Saturday, December 12, 2009

PSMS taklu 3-1

PSMS mengalami kekalahan perdana dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia, ketika takluk 3-1 dari tuan rumah Persipasi Bekasi di Stadion Patriot Jumat (11/12).

Secara teknis, PSMS bermain cukup bagus sejak awal laga. Sayang, kepemimpinan wasit yang cenderung berat sebelah membuat malapetaka bagi PSMS. Terlebih ketika skuad Ayam Kinantan berhasil unggul lebih dulu di menit ke-22, ketika Osas Saha mnjebol gawang Persipasi.
Menyadari tim tamu unggul lebih dulu, Persipasi mulai mendapatkan berbagai keuntungan dari wasit Chairul Shaleh asal Jawa Timur.
Banyak keputusan yang diambil wasit terkesan ragu-ragu. Setidaknya hal itu yang dikatakan asisten manajer Benny Tomasoa.
“Kalah itu biasa, dan kita siap merima kekalahan. Tapi secara permainan anak-anak main bagus. Hanya saja kami tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Biasalah ketika kita bermain di kandang orang,” beber Benny.

Usai gol Saha, Mennoh legiun impor andalan Persipasi berhasil membalasnya pada menit ke-26. Tak lama berselang, tuan rumah kembali menambah keunggulan. Lagi-lagi lewat Steven Mennoh yang berhasil mencetak gol lewat tendangan bebas di luar kota penalti. Skor berbalik 2-1. Hingga turun minum, skor itu bertahan.

Memasuki babak kedua, skuad PSMS pincang. Dua pemain pilar Osas Saha dan Edu Juanda terpaksa ditarik keluar lapangan karena mendapatkan perlakuan kasar pemain Persipasi. Pasca keluarnya Edu dan Saha, permainan PSMS praktis mengendur.
Buntutnya, tim tuan rumah bisa menambah keunggulan. Lagi-lagi lewat Mennoh yang berhasil mengeksekusi penalti dengan apik di menit 58. Proses terjadinya penalti juga membuat PSMS geram.

Pasalnya, seorang pemain Persipasi diduga diving di kotak penalti namun wasit langsung menunjuk titik putih.
Ketika Slamet Riyadi kapten PSMS menanyakan siapa yang melanggar pemain Persipasi tersebut, wasit mengaku tidak tahu. Namun penalti tetap diberikan. Skor 3-1 untuk tuan rumah.

Pasca penalti, permainan tim Ayam Kinantan semakin parah. Tidak hanya pemain yang emosi, pendukung PSMS asal Bekasi dan sekitarnya pun marah karena tindakan wasit yang selalu merugikan tim besutan Suimin Diharja ini.
Imbasnya, sempat terjadi aksi saling lempar di antara dua pendukung tim yang bertanding.

Suimin Diharja arsitek PSMS yang dihubungi usai laga mengatakan, bahwa skuad sudah berusaha tampil baik. Namun buruknya kinerja wasit membuyarkan konsentrasi anak-anak (pemain PSMS,Red).

“Awalnya anak-anak main cukup bagus. Namun setelah keluarnya Saha, Edu, dan Slamet plus kepemimpinn wasit yang jelek membuat permainan kita menjadi kacau,” kata Suimin.

“Kami tidak puas dengan kinerja wasit, saya harapkan PSSI harus lebih sering meninjau kinerja wasit yang memimpin pertandingan,” bilang Benny kesal.

Sementara dari pihak Persipasi lewat pelatihnya Warta Kesumah mengatakan jika skuad asuhannya berhasil memanfaatkan keletihan fisik tim tamu. “Kami berhasil mengalahkan PSMS karena kami mampu memanfaatkan keletihan yang mendera mereka,” kata Warta

Friday, December 11, 2009

Ikfepua Marvellous Osas Saha dapat di turunkan

Ikfepua Marvellous Osas Saha akhirnya bisa diturunkan saat PSMS bertandang ke Stadion Patriot, markas Persipasi Bekasi dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, Jumat (11/12) besok.

Setelah menempuh berbagai jalan berliku, akhirnya dokumen Saha-panggilan akrab pemain bernomor punggung 10 itu beres juga.
Itu setelah PT Liga Indonesia mengirimkan fax resmi ke Stadion Kebun Bunga, Rabu (9/12). Fax berisikan formulir E5 bernomor 080/BLI-Kompetisi/DU/XII-09 tertanggal 7 Desember tertulis secara jelas mengenai pengesahan Osasa Saha memperkuat PSMS Medan musim ini.
Artinya, pengesahan Saha sebagai pemain PSMS sudah dikeluarkan PT LI sejak 7 Desember lalu. Namun regulasi terbaru PT LI menyebutkan bahwa pemain yang disahkan pada hari yang sama dengan hari pertandingan tidak diperkenankan bermain.

Karenanya, penampilan perdana Saha bersama PSMS di ajang resmi baru akan dilakoninya ketika Ayam Kinantan menantang Persipasi.
“Masuknya Saha ke dalam skuad merupakan sebuah keuntungan. Sejak awal saya memang menanti kehadirannya disebabkan minimnya pemain yang ada di tim ini, terutama yang mengisi lini depan,” kata Suimin Diharja pelatih PSMS.

Dengan kehadiran Saha mengisi lini depan PSMS, praktis semakin banyak pilihan bagi Suimin saat menentukan pemain yang akan diturunkan. Walau begitu, diperkirakan jika mantan pelatih Persikabo ini takkan banyak merombak formasi tim dari simulasi yang digelar beberapa hari sebelum bertolak ke Bekasi.

