Suimin Diharja sudah menyelesaikan tugasnya sebagai ketua tim seleksi calon skuad PSMS musim mendatang. Sebanyak 23 pemain sudah diajukan namanya ke manjemen PSMS, Sabtu (8/8) kemarin.
Masalahnya, kepastian kapan pengumuman skuad PSMS masih belum jelas. Nama-nama skuad PSMS juga belum bisa dibeberkan oleh Suimin. Karena menurutnya setelah tugasnya selesai, maka selanjutnya urusan manajemenlah yang akan mengumumkan siapa yang layak berkostum Kinantan.
Namun, Suimin memberikan sinyal beberapa nama yang bakal dipakainya untuk masuk skuad. “Yang jelas hampir 60 persen pemain lama yang punya cukup pengalaman dipertahankan,” bebernya usai seleksi kemarin.
Selain nama yang diajukan ke manajemen yang berjumlah 23 orang, santer juga terdengar bahwa ada beberapa pemain asing yang juga akan diajukan untuk mengisi skuad PSMS. Untuk yang satu ini tmpaknya masih belum jelas juga, karena keuangan PSMS masih gulita. Jangankan mengontrak pemain asing, pemain yang ada dan pelatih saja tak kunjung mendapatkan kejelasan.
Memang, di awal-awal seleksi lalu Suimin sudah mengatakan akan menawarkan beberapa nama pemain asing yang dibutuhkan PSMS. Terutama posisi striker dan lini belakang. Nama Jhon Takfor awalnya sempat diinginkan Suimin, namun sudah keburu ditekong Persebaya.
Keputusan untuk mengajukan nama pemain asing itu, beredar dari pengurus. Kabarnya ada tiga pemain asing yang bakal diusulkan. Namun belum jelas siapa dan berapa ketersediaan dana untuk itu. Yang pasti, pada saat berakhirnya seleksi terakhir, nama bakal calon skuad PSMS sudah diajukan. Prosesnya tak tahu hingga kapan.
Sementara itu, kabar terbaru datang dari Andika Yudistira eks striker PSMS musim lalu. Kabarnya Andika sedang bimbang menentukan pilihan pinangan dua klub raksasa Indonesian Super League (ISL), Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Berdasarkan pengakuan Andika, dua klub ini terlihat serius mendatangkannya. Nilai kontraknya juga lumayan besar.
“Sejauh ini saya belum bisa putuskan. Yang jelas dua klub itu getol betul menghubungi saya. Nanti akan saya putuskan. Tapi yang jelas saat ini saya fokus persiapan Timnas U-23 dahulu untuk persiapan SEA Games,” bebernya.
Lantas apakah Andika tak ingin kembali ke PSMS? Dikatakannya dia masih dan tetap cinta pada PSMS. Namun, rasa cinta itu sama besarnya dengan kekecewaannya karena tak dihargai oleh PSMS sendiri. “Sudah 2,5 musim lebih saya berkostum PSMS, tapi kenapa klub lain yang berani menghargai saya. Saya ingin kembali ke PSMS, tapi saya enggan kalau harus seleksi lagi,” pungkasnya.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, August 10, 2009
Seleksi Terakhir Segera Ajukan 23 Pemain
Masa tugas Suimin Diharja sebagai ketua tim seleksi skuad Ayam Kinantan, akan berakhir Sabtu (8/8) hari ini. Di pengujung tugasnya sebagai ketua tim seleksi, Suimin akan segera mengajukan 23 nama pemain ke manajemen PSMS untuk segera diproses kontraknya.
Namun, hal itu tidak serta merta akan disetujui oleh manajemen. Pasalnya, pasti akan ada pertanyaan yang mengkritisi pelihan Suimin akan pemain yang menurutnya dibutuhkan tim. Oleh karena itu, Suimin belum berani memberberkan nama-nama pemain yang sudah ada dalam benaknya.
“Nama pemain yang akan saya ajukan ke manajemen sudah ada. Usai seleksi hari terakhir ini saya akan segera temui manajemen. Saat ini saya tidak bisa membeberkan nama-nama pemain itu karena selanjutnya urusan manajemen,” beber Suimin usia latihan Jumat (7/8) kemarin.
Meski nama-nama pemain nantinya sudah diajukan, proses kontrak masih mungkin akan memakan waktu yang panjang. Pasalnya pengurus sah PSMS saja hingga saat ini belum disahkan. Baru Dzulmi Eldin Ketua Umum seorang yang sudah sah. Lainnya masih sebatas ucapan saja, belum ada hitam di atas putih.
Lantas bagaimana nasib Suimin? “Nasib saya tentu saja akan saya tanyakan juga. Apakah saya tetap jadi pelatih atau tidak. Yang jelas, sampai ada kejelasan saya akan tetap berada di PSMS. Kecuali saya diminta untuk pergi dari tim ini maka saya akan pergi,” lanjut pelatih dengan julukan Pelatih Kampung itu.
Syukurnya, dalam proses seleksi selama ini belum ada pemain yang terbang ke lain hati. Meskipun sebelumnya ada beberapa pemain yang enggan meneken surat pernyataan, namun pada saat digelarnya seleksi sejumlah pemain masih terlihat serius ikuti seleksi.
Pada seleksi kemarin, hanya Doni F Siregar yang terlihat absen. Meski absen, Suimin menampik bahwa Doni sudah dipinang klub lain. Memang sebelumnya Doni ada menanyakan akan kejelasannya di PSMS. “Benar, Doni ada menemui saya untuk menanyakan masa depannya di PSMS. Dan saya hanya bilang bersabarlah hingga seleksi hari terakhir,” kata ayah tiga anak itu.
Selanjutnya, tak ada yang dapat memastikan kapan skuad inti PSMS yang diajukan ke Badan Liga Indonesia (BLI), bakal diumumkan.
Yang pasti, persiapan PSMS dalam menatap Divisi Utama musim ini terkesan sangat lambat. Klub rival daerah tetangga, PSDS, saja sudah menggelar persiapan matang. Bahkan, PSDS juga sudah menggelar beberapa kali uji tanding dengan klub lainnya.
Namun, hal itu tidak serta merta akan disetujui oleh manajemen. Pasalnya, pasti akan ada pertanyaan yang mengkritisi pelihan Suimin akan pemain yang menurutnya dibutuhkan tim. Oleh karena itu, Suimin belum berani memberberkan nama-nama pemain yang sudah ada dalam benaknya.
“Nama pemain yang akan saya ajukan ke manajemen sudah ada. Usai seleksi hari terakhir ini saya akan segera temui manajemen. Saat ini saya tidak bisa membeberkan nama-nama pemain itu karena selanjutnya urusan manajemen,” beber Suimin usia latihan Jumat (7/8) kemarin.
Meski nama-nama pemain nantinya sudah diajukan, proses kontrak masih mungkin akan memakan waktu yang panjang. Pasalnya pengurus sah PSMS saja hingga saat ini belum disahkan. Baru Dzulmi Eldin Ketua Umum seorang yang sudah sah. Lainnya masih sebatas ucapan saja, belum ada hitam di atas putih.
Lantas bagaimana nasib Suimin? “Nasib saya tentu saja akan saya tanyakan juga. Apakah saya tetap jadi pelatih atau tidak. Yang jelas, sampai ada kejelasan saya akan tetap berada di PSMS. Kecuali saya diminta untuk pergi dari tim ini maka saya akan pergi,” lanjut pelatih dengan julukan Pelatih Kampung itu.
Syukurnya, dalam proses seleksi selama ini belum ada pemain yang terbang ke lain hati. Meskipun sebelumnya ada beberapa pemain yang enggan meneken surat pernyataan, namun pada saat digelarnya seleksi sejumlah pemain masih terlihat serius ikuti seleksi.
Pada seleksi kemarin, hanya Doni F Siregar yang terlihat absen. Meski absen, Suimin menampik bahwa Doni sudah dipinang klub lain. Memang sebelumnya Doni ada menanyakan akan kejelasannya di PSMS. “Benar, Doni ada menemui saya untuk menanyakan masa depannya di PSMS. Dan saya hanya bilang bersabarlah hingga seleksi hari terakhir,” kata ayah tiga anak itu.
Selanjutnya, tak ada yang dapat memastikan kapan skuad inti PSMS yang diajukan ke Badan Liga Indonesia (BLI), bakal diumumkan.
Yang pasti, persiapan PSMS dalam menatap Divisi Utama musim ini terkesan sangat lambat. Klub rival daerah tetangga, PSDS, saja sudah menggelar persiapan matang. Bahkan, PSDS juga sudah menggelar beberapa kali uji tanding dengan klub lainnya.
Mulai Gelisah
Pelatih dan calon pemain PSMS mulai gelisah. Tandatanda penawaran kontrak dari pengurus PSMS belum juga terang. Syukurnya hal itu belum sampai merusak skema seleksi yang masih berlangsung selama ini. Bagi eks pemain liga, tampaknya proses seleksi yang terlalu lama sudah begitu menjemukan.
Walaupun sebagian lainnya masih bertahan dengan tetap eksis ikuti proses seleksi. Berdasarkan niatan Pelatih Suimin Diharja, kerangka tim utama berjumlah 23 orang akan segera diumumkannya akhir pekan ini. Dan, 23 nama itu akan diusulkan ke pengurus untuk mendapatkan sodoran kontrak. Lantas bagaimana dengan dirinya sebagai calon utama pelatih PSMS? PT HM Sampoerna Mendekat Menjawab pertanyaan itu, Suimin memilih tersenyum. “Jangankan pemain, saya juga masih belum ada tanda- tanda bakal dikontrak,” katanya berkelakar. Akibat lambatnya tindakan pengurus mengikat pelatih dan pemain yang dianggap berkualitas, isu aneh pun menggema.
Kaitannya adalah dengan enggannya beberapa pemain untuk meneken surat pernyataan akan nilai kontrak yang diinginkan apabila jadi masuk skuad PSMS, oleh pengurus beberapa waktu lalu. Suimin berkisah, ada selintingan yang menyebutkan ada isu pemain yang enggan meneken surat itu karena masih menanti Suimin untuk turut diajak ke Semen Padang. Lho? Memang, hingga saat ini Suimin masih terus diburu pengurus Semen Padang untuk dijadikan pelatih.
Maka itu, isu itu pun mengalir. Menjawab isu itu, Suimin dengan tegas rela menanti sampai kapan pun pengurus ajak dia berbicara untuk urusan kontrak. Dikatakannya, kalau PSMS benar-benar inginkan tenaganya, Suimin rela menunggu hingga satu tahun ke depan. Itu sebuah komitmen yang diutarakannya jauh-jauh hari sebelum akhirnya berlabuh di PSMS kembali. “Jadi, jangan ragukan lagi komitmen saya. Dengan tegas saya ingin mengabdi di PSMS. Saya juga berniat pensiun di klub yang membesarkan saya. Jadi aneh kalau ada isu yang menyebutkan bahwa saya berniat membawa pemain ke Semen Padang,” koar Suimin.
