Friday, December 12, 2008

Lima pemain asing bersaing

MEDAN - Sebanyak lima pemain asing yang akan direkrut untuk menjadi skuad PSMS, mengikuti seleksi ekstra ketat yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis.

"Pemain asing tersebut untuk sementara diseleksi asisten pelatih PSMS, Rudi Sa'ari," kata Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, di Medan.

Menurut Abdi, kelima pemain asing yang sedang menjalani tes tersebut adalah Mauro Pinto (Brazil), Alan (Brazil), N Loga Guiilaume Cyrille (Kamerun), Mauro Sosa (Brazil) dan Al Haji (Kamerun).

Pemain asing kulit hitam itu diseleksi untuk dijadikan pemain PSMS dalam menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) yang digelar awal Januari 2009.

"Manajemen PSMS sangat ketat untuk memilih pemain asing itu. Untuk mencari pemain luar negeri yang benar-benar berkualitas dan sesuai yang diharapkan," tambah Abdi.

Duo Kamerun seleksi PSMS

11psms.jpgMEDAN - PSMS Medan kedatangan dua orang lagi pemain asing untuk mengikuti seleksi di Stadion TD Pardede Medan.

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan ketika dihubungi di Medan, Rabu (10/12) mengatakan, pemain asing tersebut masing-masing Nloga Guillaume dan Cyrille. Kedua pemain asing tersebut berasal dari Kamerun.

Abdi mengatakan, pemain asing itu akan dipilih menjadi anggota skuad PSMS bila dinilai memenuhi persyarataran. "Seleksi terhadap kedua pemain akan dilakukan pelatih Luciano Leandro," tambah Abdi.

Manajemen PSMS juga tengah menyeleksi dua pemain asal Brazil, Mauro Pinto dan Alan. Kedua pemain itu telah direkomendasikan untuk direkrut memperkuat skuad Ayam Kinantan pada lanjutan putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) yang akan digelar Januari mendatang.

Selain dua pemain asing yang telah direkomendasikan masuk ke skuad PSMS, empat pemain lokal masing-masing Johanes Co, Michele Nere, I Komang Adyana dan Dodi Ariadi juga direncanakan memperkuat PSMS nanti.

Sebelumnya, manajemen PSMS mencoret tiga pemain asing dan delapan pemain lokal karena dianggap tidak memberikan kontribusi positif bagi PSMS. Saat ini, tim hijau-hijau itu hanya memiliki dua legiun asing, yakni Patricio Jimenez (Chile) dan Leonardo Martin Zada (Brazil).

PSMS pantau Salas


10salasMEDAN - PSMS Medan tengah memantau mantan kapten tim nasional Chile Marcelo Salas, yang sebenarnya telah telah menyatakan pensiun dari lapangan hijau pada November lalu.

''Sejumlah pemain lokal maupun asing saat ini kami pantau dan salah satunya Salas. Meski dia sudah tua, namun naluri mencetak golnya masih tinggi. Dia pun masih layak main di Indonesia,'' ujar Manajer PSMS, Sihar Sitorus.

Salas sendiri telah menyatakan gantung sepatu pada usia 33 tahun dengan mencetak rekor 37 gol bagi negaranya, lebih tiga gol dari legenda sepakbola Chile lainnya, Ivan Zamorano.

Bomber berambut gondrong itu merupakan penyerang haus gol yang namanya mencuat ketika membela River Plate (Argentina) serta dua klub top Italia, SS Lazio dan Juventus. Universidad de Chile merupakan klub terakhir yang dibelanya sejak 2005.

Di Malang, Arema mengaku semakin dekat dengan pemain Dinamo Zagreb, Mathias Chango. Arema memproyeksikannya sebagai pengganti Esaiah Pello Benson yang kontraknya telah diputus. Pemain asing lainnya, Emile Bertrand Mbamba, juga dihukum Komdsi PSSI selama lima tahun.

Mbamba merupakan jebolan klub Portugal, Vitoria Setubal. Kabarnya, peran Mbamba digantikan mantan pemain Arema Patricio ‘Pato' Morales, yang kembali lagi ke Malang.

Untuk menggantikan peran Benson, Singo Edan serius meminang Chango yang membela klub Kroasia, Dinamo Zagreb. "Chango sudah setuju dengan durasi kontrak yang ditawarkan manajemen selama setengah musim,'' jelas Francis Yonga, agen pemain dibawah bendera Indobola Mandiri.

Di Palembang, Sriwijaya FC kembali melirik dua pemain untuk menggantikan atlet sepakbola Laskar Sriwijaya itu yang prestasinya mulai menurun. Manajer tim HM Bayadi, Selasa (9/12) mengatakan, pemain yang mereka lirik adalah Rudy Widodo (Pelita Jaya) dan Budi Sudarsono

Friday, December 5, 2008

Salah Jatuh, Mahyadi Cedera

Salah Jatuh, Mahyadi Cedera Musibah kembali menimpa gelandang Persik Mahyadi Panggabean. Mantan pemain PSMS Medan tersebut cedera parah di siku kirinya. Persendiannya mengalami dislokasi alias keluar dari tempatnya.

Akibat cedera tersebut harus absen latihan. Kemarin dia hanya bisa menyaksikan para pemain lainnya berlatih dari tribun penonton. Siku kirinya terlihat membengkak. “Harus absen latihan lagi ini, tidak bisa untuk latihan,” kata pemain yang akrab disapa May tersebut.

Pemain dengan nomor punggung 19 tersebut menuturkan bahwa cedera tersebut didapatkannya Selasa lalu. Saat latihan sore setelah pagi harinya mengikuti pemusatan latihan di lereng Gunung Wilis, Kecamatn Semen.

