Saturday, June 20, 2009

PSMS, Pemain Muda Rawan Hengkang

Di tengah persiapan PSMS menghadapi laga lanjutan AFC dan playoff Indonesia Super League (ISL), terdengar kabar tak sedap. Sihar Sitorus, manajer PSMS, dikabarkan telah menggelontorkan dana Rp8 miliar ke Produta Bandung.
Hal ini menegaskan kalau Sihar bakal membesut tim yang tahun ini promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia itu. Jika demikian, maka Sihar tentunya akan meninggalkan PSMS dan memilih fokus kepada tim yang telah dibelinya. Pertanyaanya, apakah Sihar akan membawa serta sejumlah pemain yang saat ini bersinar di PSMS?

Memang, saat ini terdapat sejumlah pemain potensial PSMS yang memiliki kontrak panjang bersama PT Togos Gopas, yang merupakan sponsor PSMS di ISL musim ini. Sebagai Dirut PT Togos Gopas, Sihar Sitorus punya kuasa akan pemain yang sudah membubuhkan tanda tangannya.

Nama-nama seperti Fadli Hariri, Aun Carbiny, Rachmadani, Oktovianus Maniani, hingga Galih Sudaryono merupakan segelintir pemain muda yang memiliki kontra jangka panjang bersama PT Togos Gopas dengan kisaran masa kerja hingga 3 tahun.

Sangat besar kemungkinan PSMS akan kehilangan pemain potensial itu, karena para pemain telah menyatakan akan menghargai kontrak.
Menanggapi hal itu, Sihar masih enggan berkomentar. Dirinya masih belum dapat memastikan apakah pihaknya akan menarik seluruh barisan muda PSMS ke Pro Duta. “Untuk yang satu ini saya belum bisa menjawab,” beber Sihar singkat.

Ke depan, Pro Duta sendiri akan rencananya akan bermarkas di Jogyakarta. “Kan tidak mungkin di Medan. Jadi saya akan pilih Jogjakarta saja,” lanjut Sihar.
Padahal, Pro Duta sebenarnya bisa saja bermarkas di Medan. Toh Sihar sudah membeli klub itu. Sama halnya dengan kasus Persijatim yang berubah nama jadi Sriwijaya FC karena sudah berpindah kepemilikan.

Fadli Hariri, bek PSMS mengatakan siap saja ke mana pun dirinya akan membela tim barunya. Sebagai anak Medan, Fadli sebenarnya ingin tetap membela PSMS, namun kontraknya yang mencapai 3 tahun bersama PT Togos Gopas mau tak mau harus diselesaikan. Jadi, kemungkinan besar Fadli akan membela Pro Duta dan ikhlas main di Divisi Utama. Sama halnya dengan Oktovianus yang menyebutkan bahwa dia akan menghargai kontraknya bersama Togos Gopas. “Saya ingin juga membela klub asal kota saya, Persipura. Tapi tampaknya hal itu tak akan terjadi dalam waktu dekat, karena saya masih terikat kontrak dengan PT Togos Gopas,” bebernya beberapa waktu lalu.

Galih Tolak Tawaran Persija

GALIH Sudaryono, kiper kedua PSMS mengaku sudah mendapatkan tawaran dari klub besar ISL, Persija Jakarta. Danurwindo, pelatih Persija yang langsung berbicara kepadanya usai laga Persija v PSMS di akhir kompetisi ISL lalu yang berakhir imbang 1-1.

“Sejauh ini baru Persija yang sudah tampak serius menginginkan saya. Kemarin usai laga lawan Persija, Danurwindo langsung mendatangi saja dan menawarkan apakah saya ingin main di Persija,” terang Galih beberapa waktu lalu.
Sebuah prestasi besar juga tampaknya di tengah karir Galih yang sedang meroket dalam beberapa tahun belakangan. Usai membela Timnas U-20 di ajang Sea Games, nama Galih memang berkibar.
Setelah bermain setengah musim untuk PS Sleman, Galih diboyong ke PSMS dan sempat menjadi kiper utama selama setengah musim, sebelum akhirnya Markus Horison datang di putaran kedua.

Pindah ke Persija tentu saja akan semakin mendongkrak karirnya. Tapi sayang, Galih sudah menyatakan menolak pinangan Persija. Apa pasal? Tentu saja lagi-lagi karena sudah terikat kontrak dengan Togos Gopas, perusahaan yang menjadi sponsor PSMS musim ini di ISL. “Baru saja saya perbarui kontrak dengan Togos Gopas. Sebelum ISL berakhir kemarin, saya sudah teken kontrak baru. Artinya, saya siap main untuk PT ini, yang kabarnya sudah membeli Pro Duta,” kata Galih.
Dengan demikian, artinya Galih akan memilih bermain di kasta lebih rendah dari ISL. Dan hal itu tidak terlalu mengganggu pikirannya. “Saya memikirkan masa depan juga, dan jujur saja tentu mengenai materi. Karena saya lihat klub lain di ISL termasuk Persija juga sedang kesulitan keuangan. Saya memilih ambil amannya saja,” pungkas pengidola Buffon kiper Timnas Italia itu. (ful)

Keltjes bantah didepak

asih tetap fokus menyiapkan anak asuhnya, pelatih PSMS Medan Rudy William Keltjes membantah dipecat manajemen Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada, Kamis.

Keltjes membantah dirinya didepak manajemen Ayam Kinantan menjelang melakoni laga playoff memperebutkan satu tiket Superliga musim depan dengan menghadapi tim divisi utama Persebaya Surabaya.

Menurutnya, sejauh ini dirinya tidak ada masalah dengan manajemen tim. Ia bahkan mengaku sedang melakukan persiapan untuk terbang ke Thailand, menghadapi tuan rumah Chonbury FC di babak 16 besar Piala AFC.

