Thursday, March 5, 2009

Persita & PSMS Saling Menjatuhkan

Persita Tangerang dan PSMS Medan sama-sama butuh kemenangan untuk lepas dari jeratan degradasi. Kedua tim ini pun harus saling menjatuhkan saat bertarung di stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (5/3/2009).

Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.

"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.

Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.

"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.

Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.

Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.

Wednesday, March 4, 2009

AFC Cup 2009 PSMS Hadapi South China di Laga Perdana

PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).

AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.

"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.

Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.

"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.

Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.

Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.

Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.

Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:

10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)

AFC Cup 2009 PSMS Bidik Lolos Grup

Posisi PSMS Medan di Liga Super memang tidak nyaman. Tapi, mereka tetap mematok target bagus di pentas Piala AFC (Asian Football Confederation).

Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.

Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.

Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.

”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.

”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.

”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya

Merangkak 2 Persijap v PSMS 2

MEDAN- Kemenangan yang telah di depan mata, akhirnya sirna setelah Enjang Rohiman dan Ilham Hasan mampu membobol gawang Markus Horison sebanyak dua kali.

Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.

Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.

“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.

Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.

“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.

Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.

Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.

Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.

Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.

Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.

Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.

“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.

Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.

Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5

PSMS belum pantas

JEPARA - Keunggulan dua gol gagal dimanfaatkan PSMS Medan yang kemudian harus bermain imbang dengan Persijap Jepara 2-2 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin.

Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.

Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.

Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.

Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.

Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.

Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.

Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.

Susunan Pemain

Persijap Jepara

Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba

PSMS Medan

Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas

PSMS tetap tekad menang

02psms_aa.jpgJEPARA - Turun dengan materi compang-camping melawan Persijap Jepara, Senin malam nanti, tidak membuat PSMS Medan keder. Tim Ayam Kinantan tetap dengungkan kemenangan. Sebab, hanya cara itulah mereka bisa mendongkrak posisi ke papan tengah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).

"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.

Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.

"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.

Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.

Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).

"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.

PSMS fokus dua tandang

MEDAN - Setelah mengalami kegagalan pada laga playoff Liga Champions Asia (LCA) dari Singapore Armed Force (SAF), Rabu (25/2) lalu, PSMS Medan kini berkonsentrasi penuh menghadapi dua partai tandang melawan Persijap Jepara (2 Maret) dan Persitara Jakarta Utara (6 Maret) pada lanjutan Liga Super Indonesia.

"Kita konsentrasi penuh menghadapi dua laga tandang untuk meraih angka sempurna dari Persijap dan empat hari kemudian saat dijamu Persitara, "kata asisten pelatih PSMS Rudi Saari ketika dihubungi di Bogor, Sabtu.

Menghadapi dua pertandingan tersebut, para pemain digenjot dalam latihan berat setelah diliburkan beberapa hari sepulang dari Singapura guna mempersiapkan diri jelang dua laga tersebut. Dikatakan Rudi, dua partai tandang ini merupakan laga menentukan langkah Ayam Kinantan untuk memperbaiki peringkat pada klasemen akhir musim ini.

PSMS kini berada di posisi ke-15 dengan perolehan 16 poin dari dua kali memetik kemenangan, 10 seri dan sembilan kali kalah. "Partai ini adalah pertarungan hidup mati untuk memperbaiki peringkat dari posisi rawan," lanjut Rudi.

Dalam latihan, tim pelatih kembali menggenjot fisik pemain kendati ada beberapa pemain absen karena cedera. Sementara itu, dua pengurus PSMS Julius Raja SE dan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi secara terpisah di Medan berharap, anak-anak asuhan manajer tim Sihar Sitorus sukses sapu bersih kedua laga tandang, sebelum mengikuti kompetisi Piala AFC 10 Maret mendatang.

Menanggapi harapan Raja dan Azam, bek PSMS Aun Carbiny menyatakan target mereka menyapu bersih dua laga away agar poin yang diperoleh bisa mengatrol posisi PSMS ke peringkat yang lebih baik atau minimal tidak terpuruk di papan bawah.

