Menatap laga menghadapi Persiraja hari ini kubu Ayam Kinantan disibukkaan dengan sikap tidak professional yang diperlihatkan legiun asingnya Osas Saha.
Dikabarkan karena masalah keterangan izin tinggal sementara (Kitas) yang belum dibayar, pemain asal Nigeria itu ngambek dan menolak untuk diturunkan sore ini. Kustiono yang sempat geram pun nyaris memulangkan Saha ke Medan.
Begitupun, seperti yang disampaikan Kustiono Saha masih bergabung saat uji coba lapangan kemarin pagi. “Memang Saha sudah bisa merobah sikapnya dengan catatan ada pembicaraan mengenai Kitas sebelum pertandingan dimulai. Dirinya pun mencurigai adanya tekanan kepada Saha sehubungan dengan agen Saha yang merupakan putra daerah asal Aceh.
Sebagai antisipasi, Kustiono pun menyiapkan pemain pengganti. Anehnya, pemain itu adalah Afandi Lubis yang juga saudara kandung kapten PSMS M Affan Lubis yang selama ini di drop sebagai gelandang.
Rencana itu sendiri disambut baik Afandi. “Saatnya saya akan memperlihatkan siapa diri saya sebenarnya, dengan mempersembahkan gol buat PSMS,” kata Afandi Lubis.
Kepada Sumut Pos, Saha bahkan mengaku siap dilaporkan ke Komdis PSSI sehubungan dengan aksi boikot tersebut. “Saya punya semua bukti kalau Benny Tomasoa belum membayar uang Kitas saya. Dia bohong kepada Manager Hendra DS yang menyerahkan uang itu kepada Benny,” ucap Saha melalui telepon.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, February 23, 2010
Dapat Dukungan dari Mantan Pemain
Mantan pemain nasional dan PSMS Medan Ismail Ruslan bersama pengurus KONI Medan Drs Azam Nasution MAP, Senin (22/2) sore meminta para pemain PSMS bersikap sebagai seorang pemain professional. Tidak cengeng bila ingin meraih kemenangan atas tim tuan rumah Persiraja Banda Aceh di stadion Harapan Bangsa, Selasa (23/2) sore ini.
“Pertandingan nanti bukan turnamen, tetapi kompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia yang harus tetap konsisten dan siap membawa kemenangan,” kata pemain bertahan yang merumput di tahun 70-an ini.
Ismail Ruslan yang dikenal dengan permainan kerasnya berharap pertandingan nanti Jecky Pasarella dkk tidak terpengaruh oleh permainan lawan maupun ulah suporternya.
“Bermainlah dengan lepas tanpa beban serta tidak ikut langgam permainan lawan dan tetap harus sabar dalam arti kalau pertahanan lawan lagi rapat kita harus pancing mereka keluar dari daerahnya dengan bermain di daerah sendiri. Kalau sudah begini, pasti mereka keluar untuk menyerang dan disaat itulah kita langsung melakukan serangan,” kata Ismail Ruslan.
Disamping itu lanjut Ismail, pemain bawah dan tengah PSMS harus bisa membuat pihak lawan lebih dahulu frustasi sehingga permainan lawan tidak berkembang. Sementara Azam Nasution meminta kepada pelatih Kustiono jangan sungkan-sungkan ataupun ragu untuk menurunkan pemain-pemain muda
“Pertandingan nanti bukan turnamen, tetapi kompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia yang harus tetap konsisten dan siap membawa kemenangan,” kata pemain bertahan yang merumput di tahun 70-an ini.
Ismail Ruslan yang dikenal dengan permainan kerasnya berharap pertandingan nanti Jecky Pasarella dkk tidak terpengaruh oleh permainan lawan maupun ulah suporternya.
“Bermainlah dengan lepas tanpa beban serta tidak ikut langgam permainan lawan dan tetap harus sabar dalam arti kalau pertahanan lawan lagi rapat kita harus pancing mereka keluar dari daerahnya dengan bermain di daerah sendiri. Kalau sudah begini, pasti mereka keluar untuk menyerang dan disaat itulah kita langsung melakukan serangan,” kata Ismail Ruslan.
Disamping itu lanjut Ismail, pemain bawah dan tengah PSMS harus bisa membuat pihak lawan lebih dahulu frustasi sehingga permainan lawan tidak berkembang. Sementara Azam Nasution meminta kepada pelatih Kustiono jangan sungkan-sungkan ataupun ragu untuk menurunkan pemain-pemain muda
18 Pemain Saja
Akumulasi kartu membuat PSMS kehilangan dua pemain pilar, Hary Syahputra dan Faisal Azmi pada laga lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 menghadapi Persiraja Banda Aceh, Selasa (23/2) nanti. Ke-18 pemain pun coba dimaksimalkan untuk mencapai target yang dibuat.
Beda saat menghadapi PSDS, Pelatih PSMS Kustiono justru optimistis. Bahkan, tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih AC Milan saat ini Jose Mourinho. “Gak ada istilah curi poin, harus poin penuh,” ucap Kustiono yang didampingi Asistennya Suyono saat ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2).
Keyakinan pelatih berusia 48 tahun ini sehubungan dengan keberadaannya yang sempat menangani tim asal Negeri Rencong lainnya, PSAP Sigli. Ditambah lagi performa yang terus membaik di dua laga terakhir PSMS. Bagi Kustiono, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS Deli Serdang. Dengan demikian dirinya sudah punya gambaran strategi yang akan digunakan, Selasa (23/2) nanti.
Meskipun begitu dirinya tak sesumbar. Buktinya persiapan tetap digelar setiba di Hotel Sultan tempat skuad Ayam Kinantan menginap. “Sore nanti harus latihan sekalipun hanya untuk peregangan saja. Besok (hari ini, Red) kita akan uji lapangan jadi tidak ada bicara teknis. Tapi saya akan gelar konsolidasi dengan seluruh pemain dalam menentukan strategi untuk menghadapi Tarmizi dkk,” jelasnya.
Absennya Hary Syahputra dan Faisal Azmi pun dipastikan bukan merupakan satu masalah bagi tim. Malah dijadikan ajang kompetisi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing pemain. Apalagi Kustiono masih punya banyak pilihan yakni Maulana diplot mengisi posisi Hary begitu juga Tri Yudha Handoko yang dicalonkan di posisi Faisal. “Tinggal bagaimana pemain dapat mengadopsi hasil latihan dan coba memahami kebutuhan tim di lapangan,” tambah Kustiono seraya berharap pemain percaya diri.
Kustiono juga akan melakukan pembicaraan dengan striker asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang belakangan ini jadi sorotan akibat penampilan buruk yang diperlihatkan di tiga laga terakhir. Kondisi saat ini tampaknya memaksa Kustiono untuk mempertahankan mantan striker PSDS ini. “Saya akan bicara empat mata. Bagaimanapun PSMS hanya memiliki satu striker yaitu Saha. Secara psikologis juga keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi pemain lawan sekaligus menjadi motivasi bagi tim secara keseluruhan,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Keinginan kuat untuk meraih poin penuh di kandang Persiraja Banda Aceh pun disuarakan Kapten PSMS, M Affan Lubis. Namun, dirinya juga tidak melupakan peranan wasit dalam pertandingan. “Bila saya lihat dari performa kawan-kawan, saya yakin kita bisa menang. Tinggal bagaimana wasit yang nanti memimpin lah. Karena faktor nonteknis perannya justru lebih besar dalam menentukan hasil pertandingan dibanding faktor teknis,” ketus Affan yang pagi itu diantar sang istri.
Skuad PSMS didampingi Sekretaris Umum PSMS Idris SE, Sekretaris Tim Fityan Hamdy. Tampak Manajer PSMS Hendra DS melepas keberangkatan tim di Bandar Udara Polonia Medan.
Manajer Beri Peringatan Keras
Manajer tim PSMS Medan Drs Hendra DS memberi warning kepada para pemain dengan sanksi berat apabila tidak bisa memperlihatkan permainan baiknya.
“Jangankan pemain, pelatih bersama para asistennya apabila tidak bisa membawa PSMS lebih baik lagi, manajemen akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang,,” kata Hendra di bandara Polonia Medan, Minggu (21/2) siang.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi. “Seandainya kita sudah main baik tetapi akhirnya kalah juga itu bisa kita maklumi, karena dalam olahraga ada menang dan ada yang kalah atau seri,” sebutnya.
Kepada pelatih Kustiono dia minta supaya benar-benar menurunkan pemain yang dalam kondisi prima dan membuat strategi yang tepat. “Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya, biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi,” tegasnya.
Sementara itu, setelah lama diam, akhirnya Saha angkat suara. Ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2) Saha mengaku sedang resah. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan dirinya belum mengurus perpanjangan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas). “Bagaimana saya mau buat gol dalam kondisi tidak tenang. Mereka (pengurus, Red) belum membayar uang Kitas saya sejak bertanding dari Semen Padang dulu,” ketus Saha.