"Kabar pemecatan itu tidak benar. Saat ini saya sedang berada di Medan bersama tim dan siap berangkat ke Thailand. Kami memang fokus menghadapi dua laga, yakni di babak 16 Piala Asia dan playoff Superliga," sebut Rudy saat dikonfirmasi terkait berita pemecatan dirinya.

Rumor pemecatan itu mencuat setelah dianggap gagal meloloskan PSMS dari jurang degradasi karena tetap berada di zona playoff. Selain itu, lawan yang akan dihadapi nanti adalah Persebaya yang juga daerah asalnya hingga dikhawatirkan Rudy bertindak tidak fair.

Terkait itu, Rudy mengaku tidak akan kompromi dengan tim kota asalnya karena dirinya seorang pelatih sepakbola profesional. Ia pun memastikan dirinya tetap akan bekerja profesional dalam mengantar timnya menghadapi setiap laga, termasuk dalam duel playoff nanti yang sesuai rencana digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 30 Juni mendatang.

"Memang saya warga Surabaya, tapi yang menafkahi saya saat ini adalah PSMS. Sebagai pelatih profesional, saya tentu akan bekerja maksimal untuk membantu skuad tim di mana saya berada. Sama sekali tidak beralasan, kalau nanti saya akan 'main mata' dengan Persebaya," tegasnya.

Bintang Emas Copa Dji Sam Soe, Tinggal sisakan Okto

KEGAGALAN tim PSMS Medan melaju ke babak semifinal Copa Indonesia berpengaruh besar dengan nasib beberapa pemain dan pelatih yang sebelumnya masuk 10 nominasi Anugerah Bintang Emas Copa Djie Sam Soe 2008/2009 untuk terpilih masuk lima nominasi pada enam kategori umum.

Terbukti, pada meeting juri nasional dan regional tahap kedua di kantor PT HM Sampoerna Jakarta baru-baru ini, para dewan juri yang terdiri dari wartawan olahraga dari berbagai penjuru tanah air termasuk Waspada, mengugurkan sederet nama pemain PSMS termasuk pelatih dan hanya menyisakan pemain muda Octavianus Maniani (Okto) pada kategori best rising star (debutan).

Padahal saat penjurian tahap pertama yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta Mei lalu, selain Otto, ada enam pemain lain yang masuk 10 nominasi yakni Markus Horison, Galih Sudaryono (best kiper), Aun Carbini (best defender), Elie Aiboy, Asri Akbar (best midfielder) dan Rahmad Affandi (best striker).

Keputusan para dewan juri tidak meloloskan para pemain PSMS masuk lima nominasi bintang emas, tentunya sangat beralasan dan penuh pertimbangan. Terutama karena tim kebanggaan warga Kota Medan itu gagal lolos ke semifinal.
Karena itu, secara otomatis para pemain sudah tidak dapat dinilai. Apalagi, sederet nominasi yang timnya lolos ke semifinal memiliki kans yang tidak kalah dengan Markus cs. Begitu pun, para juri tetap mempertahankan Okto.

Pemain asal Papua ini dianggap masih layak disejajarkan atau bersaing dengan empat nominasi lainnya, yakni Syamsul Arif (Persibo), Boaz Salossa (Persipura), Immanuel Wanggai (Peripura) dan Johan Juanyah (Persijap). Selain memenuhi kriteria sebagai calon pemain debutan terbaik, Okto pun merupakan pemain termuda yang merumput di ajang Copa dengan usianya yang belum genap 20 tahun.

Sementara itu, Persipura dan Sriwijaya FC (SFC) mendominasi nominasi Anugerah Bintang Emas. Persipura berhasil meloloskan enam pemainnya masing-masing Jendri Pitoy (best goalkeeper), Boaz (best striker/best rising star), Alberto Goncalves (best striker), Eduard Ivakdalam (best midfielder), Ricardo Salampessy, Bhio Pauline Pierre (best defender), Immanuel Wanggai (best rising star) dan Jackson F Tiago (best head coach).

SFC meloloskan Ferry Rotinsulu, Dede Sulaiman (best goalkeeper), Anoure Obiora (best striker), Zah Rahan (best midfielder), Charis Yulianto, Ambrizal (best defender), M Nasuha (best rising star) dan Rahmad Dharmawan (best head coach).

Friday, June 19, 2009

Prestasi PSMS Menurun

Untuk tingkat Asia, PSMS berbangga melaju ke babak 16 besar. Namun pada kompetisi tingkat nasional, tim berjulukan Ayam Kinantan tidak dapat berbuat banyak. Nyaris degradasi dari Liga Super Indonesia dan bertarung mempertahankan gengsi di babak playoff melawan Persebaya Surabaya, kemudian terdepak di Copa Dji Sam Soe Indonesia.

Ini bukan hanya menjadi perhatian kalangan sepakbola Medan dan umumnya Sumatera Utara. Kalangan pemerhati sepakbola Papua dan wartawan ibukota juga menyesalkan anjloknya prestasi PSMS tersebut. Tentunya kita berharap ke depan dapat lebih baik lagi, karena PSMS adalah tim yang telah memiliki nama bukan hanya tingkat nasional, tetapi internasional.

Jarot Supriadi, salah satu asisten pelatih Persipura menilai, manajemen PSMS salah menempatkan orang yang duduk di posisi penting dalam tim. Daniel Siahaan, wartawan harian olahraga Go Sport Jakarta, sepakat dengan Jarot. "Ya memang. Kita berharap PSMS dapat bangkit dan tetap bertahan di kompetisi bergengsi nasional ini," terangnya.

