Laga perebutan satu tiket Indonesian Super League (ISL) 2009/2010 berlangsung besok (30/6). Namun, persaingan antara Persebaya dan PSMS Medan sebagai kontestan babak playoff mulai terasa kemarin (28/6).
Simak saja ungkapan kekhawatiran Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes terkait faktor nonteknis di laga tersebut. Kepada Jawa Pos, mantan pelatih Persebaya itu menyatakan optimistis bisa membekuk Green Force -julukan Persebaya- dalam laga tersebut.
Tapi, optimisme itu berlaku, jika dia membandingkan kekuatan timnya dengan Green Force secara teknis. Artinya, berdasar hitung-hitungan di lapangan, Keltjes yakin bahwa timnya berpeluang besar meraih kemenangan. 'Asal tidak ada faktor nonteknis dari Persebaya, saya yakin kami mampu menang,' tuturnya.
Memangnya, seberapa jauh faktor nonteknis Persebaya bisa berperan? Pria yang pernah menjadi pemain timnas Indonesia itu enggan menyebutkan dengan gamblang. Dia hanya menyatakan sering mendengar cerita rekan-rekannya bahwa sepak bola di Jatim kental dengan faktor nonteknis di luar perkiraan. 'Hal itulah yang patut kami waspadai,' jelas ayah pemain Persibo Bojonegoro, Steven Keltjes, tersebut.
PSMS dijadwalkan tiba di Bandung beberapa jam lebih lambat ketimbang Persebaya. Jika Persebaya tiba di Kota Kembang kemarin pagi (28/6), Ayam Kinantan -julukan PSMS- baru tiba tadi malam. 'Ini (siang kemarin, Red) kami masih di Jakarta,' jelas Keltjes.
Di sisi lain, Aji Santoso, pelatih sementara Persebaya untuk partai playoff, menyadari bahwa PSMS merupakan tim yang cukup tangguh. Dia juga tak asing dengan karakter anak-anak Medan ketika dibesut Keltjes. Salah satunya, permainan yang cepat dan keras.
Meski demikian, Aji tak ingin sibuk mengevaluasi kekuatan lawan. Sebab, dia ingin lebih berfokus pada perbaikan di Persebaya. 'Tapi, bukan berarti kami tidak mengantisipasi kekuatan lawan,' tuturnya.
Dia menjelaskan, karakter keras PSMS tersebut harus diladeni dengan permainan keras pula. Tapi, lanjut mantan kapten timnas Indonesia itu, meladeni permainan keras tidak berarti siap berkelahi di lapangan. 'Namun, anak-anak saya harapkan berani dalam bermain bola,' paparnya.
Senada dengan Aji, andalan lini belakang Persebaya, Anderson da Silva, mengungkapkan bahwa timnya siap menghadapi permainan keras PSMS Medan. Ungkapan Anderson tersebut cukup mendasar. Sebab, dia pernah menjadi anak asuh Keltjes ketika keduanya sama-sama berada di bawah bendera PSS Sleman pada 2007. 'Karakter Keltjes memang keras. Jadi, kami juga harus siap dengan permainan keras PSMS,' jelasnya
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, June 30, 2009
PSMS Waspada Nonteknis Persebaya
Laga perebutan satu tiket Indonesian Super League (ISL) 2009/2010 berlangsung besok (30/6). Namun, persaingan antara Persebaya dan PSMS Medan sebagai kontestan babak playoff mulai terasa kemarin (28/6).
Simak saja ungkapan kekhawatiran Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes terkait faktor nonteknis di laga tersebut. Kepada Jawa Pos, mantan pelatih Persebaya itu menyatakan optimistis bisa membekuk Green Force -julukan Persebaya- dalam laga tersebut.
Tapi, optimisme itu berlaku, jika dia membandingkan kekuatan timnya dengan Green Force secara teknis. Artinya, berdasar hitung-hitungan di lapangan, Keltjes yakin bahwa timnya berpeluang besar meraih kemenangan. 'Asal tidak ada faktor nonteknis dari Persebaya, saya yakin kami mampu menang,' tuturnya.
Memangnya, seberapa jauh faktor nonteknis Persebaya bisa berperan? Pria yang pernah menjadi pemain timnas Indonesia itu enggan menyebutkan dengan gamblang. Dia hanya menyatakan sering mendengar cerita rekan-rekannya bahwa sepak bola di Jatim kental dengan faktor nonteknis di luar perkiraan. 'Hal itulah yang patut kami waspadai,' jelas ayah pemain Persibo Bojonegoro, Steven Keltjes, tersebut.
PSMS dijadwalkan tiba di Bandung beberapa jam lebih lambat ketimbang Persebaya. Jika Persebaya tiba di Kota Kembang kemarin pagi (28/6), Ayam Kinantan -julukan PSMS- baru tiba tadi malam. 'Ini (siang kemarin, Red) kami masih di Jakarta,' jelas Keltjes.
Di sisi lain, Aji Santoso, pelatih sementara Persebaya untuk partai playoff, menyadari bahwa PSMS merupakan tim yang cukup tangguh. Dia juga tak asing dengan karakter anak-anak Medan ketika dibesut Keltjes. Salah satunya, permainan yang cepat dan keras.
Meski demikian, Aji tak ingin sibuk mengevaluasi kekuatan lawan. Sebab, dia ingin lebih berfokus pada perbaikan di Persebaya. 'Tapi, bukan berarti kami tidak mengantisipasi kekuatan lawan,' tuturnya.
Dia menjelaskan, karakter keras PSMS tersebut harus diladeni dengan permainan keras pula. Tapi, lanjut mantan kapten timnas Indonesia itu, meladeni permainan keras tidak berarti siap berkelahi di lapangan. 'Namun, anak-anak saya harapkan berani dalam bermain bola,' paparnya.
Senada dengan Aji, andalan lini belakang Persebaya, Anderson da Silva, mengungkapkan bahwa timnya siap menghadapi permainan keras PSMS Medan. Ungkapan Anderson tersebut cukup mendasar. Sebab, dia pernah menjadi anak asuh Keltjes ketika keduanya sama-sama berada di bawah bendera PSS Sleman pada 2007. 'Karakter Keltjes memang keras. Jadi, kami juga harus siap dengan permainan keras PSMS,' jelasnya
Simak saja ungkapan kekhawatiran Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes terkait faktor nonteknis di laga tersebut. Kepada Jawa Pos, mantan pelatih Persebaya itu menyatakan optimistis bisa membekuk Green Force -julukan Persebaya- dalam laga tersebut.
Tapi, optimisme itu berlaku, jika dia membandingkan kekuatan timnya dengan Green Force secara teknis. Artinya, berdasar hitung-hitungan di lapangan, Keltjes yakin bahwa timnya berpeluang besar meraih kemenangan. 'Asal tidak ada faktor nonteknis dari Persebaya, saya yakin kami mampu menang,' tuturnya.
Memangnya, seberapa jauh faktor nonteknis Persebaya bisa berperan? Pria yang pernah menjadi pemain timnas Indonesia itu enggan menyebutkan dengan gamblang. Dia hanya menyatakan sering mendengar cerita rekan-rekannya bahwa sepak bola di Jatim kental dengan faktor nonteknis di luar perkiraan. 'Hal itulah yang patut kami waspadai,' jelas ayah pemain Persibo Bojonegoro, Steven Keltjes, tersebut.
PSMS dijadwalkan tiba di Bandung beberapa jam lebih lambat ketimbang Persebaya. Jika Persebaya tiba di Kota Kembang kemarin pagi (28/6), Ayam Kinantan -julukan PSMS- baru tiba tadi malam. 'Ini (siang kemarin, Red) kami masih di Jakarta,' jelas Keltjes.
Di sisi lain, Aji Santoso, pelatih sementara Persebaya untuk partai playoff, menyadari bahwa PSMS merupakan tim yang cukup tangguh. Dia juga tak asing dengan karakter anak-anak Medan ketika dibesut Keltjes. Salah satunya, permainan yang cepat dan keras.
Meski demikian, Aji tak ingin sibuk mengevaluasi kekuatan lawan. Sebab, dia ingin lebih berfokus pada perbaikan di Persebaya. 'Tapi, bukan berarti kami tidak mengantisipasi kekuatan lawan,' tuturnya.
Dia menjelaskan, karakter keras PSMS tersebut harus diladeni dengan permainan keras pula. Tapi, lanjut mantan kapten timnas Indonesia itu, meladeni permainan keras tidak berarti siap berkelahi di lapangan. 'Namun, anak-anak saya harapkan berani dalam bermain bola,' paparnya.
Senada dengan Aji, andalan lini belakang Persebaya, Anderson da Silva, mengungkapkan bahwa timnya siap menghadapi permainan keras PSMS Medan. Ungkapan Anderson tersebut cukup mendasar. Sebab, dia pernah menjadi anak asuh Keltjes ketika keduanya sama-sama berada di bawah bendera PSS Sleman pada 2007. 'Karakter Keltjes memang keras. Jadi, kami juga harus siap dengan permainan keras PSMS,' jelasnya
PSMS Yakin Kalahkan Persebaya di Play Off LSI
Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes optimistis timnya berhasil mengalahkan Persebaya di babak play off Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009, Selasa, 30 Juli 2009. Kuncinya, Ellie Aiboy cs harus tampil rileks saat bertemu Green Force.
"Kami akan tampil dengan kekuatan penuh. Yang penting pada pertandingan nanti pemain tampil tanpa beban," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Senin, 29 Juni 2009.
PSMS akan berlaga kontra Persebaya untuk memperebutkan satu tempat di LSI 2009/2010. PSMS terpaksa tampil di babak play off setelah menempati peringkat ke-15 di LSI musim 2008/2009. Sedangkan lawannya, Persebaya merupakan peringkat 4 Divisi Utama 2008/2009.
Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Siliwangi, Bandung ini, kedua tim akan tampil full team. Pasalnya Badan Liga Indonesia (BLI) telah memutihkan seluruh kartu kuning yang menimpa baik pemain PSMS dan Persebaya.
Pertandingan akan digelar dalam sistem knock out. Artinya siapapun yang menang langsung mendapat jatah untuk tampil di LSI musim depan. Dibanding lawannya, recovery PSMS tergolong lebih singkat. Pasalnya, selain harus
tampil di LSI, PSMS juga harus menyelesaikan pertandingan di Copa Indonesia dan AFC Cup 2009. Di Copa Indonesia, PSMS terganjal di babak 8 besar setelah dikandaskan Persipura dengan agregat gol 1-6.
