PSMS segera menentukan langkahnya ke depan mengingat ambisi menggapai Liga Super Indonesia 2011 bukan hal mudah. Langkah pertama yang dilakukan pengurus dan manajemen adalah menentukan nasib para pemain yang ada saat ini.
Kepastian pun terjawab setelah pertemuan internal antara pengurus, manajemen dengan seluruh pemain PSMS di mess Kebun Bunga kemarin. Pertemuan itu menghasilkan keputusan di mana para pemain lokal tetap dipertahankan dan trio pemain asing tidak akan digunakan lagi jasanya.
Ini berarti Ikfepua Osas Marvellous Saha, Ogochukwu Daniel dan Nyeck Nyobe akan segera angkat kaki dari PSMS. Kontribusi ketiga pemain asing itu dianggap minim oleh pengurus dan manajemen.
“Kita sepakat untuk melepas ketiga pemain asing yang ada saat ini, sementara pemain lokal akan kita pertahankan dan libatkan pada pembentukan tim pertengahan April nanti,” kata Sekum PSMS Idris SE didampingi Manajer Drs Hendra DS.
Untuk penyelesaian hak ketiga legiun asing berupa gaji, pengurus dan manajemen berjanji segera melunasinya pada medio April nanti. Untuk pemain lokal yang dipertahankan, mereka akan tetap dibayarkan gajinya per bulan sampai Juli mendatang.
Uniknya, Saha cs memang tidak berniat lagi untuk memperkuat skuad Ayam Kinantan. Sebelum pertemuan, Saha malah menegaskan dirinya akan mencoba peruntungan di klub lain. “Di PSMS? Kayaknya nggak lagi lah,” katanya.
Sementara untuk kursi pelatih, PSMS berniat mempertahankan duet Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian untuk musim depan. "Memang belum ada pembicaraan langsung dengan mereka, tapi kita berniat untuk mempertahankan keduanya," ujar Hendra.
Keduanya juga dipercaya sebagai tim pencari bakat bersama Suyono dan Jamaluddin Hutauruk pada seleksi yang akan digelar pertengahan April nanti. Seleksi juga akan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut (Disporasu).
“Kita harapkan klub-klub yang ada di Sumut mengirimkan pemain-pemain terbaiknya. Untuk pemain lokal yang ada saat ini, kami himbau agar masing-masing tetap menjaga kondisi,” ujar Idris.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, April 5, 2010
Pengakuan Saha
Usai sudah kisah tiga legiun asing PSMS Medan. Keputusan pengurus dan manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak Ikfepua Osas Marvellous Saha, Ogochukwu Daniel dan Nyeck Nyobe mengakhiri kiprah trio asing itu di Medan.
Namun ternyata keputusan tersebut memang sejalan keinginan ketiganya untuk tak lagi mengenakan kaos kebesaran PSMS. Seperti pengakuan striker PSMS asal Nigeria, Osas Saha, dirinya memang sudah memutuskan segera hengkang ke klub lain. Baginya, pengalaman semusim di PSMS sudah cukup membuatnya jenuh.
“Sudah cukuplah. Saya tidak akan bertahan di sini,” ucap Saha sambil menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya tentang langkahnya ke depan.
Menurut Saha, satu hal yang diperlukan dalam sebuah tim adalah kenyamanan, bukan semata mengejar uang. Karena kenyamanan akan membuat suasana hati tenang dan hal itu yang tidak ia temukan sewaktu membela Ayam Kinantan.
“Kita bisa main bagus jika suasana hati kita senang, tidak sekedar uang. Kalau ada uang tapi hati kita tidak senang, sama saja,” ucap Saha.
Saha mencontohkannya saat membela PSDS musim lalu. Ketika itu suasananya dirasakannya sangat nyaman, meskipun kondisi keuangan klub memaksa mereka terlambat menerima gaji sampai hampir 10 bulan.
“Saya tidak akan pernah lupa waktu main di PSDS. Kebersamaannya sangat tinggi, kita susah dan senang sama-sama. Walau tidak ada uang, kita tetap hepi,” kenang pria yang mengaku bersahabat dengan mantan striker Inter, Obafemi Martins.
Ucapan Saha memang bukan bualan. Terbukti ia mencetak banyak gol untuk skuad Traktor Kuning. 18 gol dalam semusim membuatnya menjadi pujaan publik Deli Serdang dan rekor itu berbanding terbalik musim ini.
Kini Saha meminta pengurus dan Manajemen PSMS segera melunasi haknya berupa sisa gaji sesuai dengan perjanjian kontrak. Ia ingin segera angkat kaki dan tidak ingin menunggu sampai Juli nanti.
Mengenai klub yang akan dia singgahi berikutnya, Saha belum bisa memutuskan. “Lihat saja nanti di TV,” ucap Saha diiringi tawanya.
Namun ternyata keputusan tersebut memang sejalan keinginan ketiganya untuk tak lagi mengenakan kaos kebesaran PSMS. Seperti pengakuan striker PSMS asal Nigeria, Osas Saha, dirinya memang sudah memutuskan segera hengkang ke klub lain. Baginya, pengalaman semusim di PSMS sudah cukup membuatnya jenuh.
“Sudah cukuplah. Saya tidak akan bertahan di sini,” ucap Saha sambil menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya tentang langkahnya ke depan.
Menurut Saha, satu hal yang diperlukan dalam sebuah tim adalah kenyamanan, bukan semata mengejar uang. Karena kenyamanan akan membuat suasana hati tenang dan hal itu yang tidak ia temukan sewaktu membela Ayam Kinantan.
“Kita bisa main bagus jika suasana hati kita senang, tidak sekedar uang. Kalau ada uang tapi hati kita tidak senang, sama saja,” ucap Saha.
Saha mencontohkannya saat membela PSDS musim lalu. Ketika itu suasananya dirasakannya sangat nyaman, meskipun kondisi keuangan klub memaksa mereka terlambat menerima gaji sampai hampir 10 bulan.
“Saya tidak akan pernah lupa waktu main di PSDS. Kebersamaannya sangat tinggi, kita susah dan senang sama-sama. Walau tidak ada uang, kita tetap hepi,” kenang pria yang mengaku bersahabat dengan mantan striker Inter, Obafemi Martins.
Ucapan Saha memang bukan bualan. Terbukti ia mencetak banyak gol untuk skuad Traktor Kuning. 18 gol dalam semusim membuatnya menjadi pujaan publik Deli Serdang dan rekor itu berbanding terbalik musim ini.
Kini Saha meminta pengurus dan Manajemen PSMS segera melunasi haknya berupa sisa gaji sesuai dengan perjanjian kontrak. Ia ingin segera angkat kaki dan tidak ingin menunggu sampai Juli nanti.
Mengenai klub yang akan dia singgahi berikutnya, Saha belum bisa memutuskan. “Lihat saja nanti di TV,” ucap Saha diiringi tawanya.
PSMS Akan Rekrut Pemain Asing dari Asia
Manajemen PSMS Medan berencana merekrut pemain asing dari Asia untuk memperkuat tim tersebut menghadapi lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (LI) tahun 2010/2011 Agustus mendatang.
"Pemain bola dari Asia yang akan dikontrak PSMS itu, berasal dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang," ujar Manajer Tim PSMS, Hendra DS , di Medan, Minggu.
Dengan menggunakan pemain dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang itu, menurut dia, sangat tepat dan pemain dari negara itu dapat dengan mudah menyesuaikan pola dan teknik permainan di PSMS.
Manajemen PSMS sudah saatnya memanfaatkan pemain dari Asia itu, sebab selama ini tim PSMS hanya menggunakan pemain Kamerun, Nigeria, Brazil, Argentina dan dari negara lainnya.
