Thursday, November 12, 2009

Persires lawan perdana PSMS di Kompetisi Divisi Utama


PSMS Medan akan mengawali laga perdananya di kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 dengan bertandang melawan Persires Rengat, 25 November mendatang, saat bersamaan PSDS Deli Serdang start di Bireuen melawan PSSB.

Pengurus Bidang Teknik PSMS, Julius Raja SE, Selasa mengatakan, laga kedua tim asuhan Manajer Drs Hendra DS, Drs Benny Tomasoa dan Zulkifli Husen setelah Persires adalah menghadapi Persih di Tembilahan pada 29 November.

Pada tanggal yang sama, PSDS bertandang ke Sigli menghadapi PSAP. Setelah menghadapi dua laga away, PSMS baru menjamu PSAP Sigli di Stadion Teladan Medan pada 3 Desember dan PSSB Bireuun (7 Desember).

Setelah melawan PSSB, The Killer bertandang ke kandang Persipasi Bekasi (11 Desember) sebelum kembali ke Teladan untuk menjamu Persiraja Banda Aceh (27 Desember) dan PSDS dalam duel derbi (31 Desember). PSMS lalu dijamu Persita Tangerang (4 Januari 2010) dan empat hari kemudian menantang Persikabo Bogor sekaligus mengakhiri laganya di putaran pertama.

Secara terpisah, pelatih PSMS Suimin Dihardja menyatakan, anak-anak asuhannya siap berlaga melawan PSAP dalam laga ujicoba di Stadion Kebun Bunga, Rabu sore ini pukul 16.15 WIB.

Diakui Suimin pada latihan kemarin, salah seorang pemain asingnya yakni Ikpefua Osas Marvellous Saha masih berduka setelah putranya meninggal dunia di Solo dan kemungkinan baru Kamis besok kembali ke Medan.

Menanggapi jadwal yang telah ditetapkan PSSI, Suimin menegaskan tidak ada masalah karena PSMS siap bertempur di mana saja dan kapan saja. Sama halnya dengan manajer tim Drs Hendra DS yang tidak mempermasalahkan jadwal PSMS.

"Yang penting, kami minta doa restu dari masyarakat Medan khususnya pecinta PSMS agar perjuangan Selamet Riyadi cs memapak kembali ke Liga Super terwujud," kata Hendra singkat

PSAP dapat kehormatan Ayam Kinantan


Bila dibandingkan Persiraja Banda Aceh, skuad PSAP Sigli merasa mendapat kehormatan dari PSMS Medan. Sebab, mereka diberi kesempatan bertanding dalam laga persahabatan di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu sore.

Padahal, tim Ayam Kinantan padat jadwal dan eksibisi bahkan dilakukan tiga pekan menjelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama musim 2009/2010.

”Persiraja tidak seberuntung PSAP yang berkesempatan melakukan pertandingan ujicoba dengan PSMS. Kami tidak tahu apa istimewanya PSAP bagi PSMS yang bersedia menerima tantangan tersebut. Setahu kami, PSMS menolak tanding dengan Persiraja,” kata Irham Tarigan, pendukung PSMS, Selasa.

Pendukung tim Ayam Kinantna juga sudah lama menantikan pertandingan nanti. Menurut Irham, sudah sepatutnya PSMS tidak menerima tantangan Persiraja karena tim Laskar Rencong itu sudah diketahui pola permainannya.

Wakil Panpel Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 Kab Pidie, Nyong Ramli, mengungkapkan bahwa sebagian anggota manajemen tim telah tiba di Medan, Senin, selanjutnya melakukan persiapan. "Selasa, seluruh pemain PSAP dan ofisial tim telah tiba di Medan dan sore harinya melakukan latihan di lapangan Medan Percut,” kata Ramli.

Pelatih PSAP Kustiono mengatakan, kondisi kesehatan pemain setelah tiba di Medan tetap fit dan siap tanding melawan PSMS. Dalam pertandingan itu, Hendra dan kawan-kawan diharapkan bermain maksimal kendati merupakan partai ujicoba.

Tuesday, November 10, 2009

Mencoba Profesional Meski Buah Hati Telah Tiada

Sampai saat ini, Saha memang belum kembali dari urusan semula. Sempat beredar kabar bahwa manajemen kesal dengan sikapnya. Terutama, PSMS bakal menjalani jadwal padat uji coba. Di sela-sela rasa kesal itu, Osas tiba-tiba mengirim pesan ke manajemen, yang menyatakan kalau dirinya kemungkinan memperpanjang masa izin hingga Selasa (12/11). Alasan utamanya, istrinya yang orang Solo sedang hamil tua dan segera naik meja operasi untuk melahirkan karena tidak bisa melahirkan secara normal.

Meski maklum, kesal masih menyelimuti suasana hati manajemen. Profesionalitas pun dipertanyakan.
Ketika rasa kesal masih menyelimuti manajemen, eh, dua hari kemudian Saha kembali mengirim pesan.

