Dengan kondisi dan materi pemain yang apa adanya saat ini, PSMS dituntut untuk terus mendulang hasil mengesankan. Target lolos ke Indonesian Super League (ISL) pun dicanangkan pengurus. Padahal nafas tim mulai tersendat di awal-awal musim karena ketiadaan dana.
Kendala utama di samping dana, tentu saja skuad yang mayoritas dihuni pemain muda yang minim jam terbang. Di samping itu, pemain senior juga sudah mulai sering cedera. Perpaduan keduanya memang bisa jadi kekuatan besar kalau ditambah dengan perhatian pengurus. Tapi, hal itu tak terjadi.
Akibatnya, Suimin Diharja yang harus kerja esktra keras dan mati-matian. Beruntung Suimin merupakan pelatih bertipikal tangan dingin. Sebuah tim yang mendapatkan sentuhannya, seolah selalu mempunya cita rasa berbeda.
Buktinya lumanyan. Dari tujuh laga yang telah terlakoni, PSMS sudah meraih 12 angka dari tiga menang, tiga imbang dan baru sekali kandas. Ini merupakan hasil yang signifikan, mengingat skuad yang hanya mampu memperlihatkan permainan yang apa adanya pula. “Sepanjang saya menjadi pelatih. Baru kali ini terasa begitu melelahkan. Tapi inilah kondisi yang ada yang harus dipertahankan,” bilang Suimin mengomentari anak asuhnya.
Pelatih berusia 58 tahun berjuluk pelatih kampung itu tak ingin lagi mengeluh. Dengan sisa-sisa semangat, kakek dua cucu itu kini hanya mengandalkan semangat kedaerahannya untuk membawa hasil terbaik bagi tim ini. “Saya bersedia menukangi PSMS dalam kondisi begini karena panggilan hati saya sebagai warga Medan. Saya prihatin kenapa tim yang punya nama besar bisa sampai degradasi. Tekad inilah yang saya emban untuk mencoba membawa kembali PSMS ke kasta kompetisi tertinggi tanah air,” akunya.
Juanda, mantan pemain Timnas Junior era 1980-an yang juga mantan pemain PSMS salut kepada tim yang diasuh Suimin. Sejak dibentuk, dan melakoni 22 laga persahabatan, plus tujuh laga resmi di Divisi Utama, PSMS baru sekali memetik kekalahan.
“Bayangkan, dari tujuh pertandingan Divisi Utama yang telah digelar dan 22 pertandingan ujicoba, PSMS baru satu kali kalah, itu berarti anak-anak masih bisa termotivasi walau dalam kondisi memprihatinkan seperti yang dialami sekarang, namun yang perlu disesali adalah, minimnya perhatian yang diberikan pengurus dan manjaemen kepada pemain,” bebernya.
Menurutnya, sebagai salah satu mantan pemain yang lahir dari ‘rahim’ PSMS, kondisi yang saat ini dialami PSMS juga membuatnya prihatin. Dia menilai, pengurus tidak tanggap mengantisipasi permasalahan yang terjadi dan terkesan acuh tak acuh. “Tanggung jawab apalagi yang mesti dilakukan pemain. Saya rasa sejauh ini sudah maksimal, pemain tetap punya motivasi dengan kondisi yang ada,” tegasnya.
Dia menuturkan, pemain sudah menjalankan bentuk profesionalisme pemain bola, namun dia mengkhawatirkan, minimnya perhatian seorang figur orangtua akan melemahkan pemain.
“Seorang ayah itu hendaknya memberi semangat dan motivasi kepada anak-anaknya, ini tidak, ditengah kondisi yang ada sekarang, manajemen dan pengurus terkesan ninggalin anak anaknya (pemain, Red), saya khawatir itulah yang nantinya akan menjadi bumerang dan akhirnya membuat pemain tidak punya motivasi lagi,” tegas pria 49 tahun itu.
Meski dia juga mensyukuri masih ada pihak-pihak yang mau mengelola PSMS. Tetapi yang perlu dipahami pengurus menurutnya adalah melakukan pendekatan dengan pemain apapun kondisinya.
“Saya mengimbau, hendaknya pengurus dan manajemen PSMS bisa menjadi sosok seorang ayah yang terus mengayomi pemain dan mendengarkan keluh-kesahnya serta tidak pernah meninggalkan pemain apapun keadaannya, “ pungkas Juanda
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, January 4, 2010
Terget 18 point
PSMS sukses membekap tamunya PSDS Deli Serdang dengan skor 1-0 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, Kamis (31/12) lalu. Sayangnya, meski menang namun penampilan tim besutan Suimin Diharja mendapat banyak sorotan terkait buruknya performa tim sepanjang 2X45 menit.
Terlepas dari itu semua, tapi target meraih poin penuh atas PSDS guna memuluskan langkah untuk mengumpulkan 18 angka di putaran pertama telah terwujud.
Dengan kemenangan itu, praktis PSMS yang telah mengumpulkan 12 angka dari tiga kali menang, tiga kali draw dan sekali kalah. Artinya, PSMS hanya membutuhkan dua kemenangan dari tiga laga tersisa putaran pertama agar target tak meleset.
Pertanyannya, dapatkah PSMS mengumpulkan enam angka dari tiga pertandingan sisa tadi?
Berat memang, terlebih lawan-lawan yang akan tak dapat dipandang sebelah mata. Lihat saja, Persita yang akan dihadapi pada 4 Januari mendatang.
Meski baru memainkan lima laga, namun tim asal Kota Tengerang ini mampu menempati peringkat ketiga atau dua tingkat di atas PSMS yang menempati peringkat kelima.
Selain Persita, Persikabo Bogor pun dapat mengubur mimpi PSMS untuk mengumpulkan poin 18. Pasalnya, Persikabo yang akan menjamu tim Ayam Kinantan pada 8 Januari mendatang, selalu meraih poin sempurna jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Laga terakhir PSMS di putaran pertama adalah saat menjamu Semen Padang di Stadion Teladan Medan pada 12 Januari nanti. Meski sang lawan menempati peringkat kedua, namun laga ini merupakan ajang paling realistis bagi Affan Lubis dkk untuk memetik poin sempurna.
Soalnya, jika melihat rekor head to head antara PSMS kontra Semen Padang selama ini, tim Ayam Kinantan selalu tampil perkasa.
Jika semua perkiraan tadi tak meleset, maka poin maksimal yang akan dikumpulkan PSMS pada putaran pertama adalah 16, atau kurang tiga angka dari target yang telah diapungkan.
Setuju atau tidak, namun hasil yang dicapai Affan Lubis dkk merupakan sebuah gambaran betapa comang-campingnya kekuatan PSMS musim ini, selain disebabkan materi pemain yang tidak merata, juga karena banyaknya pemain pilar yang cedera.
Ini bisa dilihat dari penampilan ala kadar yang diperlihatkan Affan Lubis dkk saat menjamu PSDS kemarin.
Pada pertandingan itu, meski mendapat dukungan penuh dari penonton namun PSMS justru tampil melempem. Bahkan jika mau jujur, sesungguhnya penampilan PSDS lebih menjanjikan dibanding PSMS yang tampil tanpa pola permainan yang jelas.
Beruntung, ketika PSDS belum menemukan penampilan terbaiknya, justru pada menit ke-16 melalui aksi bycicle kick yang dilakukan Osas Saha gawang PSDS yang dikawal Oki Rengga bobol.
Usai gol itu, Traktor Kuning-julukan PSDS mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalnnya. Beberapa kali pertahanan PSMS dibuat kalang kabut. Beruntung masih bisa diamankan.
Di babak kedua, PSDS tercatat menciptakan lebih banyak peluang. Pendukung tuan rumah terpaksa menahan nafas ketika pergerakan striker PSDS, Imam Faisal sering merepotkan Slamet Riyadi dkk. Tercatat, PSDS punya enam peluang bagus sepanjang babak pertama.
“Yang penting kita bisa meraih tiga angka. Urusan main, itu urusan nanti masih ada waktu untuk memperbaikinya,” kata Benny Tomasoa, asisten manejer tim PSMS.
Sementara itu Nasib Iwan, asisten pelatih PSDS mengatakan bahwa kekalahan timnya disebabkan timnya kurang beruntung.
“Anak-anak main cukup baik. Sama saat melawan Persita. Tapi, hasilnya kita tetap kalah kita,” sesal Nasib Iwan.
Terlepas dari itu semua, tapi target meraih poin penuh atas PSDS guna memuluskan langkah untuk mengumpulkan 18 angka di putaran pertama telah terwujud.
Dengan kemenangan itu, praktis PSMS yang telah mengumpulkan 12 angka dari tiga kali menang, tiga kali draw dan sekali kalah. Artinya, PSMS hanya membutuhkan dua kemenangan dari tiga laga tersisa putaran pertama agar target tak meleset.
Pertanyannya, dapatkah PSMS mengumpulkan enam angka dari tiga pertandingan sisa tadi?
Berat memang, terlebih lawan-lawan yang akan tak dapat dipandang sebelah mata. Lihat saja, Persita yang akan dihadapi pada 4 Januari mendatang.
Meski baru memainkan lima laga, namun tim asal Kota Tengerang ini mampu menempati peringkat ketiga atau dua tingkat di atas PSMS yang menempati peringkat kelima.
Selain Persita, Persikabo Bogor pun dapat mengubur mimpi PSMS untuk mengumpulkan poin 18. Pasalnya, Persikabo yang akan menjamu tim Ayam Kinantan pada 8 Januari mendatang, selalu meraih poin sempurna jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Laga terakhir PSMS di putaran pertama adalah saat menjamu Semen Padang di Stadion Teladan Medan pada 12 Januari nanti. Meski sang lawan menempati peringkat kedua, namun laga ini merupakan ajang paling realistis bagi Affan Lubis dkk untuk memetik poin sempurna.
Soalnya, jika melihat rekor head to head antara PSMS kontra Semen Padang selama ini, tim Ayam Kinantan selalu tampil perkasa.
Jika semua perkiraan tadi tak meleset, maka poin maksimal yang akan dikumpulkan PSMS pada putaran pertama adalah 16, atau kurang tiga angka dari target yang telah diapungkan.
Setuju atau tidak, namun hasil yang dicapai Affan Lubis dkk merupakan sebuah gambaran betapa comang-campingnya kekuatan PSMS musim ini, selain disebabkan materi pemain yang tidak merata, juga karena banyaknya pemain pilar yang cedera.
