Wednesday, January 27, 2010


Minggu (1/2) nanti, PSMS akan kembali melakoni laga di putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia. Lawan yang ditantang bukan klub sembarangan. Yakni Semen Padang. Parahnya, skuad Ayam Kinantan harus melawat ke Stadion di Sijunjung markas Semen Padang.
Nah, untuk itu latihan pun telah digeber sejak beberapa hari belakangan. Awalnya, arsitek sebelumnya Suimin Diharja sudah menyiapkan simulasi untuk laga itu. Namun karena tongkat estafet pelatih telah diberikan kepada arsitek anyar Kustiono, gaya baru di kubu tim ini pun segera diadaptasi.

Dua hari memimpin latihan, Kustiono sejauh mengaku masih melakukan adaptasi. Terlepas dari menu latihan yang juga telah dibeberkannya. Sore kemarin, menu latihan yang diberikannya adalah game monitoring. Ini bertujuan untuk mencari kerangka tim yang akan dipasang saat menantang Semen Padang nanti.

Sebelum menggeber aplikasi latihan di lapangan, Kustiono lebih dulu memberikan materi di dalam ruangan. Di sini terjadi interaksi unik antara Kustiono dengan pemain. Saat masuk sesi tanya jawab, dua pemain Osas Saha dan Harry Syahputra terlihat tidak puas dengan apa yang dibeberkan pelatih. Maka itu, terlihat semacam masukan yang diajukan kedua pemain tadi kepada pelatih. Syukurnya Kustiono menerima hal itu.
“Namanya sharing, kita harus selalu berinteraksi. Itu bukan dikte dari pemain. Itu hanya masukan yang bisa diterima,” kata Kustiono terkait hal itu.
Lalu, apa target ketika Ayam Kinantan terbang ke Padang? Meski terlihat serius memimpin latihan, nyatanya Kustiono tak berani menargetkan tiga angka saat melawan Semen Padang nanti. Dijelaskannya, meski sepak bola ini misteri tapi Kus-sapaan akrabnya mengaku hanya ingin mencuri angka di Padang.

“Saya harap tim jangan sampai kalah di Padang. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya tetap ingin konsentrasi terhadap persiapan tim,” aku Kustiono di Stadion Kebun Bunga Selasa (26/1) kemarin.

Kalau target yang diemban hanya tidak kalah, alias imbang, tampaknya hal itu tak bisa diterima oleh kubu suporter. Pasalnya, saat ini PSMS sangat membutuhkan asupan poin penuh di setiap laga. Hal ini penting demi konsistensi mengejar target masuk ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.

“Apapun itu, target utama mesti tiga angka. Kami tak ingin melihat tim ini terpuruk di tangan pelatih baru,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK Hooligan

wajib menang

iang itu, Hendra DS Manajer PSMS musim ini tengah termenung di ruangan di kantornya. Sembari melamun, tatapan matanya tak lepas ke arah sebuah komputer di depannya. Jemarinya gesit berselancar di sebuah situs jejaring sosial di dunia maya yang bernama Facebook. Ketika sedang asyik melihat kabar-kabar terbaru dari para sahabat, pria 45 tahun itu kaget melihat sebuah pesan dinding yang dikirimkan seorang fans ke profilnya di FB itu.

Intinya, fans tadi mengirimkan sebuah kritikan yang cukup menyakiti hatinya. Bunyi kritik itu adalah : Pengurus taunya makan duit aja! Wah, Hendra terenyuh membaca pesan itu.

“Saya langsung balas tulisan itu dengan curahan dari hati yang paling dalam. Jujur, saya ini siap digantikan apabila ada yang lebih baik dari saya untuk jadi manajer PSMS,” kata Hendra ketika melihat skuad berlatih di Stadion Kebun Bunga sore kemarin.

Kata-kata selanjutnya adalah pernbincangan yang tak henti soal PSMS musim ini. Tak henti pula, Hendra memberberkan bahwa kerja sejumlah pengurus di PSMS ini murni kerja bakti. Tidak ada gaji, tidak ada keuntungan.

“Justru saya banyak korban. Korban uang, waktu, pekerjaan, keluarga, dan tentu saja korban pikiran. Kok malah dianggap makan duit saja,” sambung Bos SSB Patriot itu.

Nah, puncaknya Hendra pun menantang pihak yang memang lebih siap secara lahir dan batin untuk menjadi manajer tim PSMS. (ful)
Dari arah-arahnya, tampaknya memang ada beberapa pihak yang bisa saja menggantikan posisi Hendra sebagai manajer. Dan bila hal itu terjadi, Hendra mangaku siap mundur.

“Sekali lagi, saya siap mundur dari posisi sebagai manajer di PSMS kalau memang ada yang lebih baik dari saya. Kerja saya di PSMS adalah murni kerja bakti demi kecintaan terhadap PSMS. Tidak ada alasan lain. Kalau ada yang mau jadi manajer, silahkan,” pungkasnya kesal.

Ketika Manajer Curhat

Siang itu, Hendra DS Manajer PSMS musim ini tengah termenung di ruangan di kantornya. Sembari melamun, tatapan matanya tak lepas ke arah sebuah komputer di depannya. Jemarinya gesit berselancar di sebuah situs jejaring sosial di dunia maya yang bernama Facebook. Ketika sedang asyik melihat kabar-kabar terbaru dari para sahabat, pria 45 tahun itu kaget melihat sebuah pesan dinding yang dikirimkan seorang fans ke profilnya di FB itu.

Intinya, fans tadi mengirimkan sebuah kritikan yang cukup menyakiti hatinya. Bunyi kritik itu adalah : Pengurus taunya makan duit aja! Wah, Hendra terenyuh membaca pesan itu.

“Saya langsung balas tulisan itu dengan curahan dari hati yang paling dalam. Jujur, saya ini siap digantikan apabila ada yang lebih baik dari saya untuk jadi manajer PSMS,” kata Hendra ketika melihat skuad berlatih di Stadion Kebun Bunga sore kemarin.