May mengaku mendapat cedera tersebut setelah terjatuh saat berebut bola dengan pemain lain. “Lupa bagaimana jatuhnya, tiba-tiba siku sudah begini,” kata Mahyadi dengan nada setengah tidak percaya dengan peristiwa yang dialaminya tersebut.

Akibat cedera itu, mantan pemain timnas tersebut mengaku mengalami rasa nyeri yang luar biasa. Cedera itu juga membuat sikunya membengkak. “Sudah dapat perawatan. Semoga tidak lama-lama sakitnya,” kata Mahyadi sembari memegai sikunya.

Dikonfirmasi terpisah, dokter tim Persik dr Fauzan Adhima mengatakan bahwa Mahyadi mengalami dislokasi persendian sikunya. “Setelah sempat saya periksa, persendiannya keluar atau mengalami dislokasi,” terang Fauzan.

Untuk penyembuhan, Fauzan mengatakan bahwa Mahyadi langsung dibawa ke ahli tulang untuk direposisi bagian yang mengalami dislokasi tersebut. “Sekarang sudah kembali ke tempatnya,” ujarnya.

Saat ini menurut dokter yang juga PNS di Dinkes Kota Kediri tersebut, Mahyadi dalam tahap pemulihan cederanya. “Setelah direposisi langsung dipasang penyangga supaya lekas pulih,” katanya.

Markus pahlawan PSMS, Saktiawan penyelamat

JAKARTA - Manajer tim kesebelasan PSMS Medan H Randiman Tarigan mengakui bahwa penjaga gawang Markus Horison adalah pahlawan dalam pertandingan melawan Persipura, Rabu (6/2) petang. Untuk Saktiawan Sinaga, Randiman memberikan "gelar" penyelamat PSMS.

"Markus memang kiper nomor satu di republik ini. Memang sudah kita persiapkan si Markus untuk (menghadapi adu penalti). Jadi dia memang luar biasa. Kita lihat bagaimana dia menyelamatkan gawang bertubi-tubi," kata Randiman dalam jumpa pers usai pertandingan.

Randiman juga memberikan apresiasi kepada dua pemain belakang yakni Usep Munandar dan Murphy Komumple. Keduanya berhasil meredam gerakan Ernest Jeremiah dan Albeto. Ia juga mengakui bahwa taktiknya mampu mengendalikan serangan bertubi-tubi dari Persipura, yang menurutnya malam ini bermain bagus.

Atas keberhasilan timnya lolos ke final Kompetisi PSSI Divisi Utama Liga Djarum Indonesia (Ligina) XIII/2007, Randiman akan mengadakan syukuran pada Jumat (8/2) malam.

"Kami dan tokoh-tokoh Sumatera Utara yang dimotori oleh Trimedya Panjaitan (Ketua Komisi III DPR RI,Red) akan mengadakan syukuran di Hotel Bumikarsa, Jumat nanti," kata Randiman dengan wajah gembira.

Walikota izinkan renovasi Teladan

MEDAN - Pjs Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi akhirnya mengeluarkan izin kepada Sihar Sitorus selaku pimpinan PT Togos Gopas untuk merenovasi Stadion Teladan Medan melalui SK bernomor 426.22/14945 tertanggal 1 Desember 2008.

Izin diberikan kepada PT Togos Gopas selaku pengelola tim PSMS ke Liga Super 2008, setelah adanya petunjuk Badan Liga Indonesia (BLI) ke Walikota Medan melalui surat pemberitahuan bernomorkan 0445/A/02/BLI.3.1/1/2008 tertanggal 7 Nopember 2008 dan 0564/A/02/BLI.3.1/1/2008 tanggal 26 November 2008.

Menurut salah seorang pengurus PSMS yang membidangi organisasi H Hardi Mulyono SE MAP kepada Waspada,

Rabu (3/12), surat BLI itu merupakan pemberitahuan tentang kondisi Stadion Teladan baru dapat dipergunakan sebagai home base, setelah dilakukan renovasi di bagian drainase, lampu penerangan dan tempat ganti pakaian kedua tim.

Kepada PT Togos Gopas, surat Walikota itu dengan tembusan ke pengurus PSMS dan BLI juga berisikan tentang pemberitahuan, apabila PT Togos Gopas selesai melakukan renovasinya diwajibkan membuat berita acara serah terima kepada Pemko Medan.

Ketua Umum PSMS Drs H Abdillah Ak MBA juga telah mengeluarkan surat tugas kepada Hardi Mulyono dengan nomor B/032/PSMS/10/08 tertanggal 22 Oktober 2008, tentang penugasannya sebagai pengawas terhadap pelaksanaan renovasi Stadion Teladan oleh PT Togos Gopas.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi A DPRD Medan ini menyebutkan, setelah membaca surat Walikota Medan, dirinya mendesak PT Togos Gopas segera merenovasi sesuai kesepakatan.

Belum kantongi izin, Luciano jadi penonton

Belum kantongi izin, Luciano jadi penonton Cetak E-mail
BANDA ACEH - Keinginan pelatih asal Brasil Luciano Leandro untuk membesut PSMS Medan untuk sementara harus ditahan dulu. Maklum saja, karena mantan pelatih Persma Manado itu belum mengantongi izin dari Badan Liga Indonesia (BLI) untuk membesut tim tersebut.

Akibatnya, saat Rahmad Affandi dan kawan-kawan menjalani duel menghadapi tuan rumah Persiraja Banda Aceh di leg kedua Copa Indonesia 2008 di Stadion Lampineung, Banda Aceh, Rabu (3/12) kemarin, ia tidak bisa mendampingi anak asuhnya dan terpaksa harus duduk di tribun penonton.

