Monday, July 27, 2009

Tak Semua Dukung Suimin

Kepulangan Suimin ‘Pelatih Kampung’ Diharja menangani PSMS banyak mendapat apresiasi positif dari pecinta sepak bola di Medan. Namun, benarkah semuanya setuju?

Jawabnya, tidak. Adalah barisan pendukung Ayam Kinantan, PSMS Medan Fans Club, yang menantang. Bahkan, Sekum PSMS Medan Fans Club, Tatang Tarigan, mengutarakan hal itu baru-baru ini secara terbuka. Ada beberapa poin dari sosok Suimin yang tak disukai oleh mereka.

“Jujur saja kami sangat kecewa dengan keputusan pengurus untuk memakai Suimin sebagai pelatih. Selain track record yang kurang bagus, masih ingat dalam ingatan kami bahwa Suimin pernah memilih menyeberang ke PSPS Pekan Baru karena nilai kontraknya lebih besar dari yang ditawarkan PSMS. Kami yakin hal ini bakal kembali terulang ketika Suimin kembali menaikkan pamornya dengan menukangi PSMS,” beber Tatang.

Menjawab hal itu, Suimin dengan tegas menyatakan akan tetap membela PSMS selama masih dibutuhkan. Bahkan Suimin berniat pensiun di PSMS.
“Terimakasih dengan ungkapan yang disampaikan kawan-kawan. Bagi saya ini salah satu masukan yang harus diterima dengan lapang dada. Kalau memang mereka tidak percaya, yang jelas saya berniat pensiun melatih di PSMS. Niat saya menukangi PSMS musim ini lebih dikarenakan tanggungjawab moral sebagai warga Medan,” beber Suimin.

Pemilihan Sumin sebagai pelatih didasari oleh pemikiran pengurus PSMS yang baru, yang menganggap ‘Pelatih Kampung’ ini dianggap layak mengembalikan kejayaan PSMS. Setidaknya, hal itu terbukti ketika Suimin mampu mengangkat pamor PSMS ke sepak bola nasional beberapa musim lalu.

Yang menjadi masalah sekarang adalah kepastian dana bagi PSMS. Keadaan yang tidak jelas malah menimbulkan rumor baru. Ya, berhembus kabar yang menyebutkan bahwa Sihar Sitorus pengelola PSMS musim lalu, akan kembali digandeng untuk ikut membantu keuangan PSMS.

Menariknya, pihak pengurus tidak menepis rumor itu. Tapi sayangnya hal itu juga masih belum dapat dipastikan secara rinci. Pasalnya kedua pihak sama-sama belum bertemu dan membicarakan hal ini.

Dari pihak pengurus lewat Julius Raja, yang ditemui wartawan koran ini Jumat (24/7) kemarin di Stadion Teladan mengatakan, memang arah ke sana tak tertutup. “Kalau Sihar memang mau menjadi sponsor, kenapa kita harus halangi. Itu sebuah kerjasama yang memang kita harapkan,” terang Julius Raja.
Tapi dikatakan Julius, kalau pun nantinya ada kesepakatan antara pengurus dengan Sihar, maka yang terjadi hanyalah kerjasama sebagai sponsorship belaka. Tidak akan ada kesempatan untuk Sihar untuk kembali menjadi pengelola PSMS. “Kalau memang dia mau jadi sponsor, kita akan sambut baik. Tapi tampaknya kesempatan untuk kepengelolaan tak lagi ada untuk dia,” lanjut Sihar. Masalahnya, apakah Sihar mau kembali menggelontorkan uangnya untuk PSMS?

Secara spesifik, Sihar sama sekali tak mencerminkan niatannya itu. Dihubungi kemarin, Sihar mengaku belum ada dihubungi pihak pengurus untuk masalah satu ini. “Tak satu pun pengurus yang menghubungi saya akan hal ini,” jawabnya singkat via pesan singkatnya.

Artinya, kesempatan Sihar kembali ke PSMS tak lebih dari hubungan sponsorshipnya saja. Tak lebih dari itu. “Memang begitu, pengelolaan musim ini akan tetap kita tangani sendiri,” beber Julius Raja lagi.

Untuk urusan cari sponsor, kabarnya pengurus memang sedang galak mengendusnya. Beberapa waktu lalu, Randiman Tarigan menegaskan bahwa sudah ada beberapa sponsor yang sudah siap membantu PSMS musim ini. Beni Tomasoa dari PT PSMS juga mengutarakan hal serupa. Sayangnya belum ada satupun yang jelas.

Senin, seleksi PSMS tahap II

Sejumlah pemain yang pernah berkibar di kompetisi Liga Super Indonesia dan Divisi Utama akan mengadu kemampuan dengan pemain-pemain debutan yang lolos dari seleksi tahap pertama PSMS di Stadion Teladan Medan, Senin sore ini pukul 15.00 WIB.

Tercatat sejumlah 18 nama-nama yang pernah membawa PSMS ke semifinal Liga Indonesia dan finalis Liga Super Indonesia akan merumput di seleksi tahap kedua PSMS melawan pemain-pemain hasil pilihan tim penilai yang dibentuk Ketua Umum terpilih Drs Dzulmi Eldin MSi.

Mereka yang terlihat menyaksikan jalannya seleksi tahap pertama, antara lain Selamat Riyadi, M Halim, M Syahbani, M Affan Nasution, Bona Simajuntak, Nico Susanto, Reswandi, Vijai, Tri Yudha Handoko, Didi Firmansyah Hermawan, Bambang Tri Sanjaya dan lainnya.

Sementara pemain-pemain debutan yang terpilih adalah Haryanto, Gunawan, Deli Sulistia, Ahmad Maulana, Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi Sembiring, Hadi Putra, Citra Kesuma, Chandra Syahputra, Syaiful Mahodeng, Kamil, Hadi Citra, Ridho, Febry, Sujex, Sayuti Nasution, Erwin, Roy David, Anggi, Haris, Ariwan, Andi Afdel dan Raci.