Ini bisa dilihat dari penampilan ala kadar yang diperlihatkan Affan Lubis dkk saat menjamu PSDS kemarin.
Pada pertandingan itu, meski mendapat dukungan penuh dari penonton namun PSMS justru tampil melempem. Bahkan jika mau jujur, sesungguhnya penampilan PSDS lebih menjanjikan dibanding PSMS yang tampil tanpa pola permainan yang jelas.
Beruntung, ketika PSDS belum menemukan penampilan terbaiknya, justru pada menit ke-16 melalui aksi bycicle kick yang dilakukan Osas Saha gawang PSDS yang dikawal Oki Rengga bobol.
Usai gol itu, Traktor Kuning-julukan PSDS mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalnnya. Beberapa kali pertahanan PSMS dibuat kalang kabut. Beruntung masih bisa diamankan.
Di babak kedua, PSDS tercatat menciptakan lebih banyak peluang. Pendukung tuan rumah terpaksa menahan nafas ketika pergerakan striker PSDS, Imam Faisal sering merepotkan Slamet Riyadi dkk. Tercatat, PSDS punya enam peluang bagus sepanjang babak pertama.
“Yang penting kita bisa meraih tiga angka. Urusan main, itu urusan nanti masih ada waktu untuk memperbaikinya,” kata Benny Tomasoa, asisten manejer tim PSMS.
Sementara itu Nasib Iwan, asisten pelatih PSDS mengatakan bahwa kekalahan timnya disebabkan timnya kurang beruntung.
“Anak-anak main cukup baik. Sama saat melawan Persita. Tapi, hasilnya kita tetap kalah kita,” sesal Nasib Iwan.
Tambah Recovery
MELADENI PSDS Deli Serdang, Kamis (31/12) lalu ternyata menyita tenaga seluruh punggawa tim Ayam Kinantan. Hanya dua hari berselang, tim pun wajib bertolak ke Tangerang menatap laga away selanjutnya menghadapi Persita Tangerang.
Suimin Diharja arsitek tim pun memberi komando untuk meliburkan pemain dari aktifitas latihan setelah tiba di Tangerang siang kemarin (2/1). Sesampai di Hotel Permata Mulia tempat skuad menginap, pemain langsung diberikan waktu untuk rehat.
“Besok pagi (hari ini) kita latihan, hari ini pemain kita liburkan dulu, waktu istirahat pemain masih kurang,” ujar Suimin Diharja via sambungan telepon kemarin.
Suimin mengatakan, keputusan meliburkan pemain dilakukan karena mundurnya jadwal pertandingan antara PSMS kontra Persita di Stadion Benteng menjadi tanggal 5 Januari, setelah sebelumnya dijadwalkan digelar 4 Januari.
“Sedikit melegakan, jadwal pertandingan melawan Persita diundur satu hari, jadi pemain bisa memaksimalkan istirahatnya dan semoga kondisi pemain sudah jauh lebih baik,” tambah kakek dua cucu itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, laga tandang PSMS Medan menghadapi Persita ditunda, lantaran pihak kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang tidak merekomendasikan izin keamanan untuk pertandingan 4 Januari (jadwal sebelumnya), karena bertepatan dengan perayaan Tahun Baru. Pihak Polresta Tangerang memfokuskan pengamanan pada Operasi lilin selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Suimin Diharja arsitek tim pun memberi komando untuk meliburkan pemain dari aktifitas latihan setelah tiba di Tangerang siang kemarin (2/1). Sesampai di Hotel Permata Mulia tempat skuad menginap, pemain langsung diberikan waktu untuk rehat.
“Besok pagi (hari ini) kita latihan, hari ini pemain kita liburkan dulu, waktu istirahat pemain masih kurang,” ujar Suimin Diharja via sambungan telepon kemarin.
Suimin mengatakan, keputusan meliburkan pemain dilakukan karena mundurnya jadwal pertandingan antara PSMS kontra Persita di Stadion Benteng menjadi tanggal 5 Januari, setelah sebelumnya dijadwalkan digelar 4 Januari.
“Sedikit melegakan, jadwal pertandingan melawan Persita diundur satu hari, jadi pemain bisa memaksimalkan istirahatnya dan semoga kondisi pemain sudah jauh lebih baik,” tambah kakek dua cucu itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, laga tandang PSMS Medan menghadapi Persita ditunda, lantaran pihak kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang tidak merekomendasikan izin keamanan untuk pertandingan 4 Januari (jadwal sebelumnya), karena bertepatan dengan perayaan Tahun Baru. Pihak Polresta Tangerang memfokuskan pengamanan pada Operasi lilin selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Away terberat
PSMS segera melakoni laga away ke empat dan ke limanya dalam waktu dekat ini. Lawan yang siap menghadang adalah Persita dan Persikabo. Bisa jadi, dua laga ini merupakan lawatan terberat yang harus dilakoni PSMS musim ini. Ironisnya, ketika laga semakin berat, di saat itu tim Ayam Kinantan terbang ke sana dengan membopong beragam problem.
Masalah terbesar tentu saja cedera pemain. Tak mau ambil risiko, Suimin Diharja nakhoda tim rela meninggalkan Edu Juanda dan Osas Saha. Hanya 18 pemain yang dibawa karena dianggap paling siap tempur.
Tentu saja ini akan sangat berat. Tampil full team saja, PSMS masih sulit bersaing dengan kontestan divisi utama lainnya, tak terkecuali jika pertandingan itu berlangsung di Stadion Teladan Medan, yang merupakan markas tim Ayam Kinantan.
Banyak hal yang menyebabkan kondisi seperti ini dapat terjadi. Tapi yang pasti, sebagian besar pemain merasa jika sejumlah pengurus PSMS hanya mencari popularitas tanpa sedikitpun berniat menjadi pembina yang baik dengan cara memberikan perhatian terhadap segala kebutuhan tim.
Masalah semakin kompleks ketika sejumlah pemain yang menjadi bagian tim justru merupakan hasil rekomdasi sejumlah pengurus tanpa memperhatikan potensi yang dimiliki pemain yang bersangkutan.
Hasilnya, jangankan untuk menampilkan permainan indah yang enak ditonton, untuk bisa memetik poin sempurna saja pun, Affan Lubis dkk kerap kewalahan. Beruntung, dengan segala keterbatasan tadi, PSMS memiliki seorang pelatih yang mampu memotivasi pemainnya untuk selalu tampil maksimal. Terbukti, dari tujuh laga yang telah dilakoni, Affan Lubis dkk berhasil mengumpulkan poin 12, hasil dari tujuh laga yang telah dilakoni dengan hanya sekali menderita kekalahan.
Dengan hasil itu, praktis PSMS masih memiliki peluang untuk tampil sebagai juara paruh musim. Pasalnya, sang pemimpin klasemen sementara Persipasi Bekasi yang telah memainkan 10 laga baru mendulang poin 18.
Hanya saja, tak akan mudah bagi anak asuh Suimin Diharja untuk menggeser posisi Persipasi karena lawan yang telah ada di depan mata, Persita Tangerang dan Persikabo justru memiliki materi pemain yang lebih merata.
Tak ingin kalah sebelum bertanding, Suimin Diharja, pelatih PSMS terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak penampilan anak asuhnya.
Terlebih, di saat menjamu PSMS nanti Persita tak akan bertanding di hadapan para pendukungnya, terkait sanksi yang dijatuhkan PSSI kepada klub berjuluk Pendekar Cisadane itu.
“Saya ingin membawa poin dari lawatan ke Tangerang dan Bogor. Minimal dua angka dan maksimal empat angka,” kata Suimin.
Ya, dalam sketsa orat-oretnya, Suimin terlilhat yakin jika timnya dapat mencuri poin dari Persita. Dasar optimisme Suimin tadi tak terlepas dari evaluasi yang dilakukan pihaknya, saat Persita bertandang ke kandang PSDS Deli Serdang, beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, meskipun pada laga tersebut Persita mampu mempermalukan PSDS dihadapan pendukungnya sendiri, namun Suimin melihat ada beberapa celah yang bisa dimafaatkan Affan Lubis dkk. Jadi, tak ada yang tak mungkin, sebelum wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan berakhir
Masalah terbesar tentu saja cedera pemain. Tak mau ambil risiko, Suimin Diharja nakhoda tim rela meninggalkan Edu Juanda dan Osas Saha. Hanya 18 pemain yang dibawa karena dianggap paling siap tempur.
Tentu saja ini akan sangat berat. Tampil full team saja, PSMS masih sulit bersaing dengan kontestan divisi utama lainnya, tak terkecuali jika pertandingan itu berlangsung di Stadion Teladan Medan, yang merupakan markas tim Ayam Kinantan.
Banyak hal yang menyebabkan kondisi seperti ini dapat terjadi. Tapi yang pasti, sebagian besar pemain merasa jika sejumlah pengurus PSMS hanya mencari popularitas tanpa sedikitpun berniat menjadi pembina yang baik dengan cara memberikan perhatian terhadap segala kebutuhan tim.
Masalah semakin kompleks ketika sejumlah pemain yang menjadi bagian tim justru merupakan hasil rekomdasi sejumlah pengurus tanpa memperhatikan potensi yang dimiliki pemain yang bersangkutan.
Hasilnya, jangankan untuk menampilkan permainan indah yang enak ditonton, untuk bisa memetik poin sempurna saja pun, Affan Lubis dkk kerap kewalahan. Beruntung, dengan segala keterbatasan tadi, PSMS memiliki seorang pelatih yang mampu memotivasi pemainnya untuk selalu tampil maksimal. Terbukti, dari tujuh laga yang telah dilakoni, Affan Lubis dkk berhasil mengumpulkan poin 12, hasil dari tujuh laga yang telah dilakoni dengan hanya sekali menderita kekalahan.
Dengan hasil itu, praktis PSMS masih memiliki peluang untuk tampil sebagai juara paruh musim. Pasalnya, sang pemimpin klasemen sementara Persipasi Bekasi yang telah memainkan 10 laga baru mendulang poin 18.
Hanya saja, tak akan mudah bagi anak asuh Suimin Diharja untuk menggeser posisi Persipasi karena lawan yang telah ada di depan mata, Persita Tangerang dan Persikabo justru memiliki materi pemain yang lebih merata.
Tak ingin kalah sebelum bertanding, Suimin Diharja, pelatih PSMS terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak penampilan anak asuhnya.