Salah satu alasan mematikan ponsel, selain untuk menghindari pemain titipan, disebutkan Suimin juga karena ingin menghindari bujukan pihak Semen Padang. “Kalau saya aktifkan ponsel saya, nanti mereka kembali meminta saya untuk datang ke Semen Padang,” lanjut pelatih bergelar Pelatih Kampung itu. Tapi, kesabaran setiap orang tentu a d a batasnya! Kalau tak juga mendapatkan kejelasan, bukan tak mungkin Suimin benarbenar hengkang mencari klub lain.
Namanya cukup dikenal dan masih diminati oleh beberapa klub. “Kalau memang saya tak dibutuhkan di PSMS, baru saya akan keluar dari tim ini. Tapi kalau belum ada pernyataan dari pengurus saya rela menanti hingga satu tahun bila perlu. Inilah komitmen saya di PSMS, membangun dan kembali membawa PSMS ke masa jayanya,” pungkasnya
Walaupun sebagian lainnya masih bertahan dengan tetap eksis ikuti proses seleksi. Berdasarkan niatan Pelatih Suimin Diharja, kerangka tim utama berjumlah 23 orang akan segera diumumkannya akhir pekan ini. Dan, 23 nama itu akan diusulkan ke pengurus untuk mendapatkan sodoran kontrak. Lantas bagaimana dengan dirinya sebagai calon utama pelatih PSMS? PT HM Sampoerna Mendekat Menjawab pertanyaan itu, Suimin memilih tersenyum. “Jangankan pemain, saya juga masih belum ada tanda- tanda bakal dikontrak,” katanya berkelakar. Akibat lambatnya tindakan pengurus mengikat pelatih dan pemain yang dianggap berkualitas, isu aneh pun menggema.
Kaitannya adalah dengan enggannya beberapa pemain untuk meneken surat pernyataan akan nilai kontrak yang diinginkan apabila jadi masuk skuad PSMS, oleh pengurus beberapa waktu lalu. Suimin berkisah, ada selintingan yang menyebutkan ada isu pemain yang enggan meneken surat itu karena masih menanti Suimin untuk turut diajak ke Semen Padang. Lho? Memang, hingga saat ini Suimin masih terus diburu pengurus Semen Padang untuk dijadikan pelatih.
Maka itu, isu itu pun mengalir. Menjawab isu itu, Suimin dengan tegas rela menanti sampai kapan pun pengurus ajak dia berbicara untuk urusan kontrak. Dikatakannya, kalau PSMS benar-benar inginkan tenaganya, Suimin rela menunggu hingga satu tahun ke depan. Itu sebuah komitmen yang diutarakannya jauh-jauh hari sebelum akhirnya berlabuh di PSMS kembali. “Jadi, jangan ragukan lagi komitmen saya. Dengan tegas saya ingin mengabdi di PSMS. Saya juga berniat pensiun di klub yang membesarkan saya. Jadi aneh kalau ada isu yang menyebutkan bahwa saya berniat membawa pemain ke Semen Padang,” koar Suimin.
Salah satu alasan mematikan ponsel, selain untuk menghindari pemain titipan, disebutkan Suimin juga karena ingin menghindari bujukan pihak Semen Padang. “Kalau saya aktifkan ponsel saya, nanti mereka kembali meminta saya untuk datang ke Semen Padang,” lanjut pelatih bergelar Pelatih Kampung itu. Tapi, kesabaran setiap orang tentu a d a batasnya! Kalau tak juga mendapatkan kejelasan, bukan tak mungkin Suimin benarbenar hengkang mencari klub lain.
Namanya cukup dikenal dan masih diminati oleh beberapa klub. “Kalau memang saya tak dibutuhkan di PSMS, baru saya akan keluar dari tim ini. Tapi kalau belum ada pernyataan dari pengurus saya rela menanti hingga satu tahun bila perlu. Inilah komitmen saya di PSMS, membangun dan kembali membawa PSMS ke masa jayanya,” pungkasnya
PT HM Sampoerna Mendekat
MESKI belum ada yang pasti mau bergandengan tangan dengan PSMS, namun setidaknya sudah ada satu calon sponsor yang bersedia bekerja sama dengan Ayam Kinantan. Salah satunya, PT HM Sampoerna Tbk.
Perusahaan ini dikabarkan sudah secara resmi bersedia membuka pembicaraan dengan pengurus PSMS. Memang dari sekian banyak sponsor yang didekati, baru Sampoerna yang kabarnya menyambut baik. Sebelumnya, Diadora juga sudah didekati. Tapi sayang, Diadora tak tertarik bekerjasama dengan klub non Indonesia Super League (ISL). Walhasil, Diadora batal jadi sponsor bagi PSMS. Benny Tomasoa, Komisaris PT PSMS kemarin mengungkan bahwa Sampoerna sudah membuka diri seputar kerjasama yang diajukan PSMS. Dari pembicaraan awal, tampaknya Sampoerna mulai tertarik. Tapi secara profesional, mereka inginkan proposal nyata berserta gambaran program yang ditawarkan pengurus ke PSMS. “Sejauh ini kami baru bicara secara lisan. Dan
Sampoerna membuka diri untuk bekerjasama dengan PSMS. Mereka tinggal menanti bentuk tawaran yang kita inginkan. Karena dari pembicaraan awal, mereka tertarik dengan konsep yang kita tawarkan kepada mereka,” terang Benny ketika melihat proses latihan di Stadion Teladan Kamis (6/8)
kemarin.
Namun, Benny masih enggan membicarakan seperti apa bentuk kerjasama antara keduanya. Tapi yang pasti, Sampoerna enggan
menjadi sponsor utama. Pasalnya anak usaha Sampoerna juga terlibat dalam even Copa Indonesia. “Tampaknya bukan sponsor
utama. Karena mereka tidak ingin terlibat secara langsung. Hanya saja mereka terlihat welcome dan ini merupakan awal yang bagus bagi PSMS. Mari kita doakan saja agar semuanya berjalan lancar,” lanjut Benny. Selanjutnya, Benny akan mengajukan kabar ini ke Ketua Umum (Ketum) PSMS.
Sebelumnya, Benny sudah mengajukan kabar ini ke Sekretaris
Umum (Sekum) PSMS, Hardi Mulyono. “Saya tidak
enak kalau langsung ngomong ke Ketum. Tapi saya sudah sampaikan ke
Sekum. Dan, Sekum-lah nanti yang kabarkan ke Ketum. Secepatnya kita akan segera ajukan proposal dimaksud ke Sampoerna,” beber Benny.
Ya, semoga berhasil. Pasalnya PSMS sampai saat ini kabarnya masih tak punya kas. Sehingga untuk membeli perlengkapan pertandingan saja masih harus menunggu hingga beberapa waktu. Pelatih dan pemain juga belum mendapatkan kepastian kapan segera disodori kontrak.
Perusahaan ini dikabarkan sudah secara resmi bersedia membuka pembicaraan dengan pengurus PSMS. Memang dari sekian banyak sponsor yang didekati, baru Sampoerna yang kabarnya menyambut baik. Sebelumnya, Diadora juga sudah didekati. Tapi sayang, Diadora tak tertarik bekerjasama dengan klub non Indonesia Super League (ISL). Walhasil, Diadora batal jadi sponsor bagi PSMS. Benny Tomasoa, Komisaris PT PSMS kemarin mengungkan bahwa Sampoerna sudah membuka diri seputar kerjasama yang diajukan PSMS. Dari pembicaraan awal, tampaknya Sampoerna mulai tertarik. Tapi secara profesional, mereka inginkan proposal nyata berserta gambaran program yang ditawarkan pengurus ke PSMS. “Sejauh ini kami baru bicara secara lisan. Dan
Sampoerna membuka diri untuk bekerjasama dengan PSMS. Mereka tinggal menanti bentuk tawaran yang kita inginkan. Karena dari pembicaraan awal, mereka tertarik dengan konsep yang kita tawarkan kepada mereka,” terang Benny ketika melihat proses latihan di Stadion Teladan Kamis (6/8)
kemarin.
Namun, Benny masih enggan membicarakan seperti apa bentuk kerjasama antara keduanya. Tapi yang pasti, Sampoerna enggan
menjadi sponsor utama. Pasalnya anak usaha Sampoerna juga terlibat dalam even Copa Indonesia. “Tampaknya bukan sponsor
utama. Karena mereka tidak ingin terlibat secara langsung. Hanya saja mereka terlihat welcome dan ini merupakan awal yang bagus bagi PSMS. Mari kita doakan saja agar semuanya berjalan lancar,” lanjut Benny. Selanjutnya, Benny akan mengajukan kabar ini ke Ketua Umum (Ketum) PSMS.
Sebelumnya, Benny sudah mengajukan kabar ini ke Sekretaris
Umum (Sekum) PSMS, Hardi Mulyono. “Saya tidak
enak kalau langsung ngomong ke Ketum. Tapi saya sudah sampaikan ke
Sekum. Dan, Sekum-lah nanti yang kabarkan ke Ketum. Secepatnya kita akan segera ajukan proposal dimaksud ke Sampoerna,” beber Benny.
Ya, semoga berhasil. Pasalnya PSMS sampai saat ini kabarnya masih tak punya kas. Sehingga untuk membeli perlengkapan pertandingan saja masih harus menunggu hingga beberapa waktu. Pelatih dan pemain juga belum mendapatkan kepastian kapan segera disodori kontrak.
Friday, August 7, 2009
Tunda Tanda Tangan
MEDAN- Tampaknya PSMS tak mau kehilangan pemain yang diincarnya lagi. Ya, setidaknya kasus Wijay yang menyeberang ke Persebaya bisa dijadikan catatan. Karena itu, pengurus PSMS langsung menyodorkan kontrak bagi pemain yang lolos seleksi.
Menariknya, meski kas PSMS masih nihil, pengurus PSMS berani menyodori seluruh pemain yang sedang seleksi dengan satu kesepakatan mirip kontrak kerja, Rabu (5/8) di Stadion Teladan kemarin. Dalam surat kesepakatan itu, pengurus meminta pemain mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau nanti terpilih menjadi skuad PSMS. Tak pelak, kenyataan itu membuat beberapa pemain menunda tanda tangan mereka.
Agenda mendadak itu digeber pengurus guna mendapatkan gambaran akan besaran kontrak, yang dibutuhkan selama mengarungi musim kompetisi 2009/10 di Divisi Utama. “Ini untuk mengetahui gambaran nilai kontrak yang kita butuhkan untuk gaji pemain,” beber Freddy Hutabarat pengurus yang turut hadir.
