MEDAN - Ujicoba pertama PSMS Medan di bawah asuhan Rudy Keltjes sukses dilalui dengan kemenangan. PS Klambir Lima Putra dan PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM) dipaksa menyerah tadi sore di Stadion Teladan Medan.
Pada laga ujicoba estafet berdurasi 50 menit itu, Klambir Lima Putra lebih dulu dihajar 3-0, sebelum menggulung TGM 1-0. Menghadapi Klambir Lima Putra, PSMS menurunkan kerangka tim utamanya dengan skema andalan 4-2-3-1.
Duet Rahmat dan Vagner Luis di jantung pertahanan didampingi Novi Handriawan dan Harry Syahputra menyusur sisi kiri dan kanan lapangan. Di tengah, Keljtes mempercayakan M Affan Lubis dan Ari Yuganda.
Trio Kurniawan Dwi Julianto, Zulkarnaen dan Jose Sebastian ditempatkan di belakang striker tunggal yang dihuni Gaston Castano. PSMS langsung menggebrak sejak menit awal. 18 menit laga berjalan, Vagner Luiz mengoyak jala lawan lewat tandukannya meneruskan sepak pojok Jose Sebastian.
Tidak butuh waktu lama, PSMS menambah keunggulan lewat sontekan Ari Yuganda memanfaatkan umpang silang Gaston. 10 menit menjelang laga berakhir, Kurniawan menyempurnakan kemenangan timnya saat terjadi kemelut di depan gawang. Gol ‘Si Kurus’ menutup laga dengan kemenangan PSMS.
Pada laga selanjutnya, giliran TGM yang harus mengakui ketangguhan Ayam Kinantan. Tampil dengan susunan pemain yang berbeda, kali ini Keltjes menerapkan skema 4-4-2. Duet Mahadi Rais dan Rinaldo menghiasi lini depan didukung Tri Yudha, Faisal Azmi dan Stefan.
Lini pertahanan digalang Putra Habibi, Parlin dan dua bek sayap Rifky Firdaus serta Juanda Effendi. Yudha cs pun tampil mendominasi sejak awal. Beberapa kali peluang emas hadir lewat Rinaldo dan Mahadi.
Peluang terbaik diperoleh Alfian Habibi yang gagal meneruskan umpan matang Rinaldo. Begitu juga dengan Mahadi Rais yang beberapa kali lolos dari jebakan offside lawan. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir lewat kaki Mahadi Rais.
Striker muda PSMS ini tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang memanfaatkan blunder penjaga gawang lawan. Meskipun begitu TGM bukannya tanpa peluang. Beberapa kali barisan depan TGM merepotkan barisan pertahanan PSMS. Penampilan gemilang Irwin Ramadhana yang tampil menggantikan Andi Setiawan turut andil mengamankan gawang PSMS.
Hingga laga berakhir skor tetap 1-0 untuk kemenangan PSMS. Seusai laga, Rudy mengakui skema yang diusungnya belum mampu diterapkan sepenuhnya oleh pemain.
“Namanya sistem baru tentunya pemain butuh adaptasi. Untungnya kita gelar ujicoba, jadi kita tahu sampai di mana kelemahan-kelemahan tim ini. Masih ada waktu untuk membenahinya,” tukas Keltjes.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Thursday, December 30, 2010
Bintang PSMS Tundukkan Medan Chief
Derbi Deli antara kembaran PSMS, Bintang PSMS dan kembaran Pro Titan, Medan Chief kembali tersaji sore kemarin di Stadion Teladan. Namun derbi itu masih sebatas uji coba kedua tim yang disiapkan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) itu.
Bintang PSMS pun unggul 2-0 lewat sontekan Rudi Hartono dan Bambang Nurdiantoro.
Meski menang, Pelatih Bintang PSMS, Suharto belum puas dengan performa anak asuhnya. Terutama di babak pertama, terlihat koordinasi antar pemain masih buruk. “Anak-anak tidak biasanya main seperti ini. Terlihat mereka sangat tegang sehingga di babak pertama permainan kacau. Untungnya mereka tampil lebih baik di babak kedua dan mampu membuat dua gol kemenangan,” ujar Suharto usai laga.
Menghadapi lawan sepadan, Suharto melihat masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. “Peningkatan memang terlihat pada cara main anak-anak yang semakin baik. Kolektivitas tim yang paling penting. Secara keseluruhan lini perlini masih banyak kekurangan,” tukas Mantan pemain PSMS era 80-an ini.
Bintang PSMS tampil dengan skema andalannya. Dicky tampil di bawah mistar dikawal kuarter pertahanan Dodi Rahwana, Dody, Sugiono, dan Sutiono. Sementara barisan tengah diisi Rudi Hartono, Safari, Syamsul Bahri dan Syafri Juanda mendukung dua bomber Nico dan Hamdan.
Meski di bahwa tekanan suporter PSMS, SMeCK Hooligan, Medan Chief mampu tampil menekan sejak awal. Mengandalkan Irvin Museng, klub milik pengusaha Sihar Sitorus ini mampu merepotkan tuan rumah di awal laga. Namun pertahanan tangguh yang digalang Dodi cs membuat Aun Carbiny cs kesulitan menembus gawang Bintang PSMS.
Gol Bintang PSMS terjadi di menit ke 60, kebuntuan terpecahkan lewat Rudi Hartono yang mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang. Rudi meneruskan sundulan Bambang Nurdiantoro.
Tujuh belas menit kemudian, giliran Bambang yang menggetarkan jala lawan. Pemain berambut cepak ini sukses menanduk umpan silang Dodi Rahwana. Bintang PSMS memimpin 2-0. Sayang, skuad Medan Chiefs yang mencoba bangkit dengan mengandalkan striker asing asal Maroko, La Akad dan gelandang asingnya, Luis Eduardo tak kuasa mencetak gol. Padahal Bintang PSMS tidak diperkuat satu pun pemain asingnya. (ful
Bintang PSMS pun unggul 2-0 lewat sontekan Rudi Hartono dan Bambang Nurdiantoro.
Meski menang, Pelatih Bintang PSMS, Suharto belum puas dengan performa anak asuhnya. Terutama di babak pertama, terlihat koordinasi antar pemain masih buruk. “Anak-anak tidak biasanya main seperti ini. Terlihat mereka sangat tegang sehingga di babak pertama permainan kacau. Untungnya mereka tampil lebih baik di babak kedua dan mampu membuat dua gol kemenangan,” ujar Suharto usai laga.
Menghadapi lawan sepadan, Suharto melihat masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. “Peningkatan memang terlihat pada cara main anak-anak yang semakin baik. Kolektivitas tim yang paling penting. Secara keseluruhan lini perlini masih banyak kekurangan,” tukas Mantan pemain PSMS era 80-an ini.
Bintang PSMS tampil dengan skema andalannya. Dicky tampil di bawah mistar dikawal kuarter pertahanan Dodi Rahwana, Dody, Sugiono, dan Sutiono. Sementara barisan tengah diisi Rudi Hartono, Safari, Syamsul Bahri dan Syafri Juanda mendukung dua bomber Nico dan Hamdan.
Meski di bahwa tekanan suporter PSMS, SMeCK Hooligan, Medan Chief mampu tampil menekan sejak awal. Mengandalkan Irvin Museng, klub milik pengusaha Sihar Sitorus ini mampu merepotkan tuan rumah di awal laga. Namun pertahanan tangguh yang digalang Dodi cs membuat Aun Carbiny cs kesulitan menembus gawang Bintang PSMS.
Gol Bintang PSMS terjadi di menit ke 60, kebuntuan terpecahkan lewat Rudi Hartono yang mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang. Rudi meneruskan sundulan Bambang Nurdiantoro.
Tujuh belas menit kemudian, giliran Bambang yang menggetarkan jala lawan. Pemain berambut cepak ini sukses menanduk umpan silang Dodi Rahwana. Bintang PSMS memimpin 2-0. Sayang, skuad Medan Chiefs yang mencoba bangkit dengan mengandalkan striker asing asal Maroko, La Akad dan gelandang asingnya, Luis Eduardo tak kuasa mencetak gol. Padahal Bintang PSMS tidak diperkuat satu pun pemain asingnya. (ful
PEMAIN MUDA PSMS
Langkah gemilang sukses dicatat PSMS Junior di Babak Ketiga Piala Suratin Zona Sumatera. Anak asuh Iwan Karokaro itu unggul 4-1 atas PS Siak Riau, Selasa (28/12) di Stadion Sekayu Musi Banyuasin.
Atas hasil ini, PSMS Junior lolos ke babak berikutnya usai duduk di puncak klasemen dengan koleksi enam poin. Di laga sebelumnya, PSMS menundukkan Persikomet, 3-0.
Tampil di bawah cuaca terik tak menyurutkan semangat Zumanda cs untuk memetik poin penuh. Sejak awal Iwan Karokaro menginstruksikan skuadnya untuk tampil offensif. Namun PS Siak justru mampu mengejutkan PSMS Junior. Lewat kapten tim, Rudi, tim asal Riau itu unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, PSMS Junior mencoba bangkit. Gelandang Supriadi sukses menyamakan kedudukan 1-1. Tak cukup sampai disitu, striker lincah, Dede Darmawan membalikkan keadaaan 2-1 hingga turun minum.
Di babak kedua, gempuran PSMS Junior berlanjut. Dede Darmawan dan Supriadi kembali menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan tambahan masing-masing satu gol. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit, PSMS Junior tetap unggul 4-1. Iwan Karokaro menyambut sukacita hasil ini. Ia memuji semangat pantang menyerah yang diperlihatkan anak asuhnya meski tampil di bawah tekanan. “Kita main di pertandingan awal jam 2 siang. Alhamdulillah kita lolos ke babak berikutnya,” ujar Iwan.
