MEDAN- Kekalahan demi kekalahan yang diderita PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) ini terus berlanjut. Terakhir, PSMS harus takluk di tangan tim Pendekar Cisadane-julukan Persita Tengerang-Kamis (5/3) kemarin dengan skor 1-0. Kekalahan ini membuat manajer tim PSMS Sihar Sitorus berang tak kelapang.
Bagaimana tak berang, uang sudah habis milyaran rupiah, kemenangan yang ditunggu-tunggu tak kunjung didapat. Imbasnya, PSMS terus berada di zona degradasi.
Parahnya, di saat penampilan tim tak kunjung membaik, di saat itu pula berhembus kabar jika Sihar Sitorus kerap melakukan intevensi kepada jajaran pelatih dalam menyususn starting eleven.
Mendengar isu yang kini berkembang, Sihar murka. Saat dihubungi usai laga kontra Persita kemarin, Sihar bahkan sampai emosi.
Menurutnya, tak salahnya jika dirinya melakukan intervensi kepada jajaran pelatih, karena uang yang selama ini dipergunakan untuk membiayai tim Ayam Kinantan adalah uang dia pribadi.
"Siapa yang bilang saya melakukan intervensi. Begitupun, kalau saya intevensi, itu adalah hak saya. Karena saya yang punya duit, saya juga yang membiayai tim ini," koarnya.
Terkait beredarnya isu yang mengatakan Sihar Sitorus melakukan intevensi, pelatih kepala PSMS Liestiadi enggan berkomentar banyak.
Begitupun, dirinya menyanggah jika ada yang menyebutkan pihak manejemen melakukan intrervensi dalam menentukan starting eleven. "Tidak benar isu itu," jawabnya singkat.
Awal mula berhembusnya kabar tentang intervensi yang dilakukan Sihar Sitorus adalah ketika sehari sebelum Affan Lubis dkk akan menghadapi Persita.
Dari beberapa sumber disebutkan jika saat menghadapi Persita, Sihar telah menginstruksikan kepada jajaran pelatih untuk menurunkan pemain lapis ke dua serta beberapa pemain asing.
Rumor yang beredar ini sontak mendapat respon negatif dari para suporter tim Ayam Kinantan.
Apalagi kala menghadapi Persita, kemarin (5/3) terbukti jika Liestiadi banyak menurunkan pemain cadangan seperti Galih Sudaryono, Ruben, Fadli Hariri dan Syahroni.
Parahnya lagi, di lini tengah Liestiadi memasang Dodi Cahyadi bersama I Komang dan Zada. Padahal sang kapten Affan Lubis dan Esteban dalam kondisi bugar dan siap tempur.
Sedangkan di lini depan, Mitchel Nere, Costas dan Elie Aiboy dipasang bersamaan. "Itu murni rotasi saja. Tidak ada intervensi dari manajemen dalam membentuk tim," pungkas Liestiadi.
Jika segala cara, termasuk di dalamnya merotasi pemain telah dilakukan, lantas apa yang akan dilakukan oleh jajaran pelatih dan manajemen PSMS guna mendongkar performa tim Ayam Kinantan?
"Tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk tim ini. Segala cara telah dilakukan, mungkin ada baiknya jika saya mundur saja dari PSMS. Barangkali di tangan orang lain, PSMS bisa lebih baik," katanya.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Friday, March 6, 2009
Persita lebih baik
BANDUNG - Tuan rumah Persita Tangerang mengalahkan PSMS Medan 1-0 pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis.
Gol kemenangan Pendekar Cisadane dilesakkan Agus Salim pada menit ke-54 melalu tembakan lob. Kemenangan Persita juga ditentukan besarnya motivasi dan semangat bertanding Maman cs usai keberhasil menekuk Sriwijaya FC 2-1 baru-baru ini.
Dengan kemenangan itu, Persita menambah nilai menjadi 21 dari 23 penampilannya, namun tim asuhan Zaenal Abidin itu masih tertahan di papan tengah. PSMS sendiri tertahan di papan bawah dengan nilai 17 hasil 22 pertandingan.
Kemenangan kedua Persita sejak berkandang di Stadion Siliwangi sempat diwarnai pelemparan batu ke arah asisten wasit oleh suporter PSMS, sehingga pertandingan sempat terhenti sekitar tiga menit di babak kedua.
Pertandingan antara Persita versus PSMS yang dipimpin wasit Aeng Suarlan juga sempat terganggu hujan deras sehingga pertandingan diundur satu jam karena lapangan tergenang. Sejak kick off pada pukul 16.30 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo sedang.
Persita yang dimotori Maman dan Adolfo Souza langsung mengurung pertahanan PSMS yang dikoordinir Aun Carbiny dan Reswandi. Baru memasuki babak kedua, PSMS mengurung pertahanan lawan.
Persita justru lebih banyak melakukan serangan balik melalui striker Adolfo Souza dan Agus Salim yang beberapa kali mengancam gawang Galih Sudharyono. Klimaksnya di menit 54, Agus Salim memanfaatkan bola muntah di daerah pertahanan Ayam Kinantan untuk memastikan kemenangan tuan rumah
Gol kemenangan Pendekar Cisadane dilesakkan Agus Salim pada menit ke-54 melalu tembakan lob. Kemenangan Persita juga ditentukan besarnya motivasi dan semangat bertanding Maman cs usai keberhasil menekuk Sriwijaya FC 2-1 baru-baru ini.
Dengan kemenangan itu, Persita menambah nilai menjadi 21 dari 23 penampilannya, namun tim asuhan Zaenal Abidin itu masih tertahan di papan tengah. PSMS sendiri tertahan di papan bawah dengan nilai 17 hasil 22 pertandingan.
Kemenangan kedua Persita sejak berkandang di Stadion Siliwangi sempat diwarnai pelemparan batu ke arah asisten wasit oleh suporter PSMS, sehingga pertandingan sempat terhenti sekitar tiga menit di babak kedua.
Pertandingan antara Persita versus PSMS yang dipimpin wasit Aeng Suarlan juga sempat terganggu hujan deras sehingga pertandingan diundur satu jam karena lapangan tergenang. Sejak kick off pada pukul 16.30 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo sedang.
Persita yang dimotori Maman dan Adolfo Souza langsung mengurung pertahanan PSMS yang dikoordinir Aun Carbiny dan Reswandi. Baru memasuki babak kedua, PSMS mengurung pertahanan lawan.
Persita justru lebih banyak melakukan serangan balik melalui striker Adolfo Souza dan Agus Salim yang beberapa kali mengancam gawang Galih Sudharyono. Klimaksnya di menit 54, Agus Salim memanfaatkan bola muntah di daerah pertahanan Ayam Kinantan untuk memastikan kemenangan tuan rumah
Persita Menangkan Duel Zona Merah, PSMS keok lagi...
Persita Tangerang akhirnya mampu meraup tiga poin usai menekuk PSMS Medan 1-0 di lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Satu-satunya gol yang terjadi dipertandingan itu dicetak oleh Agus Salim.
Bertanding di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis, 5 Maret 2009, Persita yang berlaku sebagai tuan rumah, harus berterima kasih dengan Agus Salim yang berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-54.
Dengan tambahan tiga poin, Pendekar Cisadane kini total mengoleksi 21 poin dari 23 laga yang telah dilakoni. Namun, tim besutan Zaenal Abidin ini masih tertahan di papan tengah klasemen.
Sedangkan bagi PSMS, hasil ini semakin membuat langkah mereka lepas dari zona merah semakin sulit. Tim Ayam Kinantan hanya mampu mengoleksi 17 poin dari 22 pertandingan.
