Friday, May 29, 2009

PSMS Tantang Persija di Gajayana


PSMS Medan ingin menjauh dari zona degradasi. Karena itu, saat menjajal Persija di Stadion Gajayana, Malang, Jumat, 29 Mei 2009, Ayam Kinantan bertekad untuk meraih kemenangan.

Kemenangan menjadi harga mati yang diusung oleh PSMS pada duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini. Pasalnya, tambahan tiga angka akan membuat peluang PSMS untuk menjauh dari zona degradasi semakin terbuka.

Saat ini PSMS masih berada di zona merah degradasi. Dengan koleksi 27 poin dari 30 laga PSMS berada di urutan ke-15 klasemen sementara.

"Kemenangan menjadi harga mati yang kami usung untuk setiap pertandingan termasuk lawan Persija," kata Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes mengomentari duel sore ini.

Menurut mantan pelatih Persipura Jayapura itu, di penghujung kompetisi PSMS tak mengenal lagi perbedaan duel tandang dan kandang. Seluruhnya harus diakhiri dengan poin sempurna.

"Tak ada pilihan lain. Kami harus bisa mengejar poin sebanyak-banyaknya agar tetap bertahan di LSI musim depan," kata Rudy.

Menghadapi Persija, Rudy meminta timnya untuk tetap waspada. Pasalnya, meski belakangan tidak menunjukkan penampilan yang stabil, Persija bukanlah lawan yang gampang untuk ditaklukkan.

"Persija dalam beberapa pertandingan terakhir ini menggunakan beberapa pemain pelapis sebagai starter. Namun kami tidak boleh lengah. Sebaliknya, kami harus bisa memanfaatkannya," tandas Rudy.

Sayang PSMS tak bisa tampil lengkap saat menjajal Persija. Dua pemain pilarnya, Reswandi dan Agus Suprianto harus absen karena akumulasi kartu kuning.

Persija Juga Ngotot Tiga Angka


Terpisah, Persija Jakarta juga mengaku tak ingin melepas sisa pertandingannya di LSI 2008/2009. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief kepada antvsports.com.

"Meski kami fokus ke Copa, kami juga tidak akan melepas pertandingan di LSI 2008/2009. Kemenangan masih menjadi target kami di seluruh sisa pertandingan yang ada," kata Ferry.

Menghadapi PSMS, Ferry menilai pemain-pemain Persija harus tetap waspada. Sebab, selain memiliki beberapa pemain berkualitas, PSMS juga akan termotivasi untuk lepas dari zona degrasasi.

"Kami harus mewaspadai kebangkitan untuk menjauh dari zona degradasi. Selain itu, PSMS juga punya pemain-pemain berkualitas seperti Ellie Aiboy, Mario Costas, dan Octavianus Maniani," tandas mantan pentolan The Jakmania itu.


Prediksi Line Up
Persija Jakarta (4-4-2)
Hendro Kartiko (g), Ismed Sofyan, Aris Indarto, Abanda Herman, Leo Saputra, Greg Nwokolo, Ponaryo Astaman, Robertino Pugliara, M Ilham, Bambang Pamungkas, Fabio Lopes

PSMS (4-4-2)
Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar, Leonardo Zada, Esteban, Octavianus Maniani, Mauro Pinto, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi, Mario Costas

Thursday, May 28, 2009

PSMS mulai tinggalkan Zona Merah

PSMS Medan berhasil keluar dari zona degradasi setelah melumat tuan rumah Persitara yang merupakan pesaing mereka tiga gol tanpa balas pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadin Surajaya, Selasa (26/5).

Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.

PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.

Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.

Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.

Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.

Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada

Perseteruan Degradasi Tiada Henti

Persaingan papan bawah klasemen Liga Super semakin memanas setelah PSMS Medan menaklukkan Persitara Jakarta Utara 3-0 di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa (26/5).

Hasil ini membuat Deltras Sidoarjo, PKT Bontang, dan Persita Tangerang semakin tidak nyaman. Tim yang bakal mendampingi PSIS Semarang ke Divisi Utama musim 2009/2010 hingga kini masih sulit ditebak. Sebab, masih ada lima tim yang berjibaku menghindari peringkat 17, 16, dan 15 klasemen (kalkulasi poin lihat statistik). Salip menyalip posisi masih bisa terjadi karena sisa pertandingan lima tim ini sangat beragam.

Namun, secara matematis, peluang PSMS dan Persitara lebih besar dibandingkan PKT, Deltras, apalagi Persita. Sebab, kedua tim sama-sama berpeluang mengumpulkan poin maksimal 39 jika memenangi sisa pertandingan, melampaui posisi PKT yang hanya bisa mengumpulkan poin maksimal 37. Posisi yang paling terjepit menimpa Deltras dan Persita. Pasalnya, nasib mereka tidak hanya ditentukan melalui sisa laga, melainkan juga berharap tiga pesaing di atasnya kalah. Poin maksimal yang bisa dikumpulkan Deltras hanya 35 dan Persita hanya 31 poin.

Masalahnya, hitungan matematis ini sangat mungkin meleset mengingat lawan yang bakal dihadapi PSMS sangat berat. Ayam Kinantan —julukan PSMS— harus berbenturan dengan empat tim papan atas, masing-masing Persija Jakarta, Sriwijaya FC, serta dua raksasa Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Sementara Persitara belum aman di peringkat 14 klasemen dengan 30 poin dari 31 kali bertanding. Agar aman, Laskar Si Pitung harus memetik poin maksimal melawan Persib Bandung, Persela Lamongan, serta derby melawan Persija Jakarta.

“Perjuangan di lapangan tidak semudah hitung-hitungan di atas kertas. Tapi, apa pun alasannya, kami harus berjuang habis-habisan di sisa tiga pertandingan,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto

Wednesday, May 27, 2009

Sumut bidik final Medco

Pengda PSSI Sumut kembali memasang target menembus babak final pada Kompetisi Nasional U-15 Piala Medco 2009, Agustus mendatang. Pada 2008, Sumut juga memasang target serupa, namun hanya sampai di babak delapan besar.

