Tuesday, January 12, 2010

Pembuktian

Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.

“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.

Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.

Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.

“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.

Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.

Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.
“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.

Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL

Rachmat Affandi Ingin Pulang

RENCANA perombakan skuad PSMS menatap putaran kedua nanti, ternyata mulai terendus ke berbagai klub di tanah air. Termasuk klub Indonesia Super League (ISL). Mendengar kabar tersebut, Rachmat Affandi striker Arema Malang yang musim lalu sempat memperkuat PSMS, menyatakan ketertartikannya bergabung kembali ke PSMS.

Terlebih selama berkostum Arema, Rachmat jarang mendapatkan tempat karena harus bersaing dengan striker asing asal Singapura Moh Alam milik Arema. Padahal, Rachmat termasuk striker haus gol yang cukup tajam.

Pemain berusia 25 tahun yang dibesarkan Pelita Jaya itu, sempat mencetak tak kurang 9 gol bersama PSMS musim lalu. Jumlah itu termasuk yang disarangkannya di kancah AFC Cup yang diikuti PSMS musim lalu.

Karena tak mendapatkan kesempatan unjuk gigi di Arema-lah Rachmat ingin kembali ke PSMS agar punya kesempatan tampil lebih banyak dan tentu saja mencetak banyak gol. “Saya sebenarnya terikat kontrak satu tahun bersama Arema. Tapi saya ingin juga kembali main untuk PSMS asalkan urusan kontrak diurus oleh manajemen PSMS dan Arema,” kata Rachmat.

Bagi Rachmat, yang terpenting baginya adalah pengembangan karir. Dia tak ingin berada di klub besar yang walaupun berada di ISL, tapi jarang mendapatkan kesempatan tampil. “Yang penting adalah karir. Saya tak ingin hanya duduk di bangku cadangan, karena hanya akan menumpulkan permainan saya. Biar berada di klub dengan kasta kompetisi rendah, asalkan jam terbang saya terjaga dan bertambah,” tambahnya.

Dikonfirmasikan kepada Hendra DS manajer PSMS, dikatakan bahwa perekrutan pemain lokal tetap akan jadi priorotas. Termasuk juga mendatangkan Rachmat Affandi. “Setelah menggelar evaluasi, saya akan ajukan penambahan pemain. Dan siapa saja yang bakal direkrut akan dibicarakan bersama,” katanya.

Modal Besar Hadapi Semen Padang

MATERI pemain yang dimiliki Semen Padang, memang lebih berkelas dari pada skuad yang dimiliki PSMS. Maka itu, untuk mengandaskan perlawanan klub asuhan Arcan Euri itu bukan perkara mudah. Walaupun, main di kandang sendiri.

Namun kalau menilik fakta, pertemuan kedua klub sebenarnya lebih banyak dimenangi PSMS. Dalam 10 pertemuan terakhir baik di ajang Divisi Utama dan Copa Dji Sam Soe sejak tahun 2004, PSMS tercatat tujuh kali menang, sekali seri dan hanya dua kali kalah.

Menilik sejarah tentu saja tak ada salahnya. Pertemuan pertama kedua tim di Divisi Utama terjadi pada 20 Januari 2004. Saat itu PSMS melawat ke markas Semen Padang, namun berhasil menang 1-3. Pada Divisi Utama 2005, PSMS kalah tipis 1-0 ketika laga digelar di kandang Semen Padang. Setahun berikutnya, PSMS juga kalah di kandang Semen Padang dengan skor 2-0.

Selebihnya, PSMS tak terkalahkan termasuk pada pertemuan terakhir kedua tim di Divisi Utama pada 28 November 2007. Saat itu PSMS menang 2-0 di Stadion Teladan.

Kini, materi pemain Semen Padang tampaknya lebih baik dari PSMS. Namun semangat berdasarkan sejarah yang lebih baik, membuat kubu PSMS yakin bisa mendulang angka penuh. “Mau tak mau kita memang harus meraih tiga angka. Apalagi digelar di kandang sendiri,” kata Suimin Diharja arsitek tim.

Kabar baiknya, kubu Semen Padang bakalan tak diperkuat legiun impornya asal Brazil Marcio Sauza yang musim lalu berkostum Persela. Marcio dipastikan absen karena menerima kartu merah saat Semen Padang menang 2-1 kontra Persita. Hal ini tentu saja sedikit melegakan karena sebaliknya PSMS, bakal diperkuat seluruh skuadnya. Termasuk Nyeck Nyobe yang telah lepas dari hukuman akumulasi kartu kuning

Laga Lawan Semen Padang Jadi Pembuktian Pemain PSMS

Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.

“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.

Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.

Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.

“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.

Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.

Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.

“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.

Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL

Persela Berniat Perpanjang Pinjaman Duo PSMS

Persela Lamongan menolak untuk melepas duo bek yang dipinjam dari PSMS Medan, Aun Carbini dan Fadli Hariri. Padahal, dua bek ini sangat diidam-idamkan untuk bisa kembali ke Medan. Bahkan, Laskar Joko Tingkir ingin meminjam lagi dua pemain ini untuk musim depan.

Ketua Tim Pembentukan yang juga bendahara Persela, Yuhronur Efendi mengungkapkan, pihaknya menolak untuk memberikan Aun dan Fadli ke PSMS meski keduanya berstatus pinjaman. Sebab, kedua pemain itu masih dibutuhkan oleh Persebaya hingga akhir musim nanti.

