MEDAN - Setelah memastikan pemain yang lolos seleksi untuk mengisi skuad menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS mulai melakukan negosiasi harga kontrak dengan pemain.
Negoisasi kontrak pemain itu berlangsung, tadi sore, di Mess Kebun Bunga. Negosiasi dilakukan antara pengurus PSMS yang berbicara secara tertutup dengan pemain.
Satu-persatu pemain mengantri untuk dipanggil ke ruangan sekretariat. Terlihat Jecky Pasarella, Sabani, Andi Setiawan dan beberapa pemain lainnya telah menjalani pembicaraan dengan tim negosiasi yang terdiri dari sekum PSMS, Idris, wakil sekretaris, Agus Suriono, dan tim talent scouting.
Namun persoalan waktu tidak memungkinkan pembicaraan dilakukan terhadap seluruh pemain. Apalagi tidak seluruh pemain hadir. Faisal Azmi saat ini masih berada di kampung halamannya, Pekan Baru.
Sementara Alryan saat ini masih dirawat di rumah sakit karena menderita sakit demam berdarah. Sedangkan Novi Handriawan juga tidak hadir. Beberapa reaksi tampak dari raut wajah pemain usai keluar dari ruang negosiasi. Ada yang tersenyum, bingung dan cemberut.
"Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir. Mereka juga lagi berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti," ujar Andi Setiawan eks kipper Produta.
Menurut sekretaris umum PSMS, Idris, negosiasi harga memang mulai dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati.
"Kita masih berunding soal harga. Nantinya akan kita pertimbangkan kalau memang kualitas mereka sesuai. Dari negosiasi tadi ada beberapa yang cocok dan beberapa pemain masih mikir-mikir," ujarnya.
Idris mengatakan, proses negosiasi kontrak memang tidak buru-buru diselesaikan dalam satu hari. "Tidak mungkin satu hari karena waktunya tidak cukup. Dan kita memang pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru. Kemungkinan tiga hari ke depan, sudah selesai," tambahnya.
Seperti rencana di awal, setelah kesepakatan harga, para pemain akan menandatangani kontrak di depan Notaris. Hal yang tidak dilakukan musim lalu. "Ya jadi di depan notaris. Kita sudah siapkan notarisnya," pungkas pria berdarah Aceh ini.
Disisi lain, latihan yang seyogyanya dimulai tadi sore akan mulai digelar Selasa (17/8) sore di Stadion Teladan. Sehubungan dengan Stadion Kebun Bunga yang masih direnovasi. "Besok kita latihan di Teladan. Kita sudah bicarakan dengan pelatih," ujar Idris.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, August 18, 2010
PSMS SANGAT HATI-HATI
PSMS Medan tampaknya akan benar-benar selektif memilih pemain asing yang akan direkrutnya. Kualitas yang menonjol menjadi syarat utama mengisi skuad PSMS musim depan.
Pasalnya, PSMS tidak ingin rugi merekrut pemain asing yang kemampuannya pas-pasan. Apalagi nilai kontrak legiun asing lebih tinggi dari wajah-wajah lokal. Untuk itu dari hasil pantauan, dua pemain Kamerun yang turut memperkuat PSMS di Turnamen Segi Empat PSSK Karo pekan lalu, Nnengue Bienvenue dan Mbouyom Remi, tidak lagi mengikuti seleksi.
Kemampuan dua pemain itu dinilai tidak terlalu istimewa hingga dipulangkan manajemen. Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. Dikatakan, keduanya dinilai tidak layak memperkuat skuad Ayam Kinantan.
“Mereka tidak lagi akan dipantau dan sudah dipulangkan karena dinilai tidak layak,” tandas Idris, Rabu.
Sebelumnya sempat tersebar wacana, PSMS tidak akan lagi merekrut pemain-pemain asal Afrika terkait memori buruk musim lalu tidak ingin diulangi. Ketika itu, Osas Marvellous Saha, Daniel Ogochukwu (Nigeria) dan Nyeck Nyobe (Kamerun) gagal mengangkat prestasi PSMS dan juga kerap berulah.
Menurut pengurus PSMS, Suryanto Herman, sebenarnya tidak masalah merekrut pemain asal Afrika. Toh, sebelumnya PSMS punya beberapa pilar asal Afrika yang menunjukkan performa gemilang.
Sebut saja Saphou Lassy, James Koko Lomell, Mbom-mbom Julien, Jean Michel Baboaken, Baco Sadissou, Mourmada Marco, Murphy dan lainnya. Bahkan James Koko dan Murphy menjadi pilar penting saat mengantar PSMS ke partai puncak Ligina 2007 sebelum akhirnya ditundukkan Sriwijaya FC 1-3 di final.
"Pemain Afrika juga punya kemampuan yang bagus. Bukan berarti karena musim lalu buruk, semuanya (pemain Afrika-red) seperti itu. Ya, kita harus selektif," ujar pria yang turut ke Jakarta memantau pemain asing bagi PSMS itu.
Pasalnya, PSMS tidak ingin rugi merekrut pemain asing yang kemampuannya pas-pasan. Apalagi nilai kontrak legiun asing lebih tinggi dari wajah-wajah lokal. Untuk itu dari hasil pantauan, dua pemain Kamerun yang turut memperkuat PSMS di Turnamen Segi Empat PSSK Karo pekan lalu, Nnengue Bienvenue dan Mbouyom Remi, tidak lagi mengikuti seleksi.
Kemampuan dua pemain itu dinilai tidak terlalu istimewa hingga dipulangkan manajemen. Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. Dikatakan, keduanya dinilai tidak layak memperkuat skuad Ayam Kinantan.
“Mereka tidak lagi akan dipantau dan sudah dipulangkan karena dinilai tidak layak,” tandas Idris, Rabu.
Sebelumnya sempat tersebar wacana, PSMS tidak akan lagi merekrut pemain-pemain asal Afrika terkait memori buruk musim lalu tidak ingin diulangi. Ketika itu, Osas Marvellous Saha, Daniel Ogochukwu (Nigeria) dan Nyeck Nyobe (Kamerun) gagal mengangkat prestasi PSMS dan juga kerap berulah.
Menurut pengurus PSMS, Suryanto Herman, sebenarnya tidak masalah merekrut pemain asal Afrika. Toh, sebelumnya PSMS punya beberapa pilar asal Afrika yang menunjukkan performa gemilang.
Sebut saja Saphou Lassy, James Koko Lomell, Mbom-mbom Julien, Jean Michel Baboaken, Baco Sadissou, Mourmada Marco, Murphy dan lainnya. Bahkan James Koko dan Murphy menjadi pilar penting saat mengantar PSMS ke partai puncak Ligina 2007 sebelum akhirnya ditundukkan Sriwijaya FC 1-3 di final.
"Pemain Afrika juga punya kemampuan yang bagus. Bukan berarti karena musim lalu buruk, semuanya (pemain Afrika-red) seperti itu. Ya, kita harus selektif," ujar pria yang turut ke Jakarta memantau pemain asing bagi PSMS itu.
PSMS Kedatangan Tujuh Pemain Asing
PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.
Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5/sumutpos)
Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.
Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5/sumutpos)
Wednesday, August 4, 2010
PSMS Butuh Penjaga Gawang Andal
Pelatih kiper PSMS Waluyo Santoso memastikan persaingan untuk mengisi pos di bawah mistar tim Ayam Kinantan akan tetap berlangsung seru.
Saat ini terdapat lima peserta seleksi yaitu Syahbani, Sony Gunawan, Irwin Ramadhana, Andi, dan Alrian. “Saya mengusulkan untuk mengambil empat orang, karena sangat riskan hanya memiliki tiga penjaga gawang,” ucap Waluyo, kemarin (2/8).
Apalagi, masih menurut Waluyo, agar dapat promosi ke ajang Superliga, tak ada jalan lain bagi PSMS kecuali memiliki seorang kiper yang andal dan mampu bersikap profesional.
“Selain memiliki refleks yang baik, kiper juga harus mampu membaca permainan lawan serta memiliki mental yang teruji,” bilang Waluyo.
Bila semua syarat seperti yang disebutkan di atas tadi dimiliki, maka peluang tim Ayam Kinantan untuk tidak kebobolan dari lawan yang dihadapi akan semakin besar. “Jika tidak keboblan maka peluang untuk meraih poin sempurna akan semakin besar,” bilangnya.
Terkait kiper yang mengikuti seleksi saat ini, Waluyo menaruh harapan kepada Alrian, yang selain muda juga tangguh di bawah mistar. “Dia adalah pemain kelahiran 1989. Tapi saya melihat jika dia punya progres yang menjanjikan. Jika dibina dengan baik, saya yakin ke depannya dia akan menjadi pemain bintang,” pungkas Waluyo.
Sementara itu head coach PSMS Zulkarnain Pasaribu menegaskan jika nantinya tidak ditemukan kiper andal, maka dirinya akan meminta ke manajemen untuk mendatangkan seorang kiper yang berkiprah di ajang Superliga.
“Begitupun, kita tetap berharap agar kiper yang akan berada di bawah mistar PSMS nanti adalah mereka-mereka yang saat ini mengikuti seleksi,” harap Zulkarnaen. (jul/sumutpos)
Saat ini terdapat lima peserta seleksi yaitu Syahbani, Sony Gunawan, Irwin Ramadhana, Andi, dan Alrian. “Saya mengusulkan untuk mengambil empat orang, karena sangat riskan hanya memiliki tiga penjaga gawang,” ucap Waluyo, kemarin (2/8).
Apalagi, masih menurut Waluyo, agar dapat promosi ke ajang Superliga, tak ada jalan lain bagi PSMS kecuali memiliki seorang kiper yang andal dan mampu bersikap profesional.
“Selain memiliki refleks yang baik, kiper juga harus mampu membaca permainan lawan serta memiliki mental yang teruji,” bilang Waluyo.