Artinya sudah dua bulan Saha menunggak untuk mengurus Kitasnya. Dirinya mengkhawatirkan pihak imigrasi. Karena itu, Saha pun mengancam tidak akan turun menghadapi Persiraja nanti. “Kalau itu Kitas belum dibayar, saya tidak akan main. Tolong bilang itu sama Benny (asisten manajer, Red), mana uang Kitas saya,” kesal Saha.
Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Benny mengatakan kontrak Saha di PSMS dengan nilai Rp250 juta sudah termasuk dengan pengurusan Kitas. Manajemen juga sudah menyerahkan Rp35 juta kepada Saha untuk tambahan pengurusan Kitas. “Tidak ada masalah untuk Kitas. Ini kambing hitam dia saja,” ucap Benny, Minggu (21/2)
“Jangankan pemain, pelatih bersama para asistennya apabila tidak bisa membawa PSMS lebih baik lagi, manajemen akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang,,” kata Hendra di bandara Polonia Medan, Minggu (21/2) siang.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi. “Seandainya kita sudah main baik tetapi akhirnya kalah juga itu bisa kita maklumi, karena dalam olahraga ada menang dan ada yang kalah atau seri,” sebutnya.
Kepada pelatih Kustiono dia minta supaya benar-benar menurunkan pemain yang dalam kondisi prima dan membuat strategi yang tepat. “Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya, biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi,” tegasnya.
Sementara itu, setelah lama diam, akhirnya Saha angkat suara. Ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2) Saha mengaku sedang resah. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan dirinya belum mengurus perpanjangan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas). “Bagaimana saya mau buat gol dalam kondisi tidak tenang. Mereka (pengurus, Red) belum membayar uang Kitas saya sejak bertanding dari Semen Padang dulu,” ketus Saha.
Artinya sudah dua bulan Saha menunggak untuk mengurus Kitasnya. Dirinya mengkhawatirkan pihak imigrasi. Karena itu, Saha pun mengancam tidak akan turun menghadapi Persiraja nanti. “Kalau itu Kitas belum dibayar, saya tidak akan main. Tolong bilang itu sama Benny (asisten manajer, Red), mana uang Kitas saya,” kesal Saha.
Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Benny mengatakan kontrak Saha di PSMS dengan nilai Rp250 juta sudah termasuk dengan pengurusan Kitas. Manajemen juga sudah menyerahkan Rp35 juta kepada Saha untuk tambahan pengurusan Kitas. “Tidak ada masalah untuk Kitas. Ini kambing hitam dia saja,” ucap Benny, Minggu (21/2)
Monday, February 22, 2010
Hendra beri ‘warning’
Manajer tim PSMS Medan Drs Hendra DS memberi warning kepada M Affan Lubis cs dengan sanksi berat, apabila gagal memperlihatkan permainan terbaiknya saat menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Selasa (23/2) besok.
"Jangankan pemain, bila pelatih bersama para asistennya tidak bisa membawa PSMS ke tingkat lebih baik tidak tertutup kemungkinan kami akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang yang tidak sanggup mencetak gol dari begitu banyak peluang yang dimiliki," kata Hendra saat melepas keberangkatan tim di Bandara Polonia Medan, Minggu.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari jurang degradasi. Karenanya, pertemuan kedua tim bersaudara nanti wajib dimenangi Osas Saha dan kawan-kawan.
“Seandainya kita sudah main maksimal tetapi kalah juga, itu bisa dimaklumi. Tapi yang tidak bisa diterima kalau pemain bermain buruk terus menerus, padahal fasilitas dan kebutuhan sudah diupayakan sebaik-baiknya,” sebut Hendra lagi.
Kepada pelatih Kustiono, Hendra pun me minta agar benar-benar menurunkan pemain dalam kondisi prima dan membuat strategi jitu sesuai yang telah dipraktekkan dalam sesi latihan.
"Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya. Biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi. Untuk apa mempertahankan pemain yang tidak berguna lagi," timpal Humas H Syahputra MS.
Namun target kemenangan yang dicanangkan PSMS bisa jadi terancam setelah Faisal Azmi dan Heri Syahputra dipastikan absen akibat hukuman akumulasi kartu. Kendati begitu, Kustiono justru optimis bahkan tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih Inter Milan Jose Mourinho dengan menargetkan poin penuh.
Baginya, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS. Absennya Hery dan Faisal pun dipastikan tidak menjadi masalah bagi skuad Ayam Kinantan. Kustiono juga mengaku sudah menyiapkan taktik menyerang dengan mengandalkan Nyeck Nyobe, Dodi Rahwana, M Affan Lubis, Osas Saha, Jecky Passarela dan Ogochukwu Daniel.
Kustiono pun menegaskan akan berbicara dengan Saha yang belakangan ini kurang memperlihatkan performa tajam sebagai bomber PSMS. "Saya akan bicara empat mata. Secara psikologis, keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi lawan sekaligus motivasi bagi tim secara keseluruhan," tutur mantan pelatih PSAP Sigli itu
"Jangankan pemain, bila pelatih bersama para asistennya tidak bisa membawa PSMS ke tingkat lebih baik tidak tertutup kemungkinan kami akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang yang tidak sanggup mencetak gol dari begitu banyak peluang yang dimiliki," kata Hendra saat melepas keberangkatan tim di Bandara Polonia Medan, Minggu.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari jurang degradasi. Karenanya, pertemuan kedua tim bersaudara nanti wajib dimenangi Osas Saha dan kawan-kawan.
“Seandainya kita sudah main maksimal tetapi kalah juga, itu bisa dimaklumi. Tapi yang tidak bisa diterima kalau pemain bermain buruk terus menerus, padahal fasilitas dan kebutuhan sudah diupayakan sebaik-baiknya,” sebut Hendra lagi.
Kepada pelatih Kustiono, Hendra pun me minta agar benar-benar menurunkan pemain dalam kondisi prima dan membuat strategi jitu sesuai yang telah dipraktekkan dalam sesi latihan.
"Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya. Biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi. Untuk apa mempertahankan pemain yang tidak berguna lagi," timpal Humas H Syahputra MS.
Namun target kemenangan yang dicanangkan PSMS bisa jadi terancam setelah Faisal Azmi dan Heri Syahputra dipastikan absen akibat hukuman akumulasi kartu. Kendati begitu, Kustiono justru optimis bahkan tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih Inter Milan Jose Mourinho dengan menargetkan poin penuh.
Baginya, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS. Absennya Hery dan Faisal pun dipastikan tidak menjadi masalah bagi skuad Ayam Kinantan. Kustiono juga mengaku sudah menyiapkan taktik menyerang dengan mengandalkan Nyeck Nyobe, Dodi Rahwana, M Affan Lubis, Osas Saha, Jecky Passarela dan Ogochukwu Daniel.
Kustiono pun menegaskan akan berbicara dengan Saha yang belakangan ini kurang memperlihatkan performa tajam sebagai bomber PSMS. "Saya akan bicara empat mata. Secara psikologis, keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi lawan sekaligus motivasi bagi tim secara keseluruhan," tutur mantan pelatih PSAP Sigli itu
Saha Siaga
-Keberadaan Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous sebagai striker PSMS sampai saat ini tampaknya aman. Demikian disampaikan Asisten Manager Benny Tomasoa yang dihubungi Sumut Pos, Sabtu (20/2). “Saha bisa tetap di PSMS, bisa juga tidak. Jadi belum ada satu keputusan resmi dari manajemen PSMS,” isi pesan Benny.
Menurut Benny baik manajemen maupun pengurus butuh pertimbangan yang matang untuk membuat keputusan terkait Saha. Khususnya dengan anjloknya prestasi PSMS yang kini terancam degradasi dari Divisi Utama dan masukan dari Pelatih PSMS Kustiono.
Evaluasi yang dilakukan kepada Saha terpaksa dilakukan mengingat buruknya penampilan striker asal Nigeria ini pada tiga laga terakhir. Puncaknya saat PSMS menantang PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) lalu. Pertandingan derby Sumatera Utara itu sendiri berakhir seri 0-0.
Memang sepanjang pertandingan, Saha menunjukkan performa yang buruk. Tak satu pun dari lima peluang dapat dimanfaatkan untuk mencetak gol. Padahal, Saha memiliki dua peluang emas yaitu di menit ke-44 dan 67’ dimana Saha tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PSDS Oki Rengga. Kustiono yang kecewa pun menarik Saha dan digantikan dengan Kamil di menit ke-70.
Kustiono yang dihubungi di tempat terpisah juga mengaku terkejut dengan buruknya penampilan Saha. “Padahal sebelum tanding saya sudah berbicara dengan Saha dan memotivasi dia. Permintaan dia untuk umpan-umpan matang juga sudah dipenuhi Affan Lubis. Jujur saya juga heran,” kata Kustiono.
