Wednesday, December 9, 2009

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Tuesday, December 8, 2009

PSMS nyaris ternoda

Dua kali tertinggal dan nyaris ternoda di hadapan publik sendiri, PSMS Medan akhirnya bangkit dan meraih kemenangan kedua dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Senin.

Bermain bak lesu darah dan sering miskomuniksi di babak pertama, anak-anak Ayam Kinantan terkesan beruntung mampu meraih kemenangan 3-2. Tampil gemilang di tiga laga perdana, penjaga gawang PSMS Sony Gunawan justru tampil di bawah performa terbaiknya kala meladeni serbuan para pemain PSSB.

Bahkan gol pembuka PSSB tercipta akibat ‘kesalahannya’ kala hendak mengontrol bola sodoran Deni Wahyudi di menit 24. Bermaksud melakukan penyelamatan, bola Deni malah masuk ke gawang Sony yang gagal menguasai bola dengan kakinya.

Namun keunggulan tim tamu belum sempat dinikmati lebih dari satu menit. Pasalnya, Jecky Pasarella kembali mencetak gol bagi PSMS setelah memanfaatkan umpan Nyeck Nyobe.

Belum sempat rasa kekhawatiran penonton melihat penampilan anak-anak asuhan Manajer Tim Drs Hendra DS itu hilang, striker PSSB Pondra berhasil memperdayai Sony sekaligus memaksanya untuk memungut bola kedua kalinya.

Tak ingin dipermalukan di depan pendukungnya sendiri plus di hadapan Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang ikut menyaksikan pertandingan, M Affan Lubis cs berusaha memperbaiki permainannya. Hasilnya langsung terlihat pada lima menit menjelang turun minum.

Kali ini, giliran kiper PSSB Firmansyah yang melakukan blunder dengan salah mengantisipasi datangnya bola hasil free kick Nyeck. Bola yang sempat melewati kepala dan nyaris memasuki gawangnya masih sempat ditepis Firmansyah, namun bola tepisan tersebut langsung disambar Try Yudha Handoko. Skor 2-2 pun menutup babak pertama.

Masuknya Ahmad Maulana menjadi Nyeck kembali mengisi posisi striker. Sempat membentur mistar gawang di usaha pertamanya, Nyeck langsung menebus kegagalannya dengan mencetak gol kemenangan di menit 80.

Sebelumnya saat jeda, Rahudman sempat mendatangi ruang ganti PSMS sekaligus menyerahkan bonus atas keberhasilan mereka mengalahkan PSAP Sigli, Kamis lalu.

Usai pertandingan, Pelatih The Killer Suimin Dihardja tak kuasa melampiaskan kegembiraannya dengan kembali mendatangi kubu suporter di tribun terbuka. Rasa emosional Suimin dapat dimaklumi mengingat sehari sebelumnya sempat merebak isu oknum pengurus mengusulkan agar pelatih kampung tersebut dipecat.

"Saya memberikan apresiasi kepada para pemain yang bermain sesuai arahan dan berjuang keras, tapi ada faktor lain juga yang menentukan. Pertama, kita bermain di kandang dan kedua motivasi dari Pj Walikota Medan bersama Ketua Umum PSMS," ujarnya

Duguncang Isue

uimin Diharja, arsitek PSMS tidak berani memasang target muluk-muluk saat anak asuhnya menjamu PSSB Bireuen dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, hari ini. Mentan pelatih Persikabo ini hanya mengisyaratkan jika timnya akan tampil dengan ciri khas PSMS selama ini, yakni tampil ngotot dengan gaya rap-rap.

Kendati demikian bukan berarti Suimin tak menginginkan kemenangan. Apalagi selama ini, raihan tiga angka selalu diraih oleh tim berjuluk Ayam Kinantan bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Lantas kenapa Suimin berani mengeluarkan statemen seolah timnya takkan tampil all out saat menjamu PSSB?
Usut punya usut, ternyata saat ini beredar kabar yang menyebutkan jika mantan pelatih termahal di Indonesia itu akan didepak oleh salah seorang oknum pengurus PSMS.

Dikonfirmasi mengenai masalah tersebut di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (6/12) dua pengurus PSMS Hardi Mulyono selaku Sekretaris Umum dan Julius Raja selaku Kepala Bidang Teknis tak mampu memberi jawaban yang memuaskan.
“Benar jika kami akan melakukan evaluasi sepulang Ketua Umum dari luar negeri. Tapi jujur saja, terkait isu pemecatan terhadap Suimin, baru kali ini saya mendengarnya,” kata Hardi.

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan yang dilontarkan Hardi Mulyono tadi, sesungguhnya apa yang terjadi jelas menggangu konsentrasi tim. Bahkan ketika pemain pertama kali mendengar isu tersebut, beberapa di antaranya berniat melakukan aksi mogok latihan.
Nah, kondisi inilah yang coba ditenangkan oleh Suimin. “Saya mendengar masalah ini dari pemain. Sepertinya mereka (pemain, Red) tidak senang ketika mendengar kabar yang menyebutkan saya akan dipecat. Hal itu mereka buktikan Sabtu (5/12) pagi lalu, yang mana seluruh pemain menolak berlatih sebelum saya membeberkan apa yang terjadi,” terang Suimin.

“Saya masih yakin bisa meredam ganjang-ganjing yang meresahkan pemain tadi. Semoga saat bertanding nanti, isu pemecatan itu tidak merusak konsentrasi mereka,” harap pelatih berusia 58 tahun itu.

