Monday, February 2, 2009

Persikabo Berharap Jumpa PSMS

Sukses menembus babak 16 besar turnamen Copa Indonesia, tim divisi utama Persikabo Kabupaten Bogor berharap jumpa PSMS Medan, salah satu tim kontestan Superliga 2008/09.

Persikabo Berharap Jumpa PSMS

Persikabo Kabupaten Bogor sukses mengulang prestasi pada musim 2005 saat melangkah ke babak 16 besar turnamen Copa Indonesia. Saat itu, langkah Persikabo yang membuat kejutan karena menjadi salah satu tim dari divisi bawah yang mampu menembus babak ketiga tersebut, akhirnya dihentikan oleh tim elit Persik Kediri.

Musim ini, Laskar Padjadjaran kembali menghadirkan kejutan. Bagaimana tidak, pasukan Suimin Diharja sukses menyingkirkan tim Superliga Persita Tangerang di babak 48 besar. Mereka juga menjadi salah satu tim divisi utama yang turut memanaskan persaingan di babak 16 besar turnamen bergengsi musim ini.

"Sudah kepalang basah. Kami harus fight untuk tetap bertahan di Copa. Apa salahnya bila kami menjadi juara. Kini, semua tim memiliki peluang sama menjadi yang terbaik," kata M. Halim, kiper Persikabo, dikutip dari rilis departemen media Copa Dji Sam Soe Indonesia yang diterima GOAL.com kemarin.

"Persaingan di Copa lebih ketat. Itu bisa dilihat dengan sukses tim-tim tamu memetik kemenangan di pertandingan tandang. Selain itu, kekuatan masing-masing tim juga merata," lanjut mantan kiper tim nasional ini.

Halim sendiri berharap Persikabo mendapat kesempatan menjajal kekuatan PSMS Medan di babak ketiga. Sebab duel tersebut akan menghadirkan memori khusus baginya karena ia mengawali karier bersama Ayam Kinantan. Bahkan kemunculan Halim mengukuhkan PSMS sebagai tim yang selalu melahirkan kiper andal.

"PSMS memang termasuk tim kuat, namun mereka masih butuh waktu untuk menjadi tim yang solid menyusul kedatangan banyak pemain baru. Pada jeda kompetisi, kami sempat beruji coba melawan mereka dan meraih hasil imbang 1-1. Pertandingan bakal ramai bila kami bertemu mereka," pungkasnya.

PSMS evaluasi hasil imbang

MEDAN - Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1) belum membawa keberuntungan bagi PSMS Medan dalam laga perdana putaran kedua Liga Super Indonesia setelah ditahan 2-2 (1-0) oleh PSIS Semarang.

Hasil imbang ini menjadi catatan bagi tim yang dikelola Sihar Sitorus dengan melakukan evaluasi dalam menghadapi pertandingan kedua. "Yah belum beruntung. PSMS memiliki peluang, namun gagal menambah gol. Mungkin saja stadion Siliwangi

belum membawa keberuntungan," terang pelatih Liestiadi bersama penasehat teknis Luciano Leandro melalui pesan singkat kepada Waspada seusai pertandingan.

Liestiadi menyebutkan, pertandingan kedua tim berimbang. "Dari statistik dan ball possesion sama. Bahkan peluang sama. Jadi pertandingan imbang dan kita akan

evaluasi ini untuk pertandingan kedua," tambah

Liestiadi. Pertandingan home pertama PSMS dari sembilan laga di stadion Siliwangi pada putaran kedua ini disaksikan sekitar 2000-an penonton dan hanya

ratusan pendukung Ayam Kinantan.

Dua gol PSMS dihasilkan pemain belakang Aun Carbiny pada menit ke-18 dan menit 54. Sedangkan dua gol PSIS dihasilkan Valentino menit ke-53 dan Deni Rumba menit 77.

PSMS mempertahankan starter dengan mengandalkan Rahmat Affandi di lini depan, dengan menempatkan Ellie Aiboy, Esteban Javier, M. Affan Lubis dan Leonardo

Martins Zada dan Asri Akbar. Legiun asing asal Uruguay Juan Daniel yang telah mendapat pengesahan Badan Liga Indonesia diturunkan menggantikan M Affan Lubis

sepuluh menit menjelang bubaran babak kedua.

Penasehat teknik Luciano Leandro menyebutkan, tidak diubahnya starter melihat dalam dua pertandingan belakang pemain dapat bekerjasama dengan formasi

demikian. Hanya saja, akunya, Ellie bermain di bawah form. Leonardo Martins Zada lebih agresif sebagai playmaker dengan umpan-umpan matang dari bola-bola

mati. Dua gol Aun Carbiny merupakan umpan dari pemain asal Brazil itu.

Lima menit setelah Aun menciptakan gol pertama, PSMS memiliki peluang menambah gol melalui umpan Ellie dari kiri luar pertahanan PSIS. Umpan crossing ke jantung

pertahanan PSIS gagal dimanfaatkan Zada yang terlambat memanfaatkan umpan matang tersebut. Hingga turun minum PSMS mempertahankan keunggulan.

"PSMS kecolongan dua gol di babak kedua," tambah Luci. Valentino menyamakan kedudukan 1-1 menit ke-53 memanfaatkan umpan tarik Antonio Telles. Satu menit

kemudian heading Zada berhasil ditepis kiper Basuki yang menghasilkan sepak pojok. Dari sepak pojok ini gol kedua PSMS terlahir melalui Aun Carbiny yang berlari menyambut umpan dengan menceploskan bola dengan bahu kanan. Gol kedua Aun sempat diprotes karena dinilai hands ball, namun wasit Oleh Hadi tetap berpegang kepada keputusannya.

PSIS yang ditangani pelatih Bambang Nurdiansyah terus melakukan serangan. Hanya beberapa detik pergantian Rahmat Affandi dengan Agus Suprianto, Deni Rumba

menyamakan kedudukan 2-2 hingga usai pertandingan.