Di pentas AFC Cup, langkah PSMS terganjal di babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar tersebut, PSMS kalah dari tim Thailand Chonburi 4-0. Ayam Kinantan baru tiba di Indonesia, 24 Juni 2009 dan merapat ke Bandung, 28 Juni 2009.
Menanggapi hal ini, Rudy mengaku tidak khawatir. Menurutnya, waktu yang ada sudah mereka gunakan secara maksimal untuk mengembalikan kondisi pemainnya.
"Kami sudah siap untuk berhadapan dengan Persebaya. Semuanya sudah kami persiapkan, semoga semuanya berjalan sesuai rencana," tandas mantan pelatih Persipura itu.
Pada pertandingan ini Persebaya akan bertindak sebagai tuan rumah. Dengan demikian, Green Force mendapat kesempatan untuk menggunakan kostum kebesarannya, hijau-hijau.
PSMS Medan 3-5-2
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aung Carbiny, Reswandi, Octavianus Maniani, Edi Sibung, Esteban Gullien, Leonardo Zada, Rahmadani, Ellie Aiboy, Mario Costas
"Kami akan tampil dengan kekuatan penuh. Yang penting pada pertandingan nanti pemain tampil tanpa beban," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Senin, 29 Juni 2009.
PSMS akan berlaga kontra Persebaya untuk memperebutkan satu tempat di LSI 2009/2010. PSMS terpaksa tampil di babak play off setelah menempati peringkat ke-15 di LSI musim 2008/2009. Sedangkan lawannya, Persebaya merupakan peringkat 4 Divisi Utama 2008/2009.
Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Siliwangi, Bandung ini, kedua tim akan tampil full team. Pasalnya Badan Liga Indonesia (BLI) telah memutihkan seluruh kartu kuning yang menimpa baik pemain PSMS dan Persebaya.
Pertandingan akan digelar dalam sistem knock out. Artinya siapapun yang menang langsung mendapat jatah untuk tampil di LSI musim depan. Dibanding lawannya, recovery PSMS tergolong lebih singkat. Pasalnya, selain harus
tampil di LSI, PSMS juga harus menyelesaikan pertandingan di Copa Indonesia dan AFC Cup 2009. Di Copa Indonesia, PSMS terganjal di babak 8 besar setelah dikandaskan Persipura dengan agregat gol 1-6.
Di pentas AFC Cup, langkah PSMS terganjal di babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar tersebut, PSMS kalah dari tim Thailand Chonburi 4-0. Ayam Kinantan baru tiba di Indonesia, 24 Juni 2009 dan merapat ke Bandung, 28 Juni 2009.
Menanggapi hal ini, Rudy mengaku tidak khawatir. Menurutnya, waktu yang ada sudah mereka gunakan secara maksimal untuk mengembalikan kondisi pemainnya.
"Kami sudah siap untuk berhadapan dengan Persebaya. Semuanya sudah kami persiapkan, semoga semuanya berjalan sesuai rencana," tandas mantan pelatih Persipura itu.
Pada pertandingan ini Persebaya akan bertindak sebagai tuan rumah. Dengan demikian, Green Force mendapat kesempatan untuk menggunakan kostum kebesarannya, hijau-hijau.
PSMS Medan 3-5-2
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aung Carbiny, Reswandi, Octavianus Maniani, Edi Sibung, Esteban Gullien, Leonardo Zada, Rahmadani, Ellie Aiboy, Mario Costas
Saturday, June 27, 2009
PSMS Pakai Putih
STATUS tuan rumah pertandingan playoff pada 30 Juni nanti disandang Persebaya Surabaya. Kepastian itu menyusul hasil manager meeting antara Persebaya, PSMS Medan, dan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) di Jakarta, kemarin.
Dengan status tuan rumah tersebut Persebaya pun berhak menggunakan kostum kebesarannya warna hijau. Sedang PSMS yang sejatinya juga memiliki warna kebesaran sama dengan Persebaya harus rela menggunakan seragam keduanya alias putih.
Dengan status itu pula, suporter Persebaya berhak menempati tribun utara Stadion Siliwangi, Bandung-tempat digelarnya playoff. Sebaliknya, suporter PSMS menempati sisi selatan.
“Sudah seharusnya memang Persebaya yang menggunakan kostum warna hijau. Sebab, Persebaya lebih tua dibanding PSMS,” kata Cholid Ghoromah, ketua harian Persebaya.
Ya, dari sisi usia, Persebaya memang jauh lebih tua dibanding PSMS. Green Force-julukan Persebaya-berdiri pada 1927. Atau sama artinya usia mereka kini 82 tahun. Di sisi lain, PSMS baru berdiri pada 1950 dan saat ini baru berusia 59 tahun. “Kami tidak terlalu mempersoalkan masalah kostum. Memang sih, kami berharap bisa menggunakan kostum warna hijau. Tapi, warna putih tetap baik buat kami,” sebut salah satu tim ofisial PSMS yang kemarin mewakil manajemen Ayam Kinantan-julukan PSMS-dalam manager meeting.
Bagi PSMS, dengan kostum warna putih, semangat mereka untuk memenangkan playoff tetap tidak luntur. Mereka tetap optimis bisa memukul Persebaya di Stadion Siliwangi 30 Juni nanti.
Persebaya sendiri tidak gentar dengan gertakan rivalnya tersebut. Tim asal Kota Pahlawan itu justru semakin bersemangat menghadapi playoff setelah diputuskan berhak mengenakan kostum warna hijau. Sebab, bagi Persebaya, kostum warna hijau adalah kehormatan yang harus selalu dibela dan dijaga.(fim/jpnn)
“Hak menggenakan kostum warna hijau ini jelas sangat berarti bagi kami. Ini adalah motivasi besar bagi kami. Dengan status inilah kami akan membuktikan kalau kami layak berada di ISL,” tegas Cholid
Dengan status tuan rumah tersebut Persebaya pun berhak menggunakan kostum kebesarannya warna hijau. Sedang PSMS yang sejatinya juga memiliki warna kebesaran sama dengan Persebaya harus rela menggunakan seragam keduanya alias putih.
Dengan status itu pula, suporter Persebaya berhak menempati tribun utara Stadion Siliwangi, Bandung-tempat digelarnya playoff. Sebaliknya, suporter PSMS menempati sisi selatan.
“Sudah seharusnya memang Persebaya yang menggunakan kostum warna hijau. Sebab, Persebaya lebih tua dibanding PSMS,” kata Cholid Ghoromah, ketua harian Persebaya.
Ya, dari sisi usia, Persebaya memang jauh lebih tua dibanding PSMS. Green Force-julukan Persebaya-berdiri pada 1927. Atau sama artinya usia mereka kini 82 tahun. Di sisi lain, PSMS baru berdiri pada 1950 dan saat ini baru berusia 59 tahun. “Kami tidak terlalu mempersoalkan masalah kostum. Memang sih, kami berharap bisa menggunakan kostum warna hijau. Tapi, warna putih tetap baik buat kami,” sebut salah satu tim ofisial PSMS yang kemarin mewakil manajemen Ayam Kinantan-julukan PSMS-dalam manager meeting.
Bagi PSMS, dengan kostum warna putih, semangat mereka untuk memenangkan playoff tetap tidak luntur. Mereka tetap optimis bisa memukul Persebaya di Stadion Siliwangi 30 Juni nanti.
Persebaya sendiri tidak gentar dengan gertakan rivalnya tersebut. Tim asal Kota Pahlawan itu justru semakin bersemangat menghadapi playoff setelah diputuskan berhak mengenakan kostum warna hijau. Sebab, bagi Persebaya, kostum warna hijau adalah kehormatan yang harus selalu dibela dan dijaga.(fim/jpnn)
“Hak menggenakan kostum warna hijau ini jelas sangat berarti bagi kami. Ini adalah motivasi besar bagi kami. Dengan status inilah kami akan membuktikan kalau kami layak berada di ISL,” tegas Cholid
Siasat Cerdik Persebaya
PERSEBAYA Surabaya bisa sedikit bernafas lega dalam menghadapi playoff melawan PSMS Medan 30 Juni mendatang. Pasalnya, semua pemain Green Force-julukan Persebaya- dipastikan tidak ada yang terjerat hukuman Komisi Disiplin (Komdis) hingga partai playoff.
Dan itu sama artinya seluruh pemain Persebaya bisa tampil di playoff. Hal itu seiring aturan yang diterapkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Di mana, BLI memutuskan bahwa seluruh pemain yang tidak mendapat hukuman Komdis boleh dimainkan pada saat playoff.
Kepastian tidak adanya pemain Persebaya yang terjerat hukuman Komdis menyusul hasil sidang lembaga peradilan PSSI tersebut kemarin. Dalam sidangnya kemarin, Komdis menunda semua persidangan yang bersangkutan dengan pemain Persebaya.
“Persebaya mengajukan surat pemberitahuan kalau pemain yang dipanggil Komdis tidak bisa hadir,” kata Hinca Pandjaitan, ketua Komdis.
Menurut Hinca, Persebaya beralasan bahwa timnya sedang berkonsentrasi menghadapi pertandingan playoff. “Playoff tersebut sangat penting bagi Persebaya. Kami tidak ingin persiapan kami terganggu. Karena itu, kami meminta sidang yang terkait dengan pemain Persebaya ditunda,” aku Cholid Ghoromah, ketua harian Persebaya.
Siasat Persebaya itupun berhasil. Sebab, Komdis akhirnya menunda sidang terkait pemain Persebaya. Dalam sidang kemarin, setidaknya ada tiga pemain Persebaya yang dipanggil Komdis. Ada Endra Prasetya, Andi Oddang, dan Sunaji.
Endra sejatinya akan dimintai keterangan terkait tindakannya yang mendorong asisten wasit ketika Persebaya dijamu Persibo Bojonegoro (10/5) lalu. Sedang Andi Oddang dan Sunaji dipanggil terkait kegagalan Andi mengeksekusi penalti dalam pertandingan Persisam Samarinda lawan Persebaya (23/5).