"Kita memang mengalami kegagalan menembus final pada 2008, tapi kegagalan itu tidak akan membuat kita takut kembali memasang target serupa demi kemajuan prestasi sepakbola usia dini Sumut," ujar Ketua Umum Pengda PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP pada temu pers di Sekretariat PSSI Sumut, Selasa.

Dikatakan, kegagalan Sumut tampil di final pada 2008 disebabkan banyak hal, termasuk mundurnya beberapa pemain menjelang keberangkatan tim ke babak 16 besar. "Kita harapkan hal seperti itu tidak terjadi lagi. Untuk menghindari kejadian serupa, kita akan libatkan orangtua untuk sama-sama mendukung kesuksesan Sumut," pinta Chaerullah.

Sebelumnya, PSSI Sumut telah menetapkan susunan pengurus tim Piala Medco 2009 yang dimanajeri Goklas Butar-Butar SH, Wakil Manajer Sugeng Rahayu, Sekretaris Suwarno dan Bendahara Ronal Sirait SH. Untuk pelatih, Koances Simatupang masih tetap dipercaya mengarsiteki tim Sumut dibantu asisten pelatih Syahril WP.

Dalam kesempatan itu, Goklas menyatakan tekadnya memenuhi target PSSI Sumut menembus babak final. "Kita akan membentuk tim yang solid dan urusan ini akan kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih. Saya berjanji, tidak akan ada intervensi untuk penjaringan pemain," ujar Goklas.

Wakil Manajer Sugeng Rahayu yang juga Bendahara PSSI Sumut menambahkan, seleksi tim akan digelar 29 Mei hingga 1 Juni di Stadion Teladan Medan. "Setiap Sekolah Sepakbola (SSB) di Sumut dihimbau untuk mengirimkan pemain-pemain terbaiknya mengikuti seleksi," jelas Sugeng

PSSA Asahan ikuti Divisi I

PSSA Asahan memastikan diri mengikuti Divisi I Liga Indonesia, Juni mendatang. Kepastian itu ditegaskan Manajer PSSA Asahan, Drs Jamal Abd Nasir Siregar, baru-baru ini.

"Surat pendaftaran tim telah kita layangkan melalui faks. Ini merupakan bukti PSSA bakal meramaikan Divisi I Liga Indonesia 2009," terang Jamal yang juga Kadisporabudpar Asahan.

Disinggung terkait isu terjadinya kemelut antara manajemen PSSA dengan Pengcab PSSI Asahan, Jamal dengan tegas membantah. "Tidak ada itu. Kita baik-baik saja. Bahkan, Pengcab PSSI Asahan pimpinan H Erwis Edi Pauja Lubis SH MAP mendukung penuh," tukas Jamal.

Selain Pengcab PSSI Asahan, tambahnya, KONI Asahan turut memberikan support kepada PSSA mengikuti Divisi I Liga Indonesia dimaksud. Manajer tim berjuluk ‘Naga Berkisar' itu menilai, isu kemelut antara kedua top organisasi sepakbola di Asahan itu diduga sengaja dihembuskan oknum-oknum tertentu.

"Kita tidak melihat adanya kemelut. Mungkin itu sengaja dibesar-besarkan," pungkas Jamal.

Wakil Manajer PSSA, Nurkarim Nehe, yang juga Sekum Pengcab PSSI Asahan mengakui telah melakukan perombakan tim yang akan membawa timnya bertarung di Divisi I Liga Indonesia.

"Perombakan bertujuan memperkuat tim telah disetujui Ketum PSSA Asahan. Selanjutnya, akan digelar seleksi ketat terhadap pemain lokal maupun luar daerah dalam waktu dekat," tukas Nehe.

PSMS pilih Stadion Kanjuruhan

Tiadanya kepastian dari Panitia Pelaksana (Panpel) Jayapura, PSMS Medan akhirnya memilih Stadion Kanjuruhan, Malang, sebagai markas mereka saat menghadapi Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia, 2 Juni nanti.

Sebelumnya, PSMS memilih Stadion Mandala, Jayapura karena keberatan menggunakan Stadion Gelora Jakabaring Palembang sebagai tempat pertandingan dengan alasan akan merugikan mengingat stadion itu merupakan home base SFC.

Sejak awal Maret lalu, skuad Ayam Kinantan telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai kandang untuk laga di AFC Cup dan lanjutan putaran kedua Superliga.

"Lebih baik di Malang. Jadi, lebih menghemat tenaga dan finansial," ujar salah satu pengurus PSMS, Selasa, menambahkan sebelum duel melawan SFC, mereka akan bertanding dengan Persija Jakarta.

Jika sebelumnya SFC diuntungkan dengan pemindahan ke Jayapura, kali ini Charis Yulianto cs terpaksa mengikuti kemauan PSMS dan terbang ke Malang. Padahal, dua laga terakhir SFC akan menghadapi tim asal Papua, yakni Persiwa Wamena (6/6) dan Persipura Jayapura (10/6).

"Kemenangan atas PSMS sangat penting. Itu akan menentukan posisi tim kami di urutan keberapa akhir musim nanti," kata Pelatih SFC, Rahmad Darmawan

Setetes harapan buat PSMS medan


Harapan PSMS untuk lolos dari ancaman degradasi di ajang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 kembali terbuka. Setelah pada pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya Lamongan kemarin (26/5) sore menang telak dengan skor 0-3.

Sementara bagi Persitara perburuan untuk selamat semakin berat karena calon tim lawan yang akan dihadapi adalah Persib Bandung. Sedang Tim Maung Bandung ini juga sedang berburu poin untuk merebut posisi runner up dari Persiwa Wamena. “Karena kekalahan ini pula, rencana kita bermain di Bandung terpaksa juga kita batalkan. Kita mungkin tetap bertanding di Lamongan saja,” kata pelatih Persitara Doddy Sahetapy.

