PSMS Medan akan berharapan dengan Sriwijaya FC, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini merupakan laga hidup mati bagi Ayam Kinantan.
PSMS yang saat ini mengantongi 28 poin masih menyisakan tiga pertandingan. Selain lawan SFC, Ayam Kinantan juga bertemu Persipura (6 Juni) dan Persiwa Wamena (10 Juni).
Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi mengatakan, PSMS butuh minimal 3 poin untuk bisa lepas dari zona degradasi. Karena itu, Ayam Kinantan akan berjuang mati-matian di tiga laga yang tersisa.
"Kami akan berusaha untuk merebut poin di seluruh pertandingan yang tersisa. Paling tidak kami harus bisa menambah tiga poin untuk bisa lepas dari degradasi," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.
Menurut Liestiadi, peluang terbesar PSMS untuk mendapatkan tiga angka adalah lawan SFC. Pasalnya, dalam duel ini, Ayam Kinantan akan bertindak sebagai tuan rumah.
"Dua pertandingan lainnya, yakni lawan Persipura dan Persiwa akan digelar di Papua. Semua juga tahu, kalau sulit untuk mendapat poin bila tampil di sana," kata Liestiadi.
PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 kali laga, PSMS masih harus berjuang untuk bisa tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional.
Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS untuk mengunci babak playoff sebagai perjuangan menuju LSI musim depan. Bahkan bila Persitara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, June 2, 2009
LIVE antv 18.30 WIB; Laga Penentuan Bagi Ayam Kinantan
PSMS Medan akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Pertandingan ini akan menjadi penentu nasib Ayam Kinantan di pentas Liga Super Indonesia (LSI).
PSMS masih menyisakan tiga pertandingan lagi di pentas LSI 2008/2009. Selain lawan Sriwijaya FC, dua duel lainnya akan digelar di tanah Papua kontra Persipura dan Persiwa Wamena.
Menurut Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi, pertandingan lawan SFC merupakan kesempatan mereka untuk merebut poin penuh. Pasalnya, PSMS akan menjadi tuan rumah dalam duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini.
"Semua juga tahu sangat sulit mendapat poin bila tampil di Papua. Dua tim yang ada disana, Persipura dan Persiwa cukup tangguh bila tampil di hadapan publiknya," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.
PSMS memang membutuhkan poin untuk tetap bertahan di pentas LSI. Saat ini PSMS baru mengantongi 28 poin dari 31 pertandingan. Koleksi ini membuat posisi PSMS masih rentan untuk terlempar ke divisi utama musim depan.
"Ini merupakan partai hidup mati kami. Kalau ingin tambahan poin, saya pikir pertandingan inilah saatnya," kata Liestiadi.
Tak ingin gagal mendapatkan poin penuh, pelatih PSMS, Rudy Keltjes pun akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Strategi jitu juga sudah disiapkan mantan pelatih Persipura itu, termasuk mencari pengganti bagi dua pemainnya yang absen, Octavianus Maniani dan Edi Simbung.
Keduanya harus absen karena akumulasi kartu. "Saya pikir pelatih sudah punya pengganti bagi pemain-pemain tersebut. Yang pasti, PSMS pasti akan tampil all out lawan SFC," tandas Liestiadi.
SFC juga tak mau kalah. Laskar Wong Kito akan berusaha memetik poin maksimal untuk mengamankan posisinya di posisi 4 besar. Karena itu pelatih Rahmad Darmawan juga sudah menyiapkan strategi jitu bagi pemain-pemainnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Andhika Yudistira, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi
Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu (g); Christian Warobay, Charis Yulianto, Jacques Joel Tsimi, M Nasuha; Slamet Riyadi, Wijay, Zah Rahan, Benben Berlian, Anoure Obiora, Keith Kayamba
PSMS masih menyisakan tiga pertandingan lagi di pentas LSI 2008/2009. Selain lawan Sriwijaya FC, dua duel lainnya akan digelar di tanah Papua kontra Persipura dan Persiwa Wamena.
Menurut Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi, pertandingan lawan SFC merupakan kesempatan mereka untuk merebut poin penuh. Pasalnya, PSMS akan menjadi tuan rumah dalam duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini.
"Semua juga tahu sangat sulit mendapat poin bila tampil di Papua. Dua tim yang ada disana, Persipura dan Persiwa cukup tangguh bila tampil di hadapan publiknya," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.
PSMS memang membutuhkan poin untuk tetap bertahan di pentas LSI. Saat ini PSMS baru mengantongi 28 poin dari 31 pertandingan. Koleksi ini membuat posisi PSMS masih rentan untuk terlempar ke divisi utama musim depan.
"Ini merupakan partai hidup mati kami. Kalau ingin tambahan poin, saya pikir pertandingan inilah saatnya," kata Liestiadi.
Tak ingin gagal mendapatkan poin penuh, pelatih PSMS, Rudy Keltjes pun akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Strategi jitu juga sudah disiapkan mantan pelatih Persipura itu, termasuk mencari pengganti bagi dua pemainnya yang absen, Octavianus Maniani dan Edi Simbung.
Keduanya harus absen karena akumulasi kartu. "Saya pikir pelatih sudah punya pengganti bagi pemain-pemain tersebut. Yang pasti, PSMS pasti akan tampil all out lawan SFC," tandas Liestiadi.
SFC juga tak mau kalah. Laskar Wong Kito akan berusaha memetik poin maksimal untuk mengamankan posisinya di posisi 4 besar. Karena itu pelatih Rahmad Darmawan juga sudah menyiapkan strategi jitu bagi pemain-pemainnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Andhika Yudistira, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi
Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu (g); Christian Warobay, Charis Yulianto, Jacques Joel Tsimi, M Nasuha; Slamet Riyadi, Wijay, Zah Rahan, Benben Berlian, Anoure Obiora, Keith Kayamba
RUdi Siapkan strategi

PSMS Medan sedang bergairah. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan menahan imbang Persija Jakarta 1-1 membuat mereka siap menantang Sriwijaya FC (SFC) besok.
Saat melawan Persija, kondisi PSMS sebenarnya tidak bisa dibilang baik. Sederet pemain pilar tidak bisa diturunkan karena berbagai alasan. Bek tengah Mauro Pinto, bek kanan Reswandi, dan gelandang jangkar Agus Supriyanto adalah sederet nama yang tidak bisa merumput dalam laga klasik melawan Macan Kemayoran.
Absennya tiga nama ini membuat Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes membatalkan rencana menggunakan skema 3-4-3 yang membuat Persitara tersungkur dan memilih ke pakem lama 4-3-2-1. Akibatnya, daya ledak Ayam Kinantan menjadi sedikit berkurang. Melawan SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rudy akan kembali menggunakan pola 3-4-3.
Formasi yang diharapkan bisa meredam sekaligus menjungkalkan Laskar Wong Kito, julukan SFC, demi gengsi penguasa Andalas. ”Saya ingin pasang tiga pemain bertahan dan menempatkan empat pemain gelandang serta tiga striker. Formasi ini lebih tepat buat kami dengan melihat kondisi beberapa pemain sudah pulih,” ujar Rudy
Monday, June 1, 2009
Derby Andalas di Malang
Tempat pertarungan PSMS Medan kontra Sriwijaya FC Palembang sudah tidak menjadi teka-teki. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) telah menetapkan tempat pertandingan derby Andalas -sebutan Sumatera- tersebut. 'Pertandingan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 2 Juni,' terang Darwis Satmoko, staf kompetisi BLI.
Sebelum keputusan tersebut keluar, arena bentrok dua tim Sumatera itu memang kabur. Pihak PSMS mengajukan opsi bahwa pertandingan dilangsungkan di Stadion Mandala, Jayapura. Di sisi lain, BLI berharap Ayam Kinantan -julukan PSMS- tetap memainkan laga home-nya tersebut di stadion yang telah ditentukan sebelumnya. Yakni, Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, yang sejatinya merupakan kandang Sriwijaya FC.
