SAMPAI berita ini diturunkan, pengurus PSMS belum menerima surat pemanggilan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Suart yang dimaksud terkait kerusuhan pada pertandingan PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu.
Demikian ditegaskan Sekretaris I PSMS Agus Suryono yang ditemui di Sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (20/2). Namun, dirinya mengaku mengetahui adanya surat pemanggilan tersebut. “Sebenarnya saya juga heran karena selama ini urusan surat menyurat selalu ditujukan ke kita. Kalau tidak melalui pos ya lewat mesin fax. Makanya Jumat (18/2) itu saya langsung menghubungi orang Komdis PSSI, Lauren. Memang dia tidak bilang ada surat tapi akan dijadwal ulang. Berarti memang ada,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya pengurus akan menunggu kedatangan surat yang telah dijadwal ulang tadi untuk memutuskan langkah yang akan diambil. Apakah PSMS berkemungkinan terkena denda, Agus pun enggan menjawab. “Ya itu tergantung laporan yang diterima Komdis. Kalau memang terkait pertandingan melawan Persita, kita juga punya penjelasannya kok,” tutur Agus.
Menurut Agus pada pertandingan tersebut jelas bagaimana wasit tidak memberikan tendangan penalti saat pemain belakang Persita Tangerang menarik baju striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous tepat di kotak penalti. Begitu juga pelanggaran yang dilakukan terhadap striker PSMS lainnya, Jecky Pasarela. Semua ini akan dipaparkan pada pertemuan dengan Komdis nantinya. “Kita tidak pernah takut atau menghindar apalagi membangkang pada organisasi,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait kerusuhan pertandingan PSMS dan Persita Tangerang, Komdis PSSI mengirimkan surat panggilan yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Pemanggilan ditujukan kepada Asisten Manager Benny Tomasoa dan Ketua Panitia Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 putaran kedua antara PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Benny yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit merengsek masuk ke lapangan usai pertandingan. Namun aksi mengejar wasit itu berhasil digagalkan petugas keamanan. Belakangan aksi Benny itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Medan.
Benny Tomasoa sendiri siap memenuhi panggilan yang ditujukan kepadanya. “Ini sudah saya tunggu-tunggu. Nanti akan saya paparkan bagaimana wasit telah mengerjai PSMS,” ucap Benny kepada Sumut Pos
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, February 22, 2010
Saturday, February 20, 2010
Seri Lagi
PSMS belum berhasil keluar dari ancaman degradasi Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini masih menghuni peringkat ke-9 setelah hanya mampu bermain seri 0-0 dengan tuan rumah PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Jumat (19/2).
Kenyataan ini melengkapi catatan buruk PSMS pada ajang Kompetisi Divisi Utama dimana sudah tidak pernah meraih kemenangan dalam lima laga terakhir mereka. Kini tim besutan Kustiono baru mengoleksi 15 poin dari 14 laga yang sudah mereka jalani.
Namun bukan berarti M Affan Lubis dkk sudah tidak punya harapan. Hanya butuh 10 poin untuk bertahan di Divisi Utama. Sementara masih tersisa tiga pertandingan kandang yaitu menjamu Persih Tembilahan, Persipasi, dan Persires Rengat Maret ini. Dengan meraih hasil penuh di tiga laga kandang itu, PSMS bahkan masih berpeluang menyodok di posisi enam mengingat selisih hanya empat poin dengan Persih Tembilahan yang mengoleksi 19 poin.
Menurunkan formasi 3-5-2, PSMS harus menjadi bulan-bulanan sepanjang babak pertama. PSDS bahkan sempat mengancam lewat Ari Yuganda di menit ke-29 dan Arif Suhendra di menit ke-37. Tendangan Ari masih jatuh di samping gawang dan tendangan Arif masih terlalu lemah untuk diantisipasi penjaga gawang PSMS M Halim. PSMS pun mencoba memberi perlawanan lewat counter attack dan ampuh membuat empat peluang masing-masing dari Jecky (37′ dan 42′) dan Osas (41′ dan 44′). Namun, belum cukup kuat untuk merobek gawang PSDS yang dijaga Oki Rengga Winata.
Di babak kedua kembali kedua tim memiliki peluang emas. PSDS melalui Imam Faisal di menit ke-46 namun belum dapat menciptakan gol padahal tinggal berhadapan dengan M Halim. Gol di menit ke-65 pun dianulir wasit asal Padang Asrizal karena Imam terjebak offside. Begitu pula di kubu PSMS melalui Osas di menit ke-52′, 61′, dan 67′.
Buruknya penampilan Osas yang musim sebelumnya membela PSDS ini langsung mendapat kecaman dari penonton. Kustiono pun menarik Osas dan digantikan dengan Abdul Kamil Sembiring di menit ke-70. Namun, justru PSMS kehilangan daya serang dan tidak bisa mengubah keadaan. Pertandingan yang berjalan keras itu sempat terhenti akibat bentrok di antara pemain yang dipicu oleh Faisal Azmi namun berhasil ditengahi untuk melanjutkan pertandingan. Lima kartu kuning dikeluarkan Asrizal, dua untuk PSDS Susanto (37′) dan M Syahputra Harahap (81′) dan tiga untuk PSMS; Hary Syaputra (17′), Faisal Azmi (26′), dan Deny Wahyudi (61′).
“Memang ini hasil yang tidak kita inginkan. Namun, inilah bola. Kita kesepakatan untuk membawa PSMS lebih baik ke depan. Untuk saat ini kita bekerja keras bagaimana PSMS bertahan di Divisi Utama,” ucap Asisten Manajer Benny Tomasoa.
Asisten Pelatih PSDS, Nasib Iwan mengakui lemahnya pertahanan sehubungan dengan absennya Yetno dan Rudi Hartono. Meskipun begitu secara keseluruhan Iwan mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan Ansyari Lubis dkk. “Absennya Rudi Hartono yang memiliki kecepatan dan Yetno memang membuat pertahanan kita sedikit rapuh. Tapi sebagai lapis kedua, penampilan Dodi juga cukup memuaskan. Mungkin kurang beruntung saja ya,” ucap Iwan
Kenyataan ini melengkapi catatan buruk PSMS pada ajang Kompetisi Divisi Utama dimana sudah tidak pernah meraih kemenangan dalam lima laga terakhir mereka. Kini tim besutan Kustiono baru mengoleksi 15 poin dari 14 laga yang sudah mereka jalani.
Namun bukan berarti M Affan Lubis dkk sudah tidak punya harapan. Hanya butuh 10 poin untuk bertahan di Divisi Utama. Sementara masih tersisa tiga pertandingan kandang yaitu menjamu Persih Tembilahan, Persipasi, dan Persires Rengat Maret ini. Dengan meraih hasil penuh di tiga laga kandang itu, PSMS bahkan masih berpeluang menyodok di posisi enam mengingat selisih hanya empat poin dengan Persih Tembilahan yang mengoleksi 19 poin.
Menurunkan formasi 3-5-2, PSMS harus menjadi bulan-bulanan sepanjang babak pertama. PSDS bahkan sempat mengancam lewat Ari Yuganda di menit ke-29 dan Arif Suhendra di menit ke-37. Tendangan Ari masih jatuh di samping gawang dan tendangan Arif masih terlalu lemah untuk diantisipasi penjaga gawang PSMS M Halim. PSMS pun mencoba memberi perlawanan lewat counter attack dan ampuh membuat empat peluang masing-masing dari Jecky (37′ dan 42′) dan Osas (41′ dan 44′). Namun, belum cukup kuat untuk merobek gawang PSDS yang dijaga Oki Rengga Winata.
Di babak kedua kembali kedua tim memiliki peluang emas. PSDS melalui Imam Faisal di menit ke-46 namun belum dapat menciptakan gol padahal tinggal berhadapan dengan M Halim. Gol di menit ke-65 pun dianulir wasit asal Padang Asrizal karena Imam terjebak offside. Begitu pula di kubu PSMS melalui Osas di menit ke-52′, 61′, dan 67′.