Untung saja, PSMS bisa mengatasi perlawanan tim divisi utama itu dengan unggul 2-1 sekaligus memastikan langkah ke babak 24 besar turnamen bergengsi di tanah air musim ini, setelah unggul agregat 3-1. Sebab di leg pertama, tim yang kala itu masih dibesut pelatih Erick William menang 1-0.

"Dia (Luciano leandro) terpaksa duduk sebagai penonton karena surat izinnya sebagai pelatih belum turun," ujar asisten PSMS Medan Rudi Saari kepada wartawan usai pertandingan, tanpa merinci kapan surat tersebut bisa keluar.

Sementara itu, Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono dimintai komentar menyatakan belum memberikan pengesahan kepada Luciano, karena masih menunggu surat dari Macae FC, Brasil, di mana pelatih PSMS itu mengaku sebelumnya menjadi arsitek tim.

"Bersama manajemen PSMS kami sedang melakukan korespondensi dengan klub Macae di Brasil, di mana Luciano menyebutkan pernah melatih. Kami akan menunggu hingga jawaban dari klub tersebut datang, untuk memastikan status Luciano di PSMS," tandas Joko

PSMS fokus putaran kedua LSI


04psms_fokusMEDAN - PSMS Medan mulai konsentrasi untuk persiapan menghadapi laga putaran kedua Liga Super 2008 yang dijadwalkan mulai digelar Januari 2009 mendatang.

Asisten pelatih PSMS Rudi Saari ketika dihubungi di Banda Aceh, Rabu (3/12) malam mengatakan, dengan program persiapan ini tentunya tim sudah melakukan seleksi terhadap pemain pelamar yang ingin bergabung dengan Aun Carbini dan kawan-kawan.

"Kita memang masih perlu tambahan pemain terutama untuk posisi striker dan stopper, dan untuk mendapat pemain pengganti yang telah dicoret oleh manajemen kita telah melakukan seleksi terhadap para pemain yang datang ke Medan berkisar satu bulan lebih," katanya.

Ia menyebutkan, awal bulan Desember 2008 yaitu selama satu minggu telah dimanfaatkan penuh untuk latihan fisik bagi pemain yang masih dipertahankan, kemudian mulai 9 Desember berlatih fisik dan teknik selama satu pekan termasuk pemain-pemain baru.

Ketika ditanya soal penyesuaian diri pemain baru dengan yang lama mengingat waktunya cukup singkat dia mengatakan, bagi pemain yang sudah jadi tentunya tidak perlu waktu yang lama untuk menyesuaikan diri.

"Mungkin pelatih tinggal memadukan pemain baru dengan yang lama. Kalau pemain baru itu sudah jadi, tentunya dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan pemain lama, apalagi mereka terbiasa main di kompetisi sepak bola Indonesia," katanya.

Pada putaran kedua, tim asuhan manajer Sihar Sitorus ini bakal memainkan pertandingan awalnya di kandang melawan juara Liga Indonesia 2007 Sriwijaya FC pada 3 Januari 2009, lalu menjamu Persik Kediri (11/1) dan Sabtu (17/1) meladeni Arema Malang.

Markus Horison Kembali ke PSMS

Markus Horison Kembali ke PSMS
Penjaga gawang tim nasional (timnas) Indonesia, Markus Horison Ririhina, dipastikan kembali ke mantan klubnya, PSMS Medan. Markus akan memperkuat PSMS di putaran 2 Liga Super Indonesia (LSI) 2008.

"Saya resmi balik ke PSMS," kata Markus singkat kala ditemui VIVAnews dalam latihan timnas Indonesia di Lapangan PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu sore, 3 Desember 2008.

Padahal, Markus baru bergabung dengan Persik Kediri sejak awal musim ini. Kiper berusia 27 tahun ini bergabung dengan dua kali juara Liga Indonesia itu bersama empat rekannya asal PSMS: Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Legimin Raharjo dan Usep Munandar.

Krisis pendanaan di kubu Persik memaksa beberapa pemainnya mengambil sikap. Sebelumnya, tiga pemain Persik: Danillo Fernando, Aris Indarto dan Budi Sudarsono telah menentukan sikap.

Danillo dipinjamkan ke Deltras Sidoarjo. Seperti halnya Danillo, Markus juga kembali ke PSMS dengan status pinjaman.

Budi diincar Pelita Jaya Jawa Barat, sedangkan Aris berencana kembali ke klub lamanya, Persija Jakarta.

Kembalinya Markus ke kubu Ayam Kinantan memicu empat rekannya yang sebelumnya ingin bertahan. Tapi, kubu PSMS tak serta merta menerima mereka dengan tangan terbuka. PSMS akan melakukan seleksi pemain sesuai kebutuhan tim.

PSMS Medan Tundukkan Persiraja 2-1

Piala Indonesia
PSMS Medan Tundukkan Persiraja 2-1 Kesebelasan PSMS Medan berhasil mengalahkan tuan rumah Persiraja 2-1 pada Liga Copa Indonesia yang berlangsung di Stadion Di Murthala, Lampieneng Banda Aceh, Rabu petang.

Dua gol kemenangan tim yang dijuluki Ayam Kinantan itu diboyong oleh penyerang Rachmad Afandi, sedangkan gol balasan Persiraja dicetak Didi Firmansyah.

Persiraja yang tidak didampingi pelatih kepala Herry Kiswanto tersebut sempat dikejutkan dengan gol cepat PSMS pada menit pertama, setelah Rachmad berhasil memanfaatkan bola lambung dari rusuk kiri, sehingga kedudukan berubah 1-0.