Terlebih, di saat menjamu PSMS nanti Persita tak akan bertanding di hadapan para pendukungnya, terkait sanksi yang dijatuhkan PSSI kepada klub berjuluk Pendekar Cisadane itu.
“Saya ingin membawa poin dari lawatan ke Tangerang dan Bogor. Minimal dua angka dan maksimal empat angka,” kata Suimin.
Ya, dalam sketsa orat-oretnya, Suimin terlilhat yakin jika timnya dapat mencuri poin dari Persita. Dasar optimisme Suimin tadi tak terlepas dari evaluasi yang dilakukan pihaknya, saat Persita bertandang ke kandang PSDS Deli Serdang, beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, meskipun pada laga tersebut Persita mampu mempermalukan PSDS dihadapan pendukungnya sendiri, namun Suimin melihat ada beberapa celah yang bisa dimafaatkan Affan Lubis dkk. Jadi, tak ada yang tak mungkin, sebelum wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan berakhir
Berkat gol salto Saha
Tuan rumah PSMS Medan hanya mampu menang 1-0 saat menjamu PSDS Deli Serdang dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Kamis.
Satu-satunya gol kemenangan Ayam Kinantan itu diciptakan oleh striker Osas M Saha di menit 16. Gol Saha tersebut terbilang indah karena dihasilkan dengan tendangan salto yang gagal dihalau penjaga gawang PSDS, Oki.
Setelah gol Saha itu, PSMS nyaris memperbesar kemenangan. Sayangnya, tendangan bebas M Affan Lubis masih membentur mistar gawang setelah sebelumnya menaklukkan Oki yang sudah mati langkah.
Begitupun di babak kedua ketika peluang demi peluang gagal dimaksimalkan Jecky Pasarella , Nyeck Nyobe dan Saha. Bahkan lini tengah PSMS terlihat lesu darah akibat absennya playmaker Edu Juanda.
PSDS sendiri nyaris menyamakan skor andai saja sepakan Ari Yuganda tidak melenceng ke sisi kiri gawang Soni Gunawan dalam duel satu lawan satu. Tim asuhan Suimin Dihardja malah nyaris dipermalukan di hadapan publiknya sendiri, namun dua peluang emas PSDS masih jauh dari sasaran.
Alhasil, ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan kecewa atas suguhan permainan Jecky Pasarella cs. Kendati mengecewakan pendukung fanatiknya, anak-anak PSMS masih bisa tersenyum lebar setelah memastikan tiga poin sekaligus menutup tahun 2009 dengan kemenangan.
Usai pertandingan, Manajer PSMS Drs Hendra DS mengakui timnya bermain bak lesu darah. ”Karena itu, manajemen akan melakukan pembenahan khususnya memasuki putaran kedua nanti,” tutur Hendra
Satu-satunya gol kemenangan Ayam Kinantan itu diciptakan oleh striker Osas M Saha di menit 16. Gol Saha tersebut terbilang indah karena dihasilkan dengan tendangan salto yang gagal dihalau penjaga gawang PSDS, Oki.
Setelah gol Saha itu, PSMS nyaris memperbesar kemenangan. Sayangnya, tendangan bebas M Affan Lubis masih membentur mistar gawang setelah sebelumnya menaklukkan Oki yang sudah mati langkah.
Begitupun di babak kedua ketika peluang demi peluang gagal dimaksimalkan Jecky Pasarella , Nyeck Nyobe dan Saha. Bahkan lini tengah PSMS terlihat lesu darah akibat absennya playmaker Edu Juanda.
PSDS sendiri nyaris menyamakan skor andai saja sepakan Ari Yuganda tidak melenceng ke sisi kiri gawang Soni Gunawan dalam duel satu lawan satu. Tim asuhan Suimin Dihardja malah nyaris dipermalukan di hadapan publiknya sendiri, namun dua peluang emas PSDS masih jauh dari sasaran.
Alhasil, ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan kecewa atas suguhan permainan Jecky Pasarella cs. Kendati mengecewakan pendukung fanatiknya, anak-anak PSMS masih bisa tersenyum lebar setelah memastikan tiga poin sekaligus menutup tahun 2009 dengan kemenangan.
Usai pertandingan, Manajer PSMS Drs Hendra DS mengakui timnya bermain bak lesu darah. ”Karena itu, manajemen akan melakukan pembenahan khususnya memasuki putaran kedua nanti,” tutur Hendra
Saha heran tidak berangkat
Legiun asing PSMS Medan, Ikpepua Osas Marvellous Saha, mempertanyakan dirinya tidak diikutsertakan dalam dua laga away PSMS Medan di Tangerang dan Bogor.
Menurut Saha di Medan, Minggu, alasan tidak diikutkannya dirinya oleh pelatih Suimin Dihardja dikarenakan masih cedera. Namun pemain kelahiran Nigeria 23 Oktober 1986 itu mengaku sudah bisa bermain.
Pencipta gol semata wayang PSMS itu dari laga derbi melawan PSDS Deli Serdang di Stadion Teladan Medan ini mengaku benar-benar kecewa. Dikatakan, dirinya digaji untuk membela PSMS dan tekadnya membawa skuad Ayam Kinantan kembali ke pentas Liga Super Indonesia tahun depan.
Seperti yang diinformasikan pelatih Suimin sendiri mengaku telah berkonsultasi dengan tim kesehatan PSMS, dalam hal ini dr Rory Pane, sebelum mengambil keputusan. Oleh dr Rory, dikatakan cedera Saha belum pulih benar.
“Memang tanpa Saha di depan sangat riskan bagi PSMS untuk meraih hasil maksimal di setiap pertandingannya. Jadi sangat disesalkan kalau dia tidak dibawa ke Tangerang dan Bogor,” sebut pemerhati PSMS, Muhammad Arif SE.
Arif menambahkan, Saha memiliki naluri mencetak gol cukup tinggi dan ini tidak dimiliki para penyerang PSMS lainnya, termasuk Nyeck Nyobe. Arif pun mengusulkan Saha hendaknya diberangkatkan sebelum laga kontra Persikabo Bogor mengingat sudah tidak mungkin dirinya tampil menghadapi Persita.
Sementara itu, Manajer Tim Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa menyatakan siap menerbangkan Saha ke Bogor kalau memang itu menjadi kebutuhan tim. "Kalau memang kehadiran Saha sebagai kebutuhan tim, manajemen siap memberangkatkannya namun ini perlu dibicarakan lebih dalam dengan pelatih maupun tim kesehatan," terang Benny
Menurut Saha di Medan, Minggu, alasan tidak diikutkannya dirinya oleh pelatih Suimin Dihardja dikarenakan masih cedera. Namun pemain kelahiran Nigeria 23 Oktober 1986 itu mengaku sudah bisa bermain.
Pencipta gol semata wayang PSMS itu dari laga derbi melawan PSDS Deli Serdang di Stadion Teladan Medan ini mengaku benar-benar kecewa. Dikatakan, dirinya digaji untuk membela PSMS dan tekadnya membawa skuad Ayam Kinantan kembali ke pentas Liga Super Indonesia tahun depan.
Seperti yang diinformasikan pelatih Suimin sendiri mengaku telah berkonsultasi dengan tim kesehatan PSMS, dalam hal ini dr Rory Pane, sebelum mengambil keputusan. Oleh dr Rory, dikatakan cedera Saha belum pulih benar.
“Memang tanpa Saha di depan sangat riskan bagi PSMS untuk meraih hasil maksimal di setiap pertandingannya. Jadi sangat disesalkan kalau dia tidak dibawa ke Tangerang dan Bogor,” sebut pemerhati PSMS, Muhammad Arif SE.
Arif menambahkan, Saha memiliki naluri mencetak gol cukup tinggi dan ini tidak dimiliki para penyerang PSMS lainnya, termasuk Nyeck Nyobe. Arif pun mengusulkan Saha hendaknya diberangkatkan sebelum laga kontra Persikabo Bogor mengingat sudah tidak mungkin dirinya tampil menghadapi Persita.
Sementara itu, Manajer Tim Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa menyatakan siap menerbangkan Saha ke Bogor kalau memang itu menjadi kebutuhan tim. "Kalau memang kehadiran Saha sebagai kebutuhan tim, manajemen siap memberangkatkannya namun ini perlu dibicarakan lebih dalam dengan pelatih maupun tim kesehatan," terang Benny
Kejar 18
PSMS sukses membekap tamunya PSDS Deli Serdang dengan skor 1-0 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, Kamis (31/12) lalu. Sayangnya, meski menang namun penampilan tim besutan Suimin Diharja mendapat banyak sorotan terkait buruknya performa tim sepanjang 2X45 menit.
Terlepas dari itu semua, tapi target meraih poin penuh atas PSDS guna memuluskan langkah untuk mengumpulkan 18 angka di putaran pertama telah terwujud.
Dengan kemenangan itu, praktis PSMS yang telah mengumpulkan 12 angka dari tiga kali menang, tiga kali draw dan sekali kalah. Artinya, PSMS hanya membutuhkan dua kemenangan dari tiga laga tersisa putaran pertama agar target tak meleset.
Pertanyannya, dapatkah PSMS mengumpulkan enam angka dari tiga pertandingan sisa tadi?
Berat memang, terlebih lawan-lawan yang akan tak dapat dipandang sebelah mata. Lihat saja, Persita yang akan dihadapi pada 4 Januari mendatang.
Meski baru memainkan lima laga, namun tim asal Kota Tengerang ini mampu menempati peringkat ketiga atau dua tingkat di atas PSMS yang menempati peringkat kelima.
Selain Persita, Persikabo Bogor pun dapat mengubur mimpi PSMS untuk mengumpulkan poin 18. Pasalnya, Persikabo yang akan menjamu tim Ayam Kinantan pada 8 Januari mendatang, selalu meraih poin sempurna jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Laga terakhir PSMS di putaran pertama adalah saat menjamu Semen Padang di Stadion Teladan Medan pada 12 Januari nanti. Meski sang lawan menempati peringkat kedua, namun laga ini merupakan ajang paling realistis bagi Affan Lubis dkk untuk memetik poin sempurna.
Soalnya, jika melihat rekor head to head antara PSMS kontra Semen Padang selama ini, tim Ayam Kinantan selalu tampil perkasa.
Jika semua perkiraan tadi tak meleset, maka poin maksimal yang akan dikumpulkan PSMS pada putaran pertama adalah 16, atau kurang tiga angka dari target yang telah diapungkan.
