Tuesday, February 8, 2011

Persita Ancam Bunuh Pemain PSMS

Kemenangan PSMS atas Persita kemarin malam ternyata masih berbuntut. Pihak Persita bahkan sempat mengutarakan akan membalas PSMS di markas Persita pada putaran kedua nanti. Pembalasan itu sendiri diutarakan dengan kata-kata ancaman pembunuhan kepada pemain PSMS.

Adalah Asisten Pelatih Persita, Thio Sun Giok yang bersikap arogan. Geram timnya kalah, Thio Sun Giok marah kepada semua orang di PSMS. Bahkan pihak Panpel, Surianto Herman selaku koordinator keamanan, tak lepas dari ancaman itu. “Lihatlah di kandang kami nanti ya. Kubunuh pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok yang diperagakan Surianto Herman, dan dilihat sejumlah saksi mata.

Memang laga itu kurang kondusif akibat keputusan wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Ia kerap melakukan kesalahan. Yang paling patal adalah ketika Supratman meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit. Amarah penonton tersulut dengan melempari botol air mineral ke lapangan. Namun Supratman tak peduli.

Monday, February 7, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Manado United 3-0

Bintang Medan berhasil mengalahkan Manado United 3-0 dalam laga lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Teladan Medan, Minggu (6/2). Gol Bintang Medan diciptakan Syamsul Bahri di menit ke-83, Ruslan Samuel menit ke-86, dan Heri Ihsanto menit ke-91.

Dibabak pertama, kedua tim tampil dengan saling serang dalam tempo cepat. Banyak peluang yang tercipta dibabak pertama. Namun, belum membuahkan hasil yang maksimal. Dimenit ke-9, pemain depan Bintang Medan, Cosmin Vansea diganjar kartu kuning karena memaki wasit Mukhlis Ali Fahtoni.

Memasuki babak kedua, penampilan kedua kesebelasan semakin beringas dengan pola yang sama dengan serangan bertubi-tubi kea rah mulut gawang. Tapi belum juga membuahkan hasil.

Melihat peluang yang didapat belum membuahkan gol, Pelatih Kepala Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, mengganti beberapa pemain seperti Yoseph Ostanika diganti oleh Ruslan Samuel, Cosmin Vansea diganti oleh Heri Ihsanto. dan Paharuddin Syapri diganti oleh Rochmad Dwi Adi.

Begitupun dengan tim lawan Manado United mengganti beberapa pemain seperti Felix Yetna ditarik keluar dan diganti oleh Feliks Timbowo, posisi Amir digantikan oleh Anggi Karamoy dan posisi Rosta digantikan oleh Razi Alkarani.

Setelah penggantian pemain, tampak jelas permainan yang ditunjukkan kedua kesebelasan semakin berani. Hingga memasuki menit-menit akhir, Rudi Hartono membawa bola dari sisi sebelah kiri gawang Manado United yang dijaga oleh Bogey dan diberikan kepada Heri Ihsanto kemudian diumpan kepada Syamsul Bahri dan terjadilah gol dimenit ke-83.

Kemudian, gol tercipta kembali dimenit ke-86 setelah umpan dari Heri Ihsanto berhasil dilesakkan oleh Ruslan Samuel ke mulut gawang Manado United dan skor bertambah menjadi 2-0 untuk keunggulan Bintang Medan. Keunggulan ini membuat skuad Bintang Medan semakin semangat dan mencoba membangun serangan demi serang bertubi-tubi.

Dengan kerja keras itu, gol pun kembali tercipta dari umpan Ruslan Samuel dan diteruskan oleh Heri Ihsanto di menit ke-91. Skor 3-0 ini berakhir setelah wasit Mukhlis Ali Fahtoni meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Usai pertandingan pelatih Manado United M.Zein Alhadad mengatakan,kekalahan timnya lebih karena gol pertama PSMS."Anak-anak saya tersentak dan tidak lagi konsentrasi menghadapi sisa waktu akibat gol pertama.Selanjutnya gol kedua dan ketiga terjadi karena barisan pertahanan tak lagi konsentrasi," kata Zein.

Sementara itu Michael Feichtenbeiner mengatakan kemenangan Bintang Medan menjadi modal menghadapi Medan Chiefs Deli Serdang,13 Februari mendatang

Saturday, February 5, 2011

PSMS Kalahkan Persita 2-1

SMS Medan kembali memetik angka penuh di kandang setelah mengalahkan tamunya Persita Tengerang 2-1 (1-1) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Teladan Medan, Jumat malam.

Tambahan tiga angka ini sekaligus mendongkrak posisi PSMS ke peringkat tiga klasemen dari sebelumnya peringkat enam, dengan nilai 20 dari enam kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah dengan 15 memasukkan dan 13 kemasukan.

Sementara Persita yang semula bertengger di posisi tiga harus turun satu strip ke peringkat empat dengan nilai 19 dari lima kali menang, empat seri dan tiga kali kalah, dengan 18 memasukkan dan 10 kemasukan.

Bagi PSMS, dengan berhasil menduduki posisi tiga klasemen, sekaligus memenuhi target manajemen yang sebelumnya menargetkan tim "Ayam Kinantan" masuk empat besar putaran pertama kompetisi.

Pertandingan PSMS kontra Persita berjalan dengan cukup keras, akibatnya berkali-kali pertandingan harus terhenti akibat tingginya tensi pertandingan. Wasit Supratman dari Lampung harus mengeluarkan empat kartu kuning buat Persita masing-masing kepada Luis Edmundo, Firdaus, Rio Ramandika dan Dedi M.

Sementara kartu kuning untuk PSMS diberikan kepada Ari Yuganda karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persita.

Gol-gol kemenangan PSMS masing-masing diciptakan melalui tendangan keras Kurniawan di menit ke-13 dan sundulan pemain belakang Vagner Luis De Olivera di menit ke-77 memanfaat tendangan sepak pojok yang dilakukan Jose Sebastian.

Sementara satu-satunya gol balasan Persita diciptakan gelandangnya Agus S di menit ke-39 memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti PSMS.