Saturday, February 28, 2009

Dipusingkan Cedera

MEDAN- Setelah melakoni laga LCA (Liga Champions Asia) melawan Singapore Armed Force (SAF) Kamis (25/2) lalu, skuad PSMS Medan mengalami masalah. Liestiadi, pelatih PSMS Medan dipusingkan dengan kondisi para pemain yang mengalami cedera. Padahal pada Senin (2/3) mendatang, Affan Lubis dkk akan melawat ke markas Persijap Jepara dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL).

Tercatat dua pemain tumbang karena diterpa cedera. Mereka adalah Rahmat Affandi dan Esteban Gulillen. Sementara Zada dan Mauro Pinto juga masih diragukan penampilannya karena masih jalani terapi.

Tak hanya problem cedera yang mendera PSMS. Akumulasi kartu juga semakin membuat skuad PSMS tambang pincang. Tercatat dua pemain dipastikan absen karena akumulasi. Mereka adalah Aun Carbiny dan Zada Parahnya, Ayam Kinantan akan bermain tandang ke markas Persijap Jepara. Tentu ini membuat keadaan semakin sulit. Apalagi saat ini PSMS benar-benar membutuhkan asupan tiga angka untuk menyelamatkan posisi sementara dari jurang degradasi.

“Jujur saja saya saat ini dipusingkan oleh cedera sejumlah pemain inti, ditambah akumulasi kartu beberapa pemain. Hal itu tentu saja menjadi tidak mudah karena kita akan main di kandang lawan,” kata Liestiadi Jumat (27/2) kemarin.

Perubahan strategi mutlak akan dilakukan pelatih keturunan Tionghoa itu. Lini yang ditinggalkan pemain cedera dan terkenan akmulasi harus ditambal dengan pemain berkualitas serupa. Di lini bawah, Aun Carbiny kemungkinan akan digantikan oleh peran Fadli Hariri atau Mauro Pinto. Memang kabarnya, pemain belakang asal Brazil tersebut sudah mulai pulih dan sudah mulai ikut latihan. “Pinto sudah mulai pulih. Kemarin dia sudah ikut latihan, jadi lawan Persijap mungkin dia sudah bisa dipasang,” lanjut Liestiadi.

Mengenai target, Liestiadi mengaku optimis anak asuhnya mampu memberikan hasil terbaik dan meraih tiga angka. “Tak peduli kita main di kandang lawan. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah kemenangan. Maka itu, PSMS akan mencoba main sebaik mungkin dan meraih tiga angka. Karena saat ini posisi sedang berada di ujung tanduk,” bilang Liestiadi yakin.

Usai melakoni laga kontra Persijap pada 2 Maret mendatang, PSMS akan kembali berlaga pada 5 Maret. Setelah itu, pada 10 Maret, PSMS akan kembali terbang ke luar negeri. Adalah South China asal Hongkong yang akan diladeni di ajang AFC Cup. Jadi selain masalah cedera, Liestiadi juga dihantui masalah recovery pemain. “Tentu saja saya sudah pikirkan masalah recovery pemain, karena memang kita sedang dihadapkan dengan jadwal super padat,” pungkasnya.

