Saturday, February 27, 2010

Kalah, Anak Medan di Banda Aceh Emosi

Kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Namun, jika sudah kalah dimaki oleh suporter sendiri, tentunya sangat tidak menyenangkan.
Ya, kekalahan PSMS saat bertandang ke Banda Aceh, kandang Persiraja, memang banyak menimbulkan kesan. PSMS sebagai tim besar di daratan Sumatera menjadi magnet masyarakat Banda Aceh. Tak terkecuali, anak Medan yang tinggal di ibu kota Provinsi Nangroe Aceh Darussalam tersebut. Dan, ketika PSMS keok, kekecewaan tak terkira mengemukan dari fans PSMS yang mendatangi Stadion Harapan Bangsa, Lampeunerut, Banda Aceh, Selasa (23/02).

Tak pelak, julukan Ayam Kinantan yang penuh marwah itu langsung mereka ubah menjadi ‘Ayam Penyet’. Ya, suatu kejengkelan bagi mereka ketika PSMS dikalahkan Persiraja dengan skor telak, 2-0.

Bukan hanya itu, seusai pertandingan beberapa hari lalu, anak Medan yang kecewa dengan permainan tim andalannya, menyempatkan melontarkan caci maki ke tim PSMS sesaat sebelum menaiki kendaraan untuk kembali ke penginapan. “Ah, tidak usah, aku sebutkan, apa isi makianku, kemarin itu. Pokoknya, puas kali aku, sesudah memaki mereka karena kalah. Tidak pantas pun dijuluki lagi Ayam Kinantan karena tidak secantik itu lagi permainannya. Makanya, kami pun sepakat menggantikannya menjadi Ayam Penyet. Abis kalah sich,” kata SZ Damanik, staf sebuah LSM kepada Rakyat Aceh (Grup Sumut Pos), Rabu (24/2) sore, di Banda Aceh.

Damanik mengungkapkan, tim kebanggaanya itu sudah tidak secemerlang dulu. “Sebelum ini pun mereka kalah dan kemarin kalah lagi 0-2 dengan Persiraja. Kekalahan berturut-turut ini membuat orang-orang Medan di Aceh emosi,” tambahnya

Thursday, February 25, 2010

Manajemen Mulai Sibuk

PSMS Medan tampaknya wajib berduka. Bagaimana tidak, di kala tabungan poin wajib ditambah, Ayam Kinantan malah seakan jalan di tempat.

Ya, tiga kekalahan dan dua hasil seri yang diraih PSMS dalam lima pertandingan di putaran kedua lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 membuat skuad asuhan Kustiono ini terdampar hingga peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Tak pelak, pengurus dan manajemen mulai sibuk. Wacana perbaikan segera dicetuskan. Karena itu, selama jeda cukup panjang sebelum menghadapi Persipasi 13 Maret mendatang, dijadikan masa untuk perbaikan seluruh tim. “Kita akan membuat laporan dulu mengenai hasil yang diperoleh tim selama lima pertandingan kepada ketua umum (Dzulmi Eldin, Red). Laporan itu kita buat setelah berunding dengan manajer (Hendra DS, Red),” kata Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa sesampainya di Bandara Udara Polonia Medan, Rabu (24/2) sore.

“Semua kegagalan sudah kita alami dan harus ada perbaikan, jangan alasan wasit lagi. Meski benar seperti itu, kita akui tim kita juga sedang ada masalah,” tambah Benny.

Benny menilai, pemain sebenarnya tidak lagi harus mencari kesalahan pemain tim lawan dan mengharapkan wasit akan mengganjarnya dengan penalti atau hukuman lain. Tetapi, harus bisa memaksimalkan peluang sekecil apapun itu. “Kita tahu pemain itu salah, tapi kalau kita sudah seperti ini terus, kita gak perlu buka peluang untuk diganjar hadiah penalti,” papar Benny.

Selain itu, masalah utama PSMS menurutnya adalah kesulitan mencetak gol, dikarenakan minimnya suport dari lini tengah kepada striker. Untuk itu, pihaknya akan meminta Kustiono untuk mendrill lini yang bermasalah.

“Saya mantan kiper PSMS, sedikit banyak saya tahu apa yang kurang di tim ini. Salah satunya pergerakan wing back juga gak ada, kita akan mewanti-wanti pelatih karena kalau begini terus, kita akan semakin sulit keluar,” ketusnya.
Kustiono yang sebelumnya tak mau menyinggung kekalahan timnya karena wasit berat sebelah, kini mulai buka suara. Dengan kata lain, jika sebelumnya dia tak mau dianggap mencari kambing hitam, kini dia siap dianggap seperti itu.

Pasalnya, kenyataan di lapangan memang begitu. “Memang kita akui, masih ada beberapa kelemahan di tim ini, tapi dengan wasit yang berat sebelah, mental pemain semakin turun. Akan sangat susah bagi kita untuk berkembang kalau begini, kita selalu dikerjai,” ungkapnya.
Ke depan, Kustiono siap melakukan perbaikan-perbaikan lini per lini skuad asuhannya selama tenggang waktu jelang laga kandang Ayam Kinantan untuk menjamu Persipasi 13 Maret mendatang. “Tidak ada cerita, kita sudah siapkan program bagi pemain Sabtu (27/2) pagi nanti,” pungkasnya

Ahmad Maulana Terjebak di Lift Selama 15 Menit

KEKALAHAN 0-2 PSMS saat bertandang menghadapi Persiraja, Selasa (23/2), punya cerita lain yang akan membekas bagi salah seorang pemain. Ya, usai pertandingan, Selasa (23/2) akan menjadi kenangan tersendiri bagi pemain belakang PSMS Ahmad Maulana Pohan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, selama 15 menit Maulana terjebak di lift Hotel Sulthan Banda Aceh tempat tim PSMS menginap.

Ceritanya, karena lebih praktis, Maulana memilih menggunakan fasilitas lift untuk naik ke kamarnya di nomor 411. Malangnya, pasokan listrik dari genset sebagai pengganti listrik yang padam tidak mampu mengangkat lift tersebut sehingga Maulana harus merasakan berada dalam lift selama 15 menit.

Entah apa yang ada dalam benaknya, namun orang yang pertama dihubunginya saat itu adalah Fityan Hamdy yang tengah santai di kamarnya pascapertandingan. Mendengar penjelasan Maulana melalui telepon selulernya, Fityan mengaku langsung tertawa. “Jangan nangis kau, kok aku yang kau telepon, resepsionisnya lah. Ya udahlah, biar abang yang nelpon orang hotel,” ujar pria berkacamata itu mengulangi percakapan dengan Maulana.