Di Medan banyak pemerhati dan pembina sepakbola yang sudah memiliki akses di tingkat nasional, hendaknya dapat menyatukan persepsi dalam mengembalikan kejayaan tim Ayam Kinantan. Itu cukup berasalan. Sebab, Jayapura yang hanya 1/3 dari Kota Medan yang berpenduduk dua juta jiwa lebih, tapi prestasi klubnya luar biasa.

Itu hendaknya menjadi perhatian bagi insan sepakbola Medan agar prestasi daerah ini bisa lebih baik lagi

PSMS Setuju Utus Mata-Mata

Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.

Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.

Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.

PSMS Setuju Utus Mata-Mata

Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.

Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.

Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.

Penggunaan Pemain Asing di Playoff, Regulasi BLI Untungkan PSMS

Persebaya Surabaya tak bisa berbuat banyak untuk menanggapi aturan pertandingan playoff yang lebih menguntungkan lawannya, PSMS Medan. Regulasi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) itu menyebutkan bahwa kedua tim bisa menggunakan pemain asing sesuai dengan level kompetisi yang diikuti.

Artinya, PSMS mendapatkan kebebasan memasang lima pemain asingnya. Sebab, sesuai dengan ketentuan kompetisi yang diikuti PSMS, Djarum Indonesia Super League (DISL), setiap tim boleh menggunakan lima pemain asing.

Sementara itu, Persebaya yang berlaga di divisi utama hanya bisa memasang tiga pemain asing. Padahal, sejauh ini, tim yang bermarkas di Kota Pahlawan tersebut memiliki empat pemain asing. Yakni, Jairon Feliciano, Batoum Roger, Mourad Faris, dan Anderson da Silva.

Menanggapi aturan tersebut, pelatih Aji Santoso menyatakan tidak bisa berbuat banyak. "Kalau sudah menjadi aturan yang ditetapkan, mau apa lagi?" ujarnya setelah memimpin latihan Persebaya di Gelora 10 Nopember. Tapi, secara teknis, hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh Aji. Dia menuturkan bahwa Persebaya tetap tampil fight di laga penentuan itu.

Lagi pula, pelatih yang juga mantan pengusaha sepatu bola tersebut punya pengalaman cukup bagus soal efektivitas pemain lokal. Ketika membesut Persik Kediri di putaran kedua DISL, Aji mampu membawa mereka bertengger di empat besar. Meski, Macan Putih -julukan Persik- hanya menggunakan seorang pemain asing, Ronald Fagundes, saat itu.

Menurut Aji, kualitas pemain asing PSMS memang cukup bagus. Apalagi, papar dia, saat ini PSMS sangat fokus pada laga playoff tersebut. "Indikasinya, mereka sengaja menyimpan semua pemain asing yang dimiliki saat pertandingan Copa Indonesia melawan Persipura," jelasnya.

Meski begitu, dia tetap berhasrat memaksimalkan potensi pemain Persebaya sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Soal persiapan, dia menyatakan bahwa Endra Prasetya dkk mulai menunjukkan progres atas latihan yang selama ini diberikannya. "Sebelumnya, memang pemain canggung dengan latihan yang saya berikan. Tapi, saat ini mereka mulai bisa mengikuti," terang pelatih asal Kepanjen, Malang, tersebut.

Bahkan, Aji menyebut kondisi fisik pemain Green Force sudah mencapai 70 persen dan akan terus ditingkatkan. Salah satu cara untuk mencapai target itu, pemain diberi menu latihan fisik, seperti berlari 50 meter sebanyak lima kali di sela latihan strategi dan teknik. Karena itu, dia menganggap anak asuhnya siap melakoni uji coba pada 25 Juni nanti. "Sangat mungkin dengan tim internal Persebaya, yang setidaknya punya karakter mirip PSMS," katanya.

Namun, hingga kini potensi dua penyerang Persebaya belum tergarap secara maksimal dalam latihan organisasi atau strategi tim. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Aji. Penyebabnya, selama ini dia masih fokus memoles lini belakang dan tengah.

Thursday, June 18, 2009

Markus tak takut MU

Penjaga gawang PSMS Medan, Markus Horison Ririhina, menyatakan tak gentar berhadapan dengan tim sebesar Manchester United jika terpilih sebagai salah satu pemain tim Indonesia All Stars untuk laga persahabatan di Jakarta.

"Terpilih masuk tim nasional, apalagi untuk berhadapan MU merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi pemain. Saya tak akan gentar menghadapi MU," ujar Markus, Selasa.

Tim Indonesia All Stars akan berhadapan dengan MU pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 20 Juli mendatang. Markus, kelahiran Pangkalan Brandan 14 Maret 1981 mengatakan, tak pernah bermimpi terpilih sebagai anggota Timnas.

Pemain bertinggi badan 185 sentimeter ini telah memperkuat Timnas sejak lima tahun terakhir dan bersaing dengan Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Jendri Pitoy (Persipura) dan Dian Agus Prasetyo (Pelita Jaya).

Meski demikian Markus mengaku hati kecilnya tetap memiliki keinginan untuk terpilih menghadapi MU. Tentang materi Timnas sendiri, Markus mempercayakan sepenuhnya kepada hasil pilihan masyarakat.

Markus mengungkapkan, pasca Liga Super Indonesia timnya kini sedang bersiap-siap menghadapi dua pertandingan penting, yakni melawan Chonbury FC Thailand di ajang Piala AFC dan playoff LSI melawan Persebaya Surabaya.

Tuesday, June 16, 2009

BLI Putuskan Play Off Digelar di Soreang

Badan Liga Indonesia (BLI) belum juga mengantongi izin untuk menggelar play off di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Meski demikian, BLI tidak akan merubah keputusannya dan memindahkan duel ke tenmpat lain.

