BERHASIL mendapatkan Nyeck dan Saha, belum membuat Suimin Diharja-arsitek PSMS puas. Meskipun sudah menunjukkan kemajuan dalam pembentukan timnya, Suimin menilai masih membutuhkan satu lagi tenaga asing untuk diplot di sektor tengah. Sejauh ini, ada satu nama yang masih terus mengikuti seleksi bersama Affan Lubis dkk, yakni Ariel Gutterez, yang beberapa tahun lalu sempat berkostum Kinantan.
Ada beberapa kriteria yang disukai Suimin dari pemain asal Chile itu. Pertama, kata Suimin, meskipun berstatus pemain asing, namun pada dasarnya Ariel siap dibayar dengan harga pemain lokal. Artinya, jika disamakan dengan harga pemain lokal PSMS saat ini, harga Ariel dipastikan tidak lebih dari Rp150 juta. Atau bisa saja lebih murah dari itu.
Kedua, Suimin menilai bahwa Ariel masih punya talenta yang bisa membawa atmosfer positif dalam tim.”Ariel masih ada. Dia masih dibutuhkan dalam tim. Saya berharap Ariel dipertimbangkan oleh manajemen tim,” bilang Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Lantas bagaimana dengan riwayat cedera Ariel? Dikatakan Suimin, riwayat cedera pasti dialami oleh setiap pemain bola. Namun kambuh tidaknya lagi, tergantung pemain itu sendiri. “Semua pemain bola pasti pernah cedera. Meskipun Ariel pernah cedera, namun sejauh ini dia menunjukkan bahwa tidak ada masalah dengan performanya. Dia masih sanggup bermain dan berlari. Saya akan usulkan Ariel, semoga saja manajemen mau mempertimbangkannya,” pungkas Suimin.
Memang, sejauh ini Ariel mengikuti seleksi di PSMS, dan Ariel sudah lama tinggal di Medan dan memiliki istri orang Medan. “Dia cukup menunjukkan performa yang lumayan. Umpan-umpannya masih akurat sehingga memanjakan striker PSMS,” puji Suimin
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, October 28, 2009
Nyeck-Saha Milik PSMS
Kepastian status dua pemain asing, Nyeck Nyobe dan Osas Saha di PSMS terjawab sudah. Nyeck dan Saha bakal berkostum Kinantan saat kompetisi digelar 25 November mendatang. Kesepakatan terjadi melalui negosiasi antara manajemen PSMS dengan dua pemain asing tersebut.
Proses negosiasi kedua pemain itu tanpa ada hambatan dan bisa dikatakan tak berlebihan. Padahal manajemen saat ini belum memiliki keuangan yang memadai untuk membayar pemain asing.
Syukurnya, kedua pemain asing yang memang direkomendasikan Suimin Diharja pelatih PSMS itu mengerti kondisi PSMS saat ini. Kesan patriotik pun layak disematkan kepada kedua pemain asing tersebut. Karena keduanya ingin sekali terlibat dan membawa PSMS kembali ke Super Liga. “Saya benar-benar bangga. Ada dua pemain asing berkualitas yang rela dibayar lebih rendah oleh PSMS, tapi mereka mau. Saya sampai merinding ketika mereka bilang, bahwa PSMS serius ingin kembali ke Super Liga,” terang Benny Tomasoa asisten manejer PSMS kemarin.
Padahal sekelas Nyeck Nyobe, bisa dikatakan bek andal saat membela Persib Bandung. Kualitasnya Super Liga. Harganya pun harga pemain Super Liga. Persija, awalnya ingin mengontrak pemain asal Kamerun ini dengan nilai Rp800 juta. Tak cuma itu. PKT Bontang termasuk dalam daftar pengincar Nyeck dan rela merogoh kocek yang cukup besar untuk tenaganya. Plus, Persikabo Bogor siap menggaji Nyeck Rp650 juta permusim. Tapi semua itu ditolaknya.
Di PSMS, Nyeck hanya dibayar Rp 350 juta. Memang sangat jauh dari harga sesungguhnya bila dilihat dari kualitas setimpal Nyeck. “Ya itu tadi. Dia itu ingin benar-benar membantu PSMS mengembalikan nama besarnya ke Liga Super,” tambah Benny.
Saha juga demikian. Walau belum pernah merasakan atmosfer Super Liga, namun eks striker PSDS musim lalu tampil cukup baik bersama klub berjuluk Traktor Kuning itu. Sebanyak 18 gol dikemasnya sejak Divisi Utama bergulir musim lalu. Di PSMS, Saha menawarkan harga Rp350 juta permusim. Namun setelah negosiasi, Saha ikhlas hanya dibayar Rp250 juta.
Menariknya lagi, kedua pemain itu tidak lantas meminta uang kontraknya. Mereka rela menunggu sampai manajemen benar- benar memiliki uang. “Mereka benar-benar paham, dan bisa menanti. Mereka hanya butuh kejelasan dan kepastian. Begitupun, bukan berarti kita bisa berleha-leha. Secepatnya kami akan mencari dana untuk kontrak mereka,” pungkas Benny
Proses negosiasi kedua pemain itu tanpa ada hambatan dan bisa dikatakan tak berlebihan. Padahal manajemen saat ini belum memiliki keuangan yang memadai untuk membayar pemain asing.
Syukurnya, kedua pemain asing yang memang direkomendasikan Suimin Diharja pelatih PSMS itu mengerti kondisi PSMS saat ini. Kesan patriotik pun layak disematkan kepada kedua pemain asing tersebut. Karena keduanya ingin sekali terlibat dan membawa PSMS kembali ke Super Liga. “Saya benar-benar bangga. Ada dua pemain asing berkualitas yang rela dibayar lebih rendah oleh PSMS, tapi mereka mau. Saya sampai merinding ketika mereka bilang, bahwa PSMS serius ingin kembali ke Super Liga,” terang Benny Tomasoa asisten manejer PSMS kemarin.
Padahal sekelas Nyeck Nyobe, bisa dikatakan bek andal saat membela Persib Bandung. Kualitasnya Super Liga. Harganya pun harga pemain Super Liga. Persija, awalnya ingin mengontrak pemain asal Kamerun ini dengan nilai Rp800 juta. Tak cuma itu. PKT Bontang termasuk dalam daftar pengincar Nyeck dan rela merogoh kocek yang cukup besar untuk tenaganya. Plus, Persikabo Bogor siap menggaji Nyeck Rp650 juta permusim. Tapi semua itu ditolaknya.
Di PSMS, Nyeck hanya dibayar Rp 350 juta. Memang sangat jauh dari harga sesungguhnya bila dilihat dari kualitas setimpal Nyeck. “Ya itu tadi. Dia itu ingin benar-benar membantu PSMS mengembalikan nama besarnya ke Liga Super,” tambah Benny.
Saha juga demikian. Walau belum pernah merasakan atmosfer Super Liga, namun eks striker PSDS musim lalu tampil cukup baik bersama klub berjuluk Traktor Kuning itu. Sebanyak 18 gol dikemasnya sejak Divisi Utama bergulir musim lalu. Di PSMS, Saha menawarkan harga Rp350 juta permusim. Namun setelah negosiasi, Saha ikhlas hanya dibayar Rp250 juta.
Menariknya lagi, kedua pemain itu tidak lantas meminta uang kontraknya. Mereka rela menunggu sampai manajemen benar- benar memiliki uang. “Mereka benar-benar paham, dan bisa menanti. Mereka hanya butuh kejelasan dan kepastian. Begitupun, bukan berarti kita bisa berleha-leha. Secepatnya kami akan mencari dana untuk kontrak mereka,” pungkas Benny
Tuesday, October 27, 2009
Fokus Penjaga Gawang
Beberapa waktu ke belakang PSMS seakan disibukkan dengan persiapan pembentukan tim. Seleksi pemain asing hingga sistem promosi-degradasi pemain begitu didengungkan. Namun, sepertinya ada yang terlupa, bagaimana kondisi penjaga gawang Ayam Kinantan?
Ya, kondisi kiper PSMS tampaknya lolos dari sorotan. Padahal, lini satu ini masih jauh dari kata sempurna. Di bawah mistar PSMS, ada nama M Halim, Sony Gunawan dan Irwin Ramadana. Satu kiper magang juga stand by untuk diorbitkan yakni Delly Sulistya. Menariknya, pada beberapa uji coba, penjaga gawang PSMS seperti lupa cara menangkap bola.
Beberapa penyelamatan tidak sempurna sering diperagakan oleh M Halim, Sony, ataupun Irwin. Padahal, jam terbang penjaga gawang termasuk yang paling lumayan dibandingkan dengan pemain lainnya.