Kegiatan itu sendiri langsung dipimpin Sekum PSMS, Hardi Mulyono dan sejumlah pengurus lainnya. Hampir seluruh pemain terlihat hadir pada kesempatan itu. Namun, sosok Suimin Diharja justru tak terlihat.
Sayangnya Hardi tak mau membeberkan berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kontrak itu. “Belumlah, nanti akan kita hitung. Yang jelas kita hanya akan mengikat kontrak 23 pemain dahulu untuk diajukan ke BLI. Tadi hanya untuk gambaran saja dulu,” kata Hardi Mulyono.
Pada kesempatan itu, sejumlah pemain terlihat bingung. Sebab tanpa ada penjelasan terlebih dahulu akan niatan pengurus menggelar agenda itu. Sistemnya, satu persatu pemain dipanggil dan disodori secarik kertas bermatrai Rp6000 dengan sejumlah poin.
Poin paling utama adalah jumlah kontrak yang diinginkan pemain selama tiga musim atau kurang. Setelah itu, ada beberapa poin yang juga harus disepakati pemain seandainya mereka terpilih menjadi pemain PSMS. Di antaranya, bersedia bermain di PSMS selama 3 musim dengan kontrak yang diajukan pemain. Bersedia menerima pembayaran kontrak dengan bertahap.
Bersedia mematuhi disiplin yang berlaku. Bersedia menerima pemotongan gaji 0,25 persen dari jumlah kontrak kalau melanggar disiplin. Bersedia diberhentikan oleh pengurus kalau tidak memiliki kontribusi yang jelas, atau kalau pindah ke klub lain dalam masa kontrak harus mengembalikan nilai kontrak yang pernah diterima dari PSMS.
Pemain nonliga yang ikuti seleksi, langsung meneken kesepakatan itu. Sedangkan pemain yang sudah berpengalaman, memilih untuk menunda. Mereka yang belum meneken antara lain Harry Syahputra, Bona Simanjuntak, Novianto, dan Niko Susanto. Affan Lubis, Anda Hermawan, Doni F Siregar, dan Reswandi juga enggan meneken kesepakatan itu.
Meski demikian, pada sesi latihan yang digelar sore harinya, seluruh pemain seleksi masih terlihat hadir ikuti proses jalannya latihan
Menariknya, meski kas PSMS masih nihil, pengurus PSMS berani menyodori seluruh pemain yang sedang seleksi dengan satu kesepakatan mirip kontrak kerja, Rabu (5/8) di Stadion Teladan kemarin. Dalam surat kesepakatan itu, pengurus meminta pemain mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau nanti terpilih menjadi skuad PSMS. Tak pelak, kenyataan itu membuat beberapa pemain menunda tanda tangan mereka.
Agenda mendadak itu digeber pengurus guna mendapatkan gambaran akan besaran kontrak, yang dibutuhkan selama mengarungi musim kompetisi 2009/10 di Divisi Utama. “Ini untuk mengetahui gambaran nilai kontrak yang kita butuhkan untuk gaji pemain,” beber Freddy Hutabarat pengurus yang turut hadir.
Kegiatan itu sendiri langsung dipimpin Sekum PSMS, Hardi Mulyono dan sejumlah pengurus lainnya. Hampir seluruh pemain terlihat hadir pada kesempatan itu. Namun, sosok Suimin Diharja justru tak terlihat.
Sayangnya Hardi tak mau membeberkan berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kontrak itu. “Belumlah, nanti akan kita hitung. Yang jelas kita hanya akan mengikat kontrak 23 pemain dahulu untuk diajukan ke BLI. Tadi hanya untuk gambaran saja dulu,” kata Hardi Mulyono.
Pada kesempatan itu, sejumlah pemain terlihat bingung. Sebab tanpa ada penjelasan terlebih dahulu akan niatan pengurus menggelar agenda itu. Sistemnya, satu persatu pemain dipanggil dan disodori secarik kertas bermatrai Rp6000 dengan sejumlah poin.
Poin paling utama adalah jumlah kontrak yang diinginkan pemain selama tiga musim atau kurang. Setelah itu, ada beberapa poin yang juga harus disepakati pemain seandainya mereka terpilih menjadi pemain PSMS. Di antaranya, bersedia bermain di PSMS selama 3 musim dengan kontrak yang diajukan pemain. Bersedia menerima pembayaran kontrak dengan bertahap.
Bersedia mematuhi disiplin yang berlaku. Bersedia menerima pemotongan gaji 0,25 persen dari jumlah kontrak kalau melanggar disiplin. Bersedia diberhentikan oleh pengurus kalau tidak memiliki kontribusi yang jelas, atau kalau pindah ke klub lain dalam masa kontrak harus mengembalikan nilai kontrak yang pernah diterima dari PSMS.
Pemain nonliga yang ikuti seleksi, langsung meneken kesepakatan itu. Sedangkan pemain yang sudah berpengalaman, memilih untuk menunda. Mereka yang belum meneken antara lain Harry Syahputra, Bona Simanjuntak, Novianto, dan Niko Susanto. Affan Lubis, Anda Hermawan, Doni F Siregar, dan Reswandi juga enggan meneken kesepakatan itu.
Meski demikian, pada sesi latihan yang digelar sore harinya, seluruh pemain seleksi masih terlihat hadir ikuti proses jalannya latihan
Wednesday, August 5, 2009
PSMS targetkan promosi LSI
Promosi ke Liga Super Indonesia 2010 merupakan target harga mati PSMS Medan. Guna mencapai target itu, Ketua Umum Drs H Dzulmi Edin MSi minta kepada pelatih Suimin Dihardja benar-benar menemukan pemain-pemain berkualitas masuk skuad The Killer dalam kompetisi Divisi Utama 2009/2010.
Namun menurut Ketua Umum PSMS itu didampingi beberapa kandidat pengurus PSMS periode 2009/2013 seperti Ketua Harian Drs H Randiman Tarigan, Sekum H Hardi Mulyono SE MAP, Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan pelatih Suimin di sela-sela seleksi fisik di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pihaknya tidak akan mencampuri urusan pemilihan pemain maupun masalah teknik tim.
"Pengurus hanya mengurus manajemen. Masalah pemain dan teknik adalah urusan pelatih," ujar Eldin yang juga Sekda Pemkot Medan sekaligus mengakui optimis Suimin yang memiliki segudang pengalaman dan ketrampilan bakal mewujudkan target pengurus PSMS.
Eldin cs mendukung sepenuhnya niat Suimin yang akan menggunakan anak-anak Medan, karena anak daerah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain dari luar Medan, yaitu fanatisme.
"Kalau anak Medan sudah berkumpul dalam satu tim, fanatisme The Killer akan muncul dengan sendirinya. Kalau PSMS sudah bermain dengan fanatismenya, lawan manapun akan kesulitan menghadapinya," timpal Randiman.
Jumlah 200 pemain yang mengikuti seleksi sejak dari awal yang begitu mbludak ditambah pemain yang yang pernah merumput di Liga sebanyak 45 orang, membuktikan antusias masyarakat bola di Medan terhadap PSMS cukup tinggi dan harus disambut positif.
Secara terpisah, pelatih Suimin menegaskan pihaknya terpaksa mencoret Anda Hermawan dari seleksi PSMS karena sejak hari pertama hingga terakhir seleksi fisik (31/7, 1/8), pemain asal Pupuk Kaltim Bontang itu tidak hadir tanpa pemberitahuan sehingga digantikan Bananda.
Suimin juga mengakui sebelum pihaknya menetapkan pemain-pemain untuk masuk skuad tim A dan B, mereka seluruhnya akan menjalani tes kesehatan pada Senin (3/8) di Unimed Medan.
Namun menurut Ketua Umum PSMS itu didampingi beberapa kandidat pengurus PSMS periode 2009/2013 seperti Ketua Harian Drs H Randiman Tarigan, Sekum H Hardi Mulyono SE MAP, Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan pelatih Suimin di sela-sela seleksi fisik di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pihaknya tidak akan mencampuri urusan pemilihan pemain maupun masalah teknik tim.
"Pengurus hanya mengurus manajemen. Masalah pemain dan teknik adalah urusan pelatih," ujar Eldin yang juga Sekda Pemkot Medan sekaligus mengakui optimis Suimin yang memiliki segudang pengalaman dan ketrampilan bakal mewujudkan target pengurus PSMS.
Eldin cs mendukung sepenuhnya niat Suimin yang akan menggunakan anak-anak Medan, karena anak daerah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain dari luar Medan, yaitu fanatisme.
"Kalau anak Medan sudah berkumpul dalam satu tim, fanatisme The Killer akan muncul dengan sendirinya. Kalau PSMS sudah bermain dengan fanatismenya, lawan manapun akan kesulitan menghadapinya," timpal Randiman.
Jumlah 200 pemain yang mengikuti seleksi sejak dari awal yang begitu mbludak ditambah pemain yang yang pernah merumput di Liga sebanyak 45 orang, membuktikan antusias masyarakat bola di Medan terhadap PSMS cukup tinggi dan harus disambut positif.
Secara terpisah, pelatih Suimin menegaskan pihaknya terpaksa mencoret Anda Hermawan dari seleksi PSMS karena sejak hari pertama hingga terakhir seleksi fisik (31/7, 1/8), pemain asal Pupuk Kaltim Bontang itu tidak hadir tanpa pemberitahuan sehingga digantikan Bananda.
Suimin juga mengakui sebelum pihaknya menetapkan pemain-pemain untuk masuk skuad tim A dan B, mereka seluruhnya akan menjalani tes kesehatan pada Senin (3/8) di Unimed Medan.
Empat pemain gagal tes kesehatan
Empat pemain seleksi PSMS Medan gagal menjalani tes kesehatan, setelah mangkir saat tes dilakukan di Unimed Medan, Selasa. Beruntung, keempatnya masih diberi toleransi untuk mengikuti tes pada hari lain.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
Home Base di Kebun Bunga
Sedikit demi sedikit, persiapan pengurus PSMS membentuk tim yang tangguh untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2009/2010 mulai terlihat. Setelah menyeleksi pemain dan mempersiapkan pelatih, pengurus kini fokus membenahi Stadion Kebun Bunga. Stadion ini akan diplot sebagai home base, tempat latihan dan mes pemain.
Senin (3/8) pagi, Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan perangkat pengurus lainnya memantau kondisi stadion di Jalan Candi Borobudur Medan itu. Direncanakan, seluruh pemain yang lolos seleksi akan langsung ditempatkan di mes lingkungan stadion.
“Urusan rehab stadion, dananya sudah ada dan sudah disetujui oleh DPRD. Kita tinggal menanti realisasi rehabnya saja. Yang jelas dalam waktu dekat ini akan segera dikerjakan,” ungkap Ketua Harian PSMS, Randiman Tarigan, kemarin (3/8).
