Friday, April 3, 2009

Tolak Sihar jika Degradasi


Para pendukung PSMS Medan mulai geram. Itu disebabkan posisi tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut yang masih berkutat di papan bawah Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009.

Dicky Anugerah Panjaitan, presiden Kesatuan Anak Medan Pencinta Ayam Kinantan Fans Club (KAMPAK FC), bahkan sejak awal sudah mencanangkan agar kinerja pengelola PSMS, bahkan pengurus, dievaluasi. Dia pun dengan tegas menyatakan, KAMPAK FC merupakan barisan suporter pertama yang akan memboikot Sihar Sitorus selaku pengelola kalau PSMS sampai terdegradasi.

"Kami dari KAMPAK FC tentunya akan menjadi yang terdepan untuk menolak Sihar menjadi pengelola PSMS jika PSMS sampai terdegradasi. Sejak awal kami sudah utarakan agar pengelolaan PSMS saat ini dievaluasi. Pengurus juga tentunya termasuk yang perlu dipertanyakan," koar Dicky kemarin (2/4).

Dia pun menyayangkan pemilihan ketua umum PSMS yang sangat bertele-tele. Dengan kondisi Ayam Kinantan yang terbilang rumit begini, Dicky tidak tahu akan meminta pertanggungjawaban ke pihak mana. "Sepertinya, pengelola PSMS saat ini bertindak sesukanya. Pengurus juga demikian. Bukankah sebaiknya pengurus dan pengelola duduk bersama untuk menentukan sikap," tutur Dicky.

Saat ini, jelas Dicky, fans PSMS semakin merasakan bahwa tim pujaannya tersebut kian jauh saja. Pihak KAMPAK FC juga menyoroti sikap tidak profesional yang ditunjukkan manajemen akhir-akhir ini.

"Dulu, ketika pertama kali hendak mengelola PSMS, manajemen mengatakan bahwa PSMS akan diarahkan menjadi klub yang lebih profesional. Ternyata, semua itu hanya ucapan, tidak disertai kenyataan," cetus Dicky.

Memang, salah satu wujud sikap tidak fair manajemen saat ini adalah dilarangnya pemain mengutarakan pendapatnya. Hak bicara seluruh pemain hingga pelatih dibelenggu oleh satu oknum di jajaran manajemen PSMS.

"Sikap seperti itu yang ditunjukkan manajemen semakin menyimpulkan bahwa manajemen PSMS di bawah Sihar takut dikritik. Kalau tidak salah, kenapa takut dikritik," tegas Dicky

Pelajari Rekaman Lawan PSMS Siap Raih Angka Sempurna


PSMS Medan yang juga berlaga di level Asia akan segera melakoni laga ketiga mereka di Piala AFC. Bertempat di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, PSMS ditantang VB Sport Club, Maladewa, Rabu (7/4). Saat ini skuad Ayam Kinantan menempati runner-up klasemen sementara Grup F di bawah South China, Hong Kong.

Mengantongi nilai tiga dari dua pertandingan, Ayam Kinantan berada di atas Johor FC (Malaysia) dan VB. Namun, tak berarti posisi Elie Aiboy dkk sudah aman. Dengan hanya berjarak dua angka dari peringkat 3 dan 4, Ayam Kinantan tetap rawan gusur. Karena itu, melawan VB, tak ada pilihan lain kecuali mengamankan tiga angka.

Tim Pelatih PSMS pun menegaskan siap menjalankan amanat manajemen untuk meraih angka sempurna. ’’Manajemen punya target, kami pelatih-pemain yang mewujudkannya. Kami enggak mau muluk-muluk, tetap kami akan waspadai lawan dan main maksimal,” papar Pelatih PSMS Listiadi Lo kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.

Demi memuluskan langkah itu, Listiadi mengaku akan segera mempelajari rekaman pertandingan tim besutan Csaba Kiss saat melawan Johor FC di Malaysia. Dari rekaman itu, diharapkan ada sedikit informasi tentang tim Ibu Kota Maladewa itu. ’’Kami akan menyaksikan laga VB ketika menghadapi Johor FC dan mencari informasi lain tentang klub itu,” ujar Listiadi

Thursday, April 2, 2009

Manajemen puji Keltjes

Sukses membuat penampilan PSMS Medan kian trengginas, pelatih Rudy William Keltjes dipuji manajemen tim Ayam Kinantan, Rabu.

Manajer PSMS Sihar Sitorus mengaku sangat senang melihat penampilan timnya saat ini. Menurutnya, keputusan mendatangkan Keltjes, yang sempat menimbulkan protes, adalah sesuatu yang tepat.

"Kami ingin berubah, karena tim ini sedang hancur. Bagaimana pun, pengalaman Keltjes sangat dibutuhkan untuk mengangkat performa tim agar bisa terhindar dari degradasi di akhir musim," katanya.

Sihar pun secara khusus menggarisbawahi penampilan kiper kedua Ghali Sudaryono di bawah mistar gawang, yang menurutnya kelak bakal menjadi kiper timnas senior Indonesia.

"Dia memiliki refleks bagus yang jarang dimiliki kiper lain. Selain itu, dia pun pintar mengambil posisi. Jika dia terus mempertahankan penampilannya, saya yakin kelak Galih pasti mengawal gawang timnas senior seperti Markus (Horison)," tandasnya.

Wednesday, April 1, 2009

Misteri Posisi Rudi Keltjes

Pelatih Rudi Keltjes sudah bersama PSMS Medan lebih dari satu pekan. Tapi, status mantan Arsitek Persebaya Surabaya itu belum menemui titik terang.

Kepada media, manajemen PSMS menyebut status Rudi hanya sebagai ofisial tim. Tapi, realitas di lapangan menunjukkan, pelatih senior itu lebih berkuasa di dalam atau luar lapangan, seperti saat jelang dan waktu PSMS meladeni PSM Makassar. Dalam sesi latihan malam sebelum laga, Rudi terjun langsung memberi pengarahan kepada Elie Aiboy dkk.

Pun saat melawan PSM berlangsung, Rudi aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Lalu, apa status Rudi sebenarnya? “Masih dalam proses (sebagai pelatih), tapi belum tahu kapan. Lagian tidak mungkin dia berada di situ (di lapangan) jika langsung didaftarkan sebagai pelatih kepala. Semua butuh proses,” kata Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.

Tapi, Abdi tak menampik jika manajemen telah memiliki beberapa kemungkinan jika Rudi nanti menjadi pelatih kepala. Salah satunya adalah soal posisi Listiadi Lo yang sementara ini masih menjadi pelatih. Menurut Abdi, Listiadi akan dikembalikan ke posisi awal sebagai penasihat teknis Ayam Kinantan. “Listiadi tetap di tim, tapi posisinya berubah jadi penasihat teknis,’ ujarnya.