Begitupun masih ada satu laga lagi yang harus dilalui Dede Darmawan dkk. Besok sore, giliran tuan rumah Persimuba Musi Banyuasin yang menjadi lawan terakhir.
Atas hasil ini, PSMS Junior lolos ke babak berikutnya usai duduk di puncak klasemen dengan koleksi enam poin. Di laga sebelumnya, PSMS menundukkan Persikomet, 3-0.
Tampil di bawah cuaca terik tak menyurutkan semangat Zumanda cs untuk memetik poin penuh. Sejak awal Iwan Karokaro menginstruksikan skuadnya untuk tampil offensif. Namun PS Siak justru mampu mengejutkan PSMS Junior. Lewat kapten tim, Rudi, tim asal Riau itu unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, PSMS Junior mencoba bangkit. Gelandang Supriadi sukses menyamakan kedudukan 1-1. Tak cukup sampai disitu, striker lincah, Dede Darmawan membalikkan keadaaan 2-1 hingga turun minum.
Di babak kedua, gempuran PSMS Junior berlanjut. Dede Darmawan dan Supriadi kembali menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan tambahan masing-masing satu gol. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit, PSMS Junior tetap unggul 4-1. Iwan Karokaro menyambut sukacita hasil ini. Ia memuji semangat pantang menyerah yang diperlihatkan anak asuhnya meski tampil di bawah tekanan. “Kita main di pertandingan awal jam 2 siang. Alhamdulillah kita lolos ke babak berikutnya,” ujar Iwan.
Begitupun masih ada satu laga lagi yang harus dilalui Dede Darmawan dkk. Besok sore, giliran tuan rumah Persimuba Musi Banyuasin yang menjadi lawan terakhir.
Buang 4 Pemain
Memiliki banyak pemain namun tak banyak memeberikan kontribusi bagi tim bisa menjadi bumerang. Setidaknya, anggaran belanja tim bisa membengkak. Padahal, kinerja pemain yang digaji tak begitu signifikan.
Nah, tampaknya pemikiran itu disadari benar oleh PSMS. Karenanya manajemen Ayam Kinantan akan mengumumkan empat pemain yang akan dicoret dari skuad inti, Rabu (29/12). Keempat pemain ini merupakan hasil rekomendasi pelatih baru PSMS, Rudi William Keltjes.
Secara langsung, manajemen akan langsung menyampaikan pencoretan tersebut kepada pemain yang bersangkutan. “Besok akan kami sampaikan langsung kepada pemain yang bersangkutan,” ujar Manajer PSMS, Idris, Selasa (28/12).
Namun, empat pemain itu tak langsung menganggur. Keempatnya akan dihijrahkan ke tim Bintang PSMS yang disiapkan untuk ikut Liga Primer Indonesia (LPI). Tapi, kalau ada pemain yang tak ingin berlaga di LPI, maka pemain tersebut dipersilahkan mundur.
Pertimbangan mencoret empat pemain itu menurut Idris dilakukan untuk memangkas anggaran belanja tim yang cukup membengkak. Dengan pencoretan pemain yang belum mampu bersaing dengan pemain yang lain, angaran bisa dialihkan untuk kebutuhan lainnya.
“Saat ini anggaran untuk pembayaran gaji pemain cukup besar. Lagipula hal itu mendapat persetujuan dari pelatih, makanya kami laksanakan. Kalau enggan ke LPI, maka silahkan saja,” sebutnya lagi.
Sebelum akhirnya menetapkan pemain yang bakal dicoret, Keltjes lebih dulu memberikan surat rekomendasi kepada manajemen untuk mempertimbangkan mencoret empat pilar PSMS. Namun, keputusan sempat ditunda lantaran ia menyatakan masih akan mempertimbangkan keputusan tersebut. “Ada beberapa pemain yang semula direkomendasikan untuk diistirahatkan, tapi karena pelatih mempunyai pertimbangan lain, pemain tersebut tetap dipantau. Tadi (kemarin), pelatih meminta saya untuk menetapkannya,” ungkap Idris lagi.
Bagi Keltjes, pencoretan pemain dilakukan untuk memberi kesempatan bagi pemain untuk mencoba klub baru selain PSMS. Pasalnya, di PSMS, mereka dinilai belum mampu bersaing. Jadi, tidak ada unsur suka atau tidak suka. Menurut Ketljes, keputusan itu mutlak untuk kebaikan pemain. (ful)
Nah, tampaknya pemikiran itu disadari benar oleh PSMS. Karenanya manajemen Ayam Kinantan akan mengumumkan empat pemain yang akan dicoret dari skuad inti, Rabu (29/12). Keempat pemain ini merupakan hasil rekomendasi pelatih baru PSMS, Rudi William Keltjes.
Secara langsung, manajemen akan langsung menyampaikan pencoretan tersebut kepada pemain yang bersangkutan. “Besok akan kami sampaikan langsung kepada pemain yang bersangkutan,” ujar Manajer PSMS, Idris, Selasa (28/12).
Namun, empat pemain itu tak langsung menganggur. Keempatnya akan dihijrahkan ke tim Bintang PSMS yang disiapkan untuk ikut Liga Primer Indonesia (LPI). Tapi, kalau ada pemain yang tak ingin berlaga di LPI, maka pemain tersebut dipersilahkan mundur.
Pertimbangan mencoret empat pemain itu menurut Idris dilakukan untuk memangkas anggaran belanja tim yang cukup membengkak. Dengan pencoretan pemain yang belum mampu bersaing dengan pemain yang lain, angaran bisa dialihkan untuk kebutuhan lainnya.
“Saat ini anggaran untuk pembayaran gaji pemain cukup besar. Lagipula hal itu mendapat persetujuan dari pelatih, makanya kami laksanakan. Kalau enggan ke LPI, maka silahkan saja,” sebutnya lagi.
Sebelum akhirnya menetapkan pemain yang bakal dicoret, Keltjes lebih dulu memberikan surat rekomendasi kepada manajemen untuk mempertimbangkan mencoret empat pilar PSMS. Namun, keputusan sempat ditunda lantaran ia menyatakan masih akan mempertimbangkan keputusan tersebut. “Ada beberapa pemain yang semula direkomendasikan untuk diistirahatkan, tapi karena pelatih mempunyai pertimbangan lain, pemain tersebut tetap dipantau. Tadi (kemarin), pelatih meminta saya untuk menetapkannya,” ungkap Idris lagi.
Bagi Keltjes, pencoretan pemain dilakukan untuk memberi kesempatan bagi pemain untuk mencoba klub baru selain PSMS. Pasalnya, di PSMS, mereka dinilai belum mampu bersaing. Jadi, tidak ada unsur suka atau tidak suka. Menurut Ketljes, keputusan itu mutlak untuk kebaikan pemain. (ful)
Saturday, December 18, 2010
Bawah Keropos
MEDAN- Lini pertahanan PSMS musim ini sulit dikatakan lebih baik dari musim sebelumnya. Bukti masih buruknya pertahanan PSMS tentu saja dapat dilihat dari persentase kebobolan yang relatif tinggi.
Dari lima laga terakhir, PSMS sudah kebobolan delapan kali.
Awalnya, pihak PSMS sempat mengklaim bahwa pertahanan tim sudah solid. Namun, hal itu tak lagi relevan jika melihat data tersebut. Ironisnya, PSMS baru bisa mengemas empat gol yang semuanya hanya bisa dicipta di kandang sendiri.
Padahal di lini pertahanan, PSMS punya beberapa nama bagus. Sebut saja Harry Syahputra dan bek asing, Vagner Luis. Namun khusus Harry, pelatih terdahulu tidak
pernah mempercayakan mantan bek timnas ini jadi starter. Vagner juga baru bisa bergabung ketika melawat ke kandang lawan di Sigli dan Banda Aceh termasuk Bengkulu. Namun, dia tidak main maksimal. Bahkan, pemain asal Brasil itu sempat buat gol bunuh diri.
Selebihnya, nama seperti Rahmat, Novi, Azuan Lubis dan Ari Yuganda dianggap belum berperan baik mengamankan daerahnya. Di bawah mistar, nama Syahbani juga sempat dijadikan kambing hitam. Namun pada sejumlah amatan selama ini, solidnya lini belakang memang belum tercipta. Komunikasi antar bek ini dianggap kurang sempurna.
Di bahwa kendali pelatih baru, Rudi William Keltjes, pertahanan tampaknya akan berubah. Nama Harry Syahputra kemungkinan besar akan dijadikan starter jika kondisinya fit selalu. Peran wing bek, Azuan Lubis dan Ari Yuganda mungkin akan lebih ditarik ke dalam. Jadi dua pemain ini kemungkinan bakal mendapat tugas untuk lebih fokus mengawal pertahanan.
Atau kalau Keltjes jadi memasang pola 4-2-3-1 atau bahkan 4-4-2, maka kedua pemain ini akan lebih sering dijadikan pemain sayap. “Pertahanan harus lebih kokoh. Mungkin bakal ada perubahan,” kata Keltjes.
Khusus untuk penjaga gawang, latihan keras juga sudah digeber. Tiga penjaga gawang, Syahbani, Irwin Ramadhana dan Andi Setiawan sudah merasakan kerasnya latihan di bahwa arahan pelatih kiper, Doni Latuperissa. Di bahwa tangan dingin pelatih bertubuh kekar itu, tiga kiper ini akan kembali bersaing menemukan posisi utama di bawah mistar. (ful)
Dari lima laga terakhir, PSMS sudah kebobolan delapan kali.