Bila semua syarat seperti yang disebutkan di atas tadi dimiliki, maka peluang tim Ayam Kinantan untuk tidak kebobolan dari lawan yang dihadapi akan semakin besar. “Jika tidak keboblan maka peluang untuk meraih poin sempurna akan semakin besar,” bilangnya.
Terkait kiper yang mengikuti seleksi saat ini, Waluyo menaruh harapan kepada Alrian, yang selain muda juga tangguh di bawah mistar. “Dia adalah pemain kelahiran 1989. Tapi saya melihat jika dia punya progres yang menjanjikan. Jika dibina dengan baik, saya yakin ke depannya dia akan menjadi pemain bintang,” pungkas Waluyo.
Sementara itu head coach PSMS Zulkarnain Pasaribu menegaskan jika nantinya tidak ditemukan kiper andal, maka dirinya akan meminta ke manajemen untuk mendatangkan seorang kiper yang berkiprah di ajang Superliga.
“Begitupun, kita tetap berharap agar kiper yang akan berada di bawah mistar PSMS nanti adalah mereka-mereka yang saat ini mengikuti seleksi,” harap Zulkarnaen. (jul/sumutpos)
Tuesday, August 3, 2010
PSMS Belum Temukan Manajer
Seleksi pemain PSMS yang sudah berjalan beberapa pekan ini tanpa dampingan manajer tim. Artinya deal-deal kontrak pemain juga bakal diputuskan bukan oleh manajer melainkan oleh pengurus.
Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE hal itu disebabkan karena belum adanya sosok yang mengajukan diri sebagai manajer PSMS musim 2010/2011 ini. Ya, sejak masa Hendra DS sebagai manajer, memang belum ada sosok baru yang mengajukan diri. Karena itu, proses perekrutan pemain, baik yang melalui seleksi maupun perpanjangan kontrak pun langsung ditangani oleh pengurus.
“Sampai sekarang kita memang belum ada figur yang tepat untuk mendampingi PSMS musim ini. Kita memang tidak mau terburu-buru karena manajer ini adalah penting bagi tim. Jangan karena terburu-buru jadi penyesalan di belakang,” ucap Idris saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (1/8).
Maka dari itu Idris mengaku tidak punya target waktu untuk mengumumkan sosok manajer PSMS nantinya. Hanya saja, pengurus sendiri sudah memiliki alternatif lain. “Untuk itu masih tetap kita koordinasikan dengan Ketua Umum. Jadi saya tidak bisa menjanjikan kapan. Karena sampai sekarang kita masih menunggu. Kalaupun tidak ada, kita sudah siapkan alternatif,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Untuk itu, alternatif seperti yang disampaikan Idris, pengurus akan mengambil peran untuk pencarian dana tim. Langkah itu sendiri sudah dilaksanakan seiring dengan berjalannya seleksi skuad beberapa waktu lalu. “Yang terpenting, sekarang ini bagaimana mempersiapkan tim secara maksimal guna menyongsong super liga 2010/2011. Kita juga tidak mungkin menunggu sampai ada figur yang pas,” tegasnya.
Bagaimanapun peran manajer sangat besar bagi sebuah tim. Salah satunya adalah memastikan pendanaan yang cukup bagi PSMS yang menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang. Tanpa jaminan pendanaan yang cukup hal itu akan sulit terwujud bila hanya bergantung kepada APBD seperti saat ini.
Imbauan senada juga disampaikan Mantan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS sudah saatnya menjemput bola. “Jangan lagi menunggu bola. PSMS memang punya nama besar namun kondisi saat ini sangat berbeda. Sekarang saat yang tepat,” ucap Benny.
Mantan penjaga gawang PSMS Junior ini menjelaskan bila beberapa perusahaan sudah memberi sinyal kepada PSMS untuk kembali melakukan penawaran. “Musim lalu kebetulan saya juga di bagian itu. Dari beberapa perusahaan yang kita hubungi, mereka menyarankan untuk mengajukan penawaran kembali. Pengurus harus cepat memanfaatkan peluang ini,” harap pria berdarah Manado ini.
Sehubungan dengan pembentukan skuad, saat ini PSMS sudah menjaring beberapa pemain yang bakal mengisi tim asuhan Zulkarnain Pasaribu itu. Diantaranya adalah tujuh pemain lama yang dipertahankan. Beberapa pemain lain juga mendapat perhatian seperti Alrian, kiper berusia 19 tahun namun sudah membuktikan kepiawaiannya di bawah mistar. (jul/sumutpos)
Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE hal itu disebabkan karena belum adanya sosok yang mengajukan diri sebagai manajer PSMS musim 2010/2011 ini. Ya, sejak masa Hendra DS sebagai manajer, memang belum ada sosok baru yang mengajukan diri. Karena itu, proses perekrutan pemain, baik yang melalui seleksi maupun perpanjangan kontrak pun langsung ditangani oleh pengurus.
“Sampai sekarang kita memang belum ada figur yang tepat untuk mendampingi PSMS musim ini. Kita memang tidak mau terburu-buru karena manajer ini adalah penting bagi tim. Jangan karena terburu-buru jadi penyesalan di belakang,” ucap Idris saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (1/8).
Maka dari itu Idris mengaku tidak punya target waktu untuk mengumumkan sosok manajer PSMS nantinya. Hanya saja, pengurus sendiri sudah memiliki alternatif lain. “Untuk itu masih tetap kita koordinasikan dengan Ketua Umum. Jadi saya tidak bisa menjanjikan kapan. Karena sampai sekarang kita masih menunggu. Kalaupun tidak ada, kita sudah siapkan alternatif,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Untuk itu, alternatif seperti yang disampaikan Idris, pengurus akan mengambil peran untuk pencarian dana tim. Langkah itu sendiri sudah dilaksanakan seiring dengan berjalannya seleksi skuad beberapa waktu lalu. “Yang terpenting, sekarang ini bagaimana mempersiapkan tim secara maksimal guna menyongsong super liga 2010/2011. Kita juga tidak mungkin menunggu sampai ada figur yang pas,” tegasnya.
Bagaimanapun peran manajer sangat besar bagi sebuah tim. Salah satunya adalah memastikan pendanaan yang cukup bagi PSMS yang menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang. Tanpa jaminan pendanaan yang cukup hal itu akan sulit terwujud bila hanya bergantung kepada APBD seperti saat ini.
Imbauan senada juga disampaikan Mantan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS sudah saatnya menjemput bola. “Jangan lagi menunggu bola. PSMS memang punya nama besar namun kondisi saat ini sangat berbeda. Sekarang saat yang tepat,” ucap Benny.
Mantan penjaga gawang PSMS Junior ini menjelaskan bila beberapa perusahaan sudah memberi sinyal kepada PSMS untuk kembali melakukan penawaran. “Musim lalu kebetulan saya juga di bagian itu. Dari beberapa perusahaan yang kita hubungi, mereka menyarankan untuk mengajukan penawaran kembali. Pengurus harus cepat memanfaatkan peluang ini,” harap pria berdarah Manado ini.
Sehubungan dengan pembentukan skuad, saat ini PSMS sudah menjaring beberapa pemain yang bakal mengisi tim asuhan Zulkarnain Pasaribu itu. Diantaranya adalah tujuh pemain lama yang dipertahankan. Beberapa pemain lain juga mendapat perhatian seperti Alrian, kiper berusia 19 tahun namun sudah membuktikan kepiawaiannya di bawah mistar. (jul/sumutpos)
Pemain PSMS Tuntut Pelunasan Gaji
Pemain menuntut pembayaran sisa kontrak dari pengurus PSMS Medan setelah mereka dinyatakan tidak lolos seleksi sebagai anggota skuad Ayam Kinantan musim depan.
Sejak 31 Juli lalu, delapan pemain dinyatakan tidak layak memperkuat PSMS. Pengumuman itu disampaikan melalui pemain senior M Afan Lubis. Imbasnya, pemain-pemain itu menuntut agar pengurus mencairkan sisa kontrak yang belum dibayar. Penjaga gawang Muhammad Halim menjadi orang pertama yang buka suara.
Kendati pasrah tidak diperpanjang, Halim meminta pengurus segera melunasi hakhaknya. ’’Kewajiban saya sebagai kiper di PSMS sudah usai, jadi saya harap hak-hak saya yang masih belum dibayarkan segera dilunasi pengurus,” ujarnya kepada harian Seputar Indonesia kemarin.
Dia merincikan, berakhirnya kontrak pemain yang dilakukan Agustus ini menyebabkan pengurus harus membayarkan sisa gaji selama tiga bulan, terhitung pembayaran Juni (dibayarkan Juli), bulan Juli (dibayarkan Agustus), dan Agustus (dibayarkan September). (syukri amal/sindo)
Sejak 31 Juli lalu, delapan pemain dinyatakan tidak layak memperkuat PSMS. Pengumuman itu disampaikan melalui pemain senior M Afan Lubis. Imbasnya, pemain-pemain itu menuntut agar pengurus mencairkan sisa kontrak yang belum dibayar. Penjaga gawang Muhammad Halim menjadi orang pertama yang buka suara.
Kendati pasrah tidak diperpanjang, Halim meminta pengurus segera melunasi hakhaknya. ’’Kewajiban saya sebagai kiper di PSMS sudah usai, jadi saya harap hak-hak saya yang masih belum dibayarkan segera dilunasi pengurus,” ujarnya kepada harian Seputar Indonesia kemarin.
Dia merincikan, berakhirnya kontrak pemain yang dilakukan Agustus ini menyebabkan pengurus harus membayarkan sisa gaji selama tiga bulan, terhitung pembayaran Juni (dibayarkan Juli), bulan Juli (dibayarkan Agustus), dan Agustus (dibayarkan September). (syukri amal/sindo)
Monday, August 2, 2010
PSMS Medan krisis mesin gol
Tidak cukup puas dengan penampilan para striker seleksi, PSMS memulai perburuan striker untuk menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011.