Seperti yang dipaparkan, Fityan pun segera menghubungi resepsionis Hotel bernama Uli, menjelaskan perihal terjebaknya Maulana di lift. Sang resepsionis dikabarkan segera menyuruh seorang teknisi.

Maulana mengaku pengalaman itu sungguh membuatnya jantungan. “Awalnya aku mau keluar hotel, jadi maksudku ambil jaket dulu ke kamar (lantai empat, Red), tapi pas udah di lift, kok nggak naik-naik, terus feelingku bilang liftnya nyangkut, kucoba buka sedikit, di depan kulihat tembok, aku panik dan teriak-teriak, tapi nggak ada yang dengar,” kenangnya.
“Setelah itu aku nggak mau naik lift lagi, trauma, lebih baik naik tangga,” sambungnya

Nyeck ke Jakarta

PERASAAN kesal atas keputusan wasit Tarjianis pada pertandingan PSMS menantang Persiraja Banda Aceh, Selasa (23/2) lalu masih terbayang di wajah pemain belakang PSMS, Nyeck Nyobe. Bahkan, Nyeck tiba di mes dengan menggunakan taksi. Tampaknya, mantan pemain Persib Bandung ini tak ingin merepotkan tim. Atau, karena sebab lain?

Nah, anehnya setelah sisa rombongan tiba, pemain yang memiliki tinggi 185 centimeter ini terlihat keluar dari kamar sembari menenteng travel bag. “Ke Jakarta,” aku Nyek kepada Sumut Pos. “Take off jam tujuh malam,” tambahnya.

Nyeck sepertinya berencana menghabiskan masa libur untuk menenangkan diri di Jakarta. Memang akibat aksi menendang Tarjianis hingga tersungkur, dirinya mendapat kartu merah sehingga dipastikan absen dua laga ke depan. Tapi, di lain sisi aksi Nyeck tampaknya dimaklumi rekan setimnya sebagai klimaks dari emosi yang selama ini terpendam sehubungan dengan serongnya wasit mengerjai PSMS, tidak hanya di pertandingan tandang juga di kandang.

Wednesday, February 24, 2010

Persiraja (2) vs PSMS (0)

PSMS harus membayar mahal dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 saat menantang Persiraja di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (23/2) kemarin. Selain ditundukkan 0-2, Nyeck Nyobe pun kena ganjar kartu merah dan dipaksa meninggalkan lapangan.
Asisten Manager PSMS, Benny Tomasoa tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun pada dasarnya dirinya puas akan penampilan M Affan Lubis dkk di lapangan sore itu. “Ya, mau dibilang apa lagi, kita sudah kalah, tapi saya akui, anak-anak sudah bermain bagus. Ada beberapa peluang yang tercipta, sayang tidak bisa dimanfaatkan. Dan kita akui, Persiraja juga tampil bagus di depan pendukungnya,” ucap Benny yang dihubungi Sumut Pos, usai pertandingan.

Sekretaris Umum PSMS, Idris SE pun mengakui materi pemain menjadi penyebab kekalahan si Ayam Kinantan atas Persiraja Banda Aceh. Demikian pula dengan kegagalan meraih kemenangan di lima laga terakhir putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 ini. “Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pelatih atas kegagalan ini, tetapi memang materi pemain kita juga tidak memadai, tapi kita berharap pertandingan selanjutnya bisa lebih baik,” ungkap Idris.

Seperti yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono, skuad sudah bermain bagus. Tekanan yang dilakukan Persiraja sejak menit pertama pun berhasil digagalkan oleh barisan belakangan yang dikawal Nyeck Nyobe dkk. Adapun gol kemenangan Persiraja keduanya tercipta dari bola mati. “Para pemain sebenarnya sudah bermain bagus. Peluang juga kita punya beberapa, namun memang belum bintangnya,” ucap Kustiono.
Adapun gol Persiraja tercipta lewat kaki Zulkarnain di menit ke-10 dan 62’. Keduanya merupakan bola mati. Di menit ke sembilan, Persiraja berhasil membuka peluang lewat dari tendangan pojok, dan tendangan pojok ketiga berhasil dimanfaatkan pemain tengah Persiraja Zulkarnain menit ke 10 lewat heading cantiknya. Skor berubah untuk keunggulan Persiraja 1-0.

Ketinggalan satu gol, PSMS berusaha untuk bangkit, lewat umpan panjang, M Afan Lubis dkk berupaya membuka peluang, namun, kawalan ketat skuad Lantak Laju, julukan Persiraja hanya membuat serangan PSMS kandas di tengah lapangan, sementara suplai bola yang minim kepada dua striker PSMS, Ikpefua ‘Saha’ Osas Marvellous dan Jecky Pasarella membuat kedua pemain tersebut tak bisa berbuat apa-apa.

Malah, serangan-serangan yang dilakukan PSMS berbalik, di menit 15 Roger batoum hampir saja menambah keunggulan namun kawalan ketat Ahmad Maulana berhasil menghentikan laju mantan pemain Persikabo Bogor itu. Menit 19, giiliran PSMS membalas lewat Saha, tapi sayang, tendangan pemain asal Nigeria itu tidak mencapai sasaran dan mampu dibendung penjaga gawang Persiraja Sukirmanto.

Kepemimpinan wasit sekali lagi merugikan PSMS, ketika Tri Yudha Handoko dilanggar di kotak penalti, namun Tarjianis tidak menganggap hal itu pelanggaran. Sontak, bek PSMS Nyek Nyobe naik pitam dan mendorong wasit dan akhirnya diganjar kartu merah menit 29’. Hingga turun minum, kedudukan belum berubah untuk keunggulan tuan rumah.

Berlangsung di bawah guyuran hujan, PSMS tetap memainkan pola menyerang di babak kedua. Hal itu berhasil menggoyang Persiraja yang memainkan skema bertahan. Menit ke-60 Syaiful Ramadhan hampir menyamakan kedudukan. Namun serangan balik yang dilancarkan Persiraja di menit ke-62 menjadi mimpi buruk bagi PSMS, Zulkarnain lagi-lagi berhasil menjebol gawang M Halim dan mencetak gol keduanya pada pertandingan ini lewat sundulan buah tendangan pojok.

