MEDAN- Usai sudah kisah manis PSMS Medan di kancah Asia. Kekalahan telak 4-0 atas tuan rumah Chonburi FC di Stadion Rajamanggala Selasa (23/6), memupus harapan PSMS kembali mengukir sejarah di AFC Cup. Pasukan Rudi Keltjes pun harus pulang tertunduk, sembari memikirkan laga di babak playoff ISL 30 Juni mendatang melawan Persebaya.
Sejatinya, sejak awal, PSMS sudah sadar bahwa mereka kalah kelas. Dari mulai materi pemain hingga keuntungan tuan rumah karena laga di gelar di markas Chonburi.
Sebagai juara Grup G, Chonburi memang mendapatkan keuntungan dengan diperbolehkan menggelar laga di kandang sendiri, sesuai peratuaran AFC. Sedangkan PSMS hanya finish di urutan kedua penyisihan Grup F di bawah South China.
Sebelumnya, manajemen PSMS telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui kekuatan Chonburi yang menjadi runner up Liga Thailand 2008 itu. Asisten pelatih Doni Latuperissa diutus lebih dulu berangkat ke Thailand. Laporan dari Doni diharap dapat memberikan masukkan pada Pelatih Rudi Keltjes agar PSMS bisa tampil maksimal.
Begitu juga ketika PSMS cenderung melepas laga Copa Indonesia saat bentrok Persipura di Jayapura. Pemain inti dipulangkan lebih dulu ke Medan. Setidaknya ada lima pemain yang dipulangkan ke Medan, yakni Zada, Esteban, Rahmadani, Costas, dan Agus Suprianto. Semua ini dilakukan agar PSMS dapat menyiapkan tim agar lebih solid. Sayang, usaha dari manajemen tidak berhasil sesuai rencana. Harapan mengukir sejarah masuk delapan besar pun harus usai.
Dan, Rudi Keltjes arsitek PSMS mencoba untuk berjuang habis-habisan, walaupun pada kenyatannya PSMS-lah yang harus kandas. Dalam situs resmi AFC Senin (22/6) lalu, Rudi Keltjes berbicara bahwa PSMS merupakan klub yang tak diunggulkan dalam laga ini. Namun dia ingin mencoba menyulitkan tuan rumah, tapi gagal.
Pada laga itu, striker asing Chonburi, Mohammed Cone berhasil menciptakan hat-trick. Dari awal, striker satu ini memang patut diwaspadai, tapi sayang, materi pemain PSMS tak kuasa menahan laju skuad Chonburi.
Cone membuat Markus jatuh bangun mulai menit 18. Dengan serangan bertenaga, Cone berhasil membuat tuan rumah bersorak. Hingga turun minum, PSMS hanya kebobolan satu gol, meskipun harus jatuh bangun.
Di babak kedua, saat kondisi skuad PSMS mulai drop, tuan rumah semakin menaikkan tempo serangan. Pada menit 66, Cone lagi-lagi menjadi ancaman bagi gawang PSMS. Skor 2-0 untuk The Shark-julukan Chonburi.
Tak puas hanya mencetak dua gol, Chonburi kembali memperdaya barisan pertahanan PSMS. Edi Sibung dkk tak kuasa menahan laju striker Chonburi yang tampil luar biasa di hadapan publik sendiri. Buntutnya, lima menit sebelum bubar, PSMS kembali kebobolan. Kali ini gelandang Chonburi, Ekaphan Inthasen yang melesakkan gol setelah berhasil melewati Edi Sibung. Skor 3-0 bagi Chonburi.
Cone melengkapi hat-triknya di masa-masa 3 menit injuri time, sekaligus mengantarkan kemenangan telak 4-0 bagi Si Hiu.
Meskipun mendapatkan serangan demi serangan, PSMS bukannya tak melawan. Beberapa kali PSMS pernah mengancam gawang Chonburi. Sayang, pemain Chonburi memang masih terlalu tangguh. Buktinya di menit 13 Reswandi mencoba mengancam gawang Chonburi yang dikawal Kosin, lewat tendangan bebas. Sayang, Kosin masih sigap menangkal bola.
Elie Aiboy, Zada, dan Esteban Guillen juga mencoba memperdaya Kosin. Tapi, upaya mereka sia-sia belaka. Hingga akhir laga, skor bertahan 4-0. Dengan demikian, Chonburi dengan mulus melangkah ke babak perempat final.
“Materi pemain memang kalah kelas. Mau bilang apa lagi. Kita sudah berusaha sekuat tenaga,” ungkap Keltjes singkat.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, June 24, 2009
Maafkan Kami…
SIHAR Sitorus, manajer PSMS, mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan segenap masyarakat Medan kepada PSMS yang dibesutnya musim ini. Meskipun dukungan itu tak sebanding dengan prestasi yang ditorehkan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
Usai laga kontra Chonburi kemarin malam, Sihar tidak ingin berkomentar banyak. Baginya kekalahan ini merupakan hal yang pahit, meskipun harus tetap dihadapi dengan kepala tegak.
“Hasil ini merupakan kenyataan pahit bagi kami. Tapi, kami tetap menerimanya dengan lapang dada. Kami sudah berusaha, tapi inilah kemampuan kami,” katanya. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Medan, karena kami belum dapat memberikan kebanggaan yang setimpal dengan dukungan yang kami terima selama ini,” lanjut Sihar.
Hanya itulah yang bisa dilakukan manajemen PSMS musim ini. Sebenarnya prestasi PSMS tidak begitu jelek. Kehilangan kandang dan dukungan langsung dari fans setia PSMS tentu saja jadi dampak paling terasa.
Secara kemampuan, PSMS kerap menyulitkan klub-klub besar ISL. Di kancang Asia PSMS malah mencipta sejarah, berhasil lolos ke putaran kedua. Belum ada klub Indonesia yang bisa melangkah sejauh ini.
Seandainya PSMS main di Stadion Teladan dengan skuad yang ada selama ini, tentu prestasinya akan lain.
Tapi inilah kenyataannya. PSMS masih harus melakoni satu laga lagi di babak playoff ISL bentrok Persebaya. Kalau kalah turun kasta ke Divisi Utama.
Kalau menang juga masih belum aman. Karena, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) akan meningkatkan keketatan peraturan. Kalau Stadion Teladan tak kunjung diperbaiki, PSMS tak lagi bisa melanglangbuana numpang di kandang klub lain. Kira-kira seperti itulah peraturan baru yang akan dikeluarkan BLI. Intinya, Stadion Teladan harus segera dipoles
Usai laga kontra Chonburi kemarin malam, Sihar tidak ingin berkomentar banyak. Baginya kekalahan ini merupakan hal yang pahit, meskipun harus tetap dihadapi dengan kepala tegak.
“Hasil ini merupakan kenyataan pahit bagi kami. Tapi, kami tetap menerimanya dengan lapang dada. Kami sudah berusaha, tapi inilah kemampuan kami,” katanya. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Medan, karena kami belum dapat memberikan kebanggaan yang setimpal dengan dukungan yang kami terima selama ini,” lanjut Sihar.
Hanya itulah yang bisa dilakukan manajemen PSMS musim ini. Sebenarnya prestasi PSMS tidak begitu jelek. Kehilangan kandang dan dukungan langsung dari fans setia PSMS tentu saja jadi dampak paling terasa.
Secara kemampuan, PSMS kerap menyulitkan klub-klub besar ISL. Di kancang Asia PSMS malah mencipta sejarah, berhasil lolos ke putaran kedua. Belum ada klub Indonesia yang bisa melangkah sejauh ini.
Seandainya PSMS main di Stadion Teladan dengan skuad yang ada selama ini, tentu prestasinya akan lain.
Tapi inilah kenyataannya. PSMS masih harus melakoni satu laga lagi di babak playoff ISL bentrok Persebaya. Kalau kalah turun kasta ke Divisi Utama.
Kalau menang juga masih belum aman. Karena, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) akan meningkatkan keketatan peraturan. Kalau Stadion Teladan tak kunjung diperbaiki, PSMS tak lagi bisa melanglangbuana numpang di kandang klub lain. Kira-kira seperti itulah peraturan baru yang akan dikeluarkan BLI. Intinya, Stadion Teladan harus segera dipoles
Impian PSMS buyar
BANGKOK - Impian mencetak sejarah dengan menembus babak delapan besar Piala AFC akhirnya gagal dicapai PSMS Medan setelah kalah telak 0-4 dari Chonburi FC asal Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, malam tadi.
Turun dengan komposisi Markus Horison sebagai penjaga gawang, Reswandi, Aun Carbiny, Edi Sibung, Fadli Hariri, Esteban Javier Guillen, Leonardo Martins Zada, Rachmadani, Agus Supriyanto, Mario Costas dan Elie Aiboy, skuad besutan Rudy Williams Keltjes terlihat kalah kelas dari lawannya.
Setelah beberapa kali menghalau serangan-serangan tuan rumah, gawang Markus akhirnya kebobolan juga setelah striker Chonburi Mohamed Kone mencetak gol di menit ke-18. Tertinggal, PSMS nyaris menyamakan skor ketika tendangan spekulasi Reswandi melayang tipis di atas mistar gawang Kosin Hathairattanakool.