Demikian dikemukakan Direktur Bidang Kompetisi BLI, Joko Driyono saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 16 Juni 2009. "Play off sudah pasti di Jalak Harupat. Saat ini kami sedang mengurus perizinannya," kata Joko.

Play off Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 akan mempertemukan PSMS Medan dan Persebaya Surabaya. PSMS merupakan tim yang berada di peringkat ke-15 LSI, sedangkan Persebaya adalah pemegang peringkat ke-4 Divisi Utama.

Awalnya, Dirketur BLI, Andi Darussalam Tabussala menunjuk Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, sebagai venue play off. Namun karena identik dengan kandang PSMS, BLI akhirnya memindahkannya ke Si Jalak Harupat, Bandung.

BLI telah mengurus izin pertandingan sejak Senin, 15 Juni 2009. Namun hingga hari ini belum ada kepastian apakah izin tersebut terbit atau tidak.

Meski belum mengantongi izin, Joko mengaku optimistis duel tak akan mengalami kendala. Pasalnya, pihaknya pengda (pengurus daerah) PSSI Jawa Barat, memberi sinyal positif atas duel tersebut.

"Dari komunikasi dengan Pengda Jawa Barat, semuanya tidak ada kendala lainnya. Artinya tinggal menunggu surat izin turun saja," kata Joko.

Ayam Kinantan kini fokus AFC

Pupus sudah harapan untuk merebut Piala Copa Djie Sam Soe Indonesia 2009. Kini PSMS akan penuh berkonsentrasi untuk menguji kemampuan di babak 16 besar Piala AFC dengan berhadapan wakil Thailand, Chon Burry, pada 23 Juni mendatang.

"Kita sudah berupaya maksimal. Ketiadaan pemain sangat menyulitkan, setelah seluruh pemain asing dan beberapa pemain lokal berkonsentrasi menghadapi Piala AFC," kata asisten pelatih Donny Latuperisa, Senin kepada Waspada di Jayapura.

Hanya Markus Horison dan Michel Nere yang duduk di bangku cadangan. Markus tidak diturunkan, karena kiper tim nasional Indonesia itu juga dipersiapkan menghadapi Piala AFC. Apakah Ayam Kinantan memang melepaskan Copa?

"Realitas saja, kita sudah kalah di kandang dan tampil di kandang Persipura mustahil untuk menang. Mereka unggul segalanya baik dari materi pemain maupun dukungan penonton," tambahnya.

Donny juga menyesalkan sikap PSSI yang membuat jadwal terlalu dekat antara Liga Super Indonesia, Copa, bahkan Piala AFC. "Kita dikejar-kejar oleh jadwal padat, sehingga berdampak pada kebugaran pemain," terang mantan kiper nasional itu.

Di Piala AFC yang digelar di Thailand, Ayam Kinantan akan tampil dengan kekuatan penuh. Selasa ini, skuad PSMS tiba dari Jayapura dan kembali berlatih esok harinya. Di samping itu, PSMS juga memiliki tugas berat menghindari degradasi melawan Persebaya Surabaya dalam laga playoff, 30 Juni mendatang.

"Tentunya PSMS berupaya tidak terdepak dari Liga Super Indonesia. Karena itu, kami berharap dukungan masyarakat Sumatera Utara agar dapat mewujudkan hal itu. Tanpa dukungan, sulit bagi tim mencapai hasil terbaik pada Piala AFC dan playoff nanti," imbuh Donny lagi

Persipura Melenggang ke Empat Besar

Persipura Jayapura menjaga peluang merengkuh gelar ganda (double winner) musim ini. Persipura berhasil melaju ke semifinal Copa Indonesia 2009 setelah di leg 2 unggul 4-1 atas tamunya, PSMS Medan.

Gol Persipura dicetak Ricardo Salampessy (menit 22), Boaz Solossa (penalti 44', 88') dan Eduard Ivakdalam (68'). Sedangkan gol balasan tim tamu dilesakkan oleh Komang Adyana di menit 27. Dengan kemenangan ini, Tim Mutiara Hitam berhak lolos ke semifinal setelah unggul dengan agregat 6-1.

Bertanding di Stadion Mandala, Senin 15 Juni 2009, tim besutan Jacksen Ferreira Tiago memang terus mengurung pertahanan tim Ayam Kinantan. Gol Ricardo tercipta dari sundulan hasil umpan tendangan penjuru. Meski pemain PSMS menumpuk, Ricardo berhasil menyarangkan bola ke sudut kiri jala Galih Sudaryono.

PSMS langsung merespon. Berawal dari serangan balik yang dilakukan Oktavianus "Otto" Maniani di menit 26, berhasil membuahkan tendangan bebas. Dengan tenang, Komang berhasil mengeksekusi bola mati yang gagal dihalau kiper Jendri Pitoy.

Namun, Persipura kembali membuktikan diri sebagai jawara Liga Super Indonesia 2008/2009. Berwal dari handsball Aun Carbiny, Boaz berhasil mengeksekusi penalti sekaligus menutup babak pertama buat keunggulan Persipura 2-0.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Persipura tetap memegang kendali permainan. Pertandingan babak kedua baru berjalan tiga menit, Persipura langsung membuat peluang lewat Ian Luis Kabes. Beruntung tendangan Kabes masih bisa ditip Galih.

Pada menit 65 Boaz kembali mengancam. Sayangnya, tendangan sudut Boaz yang meluncur ke arah gawang masih bisa dihalau Edi Sibung. Tiga menit berselang, Persipura berhasil memperlebar jarak.

Lagi-lagi berawal dari handsball Aun Carbiny, Eduard Ivakdalam berhasil mengeksekusi tendangan bebas dengan cantik. Sepakan kapten Persipura itu meluncur deras ke sisi kanan jala Galih yang hanya bisa terpaku. Kedudukan sementara 3-1.