“Kami sebenarnya ingin mendengar secara detail mengenai sikap mereka. Untuk Endra sebenarnya tidak tertutup adanya sanksi. Sebab, ada tingkah laku buruk di lapangan,” sebut Hinca.
Namun, Komdis memutuskan menunda sidang tersebut. Sebab, Komdis tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan lantaran butuh informasi lebih. “Mekanismenya memang ada kesempatan untuk mengajukan penundaan. Kami memberi kesempatan untuk hadir dalam panggilan kedua,” ujar Hinca
Dan itu sama artinya seluruh pemain Persebaya bisa tampil di playoff. Hal itu seiring aturan yang diterapkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Di mana, BLI memutuskan bahwa seluruh pemain yang tidak mendapat hukuman Komdis boleh dimainkan pada saat playoff.
Kepastian tidak adanya pemain Persebaya yang terjerat hukuman Komdis menyusul hasil sidang lembaga peradilan PSSI tersebut kemarin. Dalam sidangnya kemarin, Komdis menunda semua persidangan yang bersangkutan dengan pemain Persebaya.
“Persebaya mengajukan surat pemberitahuan kalau pemain yang dipanggil Komdis tidak bisa hadir,” kata Hinca Pandjaitan, ketua Komdis.
Menurut Hinca, Persebaya beralasan bahwa timnya sedang berkonsentrasi menghadapi pertandingan playoff. “Playoff tersebut sangat penting bagi Persebaya. Kami tidak ingin persiapan kami terganggu. Karena itu, kami meminta sidang yang terkait dengan pemain Persebaya ditunda,” aku Cholid Ghoromah, ketua harian Persebaya.
Siasat Persebaya itupun berhasil. Sebab, Komdis akhirnya menunda sidang terkait pemain Persebaya. Dalam sidang kemarin, setidaknya ada tiga pemain Persebaya yang dipanggil Komdis. Ada Endra Prasetya, Andi Oddang, dan Sunaji.
Endra sejatinya akan dimintai keterangan terkait tindakannya yang mendorong asisten wasit ketika Persebaya dijamu Persibo Bojonegoro (10/5) lalu. Sedang Andi Oddang dan Sunaji dipanggil terkait kegagalan Andi mengeksekusi penalti dalam pertandingan Persisam Samarinda lawan Persebaya (23/5).
“Kami sebenarnya ingin mendengar secara detail mengenai sikap mereka. Untuk Endra sebenarnya tidak tertutup adanya sanksi. Sebab, ada tingkah laku buruk di lapangan,” sebut Hinca.
Namun, Komdis memutuskan menunda sidang tersebut. Sebab, Komdis tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan lantaran butuh informasi lebih. “Mekanismenya memang ada kesempatan untuk mengajukan penundaan. Kami memberi kesempatan untuk hadir dalam panggilan kedua,” ujar Hinca
Under Pressure
Tampaknya PSMS sedang berada dalam tekanan ekstra ketat, menjelang digelarnya laga play off degradasi akhir Juni mendatang. Mental juara begitu menentukan bagi PSMS untuk tetap menancapkan tajinya di kasta sepak bola tertinggi tanah air.
Bayangkan saja, setahun penuh berjibaku di Indonesian Super League (ISL), nasib PSMS ditentukan hanya dalam satu laga di babak playoff tersebut. Persebaya yang menjadi seteru, sangat siap menjegal. Apa kata masyarakat Medan kalau sampai PSMS degradasi?
Nah, membayangkan hal itu, tentu saja tanggung jawab besar diemban segenap punggawa PSMS. Bahkan Rudi Keltjes, arsitek PSMS, seolah tidak ingin diganggu. Fokusnya saat ini hanya satu: menyiapkan tim dengan sebisanya.
Berkali-kali Rudi bilang, bahwa dirinya yakin bisa mengandaskan perlawanan Persebaya, dengan materi saat ini. “Materi kita lebih bagus. Saya yakin PSMS bisa mengalahkan Persebaya. Asalkan fair saja,” bebernya beberapa waktu lalu.
Menjawab tekanan itu, manajer PSMS, Sihar Sitorus mencoba berlaku optimis. Saat dihubungi Kamis (25/6) kemarin, Sihar mengatakan, bahwa tim yang dibesutnya ini bisa memanej tekanan tersebut.
“Saya yakin, mereka punya cukup mental untuk menetralisir tekanan. Keyakinan saya 100 persen,” kata Sihar.
Untuk itu, PSMS saat ini sudah menggeber persiapan di Jakarta. Yang utama dilakukan adalah mengembalikan kebugaran, disulul fokus kepada taktik dan strategi. Selebihnya, Rudi yakin benar anak asuhnya mampu berbuat banyak.
Lantas apakah akan ada bonus kalau PSMS bisa bertahan di ISL? Rupanya, Sihar enggan menjawab masalah satu ini. Malah dirinya kecewa kalau terus ditanyakan masalah bonus. “Saya sensitif kalau ditanyakan masalah bonus. Apakah pemain tidak menanamkan rasa syukur,” katanya.
Artinya, skuad PSMS harus berjuang tanpa pamrih. Demi kebesaran PSMS, mereka harus berjuang hingga tetes darah terakhir.
Bayangkan saja, setahun penuh berjibaku di Indonesian Super League (ISL), nasib PSMS ditentukan hanya dalam satu laga di babak playoff tersebut. Persebaya yang menjadi seteru, sangat siap menjegal. Apa kata masyarakat Medan kalau sampai PSMS degradasi?
Nah, membayangkan hal itu, tentu saja tanggung jawab besar diemban segenap punggawa PSMS. Bahkan Rudi Keltjes, arsitek PSMS, seolah tidak ingin diganggu. Fokusnya saat ini hanya satu: menyiapkan tim dengan sebisanya.
Berkali-kali Rudi bilang, bahwa dirinya yakin bisa mengandaskan perlawanan Persebaya, dengan materi saat ini. “Materi kita lebih bagus. Saya yakin PSMS bisa mengalahkan Persebaya. Asalkan fair saja,” bebernya beberapa waktu lalu.
Menjawab tekanan itu, manajer PSMS, Sihar Sitorus mencoba berlaku optimis. Saat dihubungi Kamis (25/6) kemarin, Sihar mengatakan, bahwa tim yang dibesutnya ini bisa memanej tekanan tersebut.
“Saya yakin, mereka punya cukup mental untuk menetralisir tekanan. Keyakinan saya 100 persen,” kata Sihar.
Untuk itu, PSMS saat ini sudah menggeber persiapan di Jakarta. Yang utama dilakukan adalah mengembalikan kebugaran, disulul fokus kepada taktik dan strategi. Selebihnya, Rudi yakin benar anak asuhnya mampu berbuat banyak.
Lantas apakah akan ada bonus kalau PSMS bisa bertahan di ISL? Rupanya, Sihar enggan menjawab masalah satu ini. Malah dirinya kecewa kalau terus ditanyakan masalah bonus. “Saya sensitif kalau ditanyakan masalah bonus. Apakah pemain tidak menanamkan rasa syukur,” katanya.
Artinya, skuad PSMS harus berjuang tanpa pamrih. Demi kebesaran PSMS, mereka harus berjuang hingga tetes darah terakhir.
Bentengi Pemain Andalan
PSMS boleh saja terkeok-keok di ISL. Tapi, bukan berarti jagoannya dilupakan klub-klub lain. Beberapa pemain inti PSMS sudah didekati klub besar ISL. Manajemen lantas membentengi, agar pemain bagus tak berlabuh di klub lain.
Saat ini, Zada, playmaker PSMS paling laku diincar klub papan atas ISL. Tercatat ada Persela, Persija, dan Pelita Jaya yang ngebet mendapatkan geladang asal Brasil itu.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS menganggap bahwa hal itu hanya gosip atau baru sampai tahapan ingin saja. Belum ada klub yang benar-benar serius. “Kalau memang benar ingin merekrut pemain kita, mereka pasti menghubungi saya. Sampai saat ini tampaknya belum ada yang bicara langsung ke manajemen,” beber Sihar.
Sebelumnya, beberapa pemain PSMS seperti, Galih Sudaryono, Fadli Hariri, Markus Horison, hingga Oktovianus Maniani juga sudah ditawar. Tapi kebanyakan dari pemain muda PSMS sudah terikat kontrak hingga 3 tahun dengan PT Togos Gopas, yang mengelola PSMS musim ini.
Masalahnya, apakah seluruh pemain PSMS akan tetap bertahan atau ditarik ke Pro Duta Bandung, klub yang sudah dibeli Sihar Sitorus. Ditanyakan hal itu, Sihar bungkam. “Rahasia,” katanya singkat.
Artinya, sejumlah pemain inti PSMS musim ini dapat dipastikan bakal diboyong ke Pro Duta. Tapi Sihar enggan menyebutkan nama-nama dari pemain tersebut. Tapi yang paling mungkin pindah ke Pro Duta, adalah pemain yang punya kontrak panjang bersama PT Togos Gopas.
Saat ini, Zada, playmaker PSMS paling laku diincar klub papan atas ISL. Tercatat ada Persela, Persija, dan Pelita Jaya yang ngebet mendapatkan geladang asal Brasil itu.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS menganggap bahwa hal itu hanya gosip atau baru sampai tahapan ingin saja. Belum ada klub yang benar-benar serius. “Kalau memang benar ingin merekrut pemain kita, mereka pasti menghubungi saya. Sampai saat ini tampaknya belum ada yang bicara langsung ke manajemen,” beber Sihar.
Sebelumnya, beberapa pemain PSMS seperti, Galih Sudaryono, Fadli Hariri, Markus Horison, hingga Oktovianus Maniani juga sudah ditawar. Tapi kebanyakan dari pemain muda PSMS sudah terikat kontrak hingga 3 tahun dengan PT Togos Gopas, yang mengelola PSMS musim ini.
Masalahnya, apakah seluruh pemain PSMS akan tetap bertahan atau ditarik ke Pro Duta Bandung, klub yang sudah dibeli Sihar Sitorus. Ditanyakan hal itu, Sihar bungkam. “Rahasia,” katanya singkat.
Artinya, sejumlah pemain inti PSMS musim ini dapat dipastikan bakal diboyong ke Pro Duta. Tapi Sihar enggan menyebutkan nama-nama dari pemain tersebut. Tapi yang paling mungkin pindah ke Pro Duta, adalah pemain yang punya kontrak panjang bersama PT Togos Gopas.