Bukan hanya Stadion Kebun Bunga yang diperbaiki. Stadion Teladan sebagai stadion Ayam Kinantan menjamu lawan-lawannya juga akan ’disulap’. Kabarnya, perbaikan stasion ini sedang dalam proses tender.
Berbicara soal kejelasan sumber dana untuk kompetisi, pengurus PSMS optimis akan segera tuntas. Menurut Randiman, sejauh ini tiga sumber dana dari sponsor masih terus dijajaki. Pengurus yakin PSMS bisa berbicara musim ini. “Pokoknya kita usahakan sekuat tenaga. Untuk urusan sponsor sedang kita kejar. Intinya, PSMS pasti bisa bangkit kembali,” kata Randiman yakin.
Syukurnya, kata Randiman, pemain hasil seleksi tahap awal serta dan pelatih masih bertahan dengan kondisi ini. Kemarin, tes kesehatan sudah digelar. Saat ini seleksi sudah masuk tahapan pembentukan skuad utama dan skuad bayangan.
Pengurus boleh saja terlihat santai dan penuh percaya diri sampai saat ini. Namun sejumlah pemain yang diseleksi mulai menunjukkan kebimbangan. Eks pemain liga mulai menanyakan kejelasan masa depan bersama PSMS. Bahkan beberapa di antara mereka mulai sering absen. Pada seleksi terakhir kemarin, tercatat empat pemain tidak hadir yakni Affan Lubis, Doni F Siregar, Wijay dan Harry Syahputra. Ditengarai para pemain yang sudah punya nama ini mulai mengalihkan perhatian kepada klub lain yang masih membutuhkan tenaga mereka.
Doni Siregar misalnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sedang memikirkan untuk memperpanjang kontraknya di Persijap. “Kalau ada yang lebih jelas, saya akan memutuskan yang terbaik bagi karir dan masa depan saya pastinya. Tapi untuk itu saya harus berpikir dengan jernih. Nanti pasti akan saya putuskan,” beber Doni, kemarin
Senin (3/8) pagi, Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan perangkat pengurus lainnya memantau kondisi stadion di Jalan Candi Borobudur Medan itu. Direncanakan, seluruh pemain yang lolos seleksi akan langsung ditempatkan di mes lingkungan stadion.
“Urusan rehab stadion, dananya sudah ada dan sudah disetujui oleh DPRD. Kita tinggal menanti realisasi rehabnya saja. Yang jelas dalam waktu dekat ini akan segera dikerjakan,” ungkap Ketua Harian PSMS, Randiman Tarigan, kemarin (3/8).
Bukan hanya Stadion Kebun Bunga yang diperbaiki. Stadion Teladan sebagai stadion Ayam Kinantan menjamu lawan-lawannya juga akan ’disulap’. Kabarnya, perbaikan stasion ini sedang dalam proses tender.
Berbicara soal kejelasan sumber dana untuk kompetisi, pengurus PSMS optimis akan segera tuntas. Menurut Randiman, sejauh ini tiga sumber dana dari sponsor masih terus dijajaki. Pengurus yakin PSMS bisa berbicara musim ini. “Pokoknya kita usahakan sekuat tenaga. Untuk urusan sponsor sedang kita kejar. Intinya, PSMS pasti bisa bangkit kembali,” kata Randiman yakin.
Syukurnya, kata Randiman, pemain hasil seleksi tahap awal serta dan pelatih masih bertahan dengan kondisi ini. Kemarin, tes kesehatan sudah digelar. Saat ini seleksi sudah masuk tahapan pembentukan skuad utama dan skuad bayangan.
Pengurus boleh saja terlihat santai dan penuh percaya diri sampai saat ini. Namun sejumlah pemain yang diseleksi mulai menunjukkan kebimbangan. Eks pemain liga mulai menanyakan kejelasan masa depan bersama PSMS. Bahkan beberapa di antara mereka mulai sering absen. Pada seleksi terakhir kemarin, tercatat empat pemain tidak hadir yakni Affan Lubis, Doni F Siregar, Wijay dan Harry Syahputra. Ditengarai para pemain yang sudah punya nama ini mulai mengalihkan perhatian kepada klub lain yang masih membutuhkan tenaga mereka.
Doni Siregar misalnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sedang memikirkan untuk memperpanjang kontraknya di Persijap. “Kalau ada yang lebih jelas, saya akan memutuskan yang terbaik bagi karir dan masa depan saya pastinya. Tapi untuk itu saya harus berpikir dengan jernih. Nanti pasti akan saya putuskan,” beber Doni, kemarin
Markus Horison Masih Mencari Klub yang Cocok
Kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison masih menganggur. Markus belum mendapat klub setelah mengakhiri kebersamaannya dengan PSMS Medan belum lama ini.
Markus memilih balik kandang dari Persik Kediri pada putaran 2 Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 lalu. Sayangnya, kehadirannya tak mampu menyelamatkan PSMS dari jurang degradasi.
PSMS akhirnya degradasi ke Divisi Utama setelah di babak play off, Juni 2009, dikalahkan Persebaya lewat sebuah drama adu penalti. Green Force pun menggantikan posisi PSMS di LSI 2009/2010.
Markus tak ingin berlaga di kasta kedua sepakbola nasional itu. Karena itu, dia memilih untuk meninggalkan PSMS. Namun, Markus belum mendapat klub yang diinginkannya.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Saat ini saya masih mencari klub yang cocok," kata markus saat dihubungi VIVAnews.
Persisam sempat menaruh hati kepada Markus. Namun, belakangan tim berjuluk Elang Borneo itu mengurungkan niatnya untuk mendatangkan Markus. Saat ini, Persisam bahkan sudah menggelar TC di Batu Malang, tanpa kehadiran Markus.
"Saya masih berada di Medan. Sampai saat ini belum ada klub yang cocok. Karena itu, saya masih menunggu tawaran dari klub-klub yang lain," tandas Markus.
Tuesday, August 4, 2009
Markus Horison, Belum Sempat Telepon Mbah Surip
Kepergian Mbah Surip menyisakan duka yang mendalam di hati kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison. Markus yang mengidolakan Mbah Surip belum sempat berbicara langsung dengan pelantun lagu 'Tak Gendong Kemana-mana' itu.
Markus merupakan idola Mbah Surip, demikian juga sebaliknya. Kedua figur publik ini memang saling mengidolakan.
Saat menghadiri sebuah acara di tvone, awal Juli 2009, Mbah Surip tidak segan-segan memeluk mantan kiper Persik Kediri dan PSMS Medan.
"Ini pemain idola saya. Ha..ha..ha," kata Mbah Surip dengan tawa khasnya.
Awalnya Markus kaget dengan sikap Mbah Surip itu. Namun, belakangan dia mengaku sangat tersanjung jadi idola Mbah Surip.
"Biasanya orang-orang yang mengidolakan Mbah Surip. Saya hampir tidak percaya kalau dia kenal dan mengidolakan saya," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Selasa 4 Agustus 2009.
Itu merupakan pertemuan pertama dan terakhir Markus dengan Mbah Surip. Pasalnya, penyanyi nyentrik dengan rambut gimbal itu telah meninggal dunia, Selasa 4 Agustus 2009, sekitar pukul 10.30 WIB.
"Saya baru dengar kabar ini saat membuka telepon genggam saya. Dan saya nyaris tidak percaya. Terus terang, saya sangat sedih dan nyaris tidak percaya dengan kabar ini," kata Markus.
Kesedihan Markus semakin dalam setelah dia gagal berkomunikasi langsung dengan fansnya itu. Padahal, sejak sepekan lalu, dia sudah mencari tahu nomor telepon Mbah Surip.
"Saya ingin sekali berbicara dengan Mbah Surip. Saya sudah minta nomornya sejak sepekan lalu kepada teman saya yang ada di Jakarta," lanjut Markus.
"Tapi sampai saat ini, saya tidak berhasil mendapatkannya. Kalau ada di Jakarta, saya pasti akan melayat almarhum. Selamat jalan Mbah Surip!" ujar Markus.
Friday, July 31, 2009
Wijay Pilih PSMS
Setelah ditunggu sekian hari, akhirnya Wijay memutuskan untuk turut ikut serta dalam seleksi pemain PSMS, Rabu (29/7). Seleksi yang diikuti Wijay ini merupakan seleksi terakhir sebelum masuk tahap 3 Jumat (31/7) besok di Stadion Teladan Medan.
Sebelumnya, Wijay masih bimbang mengambil keputusan. Namun setelah berbicara dengan arsitek anyar PSMS, Suimin Diharja. Wijay akhirnya mengambil keputusan bergabung dengan PSMS.
Secara kebetulan, kontrak Wijay di Sriwijaya FC mantan klubnya musim lalu memang tak lagi diperpanjang. Terlebih Sriwijaya sudah kedatangan gelandang baru Ponaryo Astaman yang direkrut dari Persija. Maka itu, tempatnya di skuad Laskar Wong Kito pun gelap.
“Sebagia anak Medan, tentu saja saya berkeinginan main di PSMS. Untuk ke depannya, kita lihat saja perkembangannya. Yang jelas sosok pelatih Suimin juga mempengaruhi saya karena dia yang turut membesarkan nama saya,” bilang Wijay usai seleksi kemarin.
Hal itu tentu saja disambut baik oleh Suimin. Sebagai seorang pelatih, Suimin memang melihat ada bakat pada diri Wijay yang dibutuhkan PSMS dalam melakoni musim depan. Sayang, Wijay telat mengambil keputusan sehingga dia hanya mengikuti seleksi pada hari terakhir.
“Saya memang sempat berbicara kepada Wijay agar dirinya segera memberikan keputusan. Apakah mau ikuti seleksi di PSMS atau tidak sama sekali. Kalau mau, silahkan datang, kalau tidak ya sudah. Dan kita lihat bersama, dia hari datang seleksi, artinya dia mau bergabung bersama PSMS,” beber Suimin.
Kedatangan Wijay dalam mengikuti seleksi, ternyata membuat Suimin bisa tersenyum lebar. Tak hanya karena Wijay sudi ikuti seleksi di PSMS, tapi karena juga dirinya kedatangan tamu tak diundang yang juga ikuti seleksi di PSMS. Adalah Harry Sahputra, mantan bek Persema yang konon sempat memperkuat Timnas Indonesia di bawah pelatih Ivan Kolev beberapa tahun lalu.
Suimin bahkan sempat tak mengizinkan Harry untuk ikuti seleksi. Pasalnya seleksi yang digelar selama ini lebih diperuntukkan bagi pemain lokal. Namun, karena Suimin mendengar bahwa Harry juga anak Medan yang telah lama merantau ke Pulau Jawa, akhirnya Suimin mengizinkan Harry ikut seleksi.