Keputusan itu pun membuat jadwal laga tersebut bergeser. Sebab, semula BLI menjadwalkan pertandingan tersebut digelar pada 1 Juni. Adanya pergesaran itu berarti BLI melanggar janji. Sebab, sebelumnya mereka menegaskan tidak akan ada lagi penjadwalan ulang pertandingan.
Keputusan tersebut mengundang kekecewaan pihak Sriwijaya FC. Sebagai tamu, mereka merasa dirugikan. 'Seharusnya, BLI memutuskan pertandingan tetap di Palembang,' kata Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC.
Menurut dia, pernyataannya tersebut tidak bermaksud mengambil keuntungan. Tapi, itu lebih mengacu pada keinginannya melihat konsistensi BLI dalam menerapkan aturan. [
Sebelum keputusan tersebut keluar, arena bentrok dua tim Sumatera itu memang kabur. Pihak PSMS mengajukan opsi bahwa pertandingan dilangsungkan di Stadion Mandala, Jayapura. Di sisi lain, BLI berharap Ayam Kinantan -julukan PSMS- tetap memainkan laga home-nya tersebut di stadion yang telah ditentukan sebelumnya. Yakni, Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, yang sejatinya merupakan kandang Sriwijaya FC.
Keputusan itu pun membuat jadwal laga tersebut bergeser. Sebab, semula BLI menjadwalkan pertandingan tersebut digelar pada 1 Juni. Adanya pergesaran itu berarti BLI melanggar janji. Sebab, sebelumnya mereka menegaskan tidak akan ada lagi penjadwalan ulang pertandingan.
Keputusan tersebut mengundang kekecewaan pihak Sriwijaya FC. Sebagai tamu, mereka merasa dirugikan. 'Seharusnya, BLI memutuskan pertandingan tetap di Palembang,' kata Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC.
Menurut dia, pernyataannya tersebut tidak bermaksud mengambil keuntungan. Tapi, itu lebih mengacu pada keinginannya melihat konsistensi BLI dalam menerapkan aturan. [
PSMS Tahan Imbang Persija
PSMS Medan belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara Liga Super Indonesia 2008-09, setelah pada laga lanjutan Sabtu (30/5) mereka hanya bermain imbang 1-1 lawan tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang.
"Hari ini masih mujur kami tidak kalah. Pemain-pemain kami cukup kelelahan dengan jadwal pertandingan yang sangat ketat," tutur pelatih PSMS Medan, Rudy W Keeltjes usai pertandingan.
Kesebelasan ayam kinantan ini berharap pada laga berikutnya melawan Sriwijaya FC, Selasa (2/6) di Stadion Kanjuruhan Malang, mereka bisa meraih poin penuh agar bisa naik peringkat.
Pada laga kali ini, sebenarnya PSMS Medan unggul terlebih dahulu di menit ke-24. Gelandangnya Leonardo Martin Zada, berhasil mengelabuhi pemain belakang Persija Danan Puspito dan Abanda Herman sebelum akhirnya berhasil menyarangkan tendangan cepat ke gawang Hendro Kartiko.
Kebobolan terlebih dahulu, para pemain Persija berusaha meningkatkan tempo permainan. Hanya saja dengan sejumlah pemain lapis kedua seperti Danan Puspito, Ramdani Lestaluhu, dan Ade Suhendra, daya serang Macan Kemayoran tersebut belum maksimal. Kedudukan 1-0 bagi keunggulan PSMS Medan bertahan hingga babak pertama usai.
Usai turun minum pelatih Persija Danurwindo tampak mulai memasukkan sejumlah pemain intinya guna mengangkat tempo permainan anak-anak didiknya. Danurwindo memasukkan M.Ilham menggantikan Ramadani di menit 46, dan mengganti striker Aliyudin dengan Bambang Pamungkas di menit 64.
Tiga menit setelah memasukkan Bambang Pamungkas, Persija berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Tendangan Bambang dari depan gawang PSMS, meski sempat mental, namun berhasil diselesaikan oleh Greg Nwokolo untuk menjebol gawang PSMS yang dikawal Markus Horison. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.
"Dalam laga ini kami menurunkan setidaknya lima pemain muda. Rotasi ini terus kami lakukan agar anak-anak tidak kelelahan pada setiap pertandingan. Mengingat, tiga hari sekali kami harus bertanding," ujar Danurwindo.
Meski kemampuan para pemain lapis kedua ini dinilai Danurwindo masih jauh dibandingkan skuad inti, namun hal itu dilakukan agar laga berikutnya anak-anak didiknya terus bisa bermain bagus pada laga-laga berikutnya.
Dengan hasil seri itu, Persija masih bertahan di peringkat lima klasemen sementara liga super dengan 15 kali menang dari 32 kali bermain. Sedangkan PSMS Medan masih bercokol di empat terbawah klasemen, dengan lima kemenangan dari 31 kali bermain.
Selasa (2/6) mendatang, Persija akan kembali bertemu Deltras Sidoarjo, namun dalam laga Copa Dji Sam Soe 2009 di Stadion Gajayana Malang
"Hari ini masih mujur kami tidak kalah. Pemain-pemain kami cukup kelelahan dengan jadwal pertandingan yang sangat ketat," tutur pelatih PSMS Medan, Rudy W Keeltjes usai pertandingan.
Kesebelasan ayam kinantan ini berharap pada laga berikutnya melawan Sriwijaya FC, Selasa (2/6) di Stadion Kanjuruhan Malang, mereka bisa meraih poin penuh agar bisa naik peringkat.
Pada laga kali ini, sebenarnya PSMS Medan unggul terlebih dahulu di menit ke-24. Gelandangnya Leonardo Martin Zada, berhasil mengelabuhi pemain belakang Persija Danan Puspito dan Abanda Herman sebelum akhirnya berhasil menyarangkan tendangan cepat ke gawang Hendro Kartiko.
Kebobolan terlebih dahulu, para pemain Persija berusaha meningkatkan tempo permainan. Hanya saja dengan sejumlah pemain lapis kedua seperti Danan Puspito, Ramdani Lestaluhu, dan Ade Suhendra, daya serang Macan Kemayoran tersebut belum maksimal. Kedudukan 1-0 bagi keunggulan PSMS Medan bertahan hingga babak pertama usai.
Usai turun minum pelatih Persija Danurwindo tampak mulai memasukkan sejumlah pemain intinya guna mengangkat tempo permainan anak-anak didiknya. Danurwindo memasukkan M.Ilham menggantikan Ramadani di menit 46, dan mengganti striker Aliyudin dengan Bambang Pamungkas di menit 64.
Tiga menit setelah memasukkan Bambang Pamungkas, Persija berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Tendangan Bambang dari depan gawang PSMS, meski sempat mental, namun berhasil diselesaikan oleh Greg Nwokolo untuk menjebol gawang PSMS yang dikawal Markus Horison. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.
"Dalam laga ini kami menurunkan setidaknya lima pemain muda. Rotasi ini terus kami lakukan agar anak-anak tidak kelelahan pada setiap pertandingan. Mengingat, tiga hari sekali kami harus bertanding," ujar Danurwindo.
Meski kemampuan para pemain lapis kedua ini dinilai Danurwindo masih jauh dibandingkan skuad inti, namun hal itu dilakukan agar laga berikutnya anak-anak didiknya terus bisa bermain bagus pada laga-laga berikutnya.
Dengan hasil seri itu, Persija masih bertahan di peringkat lima klasemen sementara liga super dengan 15 kali menang dari 32 kali bermain. Sedangkan PSMS Medan masih bercokol di empat terbawah klasemen, dengan lima kemenangan dari 31 kali bermain.