Buruknya penampilan Osas yang musim sebelumnya membela PSDS ini langsung mendapat kecaman dari penonton. Kustiono pun menarik Osas dan digantikan dengan Abdul Kamil Sembiring di menit ke-70. Namun, justru PSMS kehilangan daya serang dan tidak bisa mengubah keadaan. Pertandingan yang berjalan keras itu sempat terhenti akibat bentrok di antara pemain yang dipicu oleh Faisal Azmi namun berhasil ditengahi untuk melanjutkan pertandingan. Lima kartu kuning dikeluarkan Asrizal, dua untuk PSDS Susanto (37′) dan M Syahputra Harahap (81′) dan tiga untuk PSMS; Hary Syaputra (17′), Faisal Azmi (26′), dan Deny Wahyudi (61′).
“Memang ini hasil yang tidak kita inginkan. Namun, inilah bola. Kita kesepakatan untuk membawa PSMS lebih baik ke depan. Untuk saat ini kita bekerja keras bagaimana PSMS bertahan di Divisi Utama,” ucap Asisten Manajer Benny Tomasoa.
Asisten Pelatih PSDS, Nasib Iwan mengakui lemahnya pertahanan sehubungan dengan absennya Yetno dan Rudi Hartono. Meskipun begitu secara keseluruhan Iwan mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan Ansyari Lubis dkk. “Absennya Rudi Hartono yang memiliki kecepatan dan Yetno memang membuat pertahanan kita sedikit rapuh. Tapi sebagai lapis kedua, penampilan Dodi juga cukup memuaskan. Mungkin kurang beruntung saja ya,” ucap Iwan
Saha Dievaluasi
PENAMPILAN buruk membuat striker asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous menjadi ujian pertama Idris SE sebagai Sekretaris Umum PSMS. Ya, seperti yang disampaikan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan, Jumat (19/2), penampilan buruk Saha akan mendapat evaluasi dari manajemen.
Menariknya, evaluasi terhadap Saha langsung digelar Jumat (19/2) malam dengan menghadirkan seluruh unsur manajemen dan pengurus. “Yang jelas kita akan mengevaluasi Saha. Karena sama-sama kita menyaksikan bagaimana empat peluang emas terbuang sia-sia,” ucap Benny.
Bahkan, Benny yang emosional terceplos mengatakan akan melepas striker asal Nigeria itu. Namun, dirinya membantah bila rencana itu sehubungan dengan kabar adanya keinginan tim asal Yogyakarta Pro Duta untuk membopong Saha. “Sebenarnya kita dari dulu sudah mau melepas Saha. Kita sudah punya pemain penggantinya kok. Ini saya sedang konsultasi dengan Sekretaris Umum,” tambah Benny.
Artinya bola panas berada di tangan Idris SE. Pertimbangan matang diperlukan kalau tak ingin menjadi bumerang. Pasalnya, pendaftaran pemain sudah terutup pada 12 Februari lalu dan PSMS sudah mendaftarkan 20 pemain. Bahkan, tiga pemain yang dinyatakan lulus seleksi sudah dipulangkan.
Dari ke-20 pemain tadi, bisa dibilang hanya Saha yang layak mengisi posisi striker. Itu dibuktikan pada saat menantang PSDS, Jumat (19/2). Pascakeluarnya Saha yang digantikan Abdul kamis Sembiring, PSMS kehilangan daya serang. Jecky Pasarella juga belum bisa diandalkan mengingat pergerakan yang masih terlalu liar sehingga sulit membangun pemahaman dengan pemain tengah.
Jadi tak berlebihan bila keluarnya Saha berarti tumpulnya PSMS dan akan menambah beban M Affan Lubis dkk untuk meraih poin penuh di tiga laga kandang sisa Maret nanti. Untuk bertahan di Divisi Utama, dengan koleksi 15 poin PSMS membutuhkan tambahan 10 poin. Dan masyarakat Kota Medan tidak akan terima bila PSMS terdegradasi.
Bila dilihat ke belakang, Saha yang sudah mengemas tiga gol di PSMS sangat jauh dibanding saat membela PSDS musim lalu dengan koleksi 18 gol. Gol-gol itu bahkan diciptakan saat sembilan bulan dirinya belum menerima gaji. “Kalau saya bermain bola tidak nyaman pasti kacau. Ini bukan soal uang,” ucap Saha beberapa waktu lalu. Saha pun menyatakan siap bila didepak dari PSMS. “Jujur saja, ini penampilan terburuk saya. Saya juga siap bila dikeluarkan dari PSMS, itu konsekuensi seorang pemain,” tegasnya usai laga.
Menariknya, evaluasi terhadap Saha langsung digelar Jumat (19/2) malam dengan menghadirkan seluruh unsur manajemen dan pengurus. “Yang jelas kita akan mengevaluasi Saha. Karena sama-sama kita menyaksikan bagaimana empat peluang emas terbuang sia-sia,” ucap Benny.
Bahkan, Benny yang emosional terceplos mengatakan akan melepas striker asal Nigeria itu. Namun, dirinya membantah bila rencana itu sehubungan dengan kabar adanya keinginan tim asal Yogyakarta Pro Duta untuk membopong Saha. “Sebenarnya kita dari dulu sudah mau melepas Saha. Kita sudah punya pemain penggantinya kok. Ini saya sedang konsultasi dengan Sekretaris Umum,” tambah Benny.
Artinya bola panas berada di tangan Idris SE. Pertimbangan matang diperlukan kalau tak ingin menjadi bumerang. Pasalnya, pendaftaran pemain sudah terutup pada 12 Februari lalu dan PSMS sudah mendaftarkan 20 pemain. Bahkan, tiga pemain yang dinyatakan lulus seleksi sudah dipulangkan.
Dari ke-20 pemain tadi, bisa dibilang hanya Saha yang layak mengisi posisi striker. Itu dibuktikan pada saat menantang PSDS, Jumat (19/2). Pascakeluarnya Saha yang digantikan Abdul kamis Sembiring, PSMS kehilangan daya serang. Jecky Pasarella juga belum bisa diandalkan mengingat pergerakan yang masih terlalu liar sehingga sulit membangun pemahaman dengan pemain tengah.
Jadi tak berlebihan bila keluarnya Saha berarti tumpulnya PSMS dan akan menambah beban M Affan Lubis dkk untuk meraih poin penuh di tiga laga kandang sisa Maret nanti. Untuk bertahan di Divisi Utama, dengan koleksi 15 poin PSMS membutuhkan tambahan 10 poin. Dan masyarakat Kota Medan tidak akan terima bila PSMS terdegradasi.
Bila dilihat ke belakang, Saha yang sudah mengemas tiga gol di PSMS sangat jauh dibanding saat membela PSDS musim lalu dengan koleksi 18 gol. Gol-gol itu bahkan diciptakan saat sembilan bulan dirinya belum menerima gaji. “Kalau saya bermain bola tidak nyaman pasti kacau. Ini bukan soal uang,” ucap Saha beberapa waktu lalu. Saha pun menyatakan siap bila didepak dari PSMS. “Jujur saja, ini penampilan terburuk saya. Saya juga siap bila dikeluarkan dari PSMS, itu konsekuensi seorang pemain,” tegasnya usai laga.
Ayam Kinantan lapuk
Bermain di kandangnya, PSDS ‘Traktor Kuning’ Deli Serdang hanya mampu bermain imbang kala menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat.
Hasil kacamata 0-0 ini pun membuat kedua tim ‘saudara’ asal Sumatera Utara tersebut semakin ‘mantap’ di papan bawah klasemen. Bahkan raihan satu poin ini membuat manajemen PSMS Medan uring-uringan dan menjadikan Osas Saha sebagai kambing hitam.
Bukan tanggung-tanggung, seusai pertandingan Wakil Manajer PSMS Benny Tomasoa langsung mengeluarkan kecaman bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil keputusan terhadap Saha. “Kemungkinan Saha akan dikeluarkan dari tim,” tegas Benny sembari menilai empat peluang emas yang diraihnya gagal dimanfaatkan.
Bahkan di pertengahan babak kedua, Osas yang ditarik dari lapangan hijau sempat terlibat adu mulut dengan manajemen yang berada di bench. Untungnya aksi tegang leher itu berhasil diredam Manajer PSMS Hendra DS yang secara mengejutkan ikut mendampingi tim.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan mengatakan, hasil imbang ini belum bisa mendongkrak timnya dari papan bawah dan membuat beratnya ‘PR’ bagi pelatih bang Sutris dan dirinya.
Usai pertandingan, Saha mengatakan dirinya sudah bermain maksimal, tapi tidak selamanya bermain gemilang. “Jadi jangan bilang saya tidak bermain maksimal, karena sering juga kita lagi off walau depan gawang,” kata mantan pemain PSDS itu.