Kata-kata selanjutnya adalah pernbincangan yang tak henti soal PSMS musim ini. Tak henti pula, Hendra memberberkan bahwa kerja sejumlah pengurus di PSMS ini murni kerja bakti. Tidak ada gaji, tidak ada keuntungan.

Justru saya banyak korban. Korban uang, waktu, pekerjaan, keluarga, dan tentu saja korban pikiran. Kok malah dianggap makan duit saja,” sambung Bos SSB Patriot itu.

Nah, puncaknya Hendra pun menantang pihak yang memang lebih siap secara lahir dan batin untuk menjadi manajer tim PSMS. (ful)
Dari arah-arahnya, tampaknya memang ada beberapa pihak yang bisa saja menggantikan posisi Hendra sebagai manajer. Dan bila hal itu terjadi, Hendra mangaku siap mundur.

“Sekali lagi, saya siap mundur dari posisi sebagai manajer di PSMS kalau memang ada yang lebih baik dari saya. Kerja saya di PSMS adalah murni kerja bakti demi kecintaan terhadap PSMS. Tidak ada alasan lain. Kalau ada yang mau jadi manajer, silahkan,” pungkasnya kesal.

Pemain Asing Baru Terjerembab di Kebun Bunga

Lagi-lagi ada saja hal yang unik ketika melihat skuad PSMS berlatih di Stadion Kebun Bunga. Selain asyik melihat tingkah laku pemain, asyik juga menyoroti hal pendukung tingkah laku itu.

Sebelumnya, Osas Saha legiun impor PSMS enggan minum air isi ulang yang disediakan saat latihan. Selasa (26/1) kemarin, giliran ekspatriat Saha yang baru masuk tim untuk seleksi Ogochukwu Daniel yang memancing decak kagum ratusan fans yang setia menyaksikan skuad berlatih. Selain menunjukkan performa lumayan apik, Daniel juga menyita perhatian fans karena gaya rambutnya yang unik.

Keriting merupakan ciri khas orang-orang yang ada di Afrika. Kebetulan, Daniel merupakan rekan se negara Saha dari Nigeria yang masuk belahan benua Afrika. Jadi tak perlu heran kalau rambutnya keriting.

Tapi yang menarik, Daniel memodifikasi rambut keritingnya itu dengan cat rambut warna kuning keemasan. Nah, dengan demikian, Daniel memang jadi lebih gampang ditandai. Yang menarik, ketika latihan kemarin memasuki materi game monitoring. Tujuan latihan kemarin adalah mencari kerangka tim. Jadi Kustiono pelatih baru PSMS menggelar latihan game, tim A melawan tim B. Sebagai pemain seleksi, Daniel awalnya masuk tim B. Namun setengah babak, Daniel masuk tim A.

Sakingkan semangatnya ingin menunjukkan bahwa dia layak masuk skuad PSMS, Daniel tak henti-hentinya berlari dan berlari. Agresitifitas pemain berusia 23 tahun itu cukuplah mendapatkan acungan jempol. Tapi karena agresifnya itu pula akhirnya Daniel sampai terjerembab ke dalam sebuah lubang besar yang menganga di sudut lapangan Stadion Kebun Bunga.

Begini ceritanya. Saat persitiwa unik itu terjadi, Daniel hendak mengambil tendangan sudut. Hal unik lainnya, Daniel kebingungan hendak meletakkan bola, karena lapangan Kebun Bunga memang tak dilengkapi garis lapangan. Dia pun mencari-cari tempat yang pas untuk meletakkan si kulit bundar. Karena tak jua menemukan tanda, Daniel pun meletakkan bola sembarangan yang lebih dekat ke arah lubang yang tak diketahuinya sebelumnya.

Saat mengambil ancang-ancang melakukan tendangan, kaki kiri Daniel pun masuk ke lubang maut itu. setengah terjerembab, raut wajah Daniel pun berubah kemerahan meredam malu. Hasil sepakan pojoknya pun berubah seketika. Bola yang dilesakkannya itu tidak terbang seperti yang diinginkan, sehingga lebih mudah dijangkau bek dan penjaga gawang. ‘Dasar lubang sialan!’ Mungkin itu yang ada di dalam hati Daniel.
Tapi hal itu tak mempengaruhi niatan manajemen untuk merekrutnya. Setelah dites dua hari, Kustiono pun tampaknya senang akan pemain satu itu. Kata Kustiono, Daniel tipikal gelandang pekerja keras yang cocok masuk skuad PSMS.

Menanggapi kemungkinan perekrutannya, manajemen PSMS lewat Hendra DS menjelaskan bahwa akan ada pembicaraan terkait kontrak Daniel. Dari kabar awal, Daniel minta Rp150 juta untuk setengah musim. Jumlah itu sebenarnya akan disanggupi kalau memang demi kebutuhan tim. Tapi yang menjadi soal, Daniel kabarnya meminta DP sebesar Rp 100 juta.

“DP-nya ini yang berat. Kalau 40 persen dari nilai kontrak yang diajukannya mungkin akan dipertimbangkan. Kami akan bicarakan hal ini lebih lanjut,” kata Hendra.

Ogochukwu-Harry gabung

Gelandang asal Nigeria, Ogochukwu Daniel dan H Harry Syahputra (libero) dipastikan memperkuat skuad PSMS Medan pada lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Pada Selasa malam, kedua pemain menandatangani kontrak di sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan disaksikan Manajer Tim Drs Hendra DS. Kendati berposisi sebagai gelandang, Ogochukwu akan mempertajam daya serangan Ayam Kinantan bersama pemain asing lainnya Osas Saha dan Jecky Pasarella.

Harry Syahputra akan memperkokoh lini belakang yang dikoordinir Nyeck Nyobe. Bahkan keduanya dikabarkan akan ikut bersama 16 pemain lainnya menghadapi Semen Padang di Sijunjung, 1 Februari mendatang. Demikian disampaikan Hendra DS didampingi Sekretaris Tim, Ir Fityan Hamdi.