Bentengi Pemain Andalan
PSMS boleh saja terkeok-keok di ISL. Tapi, bukan berarti jagoannya dilupakan klub-klub lain. Beberapa pemain inti PSMS sudah didekati klub besar ISL. Manajemen lantas membentengi, agar pemain bagus tak berlabuh di klub lain.
Saat ini, Zada, playmaker PSMS paling laku diincar klub papan atas ISL. Tercatat ada Persela, Persija, dan Pelita Jaya yang ngebet mendapatkan geladang asal Brasil itu.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS menganggap bahwa hal itu hanya gosip atau baru sampai tahapan ingin saja. Belum ada klub yang benar-benar serius. “Kalau memang benar ingin merekrut pemain kita, mereka pasti menghubungi saya. Sampai saat ini tampaknya belum ada yang bicara langsung ke manajemen,” beber Sihar.
Sebelumnya, beberapa pemain PSMS seperti, Galih Sudaryono, Fadli Hariri, Markus Horison, hingga Oktovianus Maniani juga sudah ditawar. Tapi kebanyakan dari pemain muda PSMS sudah terikat kontrak hingga 3 tahun dengan PT Togos Gopas, yang mengelola PSMS musim ini.
Masalahnya, apakah seluruh pemain PSMS akan tetap bertahan atau ditarik ke Pro Duta Bandung, klub yang sudah dibeli Sihar Sitorus. Ditanyakan hal itu, Sihar bungkam. “Rahasia,” katanya singkat.
Artinya, sejumlah pemain inti PSMS musim ini dapat dipastikan bakal diboyong ke Pro Duta. Tapi Sihar enggan menyebutkan nama-nama dari pemain tersebut. Tapi yang paling mungkin pindah ke Pro Duta, adalah pemain yang punya kontrak panjang bersama PT Togos Gopas.
Saat ini, Zada, playmaker PSMS paling laku diincar klub papan atas ISL. Tercatat ada Persela, Persija, dan Pelita Jaya yang ngebet mendapatkan geladang asal Brasil itu.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS menganggap bahwa hal itu hanya gosip atau baru sampai tahapan ingin saja. Belum ada klub yang benar-benar serius. “Kalau memang benar ingin merekrut pemain kita, mereka pasti menghubungi saya. Sampai saat ini tampaknya belum ada yang bicara langsung ke manajemen,” beber Sihar.
Sebelumnya, beberapa pemain PSMS seperti, Galih Sudaryono, Fadli Hariri, Markus Horison, hingga Oktovianus Maniani juga sudah ditawar. Tapi kebanyakan dari pemain muda PSMS sudah terikat kontrak hingga 3 tahun dengan PT Togos Gopas, yang mengelola PSMS musim ini.
Masalahnya, apakah seluruh pemain PSMS akan tetap bertahan atau ditarik ke Pro Duta Bandung, klub yang sudah dibeli Sihar Sitorus. Ditanyakan hal itu, Sihar bungkam. “Rahasia,” katanya singkat.
Artinya, sejumlah pemain inti PSMS musim ini dapat dipastikan bakal diboyong ke Pro Duta. Tapi Sihar enggan menyebutkan nama-nama dari pemain tersebut. Tapi yang paling mungkin pindah ke Pro Duta, adalah pemain yang punya kontrak panjang bersama PT Togos Gopas.
Wednesday, June 24, 2009
Usai Sudah
MEDAN- Usai sudah kisah manis PSMS Medan di kancah Asia. Kekalahan telak 4-0 atas tuan rumah Chonburi FC di Stadion Rajamanggala Selasa (23/6), memupus harapan PSMS kembali mengukir sejarah di AFC Cup. Pasukan Rudi Keltjes pun harus pulang tertunduk, sembari memikirkan laga di babak playoff ISL 30 Juni mendatang melawan Persebaya.
Sejatinya, sejak awal, PSMS sudah sadar bahwa mereka kalah kelas. Dari mulai materi pemain hingga keuntungan tuan rumah karena laga di gelar di markas Chonburi.
Sebagai juara Grup G, Chonburi memang mendapatkan keuntungan dengan diperbolehkan menggelar laga di kandang sendiri, sesuai peratuaran AFC. Sedangkan PSMS hanya finish di urutan kedua penyisihan Grup F di bawah South China.
Sebelumnya, manajemen PSMS telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui kekuatan Chonburi yang menjadi runner up Liga Thailand 2008 itu. Asisten pelatih Doni Latuperissa diutus lebih dulu berangkat ke Thailand. Laporan dari Doni diharap dapat memberikan masukkan pada Pelatih Rudi Keltjes agar PSMS bisa tampil maksimal.
Begitu juga ketika PSMS cenderung melepas laga Copa Indonesia saat bentrok Persipura di Jayapura. Pemain inti dipulangkan lebih dulu ke Medan. Setidaknya ada lima pemain yang dipulangkan ke Medan, yakni Zada, Esteban, Rahmadani, Costas, dan Agus Suprianto. Semua ini dilakukan agar PSMS dapat menyiapkan tim agar lebih solid. Sayang, usaha dari manajemen tidak berhasil sesuai rencana. Harapan mengukir sejarah masuk delapan besar pun harus usai.
Dan, Rudi Keltjes arsitek PSMS mencoba untuk berjuang habis-habisan, walaupun pada kenyatannya PSMS-lah yang harus kandas. Dalam situs resmi AFC Senin (22/6) lalu, Rudi Keltjes berbicara bahwa PSMS merupakan klub yang tak diunggulkan dalam laga ini. Namun dia ingin mencoba menyulitkan tuan rumah, tapi gagal.
Pada laga itu, striker asing Chonburi, Mohammed Cone berhasil menciptakan hat-trick. Dari awal, striker satu ini memang patut diwaspadai, tapi sayang, materi pemain PSMS tak kuasa menahan laju skuad Chonburi.
Cone membuat Markus jatuh bangun mulai menit 18. Dengan serangan bertenaga, Cone berhasil membuat tuan rumah bersorak. Hingga turun minum, PSMS hanya kebobolan satu gol, meskipun harus jatuh bangun.
Di babak kedua, saat kondisi skuad PSMS mulai drop, tuan rumah semakin menaikkan tempo serangan. Pada menit 66, Cone lagi-lagi menjadi ancaman bagi gawang PSMS. Skor 2-0 untuk The Shark-julukan Chonburi.
Tak puas hanya mencetak dua gol, Chonburi kembali memperdaya barisan pertahanan PSMS. Edi Sibung dkk tak kuasa menahan laju striker Chonburi yang tampil luar biasa di hadapan publik sendiri. Buntutnya, lima menit sebelum bubar, PSMS kembali kebobolan. Kali ini gelandang Chonburi, Ekaphan Inthasen yang melesakkan gol setelah berhasil melewati Edi Sibung. Skor 3-0 bagi Chonburi.
Cone melengkapi hat-triknya di masa-masa 3 menit injuri time, sekaligus mengantarkan kemenangan telak 4-0 bagi Si Hiu.
Meskipun mendapatkan serangan demi serangan, PSMS bukannya tak melawan. Beberapa kali PSMS pernah mengancam gawang Chonburi. Sayang, pemain Chonburi memang masih terlalu tangguh. Buktinya di menit 13 Reswandi mencoba mengancam gawang Chonburi yang dikawal Kosin, lewat tendangan bebas. Sayang, Kosin masih sigap menangkal bola.
Elie Aiboy, Zada, dan Esteban Guillen juga mencoba memperdaya Kosin. Tapi, upaya mereka sia-sia belaka. Hingga akhir laga, skor bertahan 4-0. Dengan demikian, Chonburi dengan mulus melangkah ke babak perempat final.
“Materi pemain memang kalah kelas. Mau bilang apa lagi. Kita sudah berusaha sekuat tenaga,” ungkap Keltjes singkat.
Sejatinya, sejak awal, PSMS sudah sadar bahwa mereka kalah kelas. Dari mulai materi pemain hingga keuntungan tuan rumah karena laga di gelar di markas Chonburi.
Sebagai juara Grup G, Chonburi memang mendapatkan keuntungan dengan diperbolehkan menggelar laga di kandang sendiri, sesuai peratuaran AFC. Sedangkan PSMS hanya finish di urutan kedua penyisihan Grup F di bawah South China.
Sebelumnya, manajemen PSMS telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui kekuatan Chonburi yang menjadi runner up Liga Thailand 2008 itu. Asisten pelatih Doni Latuperissa diutus lebih dulu berangkat ke Thailand. Laporan dari Doni diharap dapat memberikan masukkan pada Pelatih Rudi Keltjes agar PSMS bisa tampil maksimal.
Begitu juga ketika PSMS cenderung melepas laga Copa Indonesia saat bentrok Persipura di Jayapura. Pemain inti dipulangkan lebih dulu ke Medan. Setidaknya ada lima pemain yang dipulangkan ke Medan, yakni Zada, Esteban, Rahmadani, Costas, dan Agus Suprianto. Semua ini dilakukan agar PSMS dapat menyiapkan tim agar lebih solid. Sayang, usaha dari manajemen tidak berhasil sesuai rencana. Harapan mengukir sejarah masuk delapan besar pun harus usai.
Dan, Rudi Keltjes arsitek PSMS mencoba untuk berjuang habis-habisan, walaupun pada kenyatannya PSMS-lah yang harus kandas. Dalam situs resmi AFC Senin (22/6) lalu, Rudi Keltjes berbicara bahwa PSMS merupakan klub yang tak diunggulkan dalam laga ini. Namun dia ingin mencoba menyulitkan tuan rumah, tapi gagal.
Pada laga itu, striker asing Chonburi, Mohammed Cone berhasil menciptakan hat-trick. Dari awal, striker satu ini memang patut diwaspadai, tapi sayang, materi pemain PSMS tak kuasa menahan laju skuad Chonburi.
Cone membuat Markus jatuh bangun mulai menit 18. Dengan serangan bertenaga, Cone berhasil membuat tuan rumah bersorak. Hingga turun minum, PSMS hanya kebobolan satu gol, meskipun harus jatuh bangun.
Di babak kedua, saat kondisi skuad PSMS mulai drop, tuan rumah semakin menaikkan tempo serangan. Pada menit 66, Cone lagi-lagi menjadi ancaman bagi gawang PSMS. Skor 2-0 untuk The Shark-julukan Chonburi.