Ya, konsentrasi tingkat tinggi mutlak dibutuhkan tim Ayam Kinantan kalau ingin memetik hasil bagus di kandang sendiri. Tak pelak, kondisi ini membuat tekanan menjadi lebih besar dibanding kondisi normal.

Beruntung, saat tim Ayam Kinantan sedang limbung akibat isu pemecatan tadi, di saat itu pula mental pemain PSSB sedang anjlok.
Pasalnya, kekalahan 0-1 yang diderita dari Semen Padanga beberapa hari lalu, ternyata masih menyisakan sesal berkepanjangan.
Ya, kubu PSSB mengaku jika mereka diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Parahnya lagi, di saat mental pemain belum pulih secara keseluruhan, Rudi Sari, pelatih PSSB yang juga mantan pelatih PSMS hanya bisa pasrah saat tiga pemain asing yang dikontrak PSSB belum bisa dimainkan.

Menurut manajer tim PSSB Mofin, kondisi ini tercipta karena manajemen PSSB dua musim lalu meninggalkan utang senilai Rp1 milyar.
“Regulasi PT Liga Indonesia, bahkan FIFA mengharuskan kami membayar hutang itu. Jika kami tak mampu membayarnya, maka kami tidak bisa menurunkan pemain asing yang kami miliki,” ungkap Mofin.

“Apa pun ceritanya kami harus berusaha tampil sebaik mungkin, guna meraih kemenangan atas tim tuan rumah yang didukung puluhan ribu suporternya,” kata Mofin

Duguncang Isue

uimin Diharja, arsitek PSMS tidak berani memasang target muluk-muluk saat anak asuhnya menjamu PSSB Bireuen dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, hari ini. Mentan pelatih Persikabo ini hanya mengisyaratkan jika timnya akan tampil dengan ciri khas PSMS selama ini, yakni tampil ngotot dengan gaya rap-rap.

Kendati demikian bukan berarti Suimin tak menginginkan kemenangan. Apalagi selama ini, raihan tiga angka selalu diraih oleh tim berjuluk Ayam Kinantan bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Lantas kenapa Suimin berani mengeluarkan statemen seolah timnya takkan tampil all out saat menjamu PSSB?
Usut punya usut, ternyata saat ini beredar kabar yang menyebutkan jika mantan pelatih termahal di Indonesia itu akan didepak oleh salah seorang oknum pengurus PSMS.

Dikonfirmasi mengenai masalah tersebut di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (6/12) dua pengurus PSMS Hardi Mulyono selaku Sekretaris Umum dan Julius Raja selaku Kepala Bidang Teknis tak mampu memberi jawaban yang memuaskan.
“Benar jika kami akan melakukan evaluasi sepulang Ketua Umum dari luar negeri. Tapi jujur saja, terkait isu pemecatan terhadap Suimin, baru kali ini saya mendengarnya,” kata Hardi.

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan yang dilontarkan Hardi Mulyono tadi, sesungguhnya apa yang terjadi jelas menggangu konsentrasi tim. Bahkan ketika pemain pertama kali mendengar isu tersebut, beberapa di antaranya berniat melakukan aksi mogok latihan.
Nah, kondisi inilah yang coba ditenangkan oleh Suimin. “Saya mendengar masalah ini dari pemain. Sepertinya mereka (pemain, Red) tidak senang ketika mendengar kabar yang menyebutkan saya akan dipecat. Hal itu mereka buktikan Sabtu (5/12) pagi lalu, yang mana seluruh pemain menolak berlatih sebelum saya membeberkan apa yang terjadi,” terang Suimin.

“Saya masih yakin bisa meredam ganjang-ganjing yang meresahkan pemain tadi. Semoga saat bertanding nanti, isu pemecatan itu tidak merusak konsentrasi mereka,” harap pelatih berusia 58 tahun itu.

Ya, konsentrasi tingkat tinggi mutlak dibutuhkan tim Ayam Kinantan kalau ingin memetik hasil bagus di kandang sendiri. Tak pelak, kondisi ini membuat tekanan menjadi lebih besar dibanding kondisi normal.

Beruntung, saat tim Ayam Kinantan sedang limbung akibat isu pemecatan tadi, di saat itu pula mental pemain PSSB sedang anjlok.
Pasalnya, kekalahan 0-1 yang diderita dari Semen Padanga beberapa hari lalu, ternyata masih menyisakan sesal berkepanjangan.
Ya, kubu PSSB mengaku jika mereka diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Parahnya lagi, di saat mental pemain belum pulih secara keseluruhan, Rudi Sari, pelatih PSSB yang juga mantan pelatih PSMS hanya bisa pasrah saat tiga pemain asing yang dikontrak PSSB belum bisa dimainkan.

Menurut manajer tim PSSB Mofin, kondisi ini tercipta karena manajemen PSSB dua musim lalu meninggalkan utang senilai Rp1 milyar.
“Regulasi PT Liga Indonesia, bahkan FIFA mengharuskan kami membayar hutang itu. Jika kami tak mampu membayarnya, maka kami tidak bisa menurunkan pemain asing yang kami miliki,” ungkap Mofin.

“Apa pun ceritanya kami harus berusaha tampil sebaik mungkin, guna meraih kemenangan atas tim tuan rumah yang didukung puluhan ribu suporternya,” kata Mofin

Saha 50 : 50

Osas Saha kemungkinan bisa merumput saat PSMS menjamu PSSB Bieruen sore ini di Stadion Teladan Medan.
Seperti penuturan manajemen PSMS bahwa terkait urusan dokumen Saha kini telah diselesaikan. Bahkan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) juga sudah dibayarkan, namun agen Saha yang mengurus masih belum yakin apakah PT Liga Indonesia bakal memberikan izin bagi Saha untuk tampil.
Kalau Saha mampu bersikap pro aktif dengan agennya, maka urusan pendaftaran ke PT Liga Indonesia akan semakin mudah.