Selasa (2/6) mendatang, Persija akan kembali bertemu Deltras Sidoarjo, namun dalam laga Copa Dji Sam Soe 2009 di Stadion Gajayana Malang
Saturday, May 30, 2009
Merawat Asa Ayam Kinantan
Peluang bertahan di Djarum Indonesia Super League (DISL) belum tertutup bagi PSMS Medan. Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut masih sangat berpeluang mencicipi atmosfer DISL musim depan.
PSMS pun sadar betul akan situasi tersebut. Mereka ingin terus merawat harapan tersebut sekaligus mewujudkan asa bertahan di DISL. Karena itu, PSMS ingin terus menabung poin dalam empat laga tersisa. Tak terkecuali saat berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Gajayana, Malang, sore nanti (30/5) (siaran langsung Antv pukul 15.30 WIB).
"Kami memang belum habis. Kami akan terus berjuang agar lolos dari degradasi. Untuk itu, kami tidak sekadar mendapatkan satu poin saat bertemu Persija kali ini," tegas Rudy Keltjes, pelatih PSMS Medan.
Satu poin memang cukup berarti bagi PSMS. Namun, kemenangan jauh lebih bermakna. Karena itu, Affan Lubis dkk ingin memperoleh kemenangan tersebut saat dijamu Persija.
Dengan kemenangan, PSMS bisa menyamai poin Persitara Jakarta Utara yang berada satu setrip di atasnya. Jika tiga angka bisa diraih dari Persija, posisi PSMS bisa terkatrol keluar dari zona degradasi maupun playoff.
"Kemenangan atas Persitara di pertandingan sebelumnya membuat kami sangat termotivasi. Semoga motivasi itu mampu membawa kami memenangkan pertandingan besok (hari ini, Red)," ujar Rudy.
Kans PSMS untuk memenangkan pertarungan melawan Persija pun masih sangat terbuka. Sebab, motivasi Persija kini tak sebesar sebelumnya. Mereka sudah kehilangan mimpinya menjadi juara DISL edisi perdana ini. Bahkan, untuk finis di urutan kedua pun, mereka sudah tak lagi bisa.
Konsentrasi Macan Kemayoran -sebutan Persija- pun saat ini sudah beralih. Mereka kini fokus membidik juara Copa Indonesia IV. "Memang sudah tidak ada yang kami kejar di DISL. Tapi, kami tidak ingin malu. Kami tetap ingin memenangkan setiap pertandingan," sebut Ismed Sofyan, salah seorang pilar Persija
PSMS pun sadar betul akan situasi tersebut. Mereka ingin terus merawat harapan tersebut sekaligus mewujudkan asa bertahan di DISL. Karena itu, PSMS ingin terus menabung poin dalam empat laga tersisa. Tak terkecuali saat berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Gajayana, Malang, sore nanti (30/5) (siaran langsung Antv pukul 15.30 WIB).
"Kami memang belum habis. Kami akan terus berjuang agar lolos dari degradasi. Untuk itu, kami tidak sekadar mendapatkan satu poin saat bertemu Persija kali ini," tegas Rudy Keltjes, pelatih PSMS Medan.
Satu poin memang cukup berarti bagi PSMS. Namun, kemenangan jauh lebih bermakna. Karena itu, Affan Lubis dkk ingin memperoleh kemenangan tersebut saat dijamu Persija.
Dengan kemenangan, PSMS bisa menyamai poin Persitara Jakarta Utara yang berada satu setrip di atasnya. Jika tiga angka bisa diraih dari Persija, posisi PSMS bisa terkatrol keluar dari zona degradasi maupun playoff.
"Kemenangan atas Persitara di pertandingan sebelumnya membuat kami sangat termotivasi. Semoga motivasi itu mampu membawa kami memenangkan pertandingan besok (hari ini, Red)," ujar Rudy.
Kans PSMS untuk memenangkan pertarungan melawan Persija pun masih sangat terbuka. Sebab, motivasi Persija kini tak sebesar sebelumnya. Mereka sudah kehilangan mimpinya menjadi juara DISL edisi perdana ini. Bahkan, untuk finis di urutan kedua pun, mereka sudah tak lagi bisa.
Konsentrasi Macan Kemayoran -sebutan Persija- pun saat ini sudah beralih. Mereka kini fokus membidik juara Copa Indonesia IV. "Memang sudah tidak ada yang kami kejar di DISL. Tapi, kami tidak ingin malu. Kami tetap ingin memenangkan setiap pertandingan," sebut Ismed Sofyan, salah seorang pilar Persija
Pantang Kalah
Jika ingin meraih posisi agar aman dari zona degradasi tak ada kata lain bagi punggawa Ayam Kinantan selain memenangkan empat sisa laga. Nah, besok petang (30/5), PSMS Medan akan mencoba mendulang poin penuh saat bentrok Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang markas sementara Persija.
Jika kalah, harapan untuk bertahan di ajang Indonesian Super League (ISL) musim depan bakal tipis. Tapi, kemenangan 3-0 PSMS Medan atas Persitara Jakarta Utara, pada laga Selasa (26/5), tampaknya menambah kepercayaan diri pemain PSMS.
Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes mengatakan, tim asuhannya telah siap tempur. “Kemenangan dari Deltras kemarin semoga menambah tren positif bagi anak-anak, apalagi kami sangat membutuhkan kemenangan untuk menghindari zona degradasi. Tapi bukan masalah gampang mengalahkan mereka, selain kualitas pemain yang bagus mereka juga solid di semua lini. Namun kami tak akan menyerah dan akan berusaha keras mencuri poin dari mereka,” kata Rudy.
Mantan pelatih Persipura itu juga mengungkapkan, tim asuhannya akan tampil all out. Sayangnya, mereka tak akan diperkuat dua pemainnya Reswandi dan Agus Supriyanto yang terkena akumulasi kartu kuning. Tapi, PSMS mendapat keuntungan karena Persija harus terusir dari markasnya di Stadion Gelora Bung Karno karena tak diberi izin dari kepolisian. Berlaga di tempat netral dianggap sebagai keuntungan. PSMS yang sudah terbiasa main di kandang orang, tampaknya akan bisa berbuat banyak. Meskipun yang dihadapi klub besar bertabur bintang.
“Selalu ada harapan untuk meraih tiga angka. Walaupun yang dihadapi klub penuh bintang. Tapi ingat, kita bermain di divisi yang sama, jadi tak ada yang harus dikhawatirkan,” beber Keltjes. “Sebagai pelatih, saya instruksikan kepada anak-anak agar mampu meraih kemenangan.,”sambung Keltjes.
Jika kalah, harapan untuk bertahan di ajang Indonesian Super League (ISL) musim depan bakal tipis. Tapi, kemenangan 3-0 PSMS Medan atas Persitara Jakarta Utara, pada laga Selasa (26/5), tampaknya menambah kepercayaan diri pemain PSMS.
Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes mengatakan, tim asuhannya telah siap tempur. “Kemenangan dari Deltras kemarin semoga menambah tren positif bagi anak-anak, apalagi kami sangat membutuhkan kemenangan untuk menghindari zona degradasi. Tapi bukan masalah gampang mengalahkan mereka, selain kualitas pemain yang bagus mereka juga solid di semua lini. Namun kami tak akan menyerah dan akan berusaha keras mencuri poin dari mereka,” kata Rudy.
Mantan pelatih Persipura itu juga mengungkapkan, tim asuhannya akan tampil all out. Sayangnya, mereka tak akan diperkuat dua pemainnya Reswandi dan Agus Supriyanto yang terkena akumulasi kartu kuning. Tapi, PSMS mendapat keuntungan karena Persija harus terusir dari markasnya di Stadion Gelora Bung Karno karena tak diberi izin dari kepolisian. Berlaga di tempat netral dianggap sebagai keuntungan. PSMS yang sudah terbiasa main di kandang orang, tampaknya akan bisa berbuat banyak. Meskipun yang dihadapi klub besar bertabur bintang.