Awalnya, pihak PSMS sempat mengklaim bahwa pertahanan tim sudah solid. Namun, hal itu tak lagi relevan jika melihat data tersebut. Ironisnya, PSMS baru bisa mengemas empat gol yang semuanya hanya bisa dicipta di kandang sendiri.
Padahal di lini pertahanan, PSMS punya beberapa nama bagus. Sebut saja Harry Syahputra dan bek asing, Vagner Luis. Namun khusus Harry, pelatih terdahulu tidak
pernah mempercayakan mantan bek timnas ini jadi starter. Vagner juga baru bisa bergabung ketika melawat ke kandang lawan di Sigli dan Banda Aceh termasuk Bengkulu. Namun, dia tidak main maksimal. Bahkan, pemain asal Brasil itu sempat buat gol bunuh diri.
Selebihnya, nama seperti Rahmat, Novi, Azuan Lubis dan Ari Yuganda dianggap belum berperan baik mengamankan daerahnya. Di bawah mistar, nama Syahbani juga sempat dijadikan kambing hitam. Namun pada sejumlah amatan selama ini, solidnya lini belakang memang belum tercipta. Komunikasi antar bek ini dianggap kurang sempurna.
Di bahwa kendali pelatih baru, Rudi William Keltjes, pertahanan tampaknya akan berubah. Nama Harry Syahputra kemungkinan besar akan dijadikan starter jika kondisinya fit selalu. Peran wing bek, Azuan Lubis dan Ari Yuganda mungkin akan lebih ditarik ke dalam. Jadi dua pemain ini kemungkinan bakal mendapat tugas untuk lebih fokus mengawal pertahanan.
Atau kalau Keltjes jadi memasang pola 4-2-3-1 atau bahkan 4-4-2, maka kedua pemain ini akan lebih sering dijadikan pemain sayap. “Pertahanan harus lebih kokoh. Mungkin bakal ada perubahan,” kata Keltjes.
Khusus untuk penjaga gawang, latihan keras juga sudah digeber. Tiga penjaga gawang, Syahbani, Irwin Ramadhana dan Andi Setiawan sudah merasakan kerasnya latihan di bahwa arahan pelatih kiper, Doni Latuperissa. Di bahwa tangan dingin pelatih bertubuh kekar itu, tiga kiper ini akan kembali bersaing menemukan posisi utama di bawah mistar. (ful)
Friday, December 17, 2010
Vagner Pulang
Tiga pemain asing yang dimiliki PSMS belum juga tampak di latihan Ayam Kinantan. Sekian tanya muncul terkait hal itu, mungkinkah pemain yang dibayar mahal tersebut sudah tak bergabung lagi dengan skuad PSMS?
Ternyata, dugaan atau jawaban dari pertanyaan yang belum terjawab tersebut berujung pada kabar baru. Ya, dipastikan, satu dari tiga pemain asing tersebut akan tiba di Medan hari ini. Dan pemain yang dimaksud adalah Vagner Luis. Ceritanya, Vagner lebih cepat bergabung karena urusan Kartu Izin Sementara (Kitas) miliknya sudah kelar.
“Saat ini Vagner sudah berada di Jakarta dan akan tiba di Medan besok siang (hari ini),” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin.
Sejauh ini, pihak PSMS kecewa karena tiga pemain asing belum ada yang bergabung dengan pelatih baru. Alasan yang dilontarkan adalah mengurus Kitas ke Singapura. Namun alasan ini tak akan lama-lama ditolerir. Manajemen dan pelatih PSMS menekankan kepada para legiun impor itu untuk segera bergabung dengan tim, Senin (20/12). Jika ultimatum itu tak diindahkan, bisa jadi pemain asing tidak akan masuk skuad Keltjes karena dianggap tak disiplin.
Memang, secara tertulis maupun lisan, tidak ada ancaman hukuman yang akan dijatuhkan pada pemain asing. Namun pada praktiknya nanti, Keltjes bisa saja tidak memberi tempat kepada para pemain yang tak disiplin. “Tidak ada tempat bagi pemain yang indisipliner,” tegas Keltjes.
Dua pemain asing lainnya, Jose Sebastian dan Gaston Castano sejauh ini mengaku masih berada di Singapura. Namun, pihak manajemen tidak tahu pasti kapan kedua pemain asal Argentina tersebut akan tiba di Medan. “Beberapa kali saya hubungi mereka tidak angkat telepon. Kalau pemain asing bertingkah, pelatih tahu benar apa yang harus dilakukan untuk menghukum mereka,” pungkas Benny. (ful)
Ternyata, dugaan atau jawaban dari pertanyaan yang belum terjawab tersebut berujung pada kabar baru. Ya, dipastikan, satu dari tiga pemain asing tersebut akan tiba di Medan hari ini. Dan pemain yang dimaksud adalah Vagner Luis. Ceritanya, Vagner lebih cepat bergabung karena urusan Kartu Izin Sementara (Kitas) miliknya sudah kelar.
“Saat ini Vagner sudah berada di Jakarta dan akan tiba di Medan besok siang (hari ini),” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin.
Sejauh ini, pihak PSMS kecewa karena tiga pemain asing belum ada yang bergabung dengan pelatih baru. Alasan yang dilontarkan adalah mengurus Kitas ke Singapura. Namun alasan ini tak akan lama-lama ditolerir. Manajemen dan pelatih PSMS menekankan kepada para legiun impor itu untuk segera bergabung dengan tim, Senin (20/12). Jika ultimatum itu tak diindahkan, bisa jadi pemain asing tidak akan masuk skuad Keltjes karena dianggap tak disiplin.
Memang, secara tertulis maupun lisan, tidak ada ancaman hukuman yang akan dijatuhkan pada pemain asing. Namun pada praktiknya nanti, Keltjes bisa saja tidak memberi tempat kepada para pemain yang tak disiplin. “Tidak ada tempat bagi pemain yang indisipliner,” tegas Keltjes.
Dua pemain asing lainnya, Jose Sebastian dan Gaston Castano sejauh ini mengaku masih berada di Singapura. Namun, pihak manajemen tidak tahu pasti kapan kedua pemain asal Argentina tersebut akan tiba di Medan. “Beberapa kali saya hubungi mereka tidak angkat telepon. Kalau pemain asing bertingkah, pelatih tahu benar apa yang harus dilakukan untuk menghukum mereka,” pungkas Benny. (ful)
Bintang PSMS Meyakinkan
Kesebelasan Bintang PSMS yang disiapkan untuk berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), kembali melakoni uji coba. Kamis (16/12) kemarin, Bintang PSMS melawan HPM FC di Stadion Kebun Bunga dan berhasil menang telak 5-1.
Gol demi gol Bintang PSMS sudah dikemas sejak awal laga. Di menit kedua, Heri Suwondo membuka gol lewat tendangan bebas. Tim yang diasuh Suharto ini kembali menebar ancaman. Skill individu striker Yosep Ostanika yang membawa bola sendirian, akhirnya berhasil menjebol gawang lawan pada menit delapan.
Karena lawan yang dipilih sengaja lebih rendah kualitasnya dibanding Bintang PSMS, maka lawan tak banyak berkutik. Hamdan, striker Bintang PSMS kembali menambah gol di menit 12. skor 3-0 untuk tuan rumah.
HPM FC berhasil memperkecil ketinggalan di menit 15 lewat Ijal Kaloko. Tendangan hasil bola liar di kotak penalti berhasil dimanfaatkannya dengan baik. Skor 3-1.
Pada menit 20, Syamsul pemain Bintang PSMS dipercaya jadi algojo penalti karena pemain belakang lawan melakukan pelanggaran di kotak penalti. Syamsul dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan. Hamdan kembali mencetak gol keduanya untuk melengkapi kemenangan 5-1 bagi Bintang PSMS di menit 39. Golnya bermula dari umpan silang Syamsul Bahri. Hingga usai laga skor 5-1 untuk kemenangan Bintang PSMS.
Usai laga, hal utama yang disorot adalah pertahanan tuan rumah. Melawan tim lemah, seharusnya bisa menang tanpa kebobolan. Dan hal itu juga disorot pelatih kiper Bintang PSMS, Syahril Nasution. Menurutnya, gol itu kesalahan kiper. “Tepisan kiper tidak sempurna sehingga membahayakan gawang sendiri.
Sementara pelatih kepala, Suharto secara keseluruhan merasa cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Hanya saja Suharto setuju kalau lini belakang timnya masih perlu diperhatikan. Pun kekompakan pemain dikatakannya sudah membaik. “Kompak sudah mulai bagus. Mencapai 80 persen sejauh ini. Namun begitu masih banyak yang akan diperbaiki,” kata Suharto.
Sejauh ini, tim yang disiapkan berlaga di LPI ini masih gelar seleksi. Soal kontrak pemain dan pelatih juga belum ada. (ful)
Gol demi gol Bintang PSMS sudah dikemas sejak awal laga. Di menit kedua, Heri Suwondo membuka gol lewat tendangan bebas. Tim yang diasuh Suharto ini kembali menebar ancaman. Skill individu striker Yosep Ostanika yang membawa bola sendirian, akhirnya berhasil menjebol gawang lawan pada menit delapan.
Karena lawan yang dipilih sengaja lebih rendah kualitasnya dibanding Bintang PSMS, maka lawan tak banyak berkutik. Hamdan, striker Bintang PSMS kembali menambah gol di menit 12. skor 3-0 untuk tuan rumah.
HPM FC berhasil memperkecil ketinggalan di menit 15 lewat Ijal Kaloko. Tendangan hasil bola liar di kotak penalti berhasil dimanfaatkannya dengan baik. Skor 3-1.