Berbagai upaya dicoba anak-anak Kinantan sepanjang babak pertama, namun kerap gagal di barisan pertahanan Chonburi. Secercah harapan sempat muncul andai saja aksi Elie Aiboy di menit 27 tidak digagalkan Kosin yang sempat memperkuat Persib Bandung beberapa musim lalu.
Memasuki 45 menit kedua, Keltjes memasukkan pemain muda Oktovianus Maniani guna menambah daya gedor tim. Aksi impresif Otto pun beberapa kali membuat lawan kewalahan meladeni kegesitan dan kegigihan winger mungil asal Papua tersebut.
Tapi Kone tak tinggal diam. Pada menit ke-66, striker berkulit hitam itu menaklukkan Markus untuk kedua kali. Keadaan tak berdaya PSMS diperburuk dengan kartu merah yang dihadiahi wasit kepada Edi Sibung. Praktis dengan 10 pemain, Elie Aiboy cs sulit mengimbangi Chonburi yang juga pemimpin klasemen di liga negerinya.
Gol ketiga tim asuhan Kiatisuk Senamuang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan oleh gelandang Ekaphan Inthasen. Di saat kehabisan stamina dan lengah, Kone memanfaatkan situasi untuk melengkapi hatriknya pada masa injury time.
Hasil 16 Besar Piala AFC, Selasa (23/6):
Busaiteen (Bahrain) vs AL Karamah (Syria) 1-2
Zawra'a Club (Irak) vs Arbil (Irak) 1-3
Kuwait SC (Kuwait) vs Dempo SC (India) 3-1
Al Maged (Syria) vs Neftchi (Uzbekistan) 1-3
Al Arabi (Kuwait) vs Safa SC (Libanon) 2-1
Becamex Binh Duong (Vietnam) vs Kedah (Malaysia) 8-2
Chonburi FC (Thailand) vs PSMS Medan (Indonesia) 4-0
South China (Hongkong) vs Home United FC (Singapura) 4-0
Turun dengan komposisi Markus Horison sebagai penjaga gawang, Reswandi, Aun Carbiny, Edi Sibung, Fadli Hariri, Esteban Javier Guillen, Leonardo Martins Zada, Rachmadani, Agus Supriyanto, Mario Costas dan Elie Aiboy, skuad besutan Rudy Williams Keltjes terlihat kalah kelas dari lawannya.
Setelah beberapa kali menghalau serangan-serangan tuan rumah, gawang Markus akhirnya kebobolan juga setelah striker Chonburi Mohamed Kone mencetak gol di menit ke-18. Tertinggal, PSMS nyaris menyamakan skor ketika tendangan spekulasi Reswandi melayang tipis di atas mistar gawang Kosin Hathairattanakool.
Berbagai upaya dicoba anak-anak Kinantan sepanjang babak pertama, namun kerap gagal di barisan pertahanan Chonburi. Secercah harapan sempat muncul andai saja aksi Elie Aiboy di menit 27 tidak digagalkan Kosin yang sempat memperkuat Persib Bandung beberapa musim lalu.
Memasuki 45 menit kedua, Keltjes memasukkan pemain muda Oktovianus Maniani guna menambah daya gedor tim. Aksi impresif Otto pun beberapa kali membuat lawan kewalahan meladeni kegesitan dan kegigihan winger mungil asal Papua tersebut.
Tapi Kone tak tinggal diam. Pada menit ke-66, striker berkulit hitam itu menaklukkan Markus untuk kedua kali. Keadaan tak berdaya PSMS diperburuk dengan kartu merah yang dihadiahi wasit kepada Edi Sibung. Praktis dengan 10 pemain, Elie Aiboy cs sulit mengimbangi Chonburi yang juga pemimpin klasemen di liga negerinya.
Gol ketiga tim asuhan Kiatisuk Senamuang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan oleh gelandang Ekaphan Inthasen. Di saat kehabisan stamina dan lengah, Kone memanfaatkan situasi untuk melengkapi hatriknya pada masa injury time.
Hasil 16 Besar Piala AFC, Selasa (23/6):
Busaiteen (Bahrain) vs AL Karamah (Syria) 1-2
Zawra'a Club (Irak) vs Arbil (Irak) 1-3
Kuwait SC (Kuwait) vs Dempo SC (India) 3-1
Al Maged (Syria) vs Neftchi (Uzbekistan) 1-3
Al Arabi (Kuwait) vs Safa SC (Libanon) 2-1
Becamex Binh Duong (Vietnam) vs Kedah (Malaysia) 8-2
Chonburi FC (Thailand) vs PSMS Medan (Indonesia) 4-0
South China (Hongkong) vs Home United FC (Singapura) 4-0
Tuesday, June 23, 2009
Buat Prestasi Lebih Tinggi
PSMS Medan akan menjalani misi berat malam ini. Ayam Kinantan ingin mencatatkan sejarah lebih tinggi di pentas Piala AFC 2009. Untuk itu, menang wajib diwujudkan PSMS saat dijamu Chonburi FC di babak 16 besar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand.
"Bicara realistis, Chonburi sebenarnya pantas menang dalam laga nanti. Mereka tim kuat dan diperkuat lima pemain timnas Thailand. Tapi, kami akan melawan mereka," kata Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Apalagi, mantan pelatih Deltras Sidoarjo itu menyatakan sudah memiliki gambaran kekuatan Chonburi. Beberapa waktu lalu, asisten pelatih PSMS, Donny Latuperisa, telah mengintai permainan Chonburi kala bermain dengan Thai Port di Liga Thailand.
Dari hasil pemantauan tersebut, Donny memberikan masukan berarti terkait strategi permainan yang dikembangkan tim yang diarsiteki Kiatisuk Senamuang itu. "Dia (Kiatisuk) adalah pemain jenius di masanya. Tapi, kami bakal bertarung mati-matian membela nama bangsa. Kami ingin membuat sejarah buat sepak bola Indonesia," tegas Rudy.
Untuk menghadapi pertarungan malam ini, PSMS menyiapkan 19 pemain. Pemain yang diusung ke Thailand tersebut pun sudah siap mental untuk mengalahkan Chonburi. Kesiapan itu juga dilandasi semangat mereka sebagai penyuntik motivasi menghadapi laga playoff kontra Persebaya Surabaya pada 30 Juni nanti.
Terpisah, kubu Chonburi pun ingin memenangkan pertandingan malam ini. Apalagi, mereka bermain di negeri sendiri yang tentunya bakal mendapat sokonga
"Bicara realistis, Chonburi sebenarnya pantas menang dalam laga nanti. Mereka tim kuat dan diperkuat lima pemain timnas Thailand. Tapi, kami akan melawan mereka," kata Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Apalagi, mantan pelatih Deltras Sidoarjo itu menyatakan sudah memiliki gambaran kekuatan Chonburi. Beberapa waktu lalu, asisten pelatih PSMS, Donny Latuperisa, telah mengintai permainan Chonburi kala bermain dengan Thai Port di Liga Thailand.
Dari hasil pemantauan tersebut, Donny memberikan masukan berarti terkait strategi permainan yang dikembangkan tim yang diarsiteki Kiatisuk Senamuang itu. "Dia (Kiatisuk) adalah pemain jenius di masanya. Tapi, kami bakal bertarung mati-matian membela nama bangsa. Kami ingin membuat sejarah buat sepak bola Indonesia," tegas Rudy.
Untuk menghadapi pertarungan malam ini, PSMS menyiapkan 19 pemain. Pemain yang diusung ke Thailand tersebut pun sudah siap mental untuk mengalahkan Chonburi. Kesiapan itu juga dilandasi semangat mereka sebagai penyuntik motivasi menghadapi laga playoff kontra Persebaya Surabaya pada 30 Juni nanti.
Terpisah, kubu Chonburi pun ingin memenangkan pertandingan malam ini. Apalagi, mereka bermain di negeri sendiri yang tentunya bakal mendapat sokonga
Ambisi PSMS Medan Pukul Sang Raja
Materi pemain PSMS Medan memang tak seimbang dibanding klub Thailand Chonburi FC. Tak heran jika perjuangan PSMS Medan melawan Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup akan sangat berat.
Sekedar fakta, Sabtu lalu, Chonburi FC yang berjuluk The Sharks, baru saja mengalahkan klub Thai Port, 2-1 dalam pertandingan terakhir Thai Premiere League (TPL) putaran pertama.
Thai Port merupakan peringkat pertama di klasemen sementara TPL. Posisinya dilengserkan oleh Chonburi FC yang sukses menang di kandang Thai Port. Sementara ini, Chonburi FC menjadi raja putaran pertama TPL.
Tim berkostum biru-biru ini bahkan diperkuat lima tenaga pemain nasional yang masih aktif. Tidak itu saja, The Sharks kini dilatih legenda Thailand, Kiatisuk “Zico” Senamuang.
Pria seangakatan Kurniawan Dwi Julianto ini terbukti ampuh menangani Kosin Hathairattanakool cs menjadi juara paruh musim.
Artinya, faktual yang melekat pada tim dari negri gajah putih ini bisa memperbesar peluang mereka di babak 16 besar AFC Cup yang menggunakan sistem knockout ini.
“Ini bukan masalah berhitung strategi. Bermain dalam tim nasional, jelas berbeda dengan klub. Chonburi boleh punya banyak pemain timnas, tapi kolektivitas bermain mereka juga dipengaruhi oleh kerja pemain asing,” ujar pelatih PSMS Rudi Keltjes kepada Artha Tidar, wartawan GOSport.