"Untuk putaran kompetisi tahun ini, PSMS akan menggunakan pemain Asia. Pemain Asia yang dipakai itu, tentunya yang memiliki kualitas dan sudah memiliki pengalaman tanding di Asia," kata Hendra.
Ia menambahkan, pemain Asia yang dikontrak atau "dibayar" oleh manajemen PSMS itu adalah mantan-mantan pemain nasional yang terbaik dan sudah punya nama di negara mereka.
Sebelum pemain Asia itu diikat kontrak oleh manajemen PSMS, akan diseleksi lebih dahulu, baik fisik, mental, kesehatan dan lainnya sehingga PSMS akan mendapatkan pemain asing yang benar -benar berkualitas seperti yang diharapkan.
"Manajemen akan memberikan kewenangan penuh kepada pelatih untuk menyeleksi ketat para pemain asing itu," tegas Hendra
"Pemain bola dari Asia yang akan dikontrak PSMS itu, berasal dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang," ujar Manajer Tim PSMS, Hendra DS , di Medan, Minggu.
Dengan menggunakan pemain dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang itu, menurut dia, sangat tepat dan pemain dari negara itu dapat dengan mudah menyesuaikan pola dan teknik permainan di PSMS.
Manajemen PSMS sudah saatnya memanfaatkan pemain dari Asia itu, sebab selama ini tim PSMS hanya menggunakan pemain Kamerun, Nigeria, Brazil, Argentina dan dari negara lainnya.
"Untuk putaran kompetisi tahun ini, PSMS akan menggunakan pemain Asia. Pemain Asia yang dipakai itu, tentunya yang memiliki kualitas dan sudah memiliki pengalaman tanding di Asia," kata Hendra.
Ia menambahkan, pemain Asia yang dikontrak atau "dibayar" oleh manajemen PSMS itu adalah mantan-mantan pemain nasional yang terbaik dan sudah punya nama di negara mereka.
Sebelum pemain Asia itu diikat kontrak oleh manajemen PSMS, akan diseleksi lebih dahulu, baik fisik, mental, kesehatan dan lainnya sehingga PSMS akan mendapatkan pemain asing yang benar -benar berkualitas seperti yang diharapkan.
"Manajemen akan memberikan kewenangan penuh kepada pelatih untuk menyeleksi ketat para pemain asing itu," tegas Hendra
PSMS Hapus Pemain Titipan
Belajar dari masa lalu, Sekretaris Umum PSMS Idris SE akan turun memantau proses pembentukan skuad PSMS yang dipromosikan menuju Indonesia Super League (ISL) pada 2011. Pemain titipan pihak tertentu dipastikan sulit menembus skuad Ayam Kinantan.
“Selama masih ada saya di PSMS, tidak akan ada pemain-pemain titipan. Semua akan dinilai secara objektif. Sekalipun punya nama besar tapi tidak memenuhi penilaian tetap saja tidak masuk. Kita akan coba bersihkan praktik ini dari tubuh PSMS,” tegasnya.
Sebagai pengurus dan pembina salah satu klub sepakbola usia dini di Kota Medan, Idris mengakui bila praktik pemain titipan itu sudah berlangsung lama. Begitu juga dalam perekrutan pemain PSMS belakangan ini. Untuk itu selain membentuk tim pencari bakat, penjaringan pemain pun sepenuhnya akan diserahkan kepada pelatih.
Sepertinya Idris belajar dari proses perekrutan skuad PSMS pada kompetisi musim ini. Tidak seperti biasanya, sebagai Pelatih Kepala Suimin Dihardja justru diserahkan paket pemain oleh pengurus. Rekomendasi dari pelatih mengenai pemain yang diinginkan justru tidak terpenuhi sehubungan keterbatasan dana saat itu.
Pergantian pelatih dari Suimin Dihardja ke Kustiono di tengah musim pun menjadi celah calo pemain untuk bermain. PSMS pun kebobolan dengan menerima Nikwako Ogochukwu Daniel yang tidak dapat turun di empat laga terakhir dengan alasan cedera. Daniel dibawa oleh agennya Omluck Jr setelah dihubungi salah seorang pengurus yang dikabarkan mendapat komisi dari kontrak Daniel.
“Terlebih dahulu kita akan tunjuk pelatih kepala. Nah, pelatih kepala ini kita beri wewenang penuh untuk memilih tim pelatih lainnya begitu juga mengenai pemain yang dibutuhkan untuk mencapai ISL 2011 mendatang,” tambah Idris
“Selama masih ada saya di PSMS, tidak akan ada pemain-pemain titipan. Semua akan dinilai secara objektif. Sekalipun punya nama besar tapi tidak memenuhi penilaian tetap saja tidak masuk. Kita akan coba bersihkan praktik ini dari tubuh PSMS,” tegasnya.
Sebagai pengurus dan pembina salah satu klub sepakbola usia dini di Kota Medan, Idris mengakui bila praktik pemain titipan itu sudah berlangsung lama. Begitu juga dalam perekrutan pemain PSMS belakangan ini. Untuk itu selain membentuk tim pencari bakat, penjaringan pemain pun sepenuhnya akan diserahkan kepada pelatih.
Sepertinya Idris belajar dari proses perekrutan skuad PSMS pada kompetisi musim ini. Tidak seperti biasanya, sebagai Pelatih Kepala Suimin Dihardja justru diserahkan paket pemain oleh pengurus. Rekomendasi dari pelatih mengenai pemain yang diinginkan justru tidak terpenuhi sehubungan keterbatasan dana saat itu.
Pergantian pelatih dari Suimin Dihardja ke Kustiono di tengah musim pun menjadi celah calo pemain untuk bermain. PSMS pun kebobolan dengan menerima Nikwako Ogochukwu Daniel yang tidak dapat turun di empat laga terakhir dengan alasan cedera. Daniel dibawa oleh agennya Omluck Jr setelah dihubungi salah seorang pengurus yang dikabarkan mendapat komisi dari kontrak Daniel.
“Terlebih dahulu kita akan tunjuk pelatih kepala. Nah, pelatih kepala ini kita beri wewenang penuh untuk memilih tim pelatih lainnya begitu juga mengenai pemain yang dibutuhkan untuk mencapai ISL 2011 mendatang,” tambah Idris
Wednesday, March 31, 2010
PSMS Selamat, Persires Rengat Turun
Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS Selamat, Persires Rengat Turun
Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS Selamat, Persires Rengat Turun
Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
Tuesday, March 30, 2010
Ajak Masyarakat Medan Menjadi Saksi
MEDAN-Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengharapkan agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat menyaksikan pertandingan PSMS mengahadapi Persires di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) nanti.
“Saya mewakili Pengurus PSMS mengharapkan masyarakat Kota Medan bersedia menjadi saksi perjuangan PSMS untuk bertahan di Divisi Utama. Bagaimanapun kehadiran masyarakat merupakan bonus tersendiri dalam memotivasi pemain untuk tampil habis-habisan. Jadilah saksi dari moment yang menentukan ini,” ucap Idris kepada Sumut Pos, Minggu (28/3).
Idris sendiri memastikan kepuasan bagi masyarakat Kota Medan yang menonton pertandingan terakhir PSMS saat menjamu Persires nanti. Pasalnya Idris dan manajemen sudah menghimbau kepada pemain untuk tampil all-out pada laga tersebut. Permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS akan kembali ditampilkan di sepanjang pertandingan.