Dikonfirmasikan akan hal tersebut ke pelatih kiper PSMS, Jampi Hutahuruk, menjelaskan kalau evaluasi kinerja penjaga gawang juga akan segera dikeluarkan. Tak hanya itu, Jampi juga menyalahkan lapangan yang tidak rata, sehingga kerap menyulitkan kontrol bola para pemain. “Nanti pasti akan ada evaluasi bulanan akan kemajuan dan kemunduran penjaga gawang. Lebih dari itu, saya menilai kualitas lapangan Stadion Kebun Bunga yang tidak rata menjadi alasan utama merosotnya kinerja kiper,” beber Jampi baru-baru ini.
Dampak dari evaluasi itu nantinya, dikatakan Jampi akan berpengaruh kepada posisi penjaga gawang utama PSMS. Sejauh ini, nama M Halim masih dipercaya sebagai kiper utama. Namun kalau prestasinya terus merosot, bisa saja Sony atau Irwin yang akan berdiri di bawah mistar. “Sejauh ini belum ada jaminan posisi kiper utama PSMS. Yang paling siaplah yang akan menjadi kiper utama,” tambah Jampi.
Menyoal lapangan, memang kondisi lapangan dan rumput Stadion Kebun Bunga cukup memprihatinkan. Lapangan yang bergelombang, rumput yang gundul dan tentu saja drainase yang buruk masih menjadi persoalan. Dampaknya, kualitas latihan terkadang dikeluhkan Suimin Diharja pelatih PSMS, menjadi tidak sempurna. Lebih parahnya, pemain akan rentan cedera kalau dipaksakan berlatih dengan keras di kondisi lapangan yang tidak tertata itu.
Terkait dengan tiu, manajemen mengatakan proses perbaikan Stadion Kebun Bunga, utamanya lapangan tentu saja sudah masuk dalam draf kerja. Namun saat ini, manajemen masih memfokuskan kepada skala prioritas, seperti pembentukan tim, dan renovasi Stadion Teladan. “Semua pasti akan kita benahi. Tapi pelan-pelan. Karena keterbatasan dana, yang kita utamakan adalah yang paling penting dahulu,” beber Hardi Mulyono Sekum PSMS beberapa waktu lalu.
Ya, kondisi kiper PSMS tampaknya lolos dari sorotan. Padahal, lini satu ini masih jauh dari kata sempurna. Di bawah mistar PSMS, ada nama M Halim, Sony Gunawan dan Irwin Ramadana. Satu kiper magang juga stand by untuk diorbitkan yakni Delly Sulistya. Menariknya, pada beberapa uji coba, penjaga gawang PSMS seperti lupa cara menangkap bola.
Beberapa penyelamatan tidak sempurna sering diperagakan oleh M Halim, Sony, ataupun Irwin. Padahal, jam terbang penjaga gawang termasuk yang paling lumayan dibandingkan dengan pemain lainnya.
Dikonfirmasikan akan hal tersebut ke pelatih kiper PSMS, Jampi Hutahuruk, menjelaskan kalau evaluasi kinerja penjaga gawang juga akan segera dikeluarkan. Tak hanya itu, Jampi juga menyalahkan lapangan yang tidak rata, sehingga kerap menyulitkan kontrol bola para pemain. “Nanti pasti akan ada evaluasi bulanan akan kemajuan dan kemunduran penjaga gawang. Lebih dari itu, saya menilai kualitas lapangan Stadion Kebun Bunga yang tidak rata menjadi alasan utama merosotnya kinerja kiper,” beber Jampi baru-baru ini.
Dampak dari evaluasi itu nantinya, dikatakan Jampi akan berpengaruh kepada posisi penjaga gawang utama PSMS. Sejauh ini, nama M Halim masih dipercaya sebagai kiper utama. Namun kalau prestasinya terus merosot, bisa saja Sony atau Irwin yang akan berdiri di bawah mistar. “Sejauh ini belum ada jaminan posisi kiper utama PSMS. Yang paling siaplah yang akan menjadi kiper utama,” tambah Jampi.
Menyoal lapangan, memang kondisi lapangan dan rumput Stadion Kebun Bunga cukup memprihatinkan. Lapangan yang bergelombang, rumput yang gundul dan tentu saja drainase yang buruk masih menjadi persoalan. Dampaknya, kualitas latihan terkadang dikeluhkan Suimin Diharja pelatih PSMS, menjadi tidak sempurna. Lebih parahnya, pemain akan rentan cedera kalau dipaksakan berlatih dengan keras di kondisi lapangan yang tidak tertata itu.
Terkait dengan tiu, manajemen mengatakan proses perbaikan Stadion Kebun Bunga, utamanya lapangan tentu saja sudah masuk dalam draf kerja. Namun saat ini, manajemen masih memfokuskan kepada skala prioritas, seperti pembentukan tim, dan renovasi Stadion Teladan. “Semua pasti akan kita benahi. Tapi pelan-pelan. Karena keterbatasan dana, yang kita utamakan adalah yang paling penting dahulu,” beber Hardi Mulyono Sekum PSMS beberapa waktu lalu.
Pro Duta Berpikir Ulang Ikut Triangle Cup
PRO DUTA tampaknya harus menjilat ludah sendiri. Jika sebelumnya semangat mengikuti turnamen segitiga yang diselenggarakan PSMS, kini tim milik Sihar Sitorus ini malah ingin mundur.
Pasalnya, menurut tim yang kini berkandang di Jogjakarta ini, bertandang ke Medan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sihar menjelaskan timnya membutuhkan dana paling sedikit Rp100 juta untuk terbang ke Medan. Belum lagi faktor cedera yang tentu saja menjadi momok karena Divisi Utama segera digulirkan.
Dihubungi sebelumnya, Sihar mengaku tidak takut kalau memang diundang untuk ikuti turnamen tersebut. Namun, dalam benak Sihar, kalau sebuah tim diundang tentu saja segala akomodasi selama turnamen ditanggung tuan rumah alias PSMS.
Belakangan karena mengetahui bahwa PSMS tidak punya cukup dana untuk itu, maka Sihar pun kembali berpikir ulang. Terlebih pihaknya belum mendapatkan undangan resmi atau profosal yang menjelaskan secara rinci soal turnamen tersebut.
“Sejauh ini kami belum menerima undangan resmi. Maka itu saya belum bisa memutuskan apakah akan ikut atau tidak. Karena kami akan segera merancang pembiayaan, kalau memang harus ikut,” beber Sihar saat dihubungi Minggu (25/10) kemarin.
“Hitungan kasar saja, dibutuhkan sekitar Rp100 juta untuk terbang ke Medan. Itu jumlah minimal. Kalikan saja 30 orang dengan kisaran tiket Rp3 juta per orang. Belum lagi keperluan lain,” tambah fans berat Chelsea itu.
Kalau Pro Duta batal datang, turnamen segitiga itu kemungkinan akan tetap berlangsung. Peserta pastinya PSMS dan Penang FC klub Super Liga Malaysia. Kabarnya PSAP Sigli sudah siap turut serta, namun mereka ingin bertindak sebagai tuan rumah. Kalau main di Medan, PSAP enggan turut serta
Pasalnya, menurut tim yang kini berkandang di Jogjakarta ini, bertandang ke Medan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sihar menjelaskan timnya membutuhkan dana paling sedikit Rp100 juta untuk terbang ke Medan. Belum lagi faktor cedera yang tentu saja menjadi momok karena Divisi Utama segera digulirkan.
Dihubungi sebelumnya, Sihar mengaku tidak takut kalau memang diundang untuk ikuti turnamen tersebut. Namun, dalam benak Sihar, kalau sebuah tim diundang tentu saja segala akomodasi selama turnamen ditanggung tuan rumah alias PSMS.
Belakangan karena mengetahui bahwa PSMS tidak punya cukup dana untuk itu, maka Sihar pun kembali berpikir ulang. Terlebih pihaknya belum mendapatkan undangan resmi atau profosal yang menjelaskan secara rinci soal turnamen tersebut.
“Sejauh ini kami belum menerima undangan resmi. Maka itu saya belum bisa memutuskan apakah akan ikut atau tidak. Karena kami akan segera merancang pembiayaan, kalau memang harus ikut,” beber Sihar saat dihubungi Minggu (25/10) kemarin.
“Hitungan kasar saja, dibutuhkan sekitar Rp100 juta untuk terbang ke Medan. Itu jumlah minimal. Kalikan saja 30 orang dengan kisaran tiket Rp3 juta per orang. Belum lagi keperluan lain,” tambah fans berat Chelsea itu.
