PSMS kembali menelan pil pahit setelah menyerah dari tamunya Persipasi Bekasi dengan skor 1-2 dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3). Kekalahan ini memperpanjang rekor tak pernah menang dalam lima laga kandang terakhir. Tak pelak, cercaan dari pendukung mengiringi setiap langkah Affan Lubis dkk.
Bonus yang dijanjikan Pengcab PSSI Medan maupun pengurus, plus yel-yel dukungan suporter ternyata belum mampu mendongkrak performa PSMS. Tidak ada permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS sepanjang pertandingan.
Hanya pola kasar yang membuat dua pemain PSMS Denny Wahyudi dan Faisal Azmi harus diganjar kartu kuning. Tanpa ada kontribusi yang berarti, dua pemain asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Ogochukwu Daniel pun ibarat pelengkap penderitaan semata. Ironisnya lagi, kekalahan itu disaksikan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nughroho dan Ketua Pengda PSSI Sumut, Risudin.
Bagaimanapun PSMS kembali kehilangan kesempatan untuk merebut poin setelah sebelumnya PSMS hanya mampu bermain seri saat menghadapi Semen Padang dan Persita Tangerang. Sedangkan empat pertandingan lain PSMS takluk dan itu membuatnya bertahan dengan nilai 15.
Strategi menyerang dengan menduetkan Saha dengan Jecky Pasarela yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih PSMS berhasil hanya untuk di 25 menit babak pertama. Peluang emas tercipta lewat Saha di menit ke-18. Namun, tendangan striker asal Nigeria itu dapat ditepis kiper Persipasi, Diki Zulkarnain.
M Affan Lubis dkk juga tidak berhasil memanfatkan rapuhnya pertahanan lawan. Bahkan, beberapa kali Nuralim dkk juga dibuat leluasa melakukan serangan balik. Di menit ke-26, misalnya, striker asing Persipasi Bekasi Jean Casmire Boumsong mengancam gawang PSMS. Namun, kiper PSMS Irwin Ramadhan berhasil mengatasinya. Irwin yang lama dicadangkan kembali tampil memukau setelah menyelamatkan gawangnya dari tendangan Arif Kurniawan.
Apa yang ditunggu fans PSMS di Stadion Teladan Medan menjadi kenyataan. Ya, Faisal Azmi berhasil memecahkan kebuntuan bagi PSMS di menit ke-43. Memanfaatkan tendangan bebas M Affan Lubis yang dilanjutkan dengan heading cantik ke gawang Persipasi. Skor 1-0 bertahan untuk PSMS hingga turun minum.
Unggul satu gol di babak pertama membuat fans yang memadati Stadion Teladan sumringah. Kemenangan memang menjadi barang langka bagi fans PSMS. Sayang, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Satu menit babak kedua berjalan, Persipasi berhasil menyamakan kedudukan lewat striker berkebangsaan Kamerun Boumsong.
Tak pelak, gol tersebut meruntuhkan mental bertanding Affan Lubis dkk. Terbukti serangan-serangan yang dibangun lewat Faisal Azmi dan Daniel terlalu mudah dipatahkan Persipasi. Ditambah lagi disiplin tinggi barisan belakang Laskar Patriot – julukan Persipasi- yang dikomandoi Nuralim menyulitkan barisan depan PSMS. Di saat genting seperti ini, Irwin Ramadhan, kiper muda yang diharapkan gemilang harus keluar lapangan karena kram. Padahal, selama berada di lapangan, Irwin lumayan tampil bagus. M Halim yang duduk di bangku cadangan pun masuk.
Dan, apa yang ditakutkan pencinta Ayam Kinantan menjadi kenyataan. Tak lama kemudian, lewat sebuah serangan balik, Persipasi membuat publik tuan rumah terdiam.
Boumsong kembali menjadi pahlawan lewat golnya sontekannya di menit ke-83. M Halim gagal mengantisipasi datangnya bola ke jantung pertahanan PSMS.
Aroma kalah semakin terasa di Stadion Teladan. Usaha punggawa Ayam Kinantan untuk membalas gol dan berusaha mencari kemanangan tidak begitu terlihat. Serangan demi serangan begitu gampang dipatahkan.
Bahkan, Persipasi hampir menambah keunggulan lewat Arif atas dua peluang yang dimilikinya. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit Tardianis asal Sumatera Barat, skor tetap 2- 1 untuk keunggulan Persipasi.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih PSMS Suyono mengakui lini belakangnya cukup rawan ditembus tanpa kehadiran Nyeck Nyobe. “Strategi menyerang yang kita peragakan memang sedikit meninggalkan lubang di pertahanan. Beberapa pemain yang kita instruksikan melapis pertahanan namun tetap tidak berhasil,” katanya.
Sementara Pelatih Persipasi Warta Kesuma menyambut gembira tiga poin yang berhasil diraihnya. Hasil ini membuat peluang Persipasi untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) masih terjaga.
“Setelah berhasil menahan imbang Semen Padang, kita memang yakin akan merebut poin disini. Kemenangan ini sangat kami syukuri. Untuk promosi, kita butuhkan tambahan delapan poin,” katanya.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, March 15, 2010
Saturday, March 13, 2010
Usung Kolektivitas
Laga kandang melawan Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), mendatang bisa dikatakan partai hidup mati bagi PSMS. Karena itu, PSMS wajib memiliki strategi khusus untuk memastikan tiga poin.
Ya, poin penuh memang menjadi penting bagi Ayam Kinantan yang berada di posisi rawan degradasi dari Divisi Utama. Tidak ada kata lain, kemenangan adalah harga mati. Maka dari itu, pelatih dan asistennya diharapkan mampu memilih strategi jitu. Pasalnya, secara materi pemain, punggawa PSMS masih kalah kelas dari Persipasi.
Tim pelatih PSMS yang dipimpin Kustiono mengakui hal itu. Dia mengungkapkan, permainan kolektif akan mengimbangi materi pemain Persipasi. Dengan itu pula pihaknya optimis mampu mengamankan tiga poin pada pertandingan itu. Kustiono menambahkan, materi pemain yang dimiliki skuad Ayam Kinantan tidak ada yang terlalu menonjol dan kemampuannya rata-rata relatif berimbang. Tidak adanya pemain bintang ataupun figur pemain sentral inilah yang membuat dirinya lebih memilih untuk menerapkan permainan kolektif.
“Latihan hari ini, kita terapkan metode permainan menyerang, bermain dari kaki ke kaki agar bisa secepatnya membuat gol,” ujarnya usai memimpin latihan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (10/3).
Menurut Kustiono, latihan yang terus-menerus dia lakukan untuk menggeber kemampuan M Afan Lubis dkk pun sudah menunjukkan hasil. Permainan kolektif mulai terasah melalui game simulasi.
“Anak-anak sudah bermain kolektif dan tampaknya mereka cukup memahami skema permaianan yang kita susun itu,” tambah pelatih berusia 48 tahun itu.
Strategi permainan kolektif dan pressing ketat diharapkan bisa berjalan efektif untuk menahan gempuran tim tamu. Pada simulasi yang digelar Rabu itu, beberapa kali striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvelous yang sengaja dipasangkan bersama Ahmad Afandi di lini depan membuat peluang. Begitu juga barisan lini tengah PSMS juga terlihat cukup baik menyuplai umpan-umpan dari tengah, sayap kiri, dan kanan.
Namun, penyelesaian akhir belum begitu baik. Selain itu, Kustiono yang melakukan eksperimen dengan menduetkan Ahmad Afandi menguraikan, hal itu dilakukan sebagai bentuk eksperimen sebagai antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pertandingan seperti cedera dan sebagainya. “Afandi punya potensi bagus, kita sengaja duetkan dia dengan Osas untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Kalau misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan pada Osas saat pertandingan, Afandi bisa kita turunkan,” paparnya.
Di sisi lain, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga berharap agar para pemain hendaknya menunjukkan mental bertanding yang tak kenal menyerah, terutama striker PSMS, Osas. “Kita perlu poin, jadi saya harap semua pemain bisa menunjukkan semangat juangnya. Kami yakin bila itu dilakukan, kita bisa meraih angka penuh,” sebutnya.
Ya, poin penuh memang menjadi penting bagi Ayam Kinantan yang berada di posisi rawan degradasi dari Divisi Utama. Tidak ada kata lain, kemenangan adalah harga mati. Maka dari itu, pelatih dan asistennya diharapkan mampu memilih strategi jitu. Pasalnya, secara materi pemain, punggawa PSMS masih kalah kelas dari Persipasi.
Tim pelatih PSMS yang dipimpin Kustiono mengakui hal itu. Dia mengungkapkan, permainan kolektif akan mengimbangi materi pemain Persipasi. Dengan itu pula pihaknya optimis mampu mengamankan tiga poin pada pertandingan itu. Kustiono menambahkan, materi pemain yang dimiliki skuad Ayam Kinantan tidak ada yang terlalu menonjol dan kemampuannya rata-rata relatif berimbang. Tidak adanya pemain bintang ataupun figur pemain sentral inilah yang membuat dirinya lebih memilih untuk menerapkan permainan kolektif.
“Latihan hari ini, kita terapkan metode permainan menyerang, bermain dari kaki ke kaki agar bisa secepatnya membuat gol,” ujarnya usai memimpin latihan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (10/3).
Menurut Kustiono, latihan yang terus-menerus dia lakukan untuk menggeber kemampuan M Afan Lubis dkk pun sudah menunjukkan hasil. Permainan kolektif mulai terasah melalui game simulasi.
“Anak-anak sudah bermain kolektif dan tampaknya mereka cukup memahami skema permaianan yang kita susun itu,” tambah pelatih berusia 48 tahun itu.
Strategi permainan kolektif dan pressing ketat diharapkan bisa berjalan efektif untuk menahan gempuran tim tamu. Pada simulasi yang digelar Rabu itu, beberapa kali striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvelous yang sengaja dipasangkan bersama Ahmad Afandi di lini depan membuat peluang. Begitu juga barisan lini tengah PSMS juga terlihat cukup baik menyuplai umpan-umpan dari tengah, sayap kiri, dan kanan.
Namun, penyelesaian akhir belum begitu baik. Selain itu, Kustiono yang melakukan eksperimen dengan menduetkan Ahmad Afandi menguraikan, hal itu dilakukan sebagai bentuk eksperimen sebagai antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pertandingan seperti cedera dan sebagainya. “Afandi punya potensi bagus, kita sengaja duetkan dia dengan Osas untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Kalau misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan pada Osas saat pertandingan, Afandi bisa kita turunkan,” paparnya.
Di sisi lain, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga berharap agar para pemain hendaknya menunjukkan mental bertanding yang tak kenal menyerah, terutama striker PSMS, Osas. “Kita perlu poin, jadi saya harap semua pemain bisa menunjukkan semangat juangnya. Kami yakin bila itu dilakukan, kita bisa meraih angka penuh,” sebutnya.
PSMS v Persipasi Sama-sama Target Menang
Perlawanan yang akan diberikan Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) sore ini membuat PSMS harus tampil habis-habisan. Kemenangan pun harga yang tak bisa ditawar lagi oleh H Affan Lubis dkk.
Setelah gagal meraih kemenangan di dua laga kandang atas Persikabo dan Persita Tangerang, PSMS harus memaksimalkan sisa tiga laga kandangnya. Tak pelak laga sore ini akan menjadi penentu kelanjutan PSMS dan persepakbolaan Sumatera Utara di masa yang akan datang.
