh dan Osas Saha mendapat giliran beraksi. Begitupun perlawanan TGM justru lebih baik di babak kedua. Terbukti TGM sukses memperkecil ketertinggalan 2-1 di menit 69.

Namun PSMS seleksi kembali menggeliat. Di menit 83, striker asal Nigeria, Osas Saha melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan lawan. Sprint cepatnya mengelabui pemain belakang lawan sebelum diteruskan dengan sepakan ke pojok kanan gawang lawan. Gol Saha menutup laga dengan kemenangan PSMS seleksi 3-1.

Usai laga, calon Asisten pelatih PSMS, Suharto mengakui TGM mampu membuat tim seleksi lebih bekerja keras. “Lawan kali ini lebih kompak. Mereka kan Divisi II PSSI. Yang terpenting kita lihat visi dan misi pemain itu,” ujarnya.

Suharto mengakui pihaknya sudah mulai bisa menggambarkan kerangka tim. “Setidaknya 70 persen sudah bisa kita lihat kerangkanya. Usai ujicoba (kontra Gumarang-red) akan ada penyusutan,” tukas pelatih PSMS musim lalu ini.

PSMS panggil 5 pemain tambahan

Setelah sebelumnya kedatangan mantan pemain Persib, Cucu Hidayat, empat pemain rencananya segera menyusul. Mereka adalah Amsar Reza (Semen Padang), Zaenal Ikhwan (Persema Malang), Legimin Raharjo (Persik Kediri), dan satu legiun asing dari Benua Asia, Yusuke Sasa. Menariknya, kelima pemain termasuk Cucu Hidayat berposisi sebagai gelandang. Artinya, akan ada gelandang yang tengah seleksi tergusur nantinya.

“Lima pemain tambahan itu adalah Amsar Reza, Legimin Raharjo, Zaenal Ikhwan dan Yusuke Sasa plus Cucu Hidayat. Khusus Cucu, dia sudah ikut latihan hari ini,” ujar Roekinoy, Senin.

Roekinoy memastikan kelima nama tersebut otomatis besar peluang berbaju PSMS. Pasalnya, Roekinoy dan Suharto sengaja memperbanyak pemain gelandang lantaran banyaknya pemain seleksi berposisi itu bakal dicoret.

"Lima pemain itu sudah pasti masuk tim dan berposisi di lini tengah. Cocok, karena lima pemain yang datang juga biasa bermain sebagai gelandang. Kami punya striker finisher dan seorang striker lokal yang potensial. Kehadiran gelandang bagus tentu akan memudahkan penyerang kami mencetak gol," ungkapnya.

Monday, October 3, 2011

Posisi pelatih kepala PSMS Medan yang sebelumnya disebut-sebut milik Abdul Rahman Gurning kini kembali kosong. Pasalnya, pengurus PSMS berpikir ulang untuk menggunakan jasa Gurning sebagai pembesut PSMS. Alasannya, Gurning tidak juga memimpin seleksi PSMS di Stadion Kebun Bunga. Sementara proses seleksi sudah berjalan tiga pekan. Kondisi ini membuat pengurus meragukan loyalitas Gurning di PSMS karena hanya memikirkan kontrak

Sejak awal kita sudah bilang akan pakai Gurning sebagai pelatih. Jadi harusnya tidak usah ragu dengan nilai kontrak. Kini kita mulai dari nol lagi untuk posisi pelatih kepala," kata Idris, Sekretaris Umum PSMS baru-baru ini. Kontrak yang belum diberikan menurut Idris juga pengaruh dari belum bakunya manual liga dari PSSI. Tentunya soal budgeting cap pelatih dan pemain yang harus dikalkulasikan. “Manual liga belum ada di tangan klub. Jadi kita masih mengkalkulasikan kontrak sesuai peraturan PSSI. Harusnya dia paham,” tandasnya. Untuk itu, PSMS kini tengah menyiapkan calon pelatih baru. Kabarnya ada lima nama pelatih berlisensi A yang masuk bidikan. Gurning sendiri tetap akan masuk alternatif. "Mereka ada yang berasal dari luar kota Medan. Gurning termasuk juga sebagai alternatif. Tapi untuk memutuskan akan dibahas dalam rapat lanjutan," ujar Idris lagi. Mendengar kabar ini, Gurning heran dengan tidak adanya komunikasi langsung dengannya. Hal itu yang menurutnya menjadi permasalahan utama dirinya belum memimpin seleksi. "Okelah kontrak bisa belakangan, saya pahami betul tentang belum adanya manual liga. Tapi siapa yang paling bertanggungjawab di PSMS yang mau memanggil dan ajak saya bicara terbuka? Selama ini saya hanya dikontak Roekinoy," kata Gurning. Diakui mantan pembesut PSPS Pekanbaru ini, ada pembicaraan dengan Idris. Namun frekuensinya hanya dua kali. Apalagi berikutnya ada beberapa keputusan soal teknis tanpa ada pemberitahuan kepadanya. “Banyak hal yang tiba-tiba tanpa sepengetahuan saya. Soal seleksi tiba-tiba digelar dan ada pemain datang dan pergi. Juga Suharto tiba-tiba calon asisten pelatih. Saya tidak mempermasalahkan personal tapi komunikasi soal itu tidak ada," katanya. Begitupun, ia menyerahkan keputusannya di tangan pengurus. Bahkan ia memilih menganggur jika PSMS tak jadi merekrutnya. "Ya, saya pikir semua keputusan ada pada pengurus. Saya komit ingin melatih di PSMS, tapi maunya ada yang ngomong langsung dengan saya. Itu yang tidak ada. Kalaupun saya tidak dipakai, saya akan tetap di Medan dan memilih untuk menganggur saja," pungkasnya.