Rudi tidak sekedar berdalih soal materi pemain. PSMS meski hanya memilki Eli Aiboy dan Markus Horrison yang berstatus legiun timnas, ia berani optimis mampu mengimbangi Chonburi FC.
“Mereka punya determinasi yang baik saat momentum mendapat bola dan kehilangan bola. Tapi, sisi bek sayap kanan mereka yang diisi Surat Sukha sering overlaping namun lemah saat kembali. Ini yang akan kita manfaatkan. Rencananya Oktovianus Maniani yang punya kecepatan, akan kita pasang disitu,” tambah Rudi.
Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Rajamangla, sore nanti, Rudi mengaku akan mengistirahatkan Elie Aiboy sebagai bagian dari strategi. Rudi juga menyiapkan pola 3-4-3 dengan modifikasi 3-5-2 saat diserang.
Kiatisuk sendiri malah memilih merendah saat ditanya peluang timnya lolos ke babak selanjutnya. Meski diunggulkan namun Kiatisuk tak ingin jumawa.
“PSMS mungkin sedang dalam situasi padat pertandingan di kompetisinya. Tapi, melawan klub asal Indonesia, bukan bagian rencana bagi Chonburi FC. Saya pernah beberapa
kali melawan klub Indonesia dan jujur mereka masih yang terbaik di Asia Tenggara,” ujar Kiatisuk.
Namun pria yang pernah merumput di klub Huddersfield (Inggris) ini, juga tak kalah yakin timnya punya peluang memanfaatkan posisi sebagai tuan rumah.
“Jika berjalan lebih dari 90 menit, itu merupkan beban, apalagi kami tampil sebagai tuan rumah. Kami berharap, bisa menyelesaikan pertandingan tanpa perpanjangan waktu,” tambah Kiatisuk.
Kiatisuk sendiri berencana tak menyertakan bek asal Jepang Yoshiaki Maruyama dan striker Brasil Anderson dalam skuadnya kali ini.
“Semua pemain PSMS adalah tim. Semua berpeluang mengalahkan kami. Jadi, tak ada istilah menjaga satu orang saja. Semua harus diwaspadai,” tutupnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: 84-Markus;7-Reswandi, 6-Aun, 3-Fadly;26-Rachmdani, 22-Agus, 5-Esteban,17-Leonardo;30-Alejandro, 9-Andikha, 49-Oktavianus
Chonburi FC: 18-Kosin;3-Nathapong,4-Kiatprawut,25-Jantakam,27-Surat;17-Pimrat,24-Ekhapan,19 Adol Lahso,7-Arthit;10-Pipob,22-Kone
Sekedar fakta, Sabtu lalu, Chonburi FC yang berjuluk The Sharks, baru saja mengalahkan klub Thai Port, 2-1 dalam pertandingan terakhir Thai Premiere League (TPL) putaran pertama.
Thai Port merupakan peringkat pertama di klasemen sementara TPL. Posisinya dilengserkan oleh Chonburi FC yang sukses menang di kandang Thai Port. Sementara ini, Chonburi FC menjadi raja putaran pertama TPL.
Tim berkostum biru-biru ini bahkan diperkuat lima tenaga pemain nasional yang masih aktif. Tidak itu saja, The Sharks kini dilatih legenda Thailand, Kiatisuk “Zico” Senamuang.
Pria seangakatan Kurniawan Dwi Julianto ini terbukti ampuh menangani Kosin Hathairattanakool cs menjadi juara paruh musim.
Artinya, faktual yang melekat pada tim dari negri gajah putih ini bisa memperbesar peluang mereka di babak 16 besar AFC Cup yang menggunakan sistem knockout ini.
“Ini bukan masalah berhitung strategi. Bermain dalam tim nasional, jelas berbeda dengan klub. Chonburi boleh punya banyak pemain timnas, tapi kolektivitas bermain mereka juga dipengaruhi oleh kerja pemain asing,” ujar pelatih PSMS Rudi Keltjes kepada Artha Tidar, wartawan GOSport.
Rudi tidak sekedar berdalih soal materi pemain. PSMS meski hanya memilki Eli Aiboy dan Markus Horrison yang berstatus legiun timnas, ia berani optimis mampu mengimbangi Chonburi FC.
“Mereka punya determinasi yang baik saat momentum mendapat bola dan kehilangan bola. Tapi, sisi bek sayap kanan mereka yang diisi Surat Sukha sering overlaping namun lemah saat kembali. Ini yang akan kita manfaatkan. Rencananya Oktovianus Maniani yang punya kecepatan, akan kita pasang disitu,” tambah Rudi.
Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Rajamangla, sore nanti, Rudi mengaku akan mengistirahatkan Elie Aiboy sebagai bagian dari strategi. Rudi juga menyiapkan pola 3-4-3 dengan modifikasi 3-5-2 saat diserang.
Kiatisuk sendiri malah memilih merendah saat ditanya peluang timnya lolos ke babak selanjutnya. Meski diunggulkan namun Kiatisuk tak ingin jumawa.
“PSMS mungkin sedang dalam situasi padat pertandingan di kompetisinya. Tapi, melawan klub asal Indonesia, bukan bagian rencana bagi Chonburi FC. Saya pernah beberapa
kali melawan klub Indonesia dan jujur mereka masih yang terbaik di Asia Tenggara,” ujar Kiatisuk.
Namun pria yang pernah merumput di klub Huddersfield (Inggris) ini, juga tak kalah yakin timnya punya peluang memanfaatkan posisi sebagai tuan rumah.
“Jika berjalan lebih dari 90 menit, itu merupkan beban, apalagi kami tampil sebagai tuan rumah. Kami berharap, bisa menyelesaikan pertandingan tanpa perpanjangan waktu,” tambah Kiatisuk.
Kiatisuk sendiri berencana tak menyertakan bek asal Jepang Yoshiaki Maruyama dan striker Brasil Anderson dalam skuadnya kali ini.
“Semua pemain PSMS adalah tim. Semua berpeluang mengalahkan kami. Jadi, tak ada istilah menjaga satu orang saja. Semua harus diwaspadai,” tutupnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: 84-Markus;7-Reswandi, 6-Aun, 3-Fadly;26-Rachmdani, 22-Agus, 5-Esteban,17-Leonardo;30-Alejandro, 9-Andikha, 49-Oktavianus
Chonburi FC: 18-Kosin;3-Nathapong,4-Kiatprawut,25-Jantakam,27-Surat;17-Pimrat,24-Ekhapan,19 Adol Lahso,7-Arthit;10-Pipob,22-Kone
PSMS, Incar Prestasi
MEDAN- Terseok-seok di kancah Indonesian Super League (ISL), bukan berarti PSMS tak punya taji di kompetisi kasta kedua Asia, AFC Cup. Di kompetisi ini, PSMS sudah berhasil menorehkan sejarah dengan maju ke babak 16 besar.
Nah, lawan yang bakal dihadapi di babak ini merupakan wakil dari Thailand, Chonburi FC. Target manajemen PSMS pun lolos ke delapan besar, sebuah upaya mencipta prestasi baru dalam dunia sepak bola nasional.
Meskipun pada kenyataannya, seandainya PSMS lolos ke babak delapan besar nanti, belum tentu skuad dan manajemen yang sama yang akan melakoni laga di babak delapan besar. Pasalnya, usai playoff degradasi ISL mendatang, PSMS saat ini dapat dipastikan akan berganti manajemen baru, dan tentu saja skuad baru.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS tak menghiraukan masalah itu. Baginya prestasi tetaplah prestasi, tak peduli apa yang akan terjadi ke depannya. “Andai kata PSMS berhasil melangkah ke delapan besar dan tidak lagi tim yang saya pimpin yang berlaga di partai itu, bukankah prestasi tetaplah sebuah prestasi,” beber Sihar kemarin.
Artinya, PSMS akan mencoba main nothing to lose, karena memang sebenarnya PSMS tanpa beban. Walaupun skuad berjuluk Ayam Kinantan asuhan Rudi Keltjes ini akan bertandang ke Stadion Rajamanggala, kandang Chonburi, Selasa (23/6) ini.
Ditanyakan akan kekuatan lawan, Sihar belum tahu pasti. Meskipun sudah mengutus mata-mata dengan mengirimkan asisten pelatih PSMS, Doni Latuperissa. “Belum ada kabar dari Thailand. Tapi mungkin jajaran pelatih sudah tahu pasti. Menurut analisis saya, kira-kira kurang lebih kita bagaikan melawan Timnas Thailand lah,” lanjut Sihar.
Meski demikian, optimisme masih membara dari kubu PSMS. Rudi Keltjes sejalan dengan manajemen dengan mencoba mengukir sejarah. Dan syukurnya pemain juga merasakan hal yang sama. “Sudah terlanjur masuk 16 besar, tak ada salahnya kembali mencoba masuk 8 besar. Tak ada yang tak mungkin, dan kita akan berupaya untuk meraih kemenangan,” kata Rudi.
Saat ini, skuad PSMS sudah berada di Thailand dengan kekuatan 18 pemain. 3 pemain asing PSMS dalam kondisi baik dan diharapkan bisa mengangkat prestasi tim
Nah, lawan yang bakal dihadapi di babak ini merupakan wakil dari Thailand, Chonburi FC. Target manajemen PSMS pun lolos ke delapan besar, sebuah upaya mencipta prestasi baru dalam dunia sepak bola nasional.