Jika lawan PSMS kemarin sore Persitara memetik poin penuh, informasinya manajemen berencana saat menjamu Persib Bandung 30 Mei mendatang cukup di Stadion Siliwangi, Bandung. Alasannya, karena hasil apapun dari pertandingan tersebut Persitara tetap lolos dari degradasi. Sisi lain, diharapkan bisa meraup keuntungan karena dipastikan laga itu disaksikan penonton yang biasa memenuhi stadion Siliwangi.

Persitara kemarin tampil tidak seperti tiga pertandingan sebelumnya. Motovasi dan semangat bertanding terlihat sekali menurun drastik. Ini tidak bisa disalahkan karena stamina pemain benar-benar habis terkuras. Terutama usai meladeni Persiwa yang harus dilakukan dua sesion. Pertandingan malam hari terpaksa ditunda esok harinya, karena pada saat memasuki pertandingan babak II lampu stadion Surajaya padam.

Sebenarnya PSMS juga tidak jauh beda. Penampilan tim kesebelasan yang diarsiteki Rudy William Keltjes ini juga terlihat capai. Contohnya Oktovianus Maniani, pemain mungil yang selalu diandalkan karena memiliki kecepatan lari yang luar biasa, kemarin tampak sering terengah-engah dan berhenti di tengah jalan ketika sedang membantu serangan. Kondisi yang sama juga terlihat pada kelincahan John Tarkpor, yang sama-sama memiliki stamina yang bagus. Pemain bernomor punggung itu kemarin tampil menurun.

Adapun tiga gol PSMS dua di antaranya diborong Mario Costas pada menit 36 dan 39. Enam menit menjelang pertandingan babak II yang dipimpin M. Syafei dari Bandung berakhir, Leonardo Martin Zada menambah kemenangan untuk PSMS. “Jangan tanya soal bagaimana kita bisa memenangkan pertandingan. Kita lebih untung itu saja. Anda lihat sendiri, ke dua tim kesebelasan tampil dengan stamina yang loyo. Hanya, kalau kita akhirnya bisa memenangkan pertandingan, itu karena kita lebih segar. Kita capai, tapi Persitara ternyata lebih capai lagi,” kata Rudy Keltjes, usai pertandingan.

Sementara Doddy, pelatih Persitara menambahkan, semoga dengan waktu empat hari untuk persiapan menjamu Persib Bandung anak asuhnya bisa menjalankan recovery dengan baik. Karena tekat Persitara tetap ingin lepas dari ancaman degradasi. “Kita memang terlalu capai. Untuk itu kita akan manfaatkan waktu recovery nanti dengan sebaik-baiknya,” tuturnya

Ga bosen2Nya wasit, Kerjain PSMS Medan

Salah satu barisan pendukung PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeck) Holigan, sangat menyayangkan keputusan Wasit Syafei yang memimpin pertandingan PSMS kontra Persitara kemarin malam.

Nata Simangunsong, pentolan SMeck Holigan mengaku sangat kecewa dengan sikap wasit selama PSMS merantau keluar kandang. “Melawan Persitara, PSMS menunjukkan bahwa sebenarnya mereka bermain tidak jelek. Tapi kita lihat wasit masih saja melakukan kerugian kepada PSMS,” koarnya saat Smeck menggelar nonton bareng di Aula ITM Selasa (26/5) kemarin.

Berbicara soal hasil, SMeck mengutarakan rasa bangganya. Faktor Rudi Keltjes sang arsitek dinilai cukup positif. “Masalahnya hanya satu, kembalikan PSMS ke kandangnya,” kata Nata lagi.

“Manajemen dan pengurus harus segera diperbaiki. Kami dari SMeck pasti mendukung. Yang penting PSMS jangan degradasi,” lanjut Nata.
Tak hanya SMeck, Rudi Keltjes juga kecewa berat. Seandainya keputusan aneh wasit tidak ada, PSMS bisa menang lebih dari 3 gol. “Saya sama sekali tidak puas dengan keputusan ini. Seharusnya bisa unggul lebih besar lagi,” kata Rudi.

Fadli Hariri, pemain belakang PSMS juga geram. “Kita berhasil menang, tapi sayang masih ada yang merugikan PSMS,” bebernya.

Sihar Sitorus, manajer PSMS juga tak tinggal diam atas keputusan wasit yang menganulir dua gol PSMS. “Pasti akan kita pertanyakan keputusan itu kepada BWSI,” bilang Sihar

Taklukkan Persitara, PSMS Naik Dua Tingkat

PSMS Medan akhirnya berhasil mengamankan tiga poin setelah berhasil menekuk Persitara Jakarta Utara tiga gol tanpa balas. Gol PSMS dicetak Mario Costas dengan dua gol dan Leonardo Zada.

Gol Costas dicetak pada menit ke-35 dan 39. Sedangkan pelengkap dari Zada terjadi di menit ke-84. Dengan kemenangan ini, PSMS berhasil dua tingkat diperingkat ke-15 dengan total poin 27. Tim besutan Rudy Keltjes ini berhasil menggusur Deltras Sidoarjo dan Persita Tangerang.

Sedangkan bagi kubu Persitara, kekalahan ini membuat posisi mereka tak beranjak di peringkat ke-14, atau unggul tiga poin dari PSMS. Kontan hasil ini membuat manajer Laskar Si Pitung Harry 'Gendhar' Ruswanto, kecewa. Namun Gendhar menilai hasil ini imbas dari keletihan pemainnya.

"Fisik kedodoran karena waktu lawan Persiwa pertandingan harus dilanjutkan pagi hari. Hal itu membuat pemain fisiknya sedikit kedodoran," ujar Gendhar kepada Vivanews.

Namun pelatih Ayam Kinantan Rudi W Keltjes lebih menilai faktor semangat yang membuat timnya berhasil meraih kemenangan. Pasalnya, faktor kelelahan juga dialami PSMS Medan yang harus menempuh perjalanan jauh dari Medan ke Lamongan.