Padahal sebelumnya, disebabkan minimnya jumlah pemain yang dimiliki, pelatih bertubuh tambun ini sempat melaukan berbagai ekperimen. Bahkan saat menghadapi PSS Bireuen, gelandang senior Edu Juanda sempat menempati tiga posisi berbeda.

Di awal laga, Edu dipasang sebagai starter di lini tengah. Di babak kedua, Edu ditarik ke sisi kanan pertahanan menggantikan Dodi Rahwana. Selanjutnya Edu diplot menjadi stoper saat kapten tim Slamet Riyadi ditarik keluar karena cedera.

Hal yang sama juga dialami Nyeck Nyobe. Meskipun posisi awalnya adalah seorang bek, namun pemain bertubuh jangkung ini sempat didorong Suimin untuk mengisi lini depan. Beruntung, saat itu dia tampil bagis dan mencetak satu gol bagi tim Ayam Kinantan.

Tapi kini, dengan masuknya Saha maka seluruh pemain dapat berkonsentrasi secara penuh diposisi idealnya selama ini. “Kita akan turun dengan kekuatan penuh. Tidak ada lagi upaya menggeser posisi pemain,” bilang mantan pelatih termahal itu.

Tak Ingin Sesumbar

TIDAK ada raut gembira di wajah Osas Saha, ketika mengetahui dirinya sudah disahkan sebagai pemain PSMS. Kemndati kelihatan tenang, bukan berarti hati Saha tak bergolak. Apa pasal?

Ya, laga melawan Persipasi Bekasi nanti akan menjadi debutnya mempergunakan kostum hijau kebesaran PSMS Medan.
Seperti menemukan sebuah tantangan yang tak ringan. Itulah yang ada dibenak Saha. Sebabnya, ketika PSMS tampil tanpa dirinya, tim berjuluk Ayam Kinantan ini belum menderita kekalahan. Bahkan, dua laga kandang yang berlangsung di Stadion Teladan Medan diakhiri dengan kemenangan.

“Saya sudah tak sabar untuk segera main. Apalagi saat menghadapi PSSB beberapa hari yang lalu saya sudah sempat mempergunakan kostum. Tapi belum juga diperbolehkan main. Jadi, kita lihat saja nanti, apakah saya sudah benar-benar diperbolehkan main atau tidak,” tandas Saha.

Walau dirinya masih ragu, bukan berarti pemain berambut keriwil ini tak memiliki target saat memperkuat PSMS. Setidaknya 18 gol seperti yang pernah ia torehkan bersama PSDS musim lalu menjadi targetnya bersama PSMS musim ini. “Saya tidak ingin terlalu pede. Tapi apalah salahnya jika saya mempunyai target pribadi. Benar, sepak bola adalah pembuktian di lapangan, bukan sekedar bicara,” beber pemain dengan tinggi 178 cm dan berat 72 Kg itu.

Urusan mencetak gol, sudah barang tentu menjadi tugas pokoknya sebagai striker. Sepanjang uji coba, Saha tampil cukup mengesankan. Bahkan saat menjalani seleksi di PSMS dirinya mampu menyingkirkan pesaingnya Adolfo Sauza, padahal Adolfo jauh lebih berpengalaman di pentas sepak bola nasional.

“Saha punya naluri mencetak gol yang lebih baik. Itulah alasan saya untuk memilihnya. Semoga penampilannya terus meningkat,” harap Suimin-arsitek PSMS

Jaga Kekompakan, Jangan Dengarkan Isu-isu tak Jelas

Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin Lepas Tim ke Bekasi

Dzulmi Eldin, Ketua Umum PSMS yang juga seorang Sekretaris Daerah Kota Medan tentu punya kesibukan seabrek. Begitupun, dengan sekuat tenaga dirinya mencoba untuk tetap berada di tengah-tengah pemain dan siap menampung berbagai keluh kesah mereka.

SYAIFULLAH-Medan

Rabu (9/12) kemarin Eldin bertandang ke Stadion Kebun Bunga-markas PSMS. Tepat tengah hari Eldin tiba di Stadion yang didirikan tahun 70-an itu. Karena bertepatan dengan jam makan siang, Eldin pun makan siang di sana.

Hidangan makan siang terbilang cukup istimewa namun sederhana. Ditemani Hendra DS manajer tim dan Suimin Diharja arsitek tim, Eldin menyantap makanan penuh selera.

Bukan berarti hanya ingin sekadar makan siang di sana, Eldin datang dengan tujuan memberikan arahan kepada skuad sebelum melakoni laga away ketiga melawan Persipasi Bekasi Jumat (9/12) mendatang.

Berada di saat dan waktu yang tepat, kehadiran Eldin kali ini cukup menentramkan. Terlebih ketika Eldin kembali menjelaskan bahwa sejauh ini skuad sudah berjuang dengan apik dengan hasil yang cukup memuaskan.

“Sudah empat laga kita jalani dengan hasil bagus. Saya harapkan semua pemain bisa tetap menjaga kekompakannya. Kita sadar bahwa saat ini sedang sulit. Tapi bukan berarti kita lemah. Kita tetap menujukkan bahwa kita bisa bangkit,” kata Eldin.

Seusai memberikan sambutan, Suimin Diharja pelatih PSMS giliran memberikan wejangan kepada pemain. Dalam wejangannya itu, Suimin bilang kepada anak asuhnya bahwa sosok Ketua Umum adalah ayah angkat bagi tim ini. Mendengar pernyataan yang kemudian disambut semangat seluruh skuad itu, Eldin tersenyum sembari mengatakan bahwa pihaknya bersama pengurus lainnya akan terus memperjuangkan PSMS, hingga akhir kompetisi.