Pertandingan ini sempat tertunda oleh hujan lebat. Alhasil, pertandingan baru bisa digelar pukul 16.30 WIB. Bahkan, ditengah pertandingan juga sempat terjadi insiden kecil pelemparan batu yang dilakukan pendukung PSMS. Beruntung, pertandingan masih bisa dilanjutkan.
Pada pertandingan itu, Persita memang terlihat lebih dominan mengusai pertandingan. Sosok Adolfo Souza beberapa kali membuat lini pertahanan PSMS kerepotan. Namun hingga 45 menit pertandingan usai, kedudukan tidak berubah.
Kerja keras Persita akhirnya membuahkan hasil di menit 54. Berawal dari bola muntah, Agus berhasil menceploskan bola dan membuat Persita unggul 1-0. Kedudukan tak berubah hingga pertandingan usai
Bertanding di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis, 5 Maret 2009, Persita yang berlaku sebagai tuan rumah, harus berterima kasih dengan Agus Salim yang berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-54.
Dengan tambahan tiga poin, Pendekar Cisadane kini total mengoleksi 21 poin dari 23 laga yang telah dilakoni. Namun, tim besutan Zaenal Abidin ini masih tertahan di papan tengah klasemen.
Sedangkan bagi PSMS, hasil ini semakin membuat langkah mereka lepas dari zona merah semakin sulit. Tim Ayam Kinantan hanya mampu mengoleksi 17 poin dari 22 pertandingan.
Pertandingan ini sempat tertunda oleh hujan lebat. Alhasil, pertandingan baru bisa digelar pukul 16.30 WIB. Bahkan, ditengah pertandingan juga sempat terjadi insiden kecil pelemparan batu yang dilakukan pendukung PSMS. Beruntung, pertandingan masih bisa dilanjutkan.
Pada pertandingan itu, Persita memang terlihat lebih dominan mengusai pertandingan. Sosok Adolfo Souza beberapa kali membuat lini pertahanan PSMS kerepotan. Namun hingga 45 menit pertandingan usai, kedudukan tidak berubah.
Kerja keras Persita akhirnya membuahkan hasil di menit 54. Berawal dari bola muntah, Agus berhasil menceploskan bola dan membuat Persita unggul 1-0. Kedudukan tak berubah hingga pertandingan usai
Thursday, March 5, 2009
PSMS Cari selamat
MEDAN-Tak ada pemandangan yang indah selain bertanding didukung suporter. Tapi hal tersebut tak bisa dirasakan oleh PSMS Medan dan Persita Tangerang yang akan bertanding dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) petang ini. Pasalnya, baik PSMS dan Persitara punya nasib sama, yakni harus menjadi tim nomaden atau musafir.
Ini terjadi setelah stadion kedua tim tak memenuhi standar Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti ISL musim ini. Jika Stadion Teladan tak mumpuni untuk digunakan PSMS, maka Stadion Benteng, juga punya nasib sama. Makanya di putaran I lalu, Persita juga harus punya homebase lain yakni Si Jalak Harupat sebelum akhirnya paro musim kedua pindah ke Siliwangi.
Di lanjutan ISL putaran II ini Ayam Kinantan-julukan PSMS-dan Pendekar Cisadane-julukan Persita, akan membuktikan diri sebagai penguasa Stadion Siliwangi, homebase kedua tim selama putaran II. Sejatinya tak hanya soal predikat tim musafir terbaik di Siliwangi yang patut digenggam. Namun, mengamankan posisi alias cari selamat dari zona degradasi. Saat ini, Ayam Kinantan berada di posisi 15 zona playoff degradasi dengan poin 17, sedangkan Pendekar Cisadane hanya satu strip di atas, yakni di posisi 14 dengan 18 poin.
Bagi PSMS, menang adalah hal krusial yang wajib direalisasikan di lapangan. Terlebih, skuad PSMS bakal tampil nyaris full team (minus Markus, baca : Markus Sakit Maag). “Kondisi seluruh pemain dalam keadaan fit, namun belum tahu siapa saja yang akan jadi starter. Kita masih akan lihat kondisi terakhir,” bilang Liestiadi.
Soal lawan, Liestiadi mengaku Persitara adalah tim yang berada dalam tren yang positif, terlebih striker asingnya Adolfo Souza.
Lalu bagaimana dengan Persita? Pendekar Cisadane boleh dibilang sukses menyandang predikat tim nomaden. Paling tidak dalam sejumlah laga, Persita sukses meraih hasil manis terutama saat menyandang tuan rumah. Terakhir Cucu Hidayat dkk sukses memecundangi Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin.
Tren tak terkalahkan main di kandang itulah yang akan diusung Persita saat menjamu PSMS Medan. Tentunya tim Ungu akan bertarung habis-habisan menjadikan PSMS sebagai tumbal berikutnya demi mempertahankan rekor tersebut. ”Bagi kami main di mana pun sama saja, sebab kami tak punya kandang,” ungkap Cucu Hidayat kepada INDOPOS (grup Sumut Pos), kemarin.
Oleh karenanya, lanjut Cucu, semua stadion yang menjadi arena pertandingan bagi Persita, akan dianggap markasnya sendiri. Terlebih Stadion Siliwangi Bandung. ”Kami sudah tak merasa asing dengan Stadion ini (Siliwangi Bandung red). Bahkan, stadion ini sudah seperti kandang kami sendiri,” tandasnya.
Hal itu juga diakui pelatih Persita Zaenal Abidin. Menurutnya, Cucu Hidayat dkk lebih bersemangat jika bermain di Siliwangi, ”Anak-anak bisa bermain lepas di sini. Berbeda saat bermain di Sidoarjo dulu,” ujar pelatih yang baru mengantongi lisensi A itu.
Oleh karenanya, Zaenal mengaku optimis anak asuhnya mampu memperdayai PSMS di Siliwangi. ”Saya selalu optimis bisa meraih yang terbaik. Termasuk ketika menghadapi PSMS besok (hari ini red),” koar Zaenal. (ful/sis/jpnn)
PSMS Medan
SEJATINYA kali ini PSMS tampil lebih komplet. Ini terlihat dari fitnya beberapa nama pemain yang sebelumnya cedera. Esteban Javier Guillen, Rahmat Affandi, Asri Akbar sudah bisa berlatih. Hanya saja, satu pilar di bawah mistar gawang yakni Markus Horison malah diparkir karena sakit maag.
Persita Tangerang
KEMENANGAN terakhir Cucu Hidayat dkk atas Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin wajib diwaspadai. Pasalnya, hanya satu pemain Persita yang bakal absen di pertandingan ini yakni I Made Wirahadi yang terkena cedera punggung saat latihan jelang lawan Sriwijaya. Dan kemenangan atas Sriwijaya juga
Fact and Figure
1. Pertemuan PSMS versus Persita merupakan pertemuan kedua sebagai tim musafir yang bermain di tempat netral, karena sama-sama tak punya kandang.
2. Dari pertemuan terakhir di tempat netral baik PSMS maupun Persita bermain imbang.
3. Dari empat pertemuan terakhir di kompetisi Ligina baik PSMS dan Persita saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.
4. Dari empat pertemuan terakhir di Ligina PSMS unggul agregat dibandingkan dengan Persita.
Head to Head
Indonesia Super League 2008
14-10-08 PSMS v Persita 2-2
Ligina XIII 2007
14-04-2007 PSMS v Persita 2-0
19-08-2007 Persita v PSMS 1-0
Ligina XII 2006
12-03-2006 PSMS v Persita 3-1
10-06-2006 Persita v PSMS 1-0
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ligina XI 2005
13-04-2005 Persita v PSMS 4-0
27-04-2005 PSMS v Persita 1-0
Ligina X 2004
25-01-2004 Persita v PSMS 3-0
04-08-2004 PSMS v Persita 2-1
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ini terjadi setelah stadion kedua tim tak memenuhi standar Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti ISL musim ini. Jika Stadion Teladan tak mumpuni untuk digunakan PSMS, maka Stadion Benteng, juga punya nasib sama. Makanya di putaran I lalu, Persita juga harus punya homebase lain yakni Si Jalak Harupat sebelum akhirnya paro musim kedua pindah ke Siliwangi.