“Selamat malam boss. Istri saya melahirkan dengan operasi cesar kemarin malam. Tapi ada masalah boss. Belum sampai 24 jam lahir bayi laki-laki saya meninggal boss pagi ini. Dan saya akan tetap memegang janji saya waktu itu bahwa saya akan datang sebelum tanggal 12 boss. Mohon bantuan doa boss. Terimakasih boss. Osas Saha,” isi pesan elektronik yang ditunjukkan Hendra DS, manajer PSMS.

Tak pelak, sisi kemanusiaan manajemen PSMS tentu saja terusik. Izin pun diberikan hingga 12 November sesuai janji Saha. Musibah yang dialami Saha ini memang masih bisa dimaklumi. Walau berstatus pemain profesional, sehingga Saha diberi waktu untuk menenangkan istrinya yang sudah pasti tengah berduka. Begitupun, Saha mencoba menentramkan hati manajemen dengan berusaha kembali berlatih pada 12 November.
“Kami dari manajemen PSMS tentu saja maklum akan musibah yang dialami Saha. Semoga musibah ini tetap membuatnya sabar, tabah dan tidak sampai mengganggu karirnya di sepak bola,” bilang Hendra DS.

Sepanjang keikutsertaanya dengan PSMS, Saha cukup menunjukkan bukti kalau dia pemain yang dibutuhkan tim. Sepanjang seleksi, Saha berhasil mencetak gol. Walaupun setelah diikat kontrak, saha seolah kehilangan taji. Namun kepada manajemen, Saha berjanji akan mencetak gol saat kompetisi sebenarnya bergulir.

Pemain berusia 23 tahun yang musim lalu membela PSDS itu, juga tetap berupaya untuk menjalani latihan yang diberikan pelatih dengan seksama. Meski hampir pasti tidak ada saingan di lini depan, namun di bawah asuhan Suimin Diharja, Saha bisa saja tidak dimainkan, kalau memang dia tak menujukkan kemampuan terbaiknya.

Pasalnya, beberapa pemain muda PSMS di lini depan, seperti Kamil Sembiring, Afandi Lubis, hingga Hardi Citra belakangan ini menujukkan grafik peningkatan performa yang cukup signifikan

4 pemain tereliminasi

Bananda Suandi, Muhammad Yusuf, Febri Irawan Saragih dan Citra Kesuma harus tereliminasi dari skuad PSMS Medan. Sedangkan Edu Juanda dipastikan memperkuat tim yang dimanajeri Drs Hendra DS itu di kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 mendatang.

Pelatih Suimin Dihardja di sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Senin menyebutkan, tereliminasi keempat pemain tersebut dinilai rapornya selama mengikuti pemusatan latihan tidak menunjukkan peningkatan.

Pelatih kampung itu didampingi Hendra DS dan asisten manajer Drs Benny Tomasoa menambahkan direkrutnya Edu Juanda memperkuat lini tengah karena dinilai layak menambal kelemahan The Killer di sektor vital tersebut.

"Edu memiliki ketrampilan mendesain skema permainan sehingga dari lapangan tengah bisa mendampingi M Affan Lubis atau Jacky Pasarela sebagai destroyer," kata Suimin.

Diakuinya, Bananda dan Muhammad Yusuf yang sempat terlanjur didaftarkan ke PT Liga Indonesia terpaksa ditarik kembali dan digantikan Edu Juanda, sedangkan Febri Irawan dan Citra Kesuma selama ini berstatus sebagai pemain magang. Posisi mereka kemudian diisi Usman.

Menanggapi masuknya Edu, dua pemerhati dan penggemar berat PSMS Muhammad Arif SE dan Hakim secara terpisah mengakui tim asuhan pelatih Suimin Dihardja masih memiliki kelemahan yang harus segara dibenahi, seperti pressing lawan.

Dikatakan, perombakan tim dan pembenah belum terlambat karena kompetisi masih dua pekan lagi atau tepatnya 25 November nanti. Selain itu, Hendra DS dan Benny menambahkan pada Rabu besok, PSMS akan menguji kekuatannya melawan PSAP Sigli di Stadion Kebun Bunga Medan

Monday, November 9, 2009

Saha diragukan tampil


Striker PSMS Medan, Osas Saha, diragukan tampil menghadapi laga ujicoba melawan PSAP Sigli di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu (11/11) sore. Legiun asing asal Nigeria itu kehilangan anak pertama yang meninggal usai dilahirkan lewat operasi caesar di Solo, Sabtu kemarin.

Namun begitu, Saha sudah memesan tiket pesawat ke Medan, Selasa (10/11), sehari sebelum pertandingan melawan PSAP. Pemain berkulit hitam yang musim lalu bersama PSDS Deli Serdang memiliki istri warga negara Indonesia menetap di Solo. Saha absen pada pertandingan melawan PS. BTN, Sabtu, saat tim berjulukan Ayam Kinantan menang 8-0.

Pelatih Suimin Dihardja mengakui bahwa dia mengharapkan kehadiran Saha pada pertandingan ujicoba melawan PSAP. Menghadapi tim asal Aceh itu, Suimin tidak berandai-andai dengan membuat eksperimen. Namun bukan berarti eksperimen tidak dibutuhkan. Buktinya, Ayam Kinantan dapat memetik kemenangan besar saat melawan BTN FC walau tidak diperkuat sejumlah pemain inti.