“KITAS sudah kami bayarkan atas usaha Ketua Harian Agus Simorangkir. Saat ini tidak ada masalah lagi ke agennya. Hanya saja kami berharap Saha mau berkordinasi dengan agennya agar segera mengurus pengesahannya,” ungkap Benny Tomasoa asisten manajer kemarin.

Benny juga menyatakan telah menghubungi PT LI untuk berkordinasi mengenai pengesahan Saha. Pada dasarnya PT LI mengatakan tidak ada masalah kalau urusan dokumen Saha sudah dikerjakan. “Semoga agen Saha bisa bekerja cepat sehingga Saha bisa turun saat menjamu PSSB nanti,” tambah pria berdarah Ambon itu.

Apalgi tekanan publik yang menginginkan Saha segera tampil, tampaknya sudah cukup kuat. Di samping itu, pihak manajemen juga tidak ingin disalahkan atas lambatnya proses pengesahan Saha.

Sejauh ini Saha sendiri sudah tidak betah berlama-lama duduk di kursi penonton dan hanya menyaksikan rekannya bertanding.
“Saya sudah tidak sabar untuk bisa membantu rekan-rekan bertanding. Saya tidak enak harus duduk saja di sementara kawan-kawan berjuang,” kata Saha

Monday, December 7, 2009

Suporter: Mengapa cari 'bapak angkat' PSMS sekarang?

PSMS Medan mengaku sedang mencari 'bapak angkat' untuk mendanai keperluan tim asal Medan ini dalam kompetisi Liga Indonesia 2009-2010.

Menanggapi kondisi itu, ketua PSMS Fans Club, Tonny Nainggolan, sangat menyayangkan kepengurusan baru PSMS masih mencari penjamin dana. Dia menilai bahwa kondisi itu akan sangat mengganggu tim dan menjadi pertanyaan besar bagi semua kalangan terkait PSMS.

"Kenapa baru sekarang pengurus PSMS cari dana? Seharusnya sebelum mulai kompetisi sudah terjamin, tidak seperti sekarang baru mencari. Kondisi ini akan sangat mengganggu performa tim," kata Tonny kepada Waspada Online, malam ini.

Tonny mengatakan, pihaknya melihat tidak ada keseriusan pengurus dalam menangani PSMS karena sampai saat ini masih mencari 'bapak angkat' padahal sebenarnya sosok itu sudah ada sejak musim lalu. "Dulu PSMS diasuh oleh Sihar Sitorus yang mendanai tim ini secara penuh. Mengapa sekarang justru mencari sosok baru?" tanya Tonny.

Sementara itu, mantan presiden Kampak FC, Herna Pardede, mengungkapkan bahwa sebenarnya saat ini sudah ada 'bapak angkat' yang bersedia menyediakan dana secara penuh kepada PSMS. "Tapi dengan persyaratan semua pengurus yang sekarang harus mundur karena akan diisi oleh orang-orang yang profesional dan lebih kompeten," tegas Herna.

"Apakah mereka (pengurus, red) siap dan mau meletakkan jabatan mereka di kepengurusan kalau ada pendana secara penuh? Saya ragu karena memang para pengurus yang sekarang tujuannya berbeda dengan pihak pendana," tegasnya lagi kepada Waspada Online.

Sebelumnya, manajer tim PSMS, Hendra DS mengatakan bahwa banyak orang yang mengatakan cinta PSMS dan tidak inginkan klub ini bubar. "Kalau memang cinta PSMS, tunjukkan kecintaan tersebut dengan bersedia menjadi 'bapak angkat' PSMS," katanya.

Hendra juga menyatakan bahwa Hendra pembiayaan klub PSMS dahulunya dibiayai oleh APBD, namun sekarang tidak lagi. Sementara, klub sekarang dituntut profesional. Artinya, seluruh pemain itu harus dikontrak, serta harus ada gaji per bulannya.

Pernyataan Hendra DS itu berbeda dengan pernyataan Herna Pardede yang menyatakan dulunya PSMS dibiayai oleh Sihar Sitorus

Seharusnya pengurus PSMS merangkul pendukungnya

Seharusnya pengurus PSMS Medan yang baru berupaya untuk merangkul para pendukungnya dan tokoh-tokoh lain. Sayangnya, langkah itu tidak dilakukan sehingga saat ini PSMS kewalahan mencari dana untuk berlaga di musim kompetisi 2009-2010.

Hal itu disampaikan Tonny Nainggolan, ketua PSMS Fans Club kepada Waspada Online malam ini. "Seharusnya kami dirangkul dari awal untuk sama-sama membahas permasalahan PSMS. Lihat saja sekarang, masalah dana belum terpecahkan," tegasnya.

"Kami PSMS Medan Fans Club yang memiliki korwil di 26 provinsi di Indonesia siap 100% membantu PSMS Medan sampe kapanpun. "Seperti motto kami 'Sampe Mati Untukmu Kinantan' maka kami siap melakukan apapun demi PSMS," kata Tonny.