Pada menit 20, Syamsul pemain Bintang PSMS dipercaya jadi algojo penalti karena pemain belakang lawan melakukan pelanggaran di kotak penalti. Syamsul dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan. Hamdan kembali mencetak gol keduanya untuk melengkapi kemenangan 5-1 bagi Bintang PSMS di menit 39. Golnya bermula dari umpan silang Syamsul Bahri. Hingga usai laga skor 5-1 untuk kemenangan Bintang PSMS.
Usai laga, hal utama yang disorot adalah pertahanan tuan rumah. Melawan tim lemah, seharusnya bisa menang tanpa kebobolan. Dan hal itu juga disorot pelatih kiper Bintang PSMS, Syahril Nasution. Menurutnya, gol itu kesalahan kiper. “Tepisan kiper tidak sempurna sehingga membahayakan gawang sendiri.
Sementara pelatih kepala, Suharto secara keseluruhan merasa cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Hanya saja Suharto setuju kalau lini belakang timnya masih perlu diperhatikan. Pun kekompakan pemain dikatakannya sudah membaik. “Kompak sudah mulai bagus. Mencapai 80 persen sejauh ini. Namun begitu masih banyak yang akan diperbaiki,” kata Suharto.
Sejauh ini, tim yang disiapkan berlaga di LPI ini masih gelar seleksi. Soal kontrak pemain dan pelatih juga belum ada. (ful)
Ubah Menu Makanan
EDAN-Kehadiran Rudi Keltjes di tubuh PSMS terus memunculkan pembaruan. Setelah menerapkan disiplin keras dan berusaha mengubah mental pemain, kini Keltjes membuat terobosan lain lagi. Yakni, mengubah menu makanan pemain.
Mungkin bagi sebagian orang soal menu makanan adalah hal sepele. Tapi tidak bagi pelatih yang dua musim silam sempat melatih PSMS tersebut. Ya, Keltjes tampaknya sadar betul dengan kebutuhan pemainnya. Bagaimana tidak, sebagai pesepakbola, punggawa Ayam Kinantan memang membutuhkan asupan gizi yang seimbang. “Kita telah ubah beberapa menu makanan. Asupan gizi harus lebih baik lagi. Karena, anak-anak bekerja ekstra,” terang pria 59 tahun itu.
Dihubungi terpisah, dr Roriwansyah Pane selaku dokter tim mengamini rencana perubahan menu itu. Terlebih latihan yang digeber selama ini berkaitan dengan fisik yang harus disesuaikan dengan gizi seimbang. Menurut Rori, kalori yang dibutuhkan pemain jika digeber fisiknya, mencapai 4700-5200 kalori. “Pasti akan ada perubahan nilai gizi. Kita akan perhatikan hal itu dengan kerjasama dengan tim katering,” terang Rori.
“Setiap pekan, laporan nilai gizi yang diasup pemain akan terus dipantau. Ini demi kebaikan stamina di lapangan,” sambung dokter yang bertugas di Dinas kesehatan Kota Medan itu.
Masalah makanan ini memang sejalan dengan fokus Keltjes dalam membidani PSMS, yakni membenahi fisik para pemain. Dalam satu pekan ini, fokus genjot fisik menjadi prioritas. Bahkan, Keltjes tak segan menyuruh skuad latihan tiga kali sehari. Hal ini penting, sebab Keltjes menemukan berat badan para pemain tak ideal. Hampir seluruh pemain PSMS kelebihan berat badan.
Meski demikian, skuad PSMS tampak senang mengikuti latihan. Tak seorang pun pemain berani absen. Kecuali tiga pemain asing yang masih beralasan mengurus dokumen di Singapura. “Saya salut lihat pemain Medan. Dalam latihan tiga kali sehari mereka masih begitu antusias mengikutinya,” kata Keltjes.
Meski latihan fisik yang digeber, namun Keltjes menyertai dengan metode berbeda. Pemain diperkenankan berlatih dengan menggunakan bola. Ini beda, sebab biasanya latihan fisik digeber tanpa bola.
“Kalau anak-anak kita beri latihan fisik seperti biasa tanpa bola, pemain akan cepat jenuh,” sambung Keltjes.
Keltjes menambahkan, dirinya tambah bersemangat untuk mengembalikan PSMS ke kastanya. Pasalnya, dia melihat skuad PSMS memiliki tekad yang kuat. “Walau setiap hari kita fokuskan latihan fisik, mereka tidak ada yang mengeluh. Dan sepertinya mereka malah terbiasa dengan latihan yang saya buat,” lanjut pelatih asal Surabaya itu. (ful)
Mungkin bagi sebagian orang soal menu makanan adalah hal sepele. Tapi tidak bagi pelatih yang dua musim silam sempat melatih PSMS tersebut. Ya, Keltjes tampaknya sadar betul dengan kebutuhan pemainnya. Bagaimana tidak, sebagai pesepakbola, punggawa Ayam Kinantan memang membutuhkan asupan gizi yang seimbang. “Kita telah ubah beberapa menu makanan. Asupan gizi harus lebih baik lagi. Karena, anak-anak bekerja ekstra,” terang pria 59 tahun itu.
Dihubungi terpisah, dr Roriwansyah Pane selaku dokter tim mengamini rencana perubahan menu itu. Terlebih latihan yang digeber selama ini berkaitan dengan fisik yang harus disesuaikan dengan gizi seimbang. Menurut Rori, kalori yang dibutuhkan pemain jika digeber fisiknya, mencapai 4700-5200 kalori. “Pasti akan ada perubahan nilai gizi. Kita akan perhatikan hal itu dengan kerjasama dengan tim katering,” terang Rori.
“Setiap pekan, laporan nilai gizi yang diasup pemain akan terus dipantau. Ini demi kebaikan stamina di lapangan,” sambung dokter yang bertugas di Dinas kesehatan Kota Medan itu.
Masalah makanan ini memang sejalan dengan fokus Keltjes dalam membidani PSMS, yakni membenahi fisik para pemain. Dalam satu pekan ini, fokus genjot fisik menjadi prioritas. Bahkan, Keltjes tak segan menyuruh skuad latihan tiga kali sehari. Hal ini penting, sebab Keltjes menemukan berat badan para pemain tak ideal. Hampir seluruh pemain PSMS kelebihan berat badan.
Meski demikian, skuad PSMS tampak senang mengikuti latihan. Tak seorang pun pemain berani absen. Kecuali tiga pemain asing yang masih beralasan mengurus dokumen di Singapura. “Saya salut lihat pemain Medan. Dalam latihan tiga kali sehari mereka masih begitu antusias mengikutinya,” kata Keltjes.
Meski latihan fisik yang digeber, namun Keltjes menyertai dengan metode berbeda. Pemain diperkenankan berlatih dengan menggunakan bola. Ini beda, sebab biasanya latihan fisik digeber tanpa bola.
“Kalau anak-anak kita beri latihan fisik seperti biasa tanpa bola, pemain akan cepat jenuh,” sambung Keltjes.
Keltjes menambahkan, dirinya tambah bersemangat untuk mengembalikan PSMS ke kastanya. Pasalnya, dia melihat skuad PSMS memiliki tekad yang kuat. “Walau setiap hari kita fokuskan latihan fisik, mereka tidak ada yang mengeluh. Dan sepertinya mereka malah terbiasa dengan latihan yang saya buat,” lanjut pelatih asal Surabaya itu. (ful)
Cari Tim Inti
Di bawah asuhan pelatih anyar, Rudi William Keltjes, PSMS akan mengubah gaya main, strategi, formasi dan tentu saja pemain yang akan diplot sebagai pemain inti. Untuk urusan cari pemain inti, Keltjes masih punya cukup waktu.
Sejauh ini, latihan masih difokuskan kepada kesiapan fisik para pemain. Dua kali latihan digelar di Stadion Teladan, fokus memang untuk mencari tahu sejauh mana kekuatan fisik pemain PSMS. Dan hal itu mulai membuahkan hasil. “Sudah mulai ada kemajuan. Anak-anak bersemangat. Kalau begini, tim ini sebenarnya sangat bagus,” kata Keltjes optimis.
Diperkirakan, mulai pekan depan seluruh skuad sudah dipantau untuk penerapan strategi baru. “Seminggu ini kami beri latihan fisik untuk memperkuat stamina dahulu. Senin (20/12) latihan akan masuk taktik dan strategi,” lanjut Keltjes. Menurutnya, latihan taktik dan strategi tersebut akan diselingi dengan beberapa ujicoba. Itu pula yang akan menjadi dasar baginya untuk menentukan the winning team. “Uji coba pasti ada. Mungkin pekan depan baru bisa dioptimalkan,” tambah mantan pelatih Persebaya itu.
Dua latihan terakhir, fisik pemain memang masih digenjot. Tidak ada ampun dan kesempatan bagi pemain untuk berleha-leha. Para pemain harus kerja keras. Namun begitu, motivasi latihan yang ditawarkan Keltjes tampaknya mulai bisa diserap para pemain. Meski latihan berat, namun masih ada pemain yang bisa tersenyum.
Sedangkan siapa saja yang bakal jadi andalannya, Keltjes tentu belum bisa menentukan. Namun, dari pertemuan dengan para pemain di setiap latihan dua hari belakangan, tampaknya Keltjes mulai mengetahui kemampuan pemain. Menurutnya, pemain PSMS musim ini memiliki skill individu yang baik. (ful)
Sejauh ini, latihan masih difokuskan kepada kesiapan fisik para pemain. Dua kali latihan digelar di Stadion Teladan, fokus memang untuk mencari tahu sejauh mana kekuatan fisik pemain PSMS. Dan hal itu mulai membuahkan hasil. “Sudah mulai ada kemajuan. Anak-anak bersemangat. Kalau begini, tim ini sebenarnya sangat bagus,” kata Keltjes optimis.