Suimin bereksperimen dengan mempercayakan pemain bertahan asal Kamerun Nyeck Nyobe ditempatkan sebagai striker. "Kita melihat dulu perkembangan Saha. Kalau dia dalam kondisi prima, akan diturunkan melawan PSAP," terang pelatih "Kampung" ini.

Namun tidak tertutup kemungkinan Saha diistirahatkan untuk pertandingan melawan tim dari Liga Utama Malaysia, Penang FC, Sabtu (14/11) nanti. Dua pertandingan ujicoba dalam minggu sangat penting karena keduanya adalah tim tangguh

Suimin Umumkan Nama Pemain

Daftar pemain yang bakal enyah dari skuad PSMS sudah tersimpan rapi di dalam catatan Suimin Diharja sang arsitek. Hari ini, nama pemain yang bakal didepak akan diumumkan.

Sebenarnya Jumat malam, manajemen dan jajaran pelatih sudah menggelar rapat. Namun, mereka masih bungkam mengenai siapa saja yang bakal didepak. Jumlahnya pun masih dirahasiakan dengan alasan menanti keputusan hasil rapat.

“Segala seuatu mengenai degradasi-promosi pemain masih akan kita rapatkan dengan manajemen. Tapi yang jelas secepatnya akan kita umumkan,” bilang Suimin sebelum latihan di Stadion Kebun Bunga, Jumat (6/11).

Sejatinya, nama pemain yang terancam depak sebenarnya sudah terlihat. Namun lagi-lagi hal itu hanya menjadi terkaan tanpa jawaban pasti. Yang ada, pemain mulai berdebar, sama halnya dengan pendukung PSMS yang sehari-hari setia menyaksikan PSMS berlatih. Setiap waktu, para fans selalu bertanya siapa yang bakal didepak. Pertanyaan yang masih menyisakan rasa penasaran yang teramat dalam. Bahkan tak jarang mereka menerka-nerka.

“Pencoretan pemain kalau memang demi kebutuhan tim, saya rasa wajar. Makanya kami juga penasaran siapa yang bakal keluar,” bilang Johan fans PSMS yang tak pernah absen menonton PSMS latihan sejak 2002 lalu.

Di balik sistem promosi-degradasi ini, nada-nada sumbang masih saja terdengar. Beberapa pihak dikabarkan tidak senang dengan keputusan wasit yang mengganggap kepetusan pelatih keliru.

Menanggapi hal itu, Hendra DS, manajer PSMS bilang bahwa pada dasarnya pihaknya tetap mendukung pelatih asalkan, memang menyangkut kebutuhan tim. “Selama itu baik untuk tim kita akan mendukung. Selanjutnya, segala keputusan juga akan disesuaikan dengan kemampuan, baik itu soal dana dan lainnya,” kata Hendra belum lama ini.

Nah, untuk mendegrasikan pemain, sudah barang tentu akan ada pemain yang promosi. Dalam hal ini dua nama mencuat. Mereka adalah Edu Juanda dan Ariel Guiteres. Jumlah itu masih bisa bertambah atau malah berkurang. sistem pencatutan nama keduanya kalau mau berkostum Kinantan adalah menerima kontrak dengan sistem oper kontrak. Maksudnya, pemain yang bakal masuk harus melanjutkan sisa kontrak yang pernah diterima pemain yang lebih dulu menerima kontrak. Namun, penyesuaian masih mungkin dilakukan.

“Jadi, pemain yang mau masuk ini kan kalau diibaratkan kendaraan, mereka kendaraan yang sedikit lebih mahal. Sedangkan yang keluar adalah kendaraan yang murah. Nah, penyesuaian inilah yang akan dibicarakan, baik kepada pemain bersangkutan maupun kepada manajemen,” terang Suimin.

Pemberitahuan awal, Suimin bilang sudah bicara ke pemain soal oper kontrak ini. Dan didapati jawaban secara lisan yang menyebutkan kalau pemain mau menjalani sisa kontrak pemain yang sudah lebih dulu menerima kontrak

Bentuk Gaya Rap-rap

MEDAN-Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja, sudah mulai membentuk kerangka tim untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama nanti. Ada ciri khas permainan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini, yakni, gaya bermain rap-rap (hajar terus-Red)). “Saya berharap, tim ini bisa memainkan pola bermain cepat dengan umpan-umpan pendek saja. Secara tak langsung, gaya bermain seperti itu merupakan ciri utama rap-rap. Tinggal dibumbui sedikit mental dan semangat keras pasti jadi,” kata Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (5/11) kemarin.

Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.

Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.

Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.

Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.

”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.

Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin

Bentuk Gaya Rap-rap

MEDAN-Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja, sudah mulai membentuk kerangka tim untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama nanti. Ada ciri khas permainan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini, yakni, gaya bermain rap-rap (hajar terus-Red)). “Saya berharap, tim ini bisa memainkan pola bermain cepat dengan umpan-umpan pendek saja. Secara tak langsung, gaya bermain seperti itu merupakan ciri utama rap-rap. Tinggal dibumbui sedikit mental dan semangat keras pasti jadi,” kata Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (5/11) kemarin.

Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.

Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.

Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.

Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.

”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.

Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin

Tantang BTN, Tolak Tawaran Persiraja

BERHUBUNG kompetisi semakin dekat, PSMS pun menambah jumlah uji cobanya. Berkaitan dengan agenda itu, satu lagi klub asal NAD, Persiraja Banda Aceh ingin juga mengetes kemampuan Ayam Kinantan. Tapi hal itu masih dipertimbangkan, karena jadwal uji coba PSMS sudah cukup ketat dengan waktu yang berdekatan.

Hari ini, dijadwalkan PSMS akan menjamu skuad Bank Tabungan Negara (BTN) di Stadion Kebun Bunga. Kemudian, 11 November, PSMS dijadwalkan akan melakoni laga kontra peserta Divisi Utama pula yakni PSAP Sigli. Kemudian pada 14 November, PSMS harus meladeni gempuran Penang FC klub Liga Super Malaysia.

Di saat jadwal padat, kemarin datang lagi utusan dari Persiraja yang menyampaikan undangan uji coba. Hal itu lantas ditolak secara halus oleh Suimin Diharja arsitek tim. Menurutnya, jadwal uji coba yang terlalu padat dan waktunya berdekatan bisa membahayakan kondisi pemain.
“Sepertinya kita tidak bisa meladeni semua undangan ujicoba. Karena jadwal sudah padat, dan kompetisi sudah mau bergulir,” kata Suimin kemarin.
Apalagi, Persiraja mengharapkan PSMS untuk bertanding tanggal 9 November mendatang, atau hanya selisih dua hari sesudah uji coba kontra BTN dan dua hari sebelum meladeni PSAP Sigli. Menurut Suimin, egoisme tim untuk menang, cenderung terjadi pada laga uji coba yang mempertemukan lawan satu kompetisi plus melawan klub luar negeri. “Jadwal cukup padat, apalagi tim lawan kita nanti cukup berat, jadi kalau ditambah dengan Persiraja, saya takut pemain cedera, dan saya tak mau ambil resiko,” katanya.

“Kita tidak mau dengar umpatan dan cemoohan oknum-oknum tertentu yang bilang macam-macam kalau seandainya kita setujui harapan Persiraja, apalagi kita juga nggak mengharapkan pengurus gusar kalau nanti ada beberapa pemain yang bakal cedera dan tidak bisa main di Divisi Utama padahal sudah dibayar cukup besar,” pungkas Suimin.

PSMS Jago Uji Coba

PSMS musim ini tampaknya bisa mendapat predikat baru sebagai tim yang jago uji coba. Bagaimana tidak, selama uji coba yang pernah digelar, PSMS tidak pernah kalah. Yang terbaru, Afan Lubis dkk malah membantai Bank Tabungan Negara (BTN) FC, 8-0, di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (7/11).

Hasil ini tentunya membusungkan dada pengurus, pelatih, dan pemain PSMS. Namun, tolak ukur kemampuan PSMS sesungguhnya baru bisa dibuktikan dalam partai uji coba selanjutnya melawan PSAP Sigli atau Penang FC.

Ya, meski dalam uji coba, BTN bukanlah lawan yang setara. Pemain PSMS bisa begitu leluasa bermain dan berekspresi. Maka, jangan heran kalau Nyeck Nyobe yang seharusnya berposisi sebagai bek berhasil mencetak empat gol pada laga itu.

Pada babak pertama, Nyeck mengemas dua gol lewat umpan Faisal Azmi dan satu gol lainnya dikemas berkat cerobohnya lini belakang BTN. Tak lama Jecky Pasarela gantian mendapatkan kesempatan mencetak gol. Di babak pertama, PSMS unggul 3-0.

Usai jeda, PSMS masih buas. Terlihat betul laga itu tak seimbang. Begitupun, Ayam Kinantan masih kerap kehilangan kans menambah gol. Beberapa kesalahan tak perlu kerap diperagakan pemain.

Syukurnya PSMS masih bisa membuat gol. Nyeck Nyobe menambah dua gol lagi di babak kedua. Seakan tak mau kalah dengan Nyobe, Jecky yang sejatinya striker pun menambah pundi golnya.

Tak tanggung-tanggung, tiga gol dilesakkan pemain ini. Skor 8-0 bertahan hingga laga usai. Kemenangan versus BTN itu merupakan rekor kemenangan terbesar plus menambah daftar belum terkalahkannya PSMS di sepanjang uji coba.

Uji coba kemarin juga menghasilkan kartu merah perdana yang tercatat atas nama Maulana bek PSMS. Memang, aroma rap-rap mulai terlihat pada laga itu memasuki babak kedua. Entah emosi atau letih, awalnya BTN yang bermain cukup keras di babak pertama. Afan Lubis dan Ariel sempat merasakan kerasnya laga sehingga sempat menyibukkan dokter tim.

“Uji coba yang dilakoni ke depannya, memfokuskan kepada keserasian antarlini. Mencakup pembentukan karakter tim,” bilang Suimin usai laga.

Sayang, usai laga Suimin belum juga mengumumkan nama pemain yang dicoret. “Sudah ada namanya. Sabarlah, masih kita perbaiki kontraknya. Senin nanti (9/11) pasti kita umumkan,” jelas Suimin.