“Memang selama ini masyarakat kecewa dengan kekalahan yang terus diderita PSMS khususnya di putaran kedua. Tapi saya pastikan bila dibawah asuhan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, PSMS sudah menemukan permainan terbaiknya. Kemenangan atas Persih adalah bukti bila pertandingan nanti juga akan berakhir dengan kemenangan untuk PSMS. Mari kita sama-sama merayakannya,” tutur Idris yang juga pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.
“Kami pengurus sudah menyiapkan bonus bila PSMS tidak degradasi dari Divisi Utama. Namun kami tahu itu masih kecil dibanding semangat seluruh pemain. Jadi, dengan membeli tiket pertandingan berarti masyarakat Kota Medan turut andil dalam memberikan bonus kepada PSMS,” pungkasnya.
Himbauan Idris tidaklah berlebihan. Meskipun berhasil menundukkan Persih 2-0, PSMS belum sepenuhnya aman. Dengan koleksi 18 poin, PSMS masih terancam untuk dilewati PSDS yang hanya terpisah satu poin. Pertandingan menghadapi Persires merupakan penentu keberlangsungan PSMS di Divisi Utama musim berikutnya.
Persires yang kini bercokol di dasar klasemen grup I tentunya berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari lubang degradasi. Setelah dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang, pertandingan menghadapi PSMS ini tentu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi hingga berita ini diturunkan tak satu pun kontestan grup I Divisi Utama yang mengetahui jumlah tim yang akan didegradasi musim ini.
Ditengarai jika pengunduran Musi Banyuasin di awal kompetisi melahirkan pertanyaan, apakah dua tim yang terdegradasi termasuk mereka. Yang pasti manual liga menetapkan dua tim di tiap grup akan didegradasi menyusul naiknya enam tim dari Divisi Satu. (jul)
“Saya mewakili Pengurus PSMS mengharapkan masyarakat Kota Medan bersedia menjadi saksi perjuangan PSMS untuk bertahan di Divisi Utama. Bagaimanapun kehadiran masyarakat merupakan bonus tersendiri dalam memotivasi pemain untuk tampil habis-habisan. Jadilah saksi dari moment yang menentukan ini,” ucap Idris kepada Sumut Pos, Minggu (28/3).
Idris sendiri memastikan kepuasan bagi masyarakat Kota Medan yang menonton pertandingan terakhir PSMS saat menjamu Persires nanti. Pasalnya Idris dan manajemen sudah menghimbau kepada pemain untuk tampil all-out pada laga tersebut. Permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS akan kembali ditampilkan di sepanjang pertandingan.
“Memang selama ini masyarakat kecewa dengan kekalahan yang terus diderita PSMS khususnya di putaran kedua. Tapi saya pastikan bila dibawah asuhan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, PSMS sudah menemukan permainan terbaiknya. Kemenangan atas Persih adalah bukti bila pertandingan nanti juga akan berakhir dengan kemenangan untuk PSMS. Mari kita sama-sama merayakannya,” tutur Idris yang juga pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.
“Kami pengurus sudah menyiapkan bonus bila PSMS tidak degradasi dari Divisi Utama. Namun kami tahu itu masih kecil dibanding semangat seluruh pemain. Jadi, dengan membeli tiket pertandingan berarti masyarakat Kota Medan turut andil dalam memberikan bonus kepada PSMS,” pungkasnya.
Himbauan Idris tidaklah berlebihan. Meskipun berhasil menundukkan Persih 2-0, PSMS belum sepenuhnya aman. Dengan koleksi 18 poin, PSMS masih terancam untuk dilewati PSDS yang hanya terpisah satu poin. Pertandingan menghadapi Persires merupakan penentu keberlangsungan PSMS di Divisi Utama musim berikutnya.
Persires yang kini bercokol di dasar klasemen grup I tentunya berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari lubang degradasi. Setelah dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang, pertandingan menghadapi PSMS ini tentu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi hingga berita ini diturunkan tak satu pun kontestan grup I Divisi Utama yang mengetahui jumlah tim yang akan didegradasi musim ini.
Ditengarai jika pengunduran Musi Banyuasin di awal kompetisi melahirkan pertanyaan, apakah dua tim yang terdegradasi termasuk mereka. Yang pasti manual liga menetapkan dua tim di tiap grup akan didegradasi menyusul naiknya enam tim dari Divisi Satu. (jul)
Monday, March 29, 2010
Ayam Kinantan Bermandi Pujian
M Affan Lubis dkk sudah membuktikan janjinya untuk tidak mengecewakan masyarakat Kota Medan. Itu setelah Jumat (26/3) di Stadion Teladan Medan, PSMS menundukkan Persih dengan skor 2-0. Meskipun belum pasti aman dari ancaman degradasi, perjuang keras seluruh pemain mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.
Sabtu (27/3) Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan melalui Ketua Bidang Organisasi, Nunuk menyampaikan ucapan selamat kepada Sekretaris Umum PSMS Idris SE di Stadion Kebun Bunga Medan. “Kita sangat berterimakasih dan bangga atas perjuangan para pemain. Bagaimanapun PSMS adalah barometer sepak bola di Kota Medan,” ucapnya.
Dirinya juga berharap kiranya pada pertandingan Selasa (30/3) nanti, semangat yang sama kembali ditampilkan sehingga PSMS bisa bertahan di Divisi Utama musim yang akan datang. Untuk itu, PSSI Kota Medan siap memberikan dukungan moralnya.
“Ya, kita segenap pengurus akan datang menyaksikan pertandingan itu sebagai dukungan moral yang bisa diberikan. Kita tidak akan rela bila PSMS sebagai motivasi pemain muda terdegradasi ke Divisi Satu,” tambahnya.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun menyambut baik dukungan yang diberikan Pengcab PSSI Medan kepada seluruh pemain. “Itu akan sangat membangun semangat para pemain. Begitu juga dengan kehadiran masyarakat Kota Medan yang merupakan bonus tak terkira bagi tim,” ucap Idris.
Menurut Idris, masyarakat yang datang menonton dengan membeli tiket secara tidak langsung memberi bonus kepada seluruh pemain. “Jadi bonus itu tidak harus dalam jumlah yang besar. Kita pengurus memang sudah menyiapkan sejumlah bonus, namun itu tidak ada apa-apanya dari yang dapat diberikan masyarakat yang datang menonton,” jelasnya.
Begitupun dengan Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis yang tak hentinya mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk datang menyaksikan setiap pertandingan kandang PSMS sebagai bentuk dukungan. “Penonton adalah pemain ke-12 PSMS yang berpengaruh pada kemenangan,” imbaunya.
Pengurus PSMS dan KONI Medan sudah menyiapkan bonus bila PSMS bisa bertahan di Divisi Utama. Sudah tentu, masyarakat sebagai pemilik sebenarnya PSMS tidak akan mau kalah. (jul)
Sabtu (27/3) Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan melalui Ketua Bidang Organisasi, Nunuk menyampaikan ucapan selamat kepada Sekretaris Umum PSMS Idris SE di Stadion Kebun Bunga Medan. “Kita sangat berterimakasih dan bangga atas perjuangan para pemain. Bagaimanapun PSMS adalah barometer sepak bola di Kota Medan,” ucapnya.
Dirinya juga berharap kiranya pada pertandingan Selasa (30/3) nanti, semangat yang sama kembali ditampilkan sehingga PSMS bisa bertahan di Divisi Utama musim yang akan datang. Untuk itu, PSSI Kota Medan siap memberikan dukungan moralnya.
“Ya, kita segenap pengurus akan datang menyaksikan pertandingan itu sebagai dukungan moral yang bisa diberikan. Kita tidak akan rela bila PSMS sebagai motivasi pemain muda terdegradasi ke Divisi Satu,” tambahnya.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun menyambut baik dukungan yang diberikan Pengcab PSSI Medan kepada seluruh pemain. “Itu akan sangat membangun semangat para pemain. Begitu juga dengan kehadiran masyarakat Kota Medan yang merupakan bonus tak terkira bagi tim,” ucap Idris.