Harus di akui bila PSMS adalah barometer sepak bola tidak hanya di Sumatera Utara saja. Terbukti tidak sedikit pemain jebolan PSMS yang bermain di tim-tim sepak bola nasional. Berkostum PSMS pun menjadi impian pesepakbola junior di Sumatera Utara. Tak bisa dibayangkan bila PSMS sampai didegradasi dari Divisi Utama setelah sebelumnya terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL).
Menyadari hal itu, Pelatih PSMS Kustiono pun berjanji untuk tak membuang peluang. Dengan kondisi skuad PSMS yang ada dirinya siap untuk mewujudkan harapan tersebut. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan besok (hari ini, Red). Performa pemain saat ini dalam kondisi on fire. Selain bermain di hadapan pendukung, kita harap motivasi tinggi dari pemain bisa mewujudkan kemenangan bagi kita,” ujarnya.
Tidak hanya keyakinan semata, Kustiono juga mengaku memiliki modal yang cukup untuk membungkam tim tamu. Kala masih menangani PSAP di awal musim lalu, tim besutannya mengalahkan Persipasi 1-0. “Saya pernah melihat kekuatan Persipasi di putaran pertama lalu. Saat itu kita PSAP menang 1-0. Itu menjadi modal bagi kita,” katanya.
Modal tersebut nantinya akan menjadi ajang untuk membalas atas kekalahan 1-3 saat menantang ke kandang Persipasi Bekasi Stadion Patriot di putaran pertama lalu. Apalagi kemenangan Persipasi kala itu dipengaruhi kinerja wasit yang berat sebelah dan merugikan PSMS. Ditambah lagi motivasi yang baru diterima dari jajaran pengurus dan manajemen juga KONI Medan belum lama ini membangkitkan komitmen seluruh pemain untuk menunjukkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Tidak hadirnya Nyeck Nyobe pun diyakinkan tidak akan memberi masalah bagi barisan belakang. “Memang kita tidak akan diperkuat Nyeck Nyobe. Tapi kita punya 20 pemain, dan itu sudah disiapkan,” tutur Kustiono.
Striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous yang mendapat perhatian dari pengurus dan manajemen juga berjanji untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Hanya saja, Osas tidak mau sesumbar tentang berapa gol yang akan diciptakannya. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan atas Persipasi,” ungkapnya.
Begitu pun, Sabtu (13/3) pagi ini dikabarkan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho bersama Pengprov PSSI Sumut akan bersilaturahmi ke Mes PSMS sekaligus memberi motivasi kepada seluruh pemain. Bonus pun siap menanti.
Sementara itu, dengan target berlaga di ISL di musim mendatang, Persipasi Bekasi tidak akan pulang dengan tangan kosong. Pelatih Persipasi Bekasi Warta Kusuma bahkan menargetkan poin penuh. Strategi pun disiapkan untuk meredam permainan rap-rap PSMS selain menurunkan tiga pemain asingnya.
“Kita terget poin penuh. Untuk gaya rap-rapnya PSMS, saya akan batasi pemain lawan supaya tidak masuk ke daerah 16,” ucap Warta kepada Sumut Pos, Jumat (12/3)
Setelah gagal meraih kemenangan di dua laga kandang atas Persikabo dan Persita Tangerang, PSMS harus memaksimalkan sisa tiga laga kandangnya. Tak pelak laga sore ini akan menjadi penentu kelanjutan PSMS dan persepakbolaan Sumatera Utara di masa yang akan datang.
Harus di akui bila PSMS adalah barometer sepak bola tidak hanya di Sumatera Utara saja. Terbukti tidak sedikit pemain jebolan PSMS yang bermain di tim-tim sepak bola nasional. Berkostum PSMS pun menjadi impian pesepakbola junior di Sumatera Utara. Tak bisa dibayangkan bila PSMS sampai didegradasi dari Divisi Utama setelah sebelumnya terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL).
Menyadari hal itu, Pelatih PSMS Kustiono pun berjanji untuk tak membuang peluang. Dengan kondisi skuad PSMS yang ada dirinya siap untuk mewujudkan harapan tersebut. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan besok (hari ini, Red). Performa pemain saat ini dalam kondisi on fire. Selain bermain di hadapan pendukung, kita harap motivasi tinggi dari pemain bisa mewujudkan kemenangan bagi kita,” ujarnya.
Tidak hanya keyakinan semata, Kustiono juga mengaku memiliki modal yang cukup untuk membungkam tim tamu. Kala masih menangani PSAP di awal musim lalu, tim besutannya mengalahkan Persipasi 1-0. “Saya pernah melihat kekuatan Persipasi di putaran pertama lalu. Saat itu kita PSAP menang 1-0. Itu menjadi modal bagi kita,” katanya.
Modal tersebut nantinya akan menjadi ajang untuk membalas atas kekalahan 1-3 saat menantang ke kandang Persipasi Bekasi Stadion Patriot di putaran pertama lalu. Apalagi kemenangan Persipasi kala itu dipengaruhi kinerja wasit yang berat sebelah dan merugikan PSMS. Ditambah lagi motivasi yang baru diterima dari jajaran pengurus dan manajemen juga KONI Medan belum lama ini membangkitkan komitmen seluruh pemain untuk menunjukkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Tidak hadirnya Nyeck Nyobe pun diyakinkan tidak akan memberi masalah bagi barisan belakang. “Memang kita tidak akan diperkuat Nyeck Nyobe. Tapi kita punya 20 pemain, dan itu sudah disiapkan,” tutur Kustiono.
Striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous yang mendapat perhatian dari pengurus dan manajemen juga berjanji untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Hanya saja, Osas tidak mau sesumbar tentang berapa gol yang akan diciptakannya. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan atas Persipasi,” ungkapnya.
Begitu pun, Sabtu (13/3) pagi ini dikabarkan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho bersama Pengprov PSSI Sumut akan bersilaturahmi ke Mes PSMS sekaligus memberi motivasi kepada seluruh pemain. Bonus pun siap menanti.
Sementara itu, dengan target berlaga di ISL di musim mendatang, Persipasi Bekasi tidak akan pulang dengan tangan kosong. Pelatih Persipasi Bekasi Warta Kusuma bahkan menargetkan poin penuh. Strategi pun disiapkan untuk meredam permainan rap-rap PSMS selain menurunkan tiga pemain asingnya.
“Kita terget poin penuh. Untuk gaya rap-rapnya PSMS, saya akan batasi pemain lawan supaya tidak masuk ke daerah 16,” ucap Warta kepada Sumut Pos, Jumat (12/3)
Friday, March 12, 2010
Pemain PSMS Dijanjikan Bonus
idak melulu urusan teknis, berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan performa skuad Ayam Kinantan di pengujung kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Satu diantaranya dengan mengadakan pertemuan antara pengurus PSMS-KONI dan seluruh pemain PSMS di Mes Kebun Bunga, Kamis (11/3).
Intinya, pertemuan yang digelar dengan melibatkan mantan pemain PSMS Sugeng Rahayu dan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) yang diwakili Ketuanya Nata Simangunsong beserta anggota tersebut digelar untuk menyatukan visi antara seluruh elemen di PSMS beserta KONI. Yakni, sama-sama berkomitmen untuk menyapu bersih lima sisa laga yang akan digelar.
Sekretaris Umum PSMS Idris kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, pertemuan yang diprakarsai Ketua KONI Medan Dzulhifzi Lubis tersebut berawal dari keinginan KONI dan pengurus yang ingin PSMS termotivasi untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat Kota Medan. “Tentunya untuk meningkatkan semangat bertanding pemain, KONI dan pengurus berjanji akan mempersiapkan bonus,” sebut Idris tanpa menjelaskan besar bonus yang akan diberikan.
Idris juga mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan KONI Medan dan berharap ke 20 pemain PSMS mampu mewujudkannya dengan karya nyata di lapangan. “Kami berharap, semoga kekompakan ini mampu mengangkat citra tim ini di masyarakat, dan kami juga meminta dukungan seluruh masyarakat Medan dan Sumut demi majunya PSMS,” tegasnya.
Sementara itu, Drs H Dzulhifzi Lubis atau yang akrab disapa Opunk Ladon menuturkan, pertemuan tersebut didasari keprihatinan KONI atas menurunnya performa PSMS di beberapa laga terakhir. Untuk itu dia berharap, pemain PSMS mampu menunjukkan komitmennya pada pertandingan selanjutnya, termasuk menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang. “Pertemuan ini merupakan dukungan moral dari KONI Medan untuk perkembangan olahraga di Medan, dan kegiatan seperti ini juga tidak hanya kami lakukan kepada PSMS, juga kepada cabang olahraga lainnya di Medan ini,” akunya.
Dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk terus memberikan dukungan kepada PSMS. “Janganlah lagi ada cibiran-cibiran kepada tim termasuk dari klub suporter, mari sama-sama kita dukung tim ini,” ucapnya.
Dampak pertemuan tersebut juga terasa pada latihan persiapan jelang laga kontra Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin sore, seluruh pemain tampak serius mendengarkan arahan yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono. “Kita bangga perhatian yang diberikan pengurus kepada tim ini, semoga ini menjadi isyarat bagi permainan PSMS yang lebih baik,” tegas Kustiono.
Sementara itu, PSMS agaknya bisa bernafas lega setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI hanya menjatuhkan sanksi sesuai peraturan manual kepada pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe.
Demikian kabar yang didapat pascasidang Komdis yang digelar di Jakarta, Kamis (11/3). Menurut Asisten Manager PSMS Benny Tomasoa, sanksi yang terbilang ringan itu sehubungan dengan catatan Nyeck yang ada di PSSI. “Nyeck memiliki catatan yang baik di PSSI. Bahkan kartu merah ini merupakan kartu pertama Nyeck sepanjang merumput di Indonesia baik di Liga Super maupun Divisi Utama,” ucap Benny kepada Sumut Pos melalui telepon, Kamis (11/3).
Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya mewakili manajemen akan tetap melakukan pendekatan kepada Komdis untuk memastikan tidak ada perubahan dalam hal sanksi Nyeck tadi. Disinggung sidang atas insiden saat menjamu Persita di Stadion Teladan , Benny sudah memberikan klarifikasi seperti apa adanya.
“Komdis hanya berpesan agar semua pihak mencari jalan yang terbaik. Itu juga yang kita inginkan,” tambahnya
Intinya, pertemuan yang digelar dengan melibatkan mantan pemain PSMS Sugeng Rahayu dan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) yang diwakili Ketuanya Nata Simangunsong beserta anggota tersebut digelar untuk menyatukan visi antara seluruh elemen di PSMS beserta KONI. Yakni, sama-sama berkomitmen untuk menyapu bersih lima sisa laga yang akan digelar.
Sekretaris Umum PSMS Idris kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, pertemuan yang diprakarsai Ketua KONI Medan Dzulhifzi Lubis tersebut berawal dari keinginan KONI dan pengurus yang ingin PSMS termotivasi untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat Kota Medan. “Tentunya untuk meningkatkan semangat bertanding pemain, KONI dan pengurus berjanji akan mempersiapkan bonus,” sebut Idris tanpa menjelaskan besar bonus yang akan diberikan.
Idris juga mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan KONI Medan dan berharap ke 20 pemain PSMS mampu mewujudkannya dengan karya nyata di lapangan. “Kami berharap, semoga kekompakan ini mampu mengangkat citra tim ini di masyarakat, dan kami juga meminta dukungan seluruh masyarakat Medan dan Sumut demi majunya PSMS,” tegasnya.
