Punggawa Ayam Kinantan dilanda krisis finansial menjelang berlaga kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) besok. Hingga kemarin, dana hibah dari APBD Kota Medan belum juga turun. Akibatnya, gaji pemain terlambat dibayar.
Salah seorang pemain yang tak mau ditulis namanya mengaku, belakangan ini gaji memang terlambat dibayar. “Memang tak sampai tak dibayar, hanya terlambat beberapa hari. Tak seperti biasanya. Biasanya paling lama tanggal 7 sudah diserahkan tapi bulan ini sampai tanggal 9,” kata pemain itu.
Tapi, pemain memaklumi karena kondisi finansial PSMS memang lagi bermasalah. “Ya semua tim juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah. Kita hanya terlambat beberapa hari saja kok,” sambung pemain itu.Kini, pengurus dipaksa untuk mencari dana talangan dari donatur yang mau mendahulukan, agar gaji pemain tak terlambat dan bisa konsentrasi menghadapi Persita serta laga sisa putaran kedua.
Pengurus mengaku, dana talangan itu akan dibayar kepada donatur palaing lambat bulan April mendatang karena dana hibah kabarnya turun bulan April mendatang. “Kita pengurus dan manajemen bersedia kok untuk diaudit. Bila perlu donatur itu langsung berhubungan dengan pemain,” kata Ketua Bidang Teknik PSMS, Freddy Hutabarat saat ditemui di Mes Kebun Bunga Medan, Jumat (12/2).
Apa ada yang mau? Sementara ada oknum pengurus yang disenangi oleh pengusaha sehingga urung memberikan bantuan untuk PSMS? “Kalau memang itu kendalanya, kita bisa membicarakannya. Sejauh itu untuk kemajuan PSMS, kita akan meminta oknum yang bersangkutan untuk mundur. Begitupun status di pengurusan sebagai dasar untuk mengumpulkan dana bisa kita bicarakan,” tegas Freddy. Pelatih PSMS, Kustiono pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa memberikan masukan. Mantan Pelatih PSAP Sigli itu bilang, lembaga yudikatif, eksekutif dan pengusaha di daerah harus ikut mendukung untuk mengatasi krisis finansial yang melanda PSMS
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, February 15, 2010
Hapus Trauma, tak Takut Rap-rap
Punggawa Ayam Kinantan benar-benar trauma dengan kekalahan atas Persikabo Bogor, Rabu 10/2) lalu. Untuk menghapus trauma itu, Pelatih PSMS, Kustiono pun memindahkan latihan ke Stadion TD Pardede di Jalan Medan-Binjai, Jumat petang (12/2).
Rombongan punggawa PSMS berangkat dengan menggunakan bus yang selalu membawa tim kalau akan melakukan pertandingan. Ada informasi, dipindahkannya latihan selain menghilangkan trauma, pengurus juga takut kalau pecinta PSMS masih emosi dan mengamuk lagi begitu melihat tim kesayangannya latihan di Stadion Teladan Medan.
Tapi, hal itu dibantah oleh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya, pemindahan tempat latihan karena kondisi lapangan Stadion Teladan Medan terlalu keras untuk menggelar latihan dan dapat menyebabkan cedera. “Tidak, kita dan seluruh suporter sama-sama menyayangi PSMS jadi tidak mungkin mereka menyakiti para pemain. Apalagi kita juga siap menampung aspirasi mereka. Pemindahan ini lebih kepada kondisi lapangan. Ke depan ini akan menjadi pembicaraan antara manajemen dan pengurus,” ucap Benny.
Sementara itu kubu Persita Tangerang mengaku sudah siap menghadapi PSMS meskipun main di Stadion Teladan Medan. Bahkan, kemarin (12/2) pagi, Persita sudah menggelar latihan di Stadion Mini USU.
Pelatih Persita, Elly Idris sudah menyiapkan para pemain untuk menghadapi permainan rap-rap PSMS. “Kita sudah tahu PSMS merupakan tim dengan ciri khas rap-rapnya. Apalagi bermain di kandang, saya yakin pola permainan ini akan lebih terasa. Yang pasti kita akan coba mencuri kemenangan,” kata Elly Idris.Pendekar Cisadane juga tak terpengaruh kekalahan atas Semen Padang dan absennya striker muda, Rishadi Fauzi akibat akumulasi kartu.
“Saya sudah berbicara dari hati ke hati dengan pemain dan mereka sudah bisa menerima kekalahan atas Semen Padang, karena lengahnya pemain belakang dan itu sudah kita perbaiki. Kenangan mengalahkan PSMS di Tangerang akan menjadi motivasi pemain,” tegasnya. Dalam lawatannya ke Medan, Elly Idris hanya memboyong 15 pemain karena satu pemainnya terpaksa dipulangkan karena sakit.
Rombongan punggawa PSMS berangkat dengan menggunakan bus yang selalu membawa tim kalau akan melakukan pertandingan. Ada informasi, dipindahkannya latihan selain menghilangkan trauma, pengurus juga takut kalau pecinta PSMS masih emosi dan mengamuk lagi begitu melihat tim kesayangannya latihan di Stadion Teladan Medan.
Tapi, hal itu dibantah oleh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya, pemindahan tempat latihan karena kondisi lapangan Stadion Teladan Medan terlalu keras untuk menggelar latihan dan dapat menyebabkan cedera. “Tidak, kita dan seluruh suporter sama-sama menyayangi PSMS jadi tidak mungkin mereka menyakiti para pemain. Apalagi kita juga siap menampung aspirasi mereka. Pemindahan ini lebih kepada kondisi lapangan. Ke depan ini akan menjadi pembicaraan antara manajemen dan pengurus,” ucap Benny.
Sementara itu kubu Persita Tangerang mengaku sudah siap menghadapi PSMS meskipun main di Stadion Teladan Medan. Bahkan, kemarin (12/2) pagi, Persita sudah menggelar latihan di Stadion Mini USU.
Pelatih Persita, Elly Idris sudah menyiapkan para pemain untuk menghadapi permainan rap-rap PSMS. “Kita sudah tahu PSMS merupakan tim dengan ciri khas rap-rapnya. Apalagi bermain di kandang, saya yakin pola permainan ini akan lebih terasa. Yang pasti kita akan coba mencuri kemenangan,” kata Elly Idris.Pendekar Cisadane juga tak terpengaruh kekalahan atas Semen Padang dan absennya striker muda, Rishadi Fauzi akibat akumulasi kartu.
“Saya sudah berbicara dari hati ke hati dengan pemain dan mereka sudah bisa menerima kekalahan atas Semen Padang, karena lengahnya pemain belakang dan itu sudah kita perbaiki. Kenangan mengalahkan PSMS di Tangerang akan menjadi motivasi pemain,” tegasnya. Dalam lawatannya ke Medan, Elly Idris hanya memboyong 15 pemain karena satu pemainnya terpaksa dipulangkan karena sakit.
Diam-diam Pengurus Hubungi Keltjes
Pengurus memang sudah sepakat untuk mempertahankan Kustiono hingga akhir musim. Tapi, posisinya di luar terus digoyong. Kemarin (12/2), diam-diam ada pengurus yang sudah melobi mantan Pelatih PSMS di ISL, Rudi W Keltjes untuk kembali melatih punggawa Ayam Kinantan.
Rudi W Keltjes yang dihubungi mengaku memang ada menjalin pembicaraan dengan Doni Latuperissa. “Doni ada tanya sama saya mengenai PSMS tapi saya hanya mau ngomong dengan orang yang berkepentingan,” kata Rudi.
Rudi mengaku, memiliki keinginan untuk berperan dalam perbaikan PSMS ke depan. Itu pun dengan beberapa catatan. “Masalah PSMS tidak terletak di tangan pelatih saja. Dengan pemain muda dan tenaga yang masih segar merupakan modal menjadi tim kuat, meskipun itu bukan kerja yang mudah. Asalkan pengurus mau makan ikan asin bersama pemain, saya yakin PSMS bisa kembali seperti dulu,” pungkasnya.
Yang pasti, manajer PSMS, Hendra DS memutuskan untuk mempertahankan Kustiono sebagai pelatih hingga akhir musim, tapi dengan catatan mampu membangkitkan kembali permainan rap-rap yang sudah hilang.