Kebolehan PSMS harus lebih ditingkatkan

MEDAN - Kemampuan pemain PSMS harus lebih ditingkatkan setelah tim itu bermain imbang 2-2 melawan PSIS pada pertandingan perdana putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di Stadion Siliwangi, Bandung , kemarin.

"Penampilan tim berjuluk 'ayam kinantan' itu agak lumayan dan mengalami kemajuan," kata mantan pelatih PSMS Suryanto Herman di Medan, Sabtu, ketika diminta komentarnya mengenai pertandingan PSMS lawan PSIS.

Pada pertandingan yang berlangsung cukup seru itu, gol pertama diciptakan pemain PSMS Aun Carbiny pada menit ke-18 merupakan bola umpan yang diberikan Leonardo Martin Zada.

Kemudian babak kedua, Aun Carbiny kembaili mencetak gol pada menit ke-56.

Sementara itu, gol yang diciptakan pemain PSIS dihasilkan Valentino pada menit ke-53 dan Doni Rumba dimenit ke-77.

Suryanto menambahkan, pemain PSMS jangan terlalu cepat merasa puas dan bangga dengan keberhasilan mereka menahan imbang PSIS.

Masih banyak kelemahan yang dimiliki pemain PSMS yang diarsiteki pelatih Liestiadi dan Direktur Teknik Luciano Leandro asal Brazil .

"Kekurangan yang dimiliki pemain PSMS itu harus secepatnya dibenahi, sehingga pada pertandingan berikutya mampu mengalahkan lawan," ujar Suryanto yang mantan pelatih PSMS di era 1997-2002 itu.

Pada pertandingan tersebut, PSMS sebenarnya bisa unggul atas PSIS. Ini dibuktikan pada babak pertama tim "ayam kinatan" berhasil membobol gawang PSIS.

Namun akhirnya PSIS bisa mengejar ketertinggalan dengan menyamakan kedudukan 2-2 sampai berakhirnya pertandingan tersebut.

Selain itu, pelatih PSMS perlu mengatur strategi yang lebih baik sehingga tidak mudah dipantau oleh lawan.

"Pemain PSMS diharapkan bisa menjuarai putaran kedua LSI 2009," katanya.

Pada pertandingan tersebut, pemain PSMS yang diturunkan antara lain yakni M. Affan Lubis, Leonardo Martin Zada ( Brazil ), Esteban Javier ( Uruguay ), Edi Sibung, Reswandi, dan Octovianus Maniani.

PSMS Medan dan PSIS Semarang sama-sama kecewa

BANDUNG - PSMS Medan ditahan imbang 2-0 (1-0) oleh PSIS Semarang dalam laga kandang pertama putaran dua Liga Super Indonesia 2008 di Stadion Siliwangi Bandung, tadi sore. Kedua tim sama-sama kecewa dengan poin satu ini.

Sama-sama berjuang menghindari degradasi, kedua tim bermain imbang. Namun, PSMS mencetak gol lebih dulu melalui sundulan kepala Aun Carbiny di menit ke-18 dengan memanfaatkan tendangan pojok Esteban Javier. PSMS berhasil mempertahankan keunggulannya hingga babak pertama berakhir.

Namun, di menit ke-53 PSIS berhasil menyamakan kedudukan melalui Valentino yang masuk menggantikan Fery Ariawan. Valentino berhasil menjebol gawang Ghali Sudaryono setelah mendapat umpan lambung Antonio Teles dari tengah lapangan.

Untuk mengejar ketinggalan, PSMS memasukkan striker Octovianus Mainani setelah menarik bek Edi Sibung. Kehadiran Mainani cukup merepotkan barisan belakang pasukan Mahesa Jenar. Namun, gol justru kembali dicetak oleh Aun Carbiny di menit ke-65 dengan memanfaatkan bola hasil tendangan Leonardo Martins dari pojok kiri. Gol ini sempat diprotes oleh PSIS tetapi justru membuahkan kartu kuning bagi penjaga gawang Basuki. PSIS batal pulang dengan tangan hampa setelah Deni Rumba berhasil merobek gawang PSMS. Dengan hasil ini, kedua tim sama-sama mendapatkan satu poin.

Pelatih PSMS Liestiadi mengaku kecewa dengan hasil ini. Sebab, tiga poin akan sanggup memperbaiki posisi PSMS di klasemen sementara. "Namun, secara statistik kami bisa mengimbangi permainan lawan. Kami juga tetap optimis karena di pertandingan berikutnya kemungkinan besar kami sudah bisa menurunkan pemain asing yang saat ini masih mengurus proses administrasi," kata Liestiadi.

Sebagai tim tamu, pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah juga mengaku kecewa dengan hasil satu poin. "Semula kami menargetkan kemenangan. Namun, inilah hasil yang bisa kami dapat. Memang, di putaran dua ini PSIS banyak mengambil pemain baru. Namun, itu tidak berdampak besar pada kekuatan tim," kata Bambang.

Di jadwal selanjutnya, PSMS akan menjamu Pelita Jaya juga di Stadion Siliwangi (4/2). Pada waktu yang sama, PSIS akan bertandang ke markas kampiun Liga Super Indonesia 2007, Sriwijaya FC.

PSMS 2 - 2 PSIS

Satu Angka Menuju Palembang Kemenangan belum datang ke kubu PSIS Semarang. Untuk kali kedua pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009, anak asuh Bambang Nurdiansyah tersebut hanya mampu bermain imbang.

Setelah Minggu lalu di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, Semarang, ditahan imbang Persita Tangerang, kemarin (31/1) Mahesa Jenar -julukan PSIS- berbagi angka 2-2 (0-1) saat menantang PSMS Medan di Stadion Siliwangi, Bandung.

Dua gol PSIS disumbangkan pemain baru asal Persiba Bantul Valentino pada menit ke-52 dan Deni Rumba pada menit ke-77. Sedangkan gol Ayam Kinantan, sebutan PSMS, diborong Aun Carbiny pada menit ke-18 dan 56.

Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho mengatakan, hasil yang diraih timnya cukup optimal. Meski diakui, peningkatan kualitas permainan masih belum banyak bila dibandingkan dengan saat bertanding melawan Persita sebelumnya.

''Hasil ini cukup bagus karena kami bermain tandang,'' kata Agung setelah pertandingan.

Tapi, donasi satu angka itu cukup membawa PSIS meninggalkan zona playoff dan berada di posisi papan bawah. Mereka menggusur posisi Persitara Jakarta Utara.

Hanya, pada pertandingan yang dipimpin wasit Ole Hadi dari Tangerang tersebut, lini belakang PSIS masih terlihat keropos. Dua gol yang terjadi pun berawal dari proses yang sama, umpan bola silang.

Untung, kiper PSIS Basuki mementahkan beberapa peluang emas PSMS. Dengan begitu, tim asal Kota Lumpia tersebut pun melawat ke Palembang dengan modal satu angka.

Penyakit lama PSIS, yakni sulit mencetak gol, juga masih saja menghinggapi. Selain kurang kordinasi antara striker dan lini kedua PSIS, penyelesaian akhir PSIS juga terlihat masih terburu-buru. Babak pertama, setidaknya tiga peluang didapat PSIS, yaitu oleh Anderson Leke, Onambele Basile, dan Deny Rumba. Namun, ketiganya gagal memaksimalkan peluang menjadi gol karena terburu-buru

Saturday, January 31, 2009

PSMS versus PSIS, Geliat Tim-tim Papan Bawah

(Analisis Pre Match—Rigan Agachi) Saya pikir partai PSMS Medan versus PSIS Semarang, yang akan ditayangkan secara langsung oleh antv dari Stadion Siliwangi, pada pukul 15.00 WIB ini akan jadi partai menarik, dan sayang jika dilewatkan. Karena selain sedang hangat-hangatnya laga putaran dua Djarum Indonesia Super League, kedua tim sama-sama berambisi untuk memenangkan pertandingan, untuk mengamankan posisi mereka dari dari papan bawah.

PSIS yang baru saja ditahan imbang 0-0 oleh Persita Tangerang pada laga pembuka, 25 Januari lalu, tentu tak akan mengulang kesalahan kedua kalinya saat dijamu PSMS besok sore. Saya pikir pelatih Bambang Nurdinasyah, sudah membenahi kelemahan tim asuhannya.

Buruknya koordinasi antarpemain PSIS, saya pikir jadi salah satu faktor mereka ditahan imbang Persita. Saya lihat para pemain PSIS kurang berani mendobrak hingga ke barisan depan, bola-bola hanya sampai di tengah, saya juga melihat anak-anak Semarang tampil kurang percaya diri seperti menanggung beban mental yang tidak enjoy, sehingga sering kehilangan bola dan bola banyak dikuasai lawan.

Dan itu yang harus diperbaiki, para pemain PSIS harus percaya diri, dan harus disiplin menjalankan tugasnya masing-masing jika ingin meraih kemenangan. Mereka harus bekerja lebih keras lagi, dan juga harus dibarengi dengan penyelesaian masalah non teknis dari pihak menejemen, sehingga saat mereka bertanding, konsentrasi tidak bercabang-cabang, mereka bisa tampil enjoy.

Mahesa Jenar harus tampil maksimal dan hati-hati juga, karena seperti kita tahu PSMS pada puataran dua ini banyak mengalami perubahan materi pemain. Materi pemain PSMS saat ini lebih bagus dari pada putaran pertama Djarum Super Indonesia League.

Para pemain belakang PSIS harus siap-siap menahan laju gerakan Ellie Aiboy dan Oktavianus Maniani, serta Rahmad Affandi, yang punya kecepatan dan seperti tak ada matinya. Belum lagi pemain asingnya Esteban Gullien dan Zada, yang juga sama baiknya di posisi mereka masing-masing.

Selain itu, menurut saya para pemain depan PSIS juga akan mengalami kesulitan membobol gawang Ayam Kinantan, karena di bawah mistar gawang, berdiri tegak penjaga gawang tim nasional berpengalaman Markus Horisson. Meski begitu, Markus juga harus hati-hati dengan penampilan Onambele Basile, karena pemain ini tak gampang menyerah, dan pandai membaca gerak bola. Soal peluang saya masih melihat tuan rumah PSMS lebih berpeluang 55% - 45 % buat PSIS.

Ayam Kinantan Waspadai Motivasi PSIS, Mahesa Jenar akan Tampil All Out

Ayam Kinantan Waspadai Motivasi PSIS, Mahesa Jenar akan Tampil All Out

Luciono Leandro, pelatih PSMS Medan mengatakan, tim asuhannya sudah siap tempur saat menjamu PSIS Semarang, besok sore, Sabtu (31/1) di Stadion Siliwangi Bogor.
Bahkan sejak jauh-jauh hari, ia mentargetkan kemenangan mutlak pada partai yang akan ditayangkan secara langsung oleh antv pada pukul 15.00 WIB ini.

Meski begitu, ia mengatakan PSIS bukanlah tim yang mudah untuk ditaklukan, makanya ia telah mengingatkan tim asuhannya agar tidak menganggap remeh PSIS, dan tetap bermain maksimal untuk meraih poin penuh.

“PSIS tim bagus dan kami harus mewaspadai motivasi PSIS yang ingin mengalahkan PSMS. Selain itu anak-anak harus bermain disiplin dan bekerja keras, apalagi kami main jauh dari dukungan supporter,” kata Luciono, kepada Rudy Sukarno, Kontributor antvsports.com di Bandung.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, agaknya tak mau kalah. Ia menegaskan tim asuhannya harus bisa meraih poin penuh walaupun bermain di kandang PSMS. “Kami tidak boleh seri lagi, jadi apapun caranya kami harus bisa meraih poin penuh. Untuk itu kami harus tampil habis-habisan,” kata Bambang.

