ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Thursday, February 18, 2010
Baju Bau, Osas Pilih Nomor Punggung 17
ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.
Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.
Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.
PSMS pertajam metode serangan balik
PSMS Medan akan mempertajam metode serangan balik dalam melakoni laga keempatnya di putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 menghadapi laga derbi Sumut dengan PSDS Deli Serdang di Stadion Burhanuddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat besok.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi PSDS, metode serangan balik akan dipertajam. Ini mengingat jika PSMS kalah dalam laga tersebut, maka diperkirakan posisi skuad Kustiono itu akan makin terbenam ke jurang degradasi.
Usai memimpin latihan tim di Stadion Teladan, Rabu, Kustiono mengatakan sebagai tim tamu serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tuan rumah. “Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack,” ujarnya.
Pada simulasi pertandingan tersebut, pemain bertahan mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Ini tentu tak terlepas dari pengalaman pertandingan sebelumnya kala bobolnya gawang M Halim terjadi karena kesalahan bek PSMS sendiri. Tidak cuma itu, Kustiono juga menilai duet Osas Saha dengan Jecky Pasarella yang diharapkan sebagai mesin gol kurang maksimal.
“Saya sudah ngomong ke Jecky agar dia bisa disiplin bermain dan menjadi partner Saha plus menghilangkan keegoisannya karena kita bermain sebagai tim,” sebut mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Sementara itu, tidak maksimalnya hasil PSMS di tiga laga perdana paruh kedua menurut Kustiono tidak terlalu berpengaruh pada kejiwaan pemain. Menurutnya, kondisi psikologis M Affan Lubis cs baik-baik saja.
“Kita terus beri suntikan motivasi ke pemain untuk bisa tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mereka juga tetap melakoni latihan dengan semangat. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya
Sebagai langkah antisipatif menghadapi PSDS, metode serangan balik akan dipertajam. Ini mengingat jika PSMS kalah dalam laga tersebut, maka diperkirakan posisi skuad Kustiono itu akan makin terbenam ke jurang degradasi.
Usai memimpin latihan tim di Stadion Teladan, Rabu, Kustiono mengatakan sebagai tim tamu serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tuan rumah. “Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack,” ujarnya.
Pada simulasi pertandingan tersebut, pemain bertahan mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Ini tentu tak terlepas dari pengalaman pertandingan sebelumnya kala bobolnya gawang M Halim terjadi karena kesalahan bek PSMS sendiri. Tidak cuma itu, Kustiono juga menilai duet Osas Saha dengan Jecky Pasarella yang diharapkan sebagai mesin gol kurang maksimal.
“Saya sudah ngomong ke Jecky agar dia bisa disiplin bermain dan menjadi partner Saha plus menghilangkan keegoisannya karena kita bermain sebagai tim,” sebut mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Sementara itu, tidak maksimalnya hasil PSMS di tiga laga perdana paruh kedua menurut Kustiono tidak terlalu berpengaruh pada kejiwaan pemain. Menurutnya, kondisi psikologis M Affan Lubis cs baik-baik saja.
“Kita terus beri suntikan motivasi ke pemain untuk bisa tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mereka juga tetap melakoni latihan dengan semangat. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya
Wednesday, February 17, 2010
Peluang Gratisan
Selamat siang pembaca
Saya mau informasikan peluang gratisan, Dengan hanya mendaftarkan email anda (gratis) di
http://stoxem.com/?rix=ramses
anda mendapatkan $5, ajak teman dengan link anda anda mendapatkan $0.05 /orangna. dana akan cair setiap minimal $10 lewat paypal , jika belum memiliki paypal anda dapat mendaftar dulu di
http://zyjs4.cjb.net
demikian semoga bermanfaat
Saya mau informasikan peluang gratisan, Dengan hanya mendaftarkan email anda (gratis) di
http://stoxem.com/?rix=ramses
anda mendapatkan $5, ajak teman dengan link anda anda mendapatkan $0.05 /orangna. dana akan cair setiap minimal $10 lewat paypal , jika belum memiliki paypal anda dapat mendaftar dulu di
http://zyjs4.cjb.net
demikian semoga bermanfaat
"Hardi Mulyono" Sekum Mundur
Prestasi PSMS yang tak membaik kembali memakan korban. Setelah pelatih dan beberapa pemain yang tercoret dari skuad, kini seorang pengurus Ayam Kinantan resmi mundur dari jabatannya.
Menariknya, pengurus yang mundur ini berasal dari jajaran teras. Ya, adalah Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Hardi Mulyono yang secara resmi mundur dari jabatannya. Namun, ketika dihubungi Sumut Pos, pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golongan Karya Sumut ini membantah kalau mundur dari jabatan karena prestasi PSMS yang tak juga membaik. “Kalau tidak salah surat itu tertanggal 16 Januari, jadi sebenarnya sudah satu bulan saya ajukan. Tidak ada masalah kok, hanya faktor kesibukan saya di partai saja,” ungkapnya, Selasa (16/2).
Seperti yang disampaikan Hardi, kesibukan yang bertambah dengan jabatan baru di partai membuat dirinya tidak bisa lagi mendampingi PSMS. Hal itu membuat dirinya merasa sungkan terhadap pengurus lain. Meskipun begitu, dirinya berjanji akan terus memantau perkembangan tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini.
Sebelumnya, lanjut Hardi, surat pengunduran diri yang diajukannya sempat ditolak oleh Ketua Umum PSMS, Dzumi Eldin. Hingga dirinya dilantik sebagai Sekretaris Partai Golkar Sumut beberapa waktu lalu, permohonan itu pun disetujui.
Mengenai penggantinya Hardi menyerahkan kepada Ketua Umum PSMS. Dirinya hanya menyebut karakter yang tepat untuk mengisi jabatan Sekretaris Umum di kala kondisi PSMS saat ini. “Pastinya orang yang tidak banyak cakap lah,” tegasnya.
Sementara itu, dugaan adanya konspirasi di tubuh pengurus untuk menjatuhkan PSMS di kancah persepakbolaan nasional dibantah tegas oleh pengurus. Isu inipun dianggap sebagai kambing hitam dari kelemahan yang ada. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Teknik Fredy Hutabarat saat ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/2).
“Tidak ada itu konspirasi apalagi dari pengurus itu sendiri. Ini hanya bias yang akan membingungkan kita juga seluruh pemain,” jelasnya.
Fredy pun merasa pengurus perlu koreksi diri. “Apa salahnya setiap pertandingan ataupun latihan pengurus selalu hadir. Kalau Ketua Umum tidak bisa, ya Ketua Harian atau pengurus lainnya. Bagaimanapun secara psikologis ini dapat mendongkrak mental dan motivasi pemain. Mereka akan merasa diperhatikan,” bebernya.
Pada kesempatan itu Fredy mengaku menyesal dengan sikap Asisten Manager Benny Tomasoa pada pertandingan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu. Saat itu Benny yang kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Bandung, Isnan Triana, mengejar masuk ke lapangan. Meskipun berhasil diatasi petugas keamanan, aksi Benny dikhawatirkan dapat mencoreng nama PSMS di Divisi Utama.