Salah seorang tim penilai AKP Suryanto Herman menyebutkan, ke-25 pemain debutan tersebut yang merupakan terpilih lolos seleksi tahap pertama diminta hadir di Stadion Teladan, Senin.

Seperti disebutkan sumber, pelatih Suimin Dihardja akan terlibat dalam seleksi tahap kedua dan mempunyai hak penuh memilih pemain yang akan memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama nanti.

30 nama masuk nominasi

Sejumlah 30 pemain masuk nominasi lolos seleksi tahap pertama pembentukan tim PSMS Medan ke kompetisi Divisi Utama 2009/2010, Sabtu.

Ke-30 pemain ini nantinya akan kembali menjalani seleksi tahap kedua bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia dan Divisi Utama musim lalu di Stadion Teladan Medan mulai Senin besok.

Salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, didampingi Julius Raja SE dan H Saryono menilai, sejumlah pemain tersebut memiliki kemampuan yang lebih dari pemain lainnya serta jam terbang bermain yang cukup baik.

Suryanto juga mengakui, untuk mengumumkan nama-nama pemain yang lolos seleksi seyogyanya dilakukan Sabtu, namun karena antusias pesepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim The Killer, maka tim penilai yang terdiri dari Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi menundanya.

"Untuk seleksi tahap terakhir Sabtu kemarin saja ada 20 pemain yang mendaftarkan diri dan ini juga memerlukan waktu untuk menseleksi mereka," kata pengurus klub PO Polisi tersebut.

“Direncanakan Minggu ini, nama-nama mereka bisa diumumkan. Penundaan tersebut juga memerlukan waktu bagi tim penilai untuk berkonsultasi dengan Ketua Umum PSMS terpilih Drs H Dzulmi Eldin MSi,” lanjut Herman.

Dari pantauan Waspada, ke-30 nama-nama yang masuk nominasi di antaranya Hidayat Berutu, Gunawan, Haryanto, Deli Sulistia (penjaga gawang), ditambah Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi, Hadi Putra, Chandra, Syaiful, Citra, Kamil, Hadi Citra, Andi Haris, Sayuti Nasution, Roy David, Erwin, Anggi, Sujek, Ridho, Febri dan Roby

Hari ini tahap I berakhir

Antusias para pemain sepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim PSMS Medan, hingga membuat tim penilai mudah memilih pemain masuk ke skuad Ayam Kinantan menghadapi kompetisi Divisi Utama 2009/2010.

Demikian dikatakan salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, di Stadion Teladan Medan, Jumat. Menurutnya, selama dua hari jalannya seleksi telah melebihi jumlah 200 orang peserta, namun hanya beberapa pemain yang lolos seleksi tahap pertama.

"Pada Sabtu ini, nama-nama pemain yang lolos seleksi tahap pertama akan diumumkan," ujar Herman didampingi rekannya, H Saryono.

Para pemain yang lolos ini nantinya akan kembali mengikuti seleksi tahap kedua pada Senin (27/7) nanti bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia maupun Divisi Utama musim lalu.

Bagi pemain yang berhasil lolos seleksi tahap kedua, akan diajukan kepada pelatih sebelum resmi ditetapkan masuk skuad Ayam Kinantan. Sebelumnya, hasil seleksi akan dievaluasi Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Drs H Randiman Tarigan MAP bersama tim penilai.

Dengan mekanisme seperti ini, diakui pula oleh anggota tim penilai lainnya, Julius Raja SE, akan ditemukan pemain-pemain yang berkualitas sehingga harapan menaikkan kembali pamor The Killer ke kasta Liga Indonesia terwujud.

Sebelumnya, Randiman Tarigan yang didominasikan menjadi Ketua Harian PSMS periode 2009/2013 berharap, dalam seleksi ini akan muncul pemain-pemain berkualitas. Pihaknya sendiri tidak memberi prioritas terhadap pemain tertentu, di mana semua peserta seleksi wajib menjalani proses seleksi khususnya segi kesehatan.

Tim penilai PSMS terdiri dari para mantan pemain PSMS dan pelatih klub-klub anggota PSMS seperti Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi.

Bangkitkan semangat kedaerahan

Mantan pemain nasional dan PSMS, H Dollah Unai menilai, fanatisme semangat kedaerahan pemain PSMS dalam musim kompetisi lalu mulai mengendur dan hendaknya dapat terangkat kembali menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2009/2010.

"Saya optimis fanatisme pemain akan bangkit dengan dukungan masyarakat Medan dan sekitarnya," terang Dollah Unai saat menyaksikan seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis.

Untuk membangkitkan fanatisme, tentunya dibutuhkan pemain yang memiliki talenta semangat kedaerahan. "Dengan mencintai daerahnya sendiri, tentunya si pemain akan tampil ngotot dengan semangat juang memperoleh kemenangan dalam setiap pertandingan," ujar Dollah Unai yang juga mantan pelatih Perlis Malaysia ini.

Kegagalan PSMS di Liga Super Indonesia hendaknya dapat menjadikan pelajaran berharga agar tidak terulang lagi. Dollah pun sependapat pemain lokal hendaknya diutamakan dengan syarat layak dan memiliki kemampuan.

“Dulu banyak pemain PSMS dari daerah perkebunan, sebut saja Sunardi A, Sunardi B, Ramlan Yatim, Ramli Yatim, Yusuf Siregar, Cornell Siahaan, Saiban dan lainnya. Mereka pun telah mengharumkan PSMS di kancah nasional dan internasional," ujar Dollah Unai yang senantiasa memantau perkembangan PSMS.

Dollah Unai juga menyampaikan harapan kepada Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang baru dilantik oleh Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE, Rabu (22/7), turut memperhatikan dan melihat langsung persiapan tim menghadapi musim kompetisi mendatang.

"Saya yakin Walikota dapat memberikan motivasi, apalagi beliau adalah orang olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas," ungkapnya.

200 pemain ikut seleksi PSMS

PSMS Medan mulai melakukan seleksi pemain yang akan memperkuat tim kebanggaan Kota Medan itu pada Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009 pada Oktober mendatang, Kamis.