Ketinggalan 0-1 membuat anak-anak Persiraja meningkatkan penyerangan, namun gagal untuk menyamakan kedudukan.

Kondisi lapangan yang becek dan licin membuat permaianan kedua tim tidak berkembang. Bola umpan panjang dan pendek selalu terhenti oleh air dan lumpur, sehingga aliran di kulit bundar tidak maksimal.

Bahkan pemain kedua tim sering melakukan pelanggaran, saat mengambil bola di kaki lawan, sehingga permainan menjurus keras.

Karena permainan kedua tim sangat keras, akhirnya wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk kedua tim, yakni Abdul Muswair dan Andika Yudhistira, sehingga masing-masing hanya bermain 10 orang.

Meskipun kedua tim sulit menciptakan peluang gol, namun, anak-anak Persiraja mampu menciptakan gol pada menit ke-34 oleh Didi, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1, hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain saling ngotot untuk menambah gol, namun selalu gagal. Kondisi lapangan yang tidak normal merupakan kendala bagi para pemain untuk mengembangkan permainan.

Sebenarnya, pada babak kedua, bola lebih banyak dikuasai tuan rumah, tapi selalu gagal menciptakan peluang. Sementara tim tamu hanya melakukan serangan balik yang dimotori Rachmadani dan Dodi Cahyadi.

Akhirnya, anak-anak PSMS Medan berhasil menciptakan gol tambahan, setelah Rachmad Afandi melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang tidak mampu ditahan penjaga gawang Syahbani, sehingga kedudukan berubah 2-1.

Tidak ingin dipermalukan di depan publik sendiri, anak-anak Persiraja berusaha keras untuk menciptakan gol. Namun serangan-serangan yang dibangun oleh Azhari dan NAsir selalu kandas.

Pada menit ke-70, Persiraja diuntungkan dengan jumlah pemain, setelah pemain tengah PSMS, Rachmadani mendapat kartu kuning kedua, sehingga tim tamu hanya bermain sembilan orang.

Sisa 20 menit pertandingan, ternyata tidak bisa dimanfaatkan oleh Persiraja untuk menambah gol, sehingga sampai babak kedua berakhir kedudukan tetap 2-1 untuk kemenangan PSMS.

Dengan kemenangan itu, maka PSMS secara keseluruhan menang 3-1, setelah pada pertemuan pertama di Medan menang 1-0, sehingga maju ke babak berikutnya. Sedangkan Persiraja tersingkir dari Copa Indonesia.

Luciano Rekomendasikan Duo Brasil

PSMS Medan
Luciano Rekomendasikan Duo Brasil
Meskipun statusnya sebagai pelatih belum disahkan Badan Liga Indonesia (BLI), Luciano Leandro sudah merekomendasikan dua nama pemain asing asal Brasil kepada manajemen untuk memperkuat PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) nanti.

Kedua pemain itu yakni Mauro Pinto dan Alan. Mereka telah mengikuti seleksi bersama Fernando Santos (Brasil), Alexandro Cardoza (Uruguay), Prince (Nigeria), Chyrell (Kamerun) dan Leo Chitescu (Argentina) yang telah digelar sejak 17 November lalu di Stadion TD Pardede, Medan.

"Mereka direkomendasikan Luciano dn kemungkinan kita hanya memakai jasa dua pemain itu,'' ujar Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan.

Sementara itu empat pemain lokal juga mendapat rekomendasi dari Luciano, namun masih dipantau terus perkembangannya. Keempatnya yakni, Johanes Co, Michele Nere, Dodi Aryadi dan I Komang Adyana.

Tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu sebelumnya telah melakukan pencoretan sebanyak sebelas pemain setelah melakukan evaluasi selama LSI putaran pertama.
[Edp/biangbola]

Saturday, November 29, 2008

Luciano Berencana Bawa Pemain dari Brazil

PSMS Medan
Luciano Berencana Bawa Pemain dari Brazil
Aroma Brazil bakal berasa di PSMS Medan. Itu terjadi setelah pelatih anyarnya, Luciano Leandro, berencana mendatangkan pemain dari negeri asalnya tersebut.

Para pemain Brazil itu datang dari klub yang sempat dilatih Luciano Leandro, Macea Sportivo. "Kalau dibutuhkan, saya akan memboyong pemain dari klub yang sempat saya latih sebelum saya bergabung PSMS," katanya.

Pemain itu berposisi penyerang dan gelandang. Hanya, keinginan tersebut sedikit mengalami kendala. "Sayang, pemain Brazil tersebut masih terikat kontrak. Jadi, kita lihat saja perkembangan selanjutnya," ujar salah seorang staf manajemen PSMS.

Nah, sambil menunggu kepastian pemain Brazil itu, PSMS terus menggenjot seleksi pemain lokal. Bahkan, seleksi bagi calon-calon muka baru Ayam Kinantan -julukan PSMS- tersebut terus dilanjutkan. Padahal, sebenarnya, seleksi sudah selesai pada Rabu lalu (26/11).

"Saya baru saja bergabung dengan tim ini (PSMS, Red). Praktis saya baru menyaksikan jalannya seleksi hanya beberapa hari. Karena itu, saya belum bisa pastikan siapa-siapa saja pemain yang akan saya rekrut untuk memperkuat tim," kata Luciano.

Ayam Kinantan Memburu ”Anak Hilang”

Ayam Kinantan Memburu ”Anak Hilang”
Manajemen PSMS kembali mengajukan penawaran kedua kepada manajemen Persik Kediri untuk membeli lima mantan pemain PSMS Medan.

