Saturday, July 4, 2009

BLI Siapkan Inter Island Cup

Badan Liga Indonesia (BLI) berencana menggelar Inter Island Cup (ISC) selama jeda kompetisi menjelang Liga Super 2009/2010.

Turnamen tersebut bisa menjadi parameter kekuatan klub musim depan. Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono mengungkapkan, Turnamen ISC akan diikuti 18 klub Liga super. Secara teknis, klub peserta akan dibagi menjadi enam grup. Klub juara berhak maju ke babak 6 besar yang juga dikelompokkan menjadi dua grup.

Nantinya klub finalis akan ditentukan menurut status juara menurut dua grup itu. ”Libur kompetisi cukup panjangdan waktu tersebut harus dimanfaatkan. Pertandingan itu secara garis besar diikuti klub dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” ungkapnya kemarin. Joko menambahkan, kickoff Turnamen ISC akan dimulai pada akhir Agustus dan selesai pertengahan September. Pertandingan tersebut akan digelar malam hari.

”Letak klub menurut geografis menjadi pertimbangan pada penyisihan awal. Yang jelas, kami ingin mempertahankan tren bermain malam hari selama bulan puasa. Kebetulan, bulan puasa besok bersamaan dengan libur kompetisi. Konsep turnamen ini sedang dimatangkan secara teknis. Nanti kami akan berbicara dengan klub,” lanjutnya.

Turnamen ISC hanya membutuhkan 25 pertandingan meski melibatkan seluruh klub. Turnamen tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu tidak lebih dari sebulan. BLI mengaku ISC bisa menjadi turnamen pemanasan klub sebelum bersaing musim depan.

Kickoff Liga Super 2009/2010 yang direncanakan 11 Oktober, sedangkan launching direncanakan 4Oktober. ”Saat jeda kompetisi di daerah memang banyak turnamen. Itu bukan masalah. Turnamen antarpulau ini sebenarnya bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui kesiapan klub yang sebenarnya,” kata Joko.

Beberapa regulasi dibuat kenyal, terutama terkait dengan status pemain. Klub peserta bebas memakai pemain, termasuk penggunaan amunisi impor. Hanya saja, bongkar pasang pemain tidak bisa dilakukan saat turnamen berlangsung.

”Masalah pemain akan dibebaskan. Terserah mau pakai siapa saja, apalagi klub juga menggunakan turnamen ini bagian seleksi pemain. Klub mau memakai sepuluh pemain asing, silakan saja. Yang tidak boleh, pemain pindah klub saat turnamen berlangsung,” tandasnya.

Sementara itu Indonesia dikabarkan menjadi nominator kuat tuan rumah tunggal Piala AFF 2010. ASEAN Football Federation (AFF) memberi nilai positif atas sukses Merah Putih sebagai penyelenggara Piala AFF 2008 yang berkoalisi dengan Thailand.

”Kami siap menjadi penyelenggara tunggal Piala AFF. PSSI sudah dipikirkan segala sesuatunya dari sekarang. Semuanya memang belum diputuskan karena ada beberapa negara yang juga berminat menjadi tuan rumah. Tapi, kontestan dan AFF ingin turnamen tahun depan bisa digelar secara penuh di Indonesia,” ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes kemarin.

Selama tujuh kali penyelenggaraan Piala AFF baru tiga negara yang berhasil menjadi tuan rumah tunggal, yaitu Singapura pada Piala Tiger 1996, disusul Vietnam (1998) dan Thailand (2000)

Gelandang Lincah PSMS Diincar Tiga Klub

PSMS Medan boleh terdegradasi ke Divisi Utama, musim depan. Tapi, beberapa pilarnya dijamin laris manis.

Salah satu pilar PSMS yang laris itu yakni gelandang sayap kiri, Octavianus Maniani. Okto mengaku telah didekati Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Deltras Sidoarjo. Meski demikian, ia masih ingin mematuhi kontraknya dengan PSMS.

"Kan masih dua tahun kontrak dengan Bapak Sihar (Sitorus, Manajer PSMS). Selain itu, sebagai pemain profesional saya harus mematuhinya," kata Okto.

"Selain Persipura, Persiwa dan Deltras juga telah menghubungi saya," lanjut Okto. "Sementara ini, saya harus menjalani kontrak yang ada dulu."

Sayap mungil nan lincah asal Papua ini memang menyita perhatian tiap kali mengenakan kostum hijau PSMS. Pemain kelahiran 27 Oktober 1990 ini selalu menghadirkan tusukan-tusukan dari sayap kiri yang dibutuhkan Tim Ayam Kinantan.

Skuad PSMS yang berlaga di Liga Super Indonesia 2008/2009 telah dibubarkan. Pembubaran ini dilakukan oleh PT Togos Gopas yang menjadi pemegang mandat pengelolaan PSMS selama tampil di LSI.

Manurut Sihar, sebagian pemain ada yang bergabung ke Pro Duta, sebagian lagi dilepas. PSMS akan melakukan negosiasi dengan pemain dalam 1-2 hari ini sebelum mengumumkan pemain yang masuk daftar transfer.

Pro Duta merupakan tim asal Bandung, Jawa Barat. Tim yang berjuluk Laskar Bandung Lautan Api itu baru saja promosi ke Divisi Utama.

Tim ini juga telah dibeli oleh Sihar. Jadi, tak salah jika sebagian pemain PSMS berlabuh di klub Divisi Utama itu.

PSMS Medan Cuci Gudang

Skuad PSMS Medan yang berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 resmi dibubarkan. Selanjutnya, PT Togos Gopas selaku pengelola PSMS akan melepas sebagian besar pemainnya ke klub lain.

Direktur PT Togos Gopas, Sihar Sitorus kepada VIVAnews, Jumat 3 Juni 2009 mengatakan, akan melepas 70 persen pemainnya. Sedangkan sisanya akan diboyong ke klub Divisi Utama, Pro Duta Bandung yang juga telah menjadi miliknya.

Sihar tidak merinci pemain-pemain yang akan dilepas. Namun menurutnya, sudah banyak tawaran dari klub yang ditujukan langsung kepada pemain.

"Saya belum pernah dihubungi oleh klub yang berminat pada pemain kami. Mereka biasanya langsung menghubungi pemain yang bersangkutan," kata Sihar melalui pesan pendek (sms).

Skuad PSMS sendiri sudah resmi dibubarkan. Pembubaran skuad Ayam Kinantan dilakukan di Hotel Naripan Bandung, Rabu 1 Juli 2009.

Sihar menambahkan, satu dari tiga pemain asing yang tersisa, yakni Mario Costas akan dipertahankan. Namun, Costas tidak akan membela PSMS melainkan Pro Duta.

Sedangkan sisanya, Esteban Gullien dan Leonardo Zada akan dilepas ke klub lain. "Dia (Costas) sudah sepakat untuk melanjutkan kotrak dengan Pro Duta. Namun, nilainya akan mengalami penurunan," tandas Sihar.