Meskipun pada kenyataannya, seandainya PSMS lolos ke babak delapan besar nanti, belum tentu skuad dan manajemen yang sama yang akan melakoni laga di babak delapan besar. Pasalnya, usai playoff degradasi ISL mendatang, PSMS saat ini dapat dipastikan akan berganti manajemen baru, dan tentu saja skuad baru.
Tapi Sihar Sitorus, manajer PSMS tak menghiraukan masalah itu. Baginya prestasi tetaplah prestasi, tak peduli apa yang akan terjadi ke depannya. “Andai kata PSMS berhasil melangkah ke delapan besar dan tidak lagi tim yang saya pimpin yang berlaga di partai itu, bukankah prestasi tetaplah sebuah prestasi,” beber Sihar kemarin.
Artinya, PSMS akan mencoba main nothing to lose, karena memang sebenarnya PSMS tanpa beban. Walaupun skuad berjuluk Ayam Kinantan asuhan Rudi Keltjes ini akan bertandang ke Stadion Rajamanggala, kandang Chonburi, Selasa (23/6) ini.
Ditanyakan akan kekuatan lawan, Sihar belum tahu pasti. Meskipun sudah mengutus mata-mata dengan mengirimkan asisten pelatih PSMS, Doni Latuperissa. “Belum ada kabar dari Thailand. Tapi mungkin jajaran pelatih sudah tahu pasti. Menurut analisis saya, kira-kira kurang lebih kita bagaikan melawan Timnas Thailand lah,” lanjut Sihar.
Meski demikian, optimisme masih membara dari kubu PSMS. Rudi Keltjes sejalan dengan manajemen dengan mencoba mengukir sejarah. Dan syukurnya pemain juga merasakan hal yang sama. “Sudah terlanjur masuk 16 besar, tak ada salahnya kembali mencoba masuk 8 besar. Tak ada yang tak mungkin, dan kita akan berupaya untuk meraih kemenangan,” kata Rudi.
Saat ini, skuad PSMS sudah berada di Thailand dengan kekuatan 18 pemain. 3 pemain asing PSMS dalam kondisi baik dan diharapkan bisa mengangkat prestasi tim
Sedikit Tentang Chonburi
CHONBURI FC adalah sebuah klub sepak bola dari Provinsi Chonburi. Dan, tidak bisa dipungkiri berasal dari klub sepak bola dari Assumption College Sriracha. Mereka pertama kali berpartisipasi di Piala Sepak Bola. Kemudian, bekerja sama dengan Sannibat-Samutprakan (Klub Divisi 1) dan dinamakan sebagai Chonburi-Sannibat-Samutprakan FC.
Pada 2002, klub bergabung dengan Liga Keprovinsian dalam nama Chonburi FC setelah dipisah dari Sannibart Samutprakarn FC. Klub mempunyai nama panggilan sebagai ‘The Shark.’ Pada Tahun 2005 mereka memenangkan gelar Pro League dan pindah ke Liga Utama Thailand. Kesebelasan asal suku bangsa Chonburi ini menyelesaikan kompetisi di posisi kedelapan Liga Utama Thailand 2006.
Pada tahun 2006, mereka diundang untuk bermain di Piala Singapura dan berhasil mencapai ke final, mengalahkan tim lokal Home United FC, Albirex Niigata FC dan Balestier Khalsa di sepanjang jalannya. Di final, mereka kalah 2 – 3. Di tambahan waktu setelah memimpin 2 – 0. Di tahun 2007, mereka diundang lagi untuk berpartisipasi di Piala Singapura, namun mereka dikalahkan di babak pertama melawan Balestier Khalsa, dalam ulangan dari semifinal musim lalu. Chonburi FC kalah 3 – 2 dalam pertandingan reguler. Mereka telah membentuk hubungan dengan Manchester City FC.
Pada 2002, klub bergabung dengan Liga Keprovinsian dalam nama Chonburi FC setelah dipisah dari Sannibart Samutprakarn FC. Klub mempunyai nama panggilan sebagai ‘The Shark.’ Pada Tahun 2005 mereka memenangkan gelar Pro League dan pindah ke Liga Utama Thailand. Kesebelasan asal suku bangsa Chonburi ini menyelesaikan kompetisi di posisi kedelapan Liga Utama Thailand 2006.
Pada tahun 2006, mereka diundang untuk bermain di Piala Singapura dan berhasil mencapai ke final, mengalahkan tim lokal Home United FC, Albirex Niigata FC dan Balestier Khalsa di sepanjang jalannya. Di final, mereka kalah 2 – 3. Di tambahan waktu setelah memimpin 2 – 0. Di tahun 2007, mereka diundang lagi untuk berpartisipasi di Piala Singapura, namun mereka dikalahkan di babak pertama melawan Balestier Khalsa, dalam ulangan dari semifinal musim lalu. Chonburi FC kalah 3 – 2 dalam pertandingan reguler. Mereka telah membentuk hubungan dengan Manchester City FC.
Monday, June 22, 2009
PPL Gratizz, Komisi 0,5 Dollar per Lead
Ada kabar Gembira nih teman-teman...! Mau dollar Gratiz gak???
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
1. Klik link saya : http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
1. Klik link saya : http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Saya ada info Dollar Gratis dari Program PPL. Lumayan, kita bisa dapat
Ada kabar Gembira nih teman-teman...! Mau dollar Gratiz gak???
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Kalo Mau coba Ikutin Progam PPL (Pay Per Lead) berikut ini !
Saya baru dapat kabar dari Senior Asian Brain, kalo ada program Dollar gratis yg baru diluncurkan untuk waktu terbatas....Kita dikasih Komisi $ 0,5 dollar per orang yg daftar gratis lwt Link kita. Ya, sekitar Rp. 5.000,-/orang. Lumayan kan? Kalo ada 100 orang yg daftar lewat link kita, ya tinggal hitung sendiri komisinya.
Waktunya hanya sampai 29 Juni 2009. Cara kerjanya gampang. Kita tinggal daftar gratis pada Progam PPL tersebut ; isi nama, email, dan buat password sendiri.
Setelah itu kita tinggal ambil link affiliate kita yg disediakan di member area. Lalu kita promosikan ke teman-teman. Jika mereka daftar gratis juga, kita akan dapat komisi sekitar $ 0,5 dollar/orang (Baca aturan mainnya setelah daftar).
Berikut Proses pendaftarannya :
http://www.imbuzzsoftware.com/?afid=22631
2. Cari tombol Sign-up di sana. Lalu Isi biodata anda berupa nama, email, dan password sendiri.
3. Setelah anda Sign-up, nanti akan muncul halaman penawaran terbatas yg cukup panjang. Saran saya, lewatkan saja dulu penawaran tsb jika anda tidak tertarik beli. Langsung arahkan mouse anda ke halaman paling bawah yg ada petunjuk seperti ini :
klik tulisan "No, thanks I'am not interested..."
Penawaran ini akan muncul 2x, anda lakukan cara yg sama dg klik link seperti di ats lagi.
4. Setelah itu anda akan dibawa ke halaman member area seperti berikut :
Klik Link "My Account" untuk melihat link affiliate anda. klik Link "Click here..." untuk melihat aturan main program ini.
Gunakan Link affiliate anda untuk mempromosikannya ke teman atau kenalan anda sebanyak-banyaknya..
Ingat, Waktunya terbatas sampai 29 Juni 2009. Jadi manfaatkan peluang Dollar Gratis ini sebaik-baiknya...!
Saya Pernah mengikuti Program yg mirip seperti ini dan telah dibayar sebesar $ 220. Setelah dirupiahkan, yg masuk ke rekening BCA saya sekitar Rp. 2,5 juta.
Semoga Anda juga Beruntung..!
Okey, Selamat berpromosi teman-teman...!
Sukses untuk Anda yg Mau Berusaha..!
Rudy Diincar Persebaya
Lawan PSMS di playoff Indonesia Super League (ISL), Persebaya, tampaknya sudah mulai mengganggu konsentrasi Ayam Kinantan. Bagaimana tidak, tim asal Surabaya itu malah membuat rumor akan merekrut Pelatih PSMS Rudi William Keltjes.
Ya, Persebaya memang sedang gencar menggelindingkan wacana perekrutan pelatih. Selain Rudi, sebelumnya dua nama pelatih muda Fandi Ahmad dan Jaya Hartono digadang Pengurus Persebaya sebagai bidikannya untuk musim depan.
Namun, sejauh ini, Persebaya hanya sebatas menghembuskan rumor itu saja. Pengurus Green Force belum bisa melangkah lebih jauh untuk melancarkan upaya menggaet salah satu dari tiga kandidat itu.
Hal itu tak lepas dari permasalahan finansial Persebaya. Prediksi menyebut bahwa tim asal Kota Pahlawan ini dan tim-tim berlatar belakang perserikatan di tanah Jawa lainnya tidak akan jauh dari problem pendanaan.
Ini tak lepas dari ketentuan Permendagri 59/2007 yang melarang tim-tim profesional seperti Persebaya mendapatkan dana APBD. Kalau sudah begitu, ke depan, pemasukan unsur sponsor dan penonton akan menjadi tulang punggung finansial Persebaya.
Karenanya, Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah mengaku bahwa pengurus telah memperhitungkan peta kekuatan finansial Persebaya nanti. Namun, Cholid masih menutup perhitungan tersebut kepada media.