Ia menejelaskan, dua pemain ini memang masih terikat kontrak dengan PT Topas Gopas. Namun tenggang waktu peminjaman adalah satu musim. 'Setelah itu baru kami kembalikan atau kami pinjam lagi. Tapi untuk sekarang tenaganya masih diperlukan di Persela," kata Yuhronur, Senin (11/1/2010).

Persela memang bertekad tidak akan melakukan perubahan di lini tengah. Sebab sejauh ini lini belakang mereka jadi salah satu yang terbaik dari jajaran tim Jawa Timur yang berlaga di Superliga. Dari 12 kali tanding, mereka hanya kebobolan 8 gol. Mereka terpaut empat gol dari Arema Malang yang menjadi tim dengan pertahanan paling kuat di Superliga musim ini.

"Kalau ada evaluasi, paling itu lini tenhah atau lini depan. Sebab kita sangat sedikit cetak gol. Untuk lini belakang kita masih jadi salah satu yang terbaik hingga kini," lanjutnya.

Penampilan Aus dan Fadli musim ini memang tak terlalu mencolok. Mereka lebih banyak duduk di bangku cadangan dan menjadi ban serep kapten Persela, Fabiano da Rosa. Padahal musim lalu peran keduanya di PSMS sangat sentral. Meski gagal menyelamatkan timnya dari degradasi, tapi setidaknya dua pemain ini layak disebut sebagai pemain masa depan Indonesia.

"Jika Fabiano absen, tidak ada lagi pemain yang bisa mengantikan selain Aun. Termasuk juga Hariri. Meski keduanya lebih banyak di bangku cadangan bukan berarti tidak bagus," ucap arsitek Persela, Widodo C Putra

Monday, January 11, 2010

PSMS rapatkan barisan

Pelatih Suimin Dihardja menegaskan skuad PSMS Medan harus segera merapatkan barisan untuk menghadapi juara grup I putaran pertama kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Semen Padang, di Stadion Teladan Medan, Selasa (12/1) nanti.

Kekalahan menyakitkan di laga away terakhir di Tangerang dan Bogor harus dilupakan. Namun, pelatih kampung itu meminta seluruh barisan Ayam Kinantan harus padu mengakhiri paruh musim ini dengan manis.

Walaupun secara pribadi kecewa karena tak mampu mencapai target meraih 18 poin, Suimin menilai tim sudah berbuat maksimal sesuai kemampuan yang dimilikinya. “Inilah perjuangan anak-anak. Kami sudah berjuang dengan maksimal. Di putaran kedua, kami akan lakukan yang lebih baik lagi,” katanya.

Memang, sejauh ini PSMS baru mengumpulkan 12 dari 18 poin yang ditargetkan. Berdasarkan fakta dan statistik, raihan 12 poin tak terlalu berlebihan, terlebih kalau akhirnya M Affan Lubis cs berhasil meraih tiga angka dari Semen Padang.

Kalau itu tercapai, artinya PSMS hanya kehilangan tiga poin dari target semula. “Maka itu, saya berharap pecinta PSMS memiliki satu suara untuk meraih tiga angka ketika melawan Semen Padang, apalagi kita main di kandang,” tambahnya.

Untuk memenuhi target itu, tampaknya peluang besar berpihak kepada PSMS. Hal itu dikarenakan faktor cedera pemain yang mulai berkurang plus hukuman akumulasi juga sudah terbebas dari Deni Wahyudi dan Nyeck Nyobem, namun sebaliknya kapten Selamet Riyadi terpaksa absen karena akumulasi kartu.

Semen Padang sendiri dipastikan tak diperkuat striker asingnya yang musim lalu membela Persela Lamongan, Marcio Souza. Melawan Persita, Jumat lalu, Marcio terkena kartu merah.

“Itu kabar baiknya. Semoga anak-anak bisa memaksimalkan laga terakhirnya di kandang sendiri. Motivasi pasti berlipat, karena itu laga terakhir di putaran pertama,” lanjut pelatih berusia 58 tahun itu.

Di samping itu, laga pamungkas ini juga merupakan kesempatan terakhir untuk skuad agar membuktikan kontibusi maksimalnya. Pasalnya, manajemen sudah mengutarakan akan merombak hampir 50 persen skuad untuk menatap putaran kedua nanti

Performa Saha menurun

Performa striker impor PSMS Medan, Ikpefua Osas Marvellous Saha, belakangan ini mulai menunjukkan grafik menurun khususnya di pertandingan terakhir saat membela PSMS menghadapi Persikabo Bogor.

Puncaknya ketika bermain sejak awal melawan Persikabo. Tak satu pun peluang yang berhasil diciptakannya sebagai seorang striker. Alhasil, Suimin menilai pemain asal Nigeria itu tak ayalnya layak pemain lokal.

Bahkan ketika seluruh pemain banting tulang pada laga kontra Persikabo lalu, Saha terlihat kurang memperlihatkan semangat juang yang diharapkan darinya. Berbeda ketika Saha bermain pada debutnya kontra Persipasi Bekasi lalu di mana terlihat kelasnya sebagai striker tajam. Namun pasca cedera di laga itu, Saha seperti kehilangan hampir 40 persen kemampuannya.