"Tim kami juga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalan dari Medan ke Lamongan. Hanya semangat tim kami lebih bagus dilapangan sehingga bisa menguasai pertandingan," ujar pelatih PSMS Medan Rudy W Keltjes.

Cukur Persitara

PSMS Medan berhasil keluar dari zona degradasi setelah melumat tuan rumah Persitara yang merupakan pesaing mereka tiga gol tanpa balas pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadin Surajaya, Selasa (26/5).

Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.

PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.

Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.

Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.

Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.

Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada

Tuesday, May 26, 2009

Persitara v PSMS, Bernuansa Laga Final

Surajaya, Lamongan, malam nanti, menentukan masa depan kedua tim.

Siapa kalah, bisa jadi hukumannya. Kedua tim wajib tampil agresif pada laga yang akan ditayangkan langsung antv pukul 18.30 WIB ini. Persaingan papan bawah klasemen memang tidak hanya dihiasi Persitara dan PSMS, melainkan juga Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang, dan PKT Bontang. Namun, hanya dua dari lima tim ini akan selamat, sedangkan tiga lainnya harus mendampingi PSIS Semarang terlempar dari kasta bergengsi Liga Super musim depan.

Kepercayaan diri Persitara sedikit lebih baik dibandingkan PSMS. Pasalnya, Laskar Si Pitung — julukan Persitara— memiliki modal kemenangan 1-0 melawan Persiwa Wamena pada laga terakhir. Sementara pada waktu yang nyaris bersamaan, PSMS rontok 0-2 dari Persipura Jayapura di babak 8 besar Piala Indonesia. ”Mental bertanding anak-anak memang sedang bagus. Inilah yang membuat saya yakin bisa mengalahkan PSMS,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.

Persitara akan tampil dengan kekuatan penuh. Suplai bola dari playmaker Jhon Tharkpor sangat dinanti duet striker Prince Kabir Bello dan Rahmat ‘Poci’ Rivai yang semakin padu. Dukungan dari lini tengah bakal terus mengalir melalui dua legiun asing Eseiah Pello Benson dan Banaken Bossoken. Sementara AA Ngurah Trisnajaya dan Ebendje Rudolf bertugas mengawal pertahanan.

”Saya akan kembali menerapkan pola 3-4-3. Pola ini terbukti efektif karena bisa mencetak empat gol dalam dua pertandingan. Sebelumnya saya memakai formasi 4-4-2 sehingga lini tengah menjadi lemah meski serangan dari sayap lebih hidup,” ujar Asisten Pelatih Persitara Dody Sahetapy, yang untuk sementara menggantikan Pelatih Dick van Buitelaar yang habis visa kerjanya di Indonesia.

PSMS akan menggempur pertahanan Persitara melalui duet ujung tombak Leonardo ‘Zada’ Dinelli dan Mauro Oliveira Pinto. Dua pemain ini ditopang Mitchell Leonardo Nere, Oktovianus Maniani, serta dua pemain sayap agresif Elie Aiboy dan Reswandi Sumaji.

Dari segi performa, Persitara lebih menjanjikan karena dalam lima laga terakhir Liga Super mampu mengalahkan dua tim papan atas Sriwijaya FC Palembang dan Persiwa dengan skor 1-0. Poci dkk juga mampu menahan imbang juara Liga Super Persipura Jayapura 3-3 dan Persik Kediri 0-0. Bahkan, pada Piala Indonesia, Laskar Si Pitung secara fantastis menyingkirkan Persebaya Surabaya dengan kemenangan 4- 1 pada leg kedua babak 16 besar untuk mengatasi ketinggalan 0-2 pada leg pertama.

Bandingkan dengan PSMS yang menelan kekalahan dalam dua laga terakhir Liga Super. Tim Ayam Kinantan masing-masing ditekuk Persela Lamongan 2-4 dan Persib Bandung 0-2. Sejarah pertemuan kedua tim juga tidak menguntungkan PSMS yang sudah menelan dua kekalahan dan hanya sekali menang. Sementara dua laga sisa berakhir imbang, termasuk pada putaran pertama Liga Super dengan skor 1-1

Saling Sikut Persitara & PSMS

Persitara Jakarta Utara akan berhadapan dengan PSMS Medan di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa 26 Mei 2009. Keduanya sama-sama bertekad menang untuk mengamankan diri dari jerat degradasi.

Persitara dan PSMS sama-sama berada di posisi papan bawah. Persitara sementara berada di urutan ke-14 dengan 30 poin dari 30 laga. Sedangkan PSMS berada di urutan ke-17 dengan 24 poin dari 29 laga.

Bagi kedua tim, duel kali ini sangat berpengaruh terhadap langkah keduanya untuk lepas dari degradasi. "Kekalahan hanya perjalanan kami semakin berat," kata Harry 'Gendhar' Ruswanto, Manajer Persitara, saat dihubungi VIVAnews, Senin, 25 Mei 2009.

Menurut Gendhar, kekalahan memang tidak membuat timnya langsung degradasi. Namun menilik calon lawan yang akan dihadapi di tiga sisa pertandingan, Gendhar khawatir timnya masih bisa terperosok ke zona degradasi.

"Kami akan berhadapan dengan dua tim besar Persija dan Persib serta satu tim yang cukup kuat di kandang Persela Lamongan. Kalau sampai kalah pada pertandingan ini, saya pikir perjuangan kami akan lebih berat," tandas Harry.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes. Mantan pelatih Persipura Jayapura itu juga meminta agar pemain-pemainnya mampu mencuri poin sempurna dari Persitara.

"Kami sudah banyak kehilangan poin. Kalau sampai kalah lagi, kami pasti sulit untuk keluar dari zona degradasi. Karena itu, saya berharap pemain untuk tetap konsentrasi," kata Rudy.