Kalau Pro Duta batal datang, turnamen segitiga itu kemungkinan akan tetap berlangsung. Peserta pastinya PSMS dan Penang FC klub Super Liga Malaysia. Kabarnya PSAP Sigli sudah siap turut serta, namun mereka ingin bertindak sebagai tuan rumah. Kalau main di Medan, PSAP enggan turut serta
Monday, October 26, 2009
Hari ini keputusan nasib Saha, Nyeck
Nasib jadi tidaknya dua legiun asing, Osas Saha dan Nyeck Nyobe, memperkuat skuad PSMS Medan dalam persiapan kompetisi Liga Indonesia 2009/2010 akan diputuskan Senin ini.
Informasi yang diperoleh wartawan di markas PSMS, Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu menyebutkan, kemungkinan besar keputusan jadi tidaknya Saha dan Nyeck diputuskan Senin ini.
Kedua pemain berkulit hitam yang menempati posisi belakang dan depan itu menjadi pilihan dari lima legiun asing yang mengikuti tahapan seleksi PSMS. Selain Saha dan Nyeck, pemain lokal Edu Juanda juga mengikuti latihan bersama PSMS.
Pelatih PSMS Suimin Dihardja mengakui, Edu turut bersaing. Menanggapi kekhawatiran penggemar PSMS atas cedera lama Edu, Suimin menyebutkan Edu tidak mengalami cedera. "Kalau Edu masih cedera, dia pasti tidak bisa mengikuti pelatihan berat. Kita lihat saja nanti," katanya lagi.
Suimin juga membenarkan bahwa dirinya sedang mencari sosok gelandang. Posisi gelandang sangat berperan dalam sebuah tim dalam melakukan penyerangan dan membantu pertahanan.
Dikatakan, selama pelatihan pemain tidak bisa lengah karena penerapan sistem promosi dan degradasi. "Siapapun masih mendapat kesempatan untuk memperkuat skuad inti," jelasnya.
Kompetisi Divisi Utama dijadwalkan pada 25 November mendatang, sedangkan pertemuan teknik dijadwalkan pada minggu pertama November
Informasi yang diperoleh wartawan di markas PSMS, Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu menyebutkan, kemungkinan besar keputusan jadi tidaknya Saha dan Nyeck diputuskan Senin ini.
Kedua pemain berkulit hitam yang menempati posisi belakang dan depan itu menjadi pilihan dari lima legiun asing yang mengikuti tahapan seleksi PSMS. Selain Saha dan Nyeck, pemain lokal Edu Juanda juga mengikuti latihan bersama PSMS.
Pelatih PSMS Suimin Dihardja mengakui, Edu turut bersaing. Menanggapi kekhawatiran penggemar PSMS atas cedera lama Edu, Suimin menyebutkan Edu tidak mengalami cedera. "Kalau Edu masih cedera, dia pasti tidak bisa mengikuti pelatihan berat. Kita lihat saja nanti," katanya lagi.
Suimin juga membenarkan bahwa dirinya sedang mencari sosok gelandang. Posisi gelandang sangat berperan dalam sebuah tim dalam melakukan penyerangan dan membantu pertahanan.
Dikatakan, selama pelatihan pemain tidak bisa lengah karena penerapan sistem promosi dan degradasi. "Siapapun masih mendapat kesempatan untuk memperkuat skuad inti," jelasnya.
Kompetisi Divisi Utama dijadwalkan pada 25 November mendatang, sedangkan pertemuan teknik dijadwalkan pada minggu pertama November
Buru Ayah Angkat
Proses negosiasi antara manajemen PSMS dengan dua legiun asing calon skuad PSMS, Osas Saha dan Nyeck Nyobe masih terus berlangsung. Meskipun agak alot, pihak manajemen masih akan mengajukan tawar-menawar agar keduanya bersedia diikat kontrak sesuai kemampuan PSMS.
Jumlah yang diminta kedua pemain asing tersebut, dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer, sebenarnya sudah cukup murah. Tapi, menilik kondisi keuangan PSMS, jumlah yang diminta keduanya dengan total Rp800 juta masih cukup merepotkan.
Terlebih, PSMS hanya mengharapkan sokongan dana dari orang baik yang dilabel ayah angkat. Permasalahannya, hingga saat ini belum ada ayah angkat yang deal ingin membantu PSMS.
“Sebenarnya jumlah yang ditawarkan kedua pemain asing itu sudah cukup murah. Tapi yang jelas, kita tetap akan melakukan negosiasi. Ketua Umum menyerahkan nego dengan saya dan mungkin akan dibantu Julius Raja,” beber Benny kemarin.
Nah, santer terdengar kabar bahwa proses mengikat pemain asing tampaknya memang bakalan pahit. Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda PSMS punya dana yang cukup membayar kontrak pemain asing. “Kalau uang saya tidak tahu. Yang pasti, untuk mengikat pemain asing, kita butuhkan ayah angkat. Dan, ayah angkat inilah yang masih terus kita buru,” tambah Benny.
Dengan demikian, proses negosiasi yang dibatasi oleh kedua pemain asing tersebut hingga Senin, manajemen harus bekerja ekstra keras untuk memecahkan persoalan ini. Syukurnya, masih ada keyakinan kalau manajemen sanggup mengikat kontrak pemain asing.
“Dengan adanya pemain asing, atmosfer pecinta sepak bola Medan khususnya fans PSMS meningkat. Artinya, pemain asing itu masih punya nilai jual tinggi. Begitupun, pemain asing yang hendak kita kontrak harus maklum jugalah dengan kondisi keuangan saat ini,” terang Hendra DS sebelumnya.
Di samping itu, proses pengukuhan pemain inti PSMS masih terus digeber Suimin Diharja yang bertanggung jawab mengarsiteki tim. Sejauh ini, dikatakan Suimin sudah terlihat delapan pemain yang siap diplot sebagai pemain inti. Kemajuan itu berkaitan dengan sistem promosi-degradasi yang juga masih berlangsung.
“Kerangka tim sudah mulai terlihat. Ada delapan yang sudah oke. Namun begitu, latihan ekstra keras masih akan menjadi target para pemain. Kalau tidak, mereka bisa saja terdegradasi,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC, PSPS dan Persikabo itu
Jumlah yang diminta kedua pemain asing tersebut, dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer, sebenarnya sudah cukup murah. Tapi, menilik kondisi keuangan PSMS, jumlah yang diminta keduanya dengan total Rp800 juta masih cukup merepotkan.
Terlebih, PSMS hanya mengharapkan sokongan dana dari orang baik yang dilabel ayah angkat. Permasalahannya, hingga saat ini belum ada ayah angkat yang deal ingin membantu PSMS.
“Sebenarnya jumlah yang ditawarkan kedua pemain asing itu sudah cukup murah. Tapi yang jelas, kita tetap akan melakukan negosiasi. Ketua Umum menyerahkan nego dengan saya dan mungkin akan dibantu Julius Raja,” beber Benny kemarin.
Nah, santer terdengar kabar bahwa proses mengikat pemain asing tampaknya memang bakalan pahit. Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda PSMS punya dana yang cukup membayar kontrak pemain asing. “Kalau uang saya tidak tahu. Yang pasti, untuk mengikat pemain asing, kita butuhkan ayah angkat. Dan, ayah angkat inilah yang masih terus kita buru,” tambah Benny.
Dengan demikian, proses negosiasi yang dibatasi oleh kedua pemain asing tersebut hingga Senin, manajemen harus bekerja ekstra keras untuk memecahkan persoalan ini. Syukurnya, masih ada keyakinan kalau manajemen sanggup mengikat kontrak pemain asing.
“Dengan adanya pemain asing, atmosfer pecinta sepak bola Medan khususnya fans PSMS meningkat. Artinya, pemain asing itu masih punya nilai jual tinggi. Begitupun, pemain asing yang hendak kita kontrak harus maklum jugalah dengan kondisi keuangan saat ini,” terang Hendra DS sebelumnya.
Di samping itu, proses pengukuhan pemain inti PSMS masih terus digeber Suimin Diharja yang bertanggung jawab mengarsiteki tim. Sejauh ini, dikatakan Suimin sudah terlihat delapan pemain yang siap diplot sebagai pemain inti. Kemajuan itu berkaitan dengan sistem promosi-degradasi yang juga masih berlangsung.
“Kerangka tim sudah mulai terlihat. Ada delapan yang sudah oke. Namun begitu, latihan ekstra keras masih akan menjadi target para pemain. Kalau tidak, mereka bisa saja terdegradasi,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC, PSPS dan Persikabo itu
Saturday, October 24, 2009
SMeCK Minta Pemain Asing Maklum
Barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan Fans Club, meminta agar pemain PSMS termasuk pemain asing bersabar dan maklum dengan kondisi tim saat ini. Oleh karena itu, mereka meminta pemain fokus kepada pembentukan tim dan manajemen harusnya lebih bijaksana dalam mengikat kontrak pemain.