Namun. lanjutnya, sampai sekarang belum ada undangan atau respon dari pengurus kepada kami untuk membahas hal ini, dan kami sebelumnya dari awal sudah memiliki rencana dan kegiatan untuk membantu PSMS Medan. "Tinggal pelaksanaan dan tentunya kerjasama dengan pengurus PSMS Fans Club, masyarakat medan dan pencinta Kinantan," katany

Lawan Terluka

Skuad PSSB Bireuen telah mendarat di Medan untuk menghadapi PSMS, di Stadion Teladan Medan, Senin (7/12).
Tim asuhan Rudi Saari yang notabene mantan asisten pelatih PSMS musim lalu itu berharap bisa mencuri poin dari tuan rumah.
Begitupun Rudi sadar bahwa untuk meraih angka di Stadion Teladan Medan bukan perkara gampang untuk diwujudkan.

Hal ini telah terbukti ketika tim berjuluk Ayam Kinantan selalu memetik poin sempurna bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Parahnya lagi, menatap laga ini, Laskar Batee Kureng-julukan PSSB Biruen tengah berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan setelah dikandaskan Semen Padang beberapa waktu lalu

“Bisa jadi mental pemain sedang turun karena kekalahan itu. Tapi secara teknis, kami tak memiliki masalah. Kami siap untuk mencuri poin dari PSMS, karena itu (mencuri poin, Rd) telah kami canangkan jauh-jauh hari,” bilang Rudi Saari, kemarin (5/12).
Optimisme yang diusung Rudi ini terkait dengan kekecewaan yang dialaminya saat bertandang ke Padang.

Ya, selain mengalami kekalahan, PSSB pun harus kehilangan seorang pemain akibat dikartu merah wasit.
Dijelaskannya, pada pertandingan itu sempat terjadi kontak fisik antara seorang pemain PSSB dengan striker Semen Padang Marcio Sauza. Anehnya Marcio langsung marah dan memukul pemain Bireuen hingga bibirnya berdarah. Sialnya, wasit malah memberi kartu kepada pemain Bireuen bukannya kepada Marcio.

“Saat melawan Semen Padang anak-anak main bagus tapi kalah 0-1. Sepak bola Indonesia memang masih belum berubah. Pemain kami yang dipukul, pemain kami pula yang diberi kartu. Sedangkan pemain lawan yang melakukan aksi memukul tadi justru dibiarkan. Kondisi ini membuat konsentrasi pemain kami terganggu. Dan ini merugikan kami,” bilang Rudi.

Selain kondisi mental yang masih terganggu, saat menghadapai PSMS nanti Rudi tak dapat menurunkan tiga pemain asingnya. Ketiga pemain asing in adalah Alex Robinson, Salomon Kobe, dan Felix.

“Hingga hari ini (kemarin, Red) segala urusan administrasi tentang ketiga pemain ini masih belum beres. Tapi jika besok (hari ini, red) urusan administrasi mereka beres, maka kami akan menurunkan mereka,” ungkap mantan pemain Harimau Tapanuli ini.
Artinya, meski belum mengatungi izin untuk merumput di PSSB, namun ketiga pemain asing ini tetap diboyong ke Medan bersama 24 pemain lainnya.

“Itulah modal kami untuk mencuri poin dari PSMS di Stadion Teladan nanti. Meski sulit untuk mewujudkannya, namun kami tetap akan berusaha,” bilang Rudi.

Lantas, bagaiman persiapan tuan rumah menatap laga ini? Setelah sukses memetik tiga angka atas PSAP pada laga perdana yang berlangsung Kamis (4/12) lalu, ditengarai jika kemenangan itu akan menaikkan moral seluruh pemain untuk memetik poin sempurna.
Kendati demikian, Suimin Diharja, pelatih PSMS tetap mengingatkan anak asuhnya untuk lebih sabar saat melakukan tekanan ke jantung pertahanan lawan.

“Kita tinggal memoles ball position pemain saja. Saat melawan Sigli anak-anak main terburu-buru, sehingga serangan selalu gagal. Semoga saat melawan Bireuen nanti hal itu tak terjadi lagi,” kata Suimin.

Sayangnya, menatap laga besok, striker asing PSMS Osas Saha kemungkinan besar masih belum bisa diturunkan. Padahal kehadiran ujung tombak yang musim lalu membela PSDS itu sangat dibutuhkan, mengingat kinerja lini depan PSMS yang sejauh ini belum tampil maksimal.

Yakin PSMS Bangkit

Punya nama besar dan segudang prestasi di masa lampau adalah modal kuat yang dipunya PSMS. Tim yang berdiri tahun 1950 ini sebenarnya punya potensi besar untuk kembali menunjukkan tajinya di kancah sepak bola nasional.

Hanya saja gonjang-ganjing di kepengurusan yang menyebabkan tidak harmonisnya kondisi tim menyebabkan prestasi sulit diraih. Herna Pardede, mantan ketua Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan (KAMPAK ) FC secara mendadak, kemarin (4/12) malam menghubungi wartawan koran ini dan menyatakan akan kembali mendukung PSMS. Walaupun pada dasarnya Herna kini telah berbaju Pro Duta FC milik Sihar Sitorus yang juga berlaga di Divisi Utama wilayah II.

Herna yang kini tinggal di Australia ternyata saban hari memantau perkembangan PSMS. Dengan galau dia seolah ingin curhat betapa miris perasaannya melihat kondisi PSMS saat ini. Ada beberapa hal yang diusulkannya agar PSMS kembali bangkit. Mulai dari suporter hingga susunan pengurus.