Di lanjutan ISL putaran II ini Ayam Kinantan-julukan PSMS-dan Pendekar Cisadane-julukan Persita, akan membuktikan diri sebagai penguasa Stadion Siliwangi, homebase kedua tim selama putaran II. Sejatinya tak hanya soal predikat tim musafir terbaik di Siliwangi yang patut digenggam. Namun, mengamankan posisi alias cari selamat dari zona degradasi. Saat ini, Ayam Kinantan berada di posisi 15 zona playoff degradasi dengan poin 17, sedangkan Pendekar Cisadane hanya satu strip di atas, yakni di posisi 14 dengan 18 poin.
Bagi PSMS, menang adalah hal krusial yang wajib direalisasikan di lapangan. Terlebih, skuad PSMS bakal tampil nyaris full team (minus Markus, baca : Markus Sakit Maag). “Kondisi seluruh pemain dalam keadaan fit, namun belum tahu siapa saja yang akan jadi starter. Kita masih akan lihat kondisi terakhir,” bilang Liestiadi.
Soal lawan, Liestiadi mengaku Persitara adalah tim yang berada dalam tren yang positif, terlebih striker asingnya Adolfo Souza.
Lalu bagaimana dengan Persita? Pendekar Cisadane boleh dibilang sukses menyandang predikat tim nomaden. Paling tidak dalam sejumlah laga, Persita sukses meraih hasil manis terutama saat menyandang tuan rumah. Terakhir Cucu Hidayat dkk sukses memecundangi Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin.
Tren tak terkalahkan main di kandang itulah yang akan diusung Persita saat menjamu PSMS Medan. Tentunya tim Ungu akan bertarung habis-habisan menjadikan PSMS sebagai tumbal berikutnya demi mempertahankan rekor tersebut. ”Bagi kami main di mana pun sama saja, sebab kami tak punya kandang,” ungkap Cucu Hidayat kepada INDOPOS (grup Sumut Pos), kemarin.
Oleh karenanya, lanjut Cucu, semua stadion yang menjadi arena pertandingan bagi Persita, akan dianggap markasnya sendiri. Terlebih Stadion Siliwangi Bandung. ”Kami sudah tak merasa asing dengan Stadion ini (Siliwangi Bandung red). Bahkan, stadion ini sudah seperti kandang kami sendiri,” tandasnya.
Hal itu juga diakui pelatih Persita Zaenal Abidin. Menurutnya, Cucu Hidayat dkk lebih bersemangat jika bermain di Siliwangi, ”Anak-anak bisa bermain lepas di sini. Berbeda saat bermain di Sidoarjo dulu,” ujar pelatih yang baru mengantongi lisensi A itu.
Oleh karenanya, Zaenal mengaku optimis anak asuhnya mampu memperdayai PSMS di Siliwangi. ”Saya selalu optimis bisa meraih yang terbaik. Termasuk ketika menghadapi PSMS besok (hari ini red),” koar Zaenal. (ful/sis/jpnn)
PSMS Medan
SEJATINYA kali ini PSMS tampil lebih komplet. Ini terlihat dari fitnya beberapa nama pemain yang sebelumnya cedera. Esteban Javier Guillen, Rahmat Affandi, Asri Akbar sudah bisa berlatih. Hanya saja, satu pilar di bawah mistar gawang yakni Markus Horison malah diparkir karena sakit maag.
Persita Tangerang
KEMENANGAN terakhir Cucu Hidayat dkk atas Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin wajib diwaspadai. Pasalnya, hanya satu pemain Persita yang bakal absen di pertandingan ini yakni I Made Wirahadi yang terkena cedera punggung saat latihan jelang lawan Sriwijaya. Dan kemenangan atas Sriwijaya juga
Fact and Figure
1. Pertemuan PSMS versus Persita merupakan pertemuan kedua sebagai tim musafir yang bermain di tempat netral, karena sama-sama tak punya kandang.
2. Dari pertemuan terakhir di tempat netral baik PSMS maupun Persita bermain imbang.
3. Dari empat pertemuan terakhir di kompetisi Ligina baik PSMS dan Persita saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.
4. Dari empat pertemuan terakhir di Ligina PSMS unggul agregat dibandingkan dengan Persita.
Head to Head
Indonesia Super League 2008
14-10-08 PSMS v Persita 2-2
Ligina XIII 2007
14-04-2007 PSMS v Persita 2-0
19-08-2007 Persita v PSMS 1-0
Ligina XII 2006
12-03-2006 PSMS v Persita 3-1
10-06-2006 Persita v PSMS 1-0
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ligina XI 2005
13-04-2005 Persita v PSMS 4-0
27-04-2005 PSMS v Persita 1-0
Ligina X 2004
25-01-2004 Persita v PSMS 3-0
04-08-2004 PSMS v Persita 2-1
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Markus Sakit Maag, Galih Starter
KABAR buruk menimpa Ayam Kinantan. Hanya satu hari jelang pertandingan versus Persita, PSMS malah kehilangan kiper utamanya Markus Horison. Kiper Timnas Indonesia ini diketahui sedang menderita sakit maag dan harus istirahat.
Markus sendiri saat dihubungi membenarkan hal tersebut. “Sepertinya memang tidak main. Karena memang kondisi sedang sakit, akibat terlalu letih juga. Jadwal PSMS saat sampai April mendatang super padat. Sebelumnya saya juga sempat membela Timnas dan langsung gabung ke PSMS. Mungkin kurang istirahat saja. Dokter tim juga sarankan agar istirahat,” kata Markus.
Beruntung, PSMS masih punya kiper andalan lainnya yakni Galih Sudaryono. Sosok inilah yang selama putaran pertama selalu menjaga mistar gawang PSMS sebelum hadirnya Markus. Hal itu ditegaskan Mardiyanto pelatih kiper PSMS Medan yang dihubungi Rabu (4/3) malam. Menurut Mardiyanto, peluang Galih diturunkan diperkirakan sampai 90 persen.
Hal tersebut terlihat dari sesi latihan terakhir. Saat itu Mardiyanto memberikan porsi latihan lebih besar kepada Galih. “Latihan terakhir kemarin, Markus sempat juga latihan. Namun kondisinya tidak fit, badannya masih sangat lemas akibat sakit maag-nya kambuh. Sedangkan Galih dalam kondisi terbaiknya dan siap diturunkan. Mentalnya juga masih terjaga,” terang Mardiyanto.
Dan hal itu tentunya sudah dikordinasikan antara Markus, dan pelatih kepala. Menurut Mardiyanto tidak ada soal Markus main atau tidak. “Tidak bisa juga kita paksakan Markus main, karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” bebernya.
Lalu apa komentar Galih? Kiper kelahiran Sleman itu mengaku sangat siap. “Sebagai pemain saya siap saja kalau harus main, dan kalau tidak ya siap juga. Meski dalam kondisi fit, saya tidak ingin terlalu over confident, bisa jadi bomerang juga bagi saya dan tim. Yang pasti menanti hasil meeting untuk mendapatkan kepastian,” bilangnya.