Menghadapi Persitara, Rudy sedikit lebih tenang. Sebab, Ayam Kinantan akan tampil full team. Satu-satunya yang menjadi kendala PSMS adalah tingkat kelelahan pemain yang cukup tinggi akibat padatnya jadwal yang mereka hadapi.

"Pemain kami memang sangat kelelahan. Tapi mau apalagi, kami harus tetap berusaha untuk mencuri poin," tandas Rudy.

Prediksi Line Up
Persitara (4-4-2)
Wawan (g), Ebenje, Banaken Bassoken, Dedi Mulyadi, Jhon Tarkpor, Benson, Mustofa Aji, Yahya Sosomar, Amarzukih, M Rivai, Prince Kabir Bello

PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Octavianus Maniani, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi

Hadapi Chon Buri, 16 Besar Piala AFC

MEDAN - Runner-up grup F di 16 Besar Piala AFC, PSMS Medan, akan menghadapi Chon Buri di Thailand selaku juara grup C pada 20 Juni mendatang. Demikian dikatakan Pelatih PSMS Rudi William Keltjes, Minggu.

Menurut Keltjes didampingi asistennya Donny Latuperissa, Chon Buri merupakan tim tangguh dan tidak bisa dianggap remeh karena di dalam tim negeri Gajah Putih itu terdapat empat pemain nasional Thailand.

Bagi Keltjes, tidak ada istilah kalah sebelum bertempur. Dikatakan, sebelum pertandingan berakhir, peluang PSMS mengalahkan Chon Buri tetap terbuka. Mantan playmaker timnas itu mengaku sebenarnya sangat menginginkan timnya terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah.

"Namun hasil undian menetapkan pihak lawan terlebih dahulu sebagai tuan rumah. Mau bilang apa lagi?!" ujarnya.

PSMS, semakin sulit lepas dari ancaman degradasi di Liga Super Indonesia setelah dua kekalahan dari Persela Lamongan dan Persib Bandung, tidak mau berandai-andai melainkan akan berjuang keras memetik nilai demi nama bangsa.

Keltjes juga tidak membantah faktor kelelahan akibat jadwal kompetisi yang sangat padat, belum lagi menghadapi Piala Copa maupun Piala AFC sehingga membuat anak asuhnya tidak mampu bermain maksimal.

"Seharusnya PSSI mempertimbangkan kita sebagai wakil bangsa agar bisa mengatur jadwal laga baik di liga maupun Copa, agar kondisi pemain tetap stabil dan tidak terkuras," lanjutnya

PSMS cemas non teknis

LAMONGAN - PSMS Medan kembali akan melanjutkan perjuangannya lolos dari zona degradasi menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Selasa ini.

Jika ingin tetap bertahan di pentas Super Liga, maka torehan poin absolut menjadi harga mati yang harus diperoleh skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes. Sayang, bukan perkara mudah mengalahkan Laskar Si Pitung di kandangnya.

Maklum, tim asal Jakarta Utara ini dikenal sangat tangguh jika tampil sebagai tuan rumah. Itu dibuktikan, dengan sukses mereka menahan imbang juara Superliga musim ini, Persipura Jayapura, serta menghempaskan tim papan atas Persiwa Wamena 1-0.

Karena itu, PSMS tidak bisa berharap banyak bisa membawa pulang poin dari kandang Persitara. Hal ini pun diakui Rudy selaku arsitek tim. Menurutnya, materi pemain Persitara tidak begitu bagus, namun mereka sangat kuat dalam urusan non-teknis.

"Saya pikir, semua juga tahu, Persitara sangat kuat dalam urusan non teknis. Tapi, kami tidak boleh menyerah dan akan memberikan perlawanan," kata Rudy kepada Waspada, Senin.

Ditambahkannya, karena laga nanti bakal disiarkan langsung, dirinya sedikit menaruh harapan tidak kembali dikerjai wasit. Meski demikian, mantan pelatih PSS Sleman ini mengaku telah mengingatkan kepada anak asuhnya tidak terpancing ulah wasit di lapangan.

"Kami memang sudah siap untuk meladeni Persitara. Jika nanti kami dikerjai wasit, kami serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Habis, mau gimana lagi. Mengadu ke PSSI juga percuma, karena tidak pernah akan ditanggapi," tambahnya pasrah.

Masih kata Rudy, pada laga nanti, praktis hanya Elie Aiboy yang tidak bisa diturunkan sejak awal. Pasalnya, striker andalannya itu masih belum pulih benar dari cedera. Secara terpisah, Manajer Sihar Sitorus menegaskan dirinya menantang Persitara bermain fair.

"Pasalnya, kami sudah beberapa kali mengalami hal yang tidak wajar. Pemain kami sudah sakit hati dan bisa jadi mereka meluapkan kekecewaannya dengan tindakan tidak terpuji pula," tegasnya.

"Jujur saja, kami tidak ingin melakukan hal-hal tidak terpuji di lapangan. Karena itu, kami tetap sabar meski terus dikerjai. Bahkan pemain kami ada yang dikasari, seperti yang dilakukan Budi (Sudarsono), Cristian (Gonzales) serta lainnya," pungkas Sihar

Monday, May 25, 2009

Berat!

MEDAN- Langkah menuju semifinal Copa Indonesia musim ini sepertinya bakal tak pernah kesampaian bagi PSMS. Kekalahan 0-2 atas Persipura di kandang sendiri Sabtu (23/5) kemarin, mengganjal target Ayam Kinantan untuk menjuarai kompetisi kasta kedua Indonesia tersebut.

Seperti diketahui, sistem pertandingan di Copa Indonesia memakai kandang-tandang hingga babak semifinal. Nah, pada laga kemarin, PSMS berkesempatan bertindak sebagai tuan rumah di leg perdana. Dan leg kedua akan digelar satu pekan kemudian, di Stadion Mandala-markas Persipura.