“Selalu ada harapan untuk meraih tiga angka. Walaupun yang dihadapi klub penuh bintang. Tapi ingat, kita bermain di divisi yang sama, jadi tak ada yang harus dikhawatirkan,” beber Keltjes. “Sebagai pelatih, saya instruksikan kepada anak-anak agar mampu meraih kemenangan.,”sambung Keltjes.
Costas Ditarget

Sadar bakal mendapatkan tekanan berat dari Permainan skuad Persija, pelatih PSMS, Rudi Keltjes berencana kembali menggunakan perpaduan menyerang dan bertahan. Format satu striker kembali diusung dengan hanya menempatkan Mario Costas sebagai target man.
“Melawan Persija saya akan menerapkan kembali skema lama. Melawan klub dengan kemampuan menyerang seperti Persija, saya rasa skema lama masih lebih bagus. Sebab anak-anak juga sudah sering menerapkan skema lama, susah juga kalau harus diganti-ganti, karena memang kita tak punya waktu cukup,” kata pelatih asal Situbondo itu
Jelang Bentrok Persija
MEDAN- Ujicoba skema diterapkan pelatih PSMS Rudi Keltjes, saat klub kebanggaan warga Medan itu berhasil mengandaskan Persitara Jakarta Utara Selasa (26/5) lalu. Dan kemungkinan strategi serupa akan kembali diterapkan saat dijamu Persija Jakarta Jumat (29/5) nanti di Stadion Gelora Kartini Jepara.
Perubahan yang dilakukan Keltjes adalah dari segi sistem formasi, dari semula 4-3-3 menjadi 3-4-3. Peran sayap kembali dimaksimalkan di samping penambahan daya gedor, dengan tetap mempertahankan tiga striker.
“Sistem 3-4-3 tampaknya lebih pas diterapkan PSMS saat ini. Anak-anak lebih mengerti sistem menyerang dan bertahan, meskipun masih cukup kasar dalam penerapan. Tapi setidaknya determinasi anak-anak sudah mulai terlihat,” kata Rudi Keltjes usai laga kontra Persitara Selasa lalu.
Dan tak menutup kemungkinan, Persija Jakarta juga akan mendapatkan kesulitan dengan sistem yang diterapkan PSMS. Apalagi Persija juga harus rela melanglang buana karena Stadion Gelora Bung Karno tak bisa dipakai karena tak dapat izin dari kepolisian.
Memang, pada laga kontra Persitara, PSMS main cukup baik, tenang dan sedikit taktis. Keberanian pemain belakang untuk membantu serangan ternyata cukup berhasil. Tiga gol berhasil disarangkan, meski seharusnya bisa lebih karena dua gol dianulir secara tak jelas oleh Syafei wasit yang memimpin laga itu.
Kalau PSMS kembali memakai sistem 3-4-3 kontra Persija, sebenarnya cukup beresiko. Pasalnya Persija merupakan tim besar yang memiliki segudang pemain berkualitas di atas rata-rata pemain PSMS. Lini depan Macan Kemayoran masih yang terbaik saat ini. Ujung tombak Persija dihuni striker haus gol bak Bambang Pamungkas hingga Greg Nwokolo. Barisan gelandang mereka juga bisa mencetak gol lewat kaki Ponaryo Astaman atau gelandang impor berkuncir Valentino.
Hal itu tentu saja sudah diantisipasi oleh Keltjes. Meskipun memakai sistem serang, toh Keltjes tak ingin membiarkan barisan pertahanannya ompong. Saat menghadapi Persitara lalu, Keltjes sejatinya tetap memasang empat bek secara bersamaan. Meraka adalah Aun Carbiny, Mauro Pinto, Fadli Hariri, hingga Edi Sibung. Namun peran Pinto tampaknya lebih ditempatkan sebagai gelandang bertahan berdampingan dengan Esteban.
Di lini tengah dan depan juga ada sedikit perubahan. Oktovianus Maniani yang masih berperan sebagai winger, dipaksa juga untuk lebih rajin mengemas gol dengan tusukan-tusukan ke kota penalti lawan. Kalau Okto melakukan serangan, Ruben Sanadi siap melapis di sisi kiri dibawah area Okto. Elie Aiboy juga demikian, meskipun dia lebih sering dapat peran sebagai pengumpan.
Apapun itu, target tiga angka harus dicapai saat melawan Persija. Persija yang harus bermusafir ria tentu lebih mudah dikalahkan. Terlebih berdasarkan data sementara, Persija memang jarang menang di partai-partai terakhirnya yang digelar di luar kadang mereka. (ful)
Perubahan yang dilakukan Keltjes adalah dari segi sistem formasi, dari semula 4-3-3 menjadi 3-4-3. Peran sayap kembali dimaksimalkan di samping penambahan daya gedor, dengan tetap mempertahankan tiga striker.
“Sistem 3-4-3 tampaknya lebih pas diterapkan PSMS saat ini. Anak-anak lebih mengerti sistem menyerang dan bertahan, meskipun masih cukup kasar dalam penerapan. Tapi setidaknya determinasi anak-anak sudah mulai terlihat,” kata Rudi Keltjes usai laga kontra Persitara Selasa lalu.
Dan tak menutup kemungkinan, Persija Jakarta juga akan mendapatkan kesulitan dengan sistem yang diterapkan PSMS. Apalagi Persija juga harus rela melanglang buana karena Stadion Gelora Bung Karno tak bisa dipakai karena tak dapat izin dari kepolisian.
Memang, pada laga kontra Persitara, PSMS main cukup baik, tenang dan sedikit taktis. Keberanian pemain belakang untuk membantu serangan ternyata cukup berhasil. Tiga gol berhasil disarangkan, meski seharusnya bisa lebih karena dua gol dianulir secara tak jelas oleh Syafei wasit yang memimpin laga itu.
Kalau PSMS kembali memakai sistem 3-4-3 kontra Persija, sebenarnya cukup beresiko. Pasalnya Persija merupakan tim besar yang memiliki segudang pemain berkualitas di atas rata-rata pemain PSMS. Lini depan Macan Kemayoran masih yang terbaik saat ini. Ujung tombak Persija dihuni striker haus gol bak Bambang Pamungkas hingga Greg Nwokolo. Barisan gelandang mereka juga bisa mencetak gol lewat kaki Ponaryo Astaman atau gelandang impor berkuncir Valentino.
Hal itu tentu saja sudah diantisipasi oleh Keltjes. Meskipun memakai sistem serang, toh Keltjes tak ingin membiarkan barisan pertahanannya ompong. Saat menghadapi Persitara lalu, Keltjes sejatinya tetap memasang empat bek secara bersamaan. Meraka adalah Aun Carbiny, Mauro Pinto, Fadli Hariri, hingga Edi Sibung. Namun peran Pinto tampaknya lebih ditempatkan sebagai gelandang bertahan berdampingan dengan Esteban.
Di lini tengah dan depan juga ada sedikit perubahan. Oktovianus Maniani yang masih berperan sebagai winger, dipaksa juga untuk lebih rajin mengemas gol dengan tusukan-tusukan ke kota penalti lawan. Kalau Okto melakukan serangan, Ruben Sanadi siap melapis di sisi kiri dibawah area Okto. Elie Aiboy juga demikian, meskipun dia lebih sering dapat peran sebagai pengumpan.
Apapun itu, target tiga angka harus dicapai saat melawan Persija. Persija yang harus bermusafir ria tentu lebih mudah dikalahkan. Terlebih berdasarkan data sementara, Persija memang jarang menang di partai-partai terakhirnya yang digelar di luar kadang mereka. (ful)
Rahmat Affandi dan Asri Akbar Menghilang
PSMS tampaknya akan semakin kekurangan pilarnya, di saat klub berjuluk Ayam Kinantan itu berjuang menjauhi zona degradasi. Rahmat Affandi striker yang telah menyarangkan 9 gol bagi PSMS tak lagi berada bersama tim, sama halnya dengan Asri Akbar yang telah lama kembali ke kampung halamannya.