Seperti dituturkan kepada Syamsul Arifin, Kontributor antvsports.com di Semarang, mantan pelatih Arema Malang itu, akan membenahi lemahnya koordinasi tim asuhannya. Selain itu dia juga telah menyiapkan strategi khusus menghadapi PSMS. “Kami akan tampil all out dan menyerang sejak menit awal. Dan kemungkinan besar kami akan menggunakan pola 3-4-3,” tandas Bambang.

Namun Bambang juga mengungkapkan, soal pola yang akan dipakai besok masih bisa berubah, bisa 3-4-3 atau 4-4-2. Yang pasti katanya, selain pola, ia juga telah mengintruksikan para pemain belakangnya, untuk lebih disiplin dan konsentrasi penuh menghadapi gempuran PSMS.

Berikut komentar kubu PSMS Medan jelang bertemu PSIS:

Esteban Gulliaen (Pemain Tengah) :
“Saya sudah tak sabar ingin bermain besok di Liga Super, kami sudah siap bermain. Dan besok kami yakin bisa meraih poin penuh di kandang, walaupun bermain di Bandung. Yang pasti kami akan tampil maksimal,”

Ellie Aiboy (Pemain Tengah ) :
“Saya sudah siap jika memang diturunkan pelatih. Saya pikir PSIS tidak boleh dianggap remeh, apalagi pemain asing barunya, mereka harus diwaspadai. Tapi kami optimistis bisa meraih poin penuh di kandang,”

Berikut Prakiraan Susunan Pemain PSMS : Pola (4-4-2)
Markus Horisson/Galih Sudaryono, Dody Cahyadi, Aun carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar, Leonardo ‘Zada’ Martin Dinelli, Octavianus Maniani, Esteban Gullien, Juan/Mario, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi.

Berikut komentar kubu PSIS jelang bertemu PSMS:

Idrus Gunawan (Pemain Belakang) :
“Kami akan tampil seperti kami menghadapi tim-tim Liga Super lainnya. Disiplin dan maksimal. Tapi yang pasti pertandingan besok akan jadi pertandingan yang cukup berat, karena sederet nama-nama pemain bintang seperti Ellie Aiboy, Okto, dan pemain asing barunya akan merepotkan tugas saya dibelakang. Apalagi kiper mereka Markus sudah memperkuat PSMS,”

Hendro Susanto (Pemain Tengah) :
“Saya pikir PSMS pada putaran dua Liga Super ini jauh berbeda, terutama materi pemainnya yang sekarang lebih bagus jadi menurut saya, kami harus lebih bekerja ekstra keras untuk bisa memenangkan pertandingan besok,”

Berikut Prakiraan Susunan Pemain PSIS: Pola (3-4-3 atau 4-4-2)
Basuki, Denny Rumba, Idrus Gunawan, Leke, Heri Susilo, Onambele Basile, Abdelaziz, Hendro Susanto, Feri Ariawan, Nnengue Bienvenu, Antonio Teles.

PSMS vs PSIS Key to Success

PSMS vs PSIS

Kunci sukses PSMS :
1. Para pemain PSMS harus bermain disiplin, karena PSIS punya kolektifitas tim yang bagus. Untuk itu diperlukan kedisiplinan para pemain PSMS dalam menjalankan tugasnya.

2. Dalam menyerang, barisan depan PSMS hendaknya jangan terburu-buru dan harus tenang dalam penyelesaian akhir, karena jika tergesa-gesa banyak peluang akan hilang sia-sia.

Kunci sukses PSIS :

1. PSIS harus tampil all out sejak menit-menit awal, karena jika tidak maka bola akan didominasi PSMS.

2. Para pemain PSIS juga harus disiplin menjaga daerah pertahanannya, dan harus mengunci pergerakan Ellie Aiboy dan Oktavianus. Kedua pemain ini punya kecepatan dan tak gampang menyerah, sehingga akan menyulitkan pertahanan mereka.

Gonzales Bebas, PSMS Meradang

Pembebasan Christian Gonzales membuat manajemen PSMS Medan meradang.
Gonzales Bebas, PSMS Meradang

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus mengaku tidak habis pikir dengan keputusan PSSI membebaskan bomber Persik Kediri Christian Gonzales, melalui hak prerogatif ketua umum PSSI Nurdin Halid.

Menurutnya, apa yang dilakukan pimpinan otoritas sepakbola nasional tersebut telah menghilangkan unsur pembelajaran, yang mestinya menjadi panutan dan pegangan setiap tim di Liga Indonesia.

Semakin mengagetkan masih kata Sihar, PSSI tidak hanya membebaskan Gonzales, tapi juga hal yang sama telah diberikan kepada manajer PSIS Yoyok Sukawi dan Budi Sudarsono. Padahal keduanya melakukan pelanggaran saat menghadapi PSMS Medan

"Untuk pembebasan hukuman Budi Sudarsono, masih kita bisa terima karena demi kepentingan timnas. Tapi Gonzales dan Yoyok, mestinya bisa dipertimbangkan lagi. Bagaimana pun, kedua orang ini berkaitan dengan kami, karena kasus pelanggaran yang mereka lakukan menimpa pemain kami," katanya dihubungi GOAL.com, Jumat (30/1).

Lebih lanjut Sihar menambahkan, PSSI telah memberikan contoh yang tidak baik dengan menghapus hukuman yang dijatuhkan kepada pemain. Padahal tujuan utama adanya hukuman itu untuk memberikan pembelajaran bagi para pelaku sepakbola nasional. Meski diakuinya, hal itu merupakan hak prerogatif seorang ketua umum.

"Tapi, apakah nanti PSMS bisa mendapatkan perlakuan yang sama jika melakukan pelanggaran? Lalu, bagaimana dengan anggota kami, yakni Sarluhut Napitupulu yang terkena sanksi, apakah dia juga mendapatkan pembebasan? Ini yang harus kami ketahui," tambahnya.