Sementara itu, Drs H Dzulhifzi Lubis atau yang akrab disapa Opunk Ladon menuturkan, pertemuan tersebut didasari keprihatinan KONI atas menurunnya performa PSMS di beberapa laga terakhir. Untuk itu dia berharap, pemain PSMS mampu menunjukkan komitmennya pada pertandingan selanjutnya, termasuk menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang. “Pertemuan ini merupakan dukungan moral dari KONI Medan untuk perkembangan olahraga di Medan, dan kegiatan seperti ini juga tidak hanya kami lakukan kepada PSMS, juga kepada cabang olahraga lainnya di Medan ini,” akunya.
Dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk terus memberikan dukungan kepada PSMS. “Janganlah lagi ada cibiran-cibiran kepada tim termasuk dari klub suporter, mari sama-sama kita dukung tim ini,” ucapnya.
Dampak pertemuan tersebut juga terasa pada latihan persiapan jelang laga kontra Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin sore, seluruh pemain tampak serius mendengarkan arahan yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono. “Kita bangga perhatian yang diberikan pengurus kepada tim ini, semoga ini menjadi isyarat bagi permainan PSMS yang lebih baik,” tegas Kustiono.
Sementara itu, PSMS agaknya bisa bernafas lega setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI hanya menjatuhkan sanksi sesuai peraturan manual kepada pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe.
Demikian kabar yang didapat pascasidang Komdis yang digelar di Jakarta, Kamis (11/3). Menurut Asisten Manager PSMS Benny Tomasoa, sanksi yang terbilang ringan itu sehubungan dengan catatan Nyeck yang ada di PSSI. “Nyeck memiliki catatan yang baik di PSSI. Bahkan kartu merah ini merupakan kartu pertama Nyeck sepanjang merumput di Indonesia baik di Liga Super maupun Divisi Utama,” ucap Benny kepada Sumut Pos melalui telepon, Kamis (11/3).
Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya mewakili manajemen akan tetap melakukan pendekatan kepada Komdis untuk memastikan tidak ada perubahan dalam hal sanksi Nyeck tadi. Disinggung sidang atas insiden saat menjamu Persita di Stadion Teladan , Benny sudah memberikan klarifikasi seperti apa adanya.
“Komdis hanya berpesan agar semua pihak mencari jalan yang terbaik. Itu juga yang kita inginkan,” tambahnya
PSMS Turunkan Harga Tiker
Dukungan dari masyarakat Kota Medan sangat dibutuhkan dalam memotivasi semangat para pemain PSMS untuk tampil maksimal. Apalagi kala Ayam Kinantan dalam ancaman degradasi yang terus menghantui.
Hal ini disadari sepenuhnya oleh Pengurus PSMS dengan melakukan terobosan menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) ini.
Terobosan yang dilakukan pengurus melalui Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS adalah menurunkan harga tiket pertandingan pada tiga laga kandang sisa nanti. Diharapkan langkah itu dapat meningkatkan dukungan kepada PSMS melalui kehadiran masyarakat Kota Medan yang menyaksikan setiap pertandingan.
“Bagaimanapun masyarakat Kota Medan adalah pemain ke-12 PSMS. Dengan memberikan harga yang terjangkau kita berharap dapat meningkatkan jumlah penonton untuk memberi dukungan kepada tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,”ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Di samping itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini menilai harga tiket yang diterapkan selama ini, sehubungan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang tinggi, masih terbilang mahal. Kenyataan ini ditengarai menjadi faktor penyebab minimnya masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan Medan. Dia juga menuturkan, penurunan tiket tersebut efektif berlaku mulai saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, (harga baru lihat grafis).
“Keputusan ini juga kita buat berdasarkan komentar dari masyarakat yang menilai harga tiket PSMS terbilang mahal. Jadi saya harap, langkah ini dapat mengembalikan minat masyarakat Kota Medan untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan di setiap pertandingan tim kesayangan kita ini. Hanya ini batas yang bisa kita lakukan dan harga ini juga saya piker sudah cukup terjangkau lah,” tambah Idris yang juga Ketua Panpel Pertandingan PSMS ini.
Selain itu, pihak Panpel tetap akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Idris mengharapkan penonton untuk peduli dengan babak ini. Pasalnya, lucky draw memang disipakan bagi penonton yang beruntung.
“Jadi penonton jangan membuang dulu potongan tiketnya, karena akan kita undi saat jeda pertandingan, bagi dua orang yang beruntung, panitia menyediakan hadiah yang menarik,” pungkas Idris
Hal ini disadari sepenuhnya oleh Pengurus PSMS dengan melakukan terobosan menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) ini.
Terobosan yang dilakukan pengurus melalui Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS adalah menurunkan harga tiket pertandingan pada tiga laga kandang sisa nanti. Diharapkan langkah itu dapat meningkatkan dukungan kepada PSMS melalui kehadiran masyarakat Kota Medan yang menyaksikan setiap pertandingan.
“Bagaimanapun masyarakat Kota Medan adalah pemain ke-12 PSMS. Dengan memberikan harga yang terjangkau kita berharap dapat meningkatkan jumlah penonton untuk memberi dukungan kepada tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,”ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Di samping itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini menilai harga tiket yang diterapkan selama ini, sehubungan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang tinggi, masih terbilang mahal. Kenyataan ini ditengarai menjadi faktor penyebab minimnya masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan Medan. Dia juga menuturkan, penurunan tiket tersebut efektif berlaku mulai saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, (harga baru lihat grafis).
“Keputusan ini juga kita buat berdasarkan komentar dari masyarakat yang menilai harga tiket PSMS terbilang mahal. Jadi saya harap, langkah ini dapat mengembalikan minat masyarakat Kota Medan untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan di setiap pertandingan tim kesayangan kita ini. Hanya ini batas yang bisa kita lakukan dan harga ini juga saya piker sudah cukup terjangkau lah,” tambah Idris yang juga Ketua Panpel Pertandingan PSMS ini.
Selain itu, pihak Panpel tetap akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Idris mengharapkan penonton untuk peduli dengan babak ini. Pasalnya, lucky draw memang disipakan bagi penonton yang beruntung.
“Jadi penonton jangan membuang dulu potongan tiketnya, karena akan kita undi saat jeda pertandingan, bagi dua orang yang beruntung, panitia menyediakan hadiah yang menarik,” pungkas Idris
Wednesday, March 10, 2010
PSMS Pantau Calon Lawan
Kemenangan PSDS 3-1 atas Persires Rengat pada lanjutan Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Selasa (9/3) membuat PSMS kian terjepit. Meskipun begitu, Sekretaris PSMS Idris SE tetap optimis bila tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu dapat lolos dari degradasi.
“Kita hanya butuh tujuh poin untuk aman. Saya pikir enam poin bisa kita ambil dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat ditambah poin dari dua laga tandang PSSB Bireuen dan PSAP Sigli. Bukan tidak mungkin pula kita menambah poin dari Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) nanti,” ucap Idris yang ditemui di Mess PSMS Medan, Selasa (9/3).
Untuk mewujudkan itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini memastikan seluruh pemain tidak bermasalah. Salah satunya mengambil alih pengurusan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang diyakini menjadi penyebab turunnya penampilan striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous.
“Kita sudah mengurus ke imigrasi. Dia (Osas, Red) tinggal melapor ke imigrasi untuk selanjutnya mengambil Kitasnya. Kita juga sudah mengusahakan surat keterangan untuk Osas yang berlaku dua bulan ini,” paparnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun memahami keinginan Idris. Setelah mempersiapkan performa menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), dirinya memboyong seluruh pemain untuk memantau performa calon lawannya Persires Rengat kala dijamu PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam.
Ya, meski Persires Rengat akan menjadi lawan Ayam Kinantan di laga penutup, antisipasi peta kekuatan lawan dinilai merupakan harga yang perlu diperjuangkan.
“Ke sana bukan untuk menonton. Saya meminta semua pemain untuk memantau kira-kira apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Persires. Itu akan saya pertanyakan besok (hari ini, Red) dan kita lanjutkan dengan drill di lapangan,” jelas Kustiono di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Program ini, menurutnya, akan mengajak pemain untuk mempelajari skema permainan lawannya. Setelah itu bertukar pikiran dengan pelatih dalam menentukan strategi apa yang sebaiknya diterapkan. Begitu juga pemain yang patut diwaspadai.
“Tapi hal itu tidak termasuk pada program latihan kita menghadapi Persipasi. Kalau untuk itu sudah kita persiapkan,” paparnya.
Mantan Pelatih PSAP Sigli menyatakan, skema di setiap pertandingan tidak sama, perlu ada beberapa modifikasi di setiap pertandingan.
“Memang formasi dasar kita 3-5-2. Tapi di setiap pertandingan, skemanya tidak sama, ada modifikasi di beberapa lini. Sama halnya dengan menghadapi Persires Rengat di pertandingan terakhir nanti,” sebut pelatih berusia 48 tahun ini
“Kita hanya butuh tujuh poin untuk aman. Saya pikir enam poin bisa kita ambil dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat ditambah poin dari dua laga tandang PSSB Bireuen dan PSAP Sigli. Bukan tidak mungkin pula kita menambah poin dari Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) nanti,” ucap Idris yang ditemui di Mess PSMS Medan, Selasa (9/3).
Untuk mewujudkan itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini memastikan seluruh pemain tidak bermasalah. Salah satunya mengambil alih pengurusan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang diyakini menjadi penyebab turunnya penampilan striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous.
“Kita sudah mengurus ke imigrasi. Dia (Osas, Red) tinggal melapor ke imigrasi untuk selanjutnya mengambil Kitasnya. Kita juga sudah mengusahakan surat keterangan untuk Osas yang berlaku dua bulan ini,” paparnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun memahami keinginan Idris. Setelah mempersiapkan performa menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), dirinya memboyong seluruh pemain untuk memantau performa calon lawannya Persires Rengat kala dijamu PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam.
Ya, meski Persires Rengat akan menjadi lawan Ayam Kinantan di laga penutup, antisipasi peta kekuatan lawan dinilai merupakan harga yang perlu diperjuangkan.
“Ke sana bukan untuk menonton. Saya meminta semua pemain untuk memantau kira-kira apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Persires. Itu akan saya pertanyakan besok (hari ini, Red) dan kita lanjutkan dengan drill di lapangan,” jelas Kustiono di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Program ini, menurutnya, akan mengajak pemain untuk mempelajari skema permainan lawannya. Setelah itu bertukar pikiran dengan pelatih dalam menentukan strategi apa yang sebaiknya diterapkan. Begitu juga pemain yang patut diwaspadai.
“Tapi hal itu tidak termasuk pada program latihan kita menghadapi Persipasi. Kalau untuk itu sudah kita persiapkan,” paparnya.
Mantan Pelatih PSAP Sigli menyatakan, skema di setiap pertandingan tidak sama, perlu ada beberapa modifikasi di setiap pertandingan.
“Memang formasi dasar kita 3-5-2. Tapi di setiap pertandingan, skemanya tidak sama, ada modifikasi di beberapa lini. Sama halnya dengan menghadapi Persires Rengat di pertandingan terakhir nanti,” sebut pelatih berusia 48 tahun ini
Tuesday, March 9, 2010
PSMS fokuskan strategi menyerang
PSMS Medan terus mempersiapkan diri untuk laga kontra Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama, Sabtu mendatang. Pada sesi latihan di Stadion Teladan kemarin, arsitek PSMS Kustiono memfokuskan pada pressure attack.