Tak puas hanya mencetak dua gol, Chonburi kembali memperdaya barisan pertahanan PSMS. Edi Sibung dkk tak kuasa menahan laju striker Chonburi yang tampil luar biasa di hadapan publik sendiri. Buntutnya, lima menit sebelum bubar, PSMS kembali kebobolan. Kali ini gelandang Chonburi, Ekaphan Inthasen yang melesakkan gol setelah berhasil melewati Edi Sibung. Skor 3-0 bagi Chonburi.
Cone melengkapi hat-triknya di masa-masa 3 menit injuri time, sekaligus mengantarkan kemenangan telak 4-0 bagi Si Hiu.
Meskipun mendapatkan serangan demi serangan, PSMS bukannya tak melawan. Beberapa kali PSMS pernah mengancam gawang Chonburi. Sayang, pemain Chonburi memang masih terlalu tangguh. Buktinya di menit 13 Reswandi mencoba mengancam gawang Chonburi yang dikawal Kosin, lewat tendangan bebas. Sayang, Kosin masih sigap menangkal bola.
Elie Aiboy, Zada, dan Esteban Guillen juga mencoba memperdaya Kosin. Tapi, upaya mereka sia-sia belaka. Hingga akhir laga, skor bertahan 4-0. Dengan demikian, Chonburi dengan mulus melangkah ke babak perempat final.
“Materi pemain memang kalah kelas. Mau bilang apa lagi. Kita sudah berusaha sekuat tenaga,” ungkap Keltjes singkat.
Maafkan Kami…
SIHAR Sitorus, manajer PSMS, mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan segenap masyarakat Medan kepada PSMS yang dibesutnya musim ini. Meskipun dukungan itu tak sebanding dengan prestasi yang ditorehkan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
Usai laga kontra Chonburi kemarin malam, Sihar tidak ingin berkomentar banyak. Baginya kekalahan ini merupakan hal yang pahit, meskipun harus tetap dihadapi dengan kepala tegak.
“Hasil ini merupakan kenyataan pahit bagi kami. Tapi, kami tetap menerimanya dengan lapang dada. Kami sudah berusaha, tapi inilah kemampuan kami,” katanya. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Medan, karena kami belum dapat memberikan kebanggaan yang setimpal dengan dukungan yang kami terima selama ini,” lanjut Sihar.
Hanya itulah yang bisa dilakukan manajemen PSMS musim ini. Sebenarnya prestasi PSMS tidak begitu jelek. Kehilangan kandang dan dukungan langsung dari fans setia PSMS tentu saja jadi dampak paling terasa.
Secara kemampuan, PSMS kerap menyulitkan klub-klub besar ISL. Di kancang Asia PSMS malah mencipta sejarah, berhasil lolos ke putaran kedua. Belum ada klub Indonesia yang bisa melangkah sejauh ini.
Seandainya PSMS main di Stadion Teladan dengan skuad yang ada selama ini, tentu prestasinya akan lain.
Tapi inilah kenyataannya. PSMS masih harus melakoni satu laga lagi di babak playoff ISL bentrok Persebaya. Kalau kalah turun kasta ke Divisi Utama.
Kalau menang juga masih belum aman. Karena, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) akan meningkatkan keketatan peraturan. Kalau Stadion Teladan tak kunjung diperbaiki, PSMS tak lagi bisa melanglangbuana numpang di kandang klub lain. Kira-kira seperti itulah peraturan baru yang akan dikeluarkan BLI. Intinya, Stadion Teladan harus segera dipoles
Usai laga kontra Chonburi kemarin malam, Sihar tidak ingin berkomentar banyak. Baginya kekalahan ini merupakan hal yang pahit, meskipun harus tetap dihadapi dengan kepala tegak.
“Hasil ini merupakan kenyataan pahit bagi kami. Tapi, kami tetap menerimanya dengan lapang dada. Kami sudah berusaha, tapi inilah kemampuan kami,” katanya. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Medan, karena kami belum dapat memberikan kebanggaan yang setimpal dengan dukungan yang kami terima selama ini,” lanjut Sihar.
Hanya itulah yang bisa dilakukan manajemen PSMS musim ini. Sebenarnya prestasi PSMS tidak begitu jelek. Kehilangan kandang dan dukungan langsung dari fans setia PSMS tentu saja jadi dampak paling terasa.
Secara kemampuan, PSMS kerap menyulitkan klub-klub besar ISL. Di kancang Asia PSMS malah mencipta sejarah, berhasil lolos ke putaran kedua. Belum ada klub Indonesia yang bisa melangkah sejauh ini.
Seandainya PSMS main di Stadion Teladan dengan skuad yang ada selama ini, tentu prestasinya akan lain.
Tapi inilah kenyataannya. PSMS masih harus melakoni satu laga lagi di babak playoff ISL bentrok Persebaya. Kalau kalah turun kasta ke Divisi Utama.
Kalau menang juga masih belum aman. Karena, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) akan meningkatkan keketatan peraturan. Kalau Stadion Teladan tak kunjung diperbaiki, PSMS tak lagi bisa melanglangbuana numpang di kandang klub lain. Kira-kira seperti itulah peraturan baru yang akan dikeluarkan BLI. Intinya, Stadion Teladan harus segera dipoles
Impian PSMS buyar
BANGKOK - Impian mencetak sejarah dengan menembus babak delapan besar Piala AFC akhirnya gagal dicapai PSMS Medan setelah kalah telak 0-4 dari Chonburi FC asal Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, malam tadi.
Turun dengan komposisi Markus Horison sebagai penjaga gawang, Reswandi, Aun Carbiny, Edi Sibung, Fadli Hariri, Esteban Javier Guillen, Leonardo Martins Zada, Rachmadani, Agus Supriyanto, Mario Costas dan Elie Aiboy, skuad besutan Rudy Williams Keltjes terlihat kalah kelas dari lawannya.
Setelah beberapa kali menghalau serangan-serangan tuan rumah, gawang Markus akhirnya kebobolan juga setelah striker Chonburi Mohamed Kone mencetak gol di menit ke-18. Tertinggal, PSMS nyaris menyamakan skor ketika tendangan spekulasi Reswandi melayang tipis di atas mistar gawang Kosin Hathairattanakool.
Berbagai upaya dicoba anak-anak Kinantan sepanjang babak pertama, namun kerap gagal di barisan pertahanan Chonburi. Secercah harapan sempat muncul andai saja aksi Elie Aiboy di menit 27 tidak digagalkan Kosin yang sempat memperkuat Persib Bandung beberapa musim lalu.
Memasuki 45 menit kedua, Keltjes memasukkan pemain muda Oktovianus Maniani guna menambah daya gedor tim. Aksi impresif Otto pun beberapa kali membuat lawan kewalahan meladeni kegesitan dan kegigihan winger mungil asal Papua tersebut.
Tapi Kone tak tinggal diam. Pada menit ke-66, striker berkulit hitam itu menaklukkan Markus untuk kedua kali. Keadaan tak berdaya PSMS diperburuk dengan kartu merah yang dihadiahi wasit kepada Edi Sibung. Praktis dengan 10 pemain, Elie Aiboy cs sulit mengimbangi Chonburi yang juga pemimpin klasemen di liga negerinya.
Gol ketiga tim asuhan Kiatisuk Senamuang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan oleh gelandang Ekaphan Inthasen. Di saat kehabisan stamina dan lengah, Kone memanfaatkan situasi untuk melengkapi hatriknya pada masa injury time.
Hasil 16 Besar Piala AFC, Selasa (23/6):
Busaiteen (Bahrain) vs AL Karamah (Syria) 1-2
Zawra'a Club (Irak) vs Arbil (Irak) 1-3
Kuwait SC (Kuwait) vs Dempo SC (India) 3-1
Al Maged (Syria) vs Neftchi (Uzbekistan) 1-3
Al Arabi (Kuwait) vs Safa SC (Libanon) 2-1
Becamex Binh Duong (Vietnam) vs Kedah (Malaysia) 8-2
Chonburi FC (Thailand) vs PSMS Medan (Indonesia) 4-0
South China (Hongkong) vs Home United FC (Singapura) 4-0
Turun dengan komposisi Markus Horison sebagai penjaga gawang, Reswandi, Aun Carbiny, Edi Sibung, Fadli Hariri, Esteban Javier Guillen, Leonardo Martins Zada, Rachmadani, Agus Supriyanto, Mario Costas dan Elie Aiboy, skuad besutan Rudy Williams Keltjes terlihat kalah kelas dari lawannya.
Setelah beberapa kali menghalau serangan-serangan tuan rumah, gawang Markus akhirnya kebobolan juga setelah striker Chonburi Mohamed Kone mencetak gol di menit ke-18. Tertinggal, PSMS nyaris menyamakan skor ketika tendangan spekulasi Reswandi melayang tipis di atas mistar gawang Kosin Hathairattanakool.
Berbagai upaya dicoba anak-anak Kinantan sepanjang babak pertama, namun kerap gagal di barisan pertahanan Chonburi. Secercah harapan sempat muncul andai saja aksi Elie Aiboy di menit 27 tidak digagalkan Kosin yang sempat memperkuat Persib Bandung beberapa musim lalu.
Memasuki 45 menit kedua, Keltjes memasukkan pemain muda Oktovianus Maniani guna menambah daya gedor tim. Aksi impresif Otto pun beberapa kali membuat lawan kewalahan meladeni kegesitan dan kegigihan winger mungil asal Papua tersebut.
Tapi Kone tak tinggal diam. Pada menit ke-66, striker berkulit hitam itu menaklukkan Markus untuk kedua kali. Keadaan tak berdaya PSMS diperburuk dengan kartu merah yang dihadiahi wasit kepada Edi Sibung. Praktis dengan 10 pemain, Elie Aiboy cs sulit mengimbangi Chonburi yang juga pemimpin klasemen di liga negerinya.
Gol ketiga tim asuhan Kiatisuk Senamuang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan oleh gelandang Ekaphan Inthasen. Di saat kehabisan stamina dan lengah, Kone memanfaatkan situasi untuk melengkapi hatriknya pada masa injury time.