Di Stadion Teladan Medan, seleksi pemain turut dihadiri Ketua Umum PSMS terpilih, Dzulmi Eldin. Seleksi tahap awal ini pun diikuti sekitar 200 pemain yang merupakan pemain lama dan baru dari beberapa klub.

Menurut Ketua Tim Seleksi, Suimin Diharja, seleksi ini akan dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama berlangsung Kamis hingga Sabtu (25/7) yang diikuti pemain debutan yang belum pernah bermain dalam kompetisi Liga Indonesia.

Pemain yang lolos tahap pertama akan mengikuti seleksi tahap kedua, Senin (27/7). Seleksi tahap kedua ini merupakan gabungan pemain non liga dengan pemain liga. Pemain yang lolos seleksi tahap kedua kembali mengikuti seleksi tahap ketiga, Kamis (30/7). Seleksi tahap ketiga ini merupakan seleksi kondisi fisik, sedangkan seleksi tahap keempat berlangsung selama latihan menjelang musim kompetisi dimulai.

Selama seleksi, Suimin mengatakan pihaknya akan mengamati kemampuan dan teknik bermain individu masing-masing pemain. “Kita butuh pemain yang betul-betul memiliki kemampuan dan teknik bermain personal yang berkualitas. Bukan sekedar gaya dan penampilan, tapi punya ambisi,” ujarnya.

Suimin mengakui, pihaknya tidak ingin gagal dan terlambat membentuk kerangka tim seperti saat PSMS mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia musim lalu. Dengan menggelar seleksi lebih awal, kerangka tim dapat terbentuk lebih baik dan sempurna sesuai keinginan termasuk tipikal pemain yang dibutuhkan skuad.

Pelatih yang musim lalu menukangi Persikabo Bogor itu mengatakan, kerangka tim sudah harus terbentuk medio September mendatang, sehingga menu latihan segera bisa dijadwalkan

Thursday, July 23, 2009

Pelatih Kampung Mudik

MEDAN- Ketua Umum telah dipilih, pemain pun mulai diseleksi, namun ada yang masih terlewat. Yakni, siapa pelatih PSMS untuk musim ini?

Tidak perlu berlama-lama, kepada Sumut Pos, Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin, mengatakan telah memilih dan menatapkan Suimin Diharja sebagai pelatih Ayam Kinantan untuk musim ini. ”Suimin memiliki kemampuan dan pengalaman yang bagus. Selain itu, dia juga warga Kota Medan dan tidak terlalu memandang sesuatu dari sudut kontrak kerja. Inilah yang sangat membantu PSMS,” kata Eldin saat ditemui di rumah dinas Wali Kota Medan, Rabu (22/7).

Eldin berharap dengan ditunjuknya pelatih yang berjuluk ’Pelatih Kampung’ ini menambah semangat baru bagi PSMS Medan. Apalagi kemauannya melatih PSMS Medan bukan diakibatkan nilai kontrak-nya, melainkan loyalitas demi memajukan PSMS Medan.

Randiman Tarigan, seorang pengurus PSMS, juga mengakui kabar ini. Randiman menyebutkan, pihaknya sudah berbicara dengan Suimin prihal ini. Kesiapannya bersama untuk memperjuangkan PSMS agar tetap eksis ternyata satu sikap. Hal inilah yang mempermudah pengurus lebih cepat bersikap.
Setelah ditetapkannya pelatih dan sudah dijadwalkannya pencarian pemain PSMS Medan, kini giliran mencari penghidupan PSMS Medan dari sisi anggaran. Eldin mengakui, sampai sekarang ini belum ada donatur yang tanda tangan kerjasama, melainkan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan donatur. “Kami tetap berusaha mencari donaturnya,” bilangnya.
Informasi yang diterima wartawan koran ini salah satu perusahan bermerk Diadora sudah mulai merapat. Bahkan, tinggal satu pertemuan lagi sudah diputuskan sebagai donatur tetap PSMs Medan. Tapi, selain Diadora ada pula perusahan minyak Malaysi, Petronas yang juga akan masuk menjadi penyantun PSMS Medan. Tak cukup di situ, perusahaan besar di Indonesia sekelas Unilever juga akan ikutan menjadi donaturnya.

Terkait dengan itu, dua barisan besar pendukung PSMS Medan, KAMPAK FC dan SMeCK memastikan dukungan kepada sosok Suimin, sebagai pelatih PSMS musim kompetisi 2009/10. Sosok Suimin, selama ini dianggap suporter lebih mengenali karakter PSMS sesungguhnya. Di tangan Suimin, PSMS diharapkan mampu kembali mengeluarkan tajinya. Lebih dari itu, Suimin juga dinilai pernah berjaya bersama PSMS, walaupun tak sampai juara.
Dicky Anugerah Panjaitan, pentolan Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan (KAMPAK) Fans Club menilai hal itu cukup untuk mendukung Suimin kembali mengarsiteki PSMS. “Kalau ditanya, kami sebagai pendukung PSMS akan mendukung sosok Suimin sebagai pelatih. Di tangannya, PSMS saya rasa bisa kembali berjaya,” bebernya kemarin.

Sama halnya dengan yang diutarakan Nata Simangunsong dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK). “Suimin itu paham benar karakter PSMS. Sebagai orang Medan, Suimin saya rasa layak kembali ke PSMS. Selain mampu merangkul pemain, Suimin juga dikenal dekat dengan pendukung PSMS,” kata Nata.

Lantas apa kata Suimin? Dihubungi kemarin, pelatih yang puas makan asam garam kepelatihan itu tak menampik keinginannya kembali menukangi PSMS. Ya, kondisi PSMS yang terpuruk, ternyata membuatnya merasa terpanggil untuk turut serta membenahi. “Pembicaraan via telepon sudah dilakukan, namun belum bertemu langsung dengan pengurus. Seharusnya hari ini (kemarin, Red) kami bertemu, tapi karena ada pelatikan wali kota, jadi batal,” beber Suimin.
“Untuk kembali membawa PSMS ke tempat yang sewajarnya, tentu saja saya tak bisa sendirian. Harus ada kerjasama dari segala pihak terkait. Untuk itu, langkah awal kalau saya dipercaya melatih PSMS adalah dengan mengajak semua pihak terkait duduk bersama,” tambahnya.