Mereka adalah Markus Horison,Saktiawan Sinaga,Usep Munandar,Mahyadi Panggabean, dan Legimin Rahardjo. Kelimanya diharapkan bisa kembali mengenakan kaos tim hijau-hijau di putaran kedua nanti. “Lima mantan pemain PSMS yang ada di Persik yang kami prioritaskan.

Untuk angka penawaran kedua ini saya no commentdulu.Yang pasti,kami lebih serius dalam merekrut pemain ini. Penawarannya belum kami masukkan, tapi akan segera diajukan,” papar CEO PT Togos Gopas selaku pengelola PSMS Medan Sihar PH Sitorus kemarin. Sayangnya,Sihar belum mau buka suara tentang sejauh mana perkembangan negosiasi yang dilakukan.

Hanya saja, sebelumnya Persik Kediri membanderol untuk kelima kalinya senilai Rp250 juta ditambah dua bulan gaji Rp90 juta untuk nilai transfer. Dana tersebut di luar gaji pemain ketika sudah berbaju PSMS. Ini berarti, angka yang dikeluarkan bisa mencapai Rp520 juta,bila ditambah enam bulan gaji pemain dengan hitungan Rp30 juta per bulan selama enam bulan.

Angka inilah yang kabarnya membuat kubu PSMS keberatan.Nilai Rp520 juta dinilai terlalu tinggi untuk seorang pemain selama enam bulan. Karena itu,Sihar mengaku belum tahu pasti berapa lama durasi kontrak yang ditawarkan kepada lima pemain tersebut.“ Kalau sudah ada jawaban dari mereka,baru bisa ditentukan.

Sekarang ini belum bisa dipastikan.Saya juga melihat keseriusan mereka dululah, ”tukasnya. Keinginan untuk kembali memburu mantan pemain PSMS itu tak lepas dari hasil seleksi yang belum memuaskan. Selain pemain lokal, kualitas legiun impor yang mengadu nasib di kandang Ayam Kinantanjuga jauh dari kata bagus.

Untuk pemain lokal misalnya, baru ada nama Komang Adnyana, Johanes Co, Mahendra, Dodi, dan Michael Nere yang kemungkinan akan dikontrak. Mereka dinilai layak bergabung dengan PSMS.“Mereka belum dikontrak, tapi sedang mengarah ke sana. Durasinya belum tahu berapa musim,mereka terima dululah proposal saya.

Untuk Andika Bayu sepertinya tidak,”tandasnya. Sementara itu, salah satu pemain yang diincar PSMS Saktiawan Sinaga mengaku siap saja bermain di mana pun, termasuk mantan klubnya.Namun,untuk urusan itu harus dibicarakan dengan Persik. Sakti tak mematok harga dan gaji tinggi.Yang penting sesuai dengan kemampuan.

Dirinya juga mengaku belum ada pembicaraan dengan manajemen PSMS. “Bagiku tidak ada masalah. Selama itu menuai kesepakatan. Namun,sampai sekarang kanstatusku masih pemain Persik.Tentunya manajemen tim yang memutuskan.Aku siap saja,kurasa pemain yang lain akan berpikir sama.Siapa saja dan tidak ada masalah,”tandasnya.

Markus Horison Pilih Cabut

Markus Horison Pilih Cabut
Markus Horison tak lagi berkostum Persik Kediri. Kiper nasional itu sudah menyatakan cabut dari Macan Putih -julukan Persik.

"Sudah pasti. Markus tidak akan bertahan di Persik," terang Iwan Budianto, manajer Persik, kemarin (27/11).

Kepastian itu diperoleh Iwan setelah melakukan kontak telepon dengan pemain tersebut. Saat itulah Markus memastikan tidak akan bertahan di Persik.

Sebelumnya, Markus adalah pemain yang menyatakan masih pikir-pikir apakah tetap bergabung dengan Persik ataukah hengkang. Jika keputusan akhir adalah pergi, berarti sudah ada empat pemain yang memilih pindah setelah manajemen memberlakukan rasionalisasi gaji sebesar 60 persen kepada pemain.

Tiga pemain terdahulu adalah Danilo Fernando, Budi Sudarsono, dan Aris Indarto. Selain para pemain itu, pelatih Arcan Iurie Anatolivicie pun memastikan pergi.

Ke mana Markus bakal berlabuh? Iwan mengaku tak tahu. Namun, ada beberapa alternatif klub yang jadi tujuan. Klub-klub tersebut selama ini menunjukkan ketertarikan terhadap kiper timnas tersebut. Antara lain, Delta Putra Sidoarjo (Deltras) yang juga menampung Danilo saat ini.

"Bisa jadi. Sangat besar kemungkinan dia (ke Deltras) ataupun tim lain," ungkap manajer yang membawa Persik dua kali juara Liga Indonesia itu.

Iwan menyebutkan bahwa Markus dan Deltras sudah menjalin komunikasi untuk proses transfer. Dia mengaku sudah memberikan kesempatan kepada Deltras untuk berbicara dengan pemain tersebut.

"Mungkin segera ada keputusan (soal tujuan klub, Red)," ucap pria yang baru saja kalah dalam pemilihan wali kota Kediri tersebut.

Iwan berharap segera mengetahui klub tujuan Markus setelah hengkang dari Persik. Dia mengatakan mungkin dalam beberapa hari ini akan mendapatkan kepastian tersebut. Selain Deltras, Arema Malang juga mengincar pemain itu. Kebetulan, tim berjuluk Singo Edan tersebut tengah dilanda krisis penjaga gawang. [JP]

Friday, November 28, 2008

Pelatih Baru PSMS Punya PR

MEDAN, - Pelatih PSMS, Erick William mengatakan, pelatih baru PSMS Luciano Leandro pada leg kedua Copa Dji Sam Soe 2008 di kandang Persiraja Banda Aceh pada 3 Desember mendatang, punya PR baru.