Dua nama yang kini tengah dibidik adalah dua eks striker divisi utama musim lalu. Keduanya saat ini tengah setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Ayam Kinantan.
Nama pertama adalah Jibby Wuwungan, eks striker Persikabo musim lalu. Striker berusia 24 tahun itu menjadi salah satu striker yang diyakini akan mempertajam lini depan PSMS.
Secara kualitas, pengurus menilai Jibby cocok untuk mengatasi masalah lini depan. Sedangkan Teddy Hamzah musim lalu memperkuat Semen Padang. Teddy kerap dipasang di posisi starter dan berduet dengan Marcio Souza (Brazil) saat memperkuat Kebo Sirah (julukan Semen Padang-red).
Dua nama yang kini tengah dibidik adalah dua eks striker divisi utama musim lalu. Keduanya saat ini tengah setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Ayam Kinantan.
Nama pertama adalah Jibby Wuwungan, eks striker Persikabo musim lalu. Striker berusia 24 tahun itu menjadi salah satu striker yang diyakini akan mempertajam lini depan PSMS.
Secara kualitas, pengurus menilai Jibby cocok untuk mengatasi masalah lini depan. Sedangkan Teddy Hamzah musim lalu memperkuat Semen Padang. Teddy kerap dipasang di posisi starter dan berduet dengan Marcio Souza (Brazil) saat memperkuat Kebo Sirah (julukan Semen Padang-red).
PSMS Dekati Dua Striker Eks Divisi Utama
Gagal menggaet Saktiawan Sinaga, pengurus PSMS Medan mengalihkan buruan ke beberapa nama. Kali ini yang dibidik adalah stiker Jibby Wuwungan dan Teddy Hamzah.
PSMS tertarik meminang Jibby yang mantan pemain Persikabo Bogor itu dan Teddy Hamzah eks Semen Padang. Keduanya didekati karena memperlihatkan performa yang cukup baik bagi timnya musim lalu. Menurut Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, manajemen tengah melakukan negosiasi dengan Jibby dan Teddy karena memiliki kriteria memadai. Untuk Jibby, pendekatan sudah dilakukan sejak empat hari (27 Juli).
’’Tiga hari yang lalu kami hubungi Jibby dan menyatakan kesediaannya bergabung. Sementara Teddy kemungkinan besar akan bergabung,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela memantau seleksi pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga, 31 Juli kemarin.
Selanjutnya kedua pemain itu tetap akan mendapat pantauan dari Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu. Namun, Idris menyatakan keduanya tidak akan mengikuti seleksi seperti pemain lain. ’’Mereka akan berada di PSMS untuk mengikuti kegiatan yang diharapkan pelatih,” paparnya. (syukri amal/sindo)
PSMS tertarik meminang Jibby yang mantan pemain Persikabo Bogor itu dan Teddy Hamzah eks Semen Padang. Keduanya didekati karena memperlihatkan performa yang cukup baik bagi timnya musim lalu. Menurut Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, manajemen tengah melakukan negosiasi dengan Jibby dan Teddy karena memiliki kriteria memadai. Untuk Jibby, pendekatan sudah dilakukan sejak empat hari (27 Juli).
’’Tiga hari yang lalu kami hubungi Jibby dan menyatakan kesediaannya bergabung. Sementara Teddy kemungkinan besar akan bergabung,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela memantau seleksi pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga, 31 Juli kemarin.
Selanjutnya kedua pemain itu tetap akan mendapat pantauan dari Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu. Namun, Idris menyatakan keduanya tidak akan mengikuti seleksi seperti pemain lain. ’’Mereka akan berada di PSMS untuk mengikuti kegiatan yang diharapkan pelatih,” paparnya. (syukri amal/sindo)
Wednesday, July 21, 2010
PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United
Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United
Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
Saturday, July 17, 2010
Pro Dutan dan PSDS Jadi Rekan Prestasi Langkah Awal Zulkarnaen Pasaribu di PSMS
Bertahan di Divisi Utama bisa dijadikan prestasi terbaik bagi PSMS Medan di musim kompetisi 2009/2010 lalu. Bagaimana tidak, klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini nyaris terperosok ke Divisi I. Melalui laga dramatis, PSMS bertahan di turnamen kelas dua di Indonesia tersebut.
Ya, PSMS memang membutuhkan partai terakhir agar bisa lolos dari degradasi. Beruntung, gol Dodi Rahwana di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) lalu, tak mampu dibalas Persires Rengat dalam laga hidup mati tersebut. Punggawa Ayam Kinantan pun berpesta. Dan, di balik pesta tersebut ada satu sosok yang tersenyum bangga. Dia adalah Pelatih Zulkarnaen Pasaribu.
Sosok ini bersama Amrustian adalah tokoh keberhasilan PSMS kala itu. Keduanya ditunjuk untuk menggantikan Kustiono yang tak mampu mengangkat prestasi PSMS. Menariknya, Kustiono pun ditunjuk untuk menggantikan Suimin yang hanya bertahan setengah musim saja di Kebun Bunga. Karenanya, bukan sesuatu yang mengejutkan jika Pengurus PSMS menetapkan Zulkarnaen menjadi pelatih kepala PSMS untuk musim 2010/2011.
“Pengurus sepakat untuk memakai jasa Bang Zul (Zulkarnaen Pasaribu, Red) karena dia memiliki ikatan yang dalam dengan PSMS,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (16/7).
Idris tidak memungkiri kalau banyak warga Medan yang begitu peduli dengan perkembangan PSMS. Pun, bisa jadi penetapan Zulkarnaen sebagai pelatih memancing polemik. Pasalnya, sebelum ditetapkan, nama Abdurahman Gurning sempat mengemuka.
“Ya, intinya kita sudah tetapkan. Kini tinggal kita tunggu hasil kerja Bang Zul. Dan, langkah awal yang akan diambilnya adalah memimpin latihan hari ini dan memberikan daftar asisten yang dia inginkan. Dan tidak ketinggalan, daftar pemain yang akan dipertahankan serta yang akan direkrut,” jelas Idris.
Sayang, ketika ditanya soal nilai kontrak Zulkarnaen, Idris tak mau memberikan angka pasti. “Ya, sekitar tigar ratus (juta) gitu lah,” tambahnya.
Terkait dengan kehadiran Pro Duta di Medan, Idris menganggap klub milik Sihar Sitorus itu adalah rekan yang tak harus dimusuhi. Persaingan yang diharapkan muncul adalah persaingan menuju prestasi. “Ya, sama saja dengan PSDS, kita akan menjadi Pro Duta sebagai rekan prestasi. Semua ini demi kemajuan sepak bola Sumut,” katanya.
Ya, seperti diberitakan sebelumnya, kehadiran Pro Duta di Medan tinggal menunggu waktu saja. Ini berarti ada tiga klub asal Sumut yang akan berlaga di Divisi Utama 2010/2011. “Memang rencana awal kita akhir Juni sudah tiba di Medan. Namun tertunda karena masih ada pembicaraan menuju kesepakatan dengan beberapa sponsor,” ucap Pemilik Pro Duta, Sihar Sitorus kepada Sumut Pos, Kamis (15/7).
Sementara PSDS, setelah sempat dikabarkan degradasi karena berada di posisi nomor dua paling bawah klasemen akhir Wilayah Barat, kini mulai menatap Divisi Utama. Setidaknya hal ini sempat diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Joko Driyono, melalui pesan singkat ke Sumut Pos. “Tetap, hanya Persires yang turun,” tulis pesan Joko.
Tak pelak, hal itu membuat kubu PSDS senang sekaligus khawatir. Pasalnya, belum juga menerima surat BLI. “Kita memang belum tahu nasib kita karena BLI belum juga memberi kabar,” ujar Manajer PSDS, Hasiholan Sinaga beberapa waktu lalu. (rmd/sumutpos)
Ya, PSMS memang membutuhkan partai terakhir agar bisa lolos dari degradasi. Beruntung, gol Dodi Rahwana di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) lalu, tak mampu dibalas Persires Rengat dalam laga hidup mati tersebut. Punggawa Ayam Kinantan pun berpesta. Dan, di balik pesta tersebut ada satu sosok yang tersenyum bangga. Dia adalah Pelatih Zulkarnaen Pasaribu.
Sosok ini bersama Amrustian adalah tokoh keberhasilan PSMS kala itu. Keduanya ditunjuk untuk menggantikan Kustiono yang tak mampu mengangkat prestasi PSMS. Menariknya, Kustiono pun ditunjuk untuk menggantikan Suimin yang hanya bertahan setengah musim saja di Kebun Bunga. Karenanya, bukan sesuatu yang mengejutkan jika Pengurus PSMS menetapkan Zulkarnaen menjadi pelatih kepala PSMS untuk musim 2010/2011.
“Pengurus sepakat untuk memakai jasa Bang Zul (Zulkarnaen Pasaribu, Red) karena dia memiliki ikatan yang dalam dengan PSMS,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (16/7).
Idris tidak memungkiri kalau banyak warga Medan yang begitu peduli dengan perkembangan PSMS. Pun, bisa jadi penetapan Zulkarnaen sebagai pelatih memancing polemik. Pasalnya, sebelum ditetapkan, nama Abdurahman Gurning sempat mengemuka.
“Ya, intinya kita sudah tetapkan. Kini tinggal kita tunggu hasil kerja Bang Zul. Dan, langkah awal yang akan diambilnya adalah memimpin latihan hari ini dan memberikan daftar asisten yang dia inginkan. Dan tidak ketinggalan, daftar pemain yang akan dipertahankan serta yang akan direkrut,” jelas Idris.