Upaya untuk meraih poin maksimal dalam lima laga sisa menjadi target utama PSMS jika tidak ingin terjerumus dalam degradasi. Dalam formasi latihan itu, Kustiono menempatkan Osas Saha bersama Jecky Pasarella di lini depan.
Di lini tengah, Kustiono menumpuk kapten M Affan Lubis, Oguchukwu Daniel dan adiknya Ahmad Affandi. Sementara Faisal Azmi dan Suwondo tampaknya semakin nyetel ketika dipasang di posisi wing.
“Kita fokuskan menyerang. Namun penempatan pemain beberapa masih coba-coba seperti Ahmad Affandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan. Sesekali Saha kita tarik ke tengah,” ujar Kustiono.
Di belakang, krisis terus berlanjut. Absennya Nyeck Nyobe akibat sanksi diikuti dengan cederanya Ahmad Maulana Putra, bek PSMS bertubuh jangkung. Cederanya Maulana terjadi ketika bentrok dengan Bank Sumut dalam ujicoba akhir pekan lalu.
Maulana tampak absen dalam sesi latihan tim di Stadion Teladan. Meskipun cedera Maulana tidak terlalu berat, ia diragukan tampil saat menjamu Persipasi. “Kita pastinya berharap dia bisa diturunkan karena stok pemain belakang sangat sedikit menyusul absennya Nyeck. Jika tetap tidak sembuh pada waktunya, kita akan siapkan Chico Maradona,” kata Kustiono
Upaya untuk meraih poin maksimal dalam lima laga sisa menjadi target utama PSMS jika tidak ingin terjerumus dalam degradasi. Dalam formasi latihan itu, Kustiono menempatkan Osas Saha bersama Jecky Pasarella di lini depan.
Di lini tengah, Kustiono menumpuk kapten M Affan Lubis, Oguchukwu Daniel dan adiknya Ahmad Affandi. Sementara Faisal Azmi dan Suwondo tampaknya semakin nyetel ketika dipasang di posisi wing.
“Kita fokuskan menyerang. Namun penempatan pemain beberapa masih coba-coba seperti Ahmad Affandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan. Sesekali Saha kita tarik ke tengah,” ujar Kustiono.
Di belakang, krisis terus berlanjut. Absennya Nyeck Nyobe akibat sanksi diikuti dengan cederanya Ahmad Maulana Putra, bek PSMS bertubuh jangkung. Cederanya Maulana terjadi ketika bentrok dengan Bank Sumut dalam ujicoba akhir pekan lalu.
Maulana tampak absen dalam sesi latihan tim di Stadion Teladan. Meskipun cedera Maulana tidak terlalu berat, ia diragukan tampil saat menjamu Persipasi. “Kita pastinya berharap dia bisa diturunkan karena stok pemain belakang sangat sedikit menyusul absennya Nyeck. Jika tetap tidak sembuh pada waktunya, kita akan siapkan Chico Maradona,” kata Kustiono
Lini Belakang Alami Krisis
Menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) PSMS Medan dilanda krisis.
Sebut saja nama Ahmad Maulana Putra yang terancam absen. Padahal pemuda lajang kelahiran Binjai tersebut disiapkan sebagai pengganti Nyeck Nyobe yang dipastikan absen setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Persiraja di Banda Aceh dua pekan lalu.
Ahmad Maulana Putra yang belakangan penampilannya cukup memukau terutama ketika merumput di Banda Aceh, diharapkan pelatih Kustiono bisa menjadi tembok untuk menahan gempuran anak-anak Persipasi Bekasi.
Namun apa hendak dikata, Ahmad Maulana mengalami cedera saat PSMS melakoni laga ujicoba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3).
Sekalipun bukan cedera berat, Maulana tetap tidak dapat bergabung dalam latihan yang berlangsung Senin (8/3) sore. Untuk itu Pelatih PSMS Kustiono segera menyiapkan pemain alternatif untuk mengisi posisi Maulana tadi. “Ya semoga Maulana bisa sembuh dan diturunkan,” harap Kustiono.
Seperti yang dijanjikan usai menggelar laga ujicoba, pelatih yang berhasil membawa PSAP Sigli promosi ke Divisi Utama ini menggelar latihan yang berorintasi pada skema permainan menyerang
Ikpefua ‘Osas’ Marvellous bersama Jecky Pasarella didrop sebagai penyerang di dukung tiga pemain tengah Ahmad Afandi Lubis, Oguchukwu Daniel dan M Affan Lubis. Sementara dua wing beknya Heri Suwondo dan Faisal Azmi membantu dari dua sayap.
“Strategi latihan Senin sore itu bukan berarti final. Dalam beberapa hari ini saya akan mencoba formasi lainnya. Seperti menempatkan Ahmad Afandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan dan menarik Osas ke tengah bersama M Affan Lubis dan Daniel. Kita lihat mana yang lebih efisien,” ujarnya.
Materi itu sendiri lanjutnya akan menitikberatkan poada strategi permainan menyerang. Karena dalam laga ini PSMS harus bisa memenangkan pertandingan guna menjauhi jurang degradasi.
Dalam laga putaran pertama lalu di Bekasi, PSMS dikalahkan Persikasi 1-3 dan satu-satunya gol PSMS diciptakan oleh Osas. PSMS saat ini mengantongi nilai 15 diurutan tiga paling bawah di klasemen sementara grup I
Sebut saja nama Ahmad Maulana Putra yang terancam absen. Padahal pemuda lajang kelahiran Binjai tersebut disiapkan sebagai pengganti Nyeck Nyobe yang dipastikan absen setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Persiraja di Banda Aceh dua pekan lalu.
Ahmad Maulana Putra yang belakangan penampilannya cukup memukau terutama ketika merumput di Banda Aceh, diharapkan pelatih Kustiono bisa menjadi tembok untuk menahan gempuran anak-anak Persipasi Bekasi.
Namun apa hendak dikata, Ahmad Maulana mengalami cedera saat PSMS melakoni laga ujicoba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3).
Sekalipun bukan cedera berat, Maulana tetap tidak dapat bergabung dalam latihan yang berlangsung Senin (8/3) sore. Untuk itu Pelatih PSMS Kustiono segera menyiapkan pemain alternatif untuk mengisi posisi Maulana tadi. “Ya semoga Maulana bisa sembuh dan diturunkan,” harap Kustiono.
Seperti yang dijanjikan usai menggelar laga ujicoba, pelatih yang berhasil membawa PSAP Sigli promosi ke Divisi Utama ini menggelar latihan yang berorintasi pada skema permainan menyerang
Ikpefua ‘Osas’ Marvellous bersama Jecky Pasarella didrop sebagai penyerang di dukung tiga pemain tengah Ahmad Afandi Lubis, Oguchukwu Daniel dan M Affan Lubis. Sementara dua wing beknya Heri Suwondo dan Faisal Azmi membantu dari dua sayap.
“Strategi latihan Senin sore itu bukan berarti final. Dalam beberapa hari ini saya akan mencoba formasi lainnya. Seperti menempatkan Ahmad Afandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan dan menarik Osas ke tengah bersama M Affan Lubis dan Daniel. Kita lihat mana yang lebih efisien,” ujarnya.
Materi itu sendiri lanjutnya akan menitikberatkan poada strategi permainan menyerang. Karena dalam laga ini PSMS harus bisa memenangkan pertandingan guna menjauhi jurang degradasi.
Dalam laga putaran pertama lalu di Bekasi, PSMS dikalahkan Persikasi 1-3 dan satu-satunya gol PSMS diciptakan oleh Osas. PSMS saat ini mengantongi nilai 15 diurutan tiga paling bawah di klasemen sementara grup I
Daniel Ngomong Minang
Meskipun sudah mengusung bendera PSMS, bukan berarti masa lalu berlalu begitu saja. Seperti halnya gelandang asing Oqochukwu Daniel. Pada latihan, Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan terdengar Daniel berbincang dengan salah seorang fans dalam bahasa Minang. “Saketek-saketek,” ucap Daniel menjawab pertanyaan seorang fans yang tak ingin namanya dikorankan.
Menurut fans tersebut, dirinya baru bertanya apakah Daniel dapat berbahasa Minang. Inisiatif mengajukan pertanyaan itu mengingat Daniel yang pernah memperkuat tim Divisi I PSP Padang untuk waktu yang lama. “Tadi cuma iseng ngajak dia ngomong minang, rupanya masih bisa juga dia,” bebernya.
Dari pengakuan Daniel, pengetahuan berbahasa Minang yang dimilikinya juga berkat hubungan yang dijalin dengan wanita Minang. Sayang dirinya tidak mau menjelaskan apakah hubungan itu masih berlanjut atau sudah berakhir. “Pacar saya juga orang awak,” ucap Daniel.
Daniel masuk ke skuad PSMS pada putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini. Sebelumnya dua tahun lamanya pemain asal Nigeria ini bermain di PSP Padang
Menurut fans tersebut, dirinya baru bertanya apakah Daniel dapat berbahasa Minang. Inisiatif mengajukan pertanyaan itu mengingat Daniel yang pernah memperkuat tim Divisi I PSP Padang untuk waktu yang lama. “Tadi cuma iseng ngajak dia ngomong minang, rupanya masih bisa juga dia,” bebernya.
Dari pengakuan Daniel, pengetahuan berbahasa Minang yang dimilikinya juga berkat hubungan yang dijalin dengan wanita Minang. Sayang dirinya tidak mau menjelaskan apakah hubungan itu masih berlanjut atau sudah berakhir. “Pacar saya juga orang awak,” ucap Daniel.
Daniel masuk ke skuad PSMS pada putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini. Sebelumnya dua tahun lamanya pemain asal Nigeria ini bermain di PSP Padang
Nyeck Aman
Keputusan untuk mempertahankan Nyeck Nyobe di skuad PSMS membuktikan jika manajemen PSMS tak dapat bertindak tegas, bahkan terkesan plin-plan terhadap keputusan yang telah dikeluarkan.
Pasalnya, belum lama ini Sekum PSMS Idris SE telah menyampaikan rencana pihaknya untuk mendepak pemain berkebangsaan Kamerun tersebut.
Alasan untuk mendepak Nyeck pun sangat kuat karena saat laga menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa NAD, beberapa waktu lalu, Nyek mendapat kartu merah akibat aksinya mendorong wasit hingga terjengkang.
Imbas dari aksinya tadi, pemain ini terancam absen tiga pertandingan, belum lagi skorsing yang akan diterimanya dari komisi disiplin (Komdis) PSSI, yang kemungkinan besar membuatnya absen lebih lama lagi.
Menyikapi kondisi ini, beberapa waktu lalu manajemen PSMS sempat menggelar seleksi pemain. Mantan punggawa asing yang pernah merumput bersama Sriwijaya FC Okoye Emeke Obidiah pun menjadi salah seorang pemain yang diproyeksikan menggenapi kuota pemain asing yang ditinggalkan Ntyek Nyobe.
Tapi apa lacur? Ternyata penampilan Okoye jauh dari kata memuaskan. Dirinya pun dipulangkan setelah sempat mengikuti seleksi selama tiga hari berturut-turut.
Setelah kepergian Okoye, nama mantan pemain PSMS dan Medan Jaya asal Cile Ariel Guiterez digadang-gadang sebagai pengganti guna memperkuat lini tengah tim Ayam Kinantan.
Namun, Senin (8/3) Idris justru membatalkan rencana melakukan rekrutmen pemain asing. Itu disebabkan belum jatuhnya vonis Nyeck Nyobe sehingga membuka peluang bagi manajemen PSMS untuk melakukan pendekatan kepada PSSI.