Markus sendiri saat dihubungi membenarkan hal tersebut. “Sepertinya memang tidak main. Karena memang kondisi sedang sakit, akibat terlalu letih juga. Jadwal PSMS saat sampai April mendatang super padat. Sebelumnya saya juga sempat membela Timnas dan langsung gabung ke PSMS. Mungkin kurang istirahat saja. Dokter tim juga sarankan agar istirahat,” kata Markus.
Beruntung, PSMS masih punya kiper andalan lainnya yakni Galih Sudaryono. Sosok inilah yang selama putaran pertama selalu menjaga mistar gawang PSMS sebelum hadirnya Markus. Hal itu ditegaskan Mardiyanto pelatih kiper PSMS Medan yang dihubungi Rabu (4/3) malam. Menurut Mardiyanto, peluang Galih diturunkan diperkirakan sampai 90 persen.
Hal tersebut terlihat dari sesi latihan terakhir. Saat itu Mardiyanto memberikan porsi latihan lebih besar kepada Galih. “Latihan terakhir kemarin, Markus sempat juga latihan. Namun kondisinya tidak fit, badannya masih sangat lemas akibat sakit maag-nya kambuh. Sedangkan Galih dalam kondisi terbaiknya dan siap diturunkan. Mentalnya juga masih terjaga,” terang Mardiyanto.
Dan hal itu tentunya sudah dikordinasikan antara Markus, dan pelatih kepala. Menurut Mardiyanto tidak ada soal Markus main atau tidak. “Tidak bisa juga kita paksakan Markus main, karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” bebernya.
Lalu apa komentar Galih? Kiper kelahiran Sleman itu mengaku sangat siap. “Sebagai pemain saya siap saja kalau harus main, dan kalau tidak ya siap juga. Meski dalam kondisi fit, saya tidak ingin terlalu over confident, bisa jadi bomerang juga bagi saya dan tim. Yang pasti menanti hasil meeting untuk mendapatkan kepastian,” bilangnya.
PSMS vs Persita sore ini, Janji total menyerang
MEDAN - Kata menyerang merupakan bahasa yang pas diumpamakan saat pertemuan Persita Tangerang menjamu PSMS Medan, Kamis sore nanti. Pasalnya, kedua tim sama-sama berada di papan bawah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).
Sudah pasti hanya kemenangan yang bisa membawa anak-anak PSMS melonjak naik ke papan tengah. Alhasil, duel tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan seru. Terlebih bagi PSMS yang masih terus berkutat di posisi bawah klasemen sementaram sehingga terancam degradasi.
"Kemenangan merupakan satu-satunya hasil yang kita butuhkan. Untuk itu, tidak ada istilah bertahan. Kita akan menyerang dari awal kick off," kata pelatih PSMS Liestiadi usai mencoba lapangan Stadion Sliwangi Bandung, Rabu.
Keyakinan menuju tiga poin pun tetap dikantungi para punggawa Ayam Kinantan, walau Persita baru saja mengalahkan Sriwijaya FC. "Sebelum pertandingan berakhir, tidak akan ada yang tahu hasil akhirnya. Jadi wajar sebagai tim tamu kita juga berpeluang untuk menang dan pastinya siap mengambil tiga poin dari Persita," sambung Liestiadi tersenyum.
Kendati demikian, Liestiadi tidak bisa memungkiri saat ini tuan rumah dalam kondisi on fire. "Mereka (Persita, Red) baru saja mengalahkan klub tangguh Sriwijaya FC. Tapi ingat, lain lawan lain pula aromanya," kata pelatih yang juga hobi berkaraoke ini.
Walau kekuatan PSMS masih pincang, tim kebanggaan kota Medan ini tetap ambisi mengambil poin penuh. Sementara itu, manajer Sihar Sitorus mengharapkan kesalahan saat melawan Persijap Jepara tidak terulang lagi.
"Setiap kita sudah unggul, pasti bisa terkejar dan itu akibat kesalahan pemain kita sendiri. Besok (hari ini-red) harus menang," tegas Sihar.
Keinginan membawa pulang kemenangan juga diinginkan para suporter PSMS. Tergabung dalam PSMS Medan Fans Club, Toni Nainggolan mengharapkan M Affan Lubis cs bisa memberikan kemenangan.
"Kami sudah rindu untuk berpesta dan bernyanyi kemenangan. Kami ingin momen saat mengalahkan Persik Kediri diulangi," harap Toni yang juga ketua suporter.
Sudah pasti hanya kemenangan yang bisa membawa anak-anak PSMS melonjak naik ke papan tengah. Alhasil, duel tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan seru. Terlebih bagi PSMS yang masih terus berkutat di posisi bawah klasemen sementaram sehingga terancam degradasi.
"Kemenangan merupakan satu-satunya hasil yang kita butuhkan. Untuk itu, tidak ada istilah bertahan. Kita akan menyerang dari awal kick off," kata pelatih PSMS Liestiadi usai mencoba lapangan Stadion Sliwangi Bandung, Rabu.
Keyakinan menuju tiga poin pun tetap dikantungi para punggawa Ayam Kinantan, walau Persita baru saja mengalahkan Sriwijaya FC. "Sebelum pertandingan berakhir, tidak akan ada yang tahu hasil akhirnya. Jadi wajar sebagai tim tamu kita juga berpeluang untuk menang dan pastinya siap mengambil tiga poin dari Persita," sambung Liestiadi tersenyum.
Kendati demikian, Liestiadi tidak bisa memungkiri saat ini tuan rumah dalam kondisi on fire. "Mereka (Persita, Red) baru saja mengalahkan klub tangguh Sriwijaya FC. Tapi ingat, lain lawan lain pula aromanya," kata pelatih yang juga hobi berkaraoke ini.
Walau kekuatan PSMS masih pincang, tim kebanggaan kota Medan ini tetap ambisi mengambil poin penuh. Sementara itu, manajer Sihar Sitorus mengharapkan kesalahan saat melawan Persijap Jepara tidak terulang lagi.
"Setiap kita sudah unggul, pasti bisa terkejar dan itu akibat kesalahan pemain kita sendiri. Besok (hari ini-red) harus menang," tegas Sihar.
Keinginan membawa pulang kemenangan juga diinginkan para suporter PSMS. Tergabung dalam PSMS Medan Fans Club, Toni Nainggolan mengharapkan M Affan Lubis cs bisa memberikan kemenangan.
"Kami sudah rindu untuk berpesta dan bernyanyi kemenangan. Kami ingin momen saat mengalahkan Persik Kediri diulangi," harap Toni yang juga ketua suporter.
Sorot Lini Belakang
MEDAN- Langkah PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) semakin payah. Usai imbang 2-2 kontra Persijap Jepara (2/3) lalu, persaingan di zona degradasi pun memuncak. Lini belakang PSMS dinilai biang atas hasil tersebut dan menjadi sorotan penting Liestiadi pelatih kepala PSMS.
Di babak pertama saat ditantang Persijap, lini belakang Ayam Kinantan yang digalang Aun Carbiny main begitu disiplin. Anak-anak Persijap asuhan Junaidi terlihat frustasi menembus barisan pertahanan. Malah Aun berhasil mencetak gol ke gawang Persijap. Lima menit usai golnya, Juan Salaberry menjawab kritikan publik Medan akan penampilan buruknya dengan mengemas satu gol untuk PSMS pada partai tersebut. Sampai turun minum PSMS unggul 2-0.
Nah, kebiasaan buruk PSMS pun mulai terulang kala sudah unggul. Mulailah barisan pertahanan PSMS kocar-kacir menutup ruang gerak striker lawan. Kordinasi yang buruk tak jarang berbuah petaka.
Akibat lemahnya koordinasi dan komunikasi pemain belakang PSMS, gawang Markus pun bergetar samapi dua kali hingga akhirnya laga itu harus berakhir draw 2-2.