Di leg perdana yang digelar di kandang sendiri saja, PSMS harus mengakui keunggulan Edwardo Ivak Dalam dkk. Bagaimana pada leg kedua nanti. Stadion Mandala merupakan saksi betapa tangguhnya Persipura kalau main di kandang sendiri. Persija Jakarta saja, yang notabanenya lebih bagus dari PSMS dari segi materi, harus menyerah tertunduk dengan skor telak 6-0. Bagaimana dengan PSMS?

Rudi Ketjes arsitek PSMS tak ingin berpatah arang. Baginya tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. “Seorang Rudi Keltjes tak akan pernah berpikir kalah sebelum bertanding. Dan hal itu telah saya tekankan kepada pemain. Walau kalah, saya menilai anak-anak main bagus. Terlebih mereka bisa menerima keputusan wasit dan hanya protes sewajarnya meskipun wasit memberikan keputusan salah. Dan, saya bangga kepada pemain,” beber Rudi Keltjes saat konfrensi pers usai laga kemarin.

Memang, seharusnya PSMS mendapatkan satu gol saat Mario Costas berhasil menyundul bola hasil rebound Oktovianus Maniani di menit 68. Sayang, golnya itu dianulir wasit karena menganggap Costas telah berdiri di garis offside. Walhasil seluruh pemain PSMS protes, tapi wasit Mardi tetap kukuh akan keputusannya.

Sejatinya, PSMS sempat menguasai pertandingan di awal-awal laga. Tapi, Persipura memang bermain lepas dan tak terpengaruh tekanan tuan rumah. Di pengujung laga, Beto berhasil mengecoh Markus Horison di menit 34. Gol itu bermula dari lengahnya sektor belakang PSMS yang tak mengawal pergerakan Beto. Skor 1-0 untuk Mutiara Hitam.

Di babak kedua, PSMS mencoba menyerang kembali. Tak jarang pemain belakang ikut serta membantu serangan. Sayang, gol yang diharapkan datang, tak kunjung ada. Malah sebaliknya tim tamu kembali unggul di menit 73. Kali ini lewat aksi Jeremiah yang berhasil memaksa Markus memungut bola dari gawangnya sendiri, setelah kiper plontos itu gagal memblok tendangan voli Jeremiah. Skor 2-0 bertahan hingga usai laga.

“Saya mengakui bahwa Persipura memang bagus. PSMS memang kalah kelas. Meskipun PSMS mencoba menyerang, tapi kita belum beruntung,” kata Rudi.

Sedangkan Jackson F Tiago, pelatih Persipura merasa lega bisa sedikit mempermudah jalan ke semifinal atas kemenangan ini. Meskipun pelatih asal Brazil itu mengklaim bahwa hasil ini tak menentukan. “Kemenangan sesungguhnya ditentukan di leg kedua. Meskipun kita tentu saja bersyukur bisa menang di kandang lawan,” kata Jackson.

“Setelah berhasil menjuarai Super Liga, kita tentu saja bertekad menjuarai Copa. Dua gelar tentu saja sangat bagus. Sriwijaya FC pernah melakukannya musim lalu, dan kita terinpirasi untuk melakukan hal serupa,” lanjut Jackson. Apapun itu, yang pasti langkah PSMS bakal berat untuk bisa lolos ke semifinal Copa Indonesia. Di samping itu, PR berat masih harus dipikul seluruh skuad dan pelatih untuk tetap berada di ISL

PSMS Main dimedan, Roda ekonomipun berputar....

PRESTASI Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) masih pasang surut. Pada Indonesia Super League (ISL), Ayam Kinantan terdampar di zona degradasi (urutan 16 dari 18).

Sedikit lebih baik, tim besutan Rudi Keltjes masih tampil di babak delapan besar Copa Indonesia 2009. Yang membanggakan, Esteban Gullien dkk mencetak sejarah di AFC Cup 2009 dengan melaju ke babak 16 besar.

Di atas itu semua, satu yang pasti bahwa PSMS milik masyarakat Medan. Setiap pertandingannya selalu ditunggu. Ribuan orang memadati stadion Teladan, dulu dan sekarang. Seperti halnya saat PSMS menjamu Persipura kemarin.

Ribuan penonton sendiri mewakili deretan kendaraan bermotor baik roda dua juga roda empat di luar Stadion Teladan Medan.

Beberapa pemuda berdiri dalam jarak teratur bersemangat menjaganya. Bagaimana tidak, terbayang kepingan rupiah bakal dibawa pulang.

“Lumayan Lae, untuk beli rokok,” ucap salah seorang pemuda yang tak ingin namanya dicantum mendapat tugas di parkiran roda empat. Kebahagiaan lain turut dirasakan Adrian, pedagang kaos kebanggaan PSMS yang menggelar dagangannya di salah satu ruas jalan depan Stadion Teladan Medan.

“Banyak juga yang beli, khususnya kaos,” ucapnya. Untuk kaos Adrian mematok harga Rp30 ribu per potong dan Rp75 ribu untuk jaket PSMS. Barang dagangan diakui didatangkan dari Bandung.

Adrian pun harus bersaing dengan Dewa dari Sky-Bo Distro yang juga menjual kaos PSMS. Kaos yang diakui Dewa didatangkan langsung dari Panitia Pelaksana itu pun di jual dengan harga mulai Rp40 ribu hingga Rp80 ribu. “Kita datangkan kaosnya dari Panitia, jadi pasti asli,” terang Dewa.

Usai pertandingan, baik Dewa, Adrian, dan si tukang parkir pun mulai tersenyum. Rupiah akan sampai di gengaman. Kabar kekalahan PSMS 0-2 atas tamunya Persipura tak mengubah ekspresi mereka. Apapun hasil pertandingan, PSMS selalu menghadirkan senyum di bibir masyarakat.