Menurut Idris, masyarakat yang datang menonton dengan membeli tiket secara tidak langsung memberi bonus kepada seluruh pemain. “Jadi bonus itu tidak harus dalam jumlah yang besar. Kita pengurus memang sudah menyiapkan sejumlah bonus, namun itu tidak ada apa-apanya dari yang dapat diberikan masyarakat yang datang menonton,” jelasnya.
Begitupun dengan Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis yang tak hentinya mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk datang menyaksikan setiap pertandingan kandang PSMS sebagai bentuk dukungan. “Penonton adalah pemain ke-12 PSMS yang berpengaruh pada kemenangan,” imbaunya.
Pengurus PSMS dan KONI Medan sudah menyiapkan bonus bila PSMS bisa bertahan di Divisi Utama. Sudah tentu, masyarakat sebagai pemilik sebenarnya PSMS tidak akan mau kalah. (jul)
Pekerjaan Belum Selesai
MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu memang patut dirayakan. Namun pekerjaan belum selesai. Bagaimanapun kemenangan itu hanyalah pembukaan menuju pertandi ngan sebenarnya yaitu menghadapi Persires, Selasa (30/3) nanti.
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Pekerjaan Belum Selesai
MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu memang patut dirayakan. Namun pekerjaan belum selesai. Bagaimanapun kemenangan itu hanyalah pembukaan menuju pertandi ngan sebenarnya yaitu menghadapi Persires, Selasa (30/3) nanti.
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Makin Yakin
MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih yang baru diraih meningkatkan rasa percaya diri skuad PSMS menatap laga terakhir sekaligus penentu, Selasa (30/3) nanti dengan menjamu Persires. Hal itu pula yang ditunjukkan dalam latihan, Minggu (28/3) sore yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan.
Di bawah arahan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, M Affan Lubis dkk melaksanakan semua materi, simulasi, shooting, dan game dengan baik. Beberapa gol berhasil dicetak striker PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang dimanjakan assist dari Faizal Azmi. “Anak-anak tetap menunjukkan semangatnya bahkan terus meningkat. Mereka tetap menjaga komitmennya untuk membela PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Kita berharap kondisi ini terus terjaga sampai menyelesaikan pertandingan, Selasa (30/3) nanti,” ucap Amrustian usai latihan.
Pemandangan serupa terlihat pada latihan menjelang laga menghadapi Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu. Pertandingan itu sendiri dimenangkan PSMS dengan skor 2-0. Dua gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Nyeck Nyobe dan Osas Saha yang didukung dengan permainan rap-rap dari seluruh pemain. “Kita tidak akan mengadakan perubahan karena pola ini yang diinginkan masyarakat Kota Medan dan fans PSMS. Jadi tinggal melihat kesiapan pemain yang akan diturunkan. Yang penting bagaimana semangat anak-anak untuk turun dan bertarung habis-habisan. Kita tidak akan melihat label lagi,” tambahnya.
Kabar baik lainnya seluruh pemain dalam kondisi fit. Deny Wahyudi pun dipastikan siap untuk diturunkan mengisi posisi Chiko Maradona yang harus absen karena akumulasi kartu di lini belakang. Sebelumnya Deny cedera spear, hal ini membuat Deny yang musim sebelumnya membela PSDS harus absen saat menjamu Persih. Begitu juga gelandang PSMS, Daniel.
“Deny sudah sangat fit dan saat menghadapi Persih juga dia sudah mengenakan kostum PSMS kok. Saya yakin dia sudah bisa diturunkan. Kalau Daniel memang dia tidak diturunkan oleh pelatih. Tapi saya lihat dia juga sudah bisa kok diturunkan. Yang pasti tidak ada pemain yang bermasalah,” ucap Medis PSMS Dr Rorywansyah yang dihubungi Sumut Pos, Minggu (28/3).
Adapun Daniel yang mengalami ganguan perut harus absen di dua laga tandang PSMS; PSSB dan PSAP dan kandangnya saat menjamu Persih di Stadion Teladan Medan. Memang dalam latihan terlihat Daniel seperti kesakitan setiap melakukan tendangan yang keras. Bagaimanapun penampilannya akan sangat dibutuhkan untuk memperkuat kemenangan.
Begitu juga dengan Tri Yudha Handoko yang menjadi inspirator gol Saha saat menundukkan Persih. Bersama Faizal Azmi, dirinya akan memanjakan Saha di barisan depan. Agresivitas Saiful Ramadhan pun diharapkan dalam memainkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Kepercayaan diri punggawa PSMS tampaknya semakin jadi. Pasalnya, pengurus dan manajemen PSMS ternyata telah mencairkan bonus untuk skuad Ayam Kinantan. Setidaknya ini dipastikan oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu (28/3). “Rp15 Juta dari pengurus dan manajemen sudah kita berikan kemarin (Sabtu, Red). Besok (hari ini, Red) sebagai penambah semangat, pihak KONI Medan juga mengajak skuad makan siang. Kita harapkan pemain bisa maksimal dan meraih kemenangan,” jelas Idris. (jul)
Di bawah arahan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, M Affan Lubis dkk melaksanakan semua materi, simulasi, shooting, dan game dengan baik. Beberapa gol berhasil dicetak striker PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang dimanjakan assist dari Faizal Azmi. “Anak-anak tetap menunjukkan semangatnya bahkan terus meningkat. Mereka tetap menjaga komitmennya untuk membela PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Kita berharap kondisi ini terus terjaga sampai menyelesaikan pertandingan, Selasa (30/3) nanti,” ucap Amrustian usai latihan.
Pemandangan serupa terlihat pada latihan menjelang laga menghadapi Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu. Pertandingan itu sendiri dimenangkan PSMS dengan skor 2-0. Dua gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Nyeck Nyobe dan Osas Saha yang didukung dengan permainan rap-rap dari seluruh pemain. “Kita tidak akan mengadakan perubahan karena pola ini yang diinginkan masyarakat Kota Medan dan fans PSMS. Jadi tinggal melihat kesiapan pemain yang akan diturunkan. Yang penting bagaimana semangat anak-anak untuk turun dan bertarung habis-habisan. Kita tidak akan melihat label lagi,” tambahnya.
Kabar baik lainnya seluruh pemain dalam kondisi fit. Deny Wahyudi pun dipastikan siap untuk diturunkan mengisi posisi Chiko Maradona yang harus absen karena akumulasi kartu di lini belakang. Sebelumnya Deny cedera spear, hal ini membuat Deny yang musim sebelumnya membela PSDS harus absen saat menjamu Persih. Begitu juga gelandang PSMS, Daniel.
“Deny sudah sangat fit dan saat menghadapi Persih juga dia sudah mengenakan kostum PSMS kok. Saya yakin dia sudah bisa diturunkan. Kalau Daniel memang dia tidak diturunkan oleh pelatih. Tapi saya lihat dia juga sudah bisa kok diturunkan. Yang pasti tidak ada pemain yang bermasalah,” ucap Medis PSMS Dr Rorywansyah yang dihubungi Sumut Pos, Minggu (28/3).
Adapun Daniel yang mengalami ganguan perut harus absen di dua laga tandang PSMS; PSSB dan PSAP dan kandangnya saat menjamu Persih di Stadion Teladan Medan. Memang dalam latihan terlihat Daniel seperti kesakitan setiap melakukan tendangan yang keras. Bagaimanapun penampilannya akan sangat dibutuhkan untuk memperkuat kemenangan.