Masih kata Sihar, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan audensi ke PSSI guna menanyakan hal itu semua. Sebab jangan sampai ada anggapan bahwa PSMS tim yang tidak punya power di PSSI sehingga dengan mudah dikalahkan.

Lawan PSIS, PSMS Usung Satu Pilihan

Lawan PSIS, PSMS Usung Satu Pilihan
Menang dan menang. Pesan itu disampaikan penasehat teknis PSMS Medan, Luciano Leandro jelang laga pertama melawan PSIS Semarang di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (31/1/2009).

Posisi Ayam Kinantan yang berada di zona degradasi, jadi alasan kenapa mantan pemain PSM Makasar dan Persija Jakarta itu, menuntut Ellie Aiboy dkk meraih angka penuh atas Mahesa Jenar.

"Pertandingan awal yang mau tidak mau harus bisa dimenangkan," kata Luciano, Jumat (30/1/2009).

Dalam kondisi yang agak terjepit dan dituntut segera lepas dari zona merah, ia berharap para pemainya lebih mengedapankan sepakbola efektif.

"Hanya dengan tampil lebih baik dan efektif sepanjang pertandingan kemenangan bisa diraih. Itu yang harus ditunjukan para pemain dalam pertandingan besok," tegasnya di Bandung, Jumat (30/1/2009).

Di putaran kedua, Ayam Kinantan dinilai dirinya punya modal meraih hasil lebih baik. Perubahan materi pemain lumayan besar-besaran jadi alasan kenapa pria asal Brasil itu merasa yakin PSMS bisa melepaskan diri dari zona degradasi.

"Memang masih ada peluang, tapi untuk meraih gelar juara rasanya cukup berat. Dengan modal materi pemain dan semangat yang lebih baik, minimal bisa terhindar dari degradasi. Mengakhiri kompetisi di posisi papan tengah sudah lebih dari cukup," ujarnya.

Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah mengaku tak membebani target apapun kepada anak asuhnya. Meski ia menilai secara grafik permainan, pasukan Mahesa Jenar bisa dikatakan sudah lebih baik.

"Kami tak memiliki banyak pemain bintang seperti halnya PSMS yang memiliki seorang Ellie dan Markus Horisson," ucap BN.

"Diatas kertas sudah terlihat jika kami sebenarnya tak memiliki modal lebih baik dibanding PSMS. Tapi kami tak merasa kalah sebelum bertanding. Para pemain tetap sangat termovitasi untuk meraih hasil terbaik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Keamanaan Panpel PSMS Bambang Sukowiyono menyatakan meski diprediksi tak akan menyedot jumlah massa yang banyak. Namun proses pengamanan tetap akan dilakukan secara ketat.

"Tiket pertandingan hanya dijual sekitar 5.000 lembar dan itupun kami perkirakan tak akan terjual seluruhnya. Namun untuk pengamanan tetap sesuai standar pengamanan pertandingan lainya, mungkin diatas 200-an personel keamnanan yang diterjunkan besok," tandas Suko.

Friday, January 30, 2009

JADWAL Tanding PSMS ISL PUTARAN 2 (Revisi BLI: 9 Januari 2009)

JADWAL Tanding PSMS ISL PUTARAN 2 (Revisi BLI: 9 Januari 2009)

31 January 2009
PSMS Vs PSIS : Siliwangi
04 February 2009
PSMS Vs PELITA JAYA : Siliwangi
08 February 2009
PSMS Vs PERSIK : Siliwangi
SRIWIJAYA FC Vs AREMA : Jakabaring
12 February 2009
PSMS Vs AREMA : Siliwangi02 March 2009

PERSIJAP Vs PSMS : Gelora Bumi Kartini

05 March 2009
PERSITA Vs PSMS : Siliwangi
22 March 2009

PSMS Vs DELTRAS : Siliwangi
25 March 2009
PSMS Vs PSM : Siliwangi

28 March 2009
PERSITARA Vs PSMS : Lebak Bulus
01 April 2009

PERSIB Vs PSMS : Siliwangi
16 April 2009

PERSIJA VsPSMS : Gelora Bung Karno27 April 2009

PSMS Vs PERSIBA : Siliwangi

30 April 2009
PSMS Vs PUPUK KALTIM : Siliwangi
PERSELA Vs PSMS : Surajaya
23 May 2009

PSMS Vs SRIWIJAYA FC : Siliwangi
08 June 2009

PERSIPURA Vs PSMS : Mandala

13 June 2009
PERSIWA Vs PSMS : Pendidikan

PSMS Berharap Lebih Baik

JAKARTA, JUMAT — PSMS berharap tampil lebih baik dalam menjalani putaran kedua Liga Super Indonesia 2008 ini. Menjamu PSIS Semarang di kandang baru mereka, Stadion Siliwangi Bandung, PSMS ingin meraih poin penuh.

"Posisi kami di liga tidak bagus, bahkan di zona degradasi. Tetapi saya sudah bilang pada pemain agar lebih konsentrasi dan lebih enjoy bermain. Saya lihat pemain sekarang ini lebih memiliki kemauan untuk bekerja," kata penasihat teknis PSMS, Luciano Leandro, seusai pemain menjajal lapangan, Jumat (30/1).

Sebagai penasihat teknis, Leandro terlihat berperan penuh dalam latihan pagi ini. Sementara, pelatih kepala Listiyadi lebih banyak berada di luar lapangan. Leandro mengatakan, PSIS tetap merupakan tim yang harus diwaspadai. Apalagi, dia yakin di Bandung, PSMS akan mendapat dukungan penonton.