Di luar itu, kepada Sumut Pos Eldin bilang bahwa isu yang terjadi beberapa hari ini, terkait adanya oknum di jajaran pengurus teras PSMS yang menginginkan memecat Suimin tidak perlu ditanggapi.

“Kita harus tetap menjaga kekompakan. Tidak ada ada itu isu pemecatan pelatih. Saat ini lebih baik tim fokus kepada pertandingan selanjutnya. Kalau ada keluhan atas isu yang belum jelas muasalnya itu, lebih baik dibicarakan bersama,” bilang pria berusia 49 tahun itu.
Lebih lanjut dijelaskan penggemar Timnas Jerman ini, bahwa PSMS tetap pada keyakinan awalnya untuk kembali lolos ke Indonesian Super League musim depan. Bukan perkara mudah memang, tapi Eldin yakin semua itu bisa dilakukan asalkan sama-sama bekerjasama dan saling mendukung

Thursday, December 10, 2009

Saha main lawan Persipasi

BEKASI - Setelah absen dalam liga pertandingan perdana PSMS Medan, striker Ikpefua Marvellous Osas Saha dipastikan main melawan tuan rumah Persipasi Bekasi dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup I di Stadion Bekasi, Jumat besok.

Kepastian tersebut diperoleh kubu PSMS kemarin malam, setelah Ketua PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla melalui surat No 080/BLI-Kompetisi/DU/XII-09 tertanggal 7 Desember 2009 mengesahkan status striker asal Nigeria tersebut
Dengan demikian, striker berusia 23 tahun yang tetap ikut dalam rombongan ke Bekasi, makin mantap mempersiapkan diri menjelang debutnya musim ini.

Kepada Waspada, pelatih PSMS Suimin Dihardja pun mengaku lega dan siap memainkan sang goal getter handal tersebut.

"Saat lawan Persipasi nanti, kemungkinan besar saya akan memasang dua penyerang sejajar dibanding saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen," kata pelatih kampung itu.

Atas rampungnya izin KITAS Saha, pemain bernomor punggung 10 itu akan diduetkan dengan Jecky Pasarella di lini depan dengan alternatif Syaiful Ramadhan. "Mungkin Saha, mungkin juga Syaiful. Kita lihat perkembangan hingga menjelang pertandingan nanti. Di lini belakang, saya hanya mengganti Selamet Riyadi bila belum pulih dari cedera," katanya.

Suimin juga mengingatkan para pemain harus membuat permainan yang dapat membuat frustasi lawan. "Sudah seharusnya kita bermain ngotot serta mental anak-anak tidak boleh sedikitpun terpengaruh terhadap permainan lawan," imbuh Suimin lagi.

Salah seorang pengurus PS Pemko Medan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi di Medan menilai, Persipasi bukanlah tim yang istimewa hingga tidak tertutup peluang PSMS mengalahkan mereka walau bermain di kandangnya.

Karena itu, Azam berharap anak-anak Ayam Kinantan segera menemukan kembali permainan aslinya. Bila ini terjadi, tentunya Persipasi akan mengalami kesulitan menerobos pertahanan Nyeck Nyobe cs.

"Saya tahu ciri khas tim yang dipegang Suimin. Biasanya, bola cepat dari kaki ke kaki, mengandalkan kekuatan dan kecepatan pemain serta determinasi yang tinggi. Inilah ciri permainan modern," tutup Azam

Ayam Kinantan incar kemenangan

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS menegaskan, Ayam Kinantan mengincar kemenangan away pertama saat dijamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Bekasi, Jumat (11/12) mendatang.

"Sebenarnya dalam pertandingan nanti adalah bagaimana pemain mampu mengatasi dirinya sendiri, karena kalau dilihat semua tim di kompetisi ini kekuatannya hampir merata," katanya di Medan, Selasa.

Menurut Hendra, kemenangan di laga tandang ini adalah harapan dari manajemen. "Tim mana yang tidak mau menang? Karenanya, pemain yang harus menunjukkan hal itu," katanya.

Hendra berharap pemainnya bisa meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemain. "Kami sudah melakukan evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pemain akan tampil maksimal," janjinya.

Kemenangan pada laga tandang ketiga PSMS ini jelas akan menjadi modal tambahan guna menghadapi laga berikutnya. Menanggapi masih absennya Ikpefua Marvellous Osas Saha, Hendra menegaskan tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan timnya. Apalagi, sejumlah pemain pelapis sudah disiapkan, namun akan lebih solid jika Saha sudah bisa main.

"PSMS optimis bisa merebut poin di Bekasi, tapi kami juga harus mewaspadai kekuatan lawan," ujarnya.

Diakui Hendra, manajemen telah mengusung motivasi dan semangat tinggi Jecky Pasarella cs untuk meredam tuan rumah Persipasi. Dua kemenangan tipis dari PSAP Sigli dan PSSB Bireuen pun telah menumbuhkan motivasi anak asuhnya.

"Semua pemain Persipasi perlu diwaspadai, tapi PSMS tidak perlu menerapkan pengawalan khusus. Anak-anak harus bermain disiplin dan tidak boleh memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan," tambahnya.

Hingga empat pertandingan, anak-anak Ayam Kinantann telah mengantongi delapan poin dari dua kali menang dan dua kali seri serta menempati urutan kedua klasemen grup I di bawah Semen Padang

Ayam Kinantan incar kemenangan

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS menegaskan, Ayam Kinantan mengincar kemenangan away pertama saat dijamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Bekasi, Jumat (11/12) mendatang.

"Sebenarnya dalam pertandingan nanti adalah bagaimana pemain mampu mengatasi dirinya sendiri, karena kalau dilihat semua tim di kompetisi ini kekuatannya hampir merata," katanya di Medan, Selasa.