Hasil kacamata 0-0 ini pun membuat kedua tim ‘saudara’ asal Sumatera Utara tersebut semakin ‘mantap’ di papan bawah klasemen. Bahkan raihan satu poin ini membuat manajemen PSMS Medan uring-uringan dan menjadikan Osas Saha sebagai kambing hitam.
Bukan tanggung-tanggung, seusai pertandingan Wakil Manajer PSMS Benny Tomasoa langsung mengeluarkan kecaman bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil keputusan terhadap Saha. “Kemungkinan Saha akan dikeluarkan dari tim,” tegas Benny sembari menilai empat peluang emas yang diraihnya gagal dimanfaatkan.
Bahkan di pertengahan babak kedua, Osas yang ditarik dari lapangan hijau sempat terlibat adu mulut dengan manajemen yang berada di bench. Untungnya aksi tegang leher itu berhasil diredam Manajer PSMS Hendra DS yang secara mengejutkan ikut mendampingi tim.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan mengatakan, hasil imbang ini belum bisa mendongkrak timnya dari papan bawah dan membuat beratnya ‘PR’ bagi pelatih bang Sutris dan dirinya.
Usai pertandingan, Saha mengatakan dirinya sudah bermain maksimal, tapi tidak selamanya bermain gemilang. “Jadi jangan bilang saya tidak bermain maksimal, karena sering juga kita lagi off walau depan gawang,” kata mantan pemain PSDS itu.
Satu Pemain Hengkang
Pembentukan skuad PSMS masih belum sempurna, terlebih menyoal kontrak. Walaupun pengurus mengaku segala sesuatunya sudah mendekati sempurna, namun riak-riak skuad yang ingin kejelasan kontrak semakin santer terdengar.
Belakangan satu lagi pemain bernama M Rizal Kajub hengkang. Pemain yang musim lalu membela PSDS Deli Serdang ini dikabarkan beralih ke Semen Padang. Dengan kasus ini, mau tak mau pengurus harus segera mengikat kontrak pemain kalau ingin PSMS terbentuk tepat waktu.
Oleh karena itu, pengurus mengatakan akan segera mengikat seluruh pemain dan pelatih dalam waktu dekat. Menurut jadwal, skuad plus pelatih akan dikontrak pada awal September. Tidak lagi sosialisasi, tapi langsung dibayarkan 25 persen dari nilai kontraknya. Seperti peraturan kontrak yang diatur di Indonesia. Artinya, pada awal September nanti, skuad plus pelatih PSMS sudah bisa menerima dana segar.
Setidaknya hal ini dikatakan pengurus PSMS yang diwakili Freddy Hutabarat dan Benny Tomasoa. Pernyataan ini juga didukung oleh pengurus lainnnya, Julius Raja. “Secepatnya kontrak akan segera diberikan ke pemain dan direncanakan segera diberikan minggu pertama September mendatang,” ujar Julius Raja di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Menurutnya, kepergian M Rizal bukanlah sebuah hal yang ditakutkan, sehingga PSMS segera memberikan penjelasan kontrak.
“Pengumuman penjelasan kontrak ini bukan karena M Rizal hengkang, tetapi lebih kepada komitmen keseriusan PSMS. Dan, sebenarnya semuanya sudah jelas, kan sudah tertuang di klausul kontrak awal dahulu. Dalam waktu dekat tinggal eksekusinya saja,” beber Julius.
Pengurus boleh saja tidak pusing dengan satu pemain yang hengkang, tapi berbeda dengan yang dirasakan pelatih PSMS Suimin Diharja. Suimin bilang, M Rizal memang telah tidak hadir selama dua kali TC di Stadion Kebun Bunga.
“Dari 27 yang mengikuti TC, satu pemain sudah tidak hadir dua kali pertemuan, kita tidak tahu alasan ketidakhadirannya, tetapi itu menunjukkan bentuk inkonsistensi yang kita tidak inginkan ada di PSMS. Kita tidak mau itu terjadi di PSMS, jadi orang seperti itu tidak akan kita pakai di tim ini,” tukasnya.
Pengurus PSMS yang terkesan lambat dalam mengantisipasi potensi hengkangnya sejumlah pemain memang belum dapat berbuat apa-apa, ketiadaan dana membuat pemain seakan terbengkalai.
Belakangan satu lagi pemain bernama M Rizal Kajub hengkang. Pemain yang musim lalu membela PSDS Deli Serdang ini dikabarkan beralih ke Semen Padang. Dengan kasus ini, mau tak mau pengurus harus segera mengikat kontrak pemain kalau ingin PSMS terbentuk tepat waktu.
Oleh karena itu, pengurus mengatakan akan segera mengikat seluruh pemain dan pelatih dalam waktu dekat. Menurut jadwal, skuad plus pelatih akan dikontrak pada awal September. Tidak lagi sosialisasi, tapi langsung dibayarkan 25 persen dari nilai kontraknya. Seperti peraturan kontrak yang diatur di Indonesia. Artinya, pada awal September nanti, skuad plus pelatih PSMS sudah bisa menerima dana segar.
Setidaknya hal ini dikatakan pengurus PSMS yang diwakili Freddy Hutabarat dan Benny Tomasoa. Pernyataan ini juga didukung oleh pengurus lainnnya, Julius Raja. “Secepatnya kontrak akan segera diberikan ke pemain dan direncanakan segera diberikan minggu pertama September mendatang,” ujar Julius Raja di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Menurutnya, kepergian M Rizal bukanlah sebuah hal yang ditakutkan, sehingga PSMS segera memberikan penjelasan kontrak.
“Pengumuman penjelasan kontrak ini bukan karena M Rizal hengkang, tetapi lebih kepada komitmen keseriusan PSMS. Dan, sebenarnya semuanya sudah jelas, kan sudah tertuang di klausul kontrak awal dahulu. Dalam waktu dekat tinggal eksekusinya saja,” beber Julius.
Pengurus boleh saja tidak pusing dengan satu pemain yang hengkang, tapi berbeda dengan yang dirasakan pelatih PSMS Suimin Diharja. Suimin bilang, M Rizal memang telah tidak hadir selama dua kali TC di Stadion Kebun Bunga.
“Dari 27 yang mengikuti TC, satu pemain sudah tidak hadir dua kali pertemuan, kita tidak tahu alasan ketidakhadirannya, tetapi itu menunjukkan bentuk inkonsistensi yang kita tidak inginkan ada di PSMS. Kita tidak mau itu terjadi di PSMS, jadi orang seperti itu tidak akan kita pakai di tim ini,” tukasnya.
Pengurus PSMS yang terkesan lambat dalam mengantisipasi potensi hengkangnya sejumlah pemain memang belum dapat berbuat apa-apa, ketiadaan dana membuat pemain seakan terbengkalai.
Friday, February 19, 2010
Harga Mutlak
ekretaris Umum PSMS Hardi Mulyono telah mundur. Namun, bukan berarti Ayam Kinantan harus terus berkabung. Affan Lubis dkk wajib bangun dan mendulang prestasi.
Ya, hari ini, Jumat (19/2) PSMS akan melakoni pertandingan derby Sumatera Utara (Sumut) menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Poin penuh pun menjadi harga mutlak untuk bisa bertahan di Divisi Utama PSSI untuk musim mendatang.
Kemenangan 1-0 atas PSDS di akhir putaran pertama lalu kiranya bisa menjadi motivasi para pemain untuk mengulanginya sore ini. Apalagi tiga mantan pemain PSDS, Ikpefua Osas Saha Marvellous, Tri Yudha Handoko, dan Deny Wahyudi kini membela tim berjuluk Ayam Kinantan. Optimisme untuk meraih poin penuh juga ditunjukkan pelatih PSMS Kustiono. “Ya karena kondisi saat ini tidak ada cerita kita memang harus menang,” tegas Kustiono yang ditemui di Mes PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2).
Keyakinan Kustiono pun didukung dengan persiapan pemain apalagi pada pertandingan Minggu (14/2) menghadapi Persita Tangerang, sudah mulai menunjukkan skema permainan. Selain itu pelatih berusia 48 tahun ini mengaku sudah memiliki gambaran permainan PSDS. “Mereka (PSDS, Red) merupakan tim yang solid dan tidak mudah menyerah. Bisa dibilang militan ya,” bebernya.