Namun sebagai mantan pemain sepak bola Kustiono berusaha untuk maklum karena ada hari tertentu bagi seorang pemain buruk. Kustiono pun memberi kesempatan kepada Saha untuk memperbaiki penampilannya saat bertandang ke kandang Persiraja Banda Aceh. Bukan tidak mungkin pertandingan ini akan menjadi akhir Saha di PSMS.
“Saya bukan bilang Saha tidak profesional. Dia pemain bagus dan punya kesempatan yang panjang. Tapi, kesalahan itu tidak bisa diulangi. Kita akan lihat di Banda Aceh nanti, semoga Saha bisa menyumbangkan gol,” bela Kustiono.
Saha sendiri usai pertandingan, Jumat (19/2) terlihat gusar dengan penampilannya. “Pemain Eropa pun sering berada di posisi saya. Ini hari bukan untuk saya. This is my unlucky day,” ungkapnya.
Menurut Benny baik manajemen maupun pengurus butuh pertimbangan yang matang untuk membuat keputusan terkait Saha. Khususnya dengan anjloknya prestasi PSMS yang kini terancam degradasi dari Divisi Utama dan masukan dari Pelatih PSMS Kustiono.
Evaluasi yang dilakukan kepada Saha terpaksa dilakukan mengingat buruknya penampilan striker asal Nigeria ini pada tiga laga terakhir. Puncaknya saat PSMS menantang PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) lalu. Pertandingan derby Sumatera Utara itu sendiri berakhir seri 0-0.
Memang sepanjang pertandingan, Saha menunjukkan performa yang buruk. Tak satu pun dari lima peluang dapat dimanfaatkan untuk mencetak gol. Padahal, Saha memiliki dua peluang emas yaitu di menit ke-44 dan 67’ dimana Saha tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PSDS Oki Rengga. Kustiono yang kecewa pun menarik Saha dan digantikan dengan Kamil di menit ke-70.
Kustiono yang dihubungi di tempat terpisah juga mengaku terkejut dengan buruknya penampilan Saha. “Padahal sebelum tanding saya sudah berbicara dengan Saha dan memotivasi dia. Permintaan dia untuk umpan-umpan matang juga sudah dipenuhi Affan Lubis. Jujur saya juga heran,” kata Kustiono.
Namun sebagai mantan pemain sepak bola Kustiono berusaha untuk maklum karena ada hari tertentu bagi seorang pemain buruk. Kustiono pun memberi kesempatan kepada Saha untuk memperbaiki penampilannya saat bertandang ke kandang Persiraja Banda Aceh. Bukan tidak mungkin pertandingan ini akan menjadi akhir Saha di PSMS.
“Saya bukan bilang Saha tidak profesional. Dia pemain bagus dan punya kesempatan yang panjang. Tapi, kesalahan itu tidak bisa diulangi. Kita akan lihat di Banda Aceh nanti, semoga Saha bisa menyumbangkan gol,” bela Kustiono.
Saha sendiri usai pertandingan, Jumat (19/2) terlihat gusar dengan penampilannya. “Pemain Eropa pun sering berada di posisi saya. Ini hari bukan untuk saya. This is my unlucky day,” ungkapnya.
PSMS Laminating Berita Sumut Pos
SIKAP Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo terkait sepak bola mendapat respon dari masyarakat. Ya, seperti diberitakan Sumut Pos, Sabtu (20/2), Alex Bambang Riatmodjo menangkap wasit Dedy Wahyudi asal Denpasar usai memimpin pertandingan PSIS menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (19/2). Sikap ini dianggap bisa jadi awal kebangkitan sepak bola tanah air.
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris I PSMS Agus Suryono didampingi Sekretaris tim Fityan Hamdy. “Ini merupakan nafas baru bagi tim-tim yang selama ini teraniaya dengan keputusan wasit di lapangan. Kita berharap sikap Kapolda Jateng ini dapat diikuti Kapolda lainnya di Indonesia untuk mewujudkan pertandingan yang benar-benar fair play tidak hanya diucapan juga di lapangan,” ucap Agus.
Fityan sendiri berencana menggunting dan melaminating pemberitaan tersebut untuk dibawa ke Banda Aceh dan diperlihatkan saat menggelar tehnical meeting. “Biar panitia di sana (Banda Aceh, Red) juga tahu kalau wasit juga bisa diperiksa bila terindikasi bersalah,” katanya.
Sambutan posotif dari Agus maupun Fityan ini tak lepas dari perlakuan wasit kepada PSMS dalam tiga tiga terakhir. Dimana saat menjamu Persikabo Bogor dan Persita Tangerang keputusan wasit dinilai tidak tepat dan merugikan PSMS. Bahkan keputusan wasit saat menjamu Persita Tangerang memicu kerusuhan di lapangan. Begitu juga saat PSMS menantang PSDS, Jumat (19/2) lalu yang menyebabkan bentrok di antara pemain.
Memang pemeriksaan wasit oleh pihak kepolisian tidak ada dalam draft PSSI. Namun, keputusan yang dapat menyulut kerusuhan juga dapat dijadikan dasar. “Terbukti atau tidak itu nanti setelah pemeriksaan,” tambah Fityan.
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris I PSMS Agus Suryono didampingi Sekretaris tim Fityan Hamdy. “Ini merupakan nafas baru bagi tim-tim yang selama ini teraniaya dengan keputusan wasit di lapangan. Kita berharap sikap Kapolda Jateng ini dapat diikuti Kapolda lainnya di Indonesia untuk mewujudkan pertandingan yang benar-benar fair play tidak hanya diucapan juga di lapangan,” ucap Agus.
Fityan sendiri berencana menggunting dan melaminating pemberitaan tersebut untuk dibawa ke Banda Aceh dan diperlihatkan saat menggelar tehnical meeting. “Biar panitia di sana (Banda Aceh, Red) juga tahu kalau wasit juga bisa diperiksa bila terindikasi bersalah,” katanya.
Sambutan posotif dari Agus maupun Fityan ini tak lepas dari perlakuan wasit kepada PSMS dalam tiga tiga terakhir. Dimana saat menjamu Persikabo Bogor dan Persita Tangerang keputusan wasit dinilai tidak tepat dan merugikan PSMS. Bahkan keputusan wasit saat menjamu Persita Tangerang memicu kerusuhan di lapangan. Begitu juga saat PSMS menantang PSDS, Jumat (19/2) lalu yang menyebabkan bentrok di antara pemain.
Memang pemeriksaan wasit oleh pihak kepolisian tidak ada dalam draft PSSI. Namun, keputusan yang dapat menyulut kerusuhan juga dapat dijadikan dasar. “Terbukti atau tidak itu nanti setelah pemeriksaan,” tambah Fityan.
Surat Komdis Dijadwal Ulang
SAMPAI berita ini diturunkan, pengurus PSMS belum menerima surat pemanggilan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Suart yang dimaksud terkait kerusuhan pada pertandingan PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu.
Demikian ditegaskan Sekretaris I PSMS Agus Suryono yang ditemui di Sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (20/2). Namun, dirinya mengaku mengetahui adanya surat pemanggilan tersebut. “Sebenarnya saya juga heran karena selama ini urusan surat menyurat selalu ditujukan ke kita. Kalau tidak melalui pos ya lewat mesin fax. Makanya Jumat (18/2) itu saya langsung menghubungi orang Komdis PSSI, Lauren. Memang dia tidak bilang ada surat tapi akan dijadwal ulang. Berarti memang ada,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya pengurus akan menunggu kedatangan surat yang telah dijadwal ulang tadi untuk memutuskan langkah yang akan diambil. Apakah PSMS berkemungkinan terkena denda, Agus pun enggan menjawab. “Ya itu tergantung laporan yang diterima Komdis. Kalau memang terkait pertandingan melawan Persita, kita juga punya penjelasannya kok,” tutur Agus.
Menurut Agus pada pertandingan tersebut jelas bagaimana wasit tidak memberikan tendangan penalti saat pemain belakang Persita Tangerang menarik baju striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous tepat di kotak penalti. Begitu juga pelanggaran yang dilakukan terhadap striker PSMS lainnya, Jecky Pasarela. Semua ini akan dipaparkan pada pertemuan dengan Komdis nantinya. “Kita tidak pernah takut atau menghindar apalagi membangkang pada organisasi,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait kerusuhan pertandingan PSMS dan Persita Tangerang, Komdis PSSI mengirimkan surat panggilan yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Pemanggilan ditujukan kepada Asisten Manager Benny Tomasoa dan Ketua Panitia Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 putaran kedua antara PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Benny yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit merengsek masuk ke lapangan usai pertandingan. Namun aksi mengejar wasit itu berhasil digagalkan petugas keamanan. Belakangan aksi Benny itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Medan.