Pada laga pembuka itu, PSMS yang kini ditangani pelatih anyar Kustiono diharapkan bisa memberikan hasil terbaik, apalagi sudah menambah kekuatan dengan kehadiran dua pemain yang berkualitas. Rombongan tim juga akan dipimpin Hendra sendiri melalui Bandara Polonia Medan, Jumat (29/1) nanti.

Dari latihan kedua PSMS di bawah asuhan Kustiono, para pemain masih melakukan games di sore hari dan fisik di pagi hari. Begitu juga penempatan pemain masih dilakukan acak dengan beberapa perombakan posisi.

"Bayangan siapa yang akan ditampilkan di Sijunjung nanti sudah ada, jadi sekarang ini menjelang laga awal bulan depan materi pemain sudah tidak ada masalah," kata Kustiono.

Dalam latihan itu, Kustiono bersama pelatih kiper Jamaluddin Hutauruk mempercayakan dua penjaga gawang, Irwin Ramdahan dan Delly Sulistia, tampil seraya mengistirahatkan kiper utama, M Halim.

Secara terpisah, pengamat dan pemerhati berat PSMS Muhammad Arif SE dan mantan pemain PSMS Edu Juanda, meminta pelatih Kustiono harus mampu berkomunikasi baik dengan pemain.

"Jangan sampai mantan pelatih PSAP Sigli itu kesulitan berkomunikasi dengan pemain, karena hasilnya pasti tidak maksimal," kata keduanya menanggapi pelatih pengganti Suimin Dihardja tersebut.

"Saya pikir kehadiran Kustiono harus didukung karena ini merupakan pilihan para pengurus dan manajemen demi peningkatan Ayam Kinantan," katanya

Beban Berat Pelatih Baru PSMS

Beban berat akan siap menimpa Kustino arsitek baru PSMS. Masuk menggantikan Suimin Diharja yang didepak pengurus, Kustiono tetap harus mewarisi target dari manajemen, yakni masuk Superliga.

Meraih 13 angka di paro pertama, setidaknya PSMS harus menambah sekitar 24 lagi untuk benar-benar aman mengambil satu tiket ke babak delapan besar. Nah kalaupun hal itu tercapai, PSMS masih harus bertarung dengan klub terbaik di wilayah lain. Di sanalah ujian sesungguhnya akan terjadi.

Riwayat kepelatihan Kustiono di PSAP pun tidak berakhir mesra. Diakui Kustiono, di PSAP dia didepak. Namun alasan pendepakan itu dikatakan Kustiono didasarkan perbedaan prinsip yang terjadi antara manajemen.

“Benar saya diberhentikan di PSAP. Tapi itu lebih dikarenakan perbedaan prinsip,” kata Kustiono.

Sepanjang putaran pertama, PSAP Sigli saat ditangani Kustiono di putaran pertama meraih 13 angka dari 10 pertandingan yang digelar dengan perincian empat kali menang, satu kali imbang, serta lima kali kalah.

Menyikapi hal ini, Suimin sendiri tak ingin meributkan hal apapun kecuali kewajiban manajemen membayarkan sisa gaji dan hal lainnya. Untuk urusan tim, Suimin telah legowo dan menganggap hari-harinya bersama PSMS hanyalah masa lalu.

“Sudahlah, saya ikhlas dengan keputusan ini. Pasti ada hikmah di balik semua ini. Saya harapkan pemain tetap profesional dan mendukungprogram pelatih baru. Semoga tim ini bisa lebih baik lagi,” kata Suimin.

Kus Didemo

Hari perdana berdiri di tengah-tengah skuad, Kustiono suksesor Suimin Diharja harus bekerja di bawah tekanan. Senin (25/1) kemarin, Kustiono yang menggeber latihan di Stadion Kebun Bunga didampingi oleh sejumlah fans dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK). Tak hanya didampingi, teriakan yel-yel tak percaya kepada Kustiono juga dilontarkan.

Dalam beberapa kesempatan, fans dari SMeCK juga mengucapkan slogan-slogan terkait kekecewaan mereka atas digantinya Suimin. Alhasil, pengurus lagi-lagi jadi bahan cercaan. Yang lebih unik, SMeCK juga mengarang lagu dari lagu nasional ‘gugur bunga’ tapi syairnya diganti yang isinya mencari tahu di mana keberadaan Suimin.

Tapi hal itu tak mengganggu jalannya latihan. Seluruh skuad PSMS tampak serius mengikuti intruksi dari Kustiono. Walaupun tak bisa dipungkiri seluruh pemain terlihat grogi karena belum terbiasa.

Latihan kemarin, Kustiono langsung memberikan menu khusus. Yang utama digebernya adalah finishing touch sejumlah striker PSMS. Latihan berat memang lebih terarah kepada ujung tombak PSMS yang selama ini tumpul.

“Hari ini saya coba memberikan latihan finishing. Di samping itu, saya juga ingin beradaptasi dengan pemain. Ya, cari suasana barulah,” kata Kustiono yang paro musim lalu menukangi PSAP Sigli itu.

Terkait tekanan dari pihak fans tadi, Kustiono menjelaskan bahwa hal itu dapat dimakluminya. Malah Kustiono mengaku senang masih diperhatikan oleh fans. “Saya rasa mereka itu mendukung saya. Cuma kata-katanya saja yang agak beda,” kata Kustiono.

Sedangkan pihak fans sendiri menjelaskan bahwa mereka tidak terima dengan keputusan yang diambil pengurus, terkait pemberhentian pelatih. Di samping materi pemain yang kurang mumpuni, fans juga berharap pengurus dievaluasi.

Sementara itu, untuk menambah amunisi, manajemen PSMS kembali mendatangkan sejumlah pemain untuk diseleksi. Sore kemarin, dua pemain baru terlihat ikuti latihan. Satu di antaranya pemain asing asal Nigeria yang sebelumnya main di PSP Padang. Nama legiun impor itu Ogochukwu Daniel. Sedangkan seorang lagi pemain lokal asal Asahan bernama Deddy Syahputra.