Thursday, July 2, 2009

Ditaksir Persebaya, Rudy Keltjes Pikir-pikir

Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes belum bisa memastikan klub yang akan digarapnya musim depan. Rudy mengaku belum pernah dihubungi oleh klub mana pun.

Persebaya sedang memburu Rudy. Namun, Rudy yang baru saja gagal membawa PSMS bertahan di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 mengaku belum dihubungi oleh manajemen Green Force.

Rudy yang dihubungi VIVAnews, Kamis 2 Juli 2009, mengaku telah mendengar kabar ketertarikan Persebaya lewat media saja. Namun secara langsung, mantan pelatih Persipura Jayapura itu belum mendapat tawaran apa pun dari tim yang mengalahkan PSMS di playoff tersebut.

"Saya baru tiba dari Bandung. Saya belum ada kontak dengan pihak Persebaya. Saat ini saya masih mau istirahat dulu. Kalau nanti dihubungi baru saya pikir-pikir lagi," kata Rudi yang sempat menangani Persebaya itu.

Manajemen Persebaya memang sedang mencari pelatih baru untuk menangani Mat Halil cs saat tampil di LSI 2009/2010 nanti. Pelatih tersebut akan mengisi tempat Aji Santoso yang musim depan akan menukangi Persisam Samarinda.

Sosok Rudy pun dianggap cocok menggantikan Aji. Selain karena kemampuannya dalam meramu strategi, Rudy juga dianggap paham dengan karakter pemain-pemain Persebaya. Maklum, mantan pemain Niac Mitra itu juga sempat menukangi Bajul Ijo.

"Saya belum berpikir ingin melatih klub mana pun. Nanti saja kalau memang sudah ada klub yang menghubungi," tandas Rudy.

Turun Kasta, Skuad PSMS Dibubarkan

kuad PSMS yang berlaga di Liga Super Indonesia 2008/2009 dibubarkan. Pembubaran ini dilakukan oleh PT Togos Gopas yang menjadi pemegang mandat pengelolaan PSMS selama tampil di LSI.

Pembubaran skuad Ayam Kinantan dilakukan di Hotel Naripan, Bandung, Rabu 1 Juli 2009. Menurut Direktur PT Togos Gopas, Sihar Sitorus, pihaknya juga telah mengembalikan mandat pengelolaan kepada pengurus PSMS.

"Selama ini kami hanya mendapat mandat untuk mengelola PSMS selama di Liga Indonesia dan membawanya ke LSI. Sekarang, kami mengembalikannya lagi ke pengurus," kata Sihar lewat pesan singkat yang dikirimnya ke VIVAnews, Kamis 2 Juli 2009.

Dibubarkannya skuad PSMS membuat Ellie Aiboy cs jadi pemain tanpa klub. Mengenai kelanjutan nasib pemain-pemain tersebut, Sihar mengatakan akan ditentukan dalam satu atau dua hari ke depan.

"Sebagian ada yang ikut ke Pro Duta, sebagian lagi ada yang dilepas. Kami masih melakukan negosiasi dengan pemain dalam 1-2 hari ini. Kami juga akan mengumumkan siapa pemain yang masuk daftar transfer," kata Sihar.

Pro Duta merupakan tim asal Bandung, Jawa Barat. Tim yang berjuluk Laskar Bandung Lautan Api itu baru saja promosi ke Divisi Utama.

Tim ini juga telah dibeli oleh Sihar. Jadi, tak salah jika sebagian pemain PSMS berlabuh di klub Divisi Utama itu.

Martin Zada Jadi Rebutan

Ambisi Persela Lamongan mendatangkan Leonardo Martin Zada mendapat ganjalan. Sebab, Persebaya yang baru mendapatkan tiket promosi Liga Super mengaku tertarik menggaet gelandang PSMS Medan itu.

’’Memang kami sangat butuh tipikal pemain seperti dia,’’ kata Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mudakar. Memang, saat Persebaya mengalahkan PSMS di laga playoff lalu, penampilan Zada sempat menyita perhatian kubu Persebaya.

Selain kreator di lini tengah, Zada juga lihai mengeksekusi bola-bola mati. Sayang, meski sebelumnya sempat mencetak gol lewat penalti, ketika terjadi drama adu penalti, Zada menjadi salah satu aktor kekalahan PSMS. ’’Bisa jadi kami akan merekrut dia,’’ ujar Saleh.

Ungkapan orang nomor satu di Persebaya bisa jadi bakal menjegal langkah Persela untuk mendatangkan Zada. Namun, kubu Persela sendiri tetap tidak mengurungkan niatnya. ’’Ya, sudah biasa persaingan itu karena memang Zada pemain bagus, wajar jika diinginkan banyak tim. Kami lihat saja nanti bagaimana akhirnya,’’ ujar Yuhronur Effendi, Ketua Pembentukan Tim Persela

Wednesday, July 1, 2009

Tumpulnya PSMS Untungkan Persebaya

Pelatih Persebaya Aji Santoso sukses membawa Persebaya ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 dengan persiapan minim. Aji menilai, keberhasilan Green Force tak lepas dari tumpulnya barisan penyerang PSMS Medan saat tampil di play off, Selasa, 30 Juni 2009.

Persiapan Persebaya untuk berhadapan dengan PSMS di babak play off hanya dua pekan. Namun hasil yang diraih cukup luar biasa. Green Force berhasil mengalahkan PSMS Medan 6-5 lewat sebuah drama adu penalti.

Persebaya yang finish di posisi ke-4 Divisi Utama musim ini sebenarnya tertinggal lebih dulu lewat gol pemain PSMS, Leonardo Zada dari titik putih penalti pada menit ke-32. Namun Persebaya berhasil menyamakannya lewat proses yang sama pada menit ke-86.

Adu penalti pun terpaksa digelar karena hasil tak berubah hingga perpanjangan waktu usai. Di babak penentuan ini, kiper Endra Prasetya menunjukkan kelasnya. Dia berhasil memblok tendangan Octavianus Maniani yang menjadi kunci kemenangan timnya.

Sebelumnyam Endra juga memblok tendangan Leonardo Zada. Sedangkan kiper PSMS, Galih Sudaryono hanya mampu memblok tendangan Batoum Roger. Dengan hasil ini, Persebaya akhirnya menang dengan skor 6-5.

“Bagi saya, adu pinalti itu persoalan mental yang dimiliki pemain. Tanggung jawab tetap ada di pelatih. Jika gagal, saya yang bertanggung jawab. Jika penalti sukses, itu murni kondisi mental masing-masing pemain," kata Aji Santoso kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, usai pertandingan.

Sepanjang 120 menit, PSMS memang terlihat mampu mendominasi pertandingan. Bahkan di babak perpanjangan waktu, PSMS sempat menciptakan sederet peluang emas di depang gawang Persebaya.