Benny Tomasoa sendiri siap memenuhi panggilan yang ditujukan kepadanya. “Ini sudah saya tunggu-tunggu. Nanti akan saya paparkan bagaimana wasit telah mengerjai PSMS,” ucap Benny kepada Sumut Pos
Demikian ditegaskan Sekretaris I PSMS Agus Suryono yang ditemui di Sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (20/2). Namun, dirinya mengaku mengetahui adanya surat pemanggilan tersebut. “Sebenarnya saya juga heran karena selama ini urusan surat menyurat selalu ditujukan ke kita. Kalau tidak melalui pos ya lewat mesin fax. Makanya Jumat (18/2) itu saya langsung menghubungi orang Komdis PSSI, Lauren. Memang dia tidak bilang ada surat tapi akan dijadwal ulang. Berarti memang ada,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya pengurus akan menunggu kedatangan surat yang telah dijadwal ulang tadi untuk memutuskan langkah yang akan diambil. Apakah PSMS berkemungkinan terkena denda, Agus pun enggan menjawab. “Ya itu tergantung laporan yang diterima Komdis. Kalau memang terkait pertandingan melawan Persita, kita juga punya penjelasannya kok,” tutur Agus.
Menurut Agus pada pertandingan tersebut jelas bagaimana wasit tidak memberikan tendangan penalti saat pemain belakang Persita Tangerang menarik baju striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous tepat di kotak penalti. Begitu juga pelanggaran yang dilakukan terhadap striker PSMS lainnya, Jecky Pasarela. Semua ini akan dipaparkan pada pertemuan dengan Komdis nantinya. “Kita tidak pernah takut atau menghindar apalagi membangkang pada organisasi,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait kerusuhan pertandingan PSMS dan Persita Tangerang, Komdis PSSI mengirimkan surat panggilan yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Pemanggilan ditujukan kepada Asisten Manager Benny Tomasoa dan Ketua Panitia Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 putaran kedua antara PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Benny yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit merengsek masuk ke lapangan usai pertandingan. Namun aksi mengejar wasit itu berhasil digagalkan petugas keamanan. Belakangan aksi Benny itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Medan.
Benny Tomasoa sendiri siap memenuhi panggilan yang ditujukan kepadanya. “Ini sudah saya tunggu-tunggu. Nanti akan saya paparkan bagaimana wasit telah mengerjai PSMS,” ucap Benny kepada Sumut Pos
Saturday, February 20, 2010
Seri Lagi
PSMS belum berhasil keluar dari ancaman degradasi Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini masih menghuni peringkat ke-9 setelah hanya mampu bermain seri 0-0 dengan tuan rumah PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Jumat (19/2).
Kenyataan ini melengkapi catatan buruk PSMS pada ajang Kompetisi Divisi Utama dimana sudah tidak pernah meraih kemenangan dalam lima laga terakhir mereka. Kini tim besutan Kustiono baru mengoleksi 15 poin dari 14 laga yang sudah mereka jalani.
Namun bukan berarti M Affan Lubis dkk sudah tidak punya harapan. Hanya butuh 10 poin untuk bertahan di Divisi Utama. Sementara masih tersisa tiga pertandingan kandang yaitu menjamu Persih Tembilahan, Persipasi, dan Persires Rengat Maret ini. Dengan meraih hasil penuh di tiga laga kandang itu, PSMS bahkan masih berpeluang menyodok di posisi enam mengingat selisih hanya empat poin dengan Persih Tembilahan yang mengoleksi 19 poin.
Menurunkan formasi 3-5-2, PSMS harus menjadi bulan-bulanan sepanjang babak pertama. PSDS bahkan sempat mengancam lewat Ari Yuganda di menit ke-29 dan Arif Suhendra di menit ke-37. Tendangan Ari masih jatuh di samping gawang dan tendangan Arif masih terlalu lemah untuk diantisipasi penjaga gawang PSMS M Halim. PSMS pun mencoba memberi perlawanan lewat counter attack dan ampuh membuat empat peluang masing-masing dari Jecky (37′ dan 42′) dan Osas (41′ dan 44′). Namun, belum cukup kuat untuk merobek gawang PSDS yang dijaga Oki Rengga Winata.
Di babak kedua kembali kedua tim memiliki peluang emas. PSDS melalui Imam Faisal di menit ke-46 namun belum dapat menciptakan gol padahal tinggal berhadapan dengan M Halim. Gol di menit ke-65 pun dianulir wasit asal Padang Asrizal karena Imam terjebak offside. Begitu pula di kubu PSMS melalui Osas di menit ke-52′, 61′, dan 67′.
Buruknya penampilan Osas yang musim sebelumnya membela PSDS ini langsung mendapat kecaman dari penonton. Kustiono pun menarik Osas dan digantikan dengan Abdul Kamil Sembiring di menit ke-70. Namun, justru PSMS kehilangan daya serang dan tidak bisa mengubah keadaan. Pertandingan yang berjalan keras itu sempat terhenti akibat bentrok di antara pemain yang dipicu oleh Faisal Azmi namun berhasil ditengahi untuk melanjutkan pertandingan. Lima kartu kuning dikeluarkan Asrizal, dua untuk PSDS Susanto (37′) dan M Syahputra Harahap (81′) dan tiga untuk PSMS; Hary Syaputra (17′), Faisal Azmi (26′), dan Deny Wahyudi (61′).
“Memang ini hasil yang tidak kita inginkan. Namun, inilah bola. Kita kesepakatan untuk membawa PSMS lebih baik ke depan. Untuk saat ini kita bekerja keras bagaimana PSMS bertahan di Divisi Utama,” ucap Asisten Manajer Benny Tomasoa.
Asisten Pelatih PSDS, Nasib Iwan mengakui lemahnya pertahanan sehubungan dengan absennya Yetno dan Rudi Hartono. Meskipun begitu secara keseluruhan Iwan mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan Ansyari Lubis dkk. “Absennya Rudi Hartono yang memiliki kecepatan dan Yetno memang membuat pertahanan kita sedikit rapuh. Tapi sebagai lapis kedua, penampilan Dodi juga cukup memuaskan. Mungkin kurang beruntung saja ya,” ucap Iwan
Kenyataan ini melengkapi catatan buruk PSMS pada ajang Kompetisi Divisi Utama dimana sudah tidak pernah meraih kemenangan dalam lima laga terakhir mereka. Kini tim besutan Kustiono baru mengoleksi 15 poin dari 14 laga yang sudah mereka jalani.
Namun bukan berarti M Affan Lubis dkk sudah tidak punya harapan. Hanya butuh 10 poin untuk bertahan di Divisi Utama. Sementara masih tersisa tiga pertandingan kandang yaitu menjamu Persih Tembilahan, Persipasi, dan Persires Rengat Maret ini. Dengan meraih hasil penuh di tiga laga kandang itu, PSMS bahkan masih berpeluang menyodok di posisi enam mengingat selisih hanya empat poin dengan Persih Tembilahan yang mengoleksi 19 poin.
Menurunkan formasi 3-5-2, PSMS harus menjadi bulan-bulanan sepanjang babak pertama. PSDS bahkan sempat mengancam lewat Ari Yuganda di menit ke-29 dan Arif Suhendra di menit ke-37. Tendangan Ari masih jatuh di samping gawang dan tendangan Arif masih terlalu lemah untuk diantisipasi penjaga gawang PSMS M Halim. PSMS pun mencoba memberi perlawanan lewat counter attack dan ampuh membuat empat peluang masing-masing dari Jecky (37′ dan 42′) dan Osas (41′ dan 44′). Namun, belum cukup kuat untuk merobek gawang PSDS yang dijaga Oki Rengga Winata.
Di babak kedua kembali kedua tim memiliki peluang emas. PSDS melalui Imam Faisal di menit ke-46 namun belum dapat menciptakan gol padahal tinggal berhadapan dengan M Halim. Gol di menit ke-65 pun dianulir wasit asal Padang Asrizal karena Imam terjebak offside. Begitu pula di kubu PSMS melalui Osas di menit ke-52′, 61′, dan 67′.
Buruknya penampilan Osas yang musim sebelumnya membela PSDS ini langsung mendapat kecaman dari penonton. Kustiono pun menarik Osas dan digantikan dengan Abdul Kamil Sembiring di menit ke-70. Namun, justru PSMS kehilangan daya serang dan tidak bisa mengubah keadaan. Pertandingan yang berjalan keras itu sempat terhenti akibat bentrok di antara pemain yang dipicu oleh Faisal Azmi namun berhasil ditengahi untuk melanjutkan pertandingan. Lima kartu kuning dikeluarkan Asrizal, dua untuk PSDS Susanto (37′) dan M Syahputra Harahap (81′) dan tiga untuk PSMS; Hary Syaputra (17′), Faisal Azmi (26′), dan Deny Wahyudi (61′).