“Nyeck tetap di tim. Kita akan berusaha melakukan pendekatan kepada PSSI agar Nyeck dapat turun di dua atau tiga pertandingan terakhir,” kata Idris.
Menurut Idris, keberadaan Nyeck di tubuh tim Ayam Kinantan masih mungkin dimaksimalkan lagi, untuk mendongkrak penampilan M Affan Lubis dkk untuk menghindari zona degradasi.
“Dengan dipertahankannya Nyeck Nyobe, berarti upaya kita mencari pemain asing ditutup, tidak ada lagi penambahan, kita tetap akan berupaya maksimal di sisa pertandingan dengan skuad yang ada,” beber Idris.
Selain itu, lanjut Idris, keputusan pengurus untuk mempertahankan Nyeck Nyobe didukung oleh Kustiono, pelatih PSMS yang menilai penampilan Ariel Guiterez sudah jauh menurun, sehingga dianggap tak layak mempergunakan kostum PSMS.
Apalagi mantan pelatih PSAP Sigli itu meyakinkan bila yang dibutuhkan saat ini adalah kehadiran seorang striker. “Ya, kalau memang pelatih tidak mau Ariel, berarti tidak jadi, pelatih punya wewenang untuk menentukan keputusan, yang jelas keputusan tersebut kita hargai. Baik buruknya performa tim, semuanya adalah tanggung jawab pelatih. Kalau timnya baik, pelatih yang dipuji ataupun sebaliknya. Kita bisa pahami itu,” sebut Idris.
Kustiono yang dikonfirmasi membenarkan keputusan Sekum PSMS tersebut. Menurutnya mengupayakan pemain asing ke PSMS kepada PSSI dapat mengundang protes tim lain. “Kalau kita juga ngotot untuk merekrut pemain, nggak enak sama tim lain, jadi saya rasa memang tidak perlu,” ungkapnya.
Dengan kekuatan yang ada, dirinya tetap akan terus berupaya membangun kerjasama yang baik dengan pemain untuk hasil yang lebih baik bagi PSMS. “Kita tidak boleh menyerah, kita terus berupaya bagaimana tim ini bisa jadi baik, meski dengan kekuatan yang ada. Intinya kerjasama di semua lini,” pungkasnya.
Pasalnya, belum lama ini Sekum PSMS Idris SE telah menyampaikan rencana pihaknya untuk mendepak pemain berkebangsaan Kamerun tersebut.
Alasan untuk mendepak Nyeck pun sangat kuat karena saat laga menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa NAD, beberapa waktu lalu, Nyek mendapat kartu merah akibat aksinya mendorong wasit hingga terjengkang.
Imbas dari aksinya tadi, pemain ini terancam absen tiga pertandingan, belum lagi skorsing yang akan diterimanya dari komisi disiplin (Komdis) PSSI, yang kemungkinan besar membuatnya absen lebih lama lagi.
Menyikapi kondisi ini, beberapa waktu lalu manajemen PSMS sempat menggelar seleksi pemain. Mantan punggawa asing yang pernah merumput bersama Sriwijaya FC Okoye Emeke Obidiah pun menjadi salah seorang pemain yang diproyeksikan menggenapi kuota pemain asing yang ditinggalkan Ntyek Nyobe.
Tapi apa lacur? Ternyata penampilan Okoye jauh dari kata memuaskan. Dirinya pun dipulangkan setelah sempat mengikuti seleksi selama tiga hari berturut-turut.
Setelah kepergian Okoye, nama mantan pemain PSMS dan Medan Jaya asal Cile Ariel Guiterez digadang-gadang sebagai pengganti guna memperkuat lini tengah tim Ayam Kinantan.
Namun, Senin (8/3) Idris justru membatalkan rencana melakukan rekrutmen pemain asing. Itu disebabkan belum jatuhnya vonis Nyeck Nyobe sehingga membuka peluang bagi manajemen PSMS untuk melakukan pendekatan kepada PSSI.
“Nyeck tetap di tim. Kita akan berusaha melakukan pendekatan kepada PSSI agar Nyeck dapat turun di dua atau tiga pertandingan terakhir,” kata Idris.
Menurut Idris, keberadaan Nyeck di tubuh tim Ayam Kinantan masih mungkin dimaksimalkan lagi, untuk mendongkrak penampilan M Affan Lubis dkk untuk menghindari zona degradasi.
“Dengan dipertahankannya Nyeck Nyobe, berarti upaya kita mencari pemain asing ditutup, tidak ada lagi penambahan, kita tetap akan berupaya maksimal di sisa pertandingan dengan skuad yang ada,” beber Idris.
Selain itu, lanjut Idris, keputusan pengurus untuk mempertahankan Nyeck Nyobe didukung oleh Kustiono, pelatih PSMS yang menilai penampilan Ariel Guiterez sudah jauh menurun, sehingga dianggap tak layak mempergunakan kostum PSMS.
Apalagi mantan pelatih PSAP Sigli itu meyakinkan bila yang dibutuhkan saat ini adalah kehadiran seorang striker. “Ya, kalau memang pelatih tidak mau Ariel, berarti tidak jadi, pelatih punya wewenang untuk menentukan keputusan, yang jelas keputusan tersebut kita hargai. Baik buruknya performa tim, semuanya adalah tanggung jawab pelatih. Kalau timnya baik, pelatih yang dipuji ataupun sebaliknya. Kita bisa pahami itu,” sebut Idris.
Kustiono yang dikonfirmasi membenarkan keputusan Sekum PSMS tersebut. Menurutnya mengupayakan pemain asing ke PSMS kepada PSSI dapat mengundang protes tim lain. “Kalau kita juga ngotot untuk merekrut pemain, nggak enak sama tim lain, jadi saya rasa memang tidak perlu,” ungkapnya.
Dengan kekuatan yang ada, dirinya tetap akan terus berupaya membangun kerjasama yang baik dengan pemain untuk hasil yang lebih baik bagi PSMS. “Kita tidak boleh menyerah, kita terus berupaya bagaimana tim ini bisa jadi baik, meski dengan kekuatan yang ada. Intinya kerjasama di semua lini,” pungkasnya.
Lini Tengah PSMS Dinilai Cukup
Keinginan Sekretaris Umum PSMS Idris SE agar PSMS memasukkan nama Ariel Guiterez agar berkostum PSMS tampaknya tidak mendapat persetujuan dari Pelatih PSMS Kustiono. Menurutnya, kualitas Ariel belum jaminan.
Setelah menyelidiki pemain asal Chile tersebut, Kustiono menilai langkah yang dilakukan Idris tersebut bukanlah langkah yang terbaik untuk mengangkat kembali performa tim kebanggaan masyarakat Kota Medan ini.
“Memang Idris belum pernah membicarakan hal itu langsung kepada saya, tapi menurut saya kalau Ariel yang dipanggil itu tidak perlu lagi, di lini tengah saya rasa kita sudah solid,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).
Meski pernah berada dalam kondisi terbaiknya kala membela PSMS beberapa tahun lalu, lanjut Kustiono, performa yang dimiliki pemain tersebut sangatlah berbeda saat ini. Selain sudah berumur, kecepatan pemain yang saat ini berdomisili di Kota Medan itu sudah mulai berkurang.
“Sekarang dia (Ariel) sudah tak seperti dulu lagi, apalagi riwayat cederanya juga kita tahu, jadi saya rasa merekrut dia itu tidak terlalu mengubah keadaan, apalagi sekarang ini yang kita butuhkan striker,” katanya lagi.
Bahkan, mantan pemain Mercu Buana itu menyatakan kalau hanya untuk merekrut Ariel, lebih baik memanggil kembali Okoye Emeka Obidiah, mantan pemain Sriwijaya yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi PSMS. “Lebih baik si Obidiah, karena dia itu memang striker,” tegasnya.
Menurutnya, daripada hanya sekedar menghambur-hamburkan uang untuk merekrut pemain asal Chile tersebut, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut mengaku lebih baik saat ini memberdayakan skuad yang ada. “Kalau tidak ada lagi, lebih baik tidak usah merekrut pemain lagi, percuma, karena kita hanya berharap ada satu striker asing untuk menuntaskan masalah krisis gol di tim ini,” jelasnya.
Memang dari beberapa pertandingan baik kompetisi maupun laga uji coba, punggawa PSMS banyak membuang peluang yang ada. Hal itu disebabkan minimnya finishing touch dari pemain di lini depan. Kustiono pun berharap dengan selesainya masalah Kitas, Saha dapat kembali tampil dalam performa terbaiknya. Apalagi, selama membela PSDS musim lalu, Saha menyumbangkan 18 gol dan berhasil membuat PSDS bertahan di divisi utama.
Pada laga uji coba di lapangan PPLP Sumut Sunggal, Sabtu (6/3) Idris menyampaikan rencana menambahkan pemain asing di dalam skuad PSMS. Rencana tersebut sehubungan dengan krisis gol yang melanda M Affan Lubis dkk dan keinginan untuk bertahan di Divisi Utama.
“Kita hanya membutuhkan tujuh poin dan saat ini kita krisis gol. Bagaimanapun kita harus bisa meraih poin tersebut di tiga laga kandang sisa,” ucap Idris kala itu
Setelah menyelidiki pemain asal Chile tersebut, Kustiono menilai langkah yang dilakukan Idris tersebut bukanlah langkah yang terbaik untuk mengangkat kembali performa tim kebanggaan masyarakat Kota Medan ini.
“Memang Idris belum pernah membicarakan hal itu langsung kepada saya, tapi menurut saya kalau Ariel yang dipanggil itu tidak perlu lagi, di lini tengah saya rasa kita sudah solid,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).
Meski pernah berada dalam kondisi terbaiknya kala membela PSMS beberapa tahun lalu, lanjut Kustiono, performa yang dimiliki pemain tersebut sangatlah berbeda saat ini. Selain sudah berumur, kecepatan pemain yang saat ini berdomisili di Kota Medan itu sudah mulai berkurang.
“Sekarang dia (Ariel) sudah tak seperti dulu lagi, apalagi riwayat cederanya juga kita tahu, jadi saya rasa merekrut dia itu tidak terlalu mengubah keadaan, apalagi sekarang ini yang kita butuhkan striker,” katanya lagi.
Bahkan, mantan pemain Mercu Buana itu menyatakan kalau hanya untuk merekrut Ariel, lebih baik memanggil kembali Okoye Emeka Obidiah, mantan pemain Sriwijaya yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi PSMS. “Lebih baik si Obidiah, karena dia itu memang striker,” tegasnya.
Menurutnya, daripada hanya sekedar menghambur-hamburkan uang untuk merekrut pemain asal Chile tersebut, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut mengaku lebih baik saat ini memberdayakan skuad yang ada. “Kalau tidak ada lagi, lebih baik tidak usah merekrut pemain lagi, percuma, karena kita hanya berharap ada satu striker asing untuk menuntaskan masalah krisis gol di tim ini,” jelasnya.
Memang dari beberapa pertandingan baik kompetisi maupun laga uji coba, punggawa PSMS banyak membuang peluang yang ada. Hal itu disebabkan minimnya finishing touch dari pemain di lini depan. Kustiono pun berharap dengan selesainya masalah Kitas, Saha dapat kembali tampil dalam performa terbaiknya. Apalagi, selama membela PSDS musim lalu, Saha menyumbangkan 18 gol dan berhasil membuat PSDS bertahan di divisi utama.