Setuju atau tidak, namun hasil yang dicapai Affan Lubis dkk merupakan sebuah gambaran betapa comang-campingnya kekuatan PSMS musim ini, selain disebabkan materi pemain yang tidak merata, juga karena banyaknya pemain pilar yang cedera.
Ini bisa dilihat dari penampilan ala kadar yang diperlihatkan Affan Lubis dkk saat menjamu PSDS kemarin.
Pada pertandingan itu, meski mendapat dukungan penuh dari penonton namun PSMS justru tampil melempem. Bahkan jika mau jujur, sesungguhnya penampilan PSDS lebih menjanjikan dibanding PSMS yang tampil tanpa pola permainan yang jelas.
Beruntung, ketika PSDS belum menemukan penampilan terbaiknya, justru pada menit ke-16 melalui aksi bycicle kick yang dilakukan Osas Saha gawang PSDS yang dikawal Oki Rengga bobol.
Usai gol itu, Traktor Kuning-julukan PSDS mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalnnya. Beberapa kali pertahanan PSMS dibuat kalang kabut. Beruntung masih bisa diamankan.
Di babak kedua, PSDS tercatat menciptakan lebih banyak peluang. Pendukung tuan rumah terpaksa menahan nafas ketika pergerakan striker PSDS, Imam Faisal sering merepotkan Slamet Riyadi dkk. Tercatat, PSDS punya enam peluang bagus sepanjang babak pertama.
“Yang penting kita bisa meraih tiga angka. Urusan main, itu urusan nanti masih ada waktu untuk memperbaikinya,” kata Benny Tomasoa, asisten manejer tim PSMS.
Sementara itu Nasib Iwan, asisten pelatih PSDS mengatakan bahwa kekalahan timnya disebabkan timnya kurang beruntung.
“Anak-anak main cukup baik. Sama saat melawan Persita. Tapi, hasilnya kita tetap kalah kita,” sesal Nasib Iwan.
Terlepas dari itu semua, tapi target meraih poin penuh atas PSDS guna memuluskan langkah untuk mengumpulkan 18 angka di putaran pertama telah terwujud.
Dengan kemenangan itu, praktis PSMS yang telah mengumpulkan 12 angka dari tiga kali menang, tiga kali draw dan sekali kalah. Artinya, PSMS hanya membutuhkan dua kemenangan dari tiga laga tersisa putaran pertama agar target tak meleset.
Pertanyannya, dapatkah PSMS mengumpulkan enam angka dari tiga pertandingan sisa tadi?
Berat memang, terlebih lawan-lawan yang akan tak dapat dipandang sebelah mata. Lihat saja, Persita yang akan dihadapi pada 4 Januari mendatang.
Meski baru memainkan lima laga, namun tim asal Kota Tengerang ini mampu menempati peringkat ketiga atau dua tingkat di atas PSMS yang menempati peringkat kelima.
Selain Persita, Persikabo Bogor pun dapat mengubur mimpi PSMS untuk mengumpulkan poin 18. Pasalnya, Persikabo yang akan menjamu tim Ayam Kinantan pada 8 Januari mendatang, selalu meraih poin sempurna jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Laga terakhir PSMS di putaran pertama adalah saat menjamu Semen Padang di Stadion Teladan Medan pada 12 Januari nanti. Meski sang lawan menempati peringkat kedua, namun laga ini merupakan ajang paling realistis bagi Affan Lubis dkk untuk memetik poin sempurna.
Soalnya, jika melihat rekor head to head antara PSMS kontra Semen Padang selama ini, tim Ayam Kinantan selalu tampil perkasa.
Jika semua perkiraan tadi tak meleset, maka poin maksimal yang akan dikumpulkan PSMS pada putaran pertama adalah 16, atau kurang tiga angka dari target yang telah diapungkan.
Setuju atau tidak, namun hasil yang dicapai Affan Lubis dkk merupakan sebuah gambaran betapa comang-campingnya kekuatan PSMS musim ini, selain disebabkan materi pemain yang tidak merata, juga karena banyaknya pemain pilar yang cedera.
Ini bisa dilihat dari penampilan ala kadar yang diperlihatkan Affan Lubis dkk saat menjamu PSDS kemarin.
Pada pertandingan itu, meski mendapat dukungan penuh dari penonton namun PSMS justru tampil melempem. Bahkan jika mau jujur, sesungguhnya penampilan PSDS lebih menjanjikan dibanding PSMS yang tampil tanpa pola permainan yang jelas.
Beruntung, ketika PSDS belum menemukan penampilan terbaiknya, justru pada menit ke-16 melalui aksi bycicle kick yang dilakukan Osas Saha gawang PSDS yang dikawal Oki Rengga bobol.
Usai gol itu, Traktor Kuning-julukan PSDS mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalnnya. Beberapa kali pertahanan PSMS dibuat kalang kabut. Beruntung masih bisa diamankan.
Di babak kedua, PSDS tercatat menciptakan lebih banyak peluang. Pendukung tuan rumah terpaksa menahan nafas ketika pergerakan striker PSDS, Imam Faisal sering merepotkan Slamet Riyadi dkk. Tercatat, PSDS punya enam peluang bagus sepanjang babak pertama.
“Yang penting kita bisa meraih tiga angka. Urusan main, itu urusan nanti masih ada waktu untuk memperbaikinya,” kata Benny Tomasoa, asisten manejer tim PSMS.
Sementara itu Nasib Iwan, asisten pelatih PSDS mengatakan bahwa kekalahan timnya disebabkan timnya kurang beruntung.
“Anak-anak main cukup baik. Sama saat melawan Persita. Tapi, hasilnya kita tetap kalah kita,” sesal Nasib Iwan.
SMeCK Dilarang Kumpulkan Koin
ANEH, pihak kepolisian melarang aksi penggalangan dana yang digelar oleh barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan, saat berlangsung pertandingan antara PSMS kontra PSDS, Kamis (31/12) lalu.
Agenda penggelangan dana yang telah lama direncanakan itu akhirnya urung digelar karena larangan pihak kepolisian, yang bertugas menjaga keamanan di Stadion Teladan saat pertandingan berlangsung.
Dalam aksinya, SMeCK mencoba mengumpukan dana untuk membantu PSMS keluar dari krisisfinansial. Padahal, aksi penggalangan dana itu hanya meniru hal yang telah dilakukan masyarakat Indonesia dengan mengumpulkan koin untuk Prita Mulyasari, terdakwa yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit di Tangerang.
Terlebih pihak kepolisian melarang aksi penggalangan dana itu dengan alasan yang kurang begitu jelas. Yakni harus ada izin terlebih dahulu, kalau tidak maka aksi penggalangan dana itu dianggap pungutan liar alias pungli!
“Entah siapa dalang di balik aksi larangan penggalangan dana yang kami lakukan ini. Yang jelas kami tidak terima sikap polisi yang melarang kami menggalang koin untuk PSMS,” beber Nata Simangunsong pentolan SMeCK.
Beruntung hal itu tidak sampai mengakibatkan kericuhan. Walaupun sempat terjadi adu mulut lebih dari satu jam.
“Kita hanya mencoba menggalang dana untuk PSMS. Karena sebagai pendukung, kami miris melihat nasib pemain PSMS yang tak menerima bonus saat memenangkan pertandingan,” lanjut Nata
Agenda penggelangan dana yang telah lama direncanakan itu akhirnya urung digelar karena larangan pihak kepolisian, yang bertugas menjaga keamanan di Stadion Teladan saat pertandingan berlangsung.
Dalam aksinya, SMeCK mencoba mengumpukan dana untuk membantu PSMS keluar dari krisisfinansial. Padahal, aksi penggalangan dana itu hanya meniru hal yang telah dilakukan masyarakat Indonesia dengan mengumpulkan koin untuk Prita Mulyasari, terdakwa yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit di Tangerang.
Terlebih pihak kepolisian melarang aksi penggalangan dana itu dengan alasan yang kurang begitu jelas. Yakni harus ada izin terlebih dahulu, kalau tidak maka aksi penggalangan dana itu dianggap pungutan liar alias pungli!
“Entah siapa dalang di balik aksi larangan penggalangan dana yang kami lakukan ini. Yang jelas kami tidak terima sikap polisi yang melarang kami menggalang koin untuk PSMS,” beber Nata Simangunsong pentolan SMeCK.
Beruntung hal itu tidak sampai mengakibatkan kericuhan. Walaupun sempat terjadi adu mulut lebih dari satu jam.
“Kita hanya mencoba menggalang dana untuk PSMS. Karena sebagai pendukung, kami miris melihat nasib pemain PSMS yang tak menerima bonus saat memenangkan pertandingan,” lanjut Nata
Thursday, December 31, 2009
Edu Juanda absen lagi
Playmaker PSMS Medan Edu Juanda yang masih cedera hamstring kaki kanan, absen lagi saat Ayam Kinantan menjamu PSDS Deli Serdang dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Kamis sore.
Sedangkan kondisi striker asing asal Kamerun Osas Saha dan libero Selamet Riyadi masih fifty-fifty. Demikian dikatakan pelatih PSMS Suimin Dihardja di Stadion Kebun Bunga Medan .
Secara terpisah, Selamet menyatakan sudah siap dan prima setelah sebelumnya mengalami cedera engkel saat membela PSMS menghadapi PSSB Bireuen hingga harus beristirahat selama dua pekan.
Selamet pun terlihat sudah ikut rekan-rekannya dalam latihan terakhir, begitu juga Saha. “Bila kesehatannya sudah pulih, maka Selamet dan Saha akan diturunkan. Tetapi Edu dipastikan tidak masuk dalam line up pemain,” kata Suimin.
Bintang PSMS lainnya, Sony Gunawan (kiper), juga tidak terlihat ikut latihan dan kemungkinan posisinya kembali digantikan M Halim atau Irwin Ramadhan. Suimin mengaku, duel kontra PSDS merupakan pertarungan sarat gengsi dan bakal menjadi pertarungan panas di penghujung tahun 2009.
Setelah gagal mengamankan nilai penuh saat menjamu Persiraja Banda Aceh Minggu (27/12) lalu, M Affan Lubis cs berjanji tidak lagi mengulangi kesalahan serupa saat menghadapi Traktor Kuning.
“Kami sudah kehilangan dua poin, jadi PSMS harus bisa memperoleh poin penuh hari ini,” tegas Suimin.