Ayam Kinantan kena patuk

MEDAN - Tuan rumah PSMS Medan gagal memuaskan pendukungnya, setelah dilibas Persipura Jayapura 0-2 pada leg pertama babak 8 besar Copa Djie Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Pertandingan yang disaksikan sekitar 20.000 lebih penonton dan Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho, Persipura unggul 1-0 hasil sontekan pemain Alberto ‘Beto' Gonsalves pada menit ke-33. PSMS yang dimotori Leonardo Zada, Elie Aiboy dan Octavianus Maniani mencoba melancarkan serangan, namun kerap terhadang Jack Komboy cs.

Kerja sama Zada dengan Otto Maniani sempat mengejutkan pertahanan Persipura, tapi usaha mereka belum berhasil menembus gawang Persipura yang dikawal Jendry Pitoy. Pertandingan sempat ternoda aksi pelemparan penonton terhadap wasit dan asisten wasit setelah menganulir gol Mario Costas.

Berawal dari free kick Zada, bola gagal dikuasai Jendri Pitoy sehingga Costas langsung menyambut bola liar tersebut. Namun, wasit Mardi menganggap gol itu tidak sah hingga kemudian beberapa pemain PSMS protes.

Di babak kedua, Persipura kembali melakukan gebrakan dan gol kedua dihasilkan Ernest Jeremiah di menit ke- 73. Masuknya I Komang Adynyana sempat membuat serangan tuan rumah kian hidup, termasuk tendangannya yang membentur mistar gawang.

Tertahan
Seusai pertandingan, anggota skuad kedua tim sempat tertahan selama satu jam di dalam lapangan dikarenakan menunggu penonton keluar dari stadion. Hal ini terkait penonton kecewa atas kekalahan tim kesayangannya dan tak mau beranjak dari tempat duduknya hingga petugas terpaksa mengawal pemain memasuki bus.

Usai pertandingan, Pelatih PSMS Rudy William Keltjes mengakui tim asuhan Jacksen F Tiago cukup tangguh dan memiliki kualitas hingga wajar keluar sebagai pemenang. Jacksen sendiri memuji PSMS cukup bagus, baik semangat tanding maupun teknik

Persipura Bungkam PSMS di Teladan

PSMS gagal memaksimalkan statusnya sebagai tuan rumah leg pertama babak 8 besar Copa Indonesia 2008/2009. Menjamu Persipura Jayapura di Stadion Teladan, Medan, Sabtu,23 Mei 2009, PSMS justru keok dengan skor 0-2.

Hasil ini membuat langkah PSMS untuk tampil di babak semifinal semakin berat. Untuk lolos dari babak 8 besar, PSMS harus mampu menang di leg kedua yang akan digelar di kandang Persipura, 3 Juni 2009, minimal dengan selisih 3 gol.

Bertanding di hadapan publiknya sendiri PSMS Medan memilih untuk tampil terbuka. Sejak pluit babak pertama ditiup, Ayam Kinantan yang mendapat suntikan motivasi dari ribuan pendukungnya langsung menggempur barisan pertahanan Persipura.

Sayang serangan demi serangan yang digalang oleh Ellie Aiboy, Lenoardo Zada, dan Octavianus Maniani selalu kandas di kaki pemain bertahan Persipura. Begitu juga upaya untuk melakukan eksekusi dari luar kotak penalti Persipura.

Persipura sendiri memilih untuk tampil lebih sabar. Pasukan Jacksen F Tiago menurunkan tempo serangan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki.

Meski demikian bukan berarti serangan Persipura tidak berbahaya. Sebaliknya, gempuran Mutiara Hitam justru lebih banyak menciptakan peluang emas.

Salah satunya terjadi di menit ke-6 lewat kaki Ernest Jeremiah. Lewat sebuah kerjasama yang baik, Ernest Jeremiah berhasil mendapat ruan tembak di depan gawang PSMS

Beruntung dalam serangan ini kiper PSMS, Markus Horison dalam posisi yang tepat. Tendangan keras Jeremiah akhirnya mampu ditepis kiper timnas itu dan hanya menghasilkan tendangan pojok.

Pada menit ke-34, Persipura kembali mendapat peluang emas. Namun kali Persipura tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Berawal dari umpan terobosan Boaz Solossa, striker Mutiara Hitam, Alberto Beto Goncalves berhasil merobek jala Markus.

Tendangan Beto tak ke pojok kanan gawang PSMS tak mampu dijangkau Markus. Skor pun berubah 1-0 untuk Persipura.

PSMS kembali meningkatkan serangannya. Namun Ellie Aiboy cs masih kesulitan untuk menembus barisan pertahanan Persipura. Akibatnya, hingga babak pertama usai, skor tak berubah 1-0 untuk tim tamu.

Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSMS masih tetap mendominasi serangan. Namun sama halnya seperti babak pertama, PSMS masih kesulitan untuk menciptakan peluang emas.

Sebaliknya, Persipura justru mendapat kesempatan untuk mencetak gol kedua lewat kaki Boaz Solossa pada menit ke-55. Sayang tendangan Boaz masih mampu ditepis Markus setelah sebelumnya membentur pemain belakang PSMS.

PSMS sebenarnya berhasil menyarangkan bola ke gawang Persipura pada menit ke-66. Berawal dari kegagalan Jandry Pitoy mengantisipasi tendangan bebas dari Leonardo Zada, Mario Costas berhasil menjebol gawang Persipura.

Sayang, gol ini akhirnya dianulir wasit. Pasalnya, Costas telah lebih dulu berada pada posisi offside saat menyambut bola rebound Jandry. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk Persipura.

PSMS mencoba meningkatkan serangannya. Namun alih-alih mendapat gol, PSMS justru kembali kebobolan. Kesalahan yang dilakukan oleh I Nyoman Adhyana dalam mengantisipasi umpan Beto pada menit ke-71 berhasil dimaksimalkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah untuk mencetak gol.

Lewat tendangan kaki kirinya, Jeremiah memaksa Markus untuk memungut bola dari gawangnya. Skor kembali berubah menjadi 2-1.