“Pergantian pelatih itu selain akan membuat kita mengeluarkan cost yang lebih banyak, tidak ada jaminan bahwa sosok pelatih yang baru bisa membawa tim ke arah yang lebih baik,” ujar Hendra DS
Rudi W Keltjes yang dihubungi mengaku memang ada menjalin pembicaraan dengan Doni Latuperissa. “Doni ada tanya sama saya mengenai PSMS tapi saya hanya mau ngomong dengan orang yang berkepentingan,” kata Rudi.
Rudi mengaku, memiliki keinginan untuk berperan dalam perbaikan PSMS ke depan. Itu pun dengan beberapa catatan. “Masalah PSMS tidak terletak di tangan pelatih saja. Dengan pemain muda dan tenaga yang masih segar merupakan modal menjadi tim kuat, meskipun itu bukan kerja yang mudah. Asalkan pengurus mau makan ikan asin bersama pemain, saya yakin PSMS bisa kembali seperti dulu,” pungkasnya.
Yang pasti, manajer PSMS, Hendra DS memutuskan untuk mempertahankan Kustiono sebagai pelatih hingga akhir musim, tapi dengan catatan mampu membangkitkan kembali permainan rap-rap yang sudah hilang.
“Pergantian pelatih itu selain akan membuat kita mengeluarkan cost yang lebih banyak, tidak ada jaminan bahwa sosok pelatih yang baru bisa membawa tim ke arah yang lebih baik,” ujar Hendra DS
Friday, February 12, 2010
Dua Suporter Sudah Dilepas, Posisi Kustiono Aman

Pecinta PSMS dan Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) Hooligan meminta pengurus harus bertanggung jawab terhadap dua suporter yang kini ditahan polisi di tahanan Mapolsekta Medan Kota, karena terlibat kerusuhan usai PSMS dikalahkan Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan, kemarin (10/2).
“Pengurus harus bertanggungjawab terhadap kedua suporter. Bagaimanapun kerusuhan itu diakibatkan masyarakat tidak terima kekalahan PSMS. Kedua suporter ini juga membeli tiket kok, jadi sudah seharusnya pengurus turun memberikan perhatian kepada mereka,” beber Presiden Smeck Hooligan, Nata Simangunsong, Kamis (11/2). Tadi malam, wartawan koran ini mendapat informasi, kalau kedua suporter tersebut sudah dilepas oleh polisi. “Iya, sudah dilepas. Keduanya masih berstatus pelajar SMP dan kita yang mengurusnya,” kata Kabid Pembinaan dan Wakil Ketua Panpel PSMS, Freddy Hutabarat saat dihubungi, tadi malam.
Pengurus Mendadak Gelar Rapat Evaluasi
Buruknya penampilan PSMS di awal putaran kedua kompetisi Divisi Utama 2009/2010 membuat pengurus jadi sorotan pecinta Ayam Kinantan. Buntutnya, kemarin (11/2), beberapa unsur pengurus dan manajemen mendadak bertemu untuk melakukan evaluasi.
Pertemuan yang dipimpin Manajer PSMS, Hendra DS itu dihadiri oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja dan Penasehat Teknis, Surianto Herman dilakukan untuk membahas langkah-langkah PSMS di sisa paruh kedua, sekaligus meminta penjelasan kepada tim pelatih masing-masing Pelatih Kepala, Kustiono, Asisten Pelatih Suryono dan Asisten Pelatih, Jampi Hutauruk
Lantas apa yang ditanya pengurus dan apa hasilnya? “Kita mempertanyakan kepada pelatih kenapa menghadapi Persikabo Bogor di awal begitu lemah dan baru bangkit setelah kebobolan. Tapi tetap saja belum memperlihatkan gaya khas PSMS yaitu rap-rap. Ke depan kita harapkan tim pelatih dapat mewujudkan itu semua,” kata Manajer PSMS, Hendra DS, usai pertemuan, Kamis (11/2).
Pertemuan itu, katanya, diakhiri dengan satu kesepakatan bahwa pengurus, manajemen dan pemain harus satu persepsi bila ingin bertahan di divisi utama untuk musim berikutnya. Manajemen, sambungnya, akan tetap mempertahankan Pelatih Kustiono hingga akhir musim.
Menurut Hendra, mengganti pelatih tidak akan memberikan jaminan untuk bisa mengangkat kembali prestasi PSMS ke arah yang lebih baik. “Pergantian pelatih itu, selain akan membuat kita mengeluarkan cost yang lebih banyak, juga tidak ada jaminan bahwa sosok pelatih yang baru bisa membawa tim ke arah yang lebih baik,” katanya.
Selain itu, katanya, penggantian pelatih akan semakin membuat manajemen dan pengurus kembali dipersalahkan, seandainya perekrutan itu malah membawa tim menjadi lebih buruk. “Saat ini kita sudah dipersalahkan masyarakat karena diangap tidak becus. Nah, seandainya kita ganti pelatih tapi juga kalah atas Persita tentu kita akan semakin dihujat lagi. Kita kan tidak mungkin mengganti pelatih terus setiap kali kalah,” ungkapnya.
Untuk itu manajemen meminta kepada Kustiono untuk meninjau ulang program pelatihan yang sudah dijalankan. Bahkan, secara tegas manajemen meminta Kustiono untuk membangkitkan fanatisme dari sebahagian pemain yang merupakan penduduk asli Sumatera Utara.
Pelatih PSMS, Kustiono menilai pertemuan tersebut sebuah hal positif yang biasa dilakukan satu tim demi perbaikan ke depan. Kustiono pun berjanji untuk melakukan hal yang sama terhadap seluruh pemain saat menggelar latihan, Jumat (12/2) pagi ini di Stadion Kebun Bunga.
“Saya sama sekali tidak sakit hati. Justru saya bangga akhirnya kita seluruh unsur yang terlibat di PSMS bisa duduk bersama berbicara dari hati ke hati untuk satu tujuan, PSMS lebih baik ke depan,” ucap Kustiono di sela-sela latihan, Kamis (11/2) sore.
Kustiono mengaku, kekalahan atas Persikabo Bogor hanya karena kurangnya faktor luck. Begitu pula permainan keras baru terlihat di babak kedua karena mental pemain rendah. “Konsep itu kan tidak harus seperti robot. Pemain juga bisa membuat inovasi selagi itu dinilai baik. Seperti peluang yang dimiliki Tri Yudha Handoko begitu juga Osas Saha kemungkinan bisa menciptakan gol bila menerapkan quick shooting, Sebagai seorang striker murni, selama latihan Osas menunjukkan performa yang bagus makanya saya juga bingung dengan penampilannya kemarin,” jelasnya.
Ke depan sesuai dengan keinginan pengurus dan manajemen, Kustiono akan fokus pada pembentukan mental pemain. Hal itu dirasa perlu untuk membangkitkan kembali permainan rap-rap yang sebenarnya. Bahkan untuk itu dirinya bersiap melakukan regulasi pemain. “Untuk membawakan gaya rap-rap, kita butuh pemain yang benar-benar siap. Jadi bakal ada perubahan formasi pemain ke depan,” tegasnya
Thursday, February 11, 2010
Osas dan Nyek Bakal Didepak
Kekalahan PSMS atas Persikabo tak hanya membuat kursi pelatih jadi sorotan, sinyal perombakan pemain secara besar-besaran langsung bergulir. Striker asing Osas Saha dan defender Nyek Nyobe pun kemungkinan bakal terkena imbas didepak.
Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa mengatakan akan melakukan evaluasi total atas hasil mengecewakan melawan Persikabo, Rabu (10/2). “Kita memang sudah berusaha maksimal, tapi keberuntungan yang masih jauh. Secepatnya kita akan berbenah untuk membawa kebaikan bagi PSMS di masa yang akan datang,” kata Beny .
Belakangan ini, permainan Osas Saha menurun. Hal itu disebabkan karena terdengar kabar Osas tengah dilirik oleh Pro Duta. Begitu juga Nyek Nyobe sudah lama ingin meninggalkan PSMS, sehingga penampilan Nyek semakin buruk.
Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa mengatakan akan melakukan evaluasi total atas hasil mengecewakan melawan Persikabo, Rabu (10/2). “Kita memang sudah berusaha maksimal, tapi keberuntungan yang masih jauh. Secepatnya kita akan berbenah untuk membawa kebaikan bagi PSMS di masa yang akan datang,” kata Beny .