“Memang ini hasil yang tidak kita inginkan. Namun, inilah bola. Kita kesepakatan untuk membawa PSMS lebih baik ke depan. Untuk saat ini kita bekerja keras bagaimana PSMS bertahan di Divisi Utama,” ucap Asisten Manajer Benny Tomasoa.
Asisten Pelatih PSDS, Nasib Iwan mengakui lemahnya pertahanan sehubungan dengan absennya Yetno dan Rudi Hartono. Meskipun begitu secara keseluruhan Iwan mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan Ansyari Lubis dkk. “Absennya Rudi Hartono yang memiliki kecepatan dan Yetno memang membuat pertahanan kita sedikit rapuh. Tapi sebagai lapis kedua, penampilan Dodi juga cukup memuaskan. Mungkin kurang beruntung saja ya,” ucap Iwan
Saha Dievaluasi
PENAMPILAN buruk membuat striker asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous menjadi ujian pertama Idris SE sebagai Sekretaris Umum PSMS. Ya, seperti yang disampaikan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan, Jumat (19/2), penampilan buruk Saha akan mendapat evaluasi dari manajemen.
Menariknya, evaluasi terhadap Saha langsung digelar Jumat (19/2) malam dengan menghadirkan seluruh unsur manajemen dan pengurus. “Yang jelas kita akan mengevaluasi Saha. Karena sama-sama kita menyaksikan bagaimana empat peluang emas terbuang sia-sia,” ucap Benny.
Bahkan, Benny yang emosional terceplos mengatakan akan melepas striker asal Nigeria itu. Namun, dirinya membantah bila rencana itu sehubungan dengan kabar adanya keinginan tim asal Yogyakarta Pro Duta untuk membopong Saha. “Sebenarnya kita dari dulu sudah mau melepas Saha. Kita sudah punya pemain penggantinya kok. Ini saya sedang konsultasi dengan Sekretaris Umum,” tambah Benny.
Artinya bola panas berada di tangan Idris SE. Pertimbangan matang diperlukan kalau tak ingin menjadi bumerang. Pasalnya, pendaftaran pemain sudah terutup pada 12 Februari lalu dan PSMS sudah mendaftarkan 20 pemain. Bahkan, tiga pemain yang dinyatakan lulus seleksi sudah dipulangkan.
Dari ke-20 pemain tadi, bisa dibilang hanya Saha yang layak mengisi posisi striker. Itu dibuktikan pada saat menantang PSDS, Jumat (19/2). Pascakeluarnya Saha yang digantikan Abdul kamis Sembiring, PSMS kehilangan daya serang. Jecky Pasarella juga belum bisa diandalkan mengingat pergerakan yang masih terlalu liar sehingga sulit membangun pemahaman dengan pemain tengah.
Jadi tak berlebihan bila keluarnya Saha berarti tumpulnya PSMS dan akan menambah beban M Affan Lubis dkk untuk meraih poin penuh di tiga laga kandang sisa Maret nanti. Untuk bertahan di Divisi Utama, dengan koleksi 15 poin PSMS membutuhkan tambahan 10 poin. Dan masyarakat Kota Medan tidak akan terima bila PSMS terdegradasi.
Bila dilihat ke belakang, Saha yang sudah mengemas tiga gol di PSMS sangat jauh dibanding saat membela PSDS musim lalu dengan koleksi 18 gol. Gol-gol itu bahkan diciptakan saat sembilan bulan dirinya belum menerima gaji. “Kalau saya bermain bola tidak nyaman pasti kacau. Ini bukan soal uang,” ucap Saha beberapa waktu lalu. Saha pun menyatakan siap bila didepak dari PSMS. “Jujur saja, ini penampilan terburuk saya. Saya juga siap bila dikeluarkan dari PSMS, itu konsekuensi seorang pemain,” tegasnya usai laga.
Menariknya, evaluasi terhadap Saha langsung digelar Jumat (19/2) malam dengan menghadirkan seluruh unsur manajemen dan pengurus. “Yang jelas kita akan mengevaluasi Saha. Karena sama-sama kita menyaksikan bagaimana empat peluang emas terbuang sia-sia,” ucap Benny.
Bahkan, Benny yang emosional terceplos mengatakan akan melepas striker asal Nigeria itu. Namun, dirinya membantah bila rencana itu sehubungan dengan kabar adanya keinginan tim asal Yogyakarta Pro Duta untuk membopong Saha. “Sebenarnya kita dari dulu sudah mau melepas Saha. Kita sudah punya pemain penggantinya kok. Ini saya sedang konsultasi dengan Sekretaris Umum,” tambah Benny.
Artinya bola panas berada di tangan Idris SE. Pertimbangan matang diperlukan kalau tak ingin menjadi bumerang. Pasalnya, pendaftaran pemain sudah terutup pada 12 Februari lalu dan PSMS sudah mendaftarkan 20 pemain. Bahkan, tiga pemain yang dinyatakan lulus seleksi sudah dipulangkan.
Dari ke-20 pemain tadi, bisa dibilang hanya Saha yang layak mengisi posisi striker. Itu dibuktikan pada saat menantang PSDS, Jumat (19/2). Pascakeluarnya Saha yang digantikan Abdul kamis Sembiring, PSMS kehilangan daya serang. Jecky Pasarella juga belum bisa diandalkan mengingat pergerakan yang masih terlalu liar sehingga sulit membangun pemahaman dengan pemain tengah.
Jadi tak berlebihan bila keluarnya Saha berarti tumpulnya PSMS dan akan menambah beban M Affan Lubis dkk untuk meraih poin penuh di tiga laga kandang sisa Maret nanti. Untuk bertahan di Divisi Utama, dengan koleksi 15 poin PSMS membutuhkan tambahan 10 poin. Dan masyarakat Kota Medan tidak akan terima bila PSMS terdegradasi.
Bila dilihat ke belakang, Saha yang sudah mengemas tiga gol di PSMS sangat jauh dibanding saat membela PSDS musim lalu dengan koleksi 18 gol. Gol-gol itu bahkan diciptakan saat sembilan bulan dirinya belum menerima gaji. “Kalau saya bermain bola tidak nyaman pasti kacau. Ini bukan soal uang,” ucap Saha beberapa waktu lalu. Saha pun menyatakan siap bila didepak dari PSMS. “Jujur saja, ini penampilan terburuk saya. Saya juga siap bila dikeluarkan dari PSMS, itu konsekuensi seorang pemain,” tegasnya usai laga.
Ayam Kinantan lapuk
Bermain di kandangnya, PSDS ‘Traktor Kuning’ Deli Serdang hanya mampu bermain imbang kala menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat.
Hasil kacamata 0-0 ini pun membuat kedua tim ‘saudara’ asal Sumatera Utara tersebut semakin ‘mantap’ di papan bawah klasemen. Bahkan raihan satu poin ini membuat manajemen PSMS Medan uring-uringan dan menjadikan Osas Saha sebagai kambing hitam.
Bukan tanggung-tanggung, seusai pertandingan Wakil Manajer PSMS Benny Tomasoa langsung mengeluarkan kecaman bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil keputusan terhadap Saha. “Kemungkinan Saha akan dikeluarkan dari tim,” tegas Benny sembari menilai empat peluang emas yang diraihnya gagal dimanfaatkan.
Bahkan di pertengahan babak kedua, Osas yang ditarik dari lapangan hijau sempat terlibat adu mulut dengan manajemen yang berada di bench. Untungnya aksi tegang leher itu berhasil diredam Manajer PSMS Hendra DS yang secara mengejutkan ikut mendampingi tim.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan mengatakan, hasil imbang ini belum bisa mendongkrak timnya dari papan bawah dan membuat beratnya ‘PR’ bagi pelatih bang Sutris dan dirinya.
Usai pertandingan, Saha mengatakan dirinya sudah bermain maksimal, tapi tidak selamanya bermain gemilang. “Jadi jangan bilang saya tidak bermain maksimal, karena sering juga kita lagi off walau depan gawang,” kata mantan pemain PSDS itu.
Hasil kacamata 0-0 ini pun membuat kedua tim ‘saudara’ asal Sumatera Utara tersebut semakin ‘mantap’ di papan bawah klasemen. Bahkan raihan satu poin ini membuat manajemen PSMS Medan uring-uringan dan menjadikan Osas Saha sebagai kambing hitam.
Bukan tanggung-tanggung, seusai pertandingan Wakil Manajer PSMS Benny Tomasoa langsung mengeluarkan kecaman bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil keputusan terhadap Saha. “Kemungkinan Saha akan dikeluarkan dari tim,” tegas Benny sembari menilai empat peluang emas yang diraihnya gagal dimanfaatkan.
Bahkan di pertengahan babak kedua, Osas yang ditarik dari lapangan hijau sempat terlibat adu mulut dengan manajemen yang berada di bench. Untungnya aksi tegang leher itu berhasil diredam Manajer PSMS Hendra DS yang secara mengejutkan ikut mendampingi tim.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan mengatakan, hasil imbang ini belum bisa mendongkrak timnya dari papan bawah dan membuat beratnya ‘PR’ bagi pelatih bang Sutris dan dirinya.