Untuk itu Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan target poin penuh tadi. Osas Saha masih dipercaya bersama Jacky Pasarella di lini depan. Kecepatan yang dimiliki Jacky akan menjadi ujung tombak untuk mengobrak-abrik pertahanan PSDS yang terkenal kokoh. Hal ini sekaligus memberi kesempatan bagi Osas mencari posisi untuk penyelesaian yang maksimal.
Ogochukwu Daniel dan Affan Lubis pun didrop di lini tengah untuk mendukung suplai bola ke Osas sekaligus mengawal dua pemain PSDS yaitu Ansyari Lubis dan Fajar Handika yang bisa menjadi ancaman bagi PSMS. “Fajar Handika punya tendangan keras yang khas. Dia harus ditempel terus sehingga dia pecah konsentrasi. Ansyari sendiri merupakan motor dari tim ini. Dia tidak bisa dilepas,” beber Kustiono yang berencana menerapkan formasi 4-4-2 untuk melakukan full pressing ke kubu PSDS.
Memang secara head to head, PSMS mendominasi kemenangan (lihat grafis). Keduanya mencatat hasil seri saat bertemu di Divisi Utama 2007 silam. Namun, PSDS juga pernah mencatat kemenangan saat bertemu pada 2005. Paling tidak ini menjadi gambaran bila keinginan PSMS untuk meraih poin penuh itu bakal tidak mudah. Faktor yang menjadi catatan bagi Ayam Kinantan adalah fanatisme dari masyarakat Deli Serdang yang akan memenuhi podium penonton akan menjadi pemain ke-12 bagi tim berjuluk Traktor Kuning ini.
Secara tim, pelatih PSDS Sutrisno pun sudah menyiapkan amunisinya. Heri Suwandana dan Imam Faisal akan mengawal lini depan sekaligus menjadi ujung tombak. Mengawal permainan full pressing, Kusanto, Rifki Firdaus, dan Novriandi masih dipercaya sebagai benteng dari serangan PSMS. Pengawalan ketat pun siap diberikan untuk gelandang asing PSMS Oguchukwu Daniel. “Gelandang asing PSMS pemain bagus yang harus dikawal. Kita juga sudah tahu tipikal permainan Osas maupun Yudha, jadi itu tidak akan menjadi ganguan,” ucap Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan yang dihubungi melalui telepon, Kamis
Ya, hari ini, Jumat (19/2) PSMS akan melakoni pertandingan derby Sumatera Utara (Sumut) menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Poin penuh pun menjadi harga mutlak untuk bisa bertahan di Divisi Utama PSSI untuk musim mendatang.
Kemenangan 1-0 atas PSDS di akhir putaran pertama lalu kiranya bisa menjadi motivasi para pemain untuk mengulanginya sore ini. Apalagi tiga mantan pemain PSDS, Ikpefua Osas Saha Marvellous, Tri Yudha Handoko, dan Deny Wahyudi kini membela tim berjuluk Ayam Kinantan. Optimisme untuk meraih poin penuh juga ditunjukkan pelatih PSMS Kustiono. “Ya karena kondisi saat ini tidak ada cerita kita memang harus menang,” tegas Kustiono yang ditemui di Mes PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2).
Keyakinan Kustiono pun didukung dengan persiapan pemain apalagi pada pertandingan Minggu (14/2) menghadapi Persita Tangerang, sudah mulai menunjukkan skema permainan. Selain itu pelatih berusia 48 tahun ini mengaku sudah memiliki gambaran permainan PSDS. “Mereka (PSDS, Red) merupakan tim yang solid dan tidak mudah menyerah. Bisa dibilang militan ya,” bebernya.
Untuk itu Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan target poin penuh tadi. Osas Saha masih dipercaya bersama Jacky Pasarella di lini depan. Kecepatan yang dimiliki Jacky akan menjadi ujung tombak untuk mengobrak-abrik pertahanan PSDS yang terkenal kokoh. Hal ini sekaligus memberi kesempatan bagi Osas mencari posisi untuk penyelesaian yang maksimal.
Ogochukwu Daniel dan Affan Lubis pun didrop di lini tengah untuk mendukung suplai bola ke Osas sekaligus mengawal dua pemain PSDS yaitu Ansyari Lubis dan Fajar Handika yang bisa menjadi ancaman bagi PSMS. “Fajar Handika punya tendangan keras yang khas. Dia harus ditempel terus sehingga dia pecah konsentrasi. Ansyari sendiri merupakan motor dari tim ini. Dia tidak bisa dilepas,” beber Kustiono yang berencana menerapkan formasi 4-4-2 untuk melakukan full pressing ke kubu PSDS.
Memang secara head to head, PSMS mendominasi kemenangan (lihat grafis). Keduanya mencatat hasil seri saat bertemu di Divisi Utama 2007 silam. Namun, PSDS juga pernah mencatat kemenangan saat bertemu pada 2005. Paling tidak ini menjadi gambaran bila keinginan PSMS untuk meraih poin penuh itu bakal tidak mudah. Faktor yang menjadi catatan bagi Ayam Kinantan adalah fanatisme dari masyarakat Deli Serdang yang akan memenuhi podium penonton akan menjadi pemain ke-12 bagi tim berjuluk Traktor Kuning ini.
Secara tim, pelatih PSDS Sutrisno pun sudah menyiapkan amunisinya. Heri Suwandana dan Imam Faisal akan mengawal lini depan sekaligus menjadi ujung tombak. Mengawal permainan full pressing, Kusanto, Rifki Firdaus, dan Novriandi masih dipercaya sebagai benteng dari serangan PSMS. Pengawalan ketat pun siap diberikan untuk gelandang asing PSMS Oguchukwu Daniel. “Gelandang asing PSMS pemain bagus yang harus dikawal. Kita juga sudah tahu tipikal permainan Osas maupun Yudha, jadi itu tidak akan menjadi ganguan,” ucap Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan yang dihubungi melalui telepon, Kamis
Idris Gantikan Hardi
Tak butuh waktu lalam bagi PSMS untuk menemukan Sekretaris Umum yang baru. Kini, bangku kosong yang ditinggalkan Hardi Mulyono pun sudah diisi oleh Idris SE.
Penunjukkan Idris SE sebagai sekum PSMS menggantikan Hardi Muliono diharapkan dapat menghadirkan semangat baru bagi tim berjuluk Ayam Kinantan yang tengah berada di ambang pintu degradasi Divisi Utama PSSI.
Ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2) Idris SE mengatakan bahwa kebersamaan di antara pengurus merupakan prioritas dari program yang akan dilaksanakannya. Sebagai langkah awal, Idris dan pengurus lainnya berencana Kamis (18/2) malam menggelar kumpul bareng dengan seluruh pemain dan tim pelatih. “Selain membangun hubungan emosional kepada para pengurus, pelatih dan pemain yang merupakan program pertama, saya bersama rekan-rekan lainnya akan menyiapkan regenerasi pemain. Sebab tanpa regenerasi, mustahil sebuah klub sepak bola sebesar PSMS mampu membangkitkan rasa fanatisme ke daerahannya,” kata Idris yang juga pembina Sumut FC ini.
Sementara Ketua Umum, Drs Dzulmi Eldin yang dihubungi via telepon mengatakan, dengan masuknya Idris SE di posisi sekum, diharapkan akan melahirkan inovasi yang dapat membangkitkan semangat pemain. “Saya mendukung sepenuhnya Pak Idris SE sebagai sekum yang baru di PSMS, sebab selain banyak teman, ia juga orang bola,” ungkap Dzulmi Eldin
Didukung 500 Smeck
LAGA derby Sumut, PSDS menjamu PSMS, di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) ini akan menjadi tontonan yang menarik. Meskipun begitu, pertandingan ini juga dipastikan berlangsung aman.
Demikian Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck Hooligan), Nata Simangunsong menyampaikan kepada Sumut Pos, Kamis (18/2) melalui telepon. Sebagai pendukung PSMS, Smeck Hooligan akan menurunkan 500 anggotanya. “Kita akan menjadi pemain ke-12 PSMS pada pertandingan besok (hari ini, Red),” tegas Nata.
Mengingat hubungan yang baik antara pendukung kedua tim, Nata pun membantah ketakutan akan terjadi benturan di antara kedua massa pendukung. Bahkan melalui pertandingan sore ini, pria yang akrab disapa Si Bos ingin mewujudkan ambisi yang lebih besar.