Sayang, Ayam Kinantan gagal menambah skor. Cemerlangnya penampilan kiper Endra Prasetya dan kejelian pemain-pemain Persebaya dalam menutup celah berhasil mematahkan serangan anak-anak Ayam Kinantan. Aji sebenarnya salut dengan penampilan PSMS.

Menurutnya, Ayam Kinantan tampil di atas kelas Persebaya. Namun penyelesaian akhir Leonardo Zada cs yang lemah telah memberikan keuntungan bagi Persebaya.

"Kami sebenarnya cukup kerepotan sepanjang babak normal. Namun kami beruntung, penyelesaian akhir pemain PSMS lemah,” tandas Aji.

Rudi : Ini Hasil yang Objektif

PSMS Medan akhirnya harus tersingkir dari Liga Super Indonesia (LSI). Pelatih PSMS, Rudi William Keltjes menganggap hal itu sebagai sebuah kekalahan yang objektif dan bukan karena buruknya penampilan punggawa-punggawa Ayam Kinantan saat tampil di babak playoff.

PSMS harus merelakan kursinya di LSI musim depan ditempati oleh Persebaya Surabaya. Itu setelah, di babak play off yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa, 30 Juni 2009, Ayam Kinantan keok 5-6 dalam drama adu penalti melawan Persebaya.

Perebutan satu tiket di LSI tersebut harus dilakukan lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit pertandingan. Gol PSMS dicetak oleh Leonardo Zada dari titik putih penalti pada menit ke-32. Persebaya membalasanya dengan proses yang sama melalui kaki Jairon Feliciano menit ke-86.

"Ini hasil yang obyektif. Bagi kami kalah di babak adu pinalti, lebih karena kondisi masing-masing mental pemain. Bukan organisasi tim secara keseluruhan. Kami punya peluang banyak sepanjang babak kedua, tapi ya itu tadi, kami lemah dalam penyelesaian akhir,” ujar Rudi kepada Artha Tidar, wartawan GOSport usai pertandingan.

PSMS harus melakoni play off untuk mengamankan satu tempat di kasta tertinggi sepakbola nasional setelah hasil buruk yang dicapai di musim lalu. Pada LSI 2008/2009, Ayam Kinantan hanya mampu finish di urutan ke-15 dengan total nilai 31 dari 34 laga.

Nasib yang sama harus dialami Persebaya karena tampil buruk di babak 4 besar kompetisi Divisi Utama. Green Force juga harus berjuang lewat babak play off setelah berada di peringkat ke-4 musim 2008/2009.

Bekuk PSMS, Persebaya Naik Kasta

Persebaya akhirnya berhasil mendapat tempat di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Pada babak play off, Selasa, 30 Juni 2009, Persebaya menundukkan PSMS lewat sebuah drama adu penalti dengan skor 6-5 .

Perebutan tiket ke LSI 2009/2010 ini harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah sepanjang 120 menit, kedua tim bermain imbang 1-1. PSMS Medan berhasil unggul di babak pertama, namun Persebaya yang berasal dari Divisi Utama berhasil membalasnya di babak kedua.

Kedua gol yang tercipta pada babak normal berawal dari titik putih penalti akibat hands ball pemain belakang. Gol PSMS dicetak Leonardo Zada pada menit ke-32. Sedangkan gol Persebaya lahir dari kaki Jairon Feliciano pada menit ke-86.

Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS terlihat tampil mendominasi sejak babak pertama. Meski sempat tertekan di lima menit awal, Ellie Aiboy mampu membalik keadaan di sisa waktu yang ada.

PSMS membuka peluang lewat kaki Mario Costas pada menit ke-9. Sayang tendangan kerasnya usai mendapat umpan dari Ellie Aiboy masih melambung di atas mistar gawang Persebaya yang dijaga Endra P.

Dua menit kemudian, PSMS kembali mengancam gawang Persebaya lewat kaki Leonardo Zada usai menerima umpan dari Esteban Gullien. Namun gawang Persebaya kembli aman karena tendangan Zada masih melayang di atas mistar gawang.

Peluang emas juga dimiliki oleh Octavianus Maniani pada menit ke-29. Lewat sebuah kerjasama dengan Leonardo Zada, pemain asal Papua itu berhasil mendapat ruang tembak di depan pertahanan Persebaya.

Sayang, tendangan Octo ke sisi kanan gawang Green Force terlalu lemah sehingga Endra mampu menjinakannya. Skor 0-0 pun tetap bertahan tetap bertahan.

Tiga menit kemudian, PSMS akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari hands ball yang dilakukan oleh Bobby Satria di kotak terlarang, wasit Yandry langsung menunjuk titik putih.

Leonardo Zada yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke sisi kiri gawang Persebaya, gagal dibendung Endra. Skor 1-0 untuk PSMS.

Striker Persebaya, Jairon Feliciano sebenarnya nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Namun tendangan kerasnya tak jauh dari gawang PSMS masih mampu ditepis oleh Galilh.

Persebaya mencoba memanfaatkan bola mati untuk mengejar ketertinggalan. Namun strategi itu tidak berjalan maksimal. Hingga babak pertama berakhir, skor tak berubah 1-0 untuk PSMS.

Babak Kedua
Di babak kedua, Persebaya mencoba mengejar ketertinggalannya. Kerjasama antara jairon Feliciano, Andik Vermansyah, dan Andi Odang beberapa kali mulai mengancam gawang PSMS.

Ayam Kinantan tak tinggal diam. Meski unggul 1-0, pasukan Rudy Keltjes mencoba mengimbangi serangan-serangan Green Force. Bahkan pada menit ke-61, tendangan Agus Suprianto nyaris menjebol gawan Persebaya.

Beruntung Endra berada dalam posisi yang tepat sehingga berhasil menepis bola. Skor pun tak berubah 1-0 untuk PSMS.

Persebaya mencoba meningkatkan daya gedornya. Setelah memasukkan Andi Odang, Pelatih Persebaya, Aji Santoso juga memasukkan Roger Batoum menggantikan Arif Ariyanto pada menit ke-69.

Namun strategi ini tak juga berjalan sempurna. Sebaliknya, PSMS justru mendapat celah untuk menambah gol dengan memanfaatkan lemahnya barisan pertahanan Persebaya.

Salah satunya lewat tendangan bebas Lenardo Zada pada menit ke-85. Sayang Endra tampil gemilang dan berhasil menepis tendangan keras tersebut.

Persebaya akhirnya mendapat peluang emas untuk menyamakan pada menit ke-86. Hands ball yang dilakukan Fadli Hariri memaksa wasit menunjuk titik putih yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Jairon Feliciano. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Mario Costas dan Leonardo Zada memiliki peluang untuk menambah skor di masa injury time. Sayang, penampilan gemilang pemain bertahan Persebaya berhasil mengagalkan upaya tersebut.

Hingga babak kedua berakhir, skor tak berubah 1-1 dan harus melalui perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim tak kunjung mengendurkan serangannya. Bahkan pertarungan semakin seru karena kedua tim sama-sama ngotot untuk menambah gol.