Kebutuhan akan pemain asing, memang tak bisa dipungkiri sangat terasa bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Begitupun, melihat kondisi finansial klub, masing-masing harus saling pengertian.
“Toh bukannya tidak dibayar sama sekali. Manajemen tetap berusaha memberikan yang terbaik, namun saat ini kondisinya mungkin belum tepat. Kita lihat saja nanti, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan sama-sama senang,” kata Nata Simangunsong Ketua SMeCK Holigan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Sejauh ini, memang belum ada pembicaraan lebih lanjut akan negosiasi. Menurut Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS yang bertugas melobi kontrak pemain asing, kepastian dari pihak menajemen akan hal ini baru akan diputuskan pada Selasa mendatang.
Benny menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini masih berusaha mengejar ayah angkat, dan beberapa sponsor lagi. “Sejauh ini, nego masih berlangsung. Dan keputusannya akan diutarakan pada Selasa mendatang,” beber Benny.
Sementara dari persiapan tim, Suimin bilang bahwa sistem promosi-degradasi masih akan digelar hingga berakhirnya bulan ini. Dengan demikian, kemungkinan diputusnya kontrak beberapa pemain masih akan mungkin terjadi. Bahkan Suimin bilang, tak menutup kemungkinan akan banyak pemain yang akan diputus kontraknya kalau memang tak menujukkan grafik peningkatan performa.
“Siapapun belum aman di tim ini. Kalau mau aman, maka cara satu-satunya adalah menujukkan kemampuan terbaiknya,” bilang Suimin.
Maka itu, beberapa pemain pun masih ada yang turut seleksi. Sebut saja Edu Juanda yang kembali seleksi, Nasjib Husain, dan Aheng alias Deli Lionto yang sempat masuk tim PON Sumut tahun lalu itu.
Kebutuhan akan pemain asing, memang tak bisa dipungkiri sangat terasa bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Begitupun, melihat kondisi finansial klub, masing-masing harus saling pengertian.
“Toh bukannya tidak dibayar sama sekali. Manajemen tetap berusaha memberikan yang terbaik, namun saat ini kondisinya mungkin belum tepat. Kita lihat saja nanti, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan sama-sama senang,” kata Nata Simangunsong Ketua SMeCK Holigan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Sejauh ini, memang belum ada pembicaraan lebih lanjut akan negosiasi. Menurut Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS yang bertugas melobi kontrak pemain asing, kepastian dari pihak menajemen akan hal ini baru akan diputuskan pada Selasa mendatang.
Benny menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini masih berusaha mengejar ayah angkat, dan beberapa sponsor lagi. “Sejauh ini, nego masih berlangsung. Dan keputusannya akan diutarakan pada Selasa mendatang,” beber Benny.
Sementara dari persiapan tim, Suimin bilang bahwa sistem promosi-degradasi masih akan digelar hingga berakhirnya bulan ini. Dengan demikian, kemungkinan diputusnya kontrak beberapa pemain masih akan mungkin terjadi. Bahkan Suimin bilang, tak menutup kemungkinan akan banyak pemain yang akan diputus kontraknya kalau memang tak menujukkan grafik peningkatan performa.
“Siapapun belum aman di tim ini. Kalau mau aman, maka cara satu-satunya adalah menujukkan kemampuan terbaiknya,” bilang Suimin.
Maka itu, beberapa pemain pun masih ada yang turut seleksi. Sebut saja Edu Juanda yang kembali seleksi, Nasjib Husain, dan Aheng alias Deli Lionto yang sempat masuk tim PON Sumut tahun lalu itu.
Terlalu Mahal
MEDAN- Kesepakatan harga antara pemain asing terekomendasi Nyeck Nyobe dan Osas Saha dengan manajemen PSMS tampaknya terancam batal. Pasalnya, kedua pemain asing itu menawarkan harga yang cukup tinggi dan tak mampu dipenuhi manajemen.
Setelah menyadari bahwa diri keduanya dibutuhkan tim, memang ada sedikit kesan jual mahal yang dilancarkan kedua pemain asing tersebut. Padahal, dalam beberapa kesempatan latihan, keduanya juga menujukkan tren menurun dalam performa selama latihan.
Dengan demikian, kesepakatan kontrak bisa jadi dievaluasi. Seperti diutarakan Hendra DS, manajer PSMS. Dijelaskannya, bahwa pihak manajemen tetap komitmen dengan harga semula yakni di bawah Rp300 juta. Kalau pemain bersangkutan tak mau, maka akan segera dicari pemain asing lainnya.
Bahkan kabar yang menyebar, kedua pemain asing tersebut membatasi manajemen untuk berpikir mengenai negosiasi hingga Senin mendatang. Kalau tidak, mereka mengancam akan hengkang dan mencari klub lain. Padahal sebelumnya, baik Saha maupun Nyeck menyatakan kalau urusan kontrak akan dibicarakan belakangan, karena tekad mereka adalah membantu PSMS kembali ke ISL.
“Sejauh ini kita bertahan dengan tawaran harga di bawah Rp300 juta. Maka itu, proses nego masih akan digelar, dan semoga saja semuanya lancar,” bilang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Jumat (23/10) kemarin.
Mendengar hal itu, Suimin Diharja pelatih PSMS sedikit berang. Meskipun dikatakan Suimin, pengajuan nilai kontrak yang dilancarkan pemain tersebut masih wajar karena sekarang zamannya profesional. Begitupun, Suimin berharap agar pemain sadar dengan kondisi PSMS saat ini.
“Urusan kontrak sebenarnya bukan wewenang saya karena masing-masing sudah punya job description. Tapi kalau manajemen meminta saya untuk membantu, maka saya akan membantu berbicara dengan pemain tersebut,” bilang Suimin.
Diketahui, Nyeck meminta kontrak senilai Rp450 juta per musim, sedangkan Osas meminta Rp350 juta. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup terjangkau, namun mengingat kondisi PSMS saat ini jumlah itu masih terasa cukup besar.
“Hal ini sudah dibicarakan dengan ketua umum. Menanti dia kembali dari perjalanan dinasnya ke Padang, maka pembicaraan akan kembali digelar. Semoga semua lancar,” pungkas Hendra.
Setelah menyadari bahwa diri keduanya dibutuhkan tim, memang ada sedikit kesan jual mahal yang dilancarkan kedua pemain asing tersebut. Padahal, dalam beberapa kesempatan latihan, keduanya juga menujukkan tren menurun dalam performa selama latihan.
Dengan demikian, kesepakatan kontrak bisa jadi dievaluasi. Seperti diutarakan Hendra DS, manajer PSMS. Dijelaskannya, bahwa pihak manajemen tetap komitmen dengan harga semula yakni di bawah Rp300 juta. Kalau pemain bersangkutan tak mau, maka akan segera dicari pemain asing lainnya.
Bahkan kabar yang menyebar, kedua pemain asing tersebut membatasi manajemen untuk berpikir mengenai negosiasi hingga Senin mendatang. Kalau tidak, mereka mengancam akan hengkang dan mencari klub lain. Padahal sebelumnya, baik Saha maupun Nyeck menyatakan kalau urusan kontrak akan dibicarakan belakangan, karena tekad mereka adalah membantu PSMS kembali ke ISL.
“Sejauh ini kita bertahan dengan tawaran harga di bawah Rp300 juta. Maka itu, proses nego masih akan digelar, dan semoga saja semuanya lancar,” bilang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Jumat (23/10) kemarin.
Mendengar hal itu, Suimin Diharja pelatih PSMS sedikit berang. Meskipun dikatakan Suimin, pengajuan nilai kontrak yang dilancarkan pemain tersebut masih wajar karena sekarang zamannya profesional. Begitupun, Suimin berharap agar pemain sadar dengan kondisi PSMS saat ini.
“Urusan kontrak sebenarnya bukan wewenang saya karena masing-masing sudah punya job description. Tapi kalau manajemen meminta saya untuk membantu, maka saya akan membantu berbicara dengan pemain tersebut,” bilang Suimin.
Diketahui, Nyeck meminta kontrak senilai Rp450 juta per musim, sedangkan Osas meminta Rp350 juta. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup terjangkau, namun mengingat kondisi PSMS saat ini jumlah itu masih terasa cukup besar.
“Hal ini sudah dibicarakan dengan ketua umum. Menanti dia kembali dari perjalanan dinasnya ke Padang, maka pembicaraan akan kembali digelar. Semoga semua lancar,” pungkas Hendra.