Pada laga uji coba di lapangan PPLP Sumut Sunggal, Sabtu (6/3) Idris menyampaikan rencana menambahkan pemain asing di dalam skuad PSMS. Rencana tersebut sehubungan dengan krisis gol yang melanda M Affan Lubis dkk dan keinginan untuk bertahan di Divisi Utama.
“Kita hanya membutuhkan tujuh poin dan saat ini kita krisis gol. Bagaimanapun kita harus bisa meraih poin tersebut di tiga laga kandang sisa,” ucap Idris kala itu
Monday, March 8, 2010
PSMS ingin daftarkan Ariel Guiterez
Absennya bek Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Nyeck Nyobe, karena sanksi untuk beberapa pertandingan membuat PSMS tengah mencari penggantinya. Ariel Guiterez, pemain asal Chile, menjadi kandidat kuat untuk direkrut. Meskipun berposisi sebagai gelandang, PSMS butuh tambahan pemain asing berkualitas untuk direkrut.
Ariel menjadi kandidat kuat mengingat sulitnya mencari pemain asing berkualitas dengan harga yang murah. Apalagi waktunya juga sempit, karena PSMS akan menjalani laga kontra Persipasi pada 13 Maret mendatang di Stadion Teladan.
“Tidak mudah memang mencari pemain asing yang berkualitas. Daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar sekretaris umum PSMS, Idris, sore ini.
Ariel memang bukan wajah baru bagi PSMS. Saat masih ditangani Suimin Diharja sebelum paruh musim, Ariel menjadi bagian dari tim meskipun statusnya belum jelas. Ia selalu mengikuti latihan bersama pemain-pemain lainnya, meskipun urung diturunkan karena belum didaftarkan.
Namun keinginan pengurus PSMS akan terganjal dengan batas deadline pendaftaran pemain paruh musim yang telah berakhir 12 Februari lalu. “Meskipun pendaftaran pemain sudah lewat, kita akan terus upayakan. Langkahnya kita akan pendekatan dengan PSSI. Manajemen yang akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, arsitek PSMS, Kustiono menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya yang terpenting semua dilakukan untuk mendongkrak performa tim. “Ya itu semua keputusan manajemen dan pengurus, yang jelas kita berharap kita bisa maksimal di sisa laga ini,” pungkasnya
Ariel menjadi kandidat kuat mengingat sulitnya mencari pemain asing berkualitas dengan harga yang murah. Apalagi waktunya juga sempit, karena PSMS akan menjalani laga kontra Persipasi pada 13 Maret mendatang di Stadion Teladan.
“Tidak mudah memang mencari pemain asing yang berkualitas. Daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar sekretaris umum PSMS, Idris, sore ini.
Ariel memang bukan wajah baru bagi PSMS. Saat masih ditangani Suimin Diharja sebelum paruh musim, Ariel menjadi bagian dari tim meskipun statusnya belum jelas. Ia selalu mengikuti latihan bersama pemain-pemain lainnya, meskipun urung diturunkan karena belum didaftarkan.
Namun keinginan pengurus PSMS akan terganjal dengan batas deadline pendaftaran pemain paruh musim yang telah berakhir 12 Februari lalu. “Meskipun pendaftaran pemain sudah lewat, kita akan terus upayakan. Langkahnya kita akan pendekatan dengan PSSI. Manajemen yang akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, arsitek PSMS, Kustiono menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya yang terpenting semua dilakukan untuk mendongkrak performa tim. “Ya itu semua keputusan manajemen dan pengurus, yang jelas kita berharap kita bisa maksimal di sisa laga ini,” pungkasnya
Saha batal dibuang
Performa striker Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Osas Saha, yang menurun dalam beberapa laga terakhir Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 sempat membuat posisinya terancam sebagai ujung tombak lini depan PSMS. Namun penampilan apiknya saat laga ujicoba kontra PPLP Sumut, Sabtu (6/3) kemarin di Lapangan PPLP Sunggal membantah spekulasi yang menyebutkan Saha bakal didepak. Tiga gol diceploskannya dan membawa Ayam Kinantan unggul 4-1.
Mantan striker PSDS tersebut memang tampil mengesankan sore itu dan sukses meyakinkan pengurus PSMS untuk tetap memakai jasanya hingga akhir musim. Penegasan tersebut disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris.
“Kita butuh tambahan poin di lima sisa laga terakhir. Untuk itu kita harapkan Saha mampu membantu PSMS mewujudkannya. Dan ia berjanji untuk itu,” ujarnya, sore ini.
Menurut Idris, menurunnya performa Saha akibat masalah dokumen Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang belum selesai. “Saha bermain buruk mungkin karena bentuk protesnya atas pengurusan izin KITAS yang belum selesai. Memang ada kesalahan dalam mengurus surat izin tinggalnya kemarin. Agennya mungkin kekurangan biaya hingga terhenti. Tapi kini manajemen yang ambil alih,” lanjutnya.
Berlarutnya pengurusan KITAS striker berusia 23 tahun, lanjut Idris, dikarenakan ulah salah satu oknum pengurus yang awalnya menjanjikan akan menyelesaikan biaya pengurusan dokumen. Namun oknum tersebut ingkar janji.
“ Ada pengurus yang menjanjikan untuk melengkapi biaya mengurus dokumen tersebut. Tapi hingga sekarang belum juga dipenuhi,” papar Idris.
Untuk itu setelah berbicara empat mata dengan Saha, pengurus berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Sementara Saha diminta untuk meningkatkan performanya di lapangan. Memang cukup riskan jika Saha didepak. PSMS sedang krisis striker saat ini. Penampilan striker baru PSMS, Obidiah juga masih jauh dari harapan
Mantan striker PSDS tersebut memang tampil mengesankan sore itu dan sukses meyakinkan pengurus PSMS untuk tetap memakai jasanya hingga akhir musim. Penegasan tersebut disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris.
“Kita butuh tambahan poin di lima sisa laga terakhir. Untuk itu kita harapkan Saha mampu membantu PSMS mewujudkannya. Dan ia berjanji untuk itu,” ujarnya, sore ini.
Menurut Idris, menurunnya performa Saha akibat masalah dokumen Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang belum selesai. “Saha bermain buruk mungkin karena bentuk protesnya atas pengurusan izin KITAS yang belum selesai. Memang ada kesalahan dalam mengurus surat izin tinggalnya kemarin. Agennya mungkin kekurangan biaya hingga terhenti. Tapi kini manajemen yang ambil alih,” lanjutnya.
Berlarutnya pengurusan KITAS striker berusia 23 tahun, lanjut Idris, dikarenakan ulah salah satu oknum pengurus yang awalnya menjanjikan akan menyelesaikan biaya pengurusan dokumen. Namun oknum tersebut ingkar janji.
“ Ada pengurus yang menjanjikan untuk melengkapi biaya mengurus dokumen tersebut. Tapi hingga sekarang belum juga dipenuhi,” papar Idris.
Untuk itu setelah berbicara empat mata dengan Saha, pengurus berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Sementara Saha diminta untuk meningkatkan performanya di lapangan. Memang cukup riskan jika Saha didepak. PSMS sedang krisis striker saat ini. Penampilan striker baru PSMS, Obidiah juga masih jauh dari harapan
Punggawa PSMS ke Kondangan
Pesepakbola cenderung identik dengan keringat yang bercucuran. Dengan kata lain, kesan bersih dan rapi seakan jauh dari dirinya. Namun hal itu tidak terlihat pada Sabtu (6/3) siang.
Ya, pada siang tersebut, tampak ada yang berbeda di mes PSMS, beberapa pemain berpakaian rapi layaknya selebritis. Ternyata, dari Tri Yudha Handoko, diketahui bila siang itu mereka akan menghadiri undangan pernikahan salah seorang supporter PSMS.
“Ke undangan anak Smeck (Suporter Medan Cinta Kinantan) Hooligan, Ibnu. Gak enak kalau gak datang, apalagi dia langsung yang mengundang,” ucap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Sumatera Utara ini.
Yudha pun berangkat ditemani Faisal Azmi dan Jecky Pasarella dengan mengendarai mobil Toyota Avanza Biru. Kepada Sekretaris Tim Fityan Hamdy ketiganya berjanji akan tiba di mes pukul 14.30 WIB. Pasalnya sore itu PSMS menggelar laga uji coba ketiga menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di lapangan PPLP Sunggal. Sebelumnya PSMS sudah menggelar dua laga uji coba. Menghadapi Bank Sumut FC, Kamis (4/3) PSMS menang 3-0 dan menang 2-0 atas Sinar Sakti FC, Jumat (5/3).
Ya, pada siang tersebut, tampak ada yang berbeda di mes PSMS, beberapa pemain berpakaian rapi layaknya selebritis. Ternyata, dari Tri Yudha Handoko, diketahui bila siang itu mereka akan menghadiri undangan pernikahan salah seorang supporter PSMS.
“Ke undangan anak Smeck (Suporter Medan Cinta Kinantan) Hooligan, Ibnu. Gak enak kalau gak datang, apalagi dia langsung yang mengundang,” ucap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Sumatera Utara ini.
Yudha pun berangkat ditemani Faisal Azmi dan Jecky Pasarella dengan mengendarai mobil Toyota Avanza Biru. Kepada Sekretaris Tim Fityan Hamdy ketiganya berjanji akan tiba di mes pukul 14.30 WIB. Pasalnya sore itu PSMS menggelar laga uji coba ketiga menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di lapangan PPLP Sunggal. Sebelumnya PSMS sudah menggelar dua laga uji coba. Menghadapi Bank Sumut FC, Kamis (4/3) PSMS menang 3-0 dan menang 2-0 atas Sinar Sakti FC, Jumat (5/3).
Pemanggilan Ditunda Lagi
Tampaknya pemanggilan sidang Komdis PSSI atas asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa dan Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan (14/2) kembali diundur hingga tanggal yang belum ditentukan.
Demikian Benny Tomasoa yang hingga Kamis (4/3) masih berada di Kota Medan. Dirinya bahkan tidak mengetahui alasan pengunduran sidang. “Enggak tahu kenapa, saya kembali batal dipanggil komdis, padahal harusnya hari ini (kemarin, Red),” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lanjutan putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 dimana PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan Minggu (14/2) lalu berakhir ricuh. Penyebabnya keputusan wasit asal Bandung Isna Triana yang tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella ditekel di kotak penalti oleh pemain Persita.
Benny yang tidak terima dengan keputusan Isna langsung merengsek ke lapangan dengan maksud mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, upaya itu digagalkan petugas keamanan yang berada di lapangan. “Waktu itu saya mengejar wasit karena ingin menanyakan kenapa dia tidak memberikan ganjaran penalti bagi PSMS karena Jecky dan Saha ditekel di kotak penalti, saya berhak untuk menanyakan hal itu,” tutur Benny.
Penundaan ini merupakan kali kedua setelah pemanggilan pertama yang dijadwalkan Kamis (25/2) lalu juga batal.
Demikian Benny Tomasoa yang hingga Kamis (4/3) masih berada di Kota Medan. Dirinya bahkan tidak mengetahui alasan pengunduran sidang. “Enggak tahu kenapa, saya kembali batal dipanggil komdis, padahal harusnya hari ini (kemarin, Red),” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lanjutan putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 dimana PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan Minggu (14/2) lalu berakhir ricuh. Penyebabnya keputusan wasit asal Bandung Isna Triana yang tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella ditekel di kotak penalti oleh pemain Persita.