Menurut Hendra, kemenangan di laga tandang ini adalah harapan dari manajemen. "Tim mana yang tidak mau menang? Karenanya, pemain yang harus menunjukkan hal itu," katanya.

Hendra berharap pemainnya bisa meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemain. "Kami sudah melakukan evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pemain akan tampil maksimal," janjinya.

Kemenangan pada laga tandang ketiga PSMS ini jelas akan menjadi modal tambahan guna menghadapi laga berikutnya. Menanggapi masih absennya Ikpefua Marvellous Osas Saha, Hendra menegaskan tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan timnya. Apalagi, sejumlah pemain pelapis sudah disiapkan, namun akan lebih solid jika Saha sudah bisa main.

"PSMS optimis bisa merebut poin di Bekasi, tapi kami juga harus mewaspadai kekuatan lawan," ujarnya.

Diakui Hendra, manajemen telah mengusung motivasi dan semangat tinggi Jecky Pasarella cs untuk meredam tuan rumah Persipasi. Dua kemenangan tipis dari PSAP Sigli dan PSSB Bireuen pun telah menumbuhkan motivasi anak asuhnya.

"Semua pemain Persipasi perlu diwaspadai, tapi PSMS tidak perlu menerapkan pengawalan khusus. Anak-anak harus bermain disiplin dan tidak boleh memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan," tambahnya.

Hingga empat pertandingan, anak-anak Ayam Kinantann telah mengantongi delapan poin dari dua kali menang dan dua kali seri serta menempati urutan kedua klasemen grup I di bawah Semen Padang

Mantan pemain kecam blunder Sony-Deni

Mantan pemain PSMS Medan Drs OK Khaidar Aswan mengecam blunder gol yang bersarang di gawang tim Ayam Kinantan, ketika menang 3-2 atas PSSB Bireuen di Stadion Teladan kemarin.

"Kedua gol PSSB itu sangat tidak pantas. Blunder yang benar-benar tidak wajar sepertinya telah dilakukan kiper Sony Gunawan dan bek Deni Wahyudi," kecam Khaidar.

Akibat blunder Sony-Deni, PSSB sempat memimpin lebih dahulu menit 24 memanfaatkan kelemahan Deni di sisi kanan pertahanan PSMS. Bola yang disodorkan Deni ke Sony justru membuat kiper nomor 1 tim Ayam Kinantan itu membuang bola ke gawangnya sendiri.

"Selain aneh, gol itu juga sangat jelek. Kita tidak dapat mengerti apa sebenarnya yang terjadi antara Deni dan Sony," sesal mantan gelandang PSMS yang menjuarai divisi utama Persirakatan PSSI pada 1984 dan 1985 tersebut.

Gol kedua tim tamu pun prosesnya nyaris sama. Saat kedudukan 1-1, penyerang PSSB Pondra berhasil mencuri bola blunder Deni untuk kemudian memperdaya Sony.

Buruknya koordinasi di benteng pertahanan PSMS yang digalang Slamet Riyadi itu, menurut Khaidar, perlu mendapat perhatian serius tim manajemen dan pelatih Suimin Diharja. "Apa yang telah terjadi, itu yang harus dijawab," pintanya.

Jika memang blunder karena keterbatasan kualitas teknis, menurut Khaidar, itu menjadi tugas dan tanggung jawab Suimin untuk membenahinya. "Tapi jika sudah menyangkut moral dan mental, manajemen mesti turun tangan. Jika di Teladan saja bisa begitu, bagaimana nantinya saat tandang," katanya lagi.

Selain mengecam blunder Sony-Deni, dia pun memuji perubahan kebijakan Suimin terhadap peran Edu Juanda. "Suimin sepertinya sudah mengarahkan Edu menjadi jendral lapangan tengah. Bagaimanapun PSMS perlu playmaker, supaya bisa mengatur tempo dan ritme permainan," jelas Khaidar.

Kendati saat menjamu PSSB peran jendral lapangan belum maksimal dilakoni Edu, Khaidar tetap yakin, performa gelandang senior PSMS itu nantinya bakal terus meningkat. "Jika terus mendapat kepercayaan jadi jendral lapangan tengah, kualitas Edu nantinya bisa saja menyamai Ansyari Lubis. Itu yang kita harapkan, supaya PSMS berjaya kembali," harapnya

Percaya Diri

Sore ini skuad PSMS akan bertolak ke Bekasi untuk melakoni laga kontra Persipasi, dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia Jumat (11/12) mendatang. 16 pemain dibawa serta termasuk Osas Saha, pemain yang keabsahan dokumennya sedang diusahakan manajemen.
Skuad berangkat dengan motivasi dan mental menjulang. Meraih enam angka di kandang sendiri cukuplah untuk membakar semangat untuk kembali meraih hasil baik.

Apalagi soal masalah gaji yang belum dibayar dan menghantui pemain sebelum keberangkatan, sudah mendapat sinyal positif dari manajer PSMS Hendra DS. “Ketua Umum sudah menyatakan akan segera membayarkan gaji sesaat sebelum berangkat. Jadi rencana berangkat pagi dibatalkan untuk menanti pemberian gaji. Itu lebih baik juga agar ketika sampai di Bekasi bisa langsung istirahat,” terang Hendra.

Bermain tanpa beban plus motovasi tinggi untuk memenuhi target mencuri poin tampaknya bukan perkara sulit.

Suimin Diharja pun sudah mempersiapkan ramuan khusus. Ya, arsitek Kinantan itu sudah membaca strategi dan peta kekuatan calon lawannya itu. Kebetulan, saat PSMS menjamu PSSB Bireuen kemarin, Persipasi bermain di Deli Serdang melawan PSDS. Karena jarak yang dekat, Suimin mengutus Subono AT ke Stadion Baharoedin Siregar untuk mengamati kekuatan lawan. Subono yang juga seorang pelatih itu lantas memberikan sejumlah bocoran akan kekuatan Persipasi.