Ditanyakan akan keberadaan mereka kepada Rudi Keltjes, arsitek PSMS itu tak terlalu memikirkannya. “Fandi sudah sejak lama tak lagi bersama tim. Beberapa pekan lalu, dia izin sakit. Saat itu tim hendak melawat ke Malaysia. Usai kembali dari Malaysia, dia bilang sudah sehat, namun tak kunjung bergabung bersama tim. Saya tidak tahu lagi kabarnya setelah itu,” beber Rudi Keltjes baru-baru ini.
Yang cukup menarik adalah menghilangnya Asri Akbar. Pencetak dua gol ke gawang Persiba Bantul di babak 16 besar Copa Indonesia lalu, menurut Rudi Keltjes telah kembali ke kampung halamannya di Takalar Sulawesi Selatan.
Menurut Rudi, kepulangan Asri karena disuruh istrinya yang tak ingin melihat Asri Akbar menjadi seorang pesepakbola. Istri Asri lebih ingin melihat Asri menjadi seorang pedagang saja. “Kalau Asri memang sudah tak lagi bergabung dengan PSMS. Dia disuruh istrinya pulang kampung untuk menjadi saudagar. Kalau sudah begitu mau bilang apa lagi. Kan artinya memang sudah tak lagi ada komitmen kuat di sepak bola,” kata Rudi.
Kalau Rahmat Affandi, sepertinya masih ada kesempatan untuk kembali bersama tim. Rudi Keljtes sendiri mengaku masih menantinya, meskipun pasti ada hukuman disipilin kepadanya. “Beberapa waktu lalu, Fandi ada hubungi saya, tapi tidak saya angkat karena sedang latihan. Setelah itu tak ada lagi kabar,” pungkas Rudi
Ditanyakan akan keberadaan mereka kepada Rudi Keltjes, arsitek PSMS itu tak terlalu memikirkannya. “Fandi sudah sejak lama tak lagi bersama tim. Beberapa pekan lalu, dia izin sakit. Saat itu tim hendak melawat ke Malaysia. Usai kembali dari Malaysia, dia bilang sudah sehat, namun tak kunjung bergabung bersama tim. Saya tidak tahu lagi kabarnya setelah itu,” beber Rudi Keltjes baru-baru ini.
Yang cukup menarik adalah menghilangnya Asri Akbar. Pencetak dua gol ke gawang Persiba Bantul di babak 16 besar Copa Indonesia lalu, menurut Rudi Keltjes telah kembali ke kampung halamannya di Takalar Sulawesi Selatan.
Menurut Rudi, kepulangan Asri karena disuruh istrinya yang tak ingin melihat Asri Akbar menjadi seorang pesepakbola. Istri Asri lebih ingin melihat Asri menjadi seorang pedagang saja. “Kalau Asri memang sudah tak lagi bergabung dengan PSMS. Dia disuruh istrinya pulang kampung untuk menjadi saudagar. Kalau sudah begitu mau bilang apa lagi. Kan artinya memang sudah tak lagi ada komitmen kuat di sepak bola,” kata Rudi.
Kalau Rahmat Affandi, sepertinya masih ada kesempatan untuk kembali bersama tim. Rudi Keljtes sendiri mengaku masih menantinya, meskipun pasti ada hukuman disipilin kepadanya. “Beberapa waktu lalu, Fandi ada hubungi saya, tapi tidak saya angkat karena sedang latihan. Setelah itu tak ada lagi kabar,” pungkas Rudi
Friday, May 29, 2009
PSMS Tantang Persija di Gajayana

PSMS Medan ingin menjauh dari zona degradasi. Karena itu, saat menjajal Persija di Stadion Gajayana, Malang, Jumat, 29 Mei 2009, Ayam Kinantan bertekad untuk meraih kemenangan.
Kemenangan menjadi harga mati yang diusung oleh PSMS pada duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini. Pasalnya, tambahan tiga angka akan membuat peluang PSMS untuk menjauh dari zona degradasi semakin terbuka.
Saat ini PSMS masih berada di zona merah degradasi. Dengan koleksi 27 poin dari 30 laga PSMS berada di urutan ke-15 klasemen sementara.
"Kemenangan menjadi harga mati yang kami usung untuk setiap pertandingan termasuk lawan Persija," kata Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes mengomentari duel sore ini.
Menurut mantan pelatih Persipura Jayapura itu, di penghujung kompetisi PSMS tak mengenal lagi perbedaan duel tandang dan kandang. Seluruhnya harus diakhiri dengan poin sempurna.
"Tak ada pilihan lain. Kami harus bisa mengejar poin sebanyak-banyaknya agar tetap bertahan di LSI musim depan," kata Rudy.
Menghadapi Persija, Rudy meminta timnya untuk tetap waspada. Pasalnya, meski belakangan tidak menunjukkan penampilan yang stabil, Persija bukanlah lawan yang gampang untuk ditaklukkan.
"Persija dalam beberapa pertandingan terakhir ini menggunakan beberapa pemain pelapis sebagai starter. Namun kami tidak boleh lengah. Sebaliknya, kami harus bisa memanfaatkannya," tandas Rudy.
Sayang PSMS tak bisa tampil lengkap saat menjajal Persija. Dua pemain pilarnya, Reswandi dan Agus Suprianto harus absen karena akumulasi kartu kuning.
Persija Juga Ngotot Tiga Angka
Terpisah, Persija Jakarta juga mengaku tak ingin melepas sisa pertandingannya di LSI 2008/2009. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief kepada antvsports.com.
"Meski kami fokus ke Copa, kami juga tidak akan melepas pertandingan di LSI 2008/2009. Kemenangan masih menjadi target kami di seluruh sisa pertandingan yang ada," kata Ferry.
Menghadapi PSMS, Ferry menilai pemain-pemain Persija harus tetap waspada. Sebab, selain memiliki beberapa pemain berkualitas, PSMS juga akan termotivasi untuk lepas dari zona degrasasi.
"Kami harus mewaspadai kebangkitan untuk menjauh dari zona degradasi. Selain itu, PSMS juga punya pemain-pemain berkualitas seperti Ellie Aiboy, Mario Costas, dan Octavianus Maniani," tandas mantan pentolan The Jakmania itu.
Prediksi Line Up
Persija Jakarta (4-4-2)
Hendro Kartiko (g), Ismed Sofyan, Aris Indarto, Abanda Herman, Leo Saputra, Greg Nwokolo, Ponaryo Astaman, Robertino Pugliara, M Ilham, Bambang Pamungkas, Fabio Lopes
PSMS (4-4-2)
Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar, Leonardo Zada, Esteban, Octavianus Maniani, Mauro Pinto, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi, Mario Costas
Thursday, May 28, 2009
PSMS mulai tinggalkan Zona Merah
PSMS Medan berhasil keluar dari zona degradasi setelah melumat tuan rumah Persitara yang merupakan pesaing mereka tiga gol tanpa balas pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadin Surajaya, Selasa (26/5).
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Perseteruan Degradasi Tiada Henti
Persaingan papan bawah klasemen Liga Super semakin memanas setelah PSMS Medan menaklukkan Persitara Jakarta Utara 3-0 di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa (26/5).
Hasil ini membuat Deltras Sidoarjo, PKT Bontang, dan Persita Tangerang semakin tidak nyaman. Tim yang bakal mendampingi PSIS Semarang ke Divisi Utama musim 2009/2010 hingga kini masih sulit ditebak. Sebab, masih ada lima tim yang berjibaku menghindari peringkat 17, 16, dan 15 klasemen (kalkulasi poin lihat statistik). Salip menyalip posisi masih bisa terjadi karena sisa pertandingan lima tim ini sangat beragam.