Di putaran dua ini, PSMS cukup banyak mengubah formasi pemain, antara lain dengan penambahan empat pemain asing. Menghadapi semangat lawan, PSIS tetap menargetkan timnya untuk meraih kemenangan. "Setelah perubahan formasi, PSMS merupakan tim yang perlu diwaspadai," kata pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah. Apalagi, kata Bambang, meski sudah melakukan perubahan, timnya tidak dihuni pemain bintang.

PSMS Penuhi Kuota Pemain Asing

Meski telah memenuhi kuota lima pemain asingnya, PSMS Medan belum pasti bisa menurukan tiga dari lima legiun asingnya saat menjamu PSIS Semarang.
PSMS Penuhi Kuota Pemain Asing

Manajemen PSMS Medan akhirnya memenuhi lima kuota pemain asingnya, setelah memastikan merekrut dua legiun asing baru. Mereka adalah, Mario Alejandro Costas dari Argentina dan Juan Daniel Salaberry asal Uruguay.

Dengan demikian, maka saat ini Ayam Kinantan telah memiliki lima pemain asing, karena sebelumnya telah memiliki Zada (foto) yang merupakan satu-satunya pemain asing yang masih dipertahankan, Esteban Julien yang direkrut dari Persikota Tangerang, serta pemain baru Mario Pinto.

Menurut Abdi Panjaitan, media ofiser PSMS Medan, sebelumnya pihak manajemen telah memulangkan empat pemain asing yang ikut seleksi. Mereka adalah Lamoze Conteh (Afrika), Benoit Lumineau (Prancis), Etougou Marcorland (Camerun) dan Mohameda Daka (Bangladesh), karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.

"Saat ini kami masih mengurus kelengkapan administrasi tiga pemain asing baru itu untuk pengesahan ke BLI (Badan Liga Indonesia). Semoga saja dalam waktu dekat bisa segera beres, sehingga ketiganya bisa segera diturunkan," kata Abdi Panjaitan, juru bicara PSMS Medan dihubungi GOAL.com, Jumat (30/1).

Ditambahkannya, sekiranya administrasi ketiga pemain asingnya itu belum beres, maka terpaksa PSMS hanya akan tampil dengan dua pemain asingnya, yakni Zada dan Esteban saat menghadapi PSIS Semarang di laga putaran kedua Superliga di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (31/1).

Viking & The Bomber Dukung PSMS

BANDUNG - PSMS Medan selama ini dikenal sebagai salah satu musuh bebuyutan Persib Bandung. Namun dua komunitas suporter Persib terbesar Viking dan The Bomber berkomitmen mendukung pelaksanaan seluruh laga kandang PSMS di Kota Bandung.

Bukti dukungan dua kelompok yang memiliki basis anggota cukup besar ini, tampak dari komitmen yang mereka sampaikan kepada pihak Polwiltabes Bandung. Pada pertemuan dengan jajaran Polwiltabes Bandung di Mapolwiltabes Bandung, Rabu (28/1/2009), baik Viking maupun The Bomber menyatakan komitmen medukungan dan membantu kelancaran pelaksanaan seluruh laga kandang PSMS di Bandung.

Ketua Viking, Heru Joko mengatakan kehadiran PSMS di Kota Kembang tak akan dianggap dan dinilai secara skeptis. Justru keputusan PSMS memilih Bandung sebagai home ground sementara di paruh kedua Liga Super 2008/2009 sebagai bukti apresiasi penggemar sepakbola di Kota Bandung sangat dihargai pihak luar.

"Tak ada yang mesti dipermasalahkan. Kami justru merasa appreciate, karena kehadiran PSMS membuat fokus perhatian publik sepakbola nasional kini seolah tertuju ke Kota Bandung," ucap Heru kepada okezone Rabu, (28/1/2009).

"Tentu ada pertimbangan khusus kenapa PSMS memilih Bandung. Bisa saja karena alasan apresiasi penggemar sepakbola di Bandung mereka anggap tinggi, meski mayoritas penduduk Kota Bandung merupakan penggemar Persib. Tapi di Bandung tentu bukan hanya komunitas penggemar Persib, komunitas penggemar klub lain pun pasti ada termasuk komunitas penggemar PSMS. Jadi kami sangat menghargai kehadiran mereka di Bandung," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Keamanaan Panpel PSMS, Bambang Sukowiyono mengatakan tiket laga kandang PSMS menghadapi PSIS Semarang di Stadion Siliwangi, Sabtu (31/1/2009) yang memakai sistem barcode mulai kemarin sudah bisa dibeli pada dua loket penjualaan. Masing-masing di loket tiket Stadion Siliwangi dan Sekretariat Pengda PSSI Jawa Barat. Pasukan Ayam Kinantan sendiri dijadwalkan tiba di Kota Bandung.

Sihar Sitorus: Perlu dukungan semua pihak

JAKARTA - Keputusan PSSI mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 disambut baik manajer PSMS Medan Sihar Sitorus.

Meski nada pesimis cukup deras mengalir terkait keputusan PSSI mencalonkan diri menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia, tapi tidak demikian halnya dengan manajer PSMS Medan Sihar Sitorus.

Penggila sepakbola asal Medan ini dengan tegas menyatakan jika hal tersebut harus didukung semua pihak.Hal tersebut karena merupakan sebuah mimpi yang bakal menjadi kenyataan sekiranya disetujui FIFA.

"Bagaimana pun, itu adalah tujuan mulia dan merupakan mimpi semua pecinta sepakbola di tanah air selama ini. Dengan begitu, rencana tersebut multak harus didukung," katanya, tadi sore.

Dikatakan Sihar, masalah infrastruktur yang ada saat ini di Indonesia tidak begitu penting. Sebab jika sampai terpilih, tentunya semua itu pasti akan dibenahi. Terlebih karena federasi sepakbola dunia (FIFA) bakal memberikan bantuan untuk pembangunan maupun renovasi stadion.

Selain itu lanjutnya, pemeritah pusat tentunya tidak akan tinggal diam sekiranya FIFA memang memberikan kepercayaan kepada Indonesia, untuk menjadi tuan rumah perhelatan sepakbola paling akbar di jagad ini. Hal yang sama dilakukan saat Piala Asia dua tahun silam.

Indonesia Calonkan Tuan Rumah Piala Dunia 2018-2022

Indonesia Calonkan Tuan Rumah Piala Dunia 2018-2022 Ketika mimpi menjadi kontestan Piala Dunia belum terwujud, PSSI mengejar mimpi yang lain. Yakni, menjadi tuan rumah Piala Dunia. Ya, nama Indonesia kini masuk dalam daftar satu di antara enam kandidat host Piala Dunia 2018 dan 2022. Lima calon lainnya adalah Inggris, Jepang, Qatar, Rusia, dan duet Spanyol-Portugal.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes membenarkan kabar tersebut. ''Benar, kami memang mencalonkan diri,'' kata Besoes seusai laga Indonesia kontra Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam.

Hal itu berawal dari proposal penawaran yang diberikan FIFA. Federasi Sepak Bola Internasional itu mengirimkan penawaran kepada seluruh anggotanya terkait tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Nah, setelah melakukan pertemuan komite eksekutif, PSSI memutuskan untuk mengajukan penawaran.

Kini, proposal Indonesia itu sudah sampai di meja FIFA bersama lima kandidat lain. Beberapa negara sebenarnya juga tertarik menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebut saja Australia, Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Namun, mereka belum mengajukan penawaran resmi. FIFA akan menutup pendaftaran pada 16 Maret nanti.

Menurut Besoes, Indonesia bukan tanpa modal saat mengajukan penawaran. Paling tidak, Indonesia sudah memiliki dua stadion yang bertaraf internasional. Yakni, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Palaran, Samarinda. Nama yang terakhir adalah venue cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 lalu. ''Masalah utama memang infrastruktur. Tapi, dengan masa persiapan yang cukup, kami yakin bisa,'' kata Besoes.

FIFA memulai proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 sejak dua pekan lalu. Kandidat yang mampu menyediakan 12 stadion dengan kapasitas minimal 40 ribu penonton bisa mengajukan diri.

Negara Amerika Selatan tidak bisa mengajukan diri untuk salah satu dari Piala Dunia itu setelah Brazil terpilih sebagai tuan rumah edisi 2014. Sedangkan negara Afrika hanya boleh mengajukan diri untuk Piala Dunia 2022. Itu karena Afrika Selatan sudah terpilih sebagai host 2010. Tuan rumah Piala Dunia 2018 akan ditentukan oleh 24 anggota komite eksekutif FIFA pada Desember 2010

Thursday, January 29, 2009

PSIS Bertekad Kalahkan PSMS

SEMARANG, RABU - PSIS Semarang menargetkan nilai penuh saat melawan PSMS Medan pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) putaran kedua di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1). Tim berjuluk Mahesa Jenar itu ingin membayar hasil kurang memuaskan saat menjamu Persita Tangerang beberapa hari lalu.

"Kita anggap saja melawan Persita Tangerang, Minggu (25/1) adalah pertandingan away dan sebagai gantinya adalah harus menang melawan tuan rumah PSMS Medan yang menggunakan Stadion Siliwangi Bandung sebagai home base-nya. Ini bukan target yang muluk-muluk," kata Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho di Semarang, Rabu (28/1).

Dua nilai yang hilang (hanya bermain imbang 0-0 melawan Persita Tangerang), menurut Setyo Agung Nugroho harus bisa direbutnya kembali saat melawan PSMS Medan.

Menurut dia, melihat materi pemain, PSIS tidak kalah dengan tim berjuluk Ayam Kinantan ini. Setelah timnya menambah 12 pemain menjelang putaran kedua, kekuatan tim asuhan Bambang Nurdiansyah ini tidak kalah dengan tim-tim peserta ISL, termasuk PSMS Medan.

"Sekarang ini kekuatan PSIS jauh lebih baik. Memang tidak sebaik materi pemain Persija Jakarta Pusat atau Persipura Jayapura, tetapi dibanding PSMS Medan, saya kira PSIS satu tingkat lebih baik. PSIS siap mengambil nilai penuh di Bandung," katanya.

Manajemen dan pelatih sudah melakukan evaluasi terhadap hasil lawan Persita. Pelatih Bambang Nurdiansyah menyebutkan, penampilan buruk timnya karena soal mental, mengingat pada laga perdana ini para pemainnya kurang berani tampil cepat dengan umpan satu-dua.

Sebaliknya Agung justru menyoroti kondisi lapangan becek dan tergenang air, mengingat sebelum pertandingan melawan Persita Tangerang dimulai, Kota Semarang diguyur hujan lebat sehingga strategi yang disiapkan pelatih tidak bisa diterapkan di lapangan. (ANT)

PSMS hati-hati memilih

MEDAN - Manajemen PSMS Medan belum menerima lamaran dua pemain asing yang mengikuti pelatihan bersama skuad tim Ayam Kinantan di Cipayung, Jawa Barat. PSMS pun masih mempertahankan tiga pemain asing, yakni Leonardo Martins Zada, Esteban Javier dan Mauro Pinto.

Badan Liga Indonesia (BLI) sudah mensahkan Mauro Pinto untuk memperkuat PSMS berlaga di Copa Indonesia, Liga Super Indonesia maupun babak play-off Liga Champions Asia yang digelar Februari mendatang di stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Demikian disampaikan manajemen PSMS, Selasa (27/1).

Pengelola PSMS Sihar Sitorus sangat hati-hati dalam memilih pemain, terutama merekrut pemain asing. "Mario Alejandro Costas dari Argentina dan Juan Daniel Salaberry asal Uruguay mengikuti pelatihan bersama skuad PSMS. Itu sah-sah saja, tapi manajemen belum mengontrak keduanya," terang pengelola PSMS itu.