“Kita akan berikan kesempatan untuk Saha. Saya masih yakin dia bisa berbuat banyak, tapi itu tergantung sang pemain. Sejauh ini, saya nilai kualitasnya tak ayal seperti pemain lokal dan karenanya dia harus meningkatkan kemampuannya,” komentar Suimin.

Sementara itu, niat manajemen mendatangkan pemain baru pada putaran kedua mendatang kian serius. Beberapa pemain sudah dihubungi dan salah satu yang tengah didekati selain Aun Carbiny dan Fadli Hariri, adalah Harry Syahputra yang notabene mantan bek PSSI semasa pelatih Ivan Kolev.

Untuk lini depan, sejauh ini belum tergambar siapa yang akan dipinang, namun Suimin lebih menginginkan striker asing. Kalaupun pemain lokal yang direkrut, Suimin berharap Saktiawan Sinaga yang mengisi lini depan PSMS. “Kalau lokal bisa, saya berharap Saktiawan. Tapi apa dia mau?,” tanya Suimin.

Menyoal hal ini, tampaknya manajemen perlu mempertimbangkan untuk segera melobi pihak Persik Kediri yang merupakan klub tempat Sakti bernaung sekarang ini

Kontroversi

PSMS tak mampu mencuri poin saat bertandang ke kandang Persikabo. Pada laga yang digelar di Stadion Persikabo, Bogor, Jumat (8/1) itu, Ayam Kinantan menyerah dengan skor tipis 0-1.

Lucunya, gol tak pernah bersarang ke gawang PSMS. Namun wasit Puji Prasetyo yang pimpin laga itu menyatakan kalau tandukan Pagbe David pada menit ke-41’ sah telah masuk ke dalam gawang PSMS.

Tak pelak, keputusan itu menuai ketidakpuasaan kubu PSMS. Meskipun kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi, namun ketika kekalahan itu terjadi karena hal tak sportif, tentu saja sulit diterima.

Gol kontroversial itu bermula ketika terjadi sedikit kemelut di daerah kotak penalti PSMS. Bola akhirnya berhasil dipindahkan oleh skuad Persikabo ke sisi kiri pertahanan PSMS, dan diumpan silang tepat ke arah gawang PSMS yang dikawal M Halim.
Dua pemain bertahan PSMS, Dodi Rahwana dan Heri Suwondo berada tepat di sebelah tiang gawang.
Ketika menyadari datang bola ke arah M Halim, lewat tandukan Pagbe David, dengan sigap Heri Suwondo menyundul bola sebelum bola lewati garis gawang.

Anehnya, wasit utama yang memimpin laga berada tak jauh dari gawang dan melihat kejadian itu, bahkan dia tak menyatakan kalau terjadi gol. Namun ketika melihat asisten wasit menyatakan gol, wasit utama pun menyatakan gol.
Melihat kondisi itu, PSMS tentu saja tak terima. Seluruh pemain menyatakan protes kepada asisten wasit. Tapi apa daya, gol telah ditetapkan.

Tak lama usai gol aneh itu terjadi, permainan pun mulai panas. Beberapa kali skuad PSMS tampil lebih keras dan tak kenal kompromi.

Setiap ada bola mendekat ke gawang, langsung dilibas tak ada ampun. Walhasil, dua pemain PSMS terkena kartu kuning. Mereka adalah Faisal Azmi dan Ahmad Maulana.

Sebaliknya, tim tuan rumah juga bermain lebih emosional. Tak jarang beberapa pemain tim tuan rumah terlihat memukul pemain PSMS. Atas tingkah tak sportif itu, tiga pemain Persikabo diganjar kartu kuning. Masing-masing Mukmin, Julianhar Buyung, dan Roger Batoum.

Di babak kedua, penampilan PSMS masih coba berada dalam kontrol. Permainan masih berhasil diimbangi. Walaupun nyaris tak ada serangan ke gawang Persikabo.

Penguasaan bola bisa dibilang dimiliki oleh Persikabo. Faktor dukungan 10 ribu fans fanatik tim tuan rumah, membuat mental bermain Persikabo lebih dominan.

Namun, penampilan lini per lini skuad PSMS pun sebenarnya tak kalah baiknya. Tercatat, Persikabo punya lebih dari empat peluang emas. Namun karena kekompakan lini belakang PSMS, peluang itu tak berbuah jadi gol.
Di pengujung laga, PSMS mencoba mencuri gol. Permainan taktis yang cepat, cukup berhasil membuat barisan pertahanan Persikabo lengah.

Peluang emas yang dimiliki PSMS, tercipta pada menit ke-89. Saat itu Kamil Sembiring yang dimasukkan menggantikan Dodi Rahwana di menit 80, mendapatkan peluang di dalam kotak penalti.

Namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang lawan. Saat itu, ruang gerak Kamil memang sangat sempit karena dikawal tiga pemain belakang lawan. Hingga usai laga, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Persikabo.
Saat jumpa pers, pihak PSMS yang diwakili oleh asisten manajer Benny Tomasoa dan asisten pelatih Nimrot Manalu memaparkan kalau PSMS benar-benar kecewa. Menurut rencana, manajemen PSMS akan kembali mengadukan kinerja wasit ke Komisi Wasit PSSI.