“Ini akan menjadi acuan pertandingan sepak bola nasional. Sekalipun pertandingan di lapangan akan berlangsung ketat dan keras, tapi tidak akan terjadi kerusuhan di luar lapangan seperti yang banyak terjadi,” ucapnya
Daniel cs harus kerja keras
Pelatih PSMS Medan Kustiono mengakui, timnya harus bekerja keras untuk meredam permainan tuan rumah PSDS Deli Serdang dalam upaya merebut kemenangan dalam laga derbi pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Baharuddin Siregar Lubukpakam, Jumat besok.
"Kami tidak ingin larut dengan kekalahan sebelumnya dan harus bangkit. PSDS memang tim bagus dan punya materi pemain berkualitas, tapi kami bertekad mengalahkannya. Apalagi, kami main tidak jauh dari kota Medan," ucap Kustiono, Kamis.
Mantan pelatih PSAP Sigli itu menyebutkan gelandang serang Ansyari Lubis adalah roh permainan PSDS dan harus diawasi pergerakannya. Selain itu, pemain-pemain depannya juga memiliki penetrasi yang berbahaya.
"Tidak ada strategi khusus, karena kami akan bermain terbuka dan menyerang. Yang penting, anak-anak tidak boleh memberi kesempatan lawan leluasa bergerak di daerah pertahanan sendiri," kata Kustiono lagi.
Sementara itu, Asisten Pelatih Drs Benny Tomasoa berharap hasil laga tersebut bisa membawa hasil baik bagi tim asuhannya, sehingga posisi PSMS bisa beranjak dari urutan bawah klasemen sementara. Melawan PSDS, Benny pun optimis PSMS bisa kembali memetik kemenangan seperti pada putaran pertama lalu saat unggul 1-0.
"Kami tidak ingin larut dengan kekalahan sebelumnya dan harus bangkit. PSDS memang tim bagus dan punya materi pemain berkualitas, tapi kami bertekad mengalahkannya. Apalagi, kami main tidak jauh dari kota Medan," ucap Kustiono, Kamis.
Mantan pelatih PSAP Sigli itu menyebutkan gelandang serang Ansyari Lubis adalah roh permainan PSDS dan harus diawasi pergerakannya. Selain itu, pemain-pemain depannya juga memiliki penetrasi yang berbahaya.
"Tidak ada strategi khusus, karena kami akan bermain terbuka dan menyerang. Yang penting, anak-anak tidak boleh memberi kesempatan lawan leluasa bergerak di daerah pertahanan sendiri," kata Kustiono lagi.
Sementara itu, Asisten Pelatih Drs Benny Tomasoa berharap hasil laga tersebut bisa membawa hasil baik bagi tim asuhannya, sehingga posisi PSMS bisa beranjak dari urutan bawah klasemen sementara. Melawan PSDS, Benny pun optimis PSMS bisa kembali memetik kemenangan seperti pada putaran pertama lalu saat unggul 1-0.
Thursday, February 18, 2010
Aroma Badai

Badai pasti berlalu. Sebuah kalimat bijak penuh motivasi. Ya, kalimat yang dikutip dari judul novel karya Marga T dan difilmkan untuk pertama kali oleh Teguh Karya ini tampaknya bertolak belakang dengan keadaan PSMS. Bukannya badai berlalu, aroma badai malah semakin tercium di kubu Ayam Kinantan.
Bagaimana tidak, ancaman demi ancaman ke PSMS seakan tiada habisnya. Pascakekalahan 0-1 atas Persikabo dan hasil seri 1-1 atas Persita Tangerang, pintu Indonesia Super League (ISL) di musim mendatang tertutup. Kini, M Affan Lubis dkk bahkan terancam terdepak dari Divisi Utama bila tidak bisa memanfaatkan tujuh laga sisa untuk meraih total 25 poin.
Tak sampai disitu, aroma badai semakin menyengat seiring datangnya dua lembar surat dari PSSI yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Satu surat ditujukan kepada Asisten Manajer Benny Tomasoa. Surat dengan nomor surat No 523/UDN/238/II-10 Ini ditujukan untuk Benny agar menghadiri sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Kamis (18/2) pukul 16.00 WIB. Dan, surat lainnya ditujukan kepada Ketua Panitia Pelaksana Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 PSMS versus Persita Tangerang, Minggu (14/2) lalu. Jelas kedua surat tersebut sehubungan dengan kerusuhan yang terjadi usai pertandingan yang berakhir seri itu. PSMS pun terancam sanksi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ketika itu Benny Tomasoa yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit asal Bandung Isna Triana merengsek masuk ke lapangan mengejar Isna. Selain insiden tersebut, seorang pemain Persita Tangerang menjadi korban lemparan sampai mengeluarkan darah dari hidungnya.
Benny sendiri yang dihubungi melalui telepon, Rabu (17/2) mengaku belum menerima surat tersebut. Meskipun begitu dirinya siap memenuhi panggilan yang dimaksud. “Sampai saat ini saya belum ada dengar surat pemanggilan dari PSSI ke saya. Begitu juga tujuan pemanggilan terkait dengan apa saya belum lihat. Tapi kalau berhubungan dengan pertandingan kemarin, saya siap,” ucapnya.
Kesempatan ini lanjutnya akan dimanfaatkan untuk membuka bobroknya kepemimpinan wasit Isna Triana saat itu. “Justru kesempatan ini sudah saya nantikan-nantikan. Saya akan beberkan bagaimana wasit bisa tidak menjatuhkan hukuman penalti saat dua kali pemain kita ditarik bajunya tepat di kotak penalti. Juga bagaimana penonton yang menyoraki wasit dengan kata-kata yang tidak pantas karena mereka melihat kejadian itu,” ketus Benny.
Di tempat terpisah, Sekretaris PSMS Agus Suryono yang dihubungi juga mengaku tidak tahu menahu mengenai surat panggilan tersebut. “Selama ini surat ditujukan ke pengurus langsung kok. Saya juga sudah periksa tidak ada fax yang masuk dari PSSI. Kalaupun ada seperti itu berarti hanya Benny yang dipanggil untuk dimintai penjelasan oleh PSSI, pengurus tidak ada urusan di situ,” jelasnya.
Mengenai sanksi yang akan diberikan PSSI kepada PSMS, Agus tidak bisa memastikannya. “Ya itu Komdis. Kita tunggu saja lah hasilnya,” tambah Agus.
Anehnya, ketika Benny dan Agus belum mengetahui keberadaan surat pemanggilan dari PSSI sehubungan dengan kerusuhan Minggu (14/2), ada info menarik dari seorang pengurus yang tak ingin disebut namanya. Menurutnya, Wakil Ketua Pelaksana Pertandingan Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 PSMS versus Persita Tangerang, Julius Raja, dikabarkan sudah berada di Jakarta untuk menghadiri sidang yang akan digelar di Sekretariat PP PSSI, Kamis (18/2) pukul 16.00 WIB tersebut. Sayang, saat dihubungi handpone Julius Raja bernada sibuk.
Nah, pemanggilan terhadap PSMS ini menjadi sebuah tanda yang mengerikan. Ya, adalah sebuah kerugian besar jika saja PSMS mendapat hukuman laga tanpa pendukung karena tidak sportif hingga mengakibatkan pemain Persita terluka. Pasalnya, kehadiran penonton di Stadion Teladan tidak bisa dianggap sepele. Semangat yang mereka transfer ke pemain bisa menjadi modal besar bagi sebuah kemenangan. Lalu, bagaimana jika laga PSMS di Teladan tanpa penonton? Dengan ribuan penonton yang memadati stadion saja, PSMS masih sulit meraih nilai maksimal. Bagaimana dengan target 25 poin yang telah dicanangkan? Kalau begini keadaannya, aroma badai di PSMS akan semakin nyata saja.
Baju Bau, Osas Pilih Nomor Punggung 17
ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Baju Bau, Osas Pilih Nomor Punggung 17
ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
PSMS pertajam metode serangan balik
PSMS Medan akan mempertajam metode serangan balik dalam melakoni laga keempatnya di putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 menghadapi laga derbi Sumut dengan PSDS Deli Serdang di Stadion Burhanuddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat besok.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi PSDS, metode serangan balik akan dipertajam. Ini mengingat jika PSMS kalah dalam laga tersebut, maka diperkirakan posisi skuad Kustiono itu akan makin terbenam ke jurang degradasi.
Usai memimpin latihan tim di Stadion Teladan, Rabu, Kustiono mengatakan sebagai tim tamu serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tuan rumah. “Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack,” ujarnya.
Pada simulasi pertandingan tersebut, pemain bertahan mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Ini tentu tak terlepas dari pengalaman pertandingan sebelumnya kala bobolnya gawang M Halim terjadi karena kesalahan bek PSMS sendiri. Tidak cuma itu, Kustiono juga menilai duet Osas Saha dengan Jecky Pasarella yang diharapkan sebagai mesin gol kurang maksimal.
“Saya sudah ngomong ke Jecky agar dia bisa disiplin bermain dan menjadi partner Saha plus menghilangkan keegoisannya karena kita bermain sebagai tim,” sebut mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Sementara itu, tidak maksimalnya hasil PSMS di tiga laga perdana paruh kedua menurut Kustiono tidak terlalu berpengaruh pada kejiwaan pemain. Menurutnya, kondisi psikologis M Affan Lubis cs baik-baik saja.
“Kita terus beri suntikan motivasi ke pemain untuk bisa tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mereka juga tetap melakoni latihan dengan semangat. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya
Sebagai langkah antisipatif menghadapi PSDS, metode serangan balik akan dipertajam. Ini mengingat jika PSMS kalah dalam laga tersebut, maka diperkirakan posisi skuad Kustiono itu akan makin terbenam ke jurang degradasi.
Usai memimpin latihan tim di Stadion Teladan, Rabu, Kustiono mengatakan sebagai tim tamu serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tuan rumah. “Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack,” ujarnya.
Pada simulasi pertandingan tersebut, pemain bertahan mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Ini tentu tak terlepas dari pengalaman pertandingan sebelumnya kala bobolnya gawang M Halim terjadi karena kesalahan bek PSMS sendiri. Tidak cuma itu, Kustiono juga menilai duet Osas Saha dengan Jecky Pasarella yang diharapkan sebagai mesin gol kurang maksimal.
“Saya sudah ngomong ke Jecky agar dia bisa disiplin bermain dan menjadi partner Saha plus menghilangkan keegoisannya karena kita bermain sebagai tim,” sebut mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Sementara itu, tidak maksimalnya hasil PSMS di tiga laga perdana paruh kedua menurut Kustiono tidak terlalu berpengaruh pada kejiwaan pemain. Menurutnya, kondisi psikologis M Affan Lubis cs baik-baik saja.
“Kita terus beri suntikan motivasi ke pemain untuk bisa tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mereka juga tetap melakoni latihan dengan semangat. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya
Wednesday, February 17, 2010
Peluang Gratisan
Selamat siang pembaca
Saya mau informasikan peluang gratisan, Dengan hanya mendaftarkan email anda (gratis) di
http://stoxem.com/?rix=ramses
anda mendapatkan $5, ajak teman dengan link anda anda mendapatkan $0.05 /orangna. dana akan cair setiap minimal $10 lewat paypal , jika belum memiliki paypal anda dapat mendaftar dulu di
http://zyjs4.cjb.net
demikian semoga bermanfaat
Saya mau informasikan peluang gratisan, Dengan hanya mendaftarkan email anda (gratis) di
http://stoxem.com/?rix=ramses
anda mendapatkan $5, ajak teman dengan link anda anda mendapatkan $0.05 /orangna. dana akan cair setiap minimal $10 lewat paypal , jika belum memiliki paypal anda dapat mendaftar dulu di
http://zyjs4.cjb.net
demikian semoga bermanfaat
"Hardi Mulyono" Sekum Mundur
Prestasi PSMS yang tak membaik kembali memakan korban. Setelah pelatih dan beberapa pemain yang tercoret dari skuad, kini seorang pengurus Ayam Kinantan resmi mundur dari jabatannya.
Menariknya, pengurus yang mundur ini berasal dari jajaran teras. Ya, adalah Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Hardi Mulyono yang secara resmi mundur dari jabatannya. Namun, ketika dihubungi Sumut Pos, pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golongan Karya Sumut ini membantah kalau mundur dari jabatan karena prestasi PSMS yang tak juga membaik. “Kalau tidak salah surat itu tertanggal 16 Januari, jadi sebenarnya sudah satu bulan saya ajukan. Tidak ada masalah kok, hanya faktor kesibukan saya di partai saja,” ungkapnya, Selasa (16/2).
Seperti yang disampaikan Hardi, kesibukan yang bertambah dengan jabatan baru di partai membuat dirinya tidak bisa lagi mendampingi PSMS. Hal itu membuat dirinya merasa sungkan terhadap pengurus lain. Meskipun begitu, dirinya berjanji akan terus memantau perkembangan tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini.
Sebelumnya, lanjut Hardi, surat pengunduran diri yang diajukannya sempat ditolak oleh Ketua Umum PSMS, Dzumi Eldin. Hingga dirinya dilantik sebagai Sekretaris Partai Golkar Sumut beberapa waktu lalu, permohonan itu pun disetujui.
Mengenai penggantinya Hardi menyerahkan kepada Ketua Umum PSMS. Dirinya hanya menyebut karakter yang tepat untuk mengisi jabatan Sekretaris Umum di kala kondisi PSMS saat ini. “Pastinya orang yang tidak banyak cakap lah,” tegasnya.
Sementara itu, dugaan adanya konspirasi di tubuh pengurus untuk menjatuhkan PSMS di kancah persepakbolaan nasional dibantah tegas oleh pengurus. Isu inipun dianggap sebagai kambing hitam dari kelemahan yang ada. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Teknik Fredy Hutabarat saat ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/2).
“Tidak ada itu konspirasi apalagi dari pengurus itu sendiri. Ini hanya bias yang akan membingungkan kita juga seluruh pemain,” jelasnya.
Fredy pun merasa pengurus perlu koreksi diri. “Apa salahnya setiap pertandingan ataupun latihan pengurus selalu hadir. Kalau Ketua Umum tidak bisa, ya Ketua Harian atau pengurus lainnya. Bagaimanapun secara psikologis ini dapat mendongkrak mental dan motivasi pemain. Mereka akan merasa diperhatikan,” bebernya.
Pada kesempatan itu Fredy mengaku menyesal dengan sikap Asisten Manager Benny Tomasoa pada pertandingan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu. Saat itu Benny yang kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Bandung, Isnan Triana, mengejar masuk ke lapangan. Meskipun berhasil diatasi petugas keamanan, aksi Benny dikhawatirkan dapat mencoreng nama PSMS di Divisi Utama.
“Kemungkinan besar akan ada panggilan dari PSSI mengenai peristiwa itu, mungkin juga kita didenda,” ucap Fredy.
Sebelumnya saat bertandang ke Persikabo Bogor di putaran pertama dan Semen Padang di awal putaran kedua, Benny juga melakukan aksi protes di lapangan. Namun, dikabarkan aksi di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu merupakan tahap klimaks.
Hal itu pun diakui Benny melalui telepon, Selasa (16/2). “Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya tetap beda dari yang kita harapkan. Dan memang, melawan Persita kekecewaan ini mencapai puncaknya, saya kalap. Tapi, itu akan menjadi yang terakhir,” janji Benny.
Benny juga mengaku siap bila karena aksi protes yang dilakukannya selama ini dirinya dikeluarkan dari struktur pengurus PSMS.
Menariknya, pengurus yang mundur ini berasal dari jajaran teras. Ya, adalah Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Hardi Mulyono yang secara resmi mundur dari jabatannya. Namun, ketika dihubungi Sumut Pos, pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golongan Karya Sumut ini membantah kalau mundur dari jabatan karena prestasi PSMS yang tak juga membaik. “Kalau tidak salah surat itu tertanggal 16 Januari, jadi sebenarnya sudah satu bulan saya ajukan. Tidak ada masalah kok, hanya faktor kesibukan saya di partai saja,” ungkapnya, Selasa (16/2).
Seperti yang disampaikan Hardi, kesibukan yang bertambah dengan jabatan baru di partai membuat dirinya tidak bisa lagi mendampingi PSMS. Hal itu membuat dirinya merasa sungkan terhadap pengurus lain. Meskipun begitu, dirinya berjanji akan terus memantau perkembangan tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini.