Friday, October 23, 2009
Sanggup Rp300 Juta
Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Sanggup Rp300 Juta
Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup
menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup
menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Thursday, October 22, 2009
Dilema Suimin
Pilihan dilematis mulai menyambangi arsitek PSMS, Suimin Diharja. Pelatih yang akrab dengan sapaan ‘Pelatih Kampung’ itu mulai mengerutkan dahi ketika pertanyaan mengenai pilihan pemain asing diapungkan padanya. Saha atau Adolfo?
Bukan tanpa kriteria, benak pelatih berusia 58 tahun itu sebenarnya hampir pasti menentukan salah satu di antara dua legiun asing yang sama-sama berposisi sebagai tukang gedor gawang lawan.
Adalah Adolfo Sauza pemain gimbal asal Brasil itu yang belakangan berusaha mencuri perhatian publik Medan. Namun, pada penampilan perdananya kemarin, tidak ada yang terlalu istimewa. Fans Ayam Kinantan masih semangat kalau melihat aksi Osas Saha yang musim lalu tampil ciamik bersama PSDS.
“Semua peluang selalu terbuka. Tidak ada yang menghalangi pemain untuk bergabung bersama tim ini. Yang penting bagi saya adalah, tunjukkan kemampuan terbaik, maka sodoran kontrak akan menyusul,” beber Sumin, Selasa (20/10).
Usai latihan, Adolfo menyatakan kalau dia pun punya keinginan besar agar diperkenankan membela PSMS. Adolfo sebaliknya ingin membuktikan kelasnya kalau dia memang layak berkostum hijau-hijau ala PSMS. “Pelatih sudah tahu kualitas saya. Saya punya pengalaman dan sangat siap bersaing dengan pemain lainnya. Kalau akhirnya saya tak terpilih saya ikhlas saja dan akan mencari klub lain,” kata Adolfo. “Kontrak belakangan saja. Pembicaraan akan hal itu sama sekali belum ada kami lakukan dengan manajemen,” lanjutnya.
Kedua striker itu, Saha dan Adolfo, dikatakan Suimin punya beberapa kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Saha, dikatakan Suimin punya skill yang lebih baik dari Adolfo. Sedangkan Adolfo menurut Suimin punya fighting spirit yang lebih aduhai dibanding Saha. Secara gaya, Adolfo lebih mencerminkan pemain Medan yang terkenal keras dan tak ada kata menyerah.
Kalau boleh memilih, sebenarnya Suimin pasti akan memilih keduanya untuk masuk skuad. Masalahnya, kuota bagi pemain asing di PSMS musim ini dikabarkan hanya akan ada dua tempat. “Ada dua pemain asing di lini depan yang seleksi, sebenarnya menguntungkan kita. Karena kita bisa memilih. Hal ini terkait nilai kontrak yang diinginkan mereka nantinya. Kalau ada yang rela lebih murah dan disanggupi manajemen, maka pemain itu bisa jadi yang akan masuk tim,” jelas Suimin.
Sementara itu, peluang bagi pemain lokal untuk berkostum Kinantan rupanya belum tertutup. Setelah pemain bernama Usman masuk, kini satu lagi pemain keturunan Tionghoa bernama Deli ‘Aheng’ Leonto terlihat mengikuti seleksi. Aplus dari penonton Aheng lumayan bergemuruh. Walau masih berusia 23 tahun, namun Aheng cukup berhasil menunjukkan kalau dia punya bakat.
“Tentu ini suatu kebanggan karena saya diberikan kesempatan untuk ikuti seleksi di tim sebesar PSMS. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, karena saya memang cinta PSMS dan ingin bergabung di tim ini,” kata Aheng usai latihan
Bukan tanpa kriteria, benak pelatih berusia 58 tahun itu sebenarnya hampir pasti menentukan salah satu di antara dua legiun asing yang sama-sama berposisi sebagai tukang gedor gawang lawan.
Adalah Adolfo Sauza pemain gimbal asal Brasil itu yang belakangan berusaha mencuri perhatian publik Medan. Namun, pada penampilan perdananya kemarin, tidak ada yang terlalu istimewa. Fans Ayam Kinantan masih semangat kalau melihat aksi Osas Saha yang musim lalu tampil ciamik bersama PSDS.
“Semua peluang selalu terbuka. Tidak ada yang menghalangi pemain untuk bergabung bersama tim ini. Yang penting bagi saya adalah, tunjukkan kemampuan terbaik, maka sodoran kontrak akan menyusul,” beber Sumin, Selasa (20/10).
Usai latihan, Adolfo menyatakan kalau dia pun punya keinginan besar agar diperkenankan membela PSMS. Adolfo sebaliknya ingin membuktikan kelasnya kalau dia memang layak berkostum hijau-hijau ala PSMS. “Pelatih sudah tahu kualitas saya. Saya punya pengalaman dan sangat siap bersaing dengan pemain lainnya. Kalau akhirnya saya tak terpilih saya ikhlas saja dan akan mencari klub lain,” kata Adolfo. “Kontrak belakangan saja. Pembicaraan akan hal itu sama sekali belum ada kami lakukan dengan manajemen,” lanjutnya.
Kedua striker itu, Saha dan Adolfo, dikatakan Suimin punya beberapa kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Saha, dikatakan Suimin punya skill yang lebih baik dari Adolfo. Sedangkan Adolfo menurut Suimin punya fighting spirit yang lebih aduhai dibanding Saha. Secara gaya, Adolfo lebih mencerminkan pemain Medan yang terkenal keras dan tak ada kata menyerah.
Kalau boleh memilih, sebenarnya Suimin pasti akan memilih keduanya untuk masuk skuad. Masalahnya, kuota bagi pemain asing di PSMS musim ini dikabarkan hanya akan ada dua tempat. “Ada dua pemain asing di lini depan yang seleksi, sebenarnya menguntungkan kita. Karena kita bisa memilih. Hal ini terkait nilai kontrak yang diinginkan mereka nantinya. Kalau ada yang rela lebih murah dan disanggupi manajemen, maka pemain itu bisa jadi yang akan masuk tim,” jelas Suimin.
Sementara itu, peluang bagi pemain lokal untuk berkostum Kinantan rupanya belum tertutup. Setelah pemain bernama Usman masuk, kini satu lagi pemain keturunan Tionghoa bernama Deli ‘Aheng’ Leonto terlihat mengikuti seleksi. Aplus dari penonton Aheng lumayan bergemuruh. Walau masih berusia 23 tahun, namun Aheng cukup berhasil menunjukkan kalau dia punya bakat.
“Tentu ini suatu kebanggan karena saya diberikan kesempatan untuk ikuti seleksi di tim sebesar PSMS. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, karena saya memang cinta PSMS dan ingin bergabung di tim ini,” kata Aheng usai latihan
Ayah Angkat Makin Dekat
Depan » Olahraga » Ayam Kinantan » Ayah Angkat Makin Dekat
Ayah Angkat Makin Dekat
10:22 | Wednesday, 21 October 2009
PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra.
Ayah Angkat Makin Dekat
10:22 | Wednesday, 21 October 2009
PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra.
Suimin pilih Nyeck, Saha
Pelatih PSMS Medan Suimin Dihardja menjatuhkan pilihan kepada Nyeck Nyobe dan Ikpefua Osas Marvellous Saha untuk direkomendasikan kepada manajemen dalam memperkuat skuad Ayam Kinantan ke Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2009/2010.
"Saya rekomendasikan Nyeck dan Saha," kata Suimin usai mengadakan pertemuan dengan asistennya Suyono dan Jamaluddin Hutauruk di Sekretariat PSMS Kebun Bunga Medan, Rabu malam.
Suimin tidak dapat menyebutkan nilai kontrak yang diminta Nyeck dan Saha. "Itu bukan wewenang saya. Manajemen hanya meminta dua nama legiun asing, maka saya ajukan kedua nama tersebut," terang ‘Pelatih Kampung’ ini.
Nyeck, mantan bek asal Persib Bandung, selama mengikuti seleksi tampil konsisten. Begitu juga dengan Saha yang merupakan mantan striker PSDS Deli Serdang, Saha. Bahkan Saha mendapat nilai plus dari Suimin karena mencetak gol dalam sesi latihan game kemarin sore.
Dalam latihan tersebut, Suimin memasangkan seluruh pemain asing seperti Nyeck Nyobe, Saha, Ariel Guitterez, Adolfo Souza dan Pato. "Saya memang sengaja tidak menggabungkan Nyeck dan Saha untuk melihat upaya Saha menerobos pertahanan Selamat Riyadi dan Nyeck. Ya, dia mendapat nilai plus dengan membuat gol melalui teknik dan nalurinya," jelasnya.