“Kemungkinan besar akan ada panggilan dari PSSI mengenai peristiwa itu, mungkin juga kita didenda,” ucap Fredy.
Sebelumnya saat bertandang ke Persikabo Bogor di putaran pertama dan Semen Padang di awal putaran kedua, Benny juga melakukan aksi protes di lapangan. Namun, dikabarkan aksi di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu merupakan tahap klimaks.
Hal itu pun diakui Benny melalui telepon, Selasa (16/2). “Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya tetap beda dari yang kita harapkan. Dan memang, melawan Persita kekecewaan ini mencapai puncaknya, saya kalap. Tapi, itu akan menjadi yang terakhir,” janji Benny.
Benny juga mengaku siap bila karena aksi protes yang dilakukannya selama ini dirinya dikeluarkan dari struktur pengurus PSMS.
Menariknya, pengurus yang mundur ini berasal dari jajaran teras. Ya, adalah Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Hardi Mulyono yang secara resmi mundur dari jabatannya. Namun, ketika dihubungi Sumut Pos, pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golongan Karya Sumut ini membantah kalau mundur dari jabatan karena prestasi PSMS yang tak juga membaik. “Kalau tidak salah surat itu tertanggal 16 Januari, jadi sebenarnya sudah satu bulan saya ajukan. Tidak ada masalah kok, hanya faktor kesibukan saya di partai saja,” ungkapnya, Selasa (16/2).
Seperti yang disampaikan Hardi, kesibukan yang bertambah dengan jabatan baru di partai membuat dirinya tidak bisa lagi mendampingi PSMS. Hal itu membuat dirinya merasa sungkan terhadap pengurus lain. Meskipun begitu, dirinya berjanji akan terus memantau perkembangan tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini.
Sebelumnya, lanjut Hardi, surat pengunduran diri yang diajukannya sempat ditolak oleh Ketua Umum PSMS, Dzumi Eldin. Hingga dirinya dilantik sebagai Sekretaris Partai Golkar Sumut beberapa waktu lalu, permohonan itu pun disetujui.
Mengenai penggantinya Hardi menyerahkan kepada Ketua Umum PSMS. Dirinya hanya menyebut karakter yang tepat untuk mengisi jabatan Sekretaris Umum di kala kondisi PSMS saat ini. “Pastinya orang yang tidak banyak cakap lah,” tegasnya.
Sementara itu, dugaan adanya konspirasi di tubuh pengurus untuk menjatuhkan PSMS di kancah persepakbolaan nasional dibantah tegas oleh pengurus. Isu inipun dianggap sebagai kambing hitam dari kelemahan yang ada. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Teknik Fredy Hutabarat saat ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/2).
“Tidak ada itu konspirasi apalagi dari pengurus itu sendiri. Ini hanya bias yang akan membingungkan kita juga seluruh pemain,” jelasnya.
Fredy pun merasa pengurus perlu koreksi diri. “Apa salahnya setiap pertandingan ataupun latihan pengurus selalu hadir. Kalau Ketua Umum tidak bisa, ya Ketua Harian atau pengurus lainnya. Bagaimanapun secara psikologis ini dapat mendongkrak mental dan motivasi pemain. Mereka akan merasa diperhatikan,” bebernya.
Pada kesempatan itu Fredy mengaku menyesal dengan sikap Asisten Manager Benny Tomasoa pada pertandingan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu. Saat itu Benny yang kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Bandung, Isnan Triana, mengejar masuk ke lapangan. Meskipun berhasil diatasi petugas keamanan, aksi Benny dikhawatirkan dapat mencoreng nama PSMS di Divisi Utama.
“Kemungkinan besar akan ada panggilan dari PSSI mengenai peristiwa itu, mungkin juga kita didenda,” ucap Fredy.
Sebelumnya saat bertandang ke Persikabo Bogor di putaran pertama dan Semen Padang di awal putaran kedua, Benny juga melakukan aksi protes di lapangan. Namun, dikabarkan aksi di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu merupakan tahap klimaks.
Hal itu pun diakui Benny melalui telepon, Selasa (16/2). “Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya tetap beda dari yang kita harapkan. Dan memang, melawan Persita kekecewaan ini mencapai puncaknya, saya kalap. Tapi, itu akan menjadi yang terakhir,” janji Benny.
Benny juga mengaku siap bila karena aksi protes yang dilakukannya selama ini dirinya dikeluarkan dari struktur pengurus PSMS.
Siapkan Senjata Jelang Bentrok PSDS
PSMS akan segera melakoni laga keempat di paruh kedua musim Divisi Utama 2009/2010 menghadapi PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) ini. Strategi yang mengandalkan serangan balik tampaknya akan menjadi senjata PSMS untuk mencuri poin.
Setidaknya itu yang tampak dalam latihan yang digelar Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan. Dua gol yang tercipta pada simulasi itu pun diharapkan akan mengulangi kemenangan saat menjamu PSDS di akhir putaran pertama lalu. Bahkan, tiga poin menjadi target.
Demikian ungkap Pelatih PSMS Kustiono usai memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan, Selasa (16/2). “Sebagai tim tamu, serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tim tuan rumah. Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack. Kita harap dengan metode itu kita bisa mencuri poin,” yakinnya.
Pada simulasi pertandingan kemarin, pemain belakang inti PSMS mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Hal itu mengingat pengalaman pada pertandingan sebelumnya menghadapi Persita Minggu (14/2) lalu dimana bobolnya gawang PSMS terjadi kerena kesalahan sendiri. “Kita drill pemain bawah kita untuk lebih siap menjaga pertahanan, sekaligus membangun serangan cepat ketika pemain bersama bola lewat sayap kiri kanan dan dari tengah lewat passing-passing pendek,” beber mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Tidak itu saja, pada simulasi kemarin Kustiono juga memberikan pelajaran bagi striker, terutama striker muda Jacky Pasarella lewat drill-drill untuk menerima umpan panjang dari lini tengah. Usai melesakkan satu gol ke gawang Persita Tangerang, Jacky dinilai menunjukkan performa yang cukup baik. Tampaknya keberadaan Jacky akan dipertahankan.
“Umpan-umpan dari lini belakang sering salah diantisipasi striker. Selain itu, permainan dari kaki ke kaki yang diterapkan saat melawan Persita juga belum maksimal, ada beberapa pemain yang tidak disiplin, dan itulah yang juga menjadi fokus kita pada pertandingan Jumat (19/2) mendatang,” beber mantan pemain PS Mercubuana itu.
Kustiono juga menilai, duet Osas Saha dan Jecky belum menunjukkan performa sebagai mesin gol yang maksimal. Meskipun untuk kasus ini Kustiono menyoroti kenerja Jacky yang terlalu liar. “Saya sudah ngomong ke Jecky untuk disiplin bermain dan menjadi partner Osas. Ini permainan tim bukan individu jadi sebagai striker harus melupakan sejenak egois dari diri sendiri,” sebut Kustiono.