Diperkirakan, mulai pekan depan seluruh skuad sudah dipantau untuk penerapan strategi baru. “Seminggu ini kami beri latihan fisik untuk memperkuat stamina dahulu. Senin (20/12) latihan akan masuk taktik dan strategi,” lanjut Keltjes. Menurutnya, latihan taktik dan strategi tersebut akan diselingi dengan beberapa ujicoba. Itu pula yang akan menjadi dasar baginya untuk menentukan the winning team. “Uji coba pasti ada. Mungkin pekan depan baru bisa dioptimalkan,” tambah mantan pelatih Persebaya itu.
Dua latihan terakhir, fisik pemain memang masih digenjot. Tidak ada ampun dan kesempatan bagi pemain untuk berleha-leha. Para pemain harus kerja keras. Namun begitu, motivasi latihan yang ditawarkan Keltjes tampaknya mulai bisa diserap para pemain. Meski latihan berat, namun masih ada pemain yang bisa tersenyum.
Sedangkan siapa saja yang bakal jadi andalannya, Keltjes tentu belum bisa menentukan. Namun, dari pertemuan dengan para pemain di setiap latihan dua hari belakangan, tampaknya Keltjes mulai mengetahui kemampuan pemain. Menurutnya, pemain PSMS musim ini memiliki skill individu yang baik. (ful)
Wednesday, December 15, 2010
PSMS Ultimatum Legiun Asing
ejak kandas kontra PS Bengkulu lalu, tak seorang pemain asing PSMS tampak bergabung dengan tim. Bahkan di tangan pelatih baru Rudi William Keltjes, ketiga pemain asing milik PSMS, Gaston Castano, Jose Sebastian dan Vagner Luis tak kunjung ikut latihan bersama.
Diketahui, ketiga pemain asing ini sedang berada di Singapura untuk melanjutkan pengurusan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas). Namun disinyalir, urusan Kitas ini sebenarnya sudah selesai sejak jauh hari. Besar kemungkinan para pemain asing sengaja memperlama izin yang diberikan untuk menghindari latihan.
Maka itu, arsitek baru PSMS pun tak kuasa menahan amarah. Keltjes pun mendeadline, jika dalam pekan ini tak bergabung bersama tim, maka sebaiknya pemain asing tidak usah dipakai. Dan, hal ini diamini pengurus dan manajemen tim.
“Pemain asing dibayar mahal, kok tidak profesional. Kalau sejak awal saya tangani, tidak ada manja-manja. Mereka harus segera kembali bergabung bersama tim,” kata Keltjes usai memimpin latihan di Stadion Teladan Selasa (14/12).
Kehadiran seluruh pemain tentu hal mutlak, sebab Keltjes akan segera meracik strategi. “Tim akan sudah melakukan latihan taktik dan strategi secepatnya. Tapi kalau tidak ada pemain asing, saya sulit menentukan pemain inti,” sambung Keltjes.
Sejauh ini, beredar kabar bahwa baru Vagner Luis yang sudah berada di Singapura untuk mengurus dokumen dimaksud. Sedangkan duo Argentina, Gaston dan Jose Sebastian dikabarkan masih berada di Jakarta. Entah apa yang dilakukan kedua pemain ini di Jakarta. Pihak manajemen mengaku sudah menghubungi para pemain asing tersebut.
“Saya sudah telepon Gaston agar segera pulang ke Medan. Tapi, ia membantah dan hendak mengurus dokumen itu dulu. Tapi sudah saya tekankan kepada mereka agar segera kembali untuk latihan,” terang Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS kemarin.
“Kalau masih membandel, maka akan kita beri sanksi tegas. Bila perlu tak usah kembali lagi ke Medan,” pungkas Benny. (ful/sumutpos)
Diketahui, ketiga pemain asing ini sedang berada di Singapura untuk melanjutkan pengurusan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas). Namun disinyalir, urusan Kitas ini sebenarnya sudah selesai sejak jauh hari. Besar kemungkinan para pemain asing sengaja memperlama izin yang diberikan untuk menghindari latihan.
Maka itu, arsitek baru PSMS pun tak kuasa menahan amarah. Keltjes pun mendeadline, jika dalam pekan ini tak bergabung bersama tim, maka sebaiknya pemain asing tidak usah dipakai. Dan, hal ini diamini pengurus dan manajemen tim.
“Pemain asing dibayar mahal, kok tidak profesional. Kalau sejak awal saya tangani, tidak ada manja-manja. Mereka harus segera kembali bergabung bersama tim,” kata Keltjes usai memimpin latihan di Stadion Teladan Selasa (14/12).
Kehadiran seluruh pemain tentu hal mutlak, sebab Keltjes akan segera meracik strategi. “Tim akan sudah melakukan latihan taktik dan strategi secepatnya. Tapi kalau tidak ada pemain asing, saya sulit menentukan pemain inti,” sambung Keltjes.
Sejauh ini, beredar kabar bahwa baru Vagner Luis yang sudah berada di Singapura untuk mengurus dokumen dimaksud. Sedangkan duo Argentina, Gaston dan Jose Sebastian dikabarkan masih berada di Jakarta. Entah apa yang dilakukan kedua pemain ini di Jakarta. Pihak manajemen mengaku sudah menghubungi para pemain asing tersebut.
“Saya sudah telepon Gaston agar segera pulang ke Medan. Tapi, ia membantah dan hendak mengurus dokumen itu dulu. Tapi sudah saya tekankan kepada mereka agar segera kembali untuk latihan,” terang Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS kemarin.
“Kalau masih membandel, maka akan kita beri sanksi tegas. Bila perlu tak usah kembali lagi ke Medan,” pungkas Benny. (ful/sumutpos)
Penjaga Gawang Bersaing Lagi
Pelatih penjaga gawang PSMS yang baru, Doni Latuperisa mulai memberikan menu latihan bagi tiga kiper PSMS, Syahbani, Irwin Ramadhana, dan Andi Setiawan.
Yang utama digenjot adalah fisik. Ke depan, Doni mengaku akan menaikkan kemampuan lompat dan jangkauan para kiper ini. “Fisik masih kurang. Tapi pada dasarnya para kiper lumayan bagus. Hanya saja mereka harus lebih giat berlatih,” kata Doni.
Untuk itu, posisi utama kiper PSMS juga akan kembali bersaing. Selama ini, Syahbani dipercaya jadi kiper inti yang selalu diturunkan kali pertama dalam setiap pertandingan.
Di bahwa kepelatihan Doni, para kiper harus bersaing lagi untuk jadi yang utama. “Kiper harus senantiasa bersaing. Mereka tak boleh lengah,” katanya. “Saya melihat mereka masih belum menunjukkan kemampuan sesungguhnya. Kiper itu harus sudah bisa melompat setengah meter tingginya,” lanjut Doni. Khusus untuk Andi Setiawan, Doni menegaskan agar lebih banyak melatih kemampuan fisiknya. “Yang namanya Andi itu tampaknya masih terlalu lemah. Ia harus meningkatkan kemampuan lebih baik lagi,” pungkas Doni. (ful)
Yang utama digenjot adalah fisik. Ke depan, Doni mengaku akan menaikkan kemampuan lompat dan jangkauan para kiper ini. “Fisik masih kurang. Tapi pada dasarnya para kiper lumayan bagus. Hanya saja mereka harus lebih giat berlatih,” kata Doni.
Untuk itu, posisi utama kiper PSMS juga akan kembali bersaing. Selama ini, Syahbani dipercaya jadi kiper inti yang selalu diturunkan kali pertama dalam setiap pertandingan.
Di bahwa kepelatihan Doni, para kiper harus bersaing lagi untuk jadi yang utama. “Kiper harus senantiasa bersaing. Mereka tak boleh lengah,” katanya. “Saya melihat mereka masih belum menunjukkan kemampuan sesungguhnya. Kiper itu harus sudah bisa melompat setengah meter tingginya,” lanjut Doni. Khusus untuk Andi Setiawan, Doni menegaskan agar lebih banyak melatih kemampuan fisiknya. “Yang namanya Andi itu tampaknya masih terlalu lemah. Ia harus meningkatkan kemampuan lebih baik lagi,” pungkas Doni. (ful)
Ramai-ramai Turunkan Berat Badan
Ternyata, hampir seluruh pemain PSMS musim ini kelebihan berat badan. Di tangan Keltjes, para pemain dengan bobot tubuh berlebih ini diwajibkan menurunkan berat badannya dalam waktu yang telah ditentukan. Di samping banyak pemain tambun, ada juga pemain yang diharuskan menambah berat badannya.
Diet merupakan jawaban. Apalagi Keltjes sudah menyatakan kepada para pemain agar mengembalikan gaya main ala PSMS di masa lampau. Keras, bermutu dan tak kenal kompromi. “Empat pemain tercatat kelebihan berat badan. Kalau terlalu gemuk, akan membuat pemain cepat capek. Di masa jeda ini, seluruh pemain yang punya masalah dengan berat badan, harus bisa kembali ke berat ideal,” kata Keltjes.
Empat pemain dengan berat tak ideal ini, tampaknya harus kerja keras menurunkan berat badan. Pasalnya, selisih berat yang ideal cukup mencengangkan. Ada pemain yang harus menurunkan berat badan hingga 6,6 Kg dan 5,7 Kg. Selebihnya standar, antara 2,5 sampai 3 kg.