Namun, secara matematis, peluang PSMS dan Persitara lebih besar dibandingkan PKT, Deltras, apalagi Persita. Sebab, kedua tim sama-sama berpeluang mengumpulkan poin maksimal 39 jika memenangi sisa pertandingan, melampaui posisi PKT yang hanya bisa mengumpulkan poin maksimal 37. Posisi yang paling terjepit menimpa Deltras dan Persita. Pasalnya, nasib mereka tidak hanya ditentukan melalui sisa laga, melainkan juga berharap tiga pesaing di atasnya kalah. Poin maksimal yang bisa dikumpulkan Deltras hanya 35 dan Persita hanya 31 poin.
Masalahnya, hitungan matematis ini sangat mungkin meleset mengingat lawan yang bakal dihadapi PSMS sangat berat. Ayam Kinantan —julukan PSMS— harus berbenturan dengan empat tim papan atas, masing-masing Persija Jakarta, Sriwijaya FC, serta dua raksasa Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Sementara Persitara belum aman di peringkat 14 klasemen dengan 30 poin dari 31 kali bertanding. Agar aman, Laskar Si Pitung harus memetik poin maksimal melawan Persib Bandung, Persela Lamongan, serta derby melawan Persija Jakarta.
“Perjuangan di lapangan tidak semudah hitung-hitungan di atas kertas. Tapi, apa pun alasannya, kami harus berjuang habis-habisan di sisa tiga pertandingan,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto
Hasil ini membuat Deltras Sidoarjo, PKT Bontang, dan Persita Tangerang semakin tidak nyaman. Tim yang bakal mendampingi PSIS Semarang ke Divisi Utama musim 2009/2010 hingga kini masih sulit ditebak. Sebab, masih ada lima tim yang berjibaku menghindari peringkat 17, 16, dan 15 klasemen (kalkulasi poin lihat statistik). Salip menyalip posisi masih bisa terjadi karena sisa pertandingan lima tim ini sangat beragam.
Namun, secara matematis, peluang PSMS dan Persitara lebih besar dibandingkan PKT, Deltras, apalagi Persita. Sebab, kedua tim sama-sama berpeluang mengumpulkan poin maksimal 39 jika memenangi sisa pertandingan, melampaui posisi PKT yang hanya bisa mengumpulkan poin maksimal 37. Posisi yang paling terjepit menimpa Deltras dan Persita. Pasalnya, nasib mereka tidak hanya ditentukan melalui sisa laga, melainkan juga berharap tiga pesaing di atasnya kalah. Poin maksimal yang bisa dikumpulkan Deltras hanya 35 dan Persita hanya 31 poin.
Masalahnya, hitungan matematis ini sangat mungkin meleset mengingat lawan yang bakal dihadapi PSMS sangat berat. Ayam Kinantan —julukan PSMS— harus berbenturan dengan empat tim papan atas, masing-masing Persija Jakarta, Sriwijaya FC, serta dua raksasa Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Sementara Persitara belum aman di peringkat 14 klasemen dengan 30 poin dari 31 kali bertanding. Agar aman, Laskar Si Pitung harus memetik poin maksimal melawan Persib Bandung, Persela Lamongan, serta derby melawan Persija Jakarta.
“Perjuangan di lapangan tidak semudah hitung-hitungan di atas kertas. Tapi, apa pun alasannya, kami harus berjuang habis-habisan di sisa tiga pertandingan,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto
Wednesday, May 27, 2009
Sumut bidik final Medco
Pengda PSSI Sumut kembali memasang target menembus babak final pada Kompetisi Nasional U-15 Piala Medco 2009, Agustus mendatang. Pada 2008, Sumut juga memasang target serupa, namun hanya sampai di babak delapan besar.
"Kita memang mengalami kegagalan menembus final pada 2008, tapi kegagalan itu tidak akan membuat kita takut kembali memasang target serupa demi kemajuan prestasi sepakbola usia dini Sumut," ujar Ketua Umum Pengda PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP pada temu pers di Sekretariat PSSI Sumut, Selasa.
Dikatakan, kegagalan Sumut tampil di final pada 2008 disebabkan banyak hal, termasuk mundurnya beberapa pemain menjelang keberangkatan tim ke babak 16 besar. "Kita harapkan hal seperti itu tidak terjadi lagi. Untuk menghindari kejadian serupa, kita akan libatkan orangtua untuk sama-sama mendukung kesuksesan Sumut," pinta Chaerullah.
Sebelumnya, PSSI Sumut telah menetapkan susunan pengurus tim Piala Medco 2009 yang dimanajeri Goklas Butar-Butar SH, Wakil Manajer Sugeng Rahayu, Sekretaris Suwarno dan Bendahara Ronal Sirait SH. Untuk pelatih, Koances Simatupang masih tetap dipercaya mengarsiteki tim Sumut dibantu asisten pelatih Syahril WP.
Dalam kesempatan itu, Goklas menyatakan tekadnya memenuhi target PSSI Sumut menembus babak final. "Kita akan membentuk tim yang solid dan urusan ini akan kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih. Saya berjanji, tidak akan ada intervensi untuk penjaringan pemain," ujar Goklas.
Wakil Manajer Sugeng Rahayu yang juga Bendahara PSSI Sumut menambahkan, seleksi tim akan digelar 29 Mei hingga 1 Juni di Stadion Teladan Medan. "Setiap Sekolah Sepakbola (SSB) di Sumut dihimbau untuk mengirimkan pemain-pemain terbaiknya mengikuti seleksi," jelas Sugeng
"Kita memang mengalami kegagalan menembus final pada 2008, tapi kegagalan itu tidak akan membuat kita takut kembali memasang target serupa demi kemajuan prestasi sepakbola usia dini Sumut," ujar Ketua Umum Pengda PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP pada temu pers di Sekretariat PSSI Sumut, Selasa.
Dikatakan, kegagalan Sumut tampil di final pada 2008 disebabkan banyak hal, termasuk mundurnya beberapa pemain menjelang keberangkatan tim ke babak 16 besar. "Kita harapkan hal seperti itu tidak terjadi lagi. Untuk menghindari kejadian serupa, kita akan libatkan orangtua untuk sama-sama mendukung kesuksesan Sumut," pinta Chaerullah.
Sebelumnya, PSSI Sumut telah menetapkan susunan pengurus tim Piala Medco 2009 yang dimanajeri Goklas Butar-Butar SH, Wakil Manajer Sugeng Rahayu, Sekretaris Suwarno dan Bendahara Ronal Sirait SH. Untuk pelatih, Koances Simatupang masih tetap dipercaya mengarsiteki tim Sumut dibantu asisten pelatih Syahril WP.
Dalam kesempatan itu, Goklas menyatakan tekadnya memenuhi target PSSI Sumut menembus babak final. "Kita akan membentuk tim yang solid dan urusan ini akan kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih. Saya berjanji, tidak akan ada intervensi untuk penjaringan pemain," ujar Goklas.
Wakil Manajer Sugeng Rahayu yang juga Bendahara PSSI Sumut menambahkan, seleksi tim akan digelar 29 Mei hingga 1 Juni di Stadion Teladan Medan. "Setiap Sekolah Sepakbola (SSB) di Sumut dihimbau untuk mengirimkan pemain-pemain terbaiknya mengikuti seleksi," jelas Sugeng
PSSA Asahan ikuti Divisi I
PSSA Asahan memastikan diri mengikuti Divisi I Liga Indonesia, Juni mendatang. Kepastian itu ditegaskan Manajer PSSA Asahan, Drs Jamal Abd Nasir Siregar, baru-baru ini.
"Surat pendaftaran tim telah kita layangkan melalui faks. Ini merupakan bukti PSSA bakal meramaikan Divisi I Liga Indonesia 2009," terang Jamal yang juga Kadisporabudpar Asahan.