Tatap AFC Cup Langsung ke Bogor

MEDAN-Meski tak lagi punya harapan main di pentas Liga Champion Asia (LCA), skuad PSMS Medan dipastikan akan berlaga di ajang kasta kedua tingkat Asia, yakni AFC Cup.
Ajang ini pantas untuk menjadi pelipur lara sekaligus sebuah kesempatan untuk melupakan kegagalan kala di babak play off LCA, setelah dikandaskan 1-2 Singapore Armed Force (SAF), kemarin (25/2).
Kendati demikian, di ajang AFC Cup nanti PSMS tak dapat berleha-leha, karena lawan yang akan dihadapi tak kalah kerasnya jika dibandingkan
dengan SAF.
Di ajang AFC Cup, tim Ayam Kinantan tergabung di grup F bersama South China (Hongkong), Johor FC
(Malaysia) dan V.B (Maladewa).
Pada laga perdana AFC Cup yang berlangsung 10 Maret nanti PSMS akan ditantang wakil dari Hongkong, South China. Rencananya, pertandingan di antara kedua tim ini akan berlangsung di
Mongkok Stadium Hongkong.
“Kita memang harus segera bersiap. Karena di bulan Mei nanti PSMS akan menghadapi jadwal yang cukup padat. Selain bersiap di kompetisi domestik, kita juga akan berlaga di AFC Cup,”
kata Liestiadi.
Menyoal target yang dibebankan manajemen, Liestiadi mengaku belum mendapatkan target apa-apa di AFC Cup. “Belum ada perbincangan antara pelatih, pemain dan manejemen. Namun dalam waktu dekat tentu saja akan ada jawaban untuk itu,” sambung pelatih yang pernah menjadi staf
pengajar di SMA Sutomo Medan ini.

Hanya saja, sebelum berlaga di AFC Cup, tim besutan Liestiadi harus melakoni pertandingan tandang menghadapi Persijap pada Senin (2/3) nanti.

Empat hari kemudian, tepatnya pada 6 Maret, Affan Lubis dkk kembali melakoni partai tandang ke markas tim yang sedang naik daun, Persitara.

“Setelah melakoni laga di ajang ISL, kita segera mempersiapkan tim guna berlaga di AFC Cup,” beber Liestiadi.

Meski hingga kini pihak manajemen belum memutuskan stadion mana yang akan dipergunakan PSMS kala melakoni partai kandang di AFC Cup, namun besar kemungkinan tim Sihar Sitorus ini akan mempergunakan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.

Manatap jadwal yang super padat itu, tentunya dibutuhkan pemain yang dalam kondisi bugar guna mendongkrak performa tim. Sayangnya, saat ini cukup banyak pemain pilar yang masih cedera.

Tak kurang, nama-nama seperti Esteban Javier, Rahmat Affandi, Zada dan Mauro Pinto dikabarkan masih terbelit cedera. “Mudah-mudahan pada saatnya nanti, seluruh pemain telah fit kembali,” harap Liestidi.

Sementara itu, sepulang dari Singapura, Affan Lubis dkk langsung bertolak ke Bogor. “Kita tiba di Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di sana (Bandung, Red), kita segera menggelar latihan. Kita tidak pulang ke Medan dengan pertimbangan efisiensi,” pungkas Listiadi. (ful)

AFC Cup Ayam Kinantan optimis

Ke Putaran II AFC Cup
JAKARTA - Pelatih PSMS Medan Liestiadi menyatakan, pihaknya telah melupakan kegagalan menembus babak utama Liga Champions Asia (LCA) 2008/09, menyusul kekalahan dari Singapore Armed Forces (SAF) 2-1 pada playoff di Stadion Jalan Besar, Singapura, Rabu lalu.

Hal itu karena laga internasional lainnya sudah di depan mata, yakni AFC Cup 2009. Di ajang yang merupakan kasta kedua Asia tersebut, Ayam Kinantan bergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).

Tim Ayam Kinantan akan melakoni debut dalam partai tandang melawan South China di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret mendatang.

"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimis bisa melaju hingga ke babak kedua. Secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi saat dihubungi Waspada, Jumat.

Meski demikian, lanjutnya, dirinya tidak ingin sesumbar dalam menghadapi laga penuh gengsi tersebut. Terlebih karena kekuatan lawan sama sekali belum terdeteksi. "Kami memang buta dengan kekuatan lawan. Untuk itu, kami hanya akan berusaha tampil maksimal di setiap laga, seperti saat menghadapi SAF," jelasnya.

Masih kata Liestiadi, kegagalan melewati hadangan tim asal Singapura itu bukan karena anak asuhnya tampil buruk. Namum murni karena faktor kurang beruntung. "Terbukti kami bisa memaksakan pertandingan di akhiri dengan babak perpanjangan waktu," jelasnya.