Hasil 16 Besar Piala AFC, Selasa (23/6):
Busaiteen (Bahrain) vs AL Karamah (Syria) 1-2
Zawra'a Club (Irak) vs Arbil (Irak) 1-3
Kuwait SC (Kuwait) vs Dempo SC (India) 3-1
Al Maged (Syria) vs Neftchi (Uzbekistan) 1-3
Al Arabi (Kuwait) vs Safa SC (Libanon) 2-1
Becamex Binh Duong (Vietnam) vs Kedah (Malaysia) 8-2
Chonburi FC (Thailand) vs PSMS Medan (Indonesia) 4-0
South China (Hongkong) vs Home United FC (Singapura) 4-0
Tuesday, June 23, 2009
Buat Prestasi Lebih Tinggi
PSMS Medan akan menjalani misi berat malam ini. Ayam Kinantan ingin mencatatkan sejarah lebih tinggi di pentas Piala AFC 2009. Untuk itu, menang wajib diwujudkan PSMS saat dijamu Chonburi FC di babak 16 besar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand.
"Bicara realistis, Chonburi sebenarnya pantas menang dalam laga nanti. Mereka tim kuat dan diperkuat lima pemain timnas Thailand. Tapi, kami akan melawan mereka," kata Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Apalagi, mantan pelatih Deltras Sidoarjo itu menyatakan sudah memiliki gambaran kekuatan Chonburi. Beberapa waktu lalu, asisten pelatih PSMS, Donny Latuperisa, telah mengintai permainan Chonburi kala bermain dengan Thai Port di Liga Thailand.
Dari hasil pemantauan tersebut, Donny memberikan masukan berarti terkait strategi permainan yang dikembangkan tim yang diarsiteki Kiatisuk Senamuang itu. "Dia (Kiatisuk) adalah pemain jenius di masanya. Tapi, kami bakal bertarung mati-matian membela nama bangsa. Kami ingin membuat sejarah buat sepak bola Indonesia," tegas Rudy.
Untuk menghadapi pertarungan malam ini, PSMS menyiapkan 19 pemain. Pemain yang diusung ke Thailand tersebut pun sudah siap mental untuk mengalahkan Chonburi. Kesiapan itu juga dilandasi semangat mereka sebagai penyuntik motivasi menghadapi laga playoff kontra Persebaya Surabaya pada 30 Juni nanti.
Terpisah, kubu Chonburi pun ingin memenangkan pertandingan malam ini. Apalagi, mereka bermain di negeri sendiri yang tentunya bakal mendapat sokonga
"Bicara realistis, Chonburi sebenarnya pantas menang dalam laga nanti. Mereka tim kuat dan diperkuat lima pemain timnas Thailand. Tapi, kami akan melawan mereka," kata Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Apalagi, mantan pelatih Deltras Sidoarjo itu menyatakan sudah memiliki gambaran kekuatan Chonburi. Beberapa waktu lalu, asisten pelatih PSMS, Donny Latuperisa, telah mengintai permainan Chonburi kala bermain dengan Thai Port di Liga Thailand.
Dari hasil pemantauan tersebut, Donny memberikan masukan berarti terkait strategi permainan yang dikembangkan tim yang diarsiteki Kiatisuk Senamuang itu. "Dia (Kiatisuk) adalah pemain jenius di masanya. Tapi, kami bakal bertarung mati-matian membela nama bangsa. Kami ingin membuat sejarah buat sepak bola Indonesia," tegas Rudy.
Untuk menghadapi pertarungan malam ini, PSMS menyiapkan 19 pemain. Pemain yang diusung ke Thailand tersebut pun sudah siap mental untuk mengalahkan Chonburi. Kesiapan itu juga dilandasi semangat mereka sebagai penyuntik motivasi menghadapi laga playoff kontra Persebaya Surabaya pada 30 Juni nanti.
Terpisah, kubu Chonburi pun ingin memenangkan pertandingan malam ini. Apalagi, mereka bermain di negeri sendiri yang tentunya bakal mendapat sokonga
Ambisi PSMS Medan Pukul Sang Raja
Materi pemain PSMS Medan memang tak seimbang dibanding klub Thailand Chonburi FC. Tak heran jika perjuangan PSMS Medan melawan Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup akan sangat berat.
Sekedar fakta, Sabtu lalu, Chonburi FC yang berjuluk The Sharks, baru saja mengalahkan klub Thai Port, 2-1 dalam pertandingan terakhir Thai Premiere League (TPL) putaran pertama.
Thai Port merupakan peringkat pertama di klasemen sementara TPL. Posisinya dilengserkan oleh Chonburi FC yang sukses menang di kandang Thai Port. Sementara ini, Chonburi FC menjadi raja putaran pertama TPL.
Tim berkostum biru-biru ini bahkan diperkuat lima tenaga pemain nasional yang masih aktif. Tidak itu saja, The Sharks kini dilatih legenda Thailand, Kiatisuk “Zico” Senamuang.
Pria seangakatan Kurniawan Dwi Julianto ini terbukti ampuh menangani Kosin Hathairattanakool cs menjadi juara paruh musim.
Artinya, faktual yang melekat pada tim dari negri gajah putih ini bisa memperbesar peluang mereka di babak 16 besar AFC Cup yang menggunakan sistem knockout ini.
“Ini bukan masalah berhitung strategi. Bermain dalam tim nasional, jelas berbeda dengan klub. Chonburi boleh punya banyak pemain timnas, tapi kolektivitas bermain mereka juga dipengaruhi oleh kerja pemain asing,” ujar pelatih PSMS Rudi Keltjes kepada Artha Tidar, wartawan GOSport.
Rudi tidak sekedar berdalih soal materi pemain. PSMS meski hanya memilki Eli Aiboy dan Markus Horrison yang berstatus legiun timnas, ia berani optimis mampu mengimbangi Chonburi FC.
“Mereka punya determinasi yang baik saat momentum mendapat bola dan kehilangan bola. Tapi, sisi bek sayap kanan mereka yang diisi Surat Sukha sering overlaping namun lemah saat kembali. Ini yang akan kita manfaatkan. Rencananya Oktovianus Maniani yang punya kecepatan, akan kita pasang disitu,” tambah Rudi.
Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Rajamangla, sore nanti, Rudi mengaku akan mengistirahatkan Elie Aiboy sebagai bagian dari strategi. Rudi juga menyiapkan pola 3-4-3 dengan modifikasi 3-5-2 saat diserang.
Kiatisuk sendiri malah memilih merendah saat ditanya peluang timnya lolos ke babak selanjutnya. Meski diunggulkan namun Kiatisuk tak ingin jumawa.
“PSMS mungkin sedang dalam situasi padat pertandingan di kompetisinya. Tapi, melawan klub asal Indonesia, bukan bagian rencana bagi Chonburi FC. Saya pernah beberapa
kali melawan klub Indonesia dan jujur mereka masih yang terbaik di Asia Tenggara,” ujar Kiatisuk.
Namun pria yang pernah merumput di klub Huddersfield (Inggris) ini, juga tak kalah yakin timnya punya peluang memanfaatkan posisi sebagai tuan rumah.
“Jika berjalan lebih dari 90 menit, itu merupkan beban, apalagi kami tampil sebagai tuan rumah. Kami berharap, bisa menyelesaikan pertandingan tanpa perpanjangan waktu,” tambah Kiatisuk.
Kiatisuk sendiri berencana tak menyertakan bek asal Jepang Yoshiaki Maruyama dan striker Brasil Anderson dalam skuadnya kali ini.
“Semua pemain PSMS adalah tim. Semua berpeluang mengalahkan kami. Jadi, tak ada istilah menjaga satu orang saja. Semua harus diwaspadai,” tutupnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: 84-Markus;7-Reswandi, 6-Aun, 3-Fadly;26-Rachmdani, 22-Agus, 5-Esteban,17-Leonardo;30-Alejandro, 9-Andikha, 49-Oktavianus
Chonburi FC: 18-Kosin;3-Nathapong,4-Kiatprawut,25-Jantakam,27-Surat;17-Pimrat,24-Ekhapan,19 Adol Lahso,7-Arthit;10-Pipob,22-Kone
Sekedar fakta, Sabtu lalu, Chonburi FC yang berjuluk The Sharks, baru saja mengalahkan klub Thai Port, 2-1 dalam pertandingan terakhir Thai Premiere League (TPL) putaran pertama.
Thai Port merupakan peringkat pertama di klasemen sementara TPL. Posisinya dilengserkan oleh Chonburi FC yang sukses menang di kandang Thai Port. Sementara ini, Chonburi FC menjadi raja putaran pertama TPL.
Tim berkostum biru-biru ini bahkan diperkuat lima tenaga pemain nasional yang masih aktif. Tidak itu saja, The Sharks kini dilatih legenda Thailand, Kiatisuk “Zico” Senamuang.
Pria seangakatan Kurniawan Dwi Julianto ini terbukti ampuh menangani Kosin Hathairattanakool cs menjadi juara paruh musim.
Artinya, faktual yang melekat pada tim dari negri gajah putih ini bisa memperbesar peluang mereka di babak 16 besar AFC Cup yang menggunakan sistem knockout ini.
“Ini bukan masalah berhitung strategi. Bermain dalam tim nasional, jelas berbeda dengan klub. Chonburi boleh punya banyak pemain timnas, tapi kolektivitas bermain mereka juga dipengaruhi oleh kerja pemain asing,” ujar pelatih PSMS Rudi Keltjes kepada Artha Tidar, wartawan GOSport.
Rudi tidak sekedar berdalih soal materi pemain. PSMS meski hanya memilki Eli Aiboy dan Markus Horrison yang berstatus legiun timnas, ia berani optimis mampu mengimbangi Chonburi FC.
“Mereka punya determinasi yang baik saat momentum mendapat bola dan kehilangan bola. Tapi, sisi bek sayap kanan mereka yang diisi Surat Sukha sering overlaping namun lemah saat kembali. Ini yang akan kita manfaatkan. Rencananya Oktovianus Maniani yang punya kecepatan, akan kita pasang disitu,” tambah Rudi.
Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Rajamangla, sore nanti, Rudi mengaku akan mengistirahatkan Elie Aiboy sebagai bagian dari strategi. Rudi juga menyiapkan pola 3-4-3 dengan modifikasi 3-5-2 saat diserang.