Asisten manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut, karena dengan kemenangan itu PSMS dapat masuk empat besar seperti yang ditargetkan sebelumnya.

Namun begitu ia menilai wasit Supratman yang memimpin pertandingan kurang baik, karena beberapa kali dinilainya melakukan kesalahan yang merugikan timnya.

"Sejak awal kami sudah minta agar wasit tegas memimpin pertandingan, bukan maksud kami untuk intervensi, apalagi tensi pertandingan cukup tinggi. Untunglah kami bisa menang, terima kasih juga kami ucapkan kepada suporter yang terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.

Buruknya kepemimpinan wasit juga dikeluhkan asisten manager Persita Pari Mainaso yang menurutnya sedikit berpihak kepada tuan rumah.

"Wasit kurang tegas memimpin jalannya pertandingan dan banyak merugikan kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat protes ke PSSI atas ketidaknyamanan ini," katanya.(*)

Rap-rap La Viola

Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.

PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.

Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.

Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.

Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.

Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.

Rap-rap La Viola

Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.

PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.

Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.

Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.

Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.

Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.

Bintang Medan v Manado United

Bintang Medan dan Manado United akan adu kekuatan di stadion Teladan, Medan, Minggu (6/2) besok. Menariknya, kedua klub baru yang bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI) ini sama-sama buta kekuatan lawan. Kedua kubu pun tak berani memasang target muluk-muluk dipasang kedua kubu.

CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, mengatakan bahwa yang terpenting anak asuhnya main bagus dulu. "Urusan kalah menang itu belakangan. Yang utama adalah bermain maksimal dan mempersembahkan sepakbola yang cantik dan menghibur dengan menjunjung tinggi profesionalitas dulu," kata Dityo melalui ponsel, Jumat (4/2).

Meski bermain di kandang sendiri, ia sepertinya belum yakin anak-anak Bintang bisa menang. "Tentu saja kami menginginkan tiga poin, tapi seperti apa hasilnya lihat saja di lapangan nanti," paparnya.

Menurutnya, pelatih dan pemainnya baru akan meraba-raba kekuatan lawan. "Kita sama lah, Manado juga seperti itu," tambahnya.

Sebelumnya pelatih Manado United, Muhammad Alhaddad, juga mengaku buta dengan kekuatan lawan. Ia mengaku hanya memasang target seri dari pertandingan tandang di ke Medan itu. "Tapi kalau bisa menang Alhamdulillah," ujarnya.

Sementara kejadian yak diinginkan terjadi saat tim kebanggaan warga Manado itu akan pergi latihan ke lapangan AURI, Medan, Sumut. Jumat (4/2) sore, bus yang ditumpangi pemain dan offisial tim menuju tempat latihan mogok karena kehabisan bensin.

Kejadian itu terjadi di ruas jalan yang tak jauh dari Hotel Grand Antares, tempat tim ini menginap sejak tiba Jumat (4/2) pagi. Sontak saja hal itu membuat keasl para pemain yang memburu waktu untuk latihan sebelum malam. Pasalnya, Minggu (6/2) nanti Manado United mesti menghadapi Bintang Medan di stadion Teladann Medan.

Sejumlah pemain bahkan sempat berkelakar, kejadian itu sengaja diatur agar tak bisa latihan. "Kalau begini bisa-bisa kita tak jadi latihan," kata Bogey Santoso, salah seorang pemain Manado United. "Mestinya sopir isi bensinnya dulu kalau mau jalan. Kalau begini kita bisa tak latihan," katanya.

Untung saja tak lama kemudian bus tersebut bisa jalan lagi setelah diisi bensin. Beruntung busnya mogok tepat di depan SPBU hingga tak terlalu jauh mencari bensin

Friday, February 4, 2011

PSMS berpeluang tembus tiga besar

Persaingan di Grup I Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 semakin ketat. Ambisi menembus Liga Super Indonesia (LSI) membuat para klub peserta habis-habisan menjelang berakhirnya putaran pertama. Tak terkecuali PSMS Medan yang bertekad menembus posisi empat besar sebelum jeda kompetisi.

Kemenangan atas Persipasi 2-1, Senin (31/1) lalu membuat Ayam Kinantan kini bercokol di posisi enam klasemen sementara. Koleksi 17 angka diraih dari 11 laga yang dilakoni dengan mengantongi lima kemenangan, dua hasil imbang dan empat kekalahan, PSMS kini berselisih satu angka dengan Persipasi yang menghuni posisi lima.

Sementara itu, calon lawan PSMS besok, Persita Tangerang, kini melorot satu peringkat ke posisi tiga klasemen menyusul kekalahan mengejutkan dari Pro Titan, Selasa (1/2) lalu. Selisih angka Persita dan PSMS hanya dua angka. Koleksi poin yang sama dengan Persih yang menghuni peringkat empat.

Artinya, tim asuhan Suharto berpeluang merebut posisi tiga besar. Syaratnya tentu memenangkan pertarungan besok malam kontra Persita. Tambahan tiga angka akan membuat raihan poin PSMS bertambah menjadi 20 angka. Syarat lainnya Persih dijungkalkan Persikabo di Bogor dan Persipasi ditahan Pro Titan.

“Jika kita menang atas Persita, posisi empat besar di tangan. Poin kita akan melampaui Persita satu poin. Bahkan jika Persih kalah di Bogor menghadapi Persikabo dan Pro Titan mampu menahan Persipasi, kita berpeluang merebut posisi tiga,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, di Mess Kebun Bunga, tadi malam.

Posisi tiga besar tentu akan membuat PSMS mendapat jatah ke Piala Indonesia yang belum ditetapkan kapan bergulir. “Posisi tiga akan membuat posisi kita aman untuk tiket ke Piala Indonesia. Meskipun belum ada ketetapan terbaru berapa tim dari Divisi Utama yang lolos ke Piala Indonesia karena mundurnya beberapa klub ISL,” ujar Benny.