Di kompetisi Liga Super Indonesia, Ayam Kinantan masih berada di peringkat ke-15 dan terancam degradasi bila tidak hati-hati. "Tugas kami memang berat, tapi ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan," pungkasnya.

Rilis AFC menyatakan usai laga tandang di Hongkong, Elie Aiboy cs akan menjamu Johor FC Malaysia dan VB Maladewa di Stadion Si Jalak Harupat pada 10 dan 17 Maret. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak berikut.


Jadwal PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret: vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret: vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April: vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April: vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei: vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei: vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)

Thursday, February 26, 2009

Hancur Sudah Mimpi PSMS Medan Untuk tampil "Champion Asia"

SAF Gagalkan Impian PSMSImpian PSMS Medan untuk melaju ke putaran final Liga Champions Asia (LCA) akhirnya kandas setelah di babak playoff kalah dari wakil Singapura, Singapore Armed Forces (SAF), dengan skor 1-2 melalui babak perpanjangan waktu, Rabu.

Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.

Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.

Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.

Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.

Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.

Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.

Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.

Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.

SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.

Berusaha Tampil Maksimal

< trebuchet ms,geneva;">MEDAN - Asisten pelatih PSMS Medan, Rudi Saari menyatakan, pihaknya bakal menurunkan komposisi terbaik saat melawan Singapore Armed Forces (SAF) pada laga playoff Liga Champion Asia (LCA) di Singapura, Rabu (25/2).

"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.

Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.

Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.

"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.

Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.

Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).

Berusaha Tampil Maksimal

25psms.jpgMEDAN - Asisten pelatih PSMS Medan, Rudi Saari menyatakan, pihaknya bakal menurunkan komposisi terbaik saat melawan Singapore Armed Forces (SAF) pada laga playoff Liga Champion Asia (LCA) di Singapura, Rabu (25/2).

"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.

Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.

Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.

"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.

Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.

Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).

Andalkan Zada

Baru saja pulih dari cedera lutut kanan, Leonardo Martin Zada langsung diplot jadi andalan utama PSMS Medan di babak play off Liga Champion Asia (LCA) melawan Singapore Armed Force (SAF), hari ini.

Itu sebabnya Liestiadi pelatih kepala PSMS Medan sempat menyimpan tenaga Zada di partai terakhir melawan Persiba pada leg pertama 16 besar Copa Indonesia beberapa waktu lalu.

Trik ini tampaknya sengaja dilakukan Liestiadi, menatap laga ekstra berat kontra SAF. Karena penampilan Zada bersama PSMS cukup mengesankan dengan raihan 9 gol di berbagai kompetisi yang diikuti PSMS musim ini.

Dengan kehadiran Elie Aiboy, tugasnya sebagai pengatur serangan dan penyuplai umpan-umpan ke lini depan PSMS menjadi lebih klop. “Saat ini tim dalam kondisi siap tempur. Dan kekompakan tim merupakan hal yang kita akan terapkan dari awal. Semoga bisa memberikan hasil terbaik,” terang Liestiadi.

Zada sendiri tak menampik keinginannya untuk memberikan hasil maksimal di ajang LCA. “Saya belum tahu apakah pulih seratus persen saat menghadapi SAF nanti. Yang pasti saya berharap hasil maksimal di ajang ini. Saya bertekad pulih pada hari H,” terang Zada saat menonton pertandingan kontra Persiba Bantul beberapa waktu lalu.