Untuk menukangi PSMS, bahkan Suimin tak terlalu mempersoalkan dana. “Ada kalanya kita bicarakan uang. Dan ada kalanya kita harus mengedepankan potensi daerah. Artinya, kalau saya memang dibutuhkan, sebagai putra daerah saya siap,” tambah Suimin.(ful/ril)kan Suimin menyambut baik prihal niatan Ketum PSMS terpilih, Dzulmi Eldin yang berencana mengisi skuad PSMS dengan 70 persen pemain lokal. “Saya yakin, kalau memang mau memperdayakan pemain lokal, PSMS masih bisa berprestasi. Ada banyak potensi lokal di Medan dan sekitarnya yang selama ini mampu berbicara di pentas Timnas. Maka itu, saya sangat setuju dengan niatan Ketum untuk mendahulukan pemain lokal. Kalau boleh jujur, itulah impian saya sejak dulu,” pungkas Suimin.

Aun dan Fadli Berlabuh ke Persela

Sihar Sitorus, eks manajer PSMS musim lalu yang kini memiliki Pro Duta Bandung tak menampik rumor yang menyebutkan bahwa dua pemainnya bakal dipinjamkan ke Persela Lamongan musim depan. Adalah Aun Carbiny dan Fadli Hairi yang bakal dipinjam tenaganya selama satu musim kompetisi.
Kedua palang pintu PSMS musim lalu itu, memang masih terikat kontrak selama tiga tahun bersama PT Togos Gopas yang mengelola PSMS. Jadi, pihak PT Togos Gopas dengan leluasa memakai tenaganya selama kurun waktu tersebut. Termasuk hak meminjamkan ke klub lain.

“Benar, mereka akan saya pinjamkan ke Persela. Tapi saya enggan membicarakan nilai kontraknya. Masih banyak detail yang harus diselesaikan,” terang Sihar kemarin.

Kedua pemain Fadli Hariri dan Aun Carbiny sendiri tak menyanggah kabar itu. Keduanya sama-sama mengaku masih sangat ingin memperkuat PSMS. Tapi apa daya, kontrak berbicara.

“Sepertinya sudah bakal pasti. Tapi belum ada hitam di atas putih, jadi belum tahu juga dealnya. Semua tergantung manajemen,” kata Fadli yang musim lalu memakai nomor punggung 3 itu.

“Seandainya PSMS mau memakai tenaga saya, tentu saja pilihan utama adalah Ayam Kinantan. Tapi semuanya tergantung manajemen. Terserah mereka mau pinjamkan ke mana, dan saya harus ikut. Di kontrak tertulis seperti itu,” lanjut Fadli.

Aun juga mengutarakan hal serupa. Selama ini Persela Lamongan begitu ingin menggunakan tenaga mereka. Oleh karena itu, Persela sangat mungkin berhasil meminjamnya. “Setelah dijelaskan bahwa kami masih etrikat kontrak dengan manajemen, Persela tak menyerah dan membicarakan hal ini ke manajemen. Kami sebagai pemain, tentu saja menurut dengan aturan manajemen. Kalau secara pribadi, jujur saja aku masih ingin tetap berkostum Kinantan,” beber pengemas tiga gol di ISL itu.

Peminjaman itu, diakui Sihar akan banyak bermanfaat bagi kedua pemain itu sendiri. Oleh karena itu, ini lebih dari sekadar uang. “Alasan utama meminjamkan kedua pemain itu, adalah agar mereka mampu mencapai potensi bakatnya. Bukan semata uang,” pungkas Sihar

PSMS SELEKSI PEMAIN

MEDAN - Meski kepengurusan PSMS Medan periode 2009-2014 belum tersusun, Ketua Umum terpilih Drs Dzulmi Eldin MSi bersama mantan Sekum PSMS Drs Randiman Tarigan akan memulai pembentukan tim Ayam Kinantan menghadapi Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010.

Randiman yang disebut-sebut akan menjadi Ketua Harian PSMS ini, Selasa menyebutkan, persiapan tahap pertama adalah seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis besok.

Mantan manajer PSMS yang sukses membawa The Killer menjadi finalis kompetisi 2008/2009 itu berharap pada Kamis nanti para pemain baik yang berdomisili di Medan maupun di luar kota dapat ikut seleksi, agar pihaknya dapat mencari pemain-pemain berbakat dan berkualitas.

Menanggapi tim pemantau, diakuinya sementara dilakukan pihaknya sendiri bersama tim perumus maupun formatur yang baru-baru ini terbentuk saat berlangsungnya Rapat Kerja Klub Anggota PSMS di Hotel Dharma Deli, Sabtu lalu.

Dalam pemilihan, pihaknya tidak ada memberi prioritas dan semua pemain harus menjalani seleksi khususnya dari segi kesehatan. Ditanya masalah pelatih, Kadis Pendapatan Pemko Medan itu mengaku pihaknya sudah memiliki beberapa nama untuk dikontrak musim depan.

Sayangnya, Randiman enggan mengungkapkan identitas pelatih tersebut karena masih tahap pembicaraan. Kendati begitu, Randiman berjanji akan memberitahukan sang pelatih anyar kalau sudah ada kata sepakat. "Yang jelas, pelatih nanti dari dalam negeri dan berkualitas," katanya.

Diungkapkan, PSMS memilih pelatih yang sesuai dengan kriterianya di antaranya memiliki sertifikat dan pernah membawa klub yang dibina meraih prestasi baik di Liga Super Indonesia atau Divisi Utama.

