Tidak adanya peningkatan performa PSMS di putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini memaksa manajemen menggelar evaluasi. Dalam hal ini perihal perekrutan pemain asing di waktu jeda lalu menjadi sorotan karena belum adanya kontribusi yang nyata.
Sebut saja Nyeck Nyoba yang ditarik dari Persib Bandung. Sebagai mantan pemain tim Indonesia Super League (ISL), Nyeck gagal menjalankan perannya sebagai libero. Bahkan beberapa blunder yang dilakukannya menjadi awal kekalahan PSMS.
Begitu juga dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha yang hanya menyumbang dua gol dengan satu gol bunuh diri. Penampilan pemain asal Nigeria ini sungguh sangat mengecewakan.
Sekarang gelandang serang Asing PSMS, N’wakwo Ogochukwu Daniel pun mulai dipertanyakan. Peranannya di PSMS yang semula diharapkan membawa perubahan tak kunjung terealisasi
Pelatih PSMS Kustiono yang ditemui di Mess Kebun Bunga, Senin (1/3) sebelum berangkat latihan sore di Stadion Teladan Medan pun tak menampik hal tersebut. “Daniel memang belum menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sampai saat ini kita melihat jika penampilannya masih biasa-biasa saja,” ujar Kustiono.
Sebagai gelandang serang, lanjutnya, Daniel diharapkan dapat menjadi penyuplay bola dan umpan-umpan matang kepada striker seperti Osas Saha dan Jecky Pasarella. Kenyataannya penampilan Daniel justru kalah dari pemain lokal seperti Tri Yudha Handoko maupun gelandang bertahan senior PSMS M Afan Lubis yang dinilai masih lebih baik.
Bahkan Asisten Pelatih PSMS Suyono mengatakan bahwa buruknya performa Daniel bisa saja disebabkan penyakit hernia yang dideritanya.
“Entah memang sakit turun perut nya itu diperoleh setelah bersama PSMS, atau sebelum dia bergabung ke mari. Yang pasti, penyakitnya itu membuat penampilannya tak maksimal,” bilang Suyono.
Kenyataan bila Daniel mengidap Hernia sangat mengejutkan. Pasalnya, akibat penyakitnya itu, dirinya sering tak ikut latihan.
“Daniel izin tidak latihan karena sakit, katanya sakit turun perut, tapi takutnya itu cuma alasan, kita sudah minta dr Rori untuk mengeceknya,” tukas Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, kemarin (1/3).
Kebenaran penyakit Daniel itu pun diakui dokter tim dr Rorywansyah Pane. Bahkan untuk beberapa pertandingan dirinya harus memberikan Daniel obat Voltaren guna meredam rasa sakit yang timbul sepanjang pertandingan.
“Dari pemeriksanaan yang dilakukan, dia (Daniel, Red) kena turun perut, ada pemain yang memang seperti itu, tapi biasanya enggak masalah,” tuturnya.
Mengenai Voltaren, dr Rory menjelaskan bila terkadang dibutuhkan pemain untuk lebih membuatnya nyaman dari gangguan perutnya. “Kadang dia minta injeksi Voltaren dari saya, tapi itu biasa,” pungkas Rory
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, March 2, 2010
Sekretariat PSMS Dirobohkan
-Akibat tak dimanfaatkan lagi, Gedung Sekretariat PSMS yang berada di Jalan Veteran Medan terancam akan dirobohkan.
Demikian disampaikan rombongan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) saat berkunjung ke markas PSMS di Kebun Bunga Medan, Senin (1/3).
Dalam pertemuan tersebut, Kadisporasu Parlautan Sibarani SH meminta kejelasan tentang gedung PSMS yang konon didirikan oleh para pemain PSMS tahun 1950-an itu sehubungan dengan program pendataan inventarisasi milik Pemerintah Provinsi.
“Kebetulan Gedung PSMS itu berada di atas tanah Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang berarti salah satu inventarisasi daerah ini. Jadi kita ingin sosialisasi sekaligus mendapatkan keterangan perihal gedung tersebut,” ucap Sibarani.
Menurut Kasubdis Olahraga Disporasu H Sakiruddin MM, gedung PSMS yang terletak di Jalan Veteran yang berhadapan dengan Gedung Olahraga saat ini merupakan Sekretariat PSMS pertama kali. Hingga 1980-an gedung itu bahkan masih berkontribusi terhadap perjalanan PSMS sebagai tim kesayangan masyarakat Kota Medan. Namun setelah itu gedung itu pun sudah beralih fungsi.
Parahnya gedung itu menjadi tempat penyimpanan barang dagangan atau gudang dan tidak terawat. “Kebetulan Gedung Olahraga tidak memiliki lahan parkir. Jadi kita (Disporasu, Red) berencana merobohkan gedung itu untuk memberikan lahan parkir bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan Gedung Olahraga,” paparnya.
Anehnya, pihak PSMS Medan sendiri tidak mengetahui tentang pengelolaan gedung tersebut. “Gedung tersebut dibangun pada tahun 1950-an, tapi saat ini kita tidak tahu siapa pengelolanya,” kata Ke tua Harian PSMS Agus P Simorangkir.
Demikian pula halnya Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dikomfirmasi melalui telepon sedang mengumpulkan data mengenai keberadaan gedung tersebut. Dirinya pun enggan memberi jawaban perihal rencana perobohan gedung oleh Disporasu
Demikian disampaikan rombongan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) saat berkunjung ke markas PSMS di Kebun Bunga Medan, Senin (1/3).
Dalam pertemuan tersebut, Kadisporasu Parlautan Sibarani SH meminta kejelasan tentang gedung PSMS yang konon didirikan oleh para pemain PSMS tahun 1950-an itu sehubungan dengan program pendataan inventarisasi milik Pemerintah Provinsi.
“Kebetulan Gedung PSMS itu berada di atas tanah Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang berarti salah satu inventarisasi daerah ini. Jadi kita ingin sosialisasi sekaligus mendapatkan keterangan perihal gedung tersebut,” ucap Sibarani.
Menurut Kasubdis Olahraga Disporasu H Sakiruddin MM, gedung PSMS yang terletak di Jalan Veteran yang berhadapan dengan Gedung Olahraga saat ini merupakan Sekretariat PSMS pertama kali. Hingga 1980-an gedung itu bahkan masih berkontribusi terhadap perjalanan PSMS sebagai tim kesayangan masyarakat Kota Medan. Namun setelah itu gedung itu pun sudah beralih fungsi.
Parahnya gedung itu menjadi tempat penyimpanan barang dagangan atau gudang dan tidak terawat. “Kebetulan Gedung Olahraga tidak memiliki lahan parkir. Jadi kita (Disporasu, Red) berencana merobohkan gedung itu untuk memberikan lahan parkir bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan Gedung Olahraga,” paparnya.
Anehnya, pihak PSMS Medan sendiri tidak mengetahui tentang pengelolaan gedung tersebut. “Gedung tersebut dibangun pada tahun 1950-an, tapi saat ini kita tidak tahu siapa pengelolanya,” kata Ke tua Harian PSMS Agus P Simorangkir.
Demikian pula halnya Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dikomfirmasi melalui telepon sedang mengumpulkan data mengenai keberadaan gedung tersebut. Dirinya pun enggan memberi jawaban perihal rencana perobohan gedung oleh Disporasu
Kustiono Fokus Benahi Fisik Pemain
ETAHANAN fisik akan menjadi andalan skuad PSMS saat menjamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Teladan nanti. Program untuk itu pun sudah disiapkan Kustiono sebagai pelatih.
Program itu sendiri dimulai Senin (1/3), dengan materi flexibility di pagi hari sore hari menggelar rally game di Stadion Teladan Medan. Kedua materi itu akan dipertahankan hingga Rabu (3/3) nanti untuk meningkatkan ketahanan seluruh pemain.
Selanjutnya M Affan Lubis akan menggelar laga ujicoba. Dijadwalkan Kamis (4/3) menghadapi PS Telkom, Jumat (5/3) menghadapi PS Putra Buana, dan Sabtu (6/3) menantang PS Sinar Sakti.
“Kita tidak mungkin menghadapi Persipasi yang unggul Di sisi teknis. Makanya saya ingin mengangkat semangat pemain dengan menguatkan fisik anak-anak. Ini yang menjadi kekuatan kita nanti,” ucap Kustiono. Menurut Kustiono, energi yang besar dari pemain PSMS akan mampu mengimbangi permainan teknik dari lawan sekaligus untuk mencapai kolektivitas yang lebih baik.
Pada latihan sore di Stadion Teladan, Kustiono menggelar rally game dengan pola man to man marking. Dengan metode latihan itu, mantan pelatih PSAP Sigli ini berharap agar pemain dapat mengontrol kondisinya.
“Rally Game ini untuk menggeber fisik pemain, metodenya dengan man to man marking, yang bertugas menjaga lawan akan terus mengikuti pemain yang bersama bola dan berupaya mencuri bola, intinya kita mau tes fisik pemain,” ujar Kustiono usai pertandingan kemarin.
Pada latihan kemarin, tampak Kustiono dengan serius memantau jalannya pertandingan antar tim PSMS tersebut. Seluruh pemain pun diminta untuk terus berlari dan teguran akan diberikan bagi pemain yang berjalan santai.
Tak jarang terikan keluar dari mulutnya mengkoreksi beberapa kesalahan pemain, termasuk memacu semangat M Afan Lubis dkk untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaganya.
“Jangan tunduk-tunduk kalau capek, semangat sedikit,” teriaknya. Tak hanya kepada pemain inti, pemain sisipan juga terkena teguran. Dari pemain inti, Kustiono menegur Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous. Begitu juga Ahmad Maulana Pohan karena terlalu sering bermain ke belakang.
Namun pelaksanaan program tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kondisi pemain. Apalagi pasca ditinggal Suimin Dihardja, program perawatan fisik untuk pemain sudah tak lagi digelar. Sebut saja senam aerobik di pagi hari, renang, juga sauna untuk menjaga kebugaran pemain.
Sementara itu, keinginannya untuk merekrut pemain belakang yang sebelumnya dipecat PSMS, M Abduh Juliandi nampaknya belum bisa dilakukan, selain belum ada izin dari manajemen, pantauannya terhadap Abduh pada latihan kemarin juga belum membuatnya bisa mengambil keputusan. “Hari ini dia baik, tapi belum bisa ditentukan, besok mungkin baru kita akan tahu hasilnya,” pungkasnya.
Program itu sendiri dimulai Senin (1/3), dengan materi flexibility di pagi hari sore hari menggelar rally game di Stadion Teladan Medan. Kedua materi itu akan dipertahankan hingga Rabu (3/3) nanti untuk meningkatkan ketahanan seluruh pemain.
Selanjutnya M Affan Lubis akan menggelar laga ujicoba. Dijadwalkan Kamis (4/3) menghadapi PS Telkom, Jumat (5/3) menghadapi PS Putra Buana, dan Sabtu (6/3) menantang PS Sinar Sakti.
“Kita tidak mungkin menghadapi Persipasi yang unggul Di sisi teknis. Makanya saya ingin mengangkat semangat pemain dengan menguatkan fisik anak-anak. Ini yang menjadi kekuatan kita nanti,” ucap Kustiono. Menurut Kustiono, energi yang besar dari pemain PSMS akan mampu mengimbangi permainan teknik dari lawan sekaligus untuk mencapai kolektivitas yang lebih baik.
Pada latihan sore di Stadion Teladan, Kustiono menggelar rally game dengan pola man to man marking. Dengan metode latihan itu, mantan pelatih PSAP Sigli ini berharap agar pemain dapat mengontrol kondisinya.
“Rally Game ini untuk menggeber fisik pemain, metodenya dengan man to man marking, yang bertugas menjaga lawan akan terus mengikuti pemain yang bersama bola dan berupaya mencuri bola, intinya kita mau tes fisik pemain,” ujar Kustiono usai pertandingan kemarin.
Pada latihan kemarin, tampak Kustiono dengan serius memantau jalannya pertandingan antar tim PSMS tersebut. Seluruh pemain pun diminta untuk terus berlari dan teguran akan diberikan bagi pemain yang berjalan santai.
Tak jarang terikan keluar dari mulutnya mengkoreksi beberapa kesalahan pemain, termasuk memacu semangat M Afan Lubis dkk untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaganya.
“Jangan tunduk-tunduk kalau capek, semangat sedikit,” teriaknya. Tak hanya kepada pemain inti, pemain sisipan juga terkena teguran. Dari pemain inti, Kustiono menegur Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous. Begitu juga Ahmad Maulana Pohan karena terlalu sering bermain ke belakang.
Namun pelaksanaan program tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kondisi pemain. Apalagi pasca ditinggal Suimin Dihardja, program perawatan fisik untuk pemain sudah tak lagi digelar. Sebut saja senam aerobik di pagi hari, renang, juga sauna untuk menjaga kebugaran pemain.