Pada saat bersamaan, Aritonang mantan manajer PSMS pada 2000-an menyatakan bahwa skuad PSMS tidak boleh besar kepala dahulu dengan kemenangan ini. “Intinya harus terus mengasah kemampuan dan profesionalitas. Menang di uji coba bukan jaminan. Setidaknya kalau mau mengukur kemampuan, melawan PSAP nanti bisa sedikit jadi acuan kekuatan PSMS,” beber manajer yang dua kali mengantarkan PSMS ke delapan besar Divisi Utama, dan dua kali semifinal itu.

Saturday, November 7, 2009

Bentuk Gaya Rap-rap


MEDAN-Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja, sudah mulai membentuk kerangka tim untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama nanti. Ada ciri khas permainan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini, yakni, gaya bermain rap-rap (hajar terus-Red)). “Saya berharap, tim ini bisa memainkan pola bermain cepat dengan umpan-umpan pendek saja. Secara tak langsung, gaya bermain seperti itu merupakan ciri utama rap-rap. Tinggal dibumbui sedikit mental dan semangat keras pasti jadi,” kata Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (5/11) kemarin.

Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.

Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.

Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.

Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.

”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.

Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin.

Suimin Mulai Puas


Beberapa bulan lalu, ketika PSMS menjadi awal-awal pembentukan Suimin Diharja-arsitek tim sempat menyebut kalau dirinya letih. Sebagai pelatih yang bisa dikatakan masuk jajaran lima besar pelatih top tanah air, ternyata bisa juga mengalami tingkat stressing yang cukup parah.

Bahkan saat tim nyaris terbentuk beberapa pekan lalu, Suimin sempat berujar di sisi lapangan Stadion Kebun Bunga bahwa tugas menangani PSMS, merupakan pucak dari rasa letihnya sebagai pelatih. ”Betul, capek kali. Inilah capek yang paling parah sejak saya melatih,” katanya waktu itu.
Itu dulu. Kini, Suimin mulai tersenyum. Meski tidak sering-sering, karena umpatan dan instruksi dengan nada keras kepada pemain masih sering juga dilontarkannya. Artinya, sedikit kemajuan sudah mulai terlihat. “Sekarang sudah mulai tenang. Walau belum 100 persen, setidaknya pemain mulai paham akan latihan yang selama ini diberikan. Hal itu cukup melegakan saya,” kata Suimin. Buktinya mulai nyata. Dalam belasan kali ujicoba yang sudah digelar, PSMS belum kandas sekalipun. Meskipun masih banyak nada-nada bertanya, kenapa melawan tim kecil PSMS belum mampu mencuri gol dengan jumlah besar. Semua itu tentu ada alasannya, yang nantinya bakal terungkap

Wednesday, November 4, 2009

Tekad ke ISL bulat

Tekad PSMS untuk melaju ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu musim degradasinya ke Divisi Utama, kembali digaungkan. Beberapa tindakan guna mencapai tekad itu pelan-pelan dipoles.

Dzulmi Edlin, ketua umum PSMS sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Terutama dari sektor kualitas.

“Setelah melalui perbincangan yang panjang, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” ujar Hendra mewakili Dzulmi.

Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tapi tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Bahkan Ketum berencana untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.

“Jadi, Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak, dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.

Hal ini terkait dengan sistem promosi-degradasi yang dilancarkan Suimin Diharja -arsitek PSMS. Dengan rencana itu, ada beberapa pemain yang duduk di daftar tunggu. Seandainya ada pemain yang dicoret karena dianggap tak bermutu, maka akan segera ada gantinya. Dan pemain yang duduk di daftar tunggu itu rata-rata pemain yang awalnya sempat seleksi pembentukan skuad PSMS tahap pertama di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Nah, itulah yang akan disoroti bersama

Lampu hijau Edu, Ariel


PT Liga Indonesia (LI) memberi lampu hijau kepada dua calon pemain PSMS, Edu Juanda dan Ariel Gutieres, masuk skuad tim asuhan pelatih Suimin Dihardja tampil di Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 yang dijadwalkan 25 November mendatang.

Menurut keterangan yang diperoleh Waspada, Selasa, Direkur PT LI Joko Driyono kepada manajemen PSMS memberi harapan bagi status dua gelandang yang tengah mengikuti seleksi itu.

Kendati begitu, PT LI mengisyaratkan masuknya Ariel dan Edu yang nasibnya masih menggantung akan menyebabkan dua pemain yang sudah didaftar berkurang. Di samping itu, keduanya belum bisa memperkuat PSMS di laga pertama nanti.

Kepastian itu didapat, setelah seorang ofisial menanyakan langsung perihal kemungkinan bisa tidaknya PSMS melakukan penggantian pemain. “Direktur PT LI bilang tidak ada masalah, yang jelas minimal dua pemain dicoret sebagai ganti masuknya Edu dan Ariel,” lanjut sumber.

Itu berarti, meski belum mendapat restu dari manajemen, harapan Suimin memperkuat lini tengah juga terbuka karena sebelumnya beredar kabar tidak boleh ada revisi ke-23 pemain yang sudah didaftar.