Kiatisuk sendiri malah memilih merendah saat ditanya peluang timnya lolos ke babak selanjutnya. Meski diunggulkan namun Kiatisuk tak ingin jumawa.
“PSMS mungkin sedang dalam situasi padat pertandingan di kompetisinya. Tapi, melawan klub asal Indonesia, bukan bagian rencana bagi Chonburi FC. Saya pernah beberapa
kali melawan klub Indonesia dan jujur mereka masih yang terbaik di Asia Tenggara,” ujar Kiatisuk.
Namun pria yang pernah merumput di klub Huddersfield (Inggris) ini, juga tak kalah yakin timnya punya peluang memanfaatkan posisi sebagai tuan rumah.
“Jika berjalan lebih dari 90 menit, itu merupkan beban, apalagi kami tampil sebagai tuan rumah. Kami berharap, bisa menyelesaikan pertandingan tanpa perpanjangan waktu,” tambah Kiatisuk.
Kiatisuk sendiri berencana tak menyertakan bek asal Jepang Yoshiaki Maruyama dan striker Brasil Anderson dalam skuadnya kali ini.
“Semua pemain PSMS adalah tim. Semua berpeluang mengalahkan kami. Jadi, tak ada istilah menjaga satu orang saja. Semua harus diwaspadai,” tutupnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: 84-Markus;7-Reswandi, 6-Aun, 3-Fadly;26-Rachmdani, 22-Agus, 5-Esteban,17-Leonardo;30-Alejandro, 9-Andikha, 49-Oktavianus
Chonburi FC: 18-Kosin;3-Nathapong,4-Kiatprawut,25-Jantakam,27-Surat;17-Pimrat,24-Ekhapan,19 Adol Lahso,7-Arthit;10-Pipob,22-Kone
PSMS, Incar Prestasi
MEDAN- Terseok-seok di kancah Indonesian Super League (ISL), bukan berarti PSMS tak punya taji di kompetisi kasta kedua Asia, AFC Cup. Di kompetisi ini, PSMS sudah berhasil menorehkan sejarah dengan maju ke babak 16 besar.
Nah, lawan yang bakal dihadapi di babak ini merupakan wakil dari Thailand, Chonburi FC. Target manajemen PSMS pun lolos ke delapan besar, sebuah upaya mencipta prestasi baru dalam dunia sepak bola nasional.
Meskipun pada kenyataannya, seandainya PSMS lolos ke babak delapan besar nanti, belum tentu skuad dan manajemen yang sama yang akan melakoni laga di babak delapan besar. Pasalnya, usai playoff degradasi ISL mendatang, PSMS saat ini dapat dipastikan akan berganti manajemen baru, dan tentu saja skuad baru.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS tak menghiraukan masalah itu. Baginya prestasi tetaplah prestasi, tak peduli apa yang akan terjadi ke depannya. “Andai kata PSMS berhasil melangkah ke delapan besar dan tidak lagi tim yang saya pimpin yang berlaga di partai itu, bukankah prestasi tetaplah sebuah prestasi,” beber Sihar kemarin.
Artinya, PSMS akan mencoba main nothing to lose, karena memang sebenarnya PSMS tanpa beban. Walaupun skuad berjuluk Ayam Kinantan asuhan Rudi Keltjes ini akan bertandang ke Stadion Rajamanggala, kandang Chonburi, Selasa (23/6) ini.
Ditanyakan akan kekuatan lawan, Sihar belum tahu pasti. Meskipun sudah mengutus mata-mata dengan mengirimkan asisten pelatih PSMS, Doni Latuperissa. “Belum ada kabar dari Thailand. Tapi mungkin jajaran pelatih sudah tahu pasti. Menurut analisis saya, kira-kira kurang lebih kita bagaikan melawan Timnas Thailand lah,” lanjut Sihar.
Meski demikian, optimisme masih membara dari kubu PSMS. Rudi Keltjes sejalan dengan manajemen dengan mencoba mengukir sejarah. Dan syukurnya pemain juga merasakan hal yang sama. “Sudah terlanjur masuk 16 besar, tak ada salahnya kembali mencoba masuk 8 besar. Tak ada yang tak mungkin, dan kita akan berupaya untuk meraih kemenangan,” kata Rudi.
Saat ini, skuad PSMS sudah berada di Thailand dengan kekuatan 18 pemain. 3 pemain asing PSMS dalam kondisi baik dan diharapkan bisa mengangkat prestasi tim
Nah, lawan yang bakal dihadapi di babak ini merupakan wakil dari Thailand, Chonburi FC. Target manajemen PSMS pun lolos ke delapan besar, sebuah upaya mencipta prestasi baru dalam dunia sepak bola nasional.
Meskipun pada kenyataannya, seandainya PSMS lolos ke babak delapan besar nanti, belum tentu skuad dan manajemen yang sama yang akan melakoni laga di babak delapan besar. Pasalnya, usai playoff degradasi ISL mendatang, PSMS saat ini dapat dipastikan akan berganti manajemen baru, dan tentu saja skuad baru.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS tak menghiraukan masalah itu. Baginya prestasi tetaplah prestasi, tak peduli apa yang akan terjadi ke depannya. “Andai kata PSMS berhasil melangkah ke delapan besar dan tidak lagi tim yang saya pimpin yang berlaga di partai itu, bukankah prestasi tetaplah sebuah prestasi,” beber Sihar kemarin.
Artinya, PSMS akan mencoba main nothing to lose, karena memang sebenarnya PSMS tanpa beban. Walaupun skuad berjuluk Ayam Kinantan asuhan Rudi Keltjes ini akan bertandang ke Stadion Rajamanggala, kandang Chonburi, Selasa (23/6) ini.
Ditanyakan akan kekuatan lawan, Sihar belum tahu pasti. Meskipun sudah mengutus mata-mata dengan mengirimkan asisten pelatih PSMS, Doni Latuperissa. “Belum ada kabar dari Thailand. Tapi mungkin jajaran pelatih sudah tahu pasti. Menurut analisis saya, kira-kira kurang lebih kita bagaikan melawan Timnas Thailand lah,” lanjut Sihar.
Meski demikian, optimisme masih membara dari kubu PSMS. Rudi Keltjes sejalan dengan manajemen dengan mencoba mengukir sejarah. Dan syukurnya pemain juga merasakan hal yang sama. “Sudah terlanjur masuk 16 besar, tak ada salahnya kembali mencoba masuk 8 besar. Tak ada yang tak mungkin, dan kita akan berupaya untuk meraih kemenangan,” kata Rudi.
Saat ini, skuad PSMS sudah berada di Thailand dengan kekuatan 18 pemain. 3 pemain asing PSMS dalam kondisi baik dan diharapkan bisa mengangkat prestasi tim
Sedikit Tentang Chonburi
CHONBURI FC adalah sebuah klub sepak bola dari Provinsi Chonburi. Dan, tidak bisa dipungkiri berasal dari klub sepak bola dari Assumption College Sriracha. Mereka pertama kali berpartisipasi di Piala Sepak Bola. Kemudian, bekerja sama dengan Sannibat-Samutprakan (Klub Divisi 1) dan dinamakan sebagai Chonburi-Sannibat-Samutprakan FC.
Pada 2002, klub bergabung dengan Liga Keprovinsian dalam nama Chonburi FC setelah dipisah dari Sannibart Samutprakarn FC. Klub mempunyai nama panggilan sebagai ‘The Shark.’ Pada Tahun 2005 mereka memenangkan gelar Pro League dan pindah ke Liga Utama Thailand. Kesebelasan asal suku bangsa Chonburi ini menyelesaikan kompetisi di posisi kedelapan Liga Utama Thailand 2006.
Pada tahun 2006, mereka diundang untuk bermain di Piala Singapura dan berhasil mencapai ke final, mengalahkan tim lokal Home United FC, Albirex Niigata FC dan Balestier Khalsa di sepanjang jalannya. Di final, mereka kalah 2 – 3. Di tambahan waktu setelah memimpin 2 – 0. Di tahun 2007, mereka diundang lagi untuk berpartisipasi di Piala Singapura, namun mereka dikalahkan di babak pertama melawan Balestier Khalsa, dalam ulangan dari semifinal musim lalu. Chonburi FC kalah 3 – 2 dalam pertandingan reguler. Mereka telah membentuk hubungan dengan Manchester City FC.
Pada 2002, klub bergabung dengan Liga Keprovinsian dalam nama Chonburi FC setelah dipisah dari Sannibart Samutprakarn FC. Klub mempunyai nama panggilan sebagai ‘The Shark.’ Pada Tahun 2005 mereka memenangkan gelar Pro League dan pindah ke Liga Utama Thailand. Kesebelasan asal suku bangsa Chonburi ini menyelesaikan kompetisi di posisi kedelapan Liga Utama Thailand 2006.
Pada tahun 2006, mereka diundang untuk bermain di Piala Singapura dan berhasil mencapai ke final, mengalahkan tim lokal Home United FC, Albirex Niigata FC dan Balestier Khalsa di sepanjang jalannya. Di final, mereka kalah 2 – 3. Di tambahan waktu setelah memimpin 2 – 0. Di tahun 2007, mereka diundang lagi untuk berpartisipasi di Piala Singapura, namun mereka dikalahkan di babak pertama melawan Balestier Khalsa, dalam ulangan dari semifinal musim lalu. Chonburi FC kalah 3 – 2 dalam pertandingan reguler. Mereka telah membentuk hubungan dengan Manchester City FC.
Monday, June 22, 2009
PPL Gratizz, Komisi 0,5 Dollar per Lead
Ada kabar Gembira nih teman-teman...! Mau dollar Gratiz gak???
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
1. Klik link saya : http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
1. Klik link saya : http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Saya ada info Dollar Gratis dari Program PPL. Lumayan, kita bisa dapat
Ada kabar Gembira nih teman-teman...! Mau dollar Gratiz gak???
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Rudy Diincar Persebaya
Lawan PSMS di playoff Indonesia Super League (ISL), Persebaya, tampaknya sudah mulai mengganggu konsentrasi Ayam Kinantan. Bagaimana tidak, tim asal Surabaya itu malah membuat rumor akan merekrut Pelatih PSMS Rudi William Keltjes.
Ya, Persebaya memang sedang gencar menggelindingkan wacana perekrutan pelatih. Selain Rudi, sebelumnya dua nama pelatih muda Fandi Ahmad dan Jaya Hartono digadang Pengurus Persebaya sebagai bidikannya untuk musim depan.