“Nanti dulu saja setelah playoff. Saat ini kami konsentrasi tim harus ke playoff dulu. Rencana itu memang ada. Tapi yang jelas, kami masih melakukan berbagai pertimbangan,” kata Cholid.
Terlepas dari itu, Cholid menyebut Rudy adalah sosok yang cocok melatih Persebaya. “Sebenarnya, Rudy merupakan pelatih yang kaya pengalaman dan punya karakter untuk membina pemain muda Persebaya,” terangnya.
Di sisi lain, Rudy saat dihubungi kemarin mengaku sangat respek dengan ungkapan Cholid. Jika memang Persebaya memiliki visi dan misi untuk berprestasi, dia mengaku mau menangani tim asal Kota Pahlawan itu.
“Sebagai orang Surabaya, tentunya saya juga akan membantu Persebaya,” jelas mantan pemain Niac Mitra di era 1980-an tersebut.
Kedekatan secara emosional antara Rudy dan Persebaya memang tidak bisa dipungkiri. Sejauh ini, Rudy juga masih masuk sebagai salah satu pelatih di tim Suryanaga yang berkompetisi di Internal Persebaya Kelas Utama. Selain itu, Rudy juga merupakan mantan punggawa Persebaya. Karena itu, Rudy menampik anggapan bahwa kubu Persebaya mencoba memecah konsentrasi calon lawannya dengan menghembuskan kabar keinginannya merekrut Rudy. “Saya terbiasa dengan kompetisi Galatama, jadi tidak mungkin ini hanya untuk memecah konsentrasi,” ujarnya.
Namun, Persebaya juga tidak boleh terlalu gembira dengan sambutan positif Rudy tersebut. Sebab, disisi lain, mantan pelatih PSS Sleman itu juga melambungkan wacana bergabung dengan tim tetangga, Arema Malang.
“Kalau Arema mengundang saya gabung, tentu sebuah kepercayaan tinggi dari manajemen Arema. Sebab saya tahu, Arema adalah tim besar yang mendapat dukungan luar biasa dan serius dari manajemen,” terang Rudy kepada Malang Post
Ya, Persebaya memang sedang gencar menggelindingkan wacana perekrutan pelatih. Selain Rudi, sebelumnya dua nama pelatih muda Fandi Ahmad dan Jaya Hartono digadang Pengurus Persebaya sebagai bidikannya untuk musim depan.
Namun, sejauh ini, Persebaya hanya sebatas menghembuskan rumor itu saja. Pengurus Green Force belum bisa melangkah lebih jauh untuk melancarkan upaya menggaet salah satu dari tiga kandidat itu.
Hal itu tak lepas dari permasalahan finansial Persebaya. Prediksi menyebut bahwa tim asal Kota Pahlawan ini dan tim-tim berlatar belakang perserikatan di tanah Jawa lainnya tidak akan jauh dari problem pendanaan.
Ini tak lepas dari ketentuan Permendagri 59/2007 yang melarang tim-tim profesional seperti Persebaya mendapatkan dana APBD. Kalau sudah begitu, ke depan, pemasukan unsur sponsor dan penonton akan menjadi tulang punggung finansial Persebaya.
Karenanya, Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah mengaku bahwa pengurus telah memperhitungkan peta kekuatan finansial Persebaya nanti. Namun, Cholid masih menutup perhitungan tersebut kepada media.
“Nanti dulu saja setelah playoff. Saat ini kami konsentrasi tim harus ke playoff dulu. Rencana itu memang ada. Tapi yang jelas, kami masih melakukan berbagai pertimbangan,” kata Cholid.
Terlepas dari itu, Cholid menyebut Rudy adalah sosok yang cocok melatih Persebaya. “Sebenarnya, Rudy merupakan pelatih yang kaya pengalaman dan punya karakter untuk membina pemain muda Persebaya,” terangnya.
Di sisi lain, Rudy saat dihubungi kemarin mengaku sangat respek dengan ungkapan Cholid. Jika memang Persebaya memiliki visi dan misi untuk berprestasi, dia mengaku mau menangani tim asal Kota Pahlawan itu.
“Sebagai orang Surabaya, tentunya saya juga akan membantu Persebaya,” jelas mantan pemain Niac Mitra di era 1980-an tersebut.
Kedekatan secara emosional antara Rudy dan Persebaya memang tidak bisa dipungkiri. Sejauh ini, Rudy juga masih masuk sebagai salah satu pelatih di tim Suryanaga yang berkompetisi di Internal Persebaya Kelas Utama. Selain itu, Rudy juga merupakan mantan punggawa Persebaya. Karena itu, Rudy menampik anggapan bahwa kubu Persebaya mencoba memecah konsentrasi calon lawannya dengan menghembuskan kabar keinginannya merekrut Rudy. “Saya terbiasa dengan kompetisi Galatama, jadi tidak mungkin ini hanya untuk memecah konsentrasi,” ujarnya.
Namun, Persebaya juga tidak boleh terlalu gembira dengan sambutan positif Rudy tersebut. Sebab, disisi lain, mantan pelatih PSS Sleman itu juga melambungkan wacana bergabung dengan tim tetangga, Arema Malang.
“Kalau Arema mengundang saya gabung, tentu sebuah kepercayaan tinggi dari manajemen Arema. Sebab saya tahu, Arema adalah tim besar yang mendapat dukungan luar biasa dan serius dari manajemen,” terang Rudy kepada Malang Post
Markus cs janji tampil dengan ciri khas
PSMS Medan memastikan diri akan tampil dengan ciri khasnya, fanatik dan force saat menghadapi Chon Buri Thailand dalam laga 16 Besar Piala AFC di Bangkok, Rabu (24/6) mendatang.
Laga kedua tim seyogyanya digelar 20 Juni kemarin, namun ditunda karena Chun Buri masih melakukan pertandingannya di Liga Thailand. PSMS sendiri baru bertolak ke negari Gajah Putih itu pada Minggu (21/6) ini dengan kekuatan penuh.
“Calon lawan The Killer itu akan diperkuat lima pemain nasionalnya,” ujar pelatih PSMS Rudy William Keltjes di Medan, Sabtu.
"Chon Buri memang tim bagus dan banyak pemain bertalenta, tapi kami tidak takut dan siap meladeni mereka," kata Keltjes menambahkan misi timnya membawa nama bangsa dan negara.
Tetapi Keltjes mengakui Markus Horison dan kawan-kawan tetap semangat kendati perjuangan mereka tidak mendapat support dari PSSI serta pejabat pemerintahan di Medan maupun Sumut.
“Anak-anak akan bertanding dengan motivasi tinggi guna menunjukkan mereka bukan pemain manja. Markus cs juga sudah melupakan kegagalan-kegagalan di Liga maupun di Copa, sehingga fokus bermain dengan performa terbaik guna mewujudkan ambisi meraih tiket delapan besar," imbuh Keltjes.
Keltjes juga mengaku sudah mendapat informasi tentang kekuatan dan kelemahan Chon Buri dari asistennya, Donny Latuperissa, yang telah berangkat lebih dahulu ke Bangkok. Dilaporkan Donny, Chon Buri memiliki pemain berkelas dan skill di atas rata-rata.
Menyinggung kerja sama tim, Keltjes mengatakan kerja sama pemain di lapangan terjalin sangat baik dan bertambah solid baik dalam serangan maupun pertahanan. Selain itu, para punggawa Ayam Kinantan pun telah mengasah kemampuan melakukan tendangan penalti.
Laga kedua tim seyogyanya digelar 20 Juni kemarin, namun ditunda karena Chun Buri masih melakukan pertandingannya di Liga Thailand. PSMS sendiri baru bertolak ke negari Gajah Putih itu pada Minggu (21/6) ini dengan kekuatan penuh.
“Calon lawan The Killer itu akan diperkuat lima pemain nasionalnya,” ujar pelatih PSMS Rudy William Keltjes di Medan, Sabtu.
"Chon Buri memang tim bagus dan banyak pemain bertalenta, tapi kami tidak takut dan siap meladeni mereka," kata Keltjes menambahkan misi timnya membawa nama bangsa dan negara.
Tetapi Keltjes mengakui Markus Horison dan kawan-kawan tetap semangat kendati perjuangan mereka tidak mendapat support dari PSSI serta pejabat pemerintahan di Medan maupun Sumut.
“Anak-anak akan bertanding dengan motivasi tinggi guna menunjukkan mereka bukan pemain manja. Markus cs juga sudah melupakan kegagalan-kegagalan di Liga maupun di Copa, sehingga fokus bermain dengan performa terbaik guna mewujudkan ambisi meraih tiket delapan besar," imbuh Keltjes.
Keltjes juga mengaku sudah mendapat informasi tentang kekuatan dan kelemahan Chon Buri dari asistennya, Donny Latuperissa, yang telah berangkat lebih dahulu ke Bangkok. Dilaporkan Donny, Chon Buri memiliki pemain berkelas dan skill di atas rata-rata.
Menyinggung kerja sama tim, Keltjes mengatakan kerja sama pemain di lapangan terjalin sangat baik dan bertambah solid baik dalam serangan maupun pertahanan. Selain itu, para punggawa Ayam Kinantan pun telah mengasah kemampuan melakukan tendangan penalti.