“Yang jelas Persipasi itu solid. Materi mereka dihuni sejumlah mantan pemain Timnas. Pemain asingnya ada tiga. Di kandang lawan saja mereka bisa main bagus dan menang. Kita harus ekstra waspada,” kata Suimin di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Besar kemungkinan Suimin akan kembali menerapkan skema pertahanan merapat alias compact defend. Rencana akan menggunakan formasi 3-6-1 atau 4-5-1. Di samping itu, skuad juga diharapkan mampu menerapkan ball posisition sepanjang laga. “Jadi kita tidak boleh buru-buru. Pemain harus bisa menunjukkan kesabarannya dalam menguasai bola. Compact defend salah satu cara ampuh meredam tekanan lawan,” tambah kakek dua cucu itu.

Sepanjang melakoni laga away kontra Rengat dan Tembilahan lalu, skema ini cukup berhasil diterapkan skuad. Terlebih kalau Nyeck Nyobe dikembalikan ke posisi asalnya di lini belakang. Syaratnya Saha harus sudah bisa main

Dua Laga, Panpel Raih Rp125 Juta

SUDAH dua laga kandang digelar Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kandang PSMS di Stadion Teladan. Melawan PSAP Sigli (3/12) dan PSSB Bireuen (7/12) lalu. Meski mengaku sudah bekerja maksimal, namun kekurangan di sejumlah lini masih terlihat.

Pertama dari buruknya sistem pengamanan dan sweeping panitia akan masuknya benda-benda keras ke dalam stadion. Dengan demikian, aksi pelemparan dari penonton masih terjadi. Sangsi dari Komisi Disiplin PSSI pun terancam mendarat di PSMS.

Dari segi pemasukan tiket juga tidak memuaskan. Dari laporan Ketua Panpel Hardi Mulyono kepada pers baru-baru ini, dijelaskan bahwa tiket yang terjual saat melawan PSAP hanya sekitar 2000 lembar. Yakni 410 di tribun tertutup dan 1700-an di tribun terbuka.

Harga tiket di tribun tertutup Rp50 ribu sedangkan tribun terbuka Rp20 ribu. Total pemasukan Panpel hanya berkisar Rp71.385.000.
Melawan PSSB Bireuen lebih parah lagi. Panpel mengaku hanya meraih pemasukan sekitar Rp54 juta. Hal ini dijelaskan Hendra DS saat digelar rapat evaluasi kemarin di Garuda Plaza Hotel. “Melawan PSSB cuma meraih Rp54 juta. Maka itu pada rapat evaluasi kemarin, dibahas juga mengenai tiketing ini. Mungkin bakal ada sistem baru yang diterapkan untuk menambah jumlah penonton,” terang Hendra.

Dengan demikian, Panpel baru mengumpulkan Rp125 juta dari pemasukan tiket dalam dua laga kandang. Parahnya lagi, Panpel menyebut bahwa hasil pemasukan itu merupakan hasil kotor belum dikurangi biaya teknis pelaksanaan termasuk pajak.

Julius Raja, Kordinator Teknis Panpel yang bertanggung jawab atas kondisi di dalam lapangan secara keseluruhan, juga berharap agar penonton bersikap damai. “Masih banyak kekurangan dari pelaksanaan pertandingan di kandang kemarin. Kita berharap penonton tidak bersikap anarkis,” kata Julius.

Julius juga menyebutkan pihaknya sudah disurati Komisi Disiplin PSSI. “Kita sudah terima surat dari Komdis, tapi saya akan jelaskan bahwa sebenarnya bukan kita yang lebih dulu memicu keributan,” pungkas Julius

Saha Selangkah Lagi

Meski belum ada kepastian bisa dimainkan melawan Persipasi Bekasi Jumat (11/12) nanti, Osas Saha tetap diikutkan dalam rombongan. Kabar terakhir menyebutkan urusan dokumen pengesahan Saha sebagai pemain PSMS sudah berjalan lebih dari 50 persen.
Dijelaskan Hendra DS manajer, urusan pengesahan administrasi Saha sudah diserahkan kepada asisten manajer Benny Tomasoa. Sejauh ini, urusan Saha sudah sampai tahapan pengesahan ke pihak PT Liga Indonesia.

Agen Saha juga dilibatkan dalam pengurusan dokumen-dokumen tersebut. Termasuk Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang memang terkenal rumit dan mahal pengurusannya.

“Sudah diurus. Sebenarnya waktu melawan PSSB kemarin Saha sudah hampir bisa main. Hanya tinggal menanti fax dari PT LI terkait pemberitahuan bahwa Saha memang sudah bisa turun. Namun PT LI menunda hal itu karena masih ada dokumen yang belum lengkap,” kata Hendra. Melawan Persipasi, Suimin pun berharap Saha bisa dimainkan. Karena yakin pengurus dokumen Saha sudah diurus, maka Suimin tak ragu memasukkan Saha dalam daftar pemain yang diboyong.

“Kemarin saat melawan PSSB Saha hampir bisa main. Kita tinggal menanti fax pemberitahuan dari PT LI. Tapi rupanya belum difax juga. Artinya, pengurusannya memang sudah dijalani. Kalau benar-benar serius mengurusnya, saya yakin Saha bisa main,” beber Suimin.
Tanpa kehadiran Saha sejauh ini, lini depan PSMS memang belum tajam. Dari empat laga yang sudah dilakoni, PSMS baru menyarangkan 5 gol dan 3 kebobolan. Terlebih stok lini depan sangat terbatas. Tak ayal, dalam beberapa pertandingan Nyeck Nyobe yang seharusnya berposisi sebagai bek tulen diplot jadi striker.