Namun, sejauh ini, Persebaya hanya sebatas menghembuskan rumor itu saja. Pengurus Green Force belum bisa melangkah lebih jauh untuk melancarkan upaya menggaet salah satu dari tiga kandidat itu.
Hal itu tak lepas dari permasalahan finansial Persebaya. Prediksi menyebut bahwa tim asal Kota Pahlawan ini dan tim-tim berlatar belakang perserikatan di tanah Jawa lainnya tidak akan jauh dari problem pendanaan.
Ini tak lepas dari ketentuan Permendagri 59/2007 yang melarang tim-tim profesional seperti Persebaya mendapatkan dana APBD. Kalau sudah begitu, ke depan, pemasukan unsur sponsor dan penonton akan menjadi tulang punggung finansial Persebaya.
Karenanya, Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah mengaku bahwa pengurus telah memperhitungkan peta kekuatan finansial Persebaya nanti. Namun, Cholid masih menutup perhitungan tersebut kepada media.
“Nanti dulu saja setelah playoff. Saat ini kami konsentrasi tim harus ke playoff dulu. Rencana itu memang ada. Tapi yang jelas, kami masih melakukan berbagai pertimbangan,” kata Cholid.
Terlepas dari itu, Cholid menyebut Rudy adalah sosok yang cocok melatih Persebaya. “Sebenarnya, Rudy merupakan pelatih yang kaya pengalaman dan punya karakter untuk membina pemain muda Persebaya,” terangnya.
Di sisi lain, Rudy saat dihubungi kemarin mengaku sangat respek dengan ungkapan Cholid. Jika memang Persebaya memiliki visi dan misi untuk berprestasi, dia mengaku mau menangani tim asal Kota Pahlawan itu.
“Sebagai orang Surabaya, tentunya saya juga akan membantu Persebaya,” jelas mantan pemain Niac Mitra di era 1980-an tersebut.
Kedekatan secara emosional antara Rudy dan Persebaya memang tidak bisa dipungkiri. Sejauh ini, Rudy juga masih masuk sebagai salah satu pelatih di tim Suryanaga yang berkompetisi di Internal Persebaya Kelas Utama. Selain itu, Rudy juga merupakan mantan punggawa Persebaya. Karena itu, Rudy menampik anggapan bahwa kubu Persebaya mencoba memecah konsentrasi calon lawannya dengan menghembuskan kabar keinginannya merekrut Rudy. “Saya terbiasa dengan kompetisi Galatama, jadi tidak mungkin ini hanya untuk memecah konsentrasi,” ujarnya.
Namun, Persebaya juga tidak boleh terlalu gembira dengan sambutan positif Rudy tersebut. Sebab, disisi lain, mantan pelatih PSS Sleman itu juga melambungkan wacana bergabung dengan tim tetangga, Arema Malang.
“Kalau Arema mengundang saya gabung, tentu sebuah kepercayaan tinggi dari manajemen Arema. Sebab saya tahu, Arema adalah tim besar yang mendapat dukungan luar biasa dan serius dari manajemen,” terang Rudy kepada Malang Post
Ya, Persebaya memang sedang gencar menggelindingkan wacana perekrutan pelatih. Selain Rudi, sebelumnya dua nama pelatih muda Fandi Ahmad dan Jaya Hartono digadang Pengurus Persebaya sebagai bidikannya untuk musim depan.
Namun, sejauh ini, Persebaya hanya sebatas menghembuskan rumor itu saja. Pengurus Green Force belum bisa melangkah lebih jauh untuk melancarkan upaya menggaet salah satu dari tiga kandidat itu.
Hal itu tak lepas dari permasalahan finansial Persebaya. Prediksi menyebut bahwa tim asal Kota Pahlawan ini dan tim-tim berlatar belakang perserikatan di tanah Jawa lainnya tidak akan jauh dari problem pendanaan.
Ini tak lepas dari ketentuan Permendagri 59/2007 yang melarang tim-tim profesional seperti Persebaya mendapatkan dana APBD. Kalau sudah begitu, ke depan, pemasukan unsur sponsor dan penonton akan menjadi tulang punggung finansial Persebaya.
Karenanya, Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah mengaku bahwa pengurus telah memperhitungkan peta kekuatan finansial Persebaya nanti. Namun, Cholid masih menutup perhitungan tersebut kepada media.
“Nanti dulu saja setelah playoff. Saat ini kami konsentrasi tim harus ke playoff dulu. Rencana itu memang ada. Tapi yang jelas, kami masih melakukan berbagai pertimbangan,” kata Cholid.
Terlepas dari itu, Cholid menyebut Rudy adalah sosok yang cocok melatih Persebaya. “Sebenarnya, Rudy merupakan pelatih yang kaya pengalaman dan punya karakter untuk membina pemain muda Persebaya,” terangnya.
Di sisi lain, Rudy saat dihubungi kemarin mengaku sangat respek dengan ungkapan Cholid. Jika memang Persebaya memiliki visi dan misi untuk berprestasi, dia mengaku mau menangani tim asal Kota Pahlawan itu.
“Sebagai orang Surabaya, tentunya saya juga akan membantu Persebaya,” jelas mantan pemain Niac Mitra di era 1980-an tersebut.
Kedekatan secara emosional antara Rudy dan Persebaya memang tidak bisa dipungkiri. Sejauh ini, Rudy juga masih masuk sebagai salah satu pelatih di tim Suryanaga yang berkompetisi di Internal Persebaya Kelas Utama. Selain itu, Rudy juga merupakan mantan punggawa Persebaya. Karena itu, Rudy menampik anggapan bahwa kubu Persebaya mencoba memecah konsentrasi calon lawannya dengan menghembuskan kabar keinginannya merekrut Rudy. “Saya terbiasa dengan kompetisi Galatama, jadi tidak mungkin ini hanya untuk memecah konsentrasi,” ujarnya.
Namun, Persebaya juga tidak boleh terlalu gembira dengan sambutan positif Rudy tersebut. Sebab, disisi lain, mantan pelatih PSS Sleman itu juga melambungkan wacana bergabung dengan tim tetangga, Arema Malang.
“Kalau Arema mengundang saya gabung, tentu sebuah kepercayaan tinggi dari manajemen Arema. Sebab saya tahu, Arema adalah tim besar yang mendapat dukungan luar biasa dan serius dari manajemen,” terang Rudy kepada Malang Post
Markus cs janji tampil dengan ciri khas
PSMS Medan memastikan diri akan tampil dengan ciri khasnya, fanatik dan force saat menghadapi Chon Buri Thailand dalam laga 16 Besar Piala AFC di Bangkok, Rabu (24/6) mendatang.
Laga kedua tim seyogyanya digelar 20 Juni kemarin, namun ditunda karena Chun Buri masih melakukan pertandingannya di Liga Thailand. PSMS sendiri baru bertolak ke negari Gajah Putih itu pada Minggu (21/6) ini dengan kekuatan penuh.
“Calon lawan The Killer itu akan diperkuat lima pemain nasionalnya,” ujar pelatih PSMS Rudy William Keltjes di Medan, Sabtu.
"Chon Buri memang tim bagus dan banyak pemain bertalenta, tapi kami tidak takut dan siap meladeni mereka," kata Keltjes menambahkan misi timnya membawa nama bangsa dan negara.
Tetapi Keltjes mengakui Markus Horison dan kawan-kawan tetap semangat kendati perjuangan mereka tidak mendapat support dari PSSI serta pejabat pemerintahan di Medan maupun Sumut.
“Anak-anak akan bertanding dengan motivasi tinggi guna menunjukkan mereka bukan pemain manja. Markus cs juga sudah melupakan kegagalan-kegagalan di Liga maupun di Copa, sehingga fokus bermain dengan performa terbaik guna mewujudkan ambisi meraih tiket delapan besar," imbuh Keltjes.
Keltjes juga mengaku sudah mendapat informasi tentang kekuatan dan kelemahan Chon Buri dari asistennya, Donny Latuperissa, yang telah berangkat lebih dahulu ke Bangkok. Dilaporkan Donny, Chon Buri memiliki pemain berkelas dan skill di atas rata-rata.
Menyinggung kerja sama tim, Keltjes mengatakan kerja sama pemain di lapangan terjalin sangat baik dan bertambah solid baik dalam serangan maupun pertahanan. Selain itu, para punggawa Ayam Kinantan pun telah mengasah kemampuan melakukan tendangan penalti.
Laga kedua tim seyogyanya digelar 20 Juni kemarin, namun ditunda karena Chun Buri masih melakukan pertandingannya di Liga Thailand. PSMS sendiri baru bertolak ke negari Gajah Putih itu pada Minggu (21/6) ini dengan kekuatan penuh.
“Calon lawan The Killer itu akan diperkuat lima pemain nasionalnya,” ujar pelatih PSMS Rudy William Keltjes di Medan, Sabtu.
"Chon Buri memang tim bagus dan banyak pemain bertalenta, tapi kami tidak takut dan siap meladeni mereka," kata Keltjes menambahkan misi timnya membawa nama bangsa dan negara.
Tetapi Keltjes mengakui Markus Horison dan kawan-kawan tetap semangat kendati perjuangan mereka tidak mendapat support dari PSSI serta pejabat pemerintahan di Medan maupun Sumut.
“Anak-anak akan bertanding dengan motivasi tinggi guna menunjukkan mereka bukan pemain manja. Markus cs juga sudah melupakan kegagalan-kegagalan di Liga maupun di Copa, sehingga fokus bermain dengan performa terbaik guna mewujudkan ambisi meraih tiket delapan besar," imbuh Keltjes.
Keltjes juga mengaku sudah mendapat informasi tentang kekuatan dan kelemahan Chon Buri dari asistennya, Donny Latuperissa, yang telah berangkat lebih dahulu ke Bangkok. Dilaporkan Donny, Chon Buri memiliki pemain berkelas dan skill di atas rata-rata.
Menyinggung kerja sama tim, Keltjes mengatakan kerja sama pemain di lapangan terjalin sangat baik dan bertambah solid baik dalam serangan maupun pertahanan. Selain itu, para punggawa Ayam Kinantan pun telah mengasah kemampuan melakukan tendangan penalti.
Subscribe to:
Posts (Atom)