Boaz kembali membuktikan diri layak menyandang gelar sebagai Pemain Terbaik Indonesia tahun ini. Berawal dari bola sodoran Ivakdalam, Ernest Jeremiah memberikan umpan terukur buat Boaz yang tinggal berhadapan dengan Galih. Dengan tenang, Boaz berhasil menceploskan bola sekaligus mengubah kedudukan menjadi 4-1.

Gol itu menjadi yang kelima milik Top Skorer LSI 2008/2009 ini di ajang Copa Indonesia. Meski terus menciptakan peluang, namun Persipura gagal menambah pundi-pundi golnya. Hingga 90 menit pertandingan, kedudukan 4-1 tak berubah untuk Persipura.

Persipura akan menjamu Deltras Sidoarjo di semifinal leg 1, 19 Juni 2009. Deltras lolos ke semifinal setelah unggul agregat 4-3 atas Persija Jakarta.

Susunan Pemain
Persipura: Jendry Pitoy; Victor Igbonefo, Jack Komboy, Bio Pauline Pierre, Ian Louis Kabes; Imanuel Wanggai (Gerard Pangkali, 84'), Eduard Ivakdalam , Ricardo Salampessy (Stevie Bonsapia, 74'), Tinus Pae (Ortizan Solossa, 61'); Boaz Solossa, Ernest Jeremiah.

PSMS Medan: Galih Sudaryono; Fadly Hariri, Aun Carbiny, Ruben Sanaoy, Dodi Cahyadi; Edi Sibung, Komang Adyana, Yohanes Tjoe, Elly Iboy (Mitchell Nere, 70'); Oktavianus 'Otto' Maniani, Andhika Yudhistira.

Monday, June 15, 2009

Persipura vs PSMS, Mission Impossible

SMS Medan harus bisa membalikkan keadaan dengan menang 3-0 atau lebih saat dijamu Persipura Jayapura, Senin (15/6) ini di Stadion Mandala kalau ingin melaju ke semifinal Copa Indonesia. Pasalnya, pada leg pertama lalu yang digelar di Stadion Teladan, anak asuh Rudi Keltjes ini kandas 0-2. Jadi, sebuah mission impossible akan tersaji jika benar Ayam Kinantan ingin menundukkan Mutiara Hitam.

Terlebih, usai juara Indonesian Super League (ISL), mental pasukan Papua tentunya semakin meninggi. Sebaliknya, PSMS sedang dilingkari kekhawatiran karena harus melawati babak playoff kalau ingin bertahan di ISL. Dan, perlu menjadi catatan, Persipura juga punya ambisi untuk meraih double winner musim ini, sama seperti yang dilakukan Sriwijaya FC musim lalu.

Jauh-jauh hari manajemen PSMS sudah memutuskan untuk tak terlalu ngotot meraih kemenangan di leg kedua delapan besar Copa Indonesia ini. Fokus utama lebih diarahkan kepada laga di 16 besar AFC sua Chonburi dan babak playoff versus Persebaya.

Meskipun pelatih PSMS Rudi Keltjes yakin, bahwa anak asuhnya akan mampu merepotkan Persipura. Kartu AS kunci sukses Persipura sudah dikantongi Rudi Keltjes. Dan pada laga lanjutan ISL 6 Juni lalu, PSMS sudah berhasil menahan permainan cepat Persipura. Sayang, PSMS dikalahkan penalti.

Nah, pada pertemuan kali ini, taktik dan strategi yang sama tentu saja akan kembali diusung. Dan tampaknya pihak Persipura tidak menyadari hal ini. Karena segenap skuad mereka tentu saja akan menganggap enteng PSMS. “Saya dan pemain punya mimpi untuk meraih double winner musim ini. Sriwijaya mampu melakukannya kenapa kami tidak. Tapi tentu saja hal itu tak mudah, meskipun sudah unggul 2 gol dari PSMS, mereka tetap saja akan menjadi lawan yang sulit dikalahkan. Saya tegaskan kepada para pemain agar tidak anggap enteng lawan,” beber Jackson.

Dan, PSMS tak mau tinggal diam. Meskipun dipastikan tak diperkuat 5 pemain intinya, Rudi Keltjes tetap punya strategi. Yang utama, tentu saja PSMS akan tampak lebih bertahan. Meskipun kemungkinan dia hanya akan menempatkan 3 pemain bertahan di bawah. Sisanya, taktik serangan balik lewat Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani.

“Mau tak mau memang kita harus membawa pulang sejumlah pemain inti untuk istirahat. Tapi begitu, saya yakin Persipura akan sulit melawan PSMS kalau anak-anak menjalankan taktik yang saya terangkan,” terang Rudi.

Menariknya, PSMS akan tampil tanpa bantuan satu pun pemain asingnya. Dari tiga pemain asing yang dimiliki PSMS saat ini, seluruhnya sudah diboyong ke Medan untuk istirahat dan menggelar latihan di sana.
Saat ini legiun asing PSMS yang tersisa adalah Loenardo Zada, Esteban Guillen, dan Mario Costas. Peran ketiga pemain asing ini belakangan cukup terlihat bagi PSMS.

Nah, saat melawan Persipura nanti, ketiga andalan PSMS ini bakal absen. Lantas problema mencetak gol tampaknya akan segera menjadi kendala bagi PSMS. Terlebih peran Costas sebagai ujung tombak akan digantikan Andika Yudistira, yang notabanenya bukan seorang striker murni. Harapan mencetak gol tampaknya terletak dari sayap. Peran Elie Aiboy dan Oktovianus bisa menjadi pelipur lara.
Tapi, tampaknya segala sesuatunya akan lebih berat, pasalnya sang arsitek Rudi Keltjes juga dipastikan akan absen mendamping tim dan diwakilkan oleh asisten saat ini, Doni Latuperissa. Apakah akan ada keajaiban? Semoga saja.