Hasil simulasi terakhir yang dijalankan seluruh pemain, Suimin mengaku sudah lebih baik dari sebelumnya. Metode pressing anak-anak Ayam Kinantan sudah mengarah pada hasil positif.
Sebaliknya, kubu PSDS yang diasuh Sutrisno juga mengaku punya misi mencuri poin. Meski mengakui tidak punya strategi khusus, Sutrisno menyatakan laga ini untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen hingga tak ada jalan lain selain merebut tiga angka.
Namun diakuinya, tidak berbeda jauh dengan PSMS beberapa pemain inti PSDS juga tidak bisa tampil, tetapi bukan karena cedera melainkan karena akumulasi kartu kuning seperti pemain belakang Rifki Firdaus. “Kita akan turunkan Susanto atau Ari Yuganda untuk menggantikannya,” bebernya
Sedangkan kondisi striker asing asal Kamerun Osas Saha dan libero Selamet Riyadi masih fifty-fifty. Demikian dikatakan pelatih PSMS Suimin Dihardja di Stadion Kebun Bunga Medan .
Secara terpisah, Selamet menyatakan sudah siap dan prima setelah sebelumnya mengalami cedera engkel saat membela PSMS menghadapi PSSB Bireuen hingga harus beristirahat selama dua pekan.
Selamet pun terlihat sudah ikut rekan-rekannya dalam latihan terakhir, begitu juga Saha. “Bila kesehatannya sudah pulih, maka Selamet dan Saha akan diturunkan. Tetapi Edu dipastikan tidak masuk dalam line up pemain,” kata Suimin.
Bintang PSMS lainnya, Sony Gunawan (kiper), juga tidak terlihat ikut latihan dan kemungkinan posisinya kembali digantikan M Halim atau Irwin Ramadhan. Suimin mengaku, duel kontra PSDS merupakan pertarungan sarat gengsi dan bakal menjadi pertarungan panas di penghujung tahun 2009.
Setelah gagal mengamankan nilai penuh saat menjamu Persiraja Banda Aceh Minggu (27/12) lalu, M Affan Lubis cs berjanji tidak lagi mengulangi kesalahan serupa saat menghadapi Traktor Kuning.
“Kami sudah kehilangan dua poin, jadi PSMS harus bisa memperoleh poin penuh hari ini,” tegas Suimin.
Hasil simulasi terakhir yang dijalankan seluruh pemain, Suimin mengaku sudah lebih baik dari sebelumnya. Metode pressing anak-anak Ayam Kinantan sudah mengarah pada hasil positif.
Sebaliknya, kubu PSDS yang diasuh Sutrisno juga mengaku punya misi mencuri poin. Meski mengakui tidak punya strategi khusus, Sutrisno menyatakan laga ini untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen hingga tak ada jalan lain selain merebut tiga angka.
Namun diakuinya, tidak berbeda jauh dengan PSMS beberapa pemain inti PSDS juga tidak bisa tampil, tetapi bukan karena cedera melainkan karena akumulasi kartu kuning seperti pemain belakang Rifki Firdaus. “Kita akan turunkan Susanto atau Ari Yuganda untuk menggantikannya,” bebernya
Tanpa Kompromi
Tak ada pilihan lain bagi PSMS kecuali meraih tiga angka saat menjamu PSDS Deli Serdang dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, di Stadion Teladan Sore ini.
Padahal, sebelum memaksakan kemenangan atas PSDS, Suimin Diharja, pelatih PSMS hanya bisa tersenyum kecut mendapati fakta bahwa sejumlah pemain pilar belum seratus persen pulih dari cedera.
Kendati demikian, Suimin mengatakan bahwa menghadapi PSDS nanti anak asuhnya tak mengenal istilah kompromi, karena hasrat untuk segera merangkak naik ke papan atas klasemen sementara sudah sangat menggebu.
Terlebih selama ini Stadion Teladan Medan bukanlah tempat yang bersahabat bagi laskar Traktor Kuning. “Di luar lapangan kita memang bersaudara dengan mereka (PSDS, Red). Tapi di lapangan nanti, semua perasaan sentimentil seperti itu harus dienyahkan. Selain karena kita ingin menjunjung tinggi sportifitas, kita pun memang membutuhkan kemenangan,” koar Benny Tomasoa, asisten manajer tim PSMS ketika temu pers sore kemarin di Stadion Kebun Bunga Medan.
Tekad yang diapungkan Benny ini diamini Suimin Diharja. Pelatih dua cucu yang kini berusia 58 tahun itu mengaku akan memperagakan permainan yang berbeda dari laga sebelumnya. Kekecewaan publik memang sempat hinggap di tim yang berdiri sejak 1950 itu, pasca bermain imbang kontra Persiraja.
“Tim sudah berbenah. Pemain sadar betul akan kesalahan yang terjadi saat melawan Persiraja. Mudah-mudahan melawan PSDS hal itu tak terjadi lagi,” beber Suimin.
Hal utama yang telah digeber Suimin adalah memperbaiki kinerja lini tengah. Permainan lini tengah harus lebih oke dibanding saat melakoni laga sebelumnya.
Suimin tak ingin ambil pusing dengan absennya Edu Juanda. Pasalnya, Tri Yudha Handoko telah pulih dari cedera yang dialami sehingag bisa bekerjasama dengan Affan Lubis. Diharapkan jika kedua pemain ini mampu bersikap kreatif sekaligus menjaga ritme permainan ketika mengalirkan umpan ke jantung pertahanan lawan.
“Anak-anak sudah mulai mengerti taktik dan strategi yang diberikan dalam simulasi latihan terakhir. Semoga tiga angka tak lagi lepas dari genggaman. Apalagi kita sudah kehilangan dua angka di laga terakhir,” pungkasnya.
Sementara itu, tim Traktor Kuning-julukan PSDS juga tak mau kalah gertak. Lewat Sutrisno diperoleh satu keyakinan bahwa tim asal Deli Serdang ini akan berusaha untuk mencuri poin.
Apalagi, menatap laga ini hanya beberapa pemain yang bakal absen seperti Rifki Firdaus yang terkena akumulasi. Junarto yang bertugas di lini depan juga bakal diparkir karena cedera tumit.
“Saya rasa tidak ada strategi khusus untuk meladeni PSMS. Tipe permainan kedua tim hampir sama. Target kami adalah mencuri poin di Stadion Teladan. Walaupun hal itu sulit dilakukan karena PSMS mendapat dukungan dari ribuan fans fanatiknya,” bilang Sutrisno.
Padahal, sebelum memaksakan kemenangan atas PSDS, Suimin Diharja, pelatih PSMS hanya bisa tersenyum kecut mendapati fakta bahwa sejumlah pemain pilar belum seratus persen pulih dari cedera.
Kendati demikian, Suimin mengatakan bahwa menghadapi PSDS nanti anak asuhnya tak mengenal istilah kompromi, karena hasrat untuk segera merangkak naik ke papan atas klasemen sementara sudah sangat menggebu.
Terlebih selama ini Stadion Teladan Medan bukanlah tempat yang bersahabat bagi laskar Traktor Kuning. “Di luar lapangan kita memang bersaudara dengan mereka (PSDS, Red). Tapi di lapangan nanti, semua perasaan sentimentil seperti itu harus dienyahkan. Selain karena kita ingin menjunjung tinggi sportifitas, kita pun memang membutuhkan kemenangan,” koar Benny Tomasoa, asisten manajer tim PSMS ketika temu pers sore kemarin di Stadion Kebun Bunga Medan.
Tekad yang diapungkan Benny ini diamini Suimin Diharja. Pelatih dua cucu yang kini berusia 58 tahun itu mengaku akan memperagakan permainan yang berbeda dari laga sebelumnya. Kekecewaan publik memang sempat hinggap di tim yang berdiri sejak 1950 itu, pasca bermain imbang kontra Persiraja.
“Tim sudah berbenah. Pemain sadar betul akan kesalahan yang terjadi saat melawan Persiraja. Mudah-mudahan melawan PSDS hal itu tak terjadi lagi,” beber Suimin.
Hal utama yang telah digeber Suimin adalah memperbaiki kinerja lini tengah. Permainan lini tengah harus lebih oke dibanding saat melakoni laga sebelumnya.
Suimin tak ingin ambil pusing dengan absennya Edu Juanda. Pasalnya, Tri Yudha Handoko telah pulih dari cedera yang dialami sehingag bisa bekerjasama dengan Affan Lubis. Diharapkan jika kedua pemain ini mampu bersikap kreatif sekaligus menjaga ritme permainan ketika mengalirkan umpan ke jantung pertahanan lawan.
“Anak-anak sudah mulai mengerti taktik dan strategi yang diberikan dalam simulasi latihan terakhir. Semoga tiga angka tak lagi lepas dari genggaman. Apalagi kita sudah kehilangan dua angka di laga terakhir,” pungkasnya.
Sementara itu, tim Traktor Kuning-julukan PSDS juga tak mau kalah gertak. Lewat Sutrisno diperoleh satu keyakinan bahwa tim asal Deli Serdang ini akan berusaha untuk mencuri poin.
Apalagi, menatap laga ini hanya beberapa pemain yang bakal absen seperti Rifki Firdaus yang terkena akumulasi. Junarto yang bertugas di lini depan juga bakal diparkir karena cedera tumit.
“Saya rasa tidak ada strategi khusus untuk meladeni PSMS. Tipe permainan kedua tim hampir sama. Target kami adalah mencuri poin di Stadion Teladan. Walaupun hal itu sulit dilakukan karena PSMS mendapat dukungan dari ribuan fans fanatiknya,” bilang Sutrisno.
Tensi Tinggi
DALAM sejarah derby antara PSMS kontra PSDS, pertandingan syarat emosi dan harga diri senantiasa tersaji. Tak jarang, sikap bernada provokatif kerap memicu sedikit perselisihan. Hal ini tentu saja harus diantisipasi.
Ya, dalam sejarah kota yang punya partai derby, tak hanya di negeri ini saja menawarkan pertarungan sarat gengsi. Jauh di belahan Benua Eropa, derby yang begitu terkenal adalah derby antara Inter Milan kontra AC Milan.
Nah, gaung derby antara PSMS kontra PSDS tentu saja tak segemerlap kedua klub asal Italia tadi. Namun begitu, pertarungan keras, tanpa ampun dan tak kenal menyerah sepanjang laga dipastikan bakal tersaji.