Begitu juga dengan Tri Yudha Handoko yang menjadi inspirator gol Saha saat menundukkan Persih. Bersama Faizal Azmi, dirinya akan memanjakan Saha di barisan depan. Agresivitas Saiful Ramadhan pun diharapkan dalam memainkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Kepercayaan diri punggawa PSMS tampaknya semakin jadi. Pasalnya, pengurus dan manajemen PSMS ternyata telah mencairkan bonus untuk skuad Ayam Kinantan. Setidaknya ini dipastikan oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu (28/3). “Rp15 Juta dari pengurus dan manajemen sudah kita berikan kemarin (Sabtu, Red). Besok (hari ini, Red) sebagai penambah semangat, pihak KONI Medan juga mengajak skuad makan siang. Kita harapkan pemain bisa maksimal dan meraih kemenangan,” jelas Idris. (jul)
Saturday, March 27, 2010
PSMS Kalahkan Persih 2-0
PSMS Medan mengalahkan Persih Tembilahan dengan skor 2-0 (1-0) pada lanjutan kompetisi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Jumat.
Gol pertama PSMS diciptakan Nyeck Nyobe Georges Clement pada menit ke-11 melalui tendangan bebas yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persih, Agus Salim.
Persih yang kecolongan 0-1 berusaha melancarkan serangan melalui beberapa pemain seperti Pablo Rojas, Leonardo Veron, Mahadirga dan Riky Ohorela, namun selalu berhasil dihalau barisan pertahanan PSMS yang dimotori Chiko Maradona, Syaiful Ramadhan dan Hary Saputra.
Penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana juga harus bekerja ektra keras menyelamatkan gawangnya.
Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-77, Ikpepua Marvelllous Osas Saha berhasil menggandakan kemenangan tuan rumah melalui sebuah serangan balik.
Pada pertandingan itu, wasit Asrizal (Padang) menghadiahi tiga kartu kuning kepada pemain Persih, masing-masing Sumardi, Doni Famansyah dan Glen Paloakan.
Kemenangan itu belum menjamin PSMS aman dari ancaman degradasi.
Partai yang sangat menentukan akan terjadi saat PSMS menjamu Persires Rengat, Selasa (30/3) pekan depan. Jika memang, PSMS akan bertahaan di Divisi Utama
Gol pertama PSMS diciptakan Nyeck Nyobe Georges Clement pada menit ke-11 melalui tendangan bebas yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persih, Agus Salim.
Persih yang kecolongan 0-1 berusaha melancarkan serangan melalui beberapa pemain seperti Pablo Rojas, Leonardo Veron, Mahadirga dan Riky Ohorela, namun selalu berhasil dihalau barisan pertahanan PSMS yang dimotori Chiko Maradona, Syaiful Ramadhan dan Hary Saputra.
Penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana juga harus bekerja ektra keras menyelamatkan gawangnya.
Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-77, Ikpepua Marvelllous Osas Saha berhasil menggandakan kemenangan tuan rumah melalui sebuah serangan balik.
Pada pertandingan itu, wasit Asrizal (Padang) menghadiahi tiga kartu kuning kepada pemain Persih, masing-masing Sumardi, Doni Famansyah dan Glen Paloakan.
Kemenangan itu belum menjamin PSMS aman dari ancaman degradasi.
Partai yang sangat menentukan akan terjadi saat PSMS menjamu Persires Rengat, Selasa (30/3) pekan depan. Jika memang, PSMS akan bertahaan di Divisi Utama
Friday, March 26, 2010
PSMS Dukungan Penuh Penonton
Sore ini di Stadion Teladan Medan, PSMS akan menjamu Persih dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010. Laga ini pun merupakan penentu apakah PSMS masih akan berlaga di Divisi Utama atau terdegradasi ke Divisi Satu di musim yang akan datang. Begitu juga dengan laga terakhir, Selasa (30/3) nanti.
Meskipun persiapan tim sudah ditangani duet pelatih kawakan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian (baca preview di halaman 15), namun M Affan Lubis dkk sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Kota Medan. Peran penonton pun kerap diidentikkan sebagai pemain ke-12 yang berpengaruh besar pada kemenangan sebuah tim.
Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE sangat mengharapkan kehadiran masyarakat Kota Medan di dua laga kandang terakhir PSMS ini. Bahkan untuk itu Idris yang juga Ketua Panitia Divisi Utama di Medan menurunkan harga tiket. Adapun harga tiket yang diterapkan adalah Rp50.000 untuk VIP, Rp35.000 untuk tribun tertutup, dan Rp10.000 untuk tribun terbuka. Selain penurunan tiket, panitia juga akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Selain itu, karena pertandingan digelar di hari kerja, Panpel mengundurkan jadwal dan dimulai pukul 16.30 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat menyaksikan pertandingan sejak awal.
“Kita berharap pertandingan besok (hari ini, Red) seluruh masyarakat Kota Medan datang untuk memberi dukungan kepada PSMS. Karena dua laga kandang ini adalah hidup mati di Divisi Utama. Mari kita penuhi Stadion Teladan Medan dan menjadi saksi perjuangan skuad PSMS keluar dari ancaman degradasi,” ucap Idris yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (25/3).
Besarnya pengaruh penonton terhadap kemenangan PSMS di dua laga kandang ini pun dibenarkan pelatih kawakan Suimin Dihardja. “Kita semua tentu berharap PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Saya juga tidak rela kalau PSMS terdegradasi. Mari kita ramaikan Stadion Teladan sebagai dukungan moral untuk PSMS,” ucap Suimin. [jul/sumutpos]
Meskipun persiapan tim sudah ditangani duet pelatih kawakan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian (baca preview di halaman 15), namun M Affan Lubis dkk sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Kota Medan. Peran penonton pun kerap diidentikkan sebagai pemain ke-12 yang berpengaruh besar pada kemenangan sebuah tim.
Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE sangat mengharapkan kehadiran masyarakat Kota Medan di dua laga kandang terakhir PSMS ini. Bahkan untuk itu Idris yang juga Ketua Panitia Divisi Utama di Medan menurunkan harga tiket. Adapun harga tiket yang diterapkan adalah Rp50.000 untuk VIP, Rp35.000 untuk tribun tertutup, dan Rp10.000 untuk tribun terbuka. Selain penurunan tiket, panitia juga akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Selain itu, karena pertandingan digelar di hari kerja, Panpel mengundurkan jadwal dan dimulai pukul 16.30 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat menyaksikan pertandingan sejak awal.
“Kita berharap pertandingan besok (hari ini, Red) seluruh masyarakat Kota Medan datang untuk memberi dukungan kepada PSMS. Karena dua laga kandang ini adalah hidup mati di Divisi Utama. Mari kita penuhi Stadion Teladan Medan dan menjadi saksi perjuangan skuad PSMS keluar dari ancaman degradasi,” ucap Idris yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (25/3).
Besarnya pengaruh penonton terhadap kemenangan PSMS di dua laga kandang ini pun dibenarkan pelatih kawakan Suimin Dihardja. “Kita semua tentu berharap PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Saya juga tidak rela kalau PSMS terdegradasi. Mari kita ramaikan Stadion Teladan sebagai dukungan moral untuk PSMS,” ucap Suimin. [jul/sumutpos]
PSMS Menunggu List Copa
JAKARTA - Menghuni papan bawah klasemen Wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia 2009/10 membuat peluang PSMS Medan tampil di Copa Indonesia musim ini berat, karena hanya akan masuk waiting list.