“Hasil sudah kita terima. Namun kita akan menyatakan keberatan atas kinerja wasit. Kalau tidak dibenahi, sampai kapanpun sepak bola nasional tak akan maju,” koar Benny yang diamini Nimrot.

Sementara dari pihak Persikabo lewat pelatih Iwan Setiawan mengatakan bahwa dia puas dengan kemenangan yang diterima.
“Selanjutnya tinggal menatap laga terdekat. Kemenangan ini sangat berarti,” bebernya.

Saturday, January 9, 2010

Aun, Fadli siap mudik

Untuk memuluskan langkah PSMS Medan menuju Liga Super Indonesia musim depan, manajemen berencana menambah lima pemain berkualitas dan dua di antaranya adalah dua pemain belakang, Fadli Hariri dan Aun Carbini.

Keduanya ketika dihubungi di Lamongan menyatakan, siap membela PSMS apabila manajemen Persela dan pihak PT Togos Gopas mengizinkannya. Rencana akan segera digelontorkannya dana hibah PSMS lewat APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan membuat manajemen lebih berani mengupayakan perburuan pemain.

Menurut Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS di Bogor, kurang maksimalnya hasil yang diperoleh Ayam Kinantan saat ini membuat pihaknya merasa perlu untuk mengupayakan perekrutan pemain baru.

“Kita akan ambil lima pemain untuk putaran kedua ini dan langsung lakukan setelah putaran pertama berakhir. Ini mengingat beberapa pemain yang ada tidak punya kontribusi yang memadai," ujarnya.

Selain Fadli dan Aun, Hendra enggan menyebutkan nama pemain-pemain lain namun ditegaskannya mereka adalah putra daerah Medan. "Yang jelas kita utamakan putra daerah. Kita harapkan mereka mau menerima tawaran kami," tukas mantan anggota DPRD Medan itu.

"Manajemen PSMS sudah menghubungi Aun dan Fadly, mereka bersedia danbilang bahwa urusan transfer dengan PT Togos Gopas diserahkan sepenuhnya kepada manajemen PSMS,” katanya

PSMS pulang tanpa hasil

Laga away terakhir PSMS Medan di putaran I kembali menuai hasil hampa. Dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I, PSMS harus mengakui keunggulan Persikabo Bogor 0-1 di Stadion Persikabo, Jumat.

Layaknya di Tangerang ketika melawan Persita, kali ini gol kontroversial kembali bersarang di gawang Ayam Kinantan. Sundulan Roger Batoum itu sebenarnya berhasil dihalau Heri Suwondo yang berdiri persis di bawah mistar gawang M Halim, namun asisten wasit menyatakan bola melewati garis hingga wasit H Puji Suprayetno pun berpendapat demikian.

Menyadari sikap asisten wasit itu, para pemain PSMS memprotes sehingga sempat membuat pertandingan terhenti selama lima menit. Namun, wasit tetap pada keputusannya hingga Selamet Riyadi cs ‘terpaksa’ menerima gol tersebut dengan jiwa besar.

Secara keseluruhan, Persikabo tampil lebih mendominasi pertandingan, namun rapatnya lini pertahanan PSMS membuat setiap serangan tuan rumah berhasil dimentahkan. Apalagi M Halim menunjukkan kepiawaiannya di mistar gawang PSMS.

Pada temu pers usai pertandingan, Asisten Manajer PSMS Drs Benny Tomasoa kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Dikatakan, kemenangan Persikabo murni merupakan kesalahan asisten pelatih.

“Sekali lagi kami dikerjai, entah sudah berapa kali kepemimpinan wasit merugikan PSMS. Sudah capek kita protes, tapi tetap dikerjai juga,” ujar Benny kesal.

Sementara itu, pelatih fisik PSMS Nimrot Manalu mengungkapkan tidak mungkin Heri Suwondo menghalau bola jika sudah masuk dalam gawang. “Gol itu tidak sah!” tegas Nimrot.

Manajer Tim Drs Hendra DS menilai secara keseluruhan penampilan Jecky Pasarella cs cukup baik. “Biarlah orang yang menilai kinerja wasit. Sebagai seorang pembina, kita harus menerima apapun hasil pertandingan dengan jiwa besar,” katanya.

Iwan Setiawan berpendapat kemenangan tersebut merupakan jawaban dari
rumor tidak sedap yang selama ini terjadi pada tim asuhannya. Meski sebelumnya khawatir akan kedekatan pemain dengan sosok Suimin, Iwan mengaku puas dengan kemenangan timnya.

Kekalahan ketiga PSMS ini membuat posisi Ayam Kinantan bertahan di urutan keenam dengan nilai 12. Dengan demikian, target mencapai nilai 18 di putaran pertama gagal.

Friday, January 8, 2010

Duel Mantan Pelatih masing 2club

ADA yang menarik kalau kita cermati laga Persikabo kontra PSMS, sore ini, Jumat 8(/1). Coba lirik siapa orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi masing-masing tim?

Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.

Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.

Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.

Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.

Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.

Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.

“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin

Duel Mantan Pelatih masing 2club

ADA yang menarik kalau kita cermati laga Persikabo kontra PSMS, sore ini, Jumat 8(/1). Coba lirik siapa orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi masing-masing tim?

Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.

Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.

Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.

Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.

Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.

Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.

“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin

Ayam Kinantan Bertekad Curi Poin

Dalam sejarah pertemuan Persikabo versus PSMS, rekor manis masih ditorehkan PSMS. Sepanjang keikutsertaan kedua tim di ajang Divisi Utama, memang keduanya baru dua kali bertemu pada 2007 silam dengan hasil sekali kemenangan bagi PSMS dan sekali imbang.

Pertemuan pertama terjadi pada 16 Desember 2007. Partai yang digelar di Stadion Teladan itu dimenangi dengan mudah oleh PSMS dengan skor 3-1. Pada 21 Desember, ketika laga keduanya digelar di Stadion Persikabo, Bogor, PSMS mampu menahan imbang dengan skor 1-1.

Berkaca pada sejarah, bisa jadi PSMS meneruskan tradisi bagus ketika bertemu Persikabo. Berhubung laga di musim ini digelar lebih dulu di Bogor, tampaknya raihan satu angka tak terlalu sulit didapat PSMS.

Ya, hari ini, Jumat (8/1), PSMS akan melakoni laga away terakhirnya di paro musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia kali ini. Target membawa angka dari laga away terakhir ini pun sangat diharapkan pendukung PSMS, yang juga diamini manajemen.

Sayang, PSMS datang ke Bogor dengan langkah gontai. Skuad Ayam Kinantan tak komplit, menyusul cederanya sejumlah pemain pilar. Hal ini diperparah dengan bakal absennya Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi karena terkena akumulasi kartu.

Alhasil, Suimin Diharja arsitek PSMS yang musim lalu menukangi Persikabo, harus putar otak lebih keras. Taktik dan strategi mumpuni harus dikemas hanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Ya, PSMS hanya punya waktu recovery kurang dari 36 jam usai melakoni laga kontra Persita.

Perbedaan kelas pemain kedua tim cukup siginifikan. Persikabo diperkuat mayoritas pemain yang sarat pengalaman, plus tiga legiun impor. Sedangkan PSMS mayoritas dihuni pemain minim pengalaman. Legiun impor PSMS yang bakal diturunkan pun hanya Osas Saha, yang sebenarnya kondisinya masih belum seratus persen pulih dari cedera engkel.

“Target kita untuk mencuri angka dari lawatan away terakhir ini adalah ketika melawan Persikabo. Semoga hal itu bisa tercapai,” kata Suimin.

Untuk urusan satu ini memang harus ditindaklanjuti. Pasalnya, PSMS masih kekurangan tiga poin lagi untuk melengkapi target meraih 18 poin di putaran pertama. Artinya, PSMS harus menang kontra Persikabo dan Semen Padang di Stadion Teladan 12 Januari mendatang. Kalau tidak, target awal gagal tercapai yang ujungnya bakal memberatkan langkah di putaran kedua nanti.

“Target 18 angka harus diupayakan agar kita lebih mudah melangkah di putaran kedua. Tiga angka kontra Persikabo harus bisa diambil, sama halnya ketika nanti menjamu Semen Padang,” timpal Benny Tomasoa asisten manajer PSMS yang mendampingi tim di Tangerang.

Sebaliknya, tim tuan rumah bakal turun dengan kekuatan komplit. Klub asuhan Iwan Setiawan itu bakal menurunkan tiga pemain asingnya sekaligus, plus pemain lokal yang mayoritas pemain Persikabo musim lalu. Dihubungi Sumut Pos, Rabu (6/1), Iwan mengaku akan menargetkan tiga angka di kandang sendiri. Terlebih posisi Persikabo saat ini berada dalam kondisi tak mengenakkan di klasemen sementara

Anak Medan minta PSMS serius

Warga asal Medan di Jakarta dan sekitarnya berharap PSMS Medan mampu bermain lebih serius saat menghadapi Persikabo di Stadion Persikabo Bogor pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Jumat besok.

“Kami benar-benar kecewa atas kekalahan PSMS di Tangerang dan itu bisa terobati bila anak-anak Ayam Kinantan menang melawan Persikabo,” ujar Akir di Hotel Cibinong Bogor saat mengunjungi ofisial dan pemain PSMS baru-baru ini.

Penggemar berat Ayam Kinantan itu berjanji akan datang ke Bogor pada pertandingan bersama dengan anak-anak Medan lainnya. Pengusaha tambang ini menghimbau agar pemain tetap mengandalkan fanatisme tinggi dan tampil ngotot sepanjang pertandingan.

Secara terpisah, anak Medan lainnya Ali Gultom dan Muhammad Juansyah mengingatkan Tri Yudha Handoko cs bahwa kekalahan dari Persikabo akan memperkecil peluang PSMS lolos ke babak delapan besar.

“Jadi tidak ada istilah lagi kalah dari Persikabo yang pernah ditangani pelatih Suimin Dihardja tersebut,” tukas Gultom.

Juansyah menyatakan, Suimin sudah tahu apa yang akan diperbuatnya, karena mengenal betul karakter dan bentuk permainan lawan terakhir. Di samping itu, Suimin atau pelatih kiper Jamaluddin Hutauruk harus berani menurunkan penjaga gawang ketiga Irwin Ramadhana.