Sementara itu, Listiadi mengaku tidak mempermasalahkan jika posisi yang dia pegang saat ini harus berpindah ke tangan Rudi. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan PSMS adalah perubahan untuk menjadi lebih baik.

”Saya pribadi menyambut kedatangan Rudi dengan tangan terbuka. Kami tahu kapasitas dan kualitasnya sebagai pelatih. Dengan masuknya dia, kami berharap akan membawa warna baru di tubuh tim ini sehingga tim sepak bola Medan jadi lebih disegani di ajang kompetisi nasional,” paparnya.

Listiadi menyatakan kerja sama yang terjadi antara dia dan Rudi terjalin dengan baik. “Tidak ada masalah,” tandasnya. Rudi sendiri tidak terlalu mempermasalah kan jabatan yang dipegangnya saat ini. Yang menjadi tugasnya adalah bersama tim pelatih lainnya mengembalikan kelas PSMS ke level sebenarnya di jajaran elite tim Liga Super.

PSMS fokus hadapi Maladewa

MEDAN - Setelah memukul Deltras Sidoarjo di Liga Super Indonesia 3-1, PSMS Medan kini mulai memfokuskan diri untuk menghadapi lanjutan pertandingan kandang Piala AFC melawan VB Maladewa di Palembang, 7 April mendatang.

Pelatih PSMS Rudy William Keltjes yang menggantikan posisi Lestiadi ketika dihubungi Waspada, Selasa mengatakan, pertandingan ketiga sangat berat bagi timnya karena lawan merupakan tim tangguh.

Ia menambahkan, menghadapi Maladewa manajemen berharap M Affan Lubis dan kawan-kawan menampilkan permainan terbaiknya. "Kalau tidak menang, tentunya kita berharap anak-anak bisa mendulang satu poin dari Maladewa," katanya.

Menghadapi Maladewa ini PSMS akan menampilkan tim terbaiknya. "Tidak ada istilah pemain lapis kedua atau cadangan, semua pemain yang diturunkan nanti adalah pemain inti," kata pelatih asal Jawa Timur itu.

Diakui pertandingan tersebut sangat berat karena materi pemain lawan lebih baik, tetapi pihaknya tetap berharap bisa mencuri nilai dari tim yang sekarang ini bertengger di papan atas klasemen sementara.

Usai menjalani laga dengan Deltras, Sabtu (28/3) lalu, pemain PSMS langsung digembleng latihan untuk memperbaiki kondisi fisik dan stamina. Untuk menggembleng fisik pemain, Keltjces membidik beberapa lokasi strategis di Palembang.

Mantan pemain Persebaya dan Niac Mitra Galatama itu mengatakan, dirinya juga telah mengagendakan laga ujicoba satu sampai dua kali sebelum menghadapi Maladewa guna mengevaluasi hasil latihan dan strategi permainan.

Sementara itu, Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa berharap Aun Carbini cs bakal menyelamatkan muka PSMS di ajang Piala AFC. Benny juga berharap Keltjes menerapkan strategi bertahan.

"Belajar dari kekalahan pertama atas tim asal Hongkong South China, tampaknya anak-anak Ayam Kinantan harus sedikit defensif dengan merapatkan barisan belakang dan melupakan sejenak pola permainan terbuka yang biasa dimainkan," lanjutnya sembari menambahkan tetap berharap ketajaman barisan depan.

Keltjes Siap Kembalikan Nama Besar PSMS

Dengan suntikan motivasi, pelatih anyar PSMS Medan Rudy William Keltjes menyatakan siap mengembalikan nama besar Ayam Kinantan di pentas Superliga maupun Copa Indonesia.

Pelatih Rudy William Keltjes melakukan start mulus dalam debutnya sebagai arsitek PSMS Medan. Bergabung pada 23 Maret lalu, Keltjes yang menggantikan Liestiadi --kini menjadi asisten pelatih-- langsung menangani Elie Aiboy dan kawan-kawan.

Hasilnya tak mengecewakan. PSMS melibas Deltras 3-1 di laga lanjutan putaran kedua Superliga di Stadion Jaka Baring, Palembang, Sabtu (28/3). Sukses tersebut diharapkan berlanjut sehingga PSMS bisa bertahan di kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional musim depan.

Tak hanya itu. PSMS juga ingin meraih sukses di ajang turnamen Copa Indonesia 2008/09. Di mana Ayam Kinantan telah lolos ke babak delapan besar dengan menyingkirkan tim divisi utama Persiba Bantul.

“Saya mengajak semua pihak di PSMS untuk membuang berbagai perbedaan pendapat. Sekarang tugas kami mengembalikan nama besar PSMS. Satu-satunya cara adalah membawa PSMS keluar dari ancaman degradasi, berprestasi, dan disegani,” ujar Keltjes dikutip dari rilis departemen media Copa Dji Sam Soe Indonesia yang diterima GOAL.com, Senin (30/3).

Mantan pelatih PSS Sleman ini optimistis skuad timnya mampu menjawab tantangan itu. Apalagi, kualitas pemain yang dimiliki menurutnya tidak begitu jelek. Karena itu, PSMS tetap berpeluang ke jajaran elit di Superliga maupun Copa Indonesia.

“Ini bukan tim degradasi. Untuk itu, kami terus berkonsentrasi membenahi kinerja tim. Kami juga harus bisa meningkatkan disiplin pemain. Masalah disiplin menjadi nomor satu untuk membangun sebuah kerangka tim yang kuat. Dan itu telah saya tegaskan kepada seluruh pemain,” paparnya.

Mengenai kelemahan PSMS saat ini, pelatih kawakan ini menilai timnya kurang memiliki motivasi untuk menang. Selain itu, kesenjangan kualitas tim utama dan cadangan juga menjadi persoalan. Kendati sudah tidak mungkin menambah pemain lagi, ia tetap yakin PSMS bakal bangkit.

“Saya memang harus memaksimalkan pemain yang ada. Dengan memberikan motivasi untuk menang, saya yakin tim ini bakal tampil beda. Saya juga terus tekankan kepada mereka agar selalu percaya diri,” pungkasnya

Monday, March 30, 2009

PSMS Medan Telan Deltras

Si Ayam Kinantan menelan Si Udang. Begitulah saat PSMS Medan menaklukkan Deltras Sidoarjo 3-1 dalam lanjutan Liga Super Indoinesia (LSI) 2008/2009.