Namun penyelamatan yang gemilang dari kiper Persebaya dan PSMS membuat skor tak berubah 1-1 sehingga harus dilanjutkan lewat drama adu penalti.

PSMS akhirnya menyerah dengan skor 5-6 setelah dua penendangnya gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan Leonardo Zada dan Octavianus Maniani berhasil diblok oleh Endra.

Satu-satunya penendang Persebaya yang gagal menjalankan tugasnya adalah Batoum Roger. Tendangan pemain asal Kamerun itu masih mampu diblok oleh Galih Sudaryono. Dengan kemenangan ini Persebaya memastikan diri tampil di LSI 2009/2010.



Susunan Pemain
Persebaya (3-5-2)
Endra Prasetya (g); Anang Ma'ruf, Mat Halil, Anderson DS, Bobby Satria, Taufiq/Lucky Wahyu (13')-kk, Andik Vermansyah-kk(19'), Satrio Syam/Andi Ondang (45'), Arif Ariyanto/Roger Batoum (69'), Purwanto, Jairon Feliciano

PSMS Medan (3-4-3)
Galih S (g), Aun Carbiny, Fadly Hariri, Johanes Atjoe-kk(36'), Edi Sibung, Agus Suprianto-kk (25')/Affan Lubis (80'), Esteban, Leonardo Zada-kk, Elly Aiboy/Andika (79'), Octavianus Maniani-kk (42'), Mario Costas

Persebaya Kalahkan PSMS Lewat Drama Adu Penalti

Persebaya akhirnya berhasil mendapat tempat di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Pada babak play off, Selasa, 30 Juni 2009, Persebaya menundukkan PSMS lewat sebuah drama adu penalti dengan skor 6-5 .

Perebutan tiket ke LSI 2009/2010 ini harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah sepanjang 120 menit, kedua tim bermain imbang 1-1. PSMS Medan berhasil unggul di babak pertama, namun Persebaya yang berasal dari Divisi Utama berhasil membalasnya di babak kedua.

Kedua gol yang tercipta pada pertandingan ini berawal dari titik putih penalti akibat hands ball pemain belakang. PSMS lebih dulu unggul lewat gol Leonardo Zada pada menit ke-69. Sedangkan Persebaya membalasnya lewat kaki Jairon Feliciano pada menit ke-86.

Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS terlihat tampil mendominasi sejak babak pertama. Meski sempat tertekan di lima menit awal, Ellie Aiboy mampu membalik keadaan di sisa waktu yang ada.

PSMS membuka peluang lewat kaki Mario Costas pada menit ke-9. Sayang tendangan kerasnya usai mendapat umpan dari Ellie Aiboy masih melambung di atas mistar gawang Persebaya yang dijaga Endra P.

Dua menit kemudian, PSMS kembali mengancam gawang Persebaya lewat kaki Leonardo Zada usai menerima umpan dari Esteban Gullien. Namun gawang Persebaya kembli aman karena tendangan Zada masih melayang di atas mistar gawang.

Peluang emas juga dimiliki oleh Octavianus Maniani pada menit ke-29. Lewat sebuah kerjasama dengan Leonardo Zada, pemain asal Papua itu berhasil mendapat ruang tembak di depan pertahanan Persebaya.

Sayang, tendangan Octo ke sisi kanan gawang Green Force terlalu lemah sehingga Endra mampu menjinakannya. Skor 0-0 pun tetap bertahan tetap bertahan.

Tiga menit kemudian, PSMS akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari hands ball yang dilakukan oleh Bobby Satria di kotak terlarang, wasit Jandry langsung menunjuk titik putih.

Leonardo Zada yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke sisi kiri gawang Persebaya, gagal dibendung Endra. Skor 1-0 untuk PSMS.

Striker Persebaya, Jairon Feliciano sebenarnya nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Namun tendangan kerasnya tak jauh dari gawang PSMS masih mampu ditepis oleh Galilh.

Persebaya mencoba memanfaatkan bola mati untuk mengejar ketertinggalan. Namun strategi itu tidak berjalan maksimal. Hingga babak pertama berakhir, skor tak berubah 1-0 untuk PSMS.

Babak Kedua
Di babak kedua, Persebaya mencoba mengejar ketertinggalannya. Kerjasama antara jairon Feliciano, Andik Vermansyah, dan Andi Odang beberapa kali mulai mengancam gawang PSMS.

Ayam Kinantan tak tinggal diam. Meski unggul 1-0, pasukan Rudy Keltjes mencoba mengimbangi serangan-serangan Green Force. Bahkan pada menit ke-61, tendangan Agus Suprianto nyaris menjebol gawan Persebaya.

Beruntung Endra berada dalam posisi yang tepat sehingga berhasil menepis bola. Skor pun tak berubah 1-0 untuk PSMS.

Persebaya mencoba meningkatkan daya gedornya. Setelah memasukkan Andi Odang, Pelatih Persebaya, Aji Santoso juga memasukkan Roger Batoum menggantikan Arif Ariyanto pada menit ke-69.

Namun strategi ini tak juga berjalan sempurna. Sebaliknya, PSMS justru mendapat celah untuk menambah gol dengan memanfaatkan lemahnya barisan pertahanan Persebaya.

Salah satunya lewat tendangan bebas Lenardo Zada pada menit ke-85. Sayang Endra tampil gemilang dan berhasil menepis tendangan keras tersebut.

Persebaya akhirnya mendapat peluang emas untuk menyamakan pada menit ke-86. Hands ball yang dilakukan Fadli Hariri memaksa wasit menunjuk titik putih yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Jairon Feliciano. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Mario Costas dan Leonardo Zada memiliki peluang untuk menambah skor di masa injury time. Sayang, penampilan gemilang pemain bertahan Persebaya berhasil mengagalkan upaya tersebut.

Hingga babak kedua berakhir, skor tak berubah 1-1 dan harus melalui perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim tak kunjung mengendurkan serangannya. Bahkan pertarungan semakin seru karena kedua tim sama-sama ngotot untuk menambah gol.

Namun penyelamatan yang gemilang dari kiper Persebaya dan PSMS Medan membuat skor tak berubah 1-1 sehingga harus dilanjutkan lewat drama adu penalti.

PSMS akhirnya menyerah dengan skor 5-6 setelah dua penendangnya gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan Leonardo Zada dan Octavianus Maniani berhasil diblok oleh Endra.

Satu-satunya penendang Persebaya yang gagal menjalankan tugasnya adalah Batoum Roger. Tendangan pemain asal Kamerun itu masih mampu diblok oleh Galih Sudaryono. Dengan kemenangan ini Persebaya memastikan diri tampil di LSI 2009/2010.