Permainan keras ala PSMS dulu, hanya bisa dilakukan dengan berat badan ideal. Untuk itu, dia akan mewanti-wanti pemain untuk berlatih sendiri menurunkan berat badan. Namun, mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura ini berharap pemain lebih profesional untuk mengurangi berat badannya.
Bagi yang gagal turunkan berat badan, bangku cadangan tampaknya akan menjadi teman setia para pemain tambun itu. “Saya sudah anjurkan agar kembalikan berat ke posisi ideal. Kalau tak bisa, berarti si pemain tak mau. Pemain begini hanya bisa duduk di bangku cadangan,” kata Keltjes.
Tiga pemain asing juga tak luput dari kondisi ini. Yang terpantau cukup mengalami masalah ini adalah Jose Sebastian. Konon Sebastian over berat badan hingga 8 Kg.
Sedangkan pemain yang kekurusan, dianjurkan untuk lebih sering menyantap makanan bergizi tinggi. Ada di antara pemain PSMS yang kekurangan berat badan 2-5,5 Kg. (ful)
Diet merupakan jawaban. Apalagi Keltjes sudah menyatakan kepada para pemain agar mengembalikan gaya main ala PSMS di masa lampau. Keras, bermutu dan tak kenal kompromi. “Empat pemain tercatat kelebihan berat badan. Kalau terlalu gemuk, akan membuat pemain cepat capek. Di masa jeda ini, seluruh pemain yang punya masalah dengan berat badan, harus bisa kembali ke berat ideal,” kata Keltjes.
Empat pemain dengan berat tak ideal ini, tampaknya harus kerja keras menurunkan berat badan. Pasalnya, selisih berat yang ideal cukup mencengangkan. Ada pemain yang harus menurunkan berat badan hingga 6,6 Kg dan 5,7 Kg. Selebihnya standar, antara 2,5 sampai 3 kg.
Permainan keras ala PSMS dulu, hanya bisa dilakukan dengan berat badan ideal. Untuk itu, dia akan mewanti-wanti pemain untuk berlatih sendiri menurunkan berat badan. Namun, mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura ini berharap pemain lebih profesional untuk mengurangi berat badannya.
Bagi yang gagal turunkan berat badan, bangku cadangan tampaknya akan menjadi teman setia para pemain tambun itu. “Saya sudah anjurkan agar kembalikan berat ke posisi ideal. Kalau tak bisa, berarti si pemain tak mau. Pemain begini hanya bisa duduk di bangku cadangan,” kata Keltjes.
Tiga pemain asing juga tak luput dari kondisi ini. Yang terpantau cukup mengalami masalah ini adalah Jose Sebastian. Konon Sebastian over berat badan hingga 8 Kg.
Sedangkan pemain yang kekurusan, dianjurkan untuk lebih sering menyantap makanan bergizi tinggi. Ada di antara pemain PSMS yang kekurangan berat badan 2-5,5 Kg. (ful)
Tuesday, December 14, 2010
Rudi bangun kedekatan dengan pemain
MEDAN - Hubungan emosional yang kental antar pemain dengan pelatih berdampak besar pada perkembangan tim. Jika hubungan antar kedua elemen harmonis, tentunya suasana dalam tim akan positif sehingga tujuan yang ingin dicapai lebih mudah terwujud.
Hal itu yang disadari Rudi Keltjes sebagai langkah awal yang dilakukan dalam menjalani tugasnya sebagai arsitek baru PSMS. Sebagai orang baru, ia tentu belum terlalu kenal dengan skuad yang ada saat ini. Untuk itu Rudi mulai membangun hubungan emosionalnya dengan Kurniawan Dwi Yulianto cs.
Salah satunya dengan bersilaturahmi ke rumah para pemain. Rumah stoper PSMS Hary Syaputra menjadi pemain yang pertama dikunjungi.
Pemain yang pernah merasakan tangan dingin Rudy Keltjes di timnas Indonesia U-19 itu menerima kedatangan mantan pelatih Persebaya Surabaya itu. “Di tim ini, pemain itu anak-anak saya. Sebagai bapak saya harus bisa jadi orangtua yang baik,” ujarnya.
Harry yang sebelumnya sempat tergoyahkan posisi sebagai starter, menurut Rudi, punya talenta yang dibutuhkan timnya. Ditangannya, ia optimis masa depan mantan pemain timnas itu akan kembali bersinar.
“Saya tahu Hary, dia itu pemain bagus. Saya yang ambil dia waktu di timnas U-19 (Piala Pelajar Asia U-19 tahun 2000 lalu), bersama Firman Utina (kapten timnas saat ini). Bahkan Hary lebih senior dari Firman,” bebernya.
Setelah Harry, Rudi akan bergiliran melakukan kunjungan ke rumah pemain lainnya. Tentunya para pemain yang bertempat tinggal di Medan. Pola pendekatan yang dilakukan mantan bintang Niac Mitra ini kepada skuad PSMS pun disambut positif Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Sebagai pelatih baru, menurut Benny, pendekatan yang dijalankan Keltjes kepada pemain memang sangat tepat. “Saya tahu dia mau mengunjungi rumah pemain. Menurut saya itu tepat,” sebut Benny.
Hal itu yang disadari Rudi Keltjes sebagai langkah awal yang dilakukan dalam menjalani tugasnya sebagai arsitek baru PSMS. Sebagai orang baru, ia tentu belum terlalu kenal dengan skuad yang ada saat ini. Untuk itu Rudi mulai membangun hubungan emosionalnya dengan Kurniawan Dwi Yulianto cs.
Salah satunya dengan bersilaturahmi ke rumah para pemain. Rumah stoper PSMS Hary Syaputra menjadi pemain yang pertama dikunjungi.
Pemain yang pernah merasakan tangan dingin Rudy Keltjes di timnas Indonesia U-19 itu menerima kedatangan mantan pelatih Persebaya Surabaya itu. “Di tim ini, pemain itu anak-anak saya. Sebagai bapak saya harus bisa jadi orangtua yang baik,” ujarnya.
Harry yang sebelumnya sempat tergoyahkan posisi sebagai starter, menurut Rudi, punya talenta yang dibutuhkan timnya. Ditangannya, ia optimis masa depan mantan pemain timnas itu akan kembali bersinar.
“Saya tahu Hary, dia itu pemain bagus. Saya yang ambil dia waktu di timnas U-19 (Piala Pelajar Asia U-19 tahun 2000 lalu), bersama Firman Utina (kapten timnas saat ini). Bahkan Hary lebih senior dari Firman,” bebernya.
Setelah Harry, Rudi akan bergiliran melakukan kunjungan ke rumah pemain lainnya. Tentunya para pemain yang bertempat tinggal di Medan. Pola pendekatan yang dilakukan mantan bintang Niac Mitra ini kepada skuad PSMS pun disambut positif Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Sebagai pelatih baru, menurut Benny, pendekatan yang dijalankan Keltjes kepada pemain memang sangat tepat. “Saya tahu dia mau mengunjungi rumah pemain. Menurut saya itu tepat,” sebut Benny.
Rudy ingin idealkan berat badan pemain
EDAN - Berat badan yang ideal selayaknya harus dimiliki pemain sepakbola untuk mendukung gaya permainan yang diterapkan. Hal itu yang kini menjadi perhatian Pelatih PSMS Rudy William Keltjes dalam upaya membenahi performa skuad PSMS menjelang laga lanjutan, Januari mendatang.
Dari pantauan Rudi, tidak seluruh pemainnya sudah memiliki berat badan yang ideal. Beberapa pemain mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Namun tak sedikit pula yang berat badannya tidak memenuhi standar alias kekurangan berat badan.
“Jika pemain badannya terlalu berat membuat pemain cepat lelah. Saya harap, di jeda waktu ini pemain bisa mengembalikan berat badannya ke posisi ideal,” ujarnya kepada wartawan tadi sore.
Tercatat ada tujuh memiliki berat badan berlebih. Empat di antaranya dinilai paling parah karena berat badannya berlebih hingga 5,7-6,6 kg. Sementara, tiga di antaranya berada pada kisaran yang lebih kecil, yakni 2,5-3 kg. “Kalau berat badannya lebih atau kurang satu kilo itu masib bisa ditolerir,” bebernya.
Sementara untuk pemain yang berat badannya kurang dari ideal tercatat ada delapan pemain. Kisaran timbangannya 2-5,5 kilogram kurang dari ideal. “Pemain yang berat badannya kurang saya anjurkan untuk menambah porsi makannya biar tidak melayang,” pungkas Rudi.
Mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura ini berharap pemain bisa secara profesional untuk mengurangi berat badannya.
“Saya hanya bisa menganjurkan, selebihnya terserah pemain. Kalau memang mau, pasti mainnya tidak cepat lelah dan akan saya pasangkan di pertandingan. Tapi kalau tidak, harus diam di bangku cadangan,” tegas mantan bintang Niac Mitra itu.
Dari pantauan Rudi, tidak seluruh pemainnya sudah memiliki berat badan yang ideal. Beberapa pemain mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Namun tak sedikit pula yang berat badannya tidak memenuhi standar alias kekurangan berat badan.
“Jika pemain badannya terlalu berat membuat pemain cepat lelah. Saya harap, di jeda waktu ini pemain bisa mengembalikan berat badannya ke posisi ideal,” ujarnya kepada wartawan tadi sore.
Tercatat ada tujuh memiliki berat badan berlebih. Empat di antaranya dinilai paling parah karena berat badannya berlebih hingga 5,7-6,6 kg. Sementara, tiga di antaranya berada pada kisaran yang lebih kecil, yakni 2,5-3 kg. “Kalau berat badannya lebih atau kurang satu kilo itu masib bisa ditolerir,” bebernya.