Untuk mempertajam lini serang, Kustiono melakukan tiga kali pergantian pemain, Ahmad Afandi masuk menggantikan Daniel, di susul Syaiful Ramadhan yang keluar dan digantikan Heri Suwiondo. Dan terakhir, Kamil Sembiring menggantikan Tri Yudha Handoko. Namun, skema tersebut tidak juga mengubah keadaan, kedudukan berakhir untuk keunggulan Persiraja 2-0

Tendang Wasit, Solidaritas ala Nyeck

SEKALI lagi keputusan wasit menjadi pemicu kerusuhan dalam pertandingan sepak bola. Namun kali ini, wasit Tarjianis yang mendapat ganjarannya. Bukan dari pihak berwajib seperti yang terjadi pada wasit Dery Wahyudi yang memimpin pertandingan PSIS menghadapi Mitra Kukar, tapi dari pemain PSMS yaitu Nyeck Nyobe.

Menurut Pelatih Kustiono, aksi brutal Nyeck Nyobe dipicu oleh keputusan Tarjianis yang tidak melihat pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Persiraja terhadap Tri Yudha Handoko. Apalagi pelanggaran itu terjadi di kotak terlarang dan seharusnya PSMS mendapatkan kesempatan tendangan penalti.

“Waktu itu Yudha masuk dari tengah lapangan hampir melewati barisan belakang kalau tidak dijegal pemain belakang Persiraja. Tapi wasit membiarkan saja, ya Nyeck marah,” tutur Kustiono.

Tak terima dengan keputusan wasit ditambah Yudha yang terkapar membakar emosi Nyeck yang selama ini bersikap tertutup. Tendangan kerasnya pun bersarang di bokong Tarjianis hingga menyebabkan wasit asal Padang itu jatuh tersungkur. Sekalipun sedikit menyesalkan, Kapten PSMS M Affan Lubis dapat memaklumi aksi Nyeck tersebut. “Dia itu kan pendiam sebenarnya, tetapi tindakannya itu merupakan klimaks dari perlakuan wasit yang selama ini selalu merugikan tim kami,” ujar Afan.

Menurutnya, ada tipe pemain bola yang masih bisa bersabar dengan tindakan berat sebelah wasit tersebut, tetapi ada juga tipe pemain yang meledak-ledak. “Mungkin saya bisa sabar, tetapi tidak begitu dengan pemain lain, itu sebagai bentuk kekesalan karena selama ini dia rasakan, wasit yang berat sebelah,” beber Afan lagi.

Nyeck Nyobe sendiri mengaku kesal atas perlakukan wasit. Dia mengaku heran dengan nasib PSMS yang selalu dikerjai. “Selama 10 tahun saya main bola, belum pernah saya jumpai tim saya selalu dikerjai wasit seperti ini,” tambah Afan menirukan kalimat Nyeck. Sebelumnya, suporter pendukung Persiraja Banda Aceh; Skull dan Laskar Rencong dilaporkan menguras lapangan yang becek. Aksi itu dilakukan sebagai protes ke PSMS sehubungan dengan permintaan Asisten Manajer Benny Tomasoa yang meminta pertandingan untuk sementara ditunda.

Alasannya hujan membuat lapangan tergenang air. Selama 10 menit pertandingan tertunda.
“Kalau wasit bilang masih bisa main dengan kondisi begitu, sah-sah saja, tapi pemain yang merasakan bisa atau tidak, dan kami sampaikan keluhan mereka kemari (Pelaksana Pertandingan),” ungkap Benny.

Untuk melaksanakan aksi itu mereka memanfaatkan berbagai alat yang bisa mereka temui seperti ember diambil dari stadion. Anehnya, aksi suporter tersebut terjadi tanpa ada halangan dari panitia pelaksana yang seharusnya menghentikan aksi tersebut.

Memalukan! Ayam Kinantan kalah lagi

Tindakan ceroboh palang pintu Nyeck Nyobe membuat PSMS Medan keluar dengan kepala tertunduk dari Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Selasa. Bermain dengan 10 orang sejak menit 30, PSMS ditundukkan Persiraja Banda Aceh 2-0.

Laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 itu berlangsung di bawah guyuran hujan deras. Sejak peluit pertama berbunyi, air menggenangi lapangan dan permainan kedua tim tidak berkembang.

Gol yang ditunggu-tunggu publik Banda Aceh pun lahir di menit ke-10 lewat jasa Zulkarnaen yang memanfaatkan kemelut di depan gawang M Halim. Bola tersebut berawal dari sepak pojok Erik Saputra yang kemudian dimaksimalkan oleh Zulkarnaen.

Petaka menimpa pasukan Ayam Kinantan setelah Nyeck Nyobe terkena kartu merah oleh wasit Tardanis. Bek tangguh PSMS tersebut kedapatan mendorong wasit hingga terjatuh, karena protes tidak diberi hadiah tendangan bebas. Sejak menit ke-30, skuad asuhan Kustiono pun terpaksa bermain dengan 10 orang.

Perjuangan Ahmad Maulana cs untuk menyamakan kedudukan pun kerap menemui batu sandungan. Bahkan dengan kondisi kurang pemain, Deni Wahyudi cs kelimpungan menghentikan pergerakan striker tuan rumah, Amos Marah dan Bautoum Roger.

Belum sempat menyamakan kedudukan, tuan rumah kembali memperbesar keunggulan lewat tandukan Zulkarnaen di menit 62 yang kembali memanfaatkan umpan dari Erik Saputra. Kendati telah memainkan Heri Suwondo, Afandi Lubis dan Abdul Karim Sembiring, nasib PSMS tidak tertolong lagi dan makin terpuruk di papan klasemen

Tuesday, February 23, 2010

Bonus Menanti

ntuk membakar semangat para pemain menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (23/2) sore ini, pengurus dan manajemen PSMS menyediakan bonus. Beban Kustiono sebagai Pelatih PSMS pun sedikit berkurang.

“Saya sangat berterimakasih kepada Sekretaris Umum Idris SE dan Manager Hendra DS atas inisiatif tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah semangat pemain untuk memberi yang terbaik,” ucap Kustiono yang dihubungi, Senin (22/2).

Berada di peringkat sembilan dengan koleksi 14 poin dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni, PSMS membutuhkan tambahan minimal 11 poin untuk bisa bertahan di Divisi Utama. Sekalipun berat, pada pertandingan sore ini skuad berjuluk Ayam Kinantan harus bisa minimal mencuri poin. Namun Kustiono tampaknya punya perhitungan lain sehingga optimis untuk meraih poin penuh dari Tarmizi dkk.