Namun, akunya, kedua legiun asing itu belum pasti membela Ayam Kinantan karena masih menunggu keputusan manajemen PSMS. Apabila keduanya tidak cocok negosiasi harga, legiun asing yang masih berada di PSMS menjadi alternatif di antaranya Ariel Guitterez dan Adolfo Souza.
Selain menjalani pelatihan, Suimin mempunyai program pertandingan segitiga yang dijadwalkan pada 13 dan 14 November mendatang. PSMS mengundang Penang FC dan Pro Duta untuk bertanding segitiga di Stadion Teladan. "Kalau Pro Duta tidak bisa, cadangannya PSAP Sigli," ujar Suimin.
Sementara itu, Manajer tim Drs Hendra DS, asisten Benny Tomasoa dan Julius Raja mengakui skuad membutuhkan legiun asing. "Kita akan negosiasi harga kedua pemain yang diajukan pelatih," kata Hendra menambahkan sekarang ini sudah 21 pemain yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia.
Hendra yang turut menyaksikan latihan PSMS mengharapkan adanya peningkatan permainan. Animo masyarakat untuk memperkuat PSMS juga tinggi, selain legiun asing sejumlah pemain lokal termasuk satu pemain WNI Tionghoa Deli "Aheng" Leonto mengikuti seleksi
"Saya rekomendasikan Nyeck dan Saha," kata Suimin usai mengadakan pertemuan dengan asistennya Suyono dan Jamaluddin Hutauruk di Sekretariat PSMS Kebun Bunga Medan, Rabu malam.
Suimin tidak dapat menyebutkan nilai kontrak yang diminta Nyeck dan Saha. "Itu bukan wewenang saya. Manajemen hanya meminta dua nama legiun asing, maka saya ajukan kedua nama tersebut," terang ‘Pelatih Kampung’ ini.
Nyeck, mantan bek asal Persib Bandung, selama mengikuti seleksi tampil konsisten. Begitu juga dengan Saha yang merupakan mantan striker PSDS Deli Serdang, Saha. Bahkan Saha mendapat nilai plus dari Suimin karena mencetak gol dalam sesi latihan game kemarin sore.
Dalam latihan tersebut, Suimin memasangkan seluruh pemain asing seperti Nyeck Nyobe, Saha, Ariel Guitterez, Adolfo Souza dan Pato. "Saya memang sengaja tidak menggabungkan Nyeck dan Saha untuk melihat upaya Saha menerobos pertahanan Selamat Riyadi dan Nyeck. Ya, dia mendapat nilai plus dengan membuat gol melalui teknik dan nalurinya," jelasnya.
Namun, akunya, kedua legiun asing itu belum pasti membela Ayam Kinantan karena masih menunggu keputusan manajemen PSMS. Apabila keduanya tidak cocok negosiasi harga, legiun asing yang masih berada di PSMS menjadi alternatif di antaranya Ariel Guitterez dan Adolfo Souza.
Selain menjalani pelatihan, Suimin mempunyai program pertandingan segitiga yang dijadwalkan pada 13 dan 14 November mendatang. PSMS mengundang Penang FC dan Pro Duta untuk bertanding segitiga di Stadion Teladan. "Kalau Pro Duta tidak bisa, cadangannya PSAP Sigli," ujar Suimin.
Sementara itu, Manajer tim Drs Hendra DS, asisten Benny Tomasoa dan Julius Raja mengakui skuad membutuhkan legiun asing. "Kita akan negosiasi harga kedua pemain yang diajukan pelatih," kata Hendra menambahkan sekarang ini sudah 21 pemain yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia.
Hendra yang turut menyaksikan latihan PSMS mengharapkan adanya peningkatan permainan. Animo masyarakat untuk memperkuat PSMS juga tinggi, selain legiun asing sejumlah pemain lokal termasuk satu pemain WNI Tionghoa Deli "Aheng" Leonto mengikuti seleksi
Monday, October 19, 2009
Osas: Uang Belakangan
PENAMPILAN apik selama seleksi ditunjukkan Osas Saha mantan pemain PSDS asal Nigeria itu. Sudah tiga gol dikemasnya dalam sesi selesksi game yang digelar Suimin Diharja. Tak ayal, fans pun antusias melihat penampilan apiknya selama seleksi.
Melihat kontribusinya tampaknya bakal dibutuhkan tim, Suimin pun tak ingin langsung membuang pemain berusia 23 tahun itu. Begitupun, Osas mengaku tak sesumbar bahwa dirinya bakal diterima di PSMS.
Usai latihan kemarin, Osas menuturkan kalau dirinya sangat ingin bergabung dengan PSMS. Dan menariknya, Osas tak ingin langsung bicara uang. Menurutnya, dia ingin bahu-membahu dengan pemain lainnya agar PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.
“Saya tidak bisa bilang kalau saya akan bergabung dengan PSMS. Itu semua tergantung pelatih dan manjemen. Saya hanya mengeluarkan seluruh kemampuan saya, dan selanjutnya dipilih oleh pelatih,” kata pemain yang sempat ikut seleksi di PSM Makassar itu.
“Secara pribadi, saya tidak mendahulukan uang. Saya ingin membantu kalau memang dibutuhkan agar PSMS kembali ke ISL,” lanjut pemain yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu.
Nah, kalau PSMS sudah berhasil masuk kembali ke ISL, barulah Osas akan bicarakan uang. Artinya, ada sinyal positif yang menyatakan bahwa Osas benar-benar ingin bermain di PSMS. Dan kalau lobi manajemen berhasil, bisa saja Osas rela dibayar seharga pemain lokal lainnya. Walaupun pastinya agak lebih tinggi.
Sama dengan yang diutarakan Nyobe. Dia bilang bahwa target utamanya ingin bergabung di PSMS adalah ingin mengembalikan taji Ayam Kinantan di ISL. “Selalu ada warna tersendiri ketika satu tim mendatangkan pemain asing. Maka itu, saya sangat berharap ada pihak yang mau membantu PSMS untuk mendatangkan pemain asing berkualitas,” kata Benny Tomasoa
Melihat kontribusinya tampaknya bakal dibutuhkan tim, Suimin pun tak ingin langsung membuang pemain berusia 23 tahun itu. Begitupun, Osas mengaku tak sesumbar bahwa dirinya bakal diterima di PSMS.
Usai latihan kemarin, Osas menuturkan kalau dirinya sangat ingin bergabung dengan PSMS. Dan menariknya, Osas tak ingin langsung bicara uang. Menurutnya, dia ingin bahu-membahu dengan pemain lainnya agar PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.
“Saya tidak bisa bilang kalau saya akan bergabung dengan PSMS. Itu semua tergantung pelatih dan manjemen. Saya hanya mengeluarkan seluruh kemampuan saya, dan selanjutnya dipilih oleh pelatih,” kata pemain yang sempat ikut seleksi di PSM Makassar itu.
“Secara pribadi, saya tidak mendahulukan uang. Saya ingin membantu kalau memang dibutuhkan agar PSMS kembali ke ISL,” lanjut pemain yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu.
Nah, kalau PSMS sudah berhasil masuk kembali ke ISL, barulah Osas akan bicarakan uang. Artinya, ada sinyal positif yang menyatakan bahwa Osas benar-benar ingin bermain di PSMS. Dan kalau lobi manajemen berhasil, bisa saja Osas rela dibayar seharga pemain lokal lainnya. Walaupun pastinya agak lebih tinggi.
Sama dengan yang diutarakan Nyobe. Dia bilang bahwa target utamanya ingin bergabung di PSMS adalah ingin mengembalikan taji Ayam Kinantan di ISL. “Selalu ada warna tersendiri ketika satu tim mendatangkan pemain asing. Maka itu, saya sangat berharap ada pihak yang mau membantu PSMS untuk mendatangkan pemain asing berkualitas,” kata Benny Tomasoa
Mantan Kapten Merapat Lagi
Perburuan skuad asing PSMS masih berlangsung. Terakhir, Patricio Jimenez, bek kidal asal Chile siap merapat. Kedatangan Pato – panggilan Partricio Jimenez – ini bisa dikatakan menarik. Pasalnya, kala PSMS dibesut Iwan Setiawan beberapa waktu lalu, Pato adalah kapten PSMS.
Ya, meski tidak lama menjabat kapten – hanya dua kali laga, setelah itu kapten dipegang Afan Lubis – Pato tentunya bukan orang asing lagi bagi Stadion Kebun Bunga. Lucunya, posisi yang diincar Pato sudah ditempati legiun asing yang sedang naik daun, Nyeck Nyobe. Apalagi, Nyobe, sudah nyaris diikat kontrak dengan manajemen.