Dalam laga yang disiarkan langsung antv dari Gelora Jaka Baring Palembang, Sabtu malam 28 Maret 2009 ini, PSMS menunjukkan superioritasnya di babak kedua. Unggul 1-0 lewat penalti Leonardo Zada di babak pertama Tim Ayam Jantan tak mengendurkan tekanannya.

Deltras seperti dibuat kebingungan di babak ini. Kolaborasi duet playmaker Gustavo Chena-Danilo Fernando seperti tak bergigi di hadapan anak-anak Medan.

Mental Deltras makin hancur oleh gol kedua PSMS yang lahir di menit 50 lewat sundulan Mauro Pinto. Set piece Affan Lubis di sisi kiri luar penalti disambut sundulan Pinto yang tak terjaga satu pun pemain Deltras.

Deltras mendapatkan kesempatan lewat tendangan bebas Chena usai Danilo dilanggar di menit 64. Tapi, lagi-lagi kiper PSMS, Galih masih bisa mengamankan bola di pelukannya.

Pemain nasional PSMS, Elie Aiboy, tampil menggila di 20 menit terakhir. Tusukan Elie pada menit 69 menghasilkan sepak pojok.

Semenit kemudian, umpan terarah Elie di kotak penalti diselesaikan Andhika Yudistira dengan brilian. Andhika unggul adu sprint dengan Christian Rene dan mampu melesakkan bola ke jala Syaifudin.

Sejak menit 70, kedudukan berubah. PSMS 3, Deltras 0.

Lagi-lagi Elie Aiboy melahirkan peluang emas di menit 76. Tapi, tendangannya hanya tipis di atas mistar Deltras.

Semenit kemudian, terjadi kemelut di depan gawang Deltras. Sayangnya, tendangan Andhika hanya menyentuh mistar dan bisa diamankan Syaifudin.

Ketinggalan tiga gol, Deltras tak putus asa. Tusukan Boy Jati Asmara di menit 85 berbuah manis.

Kiper PSMS, Galih terpaksa melanggar Boy di kotak terlarang. Wasit Jimmy Napitupulu memberikan tendangan penalti buat Deltras, dan Galih diberi kartu kuning.

Gustavo Chena sukses mengeksekusi penalti dengan dingin. Deltras 1, PSMS 3.

Elie Aiboy masih melancarkan tusukan di menit 89. Sayangnya, usaha Elie dari sayap kanan berhasil dipatahkan kiper Deltras, Syaifudin.

Sampai peluit panjang wasit dibunyikan, kedudukan tak berubah 3-1 buat PSMS. Dengan hasil ini, untuk sementara PSMS meloloskan diri dari zona degradasi. Ayam Kinantan naik ke posisi 14 klasemen sementara LSI 2008/2009.

Sebaliknya, posisi Deltras terus terancam. The Lobster masih terpaku di posisi kedua dari bawah alias 17.

Babak I: Penalti PSMS Ungguli Deltras 1-0

PSMS membuka peluang ke luar dari zona degradasi Liga Super Indonesia 2008/2009. PSMS sementara mengungguli tamunya Deltras Sidoarjo 1-0.

Kedua tim langsung tampil menyerang sejak awal laga di Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu malam 28 Maret 2009. Deltras langsung melahirkan peluang lewat Gustavo Chena di menit 2. Sayangnya, tendangan first time pemain Argentina ini masih bisa ditangkap kiper PSMS, Galih Sudaryono.

PSMS langsung membalas lewat set piece Affan Lubis yang diteruskan tandukan Costa Martin. Tapi, tandukan Martin masih melambung dari mistar Syaifudin.

Detras kembali membuka peluang lewat tendangan playmaker Danilo Fernando yang masih melebar di menit 6. PSMS membalas empat menit kemudian dengan melancarkan dua kali tembakan beruntun ke gawang Deltras. Tembakan kedua yang dilancarkan oleh Rachmadani masih berada di pelukan Syaifudin.

PSMS terus mengurung Deltras. Kali ini, giliran tendangan striker Rahmat Afandi yang melebar di sisi kiri gawang Deltras.

Usaha tim asuhan Liestiadi berbuah di menit 21. Berawal dari pergerakan Leonardo Zada di kotak penalti. Zada didorong oleh Chena yang mengawalnya sehingga terjatuh. Tanpa ampun wasit Jimmy Napitupulu memberikan hadiah penalti buat PSMS.

Zada mengeksekusi sendiri tendangan penalti itu dan sukses menaklukkan kiper Syaifudin. PSMS 1, Detras 0.

Deltras mendapatkan peluang emas menyamakan kedudukan di menit 24. Semi diving, Chena terjatuh di depan kotak penalti PSMS. Sayangnya, tendangan bebas Chena masih melambung.

PSMS kembali melahirkan peluang lewat umpan tandukan Zada yang diteruskan ke Leonardo Dineli di depan gawang. Sayangnya, Dineli tak sigap sehingga tendangannya sambil terjatuh masih bisa diblok pemain belakang Deltras.

Bakrie Umarella mengambil inisiatif menyamakan kedudukan di menit 33. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa diblok Galih ke luar lapangan.

PSMS dan Deltras melahirkan peluang terakhir di 10 menit terakhir babak pertama. Tendangan Mario Costa hanya menyentuh mistar Syaifudin di menit 35. Sedangkan, usaha Chena lewat tendangan keras di luar kotak penalti menyentuh tubuh Affan dan hanya melahirkan sepak pojok di menit 41.

Sampai turun minum, PSMS masih unggul 1-0 atas Deltras.

Menang 3-1 atas Deltras

PSMS Medan meraih kemenangan penting guna mendongkrak posisinya dari zona degradasi, setelah menekuk tamunya Deltras Sidoarjo 3-1 di Stadion Jakabaring, Palembang, Sabtu.

Tambahan tiga angka ini membuat PSMS naik dua tingkat ke posisi 15 dengan nilai 21. Sedangkan bagi Deltras, mereka semakin terjerembab ke zona merah di posisi 17 dengan raihan 18 poin.

Bermain di hadapan pendukungnya, PSMS bermain agresif sejak awal. Namun mereka baru bisa membuat seisi stadion riuh di menit ke-19 setelah Leonardo Martin "Zada" Dinelli membuat gol melalui titik putih. Hadiah penalti diberikan setelah dirinya dijatuhkan Gustavo Chena di dalam kotak terlarang.

Deltras coba membalas. Sebuah peluang melalui tendangan terukur di menit ke-32 oleh Bakrie Umarella, masih berhasil ditepis kiper PSMS, Galih Sudaryono, yang kali ini dimainkan sebagai pemain inti.

PSMS sukses menggandakan keunggulan melalui bek Mauro Pinto saat babak kedua baru berjalan lima menit. Pemain asal Brasil itu memaksimalkan umpan tendangan bebas kapten M. Affan Lubis.