“Pemain asing baru saja datang, belum bisa kita nilai. Di sini kan ada tim yang siap membahas masalah ini bersama-sama,” kata Kustiono mengomentari pemain seleksi

Saha Takut Minum Air Isi Ulang

Ada yang menarik saat digelarnya latihan di Stadion Kebun Bunga sore kemarin. Adalah hal biasa ketika seluruh skuad turun minum ketika diberikan jeda latihan oleh pelatih. Sama seperti kemarin, di sela-sela latihan yang dipimpin pelatih baru Kustiono, menu yang diberikan cukup berat.

Tak ayal, pemain pun gampang merasa dahaga ketika mengikuti proses latihan. Dan ketika diberikan kesempatan untuk turun minum, pemain pun berhamburan ke pinggir lapangan untuk menghampiri wadah minum itu.

Di PSMS musim ini, jangan harap akan ada minuman suplemen. Asal latihan, air minum yang diberikan adalah air isi ulang atau air mineral merek nomor dua. Kalaupun minum minuman suplemen itu menjelang hari H pertandingan.

Nah, kemarin sore air minum yang disediakan seperti biasa. Yakni air mineral isi ulang yang diwadahi ke dalam galon. Ada dua galon air terlihat di sana. Bersama kotak air mineral sungguhan.

Tak jadi soal, pemain pun menyerbu air minum itu. Tapi tidak dengan Osas Saha legiun impor berposisi striker PSMS. Dia jelas-jelas enggan menyentuh air minum isi ulang itu. Sebagai gantinya, dia meminta kepada ibu-ibu tim konsumsi PSMS agar diambilkan air matang satu gelas. Air matang itulah yang ditenggaknya. “Ini tidak steril. Saya khawatir minum air ini,” kata Saha singkat

Monday, January 25, 2010

Suimin Lengser


Usai sudah kebersamaan Suimin Diharja dengan para pemain PSMS musim ini. Mantan pelatih Pesrikabo ini didepak dari tim Ayam Kinantan bersama enam pemain lainnya Sony Gunawan, Hardi Citra, Slamet Riyadi, Edu Juanda, Abduh Juliandi, Rachi Kumar dan pelatih fisik Nimrot Manalu.

Keputusan untuk mendepak Suimin dari tim diambil setelah jajaran pengurus dan manajemen PSMS menggelar rapat evaluasi di Hotel Polonia, Sabtu (24/1) lalu.

Terkait pemecatan itu, pengurus dan manajemen mengatakan bahwa keputusan itu diambil semata demi kepentingan tim. Ada beberapa poin yang dijadikan dasar pertimbangan untuk mendepak Suimin selaku pelatih PSMS. Salah satunya adalah kegagalan dirinya mencapai terget yang diembankan sepanjang putaran pertama lalu.

“Pergantian pelatih diambil lewat pertimbangan yang matang, di antaranya karena pelatih dianggap gagal meraih target poin di putaran pertama. Kedua, ini dilakukan untuk penyegaran tim,” kata Hendra DS, Manajer Tim PSMS di Hotel Dharma Deli, Minggu (24/1) usai rapat penunjukkan pelatih PSMS berikutnya.

Sedangkan pemain yang didepak, jelas dianggap tidak memberikan kontribusi nyata bagi tim. Di samping itu, pendepakan pemain juga didasari riwayat cedera yang mengakibatkan mereka jarang tampil di lapangan saat tim sedang bertanding.

Nah, setelah mendepak Suimin, pengurus dan manajemen pun telah memutuskan siapa calon pengganti.
Nama Kustiono yang paro musim lalu menukangi PSAP Sigli didaulat menjadi suksesor Suimin. Bahkan Kustiono sudah akan memimpin latihan hari ini juga.

Pada rapat lanjutan terkait penunjukkan pelatih anyar kemarin, sebenarnya tak hanya Kustiono yang dipanggil. Di samping Kustiono, ada juga kandidat pelastih lain seperti Amrustian dan Lisuardi. Namun dua nama terakhir tidak bersedia menjadi pelatih PSMS. Alhasil, pilihan jatuh kepada Kustiono.

Kustiono yang langsung datang ke rapat tersebut menjelaskan bahwa dia siap menukangi PSMS. Walaupun pelatih yang sempat jadi asisten Suimin di PSMS Junior tahun 1994 lalu itu, mengaku bahwa tidak mudah menjadi pelatih di tim sebesar PSMS.

“Insya Allah saya siap dan mampu menjadi pelatih PSMS. Meski berat, tapi saya akan mencobanya,” kata Kustiono.
Tak hanya mengganti pelatih, manajemen juga menunjuk penasehat teknis. Di posisi ini di tempatkan Suryanto Herman, Freddy Hutabarat dan Julius Raja. Lantas bagaimana dengan nasib asisten pelatih Suyono dan Jampi Hutahuruk?

Suyono dan pelatih penjaga gawang Jampi Hutauruk tetap dipertahankan. Untuk pelatih fisik, hingga kini belum jelas siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Nimrot Manalu.

Sedangkan calon pengganti pemain yang didepak, manajemen mengatakan akan mencari empat pemain. Satu pemain Harry Syahputra berposisi sebagai stopper sudah dipastikan bergabung.

Sedangkan tiga pemain lainnya masih dicari. Masing-masing yang diharapkan masuk tim adalah striker asing, gelandang, dan penjaga gawang.
Terkait pemberhentiannya sebagai pelatih, Suimin hingga kini masih belum berkomentar apa-apa. Tapi jauh-jauh hari sebelumnya, Suimin telah menyatakan siap digeser asal demi kepentingan tim.

“Saya datang kemari untuk mengembalikan nama besar PSMS, bukan semata karena uang. Jadi, tidak masalah jika akhirnya saya dipecat,” kata Suimin

Fans Sayangkan Pemecatan Pelatih

PEMECATAN arsitek PSMS, Suimin Diharja ternyata menuai reaksi keras dari jajaran fans PSMS. Yang cukup vokal menolak pemecatan itu adalah barisan fans dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan.