Selain Pato, legiun asing yang dikabarkan akan merapat hari ini adalah striker Adolfo Sauza. Nah, kedatangan pemain ini juga menarik. Pasalnya, Osas Saha mulai mengambil hati manajemen dan pelatih. Dengan kata lain, perseteruan dua striker ini dipastikan panas untuk merebut satu tiket.
“Dua-dua (Osas dan Adolfo, Red) akan kita lihat dahulu. Kalau memang layak, salah satunya akan segera saya pilih. Target saya, dalam satu pekan ke depan, tim ini sudah memfokuskan penunjukkan kerangka tim. Jadi tidak sibuk seleksi lagi,” beber Pelatih PSMS, Suimin Diharja, kemarin.
Sebelumnya, PSMS bakal memulangkan Christian Bekatal dan Paulo Ezenwa. Dua asing itu dianggap tidak layak berkostum Kinantan. “Mereka masih di mes, kita tinggal tunggu agen mereka menjemput,” jelas Asisten Manajer, Benny Tomasoa.
Tersiar kabar bahwa PSMS musim ini berencana merekrut tiga pemain asing. Satu di lini depan, tengah dan belakang. Di bawah, Nyobe diprediksi bakal dikontrak. Meskipun belum ada kepastian akan hal itu.
Maka itu, kedatangan Pato tentu saja akan menjadikan dilematis tersendiri bagi Suimin. Pasalnya, Nyobe sudah datang dan ikut seleksi “Saya hanya bertugas mengevaluasi pemain yang saya anggap layak membela PSMS. Selanjutnya, manajemen yang menentukan,” kata Suimin.
Sama halnya dengan bakal hadirnya Adolfo Sauza. Penyerang yang musim lalu berkostum Persita itu bakal bersaing keras dengan Osas Saha yang lebih dulu ikut seleksi. Ditanyakan akan kemungkinan-kemungkinan pilihan, Suimin menjawab bahwa dirinya masih akan melihat dengan seksama.
Adolfo Sauza, memiliki pengalaman dan jam terbang yang tentu saja lebih banyak dibandingkan Osas yang hanya bermain di Divisi Utama. Beda dengan Adolfo yang sudah merasakan kerasnya ISL. Begitupun, Osas seolah tak ingin dikesampingkan. Dalam beberapa uji coba akan dirnya, Osas menunjukkan kegesitan dan feeling mencipta gol dan peluang yang mumpuni
Ya, meski tidak lama menjabat kapten – hanya dua kali laga, setelah itu kapten dipegang Afan Lubis – Pato tentunya bukan orang asing lagi bagi Stadion Kebun Bunga. Lucunya, posisi yang diincar Pato sudah ditempati legiun asing yang sedang naik daun, Nyeck Nyobe. Apalagi, Nyobe, sudah nyaris diikat kontrak dengan manajemen.
Selain Pato, legiun asing yang dikabarkan akan merapat hari ini adalah striker Adolfo Sauza. Nah, kedatangan pemain ini juga menarik. Pasalnya, Osas Saha mulai mengambil hati manajemen dan pelatih. Dengan kata lain, perseteruan dua striker ini dipastikan panas untuk merebut satu tiket.
“Dua-dua (Osas dan Adolfo, Red) akan kita lihat dahulu. Kalau memang layak, salah satunya akan segera saya pilih. Target saya, dalam satu pekan ke depan, tim ini sudah memfokuskan penunjukkan kerangka tim. Jadi tidak sibuk seleksi lagi,” beber Pelatih PSMS, Suimin Diharja, kemarin.
Sebelumnya, PSMS bakal memulangkan Christian Bekatal dan Paulo Ezenwa. Dua asing itu dianggap tidak layak berkostum Kinantan. “Mereka masih di mes, kita tinggal tunggu agen mereka menjemput,” jelas Asisten Manajer, Benny Tomasoa.
Tersiar kabar bahwa PSMS musim ini berencana merekrut tiga pemain asing. Satu di lini depan, tengah dan belakang. Di bawah, Nyobe diprediksi bakal dikontrak. Meskipun belum ada kepastian akan hal itu.
Maka itu, kedatangan Pato tentu saja akan menjadikan dilematis tersendiri bagi Suimin. Pasalnya, Nyobe sudah datang dan ikut seleksi “Saya hanya bertugas mengevaluasi pemain yang saya anggap layak membela PSMS. Selanjutnya, manajemen yang menentukan,” kata Suimin.
Sama halnya dengan bakal hadirnya Adolfo Sauza. Penyerang yang musim lalu berkostum Persita itu bakal bersaing keras dengan Osas Saha yang lebih dulu ikut seleksi. Ditanyakan akan kemungkinan-kemungkinan pilihan, Suimin menjawab bahwa dirinya masih akan melihat dengan seksama.
Adolfo Sauza, memiliki pengalaman dan jam terbang yang tentu saja lebih banyak dibandingkan Osas yang hanya bermain di Divisi Utama. Beda dengan Adolfo yang sudah merasakan kerasnya ISL. Begitupun, Osas seolah tak ingin dikesampingkan. Dalam beberapa uji coba akan dirnya, Osas menunjukkan kegesitan dan feeling mencipta gol dan peluang yang mumpuni
Divisi Utama mulai 25 November
Kompetisi Sepakbola Divisi Utama PSSI 2009/2010 dijadwalkan mulai digelar 25 November mendatang, usai Tim Nasional memainkan pertandingan babak kualifikasi Piala Asia.
Menurut Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat, jadwal ini diperoleh manajemen berdasarkan informasi dari Badan Liga Indonesia (BLI).
Dikatakan, sebelum pertandingan dimulai akan didahului dengan berbagai kegiatan di antaranya pendaftaran pemain (hingga 20 Oktober) namun setelah itu setiap tim masih diberi kesempatan menambah pemain. Benny mengakui, masing-masing tim diberi jatah menambah maksimal dua pemain pada 21 Oktober hingga 15 Desember nanti.
Saat ini, Ayam Kinantan sudah memiliki 21 pemain dan terakhir telah dicapai kesepakatan antara manajemen dengan pengurus tentang diizinkannya mengontrak pemain asing sebanyak dua orang dari jumlah tiga legiun asing sesuai kebutuhan tim.
Legiun asing asal Kamerun Bekatal Cristian dan Nyeck Nyobe tengah mengikuti seleksi dan Aldofo Sousa dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha menyusul.
Untuk lini belakang, Benny mengatakan mungkin merekrut Nyobe dan lini depan diupayakan diisi mantan pemain Persita Tangerang, Adolfo Sousa, yang menurut rencana tiba di Medan Senin (19/10) mendatang. Kendati begitu, keputusan tetap di tangan pelatih Suimin Dihardja.
Benny menambahkan, penyerahan daftar manajemen tim dan panitia pelaksana (panpel) adalah 30 Oktober, lalu workshop panpel dan manajer digelar di Jakarta pada 11 November mendatang.
Pertemuan antar manajer juga digelar di Jakarta pada waktu yang bersamaan. "Kemungkinan setelah itu dilakukan pembagian grup dan jadwal pertandingan," katanya
Menurut Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat, jadwal ini diperoleh manajemen berdasarkan informasi dari Badan Liga Indonesia (BLI).
Dikatakan, sebelum pertandingan dimulai akan didahului dengan berbagai kegiatan di antaranya pendaftaran pemain (hingga 20 Oktober) namun setelah itu setiap tim masih diberi kesempatan menambah pemain. Benny mengakui, masing-masing tim diberi jatah menambah maksimal dua pemain pada 21 Oktober hingga 15 Desember nanti.
Saat ini, Ayam Kinantan sudah memiliki 21 pemain dan terakhir telah dicapai kesepakatan antara manajemen dengan pengurus tentang diizinkannya mengontrak pemain asing sebanyak dua orang dari jumlah tiga legiun asing sesuai kebutuhan tim.
Legiun asing asal Kamerun Bekatal Cristian dan Nyeck Nyobe tengah mengikuti seleksi dan Aldofo Sousa dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha menyusul.
Untuk lini belakang, Benny mengatakan mungkin merekrut Nyobe dan lini depan diupayakan diisi mantan pemain Persita Tangerang, Adolfo Sousa, yang menurut rencana tiba di Medan Senin (19/10) mendatang. Kendati begitu, keputusan tetap di tangan pelatih Suimin Dihardja.
Benny menambahkan, penyerahan daftar manajemen tim dan panitia pelaksana (panpel) adalah 30 Oktober, lalu workshop panpel dan manajer digelar di Jakarta pada 11 November mendatang.