Disinggung terkait isu terjadinya kemelut antara manajemen PSSA dengan Pengcab PSSI Asahan, Jamal dengan tegas membantah. "Tidak ada itu. Kita baik-baik saja. Bahkan, Pengcab PSSI Asahan pimpinan H Erwis Edi Pauja Lubis SH MAP mendukung penuh," tukas Jamal.
Selain Pengcab PSSI Asahan, tambahnya, KONI Asahan turut memberikan support kepada PSSA mengikuti Divisi I Liga Indonesia dimaksud. Manajer tim berjuluk ‘Naga Berkisar' itu menilai, isu kemelut antara kedua top organisasi sepakbola di Asahan itu diduga sengaja dihembuskan oknum-oknum tertentu.
"Kita tidak melihat adanya kemelut. Mungkin itu sengaja dibesar-besarkan," pungkas Jamal.
Wakil Manajer PSSA, Nurkarim Nehe, yang juga Sekum Pengcab PSSI Asahan mengakui telah melakukan perombakan tim yang akan membawa timnya bertarung di Divisi I Liga Indonesia.
"Perombakan bertujuan memperkuat tim telah disetujui Ketum PSSA Asahan. Selanjutnya, akan digelar seleksi ketat terhadap pemain lokal maupun luar daerah dalam waktu dekat," tukas Nehe.
"Surat pendaftaran tim telah kita layangkan melalui faks. Ini merupakan bukti PSSA bakal meramaikan Divisi I Liga Indonesia 2009," terang Jamal yang juga Kadisporabudpar Asahan.
Disinggung terkait isu terjadinya kemelut antara manajemen PSSA dengan Pengcab PSSI Asahan, Jamal dengan tegas membantah. "Tidak ada itu. Kita baik-baik saja. Bahkan, Pengcab PSSI Asahan pimpinan H Erwis Edi Pauja Lubis SH MAP mendukung penuh," tukas Jamal.
Selain Pengcab PSSI Asahan, tambahnya, KONI Asahan turut memberikan support kepada PSSA mengikuti Divisi I Liga Indonesia dimaksud. Manajer tim berjuluk ‘Naga Berkisar' itu menilai, isu kemelut antara kedua top organisasi sepakbola di Asahan itu diduga sengaja dihembuskan oknum-oknum tertentu.
"Kita tidak melihat adanya kemelut. Mungkin itu sengaja dibesar-besarkan," pungkas Jamal.
Wakil Manajer PSSA, Nurkarim Nehe, yang juga Sekum Pengcab PSSI Asahan mengakui telah melakukan perombakan tim yang akan membawa timnya bertarung di Divisi I Liga Indonesia.
"Perombakan bertujuan memperkuat tim telah disetujui Ketum PSSA Asahan. Selanjutnya, akan digelar seleksi ketat terhadap pemain lokal maupun luar daerah dalam waktu dekat," tukas Nehe.
PSMS pilih Stadion Kanjuruhan
Tiadanya kepastian dari Panitia Pelaksana (Panpel) Jayapura, PSMS Medan akhirnya memilih Stadion Kanjuruhan, Malang, sebagai markas mereka saat menghadapi Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia, 2 Juni nanti.
Sebelumnya, PSMS memilih Stadion Mandala, Jayapura karena keberatan menggunakan Stadion Gelora Jakabaring Palembang sebagai tempat pertandingan dengan alasan akan merugikan mengingat stadion itu merupakan home base SFC.
Sejak awal Maret lalu, skuad Ayam Kinantan telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai kandang untuk laga di AFC Cup dan lanjutan putaran kedua Superliga.
"Lebih baik di Malang. Jadi, lebih menghemat tenaga dan finansial," ujar salah satu pengurus PSMS, Selasa, menambahkan sebelum duel melawan SFC, mereka akan bertanding dengan Persija Jakarta.
Jika sebelumnya SFC diuntungkan dengan pemindahan ke Jayapura, kali ini Charis Yulianto cs terpaksa mengikuti kemauan PSMS dan terbang ke Malang. Padahal, dua laga terakhir SFC akan menghadapi tim asal Papua, yakni Persiwa Wamena (6/6) dan Persipura Jayapura (10/6).
"Kemenangan atas PSMS sangat penting. Itu akan menentukan posisi tim kami di urutan keberapa akhir musim nanti," kata Pelatih SFC, Rahmad Darmawan
Sebelumnya, PSMS memilih Stadion Mandala, Jayapura karena keberatan menggunakan Stadion Gelora Jakabaring Palembang sebagai tempat pertandingan dengan alasan akan merugikan mengingat stadion itu merupakan home base SFC.
Sejak awal Maret lalu, skuad Ayam Kinantan telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai kandang untuk laga di AFC Cup dan lanjutan putaran kedua Superliga.
"Lebih baik di Malang. Jadi, lebih menghemat tenaga dan finansial," ujar salah satu pengurus PSMS, Selasa, menambahkan sebelum duel melawan SFC, mereka akan bertanding dengan Persija Jakarta.
Jika sebelumnya SFC diuntungkan dengan pemindahan ke Jayapura, kali ini Charis Yulianto cs terpaksa mengikuti kemauan PSMS dan terbang ke Malang. Padahal, dua laga terakhir SFC akan menghadapi tim asal Papua, yakni Persiwa Wamena (6/6) dan Persipura Jayapura (10/6).
"Kemenangan atas PSMS sangat penting. Itu akan menentukan posisi tim kami di urutan keberapa akhir musim nanti," kata Pelatih SFC, Rahmad Darmawan
Setetes harapan buat PSMS medan
.gif)
Harapan PSMS untuk lolos dari ancaman degradasi di ajang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 kembali terbuka. Setelah pada pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya Lamongan kemarin (26/5) sore menang telak dengan skor 0-3.
Sementara bagi Persitara perburuan untuk selamat semakin berat karena calon tim lawan yang akan dihadapi adalah Persib Bandung. Sedang Tim Maung Bandung ini juga sedang berburu poin untuk merebut posisi runner up dari Persiwa Wamena. “Karena kekalahan ini pula, rencana kita bermain di Bandung terpaksa juga kita batalkan. Kita mungkin tetap bertanding di Lamongan saja,” kata pelatih Persitara Doddy Sahetapy.
Jika lawan PSMS kemarin sore Persitara memetik poin penuh, informasinya manajemen berencana saat menjamu Persib Bandung 30 Mei mendatang cukup di Stadion Siliwangi, Bandung. Alasannya, karena hasil apapun dari pertandingan tersebut Persitara tetap lolos dari degradasi. Sisi lain, diharapkan bisa meraup keuntungan karena dipastikan laga itu disaksikan penonton yang biasa memenuhi stadion Siliwangi.
Persitara kemarin tampil tidak seperti tiga pertandingan sebelumnya. Motovasi dan semangat bertanding terlihat sekali menurun drastik. Ini tidak bisa disalahkan karena stamina pemain benar-benar habis terkuras. Terutama usai meladeni Persiwa yang harus dilakukan dua sesion. Pertandingan malam hari terpaksa ditunda esok harinya, karena pada saat memasuki pertandingan babak II lampu stadion Surajaya padam.
Sebenarnya PSMS juga tidak jauh beda. Penampilan tim kesebelasan yang diarsiteki Rudy William Keltjes ini juga terlihat capai. Contohnya Oktovianus Maniani, pemain mungil yang selalu diandalkan karena memiliki kecepatan lari yang luar biasa, kemarin tampak sering terengah-engah dan berhenti di tengah jalan ketika sedang membantu serangan. Kondisi yang sama juga terlihat pada kelincahan John Tarkpor, yang sama-sama memiliki stamina yang bagus. Pemain bernomor punggung itu kemarin tampil menurun.