Namun pria berdarah Ambon ini berharap Kurniawan cs fokus untuk memenangkan laga kontra Persita. “Yang terpenting, kita bisa meraih kemenangan dulu besok. Anak-anak terlihat sangat bersemangat. Baru kita bisa lega,” ujar eks kiper PSMS Junior era 1980-an ini.

Pengurus dan Manajemen juga telah menyiapkan bonus kepada pemain jika mampu memenangkan pertandingan. Sebelumnya para pemain telah menerima bonus kemenangan dengan total 25 juta atas kemenangan dari Pro Titan dan Persipasi.

“Kita harapkan anak-anak semakin bersemangat dengan bonus. Bukan dilihat dari besarnya tapi bentuk perhatian yang kita berikan kepada mereka,” tukas Benny.

Ujian pamungkas Kinantan menang?

Ujian terakhir di putaran pertama akan dilakoni PSMS kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan. Laga ini merupakan laga pamungkas yang diprediksi cukup menyulitkan Ayam Kinantan. Namun tak ada pilihan lain selain mempersembahkan tiga poin untuk publik Medan.

Poin penuh sangat dibutuhkan agar PSMS bisa menembus zona empat besar klasemen sementara Grup I. PSMS saat ini terpaut dua angka dari Persita dan Persih di posisi tiga dan empat. Dan tertinggal satu poin dari Persipasi yang bertengger di posisi enam tepat di atas PSMS.

PSMS sedang dalam kondisi siap tempur. Baik mental maupun teknis, Gaston Castano cs sedang top form. Kemenangan atas Persipasi 2-1 membuat kepercayaan diri skuad asuhan Suharto ini meningkat drastis. PSMS tak terkalahkan dalam enam laga terakhir.

“Kondisi pemain sangat kondusif. Saya baru mendatangi pemain satu per satu ke kamarnya tadi (kemarin), berbincang. Terlihat jelas mereka sangat termotivasi untuk memenangkan pertandingan besok,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa tadi sore di Mess Kebun Bunga.

Seluruh pemain pun siap diturunkan. Jose Sebastian sudah kembali dari akumulasi kartu dan siap kembali memimpin barisan tengah memasok umpan-umpan matang untuk para striker. Kurniawan juga sepertinya akan kembali mendapat kepercayaan setelah dua striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais belum mencetak gol. Duetnya dengan striker tersubur PSMS, Gaston Castano siap membahayakan gawang Persita.

Kabar gembira, Rahmad yang sebelumnya diragukan tampil karena kondisi kesehatan yang tidak fit. “Pemain seluruhnya bisa tampil. Rahmad juga sudah ikut latihan tadi pagi (kemarin). Pemain yang terkena akumulasi juga tidak ada,” tambah Benny.

Persita memang bukan lawan enteng. Meski kalah mengejutkan dari Pro Titan di laga sebelumnya, bukan berarti Pendekar Cisadane mudah ditakhlukkan. PSMS pun siap tampil habis-habisan. Arsitek PSMS Suharto juga menyatakan tekad yang sama. Dukungan penuh masyarakat Medan diharapkan Suharto bisa melipatkan semangat anak asuhnya.

“Tentu saja harapan kami, tim bisa meraih poin penuh di kandang. Semua pemain siap, tidak ada masalah untuk tampil besok. Pastinya Kami butuh doa dan dukungan masyarakat. Mudah-mudahan doa tersebut bisa mewujudkan harapan kami,” tukas Suharto.

Di lain pihak, tim tamu tak mau sesumbar. Lewat Asisten Manajer Persita Pari Minarso, tim ini hanya menargetkan satu angka. Luka kekalahan dari Pro Titan coba dilupakan. Persita akan mengandalkan Cristian Carrasco yang sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu.

Eks bomber PSMS ini diyakini cukup membahayakan pertahanan PSMS. Sedangkan Tema Mursadat yang sebelumnya membuat blunder akan tetap dipercaya mengawal mistar.

"Carasco sudah bisa turun, sedangkan Tema akan tetap turun sebagai starter. Kejadian sebelumnya hanya ketidakberuntungannya," tambahnya.

Wednesday, February 2, 2011

Gaston cs harus jaga kondisi

Euforia kemenangan atas Persipasi Bekasi 2-1 di Stadion Teladan Medan jangan terlalu larut. Masih ada ujian selanjutnya kontra Persita Tangerang pada Jumat (4/2) mendatang yang harus dituntaskan dengan hasil yang sama, yakni kemenangan.

Usai diliburkan sehari, Affan Lubis dkk akan kembali menjalani sesi latihan pada Rabu (2/2) pagi. Hal itu untuk pemulihan stamina pemain agar tidak menderita keletihan pada laga mendatang.

“Iya tim kita masih memulihkan stamina hingga besok kita kembali berlatih," kata Asisten Pelatih Edi Syahputra baru-baru ini.

Ya, laga krusial kontra Persipasi itu memang cukup menguras tenaga. Meskipun diakhiri dengan hasil yang manis. Untuk itu dalam waktu tersisa dua hari jelang laga, Edy berharap stamina pemain segera pulih.

“Semoga saja dengan adanya sedikitnya waktu ini. Tim PSMS Medan bisa dimaksimalkan dengan memulihkan stamina para pemain,” harap Edi.

Eks Pelatih Medan Jaya ini juga mengharapkan kepada pemainya supaya bisa menjaga kondisi. “Saya percaya semua pemain yang ada di PSMS sudah profesional dengan menjaga kondisinya karena pertandingan ini harus kita maksimalkan,” pungkas Edi.

Sementara PSMS semakin percaya diri akan bisa melumat Persita. Kemenangan Pro Titan atas calon lawan PSMS itu 2-1 tadi sore disambut positif PSMS. Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa menuturkan, kemenangan Pro Titan membuat peluang PSMS meringsek ke papan atas klasemen sementara cukup terbuka.