Belakangan ini, permainan Osas Saha menurun. Hal itu disebabkan karena terdengar kabar Osas tengah dilirik oleh Pro Duta. Begitu juga Nyek Nyobe sudah lama ingin meninggalkan PSMS, sehingga penampilan Nyek semakin buruk.
Kursi Kustiono Langsung Panas
Kekalahan atas Persikabo di kandang sendiri membuat pecinta Ayam Kinantan dan masyarakat Kota Medan marah. Meskipun berhasil mendominasi sepanjang pertandingan, pecinta PSMS tetap tak terima karena kenyataannya tim kesayangannya tetap kebobolan.
Buntutnya, pecinta PSMS pun ngamuk dan melemparkan botol air mineral ke tengah lapangan. Bukan itu saja kekecewaan pun ditujukan kepada Pelatih PSMS, Kustiono. Mereka menuntut pelatih yang baru sepekan menangani PSMS itu pun diminta turun dari kursi pelatih.
Ketua PS Global Medan, Uhum Enesty melalui SMS kepada wartawan koran ini meminta segera lakukan perbaikan dan resuffle kepengurusan. “Dan yang terpenting datangkan pelatih yang berkualitas dengan menggunakan uang APBD,” tulisnya.
Hal senada juga disampaikan Presiden Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) Hooligan, Nata Simangunsong. “Ritme pemain menjadi hilang akibat pergantian pelatih yang tiba-tiba dari Suimin Dihardja ke Kustiono. Padahal semasa bertandang ke Persikabo, PSMS masih menguasai ritme permainan. Apalagi secara materi Persikabo Bogor masih di bawah PSMS. Pengurus juga turut andil di sini,” kata Nata.
“Kita menuntut Kustiono diganti dan tidak lagi pelatih PSMS saat menjamu Persita Minggu (14/2). Atau, kita akan turun ke jalan untuk memboikot pertandingan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut Kustiono menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen. “Ya itu semua wewenang manajemen. Saya siap menerima apapun keputusan manajemen,” ucapnya. Asisten Manajer PSMS, Beny Tomaso yang dikonfirmasi mengaku akan membahas hal itu terlebih dahulu. “Soalnya masalah pelatih itu bukan hak saya,” kilahnya.
Tapi, desakan untuk segera mengganti pelatih bakal tak terwujud hingga akhir musim. Pasalnya, pasca pemecatan Suimin Dihardja, pengurus memberi wewenang kepada manajemen untuk menunjuk pelatih baru. Artinya manajemen bisa malu karena salah membuang Suimin
Buntutnya, pecinta PSMS pun ngamuk dan melemparkan botol air mineral ke tengah lapangan. Bukan itu saja kekecewaan pun ditujukan kepada Pelatih PSMS, Kustiono. Mereka menuntut pelatih yang baru sepekan menangani PSMS itu pun diminta turun dari kursi pelatih.
Ketua PS Global Medan, Uhum Enesty melalui SMS kepada wartawan koran ini meminta segera lakukan perbaikan dan resuffle kepengurusan. “Dan yang terpenting datangkan pelatih yang berkualitas dengan menggunakan uang APBD,” tulisnya.
Hal senada juga disampaikan Presiden Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) Hooligan, Nata Simangunsong. “Ritme pemain menjadi hilang akibat pergantian pelatih yang tiba-tiba dari Suimin Dihardja ke Kustiono. Padahal semasa bertandang ke Persikabo, PSMS masih menguasai ritme permainan. Apalagi secara materi Persikabo Bogor masih di bawah PSMS. Pengurus juga turut andil di sini,” kata Nata.
“Kita menuntut Kustiono diganti dan tidak lagi pelatih PSMS saat menjamu Persita Minggu (14/2). Atau, kita akan turun ke jalan untuk memboikot pertandingan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut Kustiono menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen. “Ya itu semua wewenang manajemen. Saya siap menerima apapun keputusan manajemen,” ucapnya. Asisten Manajer PSMS, Beny Tomaso yang dikonfirmasi mengaku akan membahas hal itu terlebih dahulu. “Soalnya masalah pelatih itu bukan hak saya,” kilahnya.
Tapi, desakan untuk segera mengganti pelatih bakal tak terwujud hingga akhir musim. Pasalnya, pasca pemecatan Suimin Dihardja, pengurus memberi wewenang kepada manajemen untuk menunjuk pelatih baru. Artinya manajemen bisa malu karena salah membuang Suimin
Markus Horison Diserang Fans PSMS

Markus Horison diserang oleh mantan fansnya di Medan. Aksi suporter yang menyerukan agar Markus kembali memperkuat PSMS itu berakhir brutal.
Saat hendak meninggalkan Stadion Teladan Medan seusai menonton laga Divisi Utama PSMS kontra Persikabo Bogor, Rabu sore, 10 Februari 2010, Markus mengaku sudah dikerumuni oleh beberapa suporter PSMS. Mereka meminta agar Markus kembali memperkuat Ayam Kinantan.
Namun, Markus tetap memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju mobilnya. "Saya ditarik-tarik sepanjang perjalanan menuju mobil. Mereka juga berteriak-teriak minta saya kembali ke PSMS," kata Markus.
Saat tiba di mobil, kerumunan suporter tak juga bubar. Bahkan, mereka memilih untuk mengerumuni mobil Honda Jazz milik Markus.
"Saat itu mobil saya sudah lecet dan tergores," beber Markus.
Aksi massa semakin liar. Menurut Markus, saat berusaha untuk menjauh dari kerumunan, kaca belakang mobilnya tiba-tiba pecah. "Saya tidak tahu apakah dilempar atau dipukul," kata kiper yang berganti nama menjadi Markus Haris Maulana setelah masuk Islam ini.
Aksi ini akhirnya mengundang perhatian polisi. Beberapa pelaku perusakan langsung diamankan. Markus selanjutnya berusaha untuk menerobos kerumunan penonton dan menjauh dari Stadion Teladan.
"Terakhir, saya masih lihat bus Persikabo dilempar batu. Beberapa orang yang ada di dalamnya terlihat berdarah karena serangan tersebut," pungkas Markus.
Tampaknya, suporter Ayam Kinantan meluapkan kekesalannya kepada kiper 28 tahun itu. Maklum, tuan rumah PSMS ditaklukkan Persikabo 0-1.
Markus sempat menjadi ikon PSMS bersama Saktiawan Sinaga dan Mahyadi Panggabean. Namun, trio pemain tim nasional ini memutuskan untuk hijrah ke Persik Kediri pada Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009.
Namun, krisis keuangan yang menimpa Persik membuat Markus memilih untuk kembali ke PSMS pada putaran kedua. Sayangnya, kehadiran kiper berkepala plontos itu tak mampu menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi.
Pada ISL 2009/2010, Markus bergabung dengan Arema Malang. Namun, kebersamaan Markus dan Singo Edan berakhir jelang putaran kedua. Rencananya, Markus akan bergabung dengan Persib Bandung
Markus Horison Sesalkan Kebrutalan Fans PSMS

Kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison menyesalkan perusakan yang dilakukan oleh suporter PSMS Medan terhadap mobilnya, Rabu 10 Februari 2010.
Mobil Markus diserang dan dilempari mantan fansnya itu. Kiper 28 tahun ini meminta agar aksi itu tidak sampai menimpa mantan pemain PSMS lainnya.
"Aksi seperti ini menunjukkan ketidakdewasaan suporter. Kalau seperti ini terus, saya pikir sepakbola kita tidak akan maju," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Kamis 11 Februari 2010.
Markus juga mengaku tak akan mengadukan aksi kekerasan yang menimpanya kepada pihak kepolisian. Dia hanya berharap kejadian ini tidak sampai berulang dan menimpa mantan pemain PSMS lainnya.
"Tidak ada gunanya kalau saya lapor polisi. Biarlah saya yang menanggung semuanya. Namun, saya berharap kejadian ini tidak berulang lagi," kata Markus.
"Cukup saya saja yang menjadi korban. Jangan ada lagi mantan pemain PSMS yang mengalami hal seperti ini," tambahnya.
Niat Markus untuk bernostalgia dengan klub lamanya, PSMS berakhir petaka. Mobil Honda Jazz milik Markus dirusak oleh suporter Ayam Kinantan saat hendak meninggalkan Sstadion Teladan, Medan, Rabu 10 Februari 2010.