Tri Yudha Handoko dan Ahmad Maulana Putra tampaknya akan diplot sebagai play maker menggantikan Faisal Azmi dan double stopper Heri Syahputra yang absen akibat akumulasi kartu. Selain itu, Kustiono juga menyiapkan dua pemain lainnya sebagai pelapis kedua yaitu Chico Maradona dan Heri Suwondo.

“Kita harapkan agar pemain yang menggantikan peran Faisal dan Syahputra memiliki semangat yang tinggi. Saya berharap absennya dua pemain tersebut justru bisa menjadi pemicu pemain pengganti untuk tampil lebih baik,” kata Kustiono.

“Peluang PSMS untuk mencuri poin dari tuan rumah sangat terbuka, mengingat M Affan Lubis dan kawan-kawan punya motivasi tinggi setelah kehadiran sekretaris umum baru PSMS Idris SE menggantikan Hardi Mulyono yang “cicing” (mundur) di saat klub milik kota Medan ini dalam kondisi memprihatinkan.

“Bersama manajer tim Drs Hendra DS, dia (Idris, Red) melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada pemain, layaknya seorang ayah dengan anaknya,” tambah Kustiono.

Pada pertandingan hari ini Kustiono akan bermain terbuka dengan mengusung skema 3-5-2. Walau begitu, Kustiono mengatakan bahwa para pemainnya diharapkan dapat melakukan serangan balik dengan cepat andai lawan melakukan gempuran.

“Strategi ini akan memaksa mereka (Persiraja) untuk bermain cepat. Jika pada kenyataannya nanti lawan mampu mengantisipasi strategi ini, maka para pemain harus jeli melihat kondisi untuk berbalik melakukan serangan,” kata pelatih yang sukses mengantarkan PSAP Sigli ke kasta Divisi Utama Liga Indonesia ini.

Kustiono juga mengaku bila dari sisi materi pemain tim berjuluk Tanah Rencong memiliki pemain yang kuat di semua lini terutama di tengah dan depan. Untuk itu dirinya menginstruksikan seluruh pemain untuk berusaha mengimbangi permainan lawan. “Kita harus bersikap realistis saat main di kandang lawan. Apapun hasilnya di lapangan, itulah yang terbaik yang bisa kita capai,” tambah Kustiono.

Terkait posisi di bawah mistar gawang yang selama ini menjadi sorotan tajam pecinta tim Ayam Kianantan, Kustiono mengatakan bahwa untuk posisi ini M. Halim masih yang terbaik

Sikap Saha Bikin Geram

Menatap laga menghadapi Persiraja hari ini kubu Ayam Kinantan disibukkaan dengan sikap tidak professional yang diperlihatkan legiun asingnya Osas Saha.

Dikabarkan karena masalah keterangan izin tinggal sementara (Kitas) yang belum dibayar, pemain asal Nigeria itu ngambek dan menolak untuk diturunkan sore ini. Kustiono yang sempat geram pun nyaris memulangkan Saha ke Medan.

Begitupun, seperti yang disampaikan Kustiono Saha masih bergabung saat uji coba lapangan kemarin pagi. “Memang Saha sudah bisa merobah sikapnya dengan catatan ada pembicaraan mengenai Kitas sebelum pertandingan dimulai. Dirinya pun mencurigai adanya tekanan kepada Saha sehubungan dengan agen Saha yang merupakan putra daerah asal Aceh.

Sebagai antisipasi, Kustiono pun menyiapkan pemain pengganti. Anehnya, pemain itu adalah Afandi Lubis yang juga saudara kandung kapten PSMS M Affan Lubis yang selama ini di drop sebagai gelandang.

Rencana itu sendiri disambut baik Afandi. “Saatnya saya akan memperlihatkan siapa diri saya sebenarnya, dengan mempersembahkan gol buat PSMS,” kata Afandi Lubis.

Kepada Sumut Pos, Saha bahkan mengaku siap dilaporkan ke Komdis PSSI sehubungan dengan aksi boikot tersebut. “Saya punya semua bukti kalau Benny Tomasoa belum membayar uang Kitas saya. Dia bohong kepada Manager Hendra DS yang menyerahkan uang itu kepada Benny,” ucap Saha melalui telepon.

Dapat Dukungan dari Mantan Pemain

Mantan pemain nasional dan PSMS Medan Ismail Ruslan bersama pengurus KONI Medan Drs Azam Nasution MAP, Senin (22/2) sore meminta para pemain PSMS bersikap sebagai seorang pemain professional. Tidak cengeng bila ingin meraih kemenangan atas tim tuan rumah Persiraja Banda Aceh di stadion Harapan Bangsa, Selasa (23/2) sore ini.

“Pertandingan nanti bukan turnamen, tetapi kompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia yang harus tetap konsisten dan siap membawa kemenangan,” kata pemain bertahan yang merumput di tahun 70-an ini.

Ismail Ruslan yang dikenal dengan permainan kerasnya berharap pertandingan nanti Jecky Pasarella dkk tidak terpengaruh oleh permainan lawan maupun ulah suporternya.
“Bermainlah dengan lepas tanpa beban serta tidak ikut langgam permainan lawan dan tetap harus sabar dalam arti kalau pertahanan lawan lagi rapat kita harus pancing mereka keluar dari daerahnya dengan bermain di daerah sendiri. Kalau sudah begini, pasti mereka keluar untuk menyerang dan disaat itulah kita langsung melakukan serangan,” kata Ismail Ruslan.
Disamping itu lanjut Ismail, pemain bawah dan tengah PSMS harus bisa membuat pihak lawan lebih dahulu frustasi sehingga permainan lawan tidak berkembang. Sementara Azam Nasution meminta kepada pelatih Kustiono jangan sungkan-sungkan ataupun ragu untuk menurunkan pemain-pemain muda

18 Pemain Saja


Akumulasi kartu membuat PSMS kehilangan dua pemain pilar, Hary Syahputra dan Faisal Azmi pada laga lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 menghadapi Persiraja Banda Aceh, Selasa (23/2) nanti. Ke-18 pemain pun coba dimaksimalkan untuk mencapai target yang dibuat.
Beda saat menghadapi PSDS, Pelatih PSMS Kustiono justru optimistis. Bahkan, tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih AC Milan saat ini Jose Mourinho. “Gak ada istilah curi poin, harus poin penuh,” ucap Kustiono yang didampingi Asistennya Suyono saat ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2).