Selain itu, pelatih tersebut harus bisa menuntun anak-anak asuhannya serta mampu menempatkan pemain dan mengambil sikap tegas jika ada pemain yang melakukan kesalahan

Tuesday, July 21, 2009

Mesti segera susun pengurus

Mantan pemain PSSI/PSMS H Dollah Unai, Minggu, meminta PSMS Medan segera membentuk kepengurusan dalam menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang digelar mulai Oktober mendatang. Susunan pengurus sangat mendesak untuk mempersiapkan skuad yang tangguh.

"Belajar dari kompetisi tahun lalu, hendaknya segera membentuk susunan kepengurusan tim. Karena dalam membentuk tim tangguh tidak dapat secara instant," ucap mantan pemain nasional era 60-an ini menanggapi digelarnya musyawarah klub-klub PSMS dalam memilih ketua umum.

Menurut dia, terpilihnya Sekretaris Daerah Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi sebagai Ketua Umum PSMS periode 2009-2013 dengan otomatis PSMS tetap ditangani Pemko Medan setelah periode sebelumnya dipimpin Drs H Abdillah Ak MBA yang juga Walikota Medan.

"Kita memberikan dukungan kepada Eldin untuk memimpin PSMS lima tahun ke depan. Tentunya diharapkan ketua umum nantinya dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi baik secara moril dan materil," katanya lagi.

Namun dia mengingatkan agar waspada dalam memilih manajer tim. "Sosok manajer tim selain memiliki pendanaan yang kuat juga harus mengerti sepakbola dan memiliki kebersamaan dengan pemain," ujarnya.

Ada beberapa nama yang layak menjadi manajer, di antaranya Drs H Randiman Tarigan, yang sudah mengerti seluk beluk dunia sepakbola. Randiman pernah membawa Ayam Kinantan sebagai finalis Divisi Utama 2007-2008. "Dia pantas sebagai manajer tim untuk mengangkat PSMS ke Liga Super Indonesia," terang Dollah.

Soal pelatih, selain mesti memiliki track record bagus, orangnya juga memiliki rasa kebersamaan dengan pemain. "Saya pikir pelatih asal Medan juga layak menjadi pelatih PSMS di Divisi Utama," saran Dollah, yang sependapat dengan Eldin untuk mengutamakan pemain lokal

Kejayaan PSMS harus dibangkitkan kembali

Wali Kota Medan, Afifuddin Lubis mengharapkan, kepada pengurus PSMS yang terpilih nantinya, harus dapat membangkitkan kembali kejayaan tim tersebut dalam persepakbolaan Indonesia.

"Marwah PSMS harus bisa dikembalikan. Kita tidak ingin nama besar PSMS itu hilang begitu saja," katanya, siang ini.

Walikota mengatakan, kehebatan PSMS pada era 1960-an yang dulu sangat ditakuti dan disegani tim lawan dapat kembali diwujudkan pada tahun mendatang.

"Ini merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus yang terpilih nantinya, dan harus dilaksanakan sesuai dengan harapan masyarakat," katanya.

Keberhasilan PSMS itu hanya dapat diwujudkan melalui kekompakan dan kerja sama antar sesama pengurus dan tidak ada yang berpangku tangan.

Apalagi, katanya, dalam mengejar segala ketertinggalan

yang sedang dialami PSMS itu, para pengurus harus tetap bersinergi dan berusaha meraih prestasi yang terbaik.

"Bila mengenang kembali masa kejayaan PSMS pada masa lalu,saya merasa bangga sebagai warga Medan," kata Afifuddin.

Karena PSMS yang dijuluki tim "ayam kinantan" selalu tampil bermain di Stadion Senayan Jakarta (saat ini Stadion Gelora Bung Karno,red). Tidak mudah bagi klub di tanah air untuk bisa "bermain" di ibukota negara itu.

Ia mengharapkan pada kompetisi tahun depan, PSMS baru terdegradasi ke Divisi Utama bisa lagi bermain di stadion tersebut, sekaligus bisa meraih yang terbaik.

Sementara, Ketua KONI Medan, H. Zulhifzi Lubis, dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya siap mengucurkan bantuan dana untuk menopang kemajuan PSMS.

Peningkatan prestasi PSMS itu, juga merupakan tanggungjawab KONI. "KONI tidak ingin membiarkan prestasi PSMS turun begitu saja, apalagi sampai mengalami degredasi.

"KONI tetap berusaha membantu PSMS, sehingga bisa kembali meraih prestasi yang lebih baik, sulit dikalahkan lawan," kata Zulhifzi yang juga Sekretaris Pengprov IMI Sumut

Eldin pimpin PSMS 2009-2013

Drs H Dzulmi Eldin MSi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum PSMS Medan periode 2009-2013 dalam rapat kerja klub anggota PSMS di Hotel Dharma Deli Medan, Sabtu.

Sebanyak 28 peserta rapat kerja klub anggota PSMS dari total 30 klub menunjuk Sekda Pemko Medan tersebut menjadi Ketua Umum PSMS empat tahun ke depan. Sementara itu, klub Bintang Utara dan Tasbi melakukan walk out dari ruangan sidang, karena menolak sikap pimpinan sidang Hardi Mulyono SE MAP yang bersikeras tidak merubah keputusan yang telah disetujui.

Rapat kerja, berjalan mulus walau sempat terjadi perdebatan sengit yang umumnya demi kebaikan PSMS, sebelumnya dibuka Pj Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi dan turut dihadiri Ketua Kehormatan PSMS Drs H Amran YS, Ketua Pengcab PSSI Medan Drs H Darwin Syamsul, Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifni Lubis dan unsur pengurus periode 2005-2009.

Di samping menunjuk Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum, peserta rapat juga menerima pertanggungjawaban kepengurusan lama. Salah seorang peserta rapat H Syahputra MS dari PS Perisai Pajak bersama rekannya Suyud, meminta kepengurusan PSMS mendatang untuk membayar hutang pengurus lama dari pihak ketiga sebesar Rp2 miliar lebih.