“Kalau Saha main, skema serangan kita akan lebih kaya. Jecky dan Yudha bisa membantu dari lini kedua. Taktik strategi pun tidak mudah terbaca lawan,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu

Wednesday, December 9, 2009

Tren Positif

PSMS kembali membuktikan kalau mereka begitu perkasa ketika bertanding di kandang sendiri. Itu setelah kemarin (7/12) di Stadion Teladan Medan sukses meraih tiga angka usai menaklukkan PSSB Bireuen dengan skor 3-2, dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.
Tampil dengan kekuatan yang belum lengkap karena absennya Osas Saha, ternyata tak menghalangi tim berjuluk Ayam Kinantan untuk menguasai jalannya pertandingan. Walau menguasai jalannya pertandingan, namun justru PSSB yang unggul lebih dulu akibat lemahnya koordinasi yang dilakukan pemain belakang PSMS.

Pada menit kie-23, Deni Wahyudi mencoba back pass kepada Nyeck Nyobe namun tidak sempurna. Parahnya bola yang meluncur ke gawang tidak bisa ditendang dengan sempurna oleh Sony Gunawan kiper PSMS. Bola pun mengalir tanpa ada yang menghalangi ke gawang PSMS. Skor 0-1 untuk tim tamu.

Tak menanti lama, PSMS langsung menyamakan kedudukan lewat kaki Jecky Pasarela pada menit ke-25. Jecky berada di posisi yang tepat untuk menerima umpan tarik Faisal Azmi. Skor manjadi imbang 1-1.

Tiga menit berselang, PSMS kembali kebobolan. Lagi-lagi payahnya koordinasi lini belakang membuat pertahanan PSMS menjadi rapuh. Podra striker PSSB berhasil lolos dari kawalan dan menceploskan bola dari sudut sempit tepat di menit 28. Skor berbalik 1-2 untuk PSSB.
Usai gol itu, tempo permainan pun kian cepat. Hasilnya, pada menit ke-29 gelandang Tri Yudha Handoko mengetarkan gawang PSSB.
Gol itu tercipta berkat kecerdikan Yudha memanfaatkan kecerobohan kiper PSSB Firmansyah. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, permainan Ayam Kinantan mulai terarah. Nyeck Nyobe yang di babak pertama dipasang sebagai bek, kali ini disorong lebih ke depan. Sebaliknya, Syaiful Ramadhan yang awalnya diplot jadi striker, ditarik ke belakang.

Naas bagi PSMS, Slamet Riyadi kapten tim yang juga palang pintu harus ditarik keluar karena engkelnya cedera.
Sementara Nyeck, di awal-awal babak kedua penampilannya tidak begitu apik.

Kawalan ketat dari beberapa bek lawan membuat Nyeck kehilangan akal untuk bergerak. Terlebih lini kedua PSMS selalu memberikan umpan panjang kepada Nyeck.

Walau begitu, tepat pada menit ke-80 Nyeck berhasil mengoyak gawang lawan setelah memanfaatkan umpan Jecky. Skor 3-2 untuk tuan rumah bertahan hingga usai laga.

Tiga poin yang diraih Affan Lubis merupakan hasil yang cukup baik bagi PSMS untuk mengarungi pertandingan di laga-laga berikutnya. Diharapkan kemenangan ini dapat meredam isu pergantian pelatih yang dihembuskan oknum pengurus PSMS yang tak bertanggung jawab.
Selain itu, dengan kemenangan ini maka untuk sementara PSMS berada di peringkat kedua klasemen sementara Divisi Utama Wilayah 1 dengan raihan delapan angka.

“Kita bersyukur karena meraih hasil sempurna di kandang sendiri. Padahal saat ini tim sedang didera isu tidak sedap, namun kemenangan ini membuktikan jika kekompakan tim masih terjaga,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Sementara itu pelatih PSSB Bireuen Rudi Saari mengaku meski timnya kalah, namun dirinya tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya yang tak kenal takut saat berhadapan dengan PSMS yang notabene memiliki nama besar di pentas sepak bola nasional.
“Secara keseluruhan anak-anak sudah main bagus. Hanya saja beberapa pemain kehilangan konsentrasi yang berhasil dimanfaatkan pemain PSMS,” kata Rudi.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Tuesday, December 8, 2009

PSMS nyaris ternoda

Dua kali tertinggal dan nyaris ternoda di hadapan publik sendiri, PSMS Medan akhirnya bangkit dan meraih kemenangan kedua dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Senin.

Bermain bak lesu darah dan sering miskomuniksi di babak pertama, anak-anak Ayam Kinantan terkesan beruntung mampu meraih kemenangan 3-2. Tampil gemilang di tiga laga perdana, penjaga gawang PSMS Sony Gunawan justru tampil di bawah performa terbaiknya kala meladeni serbuan para pemain PSSB.

Bahkan gol pembuka PSSB tercipta akibat ‘kesalahannya’ kala hendak mengontrol bola sodoran Deni Wahyudi di menit 24. Bermaksud melakukan penyelamatan, bola Deni malah masuk ke gawang Sony yang gagal menguasai bola dengan kakinya.

Namun keunggulan tim tamu belum sempat dinikmati lebih dari satu menit. Pasalnya, Jecky Pasarella kembali mencetak gol bagi PSMS setelah memanfaatkan umpan Nyeck Nyobe.

Belum sempat rasa kekhawatiran penonton melihat penampilan anak-anak asuhan Manajer Tim Drs Hendra DS itu hilang, striker PSSB Pondra berhasil memperdayai Sony sekaligus memaksanya untuk memungut bola kedua kalinya.

