Wednesday, December 15, 2010

Ramai-ramai Turunkan Berat Badan

Ternyata, hampir seluruh pemain PSMS musim ini kelebihan berat badan. Di tangan Keltjes, para pemain dengan bobot tubuh berlebih ini diwajibkan menurunkan berat badannya dalam waktu yang telah ditentukan. Di samping banyak pemain tambun, ada juga pemain yang diharuskan menambah berat badannya.

Diet merupakan jawaban. Apalagi Keltjes sudah menyatakan kepada para pemain agar mengembalikan gaya main ala PSMS di masa lampau. Keras, bermutu dan tak kenal kompromi. “Empat pemain tercatat kelebihan berat badan. Kalau terlalu gemuk, akan membuat pemain cepat capek. Di masa jeda ini, seluruh pemain yang punya masalah dengan berat badan, harus bisa kembali ke berat ideal,” kata Keltjes.

Empat pemain dengan berat tak ideal ini, tampaknya harus kerja keras menurunkan berat badan. Pasalnya, selisih berat yang ideal cukup mencengangkan. Ada pemain yang harus menurunkan berat badan hingga 6,6 Kg dan 5,7 Kg. Selebihnya standar, antara 2,5 sampai 3 kg.

Permainan keras ala PSMS dulu, hanya bisa dilakukan dengan berat badan ideal. Untuk itu, dia akan mewanti-wanti pemain untuk berlatih sendiri menurunkan berat badan. Namun, mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura ini berharap pemain lebih profesional untuk mengurangi berat badannya.

Bagi yang gagal turunkan berat badan, bangku cadangan tampaknya akan menjadi teman setia para pemain tambun itu. “Saya sudah anjurkan agar kembalikan berat ke posisi ideal. Kalau tak bisa, berarti si pemain tak mau. Pemain begini hanya bisa duduk di bangku cadangan,” kata Keltjes.

Tiga pemain asing juga tak luput dari kondisi ini. Yang terpantau cukup mengalami masalah ini adalah Jose Sebastian. Konon Sebastian over berat badan hingga 8 Kg.

Sedangkan pemain yang kekurusan, dianjurkan untuk lebih sering menyantap makanan bergizi tinggi. Ada di antara pemain PSMS yang kekurangan berat badan 2-5,5 Kg. (ful)

Tuesday, December 14, 2010

Rudi bangun kedekatan dengan pemain

MEDAN - Hubungan emosional yang kental antar pemain dengan pelatih berdampak besar pada perkembangan tim. Jika hubungan antar kedua elemen harmonis, tentunya suasana dalam tim akan positif sehingga tujuan yang ingin dicapai lebih mudah terwujud.

Hal itu yang disadari Rudi Keltjes sebagai langkah awal yang dilakukan dalam menjalani tugasnya sebagai arsitek baru PSMS. Sebagai orang baru, ia tentu belum terlalu kenal dengan skuad yang ada saat ini. Untuk itu Rudi mulai membangun hubungan emosionalnya dengan Kurniawan Dwi Yulianto cs.

Salah satunya dengan bersilaturahmi ke rumah para pemain. Rumah stoper PSMS Hary Syaputra menjadi pemain yang pertama dikunjungi.

Pemain yang pernah merasakan tangan dingin Rudy Keltjes di timnas Indonesia U-19 itu menerima kedatangan mantan pelatih Persebaya Surabaya itu. “Di tim ini, pemain itu anak-anak saya. Sebagai bapak saya harus bisa jadi orangtua yang baik,” ujarnya.

Harry yang sebelumnya sempat tergoyahkan posisi sebagai starter, menurut Rudi, punya talenta yang dibutuhkan timnya. Ditangannya, ia optimis masa depan mantan pemain timnas itu akan kembali bersinar.

“Saya tahu Hary, dia itu pemain bagus. Saya yang ambil dia waktu di timnas U-19 (Piala Pelajar Asia U-19 tahun 2000 lalu), bersama Firman Utina (kapten timnas saat ini). Bahkan Hary lebih senior dari Firman,” bebernya.

Setelah Harry, Rudi akan bergiliran melakukan kunjungan ke rumah pemain lainnya. Tentunya para pemain yang bertempat tinggal di Medan. Pola pendekatan yang dilakukan mantan bintang Niac Mitra ini kepada skuad PSMS pun disambut positif Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sebagai pelatih baru, menurut Benny, pendekatan yang dijalankan Keltjes kepada pemain memang sangat tepat. “Saya tahu dia mau mengunjungi rumah pemain. Menurut saya itu tepat,” sebut Benny.

Rudy ingin idealkan berat badan pemain

EDAN - Berat badan yang ideal selayaknya harus dimiliki pemain sepakbola untuk mendukung gaya permainan yang diterapkan. Hal itu yang kini menjadi perhatian Pelatih PSMS Rudy William Keltjes dalam upaya membenahi performa skuad PSMS menjelang laga lanjutan, Januari mendatang.

Dari pantauan Rudi, tidak seluruh pemainnya sudah memiliki berat badan yang ideal. Beberapa pemain mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Namun tak sedikit pula yang berat badannya tidak memenuhi standar alias kekurangan berat badan.

“Jika pemain badannya terlalu berat membuat pemain cepat lelah. Saya harap, di jeda waktu ini pemain bisa mengembalikan berat badannya ke posisi ideal,” ujarnya kepada wartawan tadi sore.

Tercatat ada tujuh memiliki berat badan berlebih. Empat di antaranya dinilai paling parah karena berat badannya berlebih hingga 5,7-6,6 kg. Sementara, tiga di antaranya berada pada kisaran yang lebih kecil, yakni 2,5-3 kg. “Kalau berat badannya lebih atau kurang satu kilo itu masib bisa ditolerir,” bebernya.

Sementara untuk pemain yang berat badannya kurang dari ideal tercatat ada delapan pemain. Kisaran timbangannya 2-5,5 kilogram kurang dari ideal. “Pemain yang berat badannya kurang saya anjurkan untuk menambah porsi makannya biar tidak melayang,” pungkas Rudi.

Mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura ini berharap pemain bisa secara profesional untuk mengurangi berat badannya.

“Saya hanya bisa menganjurkan, selebihnya terserah pemain. Kalau memang mau, pasti mainnya tidak cepat lelah dan akan saya pasangkan di pertandingan. Tapi kalau tidak, harus diam di bangku cadangan,” tegas mantan bintang Niac Mitra itu.

Keltjes akan bawa PSMS ke ISL?


MEDAN – Kegagalan mempertahankan posisi PSMS di kancah Liga Super Indonesia sampai sekarang masih menghantui Rudi Keltjes. Bagi pelatih yang telah resmi menangani PSMS ini, hal itu merupakan kegagalan yang cukup pahit dalam karirnya sebagai pelatih.

Untuk itu, pelatih bernama lengkap Rudi William Keltjes ini tidak ingin kegagalan itu menerpa dirinya lagi. Musim ini, Keltjes bertekad mengantarkan kembali PSMS ke habitatnya, yakni kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional Indonesia Super Lengue (ISL). Bukan di Divisi Utama seperti saat ini.

“Saya pernah bersama PSMS sebelumnya. Di tujuh sisa pertandingan saya diminta untuk membangkitkan tim. Saat itu saya anggap saya gagal. Tapi tidak kali ini. Saya ingin di sisa hidup saya ini PSMS lebih baik,” ujar Keltjes, tadi malam. Hal itu juga disampaikannya dalam visi dan misinya kepada pengurus dan manajemen di Garuda Plaza Hotel Medan.

Keltjes memang tidak muluk-muluk. Meskipun kalah beruntun dalam tiga laga terakhir, kompetisi masih panjang. Artinya, belum tertutup kesempatan untuk PSMS bisa kembali berlaga di ISL. Di tangan pelatih yang rambutnya dipenuhi uban ini harapan yang sebelumnya redup kembali hidup.

Apalagi, menurut Keltjes, PSMS saat ini punya materi yang mumpuni untuk mewujudkan harapan itu. Kehadiran Kurniawan Dwi Yulianto plus wajah-wajah asing seperti Jose Sebastian dan Gaston selayaknya membuat Ayam Kinantan diperhitungkan.

“Saya penasaran dengan tim ini. Itu kenapa ketika ada tawaran saya langsung mau. Padahal, ada beberapa tim lain yang sebelumnya sudah menghubungi saya, tapi PSMS berbeda. Liga Super kalau tidak ada PSMS dan Persebaya tidak lengkap. Kesempatan itu masih terbuka,” ucap mantan bintang Niac Mitra ini.

Dia berharap, di tangannya, pelatih dan manajemen bisa bekerjasama membangun PSMS.

Keltjes Ingin Benahi Mental Pemain

PSMS akan gelar latihan perdana bersama pelatih anyar, Rudi William Keltjes, hari ini. Banyak hal yang harus dibenahi pelatih asal Surabaya itu. Terutama mental dan ketahanan fisik pemain.

Mental merupakan hal utama yang dilirik Keltjes. Hal itu terbukti dengan kunjungannya ke sejumlah kediaman pemain. Setidaknya ada tiga pemain yang sudah dikunjunginya secara pribadi. Mereka adalah Harry Syahputra, Kurniawan Dwi Yulianto dan Affan Lubis.Kunjungan itu dianggap penting. Selain berbicara dengan pemain, Keltjes juga tak sungkan ngobrol dengan kelurga pemain. Tentu tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemain menatap kompetisi selanjutnya. Mental harus tetap terjaga. “Saya sudah berbicara dengan pemain sesaat setelah saya datang ke Medan. Namun di saat jeda, saya juga berkunjung ke rumah para pemain dan berbicara lebih pribadi,” kata Keltjes Minggu (12/12).

Untuk latihan perdana hari ini, Keltjes mengatakan akan melihat dulu kondisi terakhir tim. Ia akan melihat sejauh mana ketahanan fisik pemain. Kalau dinilai kurang, kemungkinan akan digenjot lebih dulu sebelum masuk ke materi lainnya. “Kalau sudah cukup, berarti tinggal mempertahankan stamina yang sudah ada saja,” katanya.

Di samping itu, Keltjes juga kerap memotivasi para pemain. Keltjes berharap skuad PSMS saat ini bisa bermain dengan ciri khas Medan yang sempat membahana. Apalagi kalau bukan gaya rap-rap. “Anak Medan, wajib main seperti anak Medan. Itu yang sudah lama tak terlihat,” sambungnya. (ful)

Monday, December 13, 2010

Keltjes Latih Perdana PSMS

Pelatih baru PSMS Medan Rudy William Keltjes,Senin (13/12), memulai latihan perdana di Stadion Kebun Bunga Medan, markas PSMS. Latihan hari ini merupakan latihan pertama bagi Kurniawan Dwi Yulianto dkk setelah manajemen Ayam Kinantan mengganti pelatih kepala Zulkarnain Pasaribu dengan Rudy Wiliiam Keltjes, pekan lalu.

Zulkarnain Pasaribu diganti manajemen terkait hasil buruk yang diderita PSMS selama pertandingan tandang ke Aceh dan Bangkulu pekan lalu dalam lanjutan Liga Divisi Utama 2010/2011. Manajemen berkesimpulan Zulkarnain penyebab kekalahan beruntun itu.

Latihan perdana lebih banyak diisi saling berkenalan dilanjutkan latihan ringan. "TIdak ada yang istimewa dari latihan hari ini.Pelatih Rudy Keltjes masih melatih dengan teknik yang ringan saja.Sore nanti latihan akan dilanjutkan," kata Asisten Palatih PSMS Suyono kepada Tempo.

Menurut Suyono, pemain menyambut penggantian pelatih. "Semua menyambut positif sebagai pemain bola profesional," ujar Suyono.