Hal itu terkait dengan kebijakan PT Liga Indonesia (Liga) selaku pelaksana regulasi kompetisi non amatir sepakbola nasional, yang hanya mengikutkan 12 tim dari kasta kedua di turnamen bergengsi tersebut, yakni hanya mereka yang lolos ke babak kedua.
Sisanya berasal dari 18 tim kontestan Indonesia Super League (ISL) saat ini dan dua tim dari divisi satu, sehingga nantinya ada total 32 tim yang akan memperebutkan piala yang sebelumnya bernama Copa Dji Sam Soe ini.
“Kebijakan untuk menetapkan peserta seperti itu lebih karena pertimbangan kualitas pertandingan. Karena itu, kami haru menunggu kepastian tim divisi utama yang akan ikut ambil bagian,’ kata Joko dalam keterangan pers usai penanda tangan kerjasama dengan stasiun televisi swasta nasional RCTI selaku pemegang hak siar Piala Indonesia di Kantor Liga, Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis.
Mengenai peluang PSMS memang belum tertutup dan masih sama seperti tim lain, sebab bisa saja mereka masuk dalam daftar tunggu. Tapi itu pun harus bersaing dengan tim lain yang juga ingin masuk dalam waiting list.
“Daftar tunggu ini memang kami berikan jatah untuk mereka yang tidak memenuhi persyaratan dari segi klasemen. Hanya saja mereka punya minat yang cukup tinggi untuk berpartisipasi di turnamen ini,” beber Joko menambahkan baru Pro Duta Sleman yang sudah resmi mengajukan diri masuk dalam daftar tunggu.
Tigor Sahlomboboy, Sekertaris Liga ditemui di tempat yang sama menyatakan, kesempatan Ayam Kinantan berada di Divisi Utama musim depan masih terbuka lebar. Sebab, Liga membatalkan rencana menambah kuota tim yang degradasi ke Divisi I. Semula, imbuh Tigor, pihaknya berencana menurunkan empat tim peringkat terbawah dari tiga grup yang ada ke divisi satu musim depan.
Hal itu terkait dengan kebijakan PT Liga Indonesia (Liga) selaku pelaksana regulasi kompetisi non amatir sepakbola nasional, yang hanya mengikutkan 12 tim dari kasta kedua di turnamen bergengsi tersebut, yakni hanya mereka yang lolos ke babak kedua.
Sisanya berasal dari 18 tim kontestan Indonesia Super League (ISL) saat ini dan dua tim dari divisi satu, sehingga nantinya ada total 32 tim yang akan memperebutkan piala yang sebelumnya bernama Copa Dji Sam Soe ini.
“Kebijakan untuk menetapkan peserta seperti itu lebih karena pertimbangan kualitas pertandingan. Karena itu, kami haru menunggu kepastian tim divisi utama yang akan ikut ambil bagian,’ kata Joko dalam keterangan pers usai penanda tangan kerjasama dengan stasiun televisi swasta nasional RCTI selaku pemegang hak siar Piala Indonesia di Kantor Liga, Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis.
Mengenai peluang PSMS memang belum tertutup dan masih sama seperti tim lain, sebab bisa saja mereka masuk dalam daftar tunggu. Tapi itu pun harus bersaing dengan tim lain yang juga ingin masuk dalam waiting list.
“Daftar tunggu ini memang kami berikan jatah untuk mereka yang tidak memenuhi persyaratan dari segi klasemen. Hanya saja mereka punya minat yang cukup tinggi untuk berpartisipasi di turnamen ini,” beber Joko menambahkan baru Pro Duta Sleman yang sudah resmi mengajukan diri masuk dalam daftar tunggu.
Tigor Sahlomboboy, Sekertaris Liga ditemui di tempat yang sama menyatakan, kesempatan Ayam Kinantan berada di Divisi Utama musim depan masih terbuka lebar. Sebab, Liga membatalkan rencana menambah kuota tim yang degradasi ke Divisi I. Semula, imbuh Tigor, pihaknya berencana menurunkan empat tim peringkat terbawah dari tiga grup yang ada ke divisi satu musim depan.
Aura Positif
Cerahnya kostum yang dikenakan pemain PSMS menghadirkan nuansa lain pada latihan Rabu (24/3) sore di Stadion Teladan Medan. Apakah ini pertanda kemenangan di dua laga yang akan dilakoni di akhir musim ini?
Pantauan Sumut Pos di lapangan, tampak M Affan Lubis dkk begitu bersemangat melakoni latihan di bawah arahan duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar. Kerja sama di berbagai lini pun sudah terlihat. Sejalan dengan komunikasi antar pemain yang tak pernah kosong.
Begitu pun saat memasuki game, semangat para pemain berhasil membangkitkan kembali ciri khas PSMS, permainan rap-rap. Tak ada ragu dari Hary Syahputra saat menghentikan serangan dari pemain lain. Begitu juga Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi, Jecky Pasarella, dan M Affan Lubis yang menjadi andalan di barisan tengah.
Meskipun tidak menghasilkan gol, duet striker asing PSMS tampil ceria. Khususnya, Nyeck Nyobe yang selama ini diposisikan sebagai libero. Bahkan, dikabarkan legiun asal Kamerun ini enggan bila ditarik kembali ke lini belakang. “Memang anak-anak sudah berkomitmen untuk memenangkan dua laga kandang ini. Apalagi kita banyak kehilangan poin dan pertandingan ini adalah penentu. Kita bertekad untuk tidak lagi mengecewakan masyarakat Kota Medan,” ucap Kapten PSMS M Affan Lubis usai latihan.
Yah sepanjang putaran kedua, PSMS banyak kehilangan poin. Diawali dengan kalahkan 0-1 atas Persikabo, ditahan seri 1-1 oleh Persita, dan kalah 1-2 dari Persipasi, PSMS sudah kehilangan delapan poin. Seharusnya saat ini PSMS sudah mengoleksi 23 poin. Namun nasi sudah menjadi bubur, mencari kambing hitam pun tak ada guna.
Keinginan M Affan Lubis dkk itu pun disambut baik duet pelatih PSMS. Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar memang lebih memusatkan perhatiannya pada persiapan tim menghadapi dua pertandingan sisa. “Ya, kita tidak akan pulang dari jalan yang sama,” ucap Amrustian mengutip pepatah yang sempat terkenal di kalangan mafia Itali.
Bahkan, kekurangan yang ada dianggap angin lalu. “Kita memang kekurangan cadangan libero dan gelandang sayap. Tapi, semangat para pemain bisa menutupi kekurangan itu. Pemain yang ada akan kita maksimalkan untuk menciptakan gol sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Aura positif ini pun diperkuat dengan dukungan dari luar lapangan oleh salah fans PSMS. Tampak pula mantan Pelatih PSMS, Suimin Dihardja didampingi mantan Manajer PSMS 2001 Aritonang, dan Joni Sembiring yang setia memantau perkembangan PSMS. “Kita datang menyaksikan latihan sore ini sebagai dukungan moral kepada seluruh pemain. Besar harapan kita agar dua pertandingan ini berakhir dengan kemenangan. Bagaimanapun juga, kita tidak rela bila PSMS sampai terdegradasi dari Divisi Utama,” ucap Suimin kepada Sumut Pos.
Sayang, semangat pemain maupun harapan seluruh masyarakat pecinta PSMS tidak disaksikan oleh pengurus. Tak satu pun pengurus terlihat di Stadion Teladan Medan, Rabu (24/3) sore itu. Padahal kehadiran para pengurus merupakan motivasi tersendiri bagi seluruh pemain yang bertekad untuk habis-habisan di akhir musim ini. (jul)
Pantauan Sumut Pos di lapangan, tampak M Affan Lubis dkk begitu bersemangat melakoni latihan di bawah arahan duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar. Kerja sama di berbagai lini pun sudah terlihat. Sejalan dengan komunikasi antar pemain yang tak pernah kosong.