Saturday, June 20, 2009
PSMS, Pemain Muda Rawan Hengkang
Di tengah persiapan PSMS menghadapi laga lanjutan AFC dan playoff Indonesia Super League (ISL), terdengar kabar tak sedap. Sihar Sitorus, manajer PSMS, dikabarkan telah menggelontorkan dana Rp8 miliar ke Produta Bandung.
Hal ini menegaskan kalau Sihar bakal membesut tim yang tahun ini promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia itu. Jika demikian, maka Sihar tentunya akan meninggalkan PSMS dan memilih fokus kepada tim yang telah dibelinya. Pertanyaanya, apakah Sihar akan membawa serta sejumlah pemain yang saat ini bersinar di PSMS?
Memang, saat ini terdapat sejumlah pemain potensial PSMS yang memiliki kontrak panjang bersama PT Togos Gopas, yang merupakan sponsor PSMS di ISL musim ini. Sebagai Dirut PT Togos Gopas, Sihar Sitorus punya kuasa akan pemain yang sudah membubuhkan tanda tangannya.
Nama-nama seperti Fadli Hariri, Aun Carbiny, Rachmadani, Oktovianus Maniani, hingga Galih Sudaryono merupakan segelintir pemain muda yang memiliki kontra jangka panjang bersama PT Togos Gopas dengan kisaran masa kerja hingga 3 tahun.
Sangat besar kemungkinan PSMS akan kehilangan pemain potensial itu, karena para pemain telah menyatakan akan menghargai kontrak.
Menanggapi hal itu, Sihar masih enggan berkomentar. Dirinya masih belum dapat memastikan apakah pihaknya akan menarik seluruh barisan muda PSMS ke Pro Duta. “Untuk yang satu ini saya belum bisa menjawab,” beber Sihar singkat.
Ke depan, Pro Duta sendiri akan rencananya akan bermarkas di Jogyakarta. “Kan tidak mungkin di Medan. Jadi saya akan pilih Jogjakarta saja,” lanjut Sihar.
Padahal, Pro Duta sebenarnya bisa saja bermarkas di Medan. Toh Sihar sudah membeli klub itu. Sama halnya dengan kasus Persijatim yang berubah nama jadi Sriwijaya FC karena sudah berpindah kepemilikan.
Fadli Hariri, bek PSMS mengatakan siap saja ke mana pun dirinya akan membela tim barunya. Sebagai anak Medan, Fadli sebenarnya ingin tetap membela PSMS, namun kontraknya yang mencapai 3 tahun bersama PT Togos Gopas mau tak mau harus diselesaikan. Jadi, kemungkinan besar Fadli akan membela Pro Duta dan ikhlas main di Divisi Utama. Sama halnya dengan Oktovianus yang menyebutkan bahwa dia akan menghargai kontraknya bersama Togos Gopas. “Saya ingin juga membela klub asal kota saya, Persipura. Tapi tampaknya hal itu tak akan terjadi dalam waktu dekat, karena saya masih terikat kontrak dengan PT Togos Gopas,” bebernya beberapa waktu lalu.
Hal ini menegaskan kalau Sihar bakal membesut tim yang tahun ini promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia itu. Jika demikian, maka Sihar tentunya akan meninggalkan PSMS dan memilih fokus kepada tim yang telah dibelinya. Pertanyaanya, apakah Sihar akan membawa serta sejumlah pemain yang saat ini bersinar di PSMS?
Memang, saat ini terdapat sejumlah pemain potensial PSMS yang memiliki kontrak panjang bersama PT Togos Gopas, yang merupakan sponsor PSMS di ISL musim ini. Sebagai Dirut PT Togos Gopas, Sihar Sitorus punya kuasa akan pemain yang sudah membubuhkan tanda tangannya.
Nama-nama seperti Fadli Hariri, Aun Carbiny, Rachmadani, Oktovianus Maniani, hingga Galih Sudaryono merupakan segelintir pemain muda yang memiliki kontra jangka panjang bersama PT Togos Gopas dengan kisaran masa kerja hingga 3 tahun.
Sangat besar kemungkinan PSMS akan kehilangan pemain potensial itu, karena para pemain telah menyatakan akan menghargai kontrak.
Menanggapi hal itu, Sihar masih enggan berkomentar. Dirinya masih belum dapat memastikan apakah pihaknya akan menarik seluruh barisan muda PSMS ke Pro Duta. “Untuk yang satu ini saya belum bisa menjawab,” beber Sihar singkat.
Ke depan, Pro Duta sendiri akan rencananya akan bermarkas di Jogyakarta. “Kan tidak mungkin di Medan. Jadi saya akan pilih Jogjakarta saja,” lanjut Sihar.
Padahal, Pro Duta sebenarnya bisa saja bermarkas di Medan. Toh Sihar sudah membeli klub itu. Sama halnya dengan kasus Persijatim yang berubah nama jadi Sriwijaya FC karena sudah berpindah kepemilikan.
Fadli Hariri, bek PSMS mengatakan siap saja ke mana pun dirinya akan membela tim barunya. Sebagai anak Medan, Fadli sebenarnya ingin tetap membela PSMS, namun kontraknya yang mencapai 3 tahun bersama PT Togos Gopas mau tak mau harus diselesaikan. Jadi, kemungkinan besar Fadli akan membela Pro Duta dan ikhlas main di Divisi Utama. Sama halnya dengan Oktovianus yang menyebutkan bahwa dia akan menghargai kontraknya bersama Togos Gopas. “Saya ingin juga membela klub asal kota saya, Persipura. Tapi tampaknya hal itu tak akan terjadi dalam waktu dekat, karena saya masih terikat kontrak dengan PT Togos Gopas,” bebernya beberapa waktu lalu.
Galih Tolak Tawaran Persija
GALIH Sudaryono, kiper kedua PSMS mengaku sudah mendapatkan tawaran dari klub besar ISL, Persija Jakarta. Danurwindo, pelatih Persija yang langsung berbicara kepadanya usai laga Persija v PSMS di akhir kompetisi ISL lalu yang berakhir imbang 1-1.
“Sejauh ini baru Persija yang sudah tampak serius menginginkan saya. Kemarin usai laga lawan Persija, Danurwindo langsung mendatangi saja dan menawarkan apakah saya ingin main di Persija,” terang Galih beberapa waktu lalu.
Sebuah prestasi besar juga tampaknya di tengah karir Galih yang sedang meroket dalam beberapa tahun belakangan. Usai membela Timnas U-20 di ajang Sea Games, nama Galih memang berkibar.
Setelah bermain setengah musim untuk PS Sleman, Galih diboyong ke PSMS dan sempat menjadi kiper utama selama setengah musim, sebelum akhirnya Markus Horison datang di putaran kedua.
Pindah ke Persija tentu saja akan semakin mendongkrak karirnya. Tapi sayang, Galih sudah menyatakan menolak pinangan Persija. Apa pasal? Tentu saja lagi-lagi karena sudah terikat kontrak dengan Togos Gopas, perusahaan yang menjadi sponsor PSMS musim ini di ISL. “Baru saja saya perbarui kontrak dengan Togos Gopas. Sebelum ISL berakhir kemarin, saya sudah teken kontrak baru. Artinya, saya siap main untuk PT ini, yang kabarnya sudah membeli Pro Duta,” kata Galih.
Dengan demikian, artinya Galih akan memilih bermain di kasta lebih rendah dari ISL. Dan hal itu tidak terlalu mengganggu pikirannya. “Saya memikirkan masa depan juga, dan jujur saja tentu mengenai materi. Karena saya lihat klub lain di ISL termasuk Persija juga sedang kesulitan keuangan. Saya memilih ambil amannya saja,” pungkas pengidola Buffon kiper Timnas Italia itu. (ful)
“Sejauh ini baru Persija yang sudah tampak serius menginginkan saya. Kemarin usai laga lawan Persija, Danurwindo langsung mendatangi saja dan menawarkan apakah saya ingin main di Persija,” terang Galih beberapa waktu lalu.
Sebuah prestasi besar juga tampaknya di tengah karir Galih yang sedang meroket dalam beberapa tahun belakangan. Usai membela Timnas U-20 di ajang Sea Games, nama Galih memang berkibar.
Setelah bermain setengah musim untuk PS Sleman, Galih diboyong ke PSMS dan sempat menjadi kiper utama selama setengah musim, sebelum akhirnya Markus Horison datang di putaran kedua.
Pindah ke Persija tentu saja akan semakin mendongkrak karirnya. Tapi sayang, Galih sudah menyatakan menolak pinangan Persija. Apa pasal? Tentu saja lagi-lagi karena sudah terikat kontrak dengan Togos Gopas, perusahaan yang menjadi sponsor PSMS musim ini di ISL. “Baru saja saya perbarui kontrak dengan Togos Gopas. Sebelum ISL berakhir kemarin, saya sudah teken kontrak baru. Artinya, saya siap main untuk PT ini, yang kabarnya sudah membeli Pro Duta,” kata Galih.
Dengan demikian, artinya Galih akan memilih bermain di kasta lebih rendah dari ISL. Dan hal itu tidak terlalu mengganggu pikirannya. “Saya memikirkan masa depan juga, dan jujur saja tentu mengenai materi. Karena saya lihat klub lain di ISL termasuk Persija juga sedang kesulitan keuangan. Saya memilih ambil amannya saja,” pungkas pengidola Buffon kiper Timnas Italia itu. (ful)
Keltjes bantah didepak
asih tetap fokus menyiapkan anak asuhnya, pelatih PSMS Medan Rudy William Keltjes membantah dipecat manajemen Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada, Kamis.