Menurut Drs H Randiman Tarigan MAP yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas nama Ketua Umum Drs H Abdillah Ak MBA, hutang pengurus lama tersebut terdiri dari pinjaman tahun 2005 senilai Rp4 miliar 690 juta, Rp450 juta (2006), Rp560 juta (2007), Rp2 miliar 950 juta (2008). Total Rp8 miliar 650 juta dan baru dibayar Rp6 miliar 519 juta dengan sisa Rp2 miliar 131 juta lagi.

Pinjaman-pinjaman ini dilakukan guna menutupi biaya pembentukan tim PSMS menghadapi kompetisi Divisi Utama dan Liga Super Indonesia, khususnya akibat pengunduran jadwal pertandingan Liga Indonesia 2007. Di samping itu untuk kebutuhan pertandingan dari Januari hingga Februari 2008, sementara pada 2008 tidak ada lagi sumber keuangan PSMS dari APBD maupun penjualan tiket.

Menanggapi laporan dan desakan peserta rapat ini, pimpinan sidang H Hardi Mulyono berjanji akan menyampaikannya kepada pengurus baru. Sedangkan Presiden KAMPAK FC Dicky Anugrah berharap KAMPAK FC dimasukkan menjadi anggota klub PSMS, karena juga mempunyai tanggung jawab membawa PSMS berkibar kembali.

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Drs H Dzulmi Eldin berjanji segera membentuk tim PSMS untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI, Oktober mendatang. Eldin juga meminta semua kalangan membantu usahanya kembali mengangkat kejayaan PSMS yang saat ini turun kasta.

Friday, July 17, 2009

Markus Horison siap hadang MU

Terjawab sudah 21 pemain Indonesia All Star yang akan menghadapi Manchester United pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 20 Juli mendatang. Tidak ada kejutan pada hasil polling.

Seperti yang diprediksi sebelumnya, para pemain yang masuk dalam skuad Indonesia All Star adalah pemain yang biasa membela tim nasional Indonesia. Hal ini pastinya membuat pelatih Benny Dollo bisa dengan mudah meracik skuadnya untuk menghadapi pasukan Sir Alex Ferguson.

Untuk lini depan, nama-nama seperti Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), TA Mushafry (Persiba Balikpapan), dan striker Persik Kediri Saktiawan Sinaga masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia pada polling SMS.

Sedangkan di lini tengah Indonesia All Star akan diperkuat antara lain oleh Ponaryo Astaman (Persija), Firman Utina (Pelita Jaya), dan Syamsul Chaerudin (PSM Makasar).

Di lini belakang, Charis Yulianto, Maman Aburahman, Nova Arianto, M Ridwan, Ricardo Salampessy, M Roby, Isnan Ali, dan Ismed Sofyan adalah langganan timnas yang terpilih menghadapi MU.

Untuk tiga posisi kiper juga tidak ada kejutan, setelah Markus Harison, Ferry Rotinsulu, dan Dian Agus Prasetya masih menjadi pilihan utama.

Skuad Indonesia All Star:
Penjaga Gawang: Markus Harison (PSMS Medan), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Dian Agus Prasetya (Pelita Jaya)

Belakang: Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Maman Aburahman (Persib Bandung), Nova Arianto (Persib Bandung), M Ridwan (Pelita Jaya), Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura), M Roby (Persik Kediri), Isnan Ali (Sriwijaya FC), dan Ismed Sofyan (Persija Jakarta)

Tengah: Syamsul Chaerudin (PSM Makassar), Ponaryo Astaman (Persija Jakarta), Ellie Aiboy (PSMS Medan), Eka Ramdhani (Persib Bandung), Firman Utina (Pelita Jaya)

Depan: Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), Saktiawan Sinaga (Persik Kediri), TA Mushafry (Persiba Balikpapan)

Thursday, July 16, 2009

Eldin & Randiman dijagokan ketuai PSMS

Sekretaris Daerah Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Randiman Tarigan dijagokan sebagai Ketua Umum PSMS Medan untuk musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010.

"Siapa pun sebenarnya yang memimpin PSMS Medan sepanjang layak, oke-oke saja, tapi Eldin dan Randiman saya pikir cukup bagus untuk memimpin," kata Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief.

Anggota DPRD Medan itu menilai, tim "Ayam Kinantan" membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.

"Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman," ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.

Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya akan digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. "Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya," tambah Arief.

Musim depan, PSMS harus berlaga di Liga Divisi Utama. Mereka tersisih setelah kalah dari Persebaya Surabaya dalam playoff untuk memperebutkan satu tiket di Liga Super

Dukung terus Ayam Kinantan

egagalan PSMS Medan bertahan di Liga Super Indonesia (LSI) setelah gagal memenangi laga playoff menghadapi Persebaya Surabaya, hendaknya tidak mengendurkan semangat pecinta PSMS Medan untuk terus mendukung tim Ayam Kinantan.

“PSMS harus bangkit untuk dapat kembali tampil di liga super dan ini tentunya dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, khususnya pecinta Ayam Kinantan baik moril maupun materil,” ujar pendukung fanatik PSMS Medan, Ahmad Pasundan Tarigan, kemarin.

Dikatakan, semua pencinta Ayam Kinantan pastilah kecewa dengan turun kastanya tim kebanggaan kota Medan itu ke Divisi Utama. “Namun kekecewaan itu jangan sampai membuat kita berpaling dari PSMS yang selalu membutuhkan dukungan moril untuk dapat kembali meraih tiket LSI,” ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, PSMS harus segera mempersiapkan tim yang solid dengan merekrut pemain-pemain berkualitas. “Siapa pun pelatihnya, kalau tanpa didukung materi pemain yang berkualitas, akan sulit mengangkat prestasi PSMS menjadi lebih baik,” katanya.

Menurut Tarigan, tidak menjadi jaminan PSMS akan meraih prestasi gemilang meski bermain di Divisi Utama. “Divisi Utama bukanlah level yang buruk, setiap tim juga diperkuat pemain berkualitas termasuk pemain asing. Untuk itu, PSMS harus tetap mempersiapkan tim yang baik jika ingin kembali tampil di liga super,” katanya.