Terlebih Zada yang yang bertindak sebagai pengatur serangan PSMS. Umpan-umpan yang diciptakan Zada kerap menjadi santapan empuk Costas. Tak hanya itu, Zada juga piawai mencetak gol.

Sebagai seorang gelandang serang, rasanya torehan 12 gol di ISL cukup membuktikan ketajamannya. Jumlah itu cukup pula mengantarkan Zada sebagai top skor PSMS musim ini.

Esteban juga punya peran yang vital. Sejak bergabung ke PSMS tengah musim lalu, Esteban langsung diangkat jadi kapten tim menggantikan Affan Lubis. Jabatannya sebagai kapten langsung bisa mengangkat moral pemain muda PSMS. Bertugas di lini tengah, Esteban juga bisa menjadi seorang penyuplai bola yang cukup baik. Tak jarang Esteban juga bahkan menyumbang gol penting dari second line.

Costas juga mulai menampakkan kemajuan. Penyerang asal Argentina itu saat ini rajin mencetak gol. Dari sejumlah laga terakhirnya, Costas selalu mengemas gol. Teramasuk dua gol ke gawang Persitara beberapa waktu lalu. Pemain yang sempat merumput di liga Kolombia itu juga tajam di ajang AFC Cup. Perannya jugalah yang membawa PSMS bisa melaju ke babak 16 besar AFC Cup.

Persipura Sementara Unggul Atas PSMS

Persipura Jayapura unggul 2-1 atas PSMS Medan sampai babak 1 di Stadion Mandala Jayapura, Senin 15 Juni 2009. Ini merupakan laga leg 2 babak 8 besar Copa Indonesia 2009.

Dalam laga yang disiarkan langsung tvone itu, gol Persipura diciptakan Ricardo Salampessy (menit 22) dan Boaz Salosa (penalti 44). Sedangkan gol balasan tim tamu dilesakkan oleh Komang Adnyana di menit 27.

Tim Mutiara Hitam yang sudah mengantongi aggregat 2-0 di kandang PSMS, terlihat tidak bermain santai dan terus menggempur pertahanan lawannya itu. Bahkan dalam waktu 10 menit, tercatat lima kali serangan berbahaya dilakukan oleh tim tuan rumah.

Gol Ricardo tercipta dari sundulan hasil umpan tendangan penjuru. Meski pemain PSMS menumpuk, Ricardo berhasil menyarangkan bola ke sudut kiri jala Galih Sudaryono.

Tidak mau kalah, PSMS pun memberi perlawanan lewat serangan balik. Hasilnya di menit 26, serangan Otto membuat Persipura harus menghentikannya dengan ganjalan keras. Dan mau tak mau, hal itu membuahkan tendangan bebas buat PSMS.

Dengan tenang, Komang mengeksekusi bola mati itu. Si kulit bundar melayang dan tepat bersarang di jala tuan rumah. Gol cantik ini sempat membuat PSMS bernapas lega karena bisa memperkecil ketertinggalan.

Sayangnya, hal itu tak bertahan lama. Di menit akhir babak pertama, pemain PSMS malah melakukan handsball di kotak penaltinya sendiri. Tanpa ampun, wasit pun memberi hadiah penalti buat tim Mutiara Hitam.

Ditunjuk sebagai eksekutor adalah Pemain Terbaik Liga Super Indonesia musim ini, Boaz. Pemain berkulit hitam itu mengeksekusi bola dengan baik dan membuat kedudukan sementara 2-1 untuk Persipura.

Ayam Kinantan krisis pemain

PSMS Medan terancam kehilangan pemain pilar karena sakit menjelang duel melawan Persipura Jayapura pada leg kedua 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Mandala Jayapura, Senin besok.

Menurut pelatih PSMS Rudy William Keltjes, empat pemainnya yakni Aun Carbini, Agus Supriyanto, Elie Aiboy dan Leonardo ‘Zada’ Martins menderita demam tinggi usai menjalani laga tandang melawan Persiwa Wamena di pekan terakhir Liga Super, Rabu lalu.

“Mereka demam akibat perubahan cuaca dari Jayapura ke Wamena. Cuaca Jayapura cukup panas tapi di Wamena justru dingin. Saat bertanding melawan Persiwa, mereka sampai batuk-batuk di lapangan,” kata Rudy.

Bila belum fit, Rudy tidak akan menurunkan keempat pemain tadi. Ia tak ingin mengambil resiko karena PSMS masih akan menjalani playoff Liga Super melawan tim Divisi Utama Persebaya Surabaya dan Piala AFC.

“Saya akan melihat kondisi terakhir keempat pemain itu. Jika belum sembuh, saya sudah siapkan pemain lain yang akan menggantikan posisi mereka,” imbuh Rudy yang pernah menangani Persipura.

PSMS harus bekerja keras untuk merebut tiket ke semifinal setelah menderita kalah 0-2 pada leg pertama di Medan. Kekalahan itu membuat mereka harus menang minimal 3-0 untuk menyingkirkan Persipura. Sebaliknya, Persipura lebih berpeluang lolos dan cukup bermain imbang untuk menghadapi pemenang antara Persija Jakarta Pusat dan Deltras Sidoarjo.

Hanya, pelatih Jacksen F. Tiago tak ingin timnya terlena. Mereka juga tidak merayakan pesta juara Liga Indonesia secara berlebihan. Jacksen tegaskan setelah meraih trofi di Liga, kini Persipura membidik Copa Dji Sam Soe Indonesia. “Saya selalu mengingatkan tugas kami belum selesai karena masih ada lagi yang harus direbut, yaitu Copa Dji Sam Soe Indonesia,” tegas Jacks

PSMS tinggal 13 pemain

Persipura Jayapura berada di atas angin menjelang leg kedua babak 8 besar melawan PSMS Medan di Stadion Mandala Jayapura, Senin ini. Tim Mutiara Hitam unggul 2-0 di leg pertama dan dijagokan melaju ke semifinal.