PSMS mencoba memanfaatkan sisa babak kedua dengan menggempur pertahanan Persipura. Namun Persipura telah memilih untuk menumpuk pemain-pemainnya di lini belakang.

Strategi ini membuat PSMS kembali kesulitan untuk menembus jantung pertahanan PSMS. Begitu juga dengan tendangan dari luar kotak penalti. Hingga pertandingan usai, skor tak berubah 2-0 untuk Persipura.

Susunan Pemain
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Fadly Hariri/Ruben Sanaoy (85), Mauro Pinto, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Suprianto/I Nyoman Adyana (63), Octavianus Maniani, Ellie Aiboy/Andhika(76), Mario Costas, Leonardo Zada
Pelatih : Rudy Keltjes

Persipura Persupura (4-3-3)
Jendry Pitoy (g), Jack Komboy-kk, Victor Igbonefo, Bio Pauline, Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Eduwad Ivakdalam/Gerald Pangkaly (76), Ortizan Solossa/Ian Kabes (63), Boaz Solossa, Alberto Goncalvez-kk, Ernest Jeremiah
Pelatih : Jackson F Tiago

Saturday, May 23, 2009

Tanpa Kompromi, libas lawan berat


MEDAN– PSMS Medan bertekad untuk memberikan perlawanan saat bentrok dengan juara Indonesia Super League edisi pertama Persipura Jayapura. Bukan itu saja, Ayam Kinantan juga sudah siap meribak tim Mutiara Hitam dengan pertarungan terbuka saat PSMS menjamu Persipura pada leg pertama babak 8 Besar Copa Indonesia 2008/2009, petang nanti.

PSMS sama sekali tak gemetar dengan nama besar Persipura yang baru saja menjadi kampiun Liga Super. Ayam Kinantan justru termotivasi untuk menumbangkan Persipura. Apalagi, mereka bisa tampil di hadapan suporter fanatik di stadion kebanggaannya.

Pelatih PSMS Rudy William Keltjes berharap bisa meraih kemenangan di kandang. Menurutnya, hasil di pertandingan pertama akan sangat menentukan langkah PSMS. “Kami harus bisa mencetak gol lebih dulu, pasti akan lebih memudahkan target kami untuk meraih kemenangan,” jelas pelatih yang pernah menangani Persipura itu.

Tapi, hal itu bakal tak mudah. Soalnya, Persipura merupakan tim yang komplet mulai dari posisi kiper sampai lini depan. “Kekuatan mereka sangat merata. Harus diakui Peripura memiliki banyak kelebihan. Tetapi kami sudah mempelajari kekuatan mereka. Saya yakin di lapangan segala sesuatu bisa terjadi. Ini yang selalu saya tegaskan kepada para pemain,” tandasnya.

Ditambahkannya, PSMS semakin menggembirakan karena pada laga nanti skuadnya bisa tampil dengan kekuatan penuh. Bahkan, semua pemain dalam kondisi siap tempur dan sudah sangat menantikan laga tersebut.

Motivasi tinggi tim tuan rumah tampaknya harus diwaspadai Persipura. Tak jarang keunggulan teknik menjadi tak berarti saat bertemu tim yang memiliki fighting spirit tinggi.

“Satu-satunya cara untuk bisa melewati hadangan PSMS adalah bermain dengan karakter Persipura yaitu kebersamaan dan semangat tinggi,” tandas pelatih Persipura Jacksen F. Tiago.

Ditambahkannya, PSMS tak hanya bermodalkan semangat tinggi tapi juga memiliki pemain berkualitas seperti Elie Aiboy, Leonardo ‘Zada’ Martins dan Esteben Gullien. Di bawah mistar berkiper kiper berbakat Galih Sudaryono dan Markus Horison yang sudah malang-melintang di tim nasional.

“Kami harus tampil maksimal dengan kekuatan terbaik. Mereka memiliki pemain-pemian bagus seperti Elie, Zada, dan Esteben Gullien,” pungkas Jacksen.

Yang Penting Menang Dulu

Pelatih PSMS, Rudi Keltjes begitu yakin anak asuhnya bakal meraih hasil maksimal saat menjamu Persipura Jayapura di Babak 8 Besar Copa Indonesia, petang nanti. Baginya, yang terpenting dilakukan PSMS adalah meraih kemenangan dahulu. Tak peduli berapapun skornya. Setelah itu, baru kembali dipikirkan bagaimana cara menjinakkan Persipura di markasnya di Stadion Mandala Krida Jayapura.

“Kalau kita berhasil menang dengan skor yang mencolok, tentu saja sebuah keuntungan besar bagi kita. Karena di leg kedua, kita tidak akan kerja terlalu berat. Namun bagi saya, yang penting adalah berhasil meraih angka dahulu atau menang. Sesudah itu baru pikirkan mencuri gol lagi,” kata Rudi pada sesi latihan kemarin (22/5).

“Laga melawan Persipura tentu saja laga yang bakal menarik, dan saya menunggu-nunggu momen ini. Peluang kedua tim sebenarnya 50-50. Tapi dengan main di kandang sendiri, PSMS punya nilai plus 5 persen, artinya peluang bagi PSMS menjadi lebih besar 55-45,” sambungnya.

Keyakinan Keltjes untuk meraih hasil maksimal, tak hanya sekadar omongan. Terlebih Rudi Keltjes tahu benar gaya bermain Persipura, karena dia memang sempat melatih klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut beberapa tahun silam. “Sedikit banyak, saya tentu paham betul main Persipura. Sebab saya memang sempat menangani mereka. Tapi sekarang Persipura telah banyak berubah. Para pemainnya saat ini lebih disiplin. Maka itu mereka bisa meraih juara super liga,” sambung Rudi Keltjes.

PSMS juga tak boleh terlalu yakin. Seperti kata big bos-nya PSMS, Sihar Sitorus. “Melawan Persipura tentu saja berat. Tapi tidak ada yang tak mungkin dalam sepak bola,” kata Sihar