Tantang SAF, PSMS Bertekad untuk Menang

SINGAPURA-Musim ini Indonesia hanya mendapat satu jatah ke Liga Champions Asia (LCA). Jatah itu sendiri sudah menjadi milik Sriwijaya FC Palembang. Meski begitu, wakil Indonesia di LCA musim ini bisa jadi bakal bertambah satu, PSMS Medan. Sebab, Ayam Kinantan-julukan PSMS-mempunyai kesempatan bertarung di arena play off LCA.
Dan perjuangan PSMS untuk merebut tiket ke LCA itu bakal dilakoni hari ini. Dimana, Ellie Aiboy dkk akan berjibaku melawan Singapore Armed Forces (SAF) dalam final play off LCA di Stadion Jalan Besar, Singapura. Kemenangan menjadi harga mati bagi PSMS untuk melenggang ke LCA. Sebab, pertandingan hanya berlangsung satu kali.
Menghadapi SAF memang bukan pekerjaan mudah. Tim asuhan Richard Bok itu baru saja menekuk Provincial Electricity Thailand dengan skor 4-1 di kandang lawan di babak play off beberapa waktu lalu. Dibanding PSMS, penampilan SAF di Liga Singapura sangat bagus dengan tujuh kali juara S-League (Liga Singapura). Sedangkan PSMS masih terseok-seok di zona degradasi Indonesia Super League. Laga ini bagaikan David (PSMS) ketemu Goliath (SAF).

PSMS sendiri tentu tak ingin menyerah sebelum bertanding. Catatan kemenangan 5-1 atas Persiba Bantul di Copa Indonesia menambah kepercayaan diri anak-anak Medan ini. Terlebih Ayam Kinantan memiliki pemain kartu AS, Elie Aiboy yang sempat bermain di Liga Malaysia untuk Selangor FC. Aiboy ini cukup tahu bagaimana kekuatan tim-tim dari luar Indonesia. “Saya tahu tim-tim Singapura dan para pemainnya. Saya tahu kelemahan dan kelebihan mereka. Kami akan menjadikan ini bahan untuk menghadapi SAF,” ujar pemain berdarah Papua ini.
Sedangkan pelatih PSMS, Liestiadi mengaku telah memiliki persiapan matang. Liestiadi sendiri telah menonton video pertandingan SAF dengan klub Thailand Provincial Electricity minggu lalu. “Kami harus melakukannya dengan baik, karena Liga Champions Asia adalah turnamen yang penting dan akan membawa nama Indonesia,”
timpalnya.

Lalu bagaimana dengan tuan rumah? Pelatih SAF, Richard Bok mengakui tak akan mudah bagi timnya untuk mencatat sejarah sebagai tim Singapura yang pertama berlaga di Liga Champions Asia. The Warriors-julukan SAF-sendiri dua musim lalu sempat mencapai perempat final AFC Cup. Namun, Bok yakin kali ini tantanganya berbeda. “Liga Champios Asia levelnya di atas AFC Cup. Dan persaingan jauh lebih tinggi dan setiap partai adalah sebuah tantangan,” ujar Bok dalam situs resmi AFC kemarin.

“Partai ini akan menjadi berjalan dengan keras karena tim Indonesia bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Apalagi PSMS memiliki sejumlah pemain yang bagus seperti Elie Aiboy, Esteban, (Mario) Costas dan Rachmad Afandi. Mereka lebih keuntung, dengan jam terbang lebih banyak di liga lokal. Karena Liga Singapura baru saja dimulai,” bebernya.

“Kami sangat percaya diri karena punya pengalaman banyak dalam menghadapi tim-tim kuat dari Asia Timur,” timpalnya.

Keyakinan Bok juga didukung dengan pemainnya seperti Park Tae Woon, Therdsak Chaiman, John Wilkinson dan Fukasawa yang siap tampil habis-habisan. “Kami menginginkan yang terbaik saat melawan PSMS. Saya sudah tekankan kepada pemain saya untuk tampil menyerang dan menciptakan gol. Meskipun sulit kami yakin dapat melakukannya,” kata Bok

SAF Gagalkan Impian PSMS


SAF Gagalkan Impian PSMSImpian PSMS Medan untuk melaju ke putaran final Liga Champions Asia (LCA) akhirnya kandas setelah di babak playoff kalah dari wakil Singapura, Singapore Armed Forces (SAF), dengan skor 1-2 melalui babak perpanjangan waktu, Rabu.

Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.

Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.

Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.

Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.

Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.

Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.

Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.

Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.

SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.

Wednesday, February 25, 2009

Sihar tak gentar demi sejarah

MEDAN - Meskipun bakal menghadapi Singapura Armed Forces, kubu PSMS Medan tetap tak gentar.

Tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini siap memberikan perjuangan maksimal demi menuai sejarah. Rasa optimisme itupun disampaikan langsung manajer tim Sihar Sitorus usai latihan para keberangkatan menuju ke Singapura.

"Bagi saya, ini merupakan sebuah babak baru yang harus kita mulai. Bagaimana caranya dengan ambisi kuat kita memenangkan pertandingan," kata Sihar menambahkan setiap pemain harus memiliki rasa percaya dan optimisme tinggi untuk menoreh sejarah di ajang Liga Champions Asia (LCA).

"Saya percaya tim lawan juga memiliki rasa takut kalah. Sekarang tinggal kita sendiri yang harus mengalahkan rasa takut itu dengan rasa ingin menang. Demi sebuah sejarah, kita harus berjuang memenangkan duel ini," sambungnya tegas.

Tak mudah memang menuju torehan sejarah. Apalagi lawan yang bakal dihadapi PSMS adalah jawara klasemen di Liga Singapura, yakni Armed Force. Tak cukup di situ saja, tim ini juga dipenuhi dengan empat pemain timnas plus pemain naturalisasi.

"Benar, mereka tim bagus. Tapi tetap saja kita memiliki peluang untuk menang. Yang penting kita berani dan tidak lengah," jawab Sihar.

Mengantungi rasa percaya diri wajar saja. Apalagi di leg pertama Copa Indonesia melawan Persiba Bantul lalu, Elie Aiboy cs menang telak 5-1. Aura positif pun tengah berada di tim yang ditangani pelatih Liestiadi dan Rudi Saari ini.

Soal kekuatan tim lawan, Sihar mengakui ketangguhannya. Berdasarkan informasi dari pelatih PSMS Liestiadi, Armed Force kuat di semua lini. Pun demikian, pengusaha muda sukses ini mengharapkan pemainnya tidak kendur.

"Di atas lapangan, sebelum pertandingan berakhir tidak ada yang bisa mengetahui hasil akhirnya. Kita juga punya kans untuk menang," tegas Sihar.

Tuesday, February 24, 2009

Bertekad Ukir Sejarah

MEDAN- Senin (23/2) malam, skuad PSMS Medan bertolak menuju Singapura untuk melawati laga ekstra berat di babak play off Liga Champion Asia (LCA), melawan jawara Singapura Armed Force pada 25 Februari mendatang.


Meski demikian, seluruh skuad PSMS Medan mengaku siap mengukir sejarah dengan lolos ke putaran final LCA untuk kali pertama dalam sejarah klub itu.

Belum lagi ajang tersebut, merupakan ajang yang sebelumnya dirintis oleh skuad PSMS terdahulu. Memang, melangkahnya PSMS menuju LCA tentu saja karena keberhasilan PSMS melangkah hingga final Liga Indonesia musim lalu, meskipun harus kandas di tangan Sriwijaya FC dengan skor 3-1.
Karena hanya runner up, maka PSMS pun harus rela melewati babak play off terlebih dulu. Kalau menang, maka PSMS berhak melangkah ke putaran final bersama klub hebat Asia lainnya. Sedangkan
Sriwijaya FC langsung lolos ke putaran final.
Fadli Hariri, stoper PSMS mengaku kesiapan PSMS sudah lebih baik dan bertekad memberikan hasil terbaik pada laga tersebut. “Seluruh pemain tampaknya siap tempur. Toh kami tidak ingin apa yang dirintis PSMS tahun lalu menjadi sia-sia. Intinya, kami akan berjuang sekuat tenaga,”
bebernya.