Susunan Pemain
Persebaya (3-5-2)
Endra Prasetya (g); Anang Maruf, Mat Halil, Anderson DS, Bobby Satria, Taufiq/Lucky Wahyu (13)-kk, Andik Vermansyah-kk(19), Satrio Syam/Andi Ondang (45), Arif Ariyanto/Roger Batoum (69), Purwanto, Jairon Feliciano

PSMS Medan (3-4-3)
Galih S (g), Aun Carbiny, Fadly Hariri, Johanes Atjoe-kk(36), Edi Sibung, Agus Suprianto-kk (25)/Affan Lubis (80), Esteban, Leonardo Zada-kk, Elly Aiboy/Andika (79), Octavianus Maniani-kk (42), Mario Costas

Statistik Tendangan Penalti
PSMS
Leonardo Zada Tidak Masuk
Mario Costas Masuk
Andik Yudistira Masuk
Affan Lubis Masuk
Esteban Gullien Masuk
Aun Carbini Masuk
Octavianus Maniani Tidak Masuk

Persebaya
Batoum Roger Tidak Masuk (Diblok)
Andi Odang Masuk
Anang Maruf Masuk
Purwanto Masuk
Jairon Feliciano Masuk
Bobby Satria Masuk
Anderson Da Silva Masuk

Tuesday, June 30, 2009

Persebaya vs PSMS, Hidup Mati

PSMS akan melakoni laga penghabisan musim ini dengan meladeni perlawanan Persebaya di babak play off degradasi super liga, Selasa (30/6) malam di Stadion Siliwangi, Bandung, malam ini. Kalau kandas, PSMS harus rela turun kelas ke divisi utama musim depan.

Musim kompetisi 2008/2009 memang menjadi saat yang kurang menguntungkan bagi dua tim tradisional di kancah Liga Indonesia itu. Persebaya terseok-seok untuk lolos ke Indoensian Super League (ISL). Meski di putaran pertama mampu menjadi pimpinan klasemen sementara wilayah timur, Green Force-julukan Persebaya-hanya mampu finis di tempat keempat.

Sementara, prestasi Ayam Kinantan harus terjun bebas di ISL edisi pertama. Setelah menyandang predikat runner-up Divisi Utama musim 2007/2008, kini tim musafir dari Sumatera Utara itu harus puas duduk di peringkat 15.

Karenanya, tak ada pilihan bagi kedua tim untuk saling mengalahkan demi memperebutkan satu tiket tersisa di ISL 2009/2010. Dibandingkan Persebaya, PSMS bisa dikatakan lebih beruntung dari sisi persiapan. Dalam bulan ini, mereka harus menghadapi tim-tim kuat di pentas ISL, Copa Indonesia, maupun AFC Cup.
Di sisi lain, Persebaya terakhir bertanding di akhir Mei lalu. Dalam bulan Juni ini, mereka hanya memainkan sekali pertandingan uji coba saja. Itupun dengan tim yang levelnya ada di bawahnya.

Karenanya, pelatih PSMS Medan Rudy William Keltjes merasa beruntung dengan kondisi tersebut. “Kalau sebulan ini bertanding bisa jadi mengurangi feeling ball mereka,” katanya sebelum mencoba lapangan Stadion Siliwangi kemarin (29/6).
Rudi berencana kembali memasang formasi dengan tiga striker sekaligus. Di depan, sebagai ujung tombak masih akan dipercayakan kepada legiun asing asal Argentina, Mario Costas. Kalau jadi memasang tiga striker, Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani masih akan diandalkan mendampingi Costas. Tapi, bisa jadi PSMS Medan turun tanpa Markus Horison karena cedera setelah kepalanya mengalami benturan saat menghadapi Chonburi FC di Thailand (23/6) lalu. “Persebaya musim ini tidak tangguh-tangguh sekali. Kalau anak-anak mau main keras, saya yakin Persebaya akan gentar,” kata Rudi.

Di sisi lain, Pelatih Persebaya Aji Santoso mengatakan bahwa kondisi timnya saat ini berada dalam kondisi siap tempur. “Permainan anak-anak mengalami peningkatan baik dalam menyerang dan bertahan,” tuturnya

Ribuan Bonek Serbu Bandung

Gelombang kedatangan sekitar 6.000 Bonek—julukan suporter Persebaya— ke Bandung mulai mengalir hari ini untuk mendukungtim kesayangannya melawan PSMS pada playoff besok.

Stadion Siliwangi jadi tujuan ribuan Bonek. Karena di tempat itulah Persebaya akan menentukan nasibnya musim depan. Jika mampu melibas PSMS, tim berjuluk Bajol Ijo itu berhak naik kasta ke Liga Super musim depan. Dari data yang dihimpun Harian Seputar Indonesia, beberapa elemen suporter pendukung Persebaya seperti Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Balgo, dan Persebaya Fans Club (PFC) akan berangkat dengan jumlah bervariasi.

Pagi tadi, pukul 05.30 WIB, sebanyak 2.000 Bonek yang dikomandoi YSS bertolak menuju Bandung dengan menggunakan gerbong kereta api khusus suporter yang disediakan PT KAI. Menurut Pembina YSS Wastomi Suheri, suporter yang terkoordinasi itu berangkat secara bersama-sama dengan dibebani biaya Rp130.000 per orang untuk biaya transportasi pergi-pulang serta tiket masuk stadion.

“Untuk makan, mereka membiayai sendiri. Untuk penginapan, kami sudah disediakan 10 tempat berkoordinasi dengan Viking (pendukung Persib Bandung) yang juga mendukung Persebaya,” ujar Wastomi. Meski kloter pertama hanya memberangkatkan 2.000 orang, jumlah Bonek yang datang ke Bandung dipastikan lebih besar lagi.

Sebab, berdasarkan pengalaman, jumlah suporter yang berangkat sendiri-sendiri tanpa koordinasi jumlahnya malah lebih banyak. Apalagi, jarak Bandung–Surabaya masih bisa dijangkau dengan perjalanan darat yang memudahkan Bonek menembusnya.

“Selama ini yang tidak terkoordinasi jumlahnya bisa lebih besar. Apalagi ini partai hidup-mati Persebaya untuk lolos ke Liga Super,” tutur Wastomi. Untuk menampung serbuan Bonek, Badan Liga Indonesia (BLI) sudah mencetak 13.000 tiket. Meski tidak menggunakan sistem kuota, regulasi sementara kedua kubu suporter mendapatkan jatah tiket yang sama. Tapi, bisa juga berubah jika pada hari pertandingan nanti ternyata jumlah suporter Persebaya lebih banyak dari PSMS.

“Intinya, jumlah suporter harus sesuai dengan kapasitas stadion. Kalau memang nanti suporter Persebaya lebih banyak dari PSMS, jatahnya akan kami limpahkan ke Persebaya,” ujar Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono. Di stadion, panpel berencana memisahkan kedua suporter. Para pendukung Persebaya diberi hak menempati tribune sisi utara. Sementara fans PSMS disediakan tempat di tribune selatan.

Namun, perkembangan terakhir, jumlah suporter PSMS tidak akan lebih dari 1.000 orang, karena jarak perjalanan Medan–Bandung cukup jauh. Sementara itu, skuad Persebaya sudah tiba di Bandung kemarin pagi. Seusai istirahat, sore harinya Endra Prasetya dkk melakukan latihan ringan untuk menjaga kebugaran.