Benny yang tidak terima dengan keputusan Isna langsung merengsek ke lapangan dengan maksud mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, upaya itu digagalkan petugas keamanan yang berada di lapangan. “Waktu itu saya mengejar wasit karena ingin menanyakan kenapa dia tidak memberikan ganjaran penalti bagi PSMS karena Jecky dan Saha ditekel di kotak penalti, saya berhak untuk menanyakan hal itu,” tutur Benny.
Penundaan ini merupakan kali kedua setelah pemanggilan pertama yang dijadwalkan Kamis (25/2) lalu juga batal.
Formasi Tim Mulai Pas Gulung
-Hasil dua kali uji coba mulai memperlihatkan formasi ideal bagi PSMS. Ya, karena itu, sebagai Pelatih PSMS Kustiono tidak akan melakukan perubahan formasi untuk menghadapi laga ujicoba terakhir, Sabtu (6/3) ini menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di Lapangan PPLP Sunggal.
“Saya tidak akan mengubah formasi besok (hari ini, Red). Saya kira tujuan untuk fokus pada bola dari kaki ke kaki ini sudah bisa dipahami pemain dengan komposisi yang baru ini. Tinggal bagaimana para pemain mempertahankan irama saat ini di setiap pertandingan. Besok (hari ini, Red) kita coba lihat,” ucap Kustiono usai laga kontra Sinar Sakti.
Setelah menundukkan Bank Sumut FC 3-0 di laga uji coba pertama, Kamis (4/3), PSMS kembali menggulung Sinar Sakti dengan skor 2-0 pada laga uji coba kedua di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore. Gol kemenangan PSMS masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Afandi dan Tri Yudha Handoko.
Turun dengan lapisan keduanya, PSMS tampak sedikit kesulitan untuk membangun serangan di awal babak pertama. Setelah penyesuaian, serangan pun berhasil dibangun. Blunder yang dilakukan penjaga gawang Sinar Sakti Rozy Arya Kesuma dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmad Afandi untuk membawa PSMS unggul 1-0.
Masuknya Faisal Azmi dan Jecky Pasarella di babak kedua memberi warna lain pada permainan Ayam Kinantan. Tidak membutuhkan waktu lama, Tri Yudha Handoko menambah kemenangan PSMS menjadi 2-0. Dengan memanfaatkan umpan matang dari Faisal Azmi, Yudha yang berdiri bebas langsung melepas tendangan keras tampa bisa diantisipasi oleh Rozy. Oqochukwu Daniel, bahkan, hampir memperbesar keunggulan kalau saja tendangannya tidak melewati mistar gawang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, laga uji coba ini dimanfaatkan Kustiono untuk melakukan perubahan pada komposisi pemain. Di hari pertama Kamis (4/3) mantan pelatih PSAP Sigli ini menarik Jecky Pasarella yang semula striker untuk mengisi posisi wing kanan. Begitu juga Faisal Azmi yang ditarik sebagai gelandang kiri.
Namun di laga uji coba kedua ini Kustiono tidak menurunkan Saha. Untuk itu, Abdul Kamil Sembiring pun disandingkan dengan Daniel dibantu oleh Tri Yudha Handoko dari baris tengah. Bambang Tri Sanjaya, Syaiful Ramadhan dan Chico Maradona sengaja diturunkan menggantikan posisi Nyeck Nyobe yang juga tidak diturunkan.
“Namanya uji coba pemain lapis kedua dimaksimalkan dulu, tujuannya apakah dia layak jadi starter, karena meningat posisi Nyeck Nyobe yang absen pada beberapa pertandingan ke depan, ya kita siapkan cadangan,” jelas Kustiono.
Meskipun begitu, Kustiono mengakui bila skuad binaannya masih lemah dalam finishing touch. Seperti halnya di laga uji coba pertama, saat menghadapi Sinar Sakti, Jumat (5/3) sore itu pun masih banyak peluang yang terbuang percuma.
“Meski banyak peluang tercipta, namun hanya dua saja saja yang bias dimaksimalkan,” kata Kustiono. (jul)
“Saya tidak akan mengubah formasi besok (hari ini, Red). Saya kira tujuan untuk fokus pada bola dari kaki ke kaki ini sudah bisa dipahami pemain dengan komposisi yang baru ini. Tinggal bagaimana para pemain mempertahankan irama saat ini di setiap pertandingan. Besok (hari ini, Red) kita coba lihat,” ucap Kustiono usai laga kontra Sinar Sakti.
Setelah menundukkan Bank Sumut FC 3-0 di laga uji coba pertama, Kamis (4/3), PSMS kembali menggulung Sinar Sakti dengan skor 2-0 pada laga uji coba kedua di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore. Gol kemenangan PSMS masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Afandi dan Tri Yudha Handoko.
Turun dengan lapisan keduanya, PSMS tampak sedikit kesulitan untuk membangun serangan di awal babak pertama. Setelah penyesuaian, serangan pun berhasil dibangun. Blunder yang dilakukan penjaga gawang Sinar Sakti Rozy Arya Kesuma dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmad Afandi untuk membawa PSMS unggul 1-0.
Masuknya Faisal Azmi dan Jecky Pasarella di babak kedua memberi warna lain pada permainan Ayam Kinantan. Tidak membutuhkan waktu lama, Tri Yudha Handoko menambah kemenangan PSMS menjadi 2-0. Dengan memanfaatkan umpan matang dari Faisal Azmi, Yudha yang berdiri bebas langsung melepas tendangan keras tampa bisa diantisipasi oleh Rozy. Oqochukwu Daniel, bahkan, hampir memperbesar keunggulan kalau saja tendangannya tidak melewati mistar gawang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, laga uji coba ini dimanfaatkan Kustiono untuk melakukan perubahan pada komposisi pemain. Di hari pertama Kamis (4/3) mantan pelatih PSAP Sigli ini menarik Jecky Pasarella yang semula striker untuk mengisi posisi wing kanan. Begitu juga Faisal Azmi yang ditarik sebagai gelandang kiri.
Namun di laga uji coba kedua ini Kustiono tidak menurunkan Saha. Untuk itu, Abdul Kamil Sembiring pun disandingkan dengan Daniel dibantu oleh Tri Yudha Handoko dari baris tengah. Bambang Tri Sanjaya, Syaiful Ramadhan dan Chico Maradona sengaja diturunkan menggantikan posisi Nyeck Nyobe yang juga tidak diturunkan.
“Namanya uji coba pemain lapis kedua dimaksimalkan dulu, tujuannya apakah dia layak jadi starter, karena meningat posisi Nyeck Nyobe yang absen pada beberapa pertandingan ke depan, ya kita siapkan cadangan,” jelas Kustiono.
Meskipun begitu, Kustiono mengakui bila skuad binaannya masih lemah dalam finishing touch. Seperti halnya di laga uji coba pertama, saat menghadapi Sinar Sakti, Jumat (5/3) sore itu pun masih banyak peluang yang terbuang percuma.
“Meski banyak peluang tercipta, namun hanya dua saja saja yang bias dimaksimalkan,” kata Kustiono. (jul)
Saha Tantang Kustiono, Obidiah Kayak Kuda Kepang
LAGA uji coba PSMS menghadapi Sinar Sakti FC di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore diawali dengan cek-cok antara Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Pelatih PSMS Kustiono. Keduanya sempat adu mulut, sebelum akhirnya ditengahi oleh Kiper Pelatih PSMS, Jampi Hutauruk.
“Tadi dia tidak latihan pagi, kemarin juga. Kalau saya izinkan dia latihan bagaimana nanti dengan pemain lainnya. Mereka bakal bilang saya takut lah. Ini sekaligus menjadi contoh bagi seluruh pemain untuk disiplin,” jelas Pelatih PSMS Kustiono sebelum laga uji coba digelar.
Kustiono juga menyesalkan sikap Saha yang mencampuradukkan masalah administrasi dengan persoalan teknis, sehingga bisa berpengaruh pada tim. “Kalau pemain tidak suka dengan pelatih itu biasa. Tapi, kalau pelatih yang tidak suka dengan pemain berarti ada yang tidak benar. Saya tidak senang cara dia berlatih bersama PSMS, bukan tidak suka dengan dia,” tegas mantan pemain Mercubuana ini.
Keputusan Kustiono itu pun didukung oleh manajemen PSMS. Manajer PSMS, Hendra DS bahkan menyarankan Kustiono untuk membuat laporan tertulis sehingga bisa dilakukan tindakan. “Ini kan masih lisan, kita tunggu laporan tertulisnya dari pelatih. Kita pasti akan memberikan tindakan terhadap pemain yang tidak disiplin. Bisa pemotongan gaji,” tegas Hendra.
Sementara itu Saha yang dikomfirmasi justru menyampaikan tantangan. Striker ini sempat menghardik Kustiono yang sedang berbincang dengan Sumut Pos dan mengingatkan agar mantan pelatih PSAP Sigli itu untuk tidak berkomentar yang tidak-tidak.
Perihal absen di dua latihan pagi, Saha mengakui karena tidak memiliki ongkos. “Tadi pagi (kemarin) latihan di Kebun bunga, aku tak punya uang untuk ke sana. Aku belum gajian, seribu rupiah pun aku tidak ada pegang. Saya sampai utang sama tukang becak untuk bisa latihan,” beber pemain yang menetap di kawasan Jalan Air Bersih Medan itu.
Keputusan Kustiono tidak memberinya kostum latihan dilihat sebagai sikap yang tidak profesional. “Dia tidak profesional seperti itu karena aku juga bisa latihan sendiri. Malah lebih baik berlatih sendiri karena tidak ada yang bisa aku dapat dari cara dia (Kustiono, Red) melatih. Kalau aku salah ayo ke PSSI, buat laporan. Aku tidak takut,” tambah Saha.
Sementara itu, manajemen PSMS resmi membatalkan rencana kontrak mengikat pemain asing yang didatangkan dari Sriwijaya FC Okoye Emeka Obidiah. Jumat (5/3) siang tampak Okoye bertolak dari Mess PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan diantar oleh Nyeck Nyobe.“Tadi malam sudah kita sampaikan pada Obidiah. Kayak kuda kepang pulak kutengok mainnya,” ucap Manajer PSMS Hendra DS.
Keputusan untuk membatalkan kontrak Obidiah lanjut Hendra dibuat berdasarkan pantauan pribadinya dan tentu saja sesuai laporan pelatih PSMS Kustiono. “Dia memang tidak memenuhi kualitas untuk mengenakan kostum PSMS. Tapi, saya salut dengan dia. Orangnya tahu diri. Itu dia sendiri yang mengundurkan diri kok,” ucap Kustiono.
“Tadi dia tidak latihan pagi, kemarin juga. Kalau saya izinkan dia latihan bagaimana nanti dengan pemain lainnya. Mereka bakal bilang saya takut lah. Ini sekaligus menjadi contoh bagi seluruh pemain untuk disiplin,” jelas Pelatih PSMS Kustiono sebelum laga uji coba digelar.
Kustiono juga menyesalkan sikap Saha yang mencampuradukkan masalah administrasi dengan persoalan teknis, sehingga bisa berpengaruh pada tim. “Kalau pemain tidak suka dengan pelatih itu biasa. Tapi, kalau pelatih yang tidak suka dengan pemain berarti ada yang tidak benar. Saya tidak senang cara dia berlatih bersama PSMS, bukan tidak suka dengan dia,” tegas mantan pemain Mercubuana ini.
Keputusan Kustiono itu pun didukung oleh manajemen PSMS. Manajer PSMS, Hendra DS bahkan menyarankan Kustiono untuk membuat laporan tertulis sehingga bisa dilakukan tindakan. “Ini kan masih lisan, kita tunggu laporan tertulisnya dari pelatih. Kita pasti akan memberikan tindakan terhadap pemain yang tidak disiplin. Bisa pemotongan gaji,” tegas Hendra.