"Meski belum tentu manajemen atau Ketua Umum mengizinkan, yang jelas PT LI sudah memberi jalan. Kini tinggal memberi masukan kepada manajemen tentang betapa besarnya kekuatan bertambah dengan kehadiran kedua pemain tersebut,” jelas Suimin.

Suimin juga membeberkan, Edu dan Ariel menambah warna ritme permainan PSMS. Selain itu, peran gelandang bertahan (Edu) dan gelandang menyerang (Ariel) tersebut cukup vital di tim dan menjadi motor daya dobrak tim.

Terkait riwayat cedera Edu, Suimin menilai bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. “Kalau saya lihat, Edu mampu mengikuti latihan fisik yang diberikan Nimrot (pelatih fisik PSMS),” jelas Suimin lagi.

Pembagian Grup Divisi Utama:
Grup 1: Persiraja Banda Aceh, PSDS Deli Serdang, PSAP Sigli, PSSB Bireuen, PSMS Medan, Semen Padang, Persires Rengat, Persih Tembilahan, Persita Tangerang, Persikabo Bogor, Persipasi, PS Banyuasin.

Grup 2: Persikad, Persikota, Persikab Bandung, Persis Solo, Gresik United, Persidafon, PSIS Semarang, PPSM Sakti Magelang, PS Deltras Sidoarjo, PS Mitra Kukar, PS Pro Duta (Sleman) dan Persiba Bantul.

Grup 3: PSIR Rembang, Persiku Kudus, PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persigo Gorontalo, Persibom Bolmong, PS Mojokerto Putra, Persibo Bojonegoro, Persiram Raja Ampat, Perseman Manokwari, PSBI Blitar dan Persipro Probolinggo

Kans Edu Tipis

MEDAN- Tampil mengesankan selama seleksi, tak menjamin tempat untuk Edu Juanda. Mantan gelandang Timnas SEA Games 2001 itu, harus bersabar dan membuktikan bahwa dia layak berkostum PSMS. Untuk Divisi Utama, kuota pemain setiap klub yang wajib didaftarkan ke PT Liga Indonesia hanya 23 pemain. Dan PSMS sudah mendaftarkan 23 pemainnya, termasuk dua pemain asing Osas Saha dan Nyeck Nyobe. Dengan begitu, peluang bagi Edu Juanda untuk masuk skuad Ayam Kinantan semakin terjepit.

Kalaupun ada peluang bagi Edu untuk membela PSMS, itu baru akan terjadi untuk putaran kedua Divisi Utama. Atau paling cepat Januari mendatang. Dalam draft peraturan mengenai pendaftaran pemain yang di-fax-kan PT LI ke PSMS, dijelaskan pendaftaran pemain terakhir sampai 15 Desember. Tidak dijelaskan mengenai penambahan atau pengurangan pemain.

Secara teori, kans Edu memang masih ada, namun sangat tipis. Itu bila dilihat dari sistem penerapkan promosi-degradasi yang dilakukan arsitek PSMS, Suimin Diharja. Artinya, bisa saja pemain dicoret karena prestasinya anjlok. Konsekwensi dari mencoret pemain, tentu saja harus ada penggantinya agar kuota tetap cukup. Nah, di sinilah celah bagi Edu untuk masuk skuad. Lantas, apakah PT LI akan setuju?
Nah, ini dia yang belum ada jawabannya. Hendra DS manajer PSMS yang ditanyai akan hal itu kemarin, mengaku tidak tahu menahu akan peraturan tersebut. “Sejauh ini, PT LI baru menerangkan seputar pendaftaran pemain. Jadi peluang untuk Edu sebenarnya tidak memungkinkan lagi. Karena kita sudah daftarkan 23 pemain sesuai kuota yang ditetapkan,” beber Hendra. “Kalau pun mungkin, paling tidak Edu harus menanti hingga transfer selanjutnya. Kita lihat saja nanti,” lanjut Hendra.

Pada dasarnya, manajemen sebenarnya masih khawatir mengenai riwayat cedera Edu Juanda yang sempat mengharuskan pemain asli Medan ini istirahat total selama 3 tahun. Saat membela Persebaya, Edu memang sempat mengalami cedera lutut parah.

Menariknya, selama seleksi di PSMS beberapa pekan belakangan, Edu seolah tak pernah merasakan cedera. Puncak penampilan apiknya dibuktikan saat PSMS ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini. Dia sukses mengemban peran sebagai motor lini tengah PSMS bersama Afan Lubis.
Maka itu, Suimin tertarik untuk mempekerjakan Edu di lini tengah PSMS. “Edu masih punya kelebihan sebagai geladang. Dia punya umpan-umpan terukur yang bisa memanjakan lini depan PSMS. Kalau memang memungkinkan, saya ingin mengajukan namanya ke manajamen untuk dikontrak,” bilang Suimin.

Reposisi Ala Suimin

Sejak menjatuhkan pilihan menjadi pelatih profesional, Suimin Diharja arsitek PSMS musim ini bisa dibilang penuh kejutan. Itu bisa diingat saat Suimin memutuskan hengkang dari PSMS dan berlabuh ke PSPS beberapa tahun lalu. Padahal, selama mengarsiteki PSMS, Suimin berhasil mengembalikan nama besar PSMS yang ketika itu dalam keterpurukan.