Mantan gelandang PSMS, Chena, nyaris membuat Deltras memperkecil kedudukan jika saja tendangan bebasnya di menit ke-64 tak diamankan Galih. Tim tamu semakin terpuruk setelah striker muda PSMS, Andika Yudhistira, mencetak gol di menit ke-70 memanfaatkan umpan terobosan Elie Aiboy.

Akhirnya, Deltras membuat gol hiburan melalui penalti Chena setelah sebelumnya striker pengganti, Boy Jati Asmara dijatuhkan Galih. Hingga wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit akhir, kemenangan tetap milik PSMS sekaligus yang ketiga di musim ini.

Penampilan membaik tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini tak lepas dari polesan Rudy Keltjes yang saat ini menjabat sebagai direktur teknik tim dan bahu membahu bersama pelatih Liestiadi untuk meningkatkan performa tim.

Saturday, March 28, 2009

PSMS VS Deltras, Panas Sejak Awal

Laga dua tim papan bawah antara tuan rumah PSMS Medan melawan Deltras Sidoarjo, saya pikir akan berjalan menarik dan seru. Mengingat kedua tim sama-sama sedang berjuang untuk keluar dari zona merah, maka saya prediksikan laga kali akan berjalan panas sejak awal. Bagi para pendukung fanatik kedua tim yang tak bisa datang langsung ke Stadion Jakabaring, Palembang tak perlu khawatir, sebab televisi kesayangan Anda Antv, akan menyiarkannya secara langsung pada pukul 18.30 WIB.

Karakter permainan keras dan cepat yang diperagakan anak-anak Medan, tampaknya akan diladeni dengan permainan yang cepat pula oleh Deltras Sidoarjo. PSMS beruntung punya seorang Zada, pemain tengah yang mampu menjadi ruh dalam diri Ayam Kinantan. Penampilannya, membuat PSMS kerap kali berpeluang mencetak gol. Apalagi, sayap mereka kanan dan kiri, yang dihuni oleh Ellie Aiboy dan Oktovinus benar-benar bisa merepotkan lawan.

Dua sayap inilah yang harus diwaspadai oleh kubu Deltras, setidaknya Alhadad harus menugaskan pemainnya untuk mengawal pergerakan kedua sayap ini. Sebab, kalau tidak pertahanan mereka akan kerap jadi gempuran dua pemain asal Papua tersebut. Kecepatan, dan karakter tak mudah menyerah membuat Ellie dan Okto, kadang sulit ditahan lawan lajunya. Deltras harus hati-hati.

Kalau PSMS punya Zada, maka Deltras punya Danilo Fernando, meskipun tubuhnya mulai gemuk, namun Danilo tetaplah Danilo, pemain tengah yang berbahaya bagi lawan. Kerjasamanya bersama Chena, membuat Deltras tim yang cukup disegani pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) ini. Meski mereka kalah dari Sriwijaya pada laga sebelumnya, namun secara permainan Deltras cukup membuat jantung anak-anak Sriwijaya berdegug kecang, lantaran peran dua pemain asing Amerika Latin ini yang merepotkan. Soal peluang saya melihat kedua tim berimbang 50 % -50%.

Stop Arogansi

Sikap arogan yang diperlihatkan manajemen PSMS, pelan tapi pasti mulai menimbulkan ekses terhadap prestasi PSMS di ajang Indonesia Super League.

Terlebih, pasca terdepaknya dua asisten pelatih Rudi Saari dan Mardiyanto beberapa waktu lalu.

Rudi Saari, telah tiga musim bersama PSMS. Tak jauh beda dengan Mardiyanto yang juga sempat menangani Markus Horison, Decky Adrian dan Suprayetno di ajang Liga Indonesia.

Praktis setelah keduanya didepak, tak ada lagi orang yang benar-benar tahu karakter dan kemampuan teknis pemain PSMS sekarang ini. Artinya, meskipun tahun lalu PSMS berhasil menduduki peringkat kedua setelah Sriwijaya FC, namun posisi buncit dan jurang dergradasi akan semakin sulit untuk terlepas dari tim Ayam Kinantan.

Kondisi ini tentunya menimbulkan sesal dan kecewa dari para pendukung serta pecinta tim Ayam Kinantan, tak terkecuali sang mantan manajer tim Drs H Randiman Tarigan MM.

Atas bobroknya prestasi tim musim ini, mantan manajer tim PSMS ini pun angkat bicara. Menurutnya, prestasi PSMS sekarang ini sungguh sangat mengecewakan dan membuat dirinya prihatin.

“Kondisi seperti ini tak akan terjadi, andai materi pemain yang dimiliki tidak pas-pasan serta pihak manajemen tak terkesan ekslusif dengan menjaga jarak kepada pemain,” bilang Randiman, kemarin (26/3).

Selain menyoroti masalah di atas, perhatian Randiman pun tak luput pada perlakuan manajemen PSMS kepada pemain serta jajaran pelatih. “Terkadang saya menangis jika membandingkan apa yang kini menimpa para pemain dan jajaran pelatih. Pasalnya, ketika saya menjabat sebagai manajer tim, hal tersebut tak pernah terjadi,” kenang Randiman.

Dapat dimaklumi jika Randiman berpendapat seperti itu. Pasalnya, ketika dirinya masih menjabat sebagai manejer tim, para pemain terlihat akrab dan tak sungkan untuk bergurau. Bahkan saking akrabnya, nyaris seluruh pemain memanggilnya dengan sebutan “si bos”.

Karenanya, Randiman menilai jika sikap intervensi dan arogansi yang diperlihatkan manajemen membuat tim kebanggan masyarakat Medan ini kian terpuruk.

Salah satu bentuk intervensi yang dilakukan manajemen adalah ketika mencari pemain tanpa melibatkan tim pelatih.

Hal seperti ini terbukti dilakukan manajemen, kala Erick Williams masih menjadi caretaker (usai manajemen memecat Iwan Setiawan), sedangkan wacana mendatangkan Luciano Leandro telah diapungkan.

Hasilnya, hampir semua pemain pilihanhasil seleksi tak pernah masuk pada skema permainan yang diusung Luciano. Imbasnya, kekalahan pun kian akrab menghinggapi tim Ayam Kinantan.

Selain itu, banyaknya pelatih yang didepak dari tim ini pun kian mempertegas jika manejemen PSMS kerap bertindak arogan. “Benar, Sihar memang punya uang untuk mengelola PSMS. Tapi bukan berarti dengan uang yang dimilikinya tersebut, dia dapat bersikap sesuka hati dengan harapan prestasi tim akan terdongkrak. Saya mendukung jika sepak bola sekarang dikelola secara profesional. Tapi ingat, pemain juga manusia yang punya hati dan perasaan,” lanjut Randiman.