“Selamat kepada Pro Titan, saudara sesama tim Divisi Utama asal Medan. Dengan kemenangan itu, PSMS semakin berpeluang ke papan atas klasemen. Mudah-mudahan kemenangan Pro Titan bisa menambah motivasi menghadapi Persipasi nanti. PSMS juga mudah- mudahan juga bisa menang menghadapi Persita Jumat (4/2) nanti,” ungkap Benny.

Kurniawan tergusur dari PSMS?

Laga kontra Persipasi Bekasi Senin lalu menyisakan pertanyaan bagi para penggemar PSMS. Pasalnya Striker anyarnya Kurniawan Dwi Yulianto kembali diparkir di bench pemain tanpa semenit pun diturunkan.

Pada laga yang dimenangkan PSMS 2-1 itu, Pelatih PSMS Suharto lebih mempercayakan lini depannya kepada striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais. Pada laga itu, Rinaldo tampil cukup baik. Meskipun belum satupun gol berhasil diceploskan eks striker PSLS Lhokseumawe ini.

Beberapa kali ia mengancam gawang lawan lewat tandukan dan akselerasinya. Asisst matangnya kepada Zulkarnaen juga menjadi salah satu aksi terbaiknya. Sementara itu, Mahadi Rais yang dimasukkan di babak kedua tidak banyak memberikan perubahan.

Mahadi tidak banyak membuat kesempatan dan hanya berlari kesana kemari tanpa menerima bola. Sebelumnya Mahadi juga dipercaya tampil di dua laga tandang kontra PSSB Bireuen dan PSLS. "Di Aceh, Mahadi tampil luar biasa. Mungkin ia gugup main di hadapan penonton yang banyak di Medan," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Lalu tergusurkah posisi Kurniawan? Bukan kali ini saja si Kurus dicadangkan. Di Bireuen hanya 30 menit ia merumput. Bahkan di Lhokseumawe mantan striker timnas ini tak diturunkan sama sekali. Sejak Suharto menangani tim, rotasi pemain memang kerap terjadi. Beberapa pemain yang sebelumnya tak mendapat kesempatan tampil kini dipercaya sebagai starter. Dan pemain langganan starter seperti Kurniawan tentu tergusur jika terus menerus tampil di bawah form. "Itu hanya bagian dari strategi pelatih. Tidak ada masalah," tukas Benny.

Namun bisa saja Kurniawan gerah jika terus tidak mendapat tempat. Kemungkinan hengkang di putaran kedua pun terbuka. Apalagi beberapa klub Liga Primer Indonesia (LPI) terang-terangan meminati striker yang pernah merumput di Sampdoria Primavera ini.

Menang, pemain diguyur bonus

Kemenangan 2-1 atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin malam sangat disyukuri PSMS. Pasalnya PSMS sangat membutuhkan tambahan angka untuk menjaga peluang menembus kembali Liga Super Indonesia.

Atas jerih payah pemain Pengurus PSMS akan mengguyurkan bonus sebesar Rp15
juta. Kabar gembira itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa usai laga di Stadion Teladan.

"Seperti kita janjikan sebelum pertandingan, para pemain akan menerima bonus sebesar 15 juta," ujarnya.

Tambahan tiga poin ini sesuai dengan target untuk dua laga terakhir. Satu laga tersisa lainnya di putaran pertama akan dilakoni pada 4 Februari mendatang kontra Persita. "Kita bersyukur bisa menang karena kita tahu Persipasi itu tim yang tangguh. Anak-anak telah bersusah payah dan kita berikan bonus sebagai buah kerja keras mereka," tukasnya.

Bonus mulai rajin diberikan manajemen menjelang akhir putaran pertama ini. Sebelumnya para pemain juga menerima bonus atas kemenangan Rp10 juta dari Persires beberapa waktu lalu.

"Target kita dua kemenangan untuk dua laga terakhir di putaran pertama. Kita harapkan dapat menambah semangat anak-anak agar bisa meraih hasil yang juga baik," ujarnya.

Tuesday, February 1, 2011

PSMS MENANG LAGI

MEDAN - Misi PSMS Medan membalas sakit hati atas Persipasi Bekasi sukses digenggam. Tadi malam di Stadion Teladan, Gaston Castano cs meraih poin penuh usai menekuk tim asal Bekasi itu 2-1. Kemenangan ini juga menjaga peluang PSMS untuk meraup 20 poin di putaran pertama.

Sejak awal PSMS yang tampil dengan skema 4-4-2 langsung tampil menyerang. Peluang pertama diperoleh PSMS lewat tandukan Vagner Luis memanfaatkan tendangan sudut Affan. Namun tandukannya masih melenceng di atas mistar gawang. Menit keenam, aksi Gaston Castano yang mendapatkan bola di kotak penalti dijatuhkan penjaga gawang Persipasi, Bayu Cahyo.

Wasit menunjuk titik putih dan Gaston yang tampil sebagai eksekutor sukses menaklukkan Bayu di menit ketujuh. Menit 13, umpan Gaston langsung disambut tendangan first time Alfian Habibi namun tendangannya masih melenceng.

Semenit kemudian, Zulkarnaen yang mendapat umpan terobosan dari Rinaldo gagal memaksimalkan peluang. Tendangannya terlalu lemah dan mampu diamankan Bayu. Tandukan Rinaldo di menit 18 memanfaatkan umpan silang Habibi mengarah tipis di sisi kanan gawang Bayu.

Selanjutnya, PSMS terus mendominasinya jalannya laga. Tim asuhan Suharto ini coba bermain tenang dan memainkan aliran bola dari kaki ke kaki sembari melihat celah. Benar saja, gol tambahan lahir di menit 28 lewat kaki M Affan Lubis.

Berawal dari tandukan Vagner yang memantul mistar bola liar di depan gawang diteruskan Affan Lubis. Satu menit kemudian tendangan jarak jauh Gaston kembali mengancam gawang. Keasyikan menyerang, pertahanan pun rawan. Persipasi memperkecil ketinggalan di menit 35 setelah kemelut di depan gawang PSMS dimanfaatkan Mansur.