Keltjes membantah dirinya didepak manajemen Ayam Kinantan menjelang melakoni laga playoff memperebutkan satu tiket Superliga musim depan dengan menghadapi tim divisi utama Persebaya Surabaya.
Menurutnya, sejauh ini dirinya tidak ada masalah dengan manajemen tim. Ia bahkan mengaku sedang melakukan persiapan untuk terbang ke Thailand, menghadapi tuan rumah Chonbury FC di babak 16 besar Piala AFC.
"Kabar pemecatan itu tidak benar. Saat ini saya sedang berada di Medan bersama tim dan siap berangkat ke Thailand. Kami memang fokus menghadapi dua laga, yakni di babak 16 Piala Asia dan playoff Superliga," sebut Rudy saat dikonfirmasi terkait berita pemecatan dirinya.
Rumor pemecatan itu mencuat setelah dianggap gagal meloloskan PSMS dari jurang degradasi karena tetap berada di zona playoff. Selain itu, lawan yang akan dihadapi nanti adalah Persebaya yang juga daerah asalnya hingga dikhawatirkan Rudy bertindak tidak fair.
Terkait itu, Rudy mengaku tidak akan kompromi dengan tim kota asalnya karena dirinya seorang pelatih sepakbola profesional. Ia pun memastikan dirinya tetap akan bekerja profesional dalam mengantar timnya menghadapi setiap laga, termasuk dalam duel playoff nanti yang sesuai rencana digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 30 Juni mendatang.
"Memang saya warga Surabaya, tapi yang menafkahi saya saat ini adalah PSMS. Sebagai pelatih profesional, saya tentu akan bekerja maksimal untuk membantu skuad tim di mana saya berada. Sama sekali tidak beralasan, kalau nanti saya akan 'main mata' dengan Persebaya," tegasnya.
Keltjes membantah dirinya didepak manajemen Ayam Kinantan menjelang melakoni laga playoff memperebutkan satu tiket Superliga musim depan dengan menghadapi tim divisi utama Persebaya Surabaya.
Menurutnya, sejauh ini dirinya tidak ada masalah dengan manajemen tim. Ia bahkan mengaku sedang melakukan persiapan untuk terbang ke Thailand, menghadapi tuan rumah Chonbury FC di babak 16 besar Piala AFC.
"Kabar pemecatan itu tidak benar. Saat ini saya sedang berada di Medan bersama tim dan siap berangkat ke Thailand. Kami memang fokus menghadapi dua laga, yakni di babak 16 Piala Asia dan playoff Superliga," sebut Rudy saat dikonfirmasi terkait berita pemecatan dirinya.
Rumor pemecatan itu mencuat setelah dianggap gagal meloloskan PSMS dari jurang degradasi karena tetap berada di zona playoff. Selain itu, lawan yang akan dihadapi nanti adalah Persebaya yang juga daerah asalnya hingga dikhawatirkan Rudy bertindak tidak fair.
Terkait itu, Rudy mengaku tidak akan kompromi dengan tim kota asalnya karena dirinya seorang pelatih sepakbola profesional. Ia pun memastikan dirinya tetap akan bekerja profesional dalam mengantar timnya menghadapi setiap laga, termasuk dalam duel playoff nanti yang sesuai rencana digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 30 Juni mendatang.
"Memang saya warga Surabaya, tapi yang menafkahi saya saat ini adalah PSMS. Sebagai pelatih profesional, saya tentu akan bekerja maksimal untuk membantu skuad tim di mana saya berada. Sama sekali tidak beralasan, kalau nanti saya akan 'main mata' dengan Persebaya," tegasnya.
Bintang Emas Copa Dji Sam Soe, Tinggal sisakan Okto
KEGAGALAN tim PSMS Medan melaju ke babak semifinal Copa Indonesia berpengaruh besar dengan nasib beberapa pemain dan pelatih yang sebelumnya masuk 10 nominasi Anugerah Bintang Emas Copa Djie Sam Soe 2008/2009 untuk terpilih masuk lima nominasi pada enam kategori umum.
Terbukti, pada meeting juri nasional dan regional tahap kedua di kantor PT HM Sampoerna Jakarta baru-baru ini, para dewan juri yang terdiri dari wartawan olahraga dari berbagai penjuru tanah air termasuk Waspada, mengugurkan sederet nama pemain PSMS termasuk pelatih dan hanya menyisakan pemain muda Octavianus Maniani (Okto) pada kategori best rising star (debutan).
Padahal saat penjurian tahap pertama yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta Mei lalu, selain Otto, ada enam pemain lain yang masuk 10 nominasi yakni Markus Horison, Galih Sudaryono (best kiper), Aun Carbini (best defender), Elie Aiboy, Asri Akbar (best midfielder) dan Rahmad Affandi (best striker).
Keputusan para dewan juri tidak meloloskan para pemain PSMS masuk lima nominasi bintang emas, tentunya sangat beralasan dan penuh pertimbangan. Terutama karena tim kebanggaan warga Kota Medan itu gagal lolos ke semifinal.
Karena itu, secara otomatis para pemain sudah tidak dapat dinilai. Apalagi, sederet nominasi yang timnya lolos ke semifinal memiliki kans yang tidak kalah dengan Markus cs. Begitu pun, para juri tetap mempertahankan Okto.
Pemain asal Papua ini dianggap masih layak disejajarkan atau bersaing dengan empat nominasi lainnya, yakni Syamsul Arif (Persibo), Boaz Salossa (Persipura), Immanuel Wanggai (Peripura) dan Johan Juanyah (Persijap). Selain memenuhi kriteria sebagai calon pemain debutan terbaik, Okto pun merupakan pemain termuda yang merumput di ajang Copa dengan usianya yang belum genap 20 tahun.
Sementara itu, Persipura dan Sriwijaya FC (SFC) mendominasi nominasi Anugerah Bintang Emas. Persipura berhasil meloloskan enam pemainnya masing-masing Jendri Pitoy (best goalkeeper), Boaz (best striker/best rising star), Alberto Goncalves (best striker), Eduard Ivakdalam (best midfielder), Ricardo Salampessy, Bhio Pauline Pierre (best defender), Immanuel Wanggai (best rising star) dan Jackson F Tiago (best head coach).
SFC meloloskan Ferry Rotinsulu, Dede Sulaiman (best goalkeeper), Anoure Obiora (best striker), Zah Rahan (best midfielder), Charis Yulianto, Ambrizal (best defender), M Nasuha (best rising star) dan Rahmad Dharmawan (best head coach).
Terbukti, pada meeting juri nasional dan regional tahap kedua di kantor PT HM Sampoerna Jakarta baru-baru ini, para dewan juri yang terdiri dari wartawan olahraga dari berbagai penjuru tanah air termasuk Waspada, mengugurkan sederet nama pemain PSMS termasuk pelatih dan hanya menyisakan pemain muda Octavianus Maniani (Okto) pada kategori best rising star (debutan).
Padahal saat penjurian tahap pertama yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta Mei lalu, selain Otto, ada enam pemain lain yang masuk 10 nominasi yakni Markus Horison, Galih Sudaryono (best kiper), Aun Carbini (best defender), Elie Aiboy, Asri Akbar (best midfielder) dan Rahmad Affandi (best striker).
Keputusan para dewan juri tidak meloloskan para pemain PSMS masuk lima nominasi bintang emas, tentunya sangat beralasan dan penuh pertimbangan. Terutama karena tim kebanggaan warga Kota Medan itu gagal lolos ke semifinal.
Karena itu, secara otomatis para pemain sudah tidak dapat dinilai. Apalagi, sederet nominasi yang timnya lolos ke semifinal memiliki kans yang tidak kalah dengan Markus cs. Begitu pun, para juri tetap mempertahankan Okto.
Pemain asal Papua ini dianggap masih layak disejajarkan atau bersaing dengan empat nominasi lainnya, yakni Syamsul Arif (Persibo), Boaz Salossa (Persipura), Immanuel Wanggai (Peripura) dan Johan Juanyah (Persijap). Selain memenuhi kriteria sebagai calon pemain debutan terbaik, Okto pun merupakan pemain termuda yang merumput di ajang Copa dengan usianya yang belum genap 20 tahun.
Sementara itu, Persipura dan Sriwijaya FC (SFC) mendominasi nominasi Anugerah Bintang Emas. Persipura berhasil meloloskan enam pemainnya masing-masing Jendri Pitoy (best goalkeeper), Boaz (best striker/best rising star), Alberto Goncalves (best striker), Eduard Ivakdalam (best midfielder), Ricardo Salampessy, Bhio Pauline Pierre (best defender), Immanuel Wanggai (best rising star) dan Jackson F Tiago (best head coach).
SFC meloloskan Ferry Rotinsulu, Dede Sulaiman (best goalkeeper), Anoure Obiora (best striker), Zah Rahan (best midfielder), Charis Yulianto, Ambrizal (best defender), M Nasuha (best rising star) dan Rahmad Dharmawan (best head coach).