Randiman lantas memberikan sedikit masukan kepada manajemen PSMS saat ini. Salah satunya adalah bagaimana cara mengayomi pemain. Memang, sejauh ini terlihat jarak yang begitu luas antara pemain dan manajemen. Ibarat bawahan dengan seorang “bos besar”.

“Pemain dan pelatih butuh tak sekadar uang. Terkadang agar motivasi mereka (pemain dan pelatih, Red) terdongkrak dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap tim, mereka minta diperlakukan sebagaimana layaknya seorang saudara. Jika kita mampu melakukannya, kenapa itu tak kita lakukan,” bilang Randiman.

Terkait pemecatan yang menimpa Rudi Saari dan Mardianto, mantan orang nomor satu di tim PSMS musim lalu itu mengaku prihatin dan menyesalkannya.

“Jika performa tim tak kunjung membaik, harusnya pelatih kepala yang bertanggung jawab, bukan asisten pelatih. Jadi sangat tak masuk akal bila keduanya (Rudi Saari dan Mardianto, Red) dipecat dengan alasan tak mampu mendongkrak performa tim,” pungkas Randiman mantap

Friday, March 27, 2009

Blunder Sihar

Sepertinya kasus pemecatan yang menimpa asisten pelatih PSMS Rudi Saari plus pelatih kiper Mardiyanto memantik keingintahuan masyarakat, utamanya para pecinta tim Ayam Kinantan. Apa sebenarnya yang terjadi di balik pemecatan kedua pelatih itu.

Menurut pengurus PS Telkom (anggota PSMS) Alwi Lubis, pemecatan yang menimpa Rudi Saari dinilai kurang tepat bahkan terkesan arogan.

“Jujur saja, saya sempat tidak percaya mendengar kabar bahwa Rudi Saari dipecat. Saat ini susah mencari pelatih seperti dia. Kalau dari segi teknis kepelatihan, saya pikir tidak ada masalah dengan Rudi. Saya yakin pasti ada faktor penyebab lainnya,” bilang Alwi Lubis Senin (23/3) kemarin.

Ditambahkannya, pemecatan yang dialami oleh kedua asisten pelatih itu, tak pelak memperkecil peluang PSMS untuk tetap bertahan di ISL. Pasalnya, Rudi Saari adalah orang yang paling tahu tentang pemain PSMS sekarang ini.

Sedangkan Mardianto adalah seorang pelatih kiper dengan kemampuan yang mumpuni. Praktis tanpa kehadiran mantan penjaga gawang klub Harimau Tapanuli itu, tak ada lagi orang yang mampu mengawasi serta mengevaluasi penampilan kiper PSMS yang sering tampil angin-anginan.

“Memang benar Sihar Sitorus adalah pengelola PSMS yang rela menggelontorkan uangnya agar PSMS dapat berlaga di ajang ISL. Tapi sebagai manajer tim, sepertinya dia terlalu campur tangan. Harusnya itu tak perlu dilakukan,” kata Alwi.

Komentar senada juga diutarakan mantan pemain dan pelatih PSMS Suryanto Herman. Menurutnya, tren pemecatan pelatih yang melanda PSMS, harusnya tak perlu terjadi, jika PSMS memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan yang mumpuni dan pantas berlaga di ajang sekeras ISL.

Bahkan sejak awal Suryanto sudah menduga jika PSMS tidak akan bisa berbuat banyak di ISL dengan materi pemain pas-pas yang terlanjur di rekrut di awal kompetisi.

“Siapapun yang melatih PSMS, pasti akan mengalami masalah yang sama. Artinya, pelatih akan terus menjadi korban dari kondisi yang tak menguntungkan tersebut. Saya rasa PSMS akan terdegradasi,” kata Suryanto.

Sejauh ini, sejumlah kerancuan memang terjadi di tubuh PSMS. Beberapa waktu sebelum pemecatan Rudi Saari dan Mardianto, seluruh pemain hingga pelatih kepala terkesan menutup diri.

Tak satupun bagian di PSMS, baik pemain ataupun pelatih yang “berani” berkomentar. Jikapun para pemain atau pelatih ingin memberikan statemen ke media massa, maka sang pemain ataupun pelatih tadi harus terlebih dahulu “permisi” dengan salah satu divisi di manajemen PSMS, yang hingga kini tak mengerti tugas utamanya, sehingga terkesan melakukan overlapping.

Menanggapi segala permasalahan yang terjadi di PSMS sekarang ini, pengamat sepak bola nasional yang juga Ketua Fraksi PKS Medan Ikrimah Hamidy, ST mengatakan bahwa semua yang terjadi justru menegaskan jika sesungguhnya manajemen PSMS tengah dilanda kepanikan.

Menurutnya, sikap panik yang ditunjukkan Sihar Sitorus dengan memecat sejumlah “orang lama” di tubuh PSMS, bisa jadi bumerang bagi dirinya, yang kini sedang berjuang untuk menjadi anggota DPR-RI.

Terlebih, saat ini berhembus kabar yang menyebutkan bahwa Sihar berniat meninggalkan PSMS.

“Ini sebuah pukulan telak bagi manajemen PSMS yang dikomandoi Sihar. Kalau dulu dia dielu-elukan karena dianggap penyelamat PSMS, kini dia menjelma menjadi sosok paling tidak populer di tengah masyarakat Sumut, utamanya di mata suporter tim Ayam Kinantan,” bilang Ikhrimah.

“Jika kondisinya tak berubah, saya kira Sihar akan kehilangan sebagian besar calon pemilih. Apalagi, jika informasi tentang PSMS semakin sulit didapat, pasti masyarakat yang terlanjur mencintai PSMS akan mencibir keberadaan Sihar. Itu sudah pasti, karena PSMS telah menjadi ikon, bukan hanya bagi Kota Medan tapi juga bagi warga Sumut secara keseluruhan,” tandas Ikrimah

Mencari Kambing Hitam

Meski awalnya enggan membeberkan apa yang kini terjadi di tubuh tim Ayam Kinantan, namun manajer PSMS Sihar Sitorus akhirnya tak menampik jika dirinya telah memecat asisten pelatih Rudi Saari.

Oleh banyak pihak, pemecatan yang menimpa mantan pelatih PSMS Jr ini terkesan rancu, sebab dirinya dianggap tak mampu mengangkat performa tim.

Harusnya, jika penampilan seluruh pemain tak kunjung memuaskan, maka orang yang paling bertanggung jawab untuk itu adalah pelatih kepala, yang kebetulan dijabat Liestiadi. Lantas kenapa justru Rudi Saari yang dipecat?