Ini dikarenakan dua penjaga gawang inti yakni Sony Gunawan dan M Halim kerap memperlihatkan penurunan dalam penampilannya. “Irwin, mantan kiper Persikabo, pasti termotivasi ingin memperlihatkan kemampuannya dalam debutnya membela PSMS kepada publik Bogor dan manajemen,” tambah Juan

Atmosfer Bogor memanas

Menjelang perseteruan PSMS Medan dengan Persikabo Bogor dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Persikabo, Jumat ini, atmosfer kota hujan tersebut benar-benar memanas.

Bagi PSMS yang ingin menggapai nilai 18 di putaran pertama dan Persikabo yang ingin melepaskan diri dari ancaman degradasi, sama-sama akan menjadi laga nanti sebagai momen penentu poin penuh.

Usai kalah 0-3 atas Persita Tangerang, Selasa lalu, tidak ada kata lain bagi PSMS selain membukukan kemenangan atas skuad asuhan Iwan Setiawan. Arsitek PSMS, Suimin Diharja mengatakan hal itu di penginapan Ayam Kinantan seraya memotivasi tim asuhannya tampil habis-habisan menghadapi mantan timnya tersebut.

“Kita harus menang! Tidak bisa tidak, karena kesempatan pertama kita untuk mencuri poin telah gagal dari Persita,” ujar Suimin.

Hal lainnya, menurut Suimin, ini bukan hanya pertarungan antara PSMS melawan Persikabo, tapi ini merupakan pembuktian bagi publik Kota Medan bahwa menghadapi Persikabo juga merupakan tarung penuh prestise bagi dirinya yang pernah menangani skuad Laskar Padjajaran itu.

“Kemenangan ini bukan hanya untuk tim, tetapi pembuktian saya juga untuk masyarakat Medan. Meski mereka pernah saya latih, tidak ada cerita karena PSMS perlu kemenangan ini,” katanya.

Namun, menghadapi Persikabo tidaklah mudah apalagi akumulasi kartu kuning yang diterima Nyeck Nyobe dan Denny Wahyudi disinyalir akan membuat lini pertahanan PSMS rapuh. Beruntung Selamet Riyadi telah pulih dari cedera akan menjadi tumpuan pertahanan bersama Chico Maradona dan Ahmad Maulana Putra.

Di lini depan, Ayam Kinantan dipastikan akan lebih tajam pasca pulihnya striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous Saha. “Kondisi Saha baik dan kita harapkan dia bisa maksimal berperan di lini depan bersama Jecky Pasarella,” tegas pelatih kampung itu

Thursday, January 7, 2010

Fans Dukung Perombakan

PADA putaran kedua nanti, tampaknya bakal ada perombakan di tubuh tim. Beberapa pemain yang tak memiliki kontribusi bagi tim dipastikan akan terdegradasi. Hal itu juga sudah diamini Hendra DS, manajer PSMS.

Menurut Hendra, evaluasi secara keseluruhan akan diupayakan guna mencapai target lolos ke Indonesia Super League musim depan. Terlebih pascakekalahan kontra Persita dua hari lalu, cukup menyesakkan. Hendra kecewa dengan hasil itu. Begitupun, pria 45 tahun tersebut masih optimis kalau PSMS masih bisa berbuat banyak. “Kini, saatnya PSMS menatap laga selanjutnya. Semoga kita mampu meraih hasil baik kontra Persikabo nanti,” beber Hendra.

Untuk hal itu, wacana menambah pemain juga dibawa Hendra. Menurutnya, akan ada penambahan sekitar tiga pemain untuk menambah pasukan Ayam Kinantan. “Rencananya kita akan menambah penyerang, baik itu asing maupun lokal. dan pemain belakang,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan akan rencana menambah pemain langsung disambut fans yang bernaung di bendera PSMS Medan Fans Club. Lewat Tony Nainggolan kordinator PSMS Medan FC di kawasan Jabodetabe yang menonton langsung laga kontra Persita. “Hal itu mendesak, karena saingan di Divisi Utama sangat ketat,” kata Tony

Ke BWSI Bawa Rekaman Pertandingan

Kinerja wasit di kompetisi tanah air, memang belum menunjukkan kata memuaskan. Tak jarang kinerja wasit kerap merugikan tim, terutama tim tamu yang bertandang ke markas lawan.

Puncak kejenggelen manajemen PSMS, akan kinerja wasit terjadi saat laga kontra Persita, Selasa (6/1). PSMS yang kandas 3-0, tidak bisa menerima kinerja wasit yang terkesan sangat bodoh dan memihak.

Tak main-main, manajemen PSMS akan melaporkan kinerja wasit Sholichin asal Surabaya yang sore itu memimpin pertandingan ke Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI).

Terlebih gol pertama bagi Pendekar Cisadane yang jelas-jelas harusnya tak boleh disahkan karena pemain Persita sudah lebih dulu berdiri dalam posisi offside. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya bendera tanda offside oleh asisten wasit saat ini.