Azuan Lubis, pemain tengah PSMS mengatakan pergantian pelatih merupakan hal yang lumrah. "Kami wajib mendukung siapa pun pelatihnya. Kami bermain baik bukan untuk seorang pelatih, tapi untuk mengangkat prestasi tim PSMS," kata Lubis.

Pemain bertahan PSMS Harry Ayahputra menambahkan, visi di PSMS mengangkat prestasi tim Ayam Kinantan. "Jadi siapapun pelatihnya akan kami dukung," kata Harry. (sehat simatupang/tempo)

Friday, November 26, 2010

Ubah Taktik

PSMS mulai melakoni laga away pertama musim ini dengan lawatan ke markas Persiraja Banda Aceh, Minggu (28/11) mendatang. Persiraja merupakan lawan berat. Apalagi harus dilawan di kandang mereka. Maka itu, perubahan taktik mulai diperagakan.

Dalam dua pertandingan tandang terakhir menghadapi Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan belum pernah sekalipun merah angka. 18 Oktober 2007 silam, PSMS ditaklukkan 1-0. Sementara 23 Februari yang lalu, PSMS juga harus menerima kekalahan 2-0.

Perubahan taktik dimaksudkan agar PSMS bisa mencuri poin dari lawatan itu. Tak tanggung-tanggung, poin yang ditargetkan tercuri adalah tiga poin. Kalau tak mampu, satu angka minimal mesti dibawa pulang.

Untuk mengusung tekad tersebut, 18 pemain diboyong ke markas Persiraja. Tim akan bertolak menuju Banda Aceh Jumat (26/11) sore ini menggunakan pesawat dan dipimpin Pelatih Kepala Zulkarnain Pasaribu.

“Targetnya mencuri poin. Kalau bisa tiga poin kenapa harus satu poin. Tapi paling tidak kami bisa meraih satu poin,” kata asisten pelatih PSMS, Suyono.

Untuk memuluskan langkah meraih tiga angka, perubahan taktik mulai diperagakan pada latihan terakhir di Stadion Teladan kemarin sore. Ada perubahan signifikan yang terjadi pada skema tim yang bakal diplot untuk meredam ambisi tim tuan rumah. Di lini belakang, Zulkarnain tetap memplot tiga pemain belakang. Nama seperti Vagner Luis, Novi Hendriawan dan Rachmat tampak diplot sebagai pemain inti. Perubahan mencolok terjadi di lini tengah. Memperkuat pertahanan di lini medio ini, gelandang bertahan senior M Affan Lubis dipasang menggantikan Jose Sebastian dan diduetkan dengan tandemnya Faisal Azmi bersama Zulkarnain membantu sektor penyerangan. Di sayap belakang, duet Ari Yuganda dan pemain mungil Azuan Lubis tak tergantikan.

Di lini depan, skema seperti laga tandang tetap diusung. Mengandalkan duet striker Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano untuk menjadi penambang gol.

Menurut Suyono, perubahan sosok playmaker dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun, skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.

“Affan punya asisst yang baik. Posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” kata Yono. Pergantian itu juga tak lepas dari buruknya performa Jose pada laga terakhir menghadapi Persikabo Bogor. “Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir,” sebutnya.

Menurut Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Apalagi, PSMS akan langsung membawa pemain mengikuti dua laga berikutnya menghadapi PSAP 2 Desember mendatang dan PS Bengkulu 7 Desember.
“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan, pelatih fisik PSMS yang tidak ikut tur. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan langsung terbang ke Bengkulu,” pungkasnya. (ful)

SMeCK dan PSMS FC Saling Lempar Batu (hal Ini Jangan Dicontoh...)

Usai meraih poin penuh melawan Persikabo (23/11) lalu, PSMS harus menanggung malu. Hal itu disebabkan ributnya dua kelompok suporter PSMS antara Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan dan PSMS Medan
Fans Club.

Keributan itu dipicu perselisihan kedua kelompok, saat mengawal bus pemain PSMS menuju mess pemain di Stadion Kebun Bunga. Menurut pihak PSMS FC, keributan dipicu arogansi kelompok SMeCK saat mengawal tim di Stadion Teladan. Hal itu diutarakan Ketua PSMS FC, Jannes Simanjuntak. “Beberapa dari mereka (anggota SMeCK) ditunjuk panpel sebagai steward menjaga pemain. Melihat banyaknya fans yang mengerubungi pemain usai pertandingan, anggota PSMS FC berinsiatif membantu. Tapi, mereka menolak dengan kasar,” ungkap Jannes.

Keributan berlanjut ketika PSMS FC mencoba mengikuti tim ke Stadion Kebun Bunga. Di sana, anggota PSMS FC dihadang tak boleh masuk Stadion Kebun Bunga. Karena mendesak masuk, terjadi saling lempar batu. Beruntung tak ada yang terluka.

Pihak SMeCK pun berusaha klarifikasi. Lewat ketuanya Nata Simangunsong, didapat penjelasan bahwa pihaknya sudah berdamai dengan PSMS FC. Menurut Nata, cek-cok itu terjadi akibat miss komunikasi. “Kami sudah selesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Untuk hal ini pasti ada evaluasi” kata Nata.

Akibat keributan itu, pemain dan pengurus PSMS yang jadi korban. Sebut saja istri kapten tim Zulkarnain yang harus menahan sakit di dada karena lemparan batu. Mobil Sekum PSMS, Idris pun lecet bagian depannya karena lemparan batu. Idris membenarkan kejadian itu. Namun, pihaknya telah mendamaikan kedua suporter PSMS itu. “Sudah kami damaikan saat itu juga. Kami ajak duduk bersama. Kalau memang terjadi lagi, mereka akan langsung berurusan dengan polisi,” tegas Idris. (ful)

Menanti Konsistensi Gaston

Gaston Castano sudah mendapatkan tempat di hati pecinta PSMS di Kota Medan. Itu berkat dua gol yang dikemasnya di dua laga terakhir. Satu gol saat melawan Persitara, dan satu lagi saat PSMS sua Persikabo.