Suharto mencoba meningkatkan daya dobrak tim dengan memasukkan Mahadi Rais, Azuan Lubis dan Tri Yudha Handoko. Namun tidak banyak peluang yang tercipta. Zulkarnaen sempat mengancam dengan tendangan spekulasinya, namun belum berhasil menambah gol dan laga berakhir 2-1 untuk PSMS.

Kemenangan pun disambut suka cita kubu PSMS. Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa mengatakan sangat menyukuri kemenangan ini. "Para pemain terbebani karena target harus menang. Karena itu banyak peluang yang gagal dimaksimalkan, tapi kita bersyukur bisa menang," tukasnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persipasi Ega Galih mengatakan tidak berhasil keluar dari tekanan lawan di 25 menit awal. "PSMS cukup pintar dengan memanfaatkan permainan cepat di laga awal. Kita juga tidak biasa main malam dan beberapa pemain terpancing emosi," tukasnya.

Monday, January 31, 2011

PSMS wajib revans

Balas dendam menjadi tajuk pertarungan PSMS Medan kontra Persipasi Bekasi Senin sore ini di Stadion Teladan Medan. Pasalnya musim lalu, Ayam Kinantan dua kali dipecundangi baik di kandang maupun di laga away.

Luka akibat kekalahan musim lalu tentu masih membekas di hati para punggawa tim. Di Bekasi, PSMS dipecundangi 3-1. Harapan untuk revans di Teladan juga harus pupus setelah PSMS kembali menyerah 1-2. Untuk itu pada laga kali ini PSMS tak boleh gagal lagi.

Selain faktor gengsi, The Killer-julukan lain PSMS- juga membutuhkan tambahan poin
untuk memperpanjang nafas dalam perburuan tiket ke ISL. "Sebagai tuan rumah kita tentu berharap bisa memetik poin penuh. Demi menjaga peluang ke ISL. Anak-anak akan berjuang maksimal," tukas Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa di Mess Kebun Bunga baru-baru ini.

Disadari Benny hal itu tentu tidak akan mudah. Persipasi diakui merupakan tim yang kuat dan sulit ditaklukkan. Kekalahan musim lalu merupakan bukti sahih. "Persipasi memang tin yang tangguh dan sulit ditundukkan. Tapi kita harus optimis dengan dukungan penuh masyarakat
Medan kita akan raih poin penuh," tukas Pria asal Ambon itu.

Keyakinan yang sama dilontarkan Pelatih PSMS, Suharto. "Musim lalu berbeda dengan musim ini. Kekuatan masih sama fifty-fifty. Tapi apapun ceritanya kita harus berjuang semaksimal mungkin untuk menang," ujar pemain PSMS di era akhir 80-an dan awal 90-an ini.

Untuk skema permainan Suharto akan kembali memasang formasi 4-4-2. Andi Setiawan semakin kokoh di bawah mistar tanpa sekalipun kebobolan di empat laga. Putra Habibi dan Vagner didampingi dua wing Ari Yuganda serta Rahmat akan membentengi Andi. Kehilangan Jose Sebastian di tengah akan ditutupi dengan peran Tri Yudha atau Alfian Habibi. Faisal Azmi, Zulkarnaen dan Affan ditugaskan menguatkan lini kedua.

Untuk posisi striker, Suharto bisa jadi kembali membuat kejutan. Saat menghadapi PSLS pekan lalu, ia mencadangkan Kurniawan dan lebih memilih Rinaldo mendampingi Gaston di depan. Si Kurus malah sama sekali tak tampil karena Suharto memilih memasukkan Mahadi Rais saat Rinaldo tampil kurang optimal. "Intinya saya selalu tekankan akan menurunkan pemain yang paling siap," tukas Suharto.

Sementara di kubu lawan, Persipasi tak kalah optimis. Tim asuhan Warta Kesuma ini cukup yakin bisa membawa pulang angka. Bahkan penghuni posisi lima klasemen sementara ini berjanji akan menampilkan permainan yang enak ditonton.

"Kita akan berusaha meraih hasil terbaik tentunya dengan permainan yang enak ditonton," tukas Sektim, Suherman.

Persipasi akan mengandalkan trio asing Roberto Kwarteh, Adebayor dan Stepen Mennoh untuk menjungkalkan lawan. "Secara keseluruhan tim kita siap sepenuhnya," tambahnya.

Liga Primer Indonesia Real Mataram Atasi Bintang Medan

Real Mataram berhasil melibas Bintang Medan 3-1 dalam pertandingan ke-25 musim 2011 Liga Primer Indonesia, Minggu (30/1/2011) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Real Mataram selaku tuan rumah unggul setelah sempat bermain alot pada babak pertama.

Pada babak pertama, kedua kesebelasan bermain relatif imbang sehingga permaian terlihat sangat alot. Penempatan bola keduanya pun tak jauh beda. Real Mataram berhasil menempatkan bola sebanyak 55 kali sedangkan Bintang Medan sebanyak 45 kali.

Bahkan, pada babak pertama menit ke-17, Real Mataram sempat kebobolan satu gol hasil tendangan pemain depan Bintang Medan, Yoseph Ostanika. Pemain bernomor punggung 10 ini berhasil menyarangk an bola setelah mendapat umpan serangan balik dari rekannya Cosmin Van Sea.

Namun demikian, pada menit ke-37 gawang Bintang Medan jebol setelah pemain depan Real Mataram, Fernando Soler berhasil memanfaatkan tendangan bebas tidak langsung dari Eko Prastio dan Eko Wijayanto. Posisi keduanya pun kemudian berimbang 1:1.

Pada babak kedua, kepercayaan diri kesebelasan tuan rumah, Real Matara m semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan gol kedua pada menit ke-31 yang kembali dipersembahkan oleh Fernando Soler.

Gol kedua bagi Real Mataram ini tercipta dari kombinasi umpan cerdik Zaenal Abidin. Setelah berhasil mempersembahkan dua gol, pelatih Real Mataram, J Bsualdo akhirnya menarik Fernando Soler ke luar lapangan dan menggantikannya dengan pemain bernomor punggung 29, Gatot Nurmansyah.