Untuk menguatkan bukti buruknya kinerja wasit yang memimpin laga itu, manajemen PSMS bahkan berencana membawa bukti rekaman pertandingan. Kebetulan, saat laga itu digelar ada reporter sebuah televisi swasta yang mengabadikan momen tersebut. Beberapa foto juga akan dibawa serta. “Kita tidak sembarangan menyatakan protes. Untuk itu kita akan sertakan bukti rekaman dan foto terkait insiden memalukan itu. Kenapa memalukan? Karena wasit Solichin telah menodai pertandingan tersebut,” ujar Benny Tomasoa asisten manajer PSMS kesal.
Hal ini dilakukan, ternyata bukan berarti manajemen PSMS meminta hasil laga itu dibatalkan. Namun lebih kepada peringatan akan kinerja wasit, yang sering merugikan klub.

“Kita bukan meminta hasil pertandingan dibatalkan. Yang terpenting, kalau protes kita tidak ditanggapi, persepakbolaan nasional kita tidak akan pernah berkembang,” sambung Benny.

Untuk menghindari agar tak lagi ‘dikerjai’ wasit, manajemen berencana merekam setiap pertandingan PSMS. “Karena terus-terusan dikerjai wasit, Ketum Dzulmi Eldin pun kesal. Dia berharap kita merekam setiap pertandingan PSMS, agar kalau seandainya terjadi hal-hal serupa kita punya bukti untuk melapor,” pungkas manajer berdarah Ambon itu

Suimin Dipusingkan Absennya Pemain

Hasil buruk yang ditorehkan PSMS ketika dibantai Persita 3-0 Selasa (5/1) lalu, membuat Suimin Diharja harus putar otak lebih keras lagi. Hasil serupa tentu saja tak boleh terulang ketika Ayam Kinantan menantang Persikabo Bogor (8/1) mendatang.

Sepanjang putaran pertama ini, memang lawatan ke markas Persita dan Persikabo adalah lawatan terberat. Menatap laga kontra Persikabo, PSMS punya target tersendiri. Setelah dikuranginya tiga poin Persikabo karena masalah kontrak pemain asing, pada kompetisi sebelumnya, dianggap jadi celah yang bagus. Sudah pasti kubu Persikabo kini tengah mengalami masalah mental bertanding, karena hal itu. Kondisi inilah yang coba dimanfaatkan Suimin. Walaupun pada hakikatnya, laga itu dipastikan bakal berlangsung sengit.

Persikabo diperkuat tiga pemain asing yang siap turun. Sedangkan PSMS, dipastikan kehilangan dua pemain belakangnya karena akumulasi kartu. Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi yang dipastikan absen.

Untuk urusan satu ini, Suimin benar-benar pusing. 18 skuad yang dibawa, tidak semua dalam top performa. Ujungnya, Suimin memanggil dua pemain yang awalnya ditinggal, untuk bergabung dengan tim. Osas Saha dan Chiko Maradona pemain yang akhirnya menyusul ke Bogor.

Tumpuan besar diharapkan mampu diemban Osas Saha, yang diharapkan mampu merepotkan pemain belakang lawan. Sedangkan Chiko diharapkan mampu menggantikan peran Deni Wahyudi.

“Kebutuhan akan tambahan pemain sangat mendesak. Beruntung manajemen tanggap dan mendatangkan dua pemain,” kata Suimin.

Menyoal cedera Saha, tampaknya tak lagi jadi soal. Sebelum memutuskan mendatangkan Saha, Suimin sudah lebih dulu berkordinasi dengan Suyono asisten pelatih yang menemani pemain yang ditinggal di Medan. Menurut Suyono, Saha sudah bisa kembali dimainkan.

“Setelah berkordinasi dengan Yono, didapat keputusan bahwa Saha sudah bisa kembali merumput. Di sini, tinggal cek lagi cederanya oleh tim dokter. Semoga kehadiran Saha bisa membawa angin segar bagi tim,” lanjut pelatih kampung itu.

Saha dan Chiko juga menyatakan kesiapannya bergabung dengan tim, dan tentu saja turut serta berjuang memberikan hasil terbaik bagi PSMS. “Saya sudah siap turun. Tidak begitu masalah lagi cedera yang menghadang. Kami inginkan satu kemenangan di Bogor,” beber Saha.

Chiko juga menyatakan hal serupa. “Saya tak hanya siap membela PSMS saat meladeni Persikabo. Saya juga sangat siap untuk membawa PSMS memenangi laga nanti,” katanya optimis

Wednesday, January 6, 2010

Dua Pemain Absen di Bogor

DALAM laga klasik antara Persita kontra PSMS sore kemarin, PSMS benar-benar tak berdaya. Laga dua alumni Indonesian Super League (ISL) itu menghasilkan kemenangan bagi Persita dan petaka bagi PSMS.

Ya, selain kandas, PSMS juga bakal tak diperkuat dua pilarnya di lini belakang saat menghadapi Persikabo 8 Januari mendatang. Mereka yang akan absen adalah Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi yang mendapatkan larangan tampil karena terkena akumulasi kartu kuning.
Kedua pemain ini awalnya telah menerima kartu kuning saat PSMS menjamu PSDS, 31 Desember lalu. Dan saat meladeni Persita, keduanya kembali menerima kartu dari wasit Sholichin. Pada laga itu, empat pemain PSMS memang diganjar kartu kuning. Selain Nyeck dan Deni, Maulana dan Tri Yudha Handoko juga mendapatkannya.