Setidaknya itu yang tampak dalam latihan yang digelar Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan. Dua gol yang tercipta pada simulasi itu pun diharapkan akan mengulangi kemenangan saat menjamu PSDS di akhir putaran pertama lalu. Bahkan, tiga poin menjadi target.
Demikian ungkap Pelatih PSMS Kustiono usai memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan, Selasa (16/2). “Sebagai tim tamu, serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tim tuan rumah. Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack. Kita harap dengan metode itu kita bisa mencuri poin,” yakinnya.
Pada simulasi pertandingan kemarin, pemain belakang inti PSMS mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Hal itu mengingat pengalaman pada pertandingan sebelumnya menghadapi Persita Minggu (14/2) lalu dimana bobolnya gawang PSMS terjadi kerena kesalahan sendiri. “Kita drill pemain bawah kita untuk lebih siap menjaga pertahanan, sekaligus membangun serangan cepat ketika pemain bersama bola lewat sayap kiri kanan dan dari tengah lewat passing-passing pendek,” beber mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Tidak itu saja, pada simulasi kemarin Kustiono juga memberikan pelajaran bagi striker, terutama striker muda Jacky Pasarella lewat drill-drill untuk menerima umpan panjang dari lini tengah. Usai melesakkan satu gol ke gawang Persita Tangerang, Jacky dinilai menunjukkan performa yang cukup baik. Tampaknya keberadaan Jacky akan dipertahankan.
“Umpan-umpan dari lini belakang sering salah diantisipasi striker. Selain itu, permainan dari kaki ke kaki yang diterapkan saat melawan Persita juga belum maksimal, ada beberapa pemain yang tidak disiplin, dan itulah yang juga menjadi fokus kita pada pertandingan Jumat (19/2) mendatang,” beber mantan pemain PS Mercubuana itu.
Kustiono juga menilai, duet Osas Saha dan Jecky belum menunjukkan performa sebagai mesin gol yang maksimal. Meskipun untuk kasus ini Kustiono menyoroti kenerja Jacky yang terlalu liar. “Saya sudah ngomong ke Jecky untuk disiplin bermain dan menjadi partner Osas. Ini permainan tim bukan individu jadi sebagai striker harus melupakan sejenak egois dari diri sendiri,” sebut Kustiono.
Skuad PSMS Diserbu Fans Cilik
MESKIPUN prestasi belum membaik, namun PSMS masih memiliki tempat di hati masyarakat Kota Medan. Seperti tampak pada latihan Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan.
Saat skuad bersiap untuk latihan, sekelompok anak SD IT Hikmatul Fadhillah Jalan Denai No 176 Medan langsung menyerbu pemain untuk berfoto bersama. Nyeck Nyobe yang duduk sendiri pun menjadi sasaran fans cilik tersebut. Selain Nyeck, penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana dan striker Jacky Pasarela juga harus menjawab beberapa pertanyaan dari fans cilik tadi. Menurut guru pendamping, Syubuhriana S, kedatangan mereka ke Stadion Teladan Medan merupakan salah satu program English Village, semacam studi lapangan untuk bahasa Inggris. “Kebetulan kita tadi habis salat terus makan di taman depan. Terus anak-anak liat busnya PSMS, mereka langsung lari. Mereka memang cinta sama PSMS,” ucapnya.
Seperti tak mau kalah dengan rekan setimnya, Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous, pun mendapat penggemar. Ya, seorang murid SD tersebut, Tengku Reihan, mengaku mengagumi striker asing yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang tersebut. Tak pelak, fans cilik tersebut begitu berbinar ketika melihat Osas Saha.
Saat skuad bersiap untuk latihan, sekelompok anak SD IT Hikmatul Fadhillah Jalan Denai No 176 Medan langsung menyerbu pemain untuk berfoto bersama. Nyeck Nyobe yang duduk sendiri pun menjadi sasaran fans cilik tersebut. Selain Nyeck, penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana dan striker Jacky Pasarela juga harus menjawab beberapa pertanyaan dari fans cilik tadi. Menurut guru pendamping, Syubuhriana S, kedatangan mereka ke Stadion Teladan Medan merupakan salah satu program English Village, semacam studi lapangan untuk bahasa Inggris. “Kebetulan kita tadi habis salat terus makan di taman depan. Terus anak-anak liat busnya PSMS, mereka langsung lari. Mereka memang cinta sama PSMS,” ucapnya.
Seperti tak mau kalah dengan rekan setimnya, Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous, pun mendapat penggemar. Ya, seorang murid SD tersebut, Tengku Reihan, mengaku mengagumi striker asing yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang tersebut. Tak pelak, fans cilik tersebut begitu berbinar ketika melihat Osas Saha.
Tuesday, February 16, 2010
Koreksi Formasi
Kekalahan 0-1 atas Persikabo Bogor dan seri 1-1 atas Persita Tangerang membuat PSMS saat ini berada di peringkat sembilan. Kekecewaan yang ada harus diredam mengingat masih ada tantangan yang harus segera dijawab.
Setelah pintu Indonesia Super League (ISL) tertutup, PSMS harus berjuang untuk bertahan di Divisi Utama. Tiga pertandingan kandang saat menjamu Persih, Persipasi, dan Persires pun harus menjadi lumbung poin. Sekalipun begitu, M Affan Lubis belum bisa bernafas lega hanya dengan koleksi 23 poin. PSMS masih punya harapan untuk mencuri poin dari laga tandang menghadapi PSDS Deli serdang, Jumat (19/2) mendatang.
Namun, bila dilihat pertandingan terakhir, Kustiono masih harus bekerja keras untuk mewujudkan peluang tersebut. Salah satunya dalam penempatan pemain yang penuh tanda tanya. Memang dibanding menghadapi Persikabo Bogor, penampilan PSMS saat menghadapi Persita Tangerang sudah lebih baik. Terbukti banyak peluang yang tercipta sekalipun banyak pula yang terbuang. Artinya, masih ada kebuntuan di barisan depan PSMS.
Usai melesakkan gol di kandang Persita Tangerang, Jacky pun tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun begitu, Jacky seperti lupa bila bersamanya masih ada Osas Saha yang terkesan bermain sendiri tampa ada suplai bola kepadanya. “Kamu bisa lihat kan saya main sendiri tidak ada dukungan untuk saya,” ucap Osas yang dihubungi, Senin (15/2).
Minimnya dukungan untuk Osas yang seorang striker murni ini membuat kemasan gol yang diciptakan selama di PSMS sangat sedikit, hanya tiga gol. Tidak demikian saat berlaga di PSDS, Osas dengan dukungan dua striker dan akurasi tendangan dari lini tengah mampu mengumpulkan 18 gol.
Syaiful Ramadhan yang menciptakan peluang justru ditarik. Gantinya Kustiono memasukkan Dodi Rahwana. Strategi itu pun sebenarnya cukup berhasil meningkatkan mobilitas serangan. “Karena masalah kita hanya tidak adanya peluang yang berhasil. Kalau permainan justru sudah nampak kan tinggal menunggu waktu saja. Pemain juga sudah tidak lagi diam dan terus mengejar bola, mereka langsung menebus kesalahan kalau ada. Karena memang untuk menciptakan gol butuh kesabaran,” ucap Kustiono sembari memuji kelenturan dari Penjaga Gawang Persita, Bayu Cahyo.