Konsistensi mencetak gol si Gaston yang makin tenar karena pacaran dengan artis Julia Perez itu, masih harus dipertanyakan. Pada lawatan perdana PSMS ke Tanah Rencong, Gaston diharapkan mampu menunjukkan ketajamannya.
Dan hal itu tampaknya masih bisa dilakukan. Besar kemungkinan, Gaston akan diturunkan sebagai starter berduet dengan Kurniawan Dwi Yulianto, saat melawan Persiraja. Hal itu terlihat pada simulasi yang dilakukan pada sesi latihan kemarin.

Soal capaian Gaston di kompetisi sesungguhnya, dikatakan asisten manajer PSMS, Benny Tomasoa sebagai sebuah pembuktian. Sepanjang uji coba pra musim, Gaston sangat diragukan. Bahkan banyak pihak menilai, kontrak Gaston tak sesuai dengan kemampuannya. Ketika dituntut tampil lebih impressif, Gaston saat itu selalu bilang bahwa dia akan menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang sesungguhnya. Oke, tim pelatih dan pengurus menunggu hal itu.
“Dan dia sejauh ini berhasil membuktikannya. Dua gol dalam dua laga. Itu cukup baik,” kata Benny.

Jajaran pelatih pun tampaknya cukup puas. Kepercayaan masih diberikan. “Gaston sedang bagus. Dia harus menunjukkan kemampuannya di partai away,” seru Suyono. (ful)

Dana Beli Sepatu Rp500 Ribu

Prestasi gemilang PSMS di dua laga kandang ternyata tak begitu berpengaruh pada fasilitas punggawa Ayam Kinantan. Ya, setelah tak mendapat bonus kemenangan, menjelang lawatan ke markas Persiraja, pemain PSMS pun hanya mendapat duit sedikit. Per orang memperoleh Rp500 ribu. Dan, dana itu hanya untuk beli sepatu.

Bagi pebola masa kini, jumlah itu memang tidak banyak. Tapi lumayanlah untuk jadi pelipur lara. Apalagi pemain juga mendapatkan sepatu jogging dari manajemen dan panpel pertandingan.“Jadi anak-anak dapat sediki uang untuk beli sepatu. Uang itu sudah mulai dibagikan sejak kemarin,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Sekretaris Umum PSMS yang juga merangkap sebagai Manajer tim, Idris menuturkan, uang itu diberikan agar pemain bisa membeli sepatu pertandingan yang baru. Memang musim ini manajamen PSMS tidak menyediakan sepatu untuk para pemain. “Kenapa uang? Karena kami rasa lebih tepat. Kalau memang pemain menginginkan sepatu yang lebih bagus, dia bisa menambah dengan uang pribadinya,” ungkap Idris.

Pengurus dan manajemen juga menuturkan, dana hasil penjualan tiket pertandingan kandang sebagian akan disisihkan untuk biaya operasioal tim selama musim Divisi Utama 2010/2011 ini. Sebagai informasi, pada laga pertama melawan Persitara, panitia pelaksana berhasil meraup dana Rp120 juta dari penjualan tiket. Pada laga kedua melawan Persikabo, pendapatan dari tiket meningkat menjadi Rp140 juta.

“Dana tim seperti uang untuk tur berasal dari hasil jualan tiket pertandingan. Dana yang didapat dari tiket juga ada yang disisihkan untuk tim,” sambung Sekretaris PSMS, Agus Suriyono. (ful)

Affan Lubis jadi ‘starter’ lawan Persiraja

EDAN - Jelang menghadapi Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, Minggu (28/11) mendatang, perubahan susunan starter tampaknya bakal terjadi di barisan tengah.

Hal itu menyusul performa buruk gelandang asing PSMS, Jose Sebastian saat bentrok kontra Persikabo Bogor Selasa lalu. Untuk itu, posisi Jose di tim utama kemungkinan akan tergeser dan penggantinya tak lain adalah Affan Lubis.

Visi bermain Affan tampaknya masih dibutuhkan Ayam Kinantan untuk mendobrak lawan. Umpan-umpan matang gelandang berusia 34 tahun itu juga masih terlihat. Itu yang dibutuhkan duet Kurniawan dan Gaston Castano sebagai goal getter The Killer, julukan lain PSMS.

Asisten Pelatih PSMS Suyono membenarkan hal itu. Menurutnya, perubahan sosok playmaker di lini tengah dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.

“Affan sengaja dipasangkan untuk memperkuat lini tengah. Selain punya asupan bola yang baik, posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” ujar Suyono malam ini.

Sementara penampilan Jose memang terlihat menurun daripada laga perdana. Saat menghadapi Persikabo, Gelandang asal Argentina itu ditarik lebih awal bahkan sebelum babak pertama berakhir.

Sikapnya yang tempramental juga terlihat saat terlibat kericuhan dengan pemain Persikabo. Akibatnya ia harus menerima kartu kuning yang merupakan kerugian bagi PSMS. Ujungnya ia terlihat tidak terima saat ditarik keluar.

“Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir. Kemungkinan dia akan kita cadangkan dulu,” sebut Suyono.

Begitupun Jose tetap termasuk daftar pemain yang diboyong untuk tiga laga tandang melawan Persiraja, PSAP Sigli (2/12) dan PS Bengkulu pada 7 Desember mendatang.

Tiga laga tandang, PSMS bawa 18 pemain

[(WOL Photo/Austin Antariksa)] MEDAN - Dua ujian awal Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 telah mampu dilalui dengan manis oleh PSMS Medan. Kemenangan atas Persikabo Bogor (2-1 dan Persitara Jakarta Utara (2-1) menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan menghadapi ujian berikutnya.

Tiga lawan berat siap menghadang skuad asuhan Zulkarnain Pasaribu itu di kandang masing-masing. Yang pertama adalah Persiraja Banda Aceh pada 28 November. Selanjutnya, PSAP Sigli (3 Desember) dan PS Bengkulu (7 November). Untuk itu, PSMS mempersiapkan amunisinya dengan kekuatan 18 pemain yang akan bertolak dari Medan Jumat sore via Bandara Polonia.