"Di babak pertama kami menguasai permainan. Namun di babak kedua, pemain hanya menonton saja, akan jadi tugas pelatih baru nantinya di leg kedua," kata Erick usai pertandingan PSMS menang tipis 1-0 lawan Persiraja di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11).

Erick akan digantikan Luciano asal Brasil. Manajemen PSMS akan menempatkan Erick sebagai pelatih akademi PSMS.

Ia mengakui bahwa penampilan PSMS belum maksimal di laga ini yang untuk pertama kali tampil di Stadion Teladan Medan dengan dukungan suporter. "Usai liga putaran pertama praktis pemain libur, keputusan manajemen main di Copa Indonesia ini juga menyulitkan karena persiapan yang hanya satu minggu sementara banyak pemain yang telah dicoret," katanya.

Praktis menurut dia, PSMS menurunkan pemain mudanya. Ia hanya puas di penampilan timnya di babak pertama. "Babak kedua, pemain malah mendapat tekanan dari Persiraja," katanya.

Dengan kemenangan tipis 1-0 lawan Persiraja Banda Aceh di leg pertama babak 48 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 ini belum tentu aman bagi PSMS. Mereka akan tampil di leg kedua di kandang Persiraja. Gol kemenangan PSMS sendiri diciptakan Rahmad Affandi di menit 42.

Di babak kedua, penampilan PSMS menurun malah Persiraja tampil cepat dan menekan pertahanan tim Ayam Kinantan itu.

Pelatih Herry Kiswanto mengatakan, di babak pertama pihaknya hanya melihat permainan PSMS. "Baru di babak kedua, tim mampu bermain cepat dan beberapa kali menciptakan peluang gol," katanya.

Disinggung cedera kiper Dede Pranata, Herry mengatakan, Dede akan istirahat beberapa pekan karena cedera rusuk.

Untuk leg kedua menghadapi PSMS, ia mengatakan, peluang tetap terbuka, namun dia masih menyimpan strategi, apalagi PSMS akan ditangani pelatih baru.

BLI Tunjuk PSMS ke Playoff Liga Champions Asia



JAKARTA, - Indonesia berpeluang mempunyai dua wakil untuk tampil di Liga Champions Asia (AFC) 2009, setelah Badan Liga Indonesia (BLI) menunjuk PSMS Medan mengikuti babak layoff.

"Kami awalnya tidak menduga, Indonesia mendapat jatah playoff. Karena kami berpikir jatah itu berupa tampil di Piala AFC. Sesuai dengan rencana semula, jatah playoff itu akan diambil PSMS Medan sebagai runner-up liga," kata Direktur BLI Joko Dwiyono di Jakarta, Rabu (26/11).

PSMS menjadi runner-up Liga Indonesia 2007 setelah kalah 1-3 dari Sriwijaya FC pada final yang digelar tanpa penonton di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Februari lalu.

Sebagai juara liga, Sriwijaya yang saat bersamaan juga juara Copa akan mewakili Indonesia di Liga Champions Asia 2009. Dengan tampilnya PSMS di babak playoff, Indonesia berpeluang memiliki dua wakilnya di ajang kompetisi antarklub paling prestisius di Asia itu. Kehadiran dua klub Indonesia di Liga Champions Asia sebenarnya bukan hal baru karena beberapa tahun terakhir Indonesia juga mendapat jatah mengirimkan dua klubnya.

Terakhir, dua klub Indonesia di Liga Champions Asia adalah Persik Kediri dan Arema Malang pada tahun 2007. Untuk Liga Champions Asia 2008, Indonesia tidak mengirimkan wakilnya setelah dicoret AFC akibat molornya kompetisi Liga Indonesia. Setahun sebelumnya, Indonesia juga mendapat jatah dua klub di Liga Champions Asia, yang seharusnya diwakili Persipura Jayapura dan Arema. Namun, dua klub itu batal tampil akibat keteledoran pengurus PSSI yang lalai mendaftarkan mereka ke AFC.

Joko menambahkan, jika Indonesia kembali mendapat jatah tampil di Piala AFC, kesempatan itu akan diberikan pada Persipura Jayapura selaku runner-up Copa Dji Sam Soe 2007. "Karena tidak ada tim peringkat tiga di liga, kesempatan itu akan diwakili Persipura sebagai runner-up Copa," katanya.

Persipura kalah dalam adu penalti 0-3 dari Sriwijaya FC di final Copa Dji Sam Soe 2007. Piala AFC adalah kompetisi antarklub Asia yang satu level di bawah Liga Champions Asia.

Luciano Langsung Seleksi Pemain PSMS

MEDAN, KAMIS - Pelatih baru PSMS Medan asal Brasil, Luciano Leandro, langsung melakukan seleksi terhadap calon-calon pemain klub Sumatera Utara tersebut.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan ketika dihubungi Antara di Medan, Kamis (27/11) mengatakan, pelatih asing itu selama dua hari ini turun langsung ke lapangan untuk menyeleksi calon -calon pemain PSMS.

Luciano Leandro menggantikan posisi Eric William dari Australia, yang selama ini dipercaya menangani pemain PSMS. Luciano pernah menjadi pemain di Persija Jakarta pada 2001, berhasil membawa tim itu menjadi juara Liga Indonesia, seterusnya menjadi pelatih di Persma. Sementara itu, Eric William dipercaya sebagai pelatih di Sekolah Akademi Medan United.