“Untuk mendongkrak performa tim, saya telah memecat tiga orang pelatih, mulai dari Iwan Setiawan, Erick Williams hingga Luciano Leandro. Saya tak tahu lagi mau memecat siapa,” bilangnya.

Jawaban Sihar ini kian menggambarkan betapa frustasinya dia menangani PSMS. “Saya sudah jenuh menangani PSMS. Tolong dong, carikan pengganti saya,” pinta Sihar.

Lantas, apa yang menjadi penyebab Rudi Saari dipecat dari PSMS? Meski tak bersedia membeberkan secara rinci, namun Sihar tak menampik pemecatan Rudi Saari karena masalah internal yang tak layak diketuhi publik.

Sementara itu, prihal rumor yang menyebutkan jika manajemen PSMS sedang melakukan negosiasi dengan Rudi Williams Keltjes, Sihar tak menyanggahnya.

“Masih sebatas negosiasi saja. Kita belum sodorkan kontrak secara resmi. Begitupun, kami tetap mencari tahu, sejauh mana dia (Rudi Kaltjes, Red) mengetahui PSMS. Ini penting demi kemajuan PSMS ke depannya.

Andaikan Rudi Kaltjes jadi berlabuh ke PSMS, maka dalam satu tahun terakhir PSMS telah mempergunakan jasa empat orang pelatih. Dan ini merupakan “sejarah” di pentas sepak bola nasional.

Apalagi jika menoleh ke beberapa tahun silam, tepatnya ketika PSMS masih dipegang Randiman Tarigan. Praktis, suasana kondusif selalu mewarnai keseharian para pemain.

Saat itu, meskipun Randiman bertindak sebagai manejer tim, namun dirinya mampu bertindak sebagai seorang pengayom bagi seluruh pemain, pelatih serta ofisial tim.

Sisi positif lainnya, masyarakat tak pernah menemui kesulitan jika ingin mendapatkan informasi terbaru seputar PSMS. Bisa dipastikan jika seluruh skuad PSMS kala itu mendapat kebebasan untuk berbicara.

Sesuatu yang sangat berbeda dengan kondisi yang tercipta di PSMS sekarang ini. Apalagi jika pecinta si kulit bundar membandingkan sikap profesionalisme yang dianut PSMS dengan yang diterapkan oleh klub-klub besar Eropa, utamanya yang berasal dari Inggris.

Artinya, meskipun klub sebesar Manchester United berada di Inggris, namun hampir setiap waktu masyarkat Kota Medan dapat mendengar celoteh manejer tim, pelatih hingga pemain klub berjuluk The Reds Devils tersebut.

Sedangkan PSMS yang telah menjelma menjadi klub kebanggaan warga kota Medan, seakan tak mampu bersikap profesional, bahkan cenderung menutup diri. Jikapun ada informasi yang didapat masyarakat, hampir dapat dipastikan jika informasi yang didapat dari pihak manajemen selalu seragam dan tak istimewa.

“Percuma saja Sihar Sitorus mempelajari sepak bola di Inggris, jika mengurus klub seperti PSMS saja dia tak mampu,” bilang Ketua Badan Liga Sepak Bola Instansi Rafriandi Nasution SE

Khawatirkan PSMS

Pekan ini menjadi momen bagi Deltras Sidoarjo untuk melanjutkan ambisinya menghindari zona degradasi. Namun itu tidak ringan karena Delta Force harus melakoni away di bumi Sumatera.

"Apapun risikonya, kita tetap mencoba untuk menunjukkan permainan terbaik. Sekalipun tim yang akan kita hadapi jauh lebih baik," terang manajer Deltras, Awan Juliarto, Minggu (22/3).

Hari ini skuad The Lobster dijadwalkan berangkat menuju Sumatera dengan kekuatan 19 pemain. Dari 19 pemain ini yang dibawa, tidak terganjal masalah kartu ataupun cedera. Komposisi ini yang diharapkan bisa memberi upaya menghambat laju tim berjuluk Wong Kito, julukan Sriwijaya FC itu.

"Tidak mudah menahan Sriwijaya dikandang sendiri. Saat ini Sriwijaya berusaha mengejar ketinggalan dari Persipura di pucuk pimpinan klasemen sementara," imbuh pria asal Jember itu.

Demikian juga dengan pertarungan melawan PSMS, dipastikan sengit. Saat ini kedua tim sama-sama belum aman posisi di klasemen sementara. Deltras sedikit lebih baik di peringkat ke-16 dengan 18 angka. Sementara PSMS di posisi juru kunci dan terpaut satu angka.

Persaingan di papan bawah tak kalah serunya karena poin mereka tidak terlalu jauh selisihnya. Di mulai Persitara (22), Persita (21), PSIS Semarang (20), Deltras (18), PKT (18), dan terakhir PSMS Medan (17), namun Deltras sedikit diuntungkan karena mereka baru bermain 22 kali, sedangkan lima tim lainnya rata-rata sudah bermain 24 kal

Menutup Diri Mau Dipecat, Liestiadi Bungkam

MEDAN-Posisi PSMS Medan yang semakin mengerikan di zona degradasi klasemen sementara Indonesian Super League (ISL), tampaknya mulai berpengaruh pada kondisi internal PSMS. Saat ini, sangat sulit mendapatkan informasi perkembangan PSMS. Bahkan pelatih kepala PSMS Liestiadi juga tiba-tiba mendadak tak vokal lagi untuk memberikan keterangan dan informasi.

Pantauan wartawan koran ini sejak beberapa waktu belakangan, kondisi internal PSMS saat ini sedang berada dalam tekanan dahsyat. Tampaknya tekanan tersebut tidak datang secara langsung dari manajer atau penyandang dana PSMS saat ini Sihar Sitorus, yang beberapa bulan belakangan sibuk menggelar kampanye.
Disinyalir ada oknum di dalam tubuh PSMS, yang sengaja melarang seluruh pemain dan jajaran pelatih untuk berkomentar secara luas ke media massa. Entah apa yang dikhawatirkan, namun yang jelas saat ini PSMS pelan-pelan mulai menutup diri.

Jumat (20/3) lalu, Liestiadi kepada wartawan koran ini mengatakan, bahwa di tubuh PSMS saat ini dirinya tidak lagi berkompeten memberikan informasi seputar PSMS. Sebagai pelatih kepala, tentunya Liestiadi punya hak bicara atau menyampaikan beragam informasi seputar PSMS ke depannya. “Mohon maaf, untuk masalah info tim hubungi saja orang di bidangnya. Saya tidak ingin orang itu tersinggung. Karena saat ini sudah ada kerja masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, pemain yang coba dihubungi wartawan koran ini untuk menanyakan kesiapan dan komentar atas penampilan dirinya sendiri usai berlaga, juga menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa berbicara banyak. Selanjutnya wartawan koran ini juga diarahkan si pemain untuk menghubungi oknum yang dimaksud Liestiadi juga. Ada apa ini?