Begitu pun saat memasuki game, semangat para pemain berhasil membangkitkan kembali ciri khas PSMS, permainan rap-rap. Tak ada ragu dari Hary Syahputra saat menghentikan serangan dari pemain lain. Begitu juga Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi, Jecky Pasarella, dan M Affan Lubis yang menjadi andalan di barisan tengah.
Meskipun tidak menghasilkan gol, duet striker asing PSMS tampil ceria. Khususnya, Nyeck Nyobe yang selama ini diposisikan sebagai libero. Bahkan, dikabarkan legiun asal Kamerun ini enggan bila ditarik kembali ke lini belakang. “Memang anak-anak sudah berkomitmen untuk memenangkan dua laga kandang ini. Apalagi kita banyak kehilangan poin dan pertandingan ini adalah penentu. Kita bertekad untuk tidak lagi mengecewakan masyarakat Kota Medan,” ucap Kapten PSMS M Affan Lubis usai latihan.
Yah sepanjang putaran kedua, PSMS banyak kehilangan poin. Diawali dengan kalahkan 0-1 atas Persikabo, ditahan seri 1-1 oleh Persita, dan kalah 1-2 dari Persipasi, PSMS sudah kehilangan delapan poin. Seharusnya saat ini PSMS sudah mengoleksi 23 poin. Namun nasi sudah menjadi bubur, mencari kambing hitam pun tak ada guna.
Keinginan M Affan Lubis dkk itu pun disambut baik duet pelatih PSMS. Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar memang lebih memusatkan perhatiannya pada persiapan tim menghadapi dua pertandingan sisa. “Ya, kita tidak akan pulang dari jalan yang sama,” ucap Amrustian mengutip pepatah yang sempat terkenal di kalangan mafia Itali.
Bahkan, kekurangan yang ada dianggap angin lalu. “Kita memang kekurangan cadangan libero dan gelandang sayap. Tapi, semangat para pemain bisa menutupi kekurangan itu. Pemain yang ada akan kita maksimalkan untuk menciptakan gol sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Aura positif ini pun diperkuat dengan dukungan dari luar lapangan oleh salah fans PSMS. Tampak pula mantan Pelatih PSMS, Suimin Dihardja didampingi mantan Manajer PSMS 2001 Aritonang, dan Joni Sembiring yang setia memantau perkembangan PSMS. “Kita datang menyaksikan latihan sore ini sebagai dukungan moral kepada seluruh pemain. Besar harapan kita agar dua pertandingan ini berakhir dengan kemenangan. Bagaimanapun juga, kita tidak rela bila PSMS sampai terdegradasi dari Divisi Utama,” ucap Suimin kepada Sumut Pos.
Sayang, semangat pemain maupun harapan seluruh masyarakat pecinta PSMS tidak disaksikan oleh pengurus. Tak satu pun pengurus terlihat di Stadion Teladan Medan, Rabu (24/3) sore itu. Padahal kehadiran para pengurus merupakan motivasi tersendiri bagi seluruh pemain yang bertekad untuk habis-habisan di akhir musim ini. (jul)
Masih Bernapas
MEDAN-Kalah dari PSAP Sigli memang membuat kubu PSMS murung. Divisi Satu Liga Indonesia pun tergambar dibenak pengurus dan manajemen. Namun, harapan untuk bertahan di Divisi Utama ternyata masih ada.
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya. (jul)
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya. (jul)
Bonus Rp30 Juta Menanti
Berbagai usaha pun dilakukan untuk mempertahankan PSMS tetap di Divisi Utama di musim berikutnya. Dari sisi teknis, tim pelatih sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk kemenangan di dua laga kandang sisa.
Namun harus diakui, dalam kondisi saat ini faktor teknis saja tak cukup. Faktor nonteknis juga memiliki kekuatan yang tidak bisa disepelekan. Ya, faktor ini yang dapat membangkitkan semangat para pemain untuk mencapai kemenangan demi kemenangan.
Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (23/3). Untuk itu sejumlah bonus pun disiapkan kepada seluruh pemain bila berhasil mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Bonus sendiri merupakan sumbangan dari seluruh pengurus PSMS. “Ini sebagai harapan seluruh pengurus agar PSMS tidak didegradasi,” ucapnya.
Seperti yang disampaikan Idris, untuk saat ini bonus yang disiapkan oleh pengurus berupa uang pembinaan sejumlah Rp30 juta. Tidak berhenti di situ, bersama pengurus lainnya masih akan terus melakukan pendekatan kepada seluruh pihak guna memberi bonus yang lebih besar lagi. “Kita juga akan minta dukungan dari pengusaha yang ada di Kota Medan agar bersumbangsih untuk perjuangan seluruh pemain. Kita harapkan juga perhatian dari Gubernur Sumut untuk tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,” tambahnya.
Motivasi lainnya pun datang dari Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis. Melalui telepon, Selasa (23/3) pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini juga sudah menyiapkan penghargaan bila PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Penghargaan itu tidak hanya kepada pemain juga pelatih hingga ofisial. “Kita akan menghormati perjuangan seluruh pemain. Bonus sudah kita siapkan bila PSMS berhasil bertahan di Divisi Utama. Saya juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan dengan menyaksikan dua pertandingan ini sebagai dukungan kepada PSMS,” ucapnya. (jul)
Namun harus diakui, dalam kondisi saat ini faktor teknis saja tak cukup. Faktor nonteknis juga memiliki kekuatan yang tidak bisa disepelekan. Ya, faktor ini yang dapat membangkitkan semangat para pemain untuk mencapai kemenangan demi kemenangan.
Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (23/3). Untuk itu sejumlah bonus pun disiapkan kepada seluruh pemain bila berhasil mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Bonus sendiri merupakan sumbangan dari seluruh pengurus PSMS. “Ini sebagai harapan seluruh pengurus agar PSMS tidak didegradasi,” ucapnya.
Seperti yang disampaikan Idris, untuk saat ini bonus yang disiapkan oleh pengurus berupa uang pembinaan sejumlah Rp30 juta. Tidak berhenti di situ, bersama pengurus lainnya masih akan terus melakukan pendekatan kepada seluruh pihak guna memberi bonus yang lebih besar lagi. “Kita juga akan minta dukungan dari pengusaha yang ada di Kota Medan agar bersumbangsih untuk perjuangan seluruh pemain. Kita harapkan juga perhatian dari Gubernur Sumut untuk tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,” tambahnya.
Motivasi lainnya pun datang dari Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis. Melalui telepon, Selasa (23/3) pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini juga sudah menyiapkan penghargaan bila PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Penghargaan itu tidak hanya kepada pemain juga pelatih hingga ofisial. “Kita akan menghormati perjuangan seluruh pemain. Bonus sudah kita siapkan bila PSMS berhasil bertahan di Divisi Utama. Saya juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan dengan menyaksikan dua pertandingan ini sebagai dukungan kepada PSMS,” ucapnya. (jul)
Wednesday, March 24, 2010
Asa PSMS Bertahan di Divisi Utama
Kalah dari PSAP Sigli memang membuat kubu PSMS murung. Divisi Satu Liga Indonesia pun tergambar dibenak pengurus dan manajemen. Namun, harapan untuk bertahan di Divisi Utama ternyata masih ada.
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya[jul/sumutpos]
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya[jul/sumutpos]
Berharap Bangkit
MEDAN-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah gambaran yang dialami PSMS saat ditekuk 0-1 oleh PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli, Senin (22/3). Pasalnya, selain kehilangan angka, beberapa punggawa tim Ayam Kinantan mendapat perlakukan tidak sportif dari pemain PSAP.