Panjaitan mengatakan, calon pemain PSMS yang sedang diujicoba kemampuannya adalah pemain lokal dan pemain asing. Calon pemain PSMS itu mulai menjalani seleksi sejak Senin (17/11) yang dipusatkan di Stadion TD Pardede.

Para pemain asing yang sedang diuji kemampuannya itu adalah Mauro Pinto, Fernando Santos (Brasil), Alexandro Cardoza (Uruguay), Prince (Nigeria), Chyrell (Kamerun), dan Leo Citesstcu (Argentina).

Ia mengatakan, seleksi terhadap pemain lokal dan pemain asing itu cukup ketat. Ini dilakukan untuk mencari pemain yang benar-benar berkualitas untuk memperkuad skuad PSMS.

"Beberapa pemain asing dan pemain lokal yang terpilih itu dipersiapkan untuk menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) yang akan dimulai awal Januari 2009," kata Panjaitan.

Sebelumnya, manajemen PSMS telah mencoret tiga pemain asing dan delapan pemain lokal. Pemain yang dikeluarkan itu dianggap tidak memberikan kemajuan bagi PSMS yang dijuluki "Ayam Kinantan".

Para pemain tersebut memperkuat PSMS pada putaran pertama LSI 2008. PSMS hingga kini hanya memiliki dua pemain asing, yakni Patricio Jimenes (Cile) dan Zada ( Brasil),

PSMS Memburu Bintang

PSMS Memburu Bintang
PSMS Medan balik arah.Mereka tidak lagi mengincar pemain muda dengan harga murah,tapi mulai melakukan gerilya mencari pemain berstandar tim nasional.

Langkah ini dilakukan demi mendapatkan prestasi terbaik di semua kompetisi diikuti seperti playoff AFC Cup 2009, Liga Super, dan Piala Indonesia. Sebab, jika mengandalkan materi seperti sekarang, tentu terasa berat buat Ayam Kinantan meraih hasil seperti diharapkan. Siapa yang diincar?

Di sinilah persoalannya. Sejauh ini pengelola PSMS belum mau buka suara.Hanya santer terdengar ada dua pemain yang kemungkinan akan bergabung ke Stadion Teladan. Mereka adalah Syamsul Chaeruddin (PSM Makassar) dan Legimin Rahardjo (Persik Kediri).

Kedua pemain ini adalah tipe pekerja keras dan bisa menjadi jenderal lapangan tengah. Tidak hanya itu,kemampuan kedua pemain ini bisa menjadi penyeimbang antara lini tengah dan depan.Mereka juga dinilai bisa menjadi obat kuat lini tengah Ayam Kinantan.

”Kalau tidak mencari pemain berkualitas, kami tidak akan mampu bersaing dengan pemain lain.Sejauh ini nama yang mau direkrut belum diusulkan kepada Pelatih Luciano Leandro.Yang pasti,mereka berlabel tim nasional atau kualitasnya menyamai timnas,”sebut Media Officer PSMS Abdi Panjaitan.

”Nama-nama sudah disiapkan siapa yang diburu.Tapi, masalah jadi atau tidak tergantung negosiasi.Artinya,nilainya jangan terlalu tinggi.Disesuaikan.Begitu juga dengan Syamsul dan Legimin. Kalau mereka cocok dengan harga yang ditawarkan,kami akan ambil,”tambahnya.

Dia menambahkan,Ayam Kinantan membutuhkan 11 pemain, delapan lokal sisanya asing baru. Sebelas pemain ini akan menjadi kerangka tim.Sementara skuad yang ada akan disisip di skuad 11 pemain ini.

Meski begitu,Abdi memastikan seleksi pemain tetap dilakukan meski mereka tidak berharap banyak.Alasannya, mendapat dua atau tiga pemain sudah bagus. Karena, tim PSMS ingin punya kualitas di atas yang ada.”Seleksi tetap berlanjut,tapi tidak bisa diharapkan.Kami hanya berharap dapat dua atau tiga dari seleksi ini,”ujarnya.

Untuk masalah stadion tempat pertandingan playoff AFC Cup, PSMS belum mendapatkan stadion.Hanya, itu tergantung keputusan AFC stadion mana yang bisa digunakan. Begitu juga dengan stadion kandang PSMS pada putaran kedua. ”Nantilah stadion mana di Indonesia yang lulus verifikasi AFC,”tandasnya.

Sementara itu,Luciano belum bisa memastikan siapa pemain yang akan direkrutnya. Dia baru memimpin latihan dalam beberapa hari dan kualitasnya masih terus dipantau. ”Nanti saya akan sampaikan siapa saja yang direkrut, karena saya masih baru,”tandasnya.

Sejauh ini kebutuhan PSMS yang terpenting adalah bek kiri, gelandang serang, dan pemain depan. Dilihat dari 17 pertandingan putaran pertama plus pertandingan melawan Persiraja Banda Aceh di pertemuan pertama Piala Indonesia, kelemahan ini sangat menonjol. [sindo]

Thursday, November 27, 2008

EKSKLUSIF - Luciano Leandro

EKSKLUSIF - Luciano Leandro: Saya Memang Harus Kerja Keras

Menjadi pelatih di tengah musim memang bukan pekerjaan mudah. Itu pula yang membuat Luciano Leandro menyatakan harus bekerja keras untuk bisa mengangkat PSMS Medan dari zona degradasi.