“Saya tidak bisa berkomentar banyak, silahkan hubungi saja orang yang berkompeten,” kata pemain tadi. Padahal wartawan koran ini bermaksud merangkum pendapat si pemain, kok diwakilkan ke orang lain?

Kemungkinan besar, hal tersebut juga berkaitan dengan rencana manajemen untuk mengganti posisi Liestiadi sebagai pelatih kepala. Memang saat ini berhembus kabar yang menyatakan bahwa manajemen PSMS sedang menggelar negosiasi dengan pelatih kawakan Rudi Williams Keltjes untuk menggantikan Liestiadi. Namun hingga berita ini diturunkan, proses negosiasi tersebut masih berlangsung alot.

Sejauh ini Rudi Williams Keltjes masih enggan menandatangani kontrak yang disodorkan manajemen. “Kami memang masih dalam proses negosiasi. Tapi saya masih memikirkannya dan tidak terlalu meminta banyak,” kata Keltjes.

Terlebih beban yang akan ditargetkan kepada Keltjes tentunya akan sangat berat, yakni menyelamatkan PSMS dari zona degradasi. Tentu saja Keltjes masih membutuhkan waktu untuk berpikir.

Terpisah, manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan jika pihaknya saat ini tinggal menunggu keputusan dari Keltjes. Itu karena penawaran kontrak dan gaji telah disampaikan kepada yang bersangkutan.

“Saat ini, ‘bola’ ada di tangan dia (Keltjes). Kami tinggal menunggu apakah dia setuju apa tidak mengenai penawaran yang kami ajukan,” jelasnya tanpa besedia merinci berapa besar koceknya akan terkuras untuk mendatangkan pelatih baru tersebut.

PSMS Medan Tahan PSM Makassar 2-2

Kesebelasan PSMS Medan bermain imbang melawan PSM Makassar 2-2, dalam pertandingan lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (Indonesia Super League), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu malam.

Pertandingan yang "meminjam" markas Sriwijaya FC (SFC) di Palembang dengan alasan keamanan bersamaan masa kampanye pemilu itu, sebelumnya didahului antara SFC dengan Deltras Sidoarjo yang berakhir 1-0 untuk SFC.

Pada pertandingan PSMS melawan PSM, gol awal diciptakan pemain PSM, Pranilo pada menit 26 babak pertama.

Gol balasan PSMS diperoleh melalui tendangan penalti yang berhasil dieksekusi oleh Zada menit 45 babak pertama itu.

Kedudukan babak petama bertahan 1-1.

Pada babak kedua, J Lio mencetak gol kedua untuk kesebelasan PSM pada menit 47.

Namun pemain PSMS berhasil membalasnya, melalui gol yang dicetak Mario Costas di menit ke-81.

Hingga pertandingan berakhir menjelang tengah malam, kedudukan bertahan 2-2.

Pada pertandingan ini, wasit Purwanto mengeluarkan tujuh kartu kuning, empat diantaranya untuk pemain PSM Makassar.

Aroma Keltjes

Berada di posisi paling bawah klasemen Indonesia Super League (ISL) membuat PSMS Medan bersemangat. Melawan tamunya PSM Makassar nanti malam di Stadion Jakabaring Palembang, M Affan Lubis cs bertekad mengambil poin penuh.

"Ya, kita memang harus bisa memenangkan pertandingan. Kita butuh tambahan tiga poin penuh untuk keluar dari zona degradasi. Kalau semuanya kompak dan bermain semangat, kita pasti bisa. Tidak ada yang mustahil di dunia ini," sambung arsitek PSMS, Liestiadi.

"Bukan bermaksud sesumbar, pasca mengalahkan Johor FC di gelaran AFC Cup, Elie Aiboy cs kian termotivasi. Mudah-mudahan itu menjadi motivasi bagi pemain," tegasnya lagi.

Di sisi lain, duel melawan PSM Makassar ini juga sarat dengan aroma Rudi Keltjes. Mantan pelatih Persijap Jepara ini sudah bergabung sejak Senin (23/3) lalu. Bahkan sudah bersama pelatih Liestiadi di Stadion Jakabaring. Alhasil untuk pola ataupun taktik dan strategi beraromakan Rudi Keltjes.

"Kalau untuk itu terserah mau dibilang apa. Yang pasti saya dengan om Rudi sudah sehati memenangkan duel melawan PSM," bilang Liestiadi.

Menilai tim lawan, kubu PSMS tetap mewaspadi sang lawan. Apalagi di lini depan, PSM memiliki duet striker Cristian Lopez dan Pronetto."Mereka berdua bagus dan harus kita waspadai," aku pelatih beretnis Tionghoa ini.

Pun demikian tidak membuat punggawa Ayam Kinantan gentar. Demi raihan tiga poin, PSMS akan tampil ofensif selama pertandingan. Untuk formasi, PSMS tidak akan mengalami perubahan dan tetap mengandalkan duet Mario Costas-Elie Aiboy di depan.

"Saya harus bisa memberikan kemenangan kepada PSMS," kata Costas

Markus ingin bayar utang

Kiper tim nasional Indonesia asal PSMS Medan ini, Markus Horison, mempunyai motivasi tersendiri setelah pulang kandang. Pria berkepala plontos ini bertekad memberi yang terbaik bagi tim Ayam Kinantan yang kembali diperkuatnya.

"Ya, saya ingin membayar utang dengan mengangkat kembali pamor PSMS yang sempat redup. Memang berat karena materi PSMS sekarang beda dengan musim lalu, tetapi kami yakin bakal menyelamatkan tim musim ini," ujar Markus, Kamis.

Markus termasuk salah satu dari sebagian pemain PSMS yang eksodus menyusul krisis yang dialami klub kebanggaan warga Medan itu. Bersama Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Usep Munandar, Legimin Raharjo, kiper utama skuad Merah Putih ini memilih hijrah ke Persik Kediri.

Namun perjalanan Persik menghadapi musim baru ternyata tidak mulus. Tim Macan Putih terjerembab akibat hantaman badai krisis keuangan dan berbuntut Markus memutuskan ‘pulang kampung' ke Medan menjelang putaran kedua. Selain kondisi keuangan PSMS yang cukup sehat, ia juga ingin membayar utang atas kesalahannya.