Nah, di PSMS musim ini akankan Suimin mengulang prestasi-prestasinya itu ? Meski belum dapat diketahui saat ini, tapi tampaknya Suimin sudah mulai memperlihatkan pemain yang bakal bersinar. Di lini depan, ada nama Jecky Pasarela yang sepanjang ujicoba selalu mencetak gol. Satu lagi ada juga A Kamil Sembiring pemain paling bungsu alias paling muda di jajaran skuad PSMS musim ini. Meski masih labil, Kamil dianggap punya potensi yang bisa membesarkan namanya kelak.

Di tengah, ada Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko hingga Afan Lubis yang sinarnya tampaknya akan kembali terang musim ini. Di bawah, Suimin berani menggembleng pemain yang belum pernah tampil di Divisi Utama bernama Rachi Kumar. Pemain berdarah Tamil ini dimagangkan di PSMS dan berpeluang masuk skuad utama kalau menunjukkan grafik peningkatan kualitas. Di bawah mistar pun demikian, ada nama Irwin Ramadana dan Delli Sulistya yang masih muda dibandingkan kiper senior saat ini, M Halim dan Sony Gunawan.

Menariknya lagi, dalam upaya memunculkan pemain, Suimin masih mengandalkan gaya reposisi alias geser-geser posisi. Yang teranyar, Faisal Azmi. Pemain gondrong yang sejatinya pemain tengah, bisa jadi gelandang serang dan bisa juga bertahan.

Namun, pada ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini, secara mengejutkan Faisal diplot sebagai bek kanan tampil apik dan mencetak satu gol . Tak hanya sekali itu, hingga sesi latihan kemarin Faisal masih berpos sebagai wing bek kanan.

“Ini namanya reposisi. Kalau memungkinkan posisi baru bagi pemain malah menguntungkan,” terang Suimin.

Lantas apa kata pemain yang direposisi? “Awalnya sudah pasti merengut. Tapi kalau ternyata posisi itu bagus, gantian mereka gak mau dipindah-pindah lagi,” lanjut Suimin

Ingin Habiskan Karir di PSMS

SEANDAINYA disuruh memilih klub Liga yang ada di Indonesia ini, Edu Juanda memilih PSMS. Bahkan ia rela bersabar menanti keputusan manajemen PSMS untuk merekrutnya.

Usai malang melintang ke sejumlah klub, Edu merasa ingin menghabiskan karir di klub yang membesarkan namanya itu. Gelandang mungil berusia 29 tahun itu memang punya riwayat cedera yang mengerikan. Saat berkostum Bajul Ijo julukan Persebaya, Edu sempat merasakan pahitnya cedera. Ada urat di lututnya yang putus karena Edu salah mengambil posisi saat hendak mengumpan.

Akibat cederanya itu, Edu tiga tahun harus gantung sepatu. Itu demi proses penyembuhan cederanya. Sarana pengobatan yang dipilih Edu saat itu adalah terapi. Meski lama namun tidak sia-sia.

Merasa sudah pulih, Edu pun mulai merumput kembali. Persikabo Bogor tempatnya berlabuh pada tahun 2007, bersama Suimin Diharja sebagai arsitek tim. Satu musim di sana, Edu lantas pindah ke Medan Jaya. Selama berkarir lagi sebagai pesepak bola, Edu mengaku tidak pernah kambuh. Bahkan dia masih sanggup main selama 90 menit waktu normal di setiap laganya. “Benar saya sempat cedera panjang. Dan saya maklum kalau manajemen PSMS saat ini masih meragukan hal itu. Dan karena itu pula, saya terus berusaha menunjukkan ke manajeman kalau saya masih layak dipertimbangkan,” kata Edu usai latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Mengenai kemungkinan bergabung bersama PSMS sangat tipis, namun Edu rela bersabar. “Saya ikhlas kalau harus menanti kepastian. Tapi dalam waktu yang saya anggap normal. Yang terpenting bagi saya saat ini, adalah menunjukkan dan menunjukkan. Kalau ada kesempatan, saya bertekad menghabiskan karir di PSMS,” lanjut Edu.

Satu pekan ikut seleksi, Edu tampaknya cukup menujukkan kalau dia memang belum habis. Umpan-umpannya masih akurat. Kemampuanya membawa alur permainan tim pun masih mumpuni. Begitupun, segala sesuatunya tergantung manajemen dan regulasi PT LI. Secara pribadi, Suimin Diharja pelatih PSMS sudah yakin untuk mengajukan nama Edu menjadi jajaran skuad. Kita lihat saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi

Tuesday, November 3, 2009

Ayah Angkat Makin Dekat

PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.

Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.

Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.

Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra

Nyobe dan Osas Siap Tampil

MEDAN-Kedua pemain asing PSMS, Nyeck Nyobe dan Osas Saha sudah menyepakati kontraknya dengan PSMS. Baru-baru ini, keduanya sudah meneken draf kontrak yang diajukan manajemen. Yang masih mengganjal hanyalah Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).

Dan, tanpa menunda waktu keduanya juga akan berangkat ke Jakarta untuk mengurus KITAS. “Kontrak pemain asing sudah beres dan tidak ada masalah. Besok (Senin, Red) mereka akan ke Jakarta untuk urusan KITAS,” beber Hendra DS manajer PSMS.