Utamanya adalah nilai-nilai profesionalisme dalam mengurui sebuah tim tanpa ada niatan apa-apa, kecuali membesarkan kembali nama PSMS.
Menurutnya, sponsor bisa saja kembali datang, jika manajemen yang diterapkan sudah benar-benar profesional.

“Terkadang saya bertanya, apalagi yang harus kami (suporter, Red) perbuat untuk PSMS? Manajemen PSMS sendiri seperti tidak mau maju. Terlalu banyak bicara, tapi minus aksi. Semua pendukung ingin konsep yang jelas dari pengurus PSMS, bagaimana dan siapa saja yang didekati menjadi sponsor, mungkin masyarakat bisa membantu untuk menyakinkan. Percayalah, sponsor akan senang membantu apabila sebuah tim memiliki konsep yang jelas, visi misi serta badan hukumnya pun harus jelas,” kata Herna.

“Kalau sebuah organisasi punya nama baik, kuat di mata hukum, sponsor akan berlomba untuk membantu. Apalagi jika tim itu memiliki sejarah yang cukup panjang, seperti halnya PSMS Medan,” bilang Herna.

“Banyak keuntungan yang bisa dapatkan sponsorship dari nama besar PSMS. Tapi, tentunya dibutuhkan orang-orang yang professional,” lanjutnya.
Selanjutnya Herna mengatakan jika pengurus PSMS tak sungkan untuk mengajakanya berdiskusi, maka dengan senang hati dia akan memenuhinya. “Saya selalu siap demi kemajuan PSMS ke depan,” pungkasnya

Asa Saha

Tampaknya ada kemungkinan jika Osas Saha bisa segera merumput saat PSMS berlaga di pertandingan home selanjutnya.
Pasalnya, Jumat (4/12) kemarin didapat kabar kalau pihak manajemen bersama Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir, berencana bertolak ke Jakarta untuk mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) milik Saha yang hingga kini masih terkendala pengurusannya karena ketiadaan dana.
Kabar itu didapat usai sejumlah pengurus dan manajemen menggelar rapat di kompleks asrama PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan.

Hendra DS selaku manajer tim mengatakan jika pihaknya terus berupaya mengurus berbagai dokumen milik pemain, tak terkecuali kepunyaan Saha.

Apalagi saat ini tim Ayam Kinantan menaruh harapan besar agar Saha bisa bahu-membahu dengan punggawa PSMS lainnya guna mengatasi tumpulnya lini depan tim besutan Suimin Diharja itu.

“Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya Saha sudah bisa dimainkan. Asisten manajer dan Ketua Harian sedang berusaha mengurus segala keperluan yang berkaitan dengan masalah tersebut. Malam ini (kemarin malam-red) mereka bertolak ke Jakarta,” terang Hendra DS.
Dikonfirmasi ke Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, didapat kabar serupa. Saat dihubungi kemarin malam, Benny bersama Agus Simorangkir tengah berada di bandara untuk bertolak ke Jakarta. Meski mencoba mengurus dokumen milik Saha, bukan berarti kondisi keuangan sudah mulai pulih.

Dijelaskan Agus, pihaknya memang berupaya melakukan negosiasi untuk meyakinkan PT Liga Indonesia jika PSMS berniat mengurus dokumen Saha dan mendaftarkannya sebagai pemain PSMS.

“Ini upaya kita untuk mencoba mengurus dokumen Saha. Kami berencana bertemu PT LI untuk membicarakan bagaimana caranya agar Saha bisa segera main. Mudah-mudahan hasilnya tidak mengecewakan,” harap Agus.

Absennya Saha di tiga partai PSMS dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama jelas mengurangi kekuatan tim. Bahkan tanpa sungkan Suimin Diharja, arsitek PSMS dengan jujur mengakui jika PSMS membutuhkan kontribusi pemain berambut “jigrak” itu.

“Kalau bisa seluruh pemain sudah bisa main pada pertandingan selanjutnya. Ini penting, karena tekad kita adalah terus mendulang poin sempurna,” kata pelatih berusia 58 tahun itu

Suimin Siapkan Simulasi

MENATAP laga home kedua Senin (7/12) nanti melawan PSB Biruen, Suimin mulai disibukkan dengan segudang pekerjaan. Banyak PR yang harus segera diselesaikannya. Beruntung kekompakan di antara pemain hingga kini masih terasa solid.

Untuk menghadapi Biruen, Suimin menyatakan hanya akan memoles ball position anak buahnya. Berkaca dari laga kontra PSAP lalu, seluruh pemain masih belum bisa bermain lepas.

Saat itu skuad terlihat terburu-buru untuk melakukan penyelesaian akhir dan berharap segera mendapatkan gol. Padahal lawan bertahan dengan barisan pemain yang rapat.

Jika hal itu sampai terjadi lagi di partai kandang kedua, dikhawatirkan pemain akan frustasi ketika tidak berhasil menembus gawang lawan.
“Kemarin anak-anak tidak tampil lepas. Terlihat jika mereka ter bebani. Saat melawan Biruen mereka harus lebih sabar agar mampu menciptakan peluang,” terang Suimin.

Proses latihan untuk mensimulasikan strategi yang akan diterapkan melawan Biruen, akan dimulai sore ini di Stadion Kebun Bunga. Sebelumnya skuad diliburkan dari latihan sore hari dan hanya menggelar relaksasi pada pagi hari dengan menggelar spa dan renang.