Sayang, ketika ditanya soal nilai kontrak Zulkarnaen, Idris tak mau memberikan angka pasti. “Ya, sekitar tigar ratus (juta) gitu lah,” tambahnya.
Terkait dengan kehadiran Pro Duta di Medan, Idris menganggap klub milik Sihar Sitorus itu adalah rekan yang tak harus dimusuhi. Persaingan yang diharapkan muncul adalah persaingan menuju prestasi. “Ya, sama saja dengan PSDS, kita akan menjadi Pro Duta sebagai rekan prestasi. Semua ini demi kemajuan sepak bola Sumut,” katanya.
Ya, seperti diberitakan sebelumnya, kehadiran Pro Duta di Medan tinggal menunggu waktu saja. Ini berarti ada tiga klub asal Sumut yang akan berlaga di Divisi Utama 2010/2011. “Memang rencana awal kita akhir Juni sudah tiba di Medan. Namun tertunda karena masih ada pembicaraan menuju kesepakatan dengan beberapa sponsor,” ucap Pemilik Pro Duta, Sihar Sitorus kepada Sumut Pos, Kamis (15/7).
Sementara PSDS, setelah sempat dikabarkan degradasi karena berada di posisi nomor dua paling bawah klasemen akhir Wilayah Barat, kini mulai menatap Divisi Utama. Setidaknya hal ini sempat diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Joko Driyono, melalui pesan singkat ke Sumut Pos. “Tetap, hanya Persires yang turun,” tulis pesan Joko.
Tak pelak, hal itu membuat kubu PSDS senang sekaligus khawatir. Pasalnya, belum juga menerima surat BLI. “Kita memang belum tahu nasib kita karena BLI belum juga memberi kabar,” ujar Manajer PSDS, Hasiholan Sinaga beberapa waktu lalu. (rmd/sumutpos)
Thursday, July 15, 2010
Bursa Pelatih PSMS Makin Panas
Pelatih yang akan membesut PSMS pada musim kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan ditentukan pada 16 Juli. Demikian ditegaskan Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (13/7).
“Sore ini (kemarin, Red) saya akan menghadap Ketua Umum (Ketum) untuk meminta arahan dan petunjuk mengenai Pelatih PSMS musim ini. Sebagai Ketum, beliau yang berhak menentukan siapa pelatih sebelum kemudian kita publikasikan. Jadi bisa saja Ketum punya figur lain,” ucap Idris.
Idris juga membantah bila pertemuan yang digelar di Mess PSMS, Senin (12/7) malam untuk memutuskan siapa Pelatih PSMS. “Kita memang ada menggelar pertemuan dengan pengurus untuk membahas kebutuhan tim akan seorang pelatih. Di situ masing-masing pengurus mengutarakan pandangannya mengenai Zulkarnain Pasaribu,” aku pria berdarah Aceh ini.
Seperti yang disampaikan Idris, pengurus yang hadir melihat Zulkarnaen Pasaribu memiliki kemampuan dalam meramu sebuah tim, selain mampu membentuk skil dasar seorang pemain. Zulkarnaen Pasaribu juga dinilai memiliki prestasi di persepakbolaan nasional saat menangani beberapa tim di luar PSMS.
Idris juga berencana untuk menggelar pertemuan dengan figur pelatih lainnya yaitu Abdul Rahman Gurning yang sukses menghantar PSPS ke Indonesia Liga Super (ISL) dan bertahan di peringkat tujuh musim lalu.
Untuk mengangkat prestasi PSMS di pentas sepakbola nasional, pengurus pun melakukan persiapan. Salah satunya menentukan Pelatih PSMS ke depan. Dari pendataan yang dilakukan di awal ditentukan lah tiga figur yang akan mendampingi PSMS musim 2010/2011 ini. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning, Zulkarnaen Pasaribu, dan Mahyadi Rakasiwi yang belakangan mengundurkan diri.
Sementara itu Abdul Rahman Gurning yang dihubungi menyatakan kesiapannya menangani PSMS untuk musim 2010/2011. Sebagai bentuk tanggungjawab moral, dirinya pun membuka pintu untuk membicarakan nilai kontrak dengan Pengurus PSMS.
“Karena saya juga dibesarkan di PSMS, saya juga punya keinginan membawa PSMS kembali berprestasi. Tapi kita kan profesional, kalau tidak terlalu jauh (kontrak, Red) saya akan pilih di Medan karena lebih dekat dengan keluarga,” kata Gurning
“Sore ini (kemarin, Red) saya akan menghadap Ketua Umum (Ketum) untuk meminta arahan dan petunjuk mengenai Pelatih PSMS musim ini. Sebagai Ketum, beliau yang berhak menentukan siapa pelatih sebelum kemudian kita publikasikan. Jadi bisa saja Ketum punya figur lain,” ucap Idris.
Idris juga membantah bila pertemuan yang digelar di Mess PSMS, Senin (12/7) malam untuk memutuskan siapa Pelatih PSMS. “Kita memang ada menggelar pertemuan dengan pengurus untuk membahas kebutuhan tim akan seorang pelatih. Di situ masing-masing pengurus mengutarakan pandangannya mengenai Zulkarnain Pasaribu,” aku pria berdarah Aceh ini.
Seperti yang disampaikan Idris, pengurus yang hadir melihat Zulkarnaen Pasaribu memiliki kemampuan dalam meramu sebuah tim, selain mampu membentuk skil dasar seorang pemain. Zulkarnaen Pasaribu juga dinilai memiliki prestasi di persepakbolaan nasional saat menangani beberapa tim di luar PSMS.
Idris juga berencana untuk menggelar pertemuan dengan figur pelatih lainnya yaitu Abdul Rahman Gurning yang sukses menghantar PSPS ke Indonesia Liga Super (ISL) dan bertahan di peringkat tujuh musim lalu.
Untuk mengangkat prestasi PSMS di pentas sepakbola nasional, pengurus pun melakukan persiapan. Salah satunya menentukan Pelatih PSMS ke depan. Dari pendataan yang dilakukan di awal ditentukan lah tiga figur yang akan mendampingi PSMS musim 2010/2011 ini. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning, Zulkarnaen Pasaribu, dan Mahyadi Rakasiwi yang belakangan mengundurkan diri.
Sementara itu Abdul Rahman Gurning yang dihubungi menyatakan kesiapannya menangani PSMS untuk musim 2010/2011. Sebagai bentuk tanggungjawab moral, dirinya pun membuka pintu untuk membicarakan nilai kontrak dengan Pengurus PSMS.
“Karena saya juga dibesarkan di PSMS, saya juga punya keinginan membawa PSMS kembali berprestasi. Tapi kita kan profesional, kalau tidak terlalu jauh (kontrak, Red) saya akan pilih di Medan karena lebih dekat dengan keluarga,” kata Gurning
Thursday, July 1, 2010
PSMS Medan Sisakan Dua Nama Pelatih
Prihal siapa yang akan menjadi pelatih PSMS menatap musim kompetisi mendatang mulai mengerucut pada dua pelatih senior yang telah malang melintang di pentas sepak bola nasional.
Pasalnya, dari tiga pelatih yang didata sebelumnya, kini hanya menyisakan dua figur. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning dan Zulkarnain Pasaribu. Sementara Mahyadi Rakasiwi dipastikan mundur dari bursa pelatih PSMS.
“Secepatnya kita (pengurus, Red) akan menunjuk pelatih kepala. Kalau bisa itu kita lakukan sebelum kontrak pemain berakhir Agustus ini,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (29/6). Ya, seperti yang diberitakan sebelumnya kontrak skuad PSMS musim 2009/2010 lalu akan berakhir Agustus ini. Bahkan H Hary Saputra sudah mengakhiri kontraknya Juli ini.
Tak pelak, kehadiran Pelatih Kepala akan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sepak terjang PSMS pada musim 2010/2011 sekaligus menuju Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang.
Begitu pun menunggu pilihan dijatuhkan, PSMS sudah mulai menggelar seleksi berjalan melalui laga persahabatan menghadapi tim sepakbola yang ada di Kota Medan sekitarnya. Dari laga tersebut beberapa pemain bagus akan ditarik untuk dipersiapkan sebagai tim pelapis skuad inti.
“Ada tiga pemain dari Belawan All Star, dua pemain dari Kelambir V, dan terakhir kita pantau dua pemain dari Garuda Sakti,” ungkap Idris.
“Kita akan terus jaring pemain melalui laga persahabatan ini untuk nantinya kita bina. Bila dinilai baik oleh pelatih nantinya, pemain itu akan kita sisipkan di skuad inti. Untuk sementara ini kita juga perlu menyiapkan tim pelapis,” jelas Manajer Sumut FC ini.
PSMS kembali akan melakoni laga persahabatannya, Kamis (15/7) di daerah Pabatu. Selain itu PSMS juga akan menggelar laga persahabatan dengan klub sepakbola di Kota Medan setiap Sabtunya.
Pembentukan skuad inti PSMS sendiri lanjutnya belum bisa dilakukan. Selain belum ditunjukkan Pelatih PSMS, beberapa pemain yang dibidik masih terikat kontrak dengan klub yang dibelanya musim 2009/2010 lalu. Demikian halnya dengan Saktiawan Sinaga yang digadang-gadang bakal memperkuat PSMS musim ini. (jul/sumutpos)
Pasalnya, dari tiga pelatih yang didata sebelumnya, kini hanya menyisakan dua figur. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning dan Zulkarnain Pasaribu. Sementara Mahyadi Rakasiwi dipastikan mundur dari bursa pelatih PSMS.
“Secepatnya kita (pengurus, Red) akan menunjuk pelatih kepala. Kalau bisa itu kita lakukan sebelum kontrak pemain berakhir Agustus ini,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (29/6). Ya, seperti yang diberitakan sebelumnya kontrak skuad PSMS musim 2009/2010 lalu akan berakhir Agustus ini. Bahkan H Hary Saputra sudah mengakhiri kontraknya Juli ini.