Menurut Asisten Pelatih PSMS, Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Jika nanti selama tur ada yang cedera, pemain yang tinggal akan menyusul didampingi pelatih kiper Nasib Iwan.

“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan yang ‘jaga kandang’. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan terbang ke Bengkulu,” tandasnya.

18 pemain yang dibawa antara lain M Syahbani, Andi Setiawan (kiper), Novi Handriawan, Vagner Luis, Rachmad, Hary Syahputra, Putra Habibi, Ari Yuganda, Azuan Lubis, Juanda Effendi (bek), M Affan Lubis, Zulkarnain, Jose Sebastian, Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko (tengah), Gaston Castano, Kurniawan Dwi Yulianto dan Rinaldo (depan).

Rata-rata pemain tersebut sudah diturunkan di dua laga awal. Kecuali Vagner yang sebelumnya dokumennya urung tuntas. Juga Rinaldo dan Juanda Effendi yang masih menanti debutnya di Divisi Utama.

Khusus untuk Persiraja, inilah kesempatan PSMS untuk revans atas dua kekalahan musim lalu baik di kandang maupun tandang. Meskipun tak dipungkiri klub kota Serambi Mekah itu sangat sulit ditaklukkan di kandang.

Untuk itu, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa mengharapkan masyarakat Medan untuk terus mendukung dan mendoakan PSMS selama tur laga tandang. Dia berharap, PSMS bisa mencuri poin maksimal pada tiga laga tersebut.

“Yang pasti PSMS meminta dukungan dan doa masyarakat Medan untuk keberhasilan tim ini. Kami berharap, tur ini bias meraih hasil pon maksimal,” tandas Benny.

Musim ini PSMS tanpa bonus

MEDAN - Perjuangan Kurniawan Dwi Julianto cs meraih dua kemenangan pada laga awal Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 selayaknya mendapat penghargaan dari pengurus.

Dalam hal ini tak lain adalah bonus yang merupakan tunjangan di luar gaji jika tim sukses meraih target yang dicanangkan. Jika musim lalu kucuran bonus yang didapatkan pemain minim, kondisi lebih parah justru terjadi musim ini karena ditiadakan.

"Tidak ada bonus. Walaupun kita menang dua kali, pemain pun juga tidak menuntut bonus," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa baru-baru ini.

Sebelumnya memang Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin telah memastikan itu di hadapan seluruh pemain saat memberi motivasi kemarin. Tak dipungkiri keterbatasan dana menjadi alasan kuat ditiadakannya bonus musim ini.

“Hingga saat ini, PSMS hanya menggunakan APBD untuk membiayai tim. Belum ada sponsor dan pihak yang membantu keuangan tim,” jelas Eldin.

Padahal dua kemenangan yang diraih bukannya tanpa perjuangan ekstra keras. Lihat saja laga kontra Persikabo Bogor kemarin di mana skuad Ayam Kinantan jatuh bangun mengejar ketinggalan hingga akhirnya sukses meraih tiga poin. Bonus kemenangan tentu menjadi motivasi di laga berikutnya untuk tampil lebih baik.

Meskipun begitu, ditiadakannya bonus akan diganti dengan memberikan penghargaan kepada pemain berprestasi. Tidak jelas kapan akan diberikan reward tersebut, namun untuk setiap pertandingan akan ditunjuk beberapa orang yang terus memantau pemain berprestasi untuk dipertimbangkan mendapat ganjaran.

“Bagi pemain berprestasi akan ada reward nanti dan bagi pemain yang tidak berprestasi, ya hanya menerima gaji,” sebutnya lagi.

Keterbatasan dana PSMS juga membuat pembayaran gaji musim ini dua kali mengalami keterlambatan. Eldin sendiri berjanji agar bulan selanjutnya hal itu tak lagi terjadi. “Kami akan berupaya agar mulai bulan depan, pembayaran gaji tidak lagi akan terlambat,” ungkapnya.

Wednesday, November 24, 2010

Tendangan bebas penyemangat dari Yudha

MEDAN - Suasana di Stadion Teladan tegang. Betapa tidak, hingga 10 menit terakhir, PSMS masih tertinggal 0-1 dari tim tamu Persikabo Bogor dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Ketegangan pun menyelimuti hampir seluruh penjuru stadion.

Harapan terbesit saat wasit Fuji Suprayetno memberikan tendangan bebas untuk PSMS tepat di luar kotak penalti di menit ke 80. Affan Lubis, dan Tri Yudha Handoko salah satunya akan tampil sebagai eksekutor. Ternyata kesempatan diberikan kepada Yudha.

Eks gelandang PSDS itu pun menjawab kepercayaan itu. Tendangan kerasnya meluncur deras dan sedikit membentur mistar. Bola tak dapat diantisipasi Wawan Darmawan yang tampil di bawah mistar Persikabo. Kebuntuan pun pecah. Gol gelandang berusia 25 tahun itu menyelamatkan PSMS dari kekalahan.

Selanjutnya seisi stadion pun bersemangat terutama para pemain yang bertekad meraih tiga poin. Hingga akhirnya doa masyarakat Medan terkabul menyusul gol dari Gaston Castano yang memberikan kemenangan PSMS 2-1.

Usai peluit panjang, Yudha pun tak mampu menahan haru. Dia bersujud syukur di lapangan. Pelukan hangat dari pemain-pemain lainnya dan fans pun diterimanya. “Ini hari yang indah. Hari yang luar biasa. Saya tak dapat melukiskannya dengan kata-kata,” ungkap alumni Fakultas FISIP USU ini.

Gol itu pun dipersembahkannya untuk orang-orang yang disayanginya. Tak lain kedua orangtuanya dan tunangannya. “Gol ini untuk Ayah dan Ibu saya yang sedang berada di Mekkah menunaikan ibadah haji. Juga untuk tunangan saya Vivie yang selalu mendoakan dan mensupport saya,” tukas Yudha.

Sebelumnya tugas sebagai eksekutor tendangan bebas sebetulnya bukan menjadi perannya. Dalam latihan Affan Lubis, Jose Sebastian dan Gaston Castano yang ditunjuk sebagai eksekutor jika PSMS mendapatkan tendangan bebas.