Selain materi pemain, tambahnya, pengurus PSMS juga harus yang benar-benar ingin mengabdi untuk kejayaan Ayam Kinantan, di samping juga mampu mencari dana untuk kebutuhan tim.

“Jika ditangani oleh pengurus yang benar-benar murni untuk memajukan tim dan didukung dengan pemain berkualitas, kita yakin PSMS akan bangkit sebagai tim yang memiliki nama besar di kancah sepakbola nasional,” jelas Tarigan.

PSMS sulit tetap LSI

Ambisi PSMS Medan tetap tampil di pentas Indoesia Super Liga musim depan dipastikan sulit terwujud. Hal tersebut jika merujuk pada pernyataan Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono, terkait kontestan kasta tertinggi sepakbola nasional edisi kedua musim depan.

Menurut Joko, pihaknya memastikan bakal menerapkan aturan ketat, terkait regulasi peserta kompetisi Super Liga. Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat, sudah pasti akan langusng dieliminasi ke Divisi Utama.

Sebagai ganti agar kuota 18 tim tetap terpenuhi, akan diambil dari tim kasta kedua yang musim ini menembus babak delapan besar.

Empat tim yang terkena degradasi musim ini adalah PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang dan PSIS Semarang. Keempat tim tetap turun kasta dan tidak diberikan kesempatan bertahan di Super Liga.

"Sesuai regulasinya memang demikian. Jadi, tim yang akan mengganti bagi mereka yang tidak lolos verifikasi berasal dari Divisi Utama. Mereka harus diberikan kesempatan untuk promosi," sebut Joko baru-baru ini.

Masih kata Joko, pihaknya akan memberikan pemerataan kesempata untuk tampil di Super Liga, bagi tim Divisi Utama. Tentunya, kesempatan itu akan diberikan, sekiranya ada tim yang tidak memenuhi syarat.

"Tapi, mereka yang akan menjadi pengganti pun harus memenuhi syarat. Jika tidak, tentu mereka tidak bisa ikut dan kesempatan tampil di Super Liga diberikan kepada tim lainnya," jelas Joko sembari menyinggung penyatuan dua tim atau merger dua tim Malang, Arema dan Persema serta dua tim ibukota Persija-Persitara.

"BLI tidak mengenal istilah merger. Kami hanya mengizinkan pengelolaan satu tim tampil di Super Liga musim depan. Silahkan saja jika ada tim yang ingin kerjasama, tapi harus sesuai dengan yang tercantum di dalam manual liga. Jika tidak, mereka dipastikan sulit ikut Super Liga," tandas Joko

Pengurus Masih Tunggu Rapat

Bermain di Divisi Utama, PSMS tidak membutuhkan badan hukum layaknya berlaga di Indonesian Super League (ISL). Tapi PT PSMS yang terlanjur dibentuk menyatakan siap kalau nantinya dibutuhkan.

Dirut PT PSMS, Ir Doli Siregar menegaskan kesiapannya membantu PSMS untuk kembali berlaga di ISL musim yang akan datang. “Kami siap mendukung kiprah PSMS musim depan. Tergantung sikap pengurus nantinya. Karena PT PSMS sekalipun memang tidak bisa juga jalan sendiri,” terang Doli yang ditemui wartawan koran ini, Selasa (14/7) kemarin.

Pihak PT PSMS sudah punya ancang-ancang dari segi bisnis. Sebagai badan hukum sah PSMS, manajemen perseroan terbatas ini sadar tidak bisa sekadar berbangku tangan. Sumbangsih pemikiran dan membantu sektor pembiayaan pasti menjadi hal utama yang harus dipikirkan manajemen PT PSMS. Doli Siregar selaku direktur utama mengaku sudah menganalisa kemungkinan-kemungkinan bisnisnya.

“Untuk mengarungi kompetisi, pasti membutuhkan banyak biaya. Dan PT PSMS berpikir juga untuk melebarkan sayap dalam mencari solusi keuangan dengan mencari cara berbisnis. Tidak hanya dari olahraga tapi dari lingkup lainnya. Dan hasilnya kita kembalikan ke PSMS,” beber Doli.

Sisi bisnis yang dimaksud Doli bisa saja dari marchandise atau lainnya. Terlebih PSMS sudah balik kandang. Kerinduan fans akan tim kebanggaannya memperlihatkan satu celah bisnis. Terutama dari tiket masuk, atau aksesoris. Sedikit banyak, lingkup lain di luar bisnis bisa juga menjadi sasaran PT PSM.
Bagaimana sikap pengurus PSMS? Menjawab hal itu, Hardi Mulyono Kabid Organisasi PSMS belum bisa memberi kepastian apakah akan bekerja sama dengan PT PSMS atau tidak. Tapi Hardi berjanji akan merumuskan kembali seperti apa langkah dan kerja sama apa saja yang bisa mereka lakukan demi prestasi PSMS.

“Kalau ditanyakan kerjasamanya, pasti kita akan selaraskan langkah. Namun bentuknya seperti apa, masih akan kita rumuskan kembali usai pemilihan ketua mmum PSMS nanti,” beber Hardi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Randiman Tarigan dijagokan sebagai Ketua Umum PSMS Medan untuk musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010. Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief berpendapat, dua nama itu memiliki visi yang dibutuhkan untuk memajukan tim Ayam Kinantan.

Anggota DPRD Medan itu menilai, PSMS membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.

“Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman,” ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.

Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.

Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. “Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya,” tambah Arief

Pengawalan MU Mirip Pengawalan Bill Clinton

Keamanan super ketat akan diterapkan oleh panitia lokal terhadap Manchester United saat berada di Indonesia. Namun fans masih mendapat kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan pemain-pemain idolanya.

Koordinator Bidang Keamanan Panitia Lokal kedatangan MU, Nugroho Setiawan mengatakan, sistem keamanan yang diterapkan terhadap pemain MU tidak jauh berbeda dengan keamanan Presiden AS Bill Clinton saat berkunjung ke Indonesia. Artinya pemain masih diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan fansnya.