Kondisi fisik skuad juga sudah mulai pulih. Semangat untuk kembali merumput juga tampaknya sudah kembali membara, mengingat skuad dijanjikan bonus saat menang melawan PSAP kemarin. Bonus itu datang langsung dari PJ Walikota Medan Rahudman Harahap. Namun jumlahnya belum diketahui. “Saat main lawan PSAP kemarin, Pak Rahudman datang ke ruang ganti pemain dan menjanjikan bonus kalau menang. Tapi jumlahnya tidak tahu berapa,” kata Suimin.

“Pemberian bonus ini saya harapkan merangsang pemain agar bisa meraih hasil maksimal di laga kandang maupun tandang,” tambah Suimin.

Friday, December 4, 2009

Ayam Kinantan undang pendukung

Pengurus PSMS Medan diwakili Julius Raja SE mengundang pendukung The Killer di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat sore ini pukul 17.00 WIB.

Menurut Raja yang juga selaku panpel membidangi teknik lapangan usai kemenangan 2-1 atas PSAP Sigli di Stadion Teladan Medan kemarin, pertemuan ini dalam rangka menjelaskan kepada pendukung tim Ayam Kinantan bahwa akibat perbuatan tercela di kandang PSMS bisa mendapat hukuman partai usiran dari PSSI.

“Kalau PSSI sudah menjatuhkan hukumannya akibat perbuatan pendukung dan penonton kita sendiri, jelas akan merugikan PSMS karena harus bertanding di tempat orang lain,” jelas Raja.

“Jadi sebelum hukuman itu jatuh, saya mengimbau kepada pendukung maupun penonton tidak membuat kesalahan seperti melempari kubu lawan di dalam maupun luar lapangan. Makanya saya perlu mengundang mereka untuk menjelaskannya," lanjutnya.

Menanggapi tudingan dari pendukung PSMS SMeCK bahwa dirinya bertangungjawab atas tiket pendukung PSMS, Raja menegaskan tudingan itu salah alamat karena dia sama sekali tidak mengurusi tiket.

Begitu juga juga tudingan mereka terhadap pengurus yang tidak becus dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi juga dibantah Raja. Dikatakan, suara-suara sumbang seperti itu tidak perlu dilakukan tapi cukup sampaikan ke sekretariat PSMS di mana pengurus akan meladeninya.

"Marilah kita bersama-sama saling bahu membahu membangun PSMS, agar upaya membawa tim kesayangan kita berkompetisi tahun depan di Liga Super Indonesia bisa terwujud," katanya lagi

Gol untuk Suporter

JECKY Pasarela menunjukkan kelasnya sebagai striker lokal tersubur PSMS musim ini. Meski baru mengemas satu gol di ajang resmi, namun Jecky berhasil mencetak gol-gol penting bagi PSMS di ajang uji coba. Sayangnya, gol-gol yang terlahir dari kakinya itu dikemas di kandang sendiri.
Wajar jika akhirnya Sumin menyebut Jecky sebagai striker jago kandang. Namun tidak masalah, karena Jecky bertekad untuk terus mengasah ketajamannya. Satu gol saat melawan PSAP kemarin cukup untuk membuktikan ketajamannya.

“Jecky selalu main bagus kalau di kandang sendiri. Tapi kalau away kemampuannya itu seolah turun hingga 40 persen. Saya harap dia terus mengasah kemampuannya agar lebih tajam,” komentar Suimin terkait kemampuan akan buahnya itu.

Sebelum bertanding, Jecky memang sudah bertekad ingin mengemas gol yang akan dipersembahkan kepada seluruh fans PSMS. “Tugas saya adalah mencetak gol. Saya berharap bisa menambah jumlah gol saya di pertandingan lainnya. Gol perdana ini saya persembahkan kepada fans PSMS dan orang tua saya,” ungkap Jecky.

Pada laga kemarin, Slamet Riyadi juga menyumbangkan gol. Gol terasa istimewa karena merupakan pemecah kebuntuan atas usaha tim yang terus melakukan serangan ke lini pertahanan lawan. “Bahagia rasanya bisa memberi kemenangan bagi pendukung,” bilang Slamet

Masih Tumpul

SMS berhasil meraih tiga angka saat melakoni laga kandang perdana melawan PSAP Sigli di Stadion Teladan Medan, Kamis (3/12).
Meski menang, namun beberapa kekurangan masih terlihat, utamanya terkait ketajaman lini depan tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Melawan PSAP, Suimin Diharja bahkan harus memasang pemain belakang Nyeck Nyobe sebagai tukang gedor. Namun hasilnya tak maksimal.
Praktis dalam tiga laga terakhir, hanya Jecky Pasarela yang diplot sebagai target man. Namun apalah daya kalau harus berjuang seorang diri di kotak penalti lawan yang dikawal empat sampai lima pemain belakang.

Nah, untuk itu besar harapan Suimin agar Osas Saha legiun impor milik PSMS dapat turun di partai selanjutnya. “Lini depan masih tumpul. Saya sangat berharap Saha bisa segera dimainkan,” terang Suimin usai laga kemarin.

Pada laga kemarin, PSMS memang terlihat menguasai pertandingan. Namun di awal-awal babak pertama, demam panggung masih dirasakan sejumlah pemain. Buntutnya PSAP lebih banyak meneror lini belakang PSMS yang dikawal Slamet Riyadi.

Kondisi itu bahkan berlangsung hingga menjelang turun minum. Serangan PSMS baru mulai terpola ketika umpan-umpan terukur Affan Lubis dan Edu Juanda mengarah ke kota penalti lawan. Namun kerap tenang karena kurang tenang saat akan menyelesaikannya.
Kebuntuan berhasil terpecahkan tepat di masa injuri time. Gol pertama PSMS tercipta bukan dari kaki striker, melainkan kepala seorang Slamet Riyadi, stoper PSMS merangkap kapten tim. Gol itu tercipta berkat kerjasama apik dengan Nyeck yang memberikan umpan tarik kepada Slamet. 1-0 untuk PSMS.