Usai pertandingan, Saha mengatakan dirinya sudah bermain maksimal, tapi tidak selamanya bermain gemilang. “Jadi jangan bilang saya tidak bermain maksimal, karena sering juga kita lagi off walau depan gawang,” kata mantan pemain PSDS itu.
Satu Pemain Hengkang
Pembentukan skuad PSMS masih belum sempurna, terlebih menyoal kontrak. Walaupun pengurus mengaku segala sesuatunya sudah mendekati sempurna, namun riak-riak skuad yang ingin kejelasan kontrak semakin santer terdengar.
Belakangan satu lagi pemain bernama M Rizal Kajub hengkang. Pemain yang musim lalu membela PSDS Deli Serdang ini dikabarkan beralih ke Semen Padang. Dengan kasus ini, mau tak mau pengurus harus segera mengikat kontrak pemain kalau ingin PSMS terbentuk tepat waktu.
Oleh karena itu, pengurus mengatakan akan segera mengikat seluruh pemain dan pelatih dalam waktu dekat. Menurut jadwal, skuad plus pelatih akan dikontrak pada awal September. Tidak lagi sosialisasi, tapi langsung dibayarkan 25 persen dari nilai kontraknya. Seperti peraturan kontrak yang diatur di Indonesia. Artinya, pada awal September nanti, skuad plus pelatih PSMS sudah bisa menerima dana segar.
Setidaknya hal ini dikatakan pengurus PSMS yang diwakili Freddy Hutabarat dan Benny Tomasoa. Pernyataan ini juga didukung oleh pengurus lainnnya, Julius Raja. “Secepatnya kontrak akan segera diberikan ke pemain dan direncanakan segera diberikan minggu pertama September mendatang,” ujar Julius Raja di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Menurutnya, kepergian M Rizal bukanlah sebuah hal yang ditakutkan, sehingga PSMS segera memberikan penjelasan kontrak.
“Pengumuman penjelasan kontrak ini bukan karena M Rizal hengkang, tetapi lebih kepada komitmen keseriusan PSMS. Dan, sebenarnya semuanya sudah jelas, kan sudah tertuang di klausul kontrak awal dahulu. Dalam waktu dekat tinggal eksekusinya saja,” beber Julius.
Pengurus boleh saja tidak pusing dengan satu pemain yang hengkang, tapi berbeda dengan yang dirasakan pelatih PSMS Suimin Diharja. Suimin bilang, M Rizal memang telah tidak hadir selama dua kali TC di Stadion Kebun Bunga.
“Dari 27 yang mengikuti TC, satu pemain sudah tidak hadir dua kali pertemuan, kita tidak tahu alasan ketidakhadirannya, tetapi itu menunjukkan bentuk inkonsistensi yang kita tidak inginkan ada di PSMS. Kita tidak mau itu terjadi di PSMS, jadi orang seperti itu tidak akan kita pakai di tim ini,” tukasnya.
Pengurus PSMS yang terkesan lambat dalam mengantisipasi potensi hengkangnya sejumlah pemain memang belum dapat berbuat apa-apa, ketiadaan dana membuat pemain seakan terbengkalai.
Belakangan satu lagi pemain bernama M Rizal Kajub hengkang. Pemain yang musim lalu membela PSDS Deli Serdang ini dikabarkan beralih ke Semen Padang. Dengan kasus ini, mau tak mau pengurus harus segera mengikat kontrak pemain kalau ingin PSMS terbentuk tepat waktu.
Oleh karena itu, pengurus mengatakan akan segera mengikat seluruh pemain dan pelatih dalam waktu dekat. Menurut jadwal, skuad plus pelatih akan dikontrak pada awal September. Tidak lagi sosialisasi, tapi langsung dibayarkan 25 persen dari nilai kontraknya. Seperti peraturan kontrak yang diatur di Indonesia. Artinya, pada awal September nanti, skuad plus pelatih PSMS sudah bisa menerima dana segar.
Setidaknya hal ini dikatakan pengurus PSMS yang diwakili Freddy Hutabarat dan Benny Tomasoa. Pernyataan ini juga didukung oleh pengurus lainnnya, Julius Raja. “Secepatnya kontrak akan segera diberikan ke pemain dan direncanakan segera diberikan minggu pertama September mendatang,” ujar Julius Raja di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Menurutnya, kepergian M Rizal bukanlah sebuah hal yang ditakutkan, sehingga PSMS segera memberikan penjelasan kontrak.
“Pengumuman penjelasan kontrak ini bukan karena M Rizal hengkang, tetapi lebih kepada komitmen keseriusan PSMS. Dan, sebenarnya semuanya sudah jelas, kan sudah tertuang di klausul kontrak awal dahulu. Dalam waktu dekat tinggal eksekusinya saja,” beber Julius.
Pengurus boleh saja tidak pusing dengan satu pemain yang hengkang, tapi berbeda dengan yang dirasakan pelatih PSMS Suimin Diharja. Suimin bilang, M Rizal memang telah tidak hadir selama dua kali TC di Stadion Kebun Bunga.
“Dari 27 yang mengikuti TC, satu pemain sudah tidak hadir dua kali pertemuan, kita tidak tahu alasan ketidakhadirannya, tetapi itu menunjukkan bentuk inkonsistensi yang kita tidak inginkan ada di PSMS. Kita tidak mau itu terjadi di PSMS, jadi orang seperti itu tidak akan kita pakai di tim ini,” tukasnya.
Pengurus PSMS yang terkesan lambat dalam mengantisipasi potensi hengkangnya sejumlah pemain memang belum dapat berbuat apa-apa, ketiadaan dana membuat pemain seakan terbengkalai.
Friday, February 19, 2010
Harga Mutlak
ekretaris Umum PSMS Hardi Mulyono telah mundur. Namun, bukan berarti Ayam Kinantan harus terus berkabung. Affan Lubis dkk wajib bangun dan mendulang prestasi.
Ya, hari ini, Jumat (19/2) PSMS akan melakoni pertandingan derby Sumatera Utara (Sumut) menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Poin penuh pun menjadi harga mutlak untuk bisa bertahan di Divisi Utama PSSI untuk musim mendatang.
Kemenangan 1-0 atas PSDS di akhir putaran pertama lalu kiranya bisa menjadi motivasi para pemain untuk mengulanginya sore ini. Apalagi tiga mantan pemain PSDS, Ikpefua Osas Saha Marvellous, Tri Yudha Handoko, dan Deny Wahyudi kini membela tim berjuluk Ayam Kinantan. Optimisme untuk meraih poin penuh juga ditunjukkan pelatih PSMS Kustiono. “Ya karena kondisi saat ini tidak ada cerita kita memang harus menang,” tegas Kustiono yang ditemui di Mes PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2).
Keyakinan Kustiono pun didukung dengan persiapan pemain apalagi pada pertandingan Minggu (14/2) menghadapi Persita Tangerang, sudah mulai menunjukkan skema permainan. Selain itu pelatih berusia 48 tahun ini mengaku sudah memiliki gambaran permainan PSDS. “Mereka (PSDS, Red) merupakan tim yang solid dan tidak mudah menyerah. Bisa dibilang militan ya,” bebernya.
Untuk itu Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan target poin penuh tadi. Osas Saha masih dipercaya bersama Jacky Pasarella di lini depan. Kecepatan yang dimiliki Jacky akan menjadi ujung tombak untuk mengobrak-abrik pertahanan PSDS yang terkenal kokoh. Hal ini sekaligus memberi kesempatan bagi Osas mencari posisi untuk penyelesaian yang maksimal.
Ogochukwu Daniel dan Affan Lubis pun didrop di lini tengah untuk mendukung suplai bola ke Osas sekaligus mengawal dua pemain PSDS yaitu Ansyari Lubis dan Fajar Handika yang bisa menjadi ancaman bagi PSMS. “Fajar Handika punya tendangan keras yang khas. Dia harus ditempel terus sehingga dia pecah konsentrasi. Ansyari sendiri merupakan motor dari tim ini. Dia tidak bisa dilepas,” beber Kustiono yang berencana menerapkan formasi 4-4-2 untuk melakukan full pressing ke kubu PSDS.
Memang secara head to head, PSMS mendominasi kemenangan (lihat grafis). Keduanya mencatat hasil seri saat bertemu di Divisi Utama 2007 silam. Namun, PSDS juga pernah mencatat kemenangan saat bertemu pada 2005. Paling tidak ini menjadi gambaran bila keinginan PSMS untuk meraih poin penuh itu bakal tidak mudah. Faktor yang menjadi catatan bagi Ayam Kinantan adalah fanatisme dari masyarakat Deli Serdang yang akan memenuhi podium penonton akan menjadi pemain ke-12 bagi tim berjuluk Traktor Kuning ini.