Keyakinan pelatih berusia 48 tahun ini sehubungan dengan keberadaannya yang sempat menangani tim asal Negeri Rencong lainnya, PSAP Sigli. Ditambah lagi performa yang terus membaik di dua laga terakhir PSMS. Bagi Kustiono, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS Deli Serdang. Dengan demikian dirinya sudah punya gambaran strategi yang akan digunakan, Selasa (23/2) nanti.
Meskipun begitu dirinya tak sesumbar. Buktinya persiapan tetap digelar setiba di Hotel Sultan tempat skuad Ayam Kinantan menginap. “Sore nanti harus latihan sekalipun hanya untuk peregangan saja. Besok (hari ini, Red) kita akan uji lapangan jadi tidak ada bicara teknis. Tapi saya akan gelar konsolidasi dengan seluruh pemain dalam menentukan strategi untuk menghadapi Tarmizi dkk,” jelasnya.

Absennya Hary Syahputra dan Faisal Azmi pun dipastikan bukan merupakan satu masalah bagi tim. Malah dijadikan ajang kompetisi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing pemain. Apalagi Kustiono masih punya banyak pilihan yakni Maulana diplot mengisi posisi Hary begitu juga Tri Yudha Handoko yang dicalonkan di posisi Faisal. “Tinggal bagaimana pemain dapat mengadopsi hasil latihan dan coba memahami kebutuhan tim di lapangan,” tambah Kustiono seraya berharap pemain percaya diri.

Kustiono juga akan melakukan pembicaraan dengan striker asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang belakangan ini jadi sorotan akibat penampilan buruk yang diperlihatkan di tiga laga terakhir. Kondisi saat ini tampaknya memaksa Kustiono untuk mempertahankan mantan striker PSDS ini. “Saya akan bicara empat mata. Bagaimanapun PSMS hanya memiliki satu striker yaitu Saha. Secara psikologis juga keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi pemain lawan sekaligus menjadi motivasi bagi tim secara keseluruhan,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Keinginan kuat untuk meraih poin penuh di kandang Persiraja Banda Aceh pun disuarakan Kapten PSMS, M Affan Lubis. Namun, dirinya juga tidak melupakan peranan wasit dalam pertandingan. “Bila saya lihat dari performa kawan-kawan, saya yakin kita bisa menang. Tinggal bagaimana wasit yang nanti memimpin lah. Karena faktor nonteknis perannya justru lebih besar dalam menentukan hasil pertandingan dibanding faktor teknis,” ketus Affan yang pagi itu diantar sang istri.

Skuad PSMS didampingi Sekretaris Umum PSMS Idris SE, Sekretaris Tim Fityan Hamdy. Tampak Manajer PSMS Hendra DS melepas keberangkatan tim di Bandar Udara Polonia Medan.

Manajer Beri Peringatan Keras

Manajer tim PSMS Medan Drs Hendra DS memberi warning kepada para pemain dengan sanksi berat apabila tidak bisa memperlihatkan permainan baiknya.

“Jangankan pemain, pelatih bersama para asistennya apabila tidak bisa membawa PSMS lebih baik lagi, manajemen akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang,,” kata Hendra di bandara Polonia Medan, Minggu (21/2) siang.

Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi. “Seandainya kita sudah main baik tetapi akhirnya kalah juga itu bisa kita maklumi, karena dalam olahraga ada menang dan ada yang kalah atau seri,” sebutnya.
Kepada pelatih Kustiono dia minta supaya benar-benar menurunkan pemain yang dalam kondisi prima dan membuat strategi yang tepat. “Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya, biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi,” tegasnya.

Sementara itu, setelah lama diam, akhirnya Saha angkat suara. Ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2) Saha mengaku sedang resah. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan dirinya belum mengurus perpanjangan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas). “Bagaimana saya mau buat gol dalam kondisi tidak tenang. Mereka (pengurus, Red) belum membayar uang Kitas saya sejak bertanding dari Semen Padang dulu,” ketus Saha.

Artinya sudah dua bulan Saha menunggak untuk mengurus Kitasnya. Dirinya mengkhawatirkan pihak imigrasi. Karena itu, Saha pun mengancam tidak akan turun menghadapi Persiraja nanti. “Kalau itu Kitas belum dibayar, saya tidak akan main. Tolong bilang itu sama Benny (asisten manajer, Red), mana uang Kitas saya,” kesal Saha.

Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Benny mengatakan kontrak Saha di PSMS dengan nilai Rp250 juta sudah termasuk dengan pengurusan Kitas. Manajemen juga sudah menyerahkan Rp35 juta kepada Saha untuk tambahan pengurusan Kitas. “Tidak ada masalah untuk Kitas. Ini kambing hitam dia saja,” ucap Benny, Minggu (21/2)

Monday, February 22, 2010

Hendra beri ‘warning’

Manajer tim PSMS Medan Drs Hendra DS memberi warning kepada M Affan Lubis cs dengan sanksi berat, apabila gagal memperlihatkan permainan terbaiknya saat menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Selasa (23/2) besok.

"Jangankan pemain, bila pelatih bersama para asistennya tidak bisa membawa PSMS ke tingkat lebih baik tidak tertutup kemungkinan kami akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang yang tidak sanggup mencetak gol dari begitu banyak peluang yang dimiliki," kata Hendra saat melepas keberangkatan tim di Bandara Polonia Medan, Minggu.

Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari jurang degradasi. Karenanya, pertemuan kedua tim bersaudara nanti wajib dimenangi Osas Saha dan kawan-kawan.

“Seandainya kita sudah main maksimal tetapi kalah juga, itu bisa dimaklumi. Tapi yang tidak bisa diterima kalau pemain bermain buruk terus menerus, padahal fasilitas dan kebutuhan sudah diupayakan sebaik-baiknya,” sebut Hendra lagi.

Kepada pelatih Kustiono, Hendra pun me minta agar benar-benar menurunkan pemain dalam kondisi prima dan membuat strategi jitu sesuai yang telah dipraktekkan dalam sesi latihan.

"Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya. Biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi. Untuk apa mempertahankan pemain yang tidak berguna lagi," timpal Humas H Syahputra MS.