Namun gol itu tidak diterima skuad PSAP yang menilai Slamet sudah berada dalam posisi offside. Padahal hakim garis tidak mengangkat bendera tanda offside.

Kendati demikian anak-anak PSAP tetap pada pendiriannya yang menggangap Slamet telah terperangkap offside.
Imbasnya, seluruh pemain PSAP mendatangi hakim garis, hingga terjadilah aksi saling dorong, bahkan terkesan anarkis kepada hakim garis.
Kericuhan semakin tak terelakkan ketika official PSAP turut melakukan protes. Belasan polisi yang siaga di dalam stadion akhirnya berhasil melerai. Namun lemparan air mineral dari arah tribun terlanjur diarahkan ke bench PSAP.

Menariknya, ada oknum official PSAP yang membalas lemparan penonton. Sontak penonton tambah marah dan kembali melempari bench dengan lebih banyak air mineral dalam botol.

Kejadian itu sempat menghentikan jalannya pertandingan. Begitupun kedua pihak akhirnya memutuskan tetap melanjutkan pertandingan.
Di babak kedua, permainan PSMS jauh lebih apik dari babak pertama. Beberapa peluang berhasil tercipta. Belum lagi skuad didukung oleh teriakan rap-rap dari suporter.

Saking semangatnya, sebuah kelapaan yang dilakukan Edu Juanda mengakibatkan bola masuk ke dalam gawangnya sendiri. Hal itu terjadi pada menit ke-56, saat mantan pemain Persebaya ini berusaha menghalau bola hasil sepak pojok PSAP.

Namun hal itu tidak berlangsung lama. PSMS kembali unggul di menit 64 ketika Jecky Pasarela berhasil menggetarkan jala lawan, lewat satu kemelut di mulut gawang PSAP hasil tendangan bebas Edu Juanda. Skor 2-1 untuk PSMS, hingga pertandingan usai.
“Saya tidak kecewa dengan penampilan anak-anak. Mereka main bagus namun tidak ada kesempatan untuk mencuri gol. Kami protes atas gol pertama PSMS, tapi kami terima hasil ini,” beber Kustiono, pelatih PSAP

Thursday, December 3, 2009

Kalah Gawat, Menang Tanpa Bonus

MUDAH-MUDAHAN skuad PSMS tetap tampil fokus dan bertekad meraih angka penuh saat menjamu PSAP Sigli sore ini di Stadion Teladan. Pasalnya ada kabar kurang sedap yang beredar dari pinggir lapangan.

Ya, kabar tidak sedap itu terkait tidak adanya anggaran bonus kemenangan bagi para pemain. Kondisi ini bisa menurunkan semangat bertanding punggawa Ayam Kinantan.

Artinya, bonus ketika berhasil meraih hasil imbang atas Persih Tembilahan, kali ini takkan terjadi lagi.
Hal itu dikatakan Hendra DS, manajer PSMS. Dikatakannya, untuk sementara ini manajemen belum bisa memberikan bonus kepada pemain. Alasannya, apalagi kalau bukan karena keterbatasan dana.

“Untuk sementara ini kita belum bisa berikan bonus walaupun menang di kandang. Tapi kalau kemarin saat away kita bisa menang, ada bonus yang disiapkan,” beber Hendra.

Kondisi mirip pepatah lawas yang berbunyi ibarat makan buah simalakama pun tampaknya pantas diberikan kepada tim Ayam Kinantan. Tidak lucu juga kalau hanya karena tidak ada bonus, lantas skuad main setengah hati. Kalau sampai kalah, ribuan fans PSMS pasti kecewa berat.
Sungguh mengenaskan nasib tim kebanggan warga Kota Medan ini. Apalagi jika dibandingkan dengan kondisi sekitar dua atau tiga tahun lalu.
Nah, syukurnya skuad telah menyatakan siap untuk tampil habis-habisan walaupun tanpa iming-iming bonus jika meraih kemenangan. Lewat kapten tim Slamet Riyadi didapat komitmen para pemain agar menunjukkan profesionalismenya. Ya walaupun tidak bisa dipungkiri, jika rasa kecewa tetap menyembul ke permukaan.

“Sekelas klub divisi tiga saja ada bonus dan uang hariannya kalau tampil away. Ya walaupun tidak banyak, tapi tetap ada,” kata Slamet.
“Begitupun, kami tetap akan berupaya mengamankan tiga angka di kandang sendiri. Karena para pemain ingin memberikan yang terbaik bagi tim ini,” sambung Slamet.

Slamet juga berharap ada komunikasi antara pemain dengan manajemen ataupun pengurus untuk menyelesaikan masalah di tubuh tim itu. Termasuk urusan bonus ini.

“Ya lebih baik jujur sajalah kepada pemain. Kalau ada bilang ada, kalau tidak ada, ya bilang tidak ada. Karena kalau begini, kami hanya bisa menduga-duga. Intinya komunikasi harus lebih sering dilakukan sebagai wujud perhatian manajemen,” pungkas Slamet

Pembuktian Edu Juanda

DUA laga sudah dilakoni Edu Juanda, salah satu gelandang senior yang dipunya PSMS musim ini. Masih segar dalam ingatan, bahwa di awal-awal kedatangannya ke PSMS , banyak pihak yang meragukan kemampuannya karena sempat mengalami cedera.