“Saya sempat tolak Harry ikuti seleksi. Tapi, rupanya dia juga pemain asal Medan. Maka, saya izinkan. Jadi hari ini saya merasa cukup beruntung, karena ada dua pemain liga yang datang dan ikuti seleksi,” terang Suimin.
Dengan hadirnya kedua pemain itu, lini tengah PSMS dan lini belakang tampaknya tak mengalami kendala berarti. Sayang, lini depan masih kosong dari talenta yang dibutuhkan tim.
Oleh karena itu, ke depannya Suimin mungkin saja merekrut pemain asing untuk mengisi lowongan di posisi ujung tombak. Namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Suimin mengaku masih akan menanti regulasi dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), terkait peraturan pemain asing di Divisi Utama. “Kita masih akan tunggu keputusan BLI, apakah pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama itu harus berasal dari Asia atau boleh juga berasa dari benua lainnya. Kalau hal itu sudah mendapatkan kepastian, mungkin kita akan mencoba ajukan kebutuhan akan pemain asing kepada pengurus,” pungkas Suimin.
Sebelumnya, Wijay masih bimbang mengambil keputusan. Namun setelah berbicara dengan arsitek anyar PSMS, Suimin Diharja. Wijay akhirnya mengambil keputusan bergabung dengan PSMS.
Secara kebetulan, kontrak Wijay di Sriwijaya FC mantan klubnya musim lalu memang tak lagi diperpanjang. Terlebih Sriwijaya sudah kedatangan gelandang baru Ponaryo Astaman yang direkrut dari Persija. Maka itu, tempatnya di skuad Laskar Wong Kito pun gelap.
“Sebagia anak Medan, tentu saja saya berkeinginan main di PSMS. Untuk ke depannya, kita lihat saja perkembangannya. Yang jelas sosok pelatih Suimin juga mempengaruhi saya karena dia yang turut membesarkan nama saya,” bilang Wijay usai seleksi kemarin.
Hal itu tentu saja disambut baik oleh Suimin. Sebagai seorang pelatih, Suimin memang melihat ada bakat pada diri Wijay yang dibutuhkan PSMS dalam melakoni musim depan. Sayang, Wijay telat mengambil keputusan sehingga dia hanya mengikuti seleksi pada hari terakhir.
“Saya memang sempat berbicara kepada Wijay agar dirinya segera memberikan keputusan. Apakah mau ikuti seleksi di PSMS atau tidak sama sekali. Kalau mau, silahkan datang, kalau tidak ya sudah. Dan kita lihat bersama, dia hari datang seleksi, artinya dia mau bergabung bersama PSMS,” beber Suimin.
Kedatangan Wijay dalam mengikuti seleksi, ternyata membuat Suimin bisa tersenyum lebar. Tak hanya karena Wijay sudi ikuti seleksi di PSMS, tapi karena juga dirinya kedatangan tamu tak diundang yang juga ikuti seleksi di PSMS. Adalah Harry Sahputra, mantan bek Persema yang konon sempat memperkuat Timnas Indonesia di bawah pelatih Ivan Kolev beberapa tahun lalu.
Suimin bahkan sempat tak mengizinkan Harry untuk ikuti seleksi. Pasalnya seleksi yang digelar selama ini lebih diperuntukkan bagi pemain lokal. Namun, karena Suimin mendengar bahwa Harry juga anak Medan yang telah lama merantau ke Pulau Jawa, akhirnya Suimin mengizinkan Harry ikut seleksi.
“Saya sempat tolak Harry ikuti seleksi. Tapi, rupanya dia juga pemain asal Medan. Maka, saya izinkan. Jadi hari ini saya merasa cukup beruntung, karena ada dua pemain liga yang datang dan ikuti seleksi,” terang Suimin.
Dengan hadirnya kedua pemain itu, lini tengah PSMS dan lini belakang tampaknya tak mengalami kendala berarti. Sayang, lini depan masih kosong dari talenta yang dibutuhkan tim.
Oleh karena itu, ke depannya Suimin mungkin saja merekrut pemain asing untuk mengisi lowongan di posisi ujung tombak. Namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Suimin mengaku masih akan menanti regulasi dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), terkait peraturan pemain asing di Divisi Utama. “Kita masih akan tunggu keputusan BLI, apakah pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama itu harus berasal dari Asia atau boleh juga berasa dari benua lainnya. Kalau hal itu sudah mendapatkan kepastian, mungkin kita akan mencoba ajukan kebutuhan akan pemain asing kepada pengurus,” pungkas Suimin.
47 calon Pemain Berkostum Kinantan
SEBANYAK 47 pemain akhirnya dinyatakan lolos seleksi pemain PSMS tahap kedua. Selanjutnya, 47 pemain itu akan kembali dites fisiknya dan kesehatannya. Kalau memenuhi kriteria, sebanyak 47 pemain akan segera berseragam PSMS.
Sebanyak 47 pemain itu, dikatakan Suimin Diharja pelatih PSMS akan dibagi ke dalam dua tim. Tim utama dan tim bayangan. Artinya, jumlah itu kemungkinan tidak akan berkurang lagi, kecuali kalau memang ditemukan kriteria yang memang tak memenuhi syarat sama sekali.
Dari setiap posisi, dikatakan Suimin akan ditempati oleh 4 pemain. Mulai dari posisi penjaga gawang, bek kanan bek kiri bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri dan penyerang. Ditotal, jumlahnya 47 pemain.
Untuk masuk skuad utama, nantinya akan ada negosiasi dari manajemen. Dari empat itu, diutamakan yang paling tinggi nilainya. Kalau dua pemain teratas dari empat posisi itu gagal negosiasi, maka dua pemain yang berada di bawahnya otomatis akan naik ke skuad utama.
“Sesuai keinginan pengurus yang ingin membentuk dua tim, maka kami putuskan akan mengambil 47 pemain. Dari jumlah itu akan dibagi 4 orang dari tiap-tiap posisi,” kata Suimin usai seleksi kemarin di Stadin Teladan.
Selanjutnya, ke 47 pemain itu akan dites kembali fisiknya dan kesehatannya. Menurut jadwal, tes fisik akan digelar di Stadion Teladan pada Jumat (31/7) nanti. Dan tes kesehatan akan segera digeber pada Sabtu (1/8) di Rumah Sakit Umum di Medan.
Kalau para pemain terpilih lolos tes tahap akhir, seragam PSMS akan segera melekat di tubuh mereka. Pengumuman skuad PSMS terpilih akan segera diumumkan usai tes kesehatan digelar, atau paling lama Senin (3/8) mendatang
Sebanyak 47 pemain itu, dikatakan Suimin Diharja pelatih PSMS akan dibagi ke dalam dua tim. Tim utama dan tim bayangan. Artinya, jumlah itu kemungkinan tidak akan berkurang lagi, kecuali kalau memang ditemukan kriteria yang memang tak memenuhi syarat sama sekali.
Dari setiap posisi, dikatakan Suimin akan ditempati oleh 4 pemain. Mulai dari posisi penjaga gawang, bek kanan bek kiri bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri dan penyerang. Ditotal, jumlahnya 47 pemain.
Untuk masuk skuad utama, nantinya akan ada negosiasi dari manajemen. Dari empat itu, diutamakan yang paling tinggi nilainya. Kalau dua pemain teratas dari empat posisi itu gagal negosiasi, maka dua pemain yang berada di bawahnya otomatis akan naik ke skuad utama.
“Sesuai keinginan pengurus yang ingin membentuk dua tim, maka kami putuskan akan mengambil 47 pemain. Dari jumlah itu akan dibagi 4 orang dari tiap-tiap posisi,” kata Suimin usai seleksi kemarin di Stadin Teladan.
Selanjutnya, ke 47 pemain itu akan dites kembali fisiknya dan kesehatannya. Menurut jadwal, tes fisik akan digelar di Stadion Teladan pada Jumat (31/7) nanti. Dan tes kesehatan akan segera digeber pada Sabtu (1/8) di Rumah Sakit Umum di Medan.
Kalau para pemain terpilih lolos tes tahap akhir, seragam PSMS akan segera melekat di tubuh mereka. Pengumuman skuad PSMS terpilih akan segera diumumkan usai tes kesehatan digelar, atau paling lama Senin (3/8) mendatang
Wednesday, July 29, 2009
Tiga Sponsor Mendekat
MEDAN- Turun kasta bukan berarti surut rezeki. Meski PSMS tidak lagi berlaga di Indonesian Super League (ISL), klub kebanggaan warga Medan ini masih diminati investor. Beberapa sponsor kini sudah mendekati kata sepakat dengan manajemen PSMS. Bila kedua belah pihak setuju, pengurus Ayam Kinantan bisa tersenyum. Beban biaya menjalani musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 akan lebih ringan.
“Untuk sponsor sudah ada tanda-tanda sepakat. Kalau sudah benar-benar sepakat, kita akan segera umumkan,” kata Randiman di Stadion Teladan Senin (27/7) kemarin.
Mantan Manajer PSMS yang digadang-gadang akan diplot menjadi Ketua Harian PSMS merangkap manajer ini belum mau menjelaskan bentuk kesepakatan dimaksud. “Nantilah kita terangkan. Kita kan baru mulai, jadi wajar saja kas masih nol. Tapi dalam waktu dekat semoga saja kita akan mendapatkan sponsor,” lanjut mantan Kadis Pertamanan Kota Medan itu.
Sponsorship itu sendiri, katakan Randiman berasal dari dalam negeri. Jawaban itu sekaligus menepis rumors yang menyebutkan bahwa ada perusahaan asing dari negeri tetangga yang siap mensponsori PSMS. “Sejauh ini masih dari dalam negeri,” beber Randiman.
“Kami sudah kirimkan agrementnya, tapi kami tidak bisa memaksa dan masih menunggu adanya penandatangan kontrak,” katanya lagi.
Randiman menambahkan, sekarang ini pihaknya tetap bekerja keras dan masih membuka lebar bagi perusahaan atau pihak yang ingin menjadi donatur PSMS. Ketika disinggung berapa anggaran yang dibutuhkan tahap awal ini, dirinya enggan membeberkan. Tapi, dia hanya menyebutkan PSMS memang butuh anggaran untuk eksistensinya agar bisa masuk ke ISL.
Sebelumnya beredar kabar, ada tiga sponsor yang saat ini dibidik manajemen PSMS. Informasi yang diterima wartawan koran ini, ketiga bakal donatur yang sudah dijajaki yakni Petronas, Diadora dan Unilever. Tapi, hingga kini ketiganya belum menyatakan setuju.
Selain sponsor baru, eks manajer PSMS musim lalu di bawah bendera PT Togos Gopas, Sihar Sitorus menyatakan minatnya membantu. Sihar memberi sinyal, pihaknya menantikan proposal dari manajemen baru PSMS. “Saya lihat dululah proposalnya,” katanya singkat, belum lama ini.