Kustiono menilai aksi yang terlalu liar menyebabkan Jacky tidak bisa memanfaatkan peluang. Penilaian itu akan disampaikan Kustiono saat latihan, Selasa (16/2) ini. Kustiono juga mengaku adanya perubahan yang diluar perkiraan sehingga urung menurunkan striker muda Abdul Kamil Sembiring.
“Kamil merupakan pemain yang berbakat. Tapi saat kondisi yang seperti itu saya khawatir mentality player Kamil yang labil akan mengganggu konsentrasi dan tidak bisa membuat perhitungan yang matang. Saya harap dari menyaksikan dua pertandingan ini, Kamil akan lebih siap untuk diturunkan saat bertandang ke PSDS,” ucap Kustiono.
Untuk menghilangkan ketegangan pascabertanding, Senin (15/2) Kustiono meliburkan pemain dan kembali menggelar latihan di Kebun Bunga Medan, Selasa
Setelah pintu Indonesia Super League (ISL) tertutup, PSMS harus berjuang untuk bertahan di Divisi Utama. Tiga pertandingan kandang saat menjamu Persih, Persipasi, dan Persires pun harus menjadi lumbung poin. Sekalipun begitu, M Affan Lubis belum bisa bernafas lega hanya dengan koleksi 23 poin. PSMS masih punya harapan untuk mencuri poin dari laga tandang menghadapi PSDS Deli serdang, Jumat (19/2) mendatang.
Namun, bila dilihat pertandingan terakhir, Kustiono masih harus bekerja keras untuk mewujudkan peluang tersebut. Salah satunya dalam penempatan pemain yang penuh tanda tanya. Memang dibanding menghadapi Persikabo Bogor, penampilan PSMS saat menghadapi Persita Tangerang sudah lebih baik. Terbukti banyak peluang yang tercipta sekalipun banyak pula yang terbuang. Artinya, masih ada kebuntuan di barisan depan PSMS.
Usai melesakkan gol di kandang Persita Tangerang, Jacky pun tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun begitu, Jacky seperti lupa bila bersamanya masih ada Osas Saha yang terkesan bermain sendiri tampa ada suplai bola kepadanya. “Kamu bisa lihat kan saya main sendiri tidak ada dukungan untuk saya,” ucap Osas yang dihubungi, Senin (15/2).
Minimnya dukungan untuk Osas yang seorang striker murni ini membuat kemasan gol yang diciptakan selama di PSMS sangat sedikit, hanya tiga gol. Tidak demikian saat berlaga di PSDS, Osas dengan dukungan dua striker dan akurasi tendangan dari lini tengah mampu mengumpulkan 18 gol.
Syaiful Ramadhan yang menciptakan peluang justru ditarik. Gantinya Kustiono memasukkan Dodi Rahwana. Strategi itu pun sebenarnya cukup berhasil meningkatkan mobilitas serangan. “Karena masalah kita hanya tidak adanya peluang yang berhasil. Kalau permainan justru sudah nampak kan tinggal menunggu waktu saja. Pemain juga sudah tidak lagi diam dan terus mengejar bola, mereka langsung menebus kesalahan kalau ada. Karena memang untuk menciptakan gol butuh kesabaran,” ucap Kustiono sembari memuji kelenturan dari Penjaga Gawang Persita, Bayu Cahyo.
Kustiono menilai aksi yang terlalu liar menyebabkan Jacky tidak bisa memanfaatkan peluang. Penilaian itu akan disampaikan Kustiono saat latihan, Selasa (16/2) ini. Kustiono juga mengaku adanya perubahan yang diluar perkiraan sehingga urung menurunkan striker muda Abdul Kamil Sembiring.
“Kamil merupakan pemain yang berbakat. Tapi saat kondisi yang seperti itu saya khawatir mentality player Kamil yang labil akan mengganggu konsentrasi dan tidak bisa membuat perhitungan yang matang. Saya harap dari menyaksikan dua pertandingan ini, Kamil akan lebih siap untuk diturunkan saat bertandang ke PSDS,” ucap Kustiono.
Untuk menghilangkan ketegangan pascabertanding, Senin (15/2) Kustiono meliburkan pemain dan kembali menggelar latihan di Kebun Bunga Medan, Selasa
Jampi Hutauruk: Itu Gol Tuhan
Pelatih Kiper Jampi Hutauruk membantah bila dua gol yang bersarang di gawang PSMS akibat kesalahan M Halim sebagai penjaga gawang. “Kita sama-sama lihat kan kalau di situ ada tiga pemain belakang tapi tetap gol juga,” ucap Jampi ketika dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Senin (15/2).
Seperti yang disampaikan Jampi, saat menghadapi Persita Tangerang, Minggu (14/2) lalu M Halim sudah menempatkan posisinya dengan baik. Adanya tiga pemain belakang PSMS seharusnya tidak menjadi ancaman yang perlu diantisipasinya.
Hanya Jampi menyesalkan Luis Edmundo mendapat ruang yang demikian bebas untuk melakukan heading dan menjebol gawang M Halim.
Begitu juga saat ditundukkan Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu. M Halim sudah melaksanakan perannya sebagai penjaga gawang yang merangkap sebagai libero dalam formasi 3-5-2 yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih. “Memang M Halim sedikit terlambat untuk mundur. Tapi kalaupun diulangi 10 kali itu belum tentu gol. Jadi kalau saya bilang itu gol yang dibuat Yang Kuasa,” tambahnya.
Di tempat berbeda M Halim saat dihubungi mengaku tengah tengah menenangkan diri sekaligus melakukan koreksi untuk penampilan yang lebih baik ke depan. “Saat ini saya tidak memikirkan bola dulu lah. Tapi memang kedua gol itu jauh dari perkiraan saya, :” ucapnya.
Seperti yang disampaikan Jampi, saat menghadapi Persita Tangerang, Minggu (14/2) lalu M Halim sudah menempatkan posisinya dengan baik. Adanya tiga pemain belakang PSMS seharusnya tidak menjadi ancaman yang perlu diantisipasinya.
Hanya Jampi menyesalkan Luis Edmundo mendapat ruang yang demikian bebas untuk melakukan heading dan menjebol gawang M Halim.
Begitu juga saat ditundukkan Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu. M Halim sudah melaksanakan perannya sebagai penjaga gawang yang merangkap sebagai libero dalam formasi 3-5-2 yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih. “Memang M Halim sedikit terlambat untuk mundur. Tapi kalaupun diulangi 10 kali itu belum tentu gol. Jadi kalau saya bilang itu gol yang dibuat Yang Kuasa,” tambahnya.
Di tempat berbeda M Halim saat dihubungi mengaku tengah tengah menenangkan diri sekaligus melakukan koreksi untuk penampilan yang lebih baik ke depan. “Saat ini saya tidak memikirkan bola dulu lah. Tapi memang kedua gol itu jauh dari perkiraan saya, :” ucapnya.