Liestiadi pun meradang. Lini pertahanan lantas jadi kambing hitam yang harus segera dibenahi. “Lini belakang kurang koordinasi dan komunikasi. Hal tersebut akan kita drill pada match berikutnya. Tentu saja dengan evaluasi mendalam,” koarnya Selasa (3/3) via sambungan telepon.
Sialnya, hasil itu tentu saja membuat posisi sementara PSMS di klasemen sementara ISL kian tak mengenakkan. Bayangkan saja, hingga 22 laga yang dijalani PSMS baru dua kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali kandas. Wajar saja raihan 17 angka menjadi milik klub yang berdiri sejak 1950 silam itu.
Lantas posisinya pun berkutat di urutan 15 yang merupakan posisi play off degradasi. Lalu apa komentar Liestiadi akan hal itu? Dengan tegas dia optimis mampu membawa Affan Lubis dkk lolos dari zona degradasi. “Gak masalah karena saya yakin PSMS akan tetap di ISL. Alasannya karena tekad pemain, manajemen dan pelatih begitu kuat untuk bertahan di ISL,” kata pelatih keturunan Tionghoa itu.
Sementara pusing dengan hasil kontra Persijap, Liestiadi juga harus berpikir akan kondisi beberapa pemainnya. Meski mengaku hanya Zada yang masih didera cedera, Liestiadi juga harus memutar otak untuk me-recovery para pemainnya untuk menyimpan tenaga di laga-laga berat selanjutnya. Seperti diketahui, PSMS musim ini harus main di tiga even sekaligus, ISL, Copa Indonesia, dan AFC Cup. “Anak-anak dalam kondisi fit. Tercatat hanya Zada yang masih cedera. Saat lawan Persita Tangerang Sabtu (5/3) nanti, dia mungkin sudah bisa turun,” pungkas Liestiadi. (ful)
Di babak pertama saat ditantang Persijap, lini belakang Ayam Kinantan yang digalang Aun Carbiny main begitu disiplin. Anak-anak Persijap asuhan Junaidi terlihat frustasi menembus barisan pertahanan. Malah Aun berhasil mencetak gol ke gawang Persijap. Lima menit usai golnya, Juan Salaberry menjawab kritikan publik Medan akan penampilan buruknya dengan mengemas satu gol untuk PSMS pada partai tersebut. Sampai turun minum PSMS unggul 2-0.
Nah, kebiasaan buruk PSMS pun mulai terulang kala sudah unggul. Mulailah barisan pertahanan PSMS kocar-kacir menutup ruang gerak striker lawan. Kordinasi yang buruk tak jarang berbuah petaka.
Akibat lemahnya koordinasi dan komunikasi pemain belakang PSMS, gawang Markus pun bergetar samapi dua kali hingga akhirnya laga itu harus berakhir draw 2-2.
Liestiadi pun meradang. Lini pertahanan lantas jadi kambing hitam yang harus segera dibenahi. “Lini belakang kurang koordinasi dan komunikasi. Hal tersebut akan kita drill pada match berikutnya. Tentu saja dengan evaluasi mendalam,” koarnya Selasa (3/3) via sambungan telepon.
Sialnya, hasil itu tentu saja membuat posisi sementara PSMS di klasemen sementara ISL kian tak mengenakkan. Bayangkan saja, hingga 22 laga yang dijalani PSMS baru dua kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali kandas. Wajar saja raihan 17 angka menjadi milik klub yang berdiri sejak 1950 silam itu.
Lantas posisinya pun berkutat di urutan 15 yang merupakan posisi play off degradasi. Lalu apa komentar Liestiadi akan hal itu? Dengan tegas dia optimis mampu membawa Affan Lubis dkk lolos dari zona degradasi. “Gak masalah karena saya yakin PSMS akan tetap di ISL. Alasannya karena tekad pemain, manajemen dan pelatih begitu kuat untuk bertahan di ISL,” kata pelatih keturunan Tionghoa itu.
Sementara pusing dengan hasil kontra Persijap, Liestiadi juga harus berpikir akan kondisi beberapa pemainnya. Meski mengaku hanya Zada yang masih didera cedera, Liestiadi juga harus memutar otak untuk me-recovery para pemainnya untuk menyimpan tenaga di laga-laga berat selanjutnya. Seperti diketahui, PSMS musim ini harus main di tiga even sekaligus, ISL, Copa Indonesia, dan AFC Cup. “Anak-anak dalam kondisi fit. Tercatat hanya Zada yang masih cedera. Saat lawan Persita Tangerang Sabtu (5/3) nanti, dia mungkin sudah bisa turun,” pungkas Liestiadi. (ful)
PSMS U21 tahan Pelita Jaya U21
BANDUNG - Tuan rumah Pelita Jaya U-21 harus puas dengan hasil imbang setelah ditahan PSMS Medan 1-1 pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2009 U-21 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Rabu.
Meski dukurung hampir sepanjang babak pertama, PSMS justeru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak striker Bambang Hardianto menit ke-31. Sedangkan gol balasan tuan rumah Pelita Jaya dicetak Riski Novriansyah menit ke-71 babak kedua. Gol Riski menyelamatkan tim asuhan Pelatih Jajang Nurjaman itu dari kekalahan di kandang.
Pertandingan berlangsung dalam tempo lambat akibat guyuran hujan lebat yang turun sejak menit ke-5 babak pertama. Meski meraih hasil imbang, Pelita Jaya masih tetap memimpin klasemen sementara Grup I dengan nilai 17 hasil 5 kali menang dan dua seri tanpa kalah. Sedangkan PSMS masih di peringkat ketiga dengan nilai 7.
"Ini kedua kali ditahan imbang PSMS, kedua-duanya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Partai tandang justru kami sapu bersih," kata Jajang.
Ia mengakui pertandingan berlangsung cukup berat karena hujan. Sedangkan Pelatih PSMS, Wanderley Junior menyebutkan hasil imbang lawan Pelita cukup bagi timnya yang tampil maksimal.
"PSMS bikin gol lebih dulu itu bagus, tapi Pelita sulit dihadang dan hasil imbang ini .ukup bagi kami," kata Wanderley.
Ia menyebutkan, beberapa pemainnya direkrut tim PSMS Senior dan Persikota dalam rangka mempersiapkan pemain masa depan PSMS. "Malam ini pemain tampil maksimal, sayang hujan deras sehingga pertandingan menjadi berat," kata Wanderley
Meski dukurung hampir sepanjang babak pertama, PSMS justeru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak striker Bambang Hardianto menit ke-31. Sedangkan gol balasan tuan rumah Pelita Jaya dicetak Riski Novriansyah menit ke-71 babak kedua. Gol Riski menyelamatkan tim asuhan Pelatih Jajang Nurjaman itu dari kekalahan di kandang.
Pertandingan berlangsung dalam tempo lambat akibat guyuran hujan lebat yang turun sejak menit ke-5 babak pertama. Meski meraih hasil imbang, Pelita Jaya masih tetap memimpin klasemen sementara Grup I dengan nilai 17 hasil 5 kali menang dan dua seri tanpa kalah. Sedangkan PSMS masih di peringkat ketiga dengan nilai 7.
"Ini kedua kali ditahan imbang PSMS, kedua-duanya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Partai tandang justru kami sapu bersih," kata Jajang.
Ia mengakui pertandingan berlangsung cukup berat karena hujan. Sedangkan Pelatih PSMS, Wanderley Junior menyebutkan hasil imbang lawan Pelita cukup bagi timnya yang tampil maksimal.
"PSMS bikin gol lebih dulu itu bagus, tapi Pelita sulit dihadang dan hasil imbang ini .ukup bagi kami," kata Wanderley.