Sementara itu Saha yang dikomfirmasi justru menyampaikan tantangan. Striker ini sempat menghardik Kustiono yang sedang berbincang dengan Sumut Pos dan mengingatkan agar mantan pelatih PSAP Sigli itu untuk tidak berkomentar yang tidak-tidak.
Perihal absen di dua latihan pagi, Saha mengakui karena tidak memiliki ongkos. “Tadi pagi (kemarin) latihan di Kebun bunga, aku tak punya uang untuk ke sana. Aku belum gajian, seribu rupiah pun aku tidak ada pegang. Saya sampai utang sama tukang becak untuk bisa latihan,” beber pemain yang menetap di kawasan Jalan Air Bersih Medan itu.
Keputusan Kustiono tidak memberinya kostum latihan dilihat sebagai sikap yang tidak profesional. “Dia tidak profesional seperti itu karena aku juga bisa latihan sendiri. Malah lebih baik berlatih sendiri karena tidak ada yang bisa aku dapat dari cara dia (Kustiono, Red) melatih. Kalau aku salah ayo ke PSSI, buat laporan. Aku tidak takut,” tambah Saha.
Sementara itu, manajemen PSMS resmi membatalkan rencana kontrak mengikat pemain asing yang didatangkan dari Sriwijaya FC Okoye Emeka Obidiah. Jumat (5/3) siang tampak Okoye bertolak dari Mess PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan diantar oleh Nyeck Nyobe.“Tadi malam sudah kita sampaikan pada Obidiah. Kayak kuda kepang pulak kutengok mainnya,” ucap Manajer PSMS Hendra DS.
Keputusan untuk membatalkan kontrak Obidiah lanjut Hendra dibuat berdasarkan pantauan pribadinya dan tentu saja sesuai laporan pelatih PSMS Kustiono. “Dia memang tidak memenuhi kualitas untuk mengenakan kostum PSMS. Tapi, saya salut dengan dia. Orangnya tahu diri. Itu dia sendiri yang mengundurkan diri kok,” ucap Kustiono.
Saha Tampil Ceria
PSMS kembali meraih hasil positif dalam laga uji cobanya. Kali ini, PPLP Sunggal dilumat tim besutan Kustiono ini dengan skor 4-1. Dalam laga tersebut, striker asing PSMS, Osas "Saha" Mervellous berhasil menciptakan hat-trick. Satu gol PSMS lainnya diciptakan M Affan Lubis.
Menariknya, pada laga yang digelar di lapangan PPLP Sunggal tersebut, Saha sejak babak pertama tampil ceria. Senyum selalu tersungging di senyumnya yang menjadikan pemain asal Nigeria ini favorit penonton.
Saha membawa PSMS unggul lebih dulu setelah sukses mengesekusi tendangan penalti yang diakibatkan pelanggaran terhadap kapten PSMS M Affan Lubis. Diselingi gol oleh M Affan Lubis, Saha kembali menyumbangkan dua gol di babak kedua melalui aksi solo run dan memanfaatkan bola blunder di depan gawang PPLP Sumut. Rangga menutup pertandingan dengan melesakkan satu gol balasan untuk PPLP Sumut.
Usut punya usut, peningkatan prestasi Saha ini ternyata didasari oleh kehadiran Sekretaris Umum PSMS Idris SE dalam laga tersebut. Pasalnya, kedatangan Idris membawa kabar baik sehubungan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang selama ini menjadi beban pikiran Saha.
“Ada kesalahan dalam pengurusan Kitasnya, dari pihak agennya mungkin kekurangan biaya untuk pengurusan sehingga belum kelar sampai sekarang. Jadi Ketua Umum (Drs Dzulmi Eldin, Red) yang terus mengikuti perkembangan, tadi menginstruksikan agar kita mengambil alih pengurusan Kitas Saha,” jelas Idris kepada Sumut Pos di sela-sela pertandingan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya pengurusan Kitas yang tak kunjung selesai berpengaruh pada buruknya penampilan Saha di lapangan. Bagaimana tidak overstay yang mencapai empat bulan ini membuat Saha harus membayar dalam jumlah besar. Belum lagai ancaman dideportasi. Padahal, manajemen sudah berjanji Kitas Saha akan diurus setelah menghadapi Semen Padang di awal putaran kedua lalu.
Di lain pihak, Idris juga tengah memeprsiapkan rencana untuk merekrut satu pemain asing sebagai penganti bek PSMS Nyeck Nyobe yang mendapatkan kartu merah ketika PSMS bentrok dengan Persiraja Banda Aceh 23 Februari lalu, mantan pemain PSMS Ariel Guiterez pun menjadi salah satu kandidat.
“Ya, kita kesulitan cari pemain asing yang berkualitas, daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar pria berdarah Aceh ini.
Memang menurutnya, perlu upaya keras dari PSMS untuk bisa memasukkan Ariel di akhir kompetisi ini, pasalnya pendaftaran pemain di putaran kedua sudah berakhir 12 Februari lalu.
“Tapi, kita akan terus upayakan, kita akan lakukan pendekatan ke PSSI, kita harap ada pertimbangan. Selain itu manajemen akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun menyambut baik penampilan Saha sore itu. Tak ada lagi permusuhan seperti yang tampak saat akan menghadapi Sinar Sakti FC pada laga ujicoba kedua di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/3) lalu. Ketika itu Kustiono tidak mengizinkan Saha mengenakan kostum latihan karena absen pada dua latihan pagi.
“Jadi saya bukan tanpa alasan menghukum Saha waktu itu dan semua sudah selesai. Kalau tidak dia (Saha, Red) tidak saya kasih main hari ini,” ucap Kustiono.
Namun mantan Pelatih PSAP Sigli ini tak dapat menyembunyikan kekesalannya atas Dodi Rahwana yang dinilai melakukan kesalahan fatal sehingga PSMS kebobolan satu gol. Apalagi dua laga uji coba sebelumnya berakhir dengan kemenangan telak tampa kebobolan. “Ini kesalahan Dodi,” ketusnya.
Terhadap ketiga laga uji coba, Kustiono sendiri mengaku target yang diinginkan sudah tercapai. Untuk itu dirinya akan melanjutkan materi yang baru pada latihan Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan
“Keep to the ball yang ingin kita capai sudah nampak ya. Jadi minggu depan saya akan bawa materi menyerang dan mengejar bola yang sudah hilang,” beber pelatih berusia 48 tahun ini.
Kedua materi itu diharapkan dapat memberi perlawanan saat menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Sabtu (13/3) mendatang. Saat ini PSMS berada di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin
Menariknya, pada laga yang digelar di lapangan PPLP Sunggal tersebut, Saha sejak babak pertama tampil ceria. Senyum selalu tersungging di senyumnya yang menjadikan pemain asal Nigeria ini favorit penonton.
Saha membawa PSMS unggul lebih dulu setelah sukses mengesekusi tendangan penalti yang diakibatkan pelanggaran terhadap kapten PSMS M Affan Lubis. Diselingi gol oleh M Affan Lubis, Saha kembali menyumbangkan dua gol di babak kedua melalui aksi solo run dan memanfaatkan bola blunder di depan gawang PPLP Sumut. Rangga menutup pertandingan dengan melesakkan satu gol balasan untuk PPLP Sumut.
Usut punya usut, peningkatan prestasi Saha ini ternyata didasari oleh kehadiran Sekretaris Umum PSMS Idris SE dalam laga tersebut. Pasalnya, kedatangan Idris membawa kabar baik sehubungan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang selama ini menjadi beban pikiran Saha.
“Ada kesalahan dalam pengurusan Kitasnya, dari pihak agennya mungkin kekurangan biaya untuk pengurusan sehingga belum kelar sampai sekarang. Jadi Ketua Umum (Drs Dzulmi Eldin, Red) yang terus mengikuti perkembangan, tadi menginstruksikan agar kita mengambil alih pengurusan Kitas Saha,” jelas Idris kepada Sumut Pos di sela-sela pertandingan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya pengurusan Kitas yang tak kunjung selesai berpengaruh pada buruknya penampilan Saha di lapangan. Bagaimana tidak overstay yang mencapai empat bulan ini membuat Saha harus membayar dalam jumlah besar. Belum lagai ancaman dideportasi. Padahal, manajemen sudah berjanji Kitas Saha akan diurus setelah menghadapi Semen Padang di awal putaran kedua lalu.
Di lain pihak, Idris juga tengah memeprsiapkan rencana untuk merekrut satu pemain asing sebagai penganti bek PSMS Nyeck Nyobe yang mendapatkan kartu merah ketika PSMS bentrok dengan Persiraja Banda Aceh 23 Februari lalu, mantan pemain PSMS Ariel Guiterez pun menjadi salah satu kandidat.
“Ya, kita kesulitan cari pemain asing yang berkualitas, daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar pria berdarah Aceh ini.
Memang menurutnya, perlu upaya keras dari PSMS untuk bisa memasukkan Ariel di akhir kompetisi ini, pasalnya pendaftaran pemain di putaran kedua sudah berakhir 12 Februari lalu.
“Tapi, kita akan terus upayakan, kita akan lakukan pendekatan ke PSSI, kita harap ada pertimbangan. Selain itu manajemen akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun menyambut baik penampilan Saha sore itu. Tak ada lagi permusuhan seperti yang tampak saat akan menghadapi Sinar Sakti FC pada laga ujicoba kedua di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/3) lalu. Ketika itu Kustiono tidak mengizinkan Saha mengenakan kostum latihan karena absen pada dua latihan pagi.
“Jadi saya bukan tanpa alasan menghukum Saha waktu itu dan semua sudah selesai. Kalau tidak dia (Saha, Red) tidak saya kasih main hari ini,” ucap Kustiono.
Namun mantan Pelatih PSAP Sigli ini tak dapat menyembunyikan kekesalannya atas Dodi Rahwana yang dinilai melakukan kesalahan fatal sehingga PSMS kebobolan satu gol. Apalagi dua laga uji coba sebelumnya berakhir dengan kemenangan telak tampa kebobolan. “Ini kesalahan Dodi,” ketusnya.
Terhadap ketiga laga uji coba, Kustiono sendiri mengaku target yang diinginkan sudah tercapai. Untuk itu dirinya akan melanjutkan materi yang baru pada latihan Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan
“Keep to the ball yang ingin kita capai sudah nampak ya. Jadi minggu depan saya akan bawa materi menyerang dan mengejar bola yang sudah hilang,” beber pelatih berusia 48 tahun ini.
Kedua materi itu diharapkan dapat memberi perlawanan saat menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Sabtu (13/3) mendatang. Saat ini PSMS berada di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin
Friday, March 5, 2010
PSMS masih perlu pembenahan
alaupun menang tiga gol tanpa balas dalam laga ujicoba melawan PS Bank Sumut, pelatih PSMS Kustiono belum puas. Dia merasa masih perlu pembenahan di beberapa sektor, sebelum tim Ayam Kinantan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) mendatang.
Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.
Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.
Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.
Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu
Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.
Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.
Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.
Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu
PSMS canangkan tiga ujicoba
Arsitek PSMS Kustiono tak mau ambil resiko dalam persiapan menghadapi Persipasi Bekasi. Rangkaian ujicoba pun bakalan digelar dalam menerapkan strategi untuk tidak malu di hadapan pendukung sendiri.
Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.
Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.
Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.
Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono
Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.
Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.
Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.
Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono
Subscribe to:
Posts (Atom)