Sementara itu, keinginannya untuk merekrut pemain belakang yang sebelumnya dipecat PSMS, M Abduh Juliandi nampaknya belum bisa dilakukan, selain belum ada izin dari manajemen, pantauannya terhadap Abduh pada latihan kemarin juga belum membuatnya bisa mengambil keputusan. “Hari ini dia baik, tapi belum bisa ditentukan, besok mungkin baru kita akan tahu hasilnya,” pungkasnya.
Mangkir Latihan, Nyeck Nyobe Terancam Sanksi Klub
Manejer tim PSMS Medan, Hendra DS mengisyaratkan bahwa pemain asal Kamerun Nyeck Nyobe akan diberikan sanksi karena mangkir latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu, (27/2).
"Apa pun alasan pemain asing itu. Dia (Nyeck Nyobe) harus dikenakan hukuman, dianggap tidak disiplin," kata Hendra DS di Medan, Senin, saat ditanya mengenai pemain asing yang tidak ikut berlatih.
Menurut dia, prilaku pemain asing yang tidak mau berlatih itu, menunjukkan pemain yang tidak profesional atau dinilai tidak patuh terhadap pelatih.
Apa lagi, jauh-jauh hari sebelumnya, pelatih telah mengingatkan kepada pemain PSMS untuk melaksanakan latihan sesuai dengan jadwal.
Namun, kenyataannya Nyeck Nyobe tidak muncul dan tidak diketahui apa alasannya."Ketidak hadiran pemain asing itu, juga tidak ada pemberitahuan kepada pelatih.Hal ini membuktikan tidak disiplin," ujar Hendra .
Saat para pemain PSMS itu berlatih dan ditangani Kustiono, Nyeck Nyobe berada di Tangerang.
Para pemain PSMS sedang berlatih menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu, (13/3) dalam n pertandingan lanjutan putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009-2010.
Ketika ditanya sanksi yang akan diberikan pada Nyeck Nyobe, Hendra mengatakan, masih sedang dibicarakan dengan manajemen PSMS."Kita memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan," katanya.
Tiga pemain asing
Para pemain asing yang saat ini memperkuat tim PSMS sebanyak tiga orang yakni, Ikpefua M Osas Saha (Nigeria), Nikwakwo Oguchukwu Daniel (Kamerun) dan Nyeck Nyobe (Kamerun)
"Apa pun alasan pemain asing itu. Dia (Nyeck Nyobe) harus dikenakan hukuman, dianggap tidak disiplin," kata Hendra DS di Medan, Senin, saat ditanya mengenai pemain asing yang tidak ikut berlatih.
Menurut dia, prilaku pemain asing yang tidak mau berlatih itu, menunjukkan pemain yang tidak profesional atau dinilai tidak patuh terhadap pelatih.
Apa lagi, jauh-jauh hari sebelumnya, pelatih telah mengingatkan kepada pemain PSMS untuk melaksanakan latihan sesuai dengan jadwal.
Namun, kenyataannya Nyeck Nyobe tidak muncul dan tidak diketahui apa alasannya."Ketidak hadiran pemain asing itu, juga tidak ada pemberitahuan kepada pelatih.Hal ini membuktikan tidak disiplin," ujar Hendra .
Saat para pemain PSMS itu berlatih dan ditangani Kustiono, Nyeck Nyobe berada di Tangerang.
Para pemain PSMS sedang berlatih menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu, (13/3) dalam n pertandingan lanjutan putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009-2010.
Ketika ditanya sanksi yang akan diberikan pada Nyeck Nyobe, Hendra mengatakan, masih sedang dibicarakan dengan manajemen PSMS."Kita memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan," katanya.
Tiga pemain asing
Para pemain asing yang saat ini memperkuat tim PSMS sebanyak tiga orang yakni, Ikpefua M Osas Saha (Nigeria), Nikwakwo Oguchukwu Daniel (Kamerun) dan Nyeck Nyobe (Kamerun)
Monday, March 1, 2010
INcar Mantan Pemain
Ada yang berbeda saat PSMS menggelar latihan, Sabtu (27/2) lalu. Yakni, pemain PSMS yang didepak usai putaran pertama lalu, M Abduh Juliandi, terlihat terlibat dalam latihan perdana usai Ayam Kinantan dikandaskan Persiraja Banda Aceh beberapa waktu yang lalu.
Usut punya usut, ternyata Abduh yang didepak karena dianggap tak punya kontribusi terhadap tim itu akan bergabung kembali. Tak pelak, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan. Fans yang hadir di Stadion Kebun Bunga Medan tempat PSMS berlatih pun memunculkan wajah bingung.
Terlepas dari itu, tampaknya, manajemen memang mempertimbangkan kemungkinan untuk menarik M Abduh Juliandi kembali. Pertimbangan itu berhubungan dengan keputusan pengurus dan manajemen saat mendepak M Abduh usai putaran pertama lalu. Ketika itu M Abduh dinilai tidak punya kontribusi memadai selama putaran pertama Divisi Utama 2009/2010 lalu. Namun, kini, tak bisa pula dipungkiri bila salah satu kelemahan PSMS di musim ini adalah minimnya suplai bola dari sayap belakang ke lini depan. Kekurangan ini membuat serangan-serangan yang dibangun oleh striker PSMS kurang efektif.
Nah, sebagai pelatih Kustiono melihat M Abduh memiliki kemampuan untuk menutup kekurangan yang ada. Ditambah lagi pada latihan Sabtu (27/2) pagi itu pemain yang sempat merumput di Persibat Batang Jawa Tengah ini menunjukkan hasil yang sangat baik khususnya untuk ketahanan di lapangan. Hal itulah yang menjadi modal Kustiono saat menyampaikan usul tersebut kepada manajemen.
Meskipun begitu, Kustiono yang juga mengetahui perihal pemecatan M Abduh berjanji untuk tidak ceroboh. Menunggu keputusan manajemen, dirinya akan menyiapkan tiga tahapan tes yang harus dilalui M Abduh. Kabarnya, satu tahapan sudah dilalui dengan baik.
“Saya berharap manajemen menyetujui apalagi dengan kekurangan yang ada kita bisa mengandalkan pemain ini. Sehubungan dengan masalah M Abduh sebelumnya, kita akan siapkan tiga tahap tes bagi Abduh. Tes pertama yaitu tes Vo2 max sudah dilakukannya dan hasilnya sangat baik. Besok (hari ini, Red) kita akan lakukan tes fisik lagi dilanjutkan latihan simulasi pertandingan. Ini akan menjadi penentu dan kita akan terus pantau dia,” ungkap Kustiono.
Gaya bermain M Abduh pun turut menjadi fokus pantauan Kustiono. Hal itu dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki pemain tersebut. “Kita juga akan pantau, bagaimana karakter bermainnya, apa cocok dengan karakter PSMS, kalau iya, baru kita akan laporkan ke manajemen,” jelasnya.
Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa yang dihubungi menanggapi secara positif usul merekrut ulang pemain berusia 21 tahun ini. Status Abduh sebagai pemain yang sempat turun di putaran pertama pun tidak akan bertentangan dengan peraturan liga sekalipun pendaftaran pemain sudah ditutup 12 Februari lalu.
“Kita tidak ada masalah, selama itu untuk kepentingan tim ini, saya rasa pelatih punya hak untuk memanggil pemain untuk memperbaiki kekurangan. Apalagi asupan bola dari wing bek yang minim merupakan satu kelemahan PSMS selama ini,” ujar Benny.
Meskipun begitu, Benny mengharapkan pelatih harus bisa memastikan kondisi fisik pemain bersangkutan, karena didepaknya Abduh dari PSMS jelang putaran kedua lalu dikarenakan minimnya kontribusi terkait cedera pangkal paha yang berkepanjangan.
¨Sebelumnya saya juga sudah pernah berkonsultasi dengan pelatih terkait hal itu, namun yang patut dicek kembali adalah fisik pemain. Apalagi kita tahu sepanjang putaran pertama lalu dia tidak diturunkan karena cedera pangkal paha, kita tidak mau masalah serupa terjadi lagi,” ingat Benny
Usut punya usut, ternyata Abduh yang didepak karena dianggap tak punya kontribusi terhadap tim itu akan bergabung kembali. Tak pelak, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan. Fans yang hadir di Stadion Kebun Bunga Medan tempat PSMS berlatih pun memunculkan wajah bingung.
Terlepas dari itu, tampaknya, manajemen memang mempertimbangkan kemungkinan untuk menarik M Abduh Juliandi kembali. Pertimbangan itu berhubungan dengan keputusan pengurus dan manajemen saat mendepak M Abduh usai putaran pertama lalu. Ketika itu M Abduh dinilai tidak punya kontribusi memadai selama putaran pertama Divisi Utama 2009/2010 lalu. Namun, kini, tak bisa pula dipungkiri bila salah satu kelemahan PSMS di musim ini adalah minimnya suplai bola dari sayap belakang ke lini depan. Kekurangan ini membuat serangan-serangan yang dibangun oleh striker PSMS kurang efektif.
Nah, sebagai pelatih Kustiono melihat M Abduh memiliki kemampuan untuk menutup kekurangan yang ada. Ditambah lagi pada latihan Sabtu (27/2) pagi itu pemain yang sempat merumput di Persibat Batang Jawa Tengah ini menunjukkan hasil yang sangat baik khususnya untuk ketahanan di lapangan. Hal itulah yang menjadi modal Kustiono saat menyampaikan usul tersebut kepada manajemen.
Meskipun begitu, Kustiono yang juga mengetahui perihal pemecatan M Abduh berjanji untuk tidak ceroboh. Menunggu keputusan manajemen, dirinya akan menyiapkan tiga tahapan tes yang harus dilalui M Abduh. Kabarnya, satu tahapan sudah dilalui dengan baik.
“Saya berharap manajemen menyetujui apalagi dengan kekurangan yang ada kita bisa mengandalkan pemain ini. Sehubungan dengan masalah M Abduh sebelumnya, kita akan siapkan tiga tahap tes bagi Abduh. Tes pertama yaitu tes Vo2 max sudah dilakukannya dan hasilnya sangat baik. Besok (hari ini, Red) kita akan lakukan tes fisik lagi dilanjutkan latihan simulasi pertandingan. Ini akan menjadi penentu dan kita akan terus pantau dia,” ungkap Kustiono.
Gaya bermain M Abduh pun turut menjadi fokus pantauan Kustiono. Hal itu dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki pemain tersebut. “Kita juga akan pantau, bagaimana karakter bermainnya, apa cocok dengan karakter PSMS, kalau iya, baru kita akan laporkan ke manajemen,” jelasnya.
Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa yang dihubungi menanggapi secara positif usul merekrut ulang pemain berusia 21 tahun ini. Status Abduh sebagai pemain yang sempat turun di putaran pertama pun tidak akan bertentangan dengan peraturan liga sekalipun pendaftaran pemain sudah ditutup 12 Februari lalu.
“Kita tidak ada masalah, selama itu untuk kepentingan tim ini, saya rasa pelatih punya hak untuk memanggil pemain untuk memperbaiki kekurangan. Apalagi asupan bola dari wing bek yang minim merupakan satu kelemahan PSMS selama ini,” ujar Benny.
Meskipun begitu, Benny mengharapkan pelatih harus bisa memastikan kondisi fisik pemain bersangkutan, karena didepaknya Abduh dari PSMS jelang putaran kedua lalu dikarenakan minimnya kontribusi terkait cedera pangkal paha yang berkepanjangan.
¨Sebelumnya saya juga sudah pernah berkonsultasi dengan pelatih terkait hal itu, namun yang patut dicek kembali adalah fisik pemain. Apalagi kita tahu sepanjang putaran pertama lalu dia tidak diturunkan karena cedera pangkal paha, kita tidak mau masalah serupa terjadi lagi,” ingat Benny
Mulai Kamis Gelar Uji Coba
Menjelang pertandingan menghadapi Persipasi Bekasi pada lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010, PSMS menyiapkan beberapa laga uji coba untuk mengisi waktu jeda yang panjang. Diharapkan dengan uji coba dapat meningkatkan performa skuad yang berjuang lepas dari degradasi ini.
Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE, uji coba akan sangat bermanfaat sehubungan dengan penampilan M Affan Lubis dkk yang terus menurun. Khususnya dalam mengasah ketajaman para pemain barisan depan yang terkesan mandul. “Program yang sudah berjalan selama ini juga baik. Latihan pagi-sore dengan simulasi menjelang pertandingan. Nah tidak ada salahnya kita bersama pelatih akan mencoba hal yang baru, yaitu latihan uji coba dengan klub-klub lokal,” ucap Idris.
Sebenarnya laga uji coba ini pernah dilakukan PSMS terdahulu saat dibesut Suimin Dihardja dan efeknya dapat langsung dirasakan para pemain. Latihan ini juga efektif untuk mengasah kemampuan pemain untuk mencetak gol yang lebih banyak dibanding simulai dengan tim. “Yang jelas kalau simulasi dengan tim lain pemain bisa lebih termotivasi untuk menyarangkan banyak gol. Beda dengan simulasi antarpemain yang bisa jadi berdampak kurang maksimal,” ungkap Idris.
Pelatih Kustiono didampingi asisten Suyono pun mengaku telah menyiapkan program sehubungan laga uji coba itu. Tim-tim Divisi III seperti PS Putra Buana, Sumut FC, dan PS Telkom akan dijajal untuk memaksimalkan penampilan si Ayam Kinantan di lima laga sisa PSMS di putaran kedua ini.
“Tujuannya untuk memaksimalkan kemampuan tim setelah latihan pagi, rencananya pertandingan uji coba kita lakukan dengan beberapa tim Divisi III Mulai Kamis (4/3) nanti kita sudah mulai,” beber Kustiono.
Rencananya Kamis (4/3) mendatang, PSMS akan menjajal PS Telkom, disusul Putra Buana Jumat (5/3) dan Sumut FC (Sabtu (6/3) mendatang.
“Jadwal awalnya seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada perubahan,” pungkas mantan pelatih PSAP Sigli itu
Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE, uji coba akan sangat bermanfaat sehubungan dengan penampilan M Affan Lubis dkk yang terus menurun. Khususnya dalam mengasah ketajaman para pemain barisan depan yang terkesan mandul. “Program yang sudah berjalan selama ini juga baik. Latihan pagi-sore dengan simulasi menjelang pertandingan. Nah tidak ada salahnya kita bersama pelatih akan mencoba hal yang baru, yaitu latihan uji coba dengan klub-klub lokal,” ucap Idris.
Sebenarnya laga uji coba ini pernah dilakukan PSMS terdahulu saat dibesut Suimin Dihardja dan efeknya dapat langsung dirasakan para pemain. Latihan ini juga efektif untuk mengasah kemampuan pemain untuk mencetak gol yang lebih banyak dibanding simulai dengan tim. “Yang jelas kalau simulasi dengan tim lain pemain bisa lebih termotivasi untuk menyarangkan banyak gol. Beda dengan simulasi antarpemain yang bisa jadi berdampak kurang maksimal,” ungkap Idris.
Pelatih Kustiono didampingi asisten Suyono pun mengaku telah menyiapkan program sehubungan laga uji coba itu. Tim-tim Divisi III seperti PS Putra Buana, Sumut FC, dan PS Telkom akan dijajal untuk memaksimalkan penampilan si Ayam Kinantan di lima laga sisa PSMS di putaran kedua ini.
“Tujuannya untuk memaksimalkan kemampuan tim setelah latihan pagi, rencananya pertandingan uji coba kita lakukan dengan beberapa tim Divisi III Mulai Kamis (4/3) nanti kita sudah mulai,” beber Kustiono.
Rencananya Kamis (4/3) mendatang, PSMS akan menjajal PS Telkom, disusul Putra Buana Jumat (5/3) dan Sumut FC (Sabtu (6/3) mendatang.
“Jadwal awalnya seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada perubahan,” pungkas mantan pelatih PSAP Sigli itu
Ingin Agresif
Menatap laga sisa, Kustiono sebagai pelatih PSMS menargetkan permainan yang lebih agresif. Pemahaman baru pun akan diberikan kepada seluruh pemain PSMS. Demikian Kustiono kepada Sumut Pos saat ditemui di Mes PSMS, Sabtu (27/2).
“Para pemain harus sudah berpikir tidak sekedar latihan, tapi mereka bekerja di PSMS. Karena, kalau latihan hanya sebagai kewajiban tampa ada target yang ingin dicapai. Tapi, kalau kerja mereka akan memiliki rasa tanggung jawab seandainya target tak tercapai. Dan, dari laga sisa saya ingin permainan yang lebih agresif,” ucap Kustiono.
Permainan agresif itu yakin Kustiono merupakan satu-satunya jawaban atas kondisi PSMS saat ini. Dengan koleksi poin 15 dari 15 laga yang dilakoni, sisa laga yang ada harus menjadi lumbung poin bagi PSMS. Khususnya laga kandang menghadapi Persipasi Bekasi, Persih Tembilahan, dan Persires Rengat untuk menambahkan sembilan poin. Jadi hanya butuh satu poin dari dua laga tandang saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen.
Untuk mewujudkan keinginannya itu, Kustiono pun bakal menegakkan disiplin di antara pemain. Dikabarkan usul sanksi kepada pemain yang bolos latihan sudah diusulkan kepada manajemen. “Saya akan terapkan reward point di setiap latihan. Jadi kalau ada pemain yang bolos latihan ataupun yang tidak menunjukkan keseriusan saya usulkan agar gajinya dipotong saja. Untuk apa dibayar mahal-mahal tapi tidak punya keinginan membela PSMS,” tegas mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Selain itu, guna memanfaatkan waktu luang menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, (13/3) nanti, Kustiono akan menggelar drill untuk memaksimalkan kinerja pemain. Latihan Sabtu (27/2) pagi di Stadion Kebun Bunga misalnya, digelar materi VO2Max untuk meningkatkan stamina pemain.
Dalam latihan tersebut beberapa pemain sudah menunjukkan peningkatan yang memuaskan. “Chico tampil sangat bagus, begitu juga Abdul Kamil. Saya harap ini bisa menjadi motivasi pemain untuk menunjukkan keseriusannya. Karena saya akan mengadakan perombakan komposisi pada laga nanti. Hanya pemain yang sungguh-sungguh yang saya turunkan,” bebernya.
Terhadap kekosongan posisi Nyeck, Kustiono sudah menyiapkan Harry Syahputra. Harry sendiri sudah menyampaikan kesiapannya kepada Kustiono. “Ya Harry sendiri siap untuk saya tempatkan sebagai libero menggantikan Nyeck. Kita juga masih punya Maulana dan Chico yang dari latihan pagi tadi terus menunjukkan peningkatan,” pungkasnya.
“Para pemain harus sudah berpikir tidak sekedar latihan, tapi mereka bekerja di PSMS. Karena, kalau latihan hanya sebagai kewajiban tampa ada target yang ingin dicapai. Tapi, kalau kerja mereka akan memiliki rasa tanggung jawab seandainya target tak tercapai. Dan, dari laga sisa saya ingin permainan yang lebih agresif,” ucap Kustiono.
Permainan agresif itu yakin Kustiono merupakan satu-satunya jawaban atas kondisi PSMS saat ini. Dengan koleksi poin 15 dari 15 laga yang dilakoni, sisa laga yang ada harus menjadi lumbung poin bagi PSMS. Khususnya laga kandang menghadapi Persipasi Bekasi, Persih Tembilahan, dan Persires Rengat untuk menambahkan sembilan poin. Jadi hanya butuh satu poin dari dua laga tandang saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen.
Untuk mewujudkan keinginannya itu, Kustiono pun bakal menegakkan disiplin di antara pemain. Dikabarkan usul sanksi kepada pemain yang bolos latihan sudah diusulkan kepada manajemen. “Saya akan terapkan reward point di setiap latihan. Jadi kalau ada pemain yang bolos latihan ataupun yang tidak menunjukkan keseriusan saya usulkan agar gajinya dipotong saja. Untuk apa dibayar mahal-mahal tapi tidak punya keinginan membela PSMS,” tegas mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Selain itu, guna memanfaatkan waktu luang menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, (13/3) nanti, Kustiono akan menggelar drill untuk memaksimalkan kinerja pemain. Latihan Sabtu (27/2) pagi di Stadion Kebun Bunga misalnya, digelar materi VO2Max untuk meningkatkan stamina pemain.
Dalam latihan tersebut beberapa pemain sudah menunjukkan peningkatan yang memuaskan. “Chico tampil sangat bagus, begitu juga Abdul Kamil. Saya harap ini bisa menjadi motivasi pemain untuk menunjukkan keseriusannya. Karena saya akan mengadakan perombakan komposisi pada laga nanti. Hanya pemain yang sungguh-sungguh yang saya turunkan,” bebernya.
Terhadap kekosongan posisi Nyeck, Kustiono sudah menyiapkan Harry Syahputra. Harry sendiri sudah menyampaikan kesiapannya kepada Kustiono. “Ya Harry sendiri siap untuk saya tempatkan sebagai libero menggantikan Nyeck. Kita juga masih punya Maulana dan Chico yang dari latihan pagi tadi terus menunjukkan peningkatan,” pungkasnya.
Nyeck Bolos Latihan
BEK Asing PSMS Nyeck Nyobe kembali berulah. Usai dikartu merah karena mendorong Wasit Tardianis, pemain asal Kamerun tersebut kembali melakukan tindakan tak profesional. Yakni, absen pada latihan PSMS kemarin.
Meski jeda cukup panjang hingga menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, PSMS sudah mempersiapkan diri dengan latihan serius. Sayang, dikala PSMS ngebut melakukan persiapan, beberapa pemain absen, termasuk Nyeck Nyobe yang masih berada di kediamannya di Tangerang.
Hal itu pun mengundang reaksi dari Pelatih PSMS Kustiono, menurutnya, ketidakhadiran Nyeck Nyobe tanpa alasan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan akan diberikan sanksi.
“Ada tiga pemain yang nggak datang latihan tadi pagi (kemarin), selain Nyeck, Faisal Azmi dan Osas Saha juga nggak datang, tapi mereka berdua permisi. Sementara, Nyeck tidak. Tindakan Nyeck itu akan kita kenakan sanksi,” ujar Kustiono di Mess Kebun Bunga kemarin.
Apa sanksi tersebut? Menurutnya, ada beberapa sanksi yang seharusnya diterima pemain dari manajemen dan sanksi tindakan indisipliner dari sang pelatih “Kalau dari saya, pasti ada sanksi untuk pemain yang nggak disiplin. Seperti, dia harus latihan dua kali lipat dari latihan yang kita buat tadi pagi (kemarin, Red). Kalau dari manajemen kita belum tahu sanksinya apa, mungkin sanksi administrasi pengurangan gaji,” bebernya.
Sebagai arsitek tim, pelatih 48 tahun menyatakan, ada sistem reward and punishment yang harus diterapkannya kepada pemain. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak memberikan hukuman dan penghargaan kepada pemain.
Sementara itu, Asisten Pelatih Suyono menyatakan, pihaknya memang tidak mendeadline ketidakhadiran Nyeck. Namun, menurutnya, tetap ada sanksi yang jelas untuk indisipliner yang ditunjukkan Nyeck Nyobe. “Kita tunggu dia datang baru kita kasih sanksi,” ucapnya
Meski jeda cukup panjang hingga menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, PSMS sudah mempersiapkan diri dengan latihan serius. Sayang, dikala PSMS ngebut melakukan persiapan, beberapa pemain absen, termasuk Nyeck Nyobe yang masih berada di kediamannya di Tangerang.
Hal itu pun mengundang reaksi dari Pelatih PSMS Kustiono, menurutnya, ketidakhadiran Nyeck Nyobe tanpa alasan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan akan diberikan sanksi.
“Ada tiga pemain yang nggak datang latihan tadi pagi (kemarin), selain Nyeck, Faisal Azmi dan Osas Saha juga nggak datang, tapi mereka berdua permisi. Sementara, Nyeck tidak. Tindakan Nyeck itu akan kita kenakan sanksi,” ujar Kustiono di Mess Kebun Bunga kemarin.
Apa sanksi tersebut? Menurutnya, ada beberapa sanksi yang seharusnya diterima pemain dari manajemen dan sanksi tindakan indisipliner dari sang pelatih “Kalau dari saya, pasti ada sanksi untuk pemain yang nggak disiplin. Seperti, dia harus latihan dua kali lipat dari latihan yang kita buat tadi pagi (kemarin, Red). Kalau dari manajemen kita belum tahu sanksinya apa, mungkin sanksi administrasi pengurangan gaji,” bebernya.
Sebagai arsitek tim, pelatih 48 tahun menyatakan, ada sistem reward and punishment yang harus diterapkannya kepada pemain. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak memberikan hukuman dan penghargaan kepada pemain.
Sementara itu, Asisten Pelatih Suyono menyatakan, pihaknya memang tidak mendeadline ketidakhadiran Nyeck. Namun, menurutnya, tetap ada sanksi yang jelas untuk indisipliner yang ditunjukkan Nyeck Nyobe. “Kita tunggu dia datang baru kita kasih sanksi,” ucapnya
Saturday, February 27, 2010
PSMS Jaring Pemain Muda
PSMS telah melakukan penjaringan pemain muda yang disiapkan untuk menjadi PSMS Junior. Pemain muda berusia 15 tahun tersebut dijaring melalui turnamen yang diselenggarakan PSMS.
“Sudah kita jaring 71 orang. Nanti akan kita kerucutkan menjadi 30 orang. Setelah itu, mereka akan kita mantapkan melalui program yang terencana untuk menjadi PSMS Junior,” jelas Manajer PSMS Hendra DS kepada Sumut Pos, Jumat (26/2).
Hendra DS menambahkan, program penjaringan pemain muda ini tak lain demi perbaikan PSMS di masa yang akan datang. Selain usia 15, PSMS juga akan menjaring pemain berusia 21 tahun melalui turnamen yang akan disiapkan untuk menjadi punggawa Ayam Kinantan. Namun, untuk penjaringan yang terakhir ini, pihaknya mengaku akan memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang ditujukan kepada PSMS. “Kita tunggulah kan gak mungkin gelar kompetisi pakai daun,” ucap Hendra.
Hal ini pun dibenarkan Ketua Bidang Komisi Pertandingan Freddy Hutabarat. “Kita sudah menyampaikan surat kepada Pengcab PSSI Medan dan mereka tidak keberatan dengan catatan kompetisi yang digelar untuk internal PSMS. Karena memang bukan wewenang kita menggelar kompetisi,” jelas Freddy yang dihubungi Sumut Pos, Jumat (26/2).
Freddy pun menilai desas-desus pembatalan dana APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan itu tidak benar. Pasalnya dalam pertemuan di Garuda Plaza Hotel beberapa waktu lalu, KONI Medan sudah menyatakan dukungannya dalam pembinaan pemain cikal bakal PSMS di masa mendatang.
Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (26/2) membantah kabar pembatalan dana APBD untuk PSMS. “Sebagai induk olahraga kita tidak pernah menghalangi pembinaan prestasi di semua cabang olahraga. Apalagi PSMS yang menjadi salah satu ikon Kota Medan,” tegas pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.
Masih menurut Opunk, pihaknya bahkan siap mendukung tidak hanya untuk pemutaran turnamen saja. Untuk itu, pengurus diminta untuk menyampaikan program yang akan digelar sehubungan dengan pembinaan tadi. “Apa membina pemain itu juga tidak butuh dana? Kita akan berusaha sekuat tenaga tidak hanya untuk kompetisi internal,” tambahnya.
Dirinya pun tak lupa menghimbau seluruh masyrakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam menyelamatkan PSMS dari pintu degradasi Divisi Utama. “Mari kita sama-sama berusaha untuk mengembalikan kejayaan PSMS seperti dulu. Saya yakin dengan kebersamaan, kita bisa melahirkan pemain-pemain lokal yang berbakat,” pungkas Opunk
“Sudah kita jaring 71 orang. Nanti akan kita kerucutkan menjadi 30 orang. Setelah itu, mereka akan kita mantapkan melalui program yang terencana untuk menjadi PSMS Junior,” jelas Manajer PSMS Hendra DS kepada Sumut Pos, Jumat (26/2).
Hendra DS menambahkan, program penjaringan pemain muda ini tak lain demi perbaikan PSMS di masa yang akan datang. Selain usia 15, PSMS juga akan menjaring pemain berusia 21 tahun melalui turnamen yang akan disiapkan untuk menjadi punggawa Ayam Kinantan. Namun, untuk penjaringan yang terakhir ini, pihaknya mengaku akan memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang ditujukan kepada PSMS. “Kita tunggulah kan gak mungkin gelar kompetisi pakai daun,” ucap Hendra.
Hal ini pun dibenarkan Ketua Bidang Komisi Pertandingan Freddy Hutabarat. “Kita sudah menyampaikan surat kepada Pengcab PSSI Medan dan mereka tidak keberatan dengan catatan kompetisi yang digelar untuk internal PSMS. Karena memang bukan wewenang kita menggelar kompetisi,” jelas Freddy yang dihubungi Sumut Pos, Jumat (26/2).
Freddy pun menilai desas-desus pembatalan dana APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan itu tidak benar. Pasalnya dalam pertemuan di Garuda Plaza Hotel beberapa waktu lalu, KONI Medan sudah menyatakan dukungannya dalam pembinaan pemain cikal bakal PSMS di masa mendatang.
Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (26/2) membantah kabar pembatalan dana APBD untuk PSMS. “Sebagai induk olahraga kita tidak pernah menghalangi pembinaan prestasi di semua cabang olahraga. Apalagi PSMS yang menjadi salah satu ikon Kota Medan,” tegas pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.
Masih menurut Opunk, pihaknya bahkan siap mendukung tidak hanya untuk pemutaran turnamen saja. Untuk itu, pengurus diminta untuk menyampaikan program yang akan digelar sehubungan dengan pembinaan tadi. “Apa membina pemain itu juga tidak butuh dana? Kita akan berusaha sekuat tenaga tidak hanya untuk kompetisi internal,” tambahnya.
Dirinya pun tak lupa menghimbau seluruh masyrakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam menyelamatkan PSMS dari pintu degradasi Divisi Utama. “Mari kita sama-sama berusaha untuk mengembalikan kejayaan PSMS seperti dulu. Saya yakin dengan kebersamaan, kita bisa melahirkan pemain-pemain lokal yang berbakat,” pungkas Opunk
Dana hibah PSMS terancam
Belum terwujudnya keinginan KONI Medan agar PSMS menggelar kompetisi di lingkungannya membuat KONI Medan enggan mencairkan dana hibah APBD sebesar Rp6 miliar.
Menurut sumber di kalangan pengurus KONI Medan dan pengurus PSMS di Medan kemarin, dana tersebut akan dikembalikan KONI ke Pemko Medan apabila hingga batas waktu tidak juga PSMS menggelar kompetisi ataupun pertandingan lainnya dalam rangka menjaring pemain muda.
Kalangan pengurus KONI dan PSMS menyesalkan Ketua Bidang Kompetisi PSMS Drs H Freddy Hutabarat yang ditugasi Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi tidak juga menggelar laga antar klub anggota PSMS atau yang berdomisili di Medan.
“Memang diakui, untuk menggelar kompetisi ini PSMS terkendala dengan Pengcab PSSI Medan yang sebenarnya memiliki hak memutar kompetisi klub di Medan. Tapi apalah salahnya PSMS juga menggelar pertandingan lainnya yang melibatkan klub dalam upaya menjaring pemain muda,” tanya mereka.
Dikatakan, seharusnya mereka mencontoh SSB Patriot Medan yang diketuai Drs Hendra DS dan mampu membuat turnamen dalam rangka menjaring pemain usia dini dengan mencari dana dukungan dari sponsor.
Konon pula PSMS yang sebelumnya juga sebenarnya memiliki dana bantuan hibah APBD sebesar Rp1,5 miliar, seharusnya bisa menggelar kegiatan dalam menjaring pemain untuk membentuk tim PSMS ke depan.
“Ketua Umum perlu meninjau kembali keberadaan Ketua Bidang Kompetisi PSMS itu, karena ketidakmampuannya atau tiadanya niat untuk melaksanakan perintah dari Ketua Umum PSMS,” tambah mereka.
Kalangan pengurus KONI Medan juga mencerca sikap Freddy yang menyesalkan sikap Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang dianggap mengejar wasit pertandingan PSMS melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.
Padahal Benny mengaku ingin menanyakan perihal tidak diberikannya tendangan penalti. “Benar tidaknya, Freddy tidak boleh menghujat rekannya sesama pengurus PSMS ke media massa,” kata mereka
Menurut sumber di kalangan pengurus KONI Medan dan pengurus PSMS di Medan kemarin, dana tersebut akan dikembalikan KONI ke Pemko Medan apabila hingga batas waktu tidak juga PSMS menggelar kompetisi ataupun pertandingan lainnya dalam rangka menjaring pemain muda.
Kalangan pengurus KONI dan PSMS menyesalkan Ketua Bidang Kompetisi PSMS Drs H Freddy Hutabarat yang ditugasi Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi tidak juga menggelar laga antar klub anggota PSMS atau yang berdomisili di Medan.
“Memang diakui, untuk menggelar kompetisi ini PSMS terkendala dengan Pengcab PSSI Medan yang sebenarnya memiliki hak memutar kompetisi klub di Medan. Tapi apalah salahnya PSMS juga menggelar pertandingan lainnya yang melibatkan klub dalam upaya menjaring pemain muda,” tanya mereka.
Dikatakan, seharusnya mereka mencontoh SSB Patriot Medan yang diketuai Drs Hendra DS dan mampu membuat turnamen dalam rangka menjaring pemain usia dini dengan mencari dana dukungan dari sponsor.
Konon pula PSMS yang sebelumnya juga sebenarnya memiliki dana bantuan hibah APBD sebesar Rp1,5 miliar, seharusnya bisa menggelar kegiatan dalam menjaring pemain untuk membentuk tim PSMS ke depan.
“Ketua Umum perlu meninjau kembali keberadaan Ketua Bidang Kompetisi PSMS itu, karena ketidakmampuannya atau tiadanya niat untuk melaksanakan perintah dari Ketua Umum PSMS,” tambah mereka.
Kalangan pengurus KONI Medan juga mencerca sikap Freddy yang menyesalkan sikap Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang dianggap mengejar wasit pertandingan PSMS melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.
Padahal Benny mengaku ingin menanyakan perihal tidak diberikannya tendangan penalti. “Benar tidaknya, Freddy tidak boleh menghujat rekannya sesama pengurus PSMS ke media massa,” kata mereka
Nyeck Terancam Sanksi
Usai menuai dukungan, kini giliran pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe terancam sanksi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tak pelak, hal ini kian menambah beban PSMS untuk bertahan di Divisi Utama 2010 ini. Pasalnya sanksi tersebut diluar dari hukuman absen dalam dua laga PSMS ke depan.
Artinya Nyeck tidak akan turun memperkuat PSMS saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan (13/3) dan menantang PSSB Bireun (18/3) mendatang. Ditambah sanksi skorsing tadi, kemungkinan besar Nyeck juga absen saat pada partai tandang menghadapi PSAP Sigli (22/3).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pada pertandingan tandang ke Persiraja Banda Aceh, Nyeck dengan jelas mendorong (sebelumnya ditulis menendang, Red) Wasit Tardianis hingga terjungkal. Alasannya wasit asal Padang ini tidak mengganjar Persiraja yang melakukan pelanggaran kepada Tri Yudha Handoko di kotak penalti. Nyeck pun dikeluarkan dari lapangan di menit ke-31.
Selain sanksi skorsing, Komdis PSSI juga akan mengenakan denda dengan jumlah uang yang cukup besar kepada mantan pemain Persib Bandung ini. Sesuai dengan peraturan Komdis, kartu merah setelah dikenakan kartu kuning dikenakan denda Rp5 juta.
Namun, kartu merah yang diterima Nyeck tanpa kartu kuning terlebih dahulu. Tak pelak, denda yang akan diterima tentunya lebih besar lagi. Dikabarkan denda tersebut akan dikenakan kepada Nyeck secara pribadi mengingat aksi yang dilakukan juga merupakan inisiatif pribadi, bukan secara tim.
Aksi kekerasan terhadap wasit juga pernah terjadi saat pertandingan antara PSIS berhadapan dengan PSMS Oktober 2008 silam. Ketika itu manajer PSIS Yoyok Sukawi berupaya melakukan pemukulan kepada wasit Sunaryo Joko saat jeda pertandingan babak pertama. Komdis PSSI pun menjatuhkan sanksi kepada Yoyok untuk tidak boleh aktif dalam kegiatan klub sepak bola selama enam bulan dan denda Rp30 juta.
Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan yang dikomfirmasi melalui telepon, Kamis (25/2) mengaku pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada Nyeck Nyobe untuk diminta penjelasannya. “Jadi, pada peraturan manual liga jelas, jangankan memukul, berupaya atau berniat untuk melakukan pemukulan terhadap wasit saja akan dihukum apalagi mendorong dan menyebabkan wasit hingga terjatuh. Hukuman bisa jadi lebih berat,” ucapnya.
Sementara itu, setelah sempat ditunda akhirnya Komdis menjadwal ulang sidang terkait pertandingan PSMS kontra Persita pada Kamis, (4/3) mendatang. Penjadwalan ulang sendiri berkaitan dengan keterlambatan surat pemanggilan yang diterima oleh Pengurus PSMS. “Ya kita sudah menjadwal ulang sidang Komdis sehubungan dengan insiden pada pertandingan lanjutan Divisi Utama 2009/2010 antara PSMS menjamu Persita Tangerang di Stadion Teladan. Sidang akan kita gelar Kamis (4/3) depan,” ucap Hinca. Menurut Hinca, sidang digelar untuk mendengar penjelasan dari PSMS dan pihak panitia sehubungan kerusuhan pascapertandingan tersebut. Mengenai kemungkinan sanksi untuk PSMS, Hinca menjawab diplomatis. “ Ya itu tergantung keputusan sidang nanti ya. Saya tidak bisa jawab sekarang,” kilahnya.
Pengurus dan manajemen PSMS sendiri sudah mengetahui penjadwalan ulang sidang Komdis PSSI tersebut. Pihak panitia pelaksana akan diwakili oleh Sekretaris I PSMS, Agus Suriyono. Asisten Manajer Benny Tomasoa bahkan mengaku sudah tidak sabar. “Ini kesempatan kita untuk membuka bobroknya kinerja wasit waktu itu,” ucap Benny, Kamis (25/2).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pertandingan PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan berakhir ricuh. Pasalnya wasit asal Bandung Isna Triana tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella yang ditekel di Kotak Penalti. Usai pertandingan Benny Tomasoa langsung merengsek ke lapangan untuk mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, aksi itu berhasil digagalkan petugas keamanan yang berada si lapangan
Artinya Nyeck tidak akan turun memperkuat PSMS saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan (13/3) dan menantang PSSB Bireun (18/3) mendatang. Ditambah sanksi skorsing tadi, kemungkinan besar Nyeck juga absen saat pada partai tandang menghadapi PSAP Sigli (22/3).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pada pertandingan tandang ke Persiraja Banda Aceh, Nyeck dengan jelas mendorong (sebelumnya ditulis menendang, Red) Wasit Tardianis hingga terjungkal. Alasannya wasit asal Padang ini tidak mengganjar Persiraja yang melakukan pelanggaran kepada Tri Yudha Handoko di kotak penalti. Nyeck pun dikeluarkan dari lapangan di menit ke-31.
Selain sanksi skorsing, Komdis PSSI juga akan mengenakan denda dengan jumlah uang yang cukup besar kepada mantan pemain Persib Bandung ini. Sesuai dengan peraturan Komdis, kartu merah setelah dikenakan kartu kuning dikenakan denda Rp5 juta.
Namun, kartu merah yang diterima Nyeck tanpa kartu kuning terlebih dahulu. Tak pelak, denda yang akan diterima tentunya lebih besar lagi. Dikabarkan denda tersebut akan dikenakan kepada Nyeck secara pribadi mengingat aksi yang dilakukan juga merupakan inisiatif pribadi, bukan secara tim.
Aksi kekerasan terhadap wasit juga pernah terjadi saat pertandingan antara PSIS berhadapan dengan PSMS Oktober 2008 silam. Ketika itu manajer PSIS Yoyok Sukawi berupaya melakukan pemukulan kepada wasit Sunaryo Joko saat jeda pertandingan babak pertama. Komdis PSSI pun menjatuhkan sanksi kepada Yoyok untuk tidak boleh aktif dalam kegiatan klub sepak bola selama enam bulan dan denda Rp30 juta.
Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan yang dikomfirmasi melalui telepon, Kamis (25/2) mengaku pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada Nyeck Nyobe untuk diminta penjelasannya. “Jadi, pada peraturan manual liga jelas, jangankan memukul, berupaya atau berniat untuk melakukan pemukulan terhadap wasit saja akan dihukum apalagi mendorong dan menyebabkan wasit hingga terjatuh. Hukuman bisa jadi lebih berat,” ucapnya.
Sementara itu, setelah sempat ditunda akhirnya Komdis menjadwal ulang sidang terkait pertandingan PSMS kontra Persita pada Kamis, (4/3) mendatang. Penjadwalan ulang sendiri berkaitan dengan keterlambatan surat pemanggilan yang diterima oleh Pengurus PSMS. “Ya kita sudah menjadwal ulang sidang Komdis sehubungan dengan insiden pada pertandingan lanjutan Divisi Utama 2009/2010 antara PSMS menjamu Persita Tangerang di Stadion Teladan. Sidang akan kita gelar Kamis (4/3) depan,” ucap Hinca. Menurut Hinca, sidang digelar untuk mendengar penjelasan dari PSMS dan pihak panitia sehubungan kerusuhan pascapertandingan tersebut. Mengenai kemungkinan sanksi untuk PSMS, Hinca menjawab diplomatis. “ Ya itu tergantung keputusan sidang nanti ya. Saya tidak bisa jawab sekarang,” kilahnya.
Pengurus dan manajemen PSMS sendiri sudah mengetahui penjadwalan ulang sidang Komdis PSSI tersebut. Pihak panitia pelaksana akan diwakili oleh Sekretaris I PSMS, Agus Suriyono. Asisten Manajer Benny Tomasoa bahkan mengaku sudah tidak sabar. “Ini kesempatan kita untuk membuka bobroknya kinerja wasit waktu itu,” ucap Benny, Kamis (25/2).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pertandingan PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan berakhir ricuh. Pasalnya wasit asal Bandung Isna Triana tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella yang ditekel di Kotak Penalti. Usai pertandingan Benny Tomasoa langsung merengsek ke lapangan untuk mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, aksi itu berhasil digagalkan petugas keamanan yang berada si lapangan
Aroma Degradasi Membayangi
Hasil buruk dalam lima pertandingan terakhir membuat PSMS berada dalam posisi sulit. Dengan koleksi 15 poin dari 15 pertandingan yang dilakoninya, tim berjulukan Ayam Kinantan kini bertahan di peringkat sembilan grup I Divisi Utama Liga Indonesa 2009/2010. Sedikit kesalahan akan membuat tim besutan Kustiono ini terdegradasi dari Divisi Utama.
Kepastian adanya degradasi di Divisi Utama disampaikan Djoko Driyono dari Badan Liga Indonesia kepada salah seorang pengurus yang tak ingin namanya disebut dalam pertemuan beberapa waktu lalu di Jakarta. “Ada dua tim yang akan didegradasi,” kata pengurus tersebut menirukan ucapan Djoko dari BLI kepada Sumut Pos, Kamis (25/2).
Artinya, pascapengunduran diri PS Banyuasin yang sebelumnya berada di Grup 1 bersama PSMS dan sepuluh tim lainnya, degradasi hanya menyisakan satu kursi lagi dan tentunya tim yang berada di posisi terbawah. Gawatnya satu kursi tadi juga disiapkan untuk Grup 1 ini.
Dengan posisi saat ini PSMS tetap dibayangi kemungkinan tersebut. Pasalnya M Affan Lubis dkk hanya memiliki jarak dua poin dari Persires Rengat yang sudah mengoleksi 13 dari 13 pertandingan yang dilakoninya. Persires sendiri masih memiliki tujuh pertandingan, dua pertandingan lebih banyak dari PSMS, yang dapat dimanfaatkan mengumpulkan poin.
Begitu pun PSDS yang saat ini berada di posisi sebelas dengan koleksi delapan poin dari 13 pertandingan yang sudah dijalani. Sekalipun berat, bukan tidak mungkin si Traktor Kuning menyalip. Empat sisa laga kandang dan kehadiran dua pemain asing Friday dan Angel yang tampil bagus bisa menjadi bumerang bagi PSMS.
PSMS sendiri, pascapergantian pelatih dari Suiin Dihardja ke Kustiono belum pernah mencatat satu pun kemenangan. Ditambah lagi di sisa laga kandang nanti, M Affan Lubis dkk akan menghadapi tim yang tidak bisa dianggap remeh. Sebut saja Persipasi Bekasi yang berada di peringkat enam dengan koleksi 19 poin dari 12 laga yang dijalani. Pertemuan di putaran pertama bahkan PSMS dihajar 1-3. Begitu juga tim peringkat lima Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Dua partai tandang PSSB Bireun dan PSAP Sigli juga bukan lumbung gol bagi PSMS.
Untuk itu, semangat yang tinggi dari seluruh pemain akan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kondisi ini. Semangat untuk meraih poin penuh di semua pertandingan sisa tampa mencari argumen pembenaran atau kambing hitam. “Yang penting saat ini adalah bertahan di Divisi Utama, kita akan berupaya semakismal mungkin untuk membangun kedekatan emosi antara pengurus dan pemain sehingga mereka lebih termotivasi untuk bermain lebih baik lagi,” kata Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Motivasi itu pun akan lengkap dengan evaluasi yang harus dilakukan untuk memperbaiki tim. “Kita akan bahas penyebab kegagalan tim sejauh ini, sebagai bahan untuk mengevaluasi untuk hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun sepertinya sepakat dengan Idris SE dalam motivasi dan evaluasi secara keseluruhan. “Jeda waktu ini kita akan terus memotivasi pemain dan meminta pengertian kepada pemain untuk lebih bermain enjoy,” ungkapnya
Kepastian adanya degradasi di Divisi Utama disampaikan Djoko Driyono dari Badan Liga Indonesia kepada salah seorang pengurus yang tak ingin namanya disebut dalam pertemuan beberapa waktu lalu di Jakarta. “Ada dua tim yang akan didegradasi,” kata pengurus tersebut menirukan ucapan Djoko dari BLI kepada Sumut Pos, Kamis (25/2).
Artinya, pascapengunduran diri PS Banyuasin yang sebelumnya berada di Grup 1 bersama PSMS dan sepuluh tim lainnya, degradasi hanya menyisakan satu kursi lagi dan tentunya tim yang berada di posisi terbawah. Gawatnya satu kursi tadi juga disiapkan untuk Grup 1 ini.
Dengan posisi saat ini PSMS tetap dibayangi kemungkinan tersebut. Pasalnya M Affan Lubis dkk hanya memiliki jarak dua poin dari Persires Rengat yang sudah mengoleksi 13 dari 13 pertandingan yang dilakoninya. Persires sendiri masih memiliki tujuh pertandingan, dua pertandingan lebih banyak dari PSMS, yang dapat dimanfaatkan mengumpulkan poin.
Begitu pun PSDS yang saat ini berada di posisi sebelas dengan koleksi delapan poin dari 13 pertandingan yang sudah dijalani. Sekalipun berat, bukan tidak mungkin si Traktor Kuning menyalip. Empat sisa laga kandang dan kehadiran dua pemain asing Friday dan Angel yang tampil bagus bisa menjadi bumerang bagi PSMS.
PSMS sendiri, pascapergantian pelatih dari Suiin Dihardja ke Kustiono belum pernah mencatat satu pun kemenangan. Ditambah lagi di sisa laga kandang nanti, M Affan Lubis dkk akan menghadapi tim yang tidak bisa dianggap remeh. Sebut saja Persipasi Bekasi yang berada di peringkat enam dengan koleksi 19 poin dari 12 laga yang dijalani. Pertemuan di putaran pertama bahkan PSMS dihajar 1-3. Begitu juga tim peringkat lima Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Dua partai tandang PSSB Bireun dan PSAP Sigli juga bukan lumbung gol bagi PSMS.
Untuk itu, semangat yang tinggi dari seluruh pemain akan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kondisi ini. Semangat untuk meraih poin penuh di semua pertandingan sisa tampa mencari argumen pembenaran atau kambing hitam. “Yang penting saat ini adalah bertahan di Divisi Utama, kita akan berupaya semakismal mungkin untuk membangun kedekatan emosi antara pengurus dan pemain sehingga mereka lebih termotivasi untuk bermain lebih baik lagi,” kata Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Motivasi itu pun akan lengkap dengan evaluasi yang harus dilakukan untuk memperbaiki tim. “Kita akan bahas penyebab kegagalan tim sejauh ini, sebagai bahan untuk mengevaluasi untuk hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun sepertinya sepakat dengan Idris SE dalam motivasi dan evaluasi secara keseluruhan. “Jeda waktu ini kita akan terus memotivasi pemain dan meminta pengertian kepada pemain untuk lebih bermain enjoy,” ungkapnya
Kalah, Anak Medan di Banda Aceh Emosi
Kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Namun, jika sudah kalah dimaki oleh suporter sendiri, tentunya sangat tidak menyenangkan.
Ya, kekalahan PSMS saat bertandang ke Banda Aceh, kandang Persiraja, memang banyak menimbulkan kesan. PSMS sebagai tim besar di daratan Sumatera menjadi magnet masyarakat Banda Aceh. Tak terkecuali, anak Medan yang tinggal di ibu kota Provinsi Nangroe Aceh Darussalam tersebut. Dan, ketika PSMS keok, kekecewaan tak terkira mengemukan dari fans PSMS yang mendatangi Stadion Harapan Bangsa, Lampeunerut, Banda Aceh, Selasa (23/02).
Tak pelak, julukan Ayam Kinantan yang penuh marwah itu langsung mereka ubah menjadi ‘Ayam Penyet’. Ya, suatu kejengkelan bagi mereka ketika PSMS dikalahkan Persiraja dengan skor telak, 2-0.
Bukan hanya itu, seusai pertandingan beberapa hari lalu, anak Medan yang kecewa dengan permainan tim andalannya, menyempatkan melontarkan caci maki ke tim PSMS sesaat sebelum menaiki kendaraan untuk kembali ke penginapan. “Ah, tidak usah, aku sebutkan, apa isi makianku, kemarin itu. Pokoknya, puas kali aku, sesudah memaki mereka karena kalah. Tidak pantas pun dijuluki lagi Ayam Kinantan karena tidak secantik itu lagi permainannya. Makanya, kami pun sepakat menggantikannya menjadi Ayam Penyet. Abis kalah sich,” kata SZ Damanik, staf sebuah LSM kepada Rakyat Aceh (Grup Sumut Pos), Rabu (24/2) sore, di Banda Aceh.
Damanik mengungkapkan, tim kebanggaanya itu sudah tidak secemerlang dulu. “Sebelum ini pun mereka kalah dan kemarin kalah lagi 0-2 dengan Persiraja. Kekalahan berturut-turut ini membuat orang-orang Medan di Aceh emosi,” tambahnya
Ya, kekalahan PSMS saat bertandang ke Banda Aceh, kandang Persiraja, memang banyak menimbulkan kesan. PSMS sebagai tim besar di daratan Sumatera menjadi magnet masyarakat Banda Aceh. Tak terkecuali, anak Medan yang tinggal di ibu kota Provinsi Nangroe Aceh Darussalam tersebut. Dan, ketika PSMS keok, kekecewaan tak terkira mengemukan dari fans PSMS yang mendatangi Stadion Harapan Bangsa, Lampeunerut, Banda Aceh, Selasa (23/02).
Tak pelak, julukan Ayam Kinantan yang penuh marwah itu langsung mereka ubah menjadi ‘Ayam Penyet’. Ya, suatu kejengkelan bagi mereka ketika PSMS dikalahkan Persiraja dengan skor telak, 2-0.
Bukan hanya itu, seusai pertandingan beberapa hari lalu, anak Medan yang kecewa dengan permainan tim andalannya, menyempatkan melontarkan caci maki ke tim PSMS sesaat sebelum menaiki kendaraan untuk kembali ke penginapan. “Ah, tidak usah, aku sebutkan, apa isi makianku, kemarin itu. Pokoknya, puas kali aku, sesudah memaki mereka karena kalah. Tidak pantas pun dijuluki lagi Ayam Kinantan karena tidak secantik itu lagi permainannya. Makanya, kami pun sepakat menggantikannya menjadi Ayam Penyet. Abis kalah sich,” kata SZ Damanik, staf sebuah LSM kepada Rakyat Aceh (Grup Sumut Pos), Rabu (24/2) sore, di Banda Aceh.
Damanik mengungkapkan, tim kebanggaanya itu sudah tidak secemerlang dulu. “Sebelum ini pun mereka kalah dan kemarin kalah lagi 0-2 dengan Persiraja. Kekalahan berturut-turut ini membuat orang-orang Medan di Aceh emosi,” tambahnya
Thursday, February 25, 2010
Manajemen Mulai Sibuk
PSMS Medan tampaknya wajib berduka. Bagaimana tidak, di kala tabungan poin wajib ditambah, Ayam Kinantan malah seakan jalan di tempat.
Ya, tiga kekalahan dan dua hasil seri yang diraih PSMS dalam lima pertandingan di putaran kedua lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 membuat skuad asuhan Kustiono ini terdampar hingga peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Tak pelak, pengurus dan manajemen mulai sibuk. Wacana perbaikan segera dicetuskan. Karena itu, selama jeda cukup panjang sebelum menghadapi Persipasi 13 Maret mendatang, dijadikan masa untuk perbaikan seluruh tim. “Kita akan membuat laporan dulu mengenai hasil yang diperoleh tim selama lima pertandingan kepada ketua umum (Dzulmi Eldin, Red). Laporan itu kita buat setelah berunding dengan manajer (Hendra DS, Red),” kata Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa sesampainya di Bandara Udara Polonia Medan, Rabu (24/2) sore.
“Semua kegagalan sudah kita alami dan harus ada perbaikan, jangan alasan wasit lagi. Meski benar seperti itu, kita akui tim kita juga sedang ada masalah,” tambah Benny.
Benny menilai, pemain sebenarnya tidak lagi harus mencari kesalahan pemain tim lawan dan mengharapkan wasit akan mengganjarnya dengan penalti atau hukuman lain. Tetapi, harus bisa memaksimalkan peluang sekecil apapun itu. “Kita tahu pemain itu salah, tapi kalau kita sudah seperti ini terus, kita gak perlu buka peluang untuk diganjar hadiah penalti,” papar Benny.
Selain itu, masalah utama PSMS menurutnya adalah kesulitan mencetak gol, dikarenakan minimnya suport dari lini tengah kepada striker. Untuk itu, pihaknya akan meminta Kustiono untuk mendrill lini yang bermasalah.
“Saya mantan kiper PSMS, sedikit banyak saya tahu apa yang kurang di tim ini. Salah satunya pergerakan wing back juga gak ada, kita akan mewanti-wanti pelatih karena kalau begini terus, kita akan semakin sulit keluar,” ketusnya.
Kustiono yang sebelumnya tak mau menyinggung kekalahan timnya karena wasit berat sebelah, kini mulai buka suara. Dengan kata lain, jika sebelumnya dia tak mau dianggap mencari kambing hitam, kini dia siap dianggap seperti itu.
Pasalnya, kenyataan di lapangan memang begitu. “Memang kita akui, masih ada beberapa kelemahan di tim ini, tapi dengan wasit yang berat sebelah, mental pemain semakin turun. Akan sangat susah bagi kita untuk berkembang kalau begini, kita selalu dikerjai,” ungkapnya.
Ke depan, Kustiono siap melakukan perbaikan-perbaikan lini per lini skuad asuhannya selama tenggang waktu jelang laga kandang Ayam Kinantan untuk menjamu Persipasi 13 Maret mendatang. “Tidak ada cerita, kita sudah siapkan program bagi pemain Sabtu (27/2) pagi nanti,” pungkasnya
Ya, tiga kekalahan dan dua hasil seri yang diraih PSMS dalam lima pertandingan di putaran kedua lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 membuat skuad asuhan Kustiono ini terdampar hingga peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Tak pelak, pengurus dan manajemen mulai sibuk. Wacana perbaikan segera dicetuskan. Karena itu, selama jeda cukup panjang sebelum menghadapi Persipasi 13 Maret mendatang, dijadikan masa untuk perbaikan seluruh tim. “Kita akan membuat laporan dulu mengenai hasil yang diperoleh tim selama lima pertandingan kepada ketua umum (Dzulmi Eldin, Red). Laporan itu kita buat setelah berunding dengan manajer (Hendra DS, Red),” kata Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa sesampainya di Bandara Udara Polonia Medan, Rabu (24/2) sore.
“Semua kegagalan sudah kita alami dan harus ada perbaikan, jangan alasan wasit lagi. Meski benar seperti itu, kita akui tim kita juga sedang ada masalah,” tambah Benny.
Benny menilai, pemain sebenarnya tidak lagi harus mencari kesalahan pemain tim lawan dan mengharapkan wasit akan mengganjarnya dengan penalti atau hukuman lain. Tetapi, harus bisa memaksimalkan peluang sekecil apapun itu. “Kita tahu pemain itu salah, tapi kalau kita sudah seperti ini terus, kita gak perlu buka peluang untuk diganjar hadiah penalti,” papar Benny.
Selain itu, masalah utama PSMS menurutnya adalah kesulitan mencetak gol, dikarenakan minimnya suport dari lini tengah kepada striker. Untuk itu, pihaknya akan meminta Kustiono untuk mendrill lini yang bermasalah.
“Saya mantan kiper PSMS, sedikit banyak saya tahu apa yang kurang di tim ini. Salah satunya pergerakan wing back juga gak ada, kita akan mewanti-wanti pelatih karena kalau begini terus, kita akan semakin sulit keluar,” ketusnya.
Kustiono yang sebelumnya tak mau menyinggung kekalahan timnya karena wasit berat sebelah, kini mulai buka suara. Dengan kata lain, jika sebelumnya dia tak mau dianggap mencari kambing hitam, kini dia siap dianggap seperti itu.
Pasalnya, kenyataan di lapangan memang begitu. “Memang kita akui, masih ada beberapa kelemahan di tim ini, tapi dengan wasit yang berat sebelah, mental pemain semakin turun. Akan sangat susah bagi kita untuk berkembang kalau begini, kita selalu dikerjai,” ungkapnya.
Ke depan, Kustiono siap melakukan perbaikan-perbaikan lini per lini skuad asuhannya selama tenggang waktu jelang laga kandang Ayam Kinantan untuk menjamu Persipasi 13 Maret mendatang. “Tidak ada cerita, kita sudah siapkan program bagi pemain Sabtu (27/2) pagi nanti,” pungkasnya
Ahmad Maulana Terjebak di Lift Selama 15 Menit
KEKALAHAN 0-2 PSMS saat bertandang menghadapi Persiraja, Selasa (23/2), punya cerita lain yang akan membekas bagi salah seorang pemain. Ya, usai pertandingan, Selasa (23/2) akan menjadi kenangan tersendiri bagi pemain belakang PSMS Ahmad Maulana Pohan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, selama 15 menit Maulana terjebak di lift Hotel Sulthan Banda Aceh tempat tim PSMS menginap.
Ceritanya, karena lebih praktis, Maulana memilih menggunakan fasilitas lift untuk naik ke kamarnya di nomor 411. Malangnya, pasokan listrik dari genset sebagai pengganti listrik yang padam tidak mampu mengangkat lift tersebut sehingga Maulana harus merasakan berada dalam lift selama 15 menit.
Entah apa yang ada dalam benaknya, namun orang yang pertama dihubunginya saat itu adalah Fityan Hamdy yang tengah santai di kamarnya pascapertandingan. Mendengar penjelasan Maulana melalui telepon selulernya, Fityan mengaku langsung tertawa. “Jangan nangis kau, kok aku yang kau telepon, resepsionisnya lah. Ya udahlah, biar abang yang nelpon orang hotel,” ujar pria berkacamata itu mengulangi percakapan dengan Maulana.
Seperti yang dipaparkan, Fityan pun segera menghubungi resepsionis Hotel bernama Uli, menjelaskan perihal terjebaknya Maulana di lift. Sang resepsionis dikabarkan segera menyuruh seorang teknisi.
Maulana mengaku pengalaman itu sungguh membuatnya jantungan. “Awalnya aku mau keluar hotel, jadi maksudku ambil jaket dulu ke kamar (lantai empat, Red), tapi pas udah di lift, kok nggak naik-naik, terus feelingku bilang liftnya nyangkut, kucoba buka sedikit, di depan kulihat tembok, aku panik dan teriak-teriak, tapi nggak ada yang dengar,” kenangnya.
“Setelah itu aku nggak mau naik lift lagi, trauma, lebih baik naik tangga,” sambungnya
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, selama 15 menit Maulana terjebak di lift Hotel Sulthan Banda Aceh tempat tim PSMS menginap.
Ceritanya, karena lebih praktis, Maulana memilih menggunakan fasilitas lift untuk naik ke kamarnya di nomor 411. Malangnya, pasokan listrik dari genset sebagai pengganti listrik yang padam tidak mampu mengangkat lift tersebut sehingga Maulana harus merasakan berada dalam lift selama 15 menit.
Entah apa yang ada dalam benaknya, namun orang yang pertama dihubunginya saat itu adalah Fityan Hamdy yang tengah santai di kamarnya pascapertandingan. Mendengar penjelasan Maulana melalui telepon selulernya, Fityan mengaku langsung tertawa. “Jangan nangis kau, kok aku yang kau telepon, resepsionisnya lah. Ya udahlah, biar abang yang nelpon orang hotel,” ujar pria berkacamata itu mengulangi percakapan dengan Maulana.
Seperti yang dipaparkan, Fityan pun segera menghubungi resepsionis Hotel bernama Uli, menjelaskan perihal terjebaknya Maulana di lift. Sang resepsionis dikabarkan segera menyuruh seorang teknisi.
Maulana mengaku pengalaman itu sungguh membuatnya jantungan. “Awalnya aku mau keluar hotel, jadi maksudku ambil jaket dulu ke kamar (lantai empat, Red), tapi pas udah di lift, kok nggak naik-naik, terus feelingku bilang liftnya nyangkut, kucoba buka sedikit, di depan kulihat tembok, aku panik dan teriak-teriak, tapi nggak ada yang dengar,” kenangnya.
“Setelah itu aku nggak mau naik lift lagi, trauma, lebih baik naik tangga,” sambungnya
Nyeck ke Jakarta
PERASAAN kesal atas keputusan wasit Tarjianis pada pertandingan PSMS menantang Persiraja Banda Aceh, Selasa (23/2) lalu masih terbayang di wajah pemain belakang PSMS, Nyeck Nyobe. Bahkan, Nyeck tiba di mes dengan menggunakan taksi. Tampaknya, mantan pemain Persib Bandung ini tak ingin merepotkan tim. Atau, karena sebab lain?
Nah, anehnya setelah sisa rombongan tiba, pemain yang memiliki tinggi 185 centimeter ini terlihat keluar dari kamar sembari menenteng travel bag. “Ke Jakarta,” aku Nyek kepada Sumut Pos. “Take off jam tujuh malam,” tambahnya.
Nyeck sepertinya berencana menghabiskan masa libur untuk menenangkan diri di Jakarta. Memang akibat aksi menendang Tarjianis hingga tersungkur, dirinya mendapat kartu merah sehingga dipastikan absen dua laga ke depan. Tapi, di lain sisi aksi Nyeck tampaknya dimaklumi rekan setimnya sebagai klimaks dari emosi yang selama ini terpendam sehubungan dengan serongnya wasit mengerjai PSMS, tidak hanya di pertandingan tandang juga di kandang.
Nah, anehnya setelah sisa rombongan tiba, pemain yang memiliki tinggi 185 centimeter ini terlihat keluar dari kamar sembari menenteng travel bag. “Ke Jakarta,” aku Nyek kepada Sumut Pos. “Take off jam tujuh malam,” tambahnya.
Nyeck sepertinya berencana menghabiskan masa libur untuk menenangkan diri di Jakarta. Memang akibat aksi menendang Tarjianis hingga tersungkur, dirinya mendapat kartu merah sehingga dipastikan absen dua laga ke depan. Tapi, di lain sisi aksi Nyeck tampaknya dimaklumi rekan setimnya sebagai klimaks dari emosi yang selama ini terpendam sehubungan dengan serongnya wasit mengerjai PSMS, tidak hanya di pertandingan tandang juga di kandang.
Wednesday, February 24, 2010
Persiraja (2) vs PSMS (0)
PSMS harus membayar mahal dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 saat menantang Persiraja di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (23/2) kemarin. Selain ditundukkan 0-2, Nyeck Nyobe pun kena ganjar kartu merah dan dipaksa meninggalkan lapangan.
Asisten Manager PSMS, Benny Tomasoa tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun pada dasarnya dirinya puas akan penampilan M Affan Lubis dkk di lapangan sore itu. “Ya, mau dibilang apa lagi, kita sudah kalah, tapi saya akui, anak-anak sudah bermain bagus. Ada beberapa peluang yang tercipta, sayang tidak bisa dimanfaatkan. Dan kita akui, Persiraja juga tampil bagus di depan pendukungnya,” ucap Benny yang dihubungi Sumut Pos, usai pertandingan.
Sekretaris Umum PSMS, Idris SE pun mengakui materi pemain menjadi penyebab kekalahan si Ayam Kinantan atas Persiraja Banda Aceh. Demikian pula dengan kegagalan meraih kemenangan di lima laga terakhir putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 ini. “Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pelatih atas kegagalan ini, tetapi memang materi pemain kita juga tidak memadai, tapi kita berharap pertandingan selanjutnya bisa lebih baik,” ungkap Idris.
Seperti yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono, skuad sudah bermain bagus. Tekanan yang dilakukan Persiraja sejak menit pertama pun berhasil digagalkan oleh barisan belakangan yang dikawal Nyeck Nyobe dkk. Adapun gol kemenangan Persiraja keduanya tercipta dari bola mati. “Para pemain sebenarnya sudah bermain bagus. Peluang juga kita punya beberapa, namun memang belum bintangnya,” ucap Kustiono.
Adapun gol Persiraja tercipta lewat kaki Zulkarnain di menit ke-10 dan 62’. Keduanya merupakan bola mati. Di menit ke sembilan, Persiraja berhasil membuka peluang lewat dari tendangan pojok, dan tendangan pojok ketiga berhasil dimanfaatkan pemain tengah Persiraja Zulkarnain menit ke 10 lewat heading cantiknya. Skor berubah untuk keunggulan Persiraja 1-0.
Ketinggalan satu gol, PSMS berusaha untuk bangkit, lewat umpan panjang, M Afan Lubis dkk berupaya membuka peluang, namun, kawalan ketat skuad Lantak Laju, julukan Persiraja hanya membuat serangan PSMS kandas di tengah lapangan, sementara suplai bola yang minim kepada dua striker PSMS, Ikpefua ‘Saha’ Osas Marvellous dan Jecky Pasarella membuat kedua pemain tersebut tak bisa berbuat apa-apa.
Malah, serangan-serangan yang dilakukan PSMS berbalik, di menit 15 Roger batoum hampir saja menambah keunggulan namun kawalan ketat Ahmad Maulana berhasil menghentikan laju mantan pemain Persikabo Bogor itu. Menit 19, giiliran PSMS membalas lewat Saha, tapi sayang, tendangan pemain asal Nigeria itu tidak mencapai sasaran dan mampu dibendung penjaga gawang Persiraja Sukirmanto.
Kepemimpinan wasit sekali lagi merugikan PSMS, ketika Tri Yudha Handoko dilanggar di kotak penalti, namun Tarjianis tidak menganggap hal itu pelanggaran. Sontak, bek PSMS Nyek Nyobe naik pitam dan mendorong wasit dan akhirnya diganjar kartu merah menit 29’. Hingga turun minum, kedudukan belum berubah untuk keunggulan tuan rumah.
Berlangsung di bawah guyuran hujan, PSMS tetap memainkan pola menyerang di babak kedua. Hal itu berhasil menggoyang Persiraja yang memainkan skema bertahan. Menit ke-60 Syaiful Ramadhan hampir menyamakan kedudukan. Namun serangan balik yang dilancarkan Persiraja di menit ke-62 menjadi mimpi buruk bagi PSMS, Zulkarnain lagi-lagi berhasil menjebol gawang M Halim dan mencetak gol keduanya pada pertandingan ini lewat sundulan buah tendangan pojok.
Untuk mempertajam lini serang, Kustiono melakukan tiga kali pergantian pemain, Ahmad Afandi masuk menggantikan Daniel, di susul Syaiful Ramadhan yang keluar dan digantikan Heri Suwiondo. Dan terakhir, Kamil Sembiring menggantikan Tri Yudha Handoko. Namun, skema tersebut tidak juga mengubah keadaan, kedudukan berakhir untuk keunggulan Persiraja 2-0
Asisten Manager PSMS, Benny Tomasoa tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun pada dasarnya dirinya puas akan penampilan M Affan Lubis dkk di lapangan sore itu. “Ya, mau dibilang apa lagi, kita sudah kalah, tapi saya akui, anak-anak sudah bermain bagus. Ada beberapa peluang yang tercipta, sayang tidak bisa dimanfaatkan. Dan kita akui, Persiraja juga tampil bagus di depan pendukungnya,” ucap Benny yang dihubungi Sumut Pos, usai pertandingan.
Sekretaris Umum PSMS, Idris SE pun mengakui materi pemain menjadi penyebab kekalahan si Ayam Kinantan atas Persiraja Banda Aceh. Demikian pula dengan kegagalan meraih kemenangan di lima laga terakhir putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 ini. “Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pelatih atas kegagalan ini, tetapi memang materi pemain kita juga tidak memadai, tapi kita berharap pertandingan selanjutnya bisa lebih baik,” ungkap Idris.
Seperti yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono, skuad sudah bermain bagus. Tekanan yang dilakukan Persiraja sejak menit pertama pun berhasil digagalkan oleh barisan belakangan yang dikawal Nyeck Nyobe dkk. Adapun gol kemenangan Persiraja keduanya tercipta dari bola mati. “Para pemain sebenarnya sudah bermain bagus. Peluang juga kita punya beberapa, namun memang belum bintangnya,” ucap Kustiono.
Adapun gol Persiraja tercipta lewat kaki Zulkarnain di menit ke-10 dan 62’. Keduanya merupakan bola mati. Di menit ke sembilan, Persiraja berhasil membuka peluang lewat dari tendangan pojok, dan tendangan pojok ketiga berhasil dimanfaatkan pemain tengah Persiraja Zulkarnain menit ke 10 lewat heading cantiknya. Skor berubah untuk keunggulan Persiraja 1-0.
Ketinggalan satu gol, PSMS berusaha untuk bangkit, lewat umpan panjang, M Afan Lubis dkk berupaya membuka peluang, namun, kawalan ketat skuad Lantak Laju, julukan Persiraja hanya membuat serangan PSMS kandas di tengah lapangan, sementara suplai bola yang minim kepada dua striker PSMS, Ikpefua ‘Saha’ Osas Marvellous dan Jecky Pasarella membuat kedua pemain tersebut tak bisa berbuat apa-apa.
Malah, serangan-serangan yang dilakukan PSMS berbalik, di menit 15 Roger batoum hampir saja menambah keunggulan namun kawalan ketat Ahmad Maulana berhasil menghentikan laju mantan pemain Persikabo Bogor itu. Menit 19, giiliran PSMS membalas lewat Saha, tapi sayang, tendangan pemain asal Nigeria itu tidak mencapai sasaran dan mampu dibendung penjaga gawang Persiraja Sukirmanto.
Kepemimpinan wasit sekali lagi merugikan PSMS, ketika Tri Yudha Handoko dilanggar di kotak penalti, namun Tarjianis tidak menganggap hal itu pelanggaran. Sontak, bek PSMS Nyek Nyobe naik pitam dan mendorong wasit dan akhirnya diganjar kartu merah menit 29’. Hingga turun minum, kedudukan belum berubah untuk keunggulan tuan rumah.
Berlangsung di bawah guyuran hujan, PSMS tetap memainkan pola menyerang di babak kedua. Hal itu berhasil menggoyang Persiraja yang memainkan skema bertahan. Menit ke-60 Syaiful Ramadhan hampir menyamakan kedudukan. Namun serangan balik yang dilancarkan Persiraja di menit ke-62 menjadi mimpi buruk bagi PSMS, Zulkarnain lagi-lagi berhasil menjebol gawang M Halim dan mencetak gol keduanya pada pertandingan ini lewat sundulan buah tendangan pojok.
Untuk mempertajam lini serang, Kustiono melakukan tiga kali pergantian pemain, Ahmad Afandi masuk menggantikan Daniel, di susul Syaiful Ramadhan yang keluar dan digantikan Heri Suwiondo. Dan terakhir, Kamil Sembiring menggantikan Tri Yudha Handoko. Namun, skema tersebut tidak juga mengubah keadaan, kedudukan berakhir untuk keunggulan Persiraja 2-0
Tendang Wasit, Solidaritas ala Nyeck
SEKALI lagi keputusan wasit menjadi pemicu kerusuhan dalam pertandingan sepak bola. Namun kali ini, wasit Tarjianis yang mendapat ganjarannya. Bukan dari pihak berwajib seperti yang terjadi pada wasit Dery Wahyudi yang memimpin pertandingan PSIS menghadapi Mitra Kukar, tapi dari pemain PSMS yaitu Nyeck Nyobe.
Menurut Pelatih Kustiono, aksi brutal Nyeck Nyobe dipicu oleh keputusan Tarjianis yang tidak melihat pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Persiraja terhadap Tri Yudha Handoko. Apalagi pelanggaran itu terjadi di kotak terlarang dan seharusnya PSMS mendapatkan kesempatan tendangan penalti.
“Waktu itu Yudha masuk dari tengah lapangan hampir melewati barisan belakang kalau tidak dijegal pemain belakang Persiraja. Tapi wasit membiarkan saja, ya Nyeck marah,” tutur Kustiono.
Tak terima dengan keputusan wasit ditambah Yudha yang terkapar membakar emosi Nyeck yang selama ini bersikap tertutup. Tendangan kerasnya pun bersarang di bokong Tarjianis hingga menyebabkan wasit asal Padang itu jatuh tersungkur. Sekalipun sedikit menyesalkan, Kapten PSMS M Affan Lubis dapat memaklumi aksi Nyeck tersebut. “Dia itu kan pendiam sebenarnya, tetapi tindakannya itu merupakan klimaks dari perlakuan wasit yang selama ini selalu merugikan tim kami,” ujar Afan.
Menurutnya, ada tipe pemain bola yang masih bisa bersabar dengan tindakan berat sebelah wasit tersebut, tetapi ada juga tipe pemain yang meledak-ledak. “Mungkin saya bisa sabar, tetapi tidak begitu dengan pemain lain, itu sebagai bentuk kekesalan karena selama ini dia rasakan, wasit yang berat sebelah,” beber Afan lagi.
Nyeck Nyobe sendiri mengaku kesal atas perlakukan wasit. Dia mengaku heran dengan nasib PSMS yang selalu dikerjai. “Selama 10 tahun saya main bola, belum pernah saya jumpai tim saya selalu dikerjai wasit seperti ini,” tambah Afan menirukan kalimat Nyeck. Sebelumnya, suporter pendukung Persiraja Banda Aceh; Skull dan Laskar Rencong dilaporkan menguras lapangan yang becek. Aksi itu dilakukan sebagai protes ke PSMS sehubungan dengan permintaan Asisten Manajer Benny Tomasoa yang meminta pertandingan untuk sementara ditunda.
Alasannya hujan membuat lapangan tergenang air. Selama 10 menit pertandingan tertunda.
“Kalau wasit bilang masih bisa main dengan kondisi begitu, sah-sah saja, tapi pemain yang merasakan bisa atau tidak, dan kami sampaikan keluhan mereka kemari (Pelaksana Pertandingan),” ungkap Benny.