Suimin Latih Tim ISL, Saha Ditelepon PSM
MANTAN pelatih PSMS Suimi Dihardja dipastikan akan beraksi di Indonesia Super League (ISL) untuk musim mendatang. Namun, Suimin masih berahasia mengenai tim yang bakal ditanganinya tersebut.
“Yang pasti kontestan ISL, untuk sekarang itu saja. Dalam minggu ini saya akan bilang kok,” ucap Suimin yang ditemui di Kantin Mantan PSMS di seputaran Kebun Bunga Medan, Senin (15/2).
Dikabarkan dalam tiga hari ini, Suimin akan bertolak ke Pulau Jawa untuk mulai menangani tim yang masih dirahasiakannya itu. Dirinya juga membantah bila kepergiannya sebagai bentuk kekecewaan terhadap PSMS usai didepak di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010.
Sementara itu, striker PSMS Ikpefua Osas Saha Marvellous mengaku dirinya dilirik oleh PSM Makasar. Namun, pembicaraan yang sempat dijalin agaknya harus menunggu. Pasalnya, pemain berusia 23 tahun ini memiliki pertimbangan lain sebagai seorang pemain profesional.
Dibanding dengan penampilannya saat membela PSDS pada musim sebelumnya, Osas mengaku kecewa karena tidak mampu mengangkat peringkat PSMS yang saat ini berada di posisi sembilan klasemen sementara Divisi Utama 2009/2010. Karena itu, dirinya berniat untuk menghabiskan musim ini bersama PSMS sembari terus berkontribusi untuk kebangkitan PSMS.
“Saya memang ada terima telepon dari PSM tapi saya pikir itu akan sangat panjang. Jadi saya akan fokus di PSMS ini saja sampai akhir musim ini. Masih ada waktu untuk bangkit kok. Selama pengurus dan manajemen juga bisa mengantisipasi hal- hal nonteknis yang merugikan tim,” tukasnya.
Bagi Saha seluruh pemain yang ada di putaran kedua ini sudah bermain baik, begitu juga materi yang dimiliki PSMS sudah cukup bagus. Sehubungan dengan itu Osas menuding wasit dibalik semua kekalahan itu. “Saya rasa bukan pemain yang salah, pemain sudah bisa main bagus, pemain yang diambil terakhir (Hary Syahputra dan Daniel Ogochukwu, Red) saya akui juga tampil bagus, tapi semua salah wasitnya,” kesal Osas.
Dia juga mensinyalir, tidak maksimalnya hasil yang dicapai PSMS di Divisi Utama musim ini terjadi karena kurang harmonisnya hubungan antara PSMS dan Persatuan sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumut. “Kita selalu kalah, di kandang sendiri pun bisa kalah, saya rasa PSMS ada salah di PSSI, sehingga dampaknya wasit selalu berbuat berat sebelah dan merugikan kita,” bebernya.
Memang patut diakui, PSMS selalu menjadi korban keputusan kontroversi wasit. Penganuliran gol, ketiadaan hukuman bagi tim lawan yang melakukan pelanggaran terhadap pemain PSMS, seperti tendangan penalti, serta mengesahkan gol berbau offside, menjadi biang kerok kekalahan. Padahal, manajemen dan pengurus telah melakukan antisipasi terhadap hal itu.
Sementara itu, Manajer PSMS Hendra DS mengaku, hingga kemarin, belum mengetahui kabar keinginan PSM Makasar untuk merekrut Saha. “Sampai sekarang belum ada saya dengar, kalaupun ada, mereka akan menghubungi salah satu dari pihak manajemen, tapi saya belum ada menerima laporan dari asisten manajer perangkat tim yang lain,” aku Hendra.
Tetapi meski begitu, jika ada, pihaknya tetap akan mempertimbangkan untuk mempertahankan Saha, mengingat PSMS nantinya akan kekurangan striker. “Ini sudah di akhir kompetisi dan kita masih perlu Saha, tapi tetap akan kita lakukan pertimbangan,” pungkasnya
Monday, February 15, 2010
PSMS (1) vs Persita (1)
MEDAN-Meski mendapat dukungan penuh dari para penonton namun tim Ayam Kinantan hanya mampu meraih satu poin setelah dipaksa bermain 1-1- oleh Persita Tangerang pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Dengan perolehan satu poin ini maka PSMS tetap berada di peringkat delapan dengan koleksi 14 poin dari 14 pertandingan yang telah dilakoni. Artinya, untuk musim kompetisi mendatang PSMS masih tetap berlaga di ajang Divisi Utama, bukan Superliga seperti yang pernah ditargetkan.
Tak hanya itu, untuk bertahan di Divisi Utama pun nasib PSMS belum sepenuhnya aman, karena setidaknya dibutuhkan 24 angka untuk berada di zona aman klasemen akhir Divisi Utama Grup I
Saat meladeni Persita kemarin (14/2) tim Ayam Kinantan turun dengan mempergunakan formasi 4-4-2. Awalnya strategi ini berjalan mulus, bahkan Affan Lubis dkk mendikte permainan lawan.
Bahkan serangan yang dibangun Affan dkk dari sisi kanan berulang kali menciptakan peluang, namun penjaga gawang Persita Bayu Cahyo tampil cukup impresif untuk mengamankan gawangnya.
Tapi seiring masuknya winger Dodi Rahwana menggantikan Syaiful Ramadhan di menit ke-34 membuat permainan PSMS lebih hidup, hingga akhirnya tim Ayam Kinantan memecah kebuntuan pada menit ke-43.
Daniel yang menguasai bola di luar kotak penalti Persita namun tidak memiliki peluang melakukan shooting memberi umpan kepada Jacky Pasarela yang berdiri bebas. Dengan tidak tenangnya Jacky mengarahkan bola ke sudut kiri gawang. Tendangan yang tidak terlalu keras itu ternyata mampu mengecoh Bayu dan membawa PSMS unggul 1-0.
Sayang, keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya semenit berselang, Persita Tangerang berhasil menyamakan kedudukan lewat heading yang dilakukan Luis Edmundo.
Penjaga gawang PSMS M Halim yang berdiri terlalu jauh dari mulut gawang tak dapat mengantisipasi dan hanya terpaku menyaksikan si kulit bundar bersarang di gawangnya. Kedudukan 1-1 ini pun bertahan hingga turun minum.
Keberhasilan Persita Tangerang menyamakan kedudukan mengundang reaksi dari para penonton. Yel-yel bernada provokasi mengawali kerasnya pertandingan di babak kedua.
Di babak kedua ini Affan Lubis dkk kembali mengurung lini pertahanan lawan, namun selalu gagal menembus kokohnya lini pertahanan Persita.
Sebenarnya PSMS punya peluang ketika Osas Saha dan Jacky dengan sengaja ditarik pemain belakang Persita di daerah kotak penalti. Namun wasit Isna Triana sepertinya tidak melihat dan tetap melanjutkan pertandingan.
Merasa wasit berpihak, secara tiba-tiba Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa dan seorang fans PSMS masuk ke lapangan dan mengejar wasit Isna Triana. Untunglah petugas keamanan yang berada dilapangan berhasil menghentikan aksi keduanya sekaligus mengamankan Isna Triana yang tampak panik.