Ia menyebutkan, beberapa pemainnya direkrut tim PSMS Senior dan Persikota dalam rangka mempersiapkan pemain masa depan PSMS. "Malam ini pemain tampil maksimal, sayang hujan deras sehingga pertandingan menjadi berat," kata Wanderley
Persita & PSMS Saling Menjatuhkan
Persita Tangerang dan PSMS Medan sama-sama butuh kemenangan untuk lepas dari jeratan degradasi. Kedua tim ini pun harus saling menjatuhkan saat bertarung di stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (5/3/2009).
Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.
"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.
Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.
"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.
Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.
Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.
Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.
"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.
Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.
"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.
Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.
Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.
Wednesday, March 4, 2009
AFC Cup 2009 PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.
Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.
"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.
Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.
Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.
Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.
Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.
"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.
Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.
Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.
Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)
AFC Cup 2009 PSMS Bidik Lolos Grup
Posisi PSMS Medan di Liga Super memang tidak nyaman. Tapi, mereka tetap mematok target bagus di pentas Piala AFC (Asian Football Confederation).
Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.
Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.
”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.
”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.
”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya
Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.
Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.
”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.
”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.
”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya
Merangkak 2 Persijap v PSMS 2
MEDAN- Kemenangan yang telah di depan mata, akhirnya sirna setelah Enjang Rohiman dan Ilham Hasan mampu membobol gawang Markus Horison sebanyak dua kali.
Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.
Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.
“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.
Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.
“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.
Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.
Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.
Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.
Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.
Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.
“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.
Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.
Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5
Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.
Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.
“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.
Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.
“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.
Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.
Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.
Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.
Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.
Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.
“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.
Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.
Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5
PSMS belum pantas
JEPARA - Keunggulan dua gol gagal dimanfaatkan PSMS Medan yang kemudian harus bermain imbang dengan Persijap Jepara 2-2 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin.
Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.
Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.
Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.
Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.
Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.
Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.
Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.
Susunan Pemain
Persijap Jepara
Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba
PSMS Medan
Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas
Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.
Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.
Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.
Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.
Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.
Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.
Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.
Susunan Pemain
Persijap Jepara
Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba
PSMS Medan
Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas
PSMS tetap tekad menang
02psms_aa.jpgJEPARA - Turun dengan materi compang-camping melawan Persijap Jepara, Senin malam nanti, tidak membuat PSMS Medan keder. Tim Ayam Kinantan tetap dengungkan kemenangan. Sebab, hanya cara itulah mereka bisa mendongkrak posisi ke papan tengah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).
"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.
Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.
"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.
Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.
Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.
"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.
Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.
"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.
Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.
Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.
PSMS fokus dua tandang
MEDAN - Setelah mengalami kegagalan pada laga playoff Liga Champions Asia (LCA) dari Singapore Armed Force (SAF), Rabu (25/2) lalu, PSMS Medan kini berkonsentrasi penuh menghadapi dua partai tandang melawan Persijap Jepara (2 Maret) dan Persitara Jakarta Utara (6 Maret) pada lanjutan Liga Super Indonesia.
"Kita konsentrasi penuh menghadapi dua laga tandang untuk meraih angka sempurna dari Persijap dan empat hari kemudian saat dijamu Persitara, "kata asisten pelatih PSMS Rudi Saari ketika dihubungi di Bogor, Sabtu.
Menghadapi dua pertandingan tersebut, para pemain digenjot dalam latihan berat setelah diliburkan beberapa hari sepulang dari Singapura guna mempersiapkan diri jelang dua laga tersebut. Dikatakan Rudi, dua partai tandang ini merupakan laga menentukan langkah Ayam Kinantan untuk memperbaiki peringkat pada klasemen akhir musim ini.
PSMS kini berada di posisi ke-15 dengan perolehan 16 poin dari dua kali memetik kemenangan, 10 seri dan sembilan kali kalah. "Partai ini adalah pertarungan hidup mati untuk memperbaiki peringkat dari posisi rawan," lanjut Rudi.
Dalam latihan, tim pelatih kembali menggenjot fisik pemain kendati ada beberapa pemain absen karena cedera. Sementara itu, dua pengurus PSMS Julius Raja SE dan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi secara terpisah di Medan berharap, anak-anak asuhan manajer tim Sihar Sitorus sukses sapu bersih kedua laga tandang, sebelum mengikuti kompetisi Piala AFC 10 Maret mendatang.
Menanggapi harapan Raja dan Azam, bek PSMS Aun Carbiny menyatakan target mereka menyapu bersih dua laga away agar poin yang diperoleh bisa mengatrol posisi PSMS ke peringkat yang lebih baik atau minimal tidak terpuruk di papan bawah.
"Kita konsentrasi penuh menghadapi dua laga tandang untuk meraih angka sempurna dari Persijap dan empat hari kemudian saat dijamu Persitara, "kata asisten pelatih PSMS Rudi Saari ketika dihubungi di Bogor, Sabtu.
Menghadapi dua pertandingan tersebut, para pemain digenjot dalam latihan berat setelah diliburkan beberapa hari sepulang dari Singapura guna mempersiapkan diri jelang dua laga tersebut. Dikatakan Rudi, dua partai tandang ini merupakan laga menentukan langkah Ayam Kinantan untuk memperbaiki peringkat pada klasemen akhir musim ini.
PSMS kini berada di posisi ke-15 dengan perolehan 16 poin dari dua kali memetik kemenangan, 10 seri dan sembilan kali kalah. "Partai ini adalah pertarungan hidup mati untuk memperbaiki peringkat dari posisi rawan," lanjut Rudi.
Dalam latihan, tim pelatih kembali menggenjot fisik pemain kendati ada beberapa pemain absen karena cedera. Sementara itu, dua pengurus PSMS Julius Raja SE dan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi secara terpisah di Medan berharap, anak-anak asuhan manajer tim Sihar Sitorus sukses sapu bersih kedua laga tandang, sebelum mengikuti kompetisi Piala AFC 10 Maret mendatang.
Menanggapi harapan Raja dan Azam, bek PSMS Aun Carbiny menyatakan target mereka menyapu bersih dua laga away agar poin yang diperoleh bisa mengatrol posisi PSMS ke peringkat yang lebih baik atau minimal tidak terpuruk di papan bawah.
Saturday, February 28, 2009
Dipusingkan Cedera
MEDAN- Setelah melakoni laga LCA (Liga Champions Asia) melawan Singapore Armed Force (SAF) Kamis (25/2) lalu, skuad PSMS Medan mengalami masalah. Liestiadi, pelatih PSMS Medan dipusingkan dengan kondisi para pemain yang mengalami cedera. Padahal pada Senin (2/3) mendatang, Affan Lubis dkk akan melawat ke markas Persijap Jepara dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL).
Tercatat dua pemain tumbang karena diterpa cedera. Mereka adalah Rahmat Affandi dan Esteban Gulillen. Sementara Zada dan Mauro Pinto juga masih diragukan penampilannya karena masih jalani terapi.
Tak hanya problem cedera yang mendera PSMS. Akumulasi kartu juga semakin membuat skuad PSMS tambang pincang. Tercatat dua pemain dipastikan absen karena akumulasi. Mereka adalah Aun Carbiny dan Zada Parahnya, Ayam Kinantan akan bermain tandang ke markas Persijap Jepara. Tentu ini membuat keadaan semakin sulit. Apalagi saat ini PSMS benar-benar membutuhkan asupan tiga angka untuk menyelamatkan posisi sementara dari jurang degradasi.
“Jujur saja saya saat ini dipusingkan oleh cedera sejumlah pemain inti, ditambah akumulasi kartu beberapa pemain. Hal itu tentu saja menjadi tidak mudah karena kita akan main di kandang lawan,” kata Liestiadi Jumat (27/2) kemarin.