Tak ingin dipermalukan di depan pendukungnya sendiri plus di hadapan Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang ikut menyaksikan pertandingan, M Affan Lubis cs berusaha memperbaiki permainannya. Hasilnya langsung terlihat pada lima menit menjelang turun minum.

Kali ini, giliran kiper PSSB Firmansyah yang melakukan blunder dengan salah mengantisipasi datangnya bola hasil free kick Nyeck. Bola yang sempat melewati kepala dan nyaris memasuki gawangnya masih sempat ditepis Firmansyah, namun bola tepisan tersebut langsung disambar Try Yudha Handoko. Skor 2-2 pun menutup babak pertama.

Masuknya Ahmad Maulana menjadi Nyeck kembali mengisi posisi striker. Sempat membentur mistar gawang di usaha pertamanya, Nyeck langsung menebus kegagalannya dengan mencetak gol kemenangan di menit 80.

Sebelumnya saat jeda, Rahudman sempat mendatangi ruang ganti PSMS sekaligus menyerahkan bonus atas keberhasilan mereka mengalahkan PSAP Sigli, Kamis lalu.

Usai pertandingan, Pelatih The Killer Suimin Dihardja tak kuasa melampiaskan kegembiraannya dengan kembali mendatangi kubu suporter di tribun terbuka. Rasa emosional Suimin dapat dimaklumi mengingat sehari sebelumnya sempat merebak isu oknum pengurus mengusulkan agar pelatih kampung tersebut dipecat.

"Saya memberikan apresiasi kepada para pemain yang bermain sesuai arahan dan berjuang keras, tapi ada faktor lain juga yang menentukan. Pertama, kita bermain di kandang dan kedua motivasi dari Pj Walikota Medan bersama Ketua Umum PSMS," ujarnya

Duguncang Isue

uimin Diharja, arsitek PSMS tidak berani memasang target muluk-muluk saat anak asuhnya menjamu PSSB Bireuen dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, hari ini. Mentan pelatih Persikabo ini hanya mengisyaratkan jika timnya akan tampil dengan ciri khas PSMS selama ini, yakni tampil ngotot dengan gaya rap-rap.

Kendati demikian bukan berarti Suimin tak menginginkan kemenangan. Apalagi selama ini, raihan tiga angka selalu diraih oleh tim berjuluk Ayam Kinantan bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Lantas kenapa Suimin berani mengeluarkan statemen seolah timnya takkan tampil all out saat menjamu PSSB?
Usut punya usut, ternyata saat ini beredar kabar yang menyebutkan jika mantan pelatih termahal di Indonesia itu akan didepak oleh salah seorang oknum pengurus PSMS.

Dikonfirmasi mengenai masalah tersebut di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (6/12) dua pengurus PSMS Hardi Mulyono selaku Sekretaris Umum dan Julius Raja selaku Kepala Bidang Teknis tak mampu memberi jawaban yang memuaskan.
“Benar jika kami akan melakukan evaluasi sepulang Ketua Umum dari luar negeri. Tapi jujur saja, terkait isu pemecatan terhadap Suimin, baru kali ini saya mendengarnya,” kata Hardi.

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan yang dilontarkan Hardi Mulyono tadi, sesungguhnya apa yang terjadi jelas menggangu konsentrasi tim. Bahkan ketika pemain pertama kali mendengar isu tersebut, beberapa di antaranya berniat melakukan aksi mogok latihan.
Nah, kondisi inilah yang coba ditenangkan oleh Suimin. “Saya mendengar masalah ini dari pemain. Sepertinya mereka (pemain, Red) tidak senang ketika mendengar kabar yang menyebutkan saya akan dipecat. Hal itu mereka buktikan Sabtu (5/12) pagi lalu, yang mana seluruh pemain menolak berlatih sebelum saya membeberkan apa yang terjadi,” terang Suimin.

“Saya masih yakin bisa meredam ganjang-ganjing yang meresahkan pemain tadi. Semoga saat bertanding nanti, isu pemecatan itu tidak merusak konsentrasi mereka,” harap pelatih berusia 58 tahun itu.

Ya, konsentrasi tingkat tinggi mutlak dibutuhkan tim Ayam Kinantan kalau ingin memetik hasil bagus di kandang sendiri. Tak pelak, kondisi ini membuat tekanan menjadi lebih besar dibanding kondisi normal.

Beruntung, saat tim Ayam Kinantan sedang limbung akibat isu pemecatan tadi, di saat itu pula mental pemain PSSB sedang anjlok.
Pasalnya, kekalahan 0-1 yang diderita dari Semen Padanga beberapa hari lalu, ternyata masih menyisakan sesal berkepanjangan.
Ya, kubu PSSB mengaku jika mereka diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Parahnya lagi, di saat mental pemain belum pulih secara keseluruhan, Rudi Sari, pelatih PSSB yang juga mantan pelatih PSMS hanya bisa pasrah saat tiga pemain asing yang dikontrak PSSB belum bisa dimainkan.

Menurut manajer tim PSSB Mofin, kondisi ini tercipta karena manajemen PSSB dua musim lalu meninggalkan utang senilai Rp1 milyar.
“Regulasi PT Liga Indonesia, bahkan FIFA mengharuskan kami membayar hutang itu. Jika kami tak mampu membayarnya, maka kami tidak bisa menurunkan pemain asing yang kami miliki,” ungkap Mofin.