Namun target kemenangan yang dicanangkan PSMS bisa jadi terancam setelah Faisal Azmi dan Heri Syahputra dipastikan absen akibat hukuman akumulasi kartu. Kendati begitu, Kustiono justru optimis bahkan tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih Inter Milan Jose Mourinho dengan menargetkan poin penuh.

Baginya, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS. Absennya Hery dan Faisal pun dipastikan tidak menjadi masalah bagi skuad Ayam Kinantan. Kustiono juga mengaku sudah menyiapkan taktik menyerang dengan mengandalkan Nyeck Nyobe, Dodi Rahwana, M Affan Lubis, Osas Saha, Jecky Passarela dan Ogochukwu Daniel.

Kustiono pun menegaskan akan berbicara dengan Saha yang belakangan ini kurang memperlihatkan performa tajam sebagai bomber PSMS. "Saya akan bicara empat mata. Secara psikologis, keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi lawan sekaligus motivasi bagi tim secara keseluruhan," tutur mantan pelatih PSAP Sigli itu

Saha Siaga

-Keberadaan Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous sebagai striker PSMS sampai saat ini tampaknya aman. Demikian disampaikan Asisten Manager Benny Tomasoa yang dihubungi Sumut Pos, Sabtu (20/2). “Saha bisa tetap di PSMS, bisa juga tidak. Jadi belum ada satu keputusan resmi dari manajemen PSMS,” isi pesan Benny.

Menurut Benny baik manajemen maupun pengurus butuh pertimbangan yang matang untuk membuat keputusan terkait Saha. Khususnya dengan anjloknya prestasi PSMS yang kini terancam degradasi dari Divisi Utama dan masukan dari Pelatih PSMS Kustiono.
Evaluasi yang dilakukan kepada Saha terpaksa dilakukan mengingat buruknya penampilan striker asal Nigeria ini pada tiga laga terakhir. Puncaknya saat PSMS menantang PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) lalu. Pertandingan derby Sumatera Utara itu sendiri berakhir seri 0-0.
Memang sepanjang pertandingan, Saha menunjukkan performa yang buruk. Tak satu pun dari lima peluang dapat dimanfaatkan untuk mencetak gol. Padahal, Saha memiliki dua peluang emas yaitu di menit ke-44 dan 67’ dimana Saha tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PSDS Oki Rengga. Kustiono yang kecewa pun menarik Saha dan digantikan dengan Kamil di menit ke-70.

Kustiono yang dihubungi di tempat terpisah juga mengaku terkejut dengan buruknya penampilan Saha. “Padahal sebelum tanding saya sudah berbicara dengan Saha dan memotivasi dia. Permintaan dia untuk umpan-umpan matang juga sudah dipenuhi Affan Lubis. Jujur saya juga heran,” kata Kustiono.

Namun sebagai mantan pemain sepak bola Kustiono berusaha untuk maklum karena ada hari tertentu bagi seorang pemain buruk. Kustiono pun memberi kesempatan kepada Saha untuk memperbaiki penampilannya saat bertandang ke kandang Persiraja Banda Aceh. Bukan tidak mungkin pertandingan ini akan menjadi akhir Saha di PSMS.

“Saya bukan bilang Saha tidak profesional. Dia pemain bagus dan punya kesempatan yang panjang. Tapi, kesalahan itu tidak bisa diulangi. Kita akan lihat di Banda Aceh nanti, semoga Saha bisa menyumbangkan gol,” bela Kustiono.

Saha sendiri usai pertandingan, Jumat (19/2) terlihat gusar dengan penampilannya. “Pemain Eropa pun sering berada di posisi saya. Ini hari bukan untuk saya. This is my unlucky day,” ungkapnya.

PSMS Laminating Berita Sumut Pos

SIKAP Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo terkait sepak bola mendapat respon dari masyarakat. Ya, seperti diberitakan Sumut Pos, Sabtu (20/2), Alex Bambang Riatmodjo menangkap wasit Dedy Wahyudi asal Denpasar usai memimpin pertandingan PSIS menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (19/2). Sikap ini dianggap bisa jadi awal kebangkitan sepak bola tanah air.

Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris I PSMS Agus Suryono didampingi Sekretaris tim Fityan Hamdy. “Ini merupakan nafas baru bagi tim-tim yang selama ini teraniaya dengan keputusan wasit di lapangan. Kita berharap sikap Kapolda Jateng ini dapat diikuti Kapolda lainnya di Indonesia untuk mewujudkan pertandingan yang benar-benar fair play tidak hanya diucapan juga di lapangan,” ucap Agus.

Fityan sendiri berencana menggunting dan melaminating pemberitaan tersebut untuk dibawa ke Banda Aceh dan diperlihatkan saat menggelar tehnical meeting. “Biar panitia di sana (Banda Aceh, Red) juga tahu kalau wasit juga bisa diperiksa bila terindikasi bersalah,” katanya.

Sambutan posotif dari Agus maupun Fityan ini tak lepas dari perlakuan wasit kepada PSMS dalam tiga tiga terakhir. Dimana saat menjamu Persikabo Bogor dan Persita Tangerang keputusan wasit dinilai tidak tepat dan merugikan PSMS. Bahkan keputusan wasit saat menjamu Persita Tangerang memicu kerusuhan di lapangan. Begitu juga saat PSMS menantang PSDS, Jumat (19/2) lalu yang menyebabkan bentrok di antara pemain.

Memang pemeriksaan wasit oleh pihak kepolisian tidak ada dalam draft PSSI. Namun, keputusan yang dapat menyulut kerusuhan juga dapat dijadikan dasar. “Terbukti atau tidak itu nanti setelah pemeriksaan,” tambah Fityan.

Surat Komdis Dijadwal Ulang

SAMPAI berita ini diturunkan, pengurus PSMS belum menerima surat pemanggilan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Suart yang dimaksud terkait kerusuhan pada pertandingan PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu.

Demikian ditegaskan Sekretaris I PSMS Agus Suryono yang ditemui di Sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (20/2). Namun, dirinya mengaku mengetahui adanya surat pemanggilan tersebut. “Sebenarnya saya juga heran karena selama ini urusan surat menyurat selalu ditujukan ke kita. Kalau tidak melalui pos ya lewat mesin fax. Makanya Jumat (18/2) itu saya langsung menghubungi orang Komdis PSSI, Lauren. Memang dia tidak bilang ada surat tapi akan dijadwal ulang. Berarti memang ada,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya pengurus akan menunggu kedatangan surat yang telah dijadwal ulang tadi untuk memutuskan langkah yang akan diambil. Apakah PSMS berkemungkinan terkena denda, Agus pun enggan menjawab. “Ya itu tergantung laporan yang diterima Komdis. Kalau memang terkait pertandingan melawan Persita, kita juga punya penjelasannya kok,” tutur Agus.