Nama keduanya pun sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia (PT LI). Artinya, saat ini sudah 23 pemain PSMS yang didaftarkan. “Keduanya pun sudah tak ada masalah di PT LI. keduanya sudah bisa main asalkan KITASnya selesai diurus,” lanjut Hendra.

Sementara itu, urusan ayah angkat hingga saat ini dikatakan Hendra tidak ada masalah. Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai siapa calon ayah angkat yang diharapkan berbaik hati untuk menyumbangkan dana bagi PSMS. Khususnya membiayai pemain asing. “Pada dasarnya ayah angkat tidak ada masalah. Kita tinggal tunggu saat yang tepat untuk mengumumkannya,” jelas Hendra.

Nah, terkait dengan dana, untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama, setidaknya PSMS butuh dana sebesar Rp7 miliar.
“Setelah dihitung dengan hitungan paling sedikit, PSMS butuh Rp5-7 miliar untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama,” kata Hendra.
Sejauh ini PSMS baru mendapatkan dana APBD yang diserap melalui KONI Medan tak lebih dari Rp2 miliar. Dari jumlah itulah dibentuk tim, termasuk mengontrak dua pemain asing. Lantas, sisanya dari mana mau didapat? Beberapa waktu lalu, jajaran pengurus PSMS sempat mendatangi Gubsu Syamsul Arifin. Dari pertemuan itu, didapat dukungan dari Gubsu. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang dari hal tersebut.
Mencermati itu berbagai masukan diajukan sejumlah pengamat sepak bola Medan. Kemarin, Rafriandi Nasution mantan anggota dewan yang juga Ketua Badan Liga Instansi Sumut berharap agar ada keselerasan antara pengurus dan pemerintah kota. Dalam hal ini, Wali Kota Medan Rahudman Harahap Pjs diharapkan mendukung PSMS.

Dijelaskan Rafriandi, komunikasi antara wali kota dan DPRD Medan harus digelar untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan pendanaan PSMS musim ini.

“Komunikasi antara pengurus dengan wali kota dan DPRD Medan harus sinergi. Semoga ada jalan keluar untuk mendapatkan dana bagi PSMS,” kata Rafriandi.

Hal itu diutarakannya mengingat berprestasi atau tidaknya PSMS akan terkait dengan citra Kota Medan baik di mata masyarakat lokal maupun nasional. Maka itu, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan kemungkinan anggaran bagi PSMS yang bisa saja dialokasikan di APBD tahun mendatang. Alokasi APBD itu dikatakan Rafriandi bisa saja dalam bentuk pinjaman, hibah, atau kesepakatan lainnya yang tidak mengikat.
“Sekadar untuk menyelamatkan PSMS, tak ada salahnya mengupayakan kemungkinan alokasi dana pada perencanaan APBD 2010 mendatang. Hal ini penting, karena berkaitan dengan prestasi. Dan, memang prestasi itu ada harganya,” pungkasnya.

Monday, November 2, 2009

Ketum Diminta Turun ke Lapangan

TEKAD PSMS untuk melaju ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu musim degradasinya ke Divisi Utama, kembali digaungkan. Beberapa tindakan guna mencapai tekad itu pelan-pelan dipoles.

Dzulmi Edlin, Ketum PSMS kemarin sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Utamanya soal kualitas.

“Setelah berbincang semalam suntuk, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” bilang Hendra DS.

Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Ada rencana Ketum untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.

“Jadi Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.

Begitupun, pengharapan lebih dari sosok Ketum juga menjadi perhatian beberapa pihak. Utamanya yang diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan. Ada harapan agar Ketum dapat meluangkan sedikit waktunya untuk hadir ke tengah-tengah skuad.
Benar, kalau sosok Ketum sejauh ini terus memantau perkembangan tim. Tetapi harapan mereka, kedekatan emosional antara Ketum dan jajaran skuad diyakini memiliki sisi positif bagi tim.

“Maunya Ketum itu menyempatkan dirinya untuk duduk bersama dengan pemain dan pelatih. Tidak perlu dijadwal, kehadirannya di tengah-tengah pemain pasti memberikan efek positif ke diri pemain itu sendiri. Karena kesan ayah dan anak lebih dibutuhkan dalam sebuah tim,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK baru-baru ini.

“Beberapa klub lain juga sudah melakukan hal itu. Kedekatan antara Ketum dan pemain bisa memberikan semangat sendiri. Kan tidak ada salahnya meniru hal itu,” sambungnya.

Dikonfirmasi akan hal itu, lewat Sekretaris PSMS Agus Sariono menjelaskan, bahwa sejauh ini keinginan Ketum untuk itu selalu ada. Namun karena kesibukan dinas, maka Ketum sudah mendelegasikan beberapa pengurus untuk selalu mendampingi perkembangan tim.
“Sebenarnya porsi masing-masing pengurus sudah ada. Ketum selalu punya keinginan untuk datang dan berbaur dengan pemain. Tapi karena beberapa kesibukan, hal itu mungkin belum bisa terlaksana,” terang Agus