Seperti disampaikan pelatih PSMS Amrustian yang dihubungi Sumut Pos, terkuak jika pertandingan antara PSAP kontra PSMS sempat diwarnai kericuhan, saat kapten tim PSAP Sigli Suheri Daud melayangkan pukulan ke wajah pemain belakang PSMS Chico Maradona.
Di babak kedua Hari Syahputra juga mendapat pukulan diwajah dari pemain PSAP Sigli. Lagi-lagi wasit tidak mengambil tindakan atas sikap tak sportif pemain PSAP tadi.
“Memang mereka (PSAP Sigli, Red) memasang target harus menang saat menjamu kita (PSMS, red). Jadi, wajar saja jika mereka tampil seperti itu. Untungnya, pemain kita tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama,” jelas Amrustian, pelatih PSMS.
Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sendiri memang tidak menarget apapun di pertandingan kemarin. Keduanya mengaku fokus pada dua laga kandang di akhir musim ini saat menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3).
“Laga ini kita manfaatkan untuk mematangkan formasi baru yang kita buat sebagai persiapan menatap laga menghadapi Persih dan Persires,” tutur Amrustian.
Menurut Amrustian, formasi baru yang digunakan saat menghadapi PSAP berjalan sesuai rencana. Tak sampai di situ, beberapa peluang bahkan berhasil diciptakan meskipun belum membuahkan gol.
Peluang itu datang dari Bambang Tri Sanjaya saat tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang PSAP Sigli. Begitu juga dengan peluang dari Ahmad Afandi Lubis yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Deny Wahyudi masih dapat ditepis Agus Rochman.
Selain itu, di sektor pertahanan, Hary Syahputra yang mengkordinir lini pertahanan tim Ayam Mkianntan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga ketika babak pertama usai, striker PSAP tidak dapat membobol gawang tim Ayam Kinantan.
Jikapun akhirnya PSAP dapat membobol gawang PSMS lewat aksi striker asing Michel Adolfo De Souza, namun secara keseluruhan penampilan PSMS sangat memuaskan. Bahkan seluruh pemain seperi tak kehilangan semangat meskipun sudah tertinggal 0-1 dari lawannya.
Serangan gencar terus dilakukan anak-anak PSMS, meskipun akhirnya hingga pertandingan usai skor tak berubah, tetap 1-0 untuk kemenangan PSAP.
Wasit Asrizaki memberikan dua kartu kuning kepada Mathias Udie (PASAP Sigli) yang melanggar Saha, dan Hari Syahputra (PSMS) yang menjatuhkan Suheri Daud pada menit ke- 50 dan ke-72.
Dengan kekalahan ini PSMS masih belum beranjak dari peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Dibayangi oleh Persires Rengat yang mengoleksi 14 poin.
Dengan kondisi ini, praktis persaingan untuk menghindar dari jerat degradasi semakin seru dan menarik. Apalagi tiga tim yang berada di sana yakni PSMS, Persires dan PSDS sama-sama memiliki dua laga tersisa.
Terlebih, selain PSMS, ternyata PSDS juga memiliki dua laga kandang yakni saat menjamu PSSB Bireuen dan PSAP Sigli.
“Ya kita masih bisa disalip oleh tim manapun juga. Agar itu tidak terjadi, pada dua pertadningan sisa, kita harus memenangkan pertandingan. Caranya, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun juga,” pungkas Amrustian.Sementara itu di sisi lain, kemenangan yang diraih PSAP kemarin membuat tim besutan Bambang Nurdiansyah mengoleksi 26 poin. Hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk menyamai raihan Persikabo Bogor yang menempati peringkat keempat.
Pada pertandingan berikutnya PSAP Sigli akan melakoni dua laga tandang yaitu menghadapi PSDS Deli Serdang dan Persiraja Banda Aceh. (jul)
Seperti disampaikan pelatih PSMS Amrustian yang dihubungi Sumut Pos, terkuak jika pertandingan antara PSAP kontra PSMS sempat diwarnai kericuhan, saat kapten tim PSAP Sigli Suheri Daud melayangkan pukulan ke wajah pemain belakang PSMS Chico Maradona.
Di babak kedua Hari Syahputra juga mendapat pukulan diwajah dari pemain PSAP Sigli. Lagi-lagi wasit tidak mengambil tindakan atas sikap tak sportif pemain PSAP tadi.
“Memang mereka (PSAP Sigli, Red) memasang target harus menang saat menjamu kita (PSMS, red). Jadi, wajar saja jika mereka tampil seperti itu. Untungnya, pemain kita tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama,” jelas Amrustian, pelatih PSMS.
Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sendiri memang tidak menarget apapun di pertandingan kemarin. Keduanya mengaku fokus pada dua laga kandang di akhir musim ini saat menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3).
“Laga ini kita manfaatkan untuk mematangkan formasi baru yang kita buat sebagai persiapan menatap laga menghadapi Persih dan Persires,” tutur Amrustian.
Menurut Amrustian, formasi baru yang digunakan saat menghadapi PSAP berjalan sesuai rencana. Tak sampai di situ, beberapa peluang bahkan berhasil diciptakan meskipun belum membuahkan gol.
Peluang itu datang dari Bambang Tri Sanjaya saat tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang PSAP Sigli. Begitu juga dengan peluang dari Ahmad Afandi Lubis yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Deny Wahyudi masih dapat ditepis Agus Rochman.
Selain itu, di sektor pertahanan, Hary Syahputra yang mengkordinir lini pertahanan tim Ayam Mkianntan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga ketika babak pertama usai, striker PSAP tidak dapat membobol gawang tim Ayam Kinantan.
Jikapun akhirnya PSAP dapat membobol gawang PSMS lewat aksi striker asing Michel Adolfo De Souza, namun secara keseluruhan penampilan PSMS sangat memuaskan. Bahkan seluruh pemain seperi tak kehilangan semangat meskipun sudah tertinggal 0-1 dari lawannya.
Serangan gencar terus dilakukan anak-anak PSMS, meskipun akhirnya hingga pertandingan usai skor tak berubah, tetap 1-0 untuk kemenangan PSAP.
Wasit Asrizaki memberikan dua kartu kuning kepada Mathias Udie (PASAP Sigli) yang melanggar Saha, dan Hari Syahputra (PSMS) yang menjatuhkan Suheri Daud pada menit ke- 50 dan ke-72.
Dengan kekalahan ini PSMS masih belum beranjak dari peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Dibayangi oleh Persires Rengat yang mengoleksi 14 poin.
Dengan kondisi ini, praktis persaingan untuk menghindar dari jerat degradasi semakin seru dan menarik. Apalagi tiga tim yang berada di sana yakni PSMS, Persires dan PSDS sama-sama memiliki dua laga tersisa.
Terlebih, selain PSMS, ternyata PSDS juga memiliki dua laga kandang yakni saat menjamu PSSB Bireuen dan PSAP Sigli.
“Ya kita masih bisa disalip oleh tim manapun juga. Agar itu tidak terjadi, pada dua pertadningan sisa, kita harus memenangkan pertandingan. Caranya, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun juga,” pungkas Amrustian.Sementara itu di sisi lain, kemenangan yang diraih PSAP kemarin membuat tim besutan Bambang Nurdiansyah mengoleksi 26 poin. Hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk menyamai raihan Persikabo Bogor yang menempati peringkat keempat.
Pada pertandingan berikutnya PSAP Sigli akan melakoni dua laga tandang yaitu menghadapi PSDS Deli Serdang dan Persiraja Banda Aceh. (jul)
Subscribe to:
Posts (Atom)