Rencananya,pagi ini Persebaya mendapat kesempatan untuk menjajal rumput Stadion Siliwangi. “Tidak ada masalah dengan kondisi pemain. Semua dalam kondisi siap tempur,” tandas Pelatih Persebaya Aji Santoso. Yang cukup menggembirakan selain bergabungnya pemain timnas U-23 Lucky Wahyu, kondisi gelandang energik Taufik juga sudah membaik.

Sebelumnya, Taufiq sempat tidak tampil dalam laga uji coba dua hari sebelum berangkat karena cedera hamstringnya belum pulih. “Taufik bilang sudah siap. Mudah-mudahan kondisinya fit 100% saat pertandingan nanti,” ucap Aji

PSMS Waspada Nonteknis Persebaya

Laga perebutan satu tiket Indonesian Super League (ISL) 2009/2010 berlangsung besok (30/6). Namun, persaingan antara Persebaya dan PSMS Medan sebagai kontestan babak playoff mulai terasa kemarin (28/6).

Simak saja ungkapan kekhawatiran Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes terkait faktor nonteknis di laga tersebut. Kepada Jawa Pos, mantan pelatih Persebaya itu menyatakan optimistis bisa membekuk Green Force -julukan Persebaya- dalam laga tersebut.

Tapi, optimisme itu berlaku, jika dia membandingkan kekuatan timnya dengan Green Force secara teknis. Artinya, berdasar hitung-hitungan di lapangan, Keltjes yakin bahwa timnya berpeluang besar meraih kemenangan. 'Asal tidak ada faktor nonteknis dari Persebaya, saya yakin kami mampu menang,' tuturnya.

Memangnya, seberapa jauh faktor nonteknis Persebaya bisa berperan? Pria yang pernah menjadi pemain timnas Indonesia itu enggan menyebutkan dengan gamblang. Dia hanya menyatakan sering mendengar cerita rekan-rekannya bahwa sepak bola di Jatim kental dengan faktor nonteknis di luar perkiraan. 'Hal itulah yang patut kami waspadai,' jelas ayah pemain Persibo Bojonegoro, Steven Keltjes, tersebut.

PSMS dijadwalkan tiba di Bandung beberapa jam lebih lambat ketimbang Persebaya. Jika Persebaya tiba di Kota Kembang kemarin pagi (28/6), Ayam Kinantan -julukan PSMS- baru tiba tadi malam. 'Ini (siang kemarin, Red) kami masih di Jakarta,' jelas Keltjes.

Di sisi lain, Aji Santoso, pelatih sementara Persebaya untuk partai playoff, menyadari bahwa PSMS merupakan tim yang cukup tangguh. Dia juga tak asing dengan karakter anak-anak Medan ketika dibesut Keltjes. Salah satunya, permainan yang cepat dan keras.

Meski demikian, Aji tak ingin sibuk mengevaluasi kekuatan lawan. Sebab, dia ingin lebih berfokus pada perbaikan di Persebaya. 'Tapi, bukan berarti kami tidak mengantisipasi kekuatan lawan,' tuturnya.

Dia menjelaskan, karakter keras PSMS tersebut harus diladeni dengan permainan keras pula. Tapi, lanjut mantan kapten timnas Indonesia itu, meladeni permainan keras tidak berarti siap berkelahi di lapangan. 'Namun, anak-anak saya harapkan berani dalam bermain bola,' paparnya.

Senada dengan Aji, andalan lini belakang Persebaya, Anderson da Silva, mengungkapkan bahwa timnya siap menghadapi permainan keras PSMS Medan. Ungkapan Anderson tersebut cukup mendasar. Sebab, dia pernah menjadi anak asuh Keltjes ketika keduanya sama-sama berada di bawah bendera PSS Sleman pada 2007. 'Karakter Keltjes memang keras. Jadi, kami juga harus siap dengan permainan keras PSMS,' jelasnya

PSMS Waspada Nonteknis Persebaya

Laga perebutan satu tiket Indonesian Super League (ISL) 2009/2010 berlangsung besok (30/6). Namun, persaingan antara Persebaya dan PSMS Medan sebagai kontestan babak playoff mulai terasa kemarin (28/6).

Simak saja ungkapan kekhawatiran Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes terkait faktor nonteknis di laga tersebut. Kepada Jawa Pos, mantan pelatih Persebaya itu menyatakan optimistis bisa membekuk Green Force -julukan Persebaya- dalam laga tersebut.

Tapi, optimisme itu berlaku, jika dia membandingkan kekuatan timnya dengan Green Force secara teknis. Artinya, berdasar hitung-hitungan di lapangan, Keltjes yakin bahwa timnya berpeluang besar meraih kemenangan. 'Asal tidak ada faktor nonteknis dari Persebaya, saya yakin kami mampu menang,' tuturnya.

Memangnya, seberapa jauh faktor nonteknis Persebaya bisa berperan? Pria yang pernah menjadi pemain timnas Indonesia itu enggan menyebutkan dengan gamblang. Dia hanya menyatakan sering mendengar cerita rekan-rekannya bahwa sepak bola di Jatim kental dengan faktor nonteknis di luar perkiraan. 'Hal itulah yang patut kami waspadai,' jelas ayah pemain Persibo Bojonegoro, Steven Keltjes, tersebut.

PSMS dijadwalkan tiba di Bandung beberapa jam lebih lambat ketimbang Persebaya. Jika Persebaya tiba di Kota Kembang kemarin pagi (28/6), Ayam Kinantan -julukan PSMS- baru tiba tadi malam. 'Ini (siang kemarin, Red) kami masih di Jakarta,' jelas Keltjes.

Di sisi lain, Aji Santoso, pelatih sementara Persebaya untuk partai playoff, menyadari bahwa PSMS merupakan tim yang cukup tangguh. Dia juga tak asing dengan karakter anak-anak Medan ketika dibesut Keltjes. Salah satunya, permainan yang cepat dan keras.

Meski demikian, Aji tak ingin sibuk mengevaluasi kekuatan lawan. Sebab, dia ingin lebih berfokus pada perbaikan di Persebaya. 'Tapi, bukan berarti kami tidak mengantisipasi kekuatan lawan,' tuturnya.

Dia menjelaskan, karakter keras PSMS tersebut harus diladeni dengan permainan keras pula. Tapi, lanjut mantan kapten timnas Indonesia itu, meladeni permainan keras tidak berarti siap berkelahi di lapangan. 'Namun, anak-anak saya harapkan berani dalam bermain bola,' paparnya.