“Apa pun ceritanya kami harus berusaha tampil sebaik mungkin, guna meraih kemenangan atas tim tuan rumah yang didukung puluhan ribu suporternya,” kata Mofin

Duguncang Isue

uimin Diharja, arsitek PSMS tidak berani memasang target muluk-muluk saat anak asuhnya menjamu PSSB Bireuen dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, hari ini. Mentan pelatih Persikabo ini hanya mengisyaratkan jika timnya akan tampil dengan ciri khas PSMS selama ini, yakni tampil ngotot dengan gaya rap-rap.

Kendati demikian bukan berarti Suimin tak menginginkan kemenangan. Apalagi selama ini, raihan tiga angka selalu diraih oleh tim berjuluk Ayam Kinantan bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Lantas kenapa Suimin berani mengeluarkan statemen seolah timnya takkan tampil all out saat menjamu PSSB?
Usut punya usut, ternyata saat ini beredar kabar yang menyebutkan jika mantan pelatih termahal di Indonesia itu akan didepak oleh salah seorang oknum pengurus PSMS.

Dikonfirmasi mengenai masalah tersebut di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (6/12) dua pengurus PSMS Hardi Mulyono selaku Sekretaris Umum dan Julius Raja selaku Kepala Bidang Teknis tak mampu memberi jawaban yang memuaskan.
“Benar jika kami akan melakukan evaluasi sepulang Ketua Umum dari luar negeri. Tapi jujur saja, terkait isu pemecatan terhadap Suimin, baru kali ini saya mendengarnya,” kata Hardi.

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan yang dilontarkan Hardi Mulyono tadi, sesungguhnya apa yang terjadi jelas menggangu konsentrasi tim. Bahkan ketika pemain pertama kali mendengar isu tersebut, beberapa di antaranya berniat melakukan aksi mogok latihan.
Nah, kondisi inilah yang coba ditenangkan oleh Suimin. “Saya mendengar masalah ini dari pemain. Sepertinya mereka (pemain, Red) tidak senang ketika mendengar kabar yang menyebutkan saya akan dipecat. Hal itu mereka buktikan Sabtu (5/12) pagi lalu, yang mana seluruh pemain menolak berlatih sebelum saya membeberkan apa yang terjadi,” terang Suimin.

“Saya masih yakin bisa meredam ganjang-ganjing yang meresahkan pemain tadi. Semoga saat bertanding nanti, isu pemecatan itu tidak merusak konsentrasi mereka,” harap pelatih berusia 58 tahun itu.

Ya, konsentrasi tingkat tinggi mutlak dibutuhkan tim Ayam Kinantan kalau ingin memetik hasil bagus di kandang sendiri. Tak pelak, kondisi ini membuat tekanan menjadi lebih besar dibanding kondisi normal.

Beruntung, saat tim Ayam Kinantan sedang limbung akibat isu pemecatan tadi, di saat itu pula mental pemain PSSB sedang anjlok.
Pasalnya, kekalahan 0-1 yang diderita dari Semen Padanga beberapa hari lalu, ternyata masih menyisakan sesal berkepanjangan.
Ya, kubu PSSB mengaku jika mereka diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Parahnya lagi, di saat mental pemain belum pulih secara keseluruhan, Rudi Sari, pelatih PSSB yang juga mantan pelatih PSMS hanya bisa pasrah saat tiga pemain asing yang dikontrak PSSB belum bisa dimainkan.

Menurut manajer tim PSSB Mofin, kondisi ini tercipta karena manajemen PSSB dua musim lalu meninggalkan utang senilai Rp1 milyar.
“Regulasi PT Liga Indonesia, bahkan FIFA mengharuskan kami membayar hutang itu. Jika kami tak mampu membayarnya, maka kami tidak bisa menurunkan pemain asing yang kami miliki,” ungkap Mofin.

“Apa pun ceritanya kami harus berusaha tampil sebaik mungkin, guna meraih kemenangan atas tim tuan rumah yang didukung puluhan ribu suporternya,” kata Mofin

Saha 50 : 50

Osas Saha kemungkinan bisa merumput saat PSMS menjamu PSSB Bieruen sore ini di Stadion Teladan Medan.
Seperti penuturan manajemen PSMS bahwa terkait urusan dokumen Saha kini telah diselesaikan. Bahkan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) juga sudah dibayarkan, namun agen Saha yang mengurus masih belum yakin apakah PT Liga Indonesia bakal memberikan izin bagi Saha untuk tampil.
Kalau Saha mampu bersikap pro aktif dengan agennya, maka urusan pendaftaran ke PT Liga Indonesia akan semakin mudah.

“KITAS sudah kami bayarkan atas usaha Ketua Harian Agus Simorangkir. Saat ini tidak ada masalah lagi ke agennya. Hanya saja kami berharap Saha mau berkordinasi dengan agennya agar segera mengurus pengesahannya,” ungkap Benny Tomasoa asisten manajer kemarin.

Benny juga menyatakan telah menghubungi PT LI untuk berkordinasi mengenai pengesahan Saha. Pada dasarnya PT LI mengatakan tidak ada masalah kalau urusan dokumen Saha sudah dikerjakan. “Semoga agen Saha bisa bekerja cepat sehingga Saha bisa turun saat menjamu PSSB nanti,” tambah pria berdarah Ambon itu.

Apalgi tekanan publik yang menginginkan Saha segera tampil, tampaknya sudah cukup kuat. Di samping itu, pihak manajemen juga tidak ingin disalahkan atas lambatnya proses pengesahan Saha.

Sejauh ini Saha sendiri sudah tidak betah berlama-lama duduk di kursi penonton dan hanya menyaksikan rekannya bertanding.
“Saya sudah tidak sabar untuk bisa membantu rekan-rekan bertanding. Saya tidak enak harus duduk saja di sementara kawan-kawan berjuang,” kata Saha