"Bila ada fans yang sudah mengganggu, kami tidak akan menangkap mereka. Namun kami akan menyelamatkan pemain yang bersangkutan. Ini mirip seperti saat Bill Clinton di Indonesia," kata Nugroho.

Dijelaskan Nugroho, proses pengamanan terhadap Clinton yang datang ke Indonesia sekitar lima belas tahun lalu berbeda dengan pengamanan Presiden AS, George Bush saat berkunjung ke Indonesia. Bush yang mendapat pengawalan ketat dari pasukan khusus sama sekali tidak bisa berinteraksi dengan masyarakat.

"MU datang untuk bertemu dengan fansnya. Jadi kalau pengamanannya terlalu ketat, mereka tidak akan bisa berinteraksi dengan penggemarnya. Jadi sistem yang kami pakai boleh dikatakan mirip dengan Clinton," kata Nugroho.

Manchester United akan berhadapan dengan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 20 Juli 2009. MU diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, pukul 23.00 WIB, 18 Juli 2009.

Wednesday, July 15, 2009

Kembalikan Kejayaan Sepakbola Medan

Menyikapi banyaknya keluhan yang disampaikan oleh klub-klub sepakbola yang ada di Medan, Pengda PSSI Sumut melalui surat bernomor 060/PSSI-SU/KU/VII/2009 memberikan mandat kepada Drs H Darwin Syamsul, Edy Anthony Wendri, dan Ongku Zulfin Nasution untuk menggelar masyawarah cabang (Muscab) I PSSI Medan.

Terkait dengan pemberian mandat itu, kemarin (13/7) bertempat di Hotel Asean digelar Muscab PSSI Medan yang dihadiri oleh 26 dari 31 klub yang mengajukan permohonan mandat menggelar Musda ke PSSI Sumut, beberapa waktu lalu.

Para anggota Muscab menunjuk H Saryono (Ketua), Ariyadi, Halim Panggabean, Herry Ryanto, dan Ongku Zulfin Nasution sebagai panitia yang meminpin jalannya Muscab.

Adapun hasil Muscab memutuskan tim formatur yang terdiri dari Drs H Darwin Syamsul, Edi Anthoni Wendri dan Ongku Zulfin Nasution bertugas menyusun kepengurusan PSSI Medan dalam rentang waktu 12 hari sejak gelaran Muscab I berlangsung.

“Jika mengacu pada surat mandat yang dikeluarkan oleh Ketua Umum PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP, kami memiliki waktu 15 hari ke depan untuk menyusun kepengurusan. Tapi saya yakin dalam waktu 12 hari susunan pengurus PSSI Medan akan segera terbentuk,” bilang Ketua PSSI Medan terpilih Drs H Darwin Syamsul, kepada wartawan koran ini.

Optimisme yang diusung Darwin ini terkait kerinduan yang dirasakan oleh insan sepakbola di Medan yang telah lama tak merasakan kompetisi. “Jika disusun lebih cepat, maka program kerja akan lebih cepat berjalan. Artinya, kompetisi antar klub akan semakin cepat digelar,” bilang Darwin.

Dengan terbentuknya Pengurus Cabang PSSI Kota Medan, secara otomatis berdasarkan Pedoman Dasar PSSI maka status 40 klub yang selama ini bernaung di bawah panji PSMS, resmi menjadi anggota PSSI Kota Medan.
Namun Pimpinan sidang H Saryono belum berani mengatakan jika status ke-40 klub itu akan ‘putus hubungan’ dengan PSMS. “Kami belum memahami secara menyeluruh tentang isi Pedoman Dasar PSSI. Lagi pula 40 klub yang akan bergabung ke PSSI Medan adalah pemegang saham PT PSMS,” bilang pemilik PS Kinantan ini.

“Seharusnya Ketua Umum PSSI Sumut yang menjelaskan hal ini, sehingga tak terjadi kerancuan dan multi tafsir atas aturan yang berlaku. Jadi sangat kami sesalkan bila pada kesempatan ini beliau (Ketua Umum PSSI Sumut) hanya mengutus salah seorang anggota biro alih status Affendi Marico sebagai pemantau Muscab,” tambah pria yang akrab disapa Pak Haji ini.

Sementara itu Walikota Medan Drs H Afifuddin MSi dalam sambutannya ketika membuka Muscab tersebut mengatakan, ada tiga faktor pendukung untuk membina sekaligus meningkatkan prestasi sepakbola di Medan. Ketiga faktor tersebut adalah sarana, finansial, dan organisasi. Tanpa ketiga faktor itu, mustahil prestasi dapat diraih.

Selanjutnya Walikota berharap dengan terbentuknya Pengcab PSSI Kota Medan maka atmosfer sepakbola di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini kembali hidup. “Dari dulu, sepakbola selalu mendapat tempat di hati masyarakat Kota Medan. Olahraga ini benar-benar telah menyatu dengan masyarakat Kota Medan,” kata Walikota.

Karenanya Walikota berharap agar para pengurus yang terpilih memimpin PSSI Medan memiliki visi dan misi yang jelas dan terarah agar kejayaan sepakbola Sumut terulang kembali “Yang terpenting adalah kepengurusan PSSI Medan solid. Karena itulah sarat mutlak agar program kerja dapat berjalan sesuai rencana,” imbuh Walikota

Eldin & Randiman dijagokan ketuai PSMS

Sekretaris Daerah Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Randiman Tarigan dijagokan sebagai Ketua Umum PSMS Medan untuk musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010.

"Siapa pun sebenarnya yang memimpin PSMS Medan sepanjang layak, oke-oke saja, tapi Eldin dan Randiman saya pikir cukup bagus untuk memimpin," kata Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief.

Anggota DPRD Medan itu menilai, tim "Ayam Kinantan" membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.

"Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman," ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.

Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya akan digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. "Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya," tambah Arief.

Musim depan, PSMS harus berlaga di Liga Divisi Utama. Mereka tersisih setelah kalah dari Persebaya Surabaya dalam playoff untuk memperebutkan satu tiket di Liga Super.