Namun polisi tidak dapat menghentikan lemparan botol air mineral dari podium penonton. Seorang pemain Persita Tangerang bahkan langsung terduduk karena terkena lemparan.
“Saya tidak terima kenapa kita yang harus dikerjai. Seharusnya kejadian itu penalti karena Osas dan Jacky ditarik. Ada fotonya kok,” jelas Beny kepada Sumut Pos.
Untuk itu, dirinya berencana mengajukan masalah ini kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. “Anak-anak sudah bermain maksimal tapi kepemimpinan wasit sangat buruk. Setelah mengurus tim, saya akan melaporkan kejadian ini ke Ketua Umum sesuai dengan janji beliau,” tambahnya.
Asisten Pelatih Persita Tangerang, Endang H mengaku puas dengan penampilan para pemainnya. Sekalipun satu poin yang didapat tidak memuluskan langkah mereka ke delapan besar, hasil seri merupakan target yang berhasil dicapai.
“Kita sudah memiliki keyakinan akan mampu mencuri poin dari PSMS. Pasalnya, menghadapi Persikabo saja pun PSMS kalah ,” ucap Endang.
Dugaan Adanya Konspirasi
DUA pertandingan kandang PSMS di putaran kedua Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 yang berakhir mengecewakan menimbulkan kecurigaan adanya konspirasi. Targetnya, PSMS harus kalah.
Kuat dugaan, konspirasi ini dilakukan oleh orang kuat dan berpengaruh di kepengurusan dengan memanfaatkan wasit di lapangan.
Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa tidak menampik adanya konspirasi jahat yang ditujukan untuk PSMS.
Hanya saja ketiadaan bukti membuat Beny enggan menyebut inisial oknum yang kabarnya seorang pengurus PSMS.
“Saya sudah tahu dan itu (konspirasi, Red) memang ada. Cuma karena saya tidak ada bukti kuat untuk menyebut nama,” ucap Beny.
Sehubungan dengan itu, Beny pun hanya bisa berharap pada tiga laga kandang yang sisa wasit dapat bertindak obyektif dan menjunjung sportifitas pertandingan.
Kuat dugaan, konspirasi ini dilakukan oleh orang kuat dan berpengaruh di kepengurusan dengan memanfaatkan wasit di lapangan.
Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa tidak menampik adanya konspirasi jahat yang ditujukan untuk PSMS.
Hanya saja ketiadaan bukti membuat Beny enggan menyebut inisial oknum yang kabarnya seorang pengurus PSMS.
“Saya sudah tahu dan itu (konspirasi, Red) memang ada. Cuma karena saya tidak ada bukti kuat untuk menyebut nama,” ucap Beny.
Sehubungan dengan itu, Beny pun hanya bisa berharap pada tiga laga kandang yang sisa wasit dapat bertindak obyektif dan menjunjung sportifitas pertandingan.
Jurang degradasi mulai terbentang
Presiden SMeCK Hooligan Nata S menilai, target PSMS Medan kembali menuju Liga Super Indonesia sudah buyar setelah bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang, Minggu.
“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.
Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.
Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.
Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.
“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.
Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.
Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.
Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.
Jurang degradasi mulai terbentang
Presiden SMeCK Hooligan Nata S menilai, target PSMS Medan kembali menuju Liga Super Indonesia sudah buyar setelah bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang, Minggu.
“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.
Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.
Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.
Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.
“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.
Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.
Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.
Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.
Gol Jecky sia-sia
Tampil lebih baik dari pertandingan sebelumnya, PSMS Medan kembali harus menuai hasil kurang memuaskan saat ditahan imbang 1-1 oleh Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Minggu.
Bertekad memperbaiki penampilan pasca kekalahan memalukan dari Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu, anak-anak Ayam Kinantan langsung menyerang sejak peluit pertama. Kali ini, pelatih PSMS Kustiono menduetkan Osas Saha dan Jecky Pasarella di lini depan serta mempercayakan lini tengah kepada Ogochukwu Daniel.
Peluang pertama didapat tuan rumah ketika umpan tarik Saha yang sisi kiri pertahanan lawan ditepis penjaga gawang Persita, Bayu Cahyo. Bola yang tidak sempurna ditepis masih sempat disundul winger PSMS, Syaiful Ramadhan. Uniknya, Syaiful yang sudah di muka gawang kosong gagal memanfaatkan peluang emas tersebut.
Begitu juga sepakan Daniel masih membentur mistar atas gawang tim tamu setelah sempat tersentuh kiper lawan. Sebaliknya, Persita yang mengandalkan serangan balik hanya sesekali mengancam gawang M Halim.
Semenit menjelang jeda, seisi Stadion Teladan langsung bersorak gembira. Pasalnya, kebuntuan PSMS mampu dipecahkan oleh Jecky dengan golnya. Sayangnya, selebrasi pasukan Kustiono tak berlangsung lama karena Persita langsung menyamakan skor di masa injury time babak pertama.
Dihiasi teriakan-teriakan “Pengurus Mundur” dari suporter fanatik Ayam Kinantan, M Affan Lubis cs berusaha mencetak gol kedua di 45 menit tersisa. Tercatat dua peluang Saha hanya sebatas nyaris membuahkan angka karena kegemilangan Bayu Cahyo di bawah mistar gawang Persita.
Masuknya Tri Yudha Handoko sempat memberi asa bagi tuan rumah, namun tendangan kerasnya di dalam kotak penalti masih bisa diblok pemain belakang skuad Elly Idris itu. Alhasil, PSMS harus puas meraih satu poin dalam pertandingan yang juga ditandai keributan kecil di akhir pertandingan akibat ulah kepemimpinan wasit.
Bertekad memperbaiki penampilan pasca kekalahan memalukan dari Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu, anak-anak Ayam Kinantan langsung menyerang sejak peluit pertama. Kali ini, pelatih PSMS Kustiono menduetkan Osas Saha dan Jecky Pasarella di lini depan serta mempercayakan lini tengah kepada Ogochukwu Daniel.
Peluang pertama didapat tuan rumah ketika umpan tarik Saha yang sisi kiri pertahanan lawan ditepis penjaga gawang Persita, Bayu Cahyo. Bola yang tidak sempurna ditepis masih sempat disundul winger PSMS, Syaiful Ramadhan. Uniknya, Syaiful yang sudah di muka gawang kosong gagal memanfaatkan peluang emas tersebut.
Begitu juga sepakan Daniel masih membentur mistar atas gawang tim tamu setelah sempat tersentuh kiper lawan. Sebaliknya, Persita yang mengandalkan serangan balik hanya sesekali mengancam gawang M Halim.
Semenit menjelang jeda, seisi Stadion Teladan langsung bersorak gembira. Pasalnya, kebuntuan PSMS mampu dipecahkan oleh Jecky dengan golnya. Sayangnya, selebrasi pasukan Kustiono tak berlangsung lama karena Persita langsung menyamakan skor di masa injury time babak pertama.