Menurut fans yang bernaung di SMeCK, pemecatan terhadap pelatih adalah salah kaprah. Sebab, bobroknya prestasi PSMS musim ini bukan karena ketidak mampuan pelatih, tapi karena pemain yang menjadi pilar di tim berjuluk Ayam Kinantan itu tak memiliki skil yang mumpuni.
“Pemain yang kurang bagus, kok pelatih yang diganti. Dalam 10 pertandingan yang digelar murni tanpa bantuan apapun, Suimin berhasil kumpulkan 13 poin. Tapi kok malah dipecat,” tandas Nata Simangunsong ketua SMeCK, kemarin.

Lebih lanjut, Nata menjelaskan bahwa apa pun yang terjadi di PSMS, pada dasarnya fans mendukung asalkan itu demi kebaikan tim. “Kita dukung kebijakan yang bertujuan demi kebaikan tim. Menurut kami, lebih baik pemainnya yang dibenahi,” sambung Nata.

Terlebih ketika pihak SMeCK mengetahui bahwa yang menjadi pengganti adalah Kustiono, yang memiliki track record kurang bagus saat bersama PSAP. “Kalau mau ganti pelatih, jangan tanggung-tanggung. Ini gantinya berkualitas masih di bawah Suimin,” sesal Nata.

“Di PSAP saja Kustiono dipecat. Padahal PSAP adalah klub kecil. Setelah dibuang klub kecil, kenapa diambil tim sebesar PSMS,” pungkasnya.
Tak hanya SMeCK, barisan suporter dari Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan (KAMPAK) Fans Club juga menyanyangkan terjadinya pemecatan terhadap Suimin dan Nimrot Manalu. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan pentolan KAMPAK, mereka jelas-jelas menolak penunjukkan Kustiono sebagia pelatih baru PSMS.

“Sebagai fans kami mewakili masyarakat Medan. Dan kami tidak setuju kalau Suimin digantikan oleh Kustiono. Kalau mau ganti pelatih sekalian yang lebih baik, semisal Benny Dolo, Danurwindo atau Fabio Capello sekalian. Karena masalah yang dihadapi PSMS sekarang ini adalah minimnya pemain berkualitas, bukan karena pelatih yang tak mampu,” koar Dicky.

Raih Sarjana, Yudha Gelar Syukuran

SETELAH lebih lima tahun menuntut ilmu di Universitas Sumatera Utara (USU), Tri Yudha Handoko gelandang PSMS akhirnya meraih gelar Sarjana Sosial. Hal ini tentu saja membanggakan. Maka itu Yudha berniat menggelar syukuran di kediamannya di kawasan Pulo Brayan hari ini.
Kabarnya, seluruh rekan satu tim Yudha juga akan hadir dalam sukuran itu, termasuk rekan-rekan di kampusnya.

“Setelah melewati perjuangan berat, akhirnya saya berhasil wisuda dan jadi sarjana. Ini sangat melegakan. Semoga ilmu yang saya dapatkan bermanfaat,” harap Yudha.

Ya, sepanjang menjalani perkuliahannya Yudha memang kerap dibebani oleh masalah pembagian waktu. Selain harus konsen kuliah, Yudha juga harus sibuk melakoni karirnya sebagai pesepakbola. Namanya pesepakbola profesional, Yudha sudah tentu harus sering ke luar kota untuk bertanding.

“Kenangan semasa kuliah yang paling terasa adalah soal membagi waktu. Soalnya saya sering keluar kota untuk tanding bersama klub saya. Di samping itu, di masa perkuliahan jugalah saya menemukan kekasih hati sampai saat ini,” kenang Yudha sembari tersenyum.

Benar, saat awal-awal kuliah dahulu, Yudha secara tak sengaja juga bertemu dengan tambatan hatinya yang biasa dipanggil Fifi. Dasar tipe pria setia, Yudha masih tetap menjalin hubungan dengan gadis bernama Fifi itu hingga kini. “Insya Allah serius. Walaupun kami berjauhan, tapi komunikasi tetap bagus,” kata Yudha menyoal separuh jiwanya itu

Kustiono tangani PSMS

Manajemen PSMS Medan merekrut mantan pelatih PSAP Sigli, Kustiono, sebagai pelatih menggantikan Suimin Dihardja untuk menangani skuad Ayam Kinantan pada putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 yang dijadwalkan mulai 29 Januari mendatang.

Di samping pergantian Suimin, pengurus juga mencoret enam pemain masing-masing adalah penjaga gawang Sony Gunawan, libero Selamet Riyadi, playmaker Edu Juanda, Abduh Juliandi, penyerang Hardi Citra serta pemain magang Raci Kumar.

Menurut Humas PSMS, Habibul Chair, di Hotel Dharma Deli Medan, Minggu, pergantian ini dalam rangka penyegaran sebagai salah satu usaha mencapai target lolos ke Liga Super Indonesia atau minimal bertahan di Divisi Utama.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi pengurus harian bersama ketua-ketua bidang di antaranya sekretaris umum Hardi Mulyono, Drs Agus Sriono, Habibul Chair, Freddy Hutabarat, Suryanto Herman, Sabar S Sitepu, Ahmad Arif bersama manajemen yang dipimpin langsung Ketua Umum Dzulmi Eldin di Hotel Polonia Medan kemarin malam.

Habibul juga membantah dalam pergantian pemain ini terkait masalah pribadi tapi lebih sebagai usaha penyegaran. Selain itu, beberapa pemain juga mengalami cedera berkepanjangan dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

“Sementara ini, baru Heri Syahputra yang sudah positif bergabung dengan Ayam Kinantan. Selebihnya masih dalam tahap pembicaraan,” timpal Manajer tim Hendra DS.

Dalam visi misinya, Kustiono sendiri merasa optimis dengan adanya penambahan pemain oleh manajemen untuk membawa PSMS lolos ke Liga Super Indonesia atau minimal bertahan di Divisi Utama.

Kustiono juga menyambut baik rencana manajemen mendatangkan striker tambahan sebagai pendamping Osas Saha dan Jecky Pasarella seraya berharap usul merekrut striker asal Makassar, Sigit, dikabulkan manajemen.