Menanggapi penawaran Sihar, pengurus tak ingin menampik niat baik seseorang. “Kalau memang benar Sihar mau jadi sponsor kita lagi, tentu akan kami sambut baik. Tapi untuk pengelolaan, tetap kita yang akan pegang,” bilang Randiman
“Untuk sponsor sudah ada tanda-tanda sepakat. Kalau sudah benar-benar sepakat, kita akan segera umumkan,” kata Randiman di Stadion Teladan Senin (27/7) kemarin.
Mantan Manajer PSMS yang digadang-gadang akan diplot menjadi Ketua Harian PSMS merangkap manajer ini belum mau menjelaskan bentuk kesepakatan dimaksud. “Nantilah kita terangkan. Kita kan baru mulai, jadi wajar saja kas masih nol. Tapi dalam waktu dekat semoga saja kita akan mendapatkan sponsor,” lanjut mantan Kadis Pertamanan Kota Medan itu.
Sponsorship itu sendiri, katakan Randiman berasal dari dalam negeri. Jawaban itu sekaligus menepis rumors yang menyebutkan bahwa ada perusahaan asing dari negeri tetangga yang siap mensponsori PSMS. “Sejauh ini masih dari dalam negeri,” beber Randiman.
“Kami sudah kirimkan agrementnya, tapi kami tidak bisa memaksa dan masih menunggu adanya penandatangan kontrak,” katanya lagi.
Randiman menambahkan, sekarang ini pihaknya tetap bekerja keras dan masih membuka lebar bagi perusahaan atau pihak yang ingin menjadi donatur PSMS. Ketika disinggung berapa anggaran yang dibutuhkan tahap awal ini, dirinya enggan membeberkan. Tapi, dia hanya menyebutkan PSMS memang butuh anggaran untuk eksistensinya agar bisa masuk ke ISL.
Sebelumnya beredar kabar, ada tiga sponsor yang saat ini dibidik manajemen PSMS. Informasi yang diterima wartawan koran ini, ketiga bakal donatur yang sudah dijajaki yakni Petronas, Diadora dan Unilever. Tapi, hingga kini ketiganya belum menyatakan setuju.
Selain sponsor baru, eks manajer PSMS musim lalu di bawah bendera PT Togos Gopas, Sihar Sitorus menyatakan minatnya membantu. Sihar memberi sinyal, pihaknya menantikan proposal dari manajemen baru PSMS. “Saya lihat dululah proposalnya,” katanya singkat, belum lama ini.
Menanggapi penawaran Sihar, pengurus tak ingin menampik niat baik seseorang. “Kalau memang benar Sihar mau jadi sponsor kita lagi, tentu akan kami sambut baik. Tapi untuk pengelolaan, tetap kita yang akan pegang,” bilang Randiman
Dua Tim, Diumumkan Rabu
Nama besar PSMS memang bagai magnet. Seleksi pemain tetap menarik minat 45 pemain yang pernah merasakan ingar bingar liga. Di antara jumlah itu, terdapat beberapa nama mantan pemain PSMS musim lalu. Mereka adalah Erwinsyah Hasibuan, Affan Lubis, Reswandi dan Bambang Trisanjaya. Tak ketinggalan Doni F Siregar, mantan gelandang Persijap. Sedangkan Wijay, mantan gelandang Sriwijaya FC tak terlihat batang hidungnya.
Suimin Diharja, arsitek anyar PSMS mengatakan akan segera mengumumkan siapa saja pemain yang berhak bergabung dengan skuad Ayam Kinantan, pada Rabu (29/7) nanti. Nama-nama itu masih akan diseleksi tahap dua bidang fisik dan kesehatan.
Hari pertama seleksi bagi mantan pemain liga, Suimin mengaku sudah mulai melihat bakat-bakat yang dibutuhkan tim. “Tapi namanya belum boleh saya sampaikan, karena besok-besok pemain itu takutnya tak bermain maksimal lagi,” beber mantan pelatih Persikabo itu.
Untuk membentuk skuad, tampaknya Suimin harus lebih jeli. Pasalnya pengurus meminta skuad PSMS akan terdiri dari dua tim, Tim A dan Tim B. Tim A sebagai tim inti yang akan diturunkan di kompetisi reguler, sedangkan Tim B menjadi tim pelapis skuad inti. Tim ini juga menjadi bagian program pembinaan pemain muda lokal kota Medan.
“Ini yang harus kembali dibicarakan. Kalau benar mau dibentuk dua tim, yang pasti harus ada garis komando yang jelas agar pemain itu mendapatkan porsi latihan yang sama,” kata Suimin.
Jika suatu saat Tim A butuh pemain, memang pengurus tidak repot lagi mencari pemain baru. Selain bisa menghemat anggaran, juga dianggap lebih tepat sasaran dalam urusan regenerasi pemain. “Saya setuju saja tim dibentuk jadi dua. Asalkan formatnya selaras,” pungkas Suimin
Suimin Diharja, arsitek anyar PSMS mengatakan akan segera mengumumkan siapa saja pemain yang berhak bergabung dengan skuad Ayam Kinantan, pada Rabu (29/7) nanti. Nama-nama itu masih akan diseleksi tahap dua bidang fisik dan kesehatan.
Hari pertama seleksi bagi mantan pemain liga, Suimin mengaku sudah mulai melihat bakat-bakat yang dibutuhkan tim. “Tapi namanya belum boleh saya sampaikan, karena besok-besok pemain itu takutnya tak bermain maksimal lagi,” beber mantan pelatih Persikabo itu.
Untuk membentuk skuad, tampaknya Suimin harus lebih jeli. Pasalnya pengurus meminta skuad PSMS akan terdiri dari dua tim, Tim A dan Tim B. Tim A sebagai tim inti yang akan diturunkan di kompetisi reguler, sedangkan Tim B menjadi tim pelapis skuad inti. Tim ini juga menjadi bagian program pembinaan pemain muda lokal kota Medan.
“Ini yang harus kembali dibicarakan. Kalau benar mau dibentuk dua tim, yang pasti harus ada garis komando yang jelas agar pemain itu mendapatkan porsi latihan yang sama,” kata Suimin.
Jika suatu saat Tim A butuh pemain, memang pengurus tidak repot lagi mencari pemain baru. Selain bisa menghemat anggaran, juga dianggap lebih tepat sasaran dalam urusan regenerasi pemain. “Saya setuju saja tim dibentuk jadi dua. Asalkan formatnya selaras,” pungkas Suimin
Monday, July 27, 2009
Rampung Pekan Ini
Suimin Diharja, Arsitek anyar PSMS akan mengumumkan skuad PSMS dalam kurun waktu satu pekan ke depan. Kalau semuanya berjalan sesuai dengan rencana mungkin, Senin (3/8) sudah rampung.
Sejauh ini, proses perekrutan pemain masih digelar dengan cara seleksi. Tiga hari lalu waktunya pemain non liga diuji kemampuannya. Rencananya Senin (27/7) ini giliran pemain liga yang akan dites.
Itupun belum serta merta selesai. Tes fisik dan kesehatan juga akan digelar dalam pekan-pekan ini. “Kalau semua berjalan lancar, kita akan segera umumkan skuad pilihan kita, Senin awal Agustus nanti. Setelah tim terbentuk, proses latihan akan langsung digelar secepatnya,” terang Suimin Sabtu (25/7) kemarin.
Untuk prosesi menentukan skuad, tak hanya kualitas yang dicari Suimin. Kondisi PSMS yang tengah sekarat dalam pembiayaan, harus diutarakan juga kepada pemain terpilih. “Ini yang harus diutarakan kepada para pemain. Saya akan tanyakan komitmen mereka, apakah mereka siap bermain untuk PSMS dengan kondisi saat ini atau tidak. Kalau tidak siap, maka silahkan angkat kaki dari PSMS,” lanjut Suimin.
Rencana awalnya, skuad PSMS akan dihuni sekitar 23 pemain. Ditambah beberapa pemain usia muda yang siap dibina untuk ke depannya. Sedangkan siapa yang bakal menjadi asisten Suimin, itu belum terjadi dalam waktu dekat ini. Namun beberapa calon sudah ada di benak Suimin. “Pokoknya segala sesuatu tentang kerangka tim akan segera kita umumkan secepatnya. Ini sudah cukup mendesak maka itu semua pihak harus bersama-sama bekerja demi kemajuan PSMS ke depannya,” pungkas pelatih yang telah mengantongi lisensi A itu.
Sejauh ini, proses perekrutan pemain masih digelar dengan cara seleksi. Tiga hari lalu waktunya pemain non liga diuji kemampuannya. Rencananya Senin (27/7) ini giliran pemain liga yang akan dites.
Itupun belum serta merta selesai. Tes fisik dan kesehatan juga akan digelar dalam pekan-pekan ini. “Kalau semua berjalan lancar, kita akan segera umumkan skuad pilihan kita, Senin awal Agustus nanti. Setelah tim terbentuk, proses latihan akan langsung digelar secepatnya,” terang Suimin Sabtu (25/7) kemarin.
Untuk prosesi menentukan skuad, tak hanya kualitas yang dicari Suimin. Kondisi PSMS yang tengah sekarat dalam pembiayaan, harus diutarakan juga kepada pemain terpilih. “Ini yang harus diutarakan kepada para pemain. Saya akan tanyakan komitmen mereka, apakah mereka siap bermain untuk PSMS dengan kondisi saat ini atau tidak. Kalau tidak siap, maka silahkan angkat kaki dari PSMS,” lanjut Suimin.
Rencana awalnya, skuad PSMS akan dihuni sekitar 23 pemain. Ditambah beberapa pemain usia muda yang siap dibina untuk ke depannya. Sedangkan siapa yang bakal menjadi asisten Suimin, itu belum terjadi dalam waktu dekat ini. Namun beberapa calon sudah ada di benak Suimin. “Pokoknya segala sesuatu tentang kerangka tim akan segera kita umumkan secepatnya. Ini sudah cukup mendesak maka itu semua pihak harus bersama-sama bekerja demi kemajuan PSMS ke depannya,” pungkas pelatih yang telah mengantongi lisensi A itu.
Tak Semua Dukung Suimin
Kepulangan Suimin ‘Pelatih Kampung’ Diharja menangani PSMS banyak mendapat apresiasi positif dari pecinta sepak bola di Medan. Namun, benarkah semuanya setuju?
Jawabnya, tidak. Adalah barisan pendukung Ayam Kinantan, PSMS Medan Fans Club, yang menantang. Bahkan, Sekum PSMS Medan Fans Club, Tatang Tarigan, mengutarakan hal itu baru-baru ini secara terbuka. Ada beberapa poin dari sosok Suimin yang tak disukai oleh mereka.