Dihiasi teriakan-teriakan “Pengurus Mundur” dari suporter fanatik Ayam Kinantan, M Affan Lubis cs berusaha mencetak gol kedua di 45 menit tersisa. Tercatat dua peluang Saha hanya sebatas nyaris membuahkan angka karena kegemilangan Bayu Cahyo di bawah mistar gawang Persita.
Masuknya Tri Yudha Handoko sempat memberi asa bagi tuan rumah, namun tendangan kerasnya di dalam kotak penalti masih bisa diblok pemain belakang skuad Elly Idris itu. Alhasil, PSMS harus puas meraih satu poin dalam pertandingan yang juga ditandai keributan kecil di akhir pertandingan akibat ulah kepemimpinan wasit.
SMeCK Hooligans dukung Persita
SMeCK Hooligans memastikan diri akan mendukung Persita Tangerang daripada skuad Ayam Kinantan, karena tidak sejalan dengan kebijakan pengurus PSMS Medan.
Demikian dikatakan Presiden SMeCK Hooligans Nata Simangunsong di Medan kemarin. Menurut Nata, kekalahan memalukan saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu lalu, disinyalir beberapa klub suporter sebagai akibat arogansi oknum-oknum pengurus terutama sekretaris umumnya.
"Penggantian Suimin Dihardja yang dianggap indisipliner merupakan bukti nyata pengurus tidak bisa dikritik dan tidak mau mendengar berbagai masukan demi kebaikan klub kebanggaan kota Medan ini," ujar Nata.
Dia mensinyalir, oknum Sekretaris Umum PSMS berinisial HM menjadi dalang hancurnya prestasi Ayam Kinantan. "Dia merupakan sosok yang tidak mau menerima kritikan," sesal Nata.
"Bila tersinggung akan langsung bertindak arogan termasuk terhadap Suimin yang seringkali protes,” tambah Nata di Polsek Medan Kota, terkait penangkapan suporter yang melakukan tindakan anarkis atas kekalahan PSMS.
Nata menambahkan, bila suara SMeCK tidak didengar demi keselamatan PSMS, maka pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan dan balik mendukung Persita, Minggu besok
Demikian dikatakan Presiden SMeCK Hooligans Nata Simangunsong di Medan kemarin. Menurut Nata, kekalahan memalukan saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu lalu, disinyalir beberapa klub suporter sebagai akibat arogansi oknum-oknum pengurus terutama sekretaris umumnya.
"Penggantian Suimin Dihardja yang dianggap indisipliner merupakan bukti nyata pengurus tidak bisa dikritik dan tidak mau mendengar berbagai masukan demi kebaikan klub kebanggaan kota Medan ini," ujar Nata.
Dia mensinyalir, oknum Sekretaris Umum PSMS berinisial HM menjadi dalang hancurnya prestasi Ayam Kinantan. "Dia merupakan sosok yang tidak mau menerima kritikan," sesal Nata.
"Bila tersinggung akan langsung bertindak arogan termasuk terhadap Suimin yang seringkali protes,” tambah Nata di Polsek Medan Kota, terkait penangkapan suporter yang melakukan tindakan anarkis atas kekalahan PSMS.
Nata menambahkan, bila suara SMeCK tidak didengar demi keselamatan PSMS, maka pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan dan balik mendukung Persita, Minggu besok
Laga Berat di Kandang
Setelah beberapa hari lalu kalah 0-1 atas Persikabo Bogor, hari ini (14/2) tim kebanggaan masyarakat Medan, PSMS kembali melakoni laga dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI di Stadion Teladan Medan menghadapi Persita Tangerang.
Bagi PSMS yang akan mendapat dukungan dari para pendukungnya, kemenangan merupakan harga mati.
Hal itu disampaikan Asisten Manager PSMS Beny Tomasoa didampingi Sekretaris Tim Firyan Hamdy, Sabtu (13/2).
“Kita telah melupakan kekalahan atas Persikabo, karena kita ingin meraih kemenangan dari Persita,” ucapnya.
Menurut Beny, untuk menghadapi pertandingan kali ini seluruh pemain sudah sepakat untuk tampil all out. Tak hanya pemain, Kustiono, pelatih PSMS telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi laga kontra Persita guna menebus kekalahan yang terjadi pada putaran pertama lalu.
“Pertandingan ini merupakan partai balas dendam, sebab pada pertandingan pertama PSMS kalah dari Persita. Jadi, mumpung tampil di hadapan pendukung sendiri, kita harus mampu memetik kemenangan,” ujar Kustiono, pelatih PSMS.
Untuk merealisasikan ambisinya itu pada pertandingan nanti Kustiono mengaku telah menyiapkan strategi khusus yang selama ini belum pernah diterapkannya.
“Anak-anak telah fasih melakoni metode permainan yang akan diterapkan tadi,” bilang mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Rencananya, untuk lini depan nanti Kustiono akan menduetkan striker Osas Saha dan Jecky Passarela. “Jacky memiliki kecepatan. Itu akan membuat lawan kesulitan mengawalnya. Selain itu dia juga memiliki passing yang bagus. Jadi sangat tepat bila ditempatkan sebagai second striker.
Dengan tampilnya Jacky, maka lagiun asing PSMS yang pada debutnya melawan Persikabo ditempatkan digaris depan Ogochukwu Daniel akan dikembalikan ke posisi awalnya, sebagai seorang gelandang.
Sah-sah saja jika Kustiono merasa optimis bila anak asuhnya mampu membungkam Persita. Pasalnya, sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di berbagai ajang, tim manapun yang tampil sebagai tuan rumah selalu tampil sebagai pemenang.
Terlebih pada pertandingan hari ini Persita tak diperkuat striker Rishadi Fauzi yang terkena akumulasi kartu.
“Kondisi ini jelas menguntungkan kita. Tapi kita tak boleh larut, karena siapapun pemain yang diletakkan di lini depan tim itu, mereka selalu mampu merepotkan lini pertahanan lawan,” bilang Kustiono.
Kendati begitu, asisten pelatih Persita Rahman Sidik tak menampik jika mental pemainnya sempat hancur pasca kalah 0-1 dari Semen Padang.
“Kami tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Kami ingin kemenangan untuk menebus poin yang hilang dalam lawatan ke Padang,” bilangnya.
Terkait pola main PSMS yang selama ini terkenal keras dan fanatik, Rahman mengatakan bahwa timnya tak terkejut dengan cara main seperti itu. Apalagi selama ini kedua tim sudah sering bertemu.
“Tidak perlu takut menghadapi PSMS. Kami sudah saling mengenal permainan masing-masing,” pungkas Rahman mantap.
Bagi PSMS yang akan mendapat dukungan dari para pendukungnya, kemenangan merupakan harga mati.
Hal itu disampaikan Asisten Manager PSMS Beny Tomasoa didampingi Sekretaris Tim Firyan Hamdy, Sabtu (13/2).
“Kita telah melupakan kekalahan atas Persikabo, karena kita ingin meraih kemenangan dari Persita,” ucapnya.
Menurut Beny, untuk menghadapi pertandingan kali ini seluruh pemain sudah sepakat untuk tampil all out. Tak hanya pemain, Kustiono, pelatih PSMS telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi laga kontra Persita guna menebus kekalahan yang terjadi pada putaran pertama lalu.