Markus hadir di Stadion Teladan untuk menyaksikan duel PSMS vs Persikabo Bogor. Pertandingan ini berakhir dengan kemenangan tim tamu 1-0
PSMS 0 - 1 Persikabo Jalan Makin Terja
Jalan PSMS Medan untuk kembali berlaga di kasta tertinggi Indonesia Super League (ISL) musim depan semakin terjal. Setelah dalam laga krusial dipermalukan oleh Persikabo Bogor di kandangnya Stadion Teladan Medan, Rabu (10/2) dengan skor 0-1 (0-0).
Sebenarnya PSMS berpeluang besar memenangkan pertandingan. Soalnya, sepanjang pertandingan M Affan Lubis dkk tampil mendominasi. Strategi formasi 3-5-2 yang diterapkan Pelatih PSMS, Kustiono pun manjur melakukan gebrakan ke pertahanan Persikabo dan memaksa pemain Persikabo bermain setengah lapangan.
Namun, serangan yang dibangun melalui kaki Hari Saputra dkk tak berhasil menjebol gawang lawan meskipun tercatat beberapa kali peluang didapat oleh Osas Saha dan Daniel. Hingga babak pertama usai skor tetap bertahan 0-0.
Di babak kedua, barisan pertahanan PSMS yang dikawal Hary Saputra, Nyeck Nyobe dan Ahmad Maulana Putra mulai kelabakan dengan serangan balik yang dibangun oleh pemain Persikabo. Nyek Nyobe tiga kali membuat blunder dan nyaris berbuah gol.
Petaka pun akhirnya menimpa pada menit ke-54. Melalui serangan balik Jibby Wuwungan yang dipanggil menggantikan Rodrigo Santoni berhasil menciptakan gol ke gawang PSMS yang dijaga oleh M Halim. Kecolongan satu gol, Kustiono pun langsung merubah formasi dari 3-5-2 menjadi 3-4-3.
Syaiful Ramadan ditarik dan digantikan Dodi Rahwana, sedangkan Jacky Pasarela masuk mengganti M Affan Lubis. Masuknya amunisi baru berhasil membalikkan serangan. Beberapa peluang kembali berhasil diciptakan. Sayangnya, peluang itu gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Osas, Daniel, Yudha serta Jacky.
Menjelang menit-menit akhir pemain PSMS semakin frustasi sehingga permainan menjurus kasar. Ribuan suporter juga mulai tidak terkontrol dan mulai melemparan botol air mineral ke dalam lapangan.
Tapi, hingga wasit Suharto meniup pluit panjang skor tetap bertahan 0-1 untuk keunggulan Persikabo. Tak terima timnya kalah, pendukung PSMS pun buat ribut di luar lapangan. Ratusan suporter PSMS melakukan penghadangan kepada tim Persikabo. Bukan itu saja, saat bus yang membawa pemain Persikabo hendak meninggalkan Stadion Teladan Medan, suporter pun ikut mengiringi sambil melakukan lemparan. Tapi, aksi itu akhirnya berhasil diamankan oleh aparat keamanan.
Pelatih PSMS, Kustiono mengaku, kekalahan tersebut akibat pemain tak tenang. “Strategi kita berhasil mendapatkan banyak peluang. Tapi pemain sepertinya tidak tenang sehingga semua peluang hilang,” jelas Kustiono.
“Ya dengan hasil tadi langkah kita ke ISL jelas akan semakin berat.
Tapi ini bukan akhir segalanya, paling tidak kita masih bisa bertahan di divisi utama dan berbenah lebih baik ke depan,” sambung Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa, usai pertandingan.
Sementara Asisten Pelatih Tim Persikabo, Hasyim Azmi mengaku, instruksi yang diberikan pelatih berhasil mematikan pergerakan pemain lawan. “Meskipun jujur saja, ini bukan kemenangan dari skema yang bagus,” kata Hasyim Azmi
Sebenarnya PSMS berpeluang besar memenangkan pertandingan. Soalnya, sepanjang pertandingan M Affan Lubis dkk tampil mendominasi. Strategi formasi 3-5-2 yang diterapkan Pelatih PSMS, Kustiono pun manjur melakukan gebrakan ke pertahanan Persikabo dan memaksa pemain Persikabo bermain setengah lapangan.
Namun, serangan yang dibangun melalui kaki Hari Saputra dkk tak berhasil menjebol gawang lawan meskipun tercatat beberapa kali peluang didapat oleh Osas Saha dan Daniel. Hingga babak pertama usai skor tetap bertahan 0-0.
Di babak kedua, barisan pertahanan PSMS yang dikawal Hary Saputra, Nyeck Nyobe dan Ahmad Maulana Putra mulai kelabakan dengan serangan balik yang dibangun oleh pemain Persikabo. Nyek Nyobe tiga kali membuat blunder dan nyaris berbuah gol.
Petaka pun akhirnya menimpa pada menit ke-54. Melalui serangan balik Jibby Wuwungan yang dipanggil menggantikan Rodrigo Santoni berhasil menciptakan gol ke gawang PSMS yang dijaga oleh M Halim. Kecolongan satu gol, Kustiono pun langsung merubah formasi dari 3-5-2 menjadi 3-4-3.
Syaiful Ramadan ditarik dan digantikan Dodi Rahwana, sedangkan Jacky Pasarela masuk mengganti M Affan Lubis. Masuknya amunisi baru berhasil membalikkan serangan. Beberapa peluang kembali berhasil diciptakan. Sayangnya, peluang itu gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Osas, Daniel, Yudha serta Jacky.
Menjelang menit-menit akhir pemain PSMS semakin frustasi sehingga permainan menjurus kasar. Ribuan suporter juga mulai tidak terkontrol dan mulai melemparan botol air mineral ke dalam lapangan.
Tapi, hingga wasit Suharto meniup pluit panjang skor tetap bertahan 0-1 untuk keunggulan Persikabo. Tak terima timnya kalah, pendukung PSMS pun buat ribut di luar lapangan. Ratusan suporter PSMS melakukan penghadangan kepada tim Persikabo. Bukan itu saja, saat bus yang membawa pemain Persikabo hendak meninggalkan Stadion Teladan Medan, suporter pun ikut mengiringi sambil melakukan lemparan. Tapi, aksi itu akhirnya berhasil diamankan oleh aparat keamanan.
Pelatih PSMS, Kustiono mengaku, kekalahan tersebut akibat pemain tak tenang. “Strategi kita berhasil mendapatkan banyak peluang. Tapi pemain sepertinya tidak tenang sehingga semua peluang hilang,” jelas Kustiono.
“Ya dengan hasil tadi langkah kita ke ISL jelas akan semakin berat.
Tapi ini bukan akhir segalanya, paling tidak kita masih bisa bertahan di divisi utama dan berbenah lebih baik ke depan,” sambung Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa, usai pertandingan.
Sementara Asisten Pelatih Tim Persikabo, Hasyim Azmi mengaku, instruksi yang diberikan pelatih berhasil mematikan pergerakan pemain lawan. “Meskipun jujur saja, ini bukan kemenangan dari skema yang bagus,” kata Hasyim Azmi
Pelatih-pengurus arogan baiknya mundur

Kekalahan memalukan yang diderita PSMS Medan kala menjamu Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan kemarin, disinyalir suporter PSMS SMeCK Hooligan sebagai akibat arogansi dan egois oknum pengurus yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.
“Sebaiknya sosok seperti ini segera mundur! Bila masih ngotot bertahan, kita minta Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin memecatnya. Begitu juga dengan pelatih Kustiono yang dipecat dari PSAP Sigli karena tidak berkualitas agar segera diganti,” ujar Presiden SMeCK Hooligans Nata Simangunsong.
Menurutnya, pengangkatan Kustiono sebagai pelatih PSMS karena adanya indikasi oknum pengurus mempunyai kepentingan pribadi. “Kalau tidak, mana mungkin dia menjadi pelatih. Masih banyak sosok pelatih yang cocok menukangi PSMS. Kenapa harus dia?” lanjutnya menambahkan dirinya tahu oknum pengurus yang mengusulkan Kustiono kepada Ketua Umum PSMS.
Nata juga mengatakan mendengar adanya pengurus yang menolak kehadiran Kustiono dan menunjuk pelatih kawakan Yuswardi. Sayangnya, usulan tersebut tidak ditanggapi dan oknum-oknum pengurus tersebut tetap mempertahankan Kustiono.