Pelatih baru PSMS Medan Luciano Leandro mengakui jika dirinya harus bekerja keras untuk bisa mengangkat Ayam Kinantan keluar dari zona degradasi di putran kedua Superliga 2008/09. Hal tersebut dikatakan pelatih asal Brasil ini setelah melihat penampilan Asri Akbar dan kawan-kawan saat menjamu Persiraja Banda Aceh di leg pertama turnamen Copa Indonesia 2008 di Stadion Teladan, Medan, Selasa (25/11) kemarin.

Maklum saja, meski akhirnya mampu menang 1-0 melalui gol Rahmad Affandi pada menit ke-46, tapi PSMS yang tampil dihadapan pendukung fanatiknya justru lebih banyak ditekan. Terutama di babak kedua. Padahal Persiraja hanyalah tim divisi utama yang tentunya berbeda kasta karena PSMS di Superliga, kompetisi paling bergengsi musim ini.

Tak heran, Luci --begitu sapaan akrabnya-- cukup gerah dan beberapa kali menggelengkan kepala saat menyaksikan langsung aksi para pemain yang akan mulai dibesutnya terhitung Rabu (26/11). Ia bahkan cukup sering mengangkat tangan sebagai isyarat agar pemain PSMS tidak membiarkan lawannya bebas berkeliaran di kotak penalti tanpa pengawalan.

Apa saja target yang ingin dicapainya bersama PSMS? Kenapa ia tetap tertarik menukangi tim di Indonesia? Sejauh mana ia mengetahui kekuatan tim besutannya dan juga kontestan Superliga lainnya?

Berikut wawancara wartawan GOAL.com Yuslan Kisra dengan mantan pelatih Persma Manado itu, yang sebelumnya cukup lama merumput di Liga Indonesia bersama PSM Makassar dan Persija Jakarta, ditemui di sela-sela manyasikan pertandingan calon anak asuhnya kemarin. Petikannya:

GOAL.com: Akhirnya Anda kembali menangani tim di Indonesia! Bisa diceritakan bagaimana caranya Anda bisa membesut PSMS?

Luciano: Beberapa bulan lalu saya mendapat telepon dari manajemen PSMS. Mereka manawari saya pekerjaan menjadi pelatih kepala. Secara kebetulan saya memang sangat ingin kembali ke Indonesia. Sebab negara ini sudah menjadi rumah kedua saya. Saya selalu merindukan Indonesia.

GOAL.com:
Apa yang membuat Anda cukup tertarik dengan negeri ini?

Luciano:
Harus diakui, saya banyak mendapat kehidupan di sini. Saya sepuluh tahun menjadi pemain sepakbola di Indonesia. Ada banyak yang saya dapatkan di sini. Saya punya banyak teman, bisa berbahasa Indonesia, serta terbiasa dengan makanannya. Itulah yang membuat saya tidak bisa lupa dan selalu ingin ke Indonesia untuk bekerja.

GOAL.com:
Anda sudah melihat pemain yang akan ditangani. Komentar Anda?

Luciano:
Saya memang harus bekerja keras untuk membawa tim ini keluar dari zona degradasi di akhir musim. Ini memang bukan pekerjaan mudah. Tapi saya sangat optimistis bisa melakukannya. Tentunya dengan dukungan semua pihak termasuk Anda sebagai wartawan. Tanpa itu, tantu sulit bagi saya untuk bisa berbuat banyak.

GOAL.com:
Tapi Anda masuk di putaran kedua. Seberapa jauh Anda mengetahui kekuatan skuad tim PSMS dan juga tim lain?

Luciano:
Untuk Anda ketahui, saya ini pembaca setia GOAL.com edisi Indonesia, ha.. ha.. Saya mengikuti perkembangan berita-berita sepakbola di Indonesia dari website Anda setiap hari. Dari situ, saya banyak tahu mengenai tim di sini. Selain itu, saya juga masih menjalin hubungan dengan teman-teman. Baik ketika saya masih menjadi pemain, maupun saat menangani Persma Manado.

GOAL.com:
Oh iya, terima kasih! Tapi seberapa optimis Anda bisa memenuhi target mengangkat PSMS dari zona degradasi?

Luciano:
Cukup optimistis. Bahkan karena itu pula kenapa saya mau datang ke Indonesia dan menerima tawaran untuk menangani tim ini. Yang pasti itu tadi, saya minta dukungan semua pihak. Baik itu suporter, pemeritah setempat, dan semua rekan-rekan wartawan. Karena saya butuh banyak informasi untuk bisa memenuhi target tersebu

Kampak FC murni dukung PSMS

MEDAN - Presiden Kampak FC Dicky Anugrah menyatakan, Kampak FC murni mendukung kesebelasan kebanggaan Kota Medan, PSMS, dalam setiap pertandingan di Stadion Teladan Medan.

"Kampak hanya mendukung PSMS tanpa ditumpangi pihak lain," tegas Dicky kepada Waspada di Medan, Rabu (26/11).

Suporter yang dikerahkan Kampak datang ke Stadion Teladan tetap membeli tiket masuk tanpa ada sponsor dari pihak tertentu. "Setiap suporter yang masuk stadion tetap membeli tiket," jelas Dicky.

"Kalau pun ada oknum yang membawa-bawa nama Kampak dengan pihak lain, itu pribadi yang bersangkutan dan tidak ada sangkut paut dengan Kampak," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Kampak juga mengkritik masalah sarana prasarana Stadion Teladan yang kurang memadai. Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pertamanan, harus memperhatikan stadion kebanggaan Kota Medan ini.

Selain itu kata Dicky, Panpel harus memberikan kenyamanan kepada penonton saat menonton pertandingan PSMS dengan membenahi stadion. "Harga tiket juga dinilai terlalu mencekik leher para pecinta sepakbola di Medan, terutama fans setia PSMS," jelasnya.