Tak pelak, kehadiran Pelatih Kepala akan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sepak terjang PSMS pada musim 2010/2011 sekaligus menuju Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang.
Begitu pun menunggu pilihan dijatuhkan, PSMS sudah mulai menggelar seleksi berjalan melalui laga persahabatan menghadapi tim sepakbola yang ada di Kota Medan sekitarnya. Dari laga tersebut beberapa pemain bagus akan ditarik untuk dipersiapkan sebagai tim pelapis skuad inti.
“Ada tiga pemain dari Belawan All Star, dua pemain dari Kelambir V, dan terakhir kita pantau dua pemain dari Garuda Sakti,” ungkap Idris.
“Kita akan terus jaring pemain melalui laga persahabatan ini untuk nantinya kita bina. Bila dinilai baik oleh pelatih nantinya, pemain itu akan kita sisipkan di skuad inti. Untuk sementara ini kita juga perlu menyiapkan tim pelapis,” jelas Manajer Sumut FC ini.
PSMS kembali akan melakoni laga persahabatannya, Kamis (15/7) di daerah Pabatu. Selain itu PSMS juga akan menggelar laga persahabatan dengan klub sepakbola di Kota Medan setiap Sabtunya.
Pembentukan skuad inti PSMS sendiri lanjutnya belum bisa dilakukan. Selain belum ditunjukkan Pelatih PSMS, beberapa pemain yang dibidik masih terikat kontrak dengan klub yang dibelanya musim 2009/2010 lalu. Demikian halnya dengan Saktiawan Sinaga yang digadang-gadang bakal memperkuat PSMS musim ini. (jul/sumutpos)
Wednesday, June 30, 2010
Reswandi Jalani Seleksi di PSMS
Berbagai terobosan dengan “judul” berbenah terus dilakoni PSMS menyambut kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Salah satunya dengan menyeleksi beberapa pemain dari lawan ujicoba PSMS dan mantan pemain PSMS.
Kedelapan pemain itu adalah Reswandi (mantan PSMS), Zulkarnain (Persiraja), Mahadi dan Effendi (PS Garuda Sakti), Ari Yuganda (mantan PSDS), Mahdi dan Rony (Citra Buana) dan Gunawan (Sumut FC).
“Kami (pengurus PSMS, Red) terus melakukan perekrutan pemain secara instan melalui pertandingan uji coba dengan beberapa klub di Medan dan daerah lain di Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencari pemain yang berkualitas yang bisa langsung dijaring. Terakhir Sabtu (26/6) lalu, PSMS ujicoba dengan Garuda Sakti di Tanjungmorawa. Berdasarkan penilaian, dua pemain Garuda Sakti kita tarik untuk seleksi ke PSMS,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang sihubungi Sumut Pos, Senin (28/6).
Penilaian kedua pemain tersebut menurut Idris dilakukan secara obyektif, dan mereka berhak mengikuti seleksi berdasarkan penampilan mereka dalam pertandingan uji coba melawan PSMS. Mahadi dan Effendi diberikan kesempatan untuk bergabung asal kriterianya sesuai dengan yang diharapkan pelatih.
Kedua pemain akan melakukan latihan perdana di Stadion Kebun Bunga mulai Selasa (29/6) ini bersama pemain seleksi lainnya dan tim PSMS. Idris menyebutkan, dengan bergabungnya kedua pemain ini, ada delapan orang yang mengikuti seleksi. Dia berharap, seluruh pemain bisa menunjukkan kualitasnya selama proses seleksi.
“Pemain yang mengikuti penyeleksian awal harus benar-benar dapat menunjukkan kualitas. Dan bagi sisa pemain PSMS dan pemain yang mengikuti seleksi sewaktu-waktu dapat didepak jika tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan,” papar pria berdarah Aceh ini.
Sementara itu, kepergian dua pemain PS Garuda menurut Manajernya Wagiran, merupakan awal yang baik bagi pemain tersebut. Dengan terpilihnya dua pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian pemain PSMS, setidaknya dapat membangkitkan semangat dan motivasi bagi pemain Garuda Sakti yang lain untuk berpacu dalam meningkatkan prestasi.
“Terpilihnya pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian PSMS, selain membuat bangga, pemain lainnya yang ada akan berpacu menjadi pemain yang lebih baik.
Selain itu, bagi Garuda Sakti hal ini juga akan menambah semangat manajemen menempa pribadi-pribadi pemain untuk meningkatkan teknik, stamina dan kekompakan tim,” pungkas wagiran. (jul/sumutpos)
Kedelapan pemain itu adalah Reswandi (mantan PSMS), Zulkarnain (Persiraja), Mahadi dan Effendi (PS Garuda Sakti), Ari Yuganda (mantan PSDS), Mahdi dan Rony (Citra Buana) dan Gunawan (Sumut FC).
“Kami (pengurus PSMS, Red) terus melakukan perekrutan pemain secara instan melalui pertandingan uji coba dengan beberapa klub di Medan dan daerah lain di Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencari pemain yang berkualitas yang bisa langsung dijaring. Terakhir Sabtu (26/6) lalu, PSMS ujicoba dengan Garuda Sakti di Tanjungmorawa. Berdasarkan penilaian, dua pemain Garuda Sakti kita tarik untuk seleksi ke PSMS,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang sihubungi Sumut Pos, Senin (28/6).
Penilaian kedua pemain tersebut menurut Idris dilakukan secara obyektif, dan mereka berhak mengikuti seleksi berdasarkan penampilan mereka dalam pertandingan uji coba melawan PSMS. Mahadi dan Effendi diberikan kesempatan untuk bergabung asal kriterianya sesuai dengan yang diharapkan pelatih.
Kedua pemain akan melakukan latihan perdana di Stadion Kebun Bunga mulai Selasa (29/6) ini bersama pemain seleksi lainnya dan tim PSMS. Idris menyebutkan, dengan bergabungnya kedua pemain ini, ada delapan orang yang mengikuti seleksi. Dia berharap, seluruh pemain bisa menunjukkan kualitasnya selama proses seleksi.
“Pemain yang mengikuti penyeleksian awal harus benar-benar dapat menunjukkan kualitas. Dan bagi sisa pemain PSMS dan pemain yang mengikuti seleksi sewaktu-waktu dapat didepak jika tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan,” papar pria berdarah Aceh ini.
Sementara itu, kepergian dua pemain PS Garuda menurut Manajernya Wagiran, merupakan awal yang baik bagi pemain tersebut. Dengan terpilihnya dua pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian pemain PSMS, setidaknya dapat membangkitkan semangat dan motivasi bagi pemain Garuda Sakti yang lain untuk berpacu dalam meningkatkan prestasi.
“Terpilihnya pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian PSMS, selain membuat bangga, pemain lainnya yang ada akan berpacu menjadi pemain yang lebih baik.
Selain itu, bagi Garuda Sakti hal ini juga akan menambah semangat manajemen menempa pribadi-pribadi pemain untuk meningkatkan teknik, stamina dan kekompakan tim,” pungkas wagiran. (jul/sumutpos)
Thursday, June 24, 2010
Saktiawan Sinaga Silaturrahmi dengan Skuad PSMS
Selasa (22/6) ini Saktiawan Sinaga yang diancang-ancang bakal memperkuat PSMS di Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan berkunjung ke Stadion Kebun Bunga Medan.
Seperti yang disampaikan Sakti kepada Sumut Pos melalui telepon, Senin (21/6) kehadirannya di Stadion Kebun Bunga hanya untuk bersilaturahmi dengan seluruh skuad PSMS.
Kontrak yang belum berakhir dengan Persik tidak memungkinkan Sakti bergabung dalam latihan Selasa (22/6) sore. “Silaturahmi saja la, karena saya kan masih ada kontrak dengan Persik. Rindu juga dengan Kebun Bunga,” ucapnya.
Sebenarnya Sakti juga bermaksud mengunjungi persiapan tim PSMS Junior, Senin (21/6) lalu. Sekaligus juga memberi motivasi kepada seluruh pemain untuk mencapai hasil maksimal pada Piala Suratin 2010 yang rencananya digelar akhir Juli nanti. Namun akhirnya batal dikarenakan tidak adanya jadwal latihan.
Selain Saktiawan Sinaga, Pengurus PSMS sudah berkomunikasi dengan pemain asal Sumatera Utara (Sumut) yang berlaga di Indonesia Super League seperti Mayadi Panggabean, Doni Siregar, Legimin, Wijay, Aun Carbini dan Agus Cima.
Tidak hanya itu, pada pertandingan persahabatan menghadapi Thamrin Graha Metropolitan (TGM) beberapa waktu lalu, PSMS kedatangan dua pemain yaitu Reswandi dan Zulkarnain.
Zulkarnain yang musim lalu memperkuat Persiraja sebagai gelandang bahkan secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk memperkuat PSMS. “Saya punya keluarga di sini (Medan, Red). Dari pada saya harus bermain di luar Medan, lebih baik saya perkuat klub daerah saya sendiri. Karena jujur, nama PSMS sudah melekat di hati saya,” sebut Zulkarnain.
Bahkan tawaran dari beberapa klub salah satunya Persiraja yang siap mempertahankannya untuk musim 2010/2011 nanti dibiarkannya menggangtung.
“Saya mau main bola tenang, jadi kalau memungkinkan, buat apa saya harus ke luar Sumatera atau Medan kalau di Medan sendiri ada PSMS, lebih baik saya sumbangkan kemampuan saya di sini,” ketusnya.