“Inilah akibat dari sikap sok kuasa dari pengurus PSMS tersebut, sehingga akhirnya PSMS yang didanai uang rakyat hancur. Di samping itu, pengurus yang berani kritik dan protes oknum pengurus yang arogan selalu disingkirkan. Termasuk pelatih Suimin Dihardja dipecat karena pengurus teras PSMS tidak sejalan dengannya,” ketus Nata lagi.
Akibatnya, dampak perekrutan Kustiono sebagai suksesor semakin melemahkan tim. Meski dikawal pemain-pemain yang lebih baik dibanding putaran pertama, M Affan Lubis cs mengalami kekalahan perdananya di kandang musim ini.
“Melawan Persikabo, PSMS tidak punya pola dan ritme. Ini tentu bukti tidak becusnya Kustiono menangani tim, hingga perekrutan pemain di putaran kedua ini bukan memperbaiki kondisi tapi malah makin hancur,” kata si Bos, sapaan akrabnya.
Untuk itu, SMeCK Hooligans meminta Ketua Umum merevisi keberadaan Ketua Harian Agus Simorangkir, Ketua Panpel Hardi Mulyono dan Sekretaris PSMS Agus Suriono karena tak kunjung memberikan kontribusi positif.
SMeCK juga mengultimatum manajemen segera memecat Kustiono sebagai pelatih, karena tidak layak. “Sebelum menghadapi Persita Tangerang, Minggu (14/2) nanti, kami minta Kustiono dan pengurus yang tidak punya visi membangun tim mundur. Kalau tidak, kami akan gelar aksi di Kebun Bunga,” bebernya sembari menegaskan pihaknya justru akan memberikan dukungan kepada skuad Pendekar Cisadane
Ayam Kinantan keok
PSMS Medan dipermalukan oleh Persikabo Bogor 0-1 di kandang sendiri dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Rabu.
Kekalahan dialami tim Ayam Kinantan lewat gol pada babak kedua hasil tendangan spekulasi Jibby Wuwungan yang tak terhadang kiper M Halim. Ketinggalan satu angka sejak menit 56, sempat membuat ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan benar-benar kecewa atas penampilan tim kesayangannya.
Di babak pertama, serangan lebih banyak didominasi anak-anak Ayam Kinantan namun berbagai peluang yang didapat Nyek Nyobe, Ogochukwu Daniel, Faisal Azmi maupun Osas Saha tak satu pun berhasil menggetarkan gawang Sahari Gultom.
Masuknya Jecky Pasarella dan Dodi Rahwana di babak kedua menggantikan M Affan Lubis dan Syaiful Ramadhan sempat meningkatkan daya serang PSMS. Kendati begitu, hingga peluit akhir berbunyi PSMS tetap gagal mencetak gol balasan.
Usai pertandingan, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa mengatakan, kekalahan itu tidak diduga sama sekali. “Dari segi permainan, PSMS lebih unggul. Ya, begitulah permainan bola tidak bisa dipastikan,” beber Benny.
Menurut dia, dalam menghadapi Persikabo dewi fortuna memang belum berpihak pada tim asuhannya
Kekalahan dialami tim Ayam Kinantan lewat gol pada babak kedua hasil tendangan spekulasi Jibby Wuwungan yang tak terhadang kiper M Halim. Ketinggalan satu angka sejak menit 56, sempat membuat ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan benar-benar kecewa atas penampilan tim kesayangannya.
Di babak pertama, serangan lebih banyak didominasi anak-anak Ayam Kinantan namun berbagai peluang yang didapat Nyek Nyobe, Ogochukwu Daniel, Faisal Azmi maupun Osas Saha tak satu pun berhasil menggetarkan gawang Sahari Gultom.
Masuknya Jecky Pasarella dan Dodi Rahwana di babak kedua menggantikan M Affan Lubis dan Syaiful Ramadhan sempat meningkatkan daya serang PSMS. Kendati begitu, hingga peluit akhir berbunyi PSMS tetap gagal mencetak gol balasan.
Usai pertandingan, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa mengatakan, kekalahan itu tidak diduga sama sekali. “Dari segi permainan, PSMS lebih unggul. Ya, begitulah permainan bola tidak bisa dipastikan,” beber Benny.
Menurut dia, dalam menghadapi Persikabo dewi fortuna memang belum berpihak pada tim asuhannya
Wednesday, February 10, 2010
Iwan Setiawan Was-was
Kemenangan berbau kontroversi saat menghadapi PSMS di Stadion Persikabo Cibinong Bogor beberapa waktu lalu, ternyata membuat Pelatih Persikabo, Iwan Setiawan was-was.
Akibatnya, mantan pelatih PSMS itu menolak untuk diwawancarai wartawan. Bahkan, saat menggelar uji coba lapangan Iwan juga enggan berkomentar. Begitu juga saat konferensi pers, Iwan mengutus dua asistennya.
Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong sudah siap untuk membalas perlakuan suporter Persikabo saat PSMS main di Bogor. “Kita akan membalas apa yang mereka lakukan sama PSMS waktu di Bogor,” kata Nata.
Tapi, panitia pelaksana pertandingan PSMS sudah mengantisipasi hal-hal yang tak dinginkan. Panitia pelaksana juga meminta wasit agar memimpin pertandingan dengan objektif. “Kita panitia sudah mengingatkan wasit agar memimpin pertandingan dengan benar. Karena dari pengalaman, lancar tidaknya satu pertandingan ini berhubungan dengan keputusan wasit,” tegas wakil ketua panitia pelaksana pertandingan PSMS, Julius Raja
Akibatnya, mantan pelatih PSMS itu menolak untuk diwawancarai wartawan. Bahkan, saat menggelar uji coba lapangan Iwan juga enggan berkomentar. Begitu juga saat konferensi pers, Iwan mengutus dua asistennya.
Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong sudah siap untuk membalas perlakuan suporter Persikabo saat PSMS main di Bogor. “Kita akan membalas apa yang mereka lakukan sama PSMS waktu di Bogor,” kata Nata.
Tapi, panitia pelaksana pertandingan PSMS sudah mengantisipasi hal-hal yang tak dinginkan. Panitia pelaksana juga meminta wasit agar memimpin pertandingan dengan objektif. “Kita panitia sudah mengingatkan wasit agar memimpin pertandingan dengan benar. Karena dari pengalaman, lancar tidaknya satu pertandingan ini berhubungan dengan keputusan wasit,” tegas wakil ketua panitia pelaksana pertandingan PSMS, Julius Raja
Suporter Minta Wasit Fair
Sebagai pertandingan penentu dan bermain di kandang sendiri di Stadion Teladan Medan, PSMS harus meraih kemenangan saat menjamu Persikabo Bogor, petang nanti (10/2).
“Tidak ada cerita seri apalagi kalah. Kita harus menjadi tuan rumah di sini (Stadion Teladan Medan, Red). Smeck pun siap menjadi pendukung militan demi PSMS. Ingat apa yang terjadi waktu PSMS main di Bogor,” tegas Presiden Smeck Hooligan, Nata Simangunsong.
Dukungan militan yang dimaksud Nata yaitu mengawal pertandingan agar berjalan fair play dan objektif. Smack Hooligan akan mengawal setiap keputusan wasit sepanjang pertandingan. “Biarlah waktu di kandang Persikabo Bogor kita dikerjai wasit. Tapi di sini (Medan, Red) akan kita buktikan kalau PSMS bukan tim cengeng yang mengandalkan dukungan wasit,” katanya.
Untuk itu, katanya, semua pihak khususnya wasit untuk menjaga sportifitas pada pertandingan nanti. Karena hinaan fans Persikabo Bogor kepada pemain PSMS masih membekas di hati anggota Smack Hooligan. Asisten Manajer, Beny Tomasoa mengaku, keberadaan Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang memastikan kemenangan PSMS. “Untuk meraih kemenangan PSMS tidak bisa sendiri. Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang akan mengawal jalannya pertandingan sekaligus memastikan kemenangan melalui pertandingan yang sportif,” kata Beny
“Tidak ada cerita seri apalagi kalah. Kita harus menjadi tuan rumah di sini (Stadion Teladan Medan, Red). Smeck pun siap menjadi pendukung militan demi PSMS. Ingat apa yang terjadi waktu PSMS main di Bogor,” tegas Presiden Smeck Hooligan, Nata Simangunsong.