Latihan ringan yang disajikan jawara Liga Super Indonesia 2009 di Stadion Mandala, Minggu, berkapasitas sekitar 15.000 penonton mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Arsitek Persipura Jaksen F Tiago yang baru diberi penghargaan masyarakat Jayapura menyampaikan optimis melaju ke semifinal untuk mengawinkan gelar tahun ini.

Sebaliknya, PSMS mengalami tekanan berat pasca empat pemain asing yakni Esteban Guillen, Leonardo Zada, Mario Costas dan Mauro Pinto meninggalkan Jayapura dan dipastikan absen bersama empat pemain lainnya. Alhasil, skuad PSMS kini hanya tinggal 13 pemain dan asisten pelatih Donny Latuperisa. Demikian dilaporkan Setia Budi Siregar dari Jayapura.

Tersisanya 13 pemain menjadikan PSMS sebagai tim underdog. Menanggapi absennya legiun asing PSMS itu, Donny menyebutkan sebagai salah satu rangkaian persiapan menghadapi babak 16 besar Piala AFC dan laga playoff Liga Super Indonesia, 30 Juni mendatang.

Mereka yang tersisa adalah Elie Aiboy, Oktovianus Maniani, Ruben Sanadi, Michel Nere, Johannes Cho, Fadli Hariri, Aun Carbiny, Edi Sibung, Dodi Cahyadi, Andika Yudisthira, I Komang Adyana dan dua penjaga gawang Markus Horison dan Galih Sudaryono.

Doni pun akan menjadi pendamping tim PSMS menyusul pelatih Rudy Keltjes tidak ikut ke Jayapura. Dikatakan, lima pemain asal Papua akan menjadi andalan untuk meladeni serangan Boaz Salossa cs. "Pertandingan ini menjadikan duel sesama Papua. Diharapkan karakter permainan cepat dan menyerang Persipura dapat diladeni para pemain PSMS yang tampil tanpa beban," tutur Doni

Lokasi Play Off Masih Belum Jelas

Badan Liga Indonesia (BLI) kembali mengubah rencana dalam menentukan venue bagi babak play off Liga Super Indonesia (LSI) musim depan. Setelah sebelumnya, Direktur BLI, Andi Darussalam Tabusala menunjuk Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, kini muncul opsi lain, yakni Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung.

Andi membenarkan telah menetapkan Jakabaring sebagai opsi pertama. Namun karena PSMS selama ini tampil di sana, maka BLI melempar opsi kedua yang lebih netral.

“Dari sisi netralitas, selama ini Jakabaring lekat dengan home ground PSMS Medan. Jadi, dengan pertimbangan itu, kami mengajukan opsi kedua, yakni Stadion Jalak Harupat, di Soreang, Jawa Barat.Toh, lebih netral dari PSMS maupun Persebaya Surabaya,” kata Andi kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Sabtu, 13 Juni 2009.

Babak play off akan mempertemukan PSMS Medan yang menempat peringkat ke-15 klasemen tetap LSI 2008/2009 dengan Persebaya yang merupakan peringkat ke-4 Divisi Utama 2008/2009. Keduanya akan bertarung dalam satu laga untuk memperebutkan satu tempat di LSI musim depan.

Menurut Ketua Andi, play off digelar setelah pertandingan final Copa Indonesia 2008/2009 selesai, Minggu 28 Juni 2009.

"Sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus terkait perubahan jadwal play off. Tapi, akhirnya diputuskan pada akhir Juni. Agenda PSMS cukup padat karena harus bermain di Piala AFC," jelas Andi.

BLI sebelumnya merencanakan play off digelar Minggu, 21 Juni 2009. Namun, mereka menyiapkan beberapa skenario menyangkut kontestan play off yang waktu itu masih potensial diisi oleh PSMS, PKT, atau Persitara.

PSMS sendiri memang memiliki jadwal yang cukup padat. Antara lain, Ayam Kinantan harus menghadapi wakil Thailand, Chonbury FC, di babak 16 Besar Piala AFC pada Selasa (23 Juni). Inilah yang menjadi alasan BLI untuk kembali merubah jadwal.

BLI Belum Kantongi Izin Si Jalak Harupat
Meski mengajukan Stadion Si Jalak Harupat sebagai opsi kedua, BLI ternyata belum mengantongi izin keamanan dari pihak berwajib setempat. Menurut Andi, izin baru diurus, Senin, 15 Juni 2009.

Meski demikian, Andi mengaku optimistis. "Kami masih mengusahakan izinnya. Saya akan mengurusnya pada Senin (15/6) nanti. Tapi, saya yakin izin akan kita miliki. Semoga tidak terjadi apa-apa, mengingat situasi dan kondisi sekarang," katanya

PSMS Bingung dengan Jadwal Play Off

Perubahan jadwal play off mendapat tanggapan keras dari kubu PSMS Medan. Menurut Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, perubahan ini cukup merugikan timnya dan sebaliknya menguntungkan pihak Persebaya dibanding PSMS.

Menurut Abdi, PSMS awalnya hanya mendapat kabar bahwa play off digelar 30 Juni 2009. Tempatnya sendiri masih tentatif. Namun usai Liga Indonesia (LSI) 2008/2009, 10 Juni lalu, Direktur Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusala menetapkan Stadion Jakabarin Palembang sebagai venue play off.