Zulkarnain pun gembira dengan keinginan Pengurus PSMS untuk merekrut beberapa pemain lokal yang kini tersebar di berbagai klub di Pulau Jawa. Hal itu semakin memotivasi dirinya untuk berkontribusi kepada PSMS
Seperti yang disampaikan Sakti kepada Sumut Pos melalui telepon, Senin (21/6) kehadirannya di Stadion Kebun Bunga hanya untuk bersilaturahmi dengan seluruh skuad PSMS.
Kontrak yang belum berakhir dengan Persik tidak memungkinkan Sakti bergabung dalam latihan Selasa (22/6) sore. “Silaturahmi saja la, karena saya kan masih ada kontrak dengan Persik. Rindu juga dengan Kebun Bunga,” ucapnya.
Sebenarnya Sakti juga bermaksud mengunjungi persiapan tim PSMS Junior, Senin (21/6) lalu. Sekaligus juga memberi motivasi kepada seluruh pemain untuk mencapai hasil maksimal pada Piala Suratin 2010 yang rencananya digelar akhir Juli nanti. Namun akhirnya batal dikarenakan tidak adanya jadwal latihan.
Selain Saktiawan Sinaga, Pengurus PSMS sudah berkomunikasi dengan pemain asal Sumatera Utara (Sumut) yang berlaga di Indonesia Super League seperti Mayadi Panggabean, Doni Siregar, Legimin, Wijay, Aun Carbini dan Agus Cima.
Tidak hanya itu, pada pertandingan persahabatan menghadapi Thamrin Graha Metropolitan (TGM) beberapa waktu lalu, PSMS kedatangan dua pemain yaitu Reswandi dan Zulkarnain.
Zulkarnain yang musim lalu memperkuat Persiraja sebagai gelandang bahkan secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk memperkuat PSMS. “Saya punya keluarga di sini (Medan, Red). Dari pada saya harus bermain di luar Medan, lebih baik saya perkuat klub daerah saya sendiri. Karena jujur, nama PSMS sudah melekat di hati saya,” sebut Zulkarnain.
Bahkan tawaran dari beberapa klub salah satunya Persiraja yang siap mempertahankannya untuk musim 2010/2011 nanti dibiarkannya menggangtung.
“Saya mau main bola tenang, jadi kalau memungkinkan, buat apa saya harus ke luar Sumatera atau Medan kalau di Medan sendiri ada PSMS, lebih baik saya sumbangkan kemampuan saya di sini,” ketusnya.
Zulkarnain pun gembira dengan keinginan Pengurus PSMS untuk merekrut beberapa pemain lokal yang kini tersebar di berbagai klub di Pulau Jawa. Hal itu semakin memotivasi dirinya untuk berkontribusi kepada PSMS
PSMS tetap serius
MEDAN - Latihan rutin selama tiga kali seminggu, yang dilakukan Affan Lubis dkk kembali akan diuji lewat laga ujicoba besok sore kontra PS Klambir Lima di Lapangan Klambir Lima Deli Serdang.
Ini merupakan kali kedua PSMS berujicoba usai kompetisi. Sebelumnya Ayam Kinantan berujicoba dengan Mabar FC, yang diakhiri dengan kemenangan untuk PSMS.
Meskipun ujicoba ini hanya bersifat menjaga kebugaran, Affan Lubis cs bertekad tampil serius dan seperti biasanya di kompetisi.
“Meskipun ini partai ujicoba dan hanya bertujuan menjaga kebugaran kita, tapi kita tetap harus tampil serius. Semua ini karena kita membawa nama besar PSMS, jadi kita tidak mau malu jika tampil setengah hati,” ujar kapten PSMS, Affan Lubis, tadi sore, di Stadion Kebun Bunga.
Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meskipun tim yang dihadapi kelasnya jauh dibawah PSMS, namun Affan bersama rekan-rekan lainnya berniat menjadikan laga ini tetap berjalan serius dan menarik. Apalagi sudah lama PSMS tidak menjalani pertandingan pasca kompetisi berakhir.
“Ya kita tetap serius karena kita tidak ingin kehilangan sentuhan. Anak-anak yang lain juga tetap tampil seperti biasa. Lagian sudah lama kita tidak main hanya latihan terus,” katanya.
Sementara asisten pelatih PSMS, Suyono, membenarkan ujicoba-ujicoba yang dilakukan dalam waktu dekat ini merupakan bagian dari program pasca kompetisi.
“Kita kan selama ini terus latihan untuk itu harus dibarengi dengan tawaran ujicoba. Kebetulan ada tawaran dari Klambir Lima besok (Jumat 11/6) dan Medan Utara pada Sabtu (11/6) kita coba hasil latihan yang telah diberikan. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk Divisi III,” kata Suyono.
Diketahui, PSMS Medan saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi putaran kompetisi divisi utama. Sejauh ini, PSMS masih mencari pemain untuk memperkuat kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumut ini, termasuk anak Medan yang bermain di klub luar.
Informasinya, para anak Medan yang telah dihubungi untuk bergabung kembali ke PSMS adalah mereka yang bermain di Indonesia Super Lengue (ISL) seperti, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, Vijay, dan Doni F Siregar.
Ini merupakan kali kedua PSMS berujicoba usai kompetisi. Sebelumnya Ayam Kinantan berujicoba dengan Mabar FC, yang diakhiri dengan kemenangan untuk PSMS.
Meskipun ujicoba ini hanya bersifat menjaga kebugaran, Affan Lubis cs bertekad tampil serius dan seperti biasanya di kompetisi.
“Meskipun ini partai ujicoba dan hanya bertujuan menjaga kebugaran kita, tapi kita tetap harus tampil serius. Semua ini karena kita membawa nama besar PSMS, jadi kita tidak mau malu jika tampil setengah hati,” ujar kapten PSMS, Affan Lubis, tadi sore, di Stadion Kebun Bunga.
Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meskipun tim yang dihadapi kelasnya jauh dibawah PSMS, namun Affan bersama rekan-rekan lainnya berniat menjadikan laga ini tetap berjalan serius dan menarik. Apalagi sudah lama PSMS tidak menjalani pertandingan pasca kompetisi berakhir.
“Ya kita tetap serius karena kita tidak ingin kehilangan sentuhan. Anak-anak yang lain juga tetap tampil seperti biasa. Lagian sudah lama kita tidak main hanya latihan terus,” katanya.
Sementara asisten pelatih PSMS, Suyono, membenarkan ujicoba-ujicoba yang dilakukan dalam waktu dekat ini merupakan bagian dari program pasca kompetisi.
“Kita kan selama ini terus latihan untuk itu harus dibarengi dengan tawaran ujicoba. Kebetulan ada tawaran dari Klambir Lima besok (Jumat 11/6) dan Medan Utara pada Sabtu (11/6) kita coba hasil latihan yang telah diberikan. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk Divisi III,” kata Suyono.
Diketahui, PSMS Medan saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi putaran kompetisi divisi utama. Sejauh ini, PSMS masih mencari pemain untuk memperkuat kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumut ini, termasuk anak Medan yang bermain di klub luar.
Informasinya, para anak Medan yang telah dihubungi untuk bergabung kembali ke PSMS adalah mereka yang bermain di Indonesia Super Lengue (ISL) seperti, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, Vijay, dan Doni F Siregar.
Wednesday, June 9, 2010
Saktiawan cs kembali ke PSMS?
MEDAN - Kompetisi Indonesian Super League (ISL) telah usai. Ini berarti mantan pemain PSMS yang berlaga di klub ISL sudah tidak terikat lagi dengan klub lamanya.
Kondisi itu membuat pengurus PSMS sudah bisa mewujudkan niatnya menarik kembali pemain-pemain Medan, yang kini berlaga di ISL dengan memulai kontak dengan Saktiawan cs.
Hubungan juga sudah meningkat dari awalnya silaturahmi menuju pembicaraan serius untuk musim depan. Apalagi Sakti cs punya keinginan yang sama untuk kembali memperkuat klub kampung halamannya.
Sakti pun mengakui pengurus PSMS telah menghubunginya untuk kembali ke Medan.
“Ya, salah seorang pengurus bernama pak Idris (Sekum PSMS) sudah menghubungi. Dia menanyakan jadwal kepulangan kami dan beliau menunggu kami di Medan,” kata Sakti yang dihubungi lewat telepon, tadi sore.
Sakti berharap keseriusan pengurus dibuktikan dengan manajemen yang profesional. Juga menyangkut pembayaran honor pemain.
“Secara pribadi sebagai putra Medan, saya punya kebanggaan tersendiri bermain di PSMS. Saya pikir pemain yang lain pun demikian.Tapi kita hidup dari main bola dan Saya harap pengurus juga mempertimbangkan itu,” harapnya.
Sekum PSMS, Idris pun membenarkan telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain ISL seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, dan Wijay.
“Mereka sudah saya kontak untuk segera kembali ke Medan. Nantinya kita akan membicarakan negosiasi kontrak. Kita akan buktikan keseriusan kita untuk ke ISL,” tambahnya.
Menanggapi keinginan Sakti cs, Idris pun punya keinginan yang sama
untuk membentuk manajemen yang profesional. Selain itu manajemen juga akan dibentuk lebih efisien.
“Usai pilkada Pak Eldin (Ketum) akan segera menunjuk manajer karena memang itu wewenang beliau. Kita memang akan berusaha untuk lebih profesional. 15 orang cukuplah biar lebihefisien,” terangnya.
Kondisi itu membuat pengurus PSMS sudah bisa mewujudkan niatnya menarik kembali pemain-pemain Medan, yang kini berlaga di ISL dengan memulai kontak dengan Saktiawan cs.
Hubungan juga sudah meningkat dari awalnya silaturahmi menuju pembicaraan serius untuk musim depan. Apalagi Sakti cs punya keinginan yang sama untuk kembali memperkuat klub kampung halamannya.
Sakti pun mengakui pengurus PSMS telah menghubunginya untuk kembali ke Medan.