Dukungan militan yang dimaksud Nata yaitu mengawal pertandingan agar berjalan fair play dan objektif. Smack Hooligan akan mengawal setiap keputusan wasit sepanjang pertandingan. “Biarlah waktu di kandang Persikabo Bogor kita dikerjai wasit. Tapi di sini (Medan, Red) akan kita buktikan kalau PSMS bukan tim cengeng yang mengandalkan dukungan wasit,” katanya.
Untuk itu, katanya, semua pihak khususnya wasit untuk menjaga sportifitas pada pertandingan nanti. Karena hinaan fans Persikabo Bogor kepada pemain PSMS masih membekas di hati anggota Smack Hooligan. Asisten Manajer, Beny Tomasoa mengaku, keberadaan Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang memastikan kemenangan PSMS. “Untuk meraih kemenangan PSMS tidak bisa sendiri. Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang akan mengawal jalannya pertandingan sekaligus memastikan kemenangan melalui pertandingan yang sportif,” kata Beny
PSMS v Persikabo Laga Krusial Ayam Kinantan
Peluang PSMS untuk bersaing merebut satu tempat di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan masih ada. Syaratnya, Ayam Kinantan tak boleh kalah di sembilan pertandingan di putaran kedua. Nah, petang nanti (10/2), punggawa PSMS akan mengawali sembilan laga krusial itu dengan menjamu Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan.
Untuk memaksimalkan hasil tersebut, Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mematikan pergerakan pemain Persikabo. Tapi, Kustiono tak berani memasang target.
“Bola itu bulat dan kita tidak bisa berandai-andai. Kalau bisa menang ngapain harus kalah? Dan besok (hari ini, Red) PSMS akan menang,” tegas Kustiono.
Menurutnya, dia sudah mempelajari karakter permainan Persikabo dari dua pertandingan yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta yaitu saat melawan Persiraja dan PSAP Sigli. Permainan rap-rap pun disiapkan untuk membendung permainan Persikabo.
Kustiono optimis bisa menerapkan strategi tersebut karena tak satupun pemain yanng cedera. “Kita tahu, permainan bola tim Pulau Jawa akan mengandalkan skill individu dan passing-passing akurat, kita akan antisipasi itu dengan permainan keras. Jujur saja, secara tim Persikabo Bogor bukanlah tim yang dikhawatirkan. Tim asal Pulau Jawa kebanyakan mengandalkan teknik. Asal tidak ikut pola permainan mereka kita pasti menang,” ungkap Kustiono. Mantan Pelatih PSAP itu juga sudah bisa bernafas lega karena pemain asing baru hasil seleksi Daniel sudah bisa dimainkan dan akan ditandemkan dengan Osas Saha.
“Saya akan memberikan yang terbaik dalam laga yang menentukan ini. Seluruh pemain pun diinstruksikan menghentikan laju Yusuke Sasa yang dianggap sebagai motor permainan Persikabo,” sambung Nyek Nyobe, defender PSMS.
Persikabo juga tak akan menyerah begitu saja meskipun pemain asingnya Rodrigo Santoni tak bisa diturunkan karena cedera, Azis diskor tak boleh main serta hengkangnya Roger Batoum.
“Kita ada mendatangkan Jibby Wuwungan dari Persema Manado juga masih ada David dan Yusuke Sasa untuk mengisi posisi Aziz yang diskor tidak boleh main. Kita juga ada anak Medan seperti Markus yang dulu main di PSDS dan Saharai Gultom,” kata Asisten Pelatih Hasyim Azmi Azhari didampingi Asisten Pelatih Fisik Anwar Salim, dan Kapten Persikabo Syaifullah, saat konferensi pers di Aula Stadion Kebun Bunga, kemarin (9/2). “Kita harapkan pertandingan besok (hari ini, Red) mengutamakan sportifitas,” sambung Azmi.
Untuk memaksimalkan hasil tersebut, Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mematikan pergerakan pemain Persikabo. Tapi, Kustiono tak berani memasang target.
“Bola itu bulat dan kita tidak bisa berandai-andai. Kalau bisa menang ngapain harus kalah? Dan besok (hari ini, Red) PSMS akan menang,” tegas Kustiono.
Menurutnya, dia sudah mempelajari karakter permainan Persikabo dari dua pertandingan yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta yaitu saat melawan Persiraja dan PSAP Sigli. Permainan rap-rap pun disiapkan untuk membendung permainan Persikabo.
Kustiono optimis bisa menerapkan strategi tersebut karena tak satupun pemain yanng cedera. “Kita tahu, permainan bola tim Pulau Jawa akan mengandalkan skill individu dan passing-passing akurat, kita akan antisipasi itu dengan permainan keras. Jujur saja, secara tim Persikabo Bogor bukanlah tim yang dikhawatirkan. Tim asal Pulau Jawa kebanyakan mengandalkan teknik. Asal tidak ikut pola permainan mereka kita pasti menang,” ungkap Kustiono. Mantan Pelatih PSAP itu juga sudah bisa bernafas lega karena pemain asing baru hasil seleksi Daniel sudah bisa dimainkan dan akan ditandemkan dengan Osas Saha.
“Saya akan memberikan yang terbaik dalam laga yang menentukan ini. Seluruh pemain pun diinstruksikan menghentikan laju Yusuke Sasa yang dianggap sebagai motor permainan Persikabo,” sambung Nyek Nyobe, defender PSMS.
Persikabo juga tak akan menyerah begitu saja meskipun pemain asingnya Rodrigo Santoni tak bisa diturunkan karena cedera, Azis diskor tak boleh main serta hengkangnya Roger Batoum.
“Kita ada mendatangkan Jibby Wuwungan dari Persema Manado juga masih ada David dan Yusuke Sasa untuk mengisi posisi Aziz yang diskor tidak boleh main. Kita juga ada anak Medan seperti Markus yang dulu main di PSDS dan Saharai Gultom,” kata Asisten Pelatih Hasyim Azmi Azhari didampingi Asisten Pelatih Fisik Anwar Salim, dan Kapten Persikabo Syaifullah, saat konferensi pers di Aula Stadion Kebun Bunga, kemarin (9/2). “Kita harapkan pertandingan besok (hari ini, Red) mengutamakan sportifitas,” sambung Azmi.
Pupus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022
Peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 tertutup. Sebab, surat garansi pemerintah kepada PSSI untuk dilampirkan ke FIFA sampai hari terakhir pendaftaran (9/1) tidak ada.
"Tanpa surat itu, Indonesia dipastikan gagal mengikuti bidding. Sebab, surat garansi merupakan salah satu syarat mutlak," ujar Deputi Sekjen PSSI Suryadarma Dali Tahir di Jakarta kemarin (8/1).
Dali tak bisa menutupi kekesalannya. Sebab, ini merupakan kesempatan emas Indonesia untuk menjadi tuan rumah even akbar. Giliran ke Asia akan datang lagi 25 tahun mendatang.
"PSSI masih bisa melobi FIFA agar batas waktu sampai 9 Februari diperpanjang," tuturnya. Surat dukungan juga dibutuhkan sebagai jaminan. Di dalamnya, terdapat nota kesepahaman dengan delapan kementerian. Di antaranya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kehakiman, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan.
Indonesia, menurut Dali, sejatinya berpeluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Minimal, kita bekerja sama dengan Australia sebagai tuan rumah bersama," ujarnya.
Itu didasarkan pada peta persaingan dan keputusan FIFA untuk menggeber Piala Dunia di Asia. Korea Selatan dan Jepang sebagai kompetitor pernah menjadi tuan rumah piala dunia. Sedangkan Qatar, yang juga mengajukan diri, memiliki suhu udara tinggi, sekitar 40 derajat Celsius pada Juli.
"Australia tak ingin head to head dengan kami. Sebab, mereka melihat Indonesia sebagai mitra strategis. Mereka lebih memilih menggandeng kita. Tapi, tanpa surat garansi pemerintah, Indonesia sudah pasti didiskualifikasi," ujar Dali.
Joko Driyono, juru bicara bidding Piala Dunia, menyatakan bahwa surat jaminan itu memang tak diatur dalam manual bidding. Meski demikian, FIFA tetap menjadikan surat tersebut sebagai salah satu penilaian.