Sebelumnya, lanjut Hardi, surat pengunduran diri yang diajukannya sempat ditolak oleh Ketua Umum PSMS, Dzumi Eldin. Hingga dirinya dilantik sebagai Sekretaris Partai Golkar Sumut beberapa waktu lalu, permohonan itu pun disetujui.
Mengenai penggantinya Hardi menyerahkan kepada Ketua Umum PSMS. Dirinya hanya menyebut karakter yang tepat untuk mengisi jabatan Sekretaris Umum di kala kondisi PSMS saat ini. “Pastinya orang yang tidak banyak cakap lah,” tegasnya.
Sementara itu, dugaan adanya konspirasi di tubuh pengurus untuk menjatuhkan PSMS di kancah persepakbolaan nasional dibantah tegas oleh pengurus. Isu inipun dianggap sebagai kambing hitam dari kelemahan yang ada. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Teknik Fredy Hutabarat saat ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/2).
“Tidak ada itu konspirasi apalagi dari pengurus itu sendiri. Ini hanya bias yang akan membingungkan kita juga seluruh pemain,” jelasnya.
Fredy pun merasa pengurus perlu koreksi diri. “Apa salahnya setiap pertandingan ataupun latihan pengurus selalu hadir. Kalau Ketua Umum tidak bisa, ya Ketua Harian atau pengurus lainnya. Bagaimanapun secara psikologis ini dapat mendongkrak mental dan motivasi pemain. Mereka akan merasa diperhatikan,” bebernya.
Pada kesempatan itu Fredy mengaku menyesal dengan sikap Asisten Manager Benny Tomasoa pada pertandingan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu. Saat itu Benny yang kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Bandung, Isnan Triana, mengejar masuk ke lapangan. Meskipun berhasil diatasi petugas keamanan, aksi Benny dikhawatirkan dapat mencoreng nama PSMS di Divisi Utama.
“Kemungkinan besar akan ada panggilan dari PSSI mengenai peristiwa itu, mungkin juga kita didenda,” ucap Fredy.
Sebelumnya saat bertandang ke Persikabo Bogor di putaran pertama dan Semen Padang di awal putaran kedua, Benny juga melakukan aksi protes di lapangan. Namun, dikabarkan aksi di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu merupakan tahap klimaks.
Hal itu pun diakui Benny melalui telepon, Selasa (16/2). “Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya tetap beda dari yang kita harapkan. Dan memang, melawan Persita kekecewaan ini mencapai puncaknya, saya kalap. Tapi, itu akan menjadi yang terakhir,” janji Benny.
Benny juga mengaku siap bila karena aksi protes yang dilakukannya selama ini dirinya dikeluarkan dari struktur pengurus PSMS.
Siapkan Senjata Jelang Bentrok PSDS
PSMS akan segera melakoni laga keempat di paruh kedua musim Divisi Utama 2009/2010 menghadapi PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) ini. Strategi yang mengandalkan serangan balik tampaknya akan menjadi senjata PSMS untuk mencuri poin.
Setidaknya itu yang tampak dalam latihan yang digelar Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan. Dua gol yang tercipta pada simulasi itu pun diharapkan akan mengulangi kemenangan saat menjamu PSDS di akhir putaran pertama lalu. Bahkan, tiga poin menjadi target.
Demikian ungkap Pelatih PSMS Kustiono usai memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan, Selasa (16/2). “Sebagai tim tamu, serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tim tuan rumah. Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack. Kita harap dengan metode itu kita bisa mencuri poin,” yakinnya.
Pada simulasi pertandingan kemarin, pemain belakang inti PSMS mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Hal itu mengingat pengalaman pada pertandingan sebelumnya menghadapi Persita Minggu (14/2) lalu dimana bobolnya gawang PSMS terjadi kerena kesalahan sendiri. “Kita drill pemain bawah kita untuk lebih siap menjaga pertahanan, sekaligus membangun serangan cepat ketika pemain bersama bola lewat sayap kiri kanan dan dari tengah lewat passing-passing pendek,” beber mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Tidak itu saja, pada simulasi kemarin Kustiono juga memberikan pelajaran bagi striker, terutama striker muda Jacky Pasarella lewat drill-drill untuk menerima umpan panjang dari lini tengah. Usai melesakkan satu gol ke gawang Persita Tangerang, Jacky dinilai menunjukkan performa yang cukup baik. Tampaknya keberadaan Jacky akan dipertahankan.
“Umpan-umpan dari lini belakang sering salah diantisipasi striker. Selain itu, permainan dari kaki ke kaki yang diterapkan saat melawan Persita juga belum maksimal, ada beberapa pemain yang tidak disiplin, dan itulah yang juga menjadi fokus kita pada pertandingan Jumat (19/2) mendatang,” beber mantan pemain PS Mercubuana itu.
Kustiono juga menilai, duet Osas Saha dan Jecky belum menunjukkan performa sebagai mesin gol yang maksimal. Meskipun untuk kasus ini Kustiono menyoroti kenerja Jacky yang terlalu liar. “Saya sudah ngomong ke Jecky untuk disiplin bermain dan menjadi partner Osas. Ini permainan tim bukan individu jadi sebagai striker harus melupakan sejenak egois dari diri sendiri,” sebut Kustiono.
Setidaknya itu yang tampak dalam latihan yang digelar Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan. Dua gol yang tercipta pada simulasi itu pun diharapkan akan mengulangi kemenangan saat menjamu PSDS di akhir putaran pertama lalu. Bahkan, tiga poin menjadi target.
Demikian ungkap Pelatih PSMS Kustiono usai memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan, Selasa (16/2). “Sebagai tim tamu, serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tim tuan rumah. Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack. Kita harap dengan metode itu kita bisa mencuri poin,” yakinnya.
Pada simulasi pertandingan kemarin, pemain belakang inti PSMS mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Hal itu mengingat pengalaman pada pertandingan sebelumnya menghadapi Persita Minggu (14/2) lalu dimana bobolnya gawang PSMS terjadi kerena kesalahan sendiri. “Kita drill pemain bawah kita untuk lebih siap menjaga pertahanan, sekaligus membangun serangan cepat ketika pemain bersama bola lewat sayap kiri kanan dan dari tengah lewat passing-passing pendek,” beber mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Tidak itu saja, pada simulasi kemarin Kustiono juga memberikan pelajaran bagi striker, terutama striker muda Jacky Pasarella lewat drill-drill untuk menerima umpan panjang dari lini tengah. Usai melesakkan satu gol ke gawang Persita Tangerang, Jacky dinilai menunjukkan performa yang cukup baik. Tampaknya keberadaan Jacky akan dipertahankan.
“Umpan-umpan dari lini belakang sering salah diantisipasi striker. Selain itu, permainan dari kaki ke kaki yang diterapkan saat melawan Persita juga belum maksimal, ada beberapa pemain yang tidak disiplin, dan itulah yang juga menjadi fokus kita pada pertandingan Jumat (19/2) mendatang,” beber mantan pemain PS Mercubuana itu.
Kustiono juga menilai, duet Osas Saha dan Jecky belum menunjukkan performa sebagai mesin gol yang maksimal. Meskipun untuk kasus ini Kustiono menyoroti kenerja Jacky yang terlalu liar. “Saya sudah ngomong ke Jecky untuk disiplin bermain dan menjadi partner Osas. Ini permainan tim bukan individu jadi sebagai striker harus melupakan sejenak egois dari diri sendiri,” sebut Kustiono.
Skuad PSMS Diserbu Fans Cilik
MESKIPUN prestasi belum membaik, namun PSMS masih memiliki tempat di hati masyarakat Kota Medan. Seperti tampak pada latihan Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan.
Saat skuad bersiap untuk latihan, sekelompok anak SD IT Hikmatul Fadhillah Jalan Denai No 176 Medan langsung menyerbu pemain untuk berfoto bersama. Nyeck Nyobe yang duduk sendiri pun menjadi sasaran fans cilik tersebut. Selain Nyeck, penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana dan striker Jacky Pasarela juga harus menjawab beberapa pertanyaan dari fans cilik tadi. Menurut guru pendamping, Syubuhriana S, kedatangan mereka ke Stadion Teladan Medan merupakan salah satu program English Village, semacam studi lapangan untuk bahasa Inggris. “Kebetulan kita tadi habis salat terus makan di taman depan. Terus anak-anak liat busnya PSMS, mereka langsung lari. Mereka memang cinta sama PSMS,” ucapnya.