Saat ini, PSMS terpuruk di urutan terbawah klasemen sementara Liga Super. Berbeda di Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009, PSMS justru berkibar dengan . menempatkan diri sebagai salah satu dari delapan tim terbaik tahun ini.

PSMS lolos ke babak 8 Besar setelah menyingkirkan Persiraja Banda Aceh di babak 48 Besar dan PSPS Pekanbaru di babak 24 Besar, serta Persiba Bantul pada babak 16 Besar. Sukses masuk 8 Besar menjadikan PSMS kembali diperhitungkan menjadi kandidat juara Copa Dji Sam Soe Indonesia.

"Berat memang jadwal kompetisi padat. Yang pasti, target utama kami adalah keluar dari zona degradasi di Liga Super dan terus eksis di ajang Copa Indonesia," imbuhnya.

Markus sendiri tidak ingin berangan-angan. Menurut pemain kelahiran Pangkalan Brandan, 14 Maret 1981 ini, tugasnya adalah tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan.

"Tentu saya tidak bisa bekerja sendirian. Seluruh skuad PSMS wajib tampil mati-matian untuk menjawab tantangan ini. Apalagi kami belum bisa menggunakan Stadion Teladan sebagai kandang, kecuali di ajang Copa," tukasnya.

Wednesday, March 25, 2009

PSMS & PSM Berebut Poin di Jakabaring

Dua tim era perserikatan akan bertemua di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 25 Maret 2009. PSMS Medan dan PSM Makassar akan bertarung untuk memperebutkan poin pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.

Karena tak punya home base yang layak, Ayam Kinantan harus keluar kandang saat menjamu lawan-lawannya. Kondisi ini tentu membuat PSMS bakal kesulitan untuk mendapat suntikan semangat dari supporter setianya Kampak FC. Walaupun ada, tentu tak sebanyak bila PSMS tampil di Stadion Teladan, Medan.

Situasi ini coba dimanfaatkan tim tamu Juku Eja untuk memetik poin pada pertandingan yang akan disiarkan langsung oleh antv ini. ”Jakabaring bukan kandang PSMS. Mereka tentu tak akan mendapat banyak dukungan dari penonton. Ini akan kami manfaatkan untuk bisa memetik minimal satu poin,” kata Pelatih PSM, Hanafing, saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 24 Maret 2009.

Sayang, PSM datang dengan kekuatan yang tidak lengkap. Salah satu legiun asingnya, Ali Khadaffi tidak bisa tampil. Ali harus absen karena terkena akumulasi kartu kuning. Meski demikian, Hanafing tidak patah semangat. Kondisi timnya yang kondusif paska dilunasinya gaji pemain menjadi modal bagi timnya untuk tampil lepas sore ini.

”Saya sudah menyiapkan pemain yang akan mengisi pos Ali. Saya yakin, bila anak-anak tenang, mereka bisa memetik poin di Jakabaring,” kata Hanafing.

Rencana ini tentu tidak akan benjalan mudah. Sebab, tuan rumah juga sudah bertekad untuk merebut poin penuh dari duel ini. Bahkan, Pelatih PSMS, Liestiadi, mengaku akan meladeni PSM dengan permainan terbuka.

”Kami butuh poin untuk keluar dari zona degradasi. Karena itu, saya sudah instruksikan kepada anak-anak untuk tampil maksimal saat bertemu PSM. Mereka juga harus berani untuk tampil terbuka pada pertandingan nanti,” kata Liestiadi.

Dalam duel ini, kondisi PSMS sudah lebih baik dari pertandingan sebelumnya. Beberapa pemain yang sebelumnya cedera dikabarkan sudah bisa merumput kembali. Satu-satunya yang menjadi kendala adalah kondisi kiper Markus Horison yang masih tanda tanya.

”Saya akan lihat kondisi terkahirnya. Kalau memang memungkinkan untuk turun, saya akan pasang dia. Tapi kalau tidak, kami masih punya kiper lain,” tandas Liestiadi.

Prediksi Line Up

PSMS Medan (4-4-2): Galih Sudaryono (g), Dody Cahyadi, Aun carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar, Leonardo Zada, Octavianus Maniani, Esteban Gullien, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi.

PSM Makassar (3-5-2): Samsidar (g), Oudja L.S, Rahmat Latif, Jayusman, Adnan Buyung, Iqbal, Syamsul Chaerudin, Diva Tarkas, Irsyad Aras, Proneto, Julio Lopes.

Galih siap ‘fight'

Kembalinya kiper tim nasional Markus Horison ke PSMS Medan ternyata tidak membuat Galih Sudaryanto merasa tersingkir. Kehadiran Markus justru membuat kiper berusia 22 ini terpacu mendapat tempat di tim utama Ayam Kinantan.

"Kembalinya Markus justru memotivasi saya agar bisa bermain lebih baik. Saya harus meningkatkan performa agar kembali menjadi kiper pertama. Ini menjadikan persaingan sehat di antara kami," kata Galih.

Sebelumnya, Galih menjadi pilar kekuatan PSMS setelah ditinggalkan Markus yang bergabung dengan Persik Kediri di awal musim. Hanya, krisis internal di Persik membuat Markus memilih kembali ke PSMS.

Penampilan Galih yang makin matang menunjukkan ia pantas menjadi kiper utama. Sukses PSMS melaju ke 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 tidak terlepas dari penampilan gemilangnya dengan mementahkan serangan bergelombang Persiba Bantul di leg kedua 16 Besar.

Pasalnya, Persiba butuh kemenangan 4-0 untuk menyingkirkan PSMS. Meski kalah 0-2, PSMS tetap lolos karena unggul agregat 5-3. Galih pun berkali-kali melakukan aksi penyelamatan yang membuat skuad Liestiadi terhindar dari kebobolan banyak gol.

"Saya tak kecewa bila akhirnya harus kebobolan dua gol. Itu memang hasil dari serangan yang dibangun oleh tim lawan. Saya memang sudah siap saat pelatih menginstruksikan untuk bertahan. Ini berarti, saya harus bekerja keras menghadapi serangan mereka," jawab Galih menanggapi penampilannya di Bantul.

Penyelamatan gemilang yang dilakukan Galih menjadikannya sebagai salah satu kandidat peraih Bintang Emas untuk kategori Best Saving (Penyelamatan Terbaik). Kategori itu memungkinkan menjadi milik kiper meski tidak menutup kemungkinan diraih pemain lain yang menempati posisi buka kiper.

"Saya tak berpikir ke situ, tapi senang bila ada nominasi seperti itu. Apalagi, penghargaan itu dari wartawan. Ini salah satu bentuk kepedulian mereka pada sepakbola kita," jawabnya.