Hanya berselang tujuh menit, Real Mataram kembali melibas Bintang Medan dengan gol yang disarangkan Eko Prastio W, pemain bernomor punggung 25. Pada babak kedua menit ke-38, Eko berhasil memanfaatkan serangan balik dengan cepat dan menyarangkan tendangannya ke gawang kiper Bintang Medan, Decky Ardian.

Meski pertandingan sempat berlangsung alot, secara umum, laga antara Real Mataram dan Bintang Medang berlangsung sportif dan lancar. Sebanyak tiga kartu kuning diberikan wasit M Ahyar. Satu kartu kuning kepada pemain Real Mataram, Nandri Eka dan dua kartu kuning kepada pemain Bintang Medan, Amine Kanoun dan Merdyanto Welong.

Pelatih Bintang Medan, Michael F mengakui permainan Real Mataram lebih bagus dan unggul. Ia juga memuji lapangan tempat berlangsungnya pertandingan yang bagus.

Sementara itu, Pelatih Real Mataram J Basualdo mengatakan, tim asuhannya sempat lemah pada lini belakang. Karena itu, pada babak pertama gawang Real Mataram berhasil dijebol Bintang Medan.

"Pelan-pelan, tim kami langsung mengejar ketinggalan dan akhirnya kami berhasil unggul dengan tiga gol," ujarnya

Friday, January 28, 2011

Kinantan yakin sapu bersih

EDAN - Dua laga sisa di putaran pertama kontra Persipasi Bekasi (31 Januari) dan Persita Tangerang (4 Februari) menjadi fokus PSMS untuk dimenangkan.

Tak ada alasan lain selain mengejar posisi empat besar di klasemen akhir agar dapat melaju ke babak selanjutnya. Peluang untuk menyapu bersih dua laga itu pun terbuka lebar. Selain mental pemain yang cukup baik, kekuatan tim PSMS juga saat ini lebih baik.

“Di samping kami belum tahu kekuatan lawan seperti apa, calon lawan juga tidak mengetahui kekuatan kami seperti apa. Dengan bermain di Stadion Teladan juga, pemain akan lebih termotivasi. Tapi tetap, kami mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Medan untuk PSMS,” pungkas Pelatih PSMS, Suharto, tadi sore.

Untuk mewujudkan target itu Suharto akan mempersolid timnya. Rasa optimis tinggi tentu juga harus dibarengi dengan kondisi teknis yang mendukung. “Kepercayaan diri pemain lebih baik dengan hasil imbang di dua laga sebelumnya. Yang jelas, di waktu yang tersisa ini, kami akan membenahi finishing sekaligus memperbaiki lini pertahanan,” tambahnya.

Harapan yang sama dilontarkan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. “Di dua laga terakhir nanti, tentunya kami berharap bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar kesempatan kami naik ke papan atas klasemen sementara, kesempatan itu saya rasa masih terbuka,” ujar Benny.

Benny yakin dengan bermain di Teladan, PSMS akan mampu mempersembahkan kemenangan meskipun tim yang dihadapi cukup tangguh.

“Kenapa kami targetkan enam poin? PSMS bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Teladan, siapaun lawannya, kemungkinan menang jelas lebih terbuka dibanding dengan laga tandang, ” sebutnya lagi.

Menurutnya, dengan raihan hasil 20 poin, upaya PSMS untuk meraih tiket promosi ke Liga Super akan semakin terbuka. Baru di putaran kedua, PSMS akan bisa leluasa melakukan kalkulasi untuk memperbesar peluang meraih target di akhir musim, Liga Super.

“Kalau target 20 ponin terpenuhi, jelas kita akan bisa lebih leluasa menatap putaran kedua. Saya yakin atmosfer positif yang saat ini berada pada pemain akan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka menghadapi dua laga terakhir nanti,” sebut pengusaha ekspor-impor itu.

PSMS tutup Putaran I dengan 20 poin?

MEDAN - Asa menembus kembali ke Liga Super Indonesia masih terus ditiupkan PSMS Medan. Sudah 10 laga dilakoni Kurniawan Dwi Yulianto cs dan bertengger di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dan Ayam Kinantan hanya punya dua laga sisa kontra Persipasi Bekasi dan Persita Tangerang untuk menyelesaikan putaran pertama.

Peluang besar dimiliki skuad asuhan Suharto ini karena dua laga terakhir, PSMS bermain di Stadion Teladan. Stadion yang angker bagi tim tamu. Hanya sekali PSMS terjungkal di tangan Persih Tembilahan. Selebihnyaberakhir dengan kemenangan yang keseluruhannya merupakan jumlah kemenangan PSMS sampai saat ini yakni empat kali.

Untuk itu, dua laga terakhir harus dimaksimalkan dengan raihan poin penuh. Jika kedua laga PSMS bisa melakukan sapu bersih, maka putaran pertama akan ditutup The Killer dengan 20 poin. Mampukah skuad hijau mencapai target terakhir ini?

Menurut Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa, hal itu bukan mustahil. Syaratnya, para pemain harus lebih bertanggung jawab memainkan peranannya masing-masing. Menurutnya, kondisi kondusif yang dibangun semenjak kehadiran Suharto diharapkan bisa membuat seluruh punggawa lebih konsentrasi pada pertandingan berikutnya.

“Itu artinya, dua laga terakhir putaran (pertama) ini, tim harus bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar peluang lolos ke Liga Super. Dengan 20 poin di putaran pertama, hitungan-hitungan di putaran kedua bisa lebih jelas. Jadi kami harap pemain lebih konsentrasi,” ujar Benny kepada Waspada Online, tadi malam.

Apalagi, hasil di dua pertandingan tersebut menurutnya akan menentukan nasib pemain di putaran kedua nanti. PSMS akan melakuka evaluasi terhadap pemain. “Di putaran kedua, jelas akan ada evaluasi untuk pemain. Jadi kami minta kesungguhan pemain. Ini bukan ancaman tapi imbauan agar bisa lebih maksimal,” ungkap pria berdarah Ambon itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya di putaran kedua, PSMS akan menambah pemain untuk memperkuat tim yang ada. Kabarnya seorang gelandang asal klub Superliga tengah diincar.