“Pertandingan ini merupakan partai balas dendam, sebab pada pertandingan pertama PSMS kalah dari Persita. Jadi, mumpung tampil di hadapan pendukung sendiri, kita harus mampu memetik kemenangan,” ujar Kustiono, pelatih PSMS.
Untuk merealisasikan ambisinya itu pada pertandingan nanti Kustiono mengaku telah menyiapkan strategi khusus yang selama ini belum pernah diterapkannya.
“Anak-anak telah fasih melakoni metode permainan yang akan diterapkan tadi,” bilang mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Rencananya, untuk lini depan nanti Kustiono akan menduetkan striker Osas Saha dan Jecky Passarela. “Jacky memiliki kecepatan. Itu akan membuat lawan kesulitan mengawalnya. Selain itu dia juga memiliki passing yang bagus. Jadi sangat tepat bila ditempatkan sebagai second striker.
Dengan tampilnya Jacky, maka lagiun asing PSMS yang pada debutnya melawan Persikabo ditempatkan digaris depan Ogochukwu Daniel akan dikembalikan ke posisi awalnya, sebagai seorang gelandang.
Sah-sah saja jika Kustiono merasa optimis bila anak asuhnya mampu membungkam Persita. Pasalnya, sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di berbagai ajang, tim manapun yang tampil sebagai tuan rumah selalu tampil sebagai pemenang.
Terlebih pada pertandingan hari ini Persita tak diperkuat striker Rishadi Fauzi yang terkena akumulasi kartu.
“Kondisi ini jelas menguntungkan kita. Tapi kita tak boleh larut, karena siapapun pemain yang diletakkan di lini depan tim itu, mereka selalu mampu merepotkan lini pertahanan lawan,” bilang Kustiono.
Kendati begitu, asisten pelatih Persita Rahman Sidik tak menampik jika mental pemainnya sempat hancur pasca kalah 0-1 dari Semen Padang.
“Kami tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Kami ingin kemenangan untuk menebus poin yang hilang dalam lawatan ke Padang,” bilangnya.
Terkait pola main PSMS yang selama ini terkenal keras dan fanatik, Rahman mengatakan bahwa timnya tak terkejut dengan cara main seperti itu. Apalagi selama ini kedua tim sudah sering bertemu.
“Tidak perlu takut menghadapi PSMS. Kami sudah saling mengenal permainan masing-masing,” pungkas Rahman mantap.
Jacky Jadi Starter
UNTUK tampil maksimal pada laga di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) nanti, skuad PSMS telah bertekad membalas kekecewaan yang didapat saat kalah 0-1 atas Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu.
Untuk itu Kustiono mengajak seluruh pemain untuk tetap fokus serta tak lupa memaksimalkan variasi serangan seperti yang dilakukan pada latihan yang berlangsung di Stadion TD Pardede, Jumat (12/2) sore.
”Anak-anak kita himbau untuk memaksimalkan variasi serangan di lapangan. Ini yang menjadi kendala dan penyebab kekalahan atas Persikabo Bogor beberapa waktu lalu, yang mana para pemain terlalu terpaku pada konsep yang telah ditetapkan,” ujar Kustiono usai latihan.
Pada latihan tersebut, Kustiono terlihat menurunkan pemain dengan posisi yang berbeda pada saat pertandingan, Rabu (10/2) lalu.
Kemarin, Jacky Pasarella langsung dimainkan untuk mendampingi Osas Saha.
“Osas adalah seorang striker murni. Selama ini dia kekurangan suplai bola yang bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol,” ucap Kustiono.
Selanjutnya Kustiono tak menampik jika metode permainan yang diterapkannya nanti membutuhkan pemain dengan kondisi fisik yang prima.
“Terpenting adalah seorang pemain harus mampu bermain happy. Bila itu dilakukan, maka takkan sulit bagi kita untuk meraih kemenangan,” tegasnya.
Tak asal ngomong. Agar para pemainnya dapat tampil maksimal Kustiono telah melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada seluruh pemainnya.
Ia berharap dengan cara itu maka motivasi seluruh pemain dapat terdongkrak . Selain itu membangun komunikasi yang baik di antara pemain mutlak dilakukan. Bagaimanapun, komunikasi masih menjadi kendala yang harus segra diatasi.
Di tempat terpisah, pelatih kiper Jampi Hutahuruk menegaskan bila kekalahan atas Persikabo Bogor bukan sepenuhnya kesalahan M Halim sebagai penjaga gawang PSMS.
Meskipun begitu dirinya tetap menambah porsi latihan. “M Halim sudah memopsisikan dirinya dengan tepat waktu itu (Rabu, Red), hanya saja dia kurang cepat mundur ke gawang. Mungkin kalau diulang sampai 10 kali, bola itu belum tentu gol,” bela Jampi.
Untuk itu Kustiono mengajak seluruh pemain untuk tetap fokus serta tak lupa memaksimalkan variasi serangan seperti yang dilakukan pada latihan yang berlangsung di Stadion TD Pardede, Jumat (12/2) sore.
”Anak-anak kita himbau untuk memaksimalkan variasi serangan di lapangan. Ini yang menjadi kendala dan penyebab kekalahan atas Persikabo Bogor beberapa waktu lalu, yang mana para pemain terlalu terpaku pada konsep yang telah ditetapkan,” ujar Kustiono usai latihan.
Pada latihan tersebut, Kustiono terlihat menurunkan pemain dengan posisi yang berbeda pada saat pertandingan, Rabu (10/2) lalu.
Kemarin, Jacky Pasarella langsung dimainkan untuk mendampingi Osas Saha.
“Osas adalah seorang striker murni. Selama ini dia kekurangan suplai bola yang bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol,” ucap Kustiono.
Selanjutnya Kustiono tak menampik jika metode permainan yang diterapkannya nanti membutuhkan pemain dengan kondisi fisik yang prima.
“Terpenting adalah seorang pemain harus mampu bermain happy. Bila itu dilakukan, maka takkan sulit bagi kita untuk meraih kemenangan,” tegasnya.
Tak asal ngomong. Agar para pemainnya dapat tampil maksimal Kustiono telah melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada seluruh pemainnya.
Ia berharap dengan cara itu maka motivasi seluruh pemain dapat terdongkrak . Selain itu membangun komunikasi yang baik di antara pemain mutlak dilakukan. Bagaimanapun, komunikasi masih menjadi kendala yang harus segra diatasi.
Di tempat terpisah, pelatih kiper Jampi Hutahuruk menegaskan bila kekalahan atas Persikabo Bogor bukan sepenuhnya kesalahan M Halim sebagai penjaga gawang PSMS.
Meskipun begitu dirinya tetap menambah porsi latihan. “M Halim sudah memopsisikan dirinya dengan tepat waktu itu (Rabu, Red), hanya saja dia kurang cepat mundur ke gawang. Mungkin kalau diulang sampai 10 kali, bola itu belum tentu gol,” bela Jampi.
Subscribe to:
Posts (Atom)