“Dari awal, kami berharap pertandingan dilangsungkan di tempat netral dan nyaman, kami berharap di Palembang. Ternyata, setelah resmi diumumkan di Palembang, statusnya kini berubah lagi ke Soreang."

"Kami rugi karena perubahan ini tidak bersifat mengikat dan kepastiannya juga masih berpeluang berubah. Padahal, kami harus menyiapkan segala sesuatunya sejak awal. Lantas, mana informasi yang bisa kami pegang sebagai acuan idealnya,” ujar Abdi kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Sabtu, 13 Juni 2009.

Selain harus bertanding di babak playoff, PSMS juga masih harus tampil di babak 16 besar AFC Cup 2009. Pada even ini, Ayam Kinantan akan berhadapan dengan wakil Thailand, Chonbury FC, 23 Juni 2009.

PSMS Bingung dengan Jadwal Play Off

Perubahan jadwal play off mendapat tanggapan keras dari kubu PSMS Medan. Menurut Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, perubahan ini cukup merugikan timnya dan sebaliknya menguntungkan pihak Persebaya dibanding PSMS.

Menurut Abdi, PSMS awalnya hanya mendapat kabar bahwa play off digelar 30 Juni 2009. Tempatnya sendiri masih tentatif. Namun usai Liga Indonesia (LSI) 2008/2009, 10 Juni lalu, Direktur Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusala menetapkan Stadion Jakabarin Palembang sebagai venue play off.

“Dari awal, kami berharap pertandingan dilangsungkan di tempat netral dan nyaman, kami berharap di Palembang. Ternyata, setelah resmi diumumkan di Palembang, statusnya kini berubah lagi ke Soreang."

"Kami rugi karena perubahan ini tidak bersifat mengikat dan kepastiannya juga masih berpeluang berubah. Padahal, kami harus menyiapkan segala sesuatunya sejak awal. Lantas, mana informasi yang bisa kami pegang sebagai acuan idealnya,” ujar Abdi kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Sabtu, 13 Juni 2009.

Selain harus bertanding di babak playoff, PSMS juga masih harus tampil di babak 16 besar AFC Cup 2009. Pada even ini, Ayam Kinantan akan berhadapan dengan wakil Thailand, Chonbury FC, 23 Juni 2009.

Friday, June 12, 2009

Playoff PSMS vs Persebaya di Palembang

Badan Liga Indonesia (BLI) menetapkan jadwal playoff Liga Super Indonesia digelar Selasa, 30 Juni 2009. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang ditunjuk sebagai venue.

Satu tiket LSI musim depan akan diperebutkan oleh PSMS Medan dengan Persebaya Surabaya melalui fase playoff. Ayam Kinantan harus melalui pertandingan hidup mati lantaran berada di posisi 15 LSI 2008/2009, kalah bersaing dengan PKT Bontang dan Persitara Jakarta Utara.

Persebaya wajib menjalani playoff karena kalah bersaing dengan PSPS Pekanbaru di perebuitan posisi 3 Divisi Utama. Ketua BLI, Andi Darussalam Tabusala mengungkapkan, playoff digelar setelah pertandingan final Copa Indonesia pada Minggu, 28 Juni 2009.

"Sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus terkait perubahan jadwal playoff. Tapi, itu diputuskan akhir bulan. Agenda PSMS cukup padat karena harus bermain di AFC Cup," jelas Andi kepada wartawan GOSport, Arta Tidar.

BLI sebelumnya merencanakan playoff digelar Minggu, 21 Juni 2009. Namun, mereka menyiapkan beberapa skenario menyangkut kontestan playoff yang waktu itu potensial diikuti PSMS, PKT atau Persitara.

Agenda padat memang dimiliki Ayam Kinantan. Rahmad Afandi cs harus menghadapi Chonbury FC, Thailand, di babak 16 besar Piala AFC, Selasa 23 Juni 2009. Andi menambahkan, Gelora Sriwijaya akan dipakai sebagai tempat menggelar playoff.

"Jakabaring cukup representatif. Stadion itu selama ini digunakan sebagai home ground PSMS. Tapi, tempatnya cukup netral. Bagaimana pun, status PSMS hanya menyewa tempat," terangnya.

Namun, pertandingan tersebut masih menyisakan problem perizinan. BLI mengaku belum mengantongi izin dari aparat kepolisian.

"Masalah izin memang belum. Tapi, secepatnya akan diurus. Semoga tidak terjadi apa-apa, mengingat situasi dan kondisi sekarang. Kami sebenarnya akan menggunakan Stadion Si Jalak Harupat (Soreang Bandung) sebagai tempat pertandingan, tapi terbentur izin," katanya.

Ditunjuknya Palembang sebagai venue direspon positif Ayam Kinantan. Pelatih PSMS, Rudi Keltjes mengatakan, klubnya sudah mengenal karakter lapangan.

"Kami senang bila playoff digelar di sana, meski mau bermain di mana pun sama saja. Tapi, itu nanti. Fokus klub kini adalah AFC Cup. PSMS menjadi satu-satunya klub Indonesia yang tersisa di Asia. Itu juga satu-satunya cara kami berprestasi musim ini," ujarnya.

Rudi mengakui, jalan PSMS pada babak 8 besar Copa Indonesia cukup berliku. Ayam Kinantan kalah 0-2 dari Persipura Jayapura pada leg 1.

"Kami tampaknya sulit menang di Jayapura pada leg 2. Tapi, kami tidak mau menyerah. Kami mulai konsentrasi di playoff usai AFC Cup. Kami harus berpikir per pertandingan," jelasnya.

“Kami cuma mendapat kabar dari BLI, bahwa playoff main 30 Juni, sedang tempat masih tentatif. Dari awal, kami berharap pertandingan dilangsungkan di tempat netral dan nyaman, dan kami berharap di Palembang,” ujar Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan.