Ke Putaran II AFC Cup
JAKARTA - Pelatih PSMS Medan Liestiadi menyatakan, pihaknya telah melupakan kegagalan menembus babak utama Liga Champions Asia (LCA) 2008/09, menyusul kekalahan dari Singapore Armed Forces (SAF) 2-1 pada playoff di Stadion Jalan Besar, Singapura, Rabu lalu.
Hal itu karena laga internasional lainnya sudah di depan mata, yakni AFC Cup 2009. Di ajang yang merupakan kasta kedua Asia tersebut, Ayam Kinantan bergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
Tim Ayam Kinantan akan melakoni debut dalam partai tandang melawan South China di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret mendatang.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimis bisa melaju hingga ke babak kedua. Secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi saat dihubungi Waspada, Jumat.
Meski demikian, lanjutnya, dirinya tidak ingin sesumbar dalam menghadapi laga penuh gengsi tersebut. Terlebih karena kekuatan lawan sama sekali belum terdeteksi. "Kami memang buta dengan kekuatan lawan. Untuk itu, kami hanya akan berusaha tampil maksimal di setiap laga, seperti saat menghadapi SAF," jelasnya.
Masih kata Liestiadi, kegagalan melewati hadangan tim asal Singapura itu bukan karena anak asuhnya tampil buruk. Namum murni karena faktor kurang beruntung. "Terbukti kami bisa memaksakan pertandingan di akhiri dengan babak perpanjangan waktu," jelasnya.
Di kompetisi Liga Super Indonesia, Ayam Kinantan masih berada di peringkat ke-15 dan terancam degradasi bila tidak hati-hati. "Tugas kami memang berat, tapi ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan," pungkasnya.
Rilis AFC menyatakan usai laga tandang di Hongkong, Elie Aiboy cs akan menjamu Johor FC Malaysia dan VB Maladewa di Stadion Si Jalak Harupat pada 10 dan 17 Maret. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak berikut.
Jadwal PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret: vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret: vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April: vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April: vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei: vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei: vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, February 28, 2009
Thursday, February 26, 2009
Hancur Sudah Mimpi PSMS Medan Untuk tampil "Champion Asia"
SAF Gagalkan Impian PSMSImpian PSMS Medan untuk melaju ke putaran final Liga Champions Asia (LCA) akhirnya kandas setelah di babak playoff kalah dari wakil Singapura, Singapore Armed Forces (SAF), dengan skor 1-2 melalui babak perpanjangan waktu, Rabu.
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Berusaha Tampil Maksimal
< trebuchet ms,geneva;">MEDAN - Asisten pelatih PSMS Medan, Rudi Saari menyatakan, pihaknya bakal menurunkan komposisi terbaik saat melawan Singapore Armed Forces (SAF) pada laga playoff Liga Champion Asia (LCA) di Singapura, Rabu (25/2).
"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.
Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.
Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.
"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.
Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.
Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).
"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.
Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.
Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.
"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.
Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.
Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).
Berusaha Tampil Maksimal


| "Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa. Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia. Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar. "Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya. Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa. Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China). |
Andalkan Zada
Baru saja pulih dari cedera lutut kanan, Leonardo Martin Zada langsung diplot jadi andalan utama PSMS Medan di babak play off Liga Champion Asia (LCA) melawan Singapore Armed Force (SAF), hari ini.
Itu sebabnya Liestiadi pelatih kepala PSMS Medan sempat menyimpan tenaga Zada di partai terakhir melawan Persiba pada leg pertama 16 besar Copa Indonesia beberapa waktu lalu.
Trik ini tampaknya sengaja dilakukan Liestiadi, menatap laga ekstra berat kontra SAF. Karena penampilan Zada bersama PSMS cukup mengesankan dengan raihan 9 gol di berbagai kompetisi yang diikuti PSMS musim ini.
Dengan kehadiran Elie Aiboy, tugasnya sebagai pengatur serangan dan penyuplai umpan-umpan ke lini depan PSMS menjadi lebih klop. “Saat ini tim dalam kondisi siap tempur. Dan kekompakan tim merupakan hal yang kita akan terapkan dari awal. Semoga bisa memberikan hasil terbaik,” terang Liestiadi.
Zada sendiri tak menampik keinginannya untuk memberikan hasil maksimal di ajang LCA. “Saya belum tahu apakah pulih seratus persen saat menghadapi SAF nanti. Yang pasti saya berharap hasil maksimal di ajang ini. Saya bertekad pulih pada hari H,” terang Zada saat menonton pertandingan kontra Persiba Bantul beberapa waktu lalu.
Itu sebabnya Liestiadi pelatih kepala PSMS Medan sempat menyimpan tenaga Zada di partai terakhir melawan Persiba pada leg pertama 16 besar Copa Indonesia beberapa waktu lalu.
Trik ini tampaknya sengaja dilakukan Liestiadi, menatap laga ekstra berat kontra SAF. Karena penampilan Zada bersama PSMS cukup mengesankan dengan raihan 9 gol di berbagai kompetisi yang diikuti PSMS musim ini.
Dengan kehadiran Elie Aiboy, tugasnya sebagai pengatur serangan dan penyuplai umpan-umpan ke lini depan PSMS menjadi lebih klop. “Saat ini tim dalam kondisi siap tempur. Dan kekompakan tim merupakan hal yang kita akan terapkan dari awal. Semoga bisa memberikan hasil terbaik,” terang Liestiadi.
Zada sendiri tak menampik keinginannya untuk memberikan hasil maksimal di ajang LCA. “Saya belum tahu apakah pulih seratus persen saat menghadapi SAF nanti. Yang pasti saya berharap hasil maksimal di ajang ini. Saya bertekad pulih pada hari H,” terang Zada saat menonton pertandingan kontra Persiba Bantul beberapa waktu lalu.
Tantang SAF, PSMS Bertekad untuk Menang
SINGAPURA-Musim ini Indonesia hanya mendapat satu jatah ke Liga Champions Asia (LCA). Jatah itu sendiri sudah menjadi milik Sriwijaya FC Palembang. Meski begitu, wakil Indonesia di LCA musim ini bisa jadi bakal bertambah satu, PSMS Medan. Sebab, Ayam Kinantan-julukan PSMS-mempunyai kesempatan bertarung di arena play off LCA.
Dan perjuangan PSMS untuk merebut tiket ke LCA itu bakal dilakoni hari ini. Dimana, Ellie Aiboy dkk akan berjibaku melawan Singapore Armed Forces (SAF) dalam final play off LCA di Stadion Jalan Besar, Singapura. Kemenangan menjadi harga mati bagi PSMS untuk melenggang ke LCA. Sebab, pertandingan hanya berlangsung satu kali.
Menghadapi SAF memang bukan pekerjaan mudah. Tim asuhan Richard Bok itu baru saja menekuk Provincial Electricity Thailand dengan skor 4-1 di kandang lawan di babak play off beberapa waktu lalu. Dibanding PSMS, penampilan SAF di Liga Singapura sangat bagus dengan tujuh kali juara S-League (Liga Singapura). Sedangkan PSMS masih terseok-seok di zona degradasi Indonesia Super League. Laga ini bagaikan David (PSMS) ketemu Goliath (SAF).
PSMS sendiri tentu tak ingin menyerah sebelum bertanding. Catatan kemenangan 5-1 atas Persiba Bantul di Copa Indonesia menambah kepercayaan diri anak-anak Medan ini. Terlebih Ayam Kinantan memiliki pemain kartu AS, Elie Aiboy yang sempat bermain di Liga Malaysia untuk Selangor FC. Aiboy ini cukup tahu bagaimana kekuatan tim-tim dari luar Indonesia. “Saya tahu tim-tim Singapura dan para pemainnya. Saya tahu kelemahan dan kelebihan mereka. Kami akan menjadikan ini bahan untuk menghadapi SAF,” ujar pemain berdarah Papua ini.
Sedangkan pelatih PSMS, Liestiadi mengaku telah memiliki persiapan matang. Liestiadi sendiri telah menonton video pertandingan SAF dengan klub Thailand Provincial Electricity minggu lalu. “Kami harus melakukannya dengan baik, karena Liga Champions Asia adalah turnamen yang penting dan akan membawa nama Indonesia,”
timpalnya.
Lalu bagaimana dengan tuan rumah? Pelatih SAF, Richard Bok mengakui tak akan mudah bagi timnya untuk mencatat sejarah sebagai tim Singapura yang pertama berlaga di Liga Champions Asia. The Warriors-julukan SAF-sendiri dua musim lalu sempat mencapai perempat final AFC Cup. Namun, Bok yakin kali ini tantanganya berbeda. “Liga Champios Asia levelnya di atas AFC Cup. Dan persaingan jauh lebih tinggi dan setiap partai adalah sebuah tantangan,” ujar Bok dalam situs resmi AFC kemarin.
“Partai ini akan menjadi berjalan dengan keras karena tim Indonesia bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Apalagi PSMS memiliki sejumlah pemain yang bagus seperti Elie Aiboy, Esteban, (Mario) Costas dan Rachmad Afandi. Mereka lebih keuntung, dengan jam terbang lebih banyak di liga lokal. Karena Liga Singapura baru saja dimulai,” bebernya.
“Kami sangat percaya diri karena punya pengalaman banyak dalam menghadapi tim-tim kuat dari Asia Timur,” timpalnya.
Keyakinan Bok juga didukung dengan pemainnya seperti Park Tae Woon, Therdsak Chaiman, John Wilkinson dan Fukasawa yang siap tampil habis-habisan. “Kami menginginkan yang terbaik saat melawan PSMS. Saya sudah tekankan kepada pemain saya untuk tampil menyerang dan menciptakan gol. Meskipun sulit kami yakin dapat melakukannya,” kata Bok
Dan perjuangan PSMS untuk merebut tiket ke LCA itu bakal dilakoni hari ini. Dimana, Ellie Aiboy dkk akan berjibaku melawan Singapore Armed Forces (SAF) dalam final play off LCA di Stadion Jalan Besar, Singapura. Kemenangan menjadi harga mati bagi PSMS untuk melenggang ke LCA. Sebab, pertandingan hanya berlangsung satu kali.
Menghadapi SAF memang bukan pekerjaan mudah. Tim asuhan Richard Bok itu baru saja menekuk Provincial Electricity Thailand dengan skor 4-1 di kandang lawan di babak play off beberapa waktu lalu. Dibanding PSMS, penampilan SAF di Liga Singapura sangat bagus dengan tujuh kali juara S-League (Liga Singapura). Sedangkan PSMS masih terseok-seok di zona degradasi Indonesia Super League. Laga ini bagaikan David (PSMS) ketemu Goliath (SAF).
PSMS sendiri tentu tak ingin menyerah sebelum bertanding. Catatan kemenangan 5-1 atas Persiba Bantul di Copa Indonesia menambah kepercayaan diri anak-anak Medan ini. Terlebih Ayam Kinantan memiliki pemain kartu AS, Elie Aiboy yang sempat bermain di Liga Malaysia untuk Selangor FC. Aiboy ini cukup tahu bagaimana kekuatan tim-tim dari luar Indonesia. “Saya tahu tim-tim Singapura dan para pemainnya. Saya tahu kelemahan dan kelebihan mereka. Kami akan menjadikan ini bahan untuk menghadapi SAF,” ujar pemain berdarah Papua ini.
Sedangkan pelatih PSMS, Liestiadi mengaku telah memiliki persiapan matang. Liestiadi sendiri telah menonton video pertandingan SAF dengan klub Thailand Provincial Electricity minggu lalu. “Kami harus melakukannya dengan baik, karena Liga Champions Asia adalah turnamen yang penting dan akan membawa nama Indonesia,”
timpalnya.
Lalu bagaimana dengan tuan rumah? Pelatih SAF, Richard Bok mengakui tak akan mudah bagi timnya untuk mencatat sejarah sebagai tim Singapura yang pertama berlaga di Liga Champions Asia. The Warriors-julukan SAF-sendiri dua musim lalu sempat mencapai perempat final AFC Cup. Namun, Bok yakin kali ini tantanganya berbeda. “Liga Champios Asia levelnya di atas AFC Cup. Dan persaingan jauh lebih tinggi dan setiap partai adalah sebuah tantangan,” ujar Bok dalam situs resmi AFC kemarin.
“Partai ini akan menjadi berjalan dengan keras karena tim Indonesia bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Apalagi PSMS memiliki sejumlah pemain yang bagus seperti Elie Aiboy, Esteban, (Mario) Costas dan Rachmad Afandi. Mereka lebih keuntung, dengan jam terbang lebih banyak di liga lokal. Karena Liga Singapura baru saja dimulai,” bebernya.
“Kami sangat percaya diri karena punya pengalaman banyak dalam menghadapi tim-tim kuat dari Asia Timur,” timpalnya.
Keyakinan Bok juga didukung dengan pemainnya seperti Park Tae Woon, Therdsak Chaiman, John Wilkinson dan Fukasawa yang siap tampil habis-habisan. “Kami menginginkan yang terbaik saat melawan PSMS. Saya sudah tekankan kepada pemain saya untuk tampil menyerang dan menciptakan gol. Meskipun sulit kami yakin dapat melakukannya,” kata Bok
SAF Gagalkan Impian PSMS
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Wednesday, February 25, 2009
Sihar tak gentar demi sejarah
MEDAN - Meskipun bakal menghadapi Singapura Armed Forces, kubu PSMS Medan tetap tak gentar.
Tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini siap memberikan perjuangan maksimal demi menuai sejarah. Rasa optimisme itupun disampaikan langsung manajer tim Sihar Sitorus usai latihan para keberangkatan menuju ke Singapura.
"Bagi saya, ini merupakan sebuah babak baru yang harus kita mulai. Bagaimana caranya dengan ambisi kuat kita memenangkan pertandingan," kata Sihar menambahkan setiap pemain harus memiliki rasa percaya dan optimisme tinggi untuk menoreh sejarah di ajang Liga Champions Asia (LCA).
"Saya percaya tim lawan juga memiliki rasa takut kalah. Sekarang tinggal kita sendiri yang harus mengalahkan rasa takut itu dengan rasa ingin menang. Demi sebuah sejarah, kita harus berjuang memenangkan duel ini," sambungnya tegas.
Tak mudah memang menuju torehan sejarah. Apalagi lawan yang bakal dihadapi PSMS adalah jawara klasemen di Liga Singapura, yakni Armed Force. Tak cukup di situ saja, tim ini juga dipenuhi dengan empat pemain timnas plus pemain naturalisasi.
"Benar, mereka tim bagus. Tapi tetap saja kita memiliki peluang untuk menang. Yang penting kita berani dan tidak lengah," jawab Sihar.
Mengantungi rasa percaya diri wajar saja. Apalagi di leg pertama Copa Indonesia melawan Persiba Bantul lalu, Elie Aiboy cs menang telak 5-1. Aura positif pun tengah berada di tim yang ditangani pelatih Liestiadi dan Rudi Saari ini.
Soal kekuatan tim lawan, Sihar mengakui ketangguhannya. Berdasarkan informasi dari pelatih PSMS Liestiadi, Armed Force kuat di semua lini. Pun demikian, pengusaha muda sukses ini mengharapkan pemainnya tidak kendur.
"Di atas lapangan, sebelum pertandingan berakhir tidak ada yang bisa mengetahui hasil akhirnya. Kita juga punya kans untuk menang," tegas Sihar.
Tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini siap memberikan perjuangan maksimal demi menuai sejarah. Rasa optimisme itupun disampaikan langsung manajer tim Sihar Sitorus usai latihan para keberangkatan menuju ke Singapura.
"Bagi saya, ini merupakan sebuah babak baru yang harus kita mulai. Bagaimana caranya dengan ambisi kuat kita memenangkan pertandingan," kata Sihar menambahkan setiap pemain harus memiliki rasa percaya dan optimisme tinggi untuk menoreh sejarah di ajang Liga Champions Asia (LCA).
"Saya percaya tim lawan juga memiliki rasa takut kalah. Sekarang tinggal kita sendiri yang harus mengalahkan rasa takut itu dengan rasa ingin menang. Demi sebuah sejarah, kita harus berjuang memenangkan duel ini," sambungnya tegas.
Tak mudah memang menuju torehan sejarah. Apalagi lawan yang bakal dihadapi PSMS adalah jawara klasemen di Liga Singapura, yakni Armed Force. Tak cukup di situ saja, tim ini juga dipenuhi dengan empat pemain timnas plus pemain naturalisasi.
"Benar, mereka tim bagus. Tapi tetap saja kita memiliki peluang untuk menang. Yang penting kita berani dan tidak lengah," jawab Sihar.
Mengantungi rasa percaya diri wajar saja. Apalagi di leg pertama Copa Indonesia melawan Persiba Bantul lalu, Elie Aiboy cs menang telak 5-1. Aura positif pun tengah berada di tim yang ditangani pelatih Liestiadi dan Rudi Saari ini.
Soal kekuatan tim lawan, Sihar mengakui ketangguhannya. Berdasarkan informasi dari pelatih PSMS Liestiadi, Armed Force kuat di semua lini. Pun demikian, pengusaha muda sukses ini mengharapkan pemainnya tidak kendur.
"Di atas lapangan, sebelum pertandingan berakhir tidak ada yang bisa mengetahui hasil akhirnya. Kita juga punya kans untuk menang," tegas Sihar.
Tuesday, February 24, 2009
Playoff Liga Champions Asia

"PSMS juga memiliki peluang, walaupun bermain di kandang lawan," kata pelatih PSMS Liestiadi bersama Rudi Saari, Mardianto dan David (pelatih fisik) sebelum bertolak via Bandara Polonia Medan, Senin (23/2) malam.
Pelatih keturunan China ini mengakui, SAF adalah tim yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Liestiadi mengakui tuan rumah memiliki penampilan maksimal dengan semangat juang tinggi. Ketika menghadapi klub Thailand, SAF bermain imbang dalam 90 menit, namun berhasil menjaringkan tiga gol di babak tambahan waktu.
"Mereka tim solid dengan permainan konsisten," terang Liestiadi. Menurutnya, PSMS memiliki peluang sama dengan Armed Force.
Ke Singapura, Ayam Kinantan membawa 18 pemain termasuk penjaga gawang timnas Markus Horison dan gelandang Elie Aiboy. Legiun asing yang dibawa seperti Esteban Javier, Mario Costa dan Leonardo Martins Zada.
Diakui, Zada yang absen saat PSMS membantai Persiba Bantul 5-1 di leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia, sudah sembuh dari cedera. "Dia sudah dapat diturunkan," terang Liestiadi yang akan mempertahankan strategi saat menghadapi Persiba.
Kendati begitu, kemenangan PSMS atas Persiba bukan jaminan Ayam Kinantan lolos playoff. Tapi kemenangan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemain untuk menampilkan permainan maksimal dengan menorehkan tinta emas lolos ke babak utama LCA.
Menanggapi materi yang akan diturunkan, Liestiadi maupun Rudi Saari mengakui penampilan terakhir PSMS di Stadion Teladan menjadi acuan. Penjaga gawang ditempati Markus, lalu Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Esteban Javier, Asri Akbar, Elie Aiboy, Mario Costas, Rachmat Afandi ditambah Leonardo Martins Zada sebagai line up ideal.
Monday, February 23, 2009
Boyong 18 Pemain
Hal tersebut menyusul keputusan tim pelatih pada usai sesi latihan Minggu (22/2) kemarin. Menurut Liestiadi siapapun pemain yang diboyong, yang terpenting adalah upaya skuad PSMS Medan untuk dapat lolos dari babak play off.
“Ya memang kita harus bekerja keras. Target dari manajemen adalah lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan saya lihat peluang un tuk itu (menang, Red) selalu ada,” beber Liestiadi, kemarin (22/2).
Meskipun menang besar 5-1 atas Persiba Bantul di leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia, namun hal itu bukan jaminan jika PSMS akan mampu melewati babak play off Liga Champion Asia (LCA).
Padahal kemenangan atas Persiba, kemarin diyakini dapat membangkitkan semangat tim besutan Liestiadi.
Kendati demikian Sinagpore Armed Force bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Apalagi jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Menuruyt Liestiadi saat Singapore Armed Force menghadapi Electric Victory, kedua tim sempat membagi angka imbang 1-1 di 2X45 menit. Tapi siapa sangka jika dibabak pertambahan waktu Singapore Armed Force mampu membobol gawang lawannya sebanyak tiga kali.
“Kita sudah analis kekuatan dan kelemahan Singapore Armed Force. Mereka punya skema permainan dan kerjasama tim yang bagus,” beber Liestiadi.
Karenanya, saat ini Liestiadi bersama staf pelatih seperti Rudi Saari, Mardianto bahkan Divaldo (pelatih fisik) tengah membahas strategi apa yang akan diterapkan.
“Simulasi dan drill strategi melawan sistem permainan dari Armed Force, tentunya berdasarkan analisis dari permainan mereka,” ungkapnya.
Rencananya, tim akan berangkat ke Singapura pada Senin (23/2) malam ini.
Saturday, February 21, 2009
Tuah stadion Teladan medan
MEDAN- Lama tak tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Tim Ayam Kinantan benar-benar merasakan tuah Stadion Teladan Medan.
Jika sebelumnya, di ajang Indonesia Super League, Affan Lubis dkk lebih sering bermain imbang dan menelan kelahan, pada pertandingan kemarin (20/2), anak asuh Sihar Sitorus ini bukan sekedar meraih poin sempurna, tapi juga membobol gawang lawannya Persiba Bantul sebanyak lima kali.
Meski menang besar, namun tim besutan Liestiadi ini belum bisa bernafas lega, karena masih akan menghadapi leg kedua ke markas Persiba Bantul yang terkenal jago kandang.
Pelatih Persiba Nandar Iskandar mengaku sanggup membalas kekalahan. Menurutnya, bermain di kandang hasilnya harus berbeda. “Kami optimis bisa mengejar selisih gol dengan PSMS saat leg kedua nanti. Pasalnya, saat berhadapan dengan PSMS hari ini (kemarin, Red) nyaris seluruh pemain kami masih dalam keadaan lelah pasca melakukan perjalanan panjang dari Manokrawi,” bilangnya saat jumpa pers usai laga kemarin.
Terkait optimisme yang dilontarkan Nandar Iskandar tadi, pelatih PSMS Liestiadi mengaku tak gentar. Menurutnya selisih empat gol yang berhasil ditorehkan Affan Lubis dkk pada pertandingan kemarin, membuat sebelah kaki PSMS telah berada di babak delapan besar.
“Kita puas dengan hasil pertandingan hari ini. Karena target manajemen di ajang Copa Indonesia adalah juara. Artinya, kita semakin dekat ke arah sana (juara, Red),” beber pelatih berdarah Tionghoa itu.
Pada pertandingan kemarin PSMS langsung menyerang sejak menit-menit awal babak pertama. Serangan PSMS dikordinir oleh Elie Aiboy, yang kali ini diplot sebagai kapten tim. Umpan-umpannya dari sisi kiri pertahanan Persiba Bantul cukup merepotkan Michael Ndubuisu.
Beberapa kali tusukan Elie Aiboy ke jantung pertahanan Persiba tak terantisipasi. Malah winger Timnas itu berhasil membobol gawang Persiba yang dikawal Arie Musapak, tepatnya pada menit 14.
Seperti merasa tak puas pemain PSMS lainnya seperti Rahmat Affandi, Mario Aljendaro Costas dan Asri Akbar kembali menambah keunggulan PSMS menjadi 4-0. Sedang gol bagi Persiba diciptakan Chairul Anam. Sayangnya lima menit sebelum bubaran Asri Akbar kembali membobol gawang Persiba. (ful)
menggandakan kemenangan PSMS. Gol Fandi-sapaan akrabnya tak lepas dari konstribusi Elie yang memberikan umpan menyusur tanah tepat di depan gawang dan disambar cepat oleh Fandi.
Meski terus diserang, Persiba bukannya tak punya peluang. Tercatat beberapa peluang sempat membuat Markus Horison jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.
Sebaliknya serangan PSMS semakin genjar. Kali ini giliran Mario Aljendaro Costas yang membobol gawang Persiba di menit 32. Costas berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan umpan manis Esteban Guillen dengan sedikit solo run.
Tiga menit berselang, Asri Akbar kembali menambah keunggulan PSMS menjadi 4-0. Lewat sedikit kemelut, Asri berhasil mengirimkan bola ke sudut kiri gawang Persiba. Hingga usai babak pertama, skor 4-0 menjadi milik PSMS.
Di babak kedua, anak-anak Persiba mencoba bangkit. Lapangan yang basah diguyur hujan dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Persiba. Kebetulan di babak kedua, PSMS main agak kendur. Beberapa kali peluang dicipta pemain Persiba akibat kesalahan pemain PSMS. Puncaknya saat Chairul Anam berhasil menciptakan gol untuk Persiba lewat satu tendangan spkulasi di menit 53.
Sayang gol hiburan itu tak bertahan lama. Menit 85 Asri Akbar kembali menceploskan si kulit bundar. Asri berhasil sedikit mengecoh pemain belakang lawan, setelah sebelumnya mendapatkan umpan cantik dari Oktovianus Maniani. Hingga wasit Oki Dwiputra meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan skor 5-1 untuk kemenangan PSMS
Jika sebelumnya, di ajang Indonesia Super League, Affan Lubis dkk lebih sering bermain imbang dan menelan kelahan, pada pertandingan kemarin (20/2), anak asuh Sihar Sitorus ini bukan sekedar meraih poin sempurna, tapi juga membobol gawang lawannya Persiba Bantul sebanyak lima kali.
Meski menang besar, namun tim besutan Liestiadi ini belum bisa bernafas lega, karena masih akan menghadapi leg kedua ke markas Persiba Bantul yang terkenal jago kandang.
Pelatih Persiba Nandar Iskandar mengaku sanggup membalas kekalahan. Menurutnya, bermain di kandang hasilnya harus berbeda. “Kami optimis bisa mengejar selisih gol dengan PSMS saat leg kedua nanti. Pasalnya, saat berhadapan dengan PSMS hari ini (kemarin, Red) nyaris seluruh pemain kami masih dalam keadaan lelah pasca melakukan perjalanan panjang dari Manokrawi,” bilangnya saat jumpa pers usai laga kemarin.
Terkait optimisme yang dilontarkan Nandar Iskandar tadi, pelatih PSMS Liestiadi mengaku tak gentar. Menurutnya selisih empat gol yang berhasil ditorehkan Affan Lubis dkk pada pertandingan kemarin, membuat sebelah kaki PSMS telah berada di babak delapan besar.
“Kita puas dengan hasil pertandingan hari ini. Karena target manajemen di ajang Copa Indonesia adalah juara. Artinya, kita semakin dekat ke arah sana (juara, Red),” beber pelatih berdarah Tionghoa itu.
Pada pertandingan kemarin PSMS langsung menyerang sejak menit-menit awal babak pertama. Serangan PSMS dikordinir oleh Elie Aiboy, yang kali ini diplot sebagai kapten tim. Umpan-umpannya dari sisi kiri pertahanan Persiba Bantul cukup merepotkan Michael Ndubuisu.
Beberapa kali tusukan Elie Aiboy ke jantung pertahanan Persiba tak terantisipasi. Malah winger Timnas itu berhasil membobol gawang Persiba yang dikawal Arie Musapak, tepatnya pada menit 14.
Seperti merasa tak puas pemain PSMS lainnya seperti Rahmat Affandi, Mario Aljendaro Costas dan Asri Akbar kembali menambah keunggulan PSMS menjadi 4-0. Sedang gol bagi Persiba diciptakan Chairul Anam. Sayangnya lima menit sebelum bubaran Asri Akbar kembali membobol gawang Persiba. (ful)
menggandakan kemenangan PSMS. Gol Fandi-sapaan akrabnya tak lepas dari konstribusi Elie yang memberikan umpan menyusur tanah tepat di depan gawang dan disambar cepat oleh Fandi.
Meski terus diserang, Persiba bukannya tak punya peluang. Tercatat beberapa peluang sempat membuat Markus Horison jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.
Sebaliknya serangan PSMS semakin genjar. Kali ini giliran Mario Aljendaro Costas yang membobol gawang Persiba di menit 32. Costas berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan umpan manis Esteban Guillen dengan sedikit solo run.
Tiga menit berselang, Asri Akbar kembali menambah keunggulan PSMS menjadi 4-0. Lewat sedikit kemelut, Asri berhasil mengirimkan bola ke sudut kiri gawang Persiba. Hingga usai babak pertama, skor 4-0 menjadi milik PSMS.
Di babak kedua, anak-anak Persiba mencoba bangkit. Lapangan yang basah diguyur hujan dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Persiba. Kebetulan di babak kedua, PSMS main agak kendur. Beberapa kali peluang dicipta pemain Persiba akibat kesalahan pemain PSMS. Puncaknya saat Chairul Anam berhasil menciptakan gol untuk Persiba lewat satu tendangan spkulasi di menit 53.
Sayang gol hiburan itu tak bertahan lama. Menit 85 Asri Akbar kembali menceploskan si kulit bundar. Asri berhasil sedikit mengecoh pemain belakang lawan, setelah sebelumnya mendapatkan umpan cantik dari Oktovianus Maniani. Hingga wasit Oki Dwiputra meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan skor 5-1 untuk kemenangan PSMS
Asri Akbar Gol untuk Suporter
Gelandang serang PSMS Asri Akbar membuktikan jika dirinya layak berada di PSMS. Pada laga kontra Persiba Bantul kemarin (20/2), Asri berhasil membukukan dua gol. Gol ini menambah pundi-pundi golnya menjadi tiga gol selama bergabung di PSMS di semua ajang.
Memang dalam beberapa laga terakhir PSMS, nama Asri Akbar selalu masuk dalam starting eleven. “Saya akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kalau pelatih masih memberi kepercayaan kepada saya, saya akan jaga kepercayaan itu,” bilang Asri usai laga kemarin.
Namun Asri mengakui, keberhasilannya menceploskan dua gol ke gawang Persiba tak lepas dari dukungan ribuan pendukung setia PSMS yang hadir ke Stadion Teladan. Menurutnya, tanpa doa dan dukungan suporter hal itu tak mungkin terjadi.
“Alhamdullillah saya bisa mencetak dua gol pada pertandingan hari ini (kemarin, Red). Ini sungguh luar biasa. Gol tersebut saya persembahkan kepada seluruh masyarakat Kota Medan dan para suporter. Kehadiran mereka membangkitkan motivasi kami,” pungkasnya.
Senada dengan Asri, Rahmat Affandi juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, satu gol yang dilesakkannya ke gawang Persiba berkiat motivasi yang diberikan para supporter.
“Tugas striker adalah mencetak gol. Dan saya akan berusaha menjalankan tugas tersebut dengan sebaik mungkin,” bilang Fandi
Memang dalam beberapa laga terakhir PSMS, nama Asri Akbar selalu masuk dalam starting eleven. “Saya akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kalau pelatih masih memberi kepercayaan kepada saya, saya akan jaga kepercayaan itu,” bilang Asri usai laga kemarin.
Namun Asri mengakui, keberhasilannya menceploskan dua gol ke gawang Persiba tak lepas dari dukungan ribuan pendukung setia PSMS yang hadir ke Stadion Teladan. Menurutnya, tanpa doa dan dukungan suporter hal itu tak mungkin terjadi.
“Alhamdullillah saya bisa mencetak dua gol pada pertandingan hari ini (kemarin, Red). Ini sungguh luar biasa. Gol tersebut saya persembahkan kepada seluruh masyarakat Kota Medan dan para suporter. Kehadiran mereka membangkitkan motivasi kami,” pungkasnya.
Senada dengan Asri, Rahmat Affandi juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, satu gol yang dilesakkannya ke gawang Persiba berkiat motivasi yang diberikan para supporter.
“Tugas striker adalah mencetak gol. Dan saya akan berusaha menjalankan tugas tersebut dengan sebaik mungkin,” bilang Fandi
Costas belum maksimal
Meski mencetak satu gol saat PSMS meluluhlantakkan Persiba Bantul, kemarin (20/2), namun striker anyar Mario Alejandro Costas belum memperlihatkan penampilan yang maksimal. Tak heran bila pelatih kepala PSMS Liestiadi hanya berani memberikan nilai 6 untuk striker asal Argentina itu.
Padahal Costas merupakan salah satu dari tiga pemain asing yang akan diboyong Liestiadi saat melawat ke markas Singapura Armed Force untuk melakoni babak play off Liga Champion Asia (LCA) yang berlangsung 25 Februari mendatang.
Kalau menilik penampilannnya selama ini, Liestiadi sendiri mengaku sudah ada peningkatan. Namun masih harus ditingkatkan lagi. “Saya lumayan puas dengan penampilan Costas. Namun nilainya masih enam. Untuk tampil maksimal di level sekelas LCA, Costas harus menambah menu latihannya,” terang Liestiadi.
Pada laga melawan Persiba Bantul, Liestiadi mencoba pemain asal Argentina tersebut sebagai target man. Pada skema 4-3-3 yang digeber Liestiadi, Costas dipasang seorang diri di barisan di lini depan tim Ayam Kinantan di depan Rahmat Affandi dan Elie Aiboy.
“Costas memang kita instruksikan menunggu bola di lini pertahanan lawan untuk selanjutnya menyelesaikannya menjadi gol,” bilang Liestiadi. (ful)
Karenanya dia (Costas, Red) harus bisa memanfaatkan umpan-umpan yang diberikan rekan-rekannya,” ungkap Liestiadi.
Kendati demikian Liestiadi yakin jika dalam waktu tersisa Costas masih bisa meningkatkan kemampuannya. “Ia sudah bisa beradaptasi dengan rekan-rekannya yang lain. Selain itu, semangat berlatihnya pun cukup tinggi. Terbukti, hanya dalam beberapa hari dia mampu menurunkan berat badannya yang sempat over weight,” kilah Liestiadi.
Memang saat pertama tiba di Indonesia, Costas memiliki ukuran tubuh yang cukup tambun. “Latihan ekstra berat yang dilakukannya untuk menurunkan berat badan, tentu mempengaruhi kebugarannya. Dan bila kebugarannya telah kembali seperti sedia kala, saya yakin dia akan mampu tampil lebih baik lagi,”pungkas Liestiadi
Padahal Costas merupakan salah satu dari tiga pemain asing yang akan diboyong Liestiadi saat melawat ke markas Singapura Armed Force untuk melakoni babak play off Liga Champion Asia (LCA) yang berlangsung 25 Februari mendatang.
Kalau menilik penampilannnya selama ini, Liestiadi sendiri mengaku sudah ada peningkatan. Namun masih harus ditingkatkan lagi. “Saya lumayan puas dengan penampilan Costas. Namun nilainya masih enam. Untuk tampil maksimal di level sekelas LCA, Costas harus menambah menu latihannya,” terang Liestiadi.
Pada laga melawan Persiba Bantul, Liestiadi mencoba pemain asal Argentina tersebut sebagai target man. Pada skema 4-3-3 yang digeber Liestiadi, Costas dipasang seorang diri di barisan di lini depan tim Ayam Kinantan di depan Rahmat Affandi dan Elie Aiboy.
“Costas memang kita instruksikan menunggu bola di lini pertahanan lawan untuk selanjutnya menyelesaikannya menjadi gol,” bilang Liestiadi. (ful)
Karenanya dia (Costas, Red) harus bisa memanfaatkan umpan-umpan yang diberikan rekan-rekannya,” ungkap Liestiadi.
Kendati demikian Liestiadi yakin jika dalam waktu tersisa Costas masih bisa meningkatkan kemampuannya. “Ia sudah bisa beradaptasi dengan rekan-rekannya yang lain. Selain itu, semangat berlatihnya pun cukup tinggi. Terbukti, hanya dalam beberapa hari dia mampu menurunkan berat badannya yang sempat over weight,” kilah Liestiadi.
Memang saat pertama tiba di Indonesia, Costas memiliki ukuran tubuh yang cukup tambun. “Latihan ekstra berat yang dilakukannya untuk menurunkan berat badan, tentu mempengaruhi kebugarannya. Dan bila kebugarannya telah kembali seperti sedia kala, saya yakin dia akan mampu tampil lebih baik lagi,”pungkas Liestiadi
PSMS Berpeluang Lolos ke Babak 8 Besar
MEDAN- PSMS membuka peluang maju ke babak 8 besar Copa Indonesia, setelah dalam laga leg pertama Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan berhasil mengalahkan Persiba Bantul dengan skor telak 5-1.
Bermain di bawah guyuran hujan deras, gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Elie Aiboy, Rahmad Afandi, Costas serta dua gol Asri Akbar. Sementara gol balasan Persiba Bantul diciptakan oleh Choirul Anam. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
Bermain di bawah guyuran hujan deras, gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Elie Aiboy, Rahmad Afandi, Costas serta dua gol Asri Akbar. Sementara gol balasan Persiba Bantul diciptakan oleh Choirul Anam. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
PSMS Berpeluang Lolos ke Babak 8 Besar
MEDAN- PSMS membuka peluang maju ke babak 8 besar Copa Indonesia, setelah dalam laga leg pertama Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan berhasil mengalahkan Persiba Bantul dengan skor telak 5-1.
Bermain di bawah guyuran hujan deras, gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Elie Aiboy, Rahmad Afandi, Costas serta dua gol Asri Akbar. Sementara gol balasan Persiba Bantul diciptakan oleh Choirul Anam. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
Bermain di bawah guyuran hujan deras, gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Elie Aiboy, Rahmad Afandi, Costas serta dua gol Asri Akbar. Sementara gol balasan Persiba Bantul diciptakan oleh Choirul Anam. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
Berkat dukungan penonton
"Tim PSMS tampil beda dengan pertandingan sebelumnya. Mereka lebih bersemangat untuk tampil maksimal," terang Wahyu. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada penonton yang tertib mengikuti jalannya pertandingan sehingga tidak terjadi insiden yang mengganggu jalannya pertandingan.
Pertandingan kemarin, tambahnya, sekitar 200-an pihak keamanan dari Poltabes dan Brimob serta angkatan darat termasuk Pomdan bertugas dengan baik dalam pengamanan. Penjagaan pertandingan kedua tim cukup ketat dengan menghadirkan puluhan polisi anti huru-hara dan kenderaan lapis baja.
"Alhamduillah semua berjalan lancar tidak terjadi insiden yang menggangu jalannya pertandingan," ungkap H Wahyu Wahab.
Dia menyebutkan, masyarakat Medan cukup antusias memberikan dukungan kepada tim PSMS. Mereka terhibur dengan kehadiran tim PSMS kembali ke kandang. Tentunya dengan harapan skuad PSMS dapat mempertahankan penampilan maksimal untuk memperoleh hasil terbaik di ajang Copa Indonesia.
Wapres Kalla Minta Hiddink Latih Indonesia Wapres Kalla Minta Hiddink Latih Indonesia
Hal tersebut disampaikan Wapres Kalla saat ditanya pers seusai shalat Jumat di Istana Wapres, Jumat (20/2). "Saya memang sudah meminta duta besar RI untuk Rusia, Hamid Awaluddin, untuk menjajaki pertemuan, kita dengan Guus Hidink. Menurut laporan Pak Hamid, manajer Guus Hiddink bersedia bertemu pada awal Maret mendatang," ujar Kalla.
Mengenai kontrak baru yang telah ditandangani Guus dengan Chelsea, Wapres Kalla mengatakan, "Kan biasanya pelatih itu dikontrak selama satu musim pertandingan saja, kalau kita akan mempersiapkan tahun 2022, itu kan masih ada waktu."
Catatan Kompas saat kunjungan kerjanya ke Belanda beberapa waktu lalu, Wapres sempat mendiskusikan keinginannya menjadikan Hiddink membina timnas Indonesia dengan tujuan agar kesebelasan "Merah-Putih" benar-benar menjadi kebanggaan Indonesia. Namun, pada waktu itu, diskusi intern Wapres Kalla dengan stafnya meminta agar hal tersebut tidak diberitakan terlebih dahulu sebelum ada respons dari Hiddink. Menurut informasi yang diterima siang ini, manajer Hiddink akan bertemu dengan Hamid pada 7 Maret di Rusia.
Dukung tuan rumah Piala Dunia
Mengenai keinginan PSSI menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2002, Wapres Kalla menyatakan dukungannya. Menurutnya, tahun 2022 masih 12 tahun lagi, jadi masih punya waktu untuk mempersiapkan diri.
"Secara ekonomi, pendapatan per kapita Indonesia akan mencapai di atas 5.000 dollar AS per tahun. Secara kemampuan serta fisik pemain Indonesia itu juga mampu. Jadi, dari sisi ekonomi, kemampuan kita bisa menyelenggarakan asalkan semuanya harus bekerja keras," tambahnya.
Hiddink memiliki reputasi baik saat menjadi pelatih tim nasional. Pelatih asal Belanda itu pernah sukses mengantar Korea Selatan ke Piala Dunia serta membawa Australia ke turnamen sepak bola paling akbar tersebut. Hiddink juga berhasil membawa Rusia ke semifinal Piala Eropa 2008
PSMS Medan Bantai Persiba Bantul 5-1
Bertanding di Stadion Teladan, Medan, Jumat, 20 Februari 2009, PSMS memang memburu kemenangan besar. Gol-gol tim Ayam Kinantan pada babak pertama dicetak Ellie Aiboy di menit 12, Rachmad Afandi (14), Mario Costas (32), Asri Akbar (40).
Sedangkan di babak kedua, Persiba berhasil mencetak gol hiburan di menit 53 lewat Yohanes Yuni Yantara, sebelum akhirnya Asri Akbar menutup pesta gol tuan rumah, lima menit menjelang bubaran.
Kemenangan besar ini tentu disambut gembira skuad Ayam Kinantan, termasuk sang pelatih Liestiadi. Menurtutnya, kemenangan besar ini menjadi bukti jika skuadnya tampil serius di pertandingan kali ini.
"Saya tentu sangat senang dengan hasil ini. Dukungan penonton yang berbeda dari sebelumnya juga sangat membantu kami," ujar Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 20 Februari 2009.
Menurut Liestiadi, sejak awal ia memang mengingatkan Asri cs untuk tak meremehkan lawan meskipun Persiba Bantul datang dari Divisi Utama. Hal itu rupanya benar-benar diterapkan anak asuhnya di pertandingan itu.
Saat disinggung mengenai adanya target baru seusai menang meyakinkan dari Persiba, Liestiadi mengaku tidak ada. Menurutnya, sejak awal dirinya memang tidak diberi beban target oleh manajemen klub di ajang Copa Indonesia.
"Kami hanya ditarget tak terdegradasi di Liga Super Indonesia dan lolos playoff Liga Champions Asia jadi di Copa Indonesia tidak ada target pasti," ujar Liestiadi.
Saat disinggung mengenai target tim Ayam Kinantan di partai away, 14 Maret 2009 nanti, Liestiadi mengaku tetap mematok kemenangan.
"Meski dengan hasil ini kami positif 4 gol tapi kami tetap mengincar kemenangan di kandang mereka nanti," tutup Liestiadi.
Dengan kemenangan besar ini, tim Ayam Kinantan tentu sangat diuntungkan. Pasalnya, di leg 2 yang akan digelar di markas Persiba, 14 Maret nanti, PSMS tetap lolos ke babak selanjutnya meski menelan kekalahan 3-0.
Subscribe to:
Posts (Atom)