Pertemuan antar manajer juga digelar di Jakarta pada waktu yang bersamaan. "Kemungkinan setelah itu dilakukan pembagian grup dan jadwal pertandingan," katanya
Friday, October 16, 2009
Geber Legiun Asing
Nyeck Merapat, Bekatal Terancam
MEDAN- Upaya mendatangkan legiun asing terus digeber PSMS. Rabu (14/10) Nyeck Nyobe mantan bek Persib Bandung resmi bergabung untuk mengikuti seleksi. Di samping itu, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza mantan striker Persita Tangerang musim lalu.javascript:void(0)
Sebaliknya, Christian Bekatal yang sudah lebih dulu bergabung dan dua kali ikuti proses seleksi, tampaknya terancam dipulangkan. Kebutuhan akan penyerang murni, itu alasan utama yang dilontarkan manajemen PSMS lewat Benny Tomasoa asisten manajer, kemarin.
“Ada kemungkinan untuk memulangkan Bekatal. Tapi kita masih menanti rekomendasi dari pelatih kepala. Bukan karena apa-apa, tapi melainkan karena kebutuhan tim akan striker. Sedangkan Bekatal merupakan pemain yang cenderung main di lini kedua atau playmaker,” terang Benny.
Dalam uji coba kontra Medan United baru-baru ini, Suimin Diharja arsitek PSMS memang sudah melihat hal itu. Berdasarkan pengamatannya, Bekatal memang lebih sering mundur ke belakang dan membantu second line PSMS yang sudah dikawal oleh Afan Lubis. Maka itu, rekomendasi dari Suimin akan segera dijadikan patokan.
Sementara Nyeck, dijelaskan akan segera ikuti seleksi begitu bergabung. Saat dihubungi kemarin sore, Benny mengaku sedang menjemput Nyeck di Bandara Polonia. “Nyeck punya komitmen kuat untuk bergabung bersama PSMS. Ini terbukti dari pilihannya untuk seleksi di PSMS daripada menerima tawaran Persija. Mungkin besok (hari ini, Red) dia usah bergabung dengan tim,” terang Benny.
Tak hanya Nyeck, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza yang musim lalu berkostum Persita. Menurut Benny, Adolfo akan didatangkan pada Jumat (16/1) besok. “Rencana kita juga akan mendatangkan Adolfo untuk ikuti seleksi. Tapi keputusan pastinya belum diketahui. Yang jelas, tim ini membutuhkan sosok striker asing,” pungkas Benny. (ful)
MEDAN- Upaya mendatangkan legiun asing terus digeber PSMS. Rabu (14/10) Nyeck Nyobe mantan bek Persib Bandung resmi bergabung untuk mengikuti seleksi. Di samping itu, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza mantan striker Persita Tangerang musim lalu.javascript:void(0)
Sebaliknya, Christian Bekatal yang sudah lebih dulu bergabung dan dua kali ikuti proses seleksi, tampaknya terancam dipulangkan. Kebutuhan akan penyerang murni, itu alasan utama yang dilontarkan manajemen PSMS lewat Benny Tomasoa asisten manajer, kemarin.
“Ada kemungkinan untuk memulangkan Bekatal. Tapi kita masih menanti rekomendasi dari pelatih kepala. Bukan karena apa-apa, tapi melainkan karena kebutuhan tim akan striker. Sedangkan Bekatal merupakan pemain yang cenderung main di lini kedua atau playmaker,” terang Benny.
Dalam uji coba kontra Medan United baru-baru ini, Suimin Diharja arsitek PSMS memang sudah melihat hal itu. Berdasarkan pengamatannya, Bekatal memang lebih sering mundur ke belakang dan membantu second line PSMS yang sudah dikawal oleh Afan Lubis. Maka itu, rekomendasi dari Suimin akan segera dijadikan patokan.
Sementara Nyeck, dijelaskan akan segera ikuti seleksi begitu bergabung. Saat dihubungi kemarin sore, Benny mengaku sedang menjemput Nyeck di Bandara Polonia. “Nyeck punya komitmen kuat untuk bergabung bersama PSMS. Ini terbukti dari pilihannya untuk seleksi di PSMS daripada menerima tawaran Persija. Mungkin besok (hari ini, Red) dia usah bergabung dengan tim,” terang Benny.
Tak hanya Nyeck, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza yang musim lalu berkostum Persita. Menurut Benny, Adolfo akan didatangkan pada Jumat (16/1) besok. “Rencana kita juga akan mendatangkan Adolfo untuk ikuti seleksi. Tapi keputusan pastinya belum diketahui. Yang jelas, tim ini membutuhkan sosok striker asing,” pungkas Benny. (ful)
Suimin sambut gembira trio asing
Dua lagi pemain asing asal Afrika, Nyeck Nyobe dan Ikpefua Osas Marvellous Saha, bakal bergabung dalam skuad PSMS Medan. Sedangkan Aldofo Sousa masih ditunggu kedatangannya.
Pelatih Suimin Dihardja yang ditemui usai memimpin Selamet Riyadi cs berlatih di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis, menyambut gembira kehadiran trio asing tersebut memperkuat skuad Ayam Kinantan guna menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010, November nanti.
“Kepastian mereka masuk skuad PSMS tergantung hasil seleksi. Siapapun dia, walau pemain bersangkutan punya nama besar dan berprestasi sebelumnya, tidak menjadi patokan manajemen maupun pelatih memilihnya,” kata Suimin.
Manajer tim Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa mengakui, direkrutnya pemain asing karena ada harapan pihak bapak angkat (sponsor) mau membiayainya. Kalau tidak, Hendra menambahkan terasa sulit bagi PSMS mengontrak para pemain tersebut.
Hendra dan Benny optimis pihaknya akan mendapatkan bapak angkat. Dalam kesempatan itu, Hendra juga mengakui pada 14 November nanti PSMS akan melakukan dadar kekuatan dengan Penang FC asal Malaysia di Stadion Teladan Medan. Pada laga itu, Hendra berharap pelatih sudah menentukan pemainnya dan tidak lagi bongkar pasang.
Benny sendiri mengakui sependapat dengan pelatih bahwa pemain asing asal Kamerun, Bekatal Cristian, bukan pemain depan murni melainkan gelandang menyerang. Hal itu berdasarkan karakter permainannya pada Selasa (13/10) lalu ketika Bekatal lebih banyak melakukan umpan ketimbang mencari peluang untuk membuat gol.
"Dengan kehadiran Saha dan Sousa, satu di antaranya mungkin bisa menggantikan Bekatal di depan, sedangkan Nyeck Nyobe akan bermain sebagai libero," kata Suimin.
Menanggapi status mantan pemain PSDS Deli Serdang Imam Faisal, dikatakan bahwa pengurus PSMS tidak lagi menambah pemain lokal dari jumlah pemain yang ada sehingga mantan pemain PON Sumut itu tertutup peluangnya masuk skuad PSMS
Pelatih Suimin Dihardja yang ditemui usai memimpin Selamet Riyadi cs berlatih di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis, menyambut gembira kehadiran trio asing tersebut memperkuat skuad Ayam Kinantan guna menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010, November nanti.
“Kepastian mereka masuk skuad PSMS tergantung hasil seleksi. Siapapun dia, walau pemain bersangkutan punya nama besar dan berprestasi sebelumnya, tidak menjadi patokan manajemen maupun pelatih memilihnya,” kata Suimin.
Manajer tim Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa mengakui, direkrutnya pemain asing karena ada harapan pihak bapak angkat (sponsor) mau membiayainya. Kalau tidak, Hendra menambahkan terasa sulit bagi PSMS mengontrak para pemain tersebut.
Hendra dan Benny optimis pihaknya akan mendapatkan bapak angkat. Dalam kesempatan itu, Hendra juga mengakui pada 14 November nanti PSMS akan melakukan dadar kekuatan dengan Penang FC asal Malaysia di Stadion Teladan Medan. Pada laga itu, Hendra berharap pelatih sudah menentukan pemainnya dan tidak lagi bongkar pasang.
Benny sendiri mengakui sependapat dengan pelatih bahwa pemain asing asal Kamerun, Bekatal Cristian, bukan pemain depan murni melainkan gelandang menyerang. Hal itu berdasarkan karakter permainannya pada Selasa (13/10) lalu ketika Bekatal lebih banyak melakukan umpan ketimbang mencari peluang untuk membuat gol.
"Dengan kehadiran Saha dan Sousa, satu di antaranya mungkin bisa menggantikan Bekatal di depan, sedangkan Nyeck Nyobe akan bermain sebagai libero," kata Suimin.
Menanggapi status mantan pemain PSDS Deli Serdang Imam Faisal, dikatakan bahwa pengurus PSMS tidak lagi menambah pemain lokal dari jumlah pemain yang ada sehingga mantan pemain PON Sumut itu tertutup peluangnya masuk skuad PSMS
Subscribe to:
Posts (Atom)