Senada dengan Aji, andalan lini belakang Persebaya, Anderson da Silva, mengungkapkan bahwa timnya siap menghadapi permainan keras PSMS Medan. Ungkapan Anderson tersebut cukup mendasar. Sebab, dia pernah menjadi anak asuh Keltjes ketika keduanya sama-sama berada di bawah bendera PSS Sleman pada 2007. 'Karakter Keltjes memang keras. Jadi, kami juga harus siap dengan permainan keras PSMS,' jelasnya

PSMS Yakin Kalahkan Persebaya di Play Off LSI

Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes optimistis timnya berhasil mengalahkan Persebaya di babak play off Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009, Selasa, 30 Juli 2009. Kuncinya, Ellie Aiboy cs harus tampil rileks saat bertemu Green Force.

"Kami akan tampil dengan kekuatan penuh. Yang penting pada pertandingan nanti pemain tampil tanpa beban," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Senin, 29 Juni 2009.

PSMS akan berlaga kontra Persebaya untuk memperebutkan satu tempat di LSI 2009/2010. PSMS terpaksa tampil di babak play off setelah menempati peringkat ke-15 di LSI musim 2008/2009. Sedangkan lawannya, Persebaya merupakan peringkat 4 Divisi Utama 2008/2009.

Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Siliwangi, Bandung ini, kedua tim akan tampil full team. Pasalnya Badan Liga Indonesia (BLI) telah memutihkan seluruh kartu kuning yang menimpa baik pemain PSMS dan Persebaya.

Pertandingan akan digelar dalam sistem knock out. Artinya siapapun yang menang langsung mendapat jatah untuk tampil di LSI musim depan. Dibanding lawannya, recovery PSMS tergolong lebih singkat. Pasalnya, selain harus
tampil di LSI, PSMS juga harus menyelesaikan pertandingan di Copa Indonesia dan AFC Cup 2009. Di Copa Indonesia, PSMS terganjal di babak 8 besar setelah dikandaskan Persipura dengan agregat gol 1-6.

Di pentas AFC Cup, langkah PSMS terganjal di babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar tersebut, PSMS kalah dari tim Thailand Chonburi 4-0. Ayam Kinantan baru tiba di Indonesia, 24 Juni 2009 dan merapat ke Bandung, 28 Juni 2009.

Menanggapi hal ini, Rudy mengaku tidak khawatir. Menurutnya, waktu yang ada sudah mereka gunakan secara maksimal untuk mengembalikan kondisi pemainnya.

"Kami sudah siap untuk berhadapan dengan Persebaya. Semuanya sudah kami persiapkan, semoga semuanya berjalan sesuai rencana," tandas mantan pelatih Persipura itu.

Pada pertandingan ini Persebaya akan bertindak sebagai tuan rumah. Dengan demikian, Green Force mendapat kesempatan untuk menggunakan kostum kebesarannya, hijau-hijau.

PSMS Medan 3-5-2
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aung Carbiny, Reswandi, Octavianus Maniani, Edi Sibung, Esteban Gullien, Leonardo Zada, Rahmadani, Ellie Aiboy, Mario Costas

Saturday, June 27, 2009

PSMS Pakai Putih

STATUS tuan rumah pertandingan playoff pada 30 Juni nanti disandang Persebaya Surabaya. Kepastian itu menyusul hasil manager meeting antara Persebaya, PSMS Medan, dan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) di Jakarta, kemarin.
Dengan status tuan rumah tersebut Persebaya pun berhak menggunakan kostum kebesarannya warna hijau. Sedang PSMS yang sejatinya juga memiliki warna kebesaran sama dengan Persebaya harus rela menggunakan seragam keduanya alias putih.

Dengan status itu pula, suporter Persebaya berhak menempati tribun utara Stadion Siliwangi, Bandung-tempat digelarnya playoff. Sebaliknya, suporter PSMS menempati sisi selatan.

“Sudah seharusnya memang Persebaya yang menggunakan kostum warna hijau. Sebab, Persebaya lebih tua dibanding PSMS,” kata Cholid Ghoromah, ketua harian Persebaya.

Ya, dari sisi usia, Persebaya memang jauh lebih tua dibanding PSMS. Green Force-julukan Persebaya-berdiri pada 1927. Atau sama artinya usia mereka kini 82 tahun. Di sisi lain, PSMS baru berdiri pada 1950 dan saat ini baru berusia 59 tahun. “Kami tidak terlalu mempersoalkan masalah kostum. Memang sih, kami berharap bisa menggunakan kostum warna hijau. Tapi, warna putih tetap baik buat kami,” sebut salah satu tim ofisial PSMS yang kemarin mewakil manajemen Ayam Kinantan-julukan PSMS-dalam manager meeting.

Bagi PSMS, dengan kostum warna putih, semangat mereka untuk memenangkan playoff tetap tidak luntur. Mereka tetap optimis bisa memukul Persebaya di Stadion Siliwangi 30 Juni nanti.

Persebaya sendiri tidak gentar dengan gertakan rivalnya tersebut. Tim asal Kota Pahlawan itu justru semakin bersemangat menghadapi playoff setelah diputuskan berhak mengenakan kostum warna hijau. Sebab, bagi Persebaya, kostum warna hijau adalah kehormatan yang harus selalu dibela dan dijaga.(fim/jpnn)

“Hak menggenakan kostum warna hijau ini jelas sangat berarti bagi kami. Ini adalah motivasi besar bagi kami. Dengan status inilah kami akan membuktikan kalau kami layak berada di ISL,” tegas Cholid

Siasat Cerdik Persebaya

PERSEBAYA Surabaya bisa sedikit bernafas lega dalam menghadapi playoff melawan PSMS Medan 30 Juni mendatang. Pasalnya, semua pemain Green Force-julukan Persebaya- dipastikan tidak ada yang terjerat hukuman Komisi Disiplin (Komdis) hingga partai playoff.

Dan itu sama artinya seluruh pemain Persebaya bisa tampil di playoff. Hal itu seiring aturan yang diterapkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Di mana, BLI memutuskan bahwa seluruh pemain yang tidak mendapat hukuman Komdis boleh dimainkan pada saat playoff.

Kepastian tidak adanya pemain Persebaya yang terjerat hukuman Komdis menyusul hasil sidang lembaga peradilan PSSI tersebut kemarin. Dalam sidangnya kemarin, Komdis menunda semua persidangan yang bersangkutan dengan pemain Persebaya.

“Persebaya mengajukan surat pemberitahuan kalau pemain yang dipanggil Komdis tidak bisa hadir,” kata Hinca Pandjaitan, ketua Komdis.
Menurut Hinca, Persebaya beralasan bahwa timnya sedang berkonsentrasi menghadapi pertandingan playoff. “Playoff tersebut sangat penting bagi Persebaya. Kami tidak ingin persiapan kami terganggu. Karena itu, kami meminta sidang yang terkait dengan pemain Persebaya ditunda,” aku Cholid Ghoromah, ketua harian Persebaya.

Siasat Persebaya itupun berhasil. Sebab, Komdis akhirnya menunda sidang terkait pemain Persebaya. Dalam sidang kemarin, setidaknya ada tiga pemain Persebaya yang dipanggil Komdis. Ada Endra Prasetya, Andi Oddang, dan Sunaji.