Seperti tak mau kalah dengan rekan setimnya, Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous, pun mendapat penggemar. Ya, seorang murid SD tersebut, Tengku Reihan, mengaku mengagumi striker asing yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang tersebut. Tak pelak, fans cilik tersebut begitu berbinar ketika melihat Osas Saha.
Saat skuad bersiap untuk latihan, sekelompok anak SD IT Hikmatul Fadhillah Jalan Denai No 176 Medan langsung menyerbu pemain untuk berfoto bersama. Nyeck Nyobe yang duduk sendiri pun menjadi sasaran fans cilik tersebut. Selain Nyeck, penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana dan striker Jacky Pasarela juga harus menjawab beberapa pertanyaan dari fans cilik tadi. Menurut guru pendamping, Syubuhriana S, kedatangan mereka ke Stadion Teladan Medan merupakan salah satu program English Village, semacam studi lapangan untuk bahasa Inggris. “Kebetulan kita tadi habis salat terus makan di taman depan. Terus anak-anak liat busnya PSMS, mereka langsung lari. Mereka memang cinta sama PSMS,” ucapnya.
Seperti tak mau kalah dengan rekan setimnya, Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous, pun mendapat penggemar. Ya, seorang murid SD tersebut, Tengku Reihan, mengaku mengagumi striker asing yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang tersebut. Tak pelak, fans cilik tersebut begitu berbinar ketika melihat Osas Saha.
Tuesday, February 16, 2010
Koreksi Formasi
Kekalahan 0-1 atas Persikabo Bogor dan seri 1-1 atas Persita Tangerang membuat PSMS saat ini berada di peringkat sembilan. Kekecewaan yang ada harus diredam mengingat masih ada tantangan yang harus segera dijawab.
Setelah pintu Indonesia Super League (ISL) tertutup, PSMS harus berjuang untuk bertahan di Divisi Utama. Tiga pertandingan kandang saat menjamu Persih, Persipasi, dan Persires pun harus menjadi lumbung poin. Sekalipun begitu, M Affan Lubis belum bisa bernafas lega hanya dengan koleksi 23 poin. PSMS masih punya harapan untuk mencuri poin dari laga tandang menghadapi PSDS Deli serdang, Jumat (19/2) mendatang.
Namun, bila dilihat pertandingan terakhir, Kustiono masih harus bekerja keras untuk mewujudkan peluang tersebut. Salah satunya dalam penempatan pemain yang penuh tanda tanya. Memang dibanding menghadapi Persikabo Bogor, penampilan PSMS saat menghadapi Persita Tangerang sudah lebih baik. Terbukti banyak peluang yang tercipta sekalipun banyak pula yang terbuang. Artinya, masih ada kebuntuan di barisan depan PSMS.
Usai melesakkan gol di kandang Persita Tangerang, Jacky pun tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun begitu, Jacky seperti lupa bila bersamanya masih ada Osas Saha yang terkesan bermain sendiri tampa ada suplai bola kepadanya. “Kamu bisa lihat kan saya main sendiri tidak ada dukungan untuk saya,” ucap Osas yang dihubungi, Senin (15/2).
Minimnya dukungan untuk Osas yang seorang striker murni ini membuat kemasan gol yang diciptakan selama di PSMS sangat sedikit, hanya tiga gol. Tidak demikian saat berlaga di PSDS, Osas dengan dukungan dua striker dan akurasi tendangan dari lini tengah mampu mengumpulkan 18 gol.
Syaiful Ramadhan yang menciptakan peluang justru ditarik. Gantinya Kustiono memasukkan Dodi Rahwana. Strategi itu pun sebenarnya cukup berhasil meningkatkan mobilitas serangan. “Karena masalah kita hanya tidak adanya peluang yang berhasil. Kalau permainan justru sudah nampak kan tinggal menunggu waktu saja. Pemain juga sudah tidak lagi diam dan terus mengejar bola, mereka langsung menebus kesalahan kalau ada. Karena memang untuk menciptakan gol butuh kesabaran,” ucap Kustiono sembari memuji kelenturan dari Penjaga Gawang Persita, Bayu Cahyo.
Kustiono menilai aksi yang terlalu liar menyebabkan Jacky tidak bisa memanfaatkan peluang. Penilaian itu akan disampaikan Kustiono saat latihan, Selasa (16/2) ini. Kustiono juga mengaku adanya perubahan yang diluar perkiraan sehingga urung menurunkan striker muda Abdul Kamil Sembiring.
“Kamil merupakan pemain yang berbakat. Tapi saat kondisi yang seperti itu saya khawatir mentality player Kamil yang labil akan mengganggu konsentrasi dan tidak bisa membuat perhitungan yang matang. Saya harap dari menyaksikan dua pertandingan ini, Kamil akan lebih siap untuk diturunkan saat bertandang ke PSDS,” ucap Kustiono.
Untuk menghilangkan ketegangan pascabertanding, Senin (15/2) Kustiono meliburkan pemain dan kembali menggelar latihan di Kebun Bunga Medan, Selasa
Setelah pintu Indonesia Super League (ISL) tertutup, PSMS harus berjuang untuk bertahan di Divisi Utama. Tiga pertandingan kandang saat menjamu Persih, Persipasi, dan Persires pun harus menjadi lumbung poin. Sekalipun begitu, M Affan Lubis belum bisa bernafas lega hanya dengan koleksi 23 poin. PSMS masih punya harapan untuk mencuri poin dari laga tandang menghadapi PSDS Deli serdang, Jumat (19/2) mendatang.
Namun, bila dilihat pertandingan terakhir, Kustiono masih harus bekerja keras untuk mewujudkan peluang tersebut. Salah satunya dalam penempatan pemain yang penuh tanda tanya. Memang dibanding menghadapi Persikabo Bogor, penampilan PSMS saat menghadapi Persita Tangerang sudah lebih baik. Terbukti banyak peluang yang tercipta sekalipun banyak pula yang terbuang. Artinya, masih ada kebuntuan di barisan depan PSMS.
Usai melesakkan gol di kandang Persita Tangerang, Jacky pun tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun begitu, Jacky seperti lupa bila bersamanya masih ada Osas Saha yang terkesan bermain sendiri tampa ada suplai bola kepadanya. “Kamu bisa lihat kan saya main sendiri tidak ada dukungan untuk saya,” ucap Osas yang dihubungi, Senin (15/2).
Minimnya dukungan untuk Osas yang seorang striker murni ini membuat kemasan gol yang diciptakan selama di PSMS sangat sedikit, hanya tiga gol. Tidak demikian saat berlaga di PSDS, Osas dengan dukungan dua striker dan akurasi tendangan dari lini tengah mampu mengumpulkan 18 gol.
Syaiful Ramadhan yang menciptakan peluang justru ditarik. Gantinya Kustiono memasukkan Dodi Rahwana. Strategi itu pun sebenarnya cukup berhasil meningkatkan mobilitas serangan. “Karena masalah kita hanya tidak adanya peluang yang berhasil. Kalau permainan justru sudah nampak kan tinggal menunggu waktu saja. Pemain juga sudah tidak lagi diam dan terus mengejar bola, mereka langsung menebus kesalahan kalau ada. Karena memang untuk menciptakan gol butuh kesabaran,” ucap Kustiono sembari memuji kelenturan dari Penjaga Gawang Persita, Bayu Cahyo.
Kustiono menilai aksi yang terlalu liar menyebabkan Jacky tidak bisa memanfaatkan peluang. Penilaian itu akan disampaikan Kustiono saat latihan, Selasa (16/2) ini. Kustiono juga mengaku adanya perubahan yang diluar perkiraan sehingga urung menurunkan striker muda Abdul Kamil Sembiring.
“Kamil merupakan pemain yang berbakat. Tapi saat kondisi yang seperti itu saya khawatir mentality player Kamil yang labil akan mengganggu konsentrasi dan tidak bisa membuat perhitungan yang matang. Saya harap dari menyaksikan dua pertandingan ini, Kamil akan lebih siap untuk diturunkan saat bertandang ke PSDS,” ucap Kustiono.
Untuk menghilangkan ketegangan pascabertanding, Senin (15/2) Kustiono meliburkan pemain dan kembali menggelar latihan di Kebun Bunga Medan, Selasa
Subscribe to:
Posts (Atom)