"FIFA tidak akan menolak saat ini. Tapi, mereka bakal menolak saat pengumuman nanti. Kami harap, proses dilanjutkan agar Indonesia tetap berkesempatan menjadi tuan rumah even internasional lainnya. Misalnya, piala dunia kelompok umur," tutur Joko
"Tanpa surat itu, Indonesia dipastikan gagal mengikuti bidding. Sebab, surat garansi merupakan salah satu syarat mutlak," ujar Deputi Sekjen PSSI Suryadarma Dali Tahir di Jakarta kemarin (8/1).
Dali tak bisa menutupi kekesalannya. Sebab, ini merupakan kesempatan emas Indonesia untuk menjadi tuan rumah even akbar. Giliran ke Asia akan datang lagi 25 tahun mendatang.
"PSSI masih bisa melobi FIFA agar batas waktu sampai 9 Februari diperpanjang," tuturnya. Surat dukungan juga dibutuhkan sebagai jaminan. Di dalamnya, terdapat nota kesepahaman dengan delapan kementerian. Di antaranya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kehakiman, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan.
Indonesia, menurut Dali, sejatinya berpeluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Minimal, kita bekerja sama dengan Australia sebagai tuan rumah bersama," ujarnya.
Itu didasarkan pada peta persaingan dan keputusan FIFA untuk menggeber Piala Dunia di Asia. Korea Selatan dan Jepang sebagai kompetitor pernah menjadi tuan rumah piala dunia. Sedangkan Qatar, yang juga mengajukan diri, memiliki suhu udara tinggi, sekitar 40 derajat Celsius pada Juli.
"Australia tak ingin head to head dengan kami. Sebab, mereka melihat Indonesia sebagai mitra strategis. Mereka lebih memilih menggandeng kita. Tapi, tanpa surat garansi pemerintah, Indonesia sudah pasti didiskualifikasi," ujar Dali.
Joko Driyono, juru bicara bidding Piala Dunia, menyatakan bahwa surat jaminan itu memang tak diatur dalam manual bidding. Meski demikian, FIFA tetap menjadikan surat tersebut sebagai salah satu penilaian.
"FIFA tidak akan menolak saat ini. Tapi, mereka bakal menolak saat pengumuman nanti. Kami harap, proses dilanjutkan agar Indonesia tetap berkesempatan menjadi tuan rumah even internasional lainnya. Misalnya, piala dunia kelompok umur," tutur Joko
Ujian berat Kustiono

Pasca kekalahan dalam debutnya kala dikalahkan Semen Padang beberapa waktu lalu, pelatih PSMS Medan Kustiono dihadapkan ujian berat di Stadion Teladan Medan, Rabu sore besok.
Pasalnya, masyarakat pecinta PSMS tentunya menuntut mantan arsitek PSAP Sigli itu mampu memberi kemenangan kala menjamu Persikabo Bogor dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indoensia 2009/2010 nanti.
Terkait itu, Kustiono dan segenap skuad Ayam Kinantan pun bertekad meraih poin penuh guna membuka celah menuju Liga Super Indonesia musim mendatang. Dalam temu pers di Stadion Kebun Bunga, Selasa, Kustiono menegaskan tidak ada istilah kalah.
Menghadapi Persikabo, dijelaskan bahwa tim asuhannya tengah dalam keadaan on fire dan siap bertarung untuk memenangkan laga pasca dilibas Semen Padang 1-3 di Sijungjung.
"Pola kita tetap 4-4-2 dengan formasi menyerang dan "menikam" setiap pergerakan lawan," tambahnya didampingi Sekretaris Tim Fityan Hamdani dan Asisten Manajer Benny Tomasoa.
Disingggung keberadaan lawan, Kustiono menilai Persikabo secara tim bukanlah tim yang terlalu dikhawatirkan. Pelatih berkumis tebal itu pun optimis PSMS akan mengendalikan permainan di hadapan pendukung fanatik Ayam Kinantan itu.
Dari kubu Persikabo, kemenangan kontroversial di Bogor saat menjamu PSMS membuat mereka sedikit khawatir. Karena itu, Asisten Pelatih Persikabo Hasyim Azmi berharap agar pertandingan dapat berjalan aman dan sportif.
“Kita harapkan seluruh elemen pada pertandingan tersebut termasuk suporter bisa sportif, karena kita tidak ingin kejadian buruk terjadi,” tutur Hasyim menambahkan striker asing Rodrigo Santoni kemungkinan absen karena cedera.
“Hengkangnya Roger Batoum ke Persiraja dan absennya Santoni akan menjadikan kekuatan kami berkurang, namun kami optimis mantan pemain Persema Manado Jibbi Wuwungan dan gelandang Yusuke Sasa (Jepang) bisa menutup kekurangan tersebut,” harapnya sembari menjelaskan dua nama terakhir adalah rekrutan baru timnya
Tuesday, February 9, 2010
Pelatih Utak-atik Susunan Pemain
Laga kontra Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan, Rabu (10/2), tinggal menyisakan hitungan jam, namun performa punggawa Ayam Kinantan masih stagnan dan belum menunjukkan permainan rap-rap yang sesungguhnya. Padahal, pertandingan tersebut sangat menentukan langkah PSMS apakah bisa naik kasta atau malah terjerembab lagi ke Divisi I.
Pasca kekalahan dari Semen Padang, M Affan Lubis dkk hanya menyisakan sembilan pertandingan. Sementara saat ini PSMS hanya mengoleksi 13 poin di putaran pertama. Untuk bisa bersaing lolos ke Indonesia Super League (ISL) PSMS membutuhkan tambahan 25 poin di putaran kedua. Artinya PSMS harus bisa meraih kemenangan minimal delapan pertandingan dan satu hasil seri.
Tapi, dalam latihan game beberapa hari terakhir ini para pemain hanya menghasilkan tiga gol. Diawali gol Ikpefua Osas Marveleus Saha, M Affan Lubis, dan satu gol tercipta melalui penalti. Jacky Pasarella juga belum bisa mencetak gol. Cedera lutut yang dideritanya membuat pergerakan Jacky menjadi lambat. Begitu juga keberadaan tiga pemain baru belum banyak memberikan kontribusi.
Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah beberapa kali harus mengutak-atik susunan pemain, terutama di lini tengah untuk memaksimalkan pressing. Menurut Kustiono, hal itu dilakukan untuk mencari skema terbaik untuk mengamankan kemenangan menghadapi Persikabo.
“Saya memang sudah menemukan kerangka tim yang baku, tapi perlu pergantian pola, karena kita harus bisa menjebol gawang lawan sebanyak-banyaknya. Jadi di babak kedua kita memperlambat tempo, dengan memaksimalkan counter attack, pola itu saya harap bisa mengamankan kemenangan,” bebernya.
Skema tersebut, katanya, juga untuk membuat tim bisa maksimal bertanding selama babak kedua, untuk itu pemain-pemain yang menjadi pengganti juga terus dilatih ketajamannya. “Yang jelas kita menerapkan skema win-win solution, kita tetap optimis bisa meraih angka penuh,” pungkas Kustiono.
Kustiono juga ingin menempatkan pemain lokal di posisi striker untuk menambah ketajaman serangan. Namun sepertinya hal itu sulit diwujudkan. Selain belum adanya pemain baru, tenggat pendaftaran pemain juga sudah dekat yaitu Jumat (12/2). Sementara untuk ketiga pemain yang direkomendasikan sudah dipastikan belum dapat turun pada pertandingan menjamu Persikabo Bogor.
“Kalau untuk Persikabo Bogor, kita belum bisa menurunkan ketiga pemain yang direkomendasikan lulus seleksi. Mereka harus berusaha menunjukkan penampilannya yang terbaik dahulu,” ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy.
Sementara itu, Manajer PSMS, Hendra DS yang datang menyaksikan latihan sore di Stadion Teladan Medan kemarin, geleng-geleng kepala sembari mengeluhkan permainan pemain yang belum meningkat.
“Belum nampak lagi rap-rapnya. Kalau skill pemain sih sudah bagus tapi sikap ngotot belum ada. Padahal, sebahagian besar pemain kan orang Medan,” keluh Hendra DS.
Apakah hal itu karena gaji telat dibayar? Hendra sudah mengultimatum Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy untuk membayar gaji pemain, Selasa (9/2) hari ini. “Paling lama besok malam. Saya baru tahu kalau sebagian pengurus ada di Jakarta makanya pembayaran gaji telat,” kata Hendra.