Menurutnya, kehadiran Sigit akan menambah tajamnya daya serangan M Affan Lubis cs. Ketika hendak dikonfirmasi, Suimin Dihardja tidak berhasil dihubungi setelah telepon genggamnya tidak bisa dikontak

Awal baru Ayam Kinantan


Diketuknya palu tanda pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan belum lama ini oleh DPRD Medan, menjadi awal baru bagi PSMS Medan untuk lebih leluasa menatap putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Dana APBD yang diperuntukkan bagi KONI Medan sebesa Rp6 miliar tersebut merupakan hibah bagi PSMS dan harus dipergunakan untuk lebih memaksimalkan hasil yang akan dicapai tim di putaran kedua, seperti penambahan pemain. Demikian dikatakan Ketua Badan Liga Instansi Sumut, Rafriandi Nasution, baru-baru ini.

Rafriandi menambahkan dengan disahkannya dana hibah bagi PSMS itu, manajemen harus segera mengajukan proposal ke pengurus yang berisi program-program ke depan manajemen terkait pengembangan tim. “Proposal tersebut sekaligus bentuk pertanggungjawaban ke pengurus, kalau memang dana tersebut digunakan hanya untuk kepentingan manajemen,” ujarnya.

Seandainya dana APBD tersebut juga terdapat hak pengurus, baik antara manajemen dan pengurus harus sama-sama mengetahui berapa persentase dana untuk keduanya. “Supaya tidak terjadi perdebatan di kemudian hari, harus jelas dulu berapa persentase untuk pengurus dan manajemen,” sebutnya lagi.

Rafriandi pun menyatakan, publik tentunya menginginkan uang rakyat itu bisa tepat guna dan tidak terjadi penyelewengan. Karenanya, manajemen dan pengurus juga harus menyertakan program-program lewat anggaran tersebut.

“Program itu juga berfungsi, agar publik juga bisa melihat transparansi pengunaan anggarannya dan juga meminimalisasi kemungkinan kecurangan yang dilakukan kedua belah pihak,” jelasnya.

Sementara itu, klub Supporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans meminta agar uang Rp6 miliar tersebut benar-benar digunakan untuk pengembangan tim. Menurut Nata Simangunsong selaku ketua, SMeCK berharap manajemen melakukan langkah-langkah taktis sebagai persiapan putaran kedua mendatang.

“Kalau memang anggaran tersebut untuk tim, biarkan manajemen yang akan melakukan langkah-langkah seperti merekrut pemain yang potensial. Jangan ada campur tangan dari pihak-pihak lain!” tegasnya.

Nata juga menyatakan, SMeCK siap untuk memantau penggunaan dana tersebut agar tidak ada penyelewengan. “Seandainya ada penyelewengan, kita akan berkoordinasi dengan pers dan melakukan langkah-langkah protes terhadap oknum yang melakukan penyimpangan tersebut,” pungkasnya

Masih Misteri

Rapat evaluasi yang digelar manajemen PSMS di Hotel Polonia, Sabtu (23/1) lalu, ternyata tak membuahkan hasil. Namun pada rapat itu telah dibicarakan mengenai beberapa kemungkinan terkait perubahan di dalam tim. Hasil rapat itu sendiri baru akan diputuskan Senin besok.
Yang menarik, pengurus akhirnya sadar juga bahwa kedekatan antara pemain dan pengurus merupakan faktor penting dalam mengarungi kompetisi. Sepanjang putaran pertama, interaksi antara tim dan pengurus bisa dibilang tak berjalan mesra. Maka, pada putaran kedua nanti hal ini tak boleh lagi terjadi.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim usai rapat. Menurutnya, rapat evaluasi tadi membahas setiap detail yang bertujuan demi kebaikan tim. “Rapat tadi membahas seluruh hal di PSMS, baik itu tim, Panpel pertandingan hingga pengurus sendiri. Yang menarik, adalah usulan agar kemesraan dengan pemain itu dijalin kembali seperti yang lalu-lalu,” kata Hendra.

Tak hanya itu, Hendra juga menjelaskan bakal ada kemungkinan membuang skuad yang dianggap tak memberi kontribusi maksimal bagi PSMS.
Ada enam yang sedang diusulkan untuk tak diperpanjang kontraknya. Di samping itu, manajemen juga akan mencari tiga pemain tambahan untuk masuk skuad di putaran kedua nanti.

“Pemain yang tak berkontribusi akan dibuang. Mungkin ada sekitar enam pemain yang dibahas. Di samping itu, kami akan mencari tiga pemain baru untuk masuk skuad,” lanjutnya.

Terkait skuad yang bakal dibuang maupun yang bakal masuk, Hendra belum menjelaskan secara rinci. Namun untuk pemain yang bakal masuk, dikatakannya ada dua pemain lokal dan satu pemain asing.

Yang sudah hampir pasti akan berkostum Kinantan di putaran kedua nanti adalah Harry Syahputra, pemain yang berposisi sebagai stopper. Harry sendiri sudah berada di Medan untuk ikuti tes bersama tim. Saat dites kemampuannya, Harry tampil cukup menjanjikan, sehingga manajemen tertarik untuk segera menyodorinya kontrak. “Baru dia yang sudah kita lihat dan bagus kualitasnya. Sedangkan Ronny Van Carvalho dari Brazil itu akan kita pulangkan karena kualitasnya masih diragukan,” sambung asisten manajer Benny Tomasoa.

Nah, isu yang juga menyebutkan akan terjadi penggantian pelatih juga kabarnya dibahas dalam rapat itu. Namun untuk masalah itu belum ada keputusan. “Semua masih belum bisa kita putuskan. Kami dari jajaran manajemen tim juga belum pasti akan tetap di tim ini. Semua tergantung ketua umum,” lanjut Hendra.

Dengan demikian, keputusan apa yang akan terjadi di PSMS masih menjadi misteri. Semoga saja keputusan apapun yang diambil nanti tidak salah langkah.