Friday, June 19, 2009
Prestasi PSMS Menurun
Untuk tingkat Asia, PSMS berbangga melaju ke babak 16 besar. Namun pada kompetisi tingkat nasional, tim berjulukan Ayam Kinantan tidak dapat berbuat banyak. Nyaris degradasi dari Liga Super Indonesia dan bertarung mempertahankan gengsi di babak playoff melawan Persebaya Surabaya, kemudian terdepak di Copa Dji Sam Soe Indonesia.
Ini bukan hanya menjadi perhatian kalangan sepakbola Medan dan umumnya Sumatera Utara. Kalangan pemerhati sepakbola Papua dan wartawan ibukota juga menyesalkan anjloknya prestasi PSMS tersebut. Tentunya kita berharap ke depan dapat lebih baik lagi, karena PSMS adalah tim yang telah memiliki nama bukan hanya tingkat nasional, tetapi internasional.
Jarot Supriadi, salah satu asisten pelatih Persipura menilai, manajemen PSMS salah menempatkan orang yang duduk di posisi penting dalam tim. Daniel Siahaan, wartawan harian olahraga Go Sport Jakarta, sepakat dengan Jarot. "Ya memang. Kita berharap PSMS dapat bangkit dan tetap bertahan di kompetisi bergengsi nasional ini," terangnya.
Di Medan banyak pemerhati dan pembina sepakbola yang sudah memiliki akses di tingkat nasional, hendaknya dapat menyatukan persepsi dalam mengembalikan kejayaan tim Ayam Kinantan. Itu cukup berasalan. Sebab, Jayapura yang hanya 1/3 dari Kota Medan yang berpenduduk dua juta jiwa lebih, tapi prestasi klubnya luar biasa.
Itu hendaknya menjadi perhatian bagi insan sepakbola Medan agar prestasi daerah ini bisa lebih baik lagi
Ini bukan hanya menjadi perhatian kalangan sepakbola Medan dan umumnya Sumatera Utara. Kalangan pemerhati sepakbola Papua dan wartawan ibukota juga menyesalkan anjloknya prestasi PSMS tersebut. Tentunya kita berharap ke depan dapat lebih baik lagi, karena PSMS adalah tim yang telah memiliki nama bukan hanya tingkat nasional, tetapi internasional.
Jarot Supriadi, salah satu asisten pelatih Persipura menilai, manajemen PSMS salah menempatkan orang yang duduk di posisi penting dalam tim. Daniel Siahaan, wartawan harian olahraga Go Sport Jakarta, sepakat dengan Jarot. "Ya memang. Kita berharap PSMS dapat bangkit dan tetap bertahan di kompetisi bergengsi nasional ini," terangnya.
Di Medan banyak pemerhati dan pembina sepakbola yang sudah memiliki akses di tingkat nasional, hendaknya dapat menyatukan persepsi dalam mengembalikan kejayaan tim Ayam Kinantan. Itu cukup berasalan. Sebab, Jayapura yang hanya 1/3 dari Kota Medan yang berpenduduk dua juta jiwa lebih, tapi prestasi klubnya luar biasa.
Itu hendaknya menjadi perhatian bagi insan sepakbola Medan agar prestasi daerah ini bisa lebih baik lagi
PSMS Setuju Utus Mata-Mata
Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.
Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.
Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.
Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.
Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.
PSMS Setuju Utus Mata-Mata
Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.
Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.
Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.
Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.
Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.
Penggunaan Pemain Asing di Playoff, Regulasi BLI Untungkan PSMS
Persebaya Surabaya tak bisa berbuat banyak untuk menanggapi aturan pertandingan playoff yang lebih menguntungkan lawannya, PSMS Medan. Regulasi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) itu menyebutkan bahwa kedua tim bisa menggunakan pemain asing sesuai dengan level kompetisi yang diikuti.
Artinya, PSMS mendapatkan kebebasan memasang lima pemain asingnya. Sebab, sesuai dengan ketentuan kompetisi yang diikuti PSMS, Djarum Indonesia Super League (DISL), setiap tim boleh menggunakan lima pemain asing.
Sementara itu, Persebaya yang berlaga di divisi utama hanya bisa memasang tiga pemain asing. Padahal, sejauh ini, tim yang bermarkas di Kota Pahlawan tersebut memiliki empat pemain asing. Yakni, Jairon Feliciano, Batoum Roger, Mourad Faris, dan Anderson da Silva.
Menanggapi aturan tersebut, pelatih Aji Santoso menyatakan tidak bisa berbuat banyak. "Kalau sudah menjadi aturan yang ditetapkan, mau apa lagi?" ujarnya setelah memimpin latihan Persebaya di Gelora 10 Nopember. Tapi, secara teknis, hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh Aji. Dia menuturkan bahwa Persebaya tetap tampil fight di laga penentuan itu.
Lagi pula, pelatih yang juga mantan pengusaha sepatu bola tersebut punya pengalaman cukup bagus soal efektivitas pemain lokal. Ketika membesut Persik Kediri di putaran kedua DISL, Aji mampu membawa mereka bertengger di empat besar. Meski, Macan Putih -julukan Persik- hanya menggunakan seorang pemain asing, Ronald Fagundes, saat itu.
Menurut Aji, kualitas pemain asing PSMS memang cukup bagus. Apalagi, papar dia, saat ini PSMS sangat fokus pada laga playoff tersebut. "Indikasinya, mereka sengaja menyimpan semua pemain asing yang dimiliki saat pertandingan Copa Indonesia melawan Persipura," jelasnya.
Meski begitu, dia tetap berhasrat memaksimalkan potensi pemain Persebaya sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Soal persiapan, dia menyatakan bahwa Endra Prasetya dkk mulai menunjukkan progres atas latihan yang selama ini diberikannya. "Sebelumnya, memang pemain canggung dengan latihan yang saya berikan. Tapi, saat ini mereka mulai bisa mengikuti," terang pelatih asal Kepanjen, Malang, tersebut.
Bahkan, Aji menyebut kondisi fisik pemain Green Force sudah mencapai 70 persen dan akan terus ditingkatkan. Salah satu cara untuk mencapai target itu, pemain diberi menu latihan fisik, seperti berlari 50 meter sebanyak lima kali di sela latihan strategi dan teknik. Karena itu, dia menganggap anak asuhnya siap melakoni uji coba pada 25 Juni nanti. "Sangat mungkin dengan tim internal Persebaya, yang setidaknya punya karakter mirip PSMS," katanya.
Namun, hingga kini potensi dua penyerang Persebaya belum tergarap secara maksimal dalam latihan organisasi atau strategi tim. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Aji. Penyebabnya, selama ini dia masih fokus memoles lini belakang dan tengah.
Artinya, PSMS mendapatkan kebebasan memasang lima pemain asingnya. Sebab, sesuai dengan ketentuan kompetisi yang diikuti PSMS, Djarum Indonesia Super League (DISL), setiap tim boleh menggunakan lima pemain asing.
Sementara itu, Persebaya yang berlaga di divisi utama hanya bisa memasang tiga pemain asing. Padahal, sejauh ini, tim yang bermarkas di Kota Pahlawan tersebut memiliki empat pemain asing. Yakni, Jairon Feliciano, Batoum Roger, Mourad Faris, dan Anderson da Silva.
Menanggapi aturan tersebut, pelatih Aji Santoso menyatakan tidak bisa berbuat banyak. "Kalau sudah menjadi aturan yang ditetapkan, mau apa lagi?" ujarnya setelah memimpin latihan Persebaya di Gelora 10 Nopember. Tapi, secara teknis, hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh Aji. Dia menuturkan bahwa Persebaya tetap tampil fight di laga penentuan itu.
Lagi pula, pelatih yang juga mantan pengusaha sepatu bola tersebut punya pengalaman cukup bagus soal efektivitas pemain lokal. Ketika membesut Persik Kediri di putaran kedua DISL, Aji mampu membawa mereka bertengger di empat besar. Meski, Macan Putih -julukan Persik- hanya menggunakan seorang pemain asing, Ronald Fagundes, saat itu.
Menurut Aji, kualitas pemain asing PSMS memang cukup bagus. Apalagi, papar dia, saat ini PSMS sangat fokus pada laga playoff tersebut. "Indikasinya, mereka sengaja menyimpan semua pemain asing yang dimiliki saat pertandingan Copa Indonesia melawan Persipura," jelasnya.
Meski begitu, dia tetap berhasrat memaksimalkan potensi pemain Persebaya sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Soal persiapan, dia menyatakan bahwa Endra Prasetya dkk mulai menunjukkan progres atas latihan yang selama ini diberikannya. "Sebelumnya, memang pemain canggung dengan latihan yang saya berikan. Tapi, saat ini mereka mulai bisa mengikuti," terang pelatih asal Kepanjen, Malang, tersebut.
Bahkan, Aji menyebut kondisi fisik pemain Green Force sudah mencapai 70 persen dan akan terus ditingkatkan. Salah satu cara untuk mencapai target itu, pemain diberi menu latihan fisik, seperti berlari 50 meter sebanyak lima kali di sela latihan strategi dan teknik. Karena itu, dia menganggap anak asuhnya siap melakoni uji coba pada 25 Juni nanti. "Sangat mungkin dengan tim internal Persebaya, yang setidaknya punya karakter mirip PSMS," katanya.
Namun, hingga kini potensi dua penyerang Persebaya belum tergarap secara maksimal dalam latihan organisasi atau strategi tim. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Aji. Penyebabnya, selama ini dia masih fokus memoles lini belakang dan tengah.
Subscribe to:
Posts (Atom)