Adapun tiga gol PSMS dua di antaranya diborong Mario Costas pada menit 36 dan 39. Enam menit menjelang pertandingan babak II yang dipimpin M. Syafei dari Bandung berakhir, Leonardo Martin Zada menambah kemenangan untuk PSMS. “Jangan tanya soal bagaimana kita bisa memenangkan pertandingan. Kita lebih untung itu saja. Anda lihat sendiri, ke dua tim kesebelasan tampil dengan stamina yang loyo. Hanya, kalau kita akhirnya bisa memenangkan pertandingan, itu karena kita lebih segar. Kita capai, tapi Persitara ternyata lebih capai lagi,” kata Rudy Keltjes, usai pertandingan.
Sementara Doddy, pelatih Persitara menambahkan, semoga dengan waktu empat hari untuk persiapan menjamu Persib Bandung anak asuhnya bisa menjalankan recovery dengan baik. Karena tekat Persitara tetap ingin lepas dari ancaman degradasi. “Kita memang terlalu capai. Untuk itu kita akan manfaatkan waktu recovery nanti dengan sebaik-baiknya,” tuturnya
Ga bosen2Nya wasit, Kerjain PSMS Medan
Salah satu barisan pendukung PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeck) Holigan, sangat menyayangkan keputusan Wasit Syafei yang memimpin pertandingan PSMS kontra Persitara kemarin malam.
Nata Simangunsong, pentolan SMeck Holigan mengaku sangat kecewa dengan sikap wasit selama PSMS merantau keluar kandang. “Melawan Persitara, PSMS menunjukkan bahwa sebenarnya mereka bermain tidak jelek. Tapi kita lihat wasit masih saja melakukan kerugian kepada PSMS,” koarnya saat Smeck menggelar nonton bareng di Aula ITM Selasa (26/5) kemarin.
Berbicara soal hasil, SMeck mengutarakan rasa bangganya. Faktor Rudi Keltjes sang arsitek dinilai cukup positif. “Masalahnya hanya satu, kembalikan PSMS ke kandangnya,” kata Nata lagi.
“Manajemen dan pengurus harus segera diperbaiki. Kami dari SMeck pasti mendukung. Yang penting PSMS jangan degradasi,” lanjut Nata.
Tak hanya SMeck, Rudi Keltjes juga kecewa berat. Seandainya keputusan aneh wasit tidak ada, PSMS bisa menang lebih dari 3 gol. “Saya sama sekali tidak puas dengan keputusan ini. Seharusnya bisa unggul lebih besar lagi,” kata Rudi.
Fadli Hariri, pemain belakang PSMS juga geram. “Kita berhasil menang, tapi sayang masih ada yang merugikan PSMS,” bebernya.
Sihar Sitorus, manajer PSMS juga tak tinggal diam atas keputusan wasit yang menganulir dua gol PSMS. “Pasti akan kita pertanyakan keputusan itu kepada BWSI,” bilang Sihar
Nata Simangunsong, pentolan SMeck Holigan mengaku sangat kecewa dengan sikap wasit selama PSMS merantau keluar kandang. “Melawan Persitara, PSMS menunjukkan bahwa sebenarnya mereka bermain tidak jelek. Tapi kita lihat wasit masih saja melakukan kerugian kepada PSMS,” koarnya saat Smeck menggelar nonton bareng di Aula ITM Selasa (26/5) kemarin.
Berbicara soal hasil, SMeck mengutarakan rasa bangganya. Faktor Rudi Keltjes sang arsitek dinilai cukup positif. “Masalahnya hanya satu, kembalikan PSMS ke kandangnya,” kata Nata lagi.
“Manajemen dan pengurus harus segera diperbaiki. Kami dari SMeck pasti mendukung. Yang penting PSMS jangan degradasi,” lanjut Nata.
Tak hanya SMeck, Rudi Keltjes juga kecewa berat. Seandainya keputusan aneh wasit tidak ada, PSMS bisa menang lebih dari 3 gol. “Saya sama sekali tidak puas dengan keputusan ini. Seharusnya bisa unggul lebih besar lagi,” kata Rudi.
Fadli Hariri, pemain belakang PSMS juga geram. “Kita berhasil menang, tapi sayang masih ada yang merugikan PSMS,” bebernya.
Sihar Sitorus, manajer PSMS juga tak tinggal diam atas keputusan wasit yang menganulir dua gol PSMS. “Pasti akan kita pertanyakan keputusan itu kepada BWSI,” bilang Sihar
Taklukkan Persitara, PSMS Naik Dua Tingkat
PSMS Medan akhirnya berhasil mengamankan tiga poin setelah berhasil menekuk Persitara Jakarta Utara tiga gol tanpa balas. Gol PSMS dicetak Mario Costas dengan dua gol dan Leonardo Zada.
Gol Costas dicetak pada menit ke-35 dan 39. Sedangkan pelengkap dari Zada terjadi di menit ke-84. Dengan kemenangan ini, PSMS berhasil dua tingkat diperingkat ke-15 dengan total poin 27. Tim besutan Rudy Keltjes ini berhasil menggusur Deltras Sidoarjo dan Persita Tangerang.
Sedangkan bagi kubu Persitara, kekalahan ini membuat posisi mereka tak beranjak di peringkat ke-14, atau unggul tiga poin dari PSMS. Kontan hasil ini membuat manajer Laskar Si Pitung Harry 'Gendhar' Ruswanto, kecewa. Namun Gendhar menilai hasil ini imbas dari keletihan pemainnya.
"Fisik kedodoran karena waktu lawan Persiwa pertandingan harus dilanjutkan pagi hari. Hal itu membuat pemain fisiknya sedikit kedodoran," ujar Gendhar kepada Vivanews.
Namun pelatih Ayam Kinantan Rudi W Keltjes lebih menilai faktor semangat yang membuat timnya berhasil meraih kemenangan. Pasalnya, faktor kelelahan juga dialami PSMS Medan yang harus menempuh perjalanan jauh dari Medan ke Lamongan.
"Tim kami juga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalan dari Medan ke Lamongan. Hanya semangat tim kami lebih bagus dilapangan sehingga bisa menguasai pertandingan," ujar pelatih PSMS Medan Rudy W Keltjes.
Gol Costas dicetak pada menit ke-35 dan 39. Sedangkan pelengkap dari Zada terjadi di menit ke-84. Dengan kemenangan ini, PSMS berhasil dua tingkat diperingkat ke-15 dengan total poin 27. Tim besutan Rudy Keltjes ini berhasil menggusur Deltras Sidoarjo dan Persita Tangerang.
Sedangkan bagi kubu Persitara, kekalahan ini membuat posisi mereka tak beranjak di peringkat ke-14, atau unggul tiga poin dari PSMS. Kontan hasil ini membuat manajer Laskar Si Pitung Harry 'Gendhar' Ruswanto, kecewa. Namun Gendhar menilai hasil ini imbas dari keletihan pemainnya.
"Fisik kedodoran karena waktu lawan Persiwa pertandingan harus dilanjutkan pagi hari. Hal itu membuat pemain fisiknya sedikit kedodoran," ujar Gendhar kepada Vivanews.
Namun pelatih Ayam Kinantan Rudi W Keltjes lebih menilai faktor semangat yang membuat timnya berhasil meraih kemenangan. Pasalnya, faktor kelelahan juga dialami PSMS Medan yang harus menempuh perjalanan jauh dari Medan ke Lamongan.
"Tim kami juga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalan dari Medan ke Lamongan. Hanya semangat tim kami lebih bagus dilapangan sehingga bisa menguasai pertandingan," ujar pelatih PSMS Medan Rudy W Keltjes.
Cukur Persitara
PSMS Medan berhasil keluar dari zona degradasi setelah melumat tuan rumah Persitara yang merupakan pesaing mereka tiga gol tanpa balas pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadin Surajaya, Selasa (26/5).
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Subscribe to:
Posts (Atom)