Menurut Agus pada pertandingan tersebut jelas bagaimana wasit tidak memberikan tendangan penalti saat pemain belakang Persita Tangerang menarik baju striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous tepat di kotak penalti. Begitu juga pelanggaran yang dilakukan terhadap striker PSMS lainnya, Jecky Pasarela. Semua ini akan dipaparkan pada pertemuan dengan Komdis nantinya. “Kita tidak pernah takut atau menghindar apalagi membangkang pada organisasi,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait kerusuhan pertandingan PSMS dan Persita Tangerang, Komdis PSSI mengirimkan surat panggilan yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Pemanggilan ditujukan kepada Asisten Manager Benny Tomasoa dan Ketua Panitia Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 putaran kedua antara PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Benny yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit merengsek masuk ke lapangan usai pertandingan. Namun aksi mengejar wasit itu berhasil digagalkan petugas keamanan. Belakangan aksi Benny itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Medan.

Benny Tomasoa sendiri siap memenuhi panggilan yang ditujukan kepadanya. “Ini sudah saya tunggu-tunggu. Nanti akan saya paparkan bagaimana wasit telah mengerjai PSMS,” ucap Benny kepada Sumut Pos

Saturday, February 20, 2010

Seri Lagi

PSMS belum berhasil keluar dari ancaman degradasi Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini masih menghuni peringkat ke-9 setelah hanya mampu bermain seri 0-0 dengan tuan rumah PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Jumat (19/2).

Kenyataan ini melengkapi catatan buruk PSMS pada ajang Kompetisi Divisi Utama dimana sudah tidak pernah meraih kemenangan dalam lima laga terakhir mereka. Kini tim besutan Kustiono baru mengoleksi 15 poin dari 14 laga yang sudah mereka jalani.

Namun bukan berarti M Affan Lubis dkk sudah tidak punya harapan. Hanya butuh 10 poin untuk bertahan di Divisi Utama. Sementara masih tersisa tiga pertandingan kandang yaitu menjamu Persih Tembilahan, Persipasi, dan Persires Rengat Maret ini. Dengan meraih hasil penuh di tiga laga kandang itu, PSMS bahkan masih berpeluang menyodok di posisi enam mengingat selisih hanya empat poin dengan Persih Tembilahan yang mengoleksi 19 poin.

Menurunkan formasi 3-5-2, PSMS harus menjadi bulan-bulanan sepanjang babak pertama. PSDS bahkan sempat mengancam lewat Ari Yuganda di menit ke-29 dan Arif Suhendra di menit ke-37. Tendangan Ari masih jatuh di samping gawang dan tendangan Arif masih terlalu lemah untuk diantisipasi penjaga gawang PSMS M Halim. PSMS pun mencoba memberi perlawanan lewat counter attack dan ampuh membuat empat peluang masing-masing dari Jecky (37′ dan 42′) dan Osas (41′ dan 44′). Namun, belum cukup kuat untuk merobek gawang PSDS yang dijaga Oki Rengga Winata.

Di babak kedua kembali kedua tim memiliki peluang emas. PSDS melalui Imam Faisal di menit ke-46 namun belum dapat menciptakan gol padahal tinggal berhadapan dengan M Halim. Gol di menit ke-65 pun dianulir wasit asal Padang Asrizal karena Imam terjebak offside. Begitu pula di kubu PSMS melalui Osas di menit ke-52′, 61′, dan 67′.

Buruknya penampilan Osas yang musim sebelumnya membela PSDS ini langsung mendapat kecaman dari penonton. Kustiono pun menarik Osas dan digantikan dengan Abdul Kamil Sembiring di menit ke-70. Namun, justru PSMS kehilangan daya serang dan tidak bisa mengubah keadaan. Pertandingan yang berjalan keras itu sempat terhenti akibat bentrok di antara pemain yang dipicu oleh Faisal Azmi namun berhasil ditengahi untuk melanjutkan pertandingan. Lima kartu kuning dikeluarkan Asrizal, dua untuk PSDS Susanto (37′) dan M Syahputra Harahap (81′) dan tiga untuk PSMS; Hary Syaputra (17′), Faisal Azmi (26′), dan Deny Wahyudi (61′).

“Memang ini hasil yang tidak kita inginkan. Namun, inilah bola. Kita kesepakatan untuk membawa PSMS lebih baik ke depan. Untuk saat ini kita bekerja keras bagaimana PSMS bertahan di Divisi Utama,” ucap Asisten Manajer Benny Tomasoa.

Asisten Pelatih PSDS, Nasib Iwan mengakui lemahnya pertahanan sehubungan dengan absennya Yetno dan Rudi Hartono. Meskipun begitu secara keseluruhan Iwan mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan Ansyari Lubis dkk. “Absennya Rudi Hartono yang memiliki kecepatan dan Yetno memang membuat pertahanan kita sedikit rapuh. Tapi sebagai lapis kedua, penampilan Dodi juga cukup memuaskan. Mungkin kurang beruntung saja ya,” ucap Iwan

Saha Dievaluasi

PENAMPILAN buruk membuat striker asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous menjadi ujian pertama Idris SE sebagai Sekretaris Umum PSMS. Ya, seperti yang disampaikan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan, Jumat (19/2), penampilan buruk Saha akan mendapat evaluasi dari manajemen.

Menariknya, evaluasi terhadap Saha langsung digelar Jumat (19/2) malam dengan menghadirkan seluruh unsur manajemen dan pengurus. “Yang jelas kita akan mengevaluasi Saha. Karena sama-sama kita menyaksikan bagaimana empat peluang emas terbuang sia-sia,” ucap Benny.

Bahkan, Benny yang emosional terceplos mengatakan akan melepas striker asal Nigeria itu. Namun, dirinya membantah bila rencana itu sehubungan dengan kabar adanya keinginan tim asal Yogyakarta Pro Duta untuk membopong Saha. “Sebenarnya kita dari dulu sudah mau melepas Saha. Kita sudah punya pemain penggantinya kok. Ini saya sedang konsultasi dengan Sekretaris Umum,” tambah Benny.