Endra sejatinya akan dimintai keterangan terkait tindakannya yang mendorong asisten wasit ketika Persebaya dijamu Persibo Bojonegoro (10/5) lalu. Sedang Andi Oddang dan Sunaji dipanggil terkait kegagalan Andi mengeksekusi penalti dalam pertandingan Persisam Samarinda lawan Persebaya (23/5).

“Kami sebenarnya ingin mendengar secara detail mengenai sikap mereka. Untuk Endra sebenarnya tidak tertutup adanya sanksi. Sebab, ada tingkah laku buruk di lapangan,” sebut Hinca.

Namun, Komdis memutuskan menunda sidang tersebut. Sebab, Komdis tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan lantaran butuh informasi lebih. “Mekanismenya memang ada kesempatan untuk mengajukan penundaan. Kami memberi kesempatan untuk hadir dalam panggilan kedua,” ujar Hinca

Under Pressure

Tampaknya PSMS sedang berada dalam tekanan ekstra ketat, menjelang digelarnya laga play off degradasi akhir Juni mendatang. Mental juara begitu menentukan bagi PSMS untuk tetap menancapkan tajinya di kasta sepak bola tertinggi tanah air.

Bayangkan saja, setahun penuh berjibaku di Indonesian Super League (ISL), nasib PSMS ditentukan hanya dalam satu laga di babak playoff tersebut. Persebaya yang menjadi seteru, sangat siap menjegal. Apa kata masyarakat Medan kalau sampai PSMS degradasi?

Nah, membayangkan hal itu, tentu saja tanggung jawab besar diemban segenap punggawa PSMS. Bahkan Rudi Keltjes, arsitek PSMS, seolah tidak ingin diganggu. Fokusnya saat ini hanya satu: menyiapkan tim dengan sebisanya.

Berkali-kali Rudi bilang, bahwa dirinya yakin bisa mengandaskan perlawanan Persebaya, dengan materi saat ini. “Materi kita lebih bagus. Saya yakin PSMS bisa mengalahkan Persebaya. Asalkan fair saja,” bebernya beberapa waktu lalu.
Menjawab tekanan itu, manajer PSMS, Sihar Sitorus mencoba berlaku optimis. Saat dihubungi Kamis (25/6) kemarin, Sihar mengatakan, bahwa tim yang dibesutnya ini bisa memanej tekanan tersebut.

“Saya yakin, mereka punya cukup mental untuk menetralisir tekanan. Keyakinan saya 100 persen,” kata Sihar.

Untuk itu, PSMS saat ini sudah menggeber persiapan di Jakarta. Yang utama dilakukan adalah mengembalikan kebugaran, disulul fokus kepada taktik dan strategi. Selebihnya, Rudi yakin benar anak asuhnya mampu berbuat banyak.
Lantas apakah akan ada bonus kalau PSMS bisa bertahan di ISL? Rupanya, Sihar enggan menjawab masalah satu ini. Malah dirinya kecewa kalau terus ditanyakan masalah bonus. “Saya sensitif kalau ditanyakan masalah bonus. Apakah pemain tidak menanamkan rasa syukur,” katanya.

Artinya, skuad PSMS harus berjuang tanpa pamrih. Demi kebesaran PSMS, mereka harus berjuang hingga tetes darah terakhir.

Bentengi Pemain Andalan

PSMS boleh saja terkeok-keok di ISL. Tapi, bukan berarti jagoannya dilupakan klub-klub lain. Beberapa pemain inti PSMS sudah didekati klub besar ISL. Manajemen lantas membentengi, agar pemain bagus tak berlabuh di klub lain.
Saat ini, Zada, playmaker PSMS paling laku diincar klub papan atas ISL. Tercatat ada Persela, Persija, dan Pelita Jaya yang ngebet mendapatkan geladang asal Brasil itu.

Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS menganggap bahwa hal itu hanya gosip atau baru sampai tahapan ingin saja. Belum ada klub yang benar-benar serius. “Kalau memang benar ingin merekrut pemain kita, mereka pasti menghubungi saya. Sampai saat ini tampaknya belum ada yang bicara langsung ke manajemen,” beber Sihar.

Sebelumnya, beberapa pemain PSMS seperti, Galih Sudaryono, Fadli Hariri, Markus Horison, hingga Oktovianus Maniani juga sudah ditawar. Tapi kebanyakan dari pemain muda PSMS sudah terikat kontrak hingga 3 tahun dengan PT Togos Gopas, yang mengelola PSMS musim ini.

Masalahnya, apakah seluruh pemain PSMS akan tetap bertahan atau ditarik ke Pro Duta Bandung, klub yang sudah dibeli Sihar Sitorus. Ditanyakan hal itu, Sihar bungkam. “Rahasia,” katanya singkat.

Artinya, sejumlah pemain inti PSMS musim ini dapat dipastikan bakal diboyong ke Pro Duta. Tapi Sihar enggan menyebutkan nama-nama dari pemain tersebut. Tapi yang paling mungkin pindah ke Pro Duta, adalah pemain yang punya kontrak panjang bersama PT Togos Gopas.

Bentengi Pemain Andalan

PSMS boleh saja terkeok-keok di ISL. Tapi, bukan berarti jagoannya dilupakan klub-klub lain. Beberapa pemain inti PSMS sudah didekati klub besar ISL. Manajemen lantas membentengi, agar pemain bagus tak berlabuh di klub lain.
Saat ini, Zada, playmaker PSMS paling laku diincar klub papan atas ISL. Tercatat ada Persela, Persija, dan Pelita Jaya yang ngebet mendapatkan geladang asal Brasil itu.

Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS menganggap bahwa hal itu hanya gosip atau baru sampai tahapan ingin saja. Belum ada klub yang benar-benar serius. “Kalau memang benar ingin merekrut pemain kita, mereka pasti menghubungi saya. Sampai saat ini tampaknya belum ada yang bicara langsung ke manajemen,” beber Sihar.

Sebelumnya, beberapa pemain PSMS seperti, Galih Sudaryono, Fadli Hariri, Markus Horison, hingga Oktovianus Maniani juga sudah ditawar. Tapi kebanyakan dari pemain muda PSMS sudah terikat kontrak hingga 3 tahun dengan PT Togos Gopas, yang mengelola PSMS musim ini.

Masalahnya, apakah seluruh pemain PSMS akan tetap bertahan atau ditarik ke Pro Duta Bandung, klub yang sudah dibeli Sihar Sitorus. Ditanyakan hal itu, Sihar bungkam. “Rahasia,” katanya singkat.

Artinya, sejumlah pemain inti PSMS musim ini dapat dipastikan bakal diboyong ke Pro Duta. Tapi Sihar enggan menyebutkan nama-nama dari pemain tersebut. Tapi yang paling mungkin pindah ke Pro Duta, adalah pemain yang punya kontrak panjang bersama PT Togos Gopas.