Pasca kekalahan dari Semen Padang, M Affan Lubis dkk hanya menyisakan sembilan pertandingan. Sementara saat ini PSMS hanya mengoleksi 13 poin di putaran pertama. Untuk bisa bersaing lolos ke Indonesia Super League (ISL) PSMS membutuhkan tambahan 25 poin di putaran kedua. Artinya PSMS harus bisa meraih kemenangan minimal delapan pertandingan dan satu hasil seri.
Tapi, dalam latihan game beberapa hari terakhir ini para pemain hanya menghasilkan tiga gol. Diawali gol Ikpefua Osas Marveleus Saha, M Affan Lubis, dan satu gol tercipta melalui penalti. Jacky Pasarella juga belum bisa mencetak gol. Cedera lutut yang dideritanya membuat pergerakan Jacky menjadi lambat. Begitu juga keberadaan tiga pemain baru belum banyak memberikan kontribusi.
Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah beberapa kali harus mengutak-atik susunan pemain, terutama di lini tengah untuk memaksimalkan pressing. Menurut Kustiono, hal itu dilakukan untuk mencari skema terbaik untuk mengamankan kemenangan menghadapi Persikabo.
“Saya memang sudah menemukan kerangka tim yang baku, tapi perlu pergantian pola, karena kita harus bisa menjebol gawang lawan sebanyak-banyaknya. Jadi di babak kedua kita memperlambat tempo, dengan memaksimalkan counter attack, pola itu saya harap bisa mengamankan kemenangan,” bebernya.
Skema tersebut, katanya, juga untuk membuat tim bisa maksimal bertanding selama babak kedua, untuk itu pemain-pemain yang menjadi pengganti juga terus dilatih ketajamannya. “Yang jelas kita menerapkan skema win-win solution, kita tetap optimis bisa meraih angka penuh,” pungkas Kustiono.
Kustiono juga ingin menempatkan pemain lokal di posisi striker untuk menambah ketajaman serangan. Namun sepertinya hal itu sulit diwujudkan. Selain belum adanya pemain baru, tenggat pendaftaran pemain juga sudah dekat yaitu Jumat (12/2). Sementara untuk ketiga pemain yang direkomendasikan sudah dipastikan belum dapat turun pada pertandingan menjamu Persikabo Bogor.
“Kalau untuk Persikabo Bogor, kita belum bisa menurunkan ketiga pemain yang direkomendasikan lulus seleksi. Mereka harus berusaha menunjukkan penampilannya yang terbaik dahulu,” ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy.
Sementara itu, Manajer PSMS, Hendra DS yang datang menyaksikan latihan sore di Stadion Teladan Medan kemarin, geleng-geleng kepala sembari mengeluhkan permainan pemain yang belum meningkat.
“Belum nampak lagi rap-rapnya. Kalau skill pemain sih sudah bagus tapi sikap ngotot belum ada. Padahal, sebahagian besar pemain kan orang Medan,” keluh Hendra DS.
Apakah hal itu karena gaji telat dibayar? Hendra sudah mengultimatum Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy untuk membayar gaji pemain, Selasa (9/2) hari ini. “Paling lama besok malam. Saya baru tahu kalau sebagian pengurus ada di Jakarta makanya pembayaran gaji telat,” kata Hendra.
Markus Horison Ingin Kembali
Ambisi manajemen untuk membangun PSMS agar kembali ditakuti lawan bukan hanya isapan jempol belaka. Salah satunya ingin menarik kembali kiper Timnas, Markus Horison. Makanya, pasca mundur dari Arema Indonesia manajemen melalui Sekretaris Tim, Fityan Hamdy sudah menjalin komunikasi melalui telepon.
Menurut Manajer PSMS, Hendra DS, dia sudah mendengar keinginan Markus untuk kembali membela PSMS. Tapi, Markus masih terikat kontrak dengan Arema.
“Ya kan tidak mungkin kalau kita yang membayar denda dua kali lipat dari kontrak Markus. Bayangkan kalau kontraknya Rp700 juta berarti kita harus bayar Rp1,4 miliar. Lebih bagus buat kompetisi kan. Tapi kalau memang pengunduran dirinya sudah diterima manajemen Arema, artinya statusnya sudah free, kita jelas wellcome. Kita pun yang akan menghubungi,” tukas Hendra DS.
Sementara Fityan mengaku, Markus sudah menyampaikan keinginannya bertemu di Stadion Teladan Medan sembari menyaksikan latihan PSMS. api, hingga usai latihan Markus tak kunjung terlihat
Menurut Manajer PSMS, Hendra DS, dia sudah mendengar keinginan Markus untuk kembali membela PSMS. Tapi, Markus masih terikat kontrak dengan Arema.
“Ya kan tidak mungkin kalau kita yang membayar denda dua kali lipat dari kontrak Markus. Bayangkan kalau kontraknya Rp700 juta berarti kita harus bayar Rp1,4 miliar. Lebih bagus buat kompetisi kan. Tapi kalau memang pengunduran dirinya sudah diterima manajemen Arema, artinya statusnya sudah free, kita jelas wellcome. Kita pun yang akan menghubungi,” tukas Hendra DS.
Sementara Fityan mengaku, Markus sudah menyampaikan keinginannya bertemu di Stadion Teladan Medan sembari menyaksikan latihan PSMS. api, hingga usai latihan Markus tak kunjung terlihat
Berkat Komentar di Facebook
Aksi dukungan melalui jejaring sosial ternyata cukup ampuh untuk membawa perubahan di PSMS. Buktinya, akibat komentar pendukung PSMS melalui facebook saat latihan Senin (8/2) di Stadion Teladan Medan, punggawa Ayam Kinantan tidak lagi minum air isi ulang. Tiga kotak air mineral dan dua kotak minuman kesehatan sudah tersedia di lapangan.
Seperti diketahui sebelumnya setiap sesi latihan skuad PSMS hanya minum air isi ulang. Akibatnya, banyak pecinta Ayam Kinantan melakukan kritik melalui facebook.
Namun Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy membantah bila keberadaan minuman mineral dan kesehatan itu bukan karena kiritk pecinta PSMS di facebook. “Selama ini juga kalau latihan di Stadion pemain kita minuman kesehatan kok. Cuma memangbelakangan saya dengar seperti itu, pemain minum air isi ulang,” tutur Fityan
Seperti diketahui sebelumnya setiap sesi latihan skuad PSMS hanya minum air isi ulang. Akibatnya, banyak pecinta Ayam Kinantan melakukan kritik melalui facebook.
Namun Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy membantah bila keberadaan minuman mineral dan kesehatan itu bukan karena kiritk pecinta PSMS di facebook. “Selama ini juga kalau latihan di Stadion pemain kita minuman kesehatan kok. Cuma memangbelakangan saya dengar seperti itu, pemain minum air isi ulang,” tutur Fityan
Ditilang Polisi, Telat Latihan
M Affan Lubis telat latihan. Pasalnya, gelandang PSMS itu ditilang polisi di Jalan Ir Juanda saat hendak latihan di Stadion Teladan Medan, Senin (8/2). Keterlambatan Affan langsung mengundang reaksi dari Pelatih PSMS, Kustiono.
Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy diminta segera menghubungi Afan. “Kalau memang nggak bisa tepat waktu untuk apa. Tidak perlu setia dengan pelatih, saya hanya minta setia untuk PSMS lah. Atau ditendang aja,” kata Kustiono.
Fityan kemudian menjawab, “Katanya dia kena tilang. Tapi sudah di jalan kok.” Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Maulana serta pemain asing Osas Saha yang ditilang polisi di seputaran Medan Plaza, tepatnya Jalan Iskandar Muda Medan.
Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy diminta segera menghubungi Afan. “Kalau memang nggak bisa tepat waktu untuk apa. Tidak perlu setia dengan pelatih, saya hanya minta setia untuk PSMS lah. Atau ditendang aja,” kata Kustiono.
Fityan kemudian menjawab, “Katanya dia kena tilang. Tapi sudah di jalan kok.” Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Maulana serta pemain asing Osas Saha yang ditilang polisi di seputaran Medan Plaza, tepatnya Jalan Iskandar Muda Medan.
Subscribe to:
Posts (Atom)