“Memang biasanya Jose Sebastian, Affan dan Gaston yang kita tugaskan kalau ada tendangan bebas. Yudha tidak termasuk. Jadi tadi merupakan inisiatifnya. Tapi tendangannya memang bagus dan dia punya potensi untuk itu,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Suyono.

Gol dari tendangan bebas ini bukan kali pertama dilakukannya di PSMS. Sebelumnya pada laga ujicoba pramusim Yudha pernah mencetak gol lewat bola mati.

Ayam Kinantan menang dramatis

MEDAN - Dramatis! Itulah gambaran duel PSMS Medan kontra Persikabo Bogor di Stadion Teladan tadi malam. Kemenangan 2-1 yang diraih Zulkarnaen cs diraih dengan susah payah setelah sempat tertinggal hingga 10 menit menjelang laga berakhir.

Adalah Tri Yudha Handoko dan Gaston Castano yang tampil sebagai penyelamat lewat golnya di menit 80 dan 82. Pada laga tersebut, PSMS tampil dengan skema yang sama seperti sebelumnya.

Tidak ada nama Vagner Luiz yang sebelumnya dikabarkan sudah bisa diturunkan. Arsitek PSMS Zulkarnain Pasaribu menurunkan trio Putra Habibi, Novi Handriawan dan Rahmad mengawal barisan belakang. Di depan, tampil Gaston dan Kurniawan Dwi Yulianto didukung Faisal Azmi, Zulkarnaen dan Jose Sebastian.

Meski PSMS didukung puluhan ribu pendukungnya tak membuat Persikabo gentar. Anak asuh Mahyadi Rakasiwi itu justru mampu menyulitkan Ayam Kinantan. Kali ini, Saeran dipercayakan berduet dengan Ilham Hasan di barisan depan. Kepercayaan itu coba dijawab terobosan Saeran yang gagal disambar Ilham di menit 11.

Ketatnya duel tak ayal menimbulkan emosi tinggi bagi kedua tim. Di menit 22, sempat terjadi kericuhan antar kedua kubu yang menyebabkan wasit Fuji Suprayetno memberi sanksi kartu kuning untuk Sebastian. Di menit 31, tuan rumah tersentak setelah Salim Alydrus mencetak gol akibat kelengahan barisan belakang PSMS.

Gol tersebut membuat kepanikan di kubu PSMS. Pelatih Zulkarnain Pasaribu pun memasukkan Affan Lubis menggantikan Sebastian untuk meningkatkan daya dobrak PSMS. Enam menit babak kedua berjalan, Kurniawan yang lepas dari kawalan pemain belakang lawan mendapat peluang emas namun tendangan si Kurus mampu diamankan kiper Persikabo, Wawan Darmawan.

Zulkarnain Pasaribu kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Tri Yudha Handoko dan Harry Syahputra. Kepercayaan itu pun dijawab Yudha dengan sebuah gol dari tendangan bebas di menit 80. Dua menit berselang, keadaan berbalik ketka Gaston melepaskan tendangan yang sempat membentur pemain belakang Persikabo.

Bola yang berubah arah membuat kiper PersikaboWawan Darmawan tertegun dan PSMS unggul 2-1 hingga laga berakhir. Kemenangan ini pun disambut suka cita oleh anak-anak Ayam Kinantan.

“Terutama di babak pertama kita memang tidak bisa bermain lepas dan di bawah tekanan. Namun di babak kedua mereka mampu tampil lebih baik dan akhirnya kita bersyukur bisa meraih tiga angka,” tukas Asisten Pelatih PSMS, Suyono.

Susunan Pemain:
PSMS (4-3-3) Syahbani; Putra Habibi, Novi Handriawan, Rahmad; Ari Yuganda, Azuan Lubis, Faisal Azmi, Zulkarnain, Jose Sebastian; Gaston Castano, Kurniawan Dwi Yulianto

Persikabo (4-4-2): Wawan Darmawan; Kahudi Wahyu, Donny Fahamsyah, Susanto, Nopianto; Bona Simanjuntak, Dede Ariandi, Salim Alydrus, Dian Irawan; Saeran, Ilham Hasan

Tuesday, November 23, 2010

Ayam Kinantan siap berkokok lagi

MEDAN - PSMS Medan bersiap melakoni laga kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 kontra Persikabo Bogor besok malam di Stadion Teladan. Duet syarat gengsi ini bisa bertajuk pertarungan anak Medan. Mengapa demikian?

Pasalnya tak lain karena Mahyadi Rakasiwi, arsitek Persikabo merupakan eks pemain PSMS. Artinya duel ini merupakan reuni bagi gelandang PSMS era awal 90-an itu di Medan. Beradu taktik dengan seniornya, Zulkarnain Pasaribu, yang membesut PSMS merupakan kesempatan yang tak ingin dilewatkannya.

"PSMS klub yang pernah membesarkan saya. Jadi duel ini sangat penting bagi kami. Apalagi kita juga tidak ingin kehilangan poin di sini. Minimal satu poin sudah bagus," ujar Mahyadi, tadi malam.

Ditambah lagi dengan keberadaan beberapa anak Medan dalam skuad asuhan Mahyadi. Tercatat Bona Simanjuntak dan Nopianto merupakan pemain yang dibesarkan di Medan.

"Kita juga diperkuat pemain Medan. Jadi kita paham karakternya. Kita harapkan mereka mampu menghadang laju pemain PSMS dengan bermain all out," tukasnya.

Kehilangan Jean Boumsong yang cukup berpengaruh di barisan depan akan coba ditutupi dengan striker lainnya. "Selain Jibby, kita sudah siapkan pengganti Boumsong," tambahnya.

Bagi tuan rumah tak ada cerita gentar. Kemenangan atas Persitara 2-1 di laga perdana tak dipungkiri menjadi motivasi bagi Kurniawan cs. Kesempatan terbuka lebar untuk tiga poin berikutnya. Dengan dukungan penuh pendukungnya, PSMS tampil lebih bersemangat.