Nyeck Pulang Bawa Pemain

Sempat diisukan bakal merumput bersama PSM Makassar di putaran kedua nanti, Nyeck Nyobe bek impor asal Kamerun yang musim lalu membela Persib Bandung itu dipastikan akan tetap bersama PSMS. Hal itu diutarakan manajemen PSMS kemarin.

“Nyeck akan tetap berkostum PSMS. PSM tidak bisa sembarangan mengontak Nyeck untuk bergabung dengan mereka tanpa menghubungi kita terlebih dahulu. Karena Nyeck masih terikat kontrak dengan kita,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Dijadwalkan, Nyeck akan kembali ke Medan hari ini. Selama ini, Nyeck diketahui berada di Malaysia untuk mengurus Visa kerjanya di kedutaan Kamerun di sana.

Yang menarik, kepulangan Nyeck ke Medan juga disertai oleh seorang pemain asing yang juga asal Kamerun bernama Noah Romuald. Pemain satu ini berposisi sebagai gelandang. Paro musim lalu, Noah membela Semen Padang namun tidak pernah diturunkan tanpa alasan yang jelas.“Kita lihat dulu. Kalau memang pemain yang dibawa Nyeck itu bagus, akan kita pertimbangkan,” kata Benny

Saturday, January 23, 2010

Nyeck Bolos Dua Hari

Isu seputar bakal hengkangnya palang pintu tangguh PSMS, Nyeck Nyobe ke peserta Indonesian Super League (ISL) PSM Makassar, masih menjadi pembicaraan hangat. Pasalnya, hingga satu pekan tim menggelar latihan, batang hidung Nyeck belum juga kelihatan.

Walaupun kabar terakhir yang diterima manajemen tim Nyeck masih berada di Malaysia, untuk mengurus visa-nya, namun hingga kini tak ada kabar terbaru yang dikirimkan Nyeck. Menurut janji, kemungkinan Nyeck sudah harus ikuti latihan bersama tim pada Kamis lalu. Namun hingga Jumat kemarin, Nyeck belum menunjukkan tanda-tanda keberadaannya.

Benny Tomasoa asisten manajer PSMS pun mengaku tak tahu kabar Nyeck. Biasanya, Nyeck selalu memberikan kabar terkait keberadaannya dan keperluan ketika izin tidak ikuti latihan. “Sampai sekarang Nyeck masih belum ada kabar. Mungkin dia sibuk mengurus visa-nya itu,” terang Benny.

Karena isu bakal hengkangnya Nyeck kian santer, pendapat baru pun muncul terkait hal itu. Beberapa pihak mengatakan tidak ada masalah kalau memang Nyeck akhirnya direkrut PSM. Namun transfer itu harus sesuai prosedur yang berlaku karena Nyeck masih terikat kontrak selama satu tahun bersama PSMS.

Benny pun menyadari hal itu. Bahkan, kalau memang PSM serius ingin memakai tenaga Nyeck, harusnya manajemen PSM menghubungi PSMS. Manajemen pun tak masalah kalau harus melepas Nyeck. Asalkan ada hasil dari penjualan Nyeck ke PSM. “Kalau memang Nyeck ditransfer oleh PSM, itu saya kira sah-sah saja. Malah bagus kalau hasil transfer itu bisa membeli pemain baru. Bisa jadi hasil penjualan Nyeck bisa beli sampai dua pemain bagus,” kata Suimin mengomentari hal itu

Harap-harap cemas

Hari ini seluruh skuad PSMS tampaknya harap-harap cemas. Perasaan dag dig dug ini bisa jadi karena ada rencana pengurus untuk menggelar evaluasi. Dengan kata lain, evaluasi tersebut akan menentukan siapa yang layak atau yang tidak dalam kubu Ayam Kinantan.

Ya, rencananya, rapat itu akan digelar di Hotel Polonia Jalan Jendral Sudirman, Sabtu (23/1). Sayangnya, kurang begitu jelas agenda yang diangkat. Hanya saja santer beredar kabar di markas PSMS di Stadion Kebun Bunga, bahwa akan ada pembicaraan terkait perubahan besar di PSMS. Satu di antaranya rencana mendepak mayoritas skuad, bahkan jajaran pelatih. Menariknya, tak ada kabar yang menyebutkan bahwa pengurus juga akan dievaluasi.

Terkait isu rencana perombakan jajaran tim dan pelatih itu, Freddy Hutabarat, seorang pengurus tak menampik akan kemungkinan itu. Namun secara pribadi, Freddy menyatakan akan mencoba bersuara pada rapat evaluasi nanti kalau ada keputusan yang tidak mencerminkan satu pemecahanan persoalan.

“Benar, kabar ke arah perubahan tim kemungkinan akan dibahas. Saya akan coba dengar dulu. Intinya, rapat evaluasi harus benar-benar bersifat evaluasi,” kata Freddy di Stadion Kebun Bunga, Jumat (22/1) kemarin. Nah, terkait isu mendepat mayoritas pemain dan jajaran tim pelatih, Freddy terlihat tidak sependapat. Menurutnya, hal itu bukanlah solusi yang tepat. “Kita lihat saja pada rapat nanti. Kalau memang ada rencana penggantian, utamanya pelatih saya tidak sependapat. Karena rencana itu akan merusak persiapan dan moral pemain,” lanjut Freddy.

Di samping itu, sejumlah fans PSMS juga berencana turut serta memantau jalannya rapat evaluasi itu. Walaupun tidak ada undangan dari pengurus, suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan menyatakan akan coba mengetahui secara langsung apa yang akan dibahas dalam rapat evaluasi itu.

Fans berharap agar rapat itu benar-benar demi kebaikan tim dan bukan karena kepentingan-kepentingan oknum tertentu di kepengurusan. “Kami berharap evaluasi benar-benar beralasan untuk kebaikan tim. Apalagi target kita jelas. Jangan ada kepentingan dengan alasan senang tidak senang dalam setiap keputusan yang diambil,” koar Nata Simangunsong ketua SMeCK Hooligan yang kemarin menonton skuad berlatih di Kebun Bunga.