Penasehat teknik PSMS Luciano Leandro mengakui butuh pemain asing yang akan ditempatkan di lini depan, karena Ayam Kinantan belum memiliki striker murni.

Menanggapi pemain muda Oktovianus Maniani yang selalu ditempatkan di posisi striker menggantikan Rahmat Affandi atau Andika Yudisthira, Luciano mengatakan, Okto seorang pemain yang gesit. Dalam ujicoba melawan Persija Jakarta, Okto menciptakan gol kendati PSMS kalah 1-3.

Pelatih kepala PSMS Liestiadi menambahkan, PSMS memiliki stok pemain seperti Galih Sudaryono, Markus Horison (kiper), Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rahmadani, Fadli Hariri dan Mauro Pinto di posisi belakang. Posisi tengah Esteban Javier, M. Affan Lubis, Asri Akbar, Dodi Cahyadi, Leonardo Martins Zada, Ellie Aiboy, Oktovianus Maniani. Lini depan, Andika Yudisthira Lubis, Rahmat Affandi, Michel Nere dan Johannes Cho.

Disebutkan, kapten tim Papua di PON XVII Kaltim Johannes Cho bergabung dalam pelatihan dengan menempati posisi striker, namun penampilannya masih labil. Begitu juga dengan Michel Nere, putra dari mantan striker nasional Rully Nere.

Wednesday, January 28, 2009

PSMS Boleh Tanding di Siliwangi

PSMS Boleh Tanding di Siliwangi Jelang bergulirnya putaran kedua Liga Super Indonesia, PSMS Medan mendapat hadiah khusus. Tim Ayam Kinantan diizinkan untuk menggunakan Stadion Siliwangi, sebagai kandang menghadapi pertandingan melawan PSIS Semarang.

Sedianya, laga tersebut akan dilakukan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 31 Januari mendatang. Namun, setelah melobi, PSMS akhirnya diizinkan menggunakan stadion kebanggaan Persib Bandung tersebut.

Seperti dijelaskan Ketua Bidang Keamanan PSMS, Bambang Sukowiyono, Selasa (27/1/2009), "PSMS Medan mendapat izin langsung dari Polda Jawa Barat, menggelar pertandingan di Siliwangi. Namun, ada satu syarat, yakni bila terjadi kericuhan, izin tersebut akan dicabut."

Sebelumnya, memang ada kendala jika tim asal Sumatera Utara ini mengajukan izin penggunaan Siliwangi. Kini mereka bisa bernafas lega, setelah diizinkan menggunakan Siliwangi. Pada laga berikutnya melawan Pelita Jaya, laga juga akan dimainkan di Siliwangi.

Tiket pertandingan juga sudah disebar. Harga tiket berkisar antara 35.000 untuk kelas VIP, sampai Rp10.000 untuk tribun timur. Sementara itu, laga di Copa Indonesia, PSMS akan tetap bertanding di Stadion Teladan.

PSMS tetap berharap Markus, Ellie tampil

MEDAN - PSMS Medan tetap berharap Markus Horison dan Ellie Aiboy, dapat tampil memperkuat skuad Ayam Kinantan menghadapi PSIS Semarang pada Liga Super Indonesia (LSI) di stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1) mendatang.

Keduanya kini tengah mengikuti pelatihan nasional dalam persiapan Pra Piala Asia melawan Australia, Rabu (28/1) di Jakarta.

Penasehat Teknik PSMS Luciano Leandro melalui telefon seluler Senin (26/1) mengatakan; "Jadi, tidak ada masalah, mereka punya waktu istirahat tiga hari."

Menurutnya, Markus dan Ellie sangat dibutuhkan kehadirannya untuk mengangkat prestasi PSMS. Eli, kata Luci, pada dua kali penampilannya di babak 24 besar Copa Indonesia menunjukkan kontribusi maksimal bagi Ayam Kinantan dalam mencapai babak 16 besar.

Pemain Papua yang kini berusia 30 tahun ini dapat mengangkat moral pemain untuk menampilkan permainan maksimal dalam setiap laga. Begitu pula halnya Markus, penjaga gawang nomor satu Indonesia yang terkenal fanatis.

Sekarang ini PSMS memiliki Ghalih Sudaryono yang menjadi kiper nomor satu.

"Ghalih dalam dua pertandingan belakangan bermain maksimal. Namun tentunya kita membutuhkan pemain yang bermain maksimal satu atau dua pertandingan, namun sampai akhir musim kompetisi," terangnya.

Luciano yang berasal dari Brazil mengakui posisi PSMS dalam klasemen sementara sangat riskan terlempar ke jurang degradasi.

Dia sangat mengharapkan PSMS dapat memperoleh poin penuh dalam laga home dan mencuri poin dalam pertandingan away.

Pelatih Liestiadi dalam kesempatan terpisah menyebutkan, PSIS yang membutuhkan nilai untuk menjauhi zona degradasi adalah lawan yang patut diwaspadai. Hasil seri 0-0 yang diperoleh PSIS dalam partai home lawan Persita Tangerang, Minggu (25/1), bukan berarti tim yang dibesut Bambang Nurdiansyah dapat mudah ditaklukkan.

Pertandingan pertama itu menjadi pelajaran bagi PSIS, sedangkan PSMS kini tengah mengalami krisis setelah beberapa pemain mengalami cedera, di antaranya striker Andika Yudisthira yang mengalami patah tangan kiri.

Begitu juga dengan Rahmat Affandi yang kondisi fisiknya masih labih setelah mengalami cedera hamstring.

Liestiadi mengaku, PSMS membutuhkan sosok striker yang bukan hanya memiliki naluri gol, tetapi dapat memberikan peluang.

Ada dua striker asing yang melamar, yakni Mario Alejandro Costas (Argentina) dan Juan Daniel Sulabery dari Uruguay.

Namun juru bicara manajemen PSMS menyebutkan baru tiga pemain asing yang dikontrak, yakni Leonardo Martins Zada, Esteban Javier dan Mauro Pinto.