Akhirnya, Rahudman akui Ketum PSMS

Ketidakjelasan kondisi PSMS Medan mulai menunjukkan titik terang. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, yang dianggap sebagai kunci penyelesaian polemik internal mulai turun tangan. Di tengah laga ujicoba PSMS dengan PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM) di Stadion Kebun Bunga, Jumat, Rahudman terlihat hadir. Usai laga ia memberikan pengarahan kepada para pemain seleksi. Kehadiran Rahudman di Kebun Bunga juga dibarengi dengan kejelasan statusnya sebagai Ketua Umum PSMS. Dalam ruang rapat pengurus saat panitia turnamen antarklub PSMS beraudiensi, Rahudman mulai berani menyatakan posisinya sebagai Ketua Umum PSMS. “Belum ada yang resmi Pengurus PSMS. Yangg resmi baru saya sebagai Ketua umum. Tentunya saya harus ikut bertanggung jawab terhadap turnamen antar klub PSMS ini. Apalagi dari sini bisa lahir pemain-pemain berbakat,” tukasnya. Pernyataan ini tentunya membuat pecinta sepakbola Medan lega. Pasalnya meski Rahudman sudah didapuk sebagai Ketua Umum PSMS pascarapat anggota klub PSMS April lalu, yang bersangkutan tak pernah memberikan pernyataan resmi sebagai orang nomor satu di PSMS. Tak ayal penunjukan itu pun sempat diragukan. Kesediaan Rahudman sebagai ketua umum hanya terlontar dari Sekretaris Umum PSMS, Idris dan Ketua KONI Medan, Zulhifzi Lubis. Nama terakhir yang menjamin Rahudman akan segera memberikan pernyataan ke publik soal statusnya sebagai ketua umum dalam waktu dekat. Kejelasannya sebagai ketua umum juga dibarengi menghadirkan sinyal reshuffle. Wacana perombakan pengurus tampaknya tak hanya isapan jempol. Rahudman mengatakan akan segera mengumumkan susunana kepengurusan terbaru. “Segera saya umumkan. Begitupun saya berharap jikapun nanti tidak masuk struktur kepengurusan atau manajemen tidak sakit hati. Namun tetap mendukung PSMS. Selama ini sudah diberi kesempatan kok, tapi apa yang bisa diperbuat?” tandasnya. Soal polemik PT PSMS, menurut Rahudman jangan dipersoalkan. “Saya tidak mau persoalkan soal PT. Yang penting bagaimana PSMS tetap berjalan. Apalagi kita tanpa APBD sekarang. Sudah bagus ada yang mau mendanai. Jadi kenapa harus diributkan,” tandasnya.

Teladan hanya layak kompetisi lokal

MEDAN - Verifikasi faktual terhadap klub-klub peserta Indonesia Super League (ISL) mulai dilakukan. Stadion Teladan mendapat giliran pertama yang dinilai Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) sebagai kandang PSMS Medan yang termasuk dalam 24 klub peserta. Hadir di Stadion Teladan siang tadi, AFC diwakili Ausher Nikimbaon, Benyamin Tan, Shahin Rahmani, Avintee, dan Mahajan beserta Farid Mubarok (PSSI) melakukan penilaian di beberapa aspek stadion. Fasilitas stadion menjadi fokus penilaian AFC dan kesimpulannya Teladan cukup layak untuk menggelar kompetisi lokal. Namun untuk kompetisi AFC, Teladan belum layak. Benyamin Tan mengatakan Stadion Teladan tidak ada masalah untuk liga, namun banyak kekurangan untuk level AFC. Karena itu, pengelola stadion harus memperbaiki segera. Catatan kekurangan Stadion Teladan cukup banyak. Salah satunya ketiadaan ruangan pengawas pertandingan yang harus dipisah dengan ruangan wasit, pintu masuk media peliput yang berbeda dengan pintu utama, ruang keamanan, ruang kontrol awak penyiaran pehelatan langsung, tangga ke tribun VVIP yang harus dipisah dengan tempat duduk VIP, dan sumber listrik untuk reporter televisi. Selain itu, pintu masuk fotografer ke lapangan harus berbeda dengan pemain dan area mix zone. Shahin, Benyamin, dan Ausher juga sempat menyarankan tempat untuk fasilitas ruang tes doping yang lengkap dengan tambahan TV, sofa, dan brankas untuk kenyamanan. Soal penerangan stadion, AFC juga menilainya kurang maksimal. Minimal 100 ribu watt daya listrik yang dipunyai setiap sisi. Juga, lampiran harus menyertakan persetujuan Pemko Medan kepada PSMS untuk menjadikan stadion sebagai tempat pertandingan dan latihan. Untuk itu, AFC meminta hasil renovasi stadion harus telah dikirimkan kepada pihaknya paling lambat pada 13 Oktober mendatang agar bisa ditindaklanjuti dan bukti pembenahan tersebut dikirim lewat foto. "Klub punya waktu dua minggu untuk melengkapi fasilitas yang kurang. Paling lambat 13 Oktober, kami meminta foto hasil penambahan dikirimkan kepada kami," ujar Ausher Nikimbaon. Saat ditanya soal Stadion Teladan, Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, mengatakan pihaknya akan segera membenahi kekurangan-kekurangan yang disampaikan AFC demi perbaikan ke depan. “Kita sudah diberitahu kekurangan-kekurangannya dari AFC misalnya ruang media center yang awalnya kita siapkan di KONI Medan, namun tidak boleh karena harus berada di stadion plus VIP untuk media. Sebelum deadline 13 Oktober nanti, kita akan segera mencukupi kekurangan-kekurangan itu. Yang terpenting, kita gembira Stadion Teladan bisa digunakan sebagai kandang PSMS berkompetisi di level 1,” tukasnya.