Secara tim, pelatih PSDS Sutrisno pun sudah menyiapkan amunisinya. Heri Suwandana dan Imam Faisal akan mengawal lini depan sekaligus menjadi ujung tombak. Mengawal permainan full pressing, Kusanto, Rifki Firdaus, dan Novriandi masih dipercaya sebagai benteng dari serangan PSMS. Pengawalan ketat pun siap diberikan untuk gelandang asing PSMS Oguchukwu Daniel. “Gelandang asing PSMS pemain bagus yang harus dikawal. Kita juga sudah tahu tipikal permainan Osas maupun Yudha, jadi itu tidak akan menjadi ganguan,” ucap Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan yang dihubungi melalui telepon, Kamis
Ya, hari ini, Jumat (19/2) PSMS akan melakoni pertandingan derby Sumatera Utara (Sumut) menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Poin penuh pun menjadi harga mutlak untuk bisa bertahan di Divisi Utama PSSI untuk musim mendatang.
Kemenangan 1-0 atas PSDS di akhir putaran pertama lalu kiranya bisa menjadi motivasi para pemain untuk mengulanginya sore ini. Apalagi tiga mantan pemain PSDS, Ikpefua Osas Saha Marvellous, Tri Yudha Handoko, dan Deny Wahyudi kini membela tim berjuluk Ayam Kinantan. Optimisme untuk meraih poin penuh juga ditunjukkan pelatih PSMS Kustiono. “Ya karena kondisi saat ini tidak ada cerita kita memang harus menang,” tegas Kustiono yang ditemui di Mes PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2).
Keyakinan Kustiono pun didukung dengan persiapan pemain apalagi pada pertandingan Minggu (14/2) menghadapi Persita Tangerang, sudah mulai menunjukkan skema permainan. Selain itu pelatih berusia 48 tahun ini mengaku sudah memiliki gambaran permainan PSDS. “Mereka (PSDS, Red) merupakan tim yang solid dan tidak mudah menyerah. Bisa dibilang militan ya,” bebernya.
Untuk itu Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan target poin penuh tadi. Osas Saha masih dipercaya bersama Jacky Pasarella di lini depan. Kecepatan yang dimiliki Jacky akan menjadi ujung tombak untuk mengobrak-abrik pertahanan PSDS yang terkenal kokoh. Hal ini sekaligus memberi kesempatan bagi Osas mencari posisi untuk penyelesaian yang maksimal.
Ogochukwu Daniel dan Affan Lubis pun didrop di lini tengah untuk mendukung suplai bola ke Osas sekaligus mengawal dua pemain PSDS yaitu Ansyari Lubis dan Fajar Handika yang bisa menjadi ancaman bagi PSMS. “Fajar Handika punya tendangan keras yang khas. Dia harus ditempel terus sehingga dia pecah konsentrasi. Ansyari sendiri merupakan motor dari tim ini. Dia tidak bisa dilepas,” beber Kustiono yang berencana menerapkan formasi 4-4-2 untuk melakukan full pressing ke kubu PSDS.
Memang secara head to head, PSMS mendominasi kemenangan (lihat grafis). Keduanya mencatat hasil seri saat bertemu di Divisi Utama 2007 silam. Namun, PSDS juga pernah mencatat kemenangan saat bertemu pada 2005. Paling tidak ini menjadi gambaran bila keinginan PSMS untuk meraih poin penuh itu bakal tidak mudah. Faktor yang menjadi catatan bagi Ayam Kinantan adalah fanatisme dari masyarakat Deli Serdang yang akan memenuhi podium penonton akan menjadi pemain ke-12 bagi tim berjuluk Traktor Kuning ini.
Secara tim, pelatih PSDS Sutrisno pun sudah menyiapkan amunisinya. Heri Suwandana dan Imam Faisal akan mengawal lini depan sekaligus menjadi ujung tombak. Mengawal permainan full pressing, Kusanto, Rifki Firdaus, dan Novriandi masih dipercaya sebagai benteng dari serangan PSMS. Pengawalan ketat pun siap diberikan untuk gelandang asing PSMS Oguchukwu Daniel. “Gelandang asing PSMS pemain bagus yang harus dikawal. Kita juga sudah tahu tipikal permainan Osas maupun Yudha, jadi itu tidak akan menjadi ganguan,” ucap Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan yang dihubungi melalui telepon, Kamis
Idris Gantikan Hardi
Tak butuh waktu lalam bagi PSMS untuk menemukan Sekretaris Umum yang baru. Kini, bangku kosong yang ditinggalkan Hardi Mulyono pun sudah diisi oleh Idris SE.
Penunjukkan Idris SE sebagai sekum PSMS menggantikan Hardi Muliono diharapkan dapat menghadirkan semangat baru bagi tim berjuluk Ayam Kinantan yang tengah berada di ambang pintu degradasi Divisi Utama PSSI.
Ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2) Idris SE mengatakan bahwa kebersamaan di antara pengurus merupakan prioritas dari program yang akan dilaksanakannya. Sebagai langkah awal, Idris dan pengurus lainnya berencana Kamis (18/2) malam menggelar kumpul bareng dengan seluruh pemain dan tim pelatih. “Selain membangun hubungan emosional kepada para pengurus, pelatih dan pemain yang merupakan program pertama, saya bersama rekan-rekan lainnya akan menyiapkan regenerasi pemain. Sebab tanpa regenerasi, mustahil sebuah klub sepak bola sebesar PSMS mampu membangkitkan rasa fanatisme ke daerahannya,” kata Idris yang juga pembina Sumut FC ini.
Sementara Ketua Umum, Drs Dzulmi Eldin yang dihubungi via telepon mengatakan, dengan masuknya Idris SE di posisi sekum, diharapkan akan melahirkan inovasi yang dapat membangkitkan semangat pemain. “Saya mendukung sepenuhnya Pak Idris SE sebagai sekum yang baru di PSMS, sebab selain banyak teman, ia juga orang bola,” ungkap Dzulmi Eldin
Didukung 500 Smeck
LAGA derby Sumut, PSDS menjamu PSMS, di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) ini akan menjadi tontonan yang menarik. Meskipun begitu, pertandingan ini juga dipastikan berlangsung aman.
Demikian Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck Hooligan), Nata Simangunsong menyampaikan kepada Sumut Pos, Kamis (18/2) melalui telepon. Sebagai pendukung PSMS, Smeck Hooligan akan menurunkan 500 anggotanya. “Kita akan menjadi pemain ke-12 PSMS pada pertandingan besok (hari ini, Red),” tegas Nata.
Mengingat hubungan yang baik antara pendukung kedua tim, Nata pun membantah ketakutan akan terjadi benturan di antara kedua massa pendukung. Bahkan melalui pertandingan sore ini, pria yang akrab disapa Si Bos ingin mewujudkan ambisi yang lebih besar.
“Ini akan menjadi acuan pertandingan sepak bola nasional. Sekalipun pertandingan di lapangan akan berlangsung ketat dan keras, tapi tidak akan terjadi kerusuhan di luar lapangan seperti yang banyak terjadi,” ucapnya
Daniel cs harus kerja keras
Pelatih PSMS Medan Kustiono mengakui, timnya harus bekerja keras untuk meredam permainan tuan rumah PSDS Deli Serdang dalam upaya merebut kemenangan dalam laga derbi pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Baharuddin Siregar Lubukpakam, Jumat besok.
"Kami tidak ingin larut dengan kekalahan sebelumnya dan harus bangkit. PSDS memang tim bagus dan punya materi pemain berkualitas, tapi kami bertekad mengalahkannya. Apalagi, kami main tidak jauh dari kota Medan," ucap Kustiono, Kamis.
Mantan pelatih PSAP Sigli itu menyebutkan gelandang serang Ansyari Lubis adalah roh permainan PSDS dan harus diawasi pergerakannya. Selain itu, pemain-pemain depannya juga memiliki penetrasi yang berbahaya.
"Tidak ada strategi khusus, karena kami akan bermain terbuka dan menyerang. Yang penting, anak-anak tidak boleh memberi kesempatan lawan leluasa bergerak di daerah pertahanan sendiri," kata Kustiono lagi.
Sementara itu, Asisten Pelatih Drs Benny Tomasoa berharap hasil laga tersebut bisa membawa hasil baik bagi tim asuhannya, sehingga posisi PSMS bisa beranjak dari urutan bawah klasemen sementara. Melawan PSDS, Benny pun optimis PSMS bisa kembali memetik kemenangan seperti pada putaran pertama lalu saat unggul 1-0.
"Kami tidak ingin larut dengan kekalahan sebelumnya dan harus bangkit. PSDS memang tim bagus dan punya materi pemain berkualitas, tapi kami bertekad mengalahkannya. Apalagi, kami main tidak jauh dari kota Medan," ucap Kustiono, Kamis.