Perubahan strategi mutlak akan dilakukan pelatih keturunan Tionghoa itu. Lini yang ditinggalkan pemain cedera dan terkenan akmulasi harus ditambal dengan pemain berkualitas serupa. Di lini bawah, Aun Carbiny kemungkinan akan digantikan oleh peran Fadli Hariri atau Mauro Pinto. Memang kabarnya, pemain belakang asal Brazil tersebut sudah mulai pulih dan sudah mulai ikut latihan. “Pinto sudah mulai pulih. Kemarin dia sudah ikut latihan, jadi lawan Persijap mungkin dia sudah bisa dipasang,” lanjut Liestiadi.
Mengenai target, Liestiadi mengaku optimis anak asuhnya mampu memberikan hasil terbaik dan meraih tiga angka. “Tak peduli kita main di kandang lawan. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah kemenangan. Maka itu, PSMS akan mencoba main sebaik mungkin dan meraih tiga angka. Karena saat ini posisi sedang berada di ujung tanduk,” bilang Liestiadi yakin.
Usai melakoni laga kontra Persijap pada 2 Maret mendatang, PSMS akan kembali berlaga pada 5 Maret. Setelah itu, pada 10 Maret, PSMS akan kembali terbang ke luar negeri. Adalah South China asal Hongkong yang akan diladeni di ajang AFC Cup. Jadi selain masalah cedera, Liestiadi juga dihantui masalah recovery pemain. “Tentu saja saya sudah pikirkan masalah recovery pemain, karena memang kita sedang dihadapkan dengan jadwal super padat,” pungkasnya.
Tercatat dua pemain tumbang karena diterpa cedera. Mereka adalah Rahmat Affandi dan Esteban Gulillen. Sementara Zada dan Mauro Pinto juga masih diragukan penampilannya karena masih jalani terapi.
Tak hanya problem cedera yang mendera PSMS. Akumulasi kartu juga semakin membuat skuad PSMS tambang pincang. Tercatat dua pemain dipastikan absen karena akumulasi. Mereka adalah Aun Carbiny dan Zada Parahnya, Ayam Kinantan akan bermain tandang ke markas Persijap Jepara. Tentu ini membuat keadaan semakin sulit. Apalagi saat ini PSMS benar-benar membutuhkan asupan tiga angka untuk menyelamatkan posisi sementara dari jurang degradasi.
“Jujur saja saya saat ini dipusingkan oleh cedera sejumlah pemain inti, ditambah akumulasi kartu beberapa pemain. Hal itu tentu saja menjadi tidak mudah karena kita akan main di kandang lawan,” kata Liestiadi Jumat (27/2) kemarin.
Perubahan strategi mutlak akan dilakukan pelatih keturunan Tionghoa itu. Lini yang ditinggalkan pemain cedera dan terkenan akmulasi harus ditambal dengan pemain berkualitas serupa. Di lini bawah, Aun Carbiny kemungkinan akan digantikan oleh peran Fadli Hariri atau Mauro Pinto. Memang kabarnya, pemain belakang asal Brazil tersebut sudah mulai pulih dan sudah mulai ikut latihan. “Pinto sudah mulai pulih. Kemarin dia sudah ikut latihan, jadi lawan Persijap mungkin dia sudah bisa dipasang,” lanjut Liestiadi.
Mengenai target, Liestiadi mengaku optimis anak asuhnya mampu memberikan hasil terbaik dan meraih tiga angka. “Tak peduli kita main di kandang lawan. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah kemenangan. Maka itu, PSMS akan mencoba main sebaik mungkin dan meraih tiga angka. Karena saat ini posisi sedang berada di ujung tanduk,” bilang Liestiadi yakin.
Usai melakoni laga kontra Persijap pada 2 Maret mendatang, PSMS akan kembali berlaga pada 5 Maret. Setelah itu, pada 10 Maret, PSMS akan kembali terbang ke luar negeri. Adalah South China asal Hongkong yang akan diladeni di ajang AFC Cup. Jadi selain masalah cedera, Liestiadi juga dihantui masalah recovery pemain. “Tentu saja saya sudah pikirkan masalah recovery pemain, karena memang kita sedang dihadapkan dengan jadwal super padat,” pungkasnya.
Tatap AFC Cup Langsung ke Bogor
MEDAN-Meski tak lagi punya harapan main di pentas Liga Champion Asia (LCA), skuad PSMS Medan dipastikan akan berlaga di ajang kasta kedua tingkat Asia, yakni AFC Cup.
Ajang ini pantas untuk menjadi pelipur lara sekaligus sebuah kesempatan untuk melupakan kegagalan kala di babak play off LCA, setelah dikandaskan 1-2 Singapore Armed Force (SAF), kemarin (25/2).
Kendati demikian, di ajang AFC Cup nanti PSMS tak dapat berleha-leha, karena lawan yang akan dihadapi tak kalah kerasnya jika dibandingkan
dengan SAF.
Di ajang AFC Cup, tim Ayam Kinantan tergabung di grup F bersama South China (Hongkong), Johor FC
(Malaysia) dan V.B (Maladewa).
Pada laga perdana AFC Cup yang berlangsung 10 Maret nanti PSMS akan ditantang wakil dari Hongkong, South China. Rencananya, pertandingan di antara kedua tim ini akan berlangsung di
Mongkok Stadium Hongkong.
“Kita memang harus segera bersiap. Karena di bulan Mei nanti PSMS akan menghadapi jadwal yang cukup padat. Selain bersiap di kompetisi domestik, kita juga akan berlaga di AFC Cup,”
kata Liestiadi.
Menyoal target yang dibebankan manajemen, Liestiadi mengaku belum mendapatkan target apa-apa di AFC Cup. “Belum ada perbincangan antara pelatih, pemain dan manejemen. Namun dalam waktu dekat tentu saja akan ada jawaban untuk itu,” sambung pelatih yang pernah menjadi staf
pengajar di SMA Sutomo Medan ini.
Hanya saja, sebelum berlaga di AFC Cup, tim besutan Liestiadi harus melakoni pertandingan tandang menghadapi Persijap pada Senin (2/3) nanti.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 6 Maret, Affan Lubis dkk kembali melakoni partai tandang ke markas tim yang sedang naik daun, Persitara.
“Setelah melakoni laga di ajang ISL, kita segera mempersiapkan tim guna berlaga di AFC Cup,” beber Liestiadi.
Meski hingga kini pihak manajemen belum memutuskan stadion mana yang akan dipergunakan PSMS kala melakoni partai kandang di AFC Cup, namun besar kemungkinan tim Sihar Sitorus ini akan mempergunakan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.
Manatap jadwal yang super padat itu, tentunya dibutuhkan pemain yang dalam kondisi bugar guna mendongkrak performa tim. Sayangnya, saat ini cukup banyak pemain pilar yang masih cedera.
Tak kurang, nama-nama seperti Esteban Javier, Rahmat Affandi, Zada dan Mauro Pinto dikabarkan masih terbelit cedera. “Mudah-mudahan pada saatnya nanti, seluruh pemain telah fit kembali,” harap Liestidi.
Sementara itu, sepulang dari Singapura, Affan Lubis dkk langsung bertolak ke Bogor. “Kita tiba di Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di sana (Bandung, Red), kita segera menggelar latihan. Kita tidak pulang ke Medan dengan pertimbangan efisiensi,” pungkas Listiadi. (ful)
Ajang ini pantas untuk menjadi pelipur lara sekaligus sebuah kesempatan untuk melupakan kegagalan kala di babak play off LCA, setelah dikandaskan 1-2 Singapore Armed Force (SAF), kemarin (25/2).