Menyikapi hal itu, jajaran pelatih PSMS terlihat tenang dan tetap fokus kepada proses latihan. Tidak ada komentar akan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Yang jelas, Suimin Diharja arsitek tim bilang, dia akan tetap berusaha menjalankan program latihan sesuai rencana sebelum ada keputusan akan masa depan jajaran tim pelatih di klub berjuluk Ayam Kinantan itu.

Untuk menghormati rapat evaluasi itu, rencananya skuad hari ini akan diliburkan dari proses latihan. “Hari ini dan besok kita libur untuk, berhubung akan digelarnya rapat evaluasi,” kata Suimin singkat

Faisal-Maulana kena sanksi

Dalam sidangnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada dua pemain PSMS Medan, Faisal Azmi dan Ahmad Maulana Putra, berupa denda masing-masing Rp5 juta dan sekali larangan tampil membela timnya di lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Hal tersebut diputuskan setelah kedua pemain Ayam Kinantan itu terbukti melakukan tindakan tidak terpuji kepada perangkat pertandingan, saat membela timnya menghadapi tuan rumah Persikabo di Bogor, 8 Januari lalu.

Sementara Chico Maradona yang juga dipanggil Komdis tidak mendapat hukuman karena status pemanggilan yang bersangkutan sebagai saksi atas pemukulan yang dialami dari salah seorang pemain Persikabo.

"Berdasarkan laporan yang kami terima serta komentar beberapa saksi, kedua pemain PSMS itu terbukti melakukan pelanggaran," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan.

Masih kata Hinca, pada sidang kedelapan Komdis kali ini, sedikitnya 22 kasus menjadi agenda sidang. Salah satunya memberikan sanksi kepada panpel Arema Malang membayar denda Rp50 juta dan menjalani sekali laga kandang tanpa penonton.

Menurut Hinca, sanksi dan hukuman tersebut dijatuhkan karena melubernya penonton hingga ke pinggir lapangan, saat Arema menjamu Persema dalam derbi Malang beberapa waktu lalu.

"Tanggung jawab panpel adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi tim tamu. Karena itu, kami menjatuhkan sanksi berupa denda Rp50 juta dan sekali pertandingan kandang tanpa penonton kepada Arema," sebut Hinca.

Hinca juga menunjukkan tindakan tidak terpuji yang kembali dilakukan Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Pelita Jaya. Oleh Komdis, para Bonek dikenai larangan mendampingi timnya saat away selama dua tahun

Faisal-Maulana kena sanksi

Dalam sidangnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada dua pemain PSMS Medan, Faisal Azmi dan Ahmad Maulana Putra, berupa denda masing-masing Rp5 juta dan sekali larangan tampil membela timnya di lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Hal tersebut diputuskan setelah kedua pemain Ayam Kinantan itu terbukti melakukan tindakan tidak terpuji kepada perangkat pertandingan, saat membela timnya menghadapi tuan rumah Persikabo di Bogor, 8 Januari lalu.

Sementara Chico Maradona yang juga dipanggil Komdis tidak mendapat hukuman karena status pemanggilan yang bersangkutan sebagai saksi atas pemukulan yang dialami dari salah seorang pemain Persikabo.

"Berdasarkan laporan yang kami terima serta komentar beberapa saksi, kedua pemain PSMS itu terbukti melakukan pelanggaran," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan.

Masih kata Hinca, pada sidang kedelapan Komdis kali ini, sedikitnya 22 kasus menjadi agenda sidang. Salah satunya memberikan sanksi kepada panpel Arema Malang membayar denda Rp50 juta dan menjalani sekali laga kandang tanpa penonton.

Menurut Hinca, sanksi dan hukuman tersebut dijatuhkan karena melubernya penonton hingga ke pinggir lapangan, saat Arema menjamu Persema dalam derbi Malang beberapa waktu lalu.

"Tanggung jawab panpel adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi tim tamu. Karena itu, kami menjatuhkan sanksi berupa denda Rp50 juta dan sekali pertandingan kandang tanpa penonton kepada Arema," sebut Hinca.

Hinca juga menunjukkan tindakan tidak terpuji yang kembali dilakukan Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Pelita Jaya. Oleh Komdis, para Bonek dikenai larangan mendampingi timnya saat away selama dua tahun

PSMS kunjungi Semen Padang

PSMS Medan akan mengawali laganya di putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I dengan mengunjungi markas Semen Padang, 1 Februari mendatang.

Sekretaris Tim PSMS, Ir Fityan Hamdi menyebutkan, setelah menghadapi si Kabau Sirah maka tim asuhan pelatih Suimin Dihardja akan menghadapi dua laga di Stadion Teladan melawan Persikabo Bogor (10 Februari) dan Persita Tangerang (14 Februari).

Pada 19 Februari, anak-anak Ayam Kinantan akan terlibat laga derbi dengan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam dan Persiraja di Banda Aceh pada 23 Februari mendatang.

Setelah itu, PSMS kembali bertanding di kandang menghadapi Persipasi Bekasi (13 Maret). Berikutnya, tandang melawan PSSB Bireuen (18 Maret) dan PSAP Sigli (22 Maret). Pada 26 dan 30 Maret, PSMS akan menjamu Persih Tembilah dan Persires Rengat di Stadion Teladan.

Dalam latihan di Stadion Teladan Medan kemarin, salah seorang pemain asal Brazil Ronnie Von de Carvalho ikut bergabung bersama skuad. Pemain kelahiran 16 April 1979 itu memiliki tinggi badan 189 cm dan menempati posisi striker atau gelandang.

Sebelumnya, Ronnie memperkuat Persibat, Persiba Balikpapan dan terakhir Persikab Kabupaten Bandung. Di sisi lain, palang pintu PSMS Nyeck Nyobe belum terlihat dalam latihan sejak Senin lalu. Dikatakan, Nyeck masih berada di Singapura sedang memperpanjang izin tinggalnya di Indonesia