“Jujur saja kami sangat kecewa dengan keputusan pengurus untuk memakai Suimin sebagai pelatih. Selain track record yang kurang bagus, masih ingat dalam ingatan kami bahwa Suimin pernah memilih menyeberang ke PSPS Pekan Baru karena nilai kontraknya lebih besar dari yang ditawarkan PSMS. Kami yakin hal ini bakal kembali terulang ketika Suimin kembali menaikkan pamornya dengan menukangi PSMS,” beber Tatang.
Menjawab hal itu, Suimin dengan tegas menyatakan akan tetap membela PSMS selama masih dibutuhkan. Bahkan Suimin berniat pensiun di PSMS.
“Terimakasih dengan ungkapan yang disampaikan kawan-kawan. Bagi saya ini salah satu masukan yang harus diterima dengan lapang dada. Kalau memang mereka tidak percaya, yang jelas saya berniat pensiun melatih di PSMS. Niat saya menukangi PSMS musim ini lebih dikarenakan tanggungjawab moral sebagai warga Medan,” beber Suimin.
Pemilihan Sumin sebagai pelatih didasari oleh pemikiran pengurus PSMS yang baru, yang menganggap ‘Pelatih Kampung’ ini dianggap layak mengembalikan kejayaan PSMS. Setidaknya, hal itu terbukti ketika Suimin mampu mengangkat pamor PSMS ke sepak bola nasional beberapa musim lalu.
Yang menjadi masalah sekarang adalah kepastian dana bagi PSMS. Keadaan yang tidak jelas malah menimbulkan rumor baru. Ya, berhembus kabar yang menyebutkan bahwa Sihar Sitorus pengelola PSMS musim lalu, akan kembali digandeng untuk ikut membantu keuangan PSMS.
Menariknya, pihak pengurus tidak menepis rumor itu. Tapi sayangnya hal itu juga masih belum dapat dipastikan secara rinci. Pasalnya kedua pihak sama-sama belum bertemu dan membicarakan hal ini.
Dari pihak pengurus lewat Julius Raja, yang ditemui wartawan koran ini Jumat (24/7) kemarin di Stadion Teladan mengatakan, memang arah ke sana tak tertutup. “Kalau Sihar memang mau menjadi sponsor, kenapa kita harus halangi. Itu sebuah kerjasama yang memang kita harapkan,” terang Julius Raja.
Tapi dikatakan Julius, kalau pun nantinya ada kesepakatan antara pengurus dengan Sihar, maka yang terjadi hanyalah kerjasama sebagai sponsorship belaka. Tidak akan ada kesempatan untuk Sihar untuk kembali menjadi pengelola PSMS. “Kalau memang dia mau jadi sponsor, kita akan sambut baik. Tapi tampaknya kesempatan untuk kepengelolaan tak lagi ada untuk dia,” lanjut Sihar. Masalahnya, apakah Sihar mau kembali menggelontorkan uangnya untuk PSMS?
Secara spesifik, Sihar sama sekali tak mencerminkan niatannya itu. Dihubungi kemarin, Sihar mengaku belum ada dihubungi pihak pengurus untuk masalah satu ini. “Tak satu pun pengurus yang menghubungi saya akan hal ini,” jawabnya singkat via pesan singkatnya.
Artinya, kesempatan Sihar kembali ke PSMS tak lebih dari hubungan sponsorshipnya saja. Tak lebih dari itu. “Memang begitu, pengelolaan musim ini akan tetap kita tangani sendiri,” beber Julius Raja lagi.
Untuk urusan cari sponsor, kabarnya pengurus memang sedang galak mengendusnya. Beberapa waktu lalu, Randiman Tarigan menegaskan bahwa sudah ada beberapa sponsor yang sudah siap membantu PSMS musim ini. Beni Tomasoa dari PT PSMS juga mengutarakan hal serupa. Sayangnya belum ada satupun yang jelas.
Jawabnya, tidak. Adalah barisan pendukung Ayam Kinantan, PSMS Medan Fans Club, yang menantang. Bahkan, Sekum PSMS Medan Fans Club, Tatang Tarigan, mengutarakan hal itu baru-baru ini secara terbuka. Ada beberapa poin dari sosok Suimin yang tak disukai oleh mereka.
“Jujur saja kami sangat kecewa dengan keputusan pengurus untuk memakai Suimin sebagai pelatih. Selain track record yang kurang bagus, masih ingat dalam ingatan kami bahwa Suimin pernah memilih menyeberang ke PSPS Pekan Baru karena nilai kontraknya lebih besar dari yang ditawarkan PSMS. Kami yakin hal ini bakal kembali terulang ketika Suimin kembali menaikkan pamornya dengan menukangi PSMS,” beber Tatang.
Menjawab hal itu, Suimin dengan tegas menyatakan akan tetap membela PSMS selama masih dibutuhkan. Bahkan Suimin berniat pensiun di PSMS.
“Terimakasih dengan ungkapan yang disampaikan kawan-kawan. Bagi saya ini salah satu masukan yang harus diterima dengan lapang dada. Kalau memang mereka tidak percaya, yang jelas saya berniat pensiun melatih di PSMS. Niat saya menukangi PSMS musim ini lebih dikarenakan tanggungjawab moral sebagai warga Medan,” beber Suimin.
Pemilihan Sumin sebagai pelatih didasari oleh pemikiran pengurus PSMS yang baru, yang menganggap ‘Pelatih Kampung’ ini dianggap layak mengembalikan kejayaan PSMS. Setidaknya, hal itu terbukti ketika Suimin mampu mengangkat pamor PSMS ke sepak bola nasional beberapa musim lalu.
Yang menjadi masalah sekarang adalah kepastian dana bagi PSMS. Keadaan yang tidak jelas malah menimbulkan rumor baru. Ya, berhembus kabar yang menyebutkan bahwa Sihar Sitorus pengelola PSMS musim lalu, akan kembali digandeng untuk ikut membantu keuangan PSMS.
Menariknya, pihak pengurus tidak menepis rumor itu. Tapi sayangnya hal itu juga masih belum dapat dipastikan secara rinci. Pasalnya kedua pihak sama-sama belum bertemu dan membicarakan hal ini.
Dari pihak pengurus lewat Julius Raja, yang ditemui wartawan koran ini Jumat (24/7) kemarin di Stadion Teladan mengatakan, memang arah ke sana tak tertutup. “Kalau Sihar memang mau menjadi sponsor, kenapa kita harus halangi. Itu sebuah kerjasama yang memang kita harapkan,” terang Julius Raja.
Tapi dikatakan Julius, kalau pun nantinya ada kesepakatan antara pengurus dengan Sihar, maka yang terjadi hanyalah kerjasama sebagai sponsorship belaka. Tidak akan ada kesempatan untuk Sihar untuk kembali menjadi pengelola PSMS. “Kalau memang dia mau jadi sponsor, kita akan sambut baik. Tapi tampaknya kesempatan untuk kepengelolaan tak lagi ada untuk dia,” lanjut Sihar. Masalahnya, apakah Sihar mau kembali menggelontorkan uangnya untuk PSMS?
Secara spesifik, Sihar sama sekali tak mencerminkan niatannya itu. Dihubungi kemarin, Sihar mengaku belum ada dihubungi pihak pengurus untuk masalah satu ini. “Tak satu pun pengurus yang menghubungi saya akan hal ini,” jawabnya singkat via pesan singkatnya.
Artinya, kesempatan Sihar kembali ke PSMS tak lebih dari hubungan sponsorshipnya saja. Tak lebih dari itu. “Memang begitu, pengelolaan musim ini akan tetap kita tangani sendiri,” beber Julius Raja lagi.
Untuk urusan cari sponsor, kabarnya pengurus memang sedang galak mengendusnya. Beberapa waktu lalu, Randiman Tarigan menegaskan bahwa sudah ada beberapa sponsor yang sudah siap membantu PSMS musim ini. Beni Tomasoa dari PT PSMS juga mengutarakan hal serupa. Sayangnya belum ada satupun yang jelas.
Senin, seleksi PSMS tahap II
Sejumlah pemain yang pernah berkibar di kompetisi Liga Super Indonesia dan Divisi Utama akan mengadu kemampuan dengan pemain-pemain debutan yang lolos dari seleksi tahap pertama PSMS di Stadion Teladan Medan, Senin sore ini pukul 15.00 WIB.
Tercatat sejumlah 18 nama-nama yang pernah membawa PSMS ke semifinal Liga Indonesia dan finalis Liga Super Indonesia akan merumput di seleksi tahap kedua PSMS melawan pemain-pemain hasil pilihan tim penilai yang dibentuk Ketua Umum terpilih Drs Dzulmi Eldin MSi.
Mereka yang terlihat menyaksikan jalannya seleksi tahap pertama, antara lain Selamat Riyadi, M Halim, M Syahbani, M Affan Nasution, Bona Simajuntak, Nico Susanto, Reswandi, Vijai, Tri Yudha Handoko, Didi Firmansyah Hermawan, Bambang Tri Sanjaya dan lainnya.
Sementara pemain-pemain debutan yang terpilih adalah Haryanto, Gunawan, Deli Sulistia, Ahmad Maulana, Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi Sembiring, Hadi Putra, Citra Kesuma, Chandra Syahputra, Syaiful Mahodeng, Kamil, Hadi Citra, Ridho, Febry, Sujex, Sayuti Nasution, Erwin, Roy David, Anggi, Haris, Ariwan, Andi Afdel dan Raci.
Salah seorang tim penilai AKP Suryanto Herman menyebutkan, ke-25 pemain debutan tersebut yang merupakan terpilih lolos seleksi tahap pertama diminta hadir di Stadion Teladan, Senin.
Seperti disebutkan sumber, pelatih Suimin Dihardja akan terlibat dalam seleksi tahap kedua dan mempunyai hak penuh memilih pemain yang akan memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama nanti.
Tercatat sejumlah 18 nama-nama yang pernah membawa PSMS ke semifinal Liga Indonesia dan finalis Liga Super Indonesia akan merumput di seleksi tahap kedua PSMS melawan pemain-pemain hasil pilihan tim penilai yang dibentuk Ketua Umum terpilih Drs Dzulmi Eldin MSi.
Mereka yang terlihat menyaksikan jalannya seleksi tahap pertama, antara lain Selamat Riyadi, M Halim, M Syahbani, M Affan Nasution, Bona Simajuntak, Nico Susanto, Reswandi, Vijai, Tri Yudha Handoko, Didi Firmansyah Hermawan, Bambang Tri Sanjaya dan lainnya.