Laga resmi PSMS v PSDS terjadi pada 22 Oktober 2007 lalu. Saat itu PSDS bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang Divisi Utama Liga Indonesia. Hasil laga itu berakhir dengan draw 1-1. Gol PSMS saat itu diciptakan Gustavo Chena, dan dibalas oleh Imam Faisal dari PSDS.
Musim berikutnya, PSMS tidak bertemu dengan PSDS karena Ayam Kinantan nangkring di kompetisi kasta tertinggi: Indonesian Super League (ISL. Sedangkan PSDS masih berkutat di Divisi Utama.
Berhubung PSMS akhirnya turun kelas ke Divisi Utama musim ini, pertemuan kedua tim tentu saja kembali terjadi. Selain di kompetisi resmi, kedua tim sudah bertemu saat uji coba. Dua partai uji coba digelar dengan hasil satu kemenangan untuk PSMS (2-0) dan satu hasil imbang (1-1).
Hasil uji coba itu tentu saja tidak bisa jadi patokan, saat laga sesungguhnya digelar di Stadion Teladan sore ini.
“Dalam sejarah derby PSMS kontra PSDS yang saya catat, selalu menyajikan partai keras yang sarat emosi. Saya harap pemain kita tidak terpancing sehingga bisa tetap konsentrasi,” harap Suimin.
“Mereka tak akan sulit untuk dikalahkan. Apalagi jika pemain mampu megontrol emosi. Itu sudah dibuktikan oleh Persipasi dan Persita yang mampu mencuri poin di Stadion Baharoeddin Siregar,” bilang Suimin.
Ya, dalam sejarah kota yang punya partai derby, tak hanya di negeri ini saja menawarkan pertarungan sarat gengsi. Jauh di belahan Benua Eropa, derby yang begitu terkenal adalah derby antara Inter Milan kontra AC Milan.
Nah, gaung derby antara PSMS kontra PSDS tentu saja tak segemerlap kedua klub asal Italia tadi. Namun begitu, pertarungan keras, tanpa ampun dan tak kenal menyerah sepanjang laga dipastikan bakal tersaji.
Laga resmi PSMS v PSDS terjadi pada 22 Oktober 2007 lalu. Saat itu PSDS bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang Divisi Utama Liga Indonesia. Hasil laga itu berakhir dengan draw 1-1. Gol PSMS saat itu diciptakan Gustavo Chena, dan dibalas oleh Imam Faisal dari PSDS.
Musim berikutnya, PSMS tidak bertemu dengan PSDS karena Ayam Kinantan nangkring di kompetisi kasta tertinggi: Indonesian Super League (ISL. Sedangkan PSDS masih berkutat di Divisi Utama.
Berhubung PSMS akhirnya turun kelas ke Divisi Utama musim ini, pertemuan kedua tim tentu saja kembali terjadi. Selain di kompetisi resmi, kedua tim sudah bertemu saat uji coba. Dua partai uji coba digelar dengan hasil satu kemenangan untuk PSMS (2-0) dan satu hasil imbang (1-1).
Hasil uji coba itu tentu saja tidak bisa jadi patokan, saat laga sesungguhnya digelar di Stadion Teladan sore ini.
“Dalam sejarah derby PSMS kontra PSDS yang saya catat, selalu menyajikan partai keras yang sarat emosi. Saya harap pemain kita tidak terpancing sehingga bisa tetap konsentrasi,” harap Suimin.
“Mereka tak akan sulit untuk dikalahkan. Apalagi jika pemain mampu megontrol emosi. Itu sudah dibuktikan oleh Persipasi dan Persita yang mampu mencuri poin di Stadion Baharoeddin Siregar,” bilang Suimin.
Fokus Restan
Suimin Diharja, pelatih PSMS mulai mengais sisa-sisa mental pemainnya yang sempat luruh pasca ditahan imbang 1-1 oleh Persiraja di Stadion Teladan, Minggu (27/12) lalu.
Setelah dilakukan evaluasi, ternyata kelemahan mendasar pada laga itu adalah kurangnya kreativitas di lini tengah, selain cedera yang menimpa sejumlah pemain pilar, yang mengakibatkan Suimin seakan tak memiliki pilihan kecuali memainkan pemain yang selama ini sering duduk dibangku cadangan.
Imbasnya, mental pemain yang belum terasah menjadi kendala saat tim mencoba membangun skema permainan. Tak heran bila pada laga kemarin pemain Persiraja terlihat lebih dominan, utamanya di lini tengah permainan.
Parahnya, ketika irama permainan tak kunjung didapat, gelandang elegan Tri Yudha Handoko terpaksa ditarik keluar lapangan karena cedera. Keluarnya mantan pemain Medan Jaya itu jelas menambah penderitaan tim Ayam Kinantan, karena sebelumnya striker Osas Saha pun telah lebih dulu terpincang-pincang.
Dengan kondisi seperti ini, masihkah ada asa bagi Suimin Diharja untuk menurunkan seluruh pemain terbaiknya saat menjamu PSDS Deli Serdang, Kamis (31/12) besok.
“Simulasi laga melawan PSDS sudah kita lakukan. Perbaikan di lini tengah yang menjadi pusat permainan menjadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan,” kata Suimin di Stadion Kebun Bunga, kemarin (29/12) sore.
Sebuah sinyal jika Suimin berusaha menghilangkan ketergantungan terhadap sejumlah pemain pilar. Terlebih, laga kontra PSDS hanya tersisa dua hari lagi.
Sebuah langkah bijakasana ketika Suimin berupaya memaksimalkan skuad yang ada agar memahami secara benar skema permainan yang akan diterapkannya saat menjamu PSDS.
“Kalau Edu Juanda belum bisa main, saya masih yakin jika strategi yang akan kita terapkan bisa berjalan sesuai rencana, asalkan Slamet Riyadi, Tri Yudha dan Osas Saha pulih dari cedera,” beber Suimin.
Beruntung, sejalan dengan harapan Suimin tadi, tim medis PSMS melaporkan jika kondisi Tri Yudha dan Slamet semakin membaik. Kendari demikian tetap dibutuhkan masa recovery agar kedua pemain ini dapat tampil seratus persen.
“Edu belum bisa dipaksakan, tapi Yudha dan Slamet menunjukkan tanda-tanda membaik. Saha juga demikian. Begitupun, besar harapan kita jika ketiganya dapat pulih tepat waktu,” terang dr. Roriwansyah, dokter tim.
Terlepas dari cedera yang mendera sejumlah pemain pilar, sesungguhnya raihan tiga angka atas PSDS adalah harga mati bagi pasukan Suimin Diharja.
Jika tidak, maka Affan Lubis dkk akan semakin terbenam di klasemen sementara Divisi Utama PSSI. Saat ini PSMS hanya menempati peringkat ketujuh.
Setelah dilakukan evaluasi, ternyata kelemahan mendasar pada laga itu adalah kurangnya kreativitas di lini tengah, selain cedera yang menimpa sejumlah pemain pilar, yang mengakibatkan Suimin seakan tak memiliki pilihan kecuali memainkan pemain yang selama ini sering duduk dibangku cadangan.
Imbasnya, mental pemain yang belum terasah menjadi kendala saat tim mencoba membangun skema permainan. Tak heran bila pada laga kemarin pemain Persiraja terlihat lebih dominan, utamanya di lini tengah permainan.
Parahnya, ketika irama permainan tak kunjung didapat, gelandang elegan Tri Yudha Handoko terpaksa ditarik keluar lapangan karena cedera. Keluarnya mantan pemain Medan Jaya itu jelas menambah penderitaan tim Ayam Kinantan, karena sebelumnya striker Osas Saha pun telah lebih dulu terpincang-pincang.
Dengan kondisi seperti ini, masihkah ada asa bagi Suimin Diharja untuk menurunkan seluruh pemain terbaiknya saat menjamu PSDS Deli Serdang, Kamis (31/12) besok.
“Simulasi laga melawan PSDS sudah kita lakukan. Perbaikan di lini tengah yang menjadi pusat permainan menjadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan,” kata Suimin di Stadion Kebun Bunga, kemarin (29/12) sore.
Sebuah sinyal jika Suimin berusaha menghilangkan ketergantungan terhadap sejumlah pemain pilar. Terlebih, laga kontra PSDS hanya tersisa dua hari lagi.
Sebuah langkah bijakasana ketika Suimin berupaya memaksimalkan skuad yang ada agar memahami secara benar skema permainan yang akan diterapkannya saat menjamu PSDS.
“Kalau Edu Juanda belum bisa main, saya masih yakin jika strategi yang akan kita terapkan bisa berjalan sesuai rencana, asalkan Slamet Riyadi, Tri Yudha dan Osas Saha pulih dari cedera,” beber Suimin.
Beruntung, sejalan dengan harapan Suimin tadi, tim medis PSMS melaporkan jika kondisi Tri Yudha dan Slamet semakin membaik. Kendari demikian tetap dibutuhkan masa recovery agar kedua pemain ini dapat tampil seratus persen.
“Edu belum bisa dipaksakan, tapi Yudha dan Slamet menunjukkan tanda-tanda membaik. Saha juga demikian. Begitupun, besar harapan kita jika ketiganya dapat pulih tepat waktu,” terang dr. Roriwansyah, dokter tim.
Terlepas dari cedera yang mendera sejumlah pemain pilar, sesungguhnya raihan tiga angka atas PSDS adalah harga mati bagi pasukan Suimin Diharja.
Jika tidak, maka Affan Lubis dkk akan semakin terbenam di klasemen sementara Divisi Utama PSSI. Saat ini PSMS hanya menempati peringkat ketujuh.
Segera Bangkit
PSMS harus bisa memaksimalkan laga kandang berikutnya ketika menjamu PSDS, Kamis (31/12) mendatang. Mimpi buruk usai ditahan imbang 1-1 dari Persiraja Banda Aceh di hadapan publik sendiri, harus segera dibuang.
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
Segera Bangkit
PSMS harus bisa memaksimalkan laga kandang berikutnya ketika menjamu PSDS, Kamis (31/12) mendatang. Mimpi buruk usai ditahan imbang 1-1 dari Persiraja Banda Aceh di hadapan publik sendiri, harus segera dibuang.
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
Banyak Belajar dari Nyeck dan Slamet
Sebagai seorang pesepakbola, nama Ahmad Maulana Putra tentu saja jarang terdengar. Usianya pun masih muda. Begitupun, pelan tapi pasti, Mitun-panggilan akrabnya mulai menunjukkan peningkatan grafis permainan.