“Ini masalah baru yang harus mendapatkan perhatian lebih. Saya akan mensimulasikan kerangka pengganti keduanya dalam waktu dekat ini,” beber Suimin menyoal bakal timpangnya lini belakang PSMS.
Kabar baiknya, Osas Saha striker impor PSMS dikabarkan akan meluncur untuk bergabung dengan tim hari ini. Kondisi cederanya yang sudah membaik, memungkinkan Saha untuk bermain kontra Persikabo.
Kehadiran Saha memang tampaknya akan sangat diharapkan. Tanpa pemain asal Nigeria itu, lini depan PSMS terlihat begitu tumpul. Terlebih Jecky Pasarela yang diharapkan sebagai ujung tombak, kerap bermain buruk kalau bertandang ke kandang lawan. Sebaliknya Saha punya mental yang lebih baik ketika bertandang. Hal itu dibuktikan ketika dia berhasil menyumbang satu-satunya gol kontra Persipasi beberapa waktu lalu.

“Saha sudah pulih. Besok (hari ini, Red), dia akan menyusul bergabung dengan tim. Semoga dia bisa membawa angin segar untuk tim ini,” kata Suimin.

Rekor Buruk

PSMS akhirnya memperpanjang rekor ketika melawat ke Stadion Benteng markas Persita Tangerang, Selasa (5/1) dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia. Sayang, rekor yang diperpanjang bukan rekor membanggakan melainkan rekor tak pernah menang di markas klub berjuluk Pendekar Cisadane itu sejak tahun 2005.

Pada laga itu, Ayam Kinantan kalah telak, 3-0. Buruknya lini belakang tampaknya menjadi sorotan utama yang harus segera dibenahi Suimin Diharja selaku nakhoda tim. Tampil dengan percaya diri yang sedikit redup, skuad PSMS awalnya mampu mengimbangi permainan Persita yang diasuh Elly Idris itu.

Di babak pertama, laga yang harusnya digelar tanpa penonton itu berjalan cukup mulus bagi PSMS. Ayam Kinantan berhasil menguasai jalannya pertandingan. Malah Persita yang sedikit bingung, sehingga lebih sering melancarkan serangan balik lewat umpan-umpan panjang.
Petaka muncul di masa injury time babak pertama. Saat itu terjadi tendangan bebas untuk Persita, yang dieksekusi secara matang oleh satu legiun impornya Antonio Teles. Sony Gunawan penjaga gawang PSMS awalnya berhasil menepis bola, namun tak sempurna dan menghasilkan rebound.

Di saat terjadi bola kemelut, Ilham Jaya Kesuma-lah yang berhasil menyontek bola masuk ke dalam gawang Sony. Tapi gol itu sangat kontroversional. Pasalnya Ilham sudah berdiri di dalam posisi offside. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya bendera tanda offside oleh asisten wasit. Namun wasit utama Sholichin asal Surabaya tak menghiraukan hal itu dan tetap mengesahkan gol. 1-0 untuk tim tuan rumah mengantarkan laga untuk jeda turun minum.

Untuk hal ini, kubu PSMS dipastikan akan mengajukan surat protes ke Komisi Wasit PSSI. “Kita akan ajukan surat protes akan kinerja wasit. Walaupun pesimis akan mendapatkan tanggapan yang baik, tapi ini sebagai kriktik yang semoga didengar oleh PSSI. Temasuk untuk melaporkan bahwa tetap ada penonton yang jumlahnya sekitar 100-an yang masuk ke stadion, walaupun sudah jelas dilarang,” koar Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS usai laga saat dihubungi Sumut Pos, Selasa (5/1).

Bermain cukup baik di awal, tak cukup bagi PSMS. Terlebih mental skuad keburu down atas ulah wasit. Di babak kedua, giliran PSMS menjadi bulan-bulanan. Permainan sepenuhnya didominasi oleh Persita. Tak sekalipun PSMS melakukan serangan matang karena hanya menempatkan Jecky Pasarela seorang di lini depan.

Petaka edisi kedua pun terjadi. Tepat menit ke-67, Persita lewat Fauzi berhasil membukukan gol kedua pada laga itu. Gol ini murni kesalahan Sony yang gagal mengantisipasi bola. Buntutnya kemelut terjadi dan dengan mudah membuat Fauzi mengemas gol.

10 menit berselang. Petaka edisi terakhir terjadi lagi. Kali ini pemain Persita bernama Julian Hontong sukses memperdaya Sony untuk dipaksa memungut bola dari gawangnya sendiri. Gol terakhir ini sebenarnya tak perlu terjadi, jika saja lini belakang PSMS solid dan tegas menghalau bola.

Kesalahan seperti yang dilakukan ketika melawat ke markas Persipasi kembali terjadi. Bek PSMS yang dikawal Nyeck Nyobe kerap memainkan bola di barisan pertahanan sendiri. Alhasil, bola pun gampang direbut. Skor 3-0 untuk Persita diukir hingga usai laga. “Sebenarnya kita sudah bisa mengimbangi permainan Persita. Tapi, hilang konsentrasi,” beber Suimin usai laga.

Bagi kubu Persita, hasil ini sangat menggembirakan. Pasalnya Persita telah mengumpulkan 15 angka dalam enam partai yang dilakoni. “Kemenangan ini sangat baik bagi moral tim. Apalagi lawan yang dihadapi adalah PSMS,” tutur Elly Idris