Untuk melaksanakan aksi itu mereka memanfaatkan berbagai alat yang bisa mereka temui seperti ember diambil dari stadion. Anehnya, aksi suporter tersebut terjadi tanpa ada halangan dari panitia pelaksana yang seharusnya menghentikan aksi tersebut.
Menurut Pelatih Kustiono, aksi brutal Nyeck Nyobe dipicu oleh keputusan Tarjianis yang tidak melihat pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Persiraja terhadap Tri Yudha Handoko. Apalagi pelanggaran itu terjadi di kotak terlarang dan seharusnya PSMS mendapatkan kesempatan tendangan penalti.
“Waktu itu Yudha masuk dari tengah lapangan hampir melewati barisan belakang kalau tidak dijegal pemain belakang Persiraja. Tapi wasit membiarkan saja, ya Nyeck marah,” tutur Kustiono.
Tak terima dengan keputusan wasit ditambah Yudha yang terkapar membakar emosi Nyeck yang selama ini bersikap tertutup. Tendangan kerasnya pun bersarang di bokong Tarjianis hingga menyebabkan wasit asal Padang itu jatuh tersungkur. Sekalipun sedikit menyesalkan, Kapten PSMS M Affan Lubis dapat memaklumi aksi Nyeck tersebut. “Dia itu kan pendiam sebenarnya, tetapi tindakannya itu merupakan klimaks dari perlakuan wasit yang selama ini selalu merugikan tim kami,” ujar Afan.
Menurutnya, ada tipe pemain bola yang masih bisa bersabar dengan tindakan berat sebelah wasit tersebut, tetapi ada juga tipe pemain yang meledak-ledak. “Mungkin saya bisa sabar, tetapi tidak begitu dengan pemain lain, itu sebagai bentuk kekesalan karena selama ini dia rasakan, wasit yang berat sebelah,” beber Afan lagi.
Nyeck Nyobe sendiri mengaku kesal atas perlakukan wasit. Dia mengaku heran dengan nasib PSMS yang selalu dikerjai. “Selama 10 tahun saya main bola, belum pernah saya jumpai tim saya selalu dikerjai wasit seperti ini,” tambah Afan menirukan kalimat Nyeck. Sebelumnya, suporter pendukung Persiraja Banda Aceh; Skull dan Laskar Rencong dilaporkan menguras lapangan yang becek. Aksi itu dilakukan sebagai protes ke PSMS sehubungan dengan permintaan Asisten Manajer Benny Tomasoa yang meminta pertandingan untuk sementara ditunda.
Alasannya hujan membuat lapangan tergenang air. Selama 10 menit pertandingan tertunda.
“Kalau wasit bilang masih bisa main dengan kondisi begitu, sah-sah saja, tapi pemain yang merasakan bisa atau tidak, dan kami sampaikan keluhan mereka kemari (Pelaksana Pertandingan),” ungkap Benny.
Untuk melaksanakan aksi itu mereka memanfaatkan berbagai alat yang bisa mereka temui seperti ember diambil dari stadion. Anehnya, aksi suporter tersebut terjadi tanpa ada halangan dari panitia pelaksana yang seharusnya menghentikan aksi tersebut.
Memalukan! Ayam Kinantan kalah lagi
Tindakan ceroboh palang pintu Nyeck Nyobe membuat PSMS Medan keluar dengan kepala tertunduk dari Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Selasa. Bermain dengan 10 orang sejak menit 30, PSMS ditundukkan Persiraja Banda Aceh 2-0.
Laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 itu berlangsung di bawah guyuran hujan deras. Sejak peluit pertama berbunyi, air menggenangi lapangan dan permainan kedua tim tidak berkembang.
Gol yang ditunggu-tunggu publik Banda Aceh pun lahir di menit ke-10 lewat jasa Zulkarnaen yang memanfaatkan kemelut di depan gawang M Halim. Bola tersebut berawal dari sepak pojok Erik Saputra yang kemudian dimaksimalkan oleh Zulkarnaen.
Petaka menimpa pasukan Ayam Kinantan setelah Nyeck Nyobe terkena kartu merah oleh wasit Tardanis. Bek tangguh PSMS tersebut kedapatan mendorong wasit hingga terjatuh, karena protes tidak diberi hadiah tendangan bebas. Sejak menit ke-30, skuad asuhan Kustiono pun terpaksa bermain dengan 10 orang.
Perjuangan Ahmad Maulana cs untuk menyamakan kedudukan pun kerap menemui batu sandungan. Bahkan dengan kondisi kurang pemain, Deni Wahyudi cs kelimpungan menghentikan pergerakan striker tuan rumah, Amos Marah dan Bautoum Roger.
Belum sempat menyamakan kedudukan, tuan rumah kembali memperbesar keunggulan lewat tandukan Zulkarnaen di menit 62 yang kembali memanfaatkan umpan dari Erik Saputra. Kendati telah memainkan Heri Suwondo, Afandi Lubis dan Abdul Karim Sembiring, nasib PSMS tidak tertolong lagi dan makin terpuruk di papan klasemen
Laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 itu berlangsung di bawah guyuran hujan deras. Sejak peluit pertama berbunyi, air menggenangi lapangan dan permainan kedua tim tidak berkembang.
Gol yang ditunggu-tunggu publik Banda Aceh pun lahir di menit ke-10 lewat jasa Zulkarnaen yang memanfaatkan kemelut di depan gawang M Halim. Bola tersebut berawal dari sepak pojok Erik Saputra yang kemudian dimaksimalkan oleh Zulkarnaen.
Petaka menimpa pasukan Ayam Kinantan setelah Nyeck Nyobe terkena kartu merah oleh wasit Tardanis. Bek tangguh PSMS tersebut kedapatan mendorong wasit hingga terjatuh, karena protes tidak diberi hadiah tendangan bebas. Sejak menit ke-30, skuad asuhan Kustiono pun terpaksa bermain dengan 10 orang.
Perjuangan Ahmad Maulana cs untuk menyamakan kedudukan pun kerap menemui batu sandungan. Bahkan dengan kondisi kurang pemain, Deni Wahyudi cs kelimpungan menghentikan pergerakan striker tuan rumah, Amos Marah dan Bautoum Roger.
Belum sempat menyamakan kedudukan, tuan rumah kembali memperbesar keunggulan lewat tandukan Zulkarnaen di menit 62 yang kembali memanfaatkan umpan dari Erik Saputra. Kendati telah memainkan Heri Suwondo, Afandi Lubis dan Abdul Karim Sembiring, nasib PSMS tidak tertolong lagi dan makin terpuruk di papan klasemen
Tuesday, February 23, 2010
Bonus Menanti
ntuk membakar semangat para pemain menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (23/2) sore ini, pengurus dan manajemen PSMS menyediakan bonus. Beban Kustiono sebagai Pelatih PSMS pun sedikit berkurang.
“Saya sangat berterimakasih kepada Sekretaris Umum Idris SE dan Manager Hendra DS atas inisiatif tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah semangat pemain untuk memberi yang terbaik,” ucap Kustiono yang dihubungi, Senin (22/2).
Berada di peringkat sembilan dengan koleksi 14 poin dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni, PSMS membutuhkan tambahan minimal 11 poin untuk bisa bertahan di Divisi Utama. Sekalipun berat, pada pertandingan sore ini skuad berjuluk Ayam Kinantan harus bisa minimal mencuri poin. Namun Kustiono tampaknya punya perhitungan lain sehingga optimis untuk meraih poin penuh dari Tarmizi dkk.
Tri Yudha Handoko dan Ahmad Maulana Putra tampaknya akan diplot sebagai play maker menggantikan Faisal Azmi dan double stopper Heri Syahputra yang absen akibat akumulasi kartu. Selain itu, Kustiono juga menyiapkan dua pemain lainnya sebagai pelapis kedua yaitu Chico Maradona dan Heri Suwondo.
“Kita harapkan agar pemain yang menggantikan peran Faisal dan Syahputra memiliki semangat yang tinggi. Saya berharap absennya dua pemain tersebut justru bisa menjadi pemicu pemain pengganti untuk tampil lebih baik,” kata Kustiono.
“Peluang PSMS untuk mencuri poin dari tuan rumah sangat terbuka, mengingat M Affan Lubis dan kawan-kawan punya motivasi tinggi setelah kehadiran sekretaris umum baru PSMS Idris SE menggantikan Hardi Mulyono yang “cicing” (mundur) di saat klub milik kota Medan ini dalam kondisi memprihatinkan.
“Bersama manajer tim Drs Hendra DS, dia (Idris, Red) melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada pemain, layaknya seorang ayah dengan anaknya,” tambah Kustiono.
Pada pertandingan hari ini Kustiono akan bermain terbuka dengan mengusung skema 3-5-2. Walau begitu, Kustiono mengatakan bahwa para pemainnya diharapkan dapat melakukan serangan balik dengan cepat andai lawan melakukan gempuran.
“Strategi ini akan memaksa mereka (Persiraja) untuk bermain cepat. Jika pada kenyataannya nanti lawan mampu mengantisipasi strategi ini, maka para pemain harus jeli melihat kondisi untuk berbalik melakukan serangan,” kata pelatih yang sukses mengantarkan PSAP Sigli ke kasta Divisi Utama Liga Indonesia ini.
Kustiono juga mengaku bila dari sisi materi pemain tim berjuluk Tanah Rencong memiliki pemain yang kuat di semua lini terutama di tengah dan depan. Untuk itu dirinya menginstruksikan seluruh pemain untuk berusaha mengimbangi permainan lawan. “Kita harus bersikap realistis saat main di kandang lawan. Apapun hasilnya di lapangan, itulah yang terbaik yang bisa kita capai,” tambah Kustiono.
Terkait posisi di bawah mistar gawang yang selama ini menjadi sorotan tajam pecinta tim Ayam Kianantan, Kustiono mengatakan bahwa untuk posisi ini M. Halim masih yang terbaik
“Saya sangat berterimakasih kepada Sekretaris Umum Idris SE dan Manager Hendra DS atas inisiatif tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah semangat pemain untuk memberi yang terbaik,” ucap Kustiono yang dihubungi, Senin (22/2).
Berada di peringkat sembilan dengan koleksi 14 poin dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni, PSMS membutuhkan tambahan minimal 11 poin untuk bisa bertahan di Divisi Utama. Sekalipun berat, pada pertandingan sore ini skuad berjuluk Ayam Kinantan harus bisa minimal mencuri poin. Namun Kustiono tampaknya punya perhitungan lain sehingga optimis untuk meraih poin penuh dari Tarmizi dkk.
Tri Yudha Handoko dan Ahmad Maulana Putra tampaknya akan diplot sebagai play maker menggantikan Faisal Azmi dan double stopper Heri Syahputra yang absen akibat akumulasi kartu. Selain itu, Kustiono juga menyiapkan dua pemain lainnya sebagai pelapis kedua yaitu Chico Maradona dan Heri Suwondo.
“Kita harapkan agar pemain yang menggantikan peran Faisal dan Syahputra memiliki semangat yang tinggi. Saya berharap absennya dua pemain tersebut justru bisa menjadi pemicu pemain pengganti untuk tampil lebih baik,” kata Kustiono.
“Peluang PSMS untuk mencuri poin dari tuan rumah sangat terbuka, mengingat M Affan Lubis dan kawan-kawan punya motivasi tinggi setelah kehadiran sekretaris umum baru PSMS Idris SE menggantikan Hardi Mulyono yang “cicing” (mundur) di saat klub milik kota Medan ini dalam kondisi memprihatinkan.
“Bersama manajer tim Drs Hendra DS, dia (Idris, Red) melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada pemain, layaknya seorang ayah dengan anaknya,” tambah Kustiono.
Pada pertandingan hari ini Kustiono akan bermain terbuka dengan mengusung skema 3-5-2. Walau begitu, Kustiono mengatakan bahwa para pemainnya diharapkan dapat melakukan serangan balik dengan cepat andai lawan melakukan gempuran.
“Strategi ini akan memaksa mereka (Persiraja) untuk bermain cepat. Jika pada kenyataannya nanti lawan mampu mengantisipasi strategi ini, maka para pemain harus jeli melihat kondisi untuk berbalik melakukan serangan,” kata pelatih yang sukses mengantarkan PSAP Sigli ke kasta Divisi Utama Liga Indonesia ini.
Kustiono juga mengaku bila dari sisi materi pemain tim berjuluk Tanah Rencong memiliki pemain yang kuat di semua lini terutama di tengah dan depan. Untuk itu dirinya menginstruksikan seluruh pemain untuk berusaha mengimbangi permainan lawan. “Kita harus bersikap realistis saat main di kandang lawan. Apapun hasilnya di lapangan, itulah yang terbaik yang bisa kita capai,” tambah Kustiono.
Terkait posisi di bawah mistar gawang yang selama ini menjadi sorotan tajam pecinta tim Ayam Kianantan, Kustiono mengatakan bahwa untuk posisi ini M. Halim masih yang terbaik
Subscribe to:
Posts (Atom)