Mantan pelatih PSAP Sigli itu menyebutkan gelandang serang Ansyari Lubis adalah roh permainan PSDS dan harus diawasi pergerakannya. Selain itu, pemain-pemain depannya juga memiliki penetrasi yang berbahaya.
"Tidak ada strategi khusus, karena kami akan bermain terbuka dan menyerang. Yang penting, anak-anak tidak boleh memberi kesempatan lawan leluasa bergerak di daerah pertahanan sendiri," kata Kustiono lagi.
Sementara itu, Asisten Pelatih Drs Benny Tomasoa berharap hasil laga tersebut bisa membawa hasil baik bagi tim asuhannya, sehingga posisi PSMS bisa beranjak dari urutan bawah klasemen sementara. Melawan PSDS, Benny pun optimis PSMS bisa kembali memetik kemenangan seperti pada putaran pertama lalu saat unggul 1-0.
Thursday, February 18, 2010
Aroma Badai

Badai pasti berlalu. Sebuah kalimat bijak penuh motivasi. Ya, kalimat yang dikutip dari judul novel karya Marga T dan difilmkan untuk pertama kali oleh Teguh Karya ini tampaknya bertolak belakang dengan keadaan PSMS. Bukannya badai berlalu, aroma badai malah semakin tercium di kubu Ayam Kinantan.
Bagaimana tidak, ancaman demi ancaman ke PSMS seakan tiada habisnya. Pascakekalahan 0-1 atas Persikabo dan hasil seri 1-1 atas Persita Tangerang, pintu Indonesia Super League (ISL) di musim mendatang tertutup. Kini, M Affan Lubis dkk bahkan terancam terdepak dari Divisi Utama bila tidak bisa memanfaatkan tujuh laga sisa untuk meraih total 25 poin.
Tak sampai disitu, aroma badai semakin menyengat seiring datangnya dua lembar surat dari PSSI yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Satu surat ditujukan kepada Asisten Manajer Benny Tomasoa. Surat dengan nomor surat No 523/UDN/238/II-10 Ini ditujukan untuk Benny agar menghadiri sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Kamis (18/2) pukul 16.00 WIB. Dan, surat lainnya ditujukan kepada Ketua Panitia Pelaksana Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 PSMS versus Persita Tangerang, Minggu (14/2) lalu. Jelas kedua surat tersebut sehubungan dengan kerusuhan yang terjadi usai pertandingan yang berakhir seri itu. PSMS pun terancam sanksi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ketika itu Benny Tomasoa yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit asal Bandung Isna Triana merengsek masuk ke lapangan mengejar Isna. Selain insiden tersebut, seorang pemain Persita Tangerang menjadi korban lemparan sampai mengeluarkan darah dari hidungnya.
Benny sendiri yang dihubungi melalui telepon, Rabu (17/2) mengaku belum menerima surat tersebut. Meskipun begitu dirinya siap memenuhi panggilan yang dimaksud. “Sampai saat ini saya belum ada dengar surat pemanggilan dari PSSI ke saya. Begitu juga tujuan pemanggilan terkait dengan apa saya belum lihat. Tapi kalau berhubungan dengan pertandingan kemarin, saya siap,” ucapnya.
Kesempatan ini lanjutnya akan dimanfaatkan untuk membuka bobroknya kepemimpinan wasit Isna Triana saat itu. “Justru kesempatan ini sudah saya nantikan-nantikan. Saya akan beberkan bagaimana wasit bisa tidak menjatuhkan hukuman penalti saat dua kali pemain kita ditarik bajunya tepat di kotak penalti. Juga bagaimana penonton yang menyoraki wasit dengan kata-kata yang tidak pantas karena mereka melihat kejadian itu,” ketus Benny.
Di tempat terpisah, Sekretaris PSMS Agus Suryono yang dihubungi juga mengaku tidak tahu menahu mengenai surat panggilan tersebut. “Selama ini surat ditujukan ke pengurus langsung kok. Saya juga sudah periksa tidak ada fax yang masuk dari PSSI. Kalaupun ada seperti itu berarti hanya Benny yang dipanggil untuk dimintai penjelasan oleh PSSI, pengurus tidak ada urusan di situ,” jelasnya.
Mengenai sanksi yang akan diberikan PSSI kepada PSMS, Agus tidak bisa memastikannya. “Ya itu Komdis. Kita tunggu saja lah hasilnya,” tambah Agus.
Anehnya, ketika Benny dan Agus belum mengetahui keberadaan surat pemanggilan dari PSSI sehubungan dengan kerusuhan Minggu (14/2), ada info menarik dari seorang pengurus yang tak ingin disebut namanya. Menurutnya, Wakil Ketua Pelaksana Pertandingan Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 PSMS versus Persita Tangerang, Julius Raja, dikabarkan sudah berada di Jakarta untuk menghadiri sidang yang akan digelar di Sekretariat PP PSSI, Kamis (18/2) pukul 16.00 WIB tersebut. Sayang, saat dihubungi handpone Julius Raja bernada sibuk.
Nah, pemanggilan terhadap PSMS ini menjadi sebuah tanda yang mengerikan. Ya, adalah sebuah kerugian besar jika saja PSMS mendapat hukuman laga tanpa pendukung karena tidak sportif hingga mengakibatkan pemain Persita terluka. Pasalnya, kehadiran penonton di Stadion Teladan tidak bisa dianggap sepele. Semangat yang mereka transfer ke pemain bisa menjadi modal besar bagi sebuah kemenangan. Lalu, bagaimana jika laga PSMS di Teladan tanpa penonton? Dengan ribuan penonton yang memadati stadion saja, PSMS masih sulit meraih nilai maksimal. Bagaimana dengan target 25 poin yang telah dicanangkan? Kalau begini keadaannya, aroma badai di PSMS akan semakin nyata saja.
Baju Bau, Osas Pilih Nomor Punggung 17
ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Baju Bau, Osas Pilih Nomor Punggung 17
ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
PSMS pertajam metode serangan balik
PSMS Medan akan mempertajam metode serangan balik dalam melakoni laga keempatnya di putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 menghadapi laga derbi Sumut dengan PSDS Deli Serdang di Stadion Burhanuddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat besok.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi PSDS, metode serangan balik akan dipertajam. Ini mengingat jika PSMS kalah dalam laga tersebut, maka diperkirakan posisi skuad Kustiono itu akan makin terbenam ke jurang degradasi.
Usai memimpin latihan tim di Stadion Teladan, Rabu, Kustiono mengatakan sebagai tim tamu serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tuan rumah. “Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack,” ujarnya.
Pada simulasi pertandingan tersebut, pemain bertahan mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Ini tentu tak terlepas dari pengalaman pertandingan sebelumnya kala bobolnya gawang M Halim terjadi karena kesalahan bek PSMS sendiri. Tidak cuma itu, Kustiono juga menilai duet Osas Saha dengan Jecky Pasarella yang diharapkan sebagai mesin gol kurang maksimal.
“Saya sudah ngomong ke Jecky agar dia bisa disiplin bermain dan menjadi partner Saha plus menghilangkan keegoisannya karena kita bermain sebagai tim,” sebut mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Sementara itu, tidak maksimalnya hasil PSMS di tiga laga perdana paruh kedua menurut Kustiono tidak terlalu berpengaruh pada kejiwaan pemain. Menurutnya, kondisi psikologis M Affan Lubis cs baik-baik saja.
“Kita terus beri suntikan motivasi ke pemain untuk bisa tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mereka juga tetap melakoni latihan dengan semangat. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya
Sebagai langkah antisipatif menghadapi PSDS, metode serangan balik akan dipertajam. Ini mengingat jika PSMS kalah dalam laga tersebut, maka diperkirakan posisi skuad Kustiono itu akan makin terbenam ke jurang degradasi.
Usai memimpin latihan tim di Stadion Teladan, Rabu, Kustiono mengatakan sebagai tim tamu serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tuan rumah. “Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack,” ujarnya.
Pada simulasi pertandingan tersebut, pemain bertahan mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Ini tentu tak terlepas dari pengalaman pertandingan sebelumnya kala bobolnya gawang M Halim terjadi karena kesalahan bek PSMS sendiri. Tidak cuma itu, Kustiono juga menilai duet Osas Saha dengan Jecky Pasarella yang diharapkan sebagai mesin gol kurang maksimal.
“Saya sudah ngomong ke Jecky agar dia bisa disiplin bermain dan menjadi partner Saha plus menghilangkan keegoisannya karena kita bermain sebagai tim,” sebut mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Sementara itu, tidak maksimalnya hasil PSMS di tiga laga perdana paruh kedua menurut Kustiono tidak terlalu berpengaruh pada kejiwaan pemain. Menurutnya, kondisi psikologis M Affan Lubis cs baik-baik saja.
“Kita terus beri suntikan motivasi ke pemain untuk bisa tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mereka juga tetap melakoni latihan dengan semangat. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya
Subscribe to:
Posts (Atom)