“Ya, salah seorang pengurus bernama pak Idris (Sekum PSMS) sudah menghubungi. Dia menanyakan jadwal kepulangan kami dan beliau menunggu kami di Medan,” kata Sakti yang dihubungi lewat telepon, tadi sore.
Sakti berharap keseriusan pengurus dibuktikan dengan manajemen yang profesional. Juga menyangkut pembayaran honor pemain.
“Secara pribadi sebagai putra Medan, saya punya kebanggaan tersendiri bermain di PSMS. Saya pikir pemain yang lain pun demikian.Tapi kita hidup dari main bola dan Saya harap pengurus juga mempertimbangkan itu,” harapnya.
Sekum PSMS, Idris pun membenarkan telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain ISL seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, dan Wijay.
“Mereka sudah saya kontak untuk segera kembali ke Medan. Nantinya kita akan membicarakan negosiasi kontrak. Kita akan buktikan keseriusan kita untuk ke ISL,” tambahnya.
Menanggapi keinginan Sakti cs, Idris pun punya keinginan yang sama
untuk membentuk manajemen yang profesional. Selain itu manajemen juga akan dibentuk lebih efisien.
“Usai pilkada Pak Eldin (Ketum) akan segera menunjuk manajer karena memang itu wewenang beliau. Kita memang akan berusaha untuk lebih profesional. 15 orang cukuplah biar lebihefisien,” terangnya.
Monday, June 7, 2010
PSMS Bidik Pemain dari Thailand dan Vietnam
Menindaklanjuti hasil buruk yang dicapai pada musim sebelumnya, pengurus PSMS mencoba melakukan terobosan baru terkait rekrutmen pemain menatap musim kompetisi mendatang.
Hal itu diungkapkan Sekum PSMS Idris SE yang dihubungi Minggu (6/6). Menurutnya, pada musim kompetisi mendatang PSMS tidak akan mempergunakan pemain yang berasal dari Benua Afrika, dan mengalihkan perhatinnya kepada pemain yang berasal dari Asia Tenggara.
“Kita berencana merekrut pemain nasional dari Vietnam dan Thailand. Mereka lebih bertanggungjawab dibanding pemain asal Afrika. Ini bisa kita lihat dengan hasil yang dicapai Persib yang merekrut pemain dari Thailand,” ujar Idris.
Sementara itu PSMS yang merekrut tiga pemain asal Afrika Nyeck Nyobe (Kamerun), Ikpefua Osas Marvellous (Nigeria) serta Ogochukwu Daniel (Niogeria) gagal meraih hasil maksimal.
Nah, berdasarkan pengalaman ini jajaran pengurus PSMS akan berhati-hati dalam merekrut pemain asing.
“Kami akan turun langsung dan melihat sejauh mana kemampuan mereka. Dan itu akan kami lakukan ketika yang bersangkutan tampil di negaranya,” bilang Idris.
Bila apa yang menjadi rencana pengurus PSMS ini terealisasi maka pengurus PSMS akan membentuk tim pencari bakat yang bertugas mencari pemain hingga ke nagara asalnya.
“Saya rasa, bila Ketua Umum PSMS dan Sekretaris telah menyetujui rencana ini, maka rencana tadi tinggal dilaksanakan saja, sebab yang terpenting dan berhak mengambil keputusan dalam sebuah organisasi sepak bola adalah kedua orang tadi,” bilang Idris.
Memang buruknya performa pemain asing di tubuh tim Ayam Kinantan menimbulkan kekecawan mendalam di benak segenap masyarakat Sumut. Apalagi sepanjang musim kompetisi, tiga pemain asing tadi tak memberikan kontribusi maksimal.
Namun kegagalan PSMS tadi tidak bisa ditimpakan pada pemain asing saja. Terjadinya pergantian pelatih di tengah kompetisi juga menjadi salah satu penyebabnya. “Bagi seorang pemain, pelatih memiliki peran yang sangat besar untuk mendongkrak prestasi tim. Tapi, kalau pelatihnya berulangkali diganti, pastinya pemain tidak bakal fokus,” kata M Halim, kiper PSMS Medan. (jul/sumutpos)
Hal itu diungkapkan Sekum PSMS Idris SE yang dihubungi Minggu (6/6). Menurutnya, pada musim kompetisi mendatang PSMS tidak akan mempergunakan pemain yang berasal dari Benua Afrika, dan mengalihkan perhatinnya kepada pemain yang berasal dari Asia Tenggara.
“Kita berencana merekrut pemain nasional dari Vietnam dan Thailand. Mereka lebih bertanggungjawab dibanding pemain asal Afrika. Ini bisa kita lihat dengan hasil yang dicapai Persib yang merekrut pemain dari Thailand,” ujar Idris.
Sementara itu PSMS yang merekrut tiga pemain asal Afrika Nyeck Nyobe (Kamerun), Ikpefua Osas Marvellous (Nigeria) serta Ogochukwu Daniel (Niogeria) gagal meraih hasil maksimal.
Nah, berdasarkan pengalaman ini jajaran pengurus PSMS akan berhati-hati dalam merekrut pemain asing.
“Kami akan turun langsung dan melihat sejauh mana kemampuan mereka. Dan itu akan kami lakukan ketika yang bersangkutan tampil di negaranya,” bilang Idris.
Bila apa yang menjadi rencana pengurus PSMS ini terealisasi maka pengurus PSMS akan membentuk tim pencari bakat yang bertugas mencari pemain hingga ke nagara asalnya.
“Saya rasa, bila Ketua Umum PSMS dan Sekretaris telah menyetujui rencana ini, maka rencana tadi tinggal dilaksanakan saja, sebab yang terpenting dan berhak mengambil keputusan dalam sebuah organisasi sepak bola adalah kedua orang tadi,” bilang Idris.
Memang buruknya performa pemain asing di tubuh tim Ayam Kinantan menimbulkan kekecawan mendalam di benak segenap masyarakat Sumut. Apalagi sepanjang musim kompetisi, tiga pemain asing tadi tak memberikan kontribusi maksimal.
Namun kegagalan PSMS tadi tidak bisa ditimpakan pada pemain asing saja. Terjadinya pergantian pelatih di tengah kompetisi juga menjadi salah satu penyebabnya. “Bagi seorang pemain, pelatih memiliki peran yang sangat besar untuk mendongkrak prestasi tim. Tapi, kalau pelatihnya berulangkali diganti, pastinya pemain tidak bakal fokus,” kata M Halim, kiper PSMS Medan. (jul/sumutpos)
PSMS Perpanjang Kontrak Pemain Berprestasi
Pengurus PSMS akan mempertahankan pemain berprestasi untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 musim depan, agar ambisi menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang dapat diwujudkan.
“Ini merupakan komitmen Ketua Umum (Ketum) PSMS Pak Dzulmi Eldin. Kita ingin PSMS ke depan berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan mempertahankan pemain yang berprestasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Senin (31/5).
Prestasi yang dimaksud Idris di sini adalah performa pemain selama melakoni kompetisi musim lalu, latihan persiapan, dan laga ujicoba yang akan segera digelar.
Idris melihat kriteria itu dimiliki pemain belakang PSMS H Harry Syahputra. Sebagai pemain profesional dan mantan skuad timnas Indonesia, kapabilitas pemain berpostur 183 cm ini dinilai cukup baik dan pantas untuk kembali memperkuat PSMS musim mendatang.
“Kita tahu sendiri dia (Harry, Red) pemain nasional. Dia juga telah menunjukkan konsistensinya di tim ini. Sebagai atlet profesional dia sudah menunjukkan prestasi yang baik selama di PSMS. Saya akan mengusulkan kepada Ketum PSMS untuk memperpanjang kontrak Harry,” sebut Manajer Sumut FC ini.
Namun, Idris menolak hal itu sebagai sikap inkonsistensi atas kebijakan Pengurus PSMS sendiri. Kebijakan yang dimaksud sehubungan untuk pemain yang akan bergabung di PSMS harus melalui seleksi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Harry mengaku belum mengetahui kabar ini.
“Saya belum dihubungi pengurus mengenai hal itu. Karena itu saya tidak berani berkomentar apa-apa dulu, takut salah,” sebutnya
Hary menyatakan, seperti yang dia alami di klub-klub lainnya, pihak manajemen ataupun pengurus sudah akan melakukan pembicaraan baru satu bulan sebelum kontrak berakhir, dan sebelum hal itu dilakukan pengurus, dirinya tidak berharap terlalu banyak. “Ya, sekarang ini saya cuma bisa latihan, kalau ditarik lagi sama PSMS syukur, kalaupun tidak, ya cari tim lain,” pungkasnya.
Selain Harry, sempat beredar kabar bila Pengurus PSMS juga akan memperpanjang kontrak Gelandang PSMS Faisal Azmi. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim, PSMS akan menggelar serangkaian ujicoba dengan beberapa klub yang ada di Sumut. (jul/sumutpos)
“Ini merupakan komitmen Ketua Umum (Ketum) PSMS Pak Dzulmi Eldin. Kita ingin PSMS ke depan berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan mempertahankan pemain yang berprestasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Senin (31/5).
Prestasi yang dimaksud Idris di sini adalah performa pemain selama melakoni kompetisi musim lalu, latihan persiapan, dan laga ujicoba yang akan segera digelar.
Idris melihat kriteria itu dimiliki pemain belakang PSMS H Harry Syahputra. Sebagai pemain profesional dan mantan skuad timnas Indonesia, kapabilitas pemain berpostur 183 cm ini dinilai cukup baik dan pantas untuk kembali memperkuat PSMS musim mendatang.
“Kita tahu sendiri dia (Harry, Red) pemain nasional. Dia juga telah menunjukkan konsistensinya di tim ini. Sebagai atlet profesional dia sudah menunjukkan prestasi yang baik selama di PSMS. Saya akan mengusulkan kepada Ketum PSMS untuk memperpanjang kontrak Harry,” sebut Manajer Sumut FC ini.