Sementara pemain-pemain debutan yang terpilih adalah Haryanto, Gunawan, Deli Sulistia, Ahmad Maulana, Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi Sembiring, Hadi Putra, Citra Kesuma, Chandra Syahputra, Syaiful Mahodeng, Kamil, Hadi Citra, Ridho, Febry, Sujex, Sayuti Nasution, Erwin, Roy David, Anggi, Haris, Ariwan, Andi Afdel dan Raci.
Salah seorang tim penilai AKP Suryanto Herman menyebutkan, ke-25 pemain debutan tersebut yang merupakan terpilih lolos seleksi tahap pertama diminta hadir di Stadion Teladan, Senin.
Seperti disebutkan sumber, pelatih Suimin Dihardja akan terlibat dalam seleksi tahap kedua dan mempunyai hak penuh memilih pemain yang akan memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama nanti.
30 nama masuk nominasi
Sejumlah 30 pemain masuk nominasi lolos seleksi tahap pertama pembentukan tim PSMS Medan ke kompetisi Divisi Utama 2009/2010, Sabtu.
Ke-30 pemain ini nantinya akan kembali menjalani seleksi tahap kedua bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia dan Divisi Utama musim lalu di Stadion Teladan Medan mulai Senin besok.
Salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, didampingi Julius Raja SE dan H Saryono menilai, sejumlah pemain tersebut memiliki kemampuan yang lebih dari pemain lainnya serta jam terbang bermain yang cukup baik.
Suryanto juga mengakui, untuk mengumumkan nama-nama pemain yang lolos seleksi seyogyanya dilakukan Sabtu, namun karena antusias pesepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim The Killer, maka tim penilai yang terdiri dari Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi menundanya.
"Untuk seleksi tahap terakhir Sabtu kemarin saja ada 20 pemain yang mendaftarkan diri dan ini juga memerlukan waktu untuk menseleksi mereka," kata pengurus klub PO Polisi tersebut.
“Direncanakan Minggu ini, nama-nama mereka bisa diumumkan. Penundaan tersebut juga memerlukan waktu bagi tim penilai untuk berkonsultasi dengan Ketua Umum PSMS terpilih Drs H Dzulmi Eldin MSi,” lanjut Herman.
Dari pantauan Waspada, ke-30 nama-nama yang masuk nominasi di antaranya Hidayat Berutu, Gunawan, Haryanto, Deli Sulistia (penjaga gawang), ditambah Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi, Hadi Putra, Chandra, Syaiful, Citra, Kamil, Hadi Citra, Andi Haris, Sayuti Nasution, Roy David, Erwin, Anggi, Sujek, Ridho, Febri dan Roby
Ke-30 pemain ini nantinya akan kembali menjalani seleksi tahap kedua bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia dan Divisi Utama musim lalu di Stadion Teladan Medan mulai Senin besok.
Salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, didampingi Julius Raja SE dan H Saryono menilai, sejumlah pemain tersebut memiliki kemampuan yang lebih dari pemain lainnya serta jam terbang bermain yang cukup baik.
Suryanto juga mengakui, untuk mengumumkan nama-nama pemain yang lolos seleksi seyogyanya dilakukan Sabtu, namun karena antusias pesepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim The Killer, maka tim penilai yang terdiri dari Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi menundanya.
"Untuk seleksi tahap terakhir Sabtu kemarin saja ada 20 pemain yang mendaftarkan diri dan ini juga memerlukan waktu untuk menseleksi mereka," kata pengurus klub PO Polisi tersebut.
“Direncanakan Minggu ini, nama-nama mereka bisa diumumkan. Penundaan tersebut juga memerlukan waktu bagi tim penilai untuk berkonsultasi dengan Ketua Umum PSMS terpilih Drs H Dzulmi Eldin MSi,” lanjut Herman.
Dari pantauan Waspada, ke-30 nama-nama yang masuk nominasi di antaranya Hidayat Berutu, Gunawan, Haryanto, Deli Sulistia (penjaga gawang), ditambah Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi, Hadi Putra, Chandra, Syaiful, Citra, Kamil, Hadi Citra, Andi Haris, Sayuti Nasution, Roy David, Erwin, Anggi, Sujek, Ridho, Febri dan Roby
Hari ini tahap I berakhir
Antusias para pemain sepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim PSMS Medan, hingga membuat tim penilai mudah memilih pemain masuk ke skuad Ayam Kinantan menghadapi kompetisi Divisi Utama 2009/2010.
Demikian dikatakan salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, di Stadion Teladan Medan, Jumat. Menurutnya, selama dua hari jalannya seleksi telah melebihi jumlah 200 orang peserta, namun hanya beberapa pemain yang lolos seleksi tahap pertama.
"Pada Sabtu ini, nama-nama pemain yang lolos seleksi tahap pertama akan diumumkan," ujar Herman didampingi rekannya, H Saryono.
Para pemain yang lolos ini nantinya akan kembali mengikuti seleksi tahap kedua pada Senin (27/7) nanti bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia maupun Divisi Utama musim lalu.
Bagi pemain yang berhasil lolos seleksi tahap kedua, akan diajukan kepada pelatih sebelum resmi ditetapkan masuk skuad Ayam Kinantan. Sebelumnya, hasil seleksi akan dievaluasi Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Drs H Randiman Tarigan MAP bersama tim penilai.
Dengan mekanisme seperti ini, diakui pula oleh anggota tim penilai lainnya, Julius Raja SE, akan ditemukan pemain-pemain yang berkualitas sehingga harapan menaikkan kembali pamor The Killer ke kasta Liga Indonesia terwujud.
Sebelumnya, Randiman Tarigan yang didominasikan menjadi Ketua Harian PSMS periode 2009/2013 berharap, dalam seleksi ini akan muncul pemain-pemain berkualitas. Pihaknya sendiri tidak memberi prioritas terhadap pemain tertentu, di mana semua peserta seleksi wajib menjalani proses seleksi khususnya segi kesehatan.
Tim penilai PSMS terdiri dari para mantan pemain PSMS dan pelatih klub-klub anggota PSMS seperti Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi.
Demikian dikatakan salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, di Stadion Teladan Medan, Jumat. Menurutnya, selama dua hari jalannya seleksi telah melebihi jumlah 200 orang peserta, namun hanya beberapa pemain yang lolos seleksi tahap pertama.
"Pada Sabtu ini, nama-nama pemain yang lolos seleksi tahap pertama akan diumumkan," ujar Herman didampingi rekannya, H Saryono.
Para pemain yang lolos ini nantinya akan kembali mengikuti seleksi tahap kedua pada Senin (27/7) nanti bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia maupun Divisi Utama musim lalu.
Bagi pemain yang berhasil lolos seleksi tahap kedua, akan diajukan kepada pelatih sebelum resmi ditetapkan masuk skuad Ayam Kinantan. Sebelumnya, hasil seleksi akan dievaluasi Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Drs H Randiman Tarigan MAP bersama tim penilai.
Dengan mekanisme seperti ini, diakui pula oleh anggota tim penilai lainnya, Julius Raja SE, akan ditemukan pemain-pemain yang berkualitas sehingga harapan menaikkan kembali pamor The Killer ke kasta Liga Indonesia terwujud.
Sebelumnya, Randiman Tarigan yang didominasikan menjadi Ketua Harian PSMS periode 2009/2013 berharap, dalam seleksi ini akan muncul pemain-pemain berkualitas. Pihaknya sendiri tidak memberi prioritas terhadap pemain tertentu, di mana semua peserta seleksi wajib menjalani proses seleksi khususnya segi kesehatan.
Tim penilai PSMS terdiri dari para mantan pemain PSMS dan pelatih klub-klub anggota PSMS seperti Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi.
Bangkitkan semangat kedaerahan
Mantan pemain nasional dan PSMS, H Dollah Unai menilai, fanatisme semangat kedaerahan pemain PSMS dalam musim kompetisi lalu mulai mengendur dan hendaknya dapat terangkat kembali menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2009/2010.
"Saya optimis fanatisme pemain akan bangkit dengan dukungan masyarakat Medan dan sekitarnya," terang Dollah Unai saat menyaksikan seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis.
Untuk membangkitkan fanatisme, tentunya dibutuhkan pemain yang memiliki talenta semangat kedaerahan. "Dengan mencintai daerahnya sendiri, tentunya si pemain akan tampil ngotot dengan semangat juang memperoleh kemenangan dalam setiap pertandingan," ujar Dollah Unai yang juga mantan pelatih Perlis Malaysia ini.
Kegagalan PSMS di Liga Super Indonesia hendaknya dapat menjadikan pelajaran berharga agar tidak terulang lagi. Dollah pun sependapat pemain lokal hendaknya diutamakan dengan syarat layak dan memiliki kemampuan.
“Dulu banyak pemain PSMS dari daerah perkebunan, sebut saja Sunardi A, Sunardi B, Ramlan Yatim, Ramli Yatim, Yusuf Siregar, Cornell Siahaan, Saiban dan lainnya. Mereka pun telah mengharumkan PSMS di kancah nasional dan internasional," ujar Dollah Unai yang senantiasa memantau perkembangan PSMS.
Dollah Unai juga menyampaikan harapan kepada Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang baru dilantik oleh Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE, Rabu (22/7), turut memperhatikan dan melihat langsung persiapan tim menghadapi musim kompetisi mendatang.
"Saya yakin Walikota dapat memberikan motivasi, apalagi beliau adalah orang olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas," ungkapnya.
"Saya optimis fanatisme pemain akan bangkit dengan dukungan masyarakat Medan dan sekitarnya," terang Dollah Unai saat menyaksikan seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis.
Untuk membangkitkan fanatisme, tentunya dibutuhkan pemain yang memiliki talenta semangat kedaerahan. "Dengan mencintai daerahnya sendiri, tentunya si pemain akan tampil ngotot dengan semangat juang memperoleh kemenangan dalam setiap pertandingan," ujar Dollah Unai yang juga mantan pelatih Perlis Malaysia ini.
Kegagalan PSMS di Liga Super Indonesia hendaknya dapat menjadikan pelajaran berharga agar tidak terulang lagi. Dollah pun sependapat pemain lokal hendaknya diutamakan dengan syarat layak dan memiliki kemampuan.
“Dulu banyak pemain PSMS dari daerah perkebunan, sebut saja Sunardi A, Sunardi B, Ramlan Yatim, Ramli Yatim, Yusuf Siregar, Cornell Siahaan, Saiban dan lainnya. Mereka pun telah mengharumkan PSMS di kancah nasional dan internasional," ujar Dollah Unai yang senantiasa memantau perkembangan PSMS.
Dollah Unai juga menyampaikan harapan kepada Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang baru dilantik oleh Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE, Rabu (22/7), turut memperhatikan dan melihat langsung persiapan tim menghadapi musim kompetisi mendatang.
"Saya yakin Walikota dapat memberikan motivasi, apalagi beliau adalah orang olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas," ungkapnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)