Untuk skema permainan, tidak akan terlalu banyak perubahan. Duet Gaston dan Kurniawan kembali menjadi andalan. Dua gol PSMS ke gawang Persitara menjadi bukti duet anyar itu pantas diandalkan. Perubahan akan terjadi di lini tengah.

Affan Lubis yang performanya menawan pada laga sebelumnya akan turun di posisi line up. Posisi Faisal Azmi akan tergeser, sementara Jose Sebastian yang sempat cedera dipastikan bisa tampil.

Kabar baik berhembus untuk barisan belakang. Vagner Luiz yang sebelumnya absen karena verifikasi belum turun hampir pasti bisa diturunkan. Verifikasi dari PT Liga Indonesia telah diterima PSMS dan tinggal menunggu pengesahan.

"Vagner sudah tidak ada masalah. Pengesahannya paling lama akan kita terima besok," tukas Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

So, tidak ada alasan bagi PSMS untuk gagal mempersembahkan poin penuh. Ayam Kinantan pun siap berkokok lagi di Teladan.

Perkiraan Pemain:
PSMS (3-5-2): Sabani; Novi, Vagner, Rahmat; Azuan Lubis, Affan Lubis, Jose Sebastian, Zulkarnaen, Ari Yuganda; Gaston Castano, Kurniawan

Persikabo (4-4-2): Wawan Darmawan; Kahudi Wahyu, Nanmi Hughes, Rozaly,

Nopianto; Salim Alydrus, Bona Simanjuntak, Anton Sambas, Chyril Chana; Jibby Wuwungan, Ilham Hasan

Panpel raup Rp116 juta dari laga perdana

MEDAN - Laga perdana PSMS Medan kontra Persitara Jakarta Utara yang digelar Jumat (19/11) malam lalu mendatangkan keuntungan. Seperti target awal, panitia pelaksana bertekad mendatangkan warga Medan lebih banyak ke Stadion Teladan.

Dari 15 ribu tiket yang dicetak pada laga perdana dengan rincian 400 tribun VIP, 4600 tribun tertutup, 7000 tribun terbuka dan 3000 untuk fans, panpel meraup Rp116.950.000 dari penjualan tiket.

"Tiket memang tidak habis terjual, namun kita meraih 116 juta lebih dari penjualan tiket," ujar Wakil Ketua Panpel, Hendra DS tadi sore.

Pada laga kontra Persikabo Bogor besok(hari ini), panpel akan mencetak tiket yang sama seperti laga perdana. "Tidak ada perubahan. Kita harapkan kali ini akan lebih banyak yang menyaksikan PSMS di stadion," tukas eks Manajer PSMS musim lalu ini.

Menurut Sekretaris Umum PSMS yang juga Ketua Panpel, Idris SE, peningkatan jumlah penonton memang signifikan daripada saat laga digelar sore hari. "Sangat signifikan. Bisa mencapai 200 persen," terang Idris.

Begitupun laga yang digelar malam bukannya tanpa pertimbangan. Selain keuntungan, ternyata banyak keluhan yang disampaikan. Contohnya dari media yang mengeluhkan kondisi pencahayaan yang menghambat fotografer menghasilkan foto bagus. Menurut koordinator teknis, Julius Raja, akan menggelar evaluasi terkait penyelenggaraan pertandingan di malam hari.

"Memang main malam itu juga memiliki hambatan, misalnya lampu membutuhkan oli, keamanan juga dilipatgandakan karena tidak terlalu jelas jika ada lemparan. Satu lagi kalau hujan lebat, kita tidak bisa menunda pertandingan. Nanti setelah dua kali laga kandang, kita akan evaluasi," tukas pria yang akrab disapa King ini.

Pembalasan

MEDAN-PSMS akan kembali menjalani laga kandang di Stadion Teladan Medan, pukul 19.00 WIB malam ini. Lawan yang bakal dijegal adalah Persikabo Bogor.

PSMS vs PERSIKABO

Pertandingan nanti malam sarat gengsi dan kental aroma dendam. PSMS akan menuntaskan ambisi menebus kekalahan musim lalu saat dipermalukan Persikabo di kandang sendiri dengan skor 0-1.
”Tidak ada alasan kembali kalah. Apalagi di kandang sendiri. Anak-anak sudah siap tempur,” kata Suyono asisten pelatih PSMS kemarin (22/11).Kepercayaan diri tinggi itu diperkuat dengan bakal kompletnya skuad Ayam Kinantan-julukan PSMS.

Ya, Jose Sebastian, gelandang im por andalan PSMS musim ini telah pulih dari cedera. Kabar baik juga datang dari Vagner Luis. Bek impor asal Brasil itu juga besar kemungkinan bisa dimainkann
karena verfikasinya dari PT Liga Indonesia sudah keluar.

Di lini depan, PSMS masih diperkuat duet maut Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano. “Kedua striker kita juga sedang on fire. Mereka harus mencetak gol lagi di pertandingan melawan Persikabo ini,” sebut Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Laga malam ini juga bakal lebih meriah, karena ada desas-desus artis Julia Perez yang merupakan kekasih Gaston Castano ini bakal hadir ke Stadion Teladan. Kehadiran Jupe-panggilan akrab artis satu ini, memang masih sebatas isu. Namun pihak fans PSMS sudah begitu antusias menanti kehadiran artis seksi itu di stadion kebanggan Masyarakat Medan. (ful)

PSMS Semangkin Solid

PSMS bakal menghadapi Persikabo Bogor Selasa (23/11) ini. Kubu tuan rumah sedang berada pada mental terbaiknya. Itu terjadi usai mengandaskan perlawanan Persitara Jakarta Utara pada laga pembuka Divisi Utama akhir pekan lalu. Sedangkan calon lawannya Persikabo tengah luka, sebab dikandaskan Pro Titan dengan skor tipis 1-0.
“Yang penting itu konsisten menang, dan main bagus. Jangan lengah, karena tak fokus membuat kita gampang dikalahkan,” sebut Zulkarnain Pasaribu.