Namun, Idris menolak hal itu sebagai sikap inkonsistensi atas kebijakan Pengurus PSMS sendiri. Kebijakan yang dimaksud sehubungan untuk pemain yang akan bergabung di PSMS harus melalui seleksi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Harry mengaku belum mengetahui kabar ini.
“Saya belum dihubungi pengurus mengenai hal itu. Karena itu saya tidak berani berkomentar apa-apa dulu, takut salah,” sebutnya
Hary menyatakan, seperti yang dia alami di klub-klub lainnya, pihak manajemen ataupun pengurus sudah akan melakukan pembicaraan baru satu bulan sebelum kontrak berakhir, dan sebelum hal itu dilakukan pengurus, dirinya tidak berharap terlalu banyak. “Ya, sekarang ini saya cuma bisa latihan, kalau ditarik lagi sama PSMS syukur, kalaupun tidak, ya cari tim lain,” pungkasnya.
Selain Harry, sempat beredar kabar bila Pengurus PSMS juga akan memperpanjang kontrak Gelandang PSMS Faisal Azmi. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim, PSMS akan menggelar serangkaian ujicoba dengan beberapa klub yang ada di Sumut. (jul/sumutpos)
Kiper PSMS Siap Tampil Kembali
Usai menjalani perawatan, Penjaga Gawang PSMS M Halim siap menatap agenda berikutnya. Dipastikan Jumat (11/6) nanti dirinya akan tampil dalam laga uji coba menghadapi PS Klambir Lima.
“Kalau Jumat (11/6) nanti saya sudah bisa turun lah. Ini juga sudah agak baikan, sudah mulai latihan untuk naikkan kondisi stamina lagi,” ucap M Halim yang dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Sabtu (5/6).
Sebelumnya, M Halim terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hidayah Desa Duren Deli Tua karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu menyebabkan dirinya absen saat skuad PSMS melakoni laga uji coba melawan Mabar FC, Jumat (4/6) lalu.
Halim yang telah keluar dari rumah sakit, kemarin (5/6) berharap mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali memperkuat PSMS pada Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti. Bahkan dirinya berencana pensiun di PSMS. “Kalau saya masih dipercaya, saya siap membela PSMS. Karena untuk dua tahun ini saya masih ingin eksis di lapangan. Sebelum memutuskan berhenti saya ingin mengantar PSMS kembali ke super liga,” tekadnya.
Menurut Halim, dengan manajemen yang baik, PSMS pasti bisa kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL). Pengalaman di musim sebelumnya pun diharapkan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi seluruh elemen yang ada demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang.
“Harus kita akui bila pada musim sebelumnya banyak permasalahan dalam penataan tim ini. Seperti pergantian dalam manajemen tim yang berulang-ulang. Tapi saya yakin, manajemen saat ini cukup profesional dan itu akan menjadi napas baru PSMS,” bebernya.
M Halim juga berharap Pengurus PSMS dapat mendatangkan pemain-pemain Sumut yang kini bermain di ISL. Selain untuk memastikan kesiapan menatap ISL, kehadiran Saktiawan dkk di PSMS juga dapat menjadi motivasi bagi pemain muda lainnya.
“Sebagai pemain asal Kota Medan, Sakti, Legimin, dan pemain lainnya sudah memiliki karakter permainan Medan dan ini sangat menentukan keberhasilan PSMS ke depan. Kehadiran mereka juga dapat meningkatkan motivasi pemain muda begitu juga pemain yang ada untuk saling berbagi pengalaman di lapangan. Saya yakin, mereka juga akan senang kembali bermain untuk PSMS sebagai panggilan moral. Tinggal pendekatan pengurus dengan mereka,” terangnya.
Menanggapi itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE memastikan akan menggunakan manajemen yang profesional dalam menata PSMS ke depan. Baik dalam pendanaan, perekrutan pemain, juga keberadaan tim pelatih. “Ketua Umum PSMS Pak Dzulmi Eldin dan saya komitmen untuk membuat PSMS menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan menerapkan manajemen yang profesional,” ucap Idris.
“Pelatih akan kita berikan wewenang penuh mulai dari menentukan asisten pelatih juga dalam perekrutan pemain. Karena pelatih paling kenal karakter dan kualitas pemain yang diinginkan untuk mengantar PSMS ke ISL, kita tidak akan intervensi. Yang penting ada komunikasi,” ucap Idris.
Begitu juga menanggapi keberadaan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang belakangan ini disoroti karena wewenang melewati kapabilitasnya. “Ya, asisten pelatih kan orang yang mengerti kemauan pelatih kepala. Jadi kalau pelatih yang kita tunjuk nantinya tidak cocok dengan Suyono, pengurus juga tidak akan mempertahankan Suyono,” tegas Idris yang juga Manajer Sumut FC ini.
Ya, Suyono sempat menuai kritik karena berencana menggelar tes Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) sebagai dasar membuat referensi bagi Pengurus PSMS untuk mencoret atau mempertahankan pemain yang ada. Selain dari mantan pemain PSMS, Parlin Siagian kritik terhadap Suyono juga datang dari Dosen FIK Unimed Nimrod Manalu yang juga mantan pelatih fisik PSMS. (jul)
Belakangan Suyono membantah ucapan yang disampaikannya di depan media dan Mantan Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga Medan beberapa waktu lalu. “Itu program pengurus yang diminta untuk saya laksanakan karena saya masih terikat kontrak hingga Agustus. Saya juga tidak terlalu berambisi menjadi pelatih PSMS ya,” ucap Suyono saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon beberapa waktu lalu. (jul/sumutpos)
“Kalau Jumat (11/6) nanti saya sudah bisa turun lah. Ini juga sudah agak baikan, sudah mulai latihan untuk naikkan kondisi stamina lagi,” ucap M Halim yang dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Sabtu (5/6).
Sebelumnya, M Halim terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hidayah Desa Duren Deli Tua karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu menyebabkan dirinya absen saat skuad PSMS melakoni laga uji coba melawan Mabar FC, Jumat (4/6) lalu.
Halim yang telah keluar dari rumah sakit, kemarin (5/6) berharap mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali memperkuat PSMS pada Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti. Bahkan dirinya berencana pensiun di PSMS. “Kalau saya masih dipercaya, saya siap membela PSMS. Karena untuk dua tahun ini saya masih ingin eksis di lapangan. Sebelum memutuskan berhenti saya ingin mengantar PSMS kembali ke super liga,” tekadnya.
Menurut Halim, dengan manajemen yang baik, PSMS pasti bisa kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL). Pengalaman di musim sebelumnya pun diharapkan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi seluruh elemen yang ada demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang.
“Harus kita akui bila pada musim sebelumnya banyak permasalahan dalam penataan tim ini. Seperti pergantian dalam manajemen tim yang berulang-ulang. Tapi saya yakin, manajemen saat ini cukup profesional dan itu akan menjadi napas baru PSMS,” bebernya.
M Halim juga berharap Pengurus PSMS dapat mendatangkan pemain-pemain Sumut yang kini bermain di ISL. Selain untuk memastikan kesiapan menatap ISL, kehadiran Saktiawan dkk di PSMS juga dapat menjadi motivasi bagi pemain muda lainnya.
“Sebagai pemain asal Kota Medan, Sakti, Legimin, dan pemain lainnya sudah memiliki karakter permainan Medan dan ini sangat menentukan keberhasilan PSMS ke depan. Kehadiran mereka juga dapat meningkatkan motivasi pemain muda begitu juga pemain yang ada untuk saling berbagi pengalaman di lapangan. Saya yakin, mereka juga akan senang kembali bermain untuk PSMS sebagai panggilan moral. Tinggal pendekatan pengurus dengan mereka,” terangnya.
Menanggapi itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE memastikan akan menggunakan manajemen yang profesional dalam menata PSMS ke depan. Baik dalam pendanaan, perekrutan pemain, juga keberadaan tim pelatih. “Ketua Umum PSMS Pak Dzulmi Eldin dan saya komitmen untuk membuat PSMS menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan menerapkan manajemen yang profesional,” ucap Idris.
“Pelatih akan kita berikan wewenang penuh mulai dari menentukan asisten pelatih juga dalam perekrutan pemain. Karena pelatih paling kenal karakter dan kualitas pemain yang diinginkan untuk mengantar PSMS ke ISL, kita tidak akan intervensi. Yang penting ada komunikasi,” ucap Idris.
Begitu juga menanggapi keberadaan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang belakangan ini disoroti karena wewenang melewati kapabilitasnya. “Ya, asisten pelatih kan orang yang mengerti kemauan pelatih kepala. Jadi kalau pelatih yang kita tunjuk nantinya tidak cocok dengan Suyono, pengurus juga tidak akan mempertahankan Suyono,” tegas Idris yang juga Manajer Sumut FC ini.
Ya, Suyono sempat menuai kritik karena berencana menggelar tes Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) sebagai dasar membuat referensi bagi Pengurus PSMS untuk mencoret atau mempertahankan pemain yang ada. Selain dari mantan pemain PSMS, Parlin Siagian kritik terhadap Suyono juga datang dari Dosen FIK Unimed Nimrod Manalu yang juga mantan pelatih fisik PSMS. (jul)
Belakangan Suyono membantah ucapan yang disampaikannya di depan media dan Mantan Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga Medan beberapa waktu lalu. “Itu program pengurus yang diminta untuk saya laksanakan karena saya masih terikat kontrak hingga Agustus. Saya juga tidak terlalu berambisi menjadi pelatih PSMS ya,” ucap Suyono saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon beberapa waktu lalu. (jul/sumutpos)
Subscribe to:
Posts (Atom)