Kendati demikian, di ajang AFC Cup nanti PSMS tak dapat berleha-leha, karena lawan yang akan dihadapi tak kalah kerasnya jika dibandingkan
dengan SAF.
Di ajang AFC Cup, tim Ayam Kinantan tergabung di grup F bersama South China (Hongkong), Johor FC
(Malaysia) dan V.B (Maladewa).
Pada laga perdana AFC Cup yang berlangsung 10 Maret nanti PSMS akan ditantang wakil dari Hongkong, South China. Rencananya, pertandingan di antara kedua tim ini akan berlangsung di
Mongkok Stadium Hongkong.
“Kita memang harus segera bersiap. Karena di bulan Mei nanti PSMS akan menghadapi jadwal yang cukup padat. Selain bersiap di kompetisi domestik, kita juga akan berlaga di AFC Cup,”
kata Liestiadi.
Menyoal target yang dibebankan manajemen, Liestiadi mengaku belum mendapatkan target apa-apa di AFC Cup. “Belum ada perbincangan antara pelatih, pemain dan manejemen. Namun dalam waktu dekat tentu saja akan ada jawaban untuk itu,” sambung pelatih yang pernah menjadi staf
pengajar di SMA Sutomo Medan ini.
Hanya saja, sebelum berlaga di AFC Cup, tim besutan Liestiadi harus melakoni pertandingan tandang menghadapi Persijap pada Senin (2/3) nanti.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 6 Maret, Affan Lubis dkk kembali melakoni partai tandang ke markas tim yang sedang naik daun, Persitara.
“Setelah melakoni laga di ajang ISL, kita segera mempersiapkan tim guna berlaga di AFC Cup,” beber Liestiadi.
Meski hingga kini pihak manajemen belum memutuskan stadion mana yang akan dipergunakan PSMS kala melakoni partai kandang di AFC Cup, namun besar kemungkinan tim Sihar Sitorus ini akan mempergunakan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.
Manatap jadwal yang super padat itu, tentunya dibutuhkan pemain yang dalam kondisi bugar guna mendongkrak performa tim. Sayangnya, saat ini cukup banyak pemain pilar yang masih cedera.
Tak kurang, nama-nama seperti Esteban Javier, Rahmat Affandi, Zada dan Mauro Pinto dikabarkan masih terbelit cedera. “Mudah-mudahan pada saatnya nanti, seluruh pemain telah fit kembali,” harap Liestidi.
Sementara itu, sepulang dari Singapura, Affan Lubis dkk langsung bertolak ke Bogor. “Kita tiba di Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di sana (Bandung, Red), kita segera menggelar latihan. Kita tidak pulang ke Medan dengan pertimbangan efisiensi,” pungkas Listiadi. (ful)
AFC Cup Ayam Kinantan optimis
Ke Putaran II AFC Cup
JAKARTA - Pelatih PSMS Medan Liestiadi menyatakan, pihaknya telah melupakan kegagalan menembus babak utama Liga Champions Asia (LCA) 2008/09, menyusul kekalahan dari Singapore Armed Forces (SAF) 2-1 pada playoff di Stadion Jalan Besar, Singapura, Rabu lalu.
Hal itu karena laga internasional lainnya sudah di depan mata, yakni AFC Cup 2009. Di ajang yang merupakan kasta kedua Asia tersebut, Ayam Kinantan bergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
Tim Ayam Kinantan akan melakoni debut dalam partai tandang melawan South China di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret mendatang.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimis bisa melaju hingga ke babak kedua. Secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi saat dihubungi Waspada, Jumat.
Meski demikian, lanjutnya, dirinya tidak ingin sesumbar dalam menghadapi laga penuh gengsi tersebut. Terlebih karena kekuatan lawan sama sekali belum terdeteksi. "Kami memang buta dengan kekuatan lawan. Untuk itu, kami hanya akan berusaha tampil maksimal di setiap laga, seperti saat menghadapi SAF," jelasnya.
Masih kata Liestiadi, kegagalan melewati hadangan tim asal Singapura itu bukan karena anak asuhnya tampil buruk. Namum murni karena faktor kurang beruntung. "Terbukti kami bisa memaksakan pertandingan di akhiri dengan babak perpanjangan waktu," jelasnya.
Di kompetisi Liga Super Indonesia, Ayam Kinantan masih berada di peringkat ke-15 dan terancam degradasi bila tidak hati-hati. "Tugas kami memang berat, tapi ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan," pungkasnya.
Rilis AFC menyatakan usai laga tandang di Hongkong, Elie Aiboy cs akan menjamu Johor FC Malaysia dan VB Maladewa di Stadion Si Jalak Harupat pada 10 dan 17 Maret. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak berikut.
Jadwal PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret: vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret: vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April: vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April: vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei: vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei: vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
JAKARTA - Pelatih PSMS Medan Liestiadi menyatakan, pihaknya telah melupakan kegagalan menembus babak utama Liga Champions Asia (LCA) 2008/09, menyusul kekalahan dari Singapore Armed Forces (SAF) 2-1 pada playoff di Stadion Jalan Besar, Singapura, Rabu lalu.
Hal itu karena laga internasional lainnya sudah di depan mata, yakni AFC Cup 2009. Di ajang yang merupakan kasta kedua Asia tersebut, Ayam Kinantan bergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
Tim Ayam Kinantan akan melakoni debut dalam partai tandang melawan South China di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret mendatang.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimis bisa melaju hingga ke babak kedua. Secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi saat dihubungi Waspada, Jumat.
Meski demikian, lanjutnya, dirinya tidak ingin sesumbar dalam menghadapi laga penuh gengsi tersebut. Terlebih karena kekuatan lawan sama sekali belum terdeteksi. "Kami memang buta dengan kekuatan lawan. Untuk itu, kami hanya akan berusaha tampil maksimal di setiap laga, seperti saat menghadapi SAF," jelasnya.
Masih kata Liestiadi, kegagalan melewati hadangan tim asal Singapura itu bukan karena anak asuhnya tampil buruk. Namum murni karena faktor kurang beruntung. "Terbukti kami bisa memaksakan pertandingan di akhiri dengan babak perpanjangan waktu," jelasnya.
Di kompetisi Liga Super Indonesia, Ayam Kinantan masih berada di peringkat ke-15 dan terancam degradasi bila tidak hati-hati. "Tugas kami memang berat, tapi ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan," pungkasnya.
Rilis AFC menyatakan usai laga tandang di Hongkong, Elie Aiboy cs akan menjamu Johor FC Malaysia dan VB Maladewa di Stadion Si Jalak Harupat pada 10 dan 17 Maret. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak berikut.
Jadwal PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret: vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret: vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April: vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April: vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei: vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei: vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
Thursday, February 26, 2009
Hancur Sudah Mimpi PSMS Medan Untuk tampil "Champion Asia"
SAF Gagalkan Impian PSMSImpian PSMS Medan untuk melaju ke putaran final Liga Champions Asia (LCA) akhirnya kandas setelah di babak playoff kalah dari wakil Singapura, Singapore Armed Forces (SAF), dengan skor 1-2 melalui babak perpanjangan waktu, Rabu.
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Berusaha Tampil Maksimal
< trebuchet ms,geneva;">MEDAN - Asisten pelatih PSMS Medan, Rudi Saari menyatakan, pihaknya bakal menurunkan komposisi terbaik saat melawan Singapore Armed Forces (SAF) pada laga playoff Liga Champion Asia (LCA) di Singapura, Rabu (25/2).
"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.
Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.
Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.
"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.
Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.
Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).
"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.
Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.
Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.
"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.
Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.
Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).
Subscribe to:
Posts (Atom)