Sementara itu, PSMS tetap bertekad mempertahankan rekor bagus di kandang musim ini (empat kali menang, sekali kalah), Satu hal yang menjadi perhatian Pelatih Suharto adalah sektor pertahanan. Meski PSMS mencatat clean sheet dalam empat laga terakhir, koordinasi antar pemain belakang masih kerap membahayakan gawang sendiri.

“Saya tidak mau menyalahkan pemain secara perorangan, karena di dalam sepakbola, mempertahankan daerah sendiri dari ancaman musuh menjadi tanggung jawab semua pemain. Yang jelas, ada evaluasi atas buruknya koordinasi di lini belakang,” ungkapnya lagi.

Namun bukan berarti lini lain tidak dievaluasi. Dikatakan, sektor tengah dan depan juga tidak optimal dalam dua laga terakhir. Para penggedor lini kedua dinilai kurang memberikan suplai bola ke depan yang berujung kebuntuan.

“Ya, kami mengakui lini tengah juga kurang kontribusi. Jadi, lini tengah dan depan juga akan dievaluasi di sisi waktu ini,” beber Suharto.

Bintang Medan Rekrut Pemain Korsel

Mantan pemain tim nasional Korea Selatan (Korsel), Ahn Hyo Yean, bergabung dengan klub sepak bola Bintang Medan FC untuk memperkuat klub tersebut berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (27/1/2011), mengatakan, menjelang batas tempo transfer pemain di LPI akhir Januari 2011 ini, Bintang Medan FC telah mengontrak mantan pemain timnas Korsel, Ahn Hyo Yean.

Ia mengatakan, pihaknya mendatangkan pemain gelandang serang itu untuk mengisi posisi penyerang di barisan depan Bintang Medan. Dengan demikian, daya gedor tim tersebut diharapkan akan lebih meningkat lagi menghadapi lawan-lawan yang pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

"Dia memang jago di tengah, khususnya untuk menyerang dari kiri ataupun kanan. Tapi, saya mau pakai dia sebagai striker di tim saya," kata mantan pelatih Stuttgart ini.

Selain mengontrak Ahn Hyo-Yeon yang sebelumnya sempat bergabung di Persela Lamongan, pelatih asal Jerman itu juga sempat mendatangkan Daniel untuk diuji kualifikasinya. Namun, akhirnya ia dipulangkan karena alasan posisi taktis.

"Saya sedang melihat kemungkinan pemain deep midfielder yang biasa bermain dari belakang," ujarnya.

Mengenai kesiapan Bintang Medan untuk laga keduanya melawan Real Mataram di Yogyakarta, Minggu (30/1/ 2011), menurut Feichtenbeiner, timnya siap dan yakin bermain semaksimal mungkin.

"Kami berharap dapat meraih kemenangan selanjutnya dengan skuad terbaik kami," katanya.

Sebelumnya, Bintang Medan telah memiliki dua pemain asing, yakni Amine Kamoun dari Tunisia dan Cosmin Vanesa dari Rumania. Kedua pemain asing ini juga telah membuktikan kontribusi yang cukup besar ketika Bintang Medan menaklukkan Aceh United 1-0, Sabtu (22/1/2011) di Stadion Teladan Medan. (antara)

Wednesday, January 26, 2011

PSMS beruntung miliki Andi Setiawan

PSMS Medan kembali gagal meraih poin penuh usai bermain imbang tanpa gol menghadapi PSLS di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe tadi sore. Hasil imbang ini menjadi kedua kali setelah sebelumnya ditahan PSSB Bireuen. Tur ke tanah Aceh kali ini PSMS membawa pulang dua poin.

Pada laga tad sore, Pelatih PSMS, Suharto kembali memasang strategi berbeda. Kali ini bukan Kurniawan yang tampil berduet dengan Gaston Castano. Namun striker muda, Rinaldo yang untuk pertama kali tampil sebagai starter. Keduanya didukung Jose Sebastian, Zulkarnaen dan Affan Lubis sebagai penyuplai bola.

Gempuran PSMS dimulai sejak menit-menit awal. Belum genap satu menit Rinaldo mendapatkan peluang. Berawal dari tendangan bebas Jose Sebastian, striker berusia 25 tahun itu mendapatkan peluang di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah sehingga mudah diantisipasi Ali yang berdiri di bawah mistar.

Di menit 20, gantian tuan rumah yang mengancam gawang lawan. Salah pengertian antara Putra Habibi dan Ari Yuganda berbuah blunder yang hampir dimanfaatkan Taufik Hamid. Namun tendangannya melenceng di atas gawang Andi Setiawan. Kedudukan imbang tidak berubah hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS kembali tampil dengan pola serangan dari kaki ke kaki. Sementara tim lawan yang letih harus berjibaku mengamankan wilayahnya. Perlakuan kasar terhadap PSMS beberapa kali terjadi. Permainan kasar tim tuan rumah menyebabkan dua pemainnya Ervin dan Masdar harus diganjar kartu kuning wasit Ginanjar Rahman Latif asal
Bandung.

Top skor sementara PSMS, Gaston beraksi di menit 62. Namun tandukan striker Argentina itu masih tipis di atas mistar. Tiga menit kemudian ketegangan terjadi antara bek PSMS, Rahmad dan striker lawan Nurcholis Majid. Nurcholis gerah dan mendorong Rahmad menyusul tekel keras eks pemain Persiraja itu. Laga dilanjutkan setelah keduanya mereda.

Rinaldo yang gagal mencetak gol pada duel reuninya digantikan Suharto dengan Mahadi Rais. Namun pergantian tidak banyak menciptakan perubahan. Sebaliknya justru tuan rumah hampir saja menciptakan gol menit ke 71 ketika striker tuan rumah Anton Irawan tinggal berhadapan dengan kiper Andi Setiawan. Namun Andi melakukan aksi heroik dengan
menepis tendangan Anton. Hingga laga berakhir skor tetap imbang tanpa gol.