Sama halnya dengan Asri Akbar. Pemain yang memborong dua gol kemenangan atas Persiba Bantul beberapa waktu lalu mengutarakan niatannya untuk finish di urutan pertama. Memang pemain asal Takalar Makassar tersebut mengumpamakan kesempatan berlaga di ajang LCA seperti sebuah mimpi.

“Bagi kami bisa berlaga di ajang LCA bagaikan mimpi. Ibaratnya kami ini sedang ikut lari estafet untuk melanjutkan perjuangan PSMS 2007. Dan tentu akan melanjutkannya hingga finis di urutan terdepan,” harapnya.

Begitu juga dengan yang diutarakan Aun Carbiny. Bek tengah andalan baru PSMS tersebut mengakui bahwa sejarah yang diukir sudah terpampang di depan mata.

“Kami sepakat dengan ungkapan bos (Sihar Sitorus, Red), yang mengungkapkan jika sejarah sudah ada di depan mata. Dan tentu saja kita memilih untuk memenangkan pertandingan, walaupun Armed Force dihuni banyak pemain bintang. Toh mereka tetap sebuah tim biasanya yang juga takut kalah. Jadi mental menang merupakan jawaban untuk keunggulan atas laga tersebut nantinya,” bilangnya.

Rahmat Affandi pun bertekad mengemas gol pada laga itu. “Buat PSMS, aku akan memberikan yang terbaik. Mencetak gol tentu saja menjadi targetku sebagai seorang striker,” katanya.

Sementara itu, Sihar Sitorus manajer PSMS juga menyemangati skuad klub berjuluk Ayam Kinantan itu dengan motivasi mengukir mimpi.

Lewat satu kata saja, berani menang. “Sejarah sudah ada di depan mata mereka. Dengan usaha dan kerja keras serta tekad yang kuat, maka berlaga di ajang LCA bukan hal yang mustahil,” ucapnya

Playoff Liga Champions Asia

24psmslca.jpgMEDAN - Peluang PSMS Medan menghadapi Singapore Armed Force (SAF) fifty-fifty dalam pertandingan playoff Liga Champions Asia di Singapura, Rabu (25/2).

"PSMS juga memiliki peluang, walaupun bermain di kandang lawan," kata pelatih PSMS Liestiadi bersama Rudi Saari, Mardianto dan David (pelatih fisik) sebelum bertolak via Bandara Polonia Medan, Senin (23/2) malam.

Pelatih keturunan China ini mengakui, SAF adalah tim yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Liestiadi mengakui tuan rumah memiliki penampilan maksimal dengan semangat juang tinggi. Ketika menghadapi klub Thailand, SAF bermain imbang dalam 90 menit, namun berhasil menjaringkan tiga gol di babak tambahan waktu.

"Mereka tim solid dengan permainan konsisten," terang Liestiadi. Menurutnya, PSMS memiliki peluang sama dengan Armed Force.

Ke Singapura, Ayam Kinantan membawa 18 pemain termasuk penjaga gawang timnas Markus Horison dan gelandang Elie Aiboy. Legiun asing yang dibawa seperti Esteban Javier, Mario Costa dan Leonardo Martins Zada.

Diakui, Zada yang absen saat PSMS membantai Persiba Bantul 5-1 di leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia, sudah sembuh dari cedera. "Dia sudah dapat diturunkan," terang Liestiadi yang akan mempertahankan strategi saat menghadapi Persiba.

Kendati begitu, kemenangan PSMS atas Persiba bukan jaminan Ayam Kinantan lolos playoff. Tapi kemenangan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemain untuk menampilkan permainan maksimal dengan menorehkan tinta emas lolos ke babak utama LCA.

Menanggapi materi yang akan diturunkan, Liestiadi maupun Rudi Saari mengakui penampilan terakhir PSMS di Stadion Teladan menjadi acuan. Penjaga gawang ditempati Markus, lalu Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Esteban Javier, Asri Akbar, Elie Aiboy, Mario Costas, Rachmat Afandi ditambah Leonardo Martins Zada sebagai line up ideal.