Meski yakin bakal meraih tren positif di laga kedua, Zulkarnain enggan muluk-muluk tentang peluang tim asuhannya bakal memenangi kompetisi musim ini. “Kompetisi masih panjang. Saya cuma berharap tim bermain konsisten dan melupakan hasil tadi,” sambung Zulkarnain.

Secara teknis, PSMS dan Persikabo seimbang. PSMS diperkuat dua pemain asingnya, dengan catatan Jose Sebastian pulih tepat waktu dari cedera engkelnya. Hal serupa juga dinanti kubu tim tamu. Persikabo juga diperkuat dua pemain asing. Namun satu libero mereka Nami Hughes, tampaknya masih berkutat dengan cedera hamstring.

Dengan demikian, laga ini dipastikan bakal seru. Awalnya, PSMS sempat percaya diri karena Persikabo dengan mudah dikandaskan Pro Titan yang mayoritas pemainnya masih muda, dan tak diperkuat pemain asing. Meski demikian, PSMS mensinyalir kekuatan yang disimpan klub berjuluk.

Laskar Padjajaran itu masih cukup besar. Untuk itu, PSMS tidak mau ambil risiko dengan memandang sebelah mata. Apalagi, bertaburnya pemain potensial seperti Salim Alaydrus, Zaenal Arif, Jibby Wuwungan serta JP Boumsong membuat tim sepak bola Kabupaten Bogor itu merupakan salah satu kekuatan di kasta kedua liga di tanah air ini.
“Melawan Pro Titan kemarin (Sabtu 20/11) Persikabo memang tidak bagus, belum bermain pada performa mereka sebenarnya. Tapi bisa saja saat melawan PSMS Selasa (besok) nanti berbeda,” ujar Asisten Pelatih PSMS Suyono saat dihubungi kemarin malam.

Pada laga Pro Titan versus Persikabo lalu, Suyono memang sengaja datang menonton untuk mengetahui kekuatan lawan. Untuk itu, PSMS akan evaluasi. “Ada beberapa kesalahan mendasar yang seharusnya bisa tidak terjadi. Saking semangatnya bertanding, pemain tak mau umpan bola kepada rekan yang sebenarnya punya posisi lebih bagus untuk menyerang,” kata Yono menanggapi persiapan Ayam Kinantan.

“Pada pertandingan sebelumnya, kami melihat pemain terlalu bernafsu sehingga mengabaikan teamwork. Kali ini, mengantisipasi kesalahan seperti yang dilakukan pemain belakang waktu terciptanya gol balasan Persitara, maksimalkan compact defense akan dilakukan,” sambung pria yang juga pegawai Kantor Pos Medan itu.

Suyono pun cukup lega karena ada pemain lawan yang cedera. Tapi menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya. “Kalau memang ada pemain asing Persikabo yang tidak tampil, pasti sedikit banyak melemahkan tim itu,” pungkasnya. (ful)

PSMS Tuntut Hak Siar

MEDAN- Saat masih berlaga di Indonesian Super League (ISL), PSMS tak pernah luput dari tayangan langsung di layar kaca. Saat itu, PSMS salah satu tim yang selalu mendapatkan keberuntungan karena penampilannya kerap disorot.
Itu dulu. Kini ketika Ayam Kinantan terjerembab ke Divisi Utama, tak ada lagi jatah siaran langsung. Padahal, klub-klub di Jawa mendapatkan hak siar tersebut. Sebut saja PSIS Semarang dan Persik Kediri, yang kini juga sudah turun kelas ke Divisi Utama. Kedua tim itu, mendapatkan siaran langsung di laga awal Divisi Utama wilayah tengah musim ini. Nah, kenapa PSMS tak mendapatkan kesempatan serupa?

Menanggapi hal itu, pengurus PSMS lewat Benny Tomasoa angkat suara. Menurutnya, pihak PSMS sudah menghubungi PT Liga Indonesia (PT LI) dan menanyakan hal itu. “Kenapa melulu tim-tim Pulau Jawa yang mendapatkan hak siar. Di Medan juga banyak penonton. Mestinya PT LI adil,” harap Benny.

Musim ini, ketika Divisi Utama mendapatkan sponsor dari salah satu telepon selular buatan Cina, kesempatan meraih hak siar kembali terbuka. “Animo masyarakat yang mencintai sepak bola di sini tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung Surabaya dan kota lain di Jawa dan luar Jawa. Jadi menurut saya, Medan pantas menjadi salah satu tim yang memperoleh hak siar,” ungkapnya.

Tak dapat dipungkiri, banyak manfaat yang akan diperoleh sponsor utama Divisi Utama jika menayangkan pertandingan langsung PSMS. Sosialisasi produk bakal langsung menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Keuntungan tidak hanya bagi sponsor, PSMS yang selama dua musim terakhir tidak memperoleh dukungan sponsor, disinyalir akan membuka peluang perusahaan yang ingin memasarkan produknya. “Yang jelas, siaran langsung itu perlu bagi PSMS,” kata Benny.

Sementara itu, Manajer Kompetisi PT LI Darwis mengakui, selain PSMS, beberapa klub Divisi Utama di Pulau Sumatera juga sudah menyuarakan keinginan untuk memperoleh hak siar. PT LI menanggapi hal itu dengan positif, dan akan segera menggelar pertemuan untuk membahas hal itu. “Kami perlu mengadakan rembuk di PT LI bersama dengan stasiun televisi pemegang hak siar pertandingan,” ungkapnya.

Salah satu syarat yang diutarakan Darwis agar mendapatkan hak siar, harus mencakup aspek pendukung. Misalnya, animo masyarakat yang bagus. Jaminan pertandingan bisa berjalan aman dan lancar dan banyak hal lainnya. “Kalau animo masyarakat baik dan pertandingan bisa berlangsung aman, kenapa tidak? Kami juga berharap siaran langsung tidak hanya di Jawa,” pungkasnya. (ful)