“Saya bersyukur dengan hasil ini. Sebenarnya kami ada masalah, Stamina tim kami melorot karena tidak pernah latihan. Bisa dibilang menghadapi PSMS kami kurang persiapan. Tapi saya tidak menyangka anak-anak bisa main bagus,” sebut Pelatih PSLS, Imran.
(dat04/wol)

Tuesday, January 25, 2011

PSMS bakal tambah pemain

MEDAN –Meski bursa transfer putaran kedua belum lagi dibuka, PSMS sudah mulai mewacanakan untuk menambah pemain.

Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS tengah mengincar seorang gelandang untuk memperkuat skuad. Meskipun Benny enggan menyebutkan nama pemain tersebut. “Ada satu pemain. Tapi siapa namanya tidak usah disebutkan dulu lah, nanti saja. Kompetisi masih berjalan, tunggu sampai jeda nanti,” kata Benny kepada Waspada Online, hari ini.

Kabarnya saat itu sang pemain tengah merumput di kompetisi Liga Super Indonesia. Pemain tersebut juga kelahiran Medan. “Orang Medan, tapi dia sekarang main di luar untuk tim liga super. Pembicaraan sudah dilakukan, dia menyatakan mempertimbangkannya dan mengaku senang bisa dipercaya membela PSMS,” sebutnya lagi.

Namun mengapa PSMS berniat merekrut gelandang? Padahal pos striker sangat minim pemain. Saat ini PSMS hanya memiliki empat striker. Gaston Castano dan Kurniawan merupakan pilihan terbatas yang dimiliki pelatih. Dua lainnya, Rinaldo dan Mahadi dinilai minim pengalaman. Hal itu menyebabkan Gaston dan Kurniawan kerap dipaksakan main meski terkadang tampil tidak optimal.

“Kami tahu itu. Tapi yang jelas, penambahan pemain itu nanti dilakukan berdasarkan kebutuhan tim yang sesuai dengan harapan pelatih (Suharto). Pemain tengah itu salah satu diantaranya saja,” sebut Benny.

Suharto yang dikonfirmasi terkait hal tersebut tidak membantahnya. Tapi menurutnya, hal tersebut masih sebatas wacana. Yang terpenting baginya saat ini adalah mempersiapkan tim menjelang laga menghadapi PSLS Lhokseumawe Selasa (25/1) mendatang. “Yang paling penting itu bagaimana meraih hasil maksimal menghadapi PSLS Lhokseumawe. Saya yakin bisa, asal pemain sungguh-sungguh,” tandasnya.

PSMS andalkan senjata alternatif

MEDAN - Lawatan ke Bireuen pecan lalu, PSMS Medan gagal membawa pulang tiga poin. Kurniawan Dwi Yulianto cs harus puas berbagi angka satu dengan PSSB dalam laga tanpa gol tersebut. Kini PSLS Lhoukseumauwe yang dijadikan target poin penuh pertama PSMS di laga tandang Divisi Utama Liga Indonesia 2010//2011.

Namun laga di Stadion Nusa Bangsa ini diprediksi akan sulit. Meski merupakan debutan musim ini, PSLS mampu bersaing dan sempat menembus zona empat besar. Meskipun posisinya kini melorot di peringkat enam usai imbang 2-2 atas Pro Titan di laga sebelumnya.

Begitupun, optimisme tinggi tetap diusung The Killer. Arsitek tim Suharto siap memimpin anak asuhnya untuk bermain maksimal. “Tentunya tim siap tampil maksimal. Kondisi pemain dalam keadaan baik. Tidak ada yang cedera. Jadi kami berharap harapan bisa meraih poin maksimal bisa diraih,” kata Suharto tadi malam.

Pelatih yang sejak menangani PSMS gemar mencoba wajah baru ini kemungkinan akan kembali melakukan inovasi baru. Saat menghadapi PSSB, Suharto menurunkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Kurniawan yang tampil kurang maksimal. Hasilnya, Mahadi tampil cukup baik dan nyaris mencetak gol.

Mahadi akan termasuk sebagai salah satu senjata alternatif jika lini depan PSMS yang akan diisi duet Gaston Castano-Kurniawan tak mampu memecah kebuntuan. Satu lagi striker yang bisa menjadi senjata alternatif adalah Rinaldo.

Yang perlu dicatat, Rinaldo merupakan pemain yang turut andil mengantarkan PSLS promosi dari Divisi I musim lalu. Duel ini tentu akan menjadi reuni pertamanya sejak hijrah ke PSMS. Striker yang punya akselerasi cepat ini kemungkinan besar diturunkan di babak kedua.

“Kalau diturunkan tentu saya akan berusaha tampil maksimal. Harus profesional ya mencetak gol,” tukas Rinaldo saat dikonfirmasi.

Para bomber itu akan didukung barisan tengah yang diisi Jose Sebastian, Affan, Faisal Azmi dan Zulkarnaen. Di belakang, Vagner Luiz akan membentengi gawang Andi Setiawan.

Satu hal yang harus diwaspadai tim yang menghadapi PSMS memiliki motivasi dan semangat berlipat. “Kami meminta pemain untuk tampil sepenuh hati besok,” tegas pemain PSMS era 1980-1990an itu.

Jika PSMS optimis, tuan rumah justru merendah. Didukung penuh publiknya tak membuat tim asuhan Imran Juned ini sesumbar. “Ya, kalau dilihat di atas kertas, PSMS bisa dibilang lebih unggul. Tapi tentunya penonton mengharapkan kami menang dan kami juga akan maksimal,” sebut Imran.

Meski tengah dikabarkan tengah didera masalah finansial, Imran membantahnya dan mengatakan bahwa kondisi itu tak mempengaruhi semangat skuadnya. “Kondisi pemain tak ada masalah, bisa dibilang cukup baik sekarang,” sebut Imran.