Ya, bermain sebagai bek, Maulana berhasil membuktikan kalau dia layak dipercaya. Terlebih, meski masih berusia 21 tahun, Maulana mencoba untuk bersikap profesional. Meskipun hal itu tentu saja tidak didapat dengan mudah. Kerja keras dan mau belajar adalah salah satu hal yang coba diterapkan pemain bernomor kostum 12 itu.
Untuk belajar, tentu saja Maulana banyak menerap ilmu dari pelatih Suimin Diharja. Termasuk urusan menata mentalnya sebagai pemain muda. Di samping itu, Maulana tak malu untuk minta masukan kepada pemain lain yang lebih senior.
Nyeck Nyobe-salah satu legiun impor PSMS musim ini banyak memberinya pelajaran untuk menjadi seorang bek yang tangguh. Slamet Riyadi-kapten tim yang juga bek kerap mengingatkan Maulana agar jangan melakukan kesalahan sekecil apapun.
b:Hasilnya sejauh ini cukup baik. Maulana sering mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk diturunkan sebagai starting eleven.
Puncaknya adalah saat pemain kelahiran Binjai 27 Juli 1988 itu berhasil membukukan satu gol, saat menjamu Persiraja lalu. Gol itu sekaligus membuat PSMS tidak kalah.
“Saya banyak belajar dari para senior di PSMS seperti Nyeck Nyobe dan Slamet Riyadi,” kata Maulana
Ya, bermain sebagai bek, Maulana berhasil membuktikan kalau dia layak dipercaya. Terlebih, meski masih berusia 21 tahun, Maulana mencoba untuk bersikap profesional. Meskipun hal itu tentu saja tidak didapat dengan mudah. Kerja keras dan mau belajar adalah salah satu hal yang coba diterapkan pemain bernomor kostum 12 itu.
Untuk belajar, tentu saja Maulana banyak menerap ilmu dari pelatih Suimin Diharja. Termasuk urusan menata mentalnya sebagai pemain muda. Di samping itu, Maulana tak malu untuk minta masukan kepada pemain lain yang lebih senior.
Nyeck Nyobe-salah satu legiun impor PSMS musim ini banyak memberinya pelajaran untuk menjadi seorang bek yang tangguh. Slamet Riyadi-kapten tim yang juga bek kerap mengingatkan Maulana agar jangan melakukan kesalahan sekecil apapun.
b:Hasilnya sejauh ini cukup baik. Maulana sering mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk diturunkan sebagai starting eleven.
Puncaknya adalah saat pemain kelahiran Binjai 27 Juli 1988 itu berhasil membukukan satu gol, saat menjamu Persiraja lalu. Gol itu sekaligus membuat PSMS tidak kalah.
“Saya banyak belajar dari para senior di PSMS seperti Nyeck Nyobe dan Slamet Riyadi,” kata Maulana
Tuesday, December 29, 2009
Segera Bangkit
PSMS harus bisa memaksimalkan laga kandang berikutnya ketika menjamu PSDS, Kamis (31/12) mendatang. Mimpi buruk usai ditahan imbang 1-1 dari Persiraja Banda Aceh di hadapan publik sendiri, harus segera dibuang.
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
Segera Bangkit
PSMS harus bisa memaksimalkan laga kandang berikutnya ketika menjamu PSDS, Kamis (31/12) mendatang. Mimpi buruk usai ditahan imbang 1-1 dari Persiraja Banda Aceh di hadapan publik sendiri, harus segera dibuang.
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
Berat memang. Terlebih PSMS masih dibalut beragam persoalan yang kompleks. Mulai dari cedera pemain, hingga krisis kepercayaan diri yang mendera.
Namun begitu, kerja keras sudah mulai dibangun, utamanya untuk mengembalikan semangat bertarung. Hal awal yang digeber Suimin Diharja sebagai nakhoda tim adalah dengan menyusun sisa-sisa pemain yang ada.
Sayangnya, ketika Suimin ingin membangun kembali mental para pemain yang hancur pasca ditahan imbang Persiraja, pelatih berusia 58 tahun ini dihadapkan pada sebuah fakta terkait enam pemain yang dibekap cedera. Parahnya, tim medis PSMS hanya punya waktu singkat untuk melakukan proses penyembuhan.
“Saya tetap berharap pemain yang cedera segera pulih. Tujuannya, agar saya punya pilihan untuk menerapkan strategi menatap laga selanjutnya,” terang Suimin sore kemarin (28/12) di Stadion Kebun Bunga Medan.
Untuk urusan satu ini, Suimin terpaksa harus memutar otak karena target yang dibebankan manajemen untuk meraih 18 poin di putaran pertama bukanlah sesuatu yang gampang untuk direalisasikan, apalagi dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Saat ini PSMS tinggal menyisakan empat laga lagi, dua laga tandang dan dua kandang. Laga tandang adalah saat dijamu Persita Tangerang (4/12) dan Persikabo Bogor (8/12). Sedangkan laga kandang adalah meladeni PSDS (31/12) dan Semen Padang (12/1).
“Memang berat untuk mewujudkan target itu. Begitupun, selalu ada peluang untuk merealisasikannya,” sambung Suimin.
Sementara itu tentang upaya pemulihan terhadap pemain yang cedera, dr. Roriwansyah Pane selaku dokter tim menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memulihkan pemain dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kebutuhan untuk itu juga kabarnya sudah dipenuhi oleh pengurus.
“Segala usaha terbaik akan kami upayakan. Saat ini perawatan bagi pemain cedera terus digeber. Harapannya di laga selanjutnya mereka sudah mulai pulih,” terang Rori.
Terlepas dari penanganan pemain yang cedera, psikologis pemain pun perlu mendapat perhatian. Apalagi, selama ini hanya segelintir pengurus yang masih memiliki kepedulian terhadap kondisi tim
PT LI Minta Laporan
WALAU sudah direnovasi, Stadion Teladan nyatanya belum dilaporkan kepada PT Liga Indonesia. Padahal laporan itu sangat penting sebagai modal awal pembuktian bahwa PSMS sudah punya sarana yang cukup mumpuni untuk berlaga di Indonesian Super League (ISL).
Di samping itu, kalau pihak PT LI sudah tahu dan melihat bukti bahwa Stadion Teladan sudah dipermak, PSMS juga bakal mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah digelarnya babak delapan besar Divisi Utama.
Benny Tomasoa asisten manajer PSMS kembali mengingat hal itu. Menurutnya, pengurus yang berkompeten untuk urusan teknis PSMS harus memperihatikan hal itu. “PT LI selama ini menghubungi saya agar PSMS mengirimkan laporan pengerjaan renovasi Stadion Teladan,” kata Benny.
“Ini sebagai salah satu bukti bahwa tim ini siap kalau seandainya lolos ke ISL. Di samping itu, kita juga bisa mengajukan menjadi tuan rumah babak delapan besar Divisi Utama nanti,” tambah pria berdarah Ambon itu.
Di lain soal, Benny juga mengatakan bahwa PSMS bakal mendapat keuntungan dalam melakoni laga away selanjutnya menghadapi Persita Tangerang. Menurutnya, Persita belum mendapatkan izin dari kepolisian untuk menggelar laga kandang.
Laga itu kemungkinan besar akan tetap dilanjutkan meski tanpa penonton. Dan, ada kabar yang menyebutkan kalau laga itu akan diundur satu hari. “Kabar terakhir yang saya terima dari PT LI menyebutkan jika Persita baru boleh menggelar pertandingan pada tanggal 5 Januari. Dan itu tanpa penonton. Saat ini PT LI masih menanti surat dari Persita,” lanjut Benny.
“Dan kalau itu benar, kita juga akan mengajukan agar laga melawan Persikabo ditunda satu hari agar tidak mepet persiapannya,” pungkasnya
Di samping itu, kalau pihak PT LI sudah tahu dan melihat bukti bahwa Stadion Teladan sudah dipermak, PSMS juga bakal mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah digelarnya babak delapan besar Divisi Utama.
Benny Tomasoa asisten manajer PSMS kembali mengingat hal itu. Menurutnya, pengurus yang berkompeten untuk urusan teknis PSMS harus memperihatikan hal itu. “PT LI selama ini menghubungi saya agar PSMS mengirimkan laporan pengerjaan renovasi Stadion Teladan,” kata Benny.
“Ini sebagai salah satu bukti bahwa tim ini siap kalau seandainya lolos ke ISL. Di samping itu, kita juga bisa mengajukan menjadi tuan rumah babak delapan besar Divisi Utama nanti,” tambah pria berdarah Ambon itu.
Di lain soal, Benny juga mengatakan bahwa PSMS bakal mendapat keuntungan dalam melakoni laga away selanjutnya menghadapi Persita Tangerang. Menurutnya, Persita belum mendapatkan izin dari kepolisian untuk menggelar laga kandang.
Laga itu kemungkinan besar akan tetap dilanjutkan meski tanpa penonton. Dan, ada kabar yang menyebutkan kalau laga itu akan diundur satu hari. “Kabar terakhir yang saya terima dari PT LI menyebutkan jika Persita baru boleh menggelar pertandingan pada tanggal 5 Januari. Dan itu tanpa penonton. Saat ini PT LI masih menanti surat dari Persita,” lanjut Benny.
“Dan kalau itu benar, kita juga akan mengajukan agar laga melawan Persikabo ditunda satu hari agar tidak mepet persiapannya,” pungkasnya
Dukung Rp7,5 M untuk PSMS
DALAM rapat Rancangan Kebutuhan Anggaran (RKA) Kota Medan 2010 di DPRD Medan, ternyata sudah dianginkan bakal ada asupan dana untuk PSMS. Sementara, dana yang akan digelontorkan itu kabarnya berjumlah Rp1,5 miliar dari total anggaran Rp7,5 miliar untuk seluruh cabang olahraga di Medan yang disalurkan lewat KONI Medan.
Sudah barang tentu jumlah Rp1,5 M itu tak memadai mengingat besarnya kebutuhan tim dalam mengarungi musim kompetisi musim ini. Pengurus PSMS pun mengajukan agar PSMS menerima lebih besar dari itu. Kira-kira Rp7,5 M dana yang diharapkan mensubsidi klub berjuluk Ayam Kinantan itu.
Jumlah sebesar itu sudah barang tentu sulit untuk direalisasikan sepenuhnya. Namun demikian, intinya PSMS butuh lebih dari Rp1,5 M. Karenanya, sejumlah pecinta PSMS dan tokoh sepak bola di Medan menyatakan sebenarnya jumlah Rp7,5 M itu layak diserap ke PSMS. Asalkan ada pertanggung jawabannya di akhir kompetisi.