Sementara untuk pemain yang berat badannya kurang dari ideal tercatat ada delapan pemain. Kisaran timbangannya 2-5,5 kilogram kurang dari ideal. “Pemain yang berat badannya kurang saya anjurkan untuk menambah porsi makannya biar tidak melayang,” pungkas Rudi.
Mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura ini berharap pemain bisa secara profesional untuk mengurangi berat badannya.
“Saya hanya bisa menganjurkan, selebihnya terserah pemain. Kalau memang mau, pasti mainnya tidak cepat lelah dan akan saya pasangkan di pertandingan. Tapi kalau tidak, harus diam di bangku cadangan,” tegas mantan bintang Niac Mitra itu.
Keltjes akan bawa PSMS ke ISL?

MEDAN – Kegagalan mempertahankan posisi PSMS di kancah Liga Super Indonesia sampai sekarang masih menghantui Rudi Keltjes. Bagi pelatih yang telah resmi menangani PSMS ini, hal itu merupakan kegagalan yang cukup pahit dalam karirnya sebagai pelatih.
Untuk itu, pelatih bernama lengkap Rudi William Keltjes ini tidak ingin kegagalan itu menerpa dirinya lagi. Musim ini, Keltjes bertekad mengantarkan kembali PSMS ke habitatnya, yakni kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional Indonesia Super Lengue (ISL). Bukan di Divisi Utama seperti saat ini.
“Saya pernah bersama PSMS sebelumnya. Di tujuh sisa pertandingan saya diminta untuk membangkitkan tim. Saat itu saya anggap saya gagal. Tapi tidak kali ini. Saya ingin di sisa hidup saya ini PSMS lebih baik,” ujar Keltjes, tadi malam. Hal itu juga disampaikannya dalam visi dan misinya kepada pengurus dan manajemen di Garuda Plaza Hotel Medan.
Keltjes memang tidak muluk-muluk. Meskipun kalah beruntun dalam tiga laga terakhir, kompetisi masih panjang. Artinya, belum tertutup kesempatan untuk PSMS bisa kembali berlaga di ISL. Di tangan pelatih yang rambutnya dipenuhi uban ini harapan yang sebelumnya redup kembali hidup.
Apalagi, menurut Keltjes, PSMS saat ini punya materi yang mumpuni untuk mewujudkan harapan itu. Kehadiran Kurniawan Dwi Yulianto plus wajah-wajah asing seperti Jose Sebastian dan Gaston selayaknya membuat Ayam Kinantan diperhitungkan.
“Saya penasaran dengan tim ini. Itu kenapa ketika ada tawaran saya langsung mau. Padahal, ada beberapa tim lain yang sebelumnya sudah menghubungi saya, tapi PSMS berbeda. Liga Super kalau tidak ada PSMS dan Persebaya tidak lengkap. Kesempatan itu masih terbuka,” ucap mantan bintang Niac Mitra ini.
Dia berharap, di tangannya, pelatih dan manajemen bisa bekerjasama membangun PSMS.
Keltjes Ingin Benahi Mental Pemain
PSMS akan gelar latihan perdana bersama pelatih anyar, Rudi William Keltjes, hari ini. Banyak hal yang harus dibenahi pelatih asal Surabaya itu. Terutama mental dan ketahanan fisik pemain.
Mental merupakan hal utama yang dilirik Keltjes. Hal itu terbukti dengan kunjungannya ke sejumlah kediaman pemain. Setidaknya ada tiga pemain yang sudah dikunjunginya secara pribadi. Mereka adalah Harry Syahputra, Kurniawan Dwi Yulianto dan Affan Lubis.Kunjungan itu dianggap penting. Selain berbicara dengan pemain, Keltjes juga tak sungkan ngobrol dengan kelurga pemain. Tentu tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemain menatap kompetisi selanjutnya. Mental harus tetap terjaga. “Saya sudah berbicara dengan pemain sesaat setelah saya datang ke Medan. Namun di saat jeda, saya juga berkunjung ke rumah para pemain dan berbicara lebih pribadi,” kata Keltjes Minggu (12/12).
Untuk latihan perdana hari ini, Keltjes mengatakan akan melihat dulu kondisi terakhir tim. Ia akan melihat sejauh mana ketahanan fisik pemain. Kalau dinilai kurang, kemungkinan akan digenjot lebih dulu sebelum masuk ke materi lainnya. “Kalau sudah cukup, berarti tinggal mempertahankan stamina yang sudah ada saja,” katanya.
Di samping itu, Keltjes juga kerap memotivasi para pemain. Keltjes berharap skuad PSMS saat ini bisa bermain dengan ciri khas Medan yang sempat membahana. Apalagi kalau bukan gaya rap-rap. “Anak Medan, wajib main seperti anak Medan. Itu yang sudah lama tak terlihat,” sambungnya. (ful)
Mental merupakan hal utama yang dilirik Keltjes. Hal itu terbukti dengan kunjungannya ke sejumlah kediaman pemain. Setidaknya ada tiga pemain yang sudah dikunjunginya secara pribadi. Mereka adalah Harry Syahputra, Kurniawan Dwi Yulianto dan Affan Lubis.Kunjungan itu dianggap penting. Selain berbicara dengan pemain, Keltjes juga tak sungkan ngobrol dengan kelurga pemain. Tentu tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemain menatap kompetisi selanjutnya. Mental harus tetap terjaga. “Saya sudah berbicara dengan pemain sesaat setelah saya datang ke Medan. Namun di saat jeda, saya juga berkunjung ke rumah para pemain dan berbicara lebih pribadi,” kata Keltjes Minggu (12/12).
Untuk latihan perdana hari ini, Keltjes mengatakan akan melihat dulu kondisi terakhir tim. Ia akan melihat sejauh mana ketahanan fisik pemain. Kalau dinilai kurang, kemungkinan akan digenjot lebih dulu sebelum masuk ke materi lainnya. “Kalau sudah cukup, berarti tinggal mempertahankan stamina yang sudah ada saja,” katanya.
Di samping itu, Keltjes juga kerap memotivasi para pemain. Keltjes berharap skuad PSMS saat ini bisa bermain dengan ciri khas Medan yang sempat membahana. Apalagi kalau bukan gaya rap-rap. “Anak Medan, wajib main seperti anak Medan. Itu yang sudah lama tak terlihat,” sambungnya. (ful)
Monday, December 13, 2010
Keltjes Latih Perdana PSMS
Pelatih baru PSMS Medan Rudy William Keltjes,Senin (13/12), memulai latihan perdana di Stadion Kebun Bunga Medan, markas PSMS. Latihan hari ini merupakan latihan pertama bagi Kurniawan Dwi Yulianto dkk setelah manajemen Ayam Kinantan mengganti pelatih kepala Zulkarnain Pasaribu dengan Rudy Wiliiam Keltjes, pekan lalu.
Zulkarnain Pasaribu diganti manajemen terkait hasil buruk yang diderita PSMS selama pertandingan tandang ke Aceh dan Bangkulu pekan lalu dalam lanjutan Liga Divisi Utama 2010/2011. Manajemen berkesimpulan Zulkarnain penyebab kekalahan beruntun itu.
Latihan perdana lebih banyak diisi saling berkenalan dilanjutkan latihan ringan. "TIdak ada yang istimewa dari latihan hari ini.Pelatih Rudy Keltjes masih melatih dengan teknik yang ringan saja.Sore nanti latihan akan dilanjutkan," kata Asisten Palatih PSMS Suyono kepada Tempo.
Menurut Suyono, pemain menyambut penggantian pelatih. "Semua menyambut positif sebagai pemain bola profesional," ujar Suyono.
Azuan Lubis, pemain tengah PSMS mengatakan pergantian pelatih merupakan hal yang lumrah. "Kami wajib mendukung siapa pun pelatihnya. Kami bermain baik bukan untuk seorang pelatih, tapi untuk mengangkat prestasi tim PSMS," kata Lubis.
Pemain bertahan PSMS Harry Ayahputra menambahkan, visi di PSMS mengangkat prestasi tim Ayam Kinantan. "Jadi siapapun pelatihnya akan kami dukung," kata Harry. (sehat simatupang/tempo)
Zulkarnain Pasaribu diganti manajemen terkait hasil buruk yang diderita PSMS selama pertandingan tandang ke Aceh dan Bangkulu pekan lalu dalam lanjutan Liga Divisi Utama 2010/2011. Manajemen berkesimpulan Zulkarnain penyebab kekalahan beruntun itu.
Latihan perdana lebih banyak diisi saling berkenalan dilanjutkan latihan ringan. "TIdak ada yang istimewa dari latihan hari ini.Pelatih Rudy Keltjes masih melatih dengan teknik yang ringan saja.Sore nanti latihan akan dilanjutkan," kata Asisten Palatih PSMS Suyono kepada Tempo.
Menurut Suyono, pemain menyambut penggantian pelatih. "Semua menyambut positif sebagai pemain bola profesional," ujar Suyono.
Azuan Lubis, pemain tengah PSMS mengatakan pergantian pelatih merupakan hal yang lumrah. "Kami wajib mendukung siapa pun pelatihnya. Kami bermain baik bukan untuk seorang pelatih, tapi untuk mengangkat prestasi tim PSMS," kata Lubis.
Pemain bertahan PSMS Harry Ayahputra menambahkan, visi di PSMS mengangkat prestasi tim Ayam Kinantan. "Jadi siapapun pelatihnya akan kami dukung," kata Harry. (sehat simatupang/tempo)
Friday, November 26, 2010
Ubah Taktik
PSMS mulai melakoni laga away pertama musim ini dengan lawatan ke markas Persiraja Banda Aceh, Minggu (28/11) mendatang. Persiraja merupakan lawan berat. Apalagi harus dilawan di kandang mereka. Maka itu, perubahan taktik mulai diperagakan.