Artinya bola panas berada di tangan Idris SE. Pertimbangan matang diperlukan kalau tak ingin menjadi bumerang. Pasalnya, pendaftaran pemain sudah terutup pada 12 Februari lalu dan PSMS sudah mendaftarkan 20 pemain. Bahkan, tiga pemain yang dinyatakan lulus seleksi sudah dipulangkan.

Dari ke-20 pemain tadi, bisa dibilang hanya Saha yang layak mengisi posisi striker. Itu dibuktikan pada saat menantang PSDS, Jumat (19/2). Pascakeluarnya Saha yang digantikan Abdul kamis Sembiring, PSMS kehilangan daya serang. Jecky Pasarella juga belum bisa diandalkan mengingat pergerakan yang masih terlalu liar sehingga sulit membangun pemahaman dengan pemain tengah.

Jadi tak berlebihan bila keluarnya Saha berarti tumpulnya PSMS dan akan menambah beban M Affan Lubis dkk untuk meraih poin penuh di tiga laga kandang sisa Maret nanti. Untuk bertahan di Divisi Utama, dengan koleksi 15 poin PSMS membutuhkan tambahan 10 poin. Dan masyarakat Kota Medan tidak akan terima bila PSMS terdegradasi.

Bila dilihat ke belakang, Saha yang sudah mengemas tiga gol di PSMS sangat jauh dibanding saat membela PSDS musim lalu dengan koleksi 18 gol. Gol-gol itu bahkan diciptakan saat sembilan bulan dirinya belum menerima gaji. “Kalau saya bermain bola tidak nyaman pasti kacau. Ini bukan soal uang,” ucap Saha beberapa waktu lalu. Saha pun menyatakan siap bila didepak dari PSMS. “Jujur saja, ini penampilan terburuk saya. Saya juga siap bila dikeluarkan dari PSMS, itu konsekuensi seorang pemain,” tegasnya usai laga.

Ayam Kinantan lapuk

Bermain di kandangnya, PSDS ‘Traktor Kuning’ Deli Serdang hanya mampu bermain imbang kala menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat.

Hasil kacamata 0-0 ini pun membuat kedua tim ‘saudara’ asal Sumatera Utara tersebut semakin ‘mantap’ di papan bawah klasemen. Bahkan raihan satu poin ini membuat manajemen PSMS Medan uring-uringan dan menjadikan Osas Saha sebagai kambing hitam.

Bukan tanggung-tanggung, seusai pertandingan Wakil Manajer PSMS Benny Tomasoa langsung mengeluarkan kecaman bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil keputusan terhadap Saha. “Kemungkinan Saha akan dikeluarkan dari tim,” tegas Benny sembari menilai empat peluang emas yang diraihnya gagal dimanfaatkan.

Bahkan di pertengahan babak kedua, Osas yang ditarik dari lapangan hijau sempat terlibat adu mulut dengan manajemen yang berada di bench. Untungnya aksi tegang leher itu berhasil diredam Manajer PSMS Hendra DS yang secara mengejutkan ikut mendampingi tim.

Sementara itu, Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan mengatakan, hasil imbang ini belum bisa mendongkrak timnya dari papan bawah dan membuat beratnya ‘PR’ bagi pelatih bang Sutris dan dirinya.

Usai pertandingan, Saha mengatakan dirinya sudah bermain maksimal, tapi tidak selamanya bermain gemilang. “Jadi jangan bilang saya tidak bermain maksimal, karena sering juga kita lagi off walau depan gawang,” kata mantan pemain PSDS itu.

Satu Pemain Hengkang

Pembentukan skuad PSMS masih belum sempurna, terlebih menyoal kontrak. Walaupun pengurus mengaku segala sesuatunya sudah mendekati sempurna, namun riak-riak skuad yang ingin kejelasan kontrak semakin santer terdengar.

Belakangan satu lagi pemain bernama M Rizal Kajub hengkang. Pemain yang musim lalu membela PSDS Deli Serdang ini dikabarkan beralih ke Semen Padang. Dengan kasus ini, mau tak mau pengurus harus segera mengikat kontrak pemain kalau ingin PSMS terbentuk tepat waktu.
Oleh karena itu, pengurus mengatakan akan segera mengikat seluruh pemain dan pelatih dalam waktu dekat. Menurut jadwal, skuad plus pelatih akan dikontrak pada awal September. Tidak lagi sosialisasi, tapi langsung dibayarkan 25 persen dari nilai kontraknya. Seperti peraturan kontrak yang diatur di Indonesia. Artinya, pada awal September nanti, skuad plus pelatih PSMS sudah bisa menerima dana segar.

Setidaknya hal ini dikatakan pengurus PSMS yang diwakili Freddy Hutabarat dan Benny Tomasoa. Pernyataan ini juga didukung oleh pengurus lainnnya, Julius Raja. “Secepatnya kontrak akan segera diberikan ke pemain dan direncanakan segera diberikan minggu pertama September mendatang,” ujar Julius Raja di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Menurutnya, kepergian M Rizal bukanlah sebuah hal yang ditakutkan, sehingga PSMS segera memberikan penjelasan kontrak.
“Pengumuman penjelasan kontrak ini bukan karena M Rizal hengkang, tetapi lebih kepada komitmen keseriusan PSMS. Dan, sebenarnya semuanya sudah jelas, kan sudah tertuang di klausul kontrak awal dahulu. Dalam waktu dekat tinggal eksekusinya saja,” beber Julius.
Pengurus boleh saja tidak pusing dengan satu pemain yang hengkang, tapi berbeda dengan yang dirasakan pelatih PSMS Suimin Diharja. Suimin bilang, M Rizal memang telah tidak hadir selama dua kali TC di Stadion Kebun Bunga.

“Dari 27 yang mengikuti TC, satu pemain sudah tidak hadir dua kali pertemuan, kita tidak tahu alasan ketidakhadirannya, tetapi itu menunjukkan bentuk inkonsistensi yang kita tidak inginkan ada di PSMS. Kita tidak mau itu terjadi di PSMS, jadi orang seperti itu tidak akan kita pakai di tim ini,” tukasnya.

Pengurus PSMS yang terkesan lambat dalam mengantisipasi potensi hengkangnya sejumlah pemain memang belum dapat berbuat apa-apa, ketiadaan dana membuat pemain seakan terbengkalai.