Benar, Edu pernah cedera. Itu didapatnya ketika memperkuat Persebaya saat menghadapi Persik. Ketika itu lutut kirinya mengalami cedera parah. Bahkan saat itu Edu mengaku sampai merinding dan menangis melihat kondisi lututnya.

“Ketika saya lihat posisi tulangnya sudah terbalik. Sakitnya bukan main, terlebih saat dokter tim memeriksanya. Kalau ingat masa itu, saya masih merinding,” kata Edu.

Pasca mengalami cedera parah itu, Edu terpaksa absen dari hingar bingar sepak bola nasional. Lebih dari satu tahun dia menjalani pengobatan. “Pasca cedera itu saya istirahat total sambil berobat. Sejauh ini pengobatan dilakukan secara tradisional. Ada tukang urut dari Sidempuan yang selama ini merawat saya,” terang Edu lagi.

Berkat perawatan yang intensif, kini cedera itu benar-benar pulih. Itu terbukti sepanjang dirinya mengikuti seleksi di PSMS hingga menjalani dua laga away yang telah dilakoni.

Di dua pertandingan itu permainan Edu cukup menjanjikan seolah tak pernah mengalami cedera parah pada lutunya. Bahkan Edu berani berduel dengan lawannya untuk merebut bola. Sebuah jiwa rap-rap yang masih dimilikinya sampai sekarang.
“Saya hanya ingin membuktikan kalau saya masih bisa main dan memberikan yang terbaik untuk tim. Alhamdulillah, sejauh ini cedera saya tidak ada masalah. Dan saya terus berdoa agar tidak kambuh lagi,” harap Edu

Tiga Angka

Walau didera bermacam-macam masalah, tekad untuk meraih tiga angka saat meladeni PSAP Sigli di Stadion Teladan Medan, sore ini (3/12) dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama, adalah harga mati bagi tim Ayam Kinantan.

Kalau sampai, maka hasrat untuk kembali ke pentas Indonesian Super League (ISL) musim depan bisa jadi hanya mimpi.
Syukurnya, dua laga away telah terlakoni dengan hasil cukup baik. Dua angka dikantongi atas hasil imbang melawan Persires Rengat dan Persih Tembilahan.

Sore ini, merupakan momen penting bagi skuad PSMS karena inilah kali pertama bagi Affan Lubis dkk bertanding di hadapan pendukungnya sendiri.

Apalagi, berkelana selama satu musim dari satu stadion ke stadion lainnya, tak pelak melahirkan kerinduan di hati fans tim Ayam Kinantan ini.
Nah, ketika kesempatan tampil di kandang kembali terbuka, target meraih tiga angka kembali diapungkan, walaupun saat ini PSMS hanya memiliki materi pemain yang pas-pasan.

“Kita akan menurunkan pemain yang paling siap tampil. Untuk pemain asing, kemungkinan hanya Nyeck Nyobe karena Osas Saha belum bisa diturunkan,” beber Suimin.

Bakal absennya Saha memang menjadikan problem terhadap ketajaman lini depan PSMS. Hingga kini, PSMS sama sekali belum mencipta satu gol pun. Dua laga terakhir berakhir tanpa gol. Tapi hal itu sudah diakali oleh Suimin.

Beruntung PSMS masih punya Nyeck Nyobe, palang pintu tangguh yang musim lalu membela Persib Bandung. Pemain yang sejatinya berposisi sebagai bek ini, hari ini akan dipasang sebagai ujung tombak menggantikan peran Osas Saha.
Dalam simulasi yang telah diterapkan selama ini, Nyeck terlihat tidak bermasalah dengan posisi barunya itu.
“Saya sudah bicara kepada Nyeck. Dia bilang siap tampil di posisi manapun, asal jangan jadi kiper,” kelakar pelatih berusia 58 tahun itu.
Pertarungan sore ini diyakini bakal berlangsung seru karena PSMS bakal tampil lebih terbuka. Untuk memuluskan niat itu, Suimin akan memasang formasi 3-4-3.

Di depan, Suimin memasang Jecky Pasarela, Nyeck dan kemungkinan Syaiful Ramadhan atau Hardi Citra.
Lini depan akan ditopang para gelandang seperti Edu Juanda, Affan Lubis hingga Faisal Azmi. Di bawah, ada Slamet Riyadi, Maulana dan Deni Wahyudi yang siap menghalau serangan lawan.

Menariknya, kubu PSAP lewat pelatihnya Kustiono mengaku akan meladeni permainan PSMS dengan tampil terbuka juga. Tidak peduli main di kandang lawan, Kustiono menginstruksikan kepada anak asuhnya agar tampil ngotot dan menyerang.

“Kami sadar main di Stadion Teladan tidak akan mudah. Namun keinginan untuk menang tetap terpelihara. Anak-anak harus berani menyerang, karena kami tidak suka memainkan negatif football,” beber Kustiono saat mencoba lapangan Stadion Teladan, sore kemarin.
Keyakinan Kustiono memang beralasan. Penyebabnya, pertama, mereka baru saja meraih hasil bagus saat menumbangkan PSDS dengan skor 4-2.
Kedua, mereka bakal diperkuat seluruh pemain pilar, termasuk tiga pemain asingnya. “Kita sudah punya resep untuk meredam permainan cepat dan keras yang biasanya diterapkan PSMS. Mental bermain anak-anak juga sedang bagus-bagusnya,” pungkas Kustiono.