Dalam dua pertandingan tandang terakhir menghadapi Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan belum pernah sekalipun merah angka. 18 Oktober 2007 silam, PSMS ditaklukkan 1-0. Sementara 23 Februari yang lalu, PSMS juga harus menerima kekalahan 2-0.
Perubahan taktik dimaksudkan agar PSMS bisa mencuri poin dari lawatan itu. Tak tanggung-tanggung, poin yang ditargetkan tercuri adalah tiga poin. Kalau tak mampu, satu angka minimal mesti dibawa pulang.
Untuk mengusung tekad tersebut, 18 pemain diboyong ke markas Persiraja. Tim akan bertolak menuju Banda Aceh Jumat (26/11) sore ini menggunakan pesawat dan dipimpin Pelatih Kepala Zulkarnain Pasaribu.
“Targetnya mencuri poin. Kalau bisa tiga poin kenapa harus satu poin. Tapi paling tidak kami bisa meraih satu poin,” kata asisten pelatih PSMS, Suyono.
Untuk memuluskan langkah meraih tiga angka, perubahan taktik mulai diperagakan pada latihan terakhir di Stadion Teladan kemarin sore. Ada perubahan signifikan yang terjadi pada skema tim yang bakal diplot untuk meredam ambisi tim tuan rumah. Di lini belakang, Zulkarnain tetap memplot tiga pemain belakang. Nama seperti Vagner Luis, Novi Hendriawan dan Rachmat tampak diplot sebagai pemain inti. Perubahan mencolok terjadi di lini tengah. Memperkuat pertahanan di lini medio ini, gelandang bertahan senior M Affan Lubis dipasang menggantikan Jose Sebastian dan diduetkan dengan tandemnya Faisal Azmi bersama Zulkarnain membantu sektor penyerangan. Di sayap belakang, duet Ari Yuganda dan pemain mungil Azuan Lubis tak tergantikan.
Di lini depan, skema seperti laga tandang tetap diusung. Mengandalkan duet striker Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano untuk menjadi penambang gol.
Menurut Suyono, perubahan sosok playmaker dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun, skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.
“Affan punya asisst yang baik. Posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” kata Yono. Pergantian itu juga tak lepas dari buruknya performa Jose pada laga terakhir menghadapi Persikabo Bogor. “Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir,” sebutnya.
Menurut Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Apalagi, PSMS akan langsung membawa pemain mengikuti dua laga berikutnya menghadapi PSAP 2 Desember mendatang dan PS Bengkulu 7 Desember.
“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan, pelatih fisik PSMS yang tidak ikut tur. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan langsung terbang ke Bengkulu,” pungkasnya. (ful)
Dalam dua pertandingan tandang terakhir menghadapi Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan belum pernah sekalipun merah angka. 18 Oktober 2007 silam, PSMS ditaklukkan 1-0. Sementara 23 Februari yang lalu, PSMS juga harus menerima kekalahan 2-0.
Perubahan taktik dimaksudkan agar PSMS bisa mencuri poin dari lawatan itu. Tak tanggung-tanggung, poin yang ditargetkan tercuri adalah tiga poin. Kalau tak mampu, satu angka minimal mesti dibawa pulang.
Untuk mengusung tekad tersebut, 18 pemain diboyong ke markas Persiraja. Tim akan bertolak menuju Banda Aceh Jumat (26/11) sore ini menggunakan pesawat dan dipimpin Pelatih Kepala Zulkarnain Pasaribu.
“Targetnya mencuri poin. Kalau bisa tiga poin kenapa harus satu poin. Tapi paling tidak kami bisa meraih satu poin,” kata asisten pelatih PSMS, Suyono.
Untuk memuluskan langkah meraih tiga angka, perubahan taktik mulai diperagakan pada latihan terakhir di Stadion Teladan kemarin sore. Ada perubahan signifikan yang terjadi pada skema tim yang bakal diplot untuk meredam ambisi tim tuan rumah. Di lini belakang, Zulkarnain tetap memplot tiga pemain belakang. Nama seperti Vagner Luis, Novi Hendriawan dan Rachmat tampak diplot sebagai pemain inti. Perubahan mencolok terjadi di lini tengah. Memperkuat pertahanan di lini medio ini, gelandang bertahan senior M Affan Lubis dipasang menggantikan Jose Sebastian dan diduetkan dengan tandemnya Faisal Azmi bersama Zulkarnain membantu sektor penyerangan. Di sayap belakang, duet Ari Yuganda dan pemain mungil Azuan Lubis tak tergantikan.
Di lini depan, skema seperti laga tandang tetap diusung. Mengandalkan duet striker Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano untuk menjadi penambang gol.
Menurut Suyono, perubahan sosok playmaker dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun, skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.
“Affan punya asisst yang baik. Posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” kata Yono. Pergantian itu juga tak lepas dari buruknya performa Jose pada laga terakhir menghadapi Persikabo Bogor. “Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir,” sebutnya.
Menurut Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Apalagi, PSMS akan langsung membawa pemain mengikuti dua laga berikutnya menghadapi PSAP 2 Desember mendatang dan PS Bengkulu 7 Desember.
“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan, pelatih fisik PSMS yang tidak ikut tur. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan langsung terbang ke Bengkulu,” pungkasnya. (ful)
SMeCK dan PSMS FC Saling Lempar Batu (hal Ini Jangan Dicontoh...)
Usai meraih poin penuh melawan Persikabo (23/11) lalu, PSMS harus menanggung malu. Hal itu disebabkan ributnya dua kelompok suporter PSMS antara Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan dan PSMS Medan
Fans Club.
Keributan itu dipicu perselisihan kedua kelompok, saat mengawal bus pemain PSMS menuju mess pemain di Stadion Kebun Bunga. Menurut pihak PSMS FC, keributan dipicu arogansi kelompok SMeCK saat mengawal tim di Stadion Teladan. Hal itu diutarakan Ketua PSMS FC, Jannes Simanjuntak. “Beberapa dari mereka (anggota SMeCK) ditunjuk panpel sebagai steward menjaga pemain. Melihat banyaknya fans yang mengerubungi pemain usai pertandingan, anggota PSMS FC berinsiatif membantu. Tapi, mereka menolak dengan kasar,” ungkap Jannes.
Keributan berlanjut ketika PSMS FC mencoba mengikuti tim ke Stadion Kebun Bunga. Di sana, anggota PSMS FC dihadang tak boleh masuk Stadion Kebun Bunga. Karena mendesak masuk, terjadi saling lempar batu. Beruntung tak ada yang terluka.
Pihak SMeCK pun berusaha klarifikasi. Lewat ketuanya Nata Simangunsong, didapat penjelasan bahwa pihaknya sudah berdamai dengan PSMS FC. Menurut Nata, cek-cok itu terjadi akibat miss komunikasi. “Kami sudah selesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Untuk hal ini pasti ada evaluasi” kata Nata.
Akibat keributan itu, pemain dan pengurus PSMS yang jadi korban. Sebut saja istri kapten tim Zulkarnain yang harus menahan sakit di dada karena lemparan batu. Mobil Sekum PSMS, Idris pun lecet bagian depannya karena lemparan batu. Idris membenarkan kejadian itu. Namun, pihaknya telah mendamaikan kedua suporter PSMS itu. “Sudah kami damaikan saat itu juga. Kami ajak duduk bersama. Kalau memang terjadi lagi, mereka akan langsung berurusan dengan polisi,” tegas Idris. (ful)
Fans Club.
Keributan itu dipicu perselisihan kedua kelompok, saat mengawal bus pemain PSMS menuju mess pemain di Stadion Kebun Bunga. Menurut pihak PSMS FC, keributan dipicu arogansi kelompok SMeCK saat mengawal tim di Stadion Teladan. Hal itu diutarakan Ketua PSMS FC, Jannes Simanjuntak. “Beberapa dari mereka (anggota SMeCK) ditunjuk panpel sebagai steward menjaga pemain. Melihat banyaknya fans yang mengerubungi pemain usai pertandingan, anggota PSMS FC berinsiatif membantu. Tapi, mereka menolak dengan kasar,” ungkap Jannes.
Keributan berlanjut ketika PSMS FC mencoba mengikuti tim ke Stadion Kebun Bunga. Di sana, anggota PSMS FC dihadang tak boleh masuk Stadion Kebun Bunga. Karena mendesak masuk, terjadi saling lempar batu. Beruntung tak ada yang terluka.
Pihak SMeCK pun berusaha klarifikasi. Lewat ketuanya Nata Simangunsong, didapat penjelasan bahwa pihaknya sudah berdamai dengan PSMS FC. Menurut Nata, cek-cok itu terjadi akibat miss komunikasi. “Kami sudah selesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Untuk hal ini pasti ada evaluasi” kata Nata.
Akibat keributan itu, pemain dan pengurus PSMS yang jadi korban. Sebut saja istri kapten tim Zulkarnain yang harus menahan sakit di dada karena lemparan batu. Mobil Sekum PSMS, Idris pun lecet bagian depannya karena lemparan batu. Idris membenarkan kejadian itu. Namun, pihaknya telah mendamaikan kedua suporter PSMS itu. “Sudah kami damaikan saat itu juga. Kami ajak duduk bersama. Kalau memang terjadi lagi, mereka akan langsung berurusan dengan polisi,” tegas Idris. (ful)
Subscribe to:
Posts (Atom)