Mekanisme penyaluran dana bagi PSMS yakni dengan memberikan hibah lewat KONI Medan. Kalau bapak-bapak anggota DPRD Medan setuju, maka ‘gizi’ untuk PSMS itu akan mengalir tahun depan, tepat di bulan Januari. Mendengar kabar ini, sejumlah pihak di PSMS pun mulai bisa senyam-senyum walaupun masih belum dapat kepastian.
Mantan Manajer PSMS HMT Aritonang, termasuk salah satu yang beranggapan bahwa dana untuk PSMS memang harus lebih besar. Maka itu, Aritonang berharap DPRD Medan segera mensyahkannya. “PSMS ini membawa nama daerah. Wajar saja kalau mendapatkan dana yang lebih besar. Karena kepentingannya juga atas nama masyarakat Medan,” terangnya.
“Kalau PSMS juara, gaungnya pasti luar biasa. PSMS menang, bukan hanya timnya yang bangga, semua masyarakatnya ikut merasakan sukacitanya.,” sambungnya.
Dia menilai, jika memang anggota dewan tidak merespon harapan masyarakat agar PSMS berkembang, itu berarti anggota DPRD sebagai wakil rakyat tidak mendengarkan aspirasi rakyat.
“Kita harus berkaca dari daerah lain, termasuk pihak-pihak BUMN, lihat Papua, dukungan BUMN-nya jelas, Persiwa Wamena, dan beberapa klub lainnya didukung Bank Papua, Sriwijaya didukung Bank Sumsel, Persija didukung Bank DKI, nah giliran Bank Sumut kapan?” tanyanya.
Dukungan serupa juga disampaikan beberapa mantan pemain PSMS seperti Juanda, Zulkarnain Lubis dan pengurus klub anggota PSMS. Bahkan sesepuh sepakbola Sumut Amran YS pun berharap agar DPRD Medan segera mensahkan APBD tersebut.
“Kita prihatin dengan kondisi yang dialami PSMS saat ini, di tengah upaya untuk kembali berkompetisi di Liga Super, berbagai cobaan dan rintanghan datang silih berganti, bahkan ironisnya, belum selesai satu masalah, masalah baru malah datang bertubi-tubi. Untuk itu, dengan disahkannya anggaran tersebut, PSMS mampu meraih harapan seluruh masyarakat Sumut agar kembali berkiprah di Liga Super, puncak tertinggi liga sepakbola di tanah air,” harapnya.
Sementara itu, salah satu barisan pendukung PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans melalui pentolannya, Nata Simangunsong juga mengharapkan hal serupa. Seandainya hibah untuk PSMS itu disahkan, hendaknya Pengurus PSMS mampu mempergunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan tim, seperti mencari pemain-pemain yang berkualitas dan memenuhi hak-hak seluruh tim
Sudah barang tentu jumlah Rp1,5 M itu tak memadai mengingat besarnya kebutuhan tim dalam mengarungi musim kompetisi musim ini. Pengurus PSMS pun mengajukan agar PSMS menerima lebih besar dari itu. Kira-kira Rp7,5 M dana yang diharapkan mensubsidi klub berjuluk Ayam Kinantan itu.
Jumlah sebesar itu sudah barang tentu sulit untuk direalisasikan sepenuhnya. Namun demikian, intinya PSMS butuh lebih dari Rp1,5 M. Karenanya, sejumlah pecinta PSMS dan tokoh sepak bola di Medan menyatakan sebenarnya jumlah Rp7,5 M itu layak diserap ke PSMS. Asalkan ada pertanggung jawabannya di akhir kompetisi.
Mekanisme penyaluran dana bagi PSMS yakni dengan memberikan hibah lewat KONI Medan. Kalau bapak-bapak anggota DPRD Medan setuju, maka ‘gizi’ untuk PSMS itu akan mengalir tahun depan, tepat di bulan Januari. Mendengar kabar ini, sejumlah pihak di PSMS pun mulai bisa senyam-senyum walaupun masih belum dapat kepastian.
Mantan Manajer PSMS HMT Aritonang, termasuk salah satu yang beranggapan bahwa dana untuk PSMS memang harus lebih besar. Maka itu, Aritonang berharap DPRD Medan segera mensyahkannya. “PSMS ini membawa nama daerah. Wajar saja kalau mendapatkan dana yang lebih besar. Karena kepentingannya juga atas nama masyarakat Medan,” terangnya.
“Kalau PSMS juara, gaungnya pasti luar biasa. PSMS menang, bukan hanya timnya yang bangga, semua masyarakatnya ikut merasakan sukacitanya.,” sambungnya.
Dia menilai, jika memang anggota dewan tidak merespon harapan masyarakat agar PSMS berkembang, itu berarti anggota DPRD sebagai wakil rakyat tidak mendengarkan aspirasi rakyat.
“Kita harus berkaca dari daerah lain, termasuk pihak-pihak BUMN, lihat Papua, dukungan BUMN-nya jelas, Persiwa Wamena, dan beberapa klub lainnya didukung Bank Papua, Sriwijaya didukung Bank Sumsel, Persija didukung Bank DKI, nah giliran Bank Sumut kapan?” tanyanya.
Dukungan serupa juga disampaikan beberapa mantan pemain PSMS seperti Juanda, Zulkarnain Lubis dan pengurus klub anggota PSMS. Bahkan sesepuh sepakbola Sumut Amran YS pun berharap agar DPRD Medan segera mensahkan APBD tersebut.
“Kita prihatin dengan kondisi yang dialami PSMS saat ini, di tengah upaya untuk kembali berkompetisi di Liga Super, berbagai cobaan dan rintanghan datang silih berganti, bahkan ironisnya, belum selesai satu masalah, masalah baru malah datang bertubi-tubi. Untuk itu, dengan disahkannya anggaran tersebut, PSMS mampu meraih harapan seluruh masyarakat Sumut agar kembali berkiprah di Liga Super, puncak tertinggi liga sepakbola di tanah air,” harapnya.
Sementara itu, salah satu barisan pendukung PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans melalui pentolannya, Nata Simangunsong juga mengharapkan hal serupa. Seandainya hibah untuk PSMS itu disahkan, hendaknya Pengurus PSMS mampu mempergunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan tim, seperti mencari pemain-pemain yang berkualitas dan memenuhi hak-hak seluruh tim
Monday, December 28, 2009
Daftar Pemain Cedera Bertambah
SIAL benar nasib PSMS. Sudah tak mampu meraih hasil penuh di kandang sendiri ketika menjamu Persiraja sore kemarin, tim malah mendapatkan musibah dengan bertambahnya rentetan pemain yang cedera.
Ya, laga kemarin memang berlangsung keras. Beruntung kedua tim masih menjaga fair play sehingga tidak terjadi aksi yang lebih parah
Sejauh ini, PSMS sudah kehilangan beberapa pemain pilar seperti Edu Juanda, Slamet Riyadi dan Sony Gunawan. Usai laga kemarin, Tri Yudha Handoko menyusul cedera tulang kering yang memaksanya tertatih-tatih saat menuju bus ke Kebun Bunga.
Osas Saha juga harus mengalami perawatan lanjutan. Cedera engkelnya yang belum pulih 100 persen kembali kambuh. Kamil Sembiring juga harus meringis karena kakinya mengalami masalah. Dengan demikian, enam pemain harus masuk daftar rawat.
Yang mengerikan, kalau sampai enam pemain itu tidak pulih juga saat PSMS menjamu PSDS 31 Desember nanti, satu kata yang patut disematkan, Gawat!
Beruntung dokter tim dr. Roriwansyah Pane menyatakan bahwa masih ada peluang bagi ke enam pemain cedera untuk segera pulih tepat waktu. Walaupun hal itu bisa dibilang cukup sulit. Terlebih jadwal kompetisi selanjutnya cukup padat.
PSMS hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga selanjutnya kontra PSDS. Usai melawan PSDS, PSMS juga hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga away ke markas Persita Tangerang. Setelah itu, PSMS juga hanya punya empat hari sebelum melawan Persikabo Bogor.
“Semoga dengan jadwal kompetisi yang padat ini kita bisa menggelar recovery dengan sempurna,” harap Rori. “Pemain yang cedera saat melawan Persiraja saya yakin bisa segera pulih. Mereka hanya butuh istirahat penuh dan menjalankan terapi lanjutan,” sambung dokter yang bertugas di Dinas Kesehatan Medan itu
Ya, laga kemarin memang berlangsung keras. Beruntung kedua tim masih menjaga fair play sehingga tidak terjadi aksi yang lebih parah
Sejauh ini, PSMS sudah kehilangan beberapa pemain pilar seperti Edu Juanda, Slamet Riyadi dan Sony Gunawan. Usai laga kemarin, Tri Yudha Handoko menyusul cedera tulang kering yang memaksanya tertatih-tatih saat menuju bus ke Kebun Bunga.
Osas Saha juga harus mengalami perawatan lanjutan. Cedera engkelnya yang belum pulih 100 persen kembali kambuh. Kamil Sembiring juga harus meringis karena kakinya mengalami masalah. Dengan demikian, enam pemain harus masuk daftar rawat.
Yang mengerikan, kalau sampai enam pemain itu tidak pulih juga saat PSMS menjamu PSDS 31 Desember nanti, satu kata yang patut disematkan, Gawat!
Beruntung dokter tim dr. Roriwansyah Pane menyatakan bahwa masih ada peluang bagi ke enam pemain cedera untuk segera pulih tepat waktu. Walaupun hal itu bisa dibilang cukup sulit. Terlebih jadwal kompetisi selanjutnya cukup padat.
PSMS hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga selanjutnya kontra PSDS. Usai melawan PSDS, PSMS juga hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga away ke markas Persita Tangerang. Setelah itu, PSMS juga hanya punya empat hari sebelum melawan Persikabo Bogor.
“Semoga dengan jadwal kompetisi yang padat ini kita bisa menggelar recovery dengan sempurna,” harap Rori. “Pemain yang cedera saat melawan Persiraja saya yakin bisa segera pulih. Mereka hanya butuh istirahat penuh dan menjalankan terapi lanjutan,” sambung dokter yang bertugas di Dinas Kesehatan Medan itu
Subscribe to